📱

Get Our Mobile App

Take your business learning on the go!

Download on the App StoreGet it on Google Play

10. SEBUAH FAKTA DARI RASA MALAS | Serial Ramadhan | Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri

Muhammad Nuzul Dzikri9:49

Transcription

Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahiabbil alamin wabihi nastain ala umuri dunya waddin wasalatu wasalamu ala asrof iya wal mursalin wa ala alihi wasohbihi ajmain w ba' allahumma inna nas'aluka ilman nafia wa naud nazubika min ilmi la yanfa allahum alimna ma yanfaunfana bima alamtana ya rabbal alamin allahum inna nas'aluka ilman nafi wa naud nazubika min ilmillah rabbana taqabbal minna.

Alhamdulillah kita panjatkan puji dan syukur kita kepada Allah tabaraka wa taala atas segala nikmat dan karunia Allah berikan kepada kita. Sebagaimana selawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulillah alaihialatu wasalam beserta para keluarga, para sahabat, dan orang-orang istikamah berjalan di barongan sunah beliau sampai hari kiamat kelak. Kita minta kepada Allah dengan nama-nama yang husna dan sifat-sifat yang maha mulia. Allah berikan kita ilmu nafi dan lindungi kita dari ilmu yang tidak bermanfaat. Allah perbaiki urusan kita dan urusan pemimpin kita, bangsa dan masyarakat kita. Allah tolong kita dan saudara-saudara kita yang terzalimi khususnya di Palestina dan berbagai macam tempat dan semoga Allah terima amal ibadah kita, puasa kita, dan berbagai macam amal saleh lainnya. Amin ya rabbal alamin.

Al Imam Ibnu Jauzi rahimahullahu taala dalam Sidul Khatir menyampaikan bahwa tentang orang-orang yang pemalas dan pengikut hawa nafsu. Orang-orang yang enggak produktif, orang-orang yang buang-buang waktu. orang-orang yang menyanyiakan kesehatannya, menyanyiakan waktunya dan energinya. Dan dia buang hanya untuk kepentingan dunia. Bahkan seringki hal yang bermanfaat dunia pun dia enggak dapat karena dia malas. Kata beliau, halu ahlil kasal wasir. Halu ahlil kasal wasyar wa syahwat. Kondisi orang-orang yang malas dan orang-orang yang tenggelam dengan syahwat dan hawa nafsunya. Falainiladu biajilir laqad ajabat ma yazidu ala kulli ta'abin minal asf. wal hasrah. Kalaupun mereka mendapatkan kenikmatan, kelezatan, tapi hanya sesaat dan kenikmatan jangka pendek. Kenikmatan jangka pendek.

Kenapa sih orang malas? J dulu ketika kita belajar, teman kita malas. Kita ngerjain PR, teman kita malas dan mereka enggak kerjain PR. Apa yang mereka lakukan? Main, tidur-tiduran, ngobrol, ngaluar ngidur, dan seterusnya. Ketika kita nilai di momen itu, mungkin kesimpulannya memang mereka mendapatkan kenikmatan, kenyamanan, dan keledatan. Tapi berapa lama? Enggak lama. Begitu hari H dan mereka enggak mengerjakan, mereka akan dihukum. Lalu nilai mereka jelek. Lalu ketika nilai mereka jelek, mereka tidak bisa melanjutkan ke sekolah yang terbaik. Ada yang mereka inginkan. Dan lebih tajam dari itu semua, lebih dalam dari itu semua, dengan mereka enggak belajar, mereka enggak dapat ilmu. Kepala mereka kosong. hati mereka kotor dan itu membuat masa depan mereka gagal. Makanya Ibnu Jazir mengatakan kalaupun mereka mendapatkan kesenangan, tapi kesenangan itu hanya sebentar dan di short term di fase awal. Laqad ajabat ma yazidu ala kulliin minal asf. wal hasra.

Lalu berikutnya kemalasan mereka, syahwat yang mereka turuti, hawa nafsu yang mereka gunakan itu membuat mereka harus mengalami rasa letih, rasa capek, kondisi berat yang lebih parah dari kondisi yang mereka hindari. dengan alasan malas, capek, gua enggak mau di fase sebelumnya. Itulah hakikat dari sifat malas. Sifat malas adalah memilih kenikmatan sesaat. Lalu kesengsaraan dengan waktu yang jauh lebih lama. Mengikuti hawa nafsu adalah memilih memilih kenikmatan sesaat lalu penderitaan dalam jangka panjang. Itulah hakikat dari kehidupan. dan rasa malas. Makanya Allah mengatakan dalam surat Al bal tuirunal hayatad dunya. Tapi kalian lebih memiliki kehidupan dunia. Wal akhiratu khairu wa abqo. Dan akhirat itu lebih kekal atau akhirat itu lebih lebih baik. dan lebih kekal bagi kalian. Eh, lebih lama loh.

Rasa malas untuk puasa Ramadan, rasa malas untuk membaca Al-Qur'an di Ramadan, rasa malas untuk ke masjid salat lima waktu atau salat tarawih di Ramadan. itu adalah memilih kenyamanan sesaat untuk rasa capek, rasa letih yang sangat panjang ke depan. Rasa malas untuk belajar itu memilih menikmati sesaat lalu sengsara dalam jangka waktu yang panjang. Itu yang perlu kita ucapkan. Makanya sebagian ulama mengatakan, "Manam yasbir alat taallumi saatan falyasbir ala jali sanatan." Barang siapa yang enggak sabar alam muri taalumi saatan menjalani proses yang pahit dalam belajar sesaat maka selamat bersabar dalam merasakan kesengsaraan kebodohan dalam waktu yang sangat panjang. Semoga Allah terima amal ibadah kita.

Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bersedekah di hari-hari biasa sungguh bernilai di sisi Allah. Apalagi jika dilakukan di bulan terbaik, yakni Ramadan. Sebagaimana Rasulullah sallallahu alaihi wasallam lebih dermawan di bulan ini. Karena di Ramadan Allah memberikan rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka kepada para hamb. Berpuasa dan bersedekah termasuk sebab dimasukkan ke dalam surga. Mari berjuang untuk lebih dermawan di bulan Ramadan. Mulailah bersedekah kepada yang terdekat seperti keluarga, kerabat, hingga saudara jauh yang membutuhkan. Kita juga bisa bersedekah dan terlibat dalam perjuangan menebar kebaikan melalui beragam program serta operasional Yayasan Muhajir Peduli Indonesia yang insyaallah bermanfaat. Semangat meraih limpahan pahala sedekah di Ramadan. Salurkan sedekah terbaik kita melalui We.