📱

Get Our Mobile App

Take your business learning on the go!

Download on the App StoreGet it on Google Play

Tarikh Islam-4: Tarikh Abu Bakar Ash Shidiq Radiallahuanhu #3 - Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A

Firanda Andirja51:55

Transcription

[Musik] Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi Alaihissalam. [Musik] Yang dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta'ala, kita lanjutkan pembahasan kita tentang sejarah Abu Bakar. Kembali tentang kegiatan atau apa namanya injazad, hal-hal yang dilakukan oleh Abu Bakar As Siddiq.

Dilakukan oleh Abu Bakar As Siddiq, Abu Bakar As Siddiq. [Musik] Di antaranya yang pertama adalah [Musik] tetap melanjutkan pasukan Usamah, pasukan Usamah bin Zaid radhiyallahu ta'ala. Kemudian kedua, memerangi para murtaddin, para orang-orang murtad. Orang murtad ini terbagi menjadi dua [Musik] dua model. Yang pertama adalah orang-orang pengikut nabi palsu, nabi-nabi baru, dan yang kedua orang-orang yang mengingkari kewajiban zakat. Mereka salat, mereka ibadah, cuma tidak mau belajar kewajiban zakat. Dua-duanya diperangi oleh Abu Bakar.

Setelah itu, yang ketiga baru kemudian pengumpulan Alquran tahap pertama. [Musik] Pengumpulan Alquran [Musik] tahap pertama. Baru yang terakhir, yang keempat, insya Allah kita bahas pada pertemuan berikutnya tentang ekspansi, yaitu penyerangan, perluasan, apa namanya, alam Islami dengan berperang melawan Persia dan melawan Romawi.

Kegiatan Abu Bakar As Siddiq, ya umat Islam, wafat pada hari Senin di waktu Dhuha, tanggal 12 Rabiul Awal. Tanggal 12 Rabiul Awal tahun berapa? 11 Hijriyah, tahun 10 Hijriyah, yaitu bulan Dzulhijjah. Kemudian beliau pulang, ya tidak lama kemudian beliau meninggal di dunia. Awal hari Senin, beliau meninggal dunia.

Setelah beliau meninggal dunia, maka sudah kita sampaikan, namanya orang-orang pada sibuk untuk memilih khalifah yang baru, sebagaimana kejadian di Saqifah Bani Saidah yang sudah kita jelaskan pada pertemuan yang lalu. Kemudian sisa harinya, hari Senin, ya orang-orang masih terus membaiat Abu Bakar As Siddiq radhiyallahu ta'ala.

Kemudian hari Selasa, besoknya di pagi hari, masih orang-orang pada datang membaiat Abu Bakar As Siddiq. Setelah itu, setelah selesai proses pembaiatan, baru kemudian para sahabat memandikan Rasulullah SAW, kemudian mengkafankan Rasulullah SAW, kemudian menyalati Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.

Ya, orang-orang pada berdatangan di penghujung hari Selasa. Kemudian mereka pun menguburkan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam pada malam Rabu. Pada malam Rabu, pada hari Selasa, ya Abu Bakar As Siddiq berkhotbah. Setelah dia sah menjadi khalifah, maka beliau berkhotbah dengan khotbah yang masyhur.

Ya, beliau berkata, "Ya ayyuhannas, sesungguhnya aku telah diangkat menjadi wali kalian, penguasa kalian. Jadi wali, jadi penguasa, bukan yang terbaik di antara kalian. Jika aku berbuat baik, maka tolonglah aku. Jika aku salah, maka luruskan aku."

Jadi awal beliau berkuasa karena proses pembaiatan mulai hari Senin sampai hari Selasa. Di hari Selasa, beliau ini, ya, "Alaikumullah, jika aku baik, maka jika aku salah, maka tolong perbaiki aku. Amanatun adalah amanah dan dosa adalah pengkhianatan.

Lemah di antara kalian, dia dizalimi, maka orang itu kuat di sisiku sampai aku kembalikan haknya kepada orang lemah tersebut. Kebanyakan orang lemah diambil haknya tidak bisa kembali. Tapi kata Abu Bakar, orang yang lemah di sisi kalian, kalau dizalimi ada hak yang diambil, maka dia kuat di sisiku sampai aku kembalikan haknya.

Walaupun ada orang kuat di kalian, di antara kalian ternyata lebih orang, maka dia lemah di sisiku. Dia lemah sampai aku ambil hak yang dia rampas dari orang yang lemah. Insya Allah, tidaklah suatu kaum meninggalkan jihad fisabilillah, kecuali Allah akan menimpakan mereka dengan kehinaan.

Dan tidaklah perbuatan keji, zina dan yang semisalnya tersebar di suatu kaum, kecuali Allah akan meratakan bencana kepada mereka. "Adalah aku selama aku taat kepada Allah dan rasulnya. Jika aku ternyata bermaksiat kepada Allah dan rasulnya, maka tidak ada taat bagiku atas kalian. Semoga Allah merahmati kalian." Ini khotbahnya Abu Bakar As Siddiq radhiyallahu ta'ala anhu. [Musik]

Lanjutkan atau kita lompati karena pada pemasangan yang lebih penting. Kemudian setelah Rasulullah SAW wafat, apa yang terjadi? Yang terjadi adalah mulailah muncul kemunafikan di mana-mana dan mulailah muncul kemurtadan di mana-mana.

Ya, sebagaimana disebutkan tadi, kemurtadan yang muncul di zaman setelah wafatnya Nabi SAW, dua model. Yang pertama adalah munculnya nabi-nabi baru. Munculnya nabi-nabi baru tersebut disebut oleh para ulama rata-rata karena masing-masing kabilah tidak ingin diatur oleh kabilah yang lain.

Sehingga ketika ada dari golongan mereka yang sebagai nabi, langsung diangkat. Ini di antara sebab mereka tidak mau tunduk kepada Quraisy. Mereka ingin masing-masing kabilah ada nabinya sendiri-sendiri. Maka muncullah beberapa nabi, seperti Musailamah bin Habib, Musailamah ya, Musailamah bin Habib Al Hanafi al-kadzab di Al Imamah sebelah timur kota Madinah.

Kemudian muncul lagi, ini di Al Imam, kemudian ini jadi ngaku sebagai nabi baru juga, Nabi di Yaman. Kemudian juga ada nabi lain, namanya Tulaiha bin Khuwailid Al Asadhi dari Bani Asad. Ini juga sebagai nabi. Ada seorang wanita, juga Nabi perempuan, namanya Sijah. Dia dari Bani Tamim, tinggal di Jazirah. Ini beberapa nabi-nabi yang muncul setelah Rasulullah SAW wafat.

Ya, sebelumnya sempat, sebelum meninggal dunia, sempat hendak mengirim pasukan memerangi mereka karena Musailamah al-kadzab sudah jadi nabi ketika mengaku sebagai nabi. Karena masih hidup di penghujung ayat Nabi, Musa 5 sudah muncul. Kemudian Al Aswad al-ansi juga sudah muncul.

Nabi sudah berniat untuk menyerang mereka, tapi Nabi kedahuluan meninggal dunia. Ya, mereka ini tidak mengingkari kenabian Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Mereka mengatakan Nabi Muhammad nabi, tapi kami juga punya nabi. Kami juga punya nabi, kalian punya nabi, kami juga punya nabi.

Akhirnya pengikutnya banyak. Masing-masing nabi tersebut punya pengikut dan memiliki banyak pasukan. Ya, di antara mereka ada yang tidak mau turut nurut kepada Islam karena tidak mau diharamkan khamar. Di sebagian mereka masih suka berzina. Ah, ini nabi ini bagus, nabi ini, khamr enggak apa-apa, zina enggak apa-apa.

Jadi mereka lebih condong kepada nabi yang lebih fleksibel daripada nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam yang kaku ini. Boleh zina, boleh mending kita ikut nabi ini. Bahkan dalam sebagian kisah, kadang-kadang dikasih bonus, sebagian salat digugurkan. Ya sudah, enggak usah salat. Ini jadi nabinya sering kasih bonus.

Kemudian ini kelompok murtad yang pertama, munculnya nabi-nabi baru. Kemudian kelompok murtad yang kedua, murtaddin yang kedua adalah orang-orang yang menolak membayar zakat. Hmm, menolak untuk membayar zakat. Mereka ini punya syubhat. Kata mereka, zakat itu hanya wajib dibayarkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

Mereka berdalil dengan Alquran. Kata Allah Subhanahu Wa Ta'ala, "Wahai Muhammad, dari harta mereka sebagai shodaqoh, yaitu sebagai zakat." Firman Allah ini ditujukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Kata mereka, ini perintahnya kepada nabi. Kalau nabi sudah meninggal, sudah enggak ada zakat. Intinya mereka tidak mau harta mereka diambil.

Mereka mencoba untuk berdalil dengan Alquran dengan tafsiran mereka sendiri. Akhirnya Abu Bakar As Siddiq radhiyallahu anhu bangkit, kemudian memerangi mereka. Sebelum kita berbicara tentang peperangan yang terjadi, [Musik] ini kira-kira bisa dilihat situ ya kondisi Jazirah Arab. Kelihatan nggak? Nggak ya? Kelihatan, kelihatan tidak? Memperhatikan situ.

Ada ketika terjadi Nabi SAW meninggal, yang bertahan tetap di atas Islam tidak ikut murtad adalah Kota Mekah, Kota Madinah, dan Bani Tsaqif dari Thaif. Ini saja. Jadi cuma sedikit, hanya kabilah-kabilah kecil seputar Kota Mekah, seputar Madinah, dan yang ada di kota Thaif. Secara umum, rata-rata pada murtad dengan dua model. Ada murtad karena mengikuti nabi baru, ada murtad karena menolak membayar zakat.

Sehingga pasukan kaum muslimin cuma tersisa terfokus pada Mekah dan Madinah. Untuk menjelaskan bagaimana tugas berat yang dihadapi oleh Abu Bakar As Siddiq radhiyallahu ta'ala anhu. [Musik] Yang warna hijau [Musik] adalah orang-orang yang tetap bertahan di atas Islam. Ya, situ ada beberapa lokasi yang bisa dilihat. Berarti kan di atas di sini ya.

[Musik] Kelihatan kan? Di situ ada yang lihat lokasi nabi-nabi palsu. Ya, lihat di sini ada tulisan yang warna merah. Perhatikan ya, itu nabi palsu dari Bani Asad. Kemudian juga Musailamah. Lihat lokasinya di mana? Madinah. Madinah di sini. Madinah. Perhatikan di sini tempat Abu Bakar As Siddiq di Madinah, sementara nabi-nabi palsu ada beberapa di sini. Ada di atas dari Bani Asad, kemudian Musailamah al-kadzab dari Bani Hanifah sebelah timur kota Madinah.

Kemudian ada Allah sebagai nabi baru. Jadi ada beberapa nabi baru. Kemudian ada orang-orang yang tidak mau bayar zakat. Yang tidak membayar zakat ini yang warna-warna hitam ini. Tidak mau membayar zakat. Ya, ada Hawazin, kabilah Hawazin, ada kabilah Sulaim, ada Banu Hanifah, ada di umat, ya kan, ada Banu Abdillah Qais. Ini tidak mau bayar zakat. Dipindah juga. Ini semua yang warna-warna hitam. Ini semua tidak mau bayar zakat.

Artinya, lihat kondisi politik yang berat ketika itu. Banyak orang yang murtad, sehingga Abu Bakar harus melakukan tindakan yang tepat untuk menghadapi kondisi ini. Di antara tindakan yang pertama dilakukan oleh Abu Bakar As Siddiq, beliau melanjutkan pasukan perang Usamah yang pernah dikirim oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sebelum meninggal dunia.

Nabi SAW menyuruh pasukan, ya, yang diminta oleh Usamah radhiyallahu ta'ala anhu untuk berangkat menuju ke Tuhum Al-Balqoh, ke arah Balqo. Di negeri sambal kok, itu daerah yang terjadi perang Mu'tah sebelumnya, di mana di situ akhirnya Zaid bin Haritsah meninggal dunia, kemudian Ja'far bin Abi Thalib meninggal dunia, dan Abdullah bin Rawah bin meninggal dunia.

Yang kemudian bendera peperangan diambil dari Khalid bin Walid. Kisah yang ma'ruf, orang Mukta, di mana kaum muslimin jumlahnya sekitar 30 ribu dan musuh berjumlah 200 ribu. Sehingga akhirnya kaum muslimin bisa mundur dengan cara yang apik, ya, sehingga mereka tidak berani mengejar kaum muslimin dalam kisah perang Mu'tah.

Saya sudah pernah ceramahkan di situ ada nabi. Maka sebelum Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam meninggal, itu terjadi pada tahun 8 Hijriyah. Pada tahun 11 Hijriyah, Rasulullah menyuruh pasukan utama untuk berangkat lagi ke sana, ke tempat lokasi di mana para sahabat dulu meninggal dunia. Namun ketika Usamah radhiyallahu anhu pergi meninggalkan kota Madinah dengan pasukannya, sampailah mereka di suatu daerah situ.

Mereka mendengar Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sakit parah. Maka mereka pun berkam di situ, tidak lanjutkan perjalanan. Sampai di antaranya Usamah minta izin balik. Pasukannya tetap di situ. Usamah balik menengok Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Di dalam pasukan itu ada Umar, ada Abu Bakar, sebenarnya dalam pasukan tersebut. Namun mereka minta izin untuk tengok Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.

Jadi [Musik] akhirnya setelah Rasulullah SAW meninggal, pasukan ini mudik ke mana? Mereka sudah terlanjur menuju jujur-jurus itu, daerah utara Kota Madinah, ya kan, negeri Syam itu sebelah utara Kota Madinah. Dan mereka sudah beberapa kilo meninggalkan kota Madinah.

Ketika itu, maka para sahabat mendatangi Abu Bakar, kemudian meminta agar Abu Bakar menyuruh pasukan untuk mundur. Kenapa? Karena Kota Madinah butuh kekuatan. Ini orang murtad di mana-mana, nabi baru di mana-mana. Musailamah Al Kadzab saja pasukannya puluhan ribu. Pasukannya puluhan ribu, 40 ribu atau 50.000. Banyak, dan mereka siap-siap untuk menyerang kota Madinah.

Sehingga menurut pendapat para sahabat yang lain, jangan mengirim pasukan Islam, suruh balik, karena kita butuh kekuatan di kota Madinah. Namun apa kata Abu Bakar? "Saya tidak akan membatalkan pasukan yang telah diutus oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, apapun yang terjadi." Apapun yang terjadi.

Dan dengan sebab itulah, maka Abu Bakar As Siddiq memberi ketakutan kepada kabilah-kabilah yang dilewati oleh pasukan Usamah. Mereka mendengar, loh, Kota Madinah masih kirim pasukan menuju negeri Syam melawan Romawi. Ini berarti Kota Madinah punya kekuatan. Paham ini? Ini sebenarnya Abu Bakar tidak banyak pikir. Pokoknya ini perintah Nabi, saya kerjakan. Dia tidak banyak pikir. Ini nabi yang utus, yang perintah, saya tidak akan batalkan pasukan tersebut.

Tapi ternyata di balik itu ada manfaatnya. Ketika kabilah-kabilah yang begitu banyak ini ingin menyerang, mereka mikir-mikir. Ternyata Kota Madinah masih mengirim pasukan untuk melawan pasukan Romawi. Dan pasukan sembarangan menunjukkan mereka punya kekuatan, padahal kekuatan lagi kosong. Tapi ini membuat mereka gentar.

Inilah yang pernah dikatakan oleh Abu Bakar As Siddiq. Dikatakan Abu Hurairah, "Abu Bakar demi Allah, yang tidak ada sembahan yang berhak disembah kecuali Allah. Kalau bukan Abu Bakar yang diangkat menjadi khalifah, maka Allah tidak akan disembah." Semua kalasannya.

Kemudian beliau bersumpah untuk kedua kali, "Demi Allah, yang tidak ada yang disembah kecuali Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Kalau bukan Abu Bakar diangkat jadi khalifah, Allah tidak disembah." Sampai tiga kali. Kemudian mereka berkata, "Ada apa gerangan? Kenapa Anda berkata demikian?"

Maka Abu Hurairah berkata, "Nabi mengirim pasukan dipimpin oleh Usamah bin Zaid dengan 700 pasukan. Fanam ketika dia mampir satu tempat, namanya itu, maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam wafat. Orang-orang Arab sakit seputar kota Madinah. Murtad yang bertahan cuma mana? Madinah, Mekah, sama Thaif."

Subhanallah, datang pertama kali sebelum hijrah, diusir oleh mereka, dihina, dilemparin. Mereka pada berikutnya, tahun sekitar 89 Hijriyah, Rasulullah 8 Hijrah. Rasulullah yang bertahan ketika orang-orang pada murtad. Tidak ada yang duga. Ini kaum yang dulu pernah mengusir nabi, melempar nabi, ternyata mereka bertahan.

Tatkala seluruh kabilah-kabilah pada murtad, kemudian orang-orang pada murtad, maka orang pun datang menemui Rasulullah, menemui Abu Bakar, sahabat-sahabat Nabi. Kemudian mereka berkata, "Ya Abu Bakar, kembalikan pasukan Usamah. Bagaimana engkau mengirim pasukan untuk melawan pasukan Romawi ke Romawi, sementara sekitar Madinah pada murtad?"

Apa kata Abu Bakar? Perkataan yang sangat kuat. Beliau Shallallahu Alaihi Wasallam, kata beliau, "Seandainya demikian, yang tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah, seandainya anjing-anjing sudah menggiring kaki-kaki istri-istri Nabi," artinya sudah rusak Kota Madinah. Sampai datang anjing-anjing kemudian menggiring kaki-kaki istri-istri Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.

Kalau kondisi sudah separah itu, aku tidak akan mengembalikan pasukan Usamah, pasukan yang telah dikirim oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Aku tidak akan membatalkan bendera peperangan yang telah ditegakkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Wajah Usamah. Maka beliau pun mengirim pesan. Sampai disebutkan, Umar pun mengatakan, "Ya Abu Bakar, sudah apa namanya, suruh pulang semua."

Sahabat minta Abu Bakar akan menyuruh Usamah pulang. Abu Bakar bertahan. Dia mengatakan, "Seandainya burung-burung memakan daging-dagingku, aku tetap akan menyuruh Usamah untuk berangkat." Seandainya di Kota Madinah tidak ada orang kecuali saya sendiri, saya tetap menyuruh Usamah untuk berangkat.

Ini Abu Bakar sunnah nabi. Maksud saya, ini dalil bahwa Anhu berpegang teguh kepada sunnah Nabi SAW. Tatkala semua sahabat goyang ketika itu karena melihat situasi dan kondisi, ternyata inilah yang menjadikan orang-orang Arab seperti itu gentar. Sehingga mereka tidak awal menyerang kaum muslimin yang menyerang di luar.

Seandainya mereka kumpul semua terus menyerang, kan susah melawan. Ketika mereka sedang gentar-gentar, baru dikirim pasukan satu-satu, dilawan seperti itu. Maka apa kata Abu Hurairah menjelaskan, kabilah yang ingin membangkang, ingin murtad, maka mereka berkata, "Kalau bukan kaum muslimin punya kekuatan, enggak mungkin mereka kirim pasukan ke Romawi."

Tapi biarkan. Jadi mereka tidak menyerang dulu. Biarkan mereka pergi ke Romawi, perang di sana, dan ternyata mereka bertemu pasukan Romawi, dan mereka perang, dan mereka menang, dan mereka balik. Maka sebagian kabilah yang tadinya mau murtad, tidak jadi yang murtad. Murtad-murtad tidak sempat menyerang karena berpikir panjang dengan kekuatan kaum muslimin.

Bahkan Abu Bakar As Siddiq sengaja pergi ke daerah kemahnya Usamah bin Zaid. Masih muda, tapi Rasulullah jadi pemimpin. Sudah, pokoknya tidak ada komentar sama Rasulullah yang pilih. Maka Abu Bakar berkata, "Silakan berangkat."

Kemudian Usamah di atas kudanya, Abu Bakar berjalan kaki. Maka Umar berkata, "Ya khalifah Rasulullah." Dengan tawadhu, Abu Bakar berjalan kaki. Kemudian menyuruh ulama berjalan di atas kudanya. Abu Bakar jalan kaki. Kemudian bersama berkata, "Ya khalifah Rasulullah, wahai penerus Rasulullah, kau naik kuda atau saya turun jalan sama kamu? Kita naik kuda bareng atau saya turun jalan lagi sama kamu? Gimana ini, khalifah Rasulullah?"

Kata Abu Bakar, "Tidak ada, kok, tidak turun. Saya pun Abu Bakar biasanya lembut, kali ini apa? Tegas. Ini Subhanallah. Abu Bakar biasanya lembut, yang begitu mudah menangis, yang begitu mudah memaafkan, kali ini tidak. Ini terkait dengan sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Tidak ada, kau tidak turun dari kudamu, dan aku tidak akan naik kuda."

Lanjut kemudian Abu Bakar, Umar. Maka Abu Bakar minta izin kepada Usamah agar Umar ikut, apa namanya, Abu Bakar As Siddiq radhiyallahu anhu untuk urusan di kota Madinah. Ya, maka setelah itu Umar, kalau ketemu sama beliau, berkata, "Assalamualaikum, Amir, bahaya pemimpinku." Dulu dalam satu pasukan. Meskipun tidak sempat apa, jalan bareng, tapi Umar pernah menjadi pasukannya.

Siapa? Usamah. Lihat bagaimana para sahabat tentang tubuh dengan sunnah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Ini kira-kira bisa dilihat bagaimana kondisi sabilitas keamanan yang kacau balau ketika itu. Yang warna merah itulah nabi-nabi palsu. Yang warna hitam-hitam adalah orang-orang yang enggan membayar zakat.

Maka selesai itu, ya, Abu Bakar As Siddiq radhiyallahu anhu siapkan pasukan untuk menyerang [Musik] mereka, orang-orang murtaddin, untuk menyerang orang-orang murtadin. Ketika Abu Bakar As Siddiq hendak menyerang orang-orang murtadin, masalah menyerang nabi-nabi palsu, semua sahabat sepakat. Mereka murtad harus diperangi.

Dengan berapa? Nabi tadi ada empat atau lima, ya, nabi-nabi palsu, dan masing-masing nabi punya pasukan, ya, yang banyak. Sepakat bahwasanya mereka murtad karena tidak ada nabi setelah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Apalagi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Innahu saya kununa ba'di salah sunah," karena ada 30 orang setelahku yang mengaku sebagai nabi. Padahal aku adalah nabi yang terakhir.

Adalah nabi palsu muncul terus, ya, di zaman Nabi sudah ada nabi Musailamah al-kadzab, ada apa, Aswad al-ansi, sampai terakhir Nabi di Karawang. Ya, terakhir kita sempat nabi muncul terus, ya, silih berganti nabi-nabi sampai nabi Karawang, ya, lahir yang saya dengar.

Ya, Toyib. Maka adapun jenis murtadin yang pertama, yang aku mengikuti para nabi palsu, jelas mereka murtad. Para sahabat sepakat untuk menyerang mereka. Tetapi jenis yang kedua, yang tidak mau bayar zakat, ini kejadiannya agak-agak sulit.

Ya, kenapa? Mereka itu pembesar-pembesar kabilah-kabilah. Mereka kirim pembesaran mereka untuk diskusi sama Abu Bakar. Mereka bilang begini aja, "Kita tetap Islam, tapi kita tidak mau bayar zakat." Mereka nawar, "Kita tetap Islam, tetap bergabung sama kaum muslimin, tapi kita tidak mau bayar apa? Zakat."

Dan ini karena Abu Bakar mau perang, ini setengah mati. Ini kalau mereka juga sekalian murtad rame-rame, semua repot melawannya. Karena bukan cuma 5 nabi palsu, ada 11 tempat yang harus. Kalau mereka ternyata murtad juga, repot.

Akhirnya mereka memberi tawaran kepada Abu Bakar, "Bagaimana? Ya udahlah, yang penting jangan ambil zakat. Kita tetap Islam." Sebagian sahabat terima, "Ya Sudahlah, ini mereka yang penting masih syahadatain, mereka masih salat."

Termasuk Umar waktu itu diskusi sama Abu Bakar As Siddiq radhiyallahu ta'ala. "Ya, bukankah umat berkata, Abu Bakar, bukan karena [Musik] bukan karena Rasulullah SAW bersabda, 'Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mengucapkan apa? Lailahaillallah. Jika mereka mengucapkan, harta dan darah mereka kecuali dengan hak-hak Allah Subhanahu Wa Ta'ala.'"

Ya, maka Abu Bakar mengatakan, di antara hak Allah adalah oleh para ulama. Ternyata Ibnu Umar tahu hadis yang tidak diketahui Umar bin Khattab. Umar bin Khattab meriwayatkan suatu hadis, tapi nabi pernah mengucapkan secara global. Dan dalam kesempatan lain, nabi mengucapkan secara detail.

Nabi mengatakan, "Umi Tuhan manusia sampai mereka mengucapkan Rasulullah sampai mereka salat dan mereka bayar apa? Zakat." Ada hadis yang lebih terperinci yang dihafal oleh Ibnu Umar, namun tidak dihafal oleh Umar bin Khattab radhiyallahu anhu dan tidak dihafal oleh Abu Bakar As Siddiq radhiyallahu ta'ala anhu.

Seandainya Abu Bakar menghafal hadis tersebut, tentu dia akan menyebutkan hadis tersebut di hadapan Umar. Sehingga dua-duanya berdalil dengan hadis. Dan Abu Bakar dengan qiyas. Kita sepakat kalau orang tidak salat diperangi, maka tidak ada bedanya antara salat dengan apa? Zakat.

Jadi Abu Bakar beliau dengan apa? Qiyas. Sehingga timbullah perkataan para ulama, "Yudhar Melayu." Meskipun Ibnu Umar sahabat junior, Abu Bakar dan Umar sahabat senior, tapi terkadang ada di sungai apa yang tidak ada di laut. Ya, apa ikan gabus. Artinya Ibnu Umar junior, tapi ada hadis yang tidak diketahui Abu Bakar.

Karena tidak selalu Abu Bakar dan Umar bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Tapi mereka diskusi, dan Abu Bakar menggunakan kias. Dan dia bertahan. Akhirnya dia berkata, "Ya Abu Bakar," dengan tegas. Yang biasanya Umar yang kenceng, Abu Bakar yang tidak kenceng, sekarang apa? Kebalik.

Ketika perjanjian Hudaibiyah, yang kencing siapa? Umar yang mengatakan, "Ya Abu Bakar, ngapain kita ngalah sama orang kafir? Kalau mereka, kalau kita mati, kita masuk surga. Kalau mereka mampus, masuk neraka jahanam. Ngapain kita mengalah?"

Abu Bakar justru mengalah karena ikut Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Tapi kali ini Umar yang ingin mengalah, Abu Bakar enggak. Kata Abu Bakar, "Demi Allah, seandainya mereka tidak mau bayar kepadaku zakat berupa kambing kecil, kambing betina, mereka tidak mau bayar, meskipun hanya seekor kambing, aku akan benar-benar perangi mereka."

Ya, sungguh aku akan memerangi orang yang membedakan antara salat dan zakat. Jadi salat ini di sini kias dari Abu Bakar As Siddiq anhu. Dan dia juga berdiri dengan lafal hadis, "Illa bihakiha." Aku tidak akan meraih kecuali dengan hak Islam. Di antara hak Islam menurut dia adalah hak harta, yaitu hak apa? Zakat.

Tidak dibayar, maka diperangi. Bahkan dalam mereka tidak mau bayar ikatan tali onta, kali itu adalah meskipun sedikit. Zakat tidak membayar, saya akan perang. Artinya, kalau mereka tidak membayar, meskipun 10.000, saya akan perangi. Perkembangannya, meskipun sedikit tidak.

Akhirnya Umar pun menerima hal tersebut. Mulailah Abu Bakar menyiapkan pasukan, 11 pasukan luar biasa, melawan orang-orang murtadin. Lagi hebohnya, dan perang itu butuh waktu yang lama.

Ya, dan ini di sini, eee, saya tuliskan pasukan-pasukan yang dikirim oleh Abu Bakar As Siddiq untuk berperang. Saya bacakan. Pasukan yang pertama, lihat situ gambar yang pertama adalah Khalid bin Walid. Nomor 1, lihat gambarnya. Nomor 1, warna merah panah. Warna merah, lihat di atas. Gini kelihatan nggak?

Ya, dia berangkat ke Dhohiyati Motor, ke arah Motor. Itu ada tulisan Motor di daerah Nejek. Di situ ada Tulaiha, nabi palsu namanya. Apa? Jadi Khalid bin Walid dikirim oleh Abu Bakar. Lihat arahnya, masuk untuk memerangi Tulaiha bin Khuwailid. Kalau selesai, maka beliau berlanjut ke Al-Bitoh kepada Malik bin Huwairoh dari Bani Tamim yang tidak mau bayar zakat.

[Musik] Lihat kami melihat nggak ini nih? Ya, ini Motor. Lihat, kemudian gimana ke Tamim? Jadi kalau selesai dari Motor, lanjut ke Tamim. Selesai dari Tamim, lanjut ke Bani Hanifah. Ini Bani Hanifah, ini Musailamah yang tidak mau bayar zakat. Karena satu jalur, yaitu Malik bin Huwairoh dari Bani Tamim.

Kalau kalahkan mereka, lanjut ke mana? Musailamah. Jadi Khalid punya tugas. Subhanallah, terang langsung lawan tiga, apa? Tiga destinasi ini. Dulu habis itu, ini terus luar biasa.

Ya, yang kedua [Musik] yang kedua, lihat pasukan Ikrimah bin Abi Jahal. Lihat nomor 2, Ikrimah bin Dajjal. Yang warna ungu atau tidak? Warna ungu, nomor 2. Saya tulis nomor 2, itu kemana? Ke Bani Hanifah. Jadi Ikrimah dikirim untuk langsung melawan Musailamah bin Habib Al Kadzab.

Disuruh langsung, "Kamu ke sana, anaknya Abu Jahal, tapi dia masuk Islam. Dia sekarang menjadi pejuang menuju ke pasukannya." Muslimah banyak sekali, dan mereka siap berjihad mati membela nabi palsu mereka. Jadi kaum muslimin berjihad untuk membela Islam. Mereka juga di YouTube.

Kemudian Abu Bakar menunggu, menyuruh beliau, "Jangan dulu perang, wahai Ikrimah, nunggu pasukannya Syarah bin Hasanah." Lihat pasukan nomor 3. Nomor 3 yang panah warna coklat. Ini di sini Rasulullah Wasallam tahu, apa? Abu Bakar tahu bahwasanya untuk berperang melawan Musailamah tidak mudah.

Maka pasukan Ikrimah harus dibantu dengan pasukan yang lain. Tapi jalurnya berbeda. Mungkin strategi sebagai lewat sini, sebagai lewat sini. Tapi kata Abu Bakar, "Pokoknya Ikrimah, kamu jangan dulu menyerang. Tunggu siapa?"

Tapi akhirnya kelima menyerang dulu, akhirnya kalah, dan banyak yang meninggal, banyak terluka. Jadi secara nomor 4, Bin Haji menuju ke Bani Salim, ya, untuk memerang orang-orang yang murtad dari kabilah Hawazin.

Ya, lihat nomor 4, nih, warna pink. Lihat ke bawah, ya, dari Madinah titik hitam ke bawah. Lihat enggak? Nomor empat itu ada tulisan Hawazin. Itu tugasnya dipimpin oleh Thorifah bin Hajj.

Kemudian nomor 5, pasukan dipimpin oleh Amr bin As radhiyallahu anhu pergi ke arah utara, ke atas, menuju kabilah Wadiah. Wal hadis, tiga kabilah. Lihat nomor 5, nomor 12. Nomor 5, warna hijau ke atas. Lihat nomor 5, ke atas. Kelihatan enggak?

Nah, itu ke arah yang tidak mau bayar zakat. Tidak mau bayar zakat juga jagoan, dikirim. Kemudian di antaranya Khalid bin Said pergi ke Masari Islam. Nomor 6, Khalid bin Said itu menuju ke ujung-ujung negeri Syam. Maju negeri Syam, yaitu sudah antara perbatasan Syam dengan Jazirah di sana untuk melawan orang-orang yang tidak mau bayar zakat.

Kemudian yang ketujuh, Al bin Hadromi menuju ke Bahrain. Nomor 7, itu ke arah ke Bahrain. Jauh sekali. Lihat nomor 7, itu ke arah ke Bahrain. Jauh dikirimkan alat elektronik, dan mereka harus menyeberang lautan. Karena Bahrain, lihat Bahrain setelah laut. Ada Bahrain, lihat nggak? [Musik]

[Musik] Ini harus lewat laut. Kalau ke Bahrain harus lewat laut. Ini adalah lautan, harus nyebrang. Tapi kemudian pasukan yang ke-8 adalah huruf pergi ke Jabal, dapat di Oman. Jauh sekali. Lihat nomor 8, jauh lebih sana, lebih kanan lagi, lebih Timur lagi. Oman. Oman sekarang negara-negara tersendiri. Negara apa? Oman.

Ada Oman, ada aman. Kalau aman itu di Yordan, ibukota Yordania. Ini negara Oman, yang ibukotanya adalah Muskat. Ibukotanya ini. Mereka ini orang-orang tidak mau bayar zakat. Maka dikirimlah, Subhanallah, berapa jauh sekali ini perjalanan.

Ya, sekarang orang naik pesawat. Ya, kemudian yang ke-9 adalah, ya, lihat nomor berapa? Nomor 10. Di bagian nomor 9, bagian bawahnya. Ini jauh sekali dari sini, kemudian muter sampai di bawah. Lihat nomor 9 di bawah. Kemudian nomor 10, Al-Muhajir bin Umayyah ke Son A, ke Sound A untuk melawan nabi palsu.

Bagian bawah, Lihat nomor 10, itu ada daerah Sunnah di bawah situ. Nomor 10. Kemudian 11, sesuai bin Midrin kepada Timah Tihamah, orang-orang tidak mau bayar zakat. Jadi semua pasukan, 11 pasukan ini, tugasnya untuk memerangi para murtadin dari dua kelompok.

Kelompok yang ngaku mengikuti nabi-nabi baru dan kelompok yang tidak mau bayar zakat. Dan peperangan yang paling hebat dari semuanya adalah peperangan Al Yamamah. Peperangan Al Yamamah ini ada kajian khusus. Antum bisa dengar. Tapi intinya disuruh untuk menunggu pasukan bantuan dari Syarah bin Hasanah.

Tetapi Ikrimah tidak, apa namanya, tidak disiplin radhiyallahu anhu. Maka dia pun menyerang, dan dia pun kalah. Kemudian juga kalah, dan akhirnya datang belakangan. Datang kemudian terjadi peperangan di antara strategi Khalid bin Walid.

Khalid bin Walid kemudian membagi pasukan berdasarkan kabilah-kabilah. Mereka ada yang penghafal Quran, yang menghafal surat Al-Baqarah, dikenal dengan penghapus surat Al-Baqarah. Ada yang dari apa namanya, kaum Anshar. Ada yang dari Muhajirin. Jadi harus strateginya dia bagi-bagi pasukan sesuai dengan kabilah-kabilahnya.

Untuk apa? Agar mereka semangat masing-masing untuk persaingan di antara mereka. Jangan sampai kekalahan dari kabilah mereka. Ketika bersatu, kurang semangat. Tapi ketika dibagi-bagi, sehingga masing-masing berusaha menunjukkan, mempertahankan bahwasanya kita yang paling depan karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Sehingga ditumbuhkanlah ke fanatisme masing-masing, apa? Kabilah untuk berperang. Strategi Khalid bin Walid radhiyallahu ta'ala anhu. Dan perang menakjubkan, ya, sampai yang meninggal dari pasukan Musailamah 20.000 orang. Di antaranya Musailamah al-kadzab dibunuh oleh yang membunuh Hamzah.

Ya, ketika wasit datang kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, maka nabi mengatakan lebih cocok, ya, apa nama turiani. Kalau kau mampu untuk tidak melihatkan wajahmu kepadaku, wahai wasit, lakukanlah. Karena Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kalau lihat Wahyu.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dengan siapa? Hamzah. Akhirnya merasa bersalah. Kemudian dia mengatakan, "Saya harus membalas ke kesalahan saya." Akhirnya dia ketika Perang Yamamah, dia bawa tombak yang untuk membunuh Hamzah.

Kemudian dia melemparkan tombak tersebut, kemudian masuk di dadanya Musailamah. Kemudian datang, masuk tombak tersebut, datang seorang Ansori, kemudian memenggal Musailamah. "Sungguh aku telah membunuh dengan tombak tersebut orang yang terbaik, itu Hamzah, dan aku telah membunuh lelaki terburuk, siapa? Musailamah."

Yang meninggal ada 20.000 orang. Adapun dari kaum muslimin, ada 1.200. Bayangkan, ini jumlah Mujahidin yang paling banyak meninggal dalam peperangan sejarah nabi dan para sahabat adalah seorang, apa, meninggal dunia. Di antara 1.000 orang tersebut, ada sekitar 450 atau 500 sahabat yang hafal Quran.

Itulah sebab kenapa setelah itu Umar punya ide untuk ngumpul Alquran, karena para penghafal Alquran pada meninggal dunia. [Musik] Mana ya? Di antara mereka ada yang berteriak, "Ya Ashabul Baqarah!" Wahai orang-orang yang hafal surat Al-Baqarah, yaitu orang-orang tertentu yang mereka menghafal 10 ayat, kemudian diamalkan. Kemudian apalagi 10 ayat, diamalkan, dan mereka orang-orang hebat.

Kemudian Habib bin Qais disebutkan bagaimana dia menggali tanah, kemudian dia tanamkan kedua tangannya, kemudian dia memegang bendera kaum Anshar. Ya, kemudian dia pakai kafannya, kemudian dia pakai siap mati untuk berperang sampai dia meninggal dunia.

Dan di antara yang menakjubkan adalah [Musik] Al-Bara bin Malik. Jadi perang itu sangat susah. Ketika perang sangat susah, sampai Khalid bin Walid disebutkan, dia berperang sampai pedangnya 9 patah. Ya, 9 pedang apa patah. Luar biasa.

Kalau kita tangan kita yang patah, ini 9 bulan. Maksudnya bisa patah, itu luar biasa. Ya, sampai 9 pedang apa, berarti luar biasa. Ya, kita bayangkan saja dalam perang Mu'tah. Bagaimana Ja'far bin Abi Thalib berperang, dan dia tidak mundur sejengkal pun.

Dan ditemukan 80 bekas senjata semua di bagian depan. Enggak ada di belakang. Artinya kena, masih berperan. Kena, masih berperan. Kena, masih berperang. Kita mungkin kena satu, langsung tewas. Ini sampai 80, artinya kuat luar biasa sahabat.

Ya, ketika musuh dalam kondisi sulit, maka mereka pun masuk sebuah namanya hadiqoh, semacam kebun. Kemudian mereka tutup semacam benteng, disebut hadiqotul maut, karena banyak orang yang mati dalam benteng tersebut. Maka kaum muslimin tidak bisa masuk. Tidak bisa masuk.

Akhirnya ada seorang sahabat, namanya Al-Barok bin Malik. Dia mengatakan, "Wahai kaum muslimin, melemparkan aku ke dalam." Dia ingin buka dari dalam. Bayangkan, jadi pintu enggak bisa kebuka. Jadi dia, tapi dia selamat. Subhanallah. Dia kemudian keluar.

Tapi intinya banyak yang meninggal. Kita itu di antaranya para penghafal Quran. Kita lanjutkan. Di antara peristiwa yang menarik, ya, disebut dalam buku ini adalah tentang peperangan yang dipimpin oleh Al-Alaq Ibnu Hadromi. Yang tadi kita katakan ke arah Bahrain, yaitu nomor 7.

Ya, dan di antara pasukan Al-Alaq Ibnu Hadromi adalah Abu Hurairah radhiyallahu ta'ala anhu. Ya, Abu Hurairah bercerita, lama ketika pasukan orang-orang murtad tersebut kabur, dan mereka menggunakan perahu menuju ke Bahrain, menyebrang. Ya, maka ketika itu kami tidak memiliki perahu atau kapal untuk mengejar mereka.

Maka Al-Alaq bin Hadromi kemudian berdoa. Di antara doanya, dia berkata, "Ya arhamarrohimin, ya Hakim, ya Karim, ya Ahad, ya Somad, ya Hayu, ya Muhyi, ya Qoyyum, Lailahaillallah." Dia berdoa dengan bertawasul nama-nama Allah.

"Ya arhamarrohimin, ya Hakim, ya Karim, ya Hayu, ya Selamat, memudahkan kami untuk melewati laut ini." Kemudian Al-Alaq bin Hadromi menyuruh pasukannya semua berdoa dengan doa tersebut. "Ayo berdoa semuanya." Maka kami pun berjalan di atas laut mengejar mereka.

Kata Abu, "Demi Allah, kaki kami tidak basah, dan kaki tunggangan kami pun tidak basah." Mukjizat, apa namanya? Karomah. Karomah. Dan peperangan ini, 11 pasukan ini, ya, berperang, ya, sampai akhir dari tahun 11 Hijriyah, sampai akhir dari tahun 11 Hijriyah, dan dimenangkan semuanya oleh kaum muslimin.

Akhirnya Jazirah kembali bersatu semua karena jasa siapa? Abu Bakar As Siddiq radhiyallahu anhu. Yang di mana beliau sendiri, ketika semua sahabat menyelisihi dia, tapi dia bertahan karena sunnah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. [Musik]

Pekan depan, tahun ke awal dari tahun ke-12 Hijriyah tentang pengumpulan Alquran dan terang tentang ekspansi kaum muslimin, peperangan terhadap Romawi dan Persia, peperangan yang dilakukan oleh Khalid bin Walid. Jadi Khalid masih banyak tugas. Masih silsilah peperangan berikut yang lebih panjang daripada yang sekarang. Cuma tiga tempat, kan? Nah, ke atas, kemudian Bani Tamim, kemudian ya, mama pada tahun 12, dia lebih banyak lagi silsilah peperangan Khalid bin Walid radhiyallahu anhu.

Baik, demikian nabi yang saya sampaikan. Subhanallah wabihamdika, asyhadualla illa Anta, subhanaka. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.