Transcription
Setiap kali Guntur menggelegar di luar, dia memukul pipa saluran air dengan keras agar suaranya tenggelam oleh kebisingan dan para penjaga yang berdiri di atas tidak mendengar apapun. Pipa tebal itu adalah satu-satunya jalan keluar baginya. Setelah bertahun-tahun berusaha, akhirnya dia berhasil memecahkannya. Tiba-tiba air kotor menyembur keluar. Baunya tak terlukiskan. Tetapi dia tidak peduli. Dia langsung merangkak masuk ke dalam pipa yang kotor itu, bergerak menuju kebebasan. Jalannya dipenuhi bau busuk. Tetapi dia mengertakkan gigi karena dia telah mencoba melarikan diri dari penjara ini selama hampir 20 tahun.
Begitu keluar dari saluran pembuangan, dia langsung berlari ke arah hutan tanpa membuang sedetik pun. Tak lama kemudian, pagi pun tiba. Di dalam penjara, apel pagi sedang berlangsung. Setelah penghitungan selesai, mereka menyadari bahwa tahanan dari sel nomor 245 hilang. Seorang penjaga berteriak dengan marah, "Kalau aku naik ke sana, akan kupukul kalian sampai kulit kalian terkelupas." Namun, tidak ada jawaban dari dalam. Dengan marah, penjaga itu bergegas ke sana. Tetapi begitu dia sampai di depan pintu sel, dia terkejut. Tidak ada seorang pun di dalamnya.
Sementara itu, sipir penjara sedang mengganti sepatunya ketika tiba-tiba alarm berbunyi. Dia langsung tahu bahwa sesuatu yang sangat buruk telah terjadi dan berlari menuju blok sel. "Apa maksudmu dia tidak pernah ada di sini?" teriaknya dengan marah. Dia hadir saat penghitungan semalam. "Bagaimana mungkin hari ini dia menghilang? Dia segera memerintahkan pencarian besar-besaran. Semua orang tahu bahwa dia dan Red selalu bersama." Sipir berpikir bahwa sebelum pergi dia pasti telah mengatakan sesuatu kepada Red. "Tidak sama sekali" jawabannya. Mendengar itu, sipir semakin marah. Hal seperti ini belum pernah terjadi dalam sejarah penjara.
Dengan penuh amarah, dia melemparkan sebuah batu ke poster yang tergantung di dinding. Anehnya batu itu langsung menembus poster tersebut. Terkejut, dia melangkah maju dan menarik poster itu. Di baliknya terdapat sebuah lubang besar yang langsung mengarah ke luar penjara. Semua orang tercengang. Tidak seorang pun bisa memahami bagaimana terowongan sepanjang itu bisa digali selama bertahun-tahun. Para penjaga dan anjing-anjing mulai melakukan pencarian besar-besaran. Namun, bahkan setelah seharian penuh, yang mereka temukan hanyalah sebuah palu kecil yang sudah usang dan sepotong pakaian tahanan yang robek. Hingga hari ini para penjaga hampir tidak bisa percaya bahwa satu orang saja hanya dengan sebuah palu kecil mampu menggali terowongan sepanjang itu.