📱

Get Our Mobile App

Take your business learning on the go!

Download on the App StoreGet it on Google Play

PONDASI PANCANG : part1a_Definisi, Fungsi & Jenis Pancang - Hinawan T. Santoso, ST, MT

masdosen45:42

Transcription

Hai, baik teman-teman, selamat siang. Kita akan bahas pada saat pertemuan kali ini terkait dengan materi di rekayasa pondasi. Ini kita akan membahas terkait dengan pondasi dalam. Di pertemuan-pertemuan sebelumnya kalian telah belajar berbagai tipe dari pondasi dangkal dan cara perhitungan kapasitasnya. Ada pondasi telapak, ada pondasi rakit, dan lain sebagainya. Kemudian kemarin terakhir pondasi sumuran.

Nah, kali ini kita sudah mulai masuk ke pondasi dalam. Pada bagian kali ini kita bahas terkait dengan pondasi tiang pancang. Nah, rencananya karena bahasan cukup panjang sehingga topiknya kita bagi menjadi dua. Yang pertama yaitu bagian satu. Kali ini kita membahas terkait dengan definisi, fungsi, serta jenis dan cara perancangan atau perhitungan daya dukung dari pondasi tiang pancang. Dan nanti di bagian kedua kita akan membahas terkait dengan kelompok tiang, begitu didukung kelompok tiang, dan juga metode pelaksanaan dari pondasi tiang pancang, serta metode pengawasan di lapangannya. Oke, saya mulai dari definisi, fungsi, dan jenis dari pondasi tiang pancang.

Apa yang dimaksud dengan pondasi tiang pancang? Yaitu merupakan salah satu jenis pondasi dalam. Nia, ingat ya, pondasi dalam kemarin adalah ketika L dibagi dengan D-nya lebih dari 40, atau L dalaman dibagi dengan lebarnya lebih dari empat. Ini kalau dilihat pondasinya kan sangat langsing dibandingkan di atau kedalamannya atau panjangnya, jadi masuk ke pondasi dalam.

Selanjutkan. Gimana pondasi ini berfungsi untuk memindahkan atau mentransferkan beban-beban dari konstruksi di atasnya ke lapisan tanah yang lebih dalam. Lebih kalau kemarin mungkin dengan pondasi dangkal itu karena lapisan tanah yang kuat mendukung itu berada di posisinya masih cukup dangkal gitu ya. Untuk pondasi dalam ini fungsinya gimana? Kalau nanti bebannya ini cukup besar dan lapisan tanahnya ini yang keras daya dukungnya terletak pada posisi yang cukup dalam, sehingga untuk menjangkaunya kita membutuhkan pondasi yang lebih panjang, seperti itu ya.

Nah, ini pondasinya, misalkan yang ada rumah bertingkat, hotel gitu ya. Nah, di bawahnya nih karena posisi tanah kerasnya di bawah, sehingga kita untuk tak bisa menahan beban rupanya er di atasnya perlu ditransferkan dari posisi bangunan bawah ini ke tanah keras. Untuk menjangkau ini salah satunya ya bisa digunakan adalah pondasi tiang pancang. Ini proses pemancangan nanti kita akan pelajari di bagian kedua. Ini juga untuk proses dari pelaksanaan pemancangan di tiang pancang ini. Eh, hariannya diproduksi di luar atau pagi kasih, baru nanti didatangkan ke lapangan. Median di lapangan tinggal di panca. Beda dengan pondasi dangkal maupun sumuran itu kan kemarin bisa dicoret di tempat gitu ya. Kalau pondasi pancang ini sebagian besar atau kebanyakan dia adalah request atau fabrikasi, hingga di lapangan tinggal dipancangkan. Dan bila sudah masuk ke tanah dan menyusu dari desain atau rencana daya dukungnya, tinggal kita gunakan.

Nah, fungsi dan kegunaan dari pondasi tiang pancang itu seperti apa? Jadi ini yang pertama, untuk meneruskan beban bangunan ya yang terletak di atas dia. Misalkan ada beban beban mati, ada beban hidup, dan beban-beban lainnya, misalkan lalu lintas dan lain sebagainya yang terletak di atas air atau tanah lunak ke tanah pendukung yang lebih kuat. Jadi fungsinya tadi karena memang panah pendukungnya yang kuat itu letaknya di dalam, baik itu di dalam posisi air seperti ini ya, ataupun memang tipe posisi panah tapi dia kedalaman cukup dalam, maka dibutuhkanlah dari fungsi dan kegunaan pondasi tiang pancang.

Nah, ini yang kedua, untuk meneruskan beban ke tanah yang relatif lunak sampai kedalaman tertentu, sehingga pondasi bangunan mampu nah dukungan yang cukup untuk mendukung beban tersebut oleh gaya gesekan dinding tiang dengan tanah di sekitarnya. Bedanya dengan yang pertama apa? Kalau pertama itu memang dia dijangkau tanah kerasnya oleh si pondasi ini, Siti yang ini sampai Tanah kerasnya. Nah, kalau yang kasus kedua ini tanah keras sangat dalam sekali, sehingga untuk dijangkau sudah tidak mungkin, sehingga kita memanfaatkan adanya gaya gesekan antara tanah dan selimut dari tiang pancang. Nanti perhitungannya Seperti apa kita jelaskan, kondisi kondisinya harus diperhatikan apa juga nanti akan kita pelajari berikutnya.

Untuk mengangkat bangunan yang dipengaruhi oleh adanya gaya angkat ke atas akibat Tekanan hidrostatis atau momen penggulingan. Ini juga untuk istilahnya supaya bangunan itu tidak terapung itu ya. Mungkin karena di laut ada tekanan ke atas, bangunan kita tidak tercabut atau terapan namanya terapung kan oleh gaya angkat hidrostatis air itu, maka di angker dengan pondasi tiang pancang itu salah satu fungsinya.

Kemudian untuk menahan gaya-gaya horizontal dan gaya yang arahnya miring. Misalkan ide Maga temen-temen Dermaga ini biasanya kan gaya yang utama bekerja selain ada mungkin beban beban diatasnya kendaraan untuk membongkar muat itu ya, ini adalah beban horizontal akibat kapal yang akan menyandar. Nah, kapal yang akan bersandar inikan beban horizontalnya cukup besar. Nanti salah satunya nanti ditahan oleh si tiang pancang.

Oke, kemudian untuk memadatkan tanah pasir sehingga kapasitas daya dukung Tambah. Nah, ini juga bisa suatu kasus nanti ketika tiangnya ini berkumpul atau suatu kelompok tiang, di mana kondisi tanahnya deh. Ketika kita pancangkan nanti tanah pasir itu akan terpadat kan karena adanya desakan dari kiri-kanan akibat tiang pancang yang kita masukkan ke dalam tanahnya juga bisa meningkatkan kapasitas juga untuk mendukung pondasi bangunan yang permukaan tanahnya mudah tergerus air. Nah, seperti ini Dermaga atau di jembatan ini kan karena ada arus air laut ataupun arus dari sungai ini, kalau kita gunakan pondasi dangkal nanti lama-kelamaan karena ada gerusan air pondasi kita akan kelihatan dan bahkan kalau berusaha nya semakin berlanjut bisa saja daya dukungnya akan drop karena tanah di bawahnya angkot oleh aliran atau arus air. Nah, ini diperlukan kalau kasus-kasus yang seperti itu kita gunakan pondasi tiang pancang yang lebih dalam, sehingga nantinya tidak tergerus oleh air.

Sebagai informasi, mungkin hampir 80% jembatan yang ada di kita itu ya, biasanya runtuh itu bukan karena beban di bangunan atasnya, tapi karena kegagalan di bangunan bawah, terutama di pondasi. Penyebabnya apa? Yang paling banyak atau dominan yaitu akibat pengikisan air atau scoring tadi, karena terkikis tergerus sehingga pondasinya yang gagal atau file bangunan atasnya menjadi gagal juga.

Eh, selanjutkan. Nah, itu tadi fungsi-fungsi secara detail. Tapi kalau kita lihat fungsi kegunaan tiang pancang ini kalau di berbagai struktur ini bisa berupa untuk jembatan gitu ya, teman-teman. Ini untuk pilar nyanyikan bangunan atas ini pilarnya. Nanti bawah sini itu biasanya ada velg bawah. Velg ini untuk menyatukan dari si tiang-tiang pancang ini. Kondisi di air juga bisa, mungkin di darat juga bisa juga digunakan untuk jembatan.

Nah, juga ada suatu struktur yang nantinya memang tiang pancangnya itu diperlihatkan. Itu biasanya sistem strukturnya adalah files lex. Jadi, bassleb itu tiang pancangnya memang sengaja diperlihatkan di atas tanah. Tapi karena dia menggunakan sistem seperti itu, jarak antar ininya apa namanya bentangannya juga tidak bisa terpanjang. Kemungkinan hanya sekitar lima sampai enam meter. Itu memang untuk mengatasi biasanya di tanah lunak berawal seperti ini. Tiangnya di pancangkan kelihatan, undian di atasnya diberikan slide atau plat lantai. Bisa bukan seperti itu juga dikonsumsi di tengah laut pun juga bisa atau banyak digunakan struktur dari pondasi tiang pancang karena memang kepraktisannya di mana dia tinggal di datangkan dari phabricator, hujan dipancangkan, setelah itu bisa kita langsung cor untuk velg dan bangunan dia Yanti ya. Duh, salah satu penggunaannya juga untuk di selain jembatan ada juga di gedung itu ya, juga banyak dipergunakan memang disesuaikan. Kalau di gedung biasanya ukurannya juga jauh lebih kecil. Biasanya ada yang 30, ada yang 40, ada yang 50, bergantung memang nanti perhitungan dan kebutuhannya di lapangan ini berapa. Contoh ini yang berbentuk tiang pancang bulat ya dari beton dan yang kotak atau persegi dari beton. Bahkan ada yang sistemnya adalah beton tapi bentuknya dia seperti berusaha gitu ya, habib tapi bentuknya dari beton ini tiket juga.

Nah, ini proses pelaksanaannya kalau untuk di gedung seperti ini juga bisa digunakan untuk bangunan-bangunan air tadi sudah saya sampaikan ya, salah satunya untuk Dermaga. Nah, di dermaga Ini bisa juga digunakan by yang tiang beton maupun tiang baja. Dan proses pelaksanaannya yang berbeda. Kalau di darat tadi dengan alat krim Nadia Alat untuk mengangkat dan melakukan pemancangan itu bisa di atas tangan. Tapi kalau di laut kita harus menggunakan ponton. Nah, ini yang perlu kita perhatikan. Contohnya kapasitasnya harus berapa, kemudian kerennya harus berapa, sehingga tidak terjungkal ataupun tidak istilahnya gagal ketika kita melakukan pemancangan. Nah, ini nanti kita pelajari di metode pelaksanaan. Kalau dari segi pemancangan bisa juga ini yang bentuknya tapi kalau dari atas belum jadi seperti ini. Kalau dari bawahnya Dermaga ataupun jembatan yang sistemnya tadi file sleep. Selain di darat di laut pun juga bisa, teman-teman. Contohnya kalau pelet yang di laut itu yang di tol Bali Mandara ya, nanti bisa diset di Google seperti apa aja tunggu lebih yang panjang eh di laut, kemudian atasnya dicor untuk dijadikan files lex jembatan.

Desa lanjutkan. Nah, ini tadi saya ulangi ya, jadi pemakaiannya itu dipergunakan bila tanah dasar suatu bangunan tidak mempunyai daya dukung atau kirim berapa CV yang cukup untuk memikul berat bangunan serta beban-beban yang bekerja ya, atau apabila tanah keras yang mempunyai daya dukung yang memadai itu terletak pada posisi yang sangat dalam. Jadi ada dua kondisi di mana yang pertama elevasi tanahnya yang mempunyai kekuatan daya dukung cukup itu pada kondisi yang seikhlasnya sangat dalam, atau kondisi kedua dia tidak mempunyai daya dukung yang cukup gitu ya. Karena memang posisi tanah kerasnya sangat dalam, tapi bisa kita manfaatkan nih akibat lekatan atau friksi dan dinding tiangnya ini untuk dapat mengakomodir berat bangunan serta bebannya bekerja. Ada dua itu, teman-teman, nanti yang akan kita hijau.

Pada umumnya tiang ini dipancangkan tegak lurus ke dalam tanah. Tapi apabila diperlukan untuk menahan gaya horizontal, maka tiang dapat dipanjangkan miring atau disebutnya sebagai butter pelet. Ini biasanya dilihat atau dapat ditemukan di konsumsi konstruksi Dermaga ataupun CV. Ini kalau mendapat gaya horizontal gitu ya, misalkan ini luruskan eh momentnya dia gampang tertekuk gitu ya. Ketika kita bikin tiang yang batang atau miring, dia saling menguatkan ya. Sudut kemiringan ini nantinya dapat dicapai itu tergantung dari alat panjangnya.

Nah, panjangnya seberapa besar? Kalau misalkan di laut krimnya seberapa besar kapasitasnya ponton atau apa namanya kapal itu batasnya, ataupun ton yang untuk meletakkan screen ini seberapa besar, nanti mempengaruhi dari si kemiringan bom dari krim. Mungkin kalian sudah belajar di alat berat atau peralatan konstruksi, nanti semakin miring bomnya kan, dia membutuhkan otw atau kekuatan pemberat di belakang semakin besar atau angka amannya ketika dia lurus dan semakin miring nanti akan berbeda. Cenderung akan lebih aman kalau krim Itu posisinya lurus daripada umumnya atau belalainya itu miring. Iya juga nanti disesuaikan pula dengan perencanaan dia butuhnya kemiringannya berapa derajat atau perbandingan satu banding berapa itu juga bisa B wujudkan.

Nah, tipe-tipe dari tiang pancang ini bisa dibagi nanti salah satunya adalah berdasarkan bahan yang digunakan. Apa saja kita lihat? Ada tiang pancang kayu. Kayu masih ada dan sampai sekarangpun masih banyak digunakan. Ada tiang pancang beton. Tiang pancang beton ini jenisnya nanti ada request, reinforce concrete file, pre-stressed concrete file, dan casing please. Ini bedanya apa? Ini antara A dan B nanti kalo dibahasa Indonesiakan ya, eh tiang pancang bertulang yang diberi cash. Kalau yang B nih tiang pancang prestres atau pratekan ya, di free chase. Jadi kalau di atas tulangannya hanya tulangan biasa tanpa adanya stretching atau ditarik. Mungkin kemarin kalian sudah pernah belajar atau kuliah umum dengan eh salah satu pabrikan ton ya, habis itu dijelaskan ada tulangan beton bertulang biasa dan beton bertulang yang takkan atau prestres. Nah, ini bedanya disitu.

Nah, kalau sgsin brush, ya baby cot be4ada jenis-jenis yang panjang yang memang bisa dicas iblis. Ini contohnya dasi jenisnya Frengky Raymon simplek make Arthur dan lain sebagainya. Ini berbeda ya nantinya dengan tiang pancang bor file. Kalau borfel itu nanti kita akan pelajari mungkin di pertemuan yang akan datang. Nah, kalo yang ini sebagai contoh, misalkan si Franky ini dia metodenya adalah kita memasukkan selongsong atau istilahnya IPA lubang gitu ya untuk bantuan kita melakukan pemancangan. Kita masukkan mendiang dari atasnya tuh alat pancang kita, nanti pemukul sebagian tanah yang ada di dalam selongsong itu, sehingga tanah itu terpadat kan. Nanti setelah tanah terpadat kan, baru kita masukkan beton bertulang kita, iya. Nah, itu punya plus minus memang dari beberapa tipe itu beda. Kalau berpelukan tanahnya Kita buang dulu, baru nanti setelah tanah dibuang kita masukkan tulangan kita cor dengan beton. Nah, kalau si Franky ini ya dipadatkan dulu tanahnya di atasnya akan karena dipadatkan ada lobang dia, kita isi dengan pembetulan. Memang cukup beda dia tetap masih dengan metode dipancangkan. Dan yang ketiga ada tiang pancang baja. Ini bentuknya bisa hadiah Abim atau bentuknya dipanggil. Kebanyakan dua jenis ini biar ada tiang pancang komposit. Komposit ini adalah perpaduan antara dua material yang berbeda mutu maupun eh karakteristiknya. Iya, misalkan besi atau baja dengan beton. Ini bisa juga nanti kayu dengan beton juga sangat memungkinkan.

Nah, coba kita lihat satu persatu seperti apa. Oke, mungkin ini dari penelitian yang dilakukan oleh Carson tahun 65, di mana menurut Kason panjang dan beban maksimum untuk berbagai macam type tiang ini yang banyak dipakai di lapangannya sudah disajikan oleh karenanya. Mungkin estimasi ya, ini sangat tergantung nantinya memang dari dimensi dan kualitas dari si material tiangnya. Tapi ini secara umum seperti ini. Misalkan yang kayu nih, yang kayu itu bebannya kira-kira maksimal sampai 30 ton dan efektif kedalamannya adalah 60 v. 60 v itu kalau satu fisiknya 0,3 sekitar 18 meter. N paling maksimal kira-kira digunakan di posisi itu ataupun yang cocok di tempat ngecor di tempat itu juga sama 60 fit, tapi dia kapasitasnya dua kali lipat mampu ton. Misalkan tiang pipa nanti yang pipa ini ya, bisa sampai 80 fit itu sekitar 24 meter. Mimpi bebannya 50 ton. Cor dalam selubung ini bisa kita sampai sama ya 24 meter ini 80 ton. Kalau beton pracetak nih, pracetak tapi mungkin belum ditegakkan yang kau belum resmi juga bisa sampai 24 meter. Kapasitasnya bisa bantu ton. Kalau tiang pipa hijau bisa lebih dalam lagi 30 meter. Prestasinya bisa 80 ton. Dian ada profil H, misalkan pakai baja ini juga 30 meter bisa sampai 100 ton. Atau yang silinder prategang ini berarti yang Rich stres tadi ya, ini bisa sampai 22-36 meter atau kapasitasnya 100 ton. Ini mungkin penelitian tahun 65, di mana sekarang teknologinya sudah jauh berkembang, baik dari materialnya maupun dimensinya. Bahkan yang silinder prategang ini kalau dulu itu masih sekitar 50-60, sekarang sudah diproduksi yang hampir satu meter diameternya dan bahkan ada yang 1,2 meter. Dengan adanya kemajuan itu, kemungkinan ini bisa jauh lebih dalam dan juga kapasitasnya juga jauh lebih tinggi. Tapi ini untuk bayangan kita perbedaan dari penggunaan masing-masing bahan terhadap kapasitas dan kedalaman dari si tiang pancangnya.

Oke, mungkin yang pertama saya bahas yang pancang kayu. Ini tiang pancang yang jenisnya paling tua. Jadi yang pertama kali orang gunakan mungkin jenis tiang pancang kayu ini. Itu yang digunakan pertama kali sebagai pondasi ya. Namun umurnya tiang pancang ini karena dari kayu ya relatif pendek. Jadi mungkin umur bangunannya tidak lama. Tapi kalau memang dia terendam dalam posisi penuh di bawah muka air, dia bisa akan tahan lama dan tidak busuk. Misalkan di Kalimantan kan banyak kayu besi gitu ya. Nah, itu mungkin dia akan jauh lebih tahan lama kalau dia selamanya terendam di bawah muka air ya. Kemudian ini tidak dapat menahan beban melebihi sekitar 25-30 ton per ya. Ini tergantung juga dengan materialnya dan jenis tanahnya juga. Relatif ringan sehingga mudah dimobilisasi. Beda dengan depan yakni jauh lebih ringan, mudah dimobilisasi. Kekuatan tarik dan lentur juga besar. Ini memudahkan juga untuk pengangkatan sebelum kita baik begitar mobilisasi maupun sebelum kita pancangkan. Ini jauh lebih memudahkan sehingga alat keren itu bisa dengan cara yang sederhana pun bahkan di luar Jawa gitu yang membangun rumah itu malah ada dengan pondasi cerucuk ataupun Desi tiang kayu ini di pemandangannya dengan dibebani orang bisa dinaikin 5-10 orang biar bisa beli Utara. Nah, kalau yang lebih Advance lagi ya, nanti dengan alat keren ataupun dengan apa namanya rangka itu bisa digunakan juga. Dia mudah untuk dipotong apabila sudah tidak dapat masuk lagi ke dalam tanah. Ini bisa dengan gampang kita potong ya sesuai dengan desain ataupun kalau memang sudah mencapai tanah kerasnya. Kemudian ini lebih sesuai untuk Vixion Pelni yang saya sampaikan Vixion tua tadi yang lekatan yang friksi antara tiangnya titik tiangnya dengan tanah dibandingkan dengan ember ingin diri ini nanti kalau isi tanah keras di dapat dicapai oleh ujung tiang. Nah, karena kayu ini cenderung nya dia kekuatan kalau kita pukul juga tidak terlalu tinggi, makanya dia lebih sesuai untuk yang gesekan daripada yang n piringnya di dia eh lebih sesuai kalau untuk Vixion teh. Nah, ini juga dia sifatnya fleksibel dan lenting terhadap horizontal sbret cocok digunakan di dermaga ya, di mana mendapat tekanan horizontal dari air dan kapal, khususnya kalau ada kapal misalkan ya merapat gitu kan, ada beban horizontal yang tidak tetap. Tiang ini nantinya ketika mendapat beban Dizon tadi akan melentur karena sifatnya fleksibel, dia akan kembali ke posisi semula. Ini selain kayu yang cocok juga adalah type C dan baja ya.

Nah, apabila tiang kayu tidak lurus, maka pada waktu pemancangan akan menyebabkan penyimpangan terhadap arah yang telah ditentukan. Ini perlu diperhatikan juga, kayunya harusnya adalah yang lurus. Kalau tidak lurus nanti bisa patah ataupun malah tidak sesuai terhadap arah yang kita panjang nih. Beberapa contoh nih, misalkan. Nah, kalau kayu tadi kelemahannya ini yang tipe M. Ini apabila kena tanah keras gitu ya, kita paksakan karena kekuatan tekanan tadi rendah bisa patah. Kalau patah ini yang tidak memenuhi kembali ke didukungnya. Harus diperhatikan juga tadi kelurusan dan kelurusan sangat penting lebih terkait dengan posisi pada saat pemancangan. Ini bisa ya bisa digunakan kayu yang belum dengan seperti ini panjang. Aplikasi nya bisa di jembatan gigi tahun bahkan mungkin di luar luar Jawa di daerah yang terpencil masih menggunakan sistem ini Ndok jembatan, untuk rumah tinggal, untuk Dermaga itu masih banyak menggunakan tiang pancang kayu. B saya lanjutkan.

Kemudian tiang pancang berikutnya bahannya adalah tiang pancang beton. Di sini ada tipenya tadi tiga ya, request reinforce concrete file. Ini kita bahas yang pertama dulu. Nah, kalau ini adalah tiang pancang Paul pancang atau tiang pancang yang dilakukan brekes tapi reinforce nya adalah beton bertulang biasa. Jadi tidak dilakukan metode flashing atau peregangan tulangan sebelum dicor ya. Nah, ini beton bertulang yang dicetak dan dicor di dalam peti steam. Nanti setelah mencapai umurnya atau kuat, itu dapat dimobilisasi dan dipanjangkan di lapangan. Nah, beton seperti kita tahu ya, karena tegangan tariknya kecil itu sekitar kalau boleh tahu 0,3 akan FC lah, kau malah kalau praktis dianggapnya nol, maka dan beratnya juga cukup besar, maka dulu beton ini harus diberikan penulangan. Penulangan ini fungsinya adalah bilang tadi, kalau beton yang tidak kuat untuk menahan tarik. Nah, kalau nantinya kita angkat dan kemudian dia mendapatkan horizontal, itu kan ada nanti namanya momen dan menyebabkan tarik di tol. Untuk mengakomodir nya adalah kita gunakan penulangan atau reinforcement. Ini dapat memikul beban kira-kira 30-80 ton ya, tergantung dari dimensinya tadi dan kualitas materialnya. Dapat mempunyai tegangan tekan yang besar karena beton adalah powernya atau kekuatannya ditekan. Ini dia mempunyai kekuatan atau tegangan tekan yang besar, memang tergantung kembali ke mulut yang digunakan. Dapat diperhitungkan untuk engineering file gitu ya, yang tadi yang kalau dia dapat mencapai tanah kerasnya, dia bisa digunakan ataupun yang Vixion file, jika dia nanti berupa lekatan atau gesekan antar partikel tanah dengan yang nya. Penampangnya dapat berbentuk lingkaran, segitiga, segi empat, segi delapan, dan sebagainya. Ini contoh ini yang segiempat ya, diujungnya ini tetap diberikan runcing untuk mempermudah pada waktu kita memancangkan. Ada bentuk-bentuk lain misalkan segitiga, segi delapan. Itu biasanya ini sudah diberikan titik-titik angkat-angkat. Ini fungsinya apa? Ketika kita mengangkat di sini, berarti momen yang terjadi, momen lentur dan gaya tarik pada tegangan tarik pada beton Indah diperhitungkan karena tulang-tulangnya diperhitungkan dari posisi gaya angkat ini. Nah, kalau kita tidak ngangkat pada posisi ini, mungkin sembarangan gitu ya, bisa saja nanti depan ini mengalami retak sebelum kita pancangkan. Demi nanti akan merugikan kita. Jadi teman-teman harus diperhatikan ketika nanti akan memancang tiang pancang gitu ya, biasanya dari pabrikasi kalau dari pabrikasi kita pesan gitu ya, sudah diberikan tanda ataupun bahkan seperti ini doakan untuk mengangkat posisi tiang pancang kita.

Eh selanjutkan. Ini B, mohon maaf. Yang B adalah Precast prestressed concrete file-nya. Ini breakfast tapi dia juga dipraktekkan atau diberi stres. Nah, ini bebannya dapat lebih besar dibandingkan yang hanya tiang beton pracetak tadi juga sore info stadium Lian. Ukuran tiang juga dapat lebih baik dan lebih langsing atau lebih kecil dibandingkan tiang beton pracetak. Karena kalau Bridge Stres ini biasanya mutu beton nya jauh lebih eh bisa menggunakan mungkin FC 50 atau FC 60. Jangan kalau yang pracetak biasakan kadang menggunakan FC 30/40. Kalau ini jauh lebih tinggi, sehingga nanti dia lebih langsing atau lebih ringan. Bentuk penampang umumnya lingkaran berlubang dengan ujung tiang tertutup seperti ini ya. Ini seperti pensil kalau kita lihat. Ini bentuknya lingkaran, ujungnya tertutup di sebelah satunya nanti dia terbuka seperti ini. Ini lubang itu ya, jadi betonnya hanya di selimut ini nih, tebalnya menyesuaikan tergantung dimensi at6 service Pulau Sentinel dan diameternya juga bervariasi. Ada yang mulai 30 cm, 40-50, bahkan yang tadi saya ceritakan sampai 1 sampai 12 meter sekarang ada. Dan panjangnya ini sekitar 6-12, tergantung nanti memang pesanan kita dan kapasitas alat angkut kita dan alat untuk memancarkan lebih seperti apa dan kebutuhan di lapangan. Jadi kalau teman-teman di lapangan kebutuhannya misalkan 20 meter gitu ya, bisa saja Kita pesan tiangnya itu nanti siang datangnya yang 12 meter, kemudian piang atasnya bisa saja hanya ya delapan meter atau mau dibagi tiga sama persis juga bisa, asal 7 meter, 7 meter, 6 meter gitu ya, nanti tergantung dari kebutuhan. Dan ini nanti bisa disambung dengan las. Ini kita akan bahas di pelaksanaan. Sal, pembuatannya seperti ini, teman-teman. Jadi ini ada ulangan dia repost tapi nanti dia distressing atau ditarik di ujung kiri-kanan, mudah dimasukkan dalam suatu Bugis Ting eh bulat. Cara untuk membuat dia seperti lingkaran ini dia adalah diputar, diputar dengan kecepatan tertentu, beton dimasukkan, sehingga nantinya sa diputar itu dia akan memadat sendiri dan juga mengeras karena adanya gaya sentrifugal ketika kita putar ini. Cara pembuatannya seperti ini ya. Kenapa dia bisa lubang ditengahnya? Berbeda kalau yang brightest tadi hanya diletakkan di peti Sting, kalau ini ditambah lagi dia dengan diputar.

Oke, selanjutnya yang berikutnya adalah tiang pancang baja. Many penampangnya umumnya kebanyakan berbentuk hadden IPA atau five pria. Mudah Penanganannya itu karena dia ringan sebenarnya. Kemudian lebih ringan dari baja Dalam eh dari beton dalam latihan ini juga nanti kalau dipotong jadi sambungkan dia juga lebih mudah dan dapat mendukung beban pukulan besar waktu dipancangkan pada lapisan keras sehingga tidak menimbulkan bahaya patah seperti tiang pancang beton yang karena dia kekuatannya lebih lentur gitu ya, bacakan mempunyai kuat tarik yang cukup tinggi dan juga kuat tekan cukup tinggi, kecuali kalau dia posisinya memang langsing yang bahaya dari baja adalah tekuk. Tapi kalau memang seperti HP mini kan dia cukup bagus dalam artian ketika mendapat Gaya tekan ini ketika dipancangkan ketemu tanah keras gitu ya, kalau beton itu tidak boleh dipaksakan. Kalau dipaksakan nanti yang kalau adalah beton yang kalau baca ini masih cenderung nya dia cukup kuat sehingga tidak rawan patah. Namun kekurangannya adalah dia lemah terhadap adanya korosi. Nyi perlu kita proteksi, porsinya harus kita lindungi. Nah, perlindungan korosi ini ada berbagai macam. Ada yang dengan di komposit kan nanti dibungkus dengan luarnya ini beton, namanya jadinya tiang pancang komposit ini ya. Ada yang dengan dicat. Nah, dicat juga bisa untuk melindungi karat atau dipasangkan yang namanya adalah anoda korban atau katodik protection. Henti, silahkan teman-teman bisa dicari cathodic protection Gowa. Jadi dia katoda kurban di mana sebenarnya kalau karat itu akan menyerangnya adalah unsure V plus ya. Jadi F itu kan serum, serum itu kan baja atau besi. Nah, ini anoda ini memang dipasang dengan tegangan positif yang cukup besar, sehingga korosi kalau menyerang bukan kebaca tapi ke dia, sehingga dirinya nanti akan hancur akibat korosi. Nanti berkala kita ganti anoda korban itu, sehingga baja kita menjadi terlindungi dari korosi. Key, to salah satu solusinya. Selanjutkan.

Nah, Disini yang keempat adalah tiang pancang komposit. Yang panjang komposit ini tadi salah satu treatment untuk mengatasi kalau yang pertama ia pembusukan dipihak kayu di atas muka air tanah ini diatasinya bisa dengan cara tiang komposit yaitu dibeton, digunakan beton di bagian atas dan tiang kayu itu digunakan di bagian bawah yang terendam terus oleh muka air tanahnya. Contohnya di gambar sebelah kanan. Jadi ini bawahnya adalah tiang kayu yang terendam oleh air muka air di sini ya, asalkan di atasnya disambungkan dengan tonight. Tentu saja harus diperhatikan adalah alat sambung di sini harus diberikan anggur dan lain sebagainya. Bisa digunakan kombinasi atau komposit seperti ini. Atau sebelah kanan ini tiang-tiang dari kayu, kemudian dicolong peletnya. Kalau ini masih bentuknya tiang, kalau ini sudah velg, di mana misalkan di sini muka air tanahnya dia terendam terus. Nah, ini justru akan lebih membuat sikayu tahan lama. Bisa juga untuk korosi tadi yang mengatasi pada baja yaitu dengan tinggi yang komposit profil Ayah dibungkus dengan ton. Contohnya seperti ini. Ini bisa tiang baja yang Nadia di bungkus dengan beton. Atau seperti ini juga bisa. Ini dari bacanya, kemudian dipancangkan media dicor di sebelah luarnya dengan beton. Ini untuk mengakomodir dari urusi. Oke.

Kemudian tipe tiang pancang yang lain menurut cara perpindahan dari volume tanah. Karena yang namanya dipancang kita memasukkan suatu material kedalam tanah gitu ya, yang sebelumnya tanah itu sudah menempati pada posisinya. Ketika kita berikan suatu material baru berupa tiang pancang, kita paksakan masuk, tentunya tanah itu akan bergeser atau menyesuaikan diri jarak jarak antarpartikel tanahnya, sehingga nantinya bisa sih panjang ini masuk dan memberikan D dukung yang kuat. Nah, menurut cara perpindahan volume tanah tadi siang itu dibagi menjadi tiga, yaitu tiang perpindahan besar atau lax displacement file, yang perpindahan kecil small Splash menu file, kemudian piang tanpa perpindahan atau non displacement file-nya. Bedanya apa? Kita lihat.

Kalau tiang perpindahan besar, yaitu berarti tiangnya itu bentuknya pejal ya, atau berlubang tapi di ujungnya benar-benar tertutup, sehingga ketika dipancangkan dia terjadi perpindahan volume tanah yang relatif besar. Yang masuk ke dalam ini adalah Seperti kayu itu ya, beton pejal atau beton yang berlubang tapi tapi ujungnya adalah tertutup atau tiang beton prategang ya, ini ya, yang tadi ya, atau tiang baja bulat yang ujungnya tertutup.

Kalau yang tiang perpindahan kecil, many eh, Nia penjelasannya. Sama-sama yang kategori pertama, hanya volume yang tanah yang dipindahkan itu cukup kecil, karena memang tiangnya tersebut mungkin tidak seperti yang di atas pejal. Kalau ini ujungnya terbuka atau berlubang. Contohnya apa? Misalkan ada tiang beton prategang tapi yang ujung depannya terbuka juga ada. Dia tiang baja pipa baja atau pipa H bentuknya tiang baja H profil Hi totiang ulirnya. Ini perpindahan dari tanahnya volume tanah kecil.

Kalau yang tanpa perpindahan ini biasanya adalah dipasang di dalam tanah dengan cara menggali atau mengebor tanah. Nah, ini sebenarnya prinsipnya ini masuk ke dalam tiang bor. Nanti kita akan pelajari itu, di mana tiang beton ya pengecoran nya langsung di dalam lubang hasil pengeboran tanah. Iya, jadi dia tidak menggeser atau memindahkan volume tanah, karena volume tanahnya di uang. Oke, itu beberapa tipe dari tiang pancang.

Nah, kita juga bisa mengkategorikan tiang pancang ini menurut cara pemindahan atau transfer bebannya. Tadi dari bahan sudah, kemudian dari pemindahan volume tanah ya, pergeseran volume tanah sudah, juga cara pemindahan beban atau transfer nih. Dari depan sudah kita singgung. Yang pertama adalah poin Giring File atau mbiring fair. Apa yang dimaksud dengan ini? Yaitu tipe tiang pancang dengan tahanan ujung, di mana tiang ini meneruskan beban melalui tahanan ujung kelapisan tanah yang keras. Jadi yang bekerja di sini adalah bagian ujung dari tiangnya yang panjangnya. Ia dapat mencapai ke posisi tanah yang keras, sehingga nanti dia cara mentransferkan beban dari atas ke tanah keras itu melalui ujung tiangnya. Ini berada umumnya dalam zona di mana tanah lunak berada di berada di atas tanah keras. Jadi kalau di atasnya tanah lunak tapi tanah kerasnya posisinya ada di bawahnya itu ya, nanti siang itu mencapai tanah keras yang di tanah lunak ini nanti tidak bekerja beban, tidak ditransferkan ke sana, tapi ditransfer tanya nanti ke tanah keras yang di ujung tiang. Tiang pancang sampai pada batuan Dasar atau tanah keras yang dapat mendukung beban dan tidak mengakibatkan penurunan yang berlebihan. Ini poinnya adalah ia mencapai tanah keras dan tidak menyebabkan penurunan. Kapasitasnya nanti sepenuhnya ditentukan dari tahanan dukung lapisan keras yang berada di ujung tiang. Jadi semua bergantung pada kapasitas daya dukung di ujung dari tiangnya.

Nah, kita lihat ilustrasinya nih, teman-teman. Misalkan kita punya gedung berlantai banyak tingkat gitu ya. Udah di bawahnya ada tanah lunak nih, sedangkan tanah keras misalkan di posisi kedalaman 15 meter. Kita untuk menjangkau ini biar kita bisa gunakan salah satunya adalah pondasi dalam menggunakan tiang pancang. Jikalau sistem seperti ini, nanti asumsi kita dalam perencanaan bila tanahnya nih, misalkan tanah lunak gitu ya, tipe dukung dari pondasi ini ditentukan dari Saya dukung tanah yang berada di bawah ini yang dapat dijangkau oleh ujungnya si tiang pancang. Jadi tanah keras ini yang berperang. Nah, seperti ini ya. Jadi ini nah ilustrasi kalau kita setelkan lagi misalkan hanya ada polong velg ini tiangnya, kemudian ini ada Bedrock atau tanah kerasnya. Nanti semua di support itu bayi mbiring dari yang crash atau fambest nyanyian tipe pertama.

Kemudian dari cara pemindahan atau transfer beban untuk tipe kedua adalah Vixion File. Bedanya apa? Kalau dengan engineering file tadi, Vixion ini ditentukan daya dukungnya oleh perlawanan gesek antara dinding tiang dengan tanah di sekitarnya. Jadi tahanan gesek dan konsolidasi lapisan tanah di bawahnya diperhitungkan dalam penghitungan kapasitas ya. Ini digunakan apabila memang oh posisi dari tanah keras atau tanah dengan daya dukung yang cukup keras sangat dalam sekali, sehingga tidak lagi efektif kita jangkau. Sehingga kita nanti akan mendesain dengan Vixion atau tahanan gesekan. Ada dua kondisi yang pertama, misalkan pada tanah berbutir kasar yang mudah dilalui air atau permeabel sohail. Ini jika seperti ini kan nanti kalau pemancangan tiang dalam satu kelompok tiang yang terdiri dari beberapa tiang pancang membentuk satu kelompok yang saling berdekatan, ya akan mengikatkan berkurangnya pori-pori jarak partikel antar tangan tadi, sehingga akan memadatkan tanah di antara tiang-tiang dan sekeliling kelompok tiang tersebut. Ini tadi yang salah satu fungsinya dia untuk Convection file juga jenisnya ini untuk tanah pasir dengan kuat geser yang tinggi yang Topinya yang tinggi. Yang kedua pada tanah berbutir halus yang sukar dilalui air permeabel Soy. Nah, ini prosesnya kalau kita pancangkan dengan kelompok tiang tadi ini tidak menyebabkan tanah di antara tiang-tiang tadi menjadi padat atau boleh disebut floating file foundation. Jadi tidak lagi memberikan pengaruh ke tanah yang kita pancangkan. Nah, biasanya ditemukan di tanah lempung yang nilai polisinya porsinya tinggi. Oh itu ya. Nah, jenisnya seperti ini dan ini sama. Kita punya bangunan, kita punya tiang pancang gitu ya, di mana tanah lunak ini memang semakin ke dalam itu bertambah keras karena kedalamannya ya. Mungkin teman-teman kemarin sudah belajar yang namanya tekanan overburden. Ini semakin ke dalam kan nanti dia semakin keras akibat memang kedalamannya dan posisi beban tanah di atasnya. Namun ini tidak ditemukan sampai bawah ini tanah keras. Sehingga kalau seperti ini ya kita design-nya adalah dengan freezer file. Jadi nanti kalau yang ilustrasi tadi sebelah kanan ada yang menumpu. Nah, kalau ini tidak ada sama sekali yang menunggu. Jadi beban-beban yang bekerja nantinya akan disupport oleh skin friction atau gesekan antara dinding Pan tiang pancang dengan tanah di seperti itu ya.

Nah, tadi biasanya Jelaskan ya, mungkin saya ulang. Ini tanah kerasnya akan sangat dalam, sehingga pemancangan sampai Tanah keras sangat suka dilakukan atau tidak mungkin. Nah, kalau seperti itu, maka biasanya ini dalam tanah lempung itu ya, perlawanan ujung tiang akan jauh lebih kecil dibandingkan dengan perlawanan akibat perlekatan antara tiang dan tanah atau disebutnya klip. Nah, kalau karena kalau seperti itu kita biasanya adalah friction file. Untuk menghitung daya dukung tiang nantinya kita bisa melakukan penyelidikan tanah mentimun kemarin sudah belajar bukan tanah itu bisa dengan alat yang namanya sondir atau CPT. Itu kalau di sondir di Oke teman-teman mereka praktikum mekanika tanah sudah menghitung ya, di sana ada namanya tahanan ujung dan tahanan lekatan. Karena kita memakainya adalah alat yang dikonsumsi ide ada dua comments comments yet untuk mengetahui tahanan ujung, sedangkan konus yang di samping yang ada gesekan itu dia untuk merecord dari lekatan tanah tersebut. Itu nanti bisa kita gunakan untuk D dukung. Selain itu juga pengujian-pengujian tanah lain, misalkan SPT juga bisa dilakukan. Nanti tentu saja dengan rumus empiris yang digunakan. Nah, ini teorinya sudah sampai di sini. Mungkin nanti kita seri berikutnya adalah perhitungan daya dukung yang.