📱

Get Our Mobile App

Take your business learning on the go!

Download on the App StoreGet it on Google Play

Gaza Kelaparan, Apa Tanggung Jawab Kita - Ust. Dr. Muhammad Yusran Anshar, Lc., M.A

Dewan Syariah Wahdah Islamiyah1:05:54

Transcription

Kemudian juga Nabi mengatakan, "Sesungguhnya orang-orang mukmin itu seperti satu tubuh." Maka ketika Gaza menjerit, seharusnya kita ber, seharusnya dada kita semakin sesak. Ketika mereka menangis, seharusnya kita terguncang. Apakah kita bagian dari daripada tubuh itu, atau kita, atau kita telah mati rasa? Maka mari kita menggali materi yang akan insyaallah disampaikan oleh ustaz kita dengan hati yang jujur dan iman yang tulus. Terlebih dahulu kita sapa dulu ustaz kita. Assalamualaikum, Ustaz. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kafukum, Ustaz? Iya, alhamdulillahir insyaallah semoga sehat selalu, Ustaz dan keluarga. Insyaallah, amin, amin, wyakum, Ustaz.

Baiklah, mungkin tidak berlama-lama, langsung saja kita menyimak materi yang akan disampaikan oleh guru kita, ustaz kita, Ustaz Muhammad Jusran Ansar, S. MA. Hafidahullahu taala. Kepada beliau kami persilakan. Tib, ee suara jelas, nam, Ustaz. Alhamdulillah. Baik. Ee asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah waa alihi wasohabatihi wa mawalah. Amma ba'd. Para peserta ee konsultasi syariah, para bapak-bapak dan ibu-ibu asatizah, ustazat, ikhwah dan akhwat. Dan juga secara khusus kepada host kita, Ustaz ee Ihsan. Ee hafidakumullahu taala jamian. Malam hari ini e di malam Sabtu ee kita sudah memasuki malam Sabtu yang pertama di bulan Safar 1446 Hijriah, 1447 Hijriah. Alhamdulillah tentunya kita ee banyak bersyukur kepada Allah diberikan umur panjang, diberikan kesehatan, diberikan kesempatan. Dan di antara ee nikmat yang sangat besar yang Allah berikan pada kita semuanya adalah nikmat keamanan, ya, nikmat ketentraman. Dan tentu saja saja. Inilah nikmat ee yang Allah Subhanahu wa taala berikan kepada kita yang patut untuk kita ee syukuri kepada Allah Subhanahu wa taala. Namun di waktu yang sama, tentunya kita juga ee masih ee merasakan apa yang dirasakan oleh saudara-saudara kita di bumi suci, di tanah Quds, bumi Palestina, dan secara khusus di Ghazah. Kita semuanya tahu bahwa kita adalah hamba-hamba Allah yang bersaudara. Dan ciri mukmin yang sebenarnya adalah dia bisa merasakan apa yang dirasakan oleh saudaranya. Masalul mukminin fi tawaddihimahumihim wa taatufihimil jasad. Dalam hadis Bukhari dan Muslim yang terkenal, hadis Nu'man bin Basyir radhiallahu anhuma, Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Perumpamaan sesama mukmin bagaikan jasad yang satu tubuh kita ini. Di mana tubuh kita seperti yang kita rasakan begitu solid, begitu kompak. Ketika ada satu anggota tubuh kita ee sakit, maka tidak ada dari anggota tubuh kita yang masa bodoh. Tidak ada di antara anggota tubuh kita yang menyalahkan anggota tubuh yang sakit itu. Bahkan semuanya merasakan apa yang dirasakan oleh anggota tubuh yang sakit itu. Kaki kita kadang terantuk, lalu mulut kita berucap, ya, merasakan sakit. Dan juga ee seluruh anggota tubuh kita. Demikian ketika ada di antara kita yang ee terluka, ya, bahkan kadang membuat meriang tubuh kita, demam, semua merasakannya. Ya, Nabi kita sallallahu alaihi wasallam mengibaratkan bahwa ee kita seperti orang yang tidak bisa tidur, ya. Kita akan begadang karena kita semuanya merasakan ee sakit tersebut. Itu perempuan yang sangat indah ya, sekaligus sangat menggugah yang harusnya menyadarkan kita bagaimana hakikat seorang mukmin ee terhadap saudaranya yang lain. Jika saja hari ini saudara-saudara kita di sana dibantai, saudara-saudara kita di sana mendapatkan ee penindasan yang terus-menerus, bahkan genosida ee pemusnahan massal, ya, informasi yang tadi kita dengarkan bahwa tidak kurang dari 39.000 anak-anak di sana yang sudah menjadi anak-anak yatim. Ya, tentu saja ini semua adalah hal yang patut menjadi keprihatinan kita. Anak-anak mereka sama dengan anak kita yang sangat ingin ee merasakan indahnya masa kanak-kanak, yang ingin tertawa ceria, yang ingin bermain-main, yang ingin ee merasakan belasan kasih dari kedua orang tua mereka. Namun, ya, karena cobaan dan ujian ini, perlakuan kezaliman, kebiadaban dari musuh-musuh Islam dan secara khusus kaum Yahudi Zionis ee dan juga ee persekutuan dari sebagian kaum munafikin dan tentu saja orang-orang kafir ya yang bersekutu dengan mereka. Maka ee kita melihat ya berita-berita yang kita saksikan dengan mata kepala kita dan kita dengarkan secara langsung bagaimana keadaan mereka-mereka itu. Dan hari-hari ini, ya, hari-hari ini kita juga mendengarkan ee berita yang ee sangat menyedihkan, ya, ee bahwa mereka sekarang menghadapi apa yang dinamakan attajwi. At-tajwi. Tajwi itu adalah ee pembiaran agar mereka kelaparan. Ya, dari kata-kata jaa yauu rasa lapar dan tajwi menjadikan mereka lapar. Mereka dijadikan lapar karena mereka diblokade. Mereka tidak diberikan kesempatan untuk menikmati makanan dan minuman. Mereka ee ditutup aksesnya untuk bisa ee membeli makanan dan minuman. Dan juga ditutup akses bagi mereka-mereka yang ingin memberikan bantuan kepada mereka. Dan ini sebenarnya apa yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam ya, utamanya sekali lagi kaum Zionis Israel alaihim minallahi wa yastahiquun adalah ee metode klasik yang sudah dikenal sejak dahulu. Nabi kita sendiri sallallahu alaihi wasallam di awal-awal ee perjuangan ini, ya, di awal-awal perjuangan ini mereka juga merasakan hal seperti itu, ya. Ketika kaum muslimin, ketika kaum muslimin ee mendapatkan cobaan dan ujian di awal-awal perjuangan, penindasan, bahkan ee disiksa fisik mereka, namun mereka begitu istikamah, begitu teguh dengan agama mereka. Maka itu membuat kaum musyrikin terus berpikir apa yang bisa mereka lakukan lebih daripada apa yang telah mereka lakukan sebelumnya. Ya, sehingga dikenal ya hisar fi Sy'bi ee Abi Thalib, ya. Ee mereka-mereka yang ee berada pada barisan Nabi kita ee sallallahu alaihi wasallam yang didukung oleh waktu itu oleh Abu Thalib. Ya, walaupun Abu Thalib tidak masuk Islam, tapi paman Rasulullah ini sangat ee mendukung dan membela perjuangan Rasulullah dan dakwah Rasulullah itu akhirnya diisolir dan diblokade dan ee tidak diberikan akses untuk bisa berhubungan, berinteraksi dengan dunia luar. Dan ee apa dan mereka tidak diizinkan untuk interaksi jual beli, bahkan juga tidak diperbolehkan untuk ee menikah, ya. Dan semua muamalah-muamalah, hak-hak insani yang sangat asas yang merupakan hak setiap manusia itu ee ditahan, tidak diberikan hak mereka selama kurang lebih 3 tahun. Sehingga diceritakan dalam sirah bahwa mereka-mereka itu sampai makan ee daun daunan ya karena tidak bisa mendapatkan makanan yang layak untuk dimakan ya selama 3 tahun kurang lebih mereka diperlakukan dengan cara tajwid ya. Karena ya tentu saja ee musuh kaum kufar kadang kehabisan akal ya. Mereka kadang tidak tahu dengan cara apa bisa ee menjadikan kaum muslimin yang teguh iman tetap ee mempertahankan keimanan dan terus istiqamah. Ya, sehingga mereka menyangka bahwa dengan cara membuat mereka lapar ee mereka akan mundur dari prinsip agamanya. Dan itu sekali lagi telah dilakukan sejak dahulu oleh kaum musyrikin, kaum Quraisy ee ketika ee kaum muslimin Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dan para sahabat masih berada di Makkah. Ya. Ee dan begitulah sejarah berulang. Apa yang dilakukan oleh mereka hari ini adalah pengulangan dari ee model-model gaya dan pergerakan ee pendahulu-pendahulu mereka dari musuh-musuh Islam. Sehingga ee apa yang mereka lakukan bukan hal yang mengherankan. Ee yang mengherankan adalah kita-kita ini kaum muslimin ya. Jadi harus kita ingatkan bahwa apa yang dilakukan oleh musuh ketika mereka begitu benci kepada saudara-saudara kita yang teguh istikamah mempertahankan keyakinan mereka, mempertahankan bumi Quds, mempertahankan ee Masjid Aqsa dan mempertahankan setiap hak-hak mereka. Apa yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam, genosida dan semua jenis-jenis ya pembantaian dan penyikapan-penyikapan yang mereka lakukan terhadap saudara kita itu bukan suatu hal yang mengherankan. Dan ee demikian pula para sekutu-sekutu mereka ketika ee mereka bahu-membahu, tolong-menolong dalam hal yang sama. Ya, itu bukan suatu hal yang mengherankan. Yang mengherankan kadang ketika kita hanya ee bisa memaki mereka-mereka, padahal itulah kerja mereka. Dan kita kadang juga ee mengemis ya kepada mereka-mereka, padahal kita tahu begitulah keyakinan mereka dan begitulah mereka kebencian mereka sebagaimana kata Allah yaqum. Mereka senantiasa melakukan yang semacam itu ya sampai kita murtad dari agama kita. Ja, ketika mereka tidak bisa membuat saudara-saudara kita murtad ya ee mengalah terhadap hal yang prinsipil pada agama ini dengan cara kekerasan mereka ee dengan cara tajwi seperti ini yang membuat saudara-saudara kita lapar dengan memblokade ya sehingga wallahul mustaan ya kadang kita sudah mengumpulkan bantuan namun belum sampai juga kepada saudara kita. Al kulihal sekali lagi penyikapan mereka bukan bukan satu hal yang mengherankan. Yang mengherankan adalah kita-kita ini kaum muslimin yang tidak berdiri di atas kaki kita sendiri dan tidak melakukan sesuatu yang ee sepantasnya kita lakukan kepada saudara-saudara kita. Kita telah mendengarkan dan mengetahui saudara-saudara kita sekarang kelaparan ya. Apa kewajiban kita? Ada sebuah hadis yang diriwayatkan oleh ee Imam Attabrani dalam Mukjamul Ausat dan juga oleh Bazar dalam musnadnya dari sahabat Anas bin Malik radhiallahu taala anhu di mana beliau mengatakan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Ma amana biata syab'an waaruhu jaiun ila jambihi wahua yalam." Ya, kata Nabi kita sallallahu alaihi wasallam ee tidak beriman kepadaku. Ya, tidak beriman kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Man bata syab'an. Orang yang ketika dia tidur melewati malam harinya dalam keadaan kekenyangan. Dia sudah menikmati makanan, merasa puas dengan makanan yang telah dia ee makan, yang telah dihidangkan kepadanya rezeki yang mudah sampai kepadanya. Orang yang semacam itu tidak beriman kepada Rasulullah ketika dia enak-enak makan dan tetangganya ada yang kelaparan di sisinya padahal dia mengetahuinya. Wahua ya'lam wahua ya'lamu bihi. Ini tentu saja peringatan keras dari Nabi kita sallallahu alaihi wasallam. Ee mungkin kita mengatakan kita ini jauh ya. Maka memang benar ya dari satu sisi benar bahwa hadis ini memberikan peringatan yang keras kepada mereka-mereka yang dekat dengan saudara kita di sana, dekat dengan saudara kita di Palestina lalu ee bertetangga atau berbatasan ya, lalu membiarkan begitu saja saudaranya kelaparan padahal dia kekenyangan dan tidak memberikan sesuatu kepada mereka. Padahal itu mereka ketahui. Namun dalam Islam ini ada yang dinamakan dengan ee fardu kifayah. Ee fardu kifayah artinya kewajiban yang memang ee pada asalnya tidak berlaku kepada semuanya, berlaku kepada orang-orang tertentu. Namun fardu kifayah kewajiban yang ee baru hilang kewajibannya ketika sudah cukup dipandang cukup orang yang melaksanakannya. Ya, seperti umpamanya ee salat jenazah ya. Kalau sudah ada yang melakukan beberapa orang, maka yang lain tidak berdosa. Namun jika ee kewajiban itu belum tertunaikan dengan baik karena jumlah yang dibutuhkan belum cukup, maka berarti kewajibannya ee belum ee dianggap ee hilang ya. Belum bebannya belum dianggap telah pergi tapi tetap berlaku hukum tersebut. Jadi ketika ada sesuatu kerjaan yang membutuhkan banyak orang atau membutuhkan 10 orang, tujuh orang sudah melakukannya tapi masih membutuhkan tiga orang maka berarti pelaksanaan fardu kifayahnya belum selesai. Itu juga yang kita katakan kepada saudara-saudara kita di sana. Ketika saudara kita yang bertetangga paling dekat belum ee cukup atau belum melaksanakan kewajiban itu, maka kewajiban itu merembes atau kewajiban itu juga mengena yang lebih dekat lagi, yang dekat-dekat seterusnya sampai memungkinkan ya wallahu mustaan jika hal itu sampai kepada kita-kita ini ya yang ee juga mengetahui keadaan saudara kita di sana. Ee dan korban yang berjatuhan yang kita kadang saksikan potongan-potongan videonya ini tentu saja sangat memiriskan hati kita ya. Ee dan kita teringat dengan sebuah hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari sahabat Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma dan yang lainnya bahwa uzibat imraatun firah. Ya, ada seorang wanita disiksa disebabkan seekor kucing. Ee bahkan dalam hadis dikatakan udibat imraatun finari firah. Ya, dia disiksa di dalam neraka disebabkan seekor kucing. Kenapa dia disiksa disebabkan seekor kucing? Kenapa dia dijerumuskan ke dalam neraka disebabkan kucing? Karena habasatha dia mengurung kucing tersebut. Ee dia mengurung kucing itu dan tidak membiarkannya kucing itu keluar ya. Dan dia tidak memberikan ee makanan dan minuman ya. Mah amatha w hiya saqatha habatha. Dia tidak memberikan makanan kepada kucing tersebut dan juga tidak memberikan minuman ketika dia mengurungnya. Dan dia tidak membiarkan juga kucing itu keluar dari rumah untuk mencari makanan sendiri. Padahal kucing itu jika dibiarkan keluar rumah, maka sangat memungkinkan dia mencari min khasyasyil ard ya, dari ee serangga-serangga atau apa saja yang ada di bumi ini, di tanah-tanah, di rumput-rumputan, dan makanan-makanan yang Allah sediakan bagi mereka-mereka. Namun si wanita ini tidak memberikan solusi. Dia tidak membiarkan sang kucing keluar dan dia juga tidak memberikan hak makan dan minum bagi kucing tersebut sehingga kucing itu mati. Dan karena penyikapannya itu, Nabi kita sallallahu alaihi wasallam mengatakan si wanita itu disiksa di neraka. Kata ulama kita, qiasul aula, ya. Qiasul aula analogi yang ee utamanya lagi artinya jika saja ya jika saja satu kucing yang diberi mati kelaparan dikurung lalu tidak diberikan makan dan minum hingga mati kelaparan menyebabkan seorang masuk ke dalam neraka. Bagaimana lagi jika ada seorang manusia yang tentu saja jauh lebih mulia daripada seekor kucing. Seorang manusia hamba Allah yang Allah muliakan. Walaqad karamna bani Adam. Dibiarkan kelaparan dan tidak dibiarkan kesempatan untuk mencari makan dan minuman. Ya, diblokade mereka, diisolir mereka, tertahan tidak diberikan ee kesempatan untuk ee mencari makanan dan minuman dan mereka tidak diberikan akses untuk sampai makan dan minuman kepada mereka. Tentu saja dosanya jauh lebih besar. Dan bahkan kata ulama kita, bagaimana lagi ya jika bukan satu manusia, bukan satu orang, tapi wallahul mustaan ee ini satu kota ya atau satu daerah Gaza ya. Berapa banyak di antara mereka yang terkurung di blokade dibiarkan mati kelaparan satu persatu ya e korban yang berjatuhan ya disebabkan tersebut begitu besar dosa-dosa orang-orang yang melakukannya tentu saja musuh-musuh Islam dan siapa saja yang bersekutu dengan mereka tidak memberikan akses ya untuk mereka mendapatkan bantuan makanan dan juga bisa sampai kepada mereka-mereka yang ee tidak terlibat langsung tapi acuh tak acuh atau membiarkan dan tidak mau menolong dengan sedikit pun ya ee hal-hal yang bisa dia kontribusikan untuk membantu mereka. Dan ingat ya dalam agama kita yang dinamakan aljazau min jinsil amal ya balasan itu sesuai dengan amalan. Kapan kita biarkan saudara kita dalam posisi dia butuh bantuan, kita tidak mau membantunya, maka suatu saat kita akan berada dalam posisi yang sama dan tidak ada yang membantu kita. Ya, ini balasan yang Allah berikan ketika kita bersikap seperti itu pada saudara-saudara kita. Apatah lagi, apatah lagi ya untuk saudara-saudara kita di bumi Palestina ee Gaza dan para pejuang pujuang itu ada dalil-dalil khusus yang menyebutkan tentang mereka ya mereka-mereka yang berjuang di sana yang ee disebutkan ya penyikapan-penyikapan yang mengundang murka Allah adalah mereka-mereka yang menentang mereka atau mereka-mereka yang khudlan yang tidak mau membantu mereka sama sekali. Maka ee sebagai penutup ya dalam mukadimah ini, ya ee kami ingatkan ee pertama apa kewajiban kita ya? Kewajiban kita pertama tentu saja untuk terus berusaha semaksimal mungkin dengan apa yang kita mampukan dan ee jika kita tidak mau tidak mampu langsung terlibat ya dalam artian membantu saudara-saudara kita berjihad di sana, maka jangan kita pernah lemah ee dari berdoa. Ya, dalam hadis dikatakan manusia yang paling lemah adalah manusia yang lemah dalam berdoa. Artinya berdoa pun dia tidak mampu. Ini selemah-lemah manusia ya yang diberikan oleh Allah senjata yang paling ampuh sebenarnya yaitu senjata doa. Lalu dia tidak mau manfaatkan. Ini adalah manusia yang terlemah. Maka kita ingatkan terus kita doakan untuk saudara-saudara kita di sana ya. Kita doakan. Dan ini senjata yang tidak boleh kita pandang remeh karena dialah senjata yang sangat kuat, senjata yang sangat ampuh bagi mukmin yang tulus doanya kepada Allah subhanahu wa taala apatah lagi untuk saudara-saudaranya yang terzalimi. Yang kedua, kita harus juga terus ee menyuarakan dan memberitakan dan membagi-bagi kegelisahan ini. Ya. Jangan kita sampai ee bosan ya, jangan sampai kita lemah. Jangan sampai kita ee kalah dengan musuh-musuh yang tidak pernah bosan untuk menzalimi saudara kita. Ya, kadang setelah lewat beberapa saat ya mungkin kita mengatakan sudah 2 tahun ya saya membantu saudara saya, sudah 2 tahun saya bersuara tapi belum ada perubahan sehingga kita akhirnya berhenti ya. Padahal musuh-musuh kita ee orang-orang yang menindas saudara kita tidak pernah berhenti ya. Ahlul haq penyuruh kebenaran, pengusung kebenaran seharusnya lebih semangat daripada para pengusung kebatilan. Maka teruslah bersuara ya. Teruslah bersuara karena saudara kita sudah akan sedikit berkurang kesedihan mereka ketika tahu di sana ada saudara-saudaranya yang selalu menyuarakan pembelaan kepada mereka. Ya. Dan ini kami dengarkan langsung ya, kita dengarkan langsung dari para asatizah kita ee dan para masyaikh yang ee tentu saja ya ee pernah bertemu dengan mereka-mereka itu. Ee kemudian ee juga ee hal yang ketiga adalah kita ee tetap menyiapkan harta yang terbaik untuk mereka. Ya, mungkin saat ini ada yang mengatakan ee gimana kita menyiapkan harta, bagaimana menyumbang padahal makanan tidak sampai. Ya, kita katakan insyaallah waru warallah wallahu khairul makirin. Ya, itu yang mereka lakukan. Tapi kita yakin kita terus berusaha dan suatu saat ya ee hal itu ee atau makar mereka akan ee terkalahkan dan tipu daya mereka akan ee berbalik menjadi kehancuran bagi mereka. Ya, sekuat-kuat mereka kita memiliki Allah Subhanahu wa taala pencipta seluruh alam, zat yang maha kuat, yang maha perkasa, yang maha kaya. Maka ee yakinlah ya tetap kita siapkan harta-harta terbaik kita ya untuk saudara-saudara kita di sana. Di antara harta-harta yang kita miliki, yakinlah ada sebenarnya hak-hak saudara kita di sana yang Allah titipkan pada kita-kita semuanya. Dan yang terakhir ya ee kita mau katakan ee sebagaimana kata Nabi kita sallallahu alaihi wasallam, manana yminu billahi wal yaumil akhir falyaqul khair liyasmut. Orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian itu dia selalu berkata yang baik atau diam. Maka jika kita tidak mampu mengeluarkan kata-kata yang baik untuk ee mengurangi kepedihan, mengurangi kesedihan, dan mengurangi beban-beban saudara kita di sana, maka jangan sampai kita mengeluarkan statement pernyataan yang menambah kesedihan mereka. Ya, kita dapati sebagian kaum muslimin yang ee sibuk membicarakan tentang saudara-saudaranya di sana. Dia tidak memberikan satu kontribusi pun. Dia tidak memberikan bantuan yang nyata kepada saudara di sana. Lalu dia sibuk untuk menilai, sibuk mengomentari surat-suratnya yang sementara tertindas, sementara terzalime. Ee mungkin mungkin ada saja ya ee mungkin ada saja yang ee apa ada saja kesalahan dan semua kita memiliki kesalahan. Tapi makamnya saat sekarang ya, kondisi saat sekarang bukan saatnya untuk kita mengomentari saudara kita. Saatnya untuk berkata yang positif, membantu menyemangati saudara kita dan mengeluarkan kata-kata untuk ee membela mereka dan menghadapi musuh-musuh kita. Jangan sampai kita tanpa kita sadari menjadi corong-corong yang terbaik bagi musuh-musuh kita dalam menyerang saudara-saudara kita. Ya, dan teruskan ee sorakan yang terbaik untuk saudara-saudara kita. Dan ee jika kita tidak mampu seperti yang kita katakan minimal anda diam ya kita diam jangan sampai menambah beban, menambah persoalan untuk saudara-saudara kita. Ini mungkin sebagai pengantar ya. Wallahu taala wali taufik wallahul mustaan ya. Ee semoga Allah subhanahu wa taala terus memberikan kesabaran, ketabahan kepada saudara kita para pejuang-pejuang di sana. Dan para mujahidin. Dan semoga ya Allah memberikan ee kekuatan kepada mereka ya Allah Subhanahu wa taala memberikan makanan kepada mereka yang lapar. Allah Subhanahu wa taala menyembuhkan yang sakit. Dan Allah Subhanahu wa taala mencatat para ee mereka-mereka yang Allah panggil mereka-mereka yang meninggal dunia sebagai syuhada yang terbaik di sisi Allah Subhanahu wa taala. Mungkin itu kata ee pengantar dari kami. Wallahu taala alam. Masyaallah tabarakallah. Penjelasan yang sangat menggugah kita semua dan ee menyayat hati kita. Tentunya apa yang kita sudah lakukan terhadap saudara-saudara kita. Ternyata bukan hanya sekedar ee kewajiban kita hanya urusan ee dompet, tapi juga bagaimana hati kita senantiasa mengingat saudara-saudara kita di sana, lidah kita, dan langkah-langkah nyata kita terhadap saudara-saudara kita di sana. Semoga yang ee tadi disampaikan oleh ustaz kita, masyaallah ee menambah catatan amal kita dan kita bukan hanya sekedar mendengarkan apa yang dikatakan oleh Ustaz K disampaikan, tapi kita insyaallah beraksi nyata dengan memberikan harta-harta terbaik kita kepada ee kepada saudara-saudara kita. Baik, para ikhwah sekalian, jemaah sekalian, bagi yang ingin bertanya, silakan kirimkan ee pertanyaan Anda melalui kolum kolom ee chat Zoom atau bisa melalui WhatsApp. Pesan WhatsApp 08135440897 atau bisa melalui ee bertanya langsung dengan menekan tombol rest hand. Baik, Ustaz. Ini alhamdulillah sudah ada beberapa pertanyaan yang muncul. Ee izin kami bacakan, Ustaz. Pertanyaan pertama dari Hamzah. Bismillah, Ustaz. Bagaimana dengan orang-orang yang acuh dan mulai meramaikan tempat-tempat makan yang kita ketahui keuntungannya mengalir ke musuh-musuh Allah Subhanahu wa taala yang menzalimi saudara kita? Mohon nasihatnya untuk mereka dan sikap mereka yang tidak peduli. Bahkan sebagian mengatakan tidak ada pengaruh apa-apa dari apa yang ia lakukan. Syukran, Ustaz. Ya. Ee ya bismillah. Ee masalah pemboikotan yang terhadap produk-produk mereka ini juga ya di antara hal yang perlu untuk terus kita lakukan ya. Jadi jika kita tidak bisa membantu langsung saudara kita, maka jangan sampai kita yang membantu musuh-musuh kita terhadap saudara-saudara kita. Nah, ini di antara hal yang sangat menyedihkan ya. Ee kita ee itu sikap ee tidak peduli ya, sikap acuh tak acuh. Padahal dia termasuk dalam wala taawanu alalmi wal udwan. Jangan kalian sampai tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan ya. Ketika kita ee membeli produk-produk yang akan menguntungkan ee musuh-musuh Komzionis secara khusus yang dengannya mereka ee membantai surah-surah kita. Dan ini telah difatwakan oleh para ulama-ulama kita sejak dahulu ya. Dan cara-cara seperti ini ee juga yang telah diingatkan ya oleh para ulama-ulama kita ya dalam menghadapi mereka. Dan itu yang tadi kami katakan kita butuh yang namanya tulun nafas. Apa itu tulun nafas? Nafas yang panjang. Nafas yang panjang dalam artian ee jangan kita kalah dengan ahlul batil. Ya, Allah sering mengatakan ya sering mengangkat bagaimana sikap ahlul batil untuk kita ee tergugah ya tergugah dalam artian kita jangan kalah dengan mereka ya seperti Allah mengatakan eh innalladina kafaru yunfiquuna amwalahum liyasuduilillah. Orang-orang kafir itu menginfakkan, menggelontorkan dananya untuk menghalangi kita eh menghalangi manusia dari jalan agama Allah Subhanahu wa taala. Padahal perbuatan mereka itu rugi ya bagi mereka ya. Fasunfiquuna eh yakunu alaihim hasrun wallina kafaru jahanama. Allah katakan silakan kalian wahai orang kafir menginfakkan harta-harta kalian untuk menghalangi manusia dari jalan agama Allah. Namun niscaya ee kalian akan merugi kelak ya dan kelak kalian akan dikumpulkan ke neraka jahanam. Ee cuma kadang mereka begitu konsisten dengan penyikapan mereka padahal ujung-ujungnya mereka rugi dunia akhirat. Allah sebutkan itu untuk mengingatkan kita apakah kita telah melakukan hal yang sama dalam artian kita ee berinfak fiabilillah. Jika mereka berinfak, membelanjakan, menghabiskan dana mereka liudubuilillah untuk menghalangi manusia di jalan agama Allah, maka seharusnya kita berani juga untuk menginfakkan harta kita di jalan agama Allah. Apalagi Allah telah menjanjikan ya. Kalau saja orang kafir dikatakan, "Silakan kalian habiskan harta kalian dan itu akan menjadi kerugian bagi kalian." Allah justru menjanjikan bagi kita yang membelanjakan harta kita di jalan agama Allah. bahwa kita akan mendapatkan pahala 700 kali lipat. Ya, cuma kenapa kita tidak mau melakukannya dalam persatuan? Umpamanya Allah mengatakan inina eh wallina kafaru ba'duhum aumitunir. Orang-orang kafir itu ee sangat solid tolongmenolong di antara mereka. Jika kalian tidak melakukan yang sama, maka akan terjadi kerusakan di muka bumi. Fitnah dan kerusakan di muka bumi. Artinya jangan sampai kita kalah dalam persatuan dengan orang-orang kafir. Ya, mereka begitu solid, begitu ee bahu-membahu. Lalu kita tidak. Allah katakan wal munfunal munfi Allah angkat sifat-sifat orang yang munafik yang saling bantu-membantu laki-laki dan wanita yang munafik saling bantu-membantu di antara mereka beramar mungkar dan bernahi makruf ya mereka tolong-menolong dalam ee menyuruh manusia untuk melakukan kemungkaran dan melarang dari makruf dan mencegah mereka dari berinfak. Itu kelakuan orang munafik. Allah angkat supaya kita ee berani melakukan hal yang sebaliknya. Karena jangan sampai kita kalah dengan ahlul batil. Ya. Jadi seperti yang kita katakan ya, jangan sampai kita yang kehabisan nafas, kita yang ee berhenti dalam ee sesuatu kebaikan. Mereka tidak pernah berhenti untuk membantu surat kita, tapi kita kadang akhirnya berhenti pada saat ee atau belum pada waktu yang tepat, ya. Ee dan keliru-keliru kalau dikatakan pemboikotan tidak memberikan hasil ya. Kita sudah mendengarkan berita-berita valid yang bagaimana ee tidak sedikit di antara perusahaan-perusahaan mereka yang akhirnya bangkrut yang akhirnya ditutup ya karena pemboikotan yang terjadi pada sebagian kecil kaum muslimin. Sebenarnya yang memboikot hari ini masih sangat sebagian kecil tapi cukup memberikan dampak ya bagi mereka ya. Maka teruslah ya kita memboikot sebagaimana mereka terus dalam menyerang saudara-saudara kita ya. Jangan kita berhenti sebelum waktunya. Maka terus perlu untuk kita ingatkan ya saudara-saudara kita berikan pencerahan dan edukasi yang ee baik ee yang mereka akhirnya bisa terselerakan hal ini. Wallahuam. Nah, Ustaz, masyaallah. Ee pertanyaan yang selanjutnya ee mungkin masih dalam tema boikot ini, Ustaz, dari Marsyah. Bismillah. Afwan, izin bertanya, Ustaz. Bagaimana tanggapan kita terhadap orang yang tidak paham dengan boikot produk Israel? Bagaimana cara kita memberitahu mereka tentang hal tersebut? Iya. Ee mungkin kita butuh ya butuh ee tadi kami katakan butuh pencerahan, memberikan pencerahan dan berikan ee bukti-bukti dan dalil-dalil sehingga sebaiknya memang kita ee memiliki data-data ya. Jadi, apalagi kalau orang yang ee memang ee ingin data, kita bisa berikan data-data dan sekaligus juga mungkin bisa kita berikan ee fatwa-fatwa para ulama tentang masalah ini ya. Fatwa-fatwa tentang ee pentingnya pemboikotan dan itu sangat banyak ya itu sangat banyak ee bisa ee dikumpulkan dan diberikan kepada mereka. Dan ee sebenarnya akal sehat dan logika sehat itu ee mudah memahami persoalan boikot itu ya. Apatah lagi mereka-mereka memang ee adalah orang-orang yang ee cinta dunia ya. Cinta dunia artinya kalau persoalan dunia mereka terganggu, mereka paling takut akan hal itu. Beda dengan para pejuang. Para pejuang itu mereka diboikot, mereka diisolir, mereka diblokade. Ya, itu tidak menghalangi mereka atau tidak mempengaruhi mereka untuk tetap istiqamah. Adapun ee kaum kuffar, musuh-musuh Islam, ketika dunia mereka diganggu, itu hal yang paling membuat mereka kelabakan, ya, paling membuat mereka takut sehingga ketika mereka diboikot lalu pencapaian ee harta duniawi mereka berkurang itu merupakan pukulan yang sangat berat bagi mereka. Maka ini di antara hal yang ee paling bisa kita lakukan ya. Seperti yang kita katakan tadi, jika Anda tidak bisa memberikan infak yang terbaik untuk saudara-saudara kita di sana, maka jangan sampai Anda menjadi orang yang berinfak, ya, membantu musuh-musuh kita dalam membantai saudara-saudara kita. Allahuam. Insyaallah. Naam, Ustaz, pertanyaan yang selanjutnya masih dalam masalah boikot ini, Ustaz. Pertanyaan dari Ahmad. Sebagian mengatakan, "Saya memilih tetap makan di tempat yang diboikot agar saudara-saudara muslim yang bekerja di tempat ini tidak kehilangan pekerjaannya dan tetap dapat memberi nafkah kepada keluarganya." Apakah niat seperti ini diperbolehkan, Ustaz? Maam, Ustaz. Bahkan ya kita mau katakan ya kepada saudara-saudara kita yang ee masih memiliki masih memilih bekerja di perusahaan-perusahaan yang memang nota BN jelas ee membantu ee dalam membantu saudara kita. Kita juga harapkan mereka memboikot. membian berhijrah ya berhijrah kalau memungkinkan dan insyaallah in ardhi wasiatun ya wayah fa'budun ya kata Allah bumi Allah maha luas hanya kepada Allah kita berharap hanya kepada Allah kita menyembah ya kita punya konsep hijrah hijrah itu adalah meninggalkan satu tempat ee menuju tempat yang lebih baik atau minimal meninggal atau ee meninggalkan satu amalan yang buruk kepada amalan yang lebih baik ya. Harus kita punya semangat hijrah ya. Apalagi kita saat sekarang masih ee di awal-awal tahun ini ya. Dalam awal tahun hijriah kita selalu disemangati dengan ee semangat hijrah. Ya, ini saatnya kita berhijrah ya. Kita berhijrah dari produk-produk orang kafir kepada produk saudara-saudara kita kaum muslimin. Jika kita mengatakan kita akan merugikan saudara kita yang kerja di sana, maka kita justru juga ingin mengajak saudara kita di sana. Ya, kita harapkan p saudara-saudara kita yang memiliki ee perusahaan-perusahaan dan bisa memberikan lahan pekerjaan kepada saudara-saudara kita yang masih bekerja di produk-produk kufar atau orang-orang ee yang ee atau perusahaan-perusahaan yang nyata-nyata ya. Jadi kita tentu saja tidak melarang ya tidak melarang orang bekerja bersama dengan orang kafir atau orang nonmuslim dalam Islam. Hal itu tetap dibolehkan. Tapi jika ee tempat yang dia ee berada di situ, tempat yang dia bekerja di situ nyata-nyata termasuk yang memang sangat nyata ee sangat jelas keberpihakannya kepada Zionis Israel yang membantah saudara kita, maka sepantasnya kita juga ee berhijrah dan memboikot ya mereka-mereka itu. Jadi ee bagaimana kita mau ee iba ya kepada orang-orang yang ee secara tidak langsung membantu mereka lalu kita tidak iba kepada saudara-saudara kita yang sedang dibantai di sana. Ya, ini tentu saja kias analogi yang kurang tepat ya. Analogi yang kurang tepat. Allahuam. Nah, Ustaz. Masyaallah. Ee pertanyaan yang selanjutnya ee dari Lim ya. Bismillah. Afan Ustaz ingin bertanya, bagaimana cara menyikapi negara-negara yang justru mendukung Israel yang kata mereka sebagai negara membawa perdamaian tetapi justru merekalah yang mendukung Israel. Seperti Amerika yang sering diberita diberitakan membantu persenjataan Israel. Syukran wajakallahu khairan. N Ustaz iya Allah mengatakan kepada nabinya dalam masalah perjuangan ini, hualladzi ayadaka binrihi wabil mukminin. Dialah Allah Subhanahu wa taala yang menguatkan engkau wai Muhammad menolongmu ee dan juga bersama dengan orang-orang beriman. Ya, Allah Subhanahu wa taala menolong Nabi Muhammad itu dengan bantuan juga orang-orang beriman. Artinya tentu saja Allah maha kuat, maha mampu untuk menolong nabinya sendirian. Tapi sudah menjadi sunatullah. Allah menjadikan para sahabat dan kaum muslimin pengikut Nabi sallallahu alaihi wasallam sebagai penolong-penolong juga bagi Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Lalu Allah katakan. Kemudian Allah sebutkan begitu mahalnya nikmat ukhuwah. Allah yang menyatukan hati-hati sesama orang-orang beriman. Seandainya kita mau habiskan semua harta yang ada di muka bumi ini untuk bisa membeli ukhuwah, niscaya kita tidak mampu. Karena Allah yang berikan taufik ya nikmat ukhuwah tersebut. Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa kemenangan itu datang dari Allah. Kemudian bantuan orang-orang beriman. Jangan kita mengharapkan bantuan dari orang-orang yang nyata-nyata adalah juga bagian dari musuh. Ya, ee maka ee Syekh Mustfa Al-Adawi dan sejak dahulu ulama-ulama kita menjelaskan, "Jangan berharap ya kita ee bisa atau sudah kita bisa dimerdekakan, sudah kita bisa mendapatkan bantuan, sudah kita ee di apa dihentikan ee pembantaiannya. Lalu kita mengemis dari orang-orang kafir. Padahal Allah telah nyata-nyata mengatakan itulah kerja mereka. Ya, maka jangan kita mengharap kepada mereka-mereka itu. Ya pun jika kelihatannya mereka seakan-akan ya ee ingin membantu ya, seorang mukmin tidak boleh merasa aman dan tidak boleh ee mempercayai hal tersebut. Karena bagi kita firman Allah Maha Benar. Adapun mereka yang sangat memungkinkan untuk berdusta dan ingin mengelabui kita. Jadi ee jangan harapkan dari Amerika dan sekutu-sekutu sionis Israel berharap hanya kepada Allah kemudian dari orang-orang beriman. Ya, jadi sepantasnya ee kita seperti itu ya. Jadi jangan sampai kita mengemis dari orang-orang kafir. Seharusnya kita kaum musliman kaum muslimin yang sudah miliaran ini ya kita sudah jumlah kita masyaallah 2 miliaran di dunia saat sekarang sangat cukup ya sangat cukup untuk kita sering bantu-membantu ee terhadap saudara kita. Jangan berharap kepada ee sekutu-sekutu zionis tersebut atau para munafikin. Allahuam. Nah, Ustaz masyaallah. Eh, ini ada pertanyaan yang masuk, Ustaz. Bukan dari kolom chat Zoom ini. Masyaallah. Bagaimana agar semangat membantu Gaza tidak hanya musiman, Ustaz, saat hanya trending seperti mungkin ee sering terjadi, tapi menjadi kesadaran yang jangka panjang. Nah, Ustaz. ini sebenarnya ee sama dengan persoalan keistikamahan kita dalam seluruh jenis ibadah dan seluruh jenis ketaatan ya. Ee memang ee melakukan kebaikan itu tidak mudah. Namun yang lebih tidak mudah lagi adalah mempertahankan kebaikan yang sudah kita lakukan. Ya, untuk mulai melakukan kebaikan tidak mudah. Tapi yang lebih tidak mudah lagi seseorang yang setelah mampu melakukan kebaikan lalu dia bisa istikamah dan terus melakukan kebaikan itu. Ini dalam semua jenis ketaatan ya. Dalam persoalan-persoalan ee akhlak-akhlak kita, dalam persoalan akidah dan dalam persoalan ibadah-ibadah kita. Istikamah memang bukan suatu hal yang mudah. Ee karena itu ee sama kita katakan itu dalam kasus menolong saudara-saudara kita ya. Kita ini kadang ya ee memang sifatnya musliman ya. Padahal ya harus diingat ya, harus diingat bahwa peperangan yang hingga akhir zaman yang tidak ee apa yang tidak akan selesai hingga akhir zaman. Salah satu peperangan yang telah ee yang telah disebutkan dalam hadis-hadis adalah peperangan di bumi Syam. Ya, peperangan melawan Yahudi itu nanti puncaknya puncaknya itu nanti pada masa ketika ee kaum muslimin ee menghadapi Dajjal. Lalu kita ee dikomandoi oleh Nabi Isa Alaih Salam dan Mahdi. Ya, jadi ini pertempuran hingga akhir zaman ya. Ee mungkin mungkin ada masa-masa gencatan senjata, ada masa-masa perdamaian sementara ya, ada masa-masa mereka ee mengatur strategi. Tapi yakinlah ini memang tidak akan pernah berhenti, ya, tidak pernah berhenti sampai akhir zaman. Sehingga ee kita harus tata nafas kita ini, kita harus selalu juga jaga semangat kita dalam menyolahkan hal ini ya. Karena ini adalah ee di antara ee hal yang kita perlu istiqamah di dalamnya. Makanya dalam hadis-hadis tentang para pejuang-pejuang di sana dikatakan la tazzalu thaifah. La tazalu itu artinya akan selalu ada. Akan selalu ada, akan ada selalu saudara-saudara kita yang eksis, yang menyuarakan kebenaran. Ini sebenarnya tidak khusus ee di bumi Quds ya, bahwasanya ada saja selalu kaum muslimin yang istikamah. Tapi ee dalam beberapa riwayat memang disebutkan lebih khusus mereka-mereka fi aknafi Baitul Maqdis ya di Baitul Maqdis. Jadi sa-sel istiqamah di sana. Ada saja yang selalu istiqamah di sana. Maka kita juga harus seperti itu ya. Kita harus juga selalu istiqamah dalam membantu saudara-saudara kita. Allah Subhanahu wa taala. Tentu saja ini bukan ya ee jangan sampai kita menduga ya wahsabannallaha gofilan amma yazalimun ya. Jangan sampai kita ee menyangka Allah lalai dari kezaliman musuh-musuh terhadap saudara-saudara kita. Ee Allah maha tahu ya semua yang terjadi. Tapi Allah juga memang menguji kita dengan surat-surat kita. Allah ingin lihat seberapa banyak keistikamahan kita dalam ee membantu surat kita. Ya, seperti yang kami sebutkan tadi, harus kita bersyukur bahwa kita yang lemah iman ini bukan yang langsung diuji dengan ujian seperti itu. Ya. Dan Allah maha tahu ya. Allah maha tahu bahwasanya saudara-saudara kita di sana memang adalah saudara-saudara kita yang teguh imannya sehingga diuji dengan ujian yang berat. Kita-kita ini tidak mendapatkan ujian semacam itu karena Allah tahu kualitas iman kita. Allah cuma ingin kita, ingin kita istiqamah dalam menyuarakan keberpihakan kita terhadap saudara kita dan membantu semampu kita ya dengan doa, dengan harta dan apa yang kita mampu ya. Maka sebagaimana saudara kita di sana yang terlibat langsung terjun langsung istikamah, maka mari kita istiqamah juga dalam bersuara, dalam mendoakan dan jangan jadikan dia sesuatu yang musiman ya. Cuma kita sebentar sebentar ya. Setelah itu kita hilang semangat. Padahal sekali lagi ini adalah peperangan akhir zaman ya sampai datangnya hatta yati amrullah sampai menjelang hari kiamat ya. Ketika Allah subhanahu wa taala mengirimkan anginnya yang akan mewafatkan ee seluruh hamba-hamb-Nya yang beriman. Wallahuam. Naam. Masyaallah. E alhamdulillah para pemirsa sekalian, kita masih ada waktunya buah sama Ustaz. Mungkin ada di antara para peserta, para pemirsa sekalian yang ingin langsung bertanya kepada Ustaz kami persilakan. Silakan yang ingin bertanya langsung kami persilakan kepada peserta Zoom. Silakan sebut nama kemudian asal daerah atau mungkin kalau tidak ada maka ee mungkin satu dua pertanyaan yang muncul ini Ustaz sebagai pertanyaan penutup mungkin ini mungkin di luar tema Ustaz Iya. Di luar tema ee pertanyaan dari Afif. Bismillahirrahmanirrahim. Ustaz, mohon nasihatnya. Tips istiqamah bangun cepat dan menjaga tahajud. Mungkin ada motivasi yang bisa dibagikan, Ustaz? Karena seperti kata Ustaz, melakukannya mudah, namun untuk istikamah itu sulit. N Ustaz? Iya. Ya, ini tentu saja juga bagian yang ee kita perlu istiqamah ya. Ee cuma memang ada waktu-waktu ya seperti yang kata ulama kita ee seperti membaca Al-Qur'an dan termasuk ee apa ee tarawih ya yang memang ee pada saat datangnya bulan suci Ramadan ya pada saat datangnya bulan suci Ramadan kita ee dimotivasi lebih besar ya untuk kita lebih menggandakan semangat kita ee dan juga memperbaiki kualitas kita. Adapun setelah perginya Ramadan, maka tentu kita dituntut untuk bisa juga mempertahankan kebaikan-kebaikan seperti itu ya. Termasuk dalam hal dalam hal ini adalah ee salat yang terbaik ya. Salat yang terbaik sebagaimana kata Nabi sallallahu alaihi wasallam adalah ee setelah salat wajib adalah salat lail itu ya. Waati bahat salatul lail. Salat yang paling afdal setelah salat yang wajib adalah salat lail. Ee dan salat lail ini ee ada dua ya, salat ee tahajud atau salat lail dan salat witir. Mereka yang terbaik adalah mereka yang bisa melaksanakan ee salat lail ini secara rutin dan ditutup dengan witir. Namun jika tidak mampu minimal minimal ya Anda melakukan witir di akhir malam atau paling minimal ya sebagaimana yang dinasihatkan ya kepada Abu Hurairah radhiallahu anhu dan kepada Abu Dzar radhiallahu anhu dan kepada Abu Darda radhiallahu anhu yang tidak tanggung-tanggung. Tiga sahabat Rasulullah yang mulia. Tiga sahabat Rasulullah yang mulia Abu Darda, Abu Dzar, dan Abu Hurairah dinasihatkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam untuk tidak tidur kecuali melaksanakan salat witir. Ya, kelihatannya ini ee ibadah yang minimalis ya kelihatannya ya. Artinya minimal witir dan itu pun di awal malam eh bukan di dalam artian sebelum tidur, bukan di akhir malam setelah bangun. Dari tidur. Ee namun jika hal ini bisa konsisten sebagaimana yang dikatakan oleh Abu Hurairah radiah beliau tidak pernah meninggalkan sampai beliau menghadap Allah sampai beliau meninggal maka ini suatu keutamaan ya suatu keutamaan ee dan bagi orang yang mau ee istiqamah memang sebaiknya ya memang sebaiknya ee melakukan dengan hal yang sederhana dulu. Lalu bisa dia jaga. Lalu kalau dia melihat sudah ada kemampuan ya, kalau dia sudah merasakan kelezatan dalam ibadah tersebut, maka dia bisa tambah lagi. Jangan sampai dia ee memaksakan lalu akhirnya dia futur. Jadi sebaik lebih baik itu dimulai dengan yang sedikit lalu dia menambah ee kuantitasnya ke depan dan juga kualitasnya. Lalu kalau ditanyakan ya ee masalah ee apa ee bagaimana ya biasa ada orang mengeluh ya dia sudah berusaha untuk bisa bangun atau dia sudah berusaha untuk ee memasang segala sesuatu ya pasang weaker umpamanya atau sebagainya tapi dia tidak bisa juga bangun ya bahkan ada yang salat subuh pun masih sangat sulit ee untuk yang semacam itu ya kita nasihatkan untuk banyak berdoa kepada Allah dan banyak berzikir. Dan di antara hal yang lain adalah azam yang kuat ya dan juga di antara hal yang tidak boleh dilupakan adalah hilangkan tinggalkan dosa-dosa kepada Allah Subhanahu wa taala. Ya, Hasan Albasri rahimahullahu taala. Suatu hari masuk ke pasar dan melihat orang-orang di pasar pada ee melakukan praktik ee hal-hal yang ee curang ya. Lalu mereka ee berlebihan dalam ee candaan mereka melakukan hal yang sia-sia. Maka Hasan Al Basri langsung menyimpulkan, saya yakin mereka-mereka ini adalah orang yang tidak bahagia malam harinya. Tidak bahagia malam harinya. Artinya tidak bisa melaksanakan ibadah sebaik-baiknya di malam harinya. Ya. Ee dan Sufina Thuri pernah ditanya tentang masalah ini. Bagaimana bisa ee bangun untuk ibadah kepada Allah. Beliau mengatakan eh binarihariili. Jangan kamu bermaksiat kepada Allah di siang hari. Niscaya Allah akan membangunkanmu di malam hari. Ya. Ee dan ee ya usahakan bisa istikamah ya. Karena pernah seorang sahabat ya dikatakan eh la takun ml fulan yaquumu minili fatarakahu. Jangan seperti si fulan yang ee dulu pernah melakukan qiamulail lalu dia meninggalkan sama sekali. Ya. Karena itu ee sebaiknya kita memilih apa yang bisa kita rutinkan ya sedikit tapi rutin itu jauh lebih baik daripada banyak tapi tidak bisa istiqamah. Wallahuam. Naam. Masyaallah. Alhamdulillah luar biasa dan antusias juga para pemirsa sekalian ee dalam memberikan pertanyaan. Akan tetapi karena waktu yang membatasi kita sehingga mungkin Ustaz ini ee kami tadi sebutkan bah dua pertanyaan terakhir ini mungkin pertanyaan terakhir Ustaz sebelum kita tutup dan kami minta maaf kepada seluruh peserta mungkin yang bertanya dan belum bisa kita jawab. Ee pertanyaannya Ustaz bagaimana ee tentang Palestina sebagai ardu ardus syuhada ya? Bagaimana penjelasannya, Ustaz? Iya. Eh, kalau kita lihat keadaan sekarang memang tidak bisa disangkal ya, bahwasanya adalah ardus syuhada utamanya ee di akhir zaman ya, di akhir zaman. Karena kalau dilihat dahulu ee Nabi kita ee sallallahu alaihi wasallam dahulu ee ya di masa Rasulullah ya. Adapun sebelum beliau memang ee pejuang-pejuang banyak ya dari bumi Palestina. Tapi di masa Rasulullah, awal-awal perjuangan ini hanya di dua tempat ya, yaitu ee Makkah dan Madinah ya. Namun sudah menjadi sunatullah ya, bahwa ee bumi Syam nanti akan menjadi ee negeri yang sangat strategis, negeri yang sangat ee berberkah. Dan ee ketika ditanya Rasulullah dan dalam sebagian asar para sahabat juga ketika ditanya alternatif selain Makkah dan Madinah ya untuk menjadi tempat ee ee mereka istiqamah dikatakan alaikum biarli Syam ya ke negeri Syam ya. Dan juga ee dalam riwayat dikatakan ardu Syam adalah ardu ee man ee mahsyar waansyar ya. Dia adalah bumi di mana kelak di situlah ee orang akan dikumpulkan di hari kiamat dan dari situlah juga akan dipencarkan. Ee dan memang pejuang-pejuang di akhir zaman itu di ee bumi Syam ya. Di bumi Syam. Kami gak tahu secara persis ee apakah ada dalil ee yang menyebutkan Syam ee dengan lafaz adlu syuhada sebagaimana yang disebutkan penanya. Tapi dari segi ee tinjauan ee realita yang kita saksikan hari ini dan juga kabar-kabar yang disampaikan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam tentang apa yang akan terjadi di akhir zaman, maka ee pernyataan tersebut saya kira ee tidak berlebihan dan ee didukung oleh ee atau paling tidak telah disinyalir ya oleh beberapa dalil dan realita juga ee menunjukkan Bukan hal yang seperti itu. Wallahuam. Nah, Ustaz, alhamdulillah ee tibalah mungkin akhir daripada acara kita pada malam hari ini. Demikian rangkaian acara kita pada malam hari ini yang penuh pelajaran, penuh hentakan keimanan. Kita tahu semua kita tidak bisa menghentikan mungkin senjata bom di Gaza, tapi kita bisa membendung ego kita dan meluruskan meluaskan kepudulan kita. Kita tidak bisa menggantikan ayah-ayah mereka yang telah wafat, ibu-ibu mereka yang telah wafat, tapi kita bisa menjadi saudara yang hadir walau dari jauh. Maka jangan pernah meremehkan peran sekecil apapun. Ya, doa kita, sedekah kita, edukasi, bahkan hanya membagaikan kebenaran. Semua itu bernilai pahala di sisi Allah Subhanahu wa taala. Dan kita ucapkan jazakumullahu khairan kepada ustaz kita, pemateri kita Ustaz Muhammad Yusran Ansar hafidahullahu taala yang telah memberikan kita ee masyaallah ee ilmu yang bermanfaat dan semoga apa yang kita dengarkan tadi bisa kita amalkan insya insyaallah. Akhir kata, terima kasih atas perhatian dan partisipasi hadirin sekalian. Ee terus ikuti program konsultasi syariah bersama Dewan Syariah Wahdah Islamiyah. Kami selaku host mohon undur diri jika ada kekurangan. Mohon maaf atas kekurangannya. Kita tutup dengan doa kafaratul majelis. Subhanakallahumma wabihamdika asadu alla ilahailla anta astagfiruka waubu ilaik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh.