Transcription
Halo halo semuanya. Jumpa lagi bersama saya Christian Sutantio di channel jendela size. Tendernya buat kalian yang ingin memahami pelajaran matematika, fisika, dan kimia untuk tingkat SMA. Di video ini kita akan membahas pelajaran fisika SMA kelas 11, yaitu tentang titik berat benda. Dan dipercaya pertama ini kita akan membahas titik berat benda untuk satu dimensi atau garis.
Untuk video berikutnya adalah link di sebelah kanan atas ini bisa kalian klik atau bisa juga kalian klik link di deskripsi untuk melihat videonya. Oke, untuk mendapatkan pemahamannya lengkap, pastikan tonton terus video ini dari awal hingga akhir. Sebelum kita mulai, jangan lupa klik subscribe, jangan menekan tombol merah di sebelah kanan bawah ini, dan jangan lupa pencet belnya agar tidak ketinggalan video-video terbaru dari kami.
Oke, langsung kita mulai ya. Sebelum kita masuk lebih jauh ke titik berat yang satu dimensi, dua dimensi, mau tiga dimensi, kita bahas dulu apa sih titik berat itu ya. Jadi gini, percepatan gravitasi bumi itu menyebabkan sebuah benda yang bermassa M mengalami gaya berat ke bawah ya. Kita selalu di semua ya. Jadi misalkan di sini ada benda, ada benda yang bermassa m, maka akan mengalami gaya berat yang ke bawah, yaitu W yang sebesar m * g. Nah, titik berat itu apa? Titik berat itu adalah titik tangkap dari gaya berat atau artinya gaya berat ini bekerja di titik yang mana.
Akan benda, misalkan ini bentuknya akan bersedia kotak seperti ini, maka gaya berat itu bekerja di titik mana, itulah yang disebut titik tangkap. Dalam hal ini ditangkapnya di tengah-tengahnya. Nah, kalau begitu, apakah titik berat itu adalah titik tengah? Agamanya seperti itu. Kalau bentuk bendanya kotak seperti ini ya, persegi, persegi panjang, kubus, itu pasti di tengah-tengahnya. Kita bisa logika titik di mana dia balanced, seimbang kiri dan kanan, atas dan bawah, atau artinya seimbang secara vertikal dan seimbang secara horizontal, itu adalah titik berat. Oke.
Tapi kalau misalkan bentuknya kok susah-susah, misalkan segitiga gitu, gimana cara menentukan titik tengah segitiga? Terus kalau misalnya trapesium, atau kalau dibangun ruang, misalkan kerucut atau setengah bola, untuk yang aneh-aneh seperti itu. Nah, inilah yang kita akan bahas satu persatu. Oke, kita mulai dari yang satu dimensi ya.
Nah, di sini titik berat benda satu dimensi atau garis. Kalau bentuknya garis-garis lurus seperti biasa ya, kita bisa logika titik beratnya ya pasti di tengah-tengahnya ya. Pilih gratis ini dilambangkan sebagai Z. Jadi Z ini adalah setengah dari panjang garis. X0 = setengah L. S05 adalah letak titik berat dihitung dari salah satu ujungnya. X0 = setengah L. Tapi kalau kita pakai L2 adalah panjang garis.
Kita ke bangun yang kedua, yaitu bentuk busur lingkaran. Ya, ini busur lingkaran AB. Titik beratnya terletak di titik. Titik beratnya terletak pada jarak y0 terhadap sumbu x. Jadi y0-nya adalah jarak dari titik berat Z ke titik pusat lingkaran O. Rusyono adalah R dikali tali busur AB per busur AB. Masih ingat apa perbedaan tali busur dan busur? Tali busur itu adalah jarak garis lurus dari A ke B, ini yang lurus ini tali busur. Kalau busur itu garis lengkung ya, ini ya. Abi. Enggak lihat bedanya tali busur sama busur ya.
Kita ke selanjutnya. Nah, di sini bentuknya adalah busur setengah lingkaran. Kalau bentuknya busur setengah lingkaran, maka titik beratnya ada di titik Z dengan ketinggian y0 dari titik pusat lingkaran O, yaitu y0 = 2R per pi. Di mana R = jari-jari lingkaran. Sebenarnya rumus ini juga berasal dari rumus ini. Mari kita buktikan ya. y0 kan R dikali tali busur AB per busur AB. Kita masukkan kalau misalkan busurnya setengah lingkaran gimana? Berarti y0 = R dikali tali busur AB. Kita lihat di sini tali busur AB berarti kan ini, ini B ya. Berarti jarak tali busur AB adalah apa? Ini diameter. Ini R, ini R, berarti 2R. Kita masukkan 2R. Pernah bawahnya adalah busur AB. Busur akhirnya apa? Garis lengkung ini membentuk apa? Setengah lingkaran. Artinya apa? Artinya busur AB ini adalah setengah dari keliling lingkaran. Keliling karena perumusnya 2 pi R, berarti setengah dari 2 pi R adalah pi R saja. Kita masukkan pi R. Oke, R-nya bisa dicoret, sehingga tinggal 2R per pi. Yang sama ya. Kita buktikan bahwa titik berat dari busur setengah lingkaran rumusnya adalah y0 = 2R per pi.
Oke, kita langsung ke contoh soal. Di sini, tentukan koordinat titik berat benda pada gambar samping. Kalau kalian lihat di sini ada berapa garis? Ada garis satu, garis dua, garis tiga, garis empat. Ada empat garis. Kalau kasus seperti ini, bagaimana menentukan titik berat dari keempat garis ini? Oke, caranya adalah kita buat tabel dampaknya. Nah, di sini ada garis satu, garis dua, garis tiga, garis empat. Kita kasih nama dulu garis satu yang mana. Oh, garis satu misalkan yang ini ya, garis satu ya. Nih, garis dua misalkan yang vertikal ini. Terus garis tiga yang horizontal yang tiga. Sini dan yang terakhir adalah garis empat. Oke, kalau kita sudah tentukan unik dari satu, garis dua, garis tiga, garis empat, kita isi tabelnya. Apabila di sini berisi kolom-kolom apa aja? Yang pertama adalah L-nya, panjangnya garis. Oke, kemudian X dan Y. X dan Y adalah koordinat titik berat dari setiap garis. Oke, kemudian nanti Alex ini hasil kali dari L dikali X dari masing-masing garis dan Ly ini adalah hasil kali dari L dan Y masing-masing garis. Kita isi satu persatu.
Oke, garis pertama panjangnya berapa ini? Dua senti sama empat senti, berarti berapa? Enam. Kita tulis langsung enam sini. Oke, garis dua panjangnya empat ya. Garis tiga panjangnya empat senti juga. Garis empat enam.
Kemudian kita tentukan koordinat titik beratnya. Kita lihat di sini garis satu itu kan gini, titik beratnya akan tengah-tengahnya. Berarti di sini ya. Kalau dia panjangnya enam, berarti tengah-tengahnya berarti tiga dari sini dan tiga dari sini. Begini. Nah, tapi kita harus tulis sebagai koordinat. Koordinat kan x koma y. Titik ini tuh berapa koma berapa ya? Kita lihat 0,0 kan di sini kan. Oh, dengan 0,0. Satu A. Berarti di sini kalau kalian bingung, tarik aja garis ke bawah ini. A. Tiga. Berarti artinya x-nya kita dapatkan tiga. Y-nya berapa? Berarti tingginya ini, tingginya ini berapa? Kita lihat. Oh, ini enam senti, ini empat senti. Berarti ini dua senti. Ke dia kan ini ke enam senti, ini empat senti. Berarti ini sedihnya enam dikurang empat, berarti ini dua. Atau tidak bisa ambil kesimpulan bahwa ini adalah titik dua. Sehingga koordinatnya adalah 3,2. Kita tulis di sini 3,2. Adab2. Langsung kali aja nggak papa. Jadi di sini LX artinya L dikali X. Seperti enam kali tiga hasilnya 18. Terus LG berarti enam kali dua, 12. Beres untuk baris pertama.
Oke, kita ke garis kedua. Garis kedua di sini titik beratnya di mana? Titik beratnya ada di sini, tengah-tengahnya ini. Oke. Atau dua senti dari ini. Terus ordernya berapa? Kita buat garis bantu ya. Koordinatnya yang ke kanan ini pasti sama dengan ini ya. Jadi dua. Nih, wasting. Terus ini berapa? Kita lihat tadi ini kedua. Nah, ini panjangnya empat. Berarti kan dua senti dari ini. Dari garis pertama artinya koordinatnya ini adalah dari sini sampai sini dua. Dari sini sampai sini dua. Berarti ini empat. Lebih caranya ya. Jadi koordinat titik berat dari garis dua adalah 2,4. Kita langsung isidisini 2,4. Lalu dihitung LX berapa? Empat kali dua, delapan. LG-nya empat kali empat, 16.
Kita garis ketiga. Nah, garis tiga ini letaknya di sini. Koordinat titik beratnya di tengah-tengahnya ini. Pas di sini ya. Nah, lalu ini berapa? Ini berapa? Kita lihat. Berarti x-nya adalah sama dengan panjangnya dari satu. Oke, berarti ini adalah. Y-nya panjangnya sama seperti garis empat. Berarti enam juga di sini. Berarti titik berat untuk garis ketiga koordinatnya adalah 6,6. Jadi kita kalikan 24. Sama harganya juga 24.
Garis empatnya terakhir. Garis empat di sini titik beratnya di tengah-tengah ini. Oke, jadi ini ya. Berapa koordinatnya? 6,3 ya. Karena ini kan enam, berarti tengah-tengahnya ini. Ini tiga. 6,3. Kita kalikan berarti di sini 36. LX-nya berarti 6 dikali 3, 18.
Oke, paham ya. Kemudian kita jumlah apa ini? Jumlah yang dijumlah adalah LX dan LG. Kita jumlah, kita taruh sigma di sini ya. Sigma artinya jumlah. 6 + 4 + 4 + 6 = 20. LX 18 + 8 + 24 + 18 = 68. LG-nya 12 + 16 + 24 + 18 = 70.
Oke, habis ini lalu kita hitung koordinat titik beratnya. Rumusnya adalah ini. X0 = Sigma LX per Sigma L. Y0 = Sigma LG per Sigma L. Kita langsung hitung.
Jadi x0-nya sama dengan Sigma LX ya, 68 dibagi 20. Atau kita dapatkan sama dengan 3,4. Dengan y0-nya = 70 dibagi 20 = 3,5. Jadi koordinatnya adalah 3,4 koma 3,5.
Sekian untuk video kali ini. Thank you for watching. Jika kalian suka, silakan like dan share video ini. Jika ada saran, kritik, dan masukan, bisa kalian tulis di kolom komentar. Sampai jumpa di video selanjutnya.