Transcription
Seorang wanita memotong-motong tubuh suaminya menjadi irisan tipis lalu membakarnya di atas tungku. Namun aroma panggangan tersebut memicu kecurigaan tetangga. Tak lama kemudian, polisi mengepung villa milik wanita tersebut. Saat digerebek, wanita itu tetap santai menyantap daging panggang suaminya sendiri.
Karena kekejamannya yang luar biasa, ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Namun baru 2 setengah tahun mendekam di penjara, wanita itu telah menjadi napi yang ditakuti. Tidak hanya memaksa teman satu selnya untuk menjilati jempol kakinya setiap hari, ia juga sering memukuli dan menendang mereka hanya karena masalah sepele.
Di saat yang sama, seorang wanita bernama Lisa mengamati semua itu. Lisa sendiri bukanlah orang sembarangan. Ia adalah pembunuh berdarah dingin. Selama di penjara, ia berniat menebus dosanya dengan merawat para lansia.
Suatu hari, sahabat Lisa dipukuli oleh si gendut penguasa sel. Amarah Lisa pun meledak dan ia menyusun sebuah rencana. Keesokan harinya, Lisaa menumpahkan seember minyak di lantai ruang mandi. Begitu si gendut masuk ke kamar mandi, ia langsung terpeleset dan mengalami luka parah. Lisa kemudian berpura-pura menjadi orang baik dengan merawatnya. Karena merasa berhutang budi, wanita gendut itu sangat berterima kasih kepadanya. Tanpa disadari, Lisa telah mencampurkan racun serangga ke dalam makanannya. Bahkan sebelum makanannya habis, ia sudah meregang nyawa. Uh.