Transcription
Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil alamin. Wasalatu wasalamu ala nabina Muhammadin wa ala alihi wasahbihi ajmain. Amma ba'd.
Pemirsa sekalian, ee pemirsa konsultasi syariah Dewan Syariah Wahdah Islamiah di mana pun Anda berada. Alhamdulillah kita kembali banyak bersyukur kepada Allah Subhanahu wa taala atas segala limpahan karunia dan rahmat darinya dan kemudahan sehingga alhamdulillah pada malam Jumat yang pertama di bulan Zulhijah ini, alhamdulillah kita masih diberikan kesempatan dan kesehatan untuk hadir bersama-sama di salah satu majelis kita yang insyaallah berkah, majelis ee konsultasi syariah ee pada pembahasan kontemporer dan permasalahan umum di malam Jumat hari ini.
Insyaallah beberapa saat ke depan ee kita akan bersama dengan ustaz kita, Ustaz Muhammad Yusran Ansar hafidahullahu taala, ketua Dewan Syariah Wahdah Islamiyah. Ee sebelum itu, kita sapa terlebih dahulu ustaz kita. Assalamualaikum, Ustaz.
Waalaikumsalam warahmatullah.
Masyaallah, bagaimana kabarnya, Ustaz?
Iya, alhamdulillah sehat.
Alhamdulillah. Ee suara kami jelas, Ustaz?
Jelas. Jelas. Gimana suaranya?
Jelas. Alhamdulillah, Ustaz. Jelas suaranya. Oh, iya. Alhamdulillah. Baik.
Ee pemirsa sekalian di manapun Anda berada. Ee malam ini insyaallah kita akan ee melakukan konsultasi syariah seputar pembahasan umum dan kontemporer. Akan tetapi sebelum itu, kita akan ee mendengarkan mendengarkan terlebih dahulu materi pengantar dari pemateri kita malam hari ini, Ustaz Muhammad Yusran Ansar hafizahullah terkait beberapa fikih ee terkait takbiran. Dan ini alhamdulillah sangat sesuai dengan ee konteks ee konteks ee zaman kita atau hari-hari kita saat ini yang mendekati ee hari Idul Adha atau bahkan kita telah masuk di awal-awal bulan Zulhijah yang mana di dalamnya kita dianjurkan untuk banyak ee bertakbir. Untuk itu ee maka kita simak terlebih dahulu materi pengantar dari ustaz kita dan insyaallah setelahnya kita akan masuk ke sesi konsultasi atau tanya jawab ee baik dari materi yang ustaz sampaikan secara khusus ataupun umum terkait permasalahan ee kontemporer atau yang umum.
Ee pertanyaan dari pemirsa sekalian dapat disampaikan melalui kolom chat Zoom dapat dituliskan, insyaallah sebentar akan kami bacakan. Atau ee jika ingin menyampaikan pertanyaannya melalui kontak WhatsApp, silakan mengirimkan pertanyaan ke kontak WhatsApp 0813 5440897. Sekali lagi ee pertanyaan bisa disampaikan di kontak WhatsApp 08135440897. Atau kalau pemirsa sekalian ingin menyampaikan pertanyaan secara langsung di sesi tanya jawab sebentar, bisa rais hand, angkat tangan, dan kami persilakan untuk menyampaikan pertanyaannya secara langsung.
Baik, tidak berlama-lama lagi, kita berikan kesempatan kepada ustaz kita untuk menyampaikan materi pengantar sebelum sesi tanya jawab.
Masyur ya. Syukran jazakallahu khairan.
Ee bismillah, alhamdulillah, wasalatu wassalamu ala rasulillah wa ala alihi wasohbihi wa mawalah. Amma ba'd. Ee para ee peserta konsultasi syariah, ikhwah dan akhwat, Bapak-bapak dan Ibu-ibu hafidakumullahu taala jamian. Alhamdulillah. Kita banyak memuji Allah Subhanahu wa taala atas nikmat yang tercurah pada kita sekalian. Dan di antara nikmat yang terbesar yang Allah berikan kepada kita adalah nikmat untuk kembali ee berkesempatan ya menemui atau didatangi ee zaman yang sangat mulia, hari-hari yang ee sangat afdal ya untuk kita beramal saleh yang disebut sebagai ee 10 hari pertama bulan Zulhijah. Yang dalam hadis dikatakan dia adalah amal, dia adalah hari yang ee ahabbu ilallah ya untuk beramal saleh, Allah sangat cintai, Allah sangat ee agung, sangat besar pahalanya di sisi Allah, jal, yang sangat afdal, azka, yang sangat suci, dan berbagai keutamaan-keutamaan yang lainnya.
Dan ee seperti yang kita ketahui bahwa ee ulama kita menyebutkan bahwa yang dimaksudkan beramal saleh sini adalah semua jenis amal saleh. Ya, semua jenis amal saleh apapun yang dilakukan di hari-hari ini, dia adalah ee besar pahalanya di sisi Allah. Bahkan sahabat sudah pernah bertanya kepada nabi kita sallallahu alaihi wasallam, apakah amalan-amalan kecil di hari-hari ini juga bisa mengalahkan keutamaan jihad fisabilillah? Ya. Dan Rasulullah menegaskan bahwa jihad pun keutamaannya masih dikalahkan ya oleh amal-amal yang mungkin sederhana, namun dikerjakan di hari-hari yang mulia ini, 10 hari pertama bulan Zulhijah ya, kecuali orang yang berjihad lalu ee mati syahid.
Ee dan kita sekarang sudah berada di malam yang keempat ya. Malam yang keempat. Kita sudah menyelesaikan tiga hari dari hari-hari Zulhijah. Jadi mulai kemarin hari Rabu, kemudian Kamis, Jumat, dan sekarang kita masuk malam Sabtu. Berarti sudah malam keempat ya.
Ee dan ee dari seluruh amal saleh ya, dari seluruh amal saleh yang dianjurkan pada hari-hari ini, maka di antara amal yang ee disebutkan secara khusus adalah amalan zikir, ya. Dan zikir yang lebih khusus yang dimaksudkan adalah ee takbiran, ya. Takbiran. Dan ini yang kita akan bahas sedikit sebagai pengantar sebelum ee mungkin ada yang mau bertanya ya.
Ee dalil tentang takbiran ini di hari-hari ini ee di antaranya firman Allah Subhanahu wa taala dalam ee surah Al Al-Haj ya. Surah Al-Haj ketika Allah Subhanahu wa taala menyebutkan tentang berbagai macam keutamaan ee ibadah haji ya. Begitu banyak hikmah pelajaran dari ibadah haji. Dan Allah katakan, "liyashhadu manafiahum wurusmallahi fi ayyamin maklumat ala maqahum min bahimatil anam." Hendaknya mereka menyaksikan begitu banyak keutamaan ibadah haji dan agar mereka berzikir kepada Allah fi ayyamun maklumat. Apa itu ayyamun maklumat? Abdullah bin Abbas radhiallahu anhuma sebagai ahli tafsirnya para sahabat menafsirkan ayyamun maklumat adalah 10 hari pertama bulan Zulhijah. Ya, 10 hari pertama bulan Zulhijah.
[Musik]
Dan ee juga dalam surah Al-Baqarah ya Allah katakan, "Wadzkurullaha fi ayyamin ma'dudat." Dan berzikirlah kepada Allah di hari-hari yang ee berbilang, yang dihitung. Dan itu maksudnya sebagaimana tafsiran Ibnu Abbas juga yang dimaksudkan adalah ee hari tasyriq ya, hari kurban dan hari-hari tasyriq. Artinya ini kita ee berada di hari yang sangat dianjurkan untuk banyak berzikir. Padahal ya, padahal ee kita ketahui zikir ini memang adalah amalan yang selalu saja diperintahkan sepanjang waktu. Bahkan kita memang selalu dituntun untuk banyak berzikir kepada Allah. Berzikir kepada Allah itu harus dilakukan sebanyak-banyaknya. "Ya ayyuhalladina amanurullahaikr wazakirinallahair wazakirat." Ya, orang mukmin laki dan mukmin perempuan diajarkan untuk banyak berzikir kepada Allah. Tapi di hari-hari ini kita lebih ditekankan lagi untuk memperbanyak zikir.
Lalu zikir apa yang dianjurkan? Ee zikir yang dimaksudkan di sini selain zikir yang secara umum membaca Al-Qur'an, zikir pagi dan petang, zikir kita mulai bangun sampai tidur kembali, dan berbagai macam zikir yang lainnya. Namun secara khusus yang dimaksudkan adalah zikir berupa takbiran ya. Zikir yang diistilahkan dengan takbiran dan itu ee dijelaskan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Dari sahabat Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma ketika menyebutkan tentang keutamaan 10 hari pertama bulan Zulhijah, Nabi kita sallallahu alaihi wasallam merinci secara khusus, "faaksiru fihin minat tahlili takbiri wat tahmid." Maka perbanyaklah pada hari-hari itu berupa ee tahlil, ucapan lailahaillallah, takbir berupa Allahu Akbar, dan tahmid berupa alhamdulillah. Dan itu semuanya masuk dalam ucapan takbiran yang kita kenal. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Lailahaillallah. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Walillahilhamd. Jadi takbiran itu tidak lepas dari tiga tadi yaitu tahlil, ucapan lailallah, takbir, ee Allahu Akbar, dan tahmid berupa alhamdulillah. Jadi yang dimaksudkan adalah takbiran.
Ee dan ee berarti sejak 1 Zulhijah ya, 1 Zulhijah kita dianjurkan untuk memperbanyak takbiran. Dan ini membedakan Idul Adha dengan Idul Fitri ya. Idul Adha dan Idul Fitri. Kalau Idul Fitri itu takbirannya nanti dianjurkan pada malam ee Lebaran, malam Idul Fitri dan berhenti pada saat khatib sudah mau berkhotbah. Jadi waktunya relatif singkat ya malamnya. Lalu sampai khatib khutbah Idul Fitri. Setelah itu tidak ada lagi ee takbiran ya. Setelah selesai salat Id tidak ada lagi takbiran untuk Idul Fitri.
Adapun Idul Adha ada yang dikenal dengan dua takbiran. Takbir yang sifatnya mutlak dan takbir yang sifatnya muqayyad. Terus terang yang banyak diamalkan oleh masyarakat kita umumnya itu baru takbir muqayyad saja. Adapun takbir mutlak kita termasuk ee masih banyak melalaikannya. Padahal ee Umar bin Khattab radhiallahu anhu mencontohkan beliau di mana saja di 10 hari pertama bulan Zulhijah, di kemah-kemah beliau, di mana saja di jalan dan di mana saja beliau berada di rumahnya juga termasuk beliau memperbanyak takbiran itu. Dan Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma. Anak beliau bersama dengan Abu Hurairah radhiallahu anhu kadang masuk ke pasar-pasar dan menggemakan suara takbiran itu ya. Menggemakan suara takbiran dan ee membuat ya orang-orang yang ada di pasar ee intibah ya teringat ya bahwa hari-hari itu adalah hari yang perlu diperbanyak takbiran. Maka ee bergemalah pasar-pasar di Madinah dengan takbiran orang-orang yang ada pada waktu itu. Dan itu sekali lagi sejak 10 hari pertama bulan Zulhijah ya, itu namanya takbir ee mutlak. Takbir mutlak maksudnya takbir di mana saja, tidak harus di masjid dan kapan saja, tidak harus setiap selesai salat wajib. Jadi ee kapan saja kita memperbanyak. Makanya alhamdulillah ee hari-hari ini ee sebagian pasar pasar itu ya dan ini m-mudahan bisa di ee apa dimasifkan kalau ada yang punya toko-toko yang punya e di kantor-kantor ee di pasar-pasar mall-mall sangat bagus kalau yang biasanya ya kalau mungkin sebagian ee ribut dengan musik ya atau mungkin ada yang pakai tilawah. Ah, ini saat sekarang lebih bagus kalau diperbanyak takbiran ya, sehingga kita bisa merasakan apa yang pernah dirasakan oleh salaf terdahulu di hari-hari semacam ini. Di mana saja kita lewat, kita mendengarkan salat takbiran dan kita mulai dengan diri kita ya. Kita mulai dengan diri kita memperbanyak takbiran tersebut. Kita berjalan ya ke masjid, pulang ke dari masjid, kita menuju ke kantor, menuju ke sekolah, menuju ke kampus, di mana saja kita perbanyak takbiran tersebut.
Ee kemudian ada yang namanya takbir mut ee takbir muqayyad. Takbir muqayyad ini takbiran yang dilakukan pada saat ee takbiran yang dilakukan pada saat masuknya ee 9 Zulhijah ya, masuknya Zulhijah bakda salat subuh. Bakda salat subuh untuk orang yang tidak melaksanakan ibadah haji ya, untuk yang tidak melaksanakan ibadah haji. Adapun yang bagi yang melaksanakan ibadah haji ya ee maka dianjurkan nanti pada saat ee apa? Pada saat hari kurban ya. Dan sebagian mengatakan zuhur ya di ee apa? Zuhur di ee hari Arafah. Adapun kita yang tidak melaksanakan ibadah haji, maka sejak tanggal 9 ya, kalau tahun ini bertepatan dengan hari Kamis ya, hari Kamis bertepatan dengan hari Kamis, maka kita mulai takbiran. Takbir mutlak eh takbir muqayyad. Apa itu takbir muqayyad? Takbir yang dilakukan di masjid-masjid setelah selesai salat wajib. Dan ini ee perlu di ee apa dilakukan, ya. Dan dia sunah para salaf dan tidak ada khilaf di antara mereka tentang anjuran ee seperti itu. Ee entah kita baca zikir setelah selesai salat dulu ataupun kalau dikhawatirkan ya nanti setelah baca zikir orang sudah pada pulang, maka sebaiknya dimulai dulu dengan takbiran, zikirnya bisa menyusul. Dan ee sebagian ulama kita mengatakan ee bisa kita cukupkan dengan ee astagfirullah, astagfirullah, astagfirullah, lalu Allahumma antasalam waminkas salam tabarakta ya dzal jalali wal ikram. Lalu setelah itu takbiran. Adapun zikir-zikir selesai salat yang lainnya bisa menyusul ya setelah takbiran. Ee tidak ada ee jumlah yang tertentu. Bisa lima kali, bisa enam kali, tujuh kali, sepuluh kali ya, sesuai dengan apa yang mudah bagi kita. Dan itu dilaksanakan sejak ee subuh hari Kamis ya, kalau tahun ini sejak subuh hari Kamis tanggal 9 Zulhijah sampai bakda asar tanggal 13 Zulhijah, hari terakhir dari hari tasyriq. Artinya 5 hari ya, 5 hari kita takbiran secara ee muqayyad. Dan ee kita 10 hari takbir secara ee atau sampai 13 hari pun bisa ya kita takbiran secara mutlak ya. Takbiran secara mutlak itu sebenarnya bisa sejak tanggal 1 sampai tanggal 13 ya. Tapi takbir yang muqayyad bakda salat itu nanti dimulai tanggal 9 sampai tanggal 13.
Lalu apa bacaannya? Apa bacaannya? Ee sebagian mencontohkan, sebagian ee setahu kami ya tidak ada dalil dari Rasulullah yang menyebutkan secara khusus lafaz takbiran yang sahih. Ee namun ada dalam sebagian salaf mencontohkan ee seperti perkataan sebagian ya salaf dari Salman umpamanya, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar kabira. Dan yang paling terkenal ya sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dari sahabat Abdullah bin Mas'ud dan Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhuma, beliau membaca Allahu Akbar Allahu Akbar dua kali. Lailahaillallah Allahu Akbar Allahu Akbar walillahilhamd. Dana yang kita ketahui. Jadi Allahu Akbar dua kali lalu, Allahu Akbar Allahu Akbar. Allahu Akbar. Lailahaillallah. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Walillahilhamd. Ee dan ini yang dikenal dalam mazhab Hanabilah. Mazhab Syafi'iyah juga menyebutkan yang seperti ini. Namun sebagian ee atau banyak dari mazhab Han ee Syafi'ia ee menambah satu kali lagi ya ee mengganjilkan. Jadi seperti yang sering kita dengarkan. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Lailahaillallah Allahu Akbar. Walillahilhamd. Dan ee ini juga diriwayatkan oleh sebagian sahabat ee walaupun jika kita cukupkan dengan dua maka itu ee juga ee sahih. Bahkan dari segi sanad mungkin lebih sahih ya dibandingkan yang tiga tapi gak ada masalah. Dan sebagian dalam mazhab Syafi'iyah menambah dengan eh lailahaillallah yaqdah wasar abdah wa anjaza wdah wazamal ahzaba wahdah. Ya. Dan ini kadang kita dengarkan dibaca ini sebenarnya bacaan pada saat ee doa di Safa dan Marwah ya. Rangkaian doa kita di Safa dan Marwah. Ketika kita mau berdoa kita baca itu. Sodq w'da abdah wa anjaza wd wazamal ahzaba wahdah. Ini dianjurkan sebenarnya pada saat ee rangkaian doa kita di Safa dan Marwah. Tapi sebagian Syafi menyebutkan ulama kita ee sebagian menganjurkan itu juga dibaca ya pada saat takbiran. Maka ee bagi yang mau membacanya gak mengapa tapi dia bukan bacaan yang harus sebagai penutup dari takbiran muqayyad ya. Karena ada juga kebiasaan bahwasanya takbir muqayyad itu takbir bakda salat itu biasa ditutup dengan takbiran itu baru selesai. Ya, ini juga sebenarnya tidak ada keharusan. Jadi ee bisa baca sekali-sekali tapi bukan sesuatu yang ee menjadi sunah yang menutup dari takbir muqayyad kita itu.
Ee dan tentu saja ya ee sebagai penutup ya dari ee pengantar ini bahwa ee tentu saja ee zikir-dikir yang semacam ini ee dan ee takbiran ini kita perlu gemakan, gaungkan disertai dengan meresapi maknanya. Ya, kita resapi maknanya karena dia makna-makna yang sangat agung membesarkan Allah Subhanahu wa taala, memuji atas berbagai nikmatnya, dan mengesakan Allah subhanahu wa taala. Dialah kalimat-kalimat yang sangat mulia perlu untuk kita ee suarakan, gemakan ya di hari-hari yang sangat mulia ini. Dan ini zikir yang paling patut untuk kita perbanyak di hari-hari ini. Di samping zikir yang lain, tidak mengapa kita tetap jaga. Tapi zikir inilah yang paling patut untuk kita perbanyak di hari-hari ini. Semoga Allah Subhanahu wa taala memberikan kepada kita ee keberkahan hari-hari ini dan semoga kita bisa melewati hari-hari ini dengan sebaik-baiknya ya. Karena sebenarnya bulan Zulhijah itu semuanya mulia ya, sejak 1 sampai 29 atau sampai 30 Zulhijah. Tapi yang paling mulianya itu 1 sampai 10-nya ini beda dengan Ramadan ya. Sebagian orang dalam Ramadan ee kadang ee menjaga staminanya nanti forsir pada 10 malam Ramadan terakhir karena itu waktu yang paling afdal. Adapun Zulhijah ini waktu yang paling afdalnya 10 Zulhijah yang awal ini ya. Maka di sinilah saatnya kita bersungguh-sungguh ya. Sebagaimana yang dicontohkan oleh ee Said bin Zubair ya dan ee salaf lainnya. Semoga kita mendapatkan kemuliaan ini dan semoga kita bisa ee mensarkannya dan semoga kita bisa ee bertemu dengan hari kemenangan Idul Adha.
Dan jangan mi dulu, Dek, sama saya mau saja dulu. Ee sudah iya sekali ehir itu barakallah fikum wasallallahu ala nabina Muhammad wa ali wasahbi wasallam walhamdulillahi rabbil alamin.
Masyaallah, jazakumullah khair, Ustaz. Ee alhamdulillah demikianlah telah kita dengarkan materi pengantar dari ustaz kita Muhammad Yusran Ansar hafizahullah, ketua dewan syariah Wahdah Islamiyah tentang beberapa inilah sangat ee runut ee singkat tetapi sangat padat ee materinya dan alhamdulillah kita bisa ee mendapatkan materi yang sangat baik dan juga sesuai dengan apa yang kita butuhkan saat ini.
Ee pemirsa sekalian di mana pun Anda berada, kami menantikan pertanyaan-pertanyaan Anda di ee kolom chat. Silakan dituliskan ataupun bisa disampaikan di kontak WhatsApp 0813 544 eh 0847 atau ee kita berikan kesempatan terlebih dahulu untuk ee pemirsa yang ingin bertanya secara langsung untuk memberikan ee reaksi angkat tangan sebelum kami persilakan untuk menyampaikan pertanyaannya secara langsung. Silakan.
Cek suara kami masih jelas.
Ustaz jelas.
Cek cek. Ee izin Ustaz, kami bacakan pertanyaan yang masuk.
Suara ee Iya. Iya. Kita berikan kesempatan kepada peserta di Zoom atas nama Supriansyah untuk menyampaikan pertanyaan terlebih dahulu secara langsung. Silakan dibuka mic-nya.
Ee baik. Bismillah. Ee asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
Ee baik, Ustaz. Ee izin bertanya, Ustaz. Ee ini mengenai ee soal ee takbir ee muqayyad ya. Ee misalkan Ustaz ee kita jadi imam ya ee di masjid misalkan di masjid kampung ya, Ustaz ya. Ee ini afdolnya bagaimana nih, Ustaz? Kalau kita takbir mukayat apakah berjemaah e berjemaah dengan jemaah yang di belakang atau sendiri-sendiri? Biasanya kan kalau ee ee kami misalkan imam di kampung-kampung itu biasanya itu setelah misalkan hari tasyrik ya yang ee ee ee 11 12 13 itu biasanya itu ee meskipun kita enggak mau berjemaah dengan jemaah di belakang, jemaah pasti mengikut dengan kita ya kalau ee jadi imam ya. Afdalnya bagaimana itu, Ustaz? Apakah sendiri-sendiri atau ee berjemaah atau mengikuti tradisi di kampung?
Ya, gimana? Dijawab langsung. Gimana, host?
Ustaz ee bisa dijawab, Ustaz. Dari setiap pertanyaan langsung dijawab saja.
Tib. Oh iya. Ee terkait dengan masalah ini. Jadi kalau kita sebagai imam ee tentunya ee kita yang berinisiatif ya. Jadi sebenarnya kalau ada imam yang ee tidak berinisiatif untuk memulai takbiran di hari tersebut padahal sudah disyariatkan takbir muqayyad, maka gak apa-apa kalau ada jemaah makmum yang memulai ya. Tapi ee tentunya yang paling bagus memulai adalah imam untuk mengingatkan. Ee dan bagaimana dengan takbir secara berjamaah? Ya, takbir secara berjamaah maksudnya dengan satu suara ya, di komando lalu yang lainnya mengikuti. Sebenarnya ini bukan suatu keharusan ya, bukan suatu keharusan ee karena kalau kita melihat kalau kita melihat ee dalil-dalil yang ada tentang takbiran itu jenisnya itu berbeda-beda lafaz-lafaznya. Dan ini memberikan isyarat bahwasanya mereka pun ee para sahabat berbeda dalam melafazkan takbiran. Ada yang bilang saja Allahu Akbar, Allahu Akbar kabira. Ada yang sampai dua kali, ada sampai tiga kali. Dan dalam sebagian ee periwayatan sahabat memang berbeda-beda. Seandainya seandainya mereka melakukan itu selalu serempak bersama dengan Rasulullah, maka ee tentu cuma ya kemungkinan besar ya mereka bisa sepakat dengan lafaznya. Tapi ternyata mereka berbeda-beda. Ee namun dalam sebagian riwayat memang disebutkan bahwa seperti ketika Abu ee ketika Abu Hurairah dan ee Abdullah bin Umar menggemakan takbiran di pasar, maka disebutkan di situ mereka bertakbir dengan takbirnya mereka takbirnya Abu Hurairah dan Abdullah bin Umar. Artinya mereka juga ikut bertakbir walaupun tidak harus ee apa selanjutnya dikomando ya. Ee karena itu bagi antum kalau jadi imam ee kalau ada yang di antara mereka ikut ya antum ee biar tidak kalau antum tidak niatkan mereka ikut tapi mereka ikut tidak apa-apa ya. Biarkan saja mereka ya biarkan saja makmum kita mungkin sebagian makmum ada yang masih awam belum ee paham tentang masalah ini atau juga memang mengambil pendapat ulama. Kita tidak bisa nafikan ada pendapat ulama memang yang membolehkan ya takbir jamaah seperti itu. Ee maka tidak mengapa ya. Ee tapi sebaiknya antum sebagai imam tidak perlu menunggu ee mereka ee selesai baru antum takbiran lagi. Karena ada kan imam dia takbiran dulu baru setelah itu seakan-akan dia berikan giliran kesempatan kepada makmum untuk bertakbiran. Nanti selesai makmum dia baru takbiran lagi. Padahal seharusnya dia tidak berhenti ya. Jadi dia terus bertakbir. Ketika makmumnya juga bertakbir, dia tetap bertakbir ya untuk mengesankan bahwasanya kita tidak mengharuskan mereka secara berjamaah mengikuti kita. Jadi sebenarnya tidak harus bersahut-sahutan dalam artian satu suara ya. Jadi kalau ada yang ee mulai dengan ini, ada yang dan juga selesainya tidak harus bersamaan ya. Mungkin ada imamnya agak panjang ya. Kita mungkin ee agak buru-buru sehingga kita mungkin cuma berapa kali takbiran, tidak ada masalah. Sebagaimana mungkin juga kadang ada imamnya ya agak buru-buruh ya sehingga dia mungkin cuma berapa takbiran sudah itu dia selesai dia pergi salat sunat atau dia balik ke rumahnya. Kita yang makmum masih tetap bisa ee takbiran lagi. Itu semua memberikan isyarat bahwa dalam hal ini jemaah bukan satu keharusan. Namun sekali lagi kalau ada yang melakukannya tidak perlu diingkari ya. Karena lebih bagus hal seperti itu daripada sepi sama sekali ya. Sepi sama sekali malam ee apa waktu itu dengan takbiran ya. Jangan sampai mengatakan kita mau menghindari yang namanya takbir jemai sampai ee hening suasana ya tidak ada yang bertakbiran sama sekali. Itu yang lebih ee jauh dari sunah. Karena sunah pada waktu itu adalah memang adanya takbiran bakda selesai salat. Wallahualam. Mudahan bisa dipahami.
Ee cek. Baik, Ustaz. Izin kami bacakan pertanyaan yang masuk dari kolom chat Zoom. ee berkaitan dengan takbiran dari akun dengan nama Abu Alzam. Apakah takbiran ee muqayyad yang dilakukan di masjid itu harus dikeluarkan dengan menggunakan pengeras suara Ustaz sehingga memperdengarkan kepada orang lain?
Ee tidak harus ya. Tidak harus. Cukup di cukup di masjid. Namun jika kita mau mengingatkan ya tidak ada masalah yang selama orang lain tidak terganggu dan apalagi kalau ee dari pihak-pihak yang berwenang melakukannya gak ada masalah ya. Jadi ee untuk mengingatkan saja sebagai mengingatkan tapi tidak harus ya tidak harus. Jadi ee apa ee untuk takbir muqayyad takbir muqayyadid itu memang lebih khusus pada jemaah masjid yang salat berjamaah. Ya, kalau takbir-takbir mutlak ya bagusnya memang ada pengeras suara. Jadi kalau hari-hari ini di beberapa negeri Arab ya, di Saudi dan yang lainnya biasa ada mobil-mobil lewat itu. Mobil-mobil lewat ee suara takbiran ya. Bagus sekali sebenarnya. Kalau biasa itu kan ada ee penjual-penjual es krim ya, penjual-penjual roti apa biasa ada lewat lewat di rumah kita ada biasa lagu-lagunya atau ada biasa nada-nada khusus saya ganti dengan takbiran ya. Itu saatnya saat sekarang kita semarakkan takbiran menghidupkan sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Jadi boleh dan boleh tidak ya. Jadi tergantung kondisinya gimana ya.
Baik, Ustaz, kita lanjutkan ke pertanyaan berikutnya. Ee di bulan Zulhijahin, Ustaz, bertepatan dengan ee di sekolah mengadakan acara perpisahan dan ada arahan untuk orang tuanya kemudian memberikan sembangsi berupa mengarahkan anaknya untuk membawa ee membawa makanan dan sebagainya. Ee apakah hal yang seperti ini termasuk ee bertentangan dengan syariat, Ustaz?
Acara perpisahan sekolah tanggal tanggal berapa? Ee tidak disebutkan tanggalnya, Ustaz. Bertepatan dengan apa sebut? Tapi disebutkan di bulan Zulhijah, Ustaz. Ah, bulan Zulhijah. Di bulan Zulhijah, Ustaz. Ee iya. Ee secara umum acara perpisahan seperti itu gak mengapa ya. Lihat cara-cara yang sifatnya duniawi dan tidak ee tidak dimaksudkan dengan hari-hari tertentu ee tidak ada pengagungan terhadap hari-hari tertentu yang tidak disyariatkan. Tapi dia ee munasabah ee dia adalah hal-hal yang merupakan kebiasaan yang insyaallah ada manfaatnya ya. Sehingga ini gak mengapa insyaallah selama tidak dianggap sebagai satu keharusan ee tapi dia dipandang sebagai ada maslahat cuma ee baiknya ee dihindari tanggal 9 Zulhijah ya hindari tanggal 9 Zulhijah hari Arafah ya karena sangat disayangkan kalau bertepatan dengan hari Arafah sehingga orang akhirnya makan-makan dan orang yang tadinya niat an puasa akhirnya tidak sempat puasa pada hari itu. Ya, jadi ee sebaiknya di ee kalau memang harus dilakukan di hari-hari ini maka ee hindari tanggal 9 Zulhijah. Sebenarnya ada hari yang hari makan yang disyariatkan ya. Kita ini kan tiap hari makan ya, tiap hari makan ee sebagai kebutuhan manusiawi. Tapi ada hari makan yang ibadah yaitu hari makan tanggal 10, 11, 12, 13. Ayyamuah. Kata Nabi kita sallallahu alaihi wasallam dalam hadis Muslim dan yang lainnya, ayyamu Mina ayyamu aklin waurbin waikrin lillah. Hari-hari Mina. maksudnya tanggal 11, 12, 13 tasyrik itu hari ee disunahkan, dianjurkan makan, ya. Jadi ini hari ibadah makan, makan dan minum dan berzikir kepada Allah. Maksudnya takbiran. Jadi, kalau hari-hari biasa kita makan dan minum itu kebutuhan manusiawi kita ya yang mengharuskan kita makan dan minum untuk melangsungkan kehidupan kita, menjaga kesehatan kita dan seterusnya. Tapi ada hari yang memang ibadah kita makan. Bahkan kalau kita tidak mau makan, kita puasa pada waktu itu bisa berdosa. Karena hari itu tidak dibolehkan kita untuk berpuasa. Itu hari-hari tasyrik. Maka kalau mau acara makan-makan paling bagus di hari-hiri yang seperti itu ya. Hari-hari tasyrik yang memang hari makan ee bukan makan nasional ya, hari makan ee internasional ya bagi kaum muslimin yang disyariatkan secara ee meluas ya dalam 1 tahun. Hari-hari itu termasuk hari ee raya ya. Jadi, makanya ulama kita mengatakan ee kalau Idul Fitri itu hari rayanya cuma 1 hari. Kalau Idul Adha hari rayanya itu 5 hari sejak tanggal 9, tanggal 10, tanggal 11, tanggal 12, tanggal 13. Ya, walaupun kalau tanggal 9-nya ee kita diperintahkan puasa. Tapi dalam sebagian riwayat hari Arafah itu juga hari raya ya. Ee adapun hari raya yang kita tidak boleh makan itu tanggal 10, tanggal 11, tanggal 12, dan tanggal 13. Jadi ya usulan kami begitu ya. Silakan gak apa-apa tapi hindari tanggal kalau mau buat acara makan-makan hindari tanggal 9 Zulhijah dan lebih bagusnya kalau di ee tanggal-tanggal hari tasyrik. Wallahuam.
Masyaallah. Barakallahu fikum, Ustaz. Ee kemudian pertanyaan selanjutnya dari akun atas nama Fira. Ee pertanyaan umum, Ustaz. Ee apakah ketika bebek orang bertelur di lahan kita, apakah telurnya bisa diambil, Ustaz?
Bebek apa? Ee bebek orang, Ustaz. Bebek orang yang lain bertelur di Oh, iya. E sebenarnya secara hukum bisa saja ya, tapi kalau kita tahu pemiliknya bisa dikomunikasikan ya. Ee bisa dikomunikasikan karena ee sama dengan kalau ada ee sebagian pohon yang nyebrang ke rumah kita ee pohon tetangga umpamanya nyebrang ke rumah kita, maka itu bisa menjadi hak kita ya. Ada ee apa buahnya yang ee apa yang menyeberang ke tempat kita. Namun ee jika khawatir ya akan bisa menimbulkan persoalan, maka sebaiknya dikomunikasikan kalau kita apalagi kalau kita tahu pemiliknya ya. Kalau kita tahu pemiliknya tapi secara hukum bisa saja ya. Wallahualam.
Ee baik Ustaz, kita beralih ke pertanyaan berikutnya ee dari akun atas nama Asyifatul Haifah. Ee izin bertanya, Ustaz. Mohon kami diberikan nasihat agar kami tetap semangat dan memaksimalkan ibadah-ibadah kami di hari yang mulia ini di tengah ee kesibukan yang kadang sangat padat setiap harinya.
Iya. Ee sebenarnya kehidupan kita di dunia adalah untuk ibadah kepada Allah Subhanahu wa taala. Maka seorang hamba seharusnya selalu mengkondisikan dirinya untuk selalu siap dalam peribadatannya kepada Allah. Maka sebenarnya tidak ada hari libur bagi kita untuk ibadah. Namun ya kita ini kan hamba yang lemah ya, tidak sama dengan ee apa? Tidak sama dengan malaikat yang tidak pernah letih ya. La yastahsir ya. W la yastahsirun la yafturun wala yastahsirun. Yang mereka malaikat-malaikat yang tidak pernah futur, gak pernah capek dalam beribadah, tidak pernah bosan. Manusia kadang ada kejemuan ya sehingga ee syariat ini memvariasikan jenis ibadah kita ya. Kita-kita ini alhamdulillah tidak sama dengan malaikat ya. Bayangkan kalau kita sama dengan malaikat. Malaikat itu ee ibadahnya monoton. Ada yang ibadahnya cuma sujud saja, ada ibadahnya cuma rukuk saja, ada ibadahnya cuma memikul arsy saja, ada ibadahnya cuma ee apa mencatat amalan. Ada dan berbagai macam jenis amalan mereka, tapi sifatnya kadang monoton ya. Itu saja sejak diciptakan sampai dimatikan. Kita ini karena memang hamba yang lemah, yang ada hawa nafsunya sehingga divariasikan berbagai macam jenis ibadah. Ada yang cenderung dengan ibadah harta, ada ibadah harta. Ada yang cenderung dengan ibadah puasa, ada ibadah puasa. Ada yang dalam masalah salat, ada yang masalah haji. Banyak sekali jenis ibadah. Dan juga suatu ibadah pun bagaimanapun cinta kita samanya terhadap ibadah tersebut. Ada masa di mana kadang kita agak letih sehingga kita dilarang untuk melakukan ibadah. Dan itu di antara hikmahnya kenapa salat yang merupakan ibadah yang paling afdal ada waktu terlarang untuk melaksanakan salat. Kita divariasikan. Ee dan kita disyariatkan ya ada musim-musim kebaikan ya. Jadi kalau harus setiap hari kita beribadah dengan berbagai macam jenis ibadah dan kita juga kadang dengan berbagai macam kesibukan kita ya kesibukan kita itu juga jadikan sebagai ibadah ya. Kalau Anda termasuk seorang pegawai, jadikan ee kerja Anda di kantor Anda sebagai ibadah. Studi Anda di kampus Anda jadikan sebagai ibadah. Gimana caranya ibadah? Niatkan karena Allah dan hindari berbagai macam maksiat dan larangan-larangan Allah Subhanahu wa taala. Namun ada hari-hari yang memang mausimul khairat yang disebut sebagai musim-musim kebaikan. Inilah ajang event yang jangan kita sampai ketinggalan. Orang yang paling celaka, orang yang paling rugi, orang yang ketika datang musim-musim kebaikan lalu dia tidak ee punya semangat pada musim-musim kebaikan itu. Kadang kita mengatakan masih ditolerir kalau kita lemah-lemah ibadah ee di hari-hari yang lain, tapi tidak pantas kita lemah ibadah di bulan Ramadan. Sebagaimana juga tidak pantas kita lemah ibadah di ee hari-hari ini 10 hari pertama di bulan Zulhijah. Bahkan kalau perlu offkan ya hal-hal yang bisa membuat mengganggu ibadah kita kalau perlu ya. Kalau perlu ya artinya ini musim-musim kebaikan yang ee singkat waktunya dibandingkan sekian banyak waktu yang Allah berikan kita dalam 1 tahun. Waktunya ini cuma 10 hari saja. Kalau Ramadan saja, Ramadan itu kan 30 hari ya atau 29 hari. Allah katakan ayyamun ayyaman ma'dudat. Ini 10 hari pertama bulan Zulhijah. Ini 10 hari saja ya. 10 hari saja ee yang Allah sebutkan sebagai ayyam maklumat. Jadi jangan sampai kita kalah ya dalam momen-momen kebaikan seperti ini. Kalau kita masih merasa lemah, banyak berdoa kepada Allah Subhanahu wa taala. Jangan kita termasuk orang yang mahrum ya, terhalangi kebaikan di hari-hari ketika orang-orang pada bersemangat dengan kebaikan. Ya, sama dengan musim musim-musim duniawi. Ya, kadang orang dikatakan rugi ya kalau ada musim buah tertentu lalu selama musim buah itu dia tidak pernah mencicipinya. Kadang orang bilang rugi ya. Kadang ada ee masa diskon besar-besaran. Kadang di satu tempat 1 bulan diadakan diskon besar-besaran. Rugi rasanya orang yang tidak pernah memanfaatkan diskon itu. Ya kadang-kadang saja pameran buku, pameran buku selama 1 bulan dianggap rugi kalau ada orang yang tidak pernah mengunjungi. Itu ini adalah masalah-masalah yang sifatnya duniawi. Maka mengapa dalam urusan akhirat yang menentukan posisi kita nanti di surga Allah Subhanahu wa taala kita tidak manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Jadi istianah kepada Allah kata Rasulullah "alfauka wastain billah wajiz" selalu loba terhadap kebaikan yang memberikan manfaat kepadamu dan minta pertolongan kepada Allah dan jangan kamu lemah ya dalam kebaikan itu.
Masyaallah. Ee baik Ustaz, kita masih ada beberapa menit yang tersisa ee dan masih banyak pertanyaan kami lihat di chat. Untuk itu ee kita masih mengambil beberapa pertanyaan. Ee selanjutnya di akun atas nama Darwati. Ee bagaimana Ustaz ketika orang ee dalam satu keluarga seorang suami hendak berkurban? Apakah yang dimasukkan ee hanya nama suami saja atau beserta dengan istrinya dan bin atau bintinya juga, Ustaz? Misalnya fulan, bin fulan atau beserta istrinya binti ini dan sebagainya, Ustaz.
Berkurban apa ini tidak dirincikan, Ustaz? Hewannya, Ustaz atau Ah, iya hewannya tidak disebutkan. Iya. Ee jadi merupakan kebiasaan ya tradisi di ee masyarakat kita ee dan memang demikian adanya. Ee kalau dicatat nama berkurban. Kalau kita hewan kambing, domba atau kambing yang kita kurbankan, maka cuma satu nama yang ee dicantumkan. Ee demikian pula kalau sapi ee sepertujuh umpamanya kalau cuma sepertujuh dan itu umumnya ee cuma satu yang di ee cantumkan saja yaitu pemilik ee dananya atau dalam hal ini umumnya umumnya kepala rumah tangga. Tapi insyaallah semua keluarga ya yang keluarga kecil ya yang di rumah itu itu ee keluarga intinya ya istilahnya orang itu mendapatkan pahalanya ya yarikuna fil tapi cukup satu saja kecuali kalau memang semua mau berkurban ya walaupun tidak harus sebenarnya sebenarnya bisa diwakili seperti umpamanya ada satu sapi lalu tujuh tu ee mungkin ada 10 orang di rumah itu dan umumnya orang mampu-mampu semuanya semuanya bisa berkurban. Lalu pada catat namanya karena semuanya punya dana tujuh orangah itu silakan ee silakan. Jadi biasanya yang dicatat namanya itu memang yang punya dana ya, yang punya dana tapi dari kalau di pertanyaan masalah segi pahala maka cukup satu saja yang punya dana dan keluarga inti kita juga insyaallah akan mendapatkan pahalanya ya. Wallahuam.
Baik, Ustaz. Ee pertanyaan berikutnya, Ustaz. Ee terkait takbir yang mutlak dan muqayyad ee kaitannya dengan seorang wanita Ustaz Muslimah ee apa juga apakah juga dia dianjurkan untuk memperbanyak takbiran dan bagaimana cara takbirannya ee seorang muslimah ketika dia di jalan ataupun di rumah, Ustaz?
Iya. Ee takbiran untuk wanita juga dianjurkan berdasarkan hadis Ummu Atiyah radhiallahu anha. Beliau mengatakan ee tentang wanita eh yukabbirna bitakbirihim. Ya, mereka bertakbiran juga wanita dengan takbiran kaum lelaki artinya ikut juga. Ee cuma tentunya yang sebagaimana penjelasan para ulama kita untuk wanita dilarang mengeraskan suaranya, dilarang menjaharkan suaranya. Ee maka untuk wanita cukup cukup takbiran memperdengarkan dirinya sendiri ya. Tidak usah sampai ee memperdengarkan orang lain bahkan tidak dianjurkan. Jadi kalau di jalan ee kan biasa itu ya wanita mungkin biasa dia ee murajaah, menghafal ya ee dengan bacaan-bacaan tilawah umpamanya yang dia ee perdengarkan dirinya sendiri. Ah di hari-hari ini silakan ee lakukan kebaikan itu tapi dengan takbiran ya. Jadi ee cukup perdengarkan diri kita dan ee tidak perlu dikeraskan ya karena memang ee suara wanita dalam hal ini ee dilarang untuk dikeraskan ee pada ibadah-ibadah yang semacamnya tapi tetap dihancurkan ya untuk mereka ee bersuara. Kecuali kalau memang di komunitas khusus bagi wanita, maka tidak apa-apa volumenya lebih besar sedikit ya. Kalau khusus wanita yang tidak ada laki-laki di situ silakan ya. Tapi kalau dia bercampur dengan kaum lelaki maka tidak dianjurkan untuk ee mengeraskan suara. Tapi intinya wanita tetap bertakbiran. Wallahuam.
Baik, Ustaz. Ee pertanyaan selanjutnya, Ustaz, masih terkait dengan takbiran. Bagaimana dengan agenda takbiran keliling yang biasanya diadakan pemuda, Ustaz? Ada yang menggunakan kendaraan untuk ee mengadakan takbiran ee apakah pantas diikuti atau bagaimana sebaiknya, Ustaz?
Wallahualam. Menurut kami ee sah-sah saja, bagus saja ya. Bahkan itu termasuk syiar yang bagus ya. Apalagi di hari-hari ini. Cuma dengan catatan dengan catatan ee resapi maknanya dan jangan melakukan hal-hal yang justru ee bertentangan dengan adab-adab islami ya. Seperti umpamanya takbiran di jalan-jalan ee naik kendaraan lalu ugal-ugalan di kendaraan ya di jalan raya sampai mengganggu pengendara yang lainnya umpamanya ya. Tapi kalau ee bertakbiran ee membuat orang teringat untuk bertakbir bagusbagus saja, sah-sah saja bahkan bagus. Tapi ee seperti itu yang kita sebutkan ya. Jadi tampilan kita juga tampilan yang islami. Lalu kita ee menjaga adab-adab dalam berjalan, dalam berkendaraan ya, pakaian dan seterusnya ya. Jadi ee kami sebenarnya ee sangat mendukung ya takbilan yang semacam itu karena ini syiar di hari-hari yang seperti ini. Wallahuam.
Baik, Ustaz. Pertanyaan selanjutnya, Ustaz, terkait pelaksanaan ibadah kurban. Ee apakah wajib menyebutkan nama orang yang berkorban ketika hewan korbannya sedang disembelih, Ustaz? Dari Wizin Pontok?
Iya. Ee tidak wajib ya, cukup bismillah Allahu Akbar. Tapi kalau Anda menyembelih ee kurban dan umpamanya sapi ya, karena sapi biasanya tujuh orang ah itu akan banyak ikut. Jadi ee biasa dianjurkan untuk melihat nama-namanya dan niatkan ya, tidak harus dihafal. Antum niatkan saja menyembelih atas nama mereka-mereka itu. Ee karena ee di antara dalil kenapa ee kadang menyebut nama ee bisa bagus atau dianjurkan ee karena Nabi kita sallallahu alaihi wasallam beliau juga pernah ketika berkurban beliau berkorban atas namanya waliman lam yudi eh wa aman lam yudi min umtihi ya beliau berniat untuk berkorban atas nama umatnya yang tidak mampu untuk berkurban kan. Jadi situ ee sebagian mengatakan itu dalil bahwasanya bolehnya menyebutkan ya atau perlunya kadang menyebutkan. Jadi kalau disebutkan nama-namanya ee tidak mengapa tapi kalau diniatkan saja maka Allah maha tahu ya. Antum kurban, antum sembelih lalu antum niatkan antum menyembelih ini atas nama pemilik kurban tersebut ya. Pemilik kurban tersebut yang ada namanya di situ tanpa harus menyebutkan satu persatu. Tapi kalau menyebutkan juga tidak mengapa.
Baik, Ustaz. Ee eh lanjutan dari pertanyaan sebelumnya, Ustaz, terkait ee nama siapakah yang disetorkan untuk nama yang berkurban? Kalau misalnya dalam satu keluarga keluarga inti, Ustaz yang berkorban adalah kepala rumah tangga, apakah yang terlarang memotong kuku itu satu keluarga atau hanya kepala keluarga tersebut? Ustaz, karena ada larangan.
Iya. Larangan dalam hadis Ummu Salamah radhiallahu anha, hadis Muslim itu khusus bagi pemilik kurban. Jadi, adapun anggota keluarga bukan pemilik kurban, tapi mereka akan bersekutu dalam pahalanya. Ya, bersekutu dalam pahala. Adapun pemilik kurban tetap adalah yang memiliki dana, kepala rumah tangga. Sehingga larangan ee mencukur, larangan mencabut, dan larangan memotong kuku itu khusus bagi kepala rumah tangga pemilik hewan kurban tersebut. Wallahuam.
Masyaallah. Ee jazakumullah khairan, Ustaz. Pertanyaan selanjutnya ee ee terkait dengan pelaksanaan ibadah haji. Ee ketika salah seorang anggota keluarga melaksanakan ibadah haji di sebagian masyarakat Ustaz biasanya ada kebiasaan ee di malam Jumat Ustaz diadakan acara makan-makan berupa makanan seperti kue dan sebagainya. Kemudian menghadirkan Pak Imam untuk kemudian membacakan doa di setiap malam Jumat. Bagaimana ee penjelasan terkait hal ini, Ustaz? sebelum berangkat haji atau setelah balig atau selama berada di sana selama pelaksanaan ibadah haji, Ustaz?
Oh, gitu. Artinya ee dia sedang haji di sana lalu tiap malam Jumat dibuatkan acara untuk didoakan. Iya, ada doa. Ee stok kami tidak ada ya, tidak ada syariatnya. Yang ada disebutkan oleh ulama kita kadang adalah ee perjamuan menjelang ee mereka berangkat ya karena ada namanya walimatus safar biasa ya walaupun dia bukan suatu hal yang ee dianjurkan secara khusus tapi ee artinya ulama menyebutkan berapa kebiasaan-kebiasaan ya kaum muslimin pada waktu itu. Dan juga biasa kalau balik ya sebagai wujud kesyukuran ya buat acara syukuran gak ada masalah ya walaupun ee jangan ada kesan itu suatu kewajiban. Adapun selama di sana ya membuat acara-acara khusus ee dengan niat untuk mendoakan lalu buat ee ritual-ritual khusus ya ini sebaiknya dihindari ya. Apatah lagi kalau ada ee apa makanan-makanan khusus lalu didoakan khusus ya dengan cara-cara tertentu. Nah, ini ee membutuhkan dalil. Jangan sampai ada kesan dia sebagai suatu keharusan ya. Jadi jangan apalagi biasanya ada yang memberikan kesan kalau tidak dilakukan seperti itu mungkin di sana dia akan celaka ya. Mungkin di sana hajinya tidak mabrur. Mungkin di sana dia tidak bisa memanfaatkan hari-harinya dengan baik. Ya, biasa ada yang membuat kesan seperti itu ya kalau tidak diadakan acara yang ini tidak dibolehkan ya, tidak pantas yang seperti itu. Tapi jangan kita pernah berhenti untuk mendoakan mereka dan sebenarnya kita-kita yang paling perlu didoakan oleh mereka ya karena mereka sedang ibadah haji, berada di tanah haram lalu sedang safar ya sebenarnya kita-kita yang perlu didoakan oleh mereka tapi gak mengapa kita juga doakan mereka-mereka yang melaksanakan ibadah haji. Wallahuam.
Ee N, Ustaz, alhamdulillah. Ee kita ambil pertanyaan terakhir yang masuk di kolom komentar. Ee bagaimana hukumnya seseorang yang setiap tahun berkurban atas nama orang tuanya yang telah meninggal, tetapi tidak pernah berkorban atas namanya sendiri?
Iya. Ee secara umum setiap ibadah itu sebenarnya berlaku kepada orang yang ee masih hidup ya, kepada orang yang masih hidup. Jadi kita yang masih hidup ini artinya kita yang masih berkesempatan untuk melakukan ibadah tersebut jangan kita sia-siakan ya. Mumpung umur ada, mumpung ada kemampuan maka manfaatkan kita berkorban. Adapun mungkin ada keluarga kita, orang tua kita, andai tolan kita atau siapalah yang sudah meninggal dunia yang dahulu tidak sempat berkurban karena tidak mampu ya lalu telah meninggal dunia maka ya tidak ada dosa bagi mereka karena mereka memang tidak mampu waktu itu. Nah, kita sekarang yang sed yang mumpung masih hidup ya, jangan diulangi kesalahan itu eh jangan diulangi lagi ee nanti baru meninggal baru mau dikorbankan ya mumpung kita masih hidup dan mumpung ada dana maka kitalah yang dianjurkan untuk berkurban. Ee namun ya menurut jumhur ulama kita, tidak mengapa, tidak mengapa insyaallah ketika ada di antara kita yang mau bersedekah, mau berkurban untuk orang tuanya yang sudah meninggal dunia sebagai bentuk sedekah. Ya. Ee karena ini sedekah adalah sesuatu yang ee disepakati ya disepakati sedekah ya disepakati dia akan sampai kepada orang yang kita niatkan termasuk orang yang sudah ee meninggal dunia kalau dalam dengan niatan ee bentuk sedekah. Ee namun kalau seperti yang ditanyakan ini tiap tahun dia niatkan kurban untuk yang sudah meninggal dunia. Lalu dia sendiri yang masih hidup belum pernah berkurban. Ini satu kesalahan ya. Satu kesalahan. Jadi yang bisa kita tolerir itu kalau umpama dia ee berkurban untuk dirinya karena ini kurban ya perlu diingatkan ya. Kurban ini adalah ibadah tahunan ya bukan ibadah sekali dalam seumur hidup ya. Dia gak sama dengan ibadah haji. Ibadah haji biar kita masih mampu tapi kalau sudah pernah kita haji kita tidak dituntut lagi untuk mengerjakannya. Ya bisa kita manfaatkan untuk sedekah kepada orang lain umpamanya atau kita hajikan orang lain ya. Ee tapi kalau masih mau silakan juga tapi dia memang ibadah sekali seumur hidup hukum asalnya. Adapun ibadah ee kurban ini ibadah tahunan. Selama kita siap dan mampu setiap tahunnya maka hukum asalnya kita ee setiap tahun dianjurkan untuk berkurban. Ee maka keliru ketika berulang-ulang datang Idul Adha ya hari kurban lalu kita mampu kita belum pernah berkurban atas nama diri kita lalu kita berkurban untuk orang yang sudah meninggal. Ini salah ya tapi kalau mau kalau harta kita kita rasa banyak maka silakan berkorban untuk diri kita dan kalau masih ada kita mau korbankan sama orang yang sudah meninggal ya gak ada masalah. Wallahuam.
Masyaallah. Jazakumullah khairan, Ustaz. Ee ketika menjawab pertanyaan yang barusan ee masuk pertanyaan yang alhamdulillah sekaligus terjawab pertanyaannya dari kolom komentar. Ee dan alhamdulillah kita juga sudah sampai di penghujung acara pada sesi konsultasi syariah kita malam hari ini. Sudah lewat dari pukul 09.45 sehingga tadi kita mulai di pukul 0.45. Alhamdulillah telah berlalu 1 jam kurang lebih kita melaksanakan sesi konsultasi syariah di malam hari ini. Ee kepada seluruh pemirsa pertanyaan Anda jika belum ee tersampaikan atau belum terjawab malam hari ini bisa tetap disampaikan kepada admin konsultasi syariah Wahdah Islamiyah ee menyampaikan pertanyaan Anda di kontak WhatsApp dengan nomor 0813 5440897. Sekali lagi ee pemirsa sekalian yang masih memiliki pertanyaan yang belum terjawab pada kesempatan malam hari ini, silakan mengirimkan pertanyaannya di kontak di kontak WhatsApp dengan nomor 08135440897. Insyaallah pertanyaannya akan ditampung dan ee akan disampaikan di sesi konsultasi syariah ee pada sesi berikutnya.
Baik. Ee demikianlah Ustaz kami rasa cukup untuk sesi tanya jawab pada kesempatan kali ini. Kita ucapkan syukran wajakumullah atas materi pengantar dan juga jawaban atas pertanyaan yang telah disampaikan. Semoga Allah menjadikan ee hal tersebut pahala yang terbaik di sisi Allah. Dan juga terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh peserta konsultasi syariah ee Wahdah Islamiyah yang telah setia membersamai kami sejak awal ee sesi konsultasi malam hari ini sampai dengan saat ini. Ee kita insyaallah bertemu pada kesempatan yang lainnya dan semoga apa yang kita usahakan pada malam hari ini membuahkan ilmu yang insyaallah bermanfaat kita bisa amalkan pada hari-hari ini. Tidak lupa juga untuk kita sampaikan kepada saudara-saudara kita dan semoga Allah memberkahi hari-hari kita di waktu-waktu terbaik dalam sepanjang setahun ini dan semoga Allah merahmati kita semua.
Kita tutup majelis yang mulia ini dengan membaca doa kafaratul majelis. Subhanakallah asadu ilahailla antabilamin. Wasalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.