📱

Get Our Mobile App

Take your business learning on the go!

Download on the App StoreGet it on Google Play

Biokimia Farmasi: Pengantar Metabolisme, Jalur Metabolisme dan Pencernaan Makanan

PharmEdu Official1:26:12

Transcription

Hai hai hai hai Hai smile Rohman Rohim. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bagaimana kabarnya mahasiswa sekalian? Mudah-mudahan selalu dalam keadaan sehat walafiat dan tetap semangat untuk menjalani perkuliahan.

Dan pada hari ini kita akan melanjutkan materi pembelajaran biokimia farmasi. Dan pada kesempatan kali ini kita akan mempelajari terkait metabolisme. Jadi kita akan membahas Jalur metabolisme dan pencernaan makanan.

A&W sebelum kita melanjutkan pembelajaran pada hari ini, mari kita berdoa. Mudah-mudahan kegiatan perkuliahan dapat berjalan dengan lancar dan diberikan kemudahan untuk menyerap ilmu, mudah untuk menangkap ilmu, juga kuat ingatan kita. Silakan berdoa sesuai dengan agama dan keyakinannya masing-masing.

Baik, kita lanjutkan. Pada pertemuan sebelumnya kita akan melihat sekilas materi yang sudah pernah dipelajari sebelumnya, mulai dari pendahuluan ya, kemudian air, karbohidrat, lipid, membran dan transversal, asam amino, peptida dan protein, nukleotida dan asam nukleat, enzim-enzim dan kinetika enzim. Usai harapkan pertemuan materi yang sudah dipelajari ini dapat diingat-ingat kembali sebagai dasar untuk melanjutkan materi kita mengenai metabolisme. Diawali pada hari ini Jalur metabolisme dan pencernaan makanan, metabolisme karbohidrat, lipid, protein, asam amino, dan integrasi dan regulasi metabolisme.

Cerpen sebagai pemicu MNC ini ada beberapa pertanyaan. Apa yang Anda ketahui tentang ATP dan mengapa ATP disebut sebagai senyawa berenergi tinggi? Silakan itu bisa diberikan komentarnya. Kemudian berikut ini apakah termasuk eksergonik atau endergonik siklus Krebs, kontraksi otot, ditolicious, fotosintesis? Apakah termasuk eksergonik atau endergonik dan jelaskan apa yang Anda ketahui tentang pencernaan dan bagaimana proses pencernaan makanan?

With kita akan lihat peran biokimia dalam ke farmasian nya. Jadi merupakan masalah pokok kesehatan ini pemahaman terhadap kesehatan dari cara mempertahankan kesehatan, kemudian pergi ke mana pemahaman terhadap penyakit dan terapinya secara efektif. Biokimia memberi sumbangan berharga terhadap penyelesaian masalah pokok tersebut.

Mari kita lihat hubungan ilmu fiqih biokimia dengan ilmu kedokterannya. Many sebagai contoh di dalam ilmu biokimia akan dipelajari makro molekul seperti karbohidrat, lipid, protein, dan asam amino. Dan ketidakseimbangan makro molekul ini, baik kelebihan maupun defisiensi, akan menyebabkan dampak terjadinya suatu penyakit. Pada karbohidrat atau penyakit yang dapat muncul misalnya adalah dia udat diabetes melitus. Ada lipid yakin yang akan muncul arterosklerosis. Protein dapat muncul anemia sel Sabit. Asam nukleat quiet in ini ada beberapa penyakit yang dapat timbul karena ketidakseimbangan yang diakibatkan oleh kelebihan maupun kekurangan dari makromolekul ini di dalam tubuh. Nyapres mau Penyakit ini mempunyai dasar biokimiawi. Misalnya di sini ada penyebab fisik, misalnya dikarenakan trauma mekanik, suhu yang tinggi atau rendah, perubahan mendadak pada tekanan atmosfer, dan seterusnya. Kemudian penyebab biologi karena virus, penyebab kimia dan obat-obatan karena senyawa toksik tertentu, DP obat, kekurangan oksigen, lebih reaksi imunologi, gangguan keseimbangan gizi, defisiensi gizi, kelebihan gizi yang baik, keseimbangan hormon, dan seterusnya. Ini penyakit-penyakit ini mempunyai dasar biokimiawi.

N penggunaan biokimia ini juga dapat diterapkan bermanfaat dalam pemeriksaan penyakit. Misalnya di sini penggunaan dan di tabel sebelah kanan ini ada contoh sebagai contoh bahwa biokimia ini dapat memantau perjalanan penyakit tertentu. Contohnya penggunaan enzim ALT (alanin aminotransferase) Play untuk memantau penyakit hepatitis. Kemudian bisa juga biokimia ini sebagai pemeriksaan skrining untuk diagnosis dini penyakit-penyakit tertentu. Contohnya penggunaan TSH (tiroksin darah) untuk diagnosis hipotiroid kongenital neonatal. Membantu dalam menegakkan diagnosis penyakit yang spesifik. Contohnya penggunaan enzim Kreatinin kinase (er ckmb plasma) untuk membantu penyakit infeksi miokard atau menilai respon penyakit terhadap terapi. Contohnya pemeriksaan kadar antigen untuk pasien yang mendapat terapi karena kanker kolon. Dan juga bisa dilihat disni penggunaan pada nomor 1 dan nomor 2. Jam contohnya aspek kimia dalam tubuhnya.

Jadi kita ketahui bahwa senyawa kimia ini terdapat didalam jasad hidup. Dimana dalam tubuh ini juga terdapat aspek fisik kimia ini. Bahwa di dalam tubuh terdapat senyawa kimia. Tubuh tertuju tubuh manusia tersusun dari beberapa unsur yang membentuk makro molekul. Unsur utama tubuh ada CHOME-3 karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen. Dan dimana unsur-unsur yang lain ini adalah unsur utama dan juga terdapat unsur-unsur yang lain dengan persentase yang bisa kita lihat di sini.

Selanjutnya aspek kimia dalam tubuh juga terkait dengan cute sistem degradasi. Bagaimana pembentukan dan bagaimana degradasi pemecahan dari senyawa tersebut dari unsur-unsur ini, maka dapat terbentuk biomolekul besar dan kompleks dari tubuh makhluk hidup. Sini ada DNA, RNA, protein, karbohidrat, dan lemak. Nibiru biomolekul besar dan kompleks dari tubuh makhluk hidup tadi, di mana masing-masing memiliki unsur pembangun dan fungsi pokok atau manfaatnya masing-masing.

DNA biomolekul DNA ini memiliki unsur pembangun deoksinukleotida. Jadi ada gula ribosa yang kehilangan Oh pada C ketiga. Kemudian bedanya dengan Erna ini adalah di gula penyusunnya. Jadi arena itu unsur pembangunnya 2002 Cleo tidak. Di mana fungsi pokok taman faatnya DNA ini sebagai bahan genetik atau pusat penyimpan informasi genetik. Sementara Erna itemprop untuk sintesis protein, ekspresi gen, dan Biosintesis protein. Kemudian protein unsur pembangun asam amino. Dan berfungsi taman faatnya dari aktivitas enzimatik dan hormonal, zat pembangun, regulasi. Jumlah karbohidrat memiliki unsur pembangun glukosa. Dan fungsinya sebagai sumber energi yang langsung atau tersimpan sementara. Ya, sebagai cadangan energi dalam bentuk glikogen. Kemudian biomolekul lipid memiliki unsur pembangun asam lemak dan gliserol. Sebagai penyusun membran sel, cadangan makanan dalam jangka panjang, dan seterusnya. Dia broker-broker ini memiliki unsur pembangun. Maka sebagaimana aspek kimia dalam tubuh tadi, maka tubuh akan membentuk senyawa yang kompleks dari molekul sederhana atau sebaliknya merombak melekul Kompleks menjadi molekul sederhana. Kode gradasi, maka contohnya ketika karbohidrat ini dirombak atau didegradasi ke akan membentuk glukosa. Bikin sebaliknya glukosa glukosa ini dapat disintesis menjadi polisakarida. Demikian juga lipid dapat didegradasi dirombak menjadi asam lemak dan gliserol. Dan sebaliknya sebelum map dan gliserol ini dapat disintesis menjadi trigliserida atau triasilgliserol atau lipid dan seterusnya.

Kalau kita lihat di sini urutan kekompleksan biomolekul diputar ketahui sebagaimana unsur terkecil dalam organisme itu adalah Sel. Namun sel-sel ini juga dibentuk oleh penyusun penyusun yang lebih kecil. Selanjutnya, ya. Sel itu terdiri dari organel dan agregat Supra molekul, terdiri dari makro molekul, molekul bahan pembangun, dan perilaku sederhana. Akan kita cupatkai yang paling sederhana di sini adalah melekul sederhana. Dan molekul sederhana ini pun tadi tersusun atas unsur-unsur. Misalnya melekul sederhana CO, H2O, NH3 ini tersusun atas unsur C, unsur-unsur Hara, unsur M, dan seterusnya. Dan unsur-unsur itu tentunya tersusun atas penyusun bisa atom, proton, neutron, elektron. Kemudian molekul sederhana ini, maka selanjutnya iseng membentuk molekul bahan pembangun, asam amino, gula, glukosanya, nukleotida, asam lemak. Yang tentunya saya yakin mahasiswa bisa membedakan apa yang disebut dengan nukleotida, nukleosida, ya pada pertemuan sebelumnya. Kemudian melekul bahan pembangun ini akan membentuk makro dulu seperti protein. Protein-protein ini terdiri dari bahan pembangun atau unsur pembangun asam amino. Biasa amino satu dengan asam amino yang lain yang diikat dengan ikatan peptida mata membentuk protein. Bu Dian makro molekul polisakarida atau karbohidrat. Jadi tentunya tersusun dari molekul bahan pembangun gula sederhana. Kemudian ada asam nukleat. Maka molekul asam nukleat asam inti tubuhnya terdiri dari terbentuk dari molekul bahan pembangunnya nukleotida. Kemudian makro molekul lipid terbentuk dari bahan pembangun asam lemak dan gliserol. Selanjutnya makro molekul ini akan membentuk organel dan agregat Supra molekul yang merupakan komponen sel seperti membran inti, titik lumindo plasma, lisosom, dan lain sebagainya. Ia akan membentuk sel, bahkan untuk lebih lanjut sel ini sedang bentuk ke jaringan, organ, sistem organ, hingga membentuk organisme. Itu ada kira-kira.

Selanjutnya dia belum kulit ini dapat disintesis dan detoksifikasi melalui aktivitas biokimiawi tubuh. Sintesis dan degradasi unsur atau senyawa terjadi dalam sel. Di dalam sel ini bisa terjadi proses katabolisme dan anabolisme yang saling berkesinambungan. Katabolisme ini adalah pemecahan. Anabolisme adalah pembentukan. Pemecahan atau rekreasi. Pembentukan atau sintesis. Dan di dalam sel bisa terjadi reaksi reduksi dan oksidasi. Dalam sel juga bisa terjadi pertukaran pengangkutan zat keluar organel atau sel atau keluar dari tubuh atau juga bisa terjadi masuk pertukaran pengangkutan zat itu masuk ke organel sel atau tubuh.

Mari kita lihat Jalur metabolisme dan pencernaan makanan. Ini adalah kegiatan belajar yang akan kita lihat. Diawali dari pengertian metabolisme, Jalur metabolisme, sistem pencernaan makanan. Kita akan lihat bagian pertama yaitu metabolisme.

Kita three kimia yang dikatalisis oleh enzim ini berlangsung di dalam sel hidup. Reaksi-reaksi ini secara kolektif sebagai metabolisme. Jadi kita tidak boleh menganggap metabolisme ini sebagai suatu kantung yang dikelilingi membran yang berisi enzim-enzim yang bekerja secara acak tanpa. Akan tetapi metabolisme ini adalah aktivitas sel yang amat terkoordinasi, terkendali, proses berurutan, mempunyai tujuan, dan mencakup berbagai kerjasama banyak sistem multi enzim yang si metabolisme saling terkait untuk menjaga homeostasis atau keseimbangan dari organisme.

Dimetabolisme ini adalah keseluruhan reaksi kimia yang terjadi di dalam sel meliputi penguraian atau pemecahan atau degradasi atau katabolisme dan juga meliputi pembentukan atau sintesis atau anabolisme suatu molekul kimia atau zat dalam tubuh. Baik yang menghasilkan energi atau eksotermik maupun membutuhkan energi atau panas atau Angel remix, serta dikatalis oleh enzim. Dimetabolisme ini mempunyai empat fungsi spesifik: untuk memperoleh energi kimia dari hasil degradasi sari makanan yang kaya akan memuji vemmy atau energi salah. Jadi degradasi ini untuk memperoleh energi. Kemudian untuk mengubah molekul nutrien menjadi prekursor unit pembangun dari molekul sel tersebut. Saling karbohidrat, maka akan dideklarasi menjadi publik pembangunan unit pembangunnya yaitu glukosa. Atau protein, maka akan membentuk unit membangunnya asam amino. Kemudian yang ketiga, menggabungkan unit-unit membangun ini menjadi molekul yang lebih kompleks. Gitarnya asam amino, maka akan digabungkan melalui ikatan peptida membentuk protein. Linux Leo tidak akan digabungkannya menjadi asam nukleat DNA, RNA. Kemudian asam amino dan asam lemak dan gliserol akar bisa membentuk lipid. Dan glukosa, maka dapat membentuk polisakarida dan seterusnya. Kemudian juga untuk membentuk dan menjaga si biomolekul yang diperlukan di dalam fungsi khusus sel. Ada dua pertanyaan utama dalam biokimia ini: bagaimana sel mengambil atau memperoleh energi dari lingkungannya? Dan bagaimana Steele mensintesis, membuat, atau mengubah bahan-bahan penyusun rangka keseluruhan tubuhnya atau makro molekul ini dan memanfaatkan energi ini yang.

Lihat yang dalam metabolisme nanti gimana memperolehnya energi-energi bisa diperoleh dari makanan terakhir yang tubuh yang dan juga dalam tubuh itu juga bisa membentuk energi dengan proses metabolisme ini. Baik anabolisme maupun katabolisme, terutama menghasilkan energi dengan proses katabolisme pemecahan. Selain itu juga bagaimana mensintesis membuat bahan-bahan penyusun itu menjadi suatu makromolekul. Jadi biokimia ini loksi yang terlibat dalam proses kehidupan sel-sel to organisme.

Di ada reaksi kimia jangan terjadi di dalam makhluk hidup canggih. Yang kedua kita akan lihat bagaimana Jalur metabolisme. Seperti kita lihat di gambar ini ada langkah-langkah tahapan-tahapan tes-tes katabolisme atau pemecahan. Ya, jadi Ed ekstraksi energi dari bahan bakar di dapat dibagi menjadi tiga Oh HP dekade tahap 1, 2, dan 3. Mari kita lihat. Jadi di tahap 1 di sini terdiri dari makro molekul apel, lemak, zat protein. Kemudian di top1 ini akan makro molekul ini akan menjadi molekul yang lebih sederhana melalui proses pencernaan makanannya. Sampai di sini protein akan membentuk menjadi asam amino. Ya, kemudian polisakarida karbohidrat yang akan menjadi glukosa dan gula lain. Lemak akan menjadi asam lemak dan gliserol. Jadi pada hasil yang kita lihat di sini adanya suatu proses pencernaan makanan pada step 1 ini yang menjadi dasar proses metabolisme selanjutnya. Jadi proses menetapkan pencernaan ini merupakan salah satu bagian metabolisme yakni step 1 yang merupakan perubahan makro molekul menjadi molekul yang lebih kecil dengan peran mekanik gigi, kemudian juga perang enzimatik di beberapa organ mulai dari mulut, lambung, dan seterusnya. Jadi Silahkan di ingat-ingat kembali enzim apa yang terlibat, pH-nya berapa, dan di organ mana saja berada, apa peran enzim enzimnya, dan lain sebagainya. Maju itu banyak seperti jadi banyak sekali dari proses pencernaan makanan hasil step 1 ini.

Dari proses pencernaan makanan tadi berupa molekul kecil hasil pencernaan yaitu ada asam lemak dan kolesterol, glukosa dan gula lainnya, ada asam amino. Selanjutnya diabsorpsi melalui usus halus, kemudian masuk ke tahap selanjutnya yaitu stats 2. Ada intinya dari SS2 ini akan membentuk intermediate melekul, ya molekul intermediate yaitu menjadi asetil koa. Jadi semua jalur-jalur ini akan membentuk asetil Koa.

Cewek jadi saya ulangi hasil pencernaan makanan pada Sabtu ini, ya akan dipecah lagi dari unit kecil tadi. Sebagian besar ini dikonversi lagi menjadi intermediate metabolik. Intermediate metabolik nya yaitu asetil-koa. Kenapa dikatakan sebagian besar akan dikonversi hasil pencernaan makanan pada sesuatu tadi menjadi intermediate metabolit asetil-koa, ya karena asam piruvat tidak semuanya dioksidasi menjadi asetil-koa. Ada yang dikonversi menjadi hal yang lain. Kalau kondisinya Anaerob akan menjadi lengkap dan etanol. Silakan bisa dilihat di modul ajar biokimia yang terkait dengan metabolisme karbohidrat. Jadi asetil-koa ini adalah dalam kondisi aerob. Jadi percaya ulangi step 1 tadi hasil pencernaan makanan akan dikonversi kembali menjadi intermediate metabolism asetil koa. Jadi hasil dari SS2 ini adalah asetil-koa. Kemudian selanjutnya intermediate metabolik ini yaitu asetil-koa account masuk ke Tab 3, di mana asetil Koa yang terbentuk di tahap sebelumnya masuk ke BCA cycle (tricarboxylic acid cycle) atau siklus asam sitrat atau nama lainnya siklus klub Persib + asam trikarboksilat. Tentunya apa proses siklus tersebut menghasilkan ATP melalui proses fosforilasi oksidatif. Agar fosforilasi oksidatif dengan tipe pada pertemuan selanjutnya kita akan membahas berapa energi yang dihasilkan rincian energi yang dihasilkan proses dari atas kebawa ini dari sepatu gostats tiga itu yang disebut dengan ketabo lisme atau proses pemecahan atau degradasi. Punya proses ini akan menghasilkan energi yang berupa ATP. Sebaliknya dari bawah ke atas, ya jadi pembentukan dari molekul-molekul ini menjadi makro molekul tadi dari subscribe 341 itu disebut dengan anabolisme. Itu reaksi pembentukan atau sintesis. Purin kalau kita lihat Jalur metabolisme. Jadi dari atas ke bawah ini ada katabolisme. Dari bawah ke atasnya ada anabolisme. Dan di tengah-tengah ini terdapat jalur pertemuan atau persimpangan kebundaran yang disebut dengan lintasan amfibolik, yakni siklus asam sitrat atau siklus Kreb atau psikologi yang sudah dijelaskan TNI itu adalah sekilas Jalur metabolisme. Ini adalah ke jalur metabolisme yang sudah dijelaskan tadi. Ada sketsa tuh itu pencernaan makanan, ya di protein menjadi asam amino, polisakarida menjadi monosakarida, lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Kemudian akan masuk ke S2 akan diabsorpsi melalui usus halus dan masuk ke test2 akan menghasilkan intermediate metabolik asetil-koa, ya. Kemudian asetil-koa akan masuk ke steps tiga yaitu ke siklus asam sitrat akan menghasilkan energi ATP yang melalui proses fosforilasi oksidatif. Dari atas ke bawah ini dari nutrien ke bawah menghasilkan energi yaitu kita sebut dengan proses katabolisme. Proses katabolisme ini dari nutrien seperti glukosa dan oksigen akan menghasilkan CO2 dan H2O. Ini disebut katabolisme. Terjadi reaksi oksidasi eksergonik artinya menghasilkan energi dengan mengubah ADB + ih, ya akan menjadi ATP ada masih tripospat. Sebaliknya ketika energi ATP ini sudah dihasilkan, maka selanjutnya dapat digunakan untuk kebutuhan tubuh. Kemudian itu yang disebut dengan anabolisme. Itu ada suatu reaksi reduksi di situ dan bersifat endergonik karena membutuhkan energi dari ATP akan menjadi ADP + Pi. Dari prekursor akan dibentuk kembali menjadi produk pembentukannya peledak anabolisme ini begitu terus terjadi siklus katabolisme, anabolisme, katabolisme, anabolisme. Jadi ketika di perlukan energi makan dilakukan proses katabolisme pemecahan. Masalah jutnya ketika energi berkurang, maka akan dibentuk kembali yang telah diuraikan, maka akan disintesis lagi. Degradasi setelah dibentuk didegradasi, kemudian dapat digunakan kembali untuk menghasilkan energi dengan cara mengkatabolisme. Demikian seterusnya. Jadi dalam reaksi biokimia ini energi ini dilepaskan oleh suatu reaksi seperti hidrolisis ATP, ya.

Jadi hidrolisis ATP menjadi ADP ini akan melepaskan energi. Inilah lintasan metabolisme yang kita maksud tadi. Ada tiga lintasan metabolisme atau Jalur metabolisme. Jadi ada lintasan amfibolik, penyatuan atau pembentukan tadi yang dijelaskan. Lintasan yang digunakan pada sintesis atau pembentukan senyawa, pembentukan struktur dari suatu zat sederhana menjadi zat kompleks bersifat endergonik. Di salah satu contoh dari kategori ini adalah sintesis protein, proses sintesis bahan bakar cadangan tubuh berupa triasilgliserol atau glikogen. Jadi yang pertama ini ada lintasan anabolik, penyatuan, pembentukan. Anabolisme, sintesis. Kemudian ada lintasan katabolik, katabolisme, pemecahan, degradasi. Proses pemecahan suatu kompleks menjadi zat sederhana. Dia bersifat eksergonik, artinya dia menghasilkan energi. Sebaliknya tadi pada lintasan anabolik ini bersifat endergonik, jadi membutuhkan energi. Di pembentukan senyawa dari zat-zat sederhana atau unsur penyusunnya itu membutuhkan energi. Sementara lintasan katabolik ini justru menghasilkan energi atau exergonic. Lintasan ini meliputi berbagai proses oksidasi yang melepaskan energi bebas, biasanya dalam bentuk fosfat berenergi tinggi atau unsur ekivalen produksinya seperti rantai respirasi dan fosforilasi oksidatif. Steve. Jadi eksergonik ini adalah reaksi yang berlangsung spontan disertai hilangnya energi bebas. Jadi reaksinya ini menghasilkan energi. Demikian sebaliknya, kalau endergonik, reaksinya berlangsung bila ada masukan energi bebas untuk reaksi tersebut dan reaksinya memerlukan energi. Kemudian lintasan metabolisme yang ketiga adalah lintasan amfibolik, persimpangan. Di terjadi pada jalur lintas metabolisme. Lintasan ini memiliki lebih dari satu fungsi yang terdapat pada persimpangan metabolisme, sehingga berperan sebagai penghubung antara jalur anabolik dan katabolik. Lintasan ini contohnya adalah siklus asam sitrat. Reaksi kimia bukan tentunya untuk memelihara kehidupan yang ke homeostasis jaga keseimbangan dalam organisme. Reaksi dari atas bawah tadi dari sepatu sampai SS3 itu disebut dengan katabolisme. Dan energi itu dilepaskan dihasilkan selama proses katabolisme tadi. Dalam biokimia itu dapat dipelajari salah satunya adalah bagaimana cara mendapatkan energi, kemudian bagaimana energi itu digunakan. Ini pengambilan energi dari bahan bakarnya dapat dibagi menjadi tiga tahap yang sudah kita jelaskan tadi. Ada satu itu pemecahan biomolekul besar menjadi unit bentuk atap penyusun sederhananya melalui proses pencernaan tadi. Kemudian tahap 2 hasil dari pencernaan tadi, kemudian pemecahan sub unit sederhana tersebut menjadi intermediate metabolik yaitu asetil-koa. Selanjutnya masuk ke tahap ketiga asetil-koa tadi yang dihasilkan dari tahap sebelumnya masuk ke siklus Krebs atau siklus asam sitrat atau type C A cycle. Ditabok Silet acid cycle menghasilkan ATP, CO2, dan H2O melalui proses fosforilasi oksidatif. By mitokondria. Ini adalah step 1, steps dua, SS3 yang sudah kita jelaskan tadi sebelumnya. Is pada stroke satu ini melekul besar dipecah menjadi unit-unit kecilnya. Lipid menjadi asam lemak dan gliserol, karbohidrat menjadi glukosa, protein menjadi asam amino. Ian unit terkecil tersebut dipecah lagi menjadi unit sederhana yang berperan penting dalam proses metabolisme itu intermediate metabolik. Di sini kalau kita lihat misalnya glukosa akan mengalami proses glikolisis yang menjadi piruvat. Demikian juga protein dan lipid. Selanjutnya semuanya ini akan dikonversi menjadi intermediate metabolism lebih lanjut yaitu asetil-koa. Kemudian akan masuk ke steps tiga yaitu ke siklus asam sitrat. Yang merupakan jalur amfibolik, jalur persimpangan kebundaran. Yang akan menghasilkan ATP pada akhirnya melalui proses ada transpor elektron, ada fosforilasi oksidatif. Nah, kalau kita lihat di sini yang warna orange panah warna orang ini merupakan jalur katabolisme, penguraian, pemecahan. Tentunya akan menghasilkan energi atau FTV komik. Dan yang biru ini ada dari bawah ke atas adalah jalur anabolisme, anabolik, jalur pembentukan atau jalur sintesis. Dan panah orange yang kecil ini adalah alur elektron.

Kok untuk masing-masing proses metabolismenya. Bagaimana prosesnya, proses apa yang terjadi, bagaimana energi dihasilkan nanti akan dibahas lebih lanjut di masing-masing metabolisme. Ada metabolisme karbohidrat, metabolisme lipid, metabolisme protein, metabolisme asam nukleat. Dan terakhir nanti akan dibahas bagaimana integrasi dan regulasi metabolisme ini. Dan sebagai rangkuman, jadi pencernaan makanan adalah suatu proses mengubah molekul molekul berukuran besar menjadi molekul berukuran lebih kecil yang berlangsung di sistem pencernaan dengan bantuan enzim sehingga dapat diserap oleh sel-sel tubuh. Setelah hubungan konflik Jerman melalui sistem pencernaan dari senyawa kompleks menjadi molekul sederhana nek dengan pencernaan mekanik maupun kimiawi. Meletus sederhana ini siap diabsorpsi dari sistem pencernaan ke sistem sirkulasi dan limfatik melalui osmosis, transpor aktif, dan difusi. Selanjutnya mengalami proses metabolisme. Hasil metabolisme atau metabolit digunakan tubuh dan material yang tidak dicerna dari sistem penciptaan pentilnya diekskresi dikeluarkan melalui proses defekasi. Metabolisme itu sendiri adalah keseluruhan reaksi kimia yang terjadi di dalam sel meliputi proses degradasi atau pemecahan atau katabolisme dan sintesis atau pembentukan atau anabolisme suatu molekul kimia atau zat dalam tubuh. Baik menghasilkan energi atau eksergonik maupun membutuhkan energi yaitu energi, serta dikatalis oleh enzim.

PP animasi tripospat ini merupakan senyawa fosfat berenergi tinggi sebagai sumber energi bebas dalam sistem Biologi sehingga dapat digunakan untuk proses-proses yang memerlukan energi. Jalur atau lintasan metabolisme terdiri atas anabolisme, katabolisme, dan amfibolisme.

Makasih atas perhatiannya. Mudah-mudahan bermanfaat. Billahitaufiq walhidayah. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.