📱

Get Our Mobile App

Take your business learning on the go!

Download on the App StoreGet it on Google Play

ANAK MUSISI TERKENAL YG MENGHABISI IBU KANDUNGNYA DI BALI!

Nadia Omara26:46

Transcription

Nah, tapi ketika mereka mau mengangkat koper itu dan dimasukkan ke bagasi, di situlah mereka melihat bahwa darah dari tubuhnya, Sel, ini ternyata bocor, wa, ngalir tuh keluar dari koper. Paniklah mereka berdua. Mereka bilang nih ke Pak driver, "Pak, tunggu bentar ya. Ada barang kami yang ketinggalan di kamar."

Hai, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih sudah klik video ini. Oke, W, seperti biasa untuk mengisi waktu malam minggu kalian, aku akan membawakan lagi satu kisah kriminal yang terjadi di Indonesia pada tahun 2014 lalu. Tapi kasus ini enggak melibatkan orang Indonesia, untungnya, wa. Semua korban dan pelaku adalah orang asing, kewarganegaraan Amerika, yang kebetulan sedang liburan di Bali. Berawal dari seorang ibu yang bernama Shella, memiliki niat baik ingin memperbaiki hubungannya dengan anak perempuan yang namanya Heather, karena mereka ini lagi enggak akur, wa. Makanya ibunya ini pengin liburan bersama si anak ini supaya bisa bonding lagi, ah, gitu. Tapi liburan yang seharusnya menyenangkan itu ternyata malah berujung petaka, di mana, W, saking hancurnya hubungan antara anak sama ibu tadi, si anak ini sampai tega menghabisi nyawa ibunya sendiri. Penasaran sama kisah selanjutnya? Sebenarnya ada masalah apa sih di antara ibu sama anak ini, dan bagaimana peristiwa naas ini terjadi? Tanpa berlama-lama, kita langsung masuk aja ke ceritanya ya, Wak ya. Check it out.

Oke, Wak, seperti biasa sebelum kita masuk ke kronologi kejadiannya, aku mau jelasin dulu tentang latar belakang si anak dalam kisah ini, yaitu Heather. Nah, jadi, wa, Heather ini adalah seorang anak perempuan berkewarganegaraan Amerika yang lahir pada bulan Oktober tahun 1995. Nah, ayahnya Heather ini merupakan seorang musisi Jazz yang sangat terkenal bernama James L. M, wa, sedangkan ibunya adalah seorang akademisi bernama Shella and Von Wes, ya. Nah, mereka bertiga ini—eh, by the way, si Shella ini anak tunggal, ya—mereka bertiga menetap di kota Chicago, dan di sana mereka dikenal sebagai keluarga yang sangat terpandang, Wak. Heather ini merupakan anak tunggal yang selalu disayangi oleh Mama sama Bapaknya. Nah, sejak kecil, Wak, Heather ini selalu diperlakukan sebagai seorang princess, gitu. Semua keinginannya pasti terpenuhi. Dengan latar belakang keluarga yang sangat berkecukupan ini, Wak, Heather pun dapat menikmati hidupnya dengan sangat menyenangkan. Kedua orang tuanya sering sekali memberikan dia hadiah dan mengajaknya jalan-jalan. Tapi sayangnya, Wak, kebahagiaan itu tidak bertahan lama. Tanpa diduga-duga, satu persatu masalah pun mulai datang menghampiri keluarga mereka, dan dari masalah-masalah inilah yang akhirnya membuat Heather ini menjadi sangat membenci ibu kandungnya, sa ini, waak. Di mana hal itu bermula? Ketika pada saat itu, di tahun 2001, ketika Heather ini masih berusia 6 tahun, James, Bapaknya Heather, mengajak mereka liburan dengan melakukan pelayaran menggunakan kapal Royal Caribbean Mediterranean, wa. Nah, tapi ternyata di liburan itu James ini malah mengalami cedera kaki, dan karena fasilitas kesehatan di kapal itu tidak memadai, kakinya si James ini pun, eh, telat ditangani dan menjadi lumpuh sebagian. Nah, karena enggak terima dengan hal ini, James pun melaporkan Royal Caribbean ke pihak berwajib, Wak. Dituntutnya si kapal pesiar ini, kan. Terus beberapa tahun kemudian, kesehatan James ini pun jadi semakin memburuk lagi, di mana pada saat itu dia didiagnosis terkena kanker usus besar. Tapi, W, meskipun kondisi kesehatan si James ini udah enggak fit, hal itu ternyata tidak membuat mereka bertiga ini berhenti jalan-jalan. Mereka suka traveling, memang, waak. Dan pada bulan Agustus tahun 2006, James kembali mengajak keluarganya untuk liburan ke Athena, Yunani. Nah, di liburan itu, lawak, sebuah kejadian yang tidak pernah mereka harapkan tiba-tiba terjadi, di mana pada tanggal 6 Agustus 2006, secara mengejutkan James ini ditemukan meninggal dunia di kamar hotelnya dalam usia 77 tahun. Dan setelah diperiksa oleh tim medis, mereka menyimpulkan bahwa James ini meninggal karena terkena emboli paru, atau penyakit paru-paru yang memang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah di arteri, ya. Nah, sesaat setelah James ini meninggal, waak, Shella, istrinya atau Mamanya si Heather ini, langsung mengantarkan jasad James ke kamar mayat. Tapi anehnya, si Shella ini tidak langsung mengadakan pemakaman untuk lakinya, Wak. Shella ini malah melanjutkan liburan ke Santorini berdua sama si Heather. Nah, Heather yang masih merasa terpukul dengan kematian Bapaknya ini tentu keheranan sama sikap Mamanya, kan. Nah, sejak saat itu, lawak, Heather ini mulai tidak menyukai ibu kandungnya sendiri. Nah, terus, Wak, ternyata 5 hari sebelum kematiannya, waak, James ini sempat menulis surat wasiat, ya. Dalam surat wasiat itu, James mengatakan bahwa seluruh hartanya yang mencapai jutaan dolar itu akan jatuh seluruhnya, semuanya kepada Heather, anaknya. Sementara istrinya, si Shella ini, tidak mendapatkan bagian sama sekali loh. Ditambah lagi, pada tahun 2011, perusahaan Royal Caribbean—masih ingat kalian yang sempat dilaporkan sama James atas tuduhan telah menyebabkan kakinya itu lumpuh—akhirnya setuju untuk membayar ganti rugi sebesar 1,5 juta dolar, atau lebih dari Rp 22 miliar. Nah, karena pada saat itu James ini sudah meninggal, uang ganti ruginya pun jatuhlah ke tangan anaknya, ke si Heather ini. Jadi waktu itu Heather yang masih kecil ini, ya, masih anak-anak ini, memiliki banyak sekali uang, Wak, dari peninggalan Bapaknya. Nah, tapi di sini, lawak, meskipun secara hukum sudah jelas disebutkan kalau uang itu menjadi milik Heather, entah gimana ceritanya, separuhnya atau 500.000 dolar, atau sekitar 7,5 miliar dari uang ganti rugi Royal Caribbean tadi, malah jatuh ke tangannya si Shella. Dan hal itulah yang makin membuat Heather ini membenci ibunya, wa. Eh, lagi. No, biarlah Heather cuma 500.000 dolar uangku kan masih banyak peninggalan Bapakmu, jutaan. Bagi-bagilah buat Mamakmu sikit. Ya ampun, ya. Tapi mungkin dia enggak suka pula duitnya diambil kayak gitu kan, waak. Makanya makin bencilah dia nih sama Mamanya. Nah, terus bertahun-tahun kemudian, W, hubungan antara Heather sama ibunya ini makin memburuk lagi. Heather yang pada saat itu sudah beranjak dewasa, tumbuh menjadi anak yang susah diatur. Dia mulai berani bolos sekolah, dia mulai berani curi uang Mamanya. Padahal uangnya banyak tuh. Dia berani keluar diam-diam dari rumah pada saat malam hari, dan dia juga berani check in di hotel menggunakan kartu kredit Mamanya. Bahkan semakin dewasa, Wak, Heather ini juga berani melakukan kekerasan fisik terhadap ibunya. Dia tidak segan-segan memukul si Shella, digigitnya si Shella, dan ditinjunya si Shella sampai cedera lah orang tua tuh. Pokoknya Heather nih barbar kali, Wak, nakal kali dia. Semua, semua perkataan Mamanya pasti ditentang sama dia. Dan kondisi hubungan ibu anak ini semakin parah lagi ketika Heather yang pada saat itu baru berusia 15 tahun mulai jatuh cinta dengan seorang laki-laki bernama Tommy. Skff and FYI, Wak, Tommy ini juga dibesarkan oleh seorang single mother. Ayahnya pergi meninggalkan keluarganya dia waktu dia masih kecil. Nah, karena memiliki kesamaan, yaitu sama-sama kehilangan figur seorang ayah, Heather sama Tommy pun jadi semakin dekatlah hingga akhirnya mereka pacaran nih, ya kan. Nah, sayangnya hubungan antara mereka ini ditentang sama Shella, Mamanya siapa? Mamanya si Heather. Shella merasa kalau Tommy ini membawa pengaruh buruk pada si Heather, sehingga Shella pun melakukan segala cara untuk bisa memisahkan mereka berdua. Nah, tindakan si Shella ini makin buat si Heather naik pitam lagi. Dia bahkan tega, Wak, ya, didorongnya Mamanya sampai kena kebap tuh, sampai patah tulang Mamanya tuh. Oh, pokoknya berantem teruslah mereka berdua nih, Wa. Nanti kalau misalnya, ah, siap berantem nih, ini akan kabur dari rumah dalam waktu yang sangat lama, dan hal ini terjadi berulang-ulang, waak. Dan Shella juga berkali-kali selalu mengalami luka fisik karena dianiaya sama anaknya sendiri. Tapi sebagai seorang ibu, Shella ini tetap enggak menyerah, wa, untuk memperbaiki hubungannya dengan anak semata wayangnya ini. Shella memutuskan untuk mengajak Heather pindahlah ke apartemen di daerah Gold Coast, Chicago juga, maksudnya biar mereka ini sama-sama bisa membuka lembaran barulah, gitu. Karena di rumah lamanya tuh macam suasananya panas kali. Garas berantem aja di situ, dan sama aja, W. Sayangnya kepindahan mereka di sana juga ternyata tidak berpengaruh apa-apa. Kenapa? Karena tidak lama kemudian setelah pindah ke apartemen itu, Shella mengetahui sebuah kabar yang sangat-sangat mencengangkan tentang anaknya, si Heather ini, di mana pada saat itu, di tahun 2014, ternyata Heather ini sedang mengandung anaknya Tommy. Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah itu ternyata bukan kehamilan yang pertama, wae. Sebelumnya Heather ini pernah beberapa kali hamil dan beberapa kali—Astagfirullahalazim. Shella tuh yang ngasa marah, kecewa kali setelah mengetahui fakta itu, kan, Wak. Tapi itulah seorang Mama, ya. Segimanapun marahnya Shella, Heather ini tetap anak dia, anak yang sangat dia cintai. Shella pun terus, ah, ini berusaha memperbaiki hubungannya dengan, eh, Heather. Dan untuk mencairkan ketegangan di antara mereka, pada tahun yang sama, yaitu tahun 2014 ini, Shella pun memutuskan untuk mengajak Heather pergi liburan ke Indonesia, tepatnya ke mana? Ke Bali. Nah, tapi itulah dia, liburan yang seharusnya menyenangkan itu malah berubah menjadi petaka yang tidak pernah Shella duga. Tanpa sepengetahuannya, ternyata anak dia ini, si Heather ini, telah menyusun sebuah rencana jahat untuk ibunya, W. Rencana apa? Masuk aja, yuk.

Nah, jadi, Wak, ceritanya pada tanggal 11 Agustus 2014 malam, Heather sama Shella mendarat, lawak, di Ngurah Rai di Bali. Nah, setelah itu mereka pun segera menuju ke sebuah resort mewah yang memang sudah disiapkan khusus sama siapa? Sama si Shella, yaitu St. Regis yang terletak di Nusa Dua. Kenapa si Shella ini lagi mau check in di resepsionis, Wa? Waktu itu Shella terkejut nih ketika dia mengetahui bahwa ternyata di resort itu ada, ada dua kamar yang sudah dipesan atas nama Shella, padahal kan Shella cuma pesan satu kamar aja untuk dia sama anaknya, kan. Ini kenapa nih ada namaku juga di kamar yang berbeda? Melihat Shella yang kebingungan, resepsionis resort itu pun menunjukkan, lawak, apa? Kopian passport Tommy, pacarnya si Heather, sebagai identitas pengunjung yang akan menginap di kamar itu. "Ini loh, Bu, satu lagi yang tinggal di sana," sah. Nanyalah ke si Heather kan, sambil berusaha nahan marah nih, Shella bilang, "Eh, Heather, kok bisa ada satu kamar yang dipesan atas nama Mama, tapi itu ditempati sama Tommy? Kamar itu betulan buat Tomi? Kamu yang pesan?" Nah, mendengar pertanyaan Mamanya, dengan santai Heather bilang, "Iya, Ma, itu buat pacar aku. Aku juga beliin dia tiket pesawat kok, Ma. Sama kamar itu aku juga pesankan pakai kartu kredit Mama." Ya Tuhan, Heather, bisa-bisanya kok diam-diam pakai uang Mama lagi buat bayarin dia ya? Kenapa pula dia ikut ke sini? Ih, udahlah, tenang aja, Tomi bentar lagi datang kok. Dia ke sini karena mau belajar," kata Heather. Mana ada belajar jauh-jauh dari Chicago ke Bali, kok? Ini kelewatan ya, Heather. Heather ini kan liburan kita, cara keluarga, ngapain kok ajak pacar loh, Tommy? Kan juga keluarga mah, dia calon anak dari Ayahku, Coy. "Ah, diam kau kok! Ini bisa ngebantah semua ucapan Mama yang enggak ada otak, guu!" Ya, bertengkarlah itu mereka berdua di lobi, wa. Pada saat itu, itu yang ngamuk si Shella ini kan, Wa. Udahlah, dia mau ke sana, perbaiki hubungan dia sama anaknya. Dia pun bermasalah sama anaknya gara-gara si Tommy ini, gara-gara anak ini tuh, anak tuh datang pula ke liburan mereka. Tapi bagaimanapun marahnya si Shella sama si Heather, waak, Shella tetap enggak bisa berbuat apa-apa karena apa? Karena semuanya sudah terlanjur terjadi. Macam mana? Akhirnya Shella pun memilih untuk menahan emosinya dan segera masuk ke kamar untuk beristirahat. Dan selama di sana juga, Wak, ya, hubungan mereka ini juga bisa dibilang agak membaik lagi, ah, gitu, hubungannya si Heather sama siapa ini? Sama siapa? Sama Shella. Dan hal ini tampak dari foto-foto mereka berdua yang terlihat kompak, bajunya sama, gitu, dan mereka tampak bahagia selama di Bali. Nah, sementara itu, pada dini hari tanggal 12 Agustus 2014, Tommy akhirnya sampailah itu di resort, wa, tempat si Shella sama siapa ini menginap. Tomy juga langsung bergegas ke kamarnya untuk beristirahat. Nanti sampai di sini, sini pasti banyak di antara kalian yang penasaran kenapa Tomy ini kok bisa tiba-tiba ikutan ke Bali. Nah, dia apa? Betulnya datang ke Bali ini untuk belajar seperti apa yang dikatakan sama si Heather. Masa iya? Nah, itulah, Wak, ternyata nih, wak, ya, kedatangannya si Tommy ke Bali ini tidak lain dan tidak bukan adalah bagian dari rencana jahatnya Heather, sebuah rencana yang memang sudah disusun sejak sebulan yang lalu, dan dari lama direncanakan sama mereka, pergian ke Bali ini, Wak. Dan sebelum lanjut ke kisahnya, kita flashback sedikit lah ya ke beberapa bulan yang lalu nih, juga pengin tahu kan rencana apa sebenarnya yang, ah, disusun sama si Heather sebulan lalu nih, kan. Nah, jadi nih, ha, ternyata Heather yang memang dari awal ini udah enggak akur sama Mamanya, ditambah lagi dia makin kesal ketika tahu Shella ini menentang hubungan dia sama si Tommy. Bahkan ada juga yang bilang kalau si Shella inilah yang nyuruh si Heather ini aborsi, sedangkan si apa? Heathernya ingin mempertahankan bayinya dan hidup bersama si Tomy, waak. Nah, dari situlah, Wak, Heather ini pun mulai mencari cara supaya bisa terlepas dari cengkeraman sang Ibu. Heather mulailah kan mendiskusikan keinginannya itu dengan si Tommy, dan di tengah diskusi itu lah, wak, Heather ini merasa satu-satunya cara agar dia bisa bebas dari ibunya adalah dengan menghabisi nyawa ibunya sendiri. Dan untuk mewujudkan keinginannya itu, Wak, Heather ini sempat nih minta tolong sama Tommy supaya mencarikan seorang pembunuh bayaran. Heather bilang dia bersedia membayar uang sebesar 50.000 dolar atau sekitar Rp 700 jutaan, R, wa, untuk siapapun yang bisa menghabisi nyawa ibunya sendiri. Nah, ini nih salah satu yang bikin aku kesal, apa? Di mana pada saat itu si Tom ini enggak dicegahnya si Heather dari ide sadis tuh, loh, waa. Enggak ada diurungkan, eh, janganlah kamu nih ngaco. Saya enggak ada—Tom ini malah mendukung dan bersedia membantu Heather. Dan dalam rangka membantu mencarikan pembunuh bayaran untuk si Heather ini, Tommy pun menceritakanlah rencana itu ke sepupunya. Nama sepupunya ini Robert, ya, melalui pesan chat di Facebook dan juga SMS. Tom ini bilanglah ke Robert, "Rob, ada yang mau kutanyain samamu, barangkali kau punya saran. Oi, ngapa, Tom?" Kata siap Robert ini, kan. "Gimana? Ada apa? Udahlah, langsung aja, L ya. Jadi gini, pacarku, si Heather ini udah enggak tahan lagi sama ibunya. Dia pengin ibunya ini lenyap. Nah, kami sekarang lagi cari pembunuh bayaran. Heather udah siapin uangnya." Wak, kok udah kenalan? Enggak, kata dia ke Robert. "Ih, astaga, dah mantap kali memang niat kalian mau habisin mamaknya si Heather. Kalau memang udah yakin ya, Wak ya, saran aku nih, saran aku enggak usah lagi pakai jasa pembunuh bayaran, ngapain buang-buang uang kalian? Habisin aja sendiri," kata Robert. Enggak ada otak juga si Robert nih. "Emang bisa, Wak? Gimana caranya?" Kata si Tomy, kan. "Bisa, nanti kasih tahu gimana caranya. Tenang aja, kamu." Nah, dahah tua, sesuai saran dari si Robert, sepupunya yang bonga ini, Tomy pun bilanglah ke si Heather untuk menghabisi nyawa ibunya tanpa menggunakan jasa pembunuh bayaran. Heather pun setuju-setuju aja, em, tuh. Dia memang udah enggak tahan lagi, gitu loh, Wa. Nah, di situlah akhirnya Heather pun mengajak Tommy untuk ikutan juga ke Bali supaya bisa merealisasikan rencana itu. Dan sama seperti ayahnya, Heather yang juga meninggal di kamar resort beberapa tahun yang lalu, Wak, keduanya juga sepakat bahwa rencana ini akan mereka eksekusi di dalam kamar resort. Ya Allah, tiga kali kau, Heather, mammu loh itu, Hei. Nah, jadi itu, lawak, rencana sebulan yang lalu sebelum akhirnya ke Bali. Nah, kita balik lagi nih ya ke Balinya ya. Nah, singkat cerita, sesampainya di Bali, Tommy dan Heather pun teruslah itu bertukar pesan singkat di beda kamar dalam rangka untuk membahas rencana itu, wa. Awalnya waktu itu mereka berencana menghabisi nyawa Shella dengan membuatnya overdosis obat tidur nih. Tapi setelah Heather berhasil mencekoki ibunya dengan banyak sekali pil tidur, hal itu ternyata tidak membuat Shella ini meninggal, waak. Shella ini cuma dibikin pingsan aja selama beberapa saat. Habis itu dia bangun lagi. Karena kebingungan, Heather pun nanyalah si Tomy lagi lewat SMS, kan. "Eh, gimana nih? Mamaku masih bangun." "Oh ya udah, Sayang, tunggu dulu 20 menit sampai mamu tidur. Nanti aku coba cari cara lain dulu ya," kata dia, ah. Tanpa menunggu waktu yang lama, Tomy langsung hubungin siapa? Robert. Dihubunginnya lagi sepupunya tuh. Dia nanya nih, "Eh, kok ada lain enggak buat nghabisin nyawa Mamanya si Heather?" Nah, di situlah Robert ini ngasih saran untuk menenggelamkan si Shella ini di kolam renang. Tapi hal itu dirasa enggak mungkin sama si Tomy, wa, karena kan banyak CCTV di resort, kan. Lagi juga enggak cuma mereka bertiga aja yang ada di situ, enggak bisa, Wa, susah kalau kayak gitu. Ada cara lain enggak dah? Si Robert pun bilang lagi, "Ya udah, coba kau pukul aja dia pakai benda tumpul, wa. Cari tuh kira-kira ada benda apa di kamar kalian yang bisa kalian pakai," katanya. "Oh, ya ya ya ya, aku tahu. Gimana kalau pakai keranjang buah aja, Wa?" "Nah, ya udah, kalau merasa cocok, ah, sikatlah," kata dia. Dan setelah mendapatkan ide gila itu, Tommy pun langsung menyampaikan hal tersebut ke Heather. Yo, Heather kan setuju-setuju aja dia kan, dan dia juga merasa kalau keranjang buah yang dimaksud sama si Tommy ini adalah senjata yang cukup ampuh karena terbuat dari kaca dan pegangannya, aak, terbuat dari logam. Jadi kan lumayan berat tuh pegangannya kalau dipakai buat mukul orang. "Mantap ini," kata dia. Nah, dah tuh, akhirnya pada jam 09.00 pagi, Tommy pun mengendap-ngendaplah itu masuk ke kamarnya Heather dan si Shella untuk merealisasikan rencananya itu. Nah, pada saat itu kondisinya si Shella ini masih terpengaruh sama obat tidur, jadi sayangnya masih agak teler gitu lah, agak sadar enggak sadar. Melihat adanya kesempatan itu, Tommy pun langsung mengambil keranjang buah yang dia maksud ini dan segera memukulnya ke kepala ibunya, Heather, dengan brutal. Tom terus memukul kepalanya si Shella ini berkali-kali, dan hal itu pulalah yang langsung membuat Shella berdarah dan pingsan, tidak sadarkan diri. Enggak berhenti sampai di situ aja, wak. Setelah melihat Shella terkapar, Heather dan juga Tommy segera menghajar Shella tanpa ampun, dan atas tindakan itulah Shella akhirnya meninggal dunia di tempat di usia 62 tahun. Ya Allah, definisi anak dajal gua nih. Dan ini nih, wa, enggak sampai di situ aja juga loh. Setelah memastikan ibunya ini tewas, seolah enggak punya hati ini, w, ya, Heather sama Tommy dengan tega potong-potong, a, tubuh Shella jadi beberapa bagian, dan hal ini mereka lakukan supaya apa? Supaya jasad Shella ini muat kalau dimasukkan ke dalam koper. Terus menjelang jam 11.00—sih yang cukup cepat, Wak, jam 09.00 dieksekusi, jam 11.00 sudah siap—mereka, Tommy sama Heather pun turun ke lobi resort dengan membawa koper berisi jasadnya si Shella. Nah, terus keduanya pun segera memesan taksi karena mereka akan pergi untuk membuang si jasad ini. Dan setelah taksinya datang nih, wak, ya, Heather sama Tomy buru-burulah masukin koper tadi ke bagasi belakang mobil, kan. Nah, tapi keti—ketika mereka mau mengangkat koper itu dan dimasukkan ke bagasi, di situlah mereka melihat bahwa darah dari tubuhnya, Sel, ini ternyata bocor, waak, ngalir tuh keluar dari koper. Paniklah mereka berdua. Dah ditutupnya bagasi itu, kan. Iolah yang kabur, kita. Mereka bilang nih ke Pak driver, kan, "Pak, tunggu bentar ya. Ada barang kami yang ketinggalan di kamar. Kami mau ambil dulu ke dalam, bentar-bentar," kata mereka berdua, kan. Dah, driver taksi yang tidak curiga dengan gelagat mereka, ya, iya-iya aja lah, ah. Pergilah mereka, Bapaknya nungguah, kan. Tapi di sini lah, W, ditunggu punya tunggu Heather dan Tommy ternyata enggak muncul. Di situlah Bapak driver ini sadar kalau, "Oh, anak berdua ini ngerjain aku nih, kabur mereka. Pasti enggak bakal balik-balik. Ini lah, ku tinggalin aja barangnya di sini," kata siapa? Kata Pak sopir.

Bukan hal yang sulit bagi polisi dalam mengungkap kasus ini, wak. Bukti-buktinya ada, jelas kali, nampak ya kan? Ya itu dia, Wak. Driver taksi yang menyadari kalau Heather sama si Tommy ini kabur, le bergegaslah langsung mengeluarkan koper mereka kan tadi ditaruh dalam bagasi mobil tuh, baru mereka kabur kan. Nah, pas si driver ini akan mengeluarkan koper, di situlah dia kaget bukan main ketika dia melihat ada darah segar yang mengucur dari koper itu. Tanpa menunggu waktu yang lama, si driver pun langsung memanggil security resort dan melaporkan hal ini ke pihak berwajib. Sesampainya di kantor polisi, mereka pun segera mengecek isi koper itu, dan apa yang mereka lihat di dalam koper itu langsung membuat mata mereka terbelalak, Wak. Di dalam koper itu tampak dengan jelas tubuh Shella yang sudah tidak bernyawa dan dalam kondisi tidak, tidak berbusana, setengahnya ada dalam koper tuh. Wajah Shella ni rusak, Wak, karena terlalu banyak dipukuli sama anaknya, kan. Dilihat dari jasadnya, tulang hidungnya Shella ini patah, Wak, sehingga itulah yang mungkin menyebabkan Shella kesulitan bernapas, dan hal inilah yang akhirnya kemungkinan membuat dia jadi mati lemas. Enggak lama setelah polisi mengetahui bahwa Shella telah dihilangkan nyawanya, mereka pun langsung memburu keberadaan dua dajal ini, si Heather sama Tommy. Dari kamera CCTV resort tampak bahwa keduanya kabur menggunakan pintu darurat, wa. Terus habis itu mereka sempat pula tuh, tuh, jalan-jalan pinggir pantai, foto-foto, Wa, eh ya Allah, macam enggak ada beban mereka berdua nih. Tapi untunglah itu keesokan harinya polisi berhasil melacak keberadaan Heather dan Tommy yang ternyata sedang menginap bersama lagi di resort lain yang memang tidak begitu jauh dari resort St. Regis tadi tuh. Ha, keduanya langsung ditangkap pada saat itu juga, dan penangkapan mereka seketika menjadi berita yang sangat menghebohkan Indonesia. Bahkan kasus ini tentunya juga ditayangkan di Amerika dan disiarkan langsung oleh Robert, sepupunya Tommy, yang udah banyak kali bantu si Tommy, ya. Penasehat, tanda, yoube-nya si Tommy. Nonton si Robert. "Hm, mampus kau, panik enggak kau? Panik lanat. Masa enggak?" Kata dia. "Iya, panik betulan dia, Wak." Nah, Robert yang panik pun langsung mengirimkan SMS ke teman-temannya dan pura-pura kaget nih waktu tahu Heather sama Tomy ditangkap di Indonesia. Itu panik bukan main dia tuh. Pasti di sana ya kan. Nah, di sisi lain, W, Heather sama Tomy yang sudah ditahan oleh pihak berwajib di sana pun langsung dimintai keterangan. Awalnya pada saat itu mereka mengaku kalau, "Sebenarnya kami ini diandra sama pasukan bersenjata, Pak. E, dan insiden itulah yang membuat Shella tuh terbunuh. Sementara saya sama Tomy berhasil kabur," kata dia. Eh, gila kau! Habis itu enggak berselang lama nih, pak, ya, si Tomy ini tiba-tiba ngubah lagi ceritanya. Katanya, "Eh, waktu itu, Pak, si Shella ini marah ngamuk-ngamuk dia waktu tahu Heather hamil anak saya, Pak. Di situ langsung diserangnya saya, saya lawanlah, makanya dia jadi tewas tuh orang. Saya, eh, melakukan itu untuk bertahan diri," katanya. Pokoknya kesaksiannya berubah-rubah lah, wak, macam dibuat anak kecil, polisi-polisi itu. Tapi apapun kesaksian yang mereka sampaikan, polisi tetap tidak bisa dibohongi. Pada tanggal 19 September 2014, keduanya pun dinyatakan bersalah, dan mereka berdua didakwa atas tuduhan pembunuhannya, wa. Dan sebenarnya pada saat itu mereka dihadapkan pada kemungkinan hukuman mati, wa, tapi nyatanya pada bulan April 2015, Heather cuma dijatuhi hukuman 10 tahun penjara, dan Tommy mendapatkan hukuman 18 tahun penjara. Loh, kenapa Heather lebih ringan? N dia padahal dia yang lebih dajal? Nah, hukuman si Heather ini, Wak, lebih ringan karena kontribusinya dalam menghilangkan nyawa Shella dianggap tidak lebih banyak daripada si Tommy. Dan selain itu, Heather ini juga dalam kondisi mengandung, dan dia diketahui melahirkan bayinya di dalam sel penjara itu juga. Jadi dua-dua ya, dipenjara di mana? Di Bali, terus barulah itu beberapa bulan kemudian, tepatnya pada bulan September tahun 2015, Robert, sepupunya si Tomy ini yang pada saat itu berada di Amerika juga akhirnya didakwa atas kasus ini, Wa. Dia dianggap telah ikut serta dalam penghilangan nyawanya Shella, sehingga pada persidangan yang digelar pada bulan Juni 2017, Robert pun dijatuhi hukuman 9 tahun penjara, dan dia ditahan di Amerika. Dan ketika mereka sedang menghabiskan masa tahanan di penjara ini, W, ada beberapa kejadian yang memang buat publik ini geleng-geleng kepala loh, di mana entah gimana nih ceritanya, Pak, ya, Heather yang seharusnya masih menjalani masa hukuman itu ternyata tetap punya akses ke sosial medianya. Dia sering tuh bagiin video-video yang cukup kontroversial, mulai dari video dia yang lagi ngerokok sampai video kebersamaannya dengan anaknya dan juga pacarnya, macam lagi liburan ya di sana, wa. Pokoknya setelah kejadian ini, ya, Heather ini tampak macam enggak punya beban gitu loh, walaupun dia tinggal di penjara. Dan yang lebih mengejutkan lagi, Wak, Heather ini pernah mengunggah sebuah video pengakuan tentang, tentang kasusnya kemarin, di mana Heather ini bilang kalau dia nih enggak mau hidup lagi dalam kebohongan. "Itulah kenapa saya memilih untuk membuat video ini untuk berkata jujur nih," ibaratnya dia buka fakta barulah lagi, ah. Nah, berdasarkan pengakuannya di video itu, dia mengatakan bahwa ketika dia berusia 10 tahun dan ayahnya meninggal dunia, sebenarnya pada saat itu ayahnya ini bukan meninggal karena sakit, guys. "Ayahku ini meninggal karena sudah dihabisi nyawanya sama Sel, ibunya sendiri, di dalam hotel itu," kata dia. Dan Heather bilang kalau dia baru mengetahui fakta mengejutkan itu 2 minggu sebelum berangkat ke Bali buat liburan sama Mamanya. Haah, tapi di video itu Heather tidak menjelaskan dengan detail bagaimana dia bisa tahu tentang hal itu, waak. Yang jelas, hal itu membuat Heather ini sangat ingin menghabisi nyawa Mamanya. Dia juga meminta Tommy, pacarnya, untuk mencarikan pembunuh bayaran untuknya, tapi Tommy malah menolak. Nah, karena Tommy menolak, dari situlah Heather ini tiba-tiba terpikirkan sebuah ide nekad, yaitu apa? "Udahlah, biar ajaalah aku sendiri yang habisin nyawa Mam aku di resort Bali nanti, sama seperti ketika Mamaku ngabisin nyawa Bapakku di kamar resort beberapa tahun yang lalu," kayak gitu. Dan kebetulan pada saat itu Shella kan juga mengajak si Heather ini ke Bali, waak. Ah, di situlah Heather ini mulai menyusun rencananya untuk mewujudkan niat jahatnya tadi. Heather juga bilang ya di video itu kalau ia sebenarnya melakukan aksi ini sendirian. Justru dialah yang menjebak Tommy untuk datang juga ke Bali karena Heather enggak mau dipenjara sendirian. Jadi si Heather nih macam dibuatnya lah skenario seolah-olah Tommy ini juga terlibat dalam kasus ini supaya mereka bisa dipenjara sama-sama lah, gitu, W. Nah, video pengakuan itu pun langsung viral dan mengundang banyak sekali komentar netizen. Tapi orang-orang kan enggak bodoh, kan? Orang-orang pun langsung menganggap bahwa pengakuan Heather ia di video itu ya cuma karangan dia aja. Bahkan, yawak, ya, pihak keluarganya Heather juga tidak percaya dengan apa yang dia sampaikan di video tersebut. Berdasarkan fakta-fakta yang ada sebelumnya, banyak sekali orang yang yakin kalau dalam kasus ini Shella betul-betul merupakan seorang korban, sedangkan pelakunya siapa? Anak dia sendiri, si Heather. Jadi video pengakuan yang dia bikin tuh yang enggak ada paruh apa-apa, orang-orangnya tetap enggak percaya sama si Heather. Udah mana kelakuannya juga barbar dalam penjara tuh. Dan enggak lama setelah video itu viral, videonya pun langsung, eh, di-take down sama dia, n, dia. Singkat cerita, pada bulan Oktober tahun 2021, Heather akhirnya bebas setelah melewati 7 tahun masa tahanan. Dia bebas lebih awal memang, W, karena dianggap telah berkelakuan baik. Tapi setelah itu dia langsung dideportasi tuh ke Amerika untuk menjalani, eh, tahanan di sana juga. Dan sesampainya di Amerika, dia pun langsung ditahan pada bulan November tahun 2021. Sudah keluar di sini, balik ke sana, dihukum lagilah di sana. Dan di tahun 2023 ini, Heather akan menghadapi persidangan di sana, wa. Kasusnyapun masih berjalan, dan

Belum diputuskan hukuman apa yang akan Header terima di Amerika. Sementara apanya? Siapa pacarnya si Tommy ini masih menjalani hukumannya di Bali dan baru akan bebas untuk kemudian dideportasi lagi ke Amerika pada tahun 2026. Kita pantau sama-sama aja, kelanjutan kasus ini, Wak ya. Semoga para pelaku ini betul-betul mendapatkan balasan yang cukup setimpal dan semoga cepat bertobatlah, Keder Tomy. Ya Allah.

Oke, Wak. Jadi itu tadi cerita tentang seorang anak bernama Headermc yang tega menghabisi nyawa ibunya sendiri. Hah, jujur, Gaki betul-betul bikin kita sesek, enggak sih? W, sesek, sesak. Di satu sisi, aku macam bisalah memahami bagaimana kesedihannya si Header ini yang harus kehilangan bapaknya pada saat dia masih kecil dan bagaimana kejadian itu akhirnya berpengaruh ke hubungan dia sama mamanya. Ya, sebenarnya sangat wajar, Wak, kalau Header ini merasa marah, sedih, ataupun kecewa. Tapi kan, di sisi lain ya, apa yang dilakukan terhadap ibunya kan tetap enggak bisa dibenarkan. Kan, jangankan mukul, nyekrek aja enggak boleh. Ya, itu gak boleh, doh ini. Ya Allah, dipotong-potongnya mamaknya. Ya Allah, Ya Rabbi. Aku enggak pernah bosan-bosan bilang ke kalian, Wak, kalau enggak ada harga yang sebanding dengan nyawa, apalagi tuh nyawa keluarga sendiri. Kan?

Yang jelas, apapun masalah yang sedang kita hadapi nih, Wak. Ya, apapun nih, Wak ya, sama Wak kok ada masalah, aku juga ada. Mau kau pikir kau aja, aku juga. Ayolah, kita cobalah obrolin baik-baik, kan, Wak? Memang agak berat, agak gengsi gitu, tapi bantai aja. Cari solusi sama-sama, enak kayak gimana ya, kan? Apalagi kalau ini masalah keluarga, Wak. Jangan disimpan terlalu lama. Keluarga nih, Wak ya, tempat kita pulang, Wak. Jadi semestinya, kalau ada masalah bisa langsung diselesaikan dengan baik supaya bisa saling akur lagi. Ya, semoga kejadian seperti ini tidak pernah terulang lagi di manapun dan kapanpun. Kita doakanlah semoga dia mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan dan semoga semua pelaku yang ada di sini itu bisa bertobat dan mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.

Oke, Wak. Jadi sekian dulu videonya. Terima kasih banyak yang sudah menonton. Kalau kalian suka video ini, klik like-nya. Jangan lupa komen di bawah untuk saran-saran untuk video selanjutnya. Jangan lupa nyalain notifikasinya supaya kalian tahu kalau aku upload video baru. And as, jangan lupa untuk klik tombol subscribe supaya kalian sama-sama tahu informasi menarik dan menegangkan dari channel aku. See you next video. [Musik] Bye.