📱

Get Our Mobile App

Take your business learning on the go!

Download on the App StoreGet it on Google Play

Guru Ahmad (M Sarbaini) Pal 8-Kajian Makrifat- Rahasia Sholat 45 Waktu Dalam Sehari Semalam

Bidan Jaleha AmKeb23:59

Transcription

Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Bismillahmanirrahim. Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu wasalamu ala asrofiliya wal mursalin sayyidina wa maulana Muhammadin waa alihi wasbihi ajmain. Amma ba' subhanaka la ilma lana illa ma alamtana innaka antal alimul hakim wala haula wala quwwata illa billahil aliilim. Allahumma shi wasallim wabarik ala sayyidina Muhammadin wasir asfat waa alihi wasbihi wik wasallim ajma sadaqallahulim.

Kita mengambil sedikit hikmah daripada Isra Mikraj. Kita mengulangi di dalam surah al-Isra ayat 1 berbunyi Ini Allah telah berfirman, "Subhanalladzi asra biabdihi subhanalladzi asra biabdihi lailam minal masjidil haram ilal masjidil aqsa alladzi barakna haulahuin ayatina inahu samiul basir." Yang artinya maha suci Allah subhanahu wa taala yang telah menjalankan hamb-Nya. Ya, si Muhammad dijalankan oleh Allah. Kalau di dalam rahasia di langit bernama Ahmad. Setelah lahir ke dunia menjadi Muhammad. Ahmad belum berjasad. Lahir ke dunia berjasad sudah. Lalu Muhammad ya umur 40 tahun diangkat menjadi rasul. Rasulullah namanya. Berarti apapun yang dari Rasulullah kita ikuti, kita turuti. Seperti beliau Isra Mikraj, kita juga Isra Mikraj. Beliau berjumpa kepada Allah, kita berjumpa juga. Beliau dibedah hati sirin sama kita diisi dengan isian Islam, iman, tauhid, makrifat. kita diisi juga lah.

Jadi nabi kita tuh dijalankan berarti nabi kita kada k berjalan berarti ada yang menjalankan yang hebat lagi daripada rahasia nabi tidak lain Allah subhanahu wa taala. Nah, jadi di situlah Rasulullah diambilkan tunggangan burak dari surga. Beribu-ribu burak dalam surga. Hanya satu ekor burak yang memikirkan siapa Muhammad. Karena di dalam surga itu bertuliskan nama Muhammad. Lalu Burak ni bingung. Ada tulisan yang bernama Muhammad. Siapa orangnya Muhammad? Nah, lalu siang tadi kada karuan rasa makan kada sedih menangis memikirkan yang bertuliskan Muhammad. Kalau yang lainnya k memikirakannya bergembira ri.

Lalu diparaki oleh Jibril kan Rasulullah tadi sebelum Isra Mikraj dibedah jar hati beliau tanpa berdarah bedah juga kita dengan ilmu lalu dicuci dibersihi diisi dengan syariat tarekat hakikat makrifat jadi isian yang empat ni wajib tahu. Bilanya kada tahu kayak apa? Salat syariat awak, tarekat hati hakikat roh, makrifat diri Allah Taala. Jadi n empat nikah dia kalah mengambil perintah salat. Nah, itu yang namanya diisi.

Lalu di situlah diambil tunggangan burak dari surga. Setelah nabi kita siap, sudah burak siap. Nabi kita sudah siap, tapi nabi kita sejenak sidin ungut. Ujar Jibril, "Ya Muhammad, lajui. Kenderaan sudah siap, Burak sudah siap, apa yang engkau pikirkan ya Muhammad?" Jadi ujar Muhammad, "Wahai Jibril, aku ini memikirkan umatku ni. Nah, adakah nantinya umatku yang menunggang burak seperti aku juga? Jangan aku aja n menunggang burak." Makanya nabi kita ini takliman di umati. Pelajaran contoh bagi umat. Sidin dibedah kita dibedah dengan ilmu. Sidin diisi Islam, iman, tauhid, makrifat. Syariat, tarekat, hakikat, makrifat. Nah, lalu sidin siap sudah mendaki burak.

Jadi Rasulullah tuh menginginkan kita menunggang burak juga nak kayak sidin. Kalau di dalam hukum syariat namanya burak itu dihyatul qalbi. Bungas di buraknya. Kalau tamsilan ilmu hikmah kepada diri kita, yang namanya burak itu adalah jasmani kita. Nang menunggangi ini adalah rohani. Itu yang menunggang rohani siapa roh itu? Ana abul arwah wa adam Abu Basar. Aku jar Muhammad bapaknya roh. Nah berarti Muhammad itu roh. Roh itu Muhammad buraknya jasmani. Oh jar roh burak kita berangkat. Berangkat. Nah kenapa? Jadi dikatakan B ini ilmu hikmah. Karena Burak itu pada zaman bahari zaman dulu itu ada foto gambar gambar seperti binatang lah betisnya n kayak binatang muhannya n kayak malaikat hah separuh malaikat separuh binatang iya manusia kenapa jadi manusia kita nih manusia bila kada baik bila berbuat jalim kada tahu di apa-apa binatangnya pian tuh bilan berbuat baik beramal berilmu malaikat nah di atas anaknya ya bunga to kuda bunga seperti manusia seperti malaikat jadi itu adalah borak burak n ada pada diri kita adalah jasman nah itu ujar baginda Rasulullah jangan aku ajar menunggang burak umatku juga.

Kenapa jadi batang tubuh dikatakan borak Karena apabilanya burak mendaki gunung naik gunung berhandap tangannya. Bilanya turun gunung berpanjang tangannya. Ya manusia manusia ini bilanya salat berdiri itu naik gunung ngarnya ilmu hikmah, ilmu mantik. Berdiri handap tangannya apabilanya turun gunung turun gunung Ciburak. panjang tangannya. Nah, jadi ini panguraknya n boraknya. Nah, boraknya hakikat nang menunggangi rohani roh tuh ya Muhammad. Nah, itu mah mahal. Jangan bingung dia. Makanya bukan Rasulullah Isra Mikraj kita kan di situ tadi Allah Taala menjalankan Muhammad berarti ada kalau Allah Taalanya pada diri Muhammad jauhnya pang Allah Taala melalui langit yang kesatu, kedua, ketiga, keempat, kelima, keenam, ketujuh sampai ke9. Bujur di dalam syariat. Kalau di dalam hakikat melalui langit yang ketujuh ada pada diri. Langit yang pertama kudrat, langit yang kedua iradat, langit yang ketiga ilmu, langit keempat hayat, langit kelima sama, langit keenam basar, langit ketujuh kalam. Berarti ada Nah, di situ perjumpaannya dengan Allah bukan di langit yang di atas. Tidak kan di dalam riwayat k nabi kita isra mikraj satu mat benarkan sampai semalaman janya diibaratkan tuh duduk satu mat berjauh sedikit diapai kedudukan rasul masih panas berarti di situ juga isra mikrajnya bukan keluar sedangkan tadi kan ayat subhanallad surahtihi maha suci Allah taala telah menjalankan kan hambanya si Muhammad berarti ada Tuhan pada diri Muhammad. Lamun Nabi Muhammad menjumpai Allah Taala di langit yang di atas berarti berpisah Muhammad Allah Taala. Lalu ada dalil hadis qudsi manzanna anna muhammadun arabihi baidan pakat kafar. Barang siapa yang memadakan Muhammad lawan Allah Taala itu jauh, maka orang itu kufur. Lagi di dunia namanya Muhammad. Kalau di dalam ilmu Isra Mikraj naik hilang Muhammad Allah yang ada. Turun Allah tidak ada Muhammad yang ada. Ha itu jawabannya. Jadi seikung aja. Kalau di dalam fikih bujur aja Nabi Muhammad lawan Allah berjumpa berduaan itu pikir syariat. Betul. Kalau di dalam ilmu hakikat Nabi Muhammad berjumpa dengan Allah langit yang kesembilan langit rap rapuntuhan. Di langit kesembilan Nabi kita berjumpa kepada Allah itu sewujud sehadap serasa serahasia. Yang namanya sewujud tuh seikung aja wujudnya. Yang namanya sehadap sayaikung aja hadapnya. Berarti berapa ikong situ? Satu. Kisahnya dua secara syariat tapi satu nama Allah dan Muhammad. Dua nama tapi satu wujud.

Hasil daripada Isra Mikraj, asalatu mikrajul mukminin. Salat itu mikrajnya bagi orang mukmin berjumpanya kepada Allah itu diharapkan diwajibkan satu berjumpanya. Bukan pasihnya, bukan apa-apanya tapi yang diharapkan berjumpa kada dengan Allah memandang hadir k Allah Taala. itu nang artinya nang bujur-bujur salat yang khusyuk. Salat yang khusyuk ini dapat merasakan berjumpa kepada Allah. Bilu tidak merasakan berjumpanya kepada Allah di dalam salat, berarti salat kamu tidak beriman. Hanya sebagai salat salatan, hanya sebagai syarat kekanakan, hanya sebagai salat orang Islam. Karena k berjumpa dengan Allah. Berjumpanya dengan Allah itu kita mematikan diri kita, mempanahkan diri kita, meniadakan diri kita bahwa diri kita tidak ada. Yang ada hanya Allahu Akbar. Ya, yang ada hanya Allah. Bila, Allah Taala ada. Terinding kita bilanya kita tidak ada nak berjumpa dengan Allah, Allah nak ada. Ya, makanya waktu di bumi Muhammad, waktu di langit Allah turun Muhammad di dalam riwayat lain. Nah, jadi di sini kisahnya para sahabat hendak juga nih berjumpa lawan Tuhan. Jadi ujaran salat silakan silakan sekali dilihati siapa Allah Taalanya tidak lain ya Rasulullah k lain dalam diri pian juga Allah memberikan berdiam bilan abutakan ributakan kena ak nabi isa dikira orang aku tuhan nah di sini iya Allah ruhun muhammadun Jasadun. Allah Taala itu rohnya, Muhammad itu jasadnya. Jadi dua nama tapi satu wujud. Dua nama satu wujud.

Jadi Rasulullah menerima perintah salat 50 waktu. Kalau yang diputung 45 menjadi lima potongannya ini ke mana hendaknya? Pasti ada. Jangan k dicari, wajib mencari. Janyi kita berisi kain semeter kita ulah umpamanya salawar handap seteng meter. Setengah meter lagi tersisa. Di mana andaknya? Di lemari, di bawah bantal, di bawah tilam, di kamar nomor dua. Ada sisanya sama. Salat 50 waktu tinggal lima. Ke mana 45nya? Limanya zuhur, asar, magrib, isya, subuh lianya alladina hum ala shatim daimun 45 tuh n tur naik nafas sean 45 yang tidak memakai waktu, yang tidak memakai tempat. Kalau zuhur kan memakai waktu setengah satu tempatnya di pasafan, di langgar, di kamar. Asar memakai waktu jam .30, magrib memakai waktu. 30 isya memakai waktu. 30. Subuh memakai waktu jam . Kalau ini tidak memakai waktuna berwaktulah. Itu yang namanya salat daimun yang terus-menerus. Harusnya salatnya kalau 5 waktu 5 menit dianggap 10 menit zuhur sampai asar 10 menit, magrib 10 menit sampai isya 10 menit ampi, subuh 10 menit ampi. Iniampian ini nang banyak 45 jangan santangan 45 lalu parai lima kurang pulang. Jadi 45nya ini. Nah, nang maulah pian kawat salat zuhur ini coba pian k ini kawan salat zuhur coba ini k ka k salat asar coba ini k ka k salat magrib coba ini k ka kalau salat isya coba ini kalau salat subuh berarti ini bertungguan nih tapi kalau ya kita hanya memakai salat yang lima waktu busiah pian umpamanya garing di rumah sakit atau di rumah berimpos kada kara benyo kadang par ini paraah nah salat terus salat nang terus-menerus nang kada berwaktu jadi umpamanya pian k kau sembahyang karena kau kena banyu kara kau berbangun tapi ada satu hakikat main hu Allah hu Allah lalu pin anak meninggal kira-kira 3 detik lagi. Hu Allah, hu Allah meninggal pian. Berarti meninggal pian diakhiri dengan salat tapi salat daim. Kalau salat nang berpraktik ini kan kada kawa sudah kada kawa karena banyu karena kawa bangun tapi kalau ini nah makanya ini n 45 tadi itu. Nah, jadi di sinilah Isra Mikraj tu sebenarnya berjumpanya Allah dengan Muhammad dan kita juga berjumpanya kita dengan Allah. Al ihsan anta'budallah kaaka tarahu faillam takun tarahu fainnahu yaraqa. Ihsan itu bahwa engkau tu menyembah Allah seolah-olah melihatnya. Andai kata kamu tidak melihat dengan Allah, jelas kita k melihat. Namun Allah yang melihat pada diri kamu. Nah, itu perjalanan orang yang Isra Mikraj. Makanya di situ bertemu dengan Nabi Ibrahim. Ujan Nabi Ibrahim, "Ya Muhammad, apabila ika berjumpa kepada Allah, minta aja apa nika minta dikabulkan." Nabi Muhammad ada meminta untuk diri sidin, tapi memintakan untuk umati, umati, umati. Jadi ujar Nabi Ibrahim pulang, "Ya Muhammad, kiranya Hikam kena sampai kepada umat Hikam, tolong sampaikan salam kau kepada umat Hikam. Banyak bertanam-tanaman di dalam surga." Jadi Rasulullah, "Wahai Ibrahim, apa tanaman di dalam surga? Amaliahnya apa?" Nah, jadi banyak bertanaman di dalam surga umat kami ya Muhammad banyaknya membaca tasbih. Subhanallah, walhamdulillah walailahaillallah. Allahu Akbar. Wala haula wala quwwata illa billahil aliyilim. Satu kali membaca kalimat tasbih, tumbuh pohon kayu di dalam surga yang mana batangnya pohonnya jembrut yakut. Apabilanya kita makan makin berabat buahnya, makin bertambah enak buahnya. sekali aja dua kali dua buah pohon kayo. Jadi kita membaca tasbih supaya amalan kada terasa lah kada beristilah pian pakai pian di waktu berwuduan berwuduah pasang sini muhallah subhanallah subhanallah tangan alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah kepala lailahaillallah lailahaillallah lailaha telinga Allahu akbar Akbar. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Betis. La haula wala quwata. Satu kali bian berdo subuh. Tiga kali dapat tasbih tiga pohon kayu surga. Bila zuhur biar anak bodoh. Tasbih tiga. Berapa? Enam. Bila asar bi anak bodoh tiga kali tasbih. Bila magrib bodoh tiga kali tasbih. Bila isya anak bodoh tiga kali tasbih. Sehari semalaman 15 kali pian nang bertanaman di dalam surga nang kada karasan apalagi nang kada batal wudu nah jadi di sinilah artinya tasbih kalimatani kalimatnya hafif petani al rahman jadi kalimat yang artinya nama rahman kalimat yang paling ringan diucapkan berat timbangan di padang mahsyar ringan ben diucapkan Kan subhanallah walhamdulillah lailahaillallah wallahu akbar la haula wala quwwata illa billah ringan diucapkan tapi berat timbangan di padang mahsyar iya tasbih subhanallah itu memuji Tuhan beritaan tuh maha suci engkau ya Allah alhamdulillah segala puji bagi Allah lailahaillallah tidak ada tuhannya wujud Allahu Akbar Allah Taala maha besar la haula wala quwata illa billah aku ada dari upaya melainkan dengan Allah nah ini ba kata kalimat tasbih yang dapat menanamkan di dalam surga.

Jadi turun baginda Rasulullah. Jadi sama kita menggawi sembahyang lima waktu sama dengan 50 waktu. Karena limanya zuhur, asar, magrib, isya, subuh. Empat limanya yang turun naik di hidung itu toh syarat daim. Ya, banyak orang memakan salat daim aja lima waktu parah banyak. kurang tapi pulang 5 waktu aja lanya k banyak benar kurangnyaah ini sebar isramir is mir ini masalah menerima perintah salat tapi berjumpa lu dengan Allah makanya tadi asalatu mikrajul mukminin salat itu mikraj bagi orang mukmin berjumpa bertangun bilanya seseorang penyembahang ibadah Ikam berjumpa dalam Tuhan kada berarti salat ikam hanya orang Islam kada beriman. Mun kada beriman jelas kufur. Bilanya kita merasa berjumpa kepada Allah itu salat yang benar itu salat yang beriman. Apa berjumpa kepada Allah? Panahkan diri kamu. Tiadakan diri kamu tiadakan wujud engkau. Yang ada hanya wujud Allahu Akbar. Itu jadi kuasa Allah Taala. A lagi.

Bismillahirrahmanirrahim kalamnya. perbuatannya, nampaknya. Jadi Isra Mikraj tu sebenarnya kada baginda Rasulullah tapi untuk kita semua ya sidin ya ibaratnya k sembahyang tetap sidin surga tapi sebagai hamba yang bersyukur. Nah, jadi Isra Mikraj k ke mana-mana. Jadi Isra Mikraj melalui langit yang ketujuh itu adalah sifat kudrat, iradat, ilmu, hayat sama basar kalam. Kudrat Allah Taala di mana? Di batis Nabi. Iradat Allah Taala di mana? Di hati Nabi. Ilmu Allah Taala di mana? Di kepala Nabi. Hayat Allah Taala di mana? Di ruh Nabi. Sifat sama Allah Taala di mana? Di telinga Nabi. Sifat basar Allah Taala di mana? di mata Nabi. Sifat kalam Allah Taala ada mulut Nabi. Jadi kada keluar Nabi Isra Mikraj ada kepada diri sendiri. Jadi bilanya kita menerima apa salat lima waktu sama dengan 50 waktu.

Alfatihah.