📱

Get Our Mobile App

Take your business learning on the go!

Download on the App StoreGet it on Google Play

Tarikh Umar bin Khattab-2: Perang Yarmuk - Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A

Firanda Andirja44:03

Transcription

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta'ala, kita melanjutkan tentang tarif Umar Bin Khattab radhiyallahu ta'ala Anhu. Pada kesempatan kali ini, kita akan menyampaikan tentang lokasi yang terletak di Yordan. Insyaallah, nanti kita akan tunjukkan lokasinya di akhir-akhir hayat Abu Bakar As Siddiq sebelum beliau meninggal dunia.

Beliau mengirim dua pasukan atau dua kelompok pasukan untuk menaklukkan Persia, yaitu di arah Irak, dan kemudian pasukan untuk menaklukkan Romawi di daerah Syam. Maka beliau mengirim beberapa pasukan, sebagaimana yang tertera, di antaranya pasukan Yazid bin Abi Sufyan ke arah Damaskus, kemudian pasukan Syarah Bill ke arah Urdun Ibnu Hasanah, dan pasukan Abu Ubaidah ke arah Palestina.

Jadi, ada empat umroh, empat pemimpin, masing-masing dua pasukan menuju kota yang telah ditentukan oleh Abu Bakar As Siddiq. Ketika mengarah menuju ke daerah kekuasaannya, yaitu daerah Romawi di daerah Syam, maka dia pun mengajak pembesar-pembesarnya untuk bermusyawarah.

Ya, ketika itu disebutkan dia baru saja pulang dari Baitul Maqdis beribadah di sana. Kemudian dia pun bermusyawarah dan mengajak pembesar-pembesarnya agar berdamai dengan kaum muslimin. Dia mengatakan, sesungguhnya mereka adalah pemeluk agama baru, dan tidak ada yang bisa mengalahkan mereka.

Dan Heracle inilah, Heracle inilah yang ketika diskusi dengan Abu Sofyan, kemudian dia bertanya tentang sifat-sifat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Kemudian mengakui bahwasanya itulah nabi yang terakhir yang ditunggu-tunggu. Hanya saja, dia mengatakan, saya tidak menyangka kalau keluar dari kalian. Semua menyangka bahwasanya nabi baru dari Bani Israil, ternyata dari bangsa-bangsa Arab.

Kemudian dia mengatakan, kalau apa namanya saya menikung materi, dia akan menguasai tempat singgasanaku ini. Kemudian setelah itu, dia menawarkan kepada kaumnya, sebagaimana disebutkan dalam Shahih al-Bukhari dalam kitab bin wahyi. Dia kumpulkan orang-orang semua, kemudian mengatakan, bagaimana kalau kita beriman dengan nabi ini, kita akan beruntung.

Ternyata rakyatnya memberontak. Akhirnya dia berkata, saya hanya ngetes kalian ingin tahu bagaimana kekohan kalian dalam agama kalian. Sehingga dia adalah salah satu contoh seorang yang meninggalkan agama yang benar karena mencari dunia, karena jabatan.

Tetapi tentu dalam hati kecilnya, dia tahu bahwa ini agama yang benar. Makanya ketika Abu Bakar As Siddiq mengirim empat pasukan, masing-masing ada amirnya, maka dia mengumpulkan anak buahnya. Disebutkan oleh Ibnu Katsir dalam al-bidawiyah, dan dia mengatakan, sebaiknya fatihuni wasalihum.

Sebaiknya kita suruh dengan mereka, kita damai, kita bayar jaziyah. Ya, setengah penghasilan negeri Syam kita berikan kepada mereka, dan kaum muslimin membuka kesempatan itu. Kesempatan untuk apa? Bayar. Namun mereka sombong dan angkuh, mereka tidak mau karena jumlah mereka yang sangat besar.

Ya, kita tahu, Persia dan Romawi adalah dua negeri adidaya di zaman tersebut, seperti zaman dulu Amerika dengan apa Sofia, sekarang Cina sama siapa, dulu Amerika sama Soviet. Lah, dua adidaya yang semua bersekongkol kepada Amerika atau bersyukur kepada Soviet. Maka mereka dengan sombongnya tidak mau.

Akhirnya, pasukan untuk melawan empat pasukan tersebut, ya di antaranya dikirim adiknya yang namanya [Musik] dikirim untuk salat di antara salah satu pasukan. Maka dikirimlah empat pasukan untuk menghadang pasukan yang dikirim oleh Abu Bakar As Siddiq.

Maka melihat jumlah musuh yang begitu banyak, maka Abu Bakar As Siddiq mengetahui bahwasanya harus ada pertolongan yang dikirim, pasukan bantuan untuk menghadapi pasukan Romawi. Maka Abu Bakar As Siddiq mengirim surat kepada Khalid Ibnu Walid radhiyallahu ta'ala Anhu, yang ketiga sedang berada di Irak, yang sedang berada di daerah, untuk datang bergabung dengan empat pasukan tersebut.

Kemudian Abu Bakar juga merubah strategi empat pasukan tadi yang dikirim. Masing-masing [Musik] mereka bergabung. Kita gabung aja, karena setiap pasukan dikirim dengan pasukan yang banyak. Maka Abu Bakar As Siddiq radhiyallahu merubah strategi mereka, disuruh bergabung, dan Khalid disuruh berangkat dari Irak, dari areal Persia menuju ke Syam untuk menolong atau membantu pasukan yang sudah ada di sana.

Saya ingin, apa namanya, sebentar perhatikan di sini. Ini di Google Map, ya bisa Antum tulis Battle location. Yang ada balon merah, itulah lokasi perang Yarmuk, sebuah lembah yang sangat besar. Itulah pasukan Allah berkumpul situ, kemudian, apa namanya, berperang melawan kaum muslimin.

Maka Khalid bin Walid bergerak dari Irak. Lihat Irak sebelah kanan, harusnya menyusuri ke arah atas atau ke arah bawah, melewati daerah yang mungkin dilewati. Tapi Khalid Ibnu Walid, karena melihat keadaan genting, dia punya ide.

Dia punya ide adalah melewati padang pasir menuju ke negeri Syam, dan ini adalah pekerjaan yang sangat berat, jalan yang tidak boleh dilewati oleh pasukan sebelumnya. Ini entah berapa ribu kilo, ya dari kisah manusia mungkin lewat ke atas ini, yaitu jalan yang biasa, atau kalau enggak putar lewat bawah.

Tapi dia, karena kebutuhan mendesak, maka dia melewati ini yang saya sebutkan tadi. Maka dia melewati areal ini, dan ini adalah air sangat jauh, dan dia bawa pasukan sekitar 9.500 pasukan. Maka sampailah dia berjalan, disebut kalimat kafir, sekitar 9 hari tidak berhenti, jalan terus sampai unta-ontak bawa air.

Kemudian ketika air habis, untanya disembelih untuk diambil air dalam tubuh unta, karena perjalanan sangat sengsara. Dan akhirnya sampailah Khalid bin Walid di negeri Syam untuk bergabung dengan saudara-saudaranya di kalangan para sahabat empat umroh tersebut.

Ya, ketika sampai di sana, Abu Bakar sudah memberi perintah, kalau kau sampai di sana, engkaulah yang menjadi apa, Amir. Engkau menjadi pemimpin mereka. Tapi Khalid bin Walid merasa tidak enak, ya, karena mereka adalah empat pasukan, masing-masing ada amirnya, sementara dia datang dari jauh tiba-tiba menguasai mereka.

Maka dia mengambil ide. Dia mengatakan kepada kawan-kawannya, ya pasukan harus bergabung. Tidak mungkin pasukan Khalid kemudian pasukan empat ini sendiri. Gabung rame-rame semuanya. Kemudian Khalid punya ide, bagaimana kalau pemimpin utama bergantian. Nanti hari ini satu pemimpin, besok pemimpin yang lain, besok pemimpin yang lain, besok pemimpin yang lain, sampai bergiliran, sehingga semuanya pernah merasa menjadi apa pemimpin.

Mereka tidak mencari dunia, tidak, tapi tahu pahala pemimpin lebih besar. Dan Khalid ada perintah dari siapa? Abu Bakar As Siddiq. Maka akhirnya yang lainnya setuju. Ya sudah, tidak papa. Tapi kata Khalid, hari ini saya memimpin. Hari ini saya yang mimpin karena atas perintah siapa? Abu Bakar Siddiq.

Ternyata perang cuma sehari, kurang seharian. Semua setuju, semua setuju. Kata beliau [Musik], marilah kita menggilir ini, ya sebagian kita hari ini, besok gantian, besok gantian, sampai semua kalian jadi pemimpin. Dan biarkan saya hari ini jadi apa pemimpin.

Ya, karena mereka duga ini perang akan lama, karena pasukan kaum muslimin sekitar 36.000 sampai 40.000, pasukan kaum musyrikin 240.000. Ini perkiraan perang akan alot. Perkiraan perang akan alot, dan Heraklius mengerahkan pasukannya dengan sebanyak-banyaknya. Bahkan adik kandungnya pun, saudara kandungnya pun disuruh ikut di antara salah satu pemimpin pasukan Romawi.

Maka di antara ide Khalid bin Walid, beliau membagi, karena lawan terlalu banyak, 240.000 dibanding 40.000, berapa? 1 banding 6. 1 banding 6, musuh terlalu banyak. Maka Khalid punya ide berikutnya adalah pasukan dibagi menjadi 60 karodis, ya, yaitu 40 caroris.

36, kalau dibagi menjadi 36 kalori listrik, 36 pasukan yang masing-masing sekitar 1.000 orang, dan 1.000 orang itu ada pemimpinnya. 1.000 orang itu ada pemimpinnya. Ini di antara ide, sehingga kaum muslimin terlihat banyak. Ada 30, apa pasukan, padahal mereka cuma 40.000.

Ini di antara Walid, dan ketika dibagi-bagi tersebut, masing-masing pasukan akan semangat yang menunjukkan kegigihan mereka. Masing-masing ini dia Khalid bin Walid, dan disepakati oleh para sahabat. Jadilah pasukan kaum muslimin terbagi menjadi 36 qodis, yaitu 36 kelompok, masing-masing kelompok 1.000 orang.

Kemudian adalah, eee, pemimpin yang realistis, ya, dia memperkirakan segala kemungkinan. Di antaranya, beliau radhiyallahu Anhu menyiapkan sebagian sahabat yang tugasnya untuk memberi semangat. Ada yang ditugaskan untuk baca Alquran. Kalau tidak salah, Al Miqdad Al Aswad disuruh baca surat Al-Anfal, suruh pergi ke pasukan-pasukan, baca surah Al-Fatihah, baca surah Al-Fatihah, baca surah Al-Fatihah untuk menyemangati.

Ada Abu Hurairah yang selalu menasehati, karena ada Abu Sufyan radhiyallahu Anhu, ya, yang dulu adalah pemimpin ketika di dalam Perang Uhud dan perang-perang selanjutnya. Maka ketika itu, dia menasehati kaum muslimin untuk semangat melawan orang-orang Romawi.

Jadi ada penasehat-penasehat yang menyemangati kaum muslimin. Bukan cuma itu, beliau juga realistis. Maka beliau buat strategi, di antaranya di bagian belakang pasang wanita-wanita atau para wanita yang ikut perang. Dan beliau pesan, kalau ada yang kabur, belakang lempar.

Nggak boleh ada yang kabur. Ada yang mau lari, apa suruh lempar, supaya yang namanya perang kadang-kadang iman apa turun. Maka kulit perempuan melempari semangat lagi dalam rangka untuk menolak setan, ya. Dan sebagian ada sahabat yang mundur, dilempari sama, apa, bukan sahabat, tapi pasukan mundur, dilempari oleh para wanita, ya, untuk kembali maju.

Dan akhirnya kaum muslimin menang. Ya, kemudian menyuruh pemimpin pakai bagian tengah dipimpin oleh Abu Ubaidah, mengatakan, kau agak mundur, jangan di depan, agak mundur bagian tengah, agak mundur. Kemudian posisinya diganti oleh, kalau enggak salah, Said bin Zaid, supaya kalau ada yang agak mundur, maka di belakang menyemangati.

Semua kemungkinan dipasang oleh Khalid bin Walid, ya. Kemudian dia pun sendiri dalam pasukan berkuda, dan dia melihat sisi kanan sisi kiri agak lemah. Maka dia di belakang pasukan sebelah kanan dengan pasukan berkudanya untuk melihat situasi dan bisa menyerang dengan tiba-tiba.

Maka berkumpullah dua pasukan besar, kaum muslimin maupun kaum musyrikin. Disebutkan peperangan ini terjadi pada bulan Rajab. Adapun tahunnya, khilaf di kalangan para ulama. Ada yang mengatakan terjadi pada tahun 15 Hijriyah, ada yang mengatakan tahun 13 Hijriyah.

Dan itu yang dirajikan oleh Ibnu Jarir atau Bari, bahwasanya perang ini terjadi pada tahun 13 Hijriyah. Dan di tengah peperangan datang kabar bahwasanya Abu Bakar As Siddiq meninggal dunia, dan Khilafah digantikan oleh siapa? Umar Bin Khattab radhiyallahu ta'ala anhu.

Ketika Khalid bin Walid sedang berjalan dengan kaum muslimin, tiba-tiba ada yang nyeletuk berkata, maaksara, ma aksara rumah sekarang, dan betapa sedikit kaum muslimin. Maka didengar oleh Khalid, ini perkataan menggembosit, perkataan penggembosan.

Ya, penggembosan. Maka Khalid berkata, balma sebaliknya, betapa sedikit kaum Romawi dan begitu banyak kaum muslimin. Sesungguhnya jumlah menjadi banyak dengan pertolongan Allah subhanahu wa ta'ala, dan dianggap sedikit jika ditinggalkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.

Apa kata Allah subhanahu wa ta'ala? Akan mimpi Atin qali latin golabatfiatan katsiro. Banyak kelompok sedikit mengalahkan kelompok yang besar, jumlah yang banyak dengan izin siapa? Allah subhanahu wa ta'ala. Allahumma, Allah bersama dengan orang-orang yang sabar.

Kemudian beliau berkata, Ashar, saya berharap kudaku baru yang dia selalu gunakan untuk perang. Mungkin karena capek melewati padang pasir yang begitu jauh, akhirnya sakit. Dia bilang, seandainya kudaku sembuh, saya pingin kudaku sembuh. Meskipun Romawi bertambah jumlahnya, tidak jadi masalah.

Ya, ini menunjukkan bahwasanya peralatan juga penting. Pedang diperhatikan, kuda diperhatikan, karena mendukung apa? Peperangan. Dan Khalid punya kuda yang terkenal hebat dalam peperangan. Karena capek tadi, terlalu jalan lewat padang pasir, dia ada capek, sehingga tidak bisa ikut perang pada hari-hari itu.

Ya, ini menunjukkan perkataan yang dari seorang yang kuat imannya, dari seorang pemimpin yang mengobarkan semangat anak buahnya radhiyallahu ta'ala Anhu. Maka dia menepis, jadi mengatakan, bahkan jumlah mereka lebih banyak. Kalau tidak masalah, kata Khalid Ibnu Walid radhiyallahu ta'ala Anhu.

Ya, ketika Khalid bin Walid sedang bertempur di hari pertempuran, ya, atau sebelum pertempuran, saya bacakan dulu. Pada perang tersebut, jumlah sahabat yang ikut sekitar 1.000 sahabat dari 40.000. Itu ada sekitar 1.000 sahabat. Jadi, antaranya Khalid bin Walid, kemudian Abu Hurairah, ada Muadz Bin Jabal, ya, kemudian juga ada Al Mikdad Al Aswad, Adam sang jagoan, ya.

Ada Abu Sufyan, ada banyak sahabat, sekitar 1.000 sahabat. Ya, ada Ikrima bin Abi Jahal yang masuk Islam belakangan, putranya Abu Jahal. Ada sekitar 1.000 sahabat. Ketika mulai awal pertempuran, datanglah salah seorang Amir dari pasukan Romawi, kemudian mengajak Khalid untuk keluar.

Ayo, di antara dua, Khalid keluar. Dia keluar, dan mereka ingin merunding demi kemaslahatan dua apa pasukan. Maka namanya bahan, orang yang namanya bahan. Dia berkata, kalian keluar dari tidaklah mengeluarkan kalian menuju kami, kecuali kalian keluar negeri yang situ penuh dengan kelaparan dan kesulitan hidup.

Benar, ya, Mekkah Madinah hidup kesulitan, tidak seperti Romawi yang hidup mewah, subur, nyaman, berlimpah air, berlimpah buah-buahan, berlimpah segalanya. Kalian kelaparan, tidak ada. Masih ada perak kaum muslimin, aja kalau berdagang-pedagangnya kemana? Ke negeri Syam.

Minkum, bagaimana kalau saya punya ide? Mungkin dia kepikir perkataan, gimana kalau masing-masing kalian, kalian 40.000, saya kasih setiap orang 10 dinar. Kuliner itu banyak, ya. Satu dinar 4, 1/4 gram emas. Sekali 10 berarti 44 gram apa? Emas banyak, kok sedikit. Banyak bisa buat apa namanya mahar, dan saya akan kasih buah, pakaian, makanan. Kalian pulang ke negeri kalian.

Faedah, nanti kalau tahun depan, enggak usah ke sini, kami kirim. Kami kirim tiap tahun. Sekarang kalian ambil pulang. Berarti mereka bawa harta yang banyak. Besok tahun depan kami kirim. Apa kata Khalid bin Walid di hadapan bahan? Sesungguhnya yang membuat kami keluar menemui kalian bukan apa yang kau sebutkan itu dengan kata-kata yang menakut-nakuti.

Hanya saja kami ini kaum yang minum darah, dan sampai kepada kami bahwasanya tidak ada darah yang paling enak seperti darah Romawi. [Tertawa] Maka datang untuk itu untuk merasakan darah Romawi, katanya. Daerah paling enak di dunia adalah apa? Maka teman-temannya bahan berkata, dari orang Arab, orang-orang nekat.

Kemudian, sebagaimana kaum muslimin, ada para sahabat yang baca Alquran, bacakan surat Al-Anfal, digilir satu grup ke grup yang lain sampai 36 grup. Mereka juga ada pendeta-pendeta yang bacakan Injil. Jadi, perang ini perang luar, dan akhirnya terjadilah peperangan yang sangat dahsyat.

Di tengah-tengah peperangan, ada kabar yang dikirim dari kota Madinah. Sang pemberi kabar membawa kabar dari Khalifah. Maka dia pun masuk di tengah-tengah manusia. Orang-orang pada ingin tahu ini kabar apa dari kota Madinah. Berarti ada perintah baru atau ada kabar apa yang genting sampai dikirim kabar dari kota Madinah sampai ke negeri Syam.

Namun orang ini, ketika membawa kabar, orang-orang bertanya, dia tidak jawab. Dia mengatakan, dia jalan terus, jalan terus, jalan terus sampai ketemu Khalid bin Walid di tengah-tengah peperangan lagi. Dan ini cerdasnya sang pembawa berita telah meninggal dunia.

Maka strategi orang ini, karena kalau dikabarkan pasukan bisa jadi apa? Down, ya. Jadi ini gimana? Abu Bakar, mereka sangat cinta sama Abu Bakar radhiyallahu ta'ala. Tidak ada kesedihan. Maka Khalid senang orang ini menyembunyikan berita, dan dia pun menyembunyikan berita. Dia kabarkan besok setelah menang lawan apa? Romawi.

Biarlah kaum muslimin tidak terlalu sedih dengan wafatnya siapa? Abu Bakar As Siddiq radhiyallahu ta'ala Anhu. Maka terjadilah peperangan yang sangat dahsyat. Di antara kisah yang menarik, di tengah-tengah peperangan, ada seorang pemimpin dari Romawi yang namanya Jarjah atau George.

Kemudian dia mengajak, dia memanggil Khalid. Kemudian mereka saling berdekatan, ya, pendekatan leher kuda-kuda mereka berdua sudah saling berdekatan. Satu naik kuda, kemudian dia berkata kepada Khalid, ya Nasrani. Dia berkata, ya Khalik, takbir nih, wala tukadzib nih. Kabarkan kepadaku dengan jujur, jangan kau berdusta kepadaku.

Tidak berdusta, jangan kau nakali aku. Sesungguhnya engkau orang mulia, kau tidak mengakal-ngakali aku. Ada apa? Maka dia bertanya, hal anzalallahu ala nabi Yukum? Apakah benar Allah Tuhan kita sama-sama menyembah Allah, cuma mereka menyembah nabi siapa? Isa. Apakah Allah telah menurunkan suatu pedang dari langit, kemudian Allah kasih kau kepada nabinya, kemudian nabinya kasih kamu pedang tersebut?

Karena kamu disebut pedang apa? Allah. Jadi menyangka Khalid bawa pedang turun dari apa? Apakah Allah turunkan pedang, Allah kasih nabinya, kemudian nabi tersebut kasih sama kamu? Bahwa pedang Allah tidaklah kau berperang kecuali kau akan menang. Benarkah demikian? Tidak, tidak demikian.

Terus, kenapa kok disebut dengan Saifullah? Menjelaskan dengan jujur, tidak ada kesombongan sama sekali. Dia berkata, sesungguhnya Allah mengutus kepada kami nabinya, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Maka Dia menyuruh kami untuk Islam, namun kami kabur darinya. Kami menjauh darinya seluruhnya.

Inna Awalnya kami semua menjauh, sumainah. Kemudian sebagian kami akhirnya membenarkan nabi tersebut, wabahna. Dan sebagian kami mendustakannya dan menjauh darinya. Aku termasuk bagian yang mendustakan dan menjauhinya. Oleh cerita, saya dulu mendustakan Muhammad dan saya menjauh darinya.

Khalid masuk Islam tahun ke-8 Hijriyah. Semua memegang hati kami, memegang apa namanya ubun-ubun kami, dan memberi hidayah kepada kami. Dan akhirnya kami pun membaiat beliau. Maka Rasulullah berkata, Anta adalah Pedang Allah. Dia tidak cerita, dia perang dalam kapan? Khalid disebut Saifullah ketika menang dalam perang apa? Ketika tiga umaro meninggal dunia, kemudian bendera peperangan dipegang oleh pertama Zaid bin Haris, Indonesia dipegang oleh Abdullah bin Rahah, kemudian meninggal dunia.

Maka tidak ada yang memegang bendera peperangan. Maka Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dari kota Madinah bercerita [Musik]. Maka bendera peperangan diambil oleh Pedang Allah. Sejak saat itu, Khalid dikenal dengan apa? Saifullah. Tapi dia tidak cerita ini. Dia bilang, Rasulullah menamakan Aku dengan apa? Pedang Pedang Allah.

Musyrikin yang Allah hunuskan untuk kaum musyrikin. Waduh, Ali bin Nashr dan Rasulullah mendoakan aku agar selalu menang. Maka aku dinamakan dengan Pedang Allah musyrikin. Aku adalah orang yang paling keras terhadap kaum musyrikin. Maka George ini berkata, ya Khalid, Ila matadoun kepada apa? Kalian menyerud. Menjawab, Ila syahadati ala ilaha illallah wa Ana muhammadan abduhu wa rasuluh.

Aku menyuruh kepada tidak ada yang berak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah hambanya dan rasulnya yang diturunkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Kemudian bertanya, terus kalau ada yang, kalau ada orang tidak memenuhi seruan kalian, maka cuma kami minta jizyah. Maka kami menjaga.

Mereka kami jaga. Mereka yang terus, kalau tidak berzia, maka kami umumkan, kami akan merangka kalian semua. Kalau tidak nurut, ya baru perang. Kami kasih tahu dulu mau perang, bayarnya bayar. Oke, kalau enggak mau perang, loh, kalau masih enggak mau, maka diperangi.

Kemudian dia bertanya lagi. Rupanya dia pemimpin dan cerdas, ingin cari kebenaran. Dia bertanya, apa kedudukan orang yang memenuhi seruan kalian dan masuk dalam agama kalian hari ini? Maka Khalid menjawab, manzilatun nawahidah fimassaradallahu Alaihi Wasallam. Tidak ada bedanya yang baru masuk Islam sekarang dengan orang yang paling mulia, dengan orang yang paling rendah nasabnya, yang kaya miskin.

Kemudian yang baru masuk maupun akhir masuk, semua kewajiban sama, ya, seperti itu. Kemudian dia bertanya lagi, pertanyaan cerdas. Dia mengatakan, fadiman, kalau ada yang masuk Islam sekarang, apakah dia bisa punya pahala seperti kalian yang sudah masuk Islam lama? Pertanyaan dia, dia ingin bilang, kalau saya masuk Islam sekarang, saya punya pahala seperti kalian.

Kata Khalid, bahkan lebih afdol. Dia tanya lagi, bagaimana bisa sama? Dia bisa menyamaikan, sementara kalian di luar masuk Islam daripada orang yang baru masuk Islam sekarang. Maka Khalid menjelaskan, kami masuk Islam karena bagaimana lagi kami diperangi, diperangi, diperangi.

Bukan sejak awal kami apa? Terima. Kami terima belakangan karena di perang, berperang, berperang, berperang, dan memulai kalah. Akhirnya kami beriman. Kemudian kami membaiat nabi kami, dan ketika kami membaiat nabi kami, nabi kami masih hidup di tengah-tengah kami. Dari langit kepada nabi kami, kemudian nabi kami mengancamkan kepada kami ayat-ayat Allah subhanahu wa ta'ala dan juga menunjukkan mukjizat-mukjizat yang kami lihat.

Kalau orang seperti kami, ya, ada Nabi di depan kami, kami melihat akhlaknya, dia ayat turun kepada nabi, nabi menunjukkan mukjizat. Maka wajar jika orang melihat nabi beriman, ya, dan membaiatnya. Adapun kalian, kalian belum melihat, kalian tidak melihat apa yang kami lihat, kalian tidak mendengar apa yang kami dengar berupa keajaiban-keajaiban, argumentasi, argumentasi ayat-ayat.

Maka siapa di antara kalian masuk Islam hari ini, di hakikat Sin wanginya dengan jujur, dengan tulus, karena afdola Minna, maka dari pada kami. Ini pandangan Khalid. Maka Jarjah berkata, wa Billahi Qada sadaqtani walam tuh khadi ini. Benar, ya, ini omongan bener, ya. Kalau tidak ngibulin saya, demi Allah, aku telah jujur kepadamu dan Allah sebagai saksi atas apa yang aku yang kau pertanyakan.

Maka akhirnya dia pun masuk Islam. Dia masuk Islam hari itu, kemudian dia pun berjalan bersama Khalid yang berkata, Wahai Khalid, ajarkan Islam kepadaku. Maka masuklah dia dengan Khalid ke dalam kemah, dan orang-orang semua lihat, kaum muslimin lihat, kaum musyrikin juga apa? Melihat mereka.

Pasukan Romawi sudah mati dalam kemah tersebut. Akhirnya mereka menyerang, semangat menyerang. Ketika menyerang, kaum muslimin tiba-tiba Khalid dan keluar, dan mereka berperang di barisan kaum muslimin. Maka daunlah mereka, orang-orang Romawi. Maka mereka semakin diserang oleh kaum muslimin, dan akhirnya pada hari itu gugur mati syahid, rahimahullah, dan dia belum pernah beribadah sama sekali kecuali dua rakaat yang dia salat dalam kemah bersama siapa? Khalid Ibnu Malik radhiyallahu ta'ala anhu.

Di antara kita yang menarik yang ikut dalam peperangan adalah Zubair bin Awam radhiyallahu ta'ala Anhu, yang kata nabi, inna Hawari, wa inna Hawari, inna likulli nabi. Setiap nabi ada penolongnya, dan penolongku adalah Zubair Ibnu Awam.

Adalah sahabat yang terbaik ketika itu, kata Ibnu Katsir, wahuwa afdol sahabat, sahabat yang terbaik yang ikut dalam peperangan, termasuk lima orang yang masuk Islam karena dakwahnya Abu Bakar As Siddiq, Utsman bin Affan, orang yang lainnya. Maka dia sangat pemberani, dan dia orang-orang berkumpul kepada dia.

Maka orang-orang berkata, ala tahmilu pernah seperti engkau [Musik]. Tidak akan tegar, susah mau ikut gaya perang saya. Kalian tidak akan apa? Tegar, kata mereka. Bala, kita tegar, insya Allah. Pokoknya kamu maju, kita ikut. Akhirnya dia pun nekat maju ke dalam jadi satu shaf ke ujung sampai depan.

Maka dia maju perang, perang pada ikut mundur semua karena dia maju dari kaum muslimin sampai tembus ke Safa, apa musyrikin, dan dia balik lagi. Subhanallah, berapa banyak orang yang dia bunuh dan betapa banyak luka yang dia alami. Dan dia pun maju dan menembus barisan sampai manis barisan Romawi sampai ke sisi selanjutnya, kemudian dia kembali kepada kawan-kawannya.

Kemudian kawan-kawannya tadi menyesal, aduh, kenapa tadi kita enggak lanjut? Ya, ayo sekali lagi seperti itu, ayo semangat sekali lagi. Akhirnya jalan lagi, kedua kali ini mereka sudah mundur semua, dan Allah maju lagi sampai tembus pasukan sampai ujung, dan dia balik lagi. Subhanallah, beliau terluka, di antaranya di bagian inilah.

Zubair adalah di antara yang menarik adalah Ikrima bin Abi Jahal ketika menyemangati dirinya sendiri. Dan dia berkata, kota itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Saya perangi Nabi dalam Perang Badar. Dia jadi ikut pasukannya kaum musyrikin, dan bapaknya mati, Abu Jahal, dalam Perang Uhud juga dia memerangi kaum muslimin.

Kemudian dalam Perang Khandaq juga dia meraih kaum muslimin. Dia bilang, saya dulu berani lawan Muhammad, itu Nabi saya. Sekarang saya kabur dari kalian, enggak, enggak bakalan kabur lawan Muhammad. Jadi saya pernah lawan, apalagi cuma lawan apa? Kalian.

Dia berkata, kau tahu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam, aku memerangi Rasulullah dalam beberapa peperangan. Kemudian saya kabur dari kalian sekarang, enggak. Kemudian dia berteriak, membayar mau. Siapa yang berjanji untuk berperang sampai mati? Maka ada beberapa orang kemudian berbaiat bersama dia, kita perang sampai mati hari ini.

Dan subhanallah, mereka meninggal dunia di perang Yarmuk. Di antara kisah yang menakjubkan, disebutkan oleh Ibnu Katsir, dan ini menunjukkan isar. Bagaimana seorang mendahulukan temannya. Lama ketika mereka bertiga yang sudah berbaiat untuk meninggal dunia sampai perang saya mati, mereka sama-sama terluka parah.

Dan mereka dalam kondisi sakaratul maut, akan meninggal dunia. Mereka kehausan, sehingga mereka minta dihadirkan air minum. Tidak banyak ketika itu, dan tidak banyak yang membawakan air minum. Maka ada seorang bawakan air minum kepada salah seorang di antara mereka.

Kemudian dia melihat temannya juga kehausan. Maka dia bilang, kasih sama yang itu aja. Saat mau meninggal terasa haus yang amat sangat. Dia bilang, kayak sama temanku satunya. Maka dibawalah air tersebut kepada teman satunya yang juga dalam kondisi akan meninggal dunia, dalam posisi sekarat.

Maka yang kedua juga melihat temannya, dia bilang, kasih sama satunya, enggak usah saya. Dibawa kepada teman satunya. Teman satunya mengatakan, kasih sama satunya. Akhirnya dia yang bawa ke sini. Ini udah meninggal, ini udah meninggal, ini udah meninggal dunia, mati syahid dalam perang.

Tapi Subhanallah, bagaimana jiwa para sahabat dalam kondisi demikian, mereka masih isar, masih mendahulukan saudara daripada diri sendiri. Peperangan selesai, kaum musyrikin terjebak dalam satu lembah, lembah yang mereka tidak bisa kabur, dan mereka banyak yang meninggal dunia.

Kaum muslimin meninggal sekitar 3.000 orang, dan Romawi meninggal 12.000 orang. Kemudian pasukan mereka, pasukan mereka pada tewas semuanya. Yang ada balon merahnya, ya, kelihatan, ya, lokasinya seperti ini. Kira-kira bisa dilihat di, apa namanya, sekitar ini, dugaan juga, ya.

Tapi kira-kira sekitar sini, lembah perang. Bayangkan ada 140.000 kumpul di situ, perang yang sangat, apa, semuanya di daerah Jordan. Lihat dekat perut, dekat Damaskus, ya, dia di Urdun, ya, sebelah kanan ada di atas, ada Suriah, naik ke atas lagi, lihat Beirut, Lebanon, Tripoli.

Nanti di atas Hims ada ini, nih, untuk ada Idlib, ada Aleppo. Sebelah kiri Aleppo ada namanya Anto. Dasar memang kecil, jadi susah kelihatan, agak susah. Tapi intinya, siapa namanya di Turki. Jadi kabur-kabur ada faedah.

Disebutkan dalam buku ini, buku ini sudah diterjemahkan. Coba tolong diambil di kamar. Kalau antum punya, Okelah, untuk sekedar bahan, apa, bacaan. Saya banyak ngambil dari situ, tapi tentunya ada sumber-sumber yang lain, ya. Ini saya belum baca, tapi ini bukunya Al-Musarah Fitter Islam. Kita pakai buku ini, ya, mau soalnya Al-Islam yang bisa beli, silakan beli.

Eee, bahasa Indonesianya ada faedah. Diriwayatkan ketika dia kabur ke Antokiyah, Anto daerah atas Suriah, kemudian Turki. Ketika mereka udah berkumpul, orang Romawi sudah kumpul di Antokiyah dalam kondisi kalah. Kemudian dia berkata kepada pasukannya, kepada besar-besarnya, kabarkan kepada kalian tentang orang-orang yang kalian lawan tersebut.

Bukankah mereka manusia seperti kalian? Kalau lupa, lah, iya, seperti kita. Karena itu orang Romawi, orang Eropa, besar-besar, nggak tinggi, besar. Ya, artinya orang Arab, orang Arab masih kalah tinggi dengan apa? Orang-orang Eropa. Bahkan saya dengar ada yang pernah kasih tahu bahwasanya orang tertinggi di dunia secara rata-rata orang Belanda.

Pantas 350 tahun Anda juga, ya, karena ada domba, ya. Tapi intinya, Eropa tinggi-tinggi, apa, secara rata-rata paling tinggi adalah orang-orang apa? Belanda. Tinggi, mereka tinggi-tinggi. Bukankah yang kalian lawan orang-orang Arab, manusia seperti kalian? Kata Heracleus, kalau rubahlah, iya, kalau pahal antum.

Terus yang lebih banyak, kalian atau mereka? Yang lebih banyak minum berlipat-lipat, jumlah kita lebih banyak dalam setiap peperangan. Maka ada salah seorang dari mereka, pembesar mereka berkata, Min ajiliannahum yakumunal. Karena mereka itu salat malam, dan mereka menyuruh kepada yang ma'ruf dan mereka mencegah dari kemungkaran.

Mereka tidak menzalimi yang lain, itu buat mereka menang. Shalat malam, puasa sunnah, menunaikan janji, menyuruh kepada yang ma'ruf, mencegah dari kemungkaran, menunaikan hak saudara. Dan juga karena kita tiap hari minum apa? Khamr, kabul haram, dan kita suka melakukan perkara-perkara yang haram, dan kita membatalkan janji kita, marah-marah untuk marah-marah, dan kita melarang orang dari perbuatan yang mendatangkan keridhoan Allah.

Waduh, dan kita melakukan kerusakan di atas muka bumi, itu bikin maksiat. Vokal, engkau telah benar, engkau telah benar. Maka akhirnya mereka pun kalah dan akhirnya mempersiapkan peperangan selanjutnya.

Insya Allah, akan kita sampaikan pada pertemuan berikutnya. Di sini ada perkara yang penting tentang setelah itu, Umar Bin Khattab radhiyallahu anhu, kepemimpinan, kenapa dan bagaimana, dan apa alasan Umar Bin Khattab. Kita tunda pekan depan saja.

Pertanyaan, insya Allah kita lanjutkan pada pertemuan berikutnya. Apabila, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.