📱

Get Our Mobile App

Take your business learning on the go!

Download on the App StoreGet it on Google Play

Tarikh Islam-5: Tarikh Abu Bakar Ash Shidiq Radiallahuanhu #4 - Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A

Firanda Andirja43:21

Transcription

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah. [Musik] [Musik]

Kisah masa pemerintahan Abu Bakar As Siddiq radhiyallahu ta'ala anhu yang kita tahu, masa pemerintahan beliau cuma sebentar, ya, 2 tahunan. Kemudian beliau wafat radhiyallahu ta'ala anhu.

Di antara yang beliau telah kita sampaikan adalah kegiatan beliau radhiyallahu anhu, yaitu melanjutkan pasukan Osama, kemudian juga mengirim 11 pasukan untuk menghentikan gerakan orang-orang murtadin, baik dari orang-orang yang mengikuti nabi-nabi palsu, demikian juga orang-orang yang enggan bayar zakat.

Kemudian di antara kegiatan yang dilakukan oleh Abu Bakar As Siddiq adalah mengumpulkan Alquran dalam mushaf. [Musik]

Pengumpulan Alquran ini ada tiga tahapan, ya. Tiga tahapan yang pertama adalah di zaman Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. [Musik]

Kemudian yang kedua adalah di zaman Abu Bakar As Siddiq, dan yang ketiga adalah di masa Utsman radhiyallahu ta'ala anhu.

Adapun di masa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, Alquran ditulis terpisah-pisah. Kita tahu ada yang menulis di jari tengah, di pelepah kurma, dan juga di tulang belikat hewan, misalnya tulang belikat hewan onta atau kambing.

Kemudian juga di antaranya ditulis di kulit, terkadang di kertas, ya, namun ini jarang karena kita tahu dahulu di Jazirah Arab tidak ada kertas. Kertas dibuat di Persia dan Romawi.

Sehingga mereka menulis, dan di zaman Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, Alquran tidak terkumpulkan. Belum [Musik] dikumpulkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Kenapa bisa demikian? Ada beberapa sebab.

Sebabnya di antaranya, jadi Alquran pertama bisa mengalami nasib dan mengalami nasib. Nah, kalau Rasulullah SAW sudah patenkan, nanti ternyata ada yang dihapuskan, repot. Ada yang dihapus, diganti dengan ayat yang lain.

Ya, Alquran mengalami nasib karena di antaranya. Kemudian yang kedua, Alquran masih dalam proses turun, belum selesai. Tapi masih proses.

Ketika Alquran turun, ayat turun, Malaikat Jibril mengatakan, "Jadikanlah ayat ini di surat ini." Jadi terkadang jangan disangka Al-Baqarah turun sekaligus. Nanti surat ini, surat lain, terkadang ayat turun.

Bahkan di antara ayat yang terakhir turun, wattaqwa, yaitu di surat Al-Baqarah. Padahal kalau secara urutan, surat Al-Baqarah surat ke berapa? Kedua.

Jadi tidak semua surat langsung turun sekaligus. Ya, sebagian surat-surat, apalagi surat-surat Juz Amma, turun sekaligus. Tapi tidak semua.

Contoh saja, seperti surat Al-Alaq, iqrobbikalladzi kholaq, pertama turun 5 ayat. Nanti belakangnya, setelah Nabi berdakwah, diganggu oleh Abu Jahal, baru turun.

Jadi terkadang berjauhan antara ayat satu dengan yang Al-Baqarah saja. Ayat yang turun berarti kan setelahnya, mungkin sebelum secara tanggalan, ayat-ayat yang setelahnya sampai 100 lebih, berarti turun sebelumnya.

Paham? Jadi ayat itu tidak turun berdasarkan tari sejarah satu persatu. Enggak. Terkadang ayat ini turun, belakang ditaruh di depan. Itu wahyu dari Allah. Jibril yang bilang Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, "Ini taruh sini, taruh sini."

Sehingga tidak memungkinkan juga untuk mengumpulkan Alquran sekaligus. Paham? Ini di antara sebab.

Sehingga ketika itu, Rasulullah SAW tidak memerintahkan Alquran untuk dikumpulkan. Kemudian di masa Abu Bakar, Umar Bin Khattab radhiyallahu anhu, yang kita tahu betapa sering Umar Bin Khattab punya ide.

Ketika Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam masih hidup, punya ide dan disepakati oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Ya, sampai ada ulama yang menyebutkan 8 ide Umar, punya ide, Allah sepakati.

Punya ide, Allah sepakat, diturunkan ayat sesuai dengan idenya Umar Bin Khattab radhiyallahu anhu. Ketika Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam telah meninggal, beliau juga punya ide agar Alquran dikumpulkan.

Kenapa? Ada sebab. Ketika itu terjadi perang Yamamah, sebagaimana kita jelaskan pada pertemuan kemarin, dan banyak hufatul Quran yang meninggal dunia, sekitar 400 atau 450 atau 500 orang. Banyak sekali.

Maka dikhawatirkan Alquran tidak terjaga. Masih banyak sahabat yang hafal Quran, tapi ini di antara sikap hati-hatinya Umar Bin Khattab radhiyallahu ta'ala anhu.

Al Imam Al-Bukhari meriwayatkan dengan sanadnya dari Zaid Bin Tsabit. Beliau berkata, [Musik] "Arsala ilaya Abu Bakar." [Musik]

Abu Bakar memanggil Zaid Bin Tsabit untuk bertemu dengan Abu Bakar, dan ketika itu ada Umar di samping Abu Bakar. Kemudian Abu Bakar berkata kepada Umar, "Sesungguhnya perang sangat, apa namanya, dahsyat ketiga." [Musik]

"Sudah banyak yang meninggal ketika perang Yamamah, dan akan ada peperangan-peperangan selanjutnya. Banyak yang semakin banyak yang meninggal, para sahabat semua semangat ikut perang. Ya, mereka semangat ikut perang."

"Maka kalau banyak yang meninggal, nanti banyak Quran yang hilang karena mereka hafal dalam dada mereka."

Wa ini, dan aku menurut Alquran hanya dikumpulkan. Kalau Abu Bakar perhatikan, apa jawaban Abu Bakar? Umar sudah menyampaikan sebab kenapa dia punya ide demikian.

Apa kata Abu Bakar? Ini Abu Bakar cerita ke Zaid bin Umar ada di situ, dan ini di antara keikhlasan Abu Bakar. Ini ide menarik, dan dia tidak mengetahui.

Desa saya jadi bilang ini idenya siapa? Oh, marah. Jadi menisbahkan ide tersebut kepada Umar, tidak ngaku-ngaku.

Ini dia. Apa saya? Sebagian kita orang lain kita bilang ide apa kita. Ya, Abu Bakar berkata, "Fakulturi Umar."

"Maka aku berkata kepada Umar, perhatikan kaifah ahlu syaitan dalam yaf'alluhu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam. Bagaimana aku melakukan sesuatu yang tidak dilakukan oleh Nabi?"

Perhatikan, Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tidak pernah memulai Alquran. Bagaimana aku melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam?

Abu Bakar ragu-ragu, padahal ini bukan ibadah. Mengumpulkan Alquran bukan ritual ibadah, paham? Tapi dia adalah sarana agar orang bisa mudah baca Quran.

Al-Quran yang bersebaran, ada yang di tulang, ada yang di pelepah kurma, ada yang di kulit, ada yang di kertas, ada yang tidak ada. Manusia semuanya dikumpulkan.

Tetapi Abu Bakar mengatakan, "Ini bukan ibadah. Ini hanya sekedar sarana." Itupun beliau khawatir.

Dengan mengatakan, "Kaifa AFF ahlu syaian lam yafaluhu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Bagaimana aku melakukan suatu perbuatan yang Nabi tidak kerjakan?"

Ini padahal bukan ibadah. Orang sekarang bikin ibadah bebas. Ya, ini saja terkait dengan sarana pun Abu Bakar hati-hati.

Kalau sekarang orang bukan cuma sarana, orang bikin ibadah. Mau joget-joget, mau loncat-loncat, mau nari-narimu, terserah.

Ya, meskipun Nabi tidak melakukannya, yang penting asyik, ya, menurut mereka. Bikin khusyuk itu sendiri.

Maka kata Umar, "Demi Allah, itu perbuatan baik, kumpulin Alquran."

Salam. Tapi Umar selalu datang menyampaikan kepadaku, balik lagi nyampaikan kepadaku.

Sampai Allah lapangkan dadaku, sehingga aku berpendapat seperti pendapatnya siapa? Umar.

Apa namanya? Umar diam saja. Umar diam saja, tidak komentar.

Abu Bakar cerita, Umar diam saja duduk. Abu Bakar setelah bercerita, dia ngomong sama saya, "Ini seorang pemuda." [Musik]

"Sama sekali kepada engkau dulu sekretaris Nabi, nulis apa wahyu. Karena Rasulullah wahyu Nabi banyak. Setiap ada turun wahyu, ada yang tukang tulis. Karena Nabi tidak bisa baca, tidak bisa apa, tulis."

"Ya, engkau dulu pernah menjadi penulis wahyu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam. Maka sekarang tugasmu adalah ikutilah, carilah Alquran yang tersebar, kumpulkan."

Kumpulkan perintah dari khalifah. Siapa khalifahnya? Yang diperintahkan. Siapa orang pintar yang Rasulullah pernah nyuruh dia belajar bahasa Yahudi sekitar 2 minggu.

Dia kemudian ahli dalam bahasa apa? Yahudi. Cuma dua minggu bisa ngerti bahasa Ibrani.

Sama dia juga khawatir Sallallahu Alaihi Wasallam. Abu Bakar menyuruhku untuk pindahkan gunung dari satu tempat ke tempat yang lain.

Tidak lebih berat atas diriku daripada disuruh ngumpulin apa? Alquran. Kenapa? Dia merasa sangat berat.

"Kaifah Alani Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Bagaimana kalian berdua, wahai Abu Bakar dan Umar, mau lakukan perbuatan yang tidak dilakukan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam?"

Bagaimana para sahabat? Waspada. Ulangi lagi, ini perkara ritual ibadah atau sarana. Sarana itu pun mereka takut tidak menggampang-gampangkan.

Karena Nabi tidak pernah melakukannya. Sekolah Abu Bakar ini, demi Allah, baik.

Aku terus bilang, "Nggak ya, Abu Bakar." Aku terus terjadi, terus diskusi-diskusi.

Diskusi Allah Subhanahu Wa Ta'ala melapangkan dadaku dengan apa yang Allah lapangkan buat kepada dada Abu Bakar dan Umar.

Akhirnya Zaid pun mengumpulkan, mengumpulkan apa? Alquran. Apa yang dilakukan radhiyallahu anhu.

Maka beliau pun mengumpulkan para sahabat yang hufatul Qur'an. Tidak semua sahabat, tidak semua sahabat hufaz Quran, tidak semua, ya, tapi sebagian sahabat.

Kemudian beliau melakukan cara, ya, itu bagaimana cara Alquran. Beliau tidak hanya mengandalkan hafalan.

Beliau hafiz Quran, tidak ada yang ragu. Tapi beliau tidak mengandalkan karena ini perkara penting yang harus kerja sama.

Kemudian juga beliau tidak hanya bersandar kepada hafalan orang-orang yang hafal di sekitar beliau. Ya, dan semuanya adalah hufaz Quran dan semuanya adalah amanah.

Tetapi beliau juga harus bersama kepada sesuatu yang nyata tertulis. Karena Alquran bukan cuma dihafal, ada yang ditulis.

Tetap ada kekhawatiran jangan sampai ada salah. Padahal dia hafal mati, dan sahabat-sahabat yang diminta bantuan juga hafal mati.

Tapi bagaimanapun harus berhati-hati. Maka beliau tidak hanya bersandar kepada hafalan beliau dan para sahabat.

Tapi beliau juga melihat, pengin lihat langsung apa tulisan yang tertera. Tapi beliau mengatakan ada dua syarat, ya.

Maka Zaid Bin Tsabit mempersyaratkan dua syarat. Syarat pertama, bahwasanya sahabat yang dia hafal dihafalkan ayat, dia pernah melihat ayat tersebut pernah ditulis.

Bahwasanya apa yang dihafalkan tersebut hanya [Musik] dihafalkan oleh sahabat tersebut, pernah tertulis di zaman Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.

Sehingga kita bisa pastikan ini adalah ayat-ayat yang pernah turun kepada Nabi dan pernah ditulis di zaman Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam ketika Nabi masih hidup.

Kemudian syarat kedua, dan harus ada dua saksi yang persaksikan bahwasanya demikianlah yang tertulis di zaman Nabi.

Mereka memang begini waktu zaman Nabi, ya, dan Islam. Dan Nabi dulu pernah mengimla, mendiktekan, dan tulisannya seperti ini.

Jadi ketat bahwasanya yang dihafalkan oleh para sahabat harus pernah tertulis dan ada dua saksi mempersaksikan.

Benar tulisannya seperti ini, sebagaimana yang dihafalkan. Maka mulailah Zaid Bin Tsabit dan anggotanya, timnya, mulai mengumpulkan Alquran satu demi satu, ya, dari pelepah kurma.

Kemudian dari batu, tulisan di batu, lihat. Kemudian juga dari kulit, dari kertas, ya, dan juga dari dada para sahabat yang menghafal.

Ya, semua sudah ditemukan, kecuali ada dua ayat. Ada dua ayat yang kalau tidak salah di akhir dari surat At-Taubah, laqodah hukum Rasulullah.

Ternyata ada satu orang saja yang hafal dan tidak ada dua orang yang menyaksikan. Tidak menyaksikan bahwasanya ayat ini pernah dilihat tulisannya.

Semuanya hafal, paham? Ini semua hafal, cuma tidak didapati dua orang menyaksikan.

Yang kamu hafal ini, kami berdua pernah lihat dalam tulisan. Ternyata yang menjadi saksi cuma satu orang, Huzaimah Bin Tsabit Al Ansori.

Sahabat saya pernah lihat, "Saya pernah lihat ini ayat ini ditulis dalam sebuah tulisan di zaman Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam."

Waduh, padahal harus berapa aturannya? Berapa? Dua. Semuanya hafal, ya, bukan mereka hafal. Semua hafal ayat ini, cuma tadi Z, karena kehati-hatiannya, beliau mempersyaratkan harus ada dua orang yang bersaksi.

"Saya pernah lihat ayat ini yang kamu hafal ini tertulis, atau yang kita hafal ini tertulis."

Semuanya hafal ayat tersebut. Lakukan kerja Akum Rasulullah dan seterusnya, dua ayat terakhir surat At-Taubah.

Akhirnya cuma satu menjadi saksi yang bernama sahabat. Dan subhanallah, qadarullah, ternyata Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam pernah memuliakan.

Sorry, dengan mengatakan, "Engkau, kalau engkau bersaksi, kau bersaksi sekali mewakili dua orang." Nabi pernah berkata, "Kamu ini, kalau bersaksi, mewakili apa? Dua orang."

Akhirnya lengkaplah apa? Alquran. Kemudian Alquran tersebut terjaga di zaman Abu Bakar As Siddiq.

Kemudian setelah Abu Bakar As Siddiq radhiyallahu meninggal, terjaga di oleh Umar Bin Khattab. Ketika Umar Bin Khattab meninggal, kemudian disimpan di Hafsah, pintu Umar, istri Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam.

Nah, di zaman Utsman, ada seorang sahabat, saya lupa siapa, pergi ke suatu daerah. Ternyata ada perselisihan tentang qiroah. Ada yang baca begini. Aduh, maka sahabat ini khawatir.

"Waduh, ini repot nih, karena bisa jadi dia baca yang sudah dimasukkan, kan enggak tahu." Di kampung apa Alquran dan tersebar.

Ketika Alquran turun, tersebar, ada yang ke sana, ada yang kemarin, ada yang dimasukkan, ada yang pakai qiroah yang lama, padahal sudah masuk.

Akhirnya ada berselisih dua orang. Satu baca begini. Akhirnya beliau pun datang kepada Usman.

Dia mengatakan, "Selamatkan umat-umat yang saya, mereka tercerai-berai." Akhirnya Usman mengumpulkan Quran kembali dengan timnya.

Kemudian dengan proses Usmani, dia minta lagi Qurannya di Hafsah, kemudian ditulis Alquran dengan istilah Rasul apa? Usmani.

Dengan tentu ada timnya dan ada kriterianya. Setelah itu semua Alquran selain ini dibakar. Disuruh apa? Bakar.

Yang jadi patokan cuma ini, ya, karena ini yang disepakati oleh para sahabat. Ini tentang pengumpulan Alquran dengan tiga tahapan, tapi yang dimulai di masa siapa? Abu Bakar As Siddiq radhiyallahu ta'ala anhu dengan idenya siapa? Ide Umar Bin Khattab radhiyallahu ta'ala.

Tayib, selanjutnya di awal dari tahun 12 Hijriyah, jadi semua murtadin sudah selesai. Gerakan murtadin sudah dihentikan, apinya sudah mati, sudah tidak ada lagi kegaduhan.

Kemudian pada tahun 12 Hijriyah, Abu Bakar melanjutkan untuk menaklukkan Persia. Di zaman tersebut ada dua negara adidaya besar, Romawi dan Persia.

Keliatan? Keliatan? Nggak? Keliatan sebentar. Berarti kan saya kurang canggih. Bingung lagi.

Antum lihat situ, ada di tengah-tengah, ada namanya syukur Jazirah Arab yang warna putih di tengah-tengah. Lihat di bawah kiri bawah.

Kalau di bagian kiri bawah ada Habasyah, versi ya yang tulis Faris warna kuning itu daerah apa? Persia, daerah Irak.

Persia sebelah kanan atas, kelihatan? Nggak kelihatan. [Musik]

Sebelah kiri atas, kelihatan? Nggak. Memang Antum Masya Allah. Oke, dia berada di sebelah kiri, apa? Atas. Itu daerah Syam yang sekarang, ya.

Daerah Syam itu maksudnya Yordan dan di atasnya semua itu dulu kekuasaan apa? [Musik]

Perhatikan. [Musik] Ini Madinah. Baik, di sini ada Yamamah, terakhir perang yang mengerikan, makrokati apa? Yamamah.

Yang di sini terbunuhlah siapa? Musailamah Al-Kadzab. Siapa jagoannya di sini? Khalid Ibnu Walid radhiyallahu ta'ala anhu.

Maka setelah selesai gerakan murtadin, yang terakhir adalah Perang Yamamah dipimpin oleh Khalid bin Walid.

Maka setelah itu, Abu Bakar As Siddiq membagi pasukan menjadi dua, ya, untuk menuju ke Persia. Khalid bin Walid, pasukan pertama dipimpin oleh diperintahkan untuk menyerang dari bawah.

Dari bawah Persia disuruh menyerang dari bawah, sementara, iya, arah atas dari sebelah utara. Ya, ini Khalid dari sini, ini diserang dari atas.

Nah, Khalid bin Walid ada dua pendapat. Yang mengatakan beliau balik dulu ke Madinah dari Yamamah, balik dulu ke Madinah. Ini pendapat pertama.

Ada yang mengatakan tidak, jadi beliau tidak sempat balik ke Yamamah. Beliau langsung disuruh pergi ke mana? Persia. Langsung perang.

Jadi belum selesai, langsung apa? Perang. Langsung menuju Persia dengan membawa 18.000 pasukan untuk mulai menyerang apa? Persia.

Subhanallah, tidak ada capeknya siapa? Nanti kita sebutkan. Saya bacakan perkata ini dari Ibnu Katsir.

Ibnu mengatakan setelah peperangan ke berapa di sini, mungkin peperangan ketujuh. Dia bilang setelah ini, maka banyak sekali perang dilakukan Walid Bin Walid.

Mungkin kita capek mendengar beritanya, tapi Khalid tidak capek-capek. Maksudnya banyak sekali peperangan yang dia lakukan.

Paling tidak ada 15 peperangan ketika di menaklukkan Irak. Ini gambarannya. Jadi dimulai dari bawah, dari atas.

Maka terjadilah peperangan yang pertama yang disebut dengan perang ratusan. Ya, di sini, di Irak sudah ada pasukannya Al-Musana bin Harris.

Al-Musana bin Haris sudah ada di daerah Persia. Maka Abu Bakar As Siddiq mengirim surat kepada Al-Musana bin Haris.

Beliau berkata, "Sama ba'du, fa ini sesungguhnya aku telah mengirim Khalid bin Walid ke arah Irak. Maka temuilah dia bersama pasukanmu."

Semasa itu, ya, "Waka nifsu, kemudian bantulah dia. Tolonglah dia, ya. Jangan kau membangkang perintahnya, jangan kau menyelisihi pendapatnya."

Ya, "Fainnahu minal ladzinabihi, sesungguhnya Khalid bin Walid termasuk orang yang Allah sifatkan dalam Alquran, Muhammad dan Rasulullah."

Walladzina Al-Kufar rahima ubainahum. Karena kalau dia datang, dia jadi Amir, dia jadi amirmu. Ini perintah dari siapa? Abu Bakar kepada Musa Nabila Haris.

Maka berangkat ke Persia. Kira-kira berapa kilo di situ? Ini lihat, ini Makkah, Madinah, segini, cuma 500.

Ini 450 kilo, padahal pendek banget. Sudah mati duluan sebelum berperang. Bayangkan. [Musik]

Para sahabat 3000 orang berangkat sampai di sana, lawan 200.000. 3.000 tahun berapa? 200 ribu. 71 banding 70.

Sudah jalannya 1.000 km, lawannya banyak, ya. Tapi ini paham, ya.

Karena saya menghapus ini gambar. Sudah baik atau simpan ajalah. Inilah jadi ini kuning. Kuning atas itu kita pindahkan ke selanjutnya.

Sebelah kanan, nih, lihat ini. Ini kuning yang tadi, ya. Mulai dari perang ratusan.

Kelihatannya dari sini peperangan mulai dari bawah, karena Khalid datang dari mana? Dari bawah. Dia datang dari bawah untuk menuju perang.

Sampai di perang yang dijalankan Marokah. Pertama perang pertama adalah jatuh Salaf. Khalid mulai peperangan berangkat menuju suatu tempat namanya Al-Ubullah.

Sebelumnya, Abu Bakar As Siddiq ketika membagi pasukan menjadi dua, beliau mengatakan kepada dua pasukan tersebut, "Kalian berusaha menuju ke Al-Khairatu."

Ini perhatikan, ini pusat, ya. Tengah di tengah. Jadi yang satu berusaha dari atas, yang satu gelas berusaha dari bawah menuju Al-Khaira.

Siapa yang sampai di Al-Hirah dulu, yang duluan, dia menjadi pemimpin. Yang satunya jadi suruh gabung. Siapa yang sampai duluan, dia jadi apa? Amir.

Tujuan kalian menuju ke Al-Hirah. Tapi rupanya terhambat. Khalid yang lancar terus, tidak berhenti sampai melewati Al-Hirah dan seterusnya sampai dia bantu.

Tapi aturannya demikian. Kemudian Abu Bakar As Siddiq mengatakan, "Ya, kalau kalian sudah berkumpul di Al-Khairah, ya, kalian sudah mengalahkan Persia, ya, maka hati-hati. Jangan sampai kaum muslimin diserang dari belakang."

Maka hendaknya satunya menjaga pasukan kaum muslimin, yang satunya menyerang masuk ke Al-Madain, Al-Amadah, itu ibukotanya apa? Persia.

Nanti ditaklukan oleh Nabi Waqqas di zaman Umar Bin Khattab radhiyallahu ta'ala anhu. Ya, tapi itu strateginya sudah dipasang sejak zaman Abu Bakar As Siddiq untuk menaklukkan Persia.

Baik, maka Abu Bakar juga memberi wasiat. Beliau menjelaskan bahwasanya hendaknya kalian berdua berusaha mengambil hati masyarakat.

Serulah mereka kepada iman. Kalau mereka beriman, maka itu yang kita harapkan. Kalau mereka tidak mau beriman, maka minta ambil gizi dari mereka.

Nggak usah perang, kalian ngalah, tunduk, bayar apa? Ya, kalau mereka bayar, itu yang kita harapkan.

Artinya mereka tunduk, meskipun tidak masuk Islam. Kalau mereka tidak mau, maka perangilah mereka.

Dan jangan meminta pertolongan kepada seorang pun yang sudah pernah murtad, kemudian kembali Islam. Tidak boleh. Ini nggak boleh ikut perang.

Yang pernah murtad, masuk Islam lagi, tidak boleh ikut perang. Ini wasiat Umar Bin Khattab radhiyallahu anhu.

Maka mulailah Khalid bin Walid menjalankan tugasnya. Maka dia pun masuk dari bawah Persia dan gonom masuk dari arah atas.

Perang yang pertama terjadi, namanya perang Zatus Salafil. Kenapa dikatakan dengan perang satu Salafil? Karena ketika itu pasukan Persia yang dipimpin oleh Hormos, kalau tidak salah, ya, dia, yahurmus.

Dia bawa pasukannya, bahwa semua pasukan harus saling ikat, mengikat dengan salah satu artinya silsilah, yaitu rantai.

Jadi semua harus saling merantai supaya tidak kabur. Supaya tidak kabur. Justru karena saling merantai, mereka mudah untuk dibasmi, ya, disikat.

Makanya disebut perang ratusasil, perang ada rantainya. Karena orang-orang Persia mengikat diri mereka dengan rantai agar tidak kabur.

Semua karena mereka takut. Karena mereka takut Khalid bin Walid. Sebelum perang, sebagaimana wasiat Abu Bakar, dikirim surat kepada Hormus, ya, yang berjaga di Al-Ubullah.

Dia mengatakan, "Perhatikan nama ba'du, wahai Husnul manfaat. Asli masuk Islam lah, kau akan apa? Selamat. Tidak perlu perang."

Tapi kalau tidak mau masuk Islam, tidak mau bayar, maka jangan kau celah kecuali dirimu.

Pokok, jik itu kum dikomen, yuhibbunal maut. Kamu telah mendatangkan pasukan yang sangat mencintai kematian, sebagaimana kalian mencintai kehidupan.

Mengerikan. Saya telah mendatangkan satu pasukan yang sangat mencintai kematian, ingin mati syahid, maksudnya, sebagaimana kalian sangat cinta dengan apa? Kehidupan.

Kemudian tiga pasukan dibagi. Tiga pasukan yang pertama, pasukan bagian depan oleh Musana BIN Harisah.

Kemudian setelahnya adalah Ali bin Hakim. Kemudian beliau sendiri, bahwa pasukan yang ketiga, ya.

Maka Hormus ketika mendengar pasukan Khalid Ibnu Walid, maka dia minta pertolongan. Dia kirim surat kepada Ardir Raja Persia ketika itu untuk mengirim pasukan bantuan untuk melawan Khalid Ibnu Walid.

Akhirnya sampailah surat tersebut. Kemudian Ardir mengirim pasukan penolong kepada Hormus.

Ini terlalu pede, nunggu pertolongan datang. Maka dia mau langsung apa? Terang. Dia langsung mau perang.

Maka terjadilah peperangan yang dahsyat antara pasukan Khalid bin Walid dan pasukannya. Maka disebutkan duel terlebih dahulu.

Majulah Hormus. Hormus ini orang sangat terpandang. Ya, sampai disebutkan topinya saja qaland, sebuah Tuhu, itu 100.000 dirham nilainya.

Ya, karena orang kaya. Dia pakai penutup kepala yang sangat mahal, 100.000 dirham.

Ya, sangat banyak. Ya, kalau satu 10 dirham, satu Dinar, berarti berapa? 100.000.

Jadi berarti 10.000 Dinar, mungkin dengan hiasan-hiasan, dengan permata-permatanya. Intinya sangat mahal, ya.

Belinya di Bekasi lagi, maka grosiran, ya. Maka akhirnya terjadilah dengan rumus.

Ketika Khalid sedang berada dengan Hormus, tiba-tiba ada orang yang berkhianat dari pasukan-pasukan Hormus. Mau licik ingin membunuh Khalid yang sedang duel dengan siapa? Hormus.

Ketika mereka ingin, ada beberapa orang ingin membunuh Khalid bin Walid secara curang, tidak jantan.

Maka Alhamdulillah, Allah mengirim Kokok bin Amar, ya. Kemudian dia pun melawan orang tersebut yang ingin melakukan kecurangan.

Maka dia berhasil membunuh orang tersebut, dan akhirnya pun berhasil dibunuh oleh Khalid bin Walid.

Kemudian terjadi peperangan, dan apa yang mau dilawan? Sementara pasukan orang-orang Persia, jagoannya sudah mati.

Mereka sudah jatuh mental mereka. Sementara mereka terikat dengan apa? Rantai.

Akhirnya di peranggi, dan akhirnya ketika itu Khalid pasukannya berapa orang? 18.000 orang.

Akhirnya terbunuhlah ketika itu 30.000 pasukan dari mereka. Sebagian kabur, sebagian mereka tenggelam.

Ini di luar yang terbunuh di depan mata, 30 ribu. Sebagian kabur, dan sebagian tenggelam tidak terhitung.

Ya, mereka kabur, mungkin ada daerah lautan situ. Mereka kabur, dan ada yang di antara dua pemberian mereka yang kabur juga, namanya Kubad dan Anu Sujan.

Ya, Kubar dan Anusnya. Kemudian Khalid bin Walid akhirnya menaklukkan mereka, kemudian mendapatkan gonima yang sangat banyak.

Kemudian beliau kirim 1/5 kepada Abu Bakar As Siddiq, sisanya 4/5 dibagikan kepada para pejuang. Para pejuang, ya.

Baik, sambung ke perang berikutnya, disebut Makrokat Al Mazar. Dan ini terjadi pada bulan Safar.

Pada bulan Safar ini jauh atau dekat? Ini pertama, ini yang ke-2. [Musik]

Tahun 12 Hijriyah, ya. Dan sebabnya tadi, karena Hormus ketika tahu Khalid akan menyerang, dia kirim surat kepada rajanya Persia. [Musik]

Untuk minta pertolongan. Akhirnya mengirim pasukan bantuan yang dipimpin oleh Koran. Dipimpin oleh Koran.

Namun sebelum pasukan Koran datang, Hormus sudah tewas. Dan Koran ini, ya, akhirnya datang dengan pasukan yang sangat banyak untuk melawan Khalid bin Walid.

Sehingga mereka pun berkumpul, ya, dan mereka ingin menyerang Khalid. Dan mereka berkumpul satu tempat, namanya berita.

Berkumpulnya mereka di kota Almazar didengar oleh Khalid Bin Wali. Dan akhirnya Ali bin Walid kemudian membawa pasukannya menuju ke lokasi tersebut.

Kemudian bertemulah dua pasukan tersebut. Dan sang pemimpin Koran kemudian keluar dari pasukan, ngajak duel.

Dia ngajak Khalid, "Ayo kita duel." Dan itu kebiasaan mereka dahulu, ya, bahwasanya pimpinan duel terlebih dahulu.

Ya, yang jagoan duel terlebih dahulu, ya. Dan ini pengaruhnya sangat besar, ya, sangat besar.

Karena kalau pimpinnya tewas, maka mental langsung jatuh. Maka Khalid pun keluar ingin melawan dia.

Tapi kadar Allah, ketika melawan anak buah Khalid, ada yang saya, "Aja itu kecil, nggak usah lawan si Koran."

Akhirnya dia bunuh si Koran tersebut, tewas, ya. Kemudian pasukan yang lain, yang dua itu, Kubat dan Unsur Hujan, yang tadinya bersama Hormus, yang kabur, gabung dengan pasukan Koran.

Akhirnya dua ini juga diserang. Mereka jadi para sahabat atau para pasukan Khalid menyerang pemimpin.

Para pemimpin setelah pemimpin utama Koran tewas, mereka menyerang dua pemimpin yang lain, yang sayap kanan, sayap kiri, yaitu dan hujan.

Nggak usah dihafal. Akhirnya datanglah sebagian pasukan yang lain, yaitu Hasyim bin Amr. Kemudian yang satu juga [Musik] ya, satunya juga dibunuh oleh yang lainnya.

Ya, dan ketika itu terbunuh dari pasukan mereka sekitar 30 ribu lagi. 30.000 pasukan tewas dari Persia.

Dan banyak di antara mereka yang tenggelam. Akhirnya mereka kabur, naik kapal, kemudian mereka lari dari lokasi pertempuran.

Ya, dan di antara yang ditawan ketika itu adalah Habib Abul Hasan Al-Bashri. Ketika itu dia beragama Nasrani.

Yaitu kita sering dengar seorang tabiin namanya siapa? Hasan Al-Bashri. Bapaknya di termasuk tawanan ketika itu.

Bapaknya adalah tawanan Khalid Bin Khalid. Bapaknya bersama pasukan Persia.

Tapi kita lanjutkan. Kemudian Khalid melanjutkan pada perang yang berikutnya, disebut dengan perang Al-Alwajah.

Ini lokasinya, ini nomor tiga perang. Lalu, maka ketika itu Ardesir, Sang Kisruh, Sang Pemimpin Persia, yaitu rajanya Persia, mendengar kekalahan pasukan.

30.000 sudah tewas, 30 juta. Sementara Khalid dan pasukannya maju terus. Setiap menang, Khalid langsung bagi gonima 1/5, kirim ke Abu Bakar As Siddiq. [Musik]

Kemudian mengirim seorang pemimpin pasukan yang terkenal jago, ya, namanya, sebentar. [Musik]

Maka dia terkenal jagoan. Maka dia pun dikirim oleh Ardir untuk menaklukan Khalid Ibnu Walid.

Ya, makanya terjadi peperangan yang dahsyat. Ya, bertemulah dua pasukan.

Dan akhirnya sang jagoan tersebut kabur. Ketika terjadi peperangan, sang jagoan pun tersebut kabur.

Antar jago tadi kabur, dan di akhirnya mati karena kehausan. Mati karena kehausan.

Ketika itu terbunuh dari mereka 70.000 orang. Sekarang pasukan lebih banyak tewas berapa? 70.000 orang.

Kemudian Khalid bin Walid berkhotbah di hadapan para pasukannya. Ya, dia mengatakan, "Ada tarauna mahahuna. Bagaimana Indah Negeri Di sini banyak makanan, banyak harta, dan macam-macam."

Kalau memang kita tidak diharuskan berjihad dan tidak diharuskan untuk berdakwah kepada Islam, dan kehidupan kita dunia hanya cuma hidup saja, pengen makan minum, lebih baik kita di sini.

Sudah selesai, sudah tempat nyaman, ya, banyak makanan. Ya, wal ikhlas, dan biarkan yang tidak ikut jihad yang kelaparan.

Kita sudah nyaman di sini, tapi kita ada kewajiban untuk apa? Berperang.

Maka banyak yang ditawan. Kemudian banyak Khalid bin Walid. Adapun orang-orang yang tidak ikut berperang, maka disuruh bayar.

Disebutkan dalam sebagian riwayat ketika itu ada seorang terkenal, sangat jago dari pasukan orang-orang Persia.

Bahkan dikatakan ini mewakili 1000 orang. Saking jagonya, dibilang ini tak sang jagoan satu orang mewakili berapa? 1000 orang.

Akhirnya dia yang berhadapan dengan dia siapa? Khalid, yang tidak pernah kalah.

Ya, yang perang tadi, pedang 9 patah dalam perang Mu'tah, 9 pedang Khalid patah dalam Perang Yamamah, 9 pedang Khalid juga apa? Patah.

Luar biasa melawan satu orang yang katanya mewakili 1000 orang. Ternyata Khalid bin Walid pun membunuhnya.

Setelah itu, Khalid bin Walid bersandar kepada mayat orang ini. Kemudian jadi ini sepertinya masih ketika duel.

Atau intinya, beliau bersandar kepada mayat orang tersebut. Kemudian beliau bilang, "Mana makan siangku."

Kemudian beliau makan di atas mayat orang tersebut sambil bersandar di antara dua pasukan perang.

Ya, jadi bikin jengkel musuh, ya. Ini jagoan mereka sudah lihat standar, kemudian makan siang.

Ini menjatuhkan mental mereka. Kayaknya sudah habis waktu, ya. Sudah, ya.

Kita lanjutkan, Insya Allah, pada pertemuan berikutnya. Masih ada peperangan-peperangan yang belum selesai dari kita.

Lanjutkan pada, mohon maaf. Demikian pertemuan kita. Kurang lebihnya mohon maaf.

Apabila, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.