Transcription
Hai, hai, hai Habib Syech. Saya dulu pernah setahun di satu kota namanya Mukkala. Muqabala itu di situ dimakamkan Abahnya Habib Ja'far Pasuruan, namanya Habib Syaikhon bin Ali Assegaf.
Saya pernah di jalan Habib Syaikhon bin Ali Assegaf pernah mengatakan, "Hai, siapa orang yang menjadikan Al-Qur'an wiridnya? Pagi baca, walaupun sedikit, malam baca." Jadi, kalau mau tanya wirid apa yang paling bagus? Al-Qur'an. Karena Nabi mengatakan bahwasanya "Abdul ibadah itu mati tilawatil Quran." Ambil Quran, walaupun selembar, walaupun satu kaca, ini baca. Jadikan wirid.
Siapa orang, kata Habib Syech bin Ali Assegaf, yang menjadikan Al-Qur'an sebagai wiridnya, rutinitasnya, kegiatan yang wajib yang dilakukan pagi sama sore, maka Allah akan berikan empat pemuliaan. Al-Qur'an dibaca pagi atau sore, kapan waktunya? Monggo, sobat Lazar, mau ba'da Maghrib, mau Isya, yang penting baca. Baca dua waktu ini, Allah akan berikan empat kemuliaan.
Al-Qur'an ini, Pak, kalamnya Allah. Nggak mungkin bisa baca kecuali orang yang hatinya bersih. Jadi, baca Quran ini berat. Nggak semua orang bisa. Dikatakan bahwasanya Sayyid Muhammad bin Hasan zamanul er, ada juga yang mengatakan Sayyidina Utsman bin Affan, "La tauthuru qulubuna ma syabi'na min tilawatil Quran." Kalau hati kita sudah bersih, nggak mungkin kenyang kita dengan Al-Qur'an. Namun kenyang, tapi karena adanya hati yang kotor karena dosa, ngomongin orang, saat ini kotor, sulit Al-Qur'an untuk nyambung. Nggak bisa konek sama hati. Bersihkan hati, Mama. Bersihkan hati lewat salat.
Muhammad, orang kalau jadikan wirid Quran, dijadikan rutinitas pagi selembar, selembar, sekaca, sekaca, walaupun lima ayat, yang penting rutin pagi-malam, maka apa? Saat dia di dunia, dia akan jadi orang yang beruntung. Quran itu diturunkan lewat Malaikat Jibril. Malaikat Jibril jadi malaikat ratunya malaikat, kenapa? Karena dilewati Quran. Nabi diberikan Al-Qur'an, dijadikan nabi yang paling agung. Umat yang beriman, Quran dijadikan umat yang paling agung. Bulan, yang di situ ada Al-Qur'an, dijadikan pukulan yang paling agung.
Jadi, bulan Ramadan karena apa? Ada Nuzulul Quran. Dan Nuzulul Quran, Nabi hatinya diturunkan Al-Qur'an, dijadikan jadi nabi yang paling agung. Lalu bagaimana itu Al-Qur'an kalau ditaruh kita, ditaruh diturunkan ke rumah kita, akan jadi rumah yang paling bagus. Walaupun lima ayat baca, kalau bisa satu kaca, niscaya engkau akan temukan keberuntungan. Tapi ingat, baca Quran itu berat. Nggak mungkin bisa sembarang orang baca Quran. Nggak mungkin bisa sembarang orang. Jadi, kalau Anda digerakkan, digerakkan banyak orang, Anda termasuk orang yang baik. Orang yang baik di mata Nabi dan di mata Allah. "Khoirukum man ta'allamal Qur'ana wa 'allamahu." Belajar baca Quran ini adalah orang yang sangat hebat di sisi Allah dan Rasul-Nya.
Yang kedua, "Salamah wa usul Habibah." Orang kalau baca Quran, dia akan meninggal husnul khotimah. Jangan diam. Ini bukan doa. Ini pemalu. Kalau sudah nur khotimah itu doa. Tapi ini siapa orang yang rutinitas, kata Habib Syech bin Ali Assegaf, rutinitas pagi-malam, pagi-sore, pagi-malam, dua kali dalam sehari, diminum dua hari sekali, file-nya ini, maka meninggalnya akan dalam keadaan baik. Jadi, siapa orang yang membaca Al-Qur'an jadi wirid? Empat: satu, beruntung; kedua, husnul khotimah meninggalnya; tiga, di jalur pikul leher, bisa untuk menarik semua kebaikan.
"Proyek liburin orang." Buka toko, pengin laris, Al-Qur'an. Dulu Imam Junaid Al-Baghdadi kalau buka toko, kalau buka toko Imam Junaid Al-Baghdadi ama tokonya itu dibuka separuh. Salat Duha dengan membaca Al-Qur'an berapa? 200 rakaat. Makanya yang punya toko, kalau mimbar, baca Al-Qur'an. Jangan ditempel. Quran itu mana penggunanya? Beli apa namanya? Ayat Seribu Dinar ditaruh di tokonya. In the gantungi Quran, ente jual toko, jual Quran kalau nggak dibaca ya percuma. Saya akan sering mengatakan, wirid zikir yang bagus itu bukan yang bukan yang ditaruh di rumah, bukannya ditempelkan, yang dibaca. Quran itu dibaca. Makanya bagus. Wow, buka toko macam yang terakhir yang keempat.
Apa? "Daf'ul khabar Quran itu menjadi benteng dari segala bahaya." Korona, Quran baca-baca Quran. Kenapa? Karena Quran itu obat. Quran itu oh obat. Sampai dikatakan, "Inna hatha al-qur'ana huwa dawa'un wa shifa'un." Al-Qur'an itu adalah obat. Al-Qur'an itu oh obat. Makanya kalau mau sehat, aja Quran diamalkan. Ya, ini amalan dari Al-Habib Syech bin Ali Assegaf, Abahnya Habib Ja'far bin Syaikhon. Siapa orang yang menjadikan Al-Qur'an wirid di pagi sampai sore, beruntung dunia akhirat, yaitu husnul khotimah, menarik segala kebaikan, yang keempat, "Daf'ul khabar," dan juga menjadi benteng dari pada segala kejelekan.