📱

Get Our Mobile App

Take your business learning on the go!

Download on the App StoreGet it on Google Play

AD DAJJAL - ٱلدَّجَّالُ | USTADZ ABDUL HAKIM BIN AMIR ABDAT حفظه الله تعالى

MAKTABAH MU'AWIYAH BIN ABI SUFYAN2:01:15

Transcription

Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Waalaikumsalam.

[Musik]

Inalhamdalillah, nahmaduhu wasastainuhu. [Tepuk tangan] Yahdihillah Fala. [Musik] Mudillah wlil Fala hadialah.

Wa asadu Alla ilaha illallah wahdahu la syarikalah.

Ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh.

Amma bad, saudara-saudara kaum muslimin dan muslimat, ikhwan dan akhwat yang saya cintai. Mari kita melanjutkan kajian ilmiah kita, insya Allah taala, mengenai manhaj dan akidah yang sahihah.

Salah satu keyakinan dari keyakinan-keyakinan yang ada di dalam Islam adalah meyakini pada akhir zaman keluarnya ad-Dajjal.

Yang satu orang telah datang hadis dari Nabi yang sangat banyak, puluhan, yang menunjukkan bahwa hadis mengenai Dajjal derajatnya Mutawatir. Nah, itu yang akan kita bahas pada pagi hari ini, insya Allah taala.

Kita mulai dengan arti dari Dajjal, yang artinya adalah pembohong, pendusta, pendusta besar atas nama agama. Oleh karena itu, apabila kita mempelajari ilmu mustalahul hadis, ilmu tentang kaidah-kaidah yang ada di dalam hadis, usulul hadis, ya, atau yang kita kenal dengan nama mustalahul hadis.

Nama yang sangat sederhana, para ulama menamakan ilmu yang sangat besar ini, yang merupakan induknya, ibunya ilmu seluruh ilmu yang ada dalam Islam. Tetapi para ulama kita menamakan dengan nama yang sangat sederhana, tidak tinggi-tinggi, mustalahul hadis, yang artinya kebiasaan-kebiasaan yang terpakai di dalam hadis.

Padahal ilmunya besar sekali, menunjukkan bahwa para muhaddisin, orang-orang yang tawadu, tidak meninggikan dirinya, padahal ilmu yang mereka bawa adalah ilmu yang menjadi induk dari seluruh ilmu yang ada di dalam Islam.

Kalau kita belajar nanti, kita akan sampai kepada [Musik] ul-Jarh, martabat-martabat al-Jarh.

Wat-Tadil adalah menjelaskan pujian akan [Tepuk tangan] kesikohan para perawi hadis. Ada yang dijarah, ada yang ditadil.

Martabat tertinggi dalam martabat al-Jarh, para ulama ahli hadis mencela, melemahkan para perawi hadis. Sebagian para perawi hadis, martabat yang tertinggi adalah diperuntukkan untuk mereka, para pemalsu hadis, orang-orang yang memalsukan hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam.

Dikatakan apa di antara lafaznya, "Abunas manusia yang paling berdusta, sedusta-dusta manusia." Dikatakan lagi, "Wadun kadzabun." Dikatakan lagi, "Dajjalun."

Disebut Dajjal karena ia berdusta dan sebagai pembohong besar atas nama agama. Dikatakan Dajjal, dan Nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam telah memberitahukan kepada kita akan keluar nanti akan banyak sekali orang-orang yang berbohong atas nama agama.

Di antara sabda beliau, "Yakunu Fi akhiriz zaman," akan datang nanti pada akhir zaman, Dajjalun. Ah, ini dengan bentuk jamak, Dajal-dajal, para Dajjal, para pembohong.

Dajjal itu akan datang nanti pada akhir zaman. [Tepuk tangan] [Musik] Daalunumum, mereka akan datang kepada kamu, wa had-hadis, cerita-cerita tentang agama yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak pernah mendengarnya dari Nabi yang mulia alaihi wa sallam.

Awaslah kamu, awas hati-hati, makumum awas kamu, hati-hati dari mereka. Niscaya mereka tidak akan menyesatkan kamu dan memfitnah kamu. Hati-hati, ini jumlahnya banyak.

Keluar lah para pemalsu hadis pada zaman dahulu dan seterusnya. Daal Nabi katakan dengan bentuk jam di hadis riwayat Imam Muslim.

Saya tidak membawakan di kitab Manhaj, tapi saya bawakan di kitab saya yang lain, yaitu di kitab "Telah Datang Zamannya."

Nah, kalau tadi yang pertama jumlahnya banyak, Dajjalun telah datang, mereka dan sedang datang, mereka dan akan datang lagi terus, Dajjalun sampai datang ketua mereka yang satu orang nanti. Paham ya sampai di sini?

Jadi ada Dajjal yang bentuknya banyak, orangnya banyak sekali. Mereka membuat hadis-hadis palsu pada zaman dahulu, memalsukan atas nama Nabi. Maka ulama mengatakan, "Dajjal Fulan ini, Dajjal Kazzab," itu martabat al-Jarh yang tertinggi dan terus ke bawah, ke bawah.

Sekarang yang kedua, jumlahnya terbatas, 30 orang. Nah, ini ada di kitab Manhaj, silakan dibuka halaman 369, hadis ke-132. Ya, yang bawa kitabnya silakan lihat.

An Abi Hurairah, Anna Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Q dari Abu Hurairah. Dia berkata, bahwasanya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Tidak akan tegak, tidak akan terjadi hari kiamat." [Tertawa] "Itu sehingga berperang dua golongan yang besar."

Sek terjadi di dalam peperangan, keduanya itu kematian yang besar. "Dakwatu ma wahidun," sedangkan dakwah seruan mereka satu, Islam. Sama-sama Islam, dan ini telah terjadi pada zaman sahabat. [Musik]

Kemudian, "Tidak akan terjadi hari kiamat sampai dibangkitkannya Daal para pendusta." Ini kira-kira 30. Jadi dapat dipastikan 30 orang.

Um semuanya, yaumu mengaku anahu Rasulullah, sesungguhnya dia adalah utusan Allah. Semuanya mengaku nabi. Telah muncul pada masa Nabi, telah muncul dua orang, ada Musailimah al-Kadzab, ada Al-Ansi, yang kemudian diperangi oleh para sahabat.

Musailimah diperangi oleh para sahabat di bawah perintah dari Abu Bakar as-Siddiq radhiallahu taala Anhu. Kemudian bermunculan lagi ini orang-orang yang mengaku sebagai utusan Allah yang mempunyai pengikut yang besar, bukan yang kecil-kecil, tidak, yang besar-besar pengikutnya.

Terakhir muncul dari India, yaitu Mirza Gulam Ahmad. Dia mengaku sebagai nabi, padahal tidak ada nabi lagi setelah diutusnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam.

Nah, ini akan bermunculan terus sampai 30 orang yang terakhir itu, yang satu orang itu. [Tepuk tangan] Nanti, atau yang 30 orang semuanya mengaku Rasul. Nanti muncul yang satu orang.

Sebagian ulama mengatakan bahwa Dajjal yang satu orang itu masuk ke dalam yang ke-30 orang ini. Jumlahnya terbatas 30, semuanya mengaku sebagai utusan Allah, para nabi palsu ini, Dajjalun.

Karena Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam khatamun nabiyin, penutup yang menyudahi seluruh para nabi dan rasul. Kenabian sudah selesai, "La nabi ba'di," tidak akan ada nabi lagi, apalagi Rasul sesudahku.

Di kitab ini saya bawakan puluhan hadisnya bahwa Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam adalah nabi yang terakhir, tidak akan pernah ada nabi lagi setelah beliau.

Nah, ini yang kedua. Paham lagi ya sampai di sini?

Kita belajar itu ilmu, itu hakikatnya. Paham sekarang kita meningkat yang tiga. Ah, ini jumlahnya hanya orangnya satu, Dajjal yang disebut-sebut di dalam hadis yang begitu banyak dan akan datang muncul nanti pada akhir zaman.

Dia akan keluar dari Khurasan sebelah timur, kalau dari kawasan dari Madinah. Ya, dalam sebuah hadis sahih yang dikeluarkan oleh Al-Imam Ahmad dan Al-Imam at-Tirmidzi.

Dan saya telah membicarakan tentang kesahihannya di kitab almasail jilid 12, masalah ke-501 dan hadis nomor [Musik] 1457. Hadis dari jalan Abu Bakar as-Siddiq radhiallahu taala Anhu.

Dia berkata, "Had Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam."

Kemudian Dajjal akan keluar dari satu tempat yang disebut atau dinamakan dengan Khurasan. Kawasan Khurasan itu luas sekali, dari ujung Irak sampai ujung India dan masuk sebagiannya ke daerah Rusia, Uzbekistan, dan itu, itu kawasan Khurasan.

Atau kurang lebih seperti itu, di kawasan yang luas [Musik] sekali. Yang dahulu para aimmatul hadis keluar dari Khurasan, khususnya Imam yang en kutubus sittah, Bukhari dan Muslim, dan Abu Daud, Tirmidzi, dan Nasai, dan Ibnu Majah.

Mereka semuanya dari Khurasan. Imam Bukhari dari Bukhari, Imam Muslim dari Naisabur, Imam Abu Daud dari Siistan.

Sekarang masuk wilayah AF. Kalau tidak salah, Imam at-Tirmidzi dari Tirmid, Imam an-Nasai dari Nasa, Imam Ibnu Majah dari Qazwin.

Semuanya wilayah Khurasan. Nanti Dajjal pada akhir zaman akan keluar dari situ.

Yattabiuhu awamun, akan diikuti oleh beberapa kaum. Ka wujum al-alaj almajannu almutraqatu, akan diikuti ia ketika keluar dia oleh beberapa kaum.

Nanti yang mengikuti banyak sekali, ada orang-orang yang disebutkan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam, yang wajah-wajah mereka seperti perisai.

Seperti perisai, dia akan diikuti. Maka akan mengikuti Dajjal. Dia akan keluar di sana.

[Musik] Dalam hadis yang lain dari jalan Abu Hurairah, an Abi Hurairah, an Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam, qala.

Dari Abu Hurairah bahwa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda, "Masih Dajjal min balil riq datang Almasih ad-Dajjal."

Kalau disebut Almasih saja, itu biasanya Almasih Isa bin Maryam. Kalau Dajjal sudah Almasih Dajjal dari arah Timur, dari arah Timur akan datang dari Madinah, Timur ya, termasuk dekat Irak dan seterusnya, Khurasan.

Wahimmatuhu alminatu, keinginan Dajjal adalah ke Madinah, hatta yanzila dubur Uhud.

Sehingga dia singgah di belakang Gunung Uhud. Sumaul malaikatu wajahu Iib Syam.

Kemudian para malaikat memalingkan wajahnya ke arah Syam. Wunalika yahlik, dan di Syam itulah dia binasa, dibunuh oleh Nabi yang mulia Isa bin Maryam alaihi wa sallam.

Nah, ini hadis sahih riwayat Al-Imam Ahmad dan Imam Muslim juga Al-Imam at-Tirmidzi.

Ya, nah, kenapa kita perlu berbicara tentang Dajjal? Pertama, Nabi yang mulia Sallallahu Alaihi Wasallam begitu bersemangatnya berbicara tentang Dajjal.

Beliau mengulang-ulang sabdanya, beragam, ada yang singkat, yang sedang, yang panjang, sehingga puluhan riwayatnya diriwayatkan oleh puluhan sahabat.

Dan beliau menyatakan bahwa para nabi yang sebelum beliau, dari Nuh dan seterusnya, alaihimatu wasalam pun telah memperingati umatnya akan kedatangan Dajjal.

Oleh karena itu, para ulama memasukkan bab mengenai Dajjal ini di dalam al-akidah yang sahihah, akidah yang sahih yang ada di dalam Islam.

Yang kedua, sebagaimana disebutkan di sebagian hadis, walaupun hadisnya diperselisihkan oleh ulama antara yang mensah dan melemahkannya.

Saya juga sudah membahasnya di kitab almasail jilid ke-10, masalah ke-337, nomor hadis 1275, yaitu hadis, "La yakujud Dajjal, hatta yadhalasu fiikrihi, wa hatta tatrukal aimmatu diikruhu Alal [Musik] manabir."

Tidak akan keluar Dajjal sehingga manusia lalai, lengah dari menyebut-nyebut tentang Dajjal, lupa manusia tidak ada yang menyebut-nyebutnya.

Wahatta tatrukal aimmatu ikru Alal [Musik] manabir, sampai para imam, para khutaba, para Khatib meninggalkan tidak menerangkan tentang Dajjal di mimbar-mimbar mereka.

Tidak ada yang menyebut-nyebutnya lagi, itu tanda-tanda akan keluarnya Dajjal.

Ya, "La yakrujud Dajjal, hatta yadhalanasu anikrihi, wa tatrukal aimmatu ikruhu Alal [Musik] manabir."

Tidak akan keluar Dajjal sehingga manusia lengah dan lalai dari menyebut-nyebutnya.

Tidak akan keluar Dajjal sampai para imam, maksudnya Khatib, tidak menyebutnya di atas mimbar-mimbar mereka.

Sahih, tidak ada yang menyebut tentang Dajjal. Hadis ini sebagian mengatakan sah, sebagian melemahkannya.

Saya memilih yang melemahkannya, itu pendapat saya lebih kuat, lebih kuat dari yang mensahihkannya. Ada khilaf di antara para imam ahli hadis tentang sah dan tidaknya hadis ini.

Yang ketiga, kenapa saya harus berbicara tentang Dajjal? Karena sebagian [Musik] manusia yang menasabkan dirinya dengan ilmu melemahkan hadis-hadis mengenai Dajjal.

Ada yang mengatakan hadisnya Ahad. Ah, ini bukan ilmu, karena kalau hadis itu Ahad, tidak mengapa untuk akidah.

Dengan mengatakan hadis Ahad, maka tidak tepat untuk akidah menurut mereka seperti itu. Padahal kenyataannya hadisnya bukan hadis Ahad.

Antum bisa lihat, baca di sini nanti, begitu banyak hadisnya. Ada berapa hadis nanti yang saya bawakan di sini yang saya ambil dari dua kitab sahih, Bukhari dan Muslim saja, belum saya ambil dari kitab-kitab hadis yang lainnya.

Begitu banyak. Bagaimana bisa dikatakan hadisnya Ahad?

Bagaimana bisa dikatakan hadisnya Ahad? Hadis Ahad adalah hadis yang hanya diriwayatkan oleh satu, dua, atau tiga orang sahabat pun.

Kalau hadis itu Ahad, maka tidak mengapa, tidak membahayakannya selama hadis itu sahih.

Diterima para sahabat itu menerima hadis dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang disampaikan oleh sahabat yang lain, walaupun yang menyampaikannya hanya sendirian.

Perhatikan hadis, "Innamal amalu bin niat," tidak ada seorang pun sahabat yang meriwayatkannya kecuali Umar bin Khattab radhiallahu taala anhu.

Diterima hadis tentang rukun Islam, "Bunial Islamu 'ala khamsin," yang meriwayatkannya Abdullah bin Umar.

Hadis tentang "Suabul iman," cabang-cabang keimanan, "Al imanu bidunatan," Iman itu mempunyai cabang lebih dari 60 cabang, yang meriwayatkannya Abu Hurairah dan lain-lain.

Dari hadis-hadis yang berkaitan tentang al-akidah, keyakinan-keyakinan diterima karena para sahabat dan tabi'in dan tabi' tabi'in, serta para Imam, khususnya para imam ahli hadis, menerima hadis walaupun yang meriwayatkannya hanya satu orang selama hadis itu sahih.

Adapun permasalahan hadis Ahad, hadis Mutawatir itu untuk menjelaskan sekedar menjelaskan hadis yang sampai kepada kita, yang meriwayatkannya berapa orang.

Ditinjau dari jumlah orang yang meriwayatkannya itu saja, maka ulama membagi ada Ahad, ada Mutawatir.

Hadis Ahad, ada hadis gharib, ada hadis aziz, ada masyhur, itu kelompoknya. Hadis Mutawatir lebih daripada itu.

Jadi sekedar untuk menjelaskan kepada para ulama, khususnya hadis ditinjau dari jurusan banyaknya orang yang meriwayatkannya, terbagi kepada dua bagian besar, Ahad dan Mutawatir, itu saja.

Bukan untuk penolakan, tidak untuk penolakan. Itu ada cara lain, diperiksalah hadis itu, diperiksalah siapa yang meriwayatkan hadis itu, bagaimana rawinya, dan seterusnya.

Ah, itu untuk penerimaan dan penolakan, tidak ada kaitannya dengan Ahad atau Mutawatir.

Ya, paham dari situ? Nah, ini tertolak. Kenyataannya hadis Dajjal bukan Ahad.

Nah, sekarang apa yang mereka akan mau katakan? Ini hadis Ahad, hanya diriwayatkan sebanyak-banyaknya oleh tiga orang sahabat.

Hadis Mutawatir, apalagi kekuatan riwayatnya, yakni yang meriwayatkannya orang-orang yang sangat faqih, para imam.

Apalagi hadis-hadis tersebut termaktub di dua kitab sahih, Bukhari dan Muslim, sebagaimana akan kita baca nanti, insya Allah taala.

Sebagian lagi mentakwil dengan takwil baah mengenai hadis-hadis Ahad, eh mengenai hadis-hadis Dajjal.

Mereka mengatakan bahwa orangnya enggak ada, itu merupakan simbol kejahatan. Sedangkan Isa bin Maryam, karena kalau kita berbicara tentang Dajjal, pasti ada kaitannya dengan Nabi Isa alaihi wa sallam, karena Nabi Isa nanti akan turun dan beliaulah yang akan mengejar dan membunuh Dajjal.

Tidak akan pernah lepas dari situ. Mereka mentakwil, menafsirkan dengan tafsir yang sangat keliru, menyimpang jauh bahwa itu hanya merupakan gambaran dan simbol kejahatan dan kebaikan, tidak nyata orangnya.

Ah, ini menyelisihi sabda-sabda beliau Sallallahu Alaihi Wasallam yang akan kita baca sekarang.

Silakan buka bab [Musik] ke-66, halaman 547, dengan judul hadis-hadis Dajjal.

Hadis pertama dari hadis Abdullah bin Umar. Ini ada beberapa riwayatnya, beberapa lafaznya.

An Abdillahi, dari Abdullah, yakni Abdullah bin Umar. Dia berkata, "Ai was disebut-sebut tentang Dajjal di sisi Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam."

Fakala, maka beliau bersabda, "Inna Allaha la yakum, sesungguhnya Allah tidak tersembunyi bagi kamu. Sesungguhnya Allah tidak buta mata sebelahnya."

Kemudian beliau berisyarat dengan tangannya ke matanya, "Al masih Dajjal, sesungguhnya Almasih Dajjal buta matanya yang sebelah kanan, seolah-olah seperti buah anggur yang menonjol ke depan."

Ini riwayat Bukhari dan Muslim. Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menjelaskan tentang Dajjal yang akan keluar nanti pada akhir zaman, buta matanya yang sebelah kanan, sedangkan Rabb kamu tidak buta matanya.

Dalam riwayat yang lain, ya, halaman 548, qala Ibnu Umar, SMA Q Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam finas.

Kemudian Nabi berdiri di hadapan manusia dan beliau memuji dan menyanjung Allah. Kemudian beliau menyebut tentang Dajjal.

Ia bersabda, "Kamu akan dia akan [Musik] Dajjal. Tidak seorang nabi pun melainkan telah memperingati, mengingatkan kaumnya akan Dajjal.

Sungguh Nuh telah mengingatkan kaumnya akan Dajjal. Wakin saakum Fian lamaku nabiuni, akan tetapi aku akan mengatakan, menceritakan kepada kamu tentang Dajjal satu perkataan yang tidak pernah diucapkan oleh seorang nabi pun kepada kaumnya, yaitu, "Amuna kamu akan mengetahui nanti tentang Dajjal."

Huw bahwa ia Awar, al-Awar, buta sebelah matanya, wa anallaha laais biwar, dan Allah tidak buta matanya.

Ah, ini eh dalam lafaz, eh salah satu lafaz Bukhari.

Kemudian pada halaman 549, salah satu riwayat Bukhari dengan lafaz an Ibni Umar radhiallahu anhuma.

Dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma, dia berkata, "Kunahadu bajjatil Wada."

W Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam berada di tengah-tengah kita dan kami tidak tahu apa itu hajjatul Wada.

Fahamidallah wa alaihiakar alih Dajjal. Faabaikrii waq, lalu beliau, ini, berdiri seperti tadi, memuji Allah dan menyanjungnya.

Kemudian beliau menyebut tentang Almasih, Almasih ad-Dajjal. Faaba fikrii, dan beliau bersungguh-sungguh, berlebih-lebihan menyebut tentang Dajjal.

Itu berarti beliau serius, sehingga para sahabat memperhatikan dengan seksama. Ibnu Umar mengatakan, "Faatnaba, faatnaba fiikrii."

Sungguh beliau [Musik] bersungguh-sungguh dalam menyebut tentang Dajjal itu.

Beliau bersabda, "Allah tidak mengutus seorang pun nabi melainkan nabi itu memperingati kaumnya akan Dajjal.

Dan para nabi sesudah Nuh pun memperingati, mengingatkan kaumnya akan Dajjal. Wa innahu yakruju fikum, dan sesungguhnya dia akan keluar nanti di tengah-tengah kamu.

F khofi alaikum Min Sani, maka tidak tersembunyi keadaannya dari kamu, karena sudah dijelaskan ciri-cirinya begini, buta matanya.

Nanti ada tulisan di sini, "Kafa kafir," akan dibaca oleh orang yang bisa membaca atau oleh orang yang tidak bisa membaca, pasti semua bisa membaca orang-orang mukmin.

Kafir tulisannya ya, dan ciri lainnya lagi nantibutkan di dalam hadis, sesungguhnya dia akan keluar di tengah-tengah kamu.

Maka keadaannya, keadaan Dajjal itu tidak tersembunyi bagi kamu, jelas, nyata, dan terang. Kamu akan mengetahuinya.

Diulang itu sampai tiga kali, dan Nabi makaersunyi, "At kamu tidak tersembunyi atas kamu."

Karena Dajjal menyamarkan dan mengaku dirinya Tuhan. Kamu buta, Melat Allah, mah Mat itu Dajjal, itu buta sebelah matanya, matanya yang sebelah itu, yang sebelah kanan, seolah-olah buah anggur yang keluar menonjol.

Al ketahuilah, inahummaakum wawakumti yaikumadikumahum. Ketahuilah, sesungguhnya Allah telah mengharamkan atas kamu darah-darah kamu dan harta-harta kamu untuk diambil dan ditumpahkan sesama kamu, seperti keharaman pada hari kamu ini dan di negeri kamu ini, di Makkah dan di bulan kamu ini, yaitu bulan Zulhijah.

Ketahuilah, bukankah aku telah menyampaikan kepada kamu? Qu, maka para sahabat menjawab, "Naam, iya."

Ya Allah, saksikanlah. Ya Allah, saksikanlah. Ya Allah, saksikanlah. Sudah, janganlah kamu kembali sesudah aku wafat menjadi kuffar.

Kuffar di sini maksudnya kufur nikmat, bukan kufur keluar dari keislaman. Kufur nikmat, kufur terhadap ukhuwah Islamiah, sehingga sebagian kamu memenggal leher sebagian yang lainnya, saling bunuh satu dengan yang lain.

Ini maknanya kamu kufur, tapi bukan kufur keluar dari agama. Kufur terhadap ukhuwah Islamiah, ukhuwah Imaniah.

Lafaz kufur ada dua lafaz, kufur dalam arti keluar dari Islam, lafaz kufur yang tidak mengeluarkan seseorang dari Islam, kufur nikmat, seperti istri kufur kepada suami, itu bukan kufur kepada Allah, tapi kufur kepada suami.

Y, kufur nikmat, sama dengan ini. Nabi katakan, "La tjiu ba'di kuffaron."

Jangan kamu kembali menjadi kufar sesudahku. Yang dimaksud kuffar di sini kufur nikmat, kufur nikmat akan persaudaraan keislaman dan keimanan, ukhuwah Islamiah dan Imaniah.

Itu dari hadis Abdullah bin Umar.

Kemudian hadis yang kedua dari hadis Anas bin Malik. Anas radhiallahu Anhu, Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam.

Ma baallahu Min nabiin ahu Alwar, um makun kafir dari Anas radhiallahu Anhu. Ia meriwayatkan dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam, beliau bersabda, "Allah tidak mengutus seorang nabi pun melainkan nabi itu mengingatkan, memperingati kaumnya akan Alwar al-Kadzab."

Kata nabi yang buta matanya sebelah matanya dan Kadzab, pendusta, pembohong.

Inahu Awar, sesungguhnya dia Awar, Awar itu buta, hilang matanya satu, buta.

Wa inakum Laisa biwar, dan sesungguhnya Rabb kamu tidak Awar. Allah maha melihat, Allah mempunyai kedua mata yang melihat, tidak buta.

Alwar al-Kadzab, Dajjal maktubun Baina ainaihi, maktubun Baina ainaihi, kafir. Tertulis di antara kedua matanya, di sini, di keningnya, "Kaf, Fa, ro, kafir."

Ini ya, dalam salah satu riwayat Al-Imam Muslim. Saya memberikan catatan kaki nomor 221, tertulis "Kaf, Fa, dan ro, kafir," yang semua orang mukmin, walaupun dia buta huruf, dapat membacanya, kafir.

Maka kalau berjumpa, bacakan nanti itu pada akhir zaman, akhir zaman ya, bukan sekarang.

Pada akhir zaman, diperintah disukai untuk e, untuk menjaga membaca awal-awal ayat dalam surah Al-Kahfi.

Awal-awal ada dalam riwayat lain disebut akhir ayat dalam surah Kahfi.

Tetap, tapi riwayat yang kedua ini, sepanjang yang saya ketahui, riwayatnya tidak kuat, syad.

Syad riwayat pertama yang lebih kuat, yaitu membaca ayat di awal-awal surah Kahfi.

Ya, kemudian menghindar, kata Nabi, menghindar.

Kalau tidak kuat, berhadapan dengan dia, akan terfitnah. Begitu banyak manusia yang terfitnah, tertipu oleh Dajjal dan mengakui Dajjal Tuhannya.

Karena itu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengulang-ulang, sesungguhnya Rabb kamu tidak tersembunyi bagi kamu.

Rabb kamu tidak Awar, sedangkan Dajjal Awar.

Sampai-sampai Nabi berisyarat ke matanya dengan tangannya, "Rabb kamu maha melihat."

Tidak berarti kita menyamakan mata kita dengan mata Allah.

Tidak, kecuali kita mengatakan mata kita sama dengan mata Allah.

Mata Allah sama dengan mata makhluk-Nya, itu menyerupai Allah dengan makhluk-Nya, itu tidak boleh.

Laisa kamlihiaiun wahua samiul bir. Allah tidak sama dengan sesuatu apun juga, dan Dia maha mendengar, lagi maha melihat.

Allah melihat dengan kedua matanya, dan kedua matanya tidak buta.

Allah tidak buta, Rabb kamu, rabmu tidak Awar. Laisa biwar, Dajjal yang Awar.

Ya, nah ini menarik. Hadis-hadis yang kelima, hadis dari Abu Hurairah, hampir sama.

Ah, was dari Abu Salamah, ya, Abu Salamah bin Abdurrahman bin Auf, anaknya Abdurrahman bin Auf, tab dan banyak sekali meriwayatkan hadis dari para sahabat.

Seorang Rawi yang sangat, dia berkata, "Aku pernah mendengar Abu Hurairah berkata, Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda, 'Maukah aku ceritakan kepadamu sebuah hadis tentang Dajjal yang tidak pernah diceritakan oleh seorang nabi pun kepada kaumnya?

Sesungguhnya dia Dajjal itu buta sebelah matanya dan sesungguhnya dia akan datang membawa yang seperti surga dan neraka, seperti surga dan neraka.

Maka yang dia katakan surga, sebenarnya itulah neraka api."

Berarti Dajjal ini Kazzab, betul pembohong.

Sesungguhnya aku memperingati kamu akan Dajjal, sebagaimana Nuh telah memperingati kaumnya.

Kita lanjut hadis yang keenam, hadis Mugir bin Syabah. [Tepuk tangan] [Musik]

Sahih Bukhari Muslim, tadi juga riwayat Bukhari Muslim, semuanya ni riwayat Bukhari dan Muslim.

Antum bisa lihat eh takrij saya di eh kitab ini ya di bagian ini dari Mugirah bin Sybah.

Dia berkata, "Tidak seorang pun yang bertanya kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengenai Dajjal yang lebih sering dari pertanyaanku kepada beliau."

Yaitu Mughir bin Sybah, sahabat yang paling sering bertanya kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengenai Dajjal, sampai Nabi mengatakan, "Qala beliau bersabda."

Beliau berkata kepadaku, "Apakah yang menyebabkanmu bertanya tentangnya?"

Dajjal, sesungguhnya Dajjal tidak akan membahayakanmu. Barangkali maksudnya engkau tidak sampai menemui Dajjal.

Kalau pun menemui, tidak akan memudaratkan, membahayakanku.

Jawabku, "Sesungguhnya mereka mengatakan Dajjal itu akan membawa segunung roti, daging, dan sungai."

Ya, yakni keindahan sihirnya Dajjal, penyamaran Dajjal, penipuan Dajjal, kebohongan Dajjal.

Beliau bersabda, "Dia itu lebih hina atas Allah dari yang demikian itu."

Itu di sisi Allah sangat hina dan EE rendah sekali.

Hadis yang ke tujuh dari hadis Abu Said al-Khudri, halaman 557, hadis kalau nomor urut kitab ini 211.

An Abi Said, qa dari Abu Said, qa. Dia berkata, "Hasana Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yauman hadisan thwilan anid Dajjal."

Pada suatu hari, Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menceritakan kepada kami sebuah hadis yang panjang sekali, tawilan anid Dajjal.

Tentang Dajjal ini menunjukkan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam begitu bersemangat bercerita tentang Dajjal, panjang hadisnya.

Panjang hadisnya, anal maka di antara yang beliau sabdakan, ceritakan di dalam hadis yang ial, beliau bersabda, "Daal dat dan dia di awal mukadimah saya katakan bahwa keinginan dia untuk ke kota Madinah."

Api kota M untuk memasuki jalan-jalan kota Madinah. Lalu dia turun, singgah di tempat yang berpasir, berbatuan yang tidak ada tumbuhan sama sekali, dan itu dekat dengan Madinah, ya, namanya Juruf.

Ya, nanti ada hadisnya, ya, itu kira-kira beberapa mil dari kota Madinah. Dia di situlah dia tidak bisa masuk Madinah, dihalangi, dicegah, dijaga Madinah itu oleh para malaikat.

Akjuaihiin [Musik] wu maka pada hari itu keluarlah seorang laki-laki, yang dia sebaik-baik manusia, atau Rawi ragu lagi, ya, dari sebaik-baik manusia.

Di antara sebaik-baik manusia ialah orang ini. Fayakul, lalu orang itu berkata, "Ashadu, aku bersaksi."

Y, orang itu berkata di hadapan Dajjal, "Ashadu, aku bersaksi, anak Dajjal. Sesungguhnya engkau adalah Dajjal."

Dari mana orang ini tahu? Ah, dia terangkan di sini.

Perhatikan, Ikhwan, ini faedah yang sangat besar dalam mempelajari dan membaca hadis-hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam.

Dari mana dia tahu? Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam hadahu, yang Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam telah menceritakan kepada kami akan hadisnya, hadisnya tentang engkau, tentang Dajjal ini.

Berarti anak muda ini membaca hadis, menunjukkan bahwa hadis akan berlangsung terus sampai akhir zaman.

Orang tidak akan mati, hadis dan ilmu hadis ini. Anak muda tahu dari mana? Dia katakan, "Alladzi haddatana Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam."

Hadisahu yang Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dalam hadisnya, lihat dalam hadisnya, menceritakan [Musik] tentangmu.

Berarti anak muda ini dan juga kawan-kawannya, kaum muslim, membaca hadis.

Sekarang kita membaca hadis-hadis tentang Dajjal. Ah, ini faedahnya besar, menunjukkan bahwa hadis tidak akan mati, sama seperti Al-Qur'an.

Pada akhir zaman nanti, Al-Qur'an akan diangkat, tidak tinggal satu huruf di permukaan bumi ini.

Orang-orang membaca hadis-hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam terus berlangsung.

Ini hadis. Anak muda ini tahu, dia datang kepada Dajjal. Dari mana dia tahu?

"Ashadu anak Dajjal." Langsung, ini orang paling berani.

Saya, "Aku bersaksi, sesungguhnya engkau Dajjal."

Saya tahu karena Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam telah menceritakannya kepada kami di dalam hadisnya.

F daal, lalu Dajjal pun berkata kepada pengikutnya, "Arit, bagaimana pendapatmu?"

Kata Dajjal kepada para ut, "Jika aku bunuh orang ini, kemudian aku hidupkan lagi."

Dajjal mampu menghidupkan karena diberi kekuasaan oleh Allah Tabarak wa taala sebagai ujian bagi umat manusia.

Diakah Tuhan atau Tuhan Allah Rabbul Alamin? Halasukuna F Amri, apakah kamu masih ragu tentang urusanku bahwa aku adalah Tuhan yang dapat membunuh dan menghidupkan?

Fayakulun, maka mereka, para pengikut yang banyak itu, mengatakan, "La, kami tidak ragu lagi bahwa Engkau adalah Tuhan."

Kemudian Dajjal membunuh anak muda itu, kemudian Dajjal menghidupkan lagi.

Maka anak muda itu bertambah yakin, "Wallahi," dia bersumpah di hadapan Dajjal. [Tepuk tangan]

"As demi Allah, aku tidak pernah merasa begitu sangat yakinnya tentang keadaanmu, Dajjal, lebih daripada hari ini."

Yakin, kenapa anak muda itu tambah yakin? Dibunuh, dihidupkan oleh Dajjal.

Karena Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam telah memberitahukan di dalam hadis-hadisnya bahwa Dajjal mampu berbuat seperti itu.

Allah subhanahu wa taala telah memberikan kekuasaan kepadanya. Dia perintahkan langit, hujan turun, hujan.

Dia perintahkan bumi, tumbuh, bertumbuhlah itu sebagai fitnah, ujian.

Fayuridud Dajjal, ulahu, maka Dajjal pun berkeinginan untuk membunuh dia lagi untuk yang kedua kalinya.

Tetapi untuk yang kedua kalinya ini, Allah tidak memberikan kekuasaan kepada Dajjal agar Dajjal hina di hadapan anak muda ini.

Falusatu Alaihi, maka Dajjal tidak diberi kekuasaan lagi, kemampuan lagi untuk membunuh orang itu.

Ah, menanglah orang itu, hinalah Dajjal.

Kemudian keluar para pengikutnya dan dia buat kemah di situ. Nanti ada hadis-hadis, ya.

Ini hadis besar sekali, menunjukkan bahwa fitnah Dajjal besar, menunjukkan bahwa orang-orang mengetahui kebenaran dari kitabullah dan sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam.

Kita lanjutkan, masih ada waktu ya. Hadis keedel, hadis yang lain dari hadis Anas bin Malik.

Anas bin Malik, Anna Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam qa dari Anas bin Malik.

Dia berkata, sesungguhnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam telah bersabda, "Al Yahudi asbahan alfanahihun akahu muslim."

Hadis yang sebelumnya sahihun akah Bukhari Muslim. Hadisnya ada yang disepakati Bukhari dan Muslim, ada yang dikeluarkan Bukhari Muslim.

Umumnya yang disepakati Bukhari dan Muslim, ini hadis riwayat akhrajahu Muslim sahih dari Anas bin Malik.

Dia berkata, sesungguhnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam telah bersabda, "Akan mengikuti Dajjal dari Yahudi asbahan."

Yahudi, Yahudi khusus, Yahudi asbahan, sebanyak 70.000 orang.

Barangkali ini pasukan khususnya Dajjal, dan mereka memakai talisah, semacam mantal berwarna kehitam-hitaman, debu, ya, abu-abu debu.

Ya, mantal 70.000 ini pengikut Dajjal.

Ikut Dajal ada kaum-kaum yang bukananya seperti tameng perisai, ada khawarij, ada para wanita, begitu terpengaruh dengan Dajjal.

Jadi pengikut terbanyak Dajjal, para wanita, kemudian juga Yahudi dan lain-lain.

Nanti akan berperang bersama Dajjal, kaum muslimin akan memerangi bersama Nabi yang mulia Isa bin Maryam dan Imam Mahdi.

Nah, itulah yang semalam saya bacakan hadisnya bahwa batu-batu dan pohon-pohon akan berbicara, mengatakan, "Hai muslim, ini Yahudi bersembunyi, Warai di belakangku, kemarilah bunuhlah ia."

Ya, asbahan atau isbahan, sebuah kota yang sekarang masuk ke dalam negara Iran, dekat Teheran.

Itu dulu itu asbahan, dipenuhi oleh para imam, para ulama yang tinggal di situ.

Kalau dia masuk ke kawasan Khurasan.

Hadis yang ke-9, hadis yang lain lagi dari hadis Anas bin Malik.

Anas bin Malik radhiallahu Anhu, an Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam, qala, "Laaisa Min baladin Illa sayuhu ada Dajjal." [Tepuk tangan]

Dari Anas, daribi wa sallam, beliau bersabda, "Tidak satu pun negeri melainkan akan dimasuki oleh Dajjal, kecuali Makkah dan Madinah."

Karena tidak satu pun jalan dari jalan-jalannya, jalan-jalan kota Madinah dan kota Makkah, melainkan terdapat malaikat yang bersap menjaganya, berbaris.

Kemudian Madinah menggoncangkan penghuninya sebanyak tiga kali goncangan gempa bumi.

Maka Allah mengeluarkan dari kota Madinah itu setiap orang kafir dan munafik.

Hadis Bukhari dan Muslim, berarti semata-mata tinggal di kota yang mulia seperti Madinah dan Makkah, kalau tanpa iman, tanpa amal, tidak bermanfaat.

Tidak bermanfaat. Lihat orang-orang kafir dan munafik yang ada di Madinah saat itu.

Ketika terjadi gempa tiga kali, keluarlah mereka bergabung dengan Dajjal.

Dalam riwayat yang lain, lihat halaman 561, dalam riwayat Muslim terdapat tambahan lafaz sebagai berikut, "Kafir."

Kemudian Dajjal pun turun, berhenti di jalan berpasir yang tidak ada tumbuhannya.

Maka bergoncanglah kota Madinah sebanyak tiga kali goncangan.

Niscaya akan keluar dari kota Madinah untuk bergabung dengan Dajjal di jalan-jalan berpasir yang berada dekat dengan Kota Madinah, setiap orang kafir dan munafik.

Dalam riwayat Muslim yang lain juga terdapat tambahan lafaz gini, "Fayti fayti sibkata Al juruf."

Fayadribu riwaqahu, fayakuju ilaihi Kullu munafikin wa munafikatin.

Maka Dajjal mendatangi Jalan berpasir yang tidak ada tumbuhannya di sebuah tempat yang bernama Juruf.

Di sini saya berikan catatan kaki, Juruf adalah sebuah tempat yang berada di jalan masuk kota Madinah dari arah Syam, Syria.

Jarak antara Juruf dengan Madinah kurang lebih 1 sampai 3 mil saja, ya, kira-kira 56 kiloan.

Ya, di situ Dajjal berkemah, berkemah besarnya.

Ya, maka Dajjal membuat lalu di situ, Dajjal membuat sebuah kemah.

Maka keluarlah dari kota Madinah untuk bergabung dengan Dajjal, setiap laki-laki munafik dan wanita munafik.

Berarti kota Madinah dihuni oleh banyak orang, ada yang muslim, muslim terbaik, tadi, seperti orang yang berhadapan langsung dengan Dajjal.

Ada orang-orang kafirin, ada orang-orang munafikin, munafik dan munafikah laki dan perempuan.

Dan mereka semuanya nanti akan keluar dari kota Madinah bergabung dengan Dajjal yang jaraknya tidak jauh dari kota Madinah, yang namanya Jur.

Ya, nah kemudian datang para malaikat ingkan muka Dajjal supaya berangkat ke arah Syam.

Dia akan mati dan binasa di sana, dan para pengikutnya diperangi oleh kaum muslimin.

Dan tidak ada tempat bersembunyi bagi mereka, karena batu-batu dan pohon-pohon berbicara, khususnya orang-orang Yahudi yang bersembunyi, kecuali pohon gorqad.

Sudah ada sekarang pohon garqad, itu pohonnya, ya, Yahudi.

Ya, dalam salah satu riwayat Bukhari dengan lafaz, lihat halaman 562.

Anas bin Malik radhiallahu Anhu, qala, "Qala Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam, almadinatu ya'tih Dajjal, fayajidul malaikata yahrusunaha al Insya Allah."

Dari Anas bin Malik radhiallahu Anhu, dia berkata, "Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda, Madinah akan didatangi oleh Dajjal, maka dia mendapati para malaikat menjaganya, menjaga kota Madinah.

Kemudian dia Dajjal tidak berani mendekatinya dan tidak juga mendekati kota Madinah."

Penyakit taun, yakni salah satu arti taun adalah wabah penyakit, ee menular.

Sebagaimana telah dijelaskan di kitab almasail J 13, masalah ke-614, 615, 616, 600, ee 17.

Kemudian hadis ke-10, hadis Abu Bakrah, bukan Abu Bakar, ya, ini Abu Bakrah.

An Abi i wasinu [Musik] abwinakani dari Abu Bakrah, dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam, beliau bersabda, "Tidak akan masuk Madinah perasaan takut kepada Almasih ad-Dajjal."

Tenang di Madinah itu, dan Madinah pada hari itu mempunyai tujuh buah pintu.

Jarak antara satu pintu dengan pintu yang lainnya jauh sekali.

Dalam sebagian riwayat dikatakan, kalau kita masuk pagi ke satu pintu dan nanti akan keluar ke pintu yang lain, sampainya waktu sore.

Jadi menunjukkan bahwa Kota Madinah tidak seperti sekarang, luas sekali.

Dia punya tujuh pintu masuk, pada setiap pintunya ada dua orang malaikat yang menjaganya.

Hadis ke-11 dari hadis Abu Hurairah lagi, juga hampir sama dengan hadis yang sebelumnya.

Kemudian hadis ke-12, hadis dari Ummu Syariq.

Ibnu Jurid, Abu Zubair, Abdillah, akb umahu Alaihi [Musik] wasamir Jib [Musik] ya, sahih Muslim.

Ibnu Jurid berkata, "Telah menceritakan kepada kami ini sanad Abu Zubair."

Dia berkata bahwa dia pernah mendengar Jabir bin Abdillah berkata, "Telah menceritakan, mengabarkan kepadaku, ar ummus syariik adalah sahabiah, sahabiah yang fadilah, yang sangat utama, seorang saudagar yang sering memberi makan kepada para sahabat."

E, khususnya kalau selesai salat Jumat, itu para sahabat biasanya mampir ke rumah Ummu Syariq.

Di sediakanu itu tidak bisa dijadikan dalil untuk sedekah Jumat. Enggak, enggak lain itu.

Umu Syariq, kebiasaan dia menjamu para sahabat setiap hari Jumat, itu waktu luangnya tidak dikhususkan.

E, annaha bahwa dia pernah samiatin Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yaakul.

Dia pernah mendengar Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda, "Lfiranasu minad dajjali fil Jibal."

Manusia akan melarikan diri dari Dajjal sampai ke gunung-gunung.

Dan memang Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam perintahkan pertama baca, kalau ketemu, baca awal-awal surah ayat-ayat di awal surah Kahfi, kira-kira 10 ayat.

Kalau tidak mampu, ketemu, menghindar.

Kalau mampu, berani, kayak anak muda tadi, iya, dia yakin ini Dajjal.

Jangan sampai terfitnah, bacakan itu.

Kalau tidak begitu, mendengar, melarikan diri.

Manusia diperintah, ini semua diterangkan oleh Nabi untuk orang-orang yang akan hidup nanti ketika datangnya Dajjal.

Maka hadis-hadis ini harus dibaca, diperdengarkan kepada kaum muslimin agar kaum muslimin menghafalnya, mengetahuinya, memberitahukannya kepada kaum muslimin yang lain, dan terus turun-temurun sampai pada akhir zaman.

Manusia, kaum muslimin yang hidup ketika datangnya Dajjal dan dia tahu bagaimana cara mereka mengetahui, bagaimana cara mengatasi Dajjal itu.

Kita beritahukan ini bersilsilah dari nabi-nabi ke sahabat-sahabat ke inusnya, ditulis hadis-hadisnya oleh para imam, dibacakan, dan terus sampai pada hari ini, tahun 2023.

Akhir entah tahun berapa Dajjal akan datang, kita tidak tahu, hanya Rabbun yang maha mengetahui.

Kita tidak bisa tebak-tebak, nanti terkena ayat, menerka perkara yangb, dan itu kita bacakan hadisnya agar kita tahu dan kita menyampaikan, membacakan lagi, dan terus begitu sampai kepada saudara-saudara kita pada akhir zaman yang berhadapan langsung dengan Dajjal dan mereka tahu cara mengatasinya.

Bah, Dajjal ini pemberi fitnah yang besar sekali. Jangan sampai mereka menjadi mengikut Dajjal, mengikuti orang-orang Yahudi, mengikuti orang-orang khawarij, mengikuti orang-orang munafik, munafikah, mengikuti orang-orang kafirin, mengikuti para wanita yang terpengaruh, terpesona dengan Dajjal.

Padahal Dajjal itu jelek, buruk. Mengapa wanita ini tertarik? Kata-katanya sulap.

Ya, ah, ini lari manusia, menghindar.

Kalau tidak mampu bagi kaum muslimin, takut terfitnah, dia lari. Kata Nabi, manusia akan lari dari Dajjal sampai naik ke gunung-gunung.

Qat Ummu Syari, Ummu Syariq, orang Arab, dia bertanya, "Ya Rasulullah, fainal AB yaumaidin, fainal arabu yaumaidin."

Wahai Rasulullah, ke mana orang-orang Arab pada hari itu? Qala beliau bersabda, "Hum qolil."

Jumlah orang-orang Arab pada hari itu sedikit dinisbahkan dengan yang lainnya.

Hadis yang terakhir yang saya bawakan di kitab ini, hadis ke-13, ini 13 buah hadis ya.

Hadis dari Humid bin Hilal, anahtin minhum Abu Dahma wa Abu Qatada, Hisam Amir nati imr hinqumin inakumwiuniijahasulahah.

Ali wasam [Musik] was dari Humid bin Hilal. Dia menerima hadis dari tig orang kaumnya di anara.

Mereka adalah Abu Dahda dan Abu Qatada.

Mereka berk kami m hisam Bin mend Imran bin Husain.

Maka pada suatu hari, dia Hisyam bin Amir berkata kepada kami, "Sesungguhnya kamu telah melewatiku mendatangi beberapa orang yang mana mereka tidak lebih dariku, ya, tidak lebih hadir dariku di majelis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan mereka tidak lebih tahu dariku terhadap hadis."

E, beliau, yakni Hisyam bin Amir, menegur mereka yang melewati beliau begitu saja, mendatangi beberapa orang sahabat.

Kok dia dilewati? Ini tidak ada adab dalam menuntut ilmu.

Aku ini ahli ilmu, kenapa Antum lewati saja? Antum datangi beberapa orang sahabat yang lain, padahal mereka tidak lebih hadir dariku di majelis Rasulullah, tidak lebih tahu dariku dari hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam.

Adabnya kan mendatangi ahli ilmu yang dia lewati, jangan lewatkan saja begitu.

Kata-kata, apa namanya, eh, Hisyam bin Amir, dia mengatakan, "Aku pernah mendengar Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda, tidak ada di antara penciptaan Adam sampai hari kiamat kejadian, yakni urusan atau perkara yang lebih besar fitnahnya dari kerusakan Dajjal."

Hadis riwayat Al-Imam Muslim.

Selesai hadis-hadisnya, dan EE sampai di sini kita e bahasannya.

Dan nanti kita lanjutkan dengan bersoal jawab.

Alhamdulillah, Hamdan katiran Tiban mubarakan Fi Kama yuhibbu rabbuna.

Ward wasallahu wasallama Alan nabiil Karim wa ala alihi wa ashabihi waman tabiahum biihsan yaumiddin.

Wab ada beberapa pertanyaan, di antaranya, "Apakah semua ya, apakah semua umat sejak Nabi Adam menjumpai Dajjal?"

Jawabnya apa? Hah, tidak. Kenapa tidak? Karena Dajjal datang pada akhir zaman.

Berarti yang akan menjumpainya adalah umat Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam.

Dan amalan apa yang kita agar kita terhindar dari Dajjal? Tadi sudah saya jelaskan.

Yang saya tahu, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis sahih riwayat Imam Muslim, bacakan awal-awal ayat dalam surah Kahfi, kira-kira 10 ayat pertama dalam surah Kahfi itu untuk mencegahnya.

Dan itu adalah amalannya.

Pertanyaan yang lain, "Apa bedanya Manhaj dengan mazhab? Terus yang mana yang paling utama kita ikuti?"

Apa bedanya? Siapa yang bisa jawab? Yang pelajar ni bisa jawab.

Manhaj dengan mazhab, apabila [Musik] ditinjau dari jurusan, dari satu sisi, yakni pembicaraan akidah, maka ia sama.

Dikatakan Manhaj sahabat, dikatakan juga mazhab sahabat.

Kalau kita melihat dari jurusan Manhaj dan akidah.

Ya, paham sampai situ?

Kalau dilihat dari jurusan ijtihadiyah, maka mazhab itu adalah kumpulan ijtihad.

Sebagian ulama pendapat dari sebagian ulama, dikatakan mazhab Malik, ini kumpulan pendapatnya dan ijtihadnya Al-Imam Malik.

Dan begitu dengan yang lainnya, karena itu kita tidak diperintah untuk mengikuti mazhab dalam arti yang kedua ini.

Karena ia merupakan ijtihad atau hasil ijtihad dari sebagian Imam kaum muslimin.

MTI Imam Malik, Imam Abu Hanifah, Imam asyafi'i, Imam Ahmad, Imam Sufyan, Sufyan bin Uyainah, alai Al-Imam Al bin Saad, Al-Imam Al-Bukhari, Imam Abu Daud, dan lain-lain, para mujtahidin dari zaman ke zaman.

Dikatakan mazhab Al-Imam Syafi'i begini, maksudnya pendapat Al-Imam asyafi'i seperti ini.

Ini arti yang kedua.

Untuk arti yang pertama, tidak beda Manhaj dengan mazhab, karena ia berbicara tentang Manhaj dan akidah.

Ini yang wajib kita ikuti.

Yang kedua, tidak sesuai dengan arahan pengajaran, petunjuk yang diberikan atau bimbingan yang diberikan oleh para [Musik] imam kepada sebagian.

Mengatakan, "Ambillah dari mana aku mengambilnya, imamyai."

Apabila perkataanku menyalahi kitabullah at had, maka tinggalkan perkataanku.

Imam Malik mengatakan bahwa setiap manusia perkataannya digkanemik kubur Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam.

Itu yang tidak boleh ditinggalkan.

Berarti mazhab dalam arti yang kedua harus disesuaikan dengan kitabullah dan sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam.

Kemudian meminta bantuan mereka dalam memahaminya dan seterusnya, karena mereka waratatul Anbiya.

Al ulama waratatul Anbiya, para ulama adalah pewaris dari para nabi.

Begitu saya kira. Paham?

Mudah-mudahan ada sebagian orang, ini bagaimana kalau itu maksudnya barangkali ya, yang memprioritaskan belajarnya adalah mazhab fikih, namun mengesampingkan tauhid akidah Manhaj.

Apakah ini dibenarkan? Setiap orang harus mengetahui tauhid.

Setiap orang muslim, apalagi para tauhid, di kitab ini silakan buka halaman 644.

Jangan dimasukin dulu kitabnya, belum selesai ngajinya.

Disimpan, taruh di atas, dan Antum bisa tanya, apa nih kitab ini hadisnya, gitu.

Belajar judulnya tauhid, yang pertama kali tauhid.

Yang pertama kali harus dipelajari dan didakwahkan, terus berlangsung, terus tauhid tidak akan pernah terputus.

Karena tidak ada agama Tanpa Tauhidullah.

Setelah itu, dia mau memperdalam fikihnya saja, boleh.

Dia memperdalam tafsir, dia memperdalam hadis, silakan.

Masing-masing orang mempunyai tujuannya, arahnya, keinginannya, kehendaknya, kemampuannya, kecintaannya.

Dia mau memperdalam ilmu apa yang ada di dalam Islam yang begitu banyak.

Tapi tauhid asas tidak boleh lepas, dan itu sepanjang hayat.

Perhatikan sabda Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam, hadis ini riwayat Bukhari dan Muslim.

An Ibni Abbasin, dari Ibnu Abbas, an Muad IBN Jabal, dari Muad Bin Jabal, qala.

Dia berkata, "Ba'asani Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Ilal Yaman."

Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengutusku ke negeri Yaman sebagai Dai.

Ah, ini pelajaran yang diutus untuk berdakwah adalah orang yang alim, mualim, ulamanya di kalangan sahabat.

Walaupun usianya masih muda, ketika Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengutusnya, mungkin usianya 20-an, kurang lebih.

Tetapi dia sudah menjadi ulama, orang yang sangat mengetahui hukum-hukum halal haram.

Ya, qala beliau bersabda kepadaku, "Innaka ta'ti kaan Min ahlil kitab."

Sesungguhnya engkau akan mendatangi satu kaum dari ahli kitab.

Ahli kitab ada dua, Yahudi dan Nasara, yang di Yaman ini adalah Yahudi.

Dari sini keluar faedah bahwa Dai disukai untuk mengetahui orang-orang yang akan dia dakwahkan, siapa orang-orangnya.

Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam memberitahukan, engkau akan bertemu dan akan mendatangi, akan mendakwahkan Ahlul kitab.

Paham mua? Oh, Ahlul kitab yang akan saya hadapi, bukan masyarakat umum dari masyarakat orang-orang Yaman saja.

Ahlul kitab memiliki kitab, memiliki ilmu.

Yahudi memiliki ilmu, tapi Yahudi menyembunyikan ilmu dan mencampuradukan antara yang hak dengan yang batil dan sangat durhaka kepada Rabbul Alamin, kufur terhadap ayat-ayat Allah subhanahu wa taala.

Perhatikan firman [Musik] Allah, walum ya Musa widin.

Dan ingatlah ketika kamu orang-orang Yahudi yang hidup pada zaman Musa, diingatkan orang-orang Yahudi, mengingatkan Allah subhanahu wa taala memperingati orang-orang Yahudi yang hidup pada zaman Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam.

Begini, bapak-bapak kamu ini, dan kamu sama persis.

Kamu mengikuti tarekahnya, dan sampai hari ini begitu.

Yahudi dahulu, ketika bapak-bapak kamu berada di Padang Tih, Padang kesesatan.

Karena setelah mereka diperintah untuk masuk ke Baitul Maqdis, memerangi satu kaum yang bengis bersama Musa dan Harun alaihimatu wasalam, mereka tidak berani.

Maka Allah sesatkan mereka, tidak tahu arah keluar jalan.

Ya, terkenal dengan Padang Tih, Padang kesesatan, berada di gurun sahara selama 40 tahun, sehingga habis generasi yang penakut ini.

Maka di gurun sahara itu, Allah berikan kepada mereka makanan yang lezat dan sedap, enak, apa-apa, Manna wasalwa.

Tidak perlu payah-payah mencarinya, tapi Yahudi tetaplah Yahudi.

Dia mengatakan, "Ya Musa, kami tidak sabar atas satu jenis makanan. Berdoalah kepada Rabbmu agar ia mengeluarkan untuk kami dari apa yang ditumbuhkan bumi."

Minimakliha dari sayur-mayur, waaiha dari ketimun, dari bawang putih, kacang adas, bawang merah.

Subhanallah, sudah dikasih yang baik, mau yang kurang baik.

Allah subhanahu wa taala berfirman, menghikayatkan perkataan Musa, "Musa berkata kepada mereka, patutkah kamu [Musik] mengganti yang baik dengan yang buruk?"

Ini sudah dikasih Manna waswa.

Kenapa kamu minta ketimun, sayur-mayur?

Kalau itu mudah, ihit Misr, pergi sana ke kota, akumalum, karena di sana kamu akan dapati, temui seperti yang kamu minta itu.

Ada sayur, ada ketimun, ada kacang adas, ada bawang merah, bawang putih, ada di sana.

Tapi di sana tidak ada Manna waah.

Maka diberikan kepada mereka kehinaan, kerendahan, kemiskinan, dan mereka kali mendapat kemur dari Allah.

Yang demikian disebabkan mereka, perhatikan, mereka kafir kepada ayat-ayat Allah.

Dan mereka membunuh para nabi tanpa [Musik] hak.

Nabi tidak sedikit, puluhan yang dibunuh.

Apalagi saudara-saudara kita di Palestina, ribuan.

Tidak peduli, kejam hatinya, anak-anak kecil, anak-anak bayi dihabisi, itu Yahudi.

Nabi, orang paling mulia di permukaan bumi ini, dibunuh oleh mereka.

Bukan hanya satu dua orang nabi.

Kaum muslimin harus tahu siapa Yahudi itu.

Lihat ribuan anak-anak dan wanita pengecut Yahudi itu.

Bukan laki-laki, tidak berani berhadapan langsung dengan orang yang memeranginya.

Dia bunuh, pejam nabi ini.

Bukan hanya satu ayat Allah mengatakan bahwa mereka membunuh para nabi ini dalam surat Al-Baqarah ayat 6, ayat 61.

Yang demikian disebabkan mereka durhaka dan mereka melampaui batas.

Dalam ayat yang lain, ayat 87 surat yang sama. [Tepuk tangan]

Dan sesungguhnya kami telah berikan kepada Musa Alkitab, Kitab Taurat, dan kami iringi sesudah Musa dengan Rasul dari Bani Isra'il, uzizat.

Dan kami perkuat Isa dengan Ruhul Kudus.

Siapa Ruhul Kudus? Malaikat Jibril alaihalamakum.

Rasul bimaahwa anusukum, istakbumtumah.

Diperhatikan ayat Allah ini membuka aurat Yahudi.

Apakah setiap kali datang seorang rasul kepadamu, orang Yahudi, Bima tahwa anfusuhum?

Lihat ini, Bima la tahwa, Bima la tahwa anfusukum.

Dengan yang apa-apa yang tidak disukai oleh hawa nafsu kamu.

Yahudi mempertuhankan hawa nafsunya.

Kalau tidak sesuai dengan hawa nafsunya, keinginannya, jangankan perjanjian, para rasul pun dibunuh.

Perhatikan, istakbartum, sombong Yahudi.

Kalau tidak sesuai dengan hawa nafsunya, istakbartum, sombong.

Itu sifat Yahudi.

Antum saksikan sekarang, Yahudi seperti itu.

Diaat sombong, puluhan negara mengatakan gencetan senjata, enggak mau.

Yahudi enggak ada gencetan senjata.

Karena apa? Mereka mengikuti hawa nafsu mereka.

PBB, dia enggak bisa apa-apa.

Lihat, perhatikan, sebagian Rasul itu kamu dustakan, kamu tidak percayai, kamu tolak.

Sebagian Rasul lagi kamu bunuh.

Itu Yahudi sombong.

Dia selalu mengikuti hawa nafsunya.

Kita lanjutkan, itu ayat 87 sekarang ayat 91, masing surat yang sama.

Lihat Allah subhanahu wa taala ulang-ulang siapa Yahudi ini.

Inizu Bima unzilakf bimau, dan apabila dikatakan kepada mereka, kepada Yahudi, "Berimanlah kepada Al-Qur'an yang Allah turunkan," mereka berkata, "Kami hanya mau beriman kepada kitab Taurat yang diturunkan kepada kami."

Ini sombong dia.

Dan mereka kafir terhadap yang dibakangnya, yaitu yang kitab yang turun setelah Taurat, yaitu Al-Qur'an.

Pahal Al-Qur'an itu kebenaran yang membenarkan apa yang bersama mereka, Kitab Taurat.

Katakan Muhammad kepada mereka ketika mereka mengatakan bahwa kami hanya beriman kepada kitab Taurat.

Ben, tidak pengakuan mereka.

Kalau begitu, hancur hujahnya Yahudi ini.

Katakan, "Yai Muhammad, kalau benar kamu beriman kepada Taurat, mengapa kamu membunuh para nabi?"

Orang yang beriman dengan Taurat tentu tidak akan membunuh para nabi.

Karena Taurat itu menjadi syariat Musa, menjadi syariat para nabi yang setelah Musa, sampai kepada Isa.

Kepada Isa, Allah subhanahu wa taala turunkan Injil.

Dan Isa tidak meninggalkan Taurat alaihimatu wasalam.

Kamu ngomong tidak mau beriman kepada Al-Qur'an, mau beriman hanya beriman kepada Taurat.

Kalau benar kamu begitu, "In kununtum mukminin, kenapa kamu membunuh para nabi?"

Ah, Fima lihat kata Allah, "Fimauluna Anya Allahi minqoblu."

Kenapa dahulu bapak-bapak kamu membunuh para nabi jika memang kamu orang-orang yang beriman?

Dan berulang lagi Allah firmankan, membunuh para nabi, membunuh para nabi, dan sifat-sifat mereka seperti itu.

Orang Islam harus mengenalnya dengan pengenalan yang baik, dan itu hanya ada dalam Alkitab, Al-Qur'an, dan sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam.

Ini sudah saya diperingat, waktu sudah habis.

Barangkali sampai di sini, Ikhwan, insya Allah, waktu kita berjumpa lagi dalam keadaan yang lebih baik.

Subhanakallahumma wabihamdika, Ashadu Alla ilaha illa Anta, astagfiruka wubu ilaih.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Waalaikumsalam.