Transcription
Gadis itu hanya mencucup sedikit es krim. Namun, nenek yang berada di sampingnya tampak sangat ketakutan. Dia berpikir ada yang salah dengan es krim itu. Detik berikutnya, sang nenek berlari keluar dalam keadaan ketakutan.
Namun, gadis itu tidak terlalu memperhatikannya. Saat kembali ke rumah, terjadi sesuatu yang lebih aneh lagi. Ibunya sepertinya tidak bisa melihatnya. Gadis itu pun bingung. Jadi, dia mendekati pacarnya dan ayahnya. Ternyata mereka juga tidak bisa melihatnya.
Dia mulai panik mengira dia akan di-prank. Untuk memastikan dugaannya, dia melihat ke cermin. Benar saja, tidak ada siapa-siapa di cermin itu. Dia akhirnya mengerti mengapa nenek itu di begitu ketakutan.
Setelah berpikir sejenak, dia mencoba menghubungi pacarnya. Namun, pacarnya juga tidak bisa mendengarnya. Gadis itu mulai putus asa, merasa seolah telah menghilang dari dunia ini. Untungnya, dia punya satu cara, dia menghubungi pacarnya melalui pesan WhatsApp.
Dia meminta pacarnya untuk tidak terkejut karena dia tidak ingin membuat orang tuanya khawatir. Kemudian dia meminta pacarnya untuk menunggu di bawah. Untuk mengetahui apa yang terjadi, pria itu meminta izin pamit dan keluar. Namun saat turun dia hanya melihat ponsel di atas kursi. Tiba-tiba ia merasakan tangan menyentuhnya. Gadis itu ternyata ada di sebelahnya. Pria itu langsung memeluk dan menenangkannya. Karena tidak bisa bicara langsung, mereka hanya bisa berkomunikasi lewat pesan. Tepat saat itu ayah si gadis turun ke bawah dan pria itu masih berdiri seperti orang bodoh.