📱

Get Our Mobile App

Take your business learning on the go!

Download on the App StoreGet it on Google Play

AGAMA ITU FITRAH | MEMAHAMI ISLAM BERSAMA M QURAISH SHIHAB

METRO TV 19:45

Transcription

Hai, senyum. Klub-klub, login. Hai, hai. Halo.

[Musik]

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Senang sekali bisa kembali berjumpa dengan Anda pemirsa. Saya Najwa Shihab dan Abi Muhammad Quraish Shihab hadir kembali di program acara Memahami Islam bersama M. Quraish Shihab. Dan tema kita hari ini adalah agama itu fitrah. Saya yakin pasti banyak sekali yang sudah mendengar kalimat ini, agama itu fitrah. Kita sering ulangi berkali-kali dalam percakapan, sering kita dengarkan dalam berbagai kajian. Tetapi belum tentu kita sudah memahaminya secara utuh. Bahkan fitrah itu apa, Abi? Mungkin belum banyak yang tahu. Abi, jangan-jangan boleh nggak Abi terangkan kepada kita apa itu fitrah? Kenapa dikatakan bahwa manusia itu sebetulnya membawa fitrah untuk, nah, untuk percaya dan seterusnya. Silakan, Abi.

Fitrah. Kita sering sebut fitrah, Idul Fitri, Idul Fitri kembali kepada fitrah. Nah, kalau fitrah sendiri itu ada seorang pakar sahabat nabi bernama Ibnu Abbas. Ini dia katakan, "Saya tidak tahu apa arti Fathur samawati wal ardh." Itu apa sampai saya mendengar dua orang dari pedesaan bertengkar di hadapan satu sumur. Kemudian seseorang berkata, "Ana Fator tuha." "Magus." "Saya tahu bahwa arti fitrah itu saya yang membuatnya pertama kali bertengkar." Yang satu berkata, "Ini saya punya karena saya membuatnya pertama kali." Kalau begitu, fitrah adalah asal kejadian Allah. "Fatur samawati wal ardh." Allah Pencipta langit dan bumi sejak awal. Itu fitrah dari segi bahasa.

Nah, sekarang agama itu fitrah. Di surah Ar-Rum, Allah berfirman, "Fawajjih wajhaka lid-dini hanifaa. Fithratallahi allati fathara an-nas 'alaiha." Tegakkanlah seluruh totalitasnya, tegakkanlah wajahmu jadi seluruh totalitasmu kepada agama secara lurus. Itu adalah fitrah yang Allah tetapkan kepada diri manusia. Jadi agama itu fitrah. Karena dia fitrah, pastilah agama ini sesuai dengan tabiat manusia. Fitrah manusia, fitrah musim kawin, boleh, fitrah manusia, dan sebagainya. Ada tempat ini kita menyesuaikan. Ada, ada pesan agamawan. Jangan menggunakan mata untuk mendengar. Masing-masing alat ini ada objek. Jangan menggunakan timbangan untuk mengukur panjang. Ini bukan alat yang tepat. Bukan alat yang tepat. Salah satu kekeliruan kita adalah menggunakan cara yang salah untuk mengambil kesimpulan atau cara yang terlalu panjang. Ada jok di depan Anda. Ada mau bau bakpao. Kopler-kopler ke laboratorium untuk mengetahui manis atau tidak. Terlalu panjang jalannya. Coba saja. Agama begitu. Mau kau tentang Allah? Bisa keliru kalau Anda menggunakan akal. Ada alatnya. Bersihkan hati Anda, Anda akan mengenal Tuhan. Itu sebabnya kata para filosof, "Oso diakui bahwa semua upaya para filosof untuk membahas tentang Tuhan, zat Tuhan, selalu tidak mencapai hasil yang memuaskan." Tetapi yang membahasnya dengan menggunakan hatinya, dia akan bertemu dengan apa yang dicarinya. Karena kalbu, kalbu hati itu ada dua hal yang tidak bisa dilakukan oleh akal. Apa dua hal itu? Akal tidak bisa menciptakan iman. Akal mendukung, tapi tidak menciptakan. Yang kedua, akal tidak bisa menciptakan cinta. Yang bisa menciptakan itu hati. Maka fitrah agama ini, agama fitrah. Gunakan semuanya sesuai dengan objeknya. Ini untuk ini, ini untuk ini, ini untuk ini. Cobalah kata para pakar, hindarkan sejenak hiruk-pikuk keduniaan. Cobalah merenung dengan hati untuk bertemu dengan sesuatu. Anda akan bertemu dengan Tuhan. Dan itu yang mudah-mudahan bisa terus kita pelihara. Tetapi dalam kenyataannya, saya tahu pemirsa, banyak yang lengah. Banyak yang kemudian juga mungkin mendengarkan bisikan-bisikan yang lain yang akan mendorong kita pada kemusyrikan. Seperti apa? Kenapa hal itu terjadi? Akan kita bahas sesudah jeda sejenak ini. Jangan ke mana-mana. Tetap di Memahami Islam bersama M. Quraish Shihab.

[Musik]

Mulai dari tidur sampai bangun, sampai beraktivitas, sampai tidur lagi. Semuanya ada tuntunan. Itulah ya. Itulah mengapa dikatakan dia agama terakhir dan agama yang sempurna.

[Musik]

Terima kasih pemirsa, masih terus setia di acara Memahami Islam bersama M. Quraish Shihab. Terima kasih juga Abi, masih terus memberikan nasehat dan juga pandangan-pandangan tentang topik yang sangat penting ini. Tadi sebelum jeda, Abi, yang muncul di pikiran adalah soal potensi yang sebenarnya sudah demikian kuat dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Tetapi seringkali manusia masih lengah, Abi. Hatinya tadi ada yang ke politheisme, ada yang kemudian ke bentuk-bentuk kemusyrikan yang lain. Sebetulnya apa yang terjadi dan bagaimana kita bisa, apa yang membatasi diri kita untuk selalu ingat pada potensi atau fitrah kepada Allah?

Tadi itu harus sadar bahwa kita diberi potensi oleh Allah untuk berfikir. Kita diberi potensi oleh Allah untuk punya nafsu. Nafsu itu bermacam-macam. Kita punya potensi oleh Allah dijadikan makhluk sosial, sehingga kita bisa bergaul dengan banyak orang. Ini semua mempunyai pengaruh dalam fikiran kita, dalam hati kita, dalam kegiatan kita. Nah, dari sini agama datang untuk mengingatkan. Nah, karena kegiatan kita itu bermacam-macam, karena potensi kita itu beragam, maka semua diberi tuntunan oleh agamanya. Akal ada tuntunannya. Misalnya, gunakan akalmu, tapi gunakan untuk hal-hal yang dapat terjangkau. Tidak usah tanya akal tentang hari kemudian. Ia akan... ada tuntunannya. Pelihara matamu, jangan sampai dia memandang kepada hal-hal yang merusak hati. Kau punya, PB, dorongan seksual. Gunakan itu, tapi merasa. Jadi semua ada tuntunannya. Bahkan, bahkan mulai dari tidur sampai bangun, sampai beraktivitas, sampai tidur lagi. Semuanya ada tuntunannya. Itulah ya. Itulah mengapa dikatakan dia agama terakhir dan agama yang sempurna. Karena semuanya dia beri penjelasan. Bisnis ada penjelasannya. Mengapa harus ada? Karena kita disuruh berbisnis. Mengajar, mengapa harus ada? Karena kita disuruh mengajar, disuruh belajar. Kita disuruh kawin, kita disuruh bercinta. Semuanya ada. Tidak ada yang tidak ada. Apa yang dianggap tidak ada? Semuanya ada. Tapi ada alat untuk mendapatkan, ada cara untuk mendapatkan semuanya. Dan boleh pilih-pilih. Nabi, jadi saya Islam lebih, saya ngikutnya mungkin ya soal itu tadi deh. Yang makan, kamar mandi, urusan pernikahan. Tetapi kalau kalau dalam hukum-hukum yang lain atau dalam transaksi ekonomi, ini aspek-aspek keislamannya kayaknya apa-apa terlalu membatasi, apa kurang cocok dan sesuai. Apakah boleh melakukan itu? Al-Qur'an Allah berfirman, "Wa idkhulu fis-silmi kaffah." Masuklah dalam Islam ini secara totalitas semuanya. Itu, apa tuh bingung?

Habib, Abdul Qadir. Kitab petunjuk. Apa kamu percaya sebagian dan tidak percaya sebagian? Siapa yang berkata demikian, dia akan mendapatkan penistaan dalam hidup. Itu dari segi ide. Tetapi Tuhan Maha Pengampun pada akhirnya. Nanti dilihat yang mana yang lebih berat. Jatuh. Abi tidak mau berkata bahwa kalau ini tidak lantas dia ini, ia yang mana lebih berat. Kita manusia. Tuhan tahu juga bahwa kita manusia. Karena itu Dia Maha Pemaaf. Ia buka pintu pemaafan. Kita pasti salah sejak semula. Ketika Adam mau diciptakan, Tuhan itu malaikat sudah bertanya, "Apakah Engkau akan menciptakan makhluk yang akan merusak di bumi, menumpahkan darah?" Tuhan tidak jawab ia atau tidak. Ia tidak tahu. Tetapi kesalahan hendaknya menjadi pelajaran buat kita. Sehingga tidak mengurangi kesalahan itu. Kita Islam. Jadi kita tidak lantas berkata, "Oh, sudah sudah bersalah, sudah ini, sudah jauh dari Tuhan." Tidak. Kembali. Tuhan menyambut. Jadi aku jadi semua ada. Semua aspek. Semua aspek. Mungkin yang yang seringkali bikin gelisah, Abi, itu yang paling berkait dengan kehidupan sehari-hari. Ada 11 pertanyaan dari pemirsa. Abi, disampaikan di sosial media. Teman-teman, kalau kalau ada pertanyaan lain, kegelisahan atau keresahan, bisa segera sampaikan juga pertanyaan-pertanyaan untuk kita bahas. Ada pertanyaan seperti ini. "Assalamualaikum, Abi. Saat ini saya sedang meniti karir di bidang seni patung. Ada kegelisahan dalam diri saya karena mendengar beberapa ulama yang menyatakan bahwa patung itu diharamkan. Sementara saya bekerja di bidang tersebut. Apakah ada pandangan dari Nabi? Dan bagaimana sesungguhnya seni patung itu dilihat dalam Islam?" Mungkin pertanyaan-pertanyaan ini sering muncul dalam kaitan dengan pekerjaan kita, Abi.

Jangan jawab dulu. Kita akan jawab sesudah jeda berikut ini. Jangan ke mana-mana. Tetap di Memahami Islam bersama M. Quraish Shihab.

[Musik]

Mata tiga ini masih sangat kabur. Dan tuh setelah kematian menurut Al-Qur'an. Pajak sakratul maut. Ilhaq. Pakai karena zulfa agar kami buka tabir yang menutup matamu. Terlihat semua sepuh. Begini, begini, begini.

[Musik]

Terima kasih pemirsa, masih terus bersama saya Najwa Shihab dan Abi Muhammad Quraish Shihab di acara Memahami Islam bersama M. Quraish Shihab. Tadi sudah ada satu pertanyaan dari salah seorang pemirsa yang setia yang mengajukannya lewat sosial media tadi soal seni patung nih, bekerja di bidang ini, ya, di bidang seni membuat patung. Kira-kira apa pandangan, Abi?

Objek bagus-bagus. Kita sudah berkata bahwa ada yang dinamai agama, ada yang dinamai ilmu. Anda dalam konteks patung, agama... banyak teks yang berbicara tentang yang jelas yang disepakati. Yang pertama, Nabi Sulaiman punya patung-patung itu di Quran ada. Dikatakan, Nabi Sulaiman memerintahkan jin untuk membuatkan patung-patung ini. Yang kedua, Al-Qur'an, Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menilai patung itu, eh, jalan menuju mempersekutukan-Nya. Karena itu dilarang. Nah, sekarang skillmu agama. Salah satu aspek dari ilmu agama, ilmu hukum adalah mencari apa sebab larangan. Di sini karena ilmu bisa jadi yang ini berkata ini sebabnya, yang itu berkata itu sebabnya, sehingga bisa timbul perbedaan. Tetap yang melarang. Tapi udah Nabi, Abang sudah tidak usah di... yang lain berkata, "Menurut penelitian saya, itu dilarang karena disembah." Sehingga kalau tidak disembah, boleh-boleh saja. Kalau itu disembah atau dibuat-buat disembah, maka semua sepakat terlarang. Tetapi kalau itu dibuat sebagai seni, sebagai sesuatu yang memuaskan jiwa, untuk itu, maka di sini terjadi perbedaan ulama. Tidak usah berkata bahwa yang membuatnya untuk tujuan bukan lewat penyembahan itu lantas dia kafir. Karena itu bukan agama, itu adalah ilmu agama ia menjelaskan jelas-jelas. Jadi kita perlu, perlu belajar terus, ya. Termasuk mengajukan pertanyaan seperti ini untuk kemudian bisa memilih kira-kira mana interpretasi yang di sela-sela perbedaan pendapat itu paling cocok, paling kita percaya, dan kita anggap jadi pilihan kita dalam menjalankan keberagamaan. Ini pilihan kita. Itu tidak usah kita mengkafirkan orang kalau itu masih dalam bidang ilmu. Kalau sudah dalam bidang agama, akidah yang salah. Ini masing-masing punya punya dasarnya, punya alasannya.

Ingin tadi kita bicara soal Islam yang mencakup berbagai aspek kehidupan. Di salah satu pertanyaan yang sering muncul juga itu bukan hanya tadi soal keseharian, bukan hanya soal pekerjaan yang nyata kita lakukan, tetapi pandangan Islam tentang alam yang gaib. Apakah memang ada pokok-pokok ajaran atau tuntunan dalam konteks itu?

Betul ada. Kian hal yang oleh Al-Qur'an dan Sunnah itu menjadi, hei, pokok ajaran agama. Kita ambil satu contoh, percaya malaikat. Ada di rukun iman. Rukun. Kalau Anda tidak percaya, tidak beriman namanya. Tapi apa malaikat? Ia tidak tahu apa yang dijelaskan. Jadi itu kita percaya. Yang jelas yang kita bisa sadari bahwa memang ada alam lain selain alamnya. Apa itu mimpi? Satu alam atau tidak? Nah, alam lain. Sekali itu mimpi. Anda nonton TV asyik. Ada seseorang menepuk bahu Anda. Ada tidak rasa Anda berada di alam yang lain? Ya. Kak. Jadi bahannya alam sejak semula. Virus korona. Iya, nggak? Cuma sebagian kecil dengan Al-Qur'an. Maka kita ini masih sangat kabur. Nanti setelah kematian menurut Al-Qur'an. Pajak sakratul maut. Ilhaq. Kamu ya, thanks creteil maut. Mau mati pakai safna antagopa agar kami buka tabir yang menutup matamu. Terlihat semua sepuh. Begini, kau begini-begini. Itu agama minta kita percaya itu. Dan kepercayaan tentang harap itu mempunyai dampak yang sangat besar terhadap kehidupan kita.

Terakhir, Abi. Bagaimana supaya menjaga hati tadi, sebagaimana memelihara potensi tadi, supaya kemudian tetap bersih, tetap jernih, tetap lurus sesuai dengan apa yang memang dianugerahkan oleh Allah?

Bacalah bacaan yang baik dan bergaullah dengan orang-orang yang baik agar akan terpelihara. Mudah-mudahan, mudah-mudahan itu bisa kita praktekkan. Pemirsa, tadi baca-bacaan yang baik, berteman dengan teman dalam dokumen baik, contohnya tontonan yang baik. Mudah-mudahan apa yang sudah kita pelajari, kita diskusikan bersama di acara hari ini juga menjadi pemantik diskusi yang bermakna bersama dengan keluarga, bersama dengan sahabat-sahabat di mana pun Anda berada. Dan jangan lupa untuk selalu menjaganya. Kita perlu terus belajar. Karenanya, saksikan lagi kami minggu depan di acara Memahami Islam bersama M. Quraish Shihab. Terima kasih sudah menyaksikan. Billahitaufiq walhidayah. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

[Musik]

[Musik]

MetroTV.

[Musik]