📱

Get Our Mobile App

Take your business learning on the go!

Download on the App StoreGet it on Google Play

5 Nasehat untuk santri saat libur ( Ustadz Nafi' Zainuddin, Lc., M.H.I

Menara Al Qur'an14:13

Transcription

Insya Allah pada hari ini Antum akan libur. Liburan berpindah aktivitas, berpindah tempat, berpindah dari satu kegiatan kepada kegiatan yang lain. Jadi, apa wasiat Ustadz yang pertama?

Wasiat yang pertama adalah bertakwalah kepada Allah dimanapun engkau berada. Dan bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang benar adalah bertakwa karena ilmu kita yang kita dapatkan dari sumber yang benar, dengan pemahaman yang benar. Ada seorang yang mengatakan, "Ingin bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, tetapi ilmunya salah." Maka hasilnya juga salah.

Kita Insya Allah selama ini berupaya untuk belajar ilmu yang benar. Maka adanya ilmu yang benar akan menjadi barokah jika disertai dengan amalan yang benar. Beliau agar Allah menguji diantara kalian siapa di antara kalian yang paling baik amalannya. Baik itu bagaimana? Baik itu adalah sesuai dengan ilmu, sesuai dengan petunjuk Rasul, petunjuk Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.

Sebutkan semua permisalan, yaitu keledai yang membawa kitab-kitab. Kitab adalah ilmu, di dalamnya adalah ilmu yang manfaat, tetapi yang membawanya tidak mengambil manfaat. Dia tidak bisa membedakan beban yang ada di atas punggungnya, apakah beban itu adalah beban yang berharga atau beban yang tidak berharga. Bahkan pada akhirnya dia merasa bahwa itu hanyalah sebagai beban. Manfaat ilmu, maka Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan berikan kepadanya keberkahan.

Kemudian Allah Subhanahu Wa Ta'ala juga menyebutkan tentang orang-orang Yahudi, yaitu orang-orang yang tahu ilmu, tahu kebenaran, akan tetapi tidak mengambil manfaat karena tidak melaksanakan ilmu dan kebenaran tersebut. [Musik] Orang-orang yang dimurkai oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala, yaitu mereka yang bahwa ilmu, tahu kebenaran, tetapi tidak melaksanakan ilmu dan kebenaran tersebut. Tahu kalau salat itu wajib, tapi dia meninggalkan salat. Tahu kalau Birrul Walidain itu wajib, berbakti kepada ayah dan berbakti kepada Ibu, berbakti kepada kedua orang tua itu wajib, tapi dia tidak berbakti kepada kedua orang tuanya.

Apa bentuk tidak berbakti kepada kedua orang tuanya? Tidak penuh adab dan sopan santun ketika berkata-kata, ketika bercakap-cakap. Apa bentuk yang lain? Durhaka kepada kedua orang tua. Diperintah untuk melakukan sesuatu yang baik, namun dia tidak mau mengerjakan. Dan berbagai bentuk sederhana. Kita tahu bahwa itu adalah wajib, harus kita laksanakan, tetapi kita tidak melaksanakan. Dikawatirkan kita menyerupai orang-orang yang tahu ilmu, tahu kebenaran, akan tetapi tidak melaksanakan ilmu dan tidak melaksanakan itu benar.

Dengan sebab Antum mengamalkan ilmu, Antum cukup bagi orang untuk menandai bahwa Antum adalah santri yang punya ilmu, santri yang melaksanakan ilmu. Itu sudah menjadi dakwah. Jadi dakwah itu tidak harus berkata-kata, berceramah, menyiapkan apa yang ingin disampaikan. Tidak harus. Yaitu dakwah dengan kondisi kita.

Jadi, apa wasiat Ustadz yang pertama? Wasiat yang pertama adalah. Kemudian wasiat yang kedua adalah ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Jadi sekarang Allah Subhanahu Wa Ta'ala berikan kesempatan untuk kita berlibur. Mungkin kegiatannya berubah, tapi substansinya tetap harus ibadah. Dan ini adalah kemurahan Islam. Islam itu tidak menjadikan ibadah itu hanya satu macam, tetapi bermacam-macam.

Di dalam ibadah, para ulama menjelaskan ada yang masuk kategori tanda bahwa ibadah itu memang ala jelas Al muta'adah. Memang bentuknya macam-macam. Jadi macam-macam salat ibadah, zakat ibadah, haji ibadah, berbuat baik kepada tetangga ibadah, menghafal hadis ibadah, menghafal ayat ibadah. Kita berpindah dari Mahad ke bait, dari Madrasah dengan Asa tidak ke Madrasah Al Walidain, Madrasah Al'ap dan Madrasah. Berpindah ibadah, berbeda ibadah, tetapi pastikan bahwa yang kita lakukan adalah ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Meskipun bentuknya.

Kemudian ada yang nasihat yang berikutnya berkaitan dengan perkaratika. [Musik] [Musik] Kedekatanmu kepada keluargamu. Jadikanlah sebagai korban kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Jangan kita sampai ke rumah, kemudian malah menjadi beban kepada orang tua. Ketika kita sudah bisa mandiri di sini, di rumah juga mandiri. Bahkan menunjukkan keberadaan kita membantu mereka. Tapi jadikan keberadaan kita di tengah-tengah mereka adalah korban. Inilah kehangatan di antara keluarga dalam rangka ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Datang liburan ya, semua kegiatan-kegiatan di rumah tambah lancar, ya tambah enak.

Kebaikan itu adalah Khusnul khuluq, akhlak yang jadi. Yang kedua Ustad menasihatkan apa ya, itu mereka teman-teman yang tidak baik. Apakah teman-teman Antum di kampung tidak baik? Ya, semoga baik-baik semua. Kalau ternyata mereka sekolah baik, alhamdulillah. Sama waktu liburannya baik, ketemu baik, bertambah baik. Kalau alhamdulillah, teman yang berada momen liburannya sama baik, tambah baik, tambah baik. Terima baik. Mujalah satu. Apa hukum duduk-duduk santai-santai ya, mengatakan apa? Haram, ila Anta kecuali kalau niatmu adalah menasehati.

Jadi kalau ada sesuatu yang terjadi diantara bentuk pergaulan kita, mendapatkan teman-teman yang tidak baik. Tidak baik itu apa? Ngajak main bola baik atau tidak baik? Tapi kalau ngajak main bola sampai adzan maghrib telat, arti itu adalah jenis kurona teman-teman yang buruk. Bisa saja boleh bersama mereka, tetapi kalau sebaliknya, maka mujalah bersamaku itu adalah perkara yang haram. Kalau kita tidak bisa memberikan yang lebih baik, mendingan kita lindungi diri kita dari keburukan yang akan menimpa.

Yang keempat adalah itu kebutuhan kita. Itu butuh kepada Al aurat mirip-mirip sehari-hari apa? Jadi selalu mengkaitkan seorang muslim itu dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Jadi orang hari-hari dzikir pagi sudah aman-aman, nggak ada bahaya. Antum mirip mungkin lebih kita butuhkan ketika kita liburan. Maka ingatlah Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Ya, barang siapa Ingat kepada Allah, maka Allah akan ingat kepada dirinya. Jangan seperti orang-orang kafir, nanti pada hari kiamat dilupakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala karena mereka di dunia lupa kepada Allah.

Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam mengajarkan kepada kita sebuah doa, doa sebagai oleh-oleh untuk kita berlibur. Ya, bukan doa apa. Kalau doa safar, ya. Allahumma inni a'udzubika. Allahumma. [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] Ya Allah, aku berlindung kepada Allah dari apa? Dari kemungkaran akhlak, dari apa? Dari kemungkaran amal, dari apa? Dari kemungkaran hawa nafsu. Jaga akhlaknya, jaga amal ibadahnya, jaga hawa nafsunya. Semakin besar tantangan, semakin besar kita bisa menjaga, semakin besar pula pahalanya di sisi Allah.

Ustadz mengajarkan di sini pengikat. Apa pengikatnya? Diantara pengikat seorang muslim itu selain mungkin itu kepanjangan minimalnya doa satu, tetapi manfaatnya luas karena mudah dihafal, mudah dilaksanakan. Seperti doa yang kita hafalkan sedang pergi ke pasar, sedang pergi ke tempat mainan, doa sedang ketemu teman lama. Doa memang doa itu adalah senjatanya seorang mukmin. Ada bahaya yang besar sekali, kita tidak mungkin bisa selamat dari bahaya itu. Kita berdoa kepada Allah. Jadi kalau ada bahaya yang besar itu, tidak harus Antum langsung yang melawan. Kalau Antum nggak kuat, minta tolong kepada yang Maha Kuat, yaitu Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Diantaranya adalah dengan memperbanyak doa.

Sebelum liburan, semoga nanti ketika kembali ke pesantren, kembali belajar, kembali kita berada di tempat ini sudah lebih fresh. Biasanya agak malas-malas, tetapi ya ketika ada malas itu Antum juga berdoa. Allahumma inni a'udzubika. Selamat berlibur ya. Semoga semuanya lancar. Sampaikan salam kepada kedua orang tua. Tetap semangat untuk bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan mengisi dengan perkara-perkara yang dibolehkan secara syariat, yang mubah, lebih-lebih lagi yang bermanfaat. Abdul qolli ala Subhanallah. [Musik]