Transcription
Halo, kembali lagi di Unfilter bersama gua Tirta sama gua Vincen. Nah, langsung aja ya cepat-cepat ini ini malam ini kita syutingnya bela-belain malam time sensitif karena urgen. Karena urgen urgen banget. Jadi hari ini kita kedatangan Mas Bima Yudistira. Betul. Director dari Center of Law and Economic Studies. Celios. Celios. Ini perlu diklaim ya ini Celios bukan Celos. Itu guyonat waktu Mas Huda loh. Itu enggak tadi ada live soalnya gua kira bakal live sama Celos. Y enggak ya? Di sini kita enggak akan baku hantam tapi lebih ketukar pikiran. Ini adalah Mas Bima Yudis. We thank you thank you. Iya. Thank you Mas sudah datang malam-malam ke Big Alfa. Iya kita yang makasih sih diundang. Iya.
Nah, langsung aja ya kita tunjukin nih C nih slide-nya langsung Celios beberapa hari yang lalu mengirimkan surat kepada PBB. Ee itu bentuknya apa, Mas? Gua enggak tahu tuh. Apakah surat protes, surat minta diinvestigate atau gimana? Ya, kita tuh kirimin surat tuh karena awalnya Masah? Karena awalnya pada waktu itu kan antara data BPS 5,12% tuh di kuartal kedua itu dilihat dari berbagai indikator tuh ada bedanya. I banyak banget bedanya ya. Sama pertumbuhan kredit beda sama industri beda. Nah kemudian kita inisiatif nih ini kelihatannya kayak The Jafu. The Jafu. Kenapa? Karena Malaysia itu pernah punya masalah yang hampir sama 2020 itu sampai special reporter nih, kira-kira investigator khusus dari PBB itu datang ke Malaysia April 2020. Ingat banget tuh. Iya. Nah, kita lihat ini kayaknya enggak bisa nih karena semua standar statistik itu harus dicek sama PBB karena dia merujuknya ke situ tuh UN Official Statistic Principal. Jadi itu sori itu adalah badan PBB khusus ngurusin statistik sebuah negara, negara-negara membernya. Iya, semua negara. Jadi statistik yang dikumpulkan PBB tapi juga jadi standar negara-negara lain karena semuanya harus punya punya standar yang sama ya kan. Heeh. Kalau misalkan pertumbuhan ekonomi standarnya beda-beda, gimana ngebandingin ya kan pe-nya gimana tuh apple to apple-nya. Nah, dari situ kita punya ide gimana kalau kita ngaduin aja nih ke dua lembaga. Yang pertama UN Commission of Statistics. Yang kedua itu adalah UNSD. Nah, statistical division gitu ya. Nah, di UNSD itu kita kirim nih dua-duanya surat tapi ada lampiran-lampiran. Salah satunya adalah ee argumentasi kenapa data dari BPS ini patut dipertanyakan. Ada yang janggal. Kita kasih tahu tuh semua alasannya tadi ya. Industri kemudian ekspor kok ada yang enggak nyambung. He. Investasi itu yang menarik. alat pertahanan keamanan itu dimasukkan dalam klasifikasi investasi. Makanya kalau teman-teman pada lihat ini investasinya kok bisa tumbuh tinggi. Padahal semuanya lagi ngeluh kan. Investasi lagi kurang oke di banyak tempat. Ini ternyata pas dicek itu ada alat pertahanan keamanan kompon masuk sebagai komponen dalamnya. Masuk komponen sehingga dia floating angka dari investasi. Sebelum periode sebelumnya ee angka bagian itu masuk enggak? Komponen itu masuk enggak sebagai kecuali kita mau bikin tank. Oh. H. Jadi bisa dibedain ya. Heeh. Heeh. Ee impor alat pertahanan gitu ya. He. Sama impor pabrik untuk buat alat pertahanan. Iya. Iya. I ini bedain kalau yang impor alat pabrik buat pertahanan buat ya misalnya ya buat pabrik ee persenjataan di dalam negeri itu bisa masuk tuh yang namanya pembentukan modal tetap bruto atau investasi langsung. Tapi ini masalahnya adalah kita impor jet, kita impor ee rudal balistik dan lain-lain itu dimasukin ke situ. Dia kan enggak memproduksi barang. Iya. H. Itulah lampiran-lampiran tadi. Kemudian kita coba kirimkan. Jumat kita kirim ya sore itu hari Senin. Iya. Itu sudah dapat balasan. Wah, cepat dari dari UN Statistical Commission. Oke. Oke. Ee dia bilang chair-nya langsung ya. Heeh. Nah, ini makanya kalau ngelihat komen-komen tuh ada yang bilang ini kalau ngebalas di apa pemerintah mau ngadu apa biasanya balasannya lama gitu kan. Dioper ke birokrasi sini sini sini. Nah, kalau ke BB enggak. PBB enggak. Jadi paling enggak ada balasan dari chair-nya langsung dari PBB bahwa ini kita akan follow up nih karena ini ada ada urgensi untuk dibahas. Kenapa PBB punya kepentingan juga? Iya. PBB punya kepentingan untuk masalah soal bansos nantinya. H kalau pertumbuhan ekonominya salah i berarti kan bisa diklaim enggak butuh bans orang Indonesia. H benar logis kayak gitu. PBB-nya kan punya punya misi situ kan SDGs dan lain-lain. Jadi istilah-istilah untuk bilang bahwa ini buat mengukur keberhasilan pembangunan yang merata. Hm. Jadi PBB punya ee misi di situ. He. Nah, itu tuh e story-nya Selasa dibalas ya. Kita balas lagi bahwa kita akan ee tunggu update berikutnya gitu dari PBB. Harapannya sih kayak di Malaysia. Jadi kalau di Malaysia yang tadi April 2020 dia kirim orang. kirim orang sehingga Malaysia itu merevisi pada waktu itu garis kemiskinan bukan angka pertumbuhan ekonomi. Kalau dalam konteks Malaysia garis kemiskinan. Oke. Ya, akhirnya itu direvisi. Jadi pemerintah Malaysia ngaku bahwa ini garis kemiskinan yang enggak oke. Jadi sebelumnya, sori gua sederhanakan sedikit. Jadi sebelumnya Malaysia membuat garis kemiskinan di level ini sedikit ternyata ee understated ya. Iya. Terlalu rendah menurut pemerintah Malaysia. Akhirnya PBB datang angkanya direvisi untuk menjadi lebih tinggi gitu ya. Oh oke oke oke. Ya. Ee nah kalau teman-teman dari Celios kan pasti sudah punya model ekonomi lah ya. Jadi artinya ketika bilang ada yang salah nih dengan angka 5,12% itu ada basisnya ya. Cuman dari kami nih eh Balva juga waktu itu bikin konten ya. He. Dan semua komennya seragam ya. Enggak percaya enggak percaya enggak percaya enggak percay sama BPS enggak percaya sama BPS. Nah, ini kan aneh orang-orang atau netizen-netizen atau audiens kami kan enggak punya model ekonomi yang mereka tahu apa yang mereka rasakan di lapangan nih gitu ya. Sampai mereka bisa bilang angkanya enggak mungkin segini gitu. Bahkan mungkin dari mereka enggak punya economic background yang cukup untuk bisa bilang itu salah tapi mereka berani bilang itu salah. Nah, emang sudah segetir itukah impactnya gitu atau itu cuman kayak anekdotal doang yang ada di realita gitu, Mas? Eh, bukan anak doktal sih, tapi real-nya memang begitu. Contohnya misalnya orang tuh enggak perlu jago statistik terlalu detail untuk tahu bahwa di kuartal kedua, artinya bulan April, Mei, Juni, itu kan enggak ada lebaran Ramadan. Betul. Kok bisa pertumbuhan ekonominya lebih tinggi daripada fase kuartal yang bertepatan Ramadan puncak Lebaran? Kuartal 1 ya. Kuartal 1. Nah, pemerintah bilang, "Ini orang liburan kali untuk libur sekolah ya enggak bisa enggak bisa diterima. He. Karena enggak semua orang punya privil untuk buang-buang uang pada waktu libur sekolah. Meskipun harga tiketnya sudah dimurahin dan lain-lain. Tapi argumen itu kalau dibreak lebih detail konsumsi rumah tangganya sama Mas. Kan ada komponen GD itu kan konsumsi rumah tangga kan yang yang benar-benar menggambarkan argumen tadi gitu. Spending pada liburan angkanya sama atau memang lebih lebih tinggi? Nah, angkanya angkanya lebih tinggi. Heeh. Tapi yang menjadi menarik kalau angkanya lebih tinggi pun ya kan dia tumbuhnya 4,97% di kuartal kedua itu pun pertumbuhan ekonominya enggak 5,12% juga. 4,97 kuartal pertama tadi ya. Kuartal kedua. Oh kuartal kedua. Iya. 4,97% secara tahunan konsumsinya pertumbuhan. Iya pertumbuhan ya kan. He. Nah, tapi kan dia 54% terhadap total pertumbuhan ekonomi. Jadi kalau misalkan kita mau 5,12% enggak cukup 4,97% tumbuhnya lebih tinggi karena yang lainnya lebih kecil ya karena komponen lainnya lebih kecil. Jadi di situ ada diskon diskoneksi lah antara itu. Jadi orang enggak perlu enggak perlu sampai paham detail. Ini kalau orang untuk awam ya gitu ya. Bahkan investor retail juga enggak perlu tahu sampai detail bahwa ini ada suatu yang bermasalah nih. Karena apa faktor pendorong kok bisa di momentum lebaran lebih rendah daripada bukan lebaran? Ekonomi Indonesia itu gampang penggeraknya. Pada waktu lebaran pasti lebih tinggi daripada kuartal yang lain yang enggak ada lebaran. Iya. Heeh. Kedua, kalaupun bukan lebaran, Natal tahun baru. Iya. yang menjadi salah satu pendorong nih. He. Jadi kalau enggak ada momentum Natal tahun baru, enggak ada lebaran, hanya mengandalkan sekolah, enggak. Orang tuh tadi liburan sekolah itu uangnya sebagian juga mikir buat beli seragam, buat beli buku. Jadi enggak mungkin akan e luxury dia akan belanja seperti lebaran. He. Nah, itu itu satu tuh. Orang juga ngelihat soal PHK massal juga kan dibilang bahwa oke ada PHK tapi gesernya ke gig ekonomi gitu ya. Tetap aja dong orang yang kerja di formal versus yang di sektor gig ekonomi overall pendapatannya pasti lebih tinggi yang formal. Iya. Nah, jadi orang bacanya ini kok ada PHK perusahaan-perusahaan besar. Terus kalau dibilang oke PHK perusahaan besar selain ditutup sama informal hilirisasi nih itu ar pemerintah. Nah hilirisasi pas kita cek 28 perusahaan smelter itu lagi bermasalah produksinya. Hm. Ini ini dari asosiasi sendiri yang bilang yang ngomong itu hilirisasi siapa, Mas? Yang ngomong hilirisasi. Heeh. Argumennya adalah kan tonnya begitu kan. Kalau ditanya ini investasi dan sudah teralisasi konsumsi dari mana nih? Nah, terus kita juga ngelihat oh bansos argumentasi dari pemerintah nih. Iya ada bansos dan stimulus. Kalau dicek belanja pemerintah kan tetap negatif, pertumbuhannya tetap minus 0,33% secara tahunan. He. Jadi dari government spending atau pemerintah juga enggak dorong orang buat belanja. He. Dan sekarang kan kelihatan nih Pati, Jombang, I daerah-daerah lainnya ya ada 5 en daerah. He. Isunya adalah efisiensi anggaran membuat pendapatan turun. Heeh. Kemudian ee daerah potong kompas yang paling instan naikin PBB. H. PBB-nya bukan United Nation lagi. Pajak bumi bangunan ya kan. naiknya sampai ada yang 1000% 500% dan lain-lain. Iya. Nah, dengan Celios mengirim surat kepada PBB ya udah ada reach out belum dari BPS atau ayo nih Celios silakan diskusi nih angka kami nih atau dari pemerintah lah yang ngajak diskusi untuk beradu data atau beradu argumen terhadap angka pertumbuhan ekonomi yang 5,12 itu sampai detik ini. Iya. So far secara resmi belum ya? Belum ada. Belum ada. He ee secara resmi belum ada. Tapi kita pun juga enggak langsung ke PBB juga. Kita juga akan mengirimkan surat ke BPS untuk permintaan informasi. Heeh. Jadi stepnya gini. Yang pertama ini ke ee PBB mereka biar datang ke BPS ke Jakarta untuk melakukan audit ya kan. Tapi kita juga komunikasi ke BPS-nya itu akan dilakukan dengan meminta semua transparansi. Jadi ada tiga lah transparansi yang kita minta. He. Satu datanya. Yang kedua, metodologi pengambilan data. Heeh. Heeh. Yang ketiga, komponen. Heeh. He. Komponennya karena ada beberapa misalnya kawasan ekonomi khusus apa ini mau dimasukin ke investasi padahal masih berjalan proyeknya. He. Jadi kalau di dalam akuntansi apa namanya? Akru. Iya. Ak memang bisa begitu. Nah, kan ee kita kan ada beberapa hal yang ingin kita buka tuh. He. Kalau datanya enggak enggak bisa dikasih juga sama BPS ya kita ke Komisi Informasi Pusat. Hm. untuk minta dilakukan mediasi biar datanya itu terbuka. He. Karena ini semua akan ngelihat nih biar aja biar biar lebih transparan juga ya ke DPR enggak, Mas? Karena kan harusnya kan BPS itu kan eksekutif ya. He harusnya kan ada fungsi pengawasan ya di DPR yaatif belum ada angin-angin dari Senayan. Justru salah satu ee staf kita ya di Selios waktu itu ada salah satu acara gitu webinar salah satu anggota DPRnya langsung statement padahal enggak ngebahas soal ini ya data BPS ngebahas soal anggaran tapi langsung statementnya adalah oh kita enggak suka apa yang dilakukan oleh Celios gitu. Waduh. Ee jadi menurut kita sih mereka paham sebenarnya. Iya iya. Oh tapi itu kan kita cuma ngasih bola nih bahwa Selios aja sampai lapor ke PBB. Iya. I DPRnya ke mana? Nah, ini harusnya buat mereka untuk bereaksi juga paling enggak panggilah atau bikin hak apa namanya? Ee hak angket. Angket i kan atau pansus. Bisa. Bisa. Nah, selain Celios, ada enggak lembaga lain yang independen yang mempertanyakan angka 5,12% pemerintah itu? Oh, banyak sih. Banyak. Sekarang sudah mulai bermunculan banyak ya. He. Jadi, iya waktu kita bikin kontennya di Big Alpha itu akun Instagramnya LPM UI ya, Teman-teman. itu juga komen gitu. Iya, ada LPMUI dan macam-macam. Akademisi kampus beberapa saya lihat dari UNPAT juga ada ya. Wih, jadi ini sudah mulai ada suara-suara mempertanyakan gitu. Eah, tapi satu lagi nih, yang ke depan kita mau lakukan adalah ke Bank Dunia dan OECD juga. Hm. Kenapa Indonesia lagi aksesi ke OECD? He. Dan Bank Dunia juga sebenarnya punya kepentingan untuk statistik itu. Iya. Hm. Kenapa Bank Dunia? karena dia akan melihat bahwa pinjaman yang diberikan Bank Dunia ke pemerintah ini deliver pertumbuhan apa enggak. Itu jadi bahan indikator kan. Hm. Ya, OECD kita punya kepentingan tadi ee IMF itu ada yang ada yang banyak tuh yang komen tuh, "Kenapa enggak ke IMF?" Ini masalnya kita sudah enggak punya hutang lagi ke IMF kan. Iya. Iya. I enggak ada engak adaak ada kepentingan juga ya. Iya. kecuali asistensi ee asistensi pemerintah. Nah, jadi beberapa lembaga ini. Nah, ke depan selain itu juga ini panjang nih akan panjang banget sampai ke credit rating agency. Fech dan SNP moodies juga. Betul. Jadi mereka pastinya punya kepentingan. Jadi mereka yang punya kepentingan untuk bisa ngelihat data validitasnya sehingga buat pertimbangan kebijakan mereka kan rating utang gitu ya, investment grade dan lain-lain itu dasarnya apa? Salah satunya kan pertumbuhan growth. H kalau data pertumbuhannya inflated atau ee kurang akurat ya ini kan berpengaruh nih kepada lembaga-lembaga ini buat menilai Indonesia. Oke. Apa sih impact paling buruknya terutama kalau dari kacamata stakeholders-nya eh lender atau investornya Indonesia gitu ya, yang pada naruh uang di sini mungkin lewat bonds atau lewat strategic investment gitu ya, itu kan artinya jika angka pertumbuhannya itu inflated Heeh. keputusan strategik mereka mungkin jadi harus dievaluasi lagi. Betul. Kemungkinan terburuknya apa kalau mereka kalau ternyata mereka ternyata yakin bahwa angkanya bukan 5,12? Oh, ini urusannya bisa sampai ke gagal bayar utang. Jadi bayangin ya ler-lender itu misalnya dia masuk ke private sektor kemudian sektor swastanya dia percaya angka pertumbuhan industri kuat dan lain-lain. Semua percaya itu. Padahal realitanya enggak begitu. Daya belinya lagi bermasalah. Pembelian bahan baku industri juga enggak sebanyak itu. Yang terjadi adalah salah baca. Ini efeknya panjang. salah baca data ini dalam pengambilan keputusan ujungnya adalah bisa sampai kredit macet, bisa sampai kemudian dia enggak bisa mengembalikan ya karena enggak sesuai dengan realitanya kan. Konsumen juga sama nih, blender juga ya, konsumen juga sama, konsumen jadi boros enggak karuan boros enggak pada tempatnya. He. Kata siapa ekonomi kurang begitu bagus? Ini kan ekonomi tumbuh 5,12% boleh dong sedikit agak flexing. Iya lagi i kan enggak ada masalah kan. Jadi secara psikologis, tapi itu kan false alarm gitu. H jadi ee seharusnya kita lebih hati-hati karena ke depan mungkin masih akan ada banyak tekanan. Tapi ini udah udah deh enggak apa-apa ngutang aja yang penting kita belanja atau ke depan kerjaan akan gampang. He. Lapangan kerja juga makin terbuka banyak ya. Bisa ngelamar industrinya aja tumbuh kok. Industrinya tumbuh 5,6%. Investasinya juga tumbuh 6%. Jadi apa yang mau worry kan? Nah, itu kan akhirnya menjadi menjadi behavior atau perilaku konsumennya berubah semua tuh. Akhirnya belanja e gila-gilaan pakai kartu kredit ataupun pakai peter dan lain tanpa ya tanpa rasionalitas. He. Oh, itu menurut saya sih bisa bahaya sih. I terus iya kan bond holder kita kan sebenarnya bank-bank juga ya paling gede gitu ya. Impactnya apa tuh? punya dampak sistemik ke industri perbankan enggak nanti kalau misalnya ternyata ya itu pertumbuhan ekonominya enggak sesuai kemungkinan ee yield-nya akan naik atau enggak? Yes. Terus dampak sistemiknya ke perbankan kita ada enggak? Iya. Jadi begitu pertumbuhan ekonomi yang dipercaya tidak sesuai dengan realita gitu, maka dari sisi banknya pastinya akan berubah semua. Jadi bank itu kan setiap tahun dia mengeluarkan rencana bisnis bank. termasuk rencana bisnis bank itu penempatan dana di instrumen apa, penyaluran kredit ke mana. Itu basisnya ini karena saya berapa kali sering bantu beberapa bank untuk bikin itu. Salah satu basisnya adalah proyeksi ekonomi. Memproyeksi ekonomi 2026 basisnya apa? 2025. Eh 2025. Nah, jadi kalau pertumbuhannya sudah enggak match sekarang dengan realita, berarti kita pasang tinggi dong 2026 kita overshoot. Overshoot dari target dan itu berpengaruh banyak. Jadi kalau di tengah jalan mulai mengalami hal yang enggak sesuai dengan realita itu perubahan-perubahan itu harganya mahal sekali kan. Orang sudah ngasih kredit sudah terlanjur gitu kan. Udah udah beli bon tadi. Ee bon itu bukan cuman pemerintah ya, tapi juga bond dari swasta juga. Ternyata swastanya misalnya tidak semua atau apalagi sektor-sektor yang inflated datanya dia enggak perform. Nah, itu juga bisa beresiko ee sistemik ke perbankannya. He. Nah, itu sebenarnya kita kita reminder gitu karena ee kejadian juga di beberapa negara salah satunya adalah India tuh menarik. India tuh ada dua kasus. Yang pertama data tenaga kerjanya. Menteri tenaga kerjanya enggak percaya sama data tenaga kerja. Yang kedua adalah pertumbuhan ekonomi. Jadi, India pernah kena dua kasus ini. Itu bisa mempengaruhi trust H ee dari investor, dari credit rating, dari bond holder dan lain-lain untuk menilai lagi, evaluasi lagi tentang penempatan dana mereka. Pada waktu itu yang terjadi sama India apa, Mas? Di rating bond mereka. Nah, salah satunya ya salah satunya outlook dari bondnya berubah. Heeh. Tapi masalahnya kan saat itu juga modi ya. Iya. Iya. Jadi ee kok agak dejafu ya. Jadi jadi jadi waktu itu lembaga statistika India menyesuaikan dengan keinginan Modi waktu itu. Iya. Kurang lebih indikator-indikatornya enggak mau diganti lah. Oh oke oke. Nah. Iya. H. Selios sudah sempat melakukan estimasi kah? I berapa sebenarnya angka pertumbuhan ekonomi di kuartal 2 Indonesia kemarin tuh? Versi Celios ya. versi kita 4,7 sampai 4,8%. 4,7 4,8% berarti ada selisih sekitar 0,3 sampai 0,2 0,4 ee persen ya berarti kalau dijadikan numbers itu kali 1,5 triliun US dolar kan. H iya jadi iya kan kira-kira ya kanp Indonesia itu kan 1,5 triliun jadi sekitar 27 26.000 R000 triliun kali aja 0,3%. Ada angka yang harusnya menggambarkan aktivitas ekonomi sebesar itu ternyata tidak ada gitu kan logikanya kan gitu ya. Betul betul betul betul. Kita gua disclaimer juga karena gua anak akuntansi bukan anak ESP sekarang IE, ilmu ekonomi ilmu ekonomi gua sama Vincent adalah anak akuntansi terus kita di industri keuangan finansial itu adalah bisnis, ya. Jadi ilmu ekonominya harus sedikit diusaha, ya cetek. Iya. Nah, terus gini, eh dari model yang dibuat oleh Celios misalnya, ya, tadi kan ada gap gitu. Ee kalau misalnya kita ee taruhlah di kuartal ini memang betul angka pertumbuhannya inflated, h impact-nya ke kuartal-kuartal berikutnya itu kan jadi kayak semacam harus inflated terus, ya kan. Kalau yang kuartal sekarang itu inflated supaya tahun depannya pertumbuhannya enggak turun harus dijaga tendaga harus dijaga lagi, ya kan. Itu presidedennya gimana tuh? Maksudnya jadi yang pengin diilakon challenge tuh supaya enggak terjadi seperti itu, ya. Makanya ngadu ke PBB gitu, ya. Oh. Jadi bayangin kalau komponennya nih, Heeh. yang inflated tadi contohnya adalah alat pertahanan tadi untuk ngejaga itu growth-nya biar tetap tinggi apa? ya, belanja alat pertahanan dong. Tapi sebelumnya, sor, ya, gua di kuartal 2 itu dimasukin sebagai komponen pertumbuhan ekonomi belanja alat pertahanan kalau dia memproduksi. Betul, betul, betul. Sebelum-sebelumnya ada enggak belanja itu dimasukin enggak? Pertanyaannya dia dimasukkan dalam statistik. Heeh. Ya, asalkan itu misalnya untuk pindat dia beli mesin. Betul. Oke. Bukan untuk digunakan. Nah, bukan untuk digunakan. He. Tapi kalau dia digunakan dan bukan untuk memproduksi apa? Alut sista itu tidak bisa, maka dia enggak boleh dimasukkan ke dalam fixed aset. Iya. Atau fixed investment itu. I. Nah, di situ jadi mau enggak mau nih 2026 biar ee di kuartal yang sama misalnya itu pertumbuhannya bisa di atas 5% maka belanja alat pertahanannya berarti harus dipertahankan. Itu satu. Yang kedua tadi gimana soal yang akruel tadi yang misalnya beberapa investasi dia belum tuh belum masih masih berjalan gitu, kan. Nah, tapi sudah diakui sebagai pembentukan modal e tetap bruto PMTB. Jadi kalau sudah diakui begitu artinya apa? Artinya ke depan harus bikin proyek-proyek yang belum tentu proyeknya itu sudah terealisasi tapi dimajukan. Misalnya baru ada kontraknya doang. Baru ada kontraknya belum financial closing misalnya. Jadi terus-terusan diru, ya. Iya. Jadi yang harus dianggap sebagai realisasi itu uang yang sudah benar-benar keluar gitu, ya, Masnya. Iya. Jadi makanya ee ini beda nih. Makanya ada yang bilang kenapa sih data dari BKPM realisasi investasi, ya itu dengan datanya BPS itu beda? Beda. Hm. Kenapa beda? Karena yang di BKPM itu biasanya adalah realisasi investasi itu angkanya bisa lebih kecil daripada yang ada di BPS. Kenapa? Dia realisasi investasi. Nah, kalau BPS ini sebenarnya dia meng-capture ee rantai pasok dari input investasi sampai jadi barang. Heeh. Jadi, dia lebih panjang daripada data si BKPM. Makanya pasti akan ada perbedaan itu. Oke, kita pakai metodologi yang sama nih. Nah, permasalahannya adalah di investasi tadi apa yang benar-benar menghasilkan barang, apa yang sebenarnya barang sekali pakai. Karena belanja alat pertahanan contohnya nih, kan ini harusnya masuk di G government spending. Betul. Kalau masuk di I investment double. Iya. Iya. Enggak boleh double counting kan kalau di akuntansi enggak boleh catat ganda kan. Iya. Heeh. Heeh. Iya dong. Kan itu belanja pemerintah. Kecuali swasta yang beli apa al sanya kan bukan, tapi yang beli adalah pemerintah. Enggak boleh dicatat ganda. Nah di situlah kalau dicek satu persatu apalagi ya PMI manufakturnya turun industrinya juga tumbuh cukup tinggi. Terakhir PMI kita masih di bawah 50 ya di di Juli, ya. Kontraksi. Iya. Nah, ini Mas ini data kenaikan PBB. Ini PBB yang pajak bumi dan bangunan, ya. Iya. di beberapa daerah ini yang baru kita capture yang sudah masuk ke media nasional adalah di Cirebon, di Semarang dan di Jombang, di Bone dan semua berawal di Pati. Hm. Pati membenci bupati. Ah iya. Pati benci bupati. Pakti benci bupati. Enggak. Enggak. Bupati literally bupatinya dilemparin. Dilemparin. Jadi, nah apa yang terjadi, Mas Murut? Mas Bima menurut Chelios. Oke. Ini inisiatif, ya, inisiatif daerah ini. Heeh. Jadi yang pertama banyak beberapa daerah itu adalah bupati baru incumen, ya, yang dia enggak paham cara cari dana. Iya. Kedua, bupati-bupati ini berada pada situasi efisiensi anggaran pemerintah. N ini kan menarik nih, ada beberapa yang bilang, "Jangan ngain dong dengan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Enggak ada hubungan secara langsung." Ya dan sor dan kita tambahin sudah dibantah oleh Mendagri, ya apa Mendagri apa M setnck, ya lupa gua setio Hadi itu apa ya setn, ya i sekretariat i nanti dicarilah dibantah bahwa ini bukan dampak dari efisiensi H kalau saya sih ngelihatnya enggak setuju, ya soal itu, ya justru ini ada dampak berganda dari efisiensi dampak pertama beberapa daerah nih kayak Pati ini dia berkurang sampai miliar dana transfer daerahnya itu kerasa banget 50 miliar, ya buat daerah kayak Pati gitu, ya. He. Kemudian efek lainnya apa? Hotel, restoran itu turun. Pajak daerah. Salah satu yang paling besar adalah pajak hotel restoran, ya kan? Restoran dan makan minum itu cukup besar. Jadi efeknya tuh ganda. Kalau dibilang efisiensi pemerintah pusat enggak ngaruh. Pengaruh sangat-sangat pengaruh sekali karena efisiensinya itu dia tumpul ke atas tajam ke bawah. Hm. Ini biasanya analogi yang sayaos pakai tuh. Kenapa tumpul ke atas? Karena menterinya semua sekarang minta anggaran, kan? Iya betul. Nambah anggaran semua. Ee blokir anggarannya dibuka. Tapi di bawah itu sekarang ada pembatasan di banyak tempat. He. ya rapat-rapat dan lain-lain itu masih ada pembatasan-pembatasan. Terus kalau enggak salah ada sekitar 15 item yang akan tetap jadi efisiensi di 2026. Jadi efisiensinya masih akan terus lanjut gitu. Jadi efeknya itu. Nah satu lagi adalah nih pemda-pemda ini enggak kreatif. Heeh. Enggak kreatif untuk cari uang. Iya. Bapi enggak kreatif jadinya mentok. Iya. Jadi naikin pajak, ya. Pajak. Pajak PBB itu paling gampang. Makanya kita bilang nih berburu di kebun binatang. Iya. Ini bukan binatang gimana ya, bukan mendiskreditkan wajib pajak, tapi orangnya jelas, rumahnya jelas, titik koordinatnya jelas. Betul. Tinggal njop, nilai jual objek pajaknya itu disesuaikan aja. Bilang aja dari tahun 90 enggak pernah disesuaikan. sesuaikan langsung 2025. Tapi alasan itu legit, kan, ya. Tapi kan kondisinya iya tapi terlepas dari kondisi ekonomi alasannya memang legit tapi ya emang dirapel, ya jadinya. Iya. Tapi kan maksudnya tapi harus enggak peka aja enggak peka sama kondisi aja, kan. Iya. Iya. Ee menurut gue sih gini. Satu, kan ee peruntukannya rumah ibadah. Rumahnya misal oke dari tahun 90 enggak pernah dilakukan penyesuaian. Rumahnya ditinggalin sama lansia. Oh iya juga. Orang miskin dan lain-lain gitu, ya. Kalau gitu kenapa enggak dari dulu bertahap misalnya, ya dari 10 tahun yang lalu bertahap, kenapa sekarang langsung dirapel, ya jadinya 400% kenaikannya. B-nya baru sekarang, ya. Nah, karena BU yang kelihatan baru sekarang, ya. Ee dulu kan belum pernah nih ada efisiensi anggaran separah 2025. Nah, itu itu yang terjadi. Jadi, kalau kita lihat nih beberapa daerah ini sebenarnya masih banyak sih cara untuk cari pajak-pajak yang kreatif. Pemerintah pusat juga gitu dan pemerintah daerah bisa menerbitkan surat utang juga, kan. Ada municipal bond. Municipal bond. Eh, cuman sempat ee problematis karena municipal bond ini banyak pemdanya enggak siap. Enggak ngerti juga, ya. Iya. Satu enggak ngerti. Kalau enggak salah dulu ada, ya walikota Solo kan ditanya mau mau ngutang apa enggak gitu, ya. Ee terus kemudian ee bilang bon itu hutang. Iya. Obligasi itu apa sih? Hitung utang. Aduh siapa, ya? Aduh familiar, ya. Bentar, bentar, bentar. Iya. Pokoknya saya cuma ngasih tahu yang de jafu- dejafu lah. Heeh. familiar, familiar. Nah, terus ee di beberapa daerah itu begitu dia pun diperbolehkan untuk utang misalnya, pertanyaan tetap sama, kan pendapatan asli daerahnya untuk bayar bulan itu dari apa? Iya, gitu. Terbit tentang lagi. Iya, terus aja gitu. Terus aja gitu. Jadi menurut Mas Bima, Pati, Cirebon, Semarang, Jombang, dan Bone ini adalah sebuah letupan awal. Akan adakah daerah-daerah lain yang akan melakukan hal serupa ini? Saya pikir ee sebelum tutup tahun 2025 ini dicatat saja, ya. Sebelum tu tahun 2025 itu paling enggak ada 30 kabupaten, Heeh. yang akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Patian PBB. Betul. Tanda-tandanya apa? Ya, tanda-tandanya salah satunya adalah coba cek deh beberapa kabupaten yang pembayaran ASN-nya itu tertunda. ASN tertunda atau yang bupati yang punya sewa mobil nih sampai dia enggak bisa bayar rental mobil untuk dinasan. Ada beberapa tanda-tanda itu. Uh, stres sendiri gua. Iya. Tapi tapi ini maksudnya buat buat e warning, ya, bahwa Heeh. memang ada korelasi, gitu. Iya. yang kita minta kepada pemerintah pusat, kan kalau dia enggak bisa ngasih daerah lebih besar, ya paling enggak efisiensi anggarannya yang di pemerintah pusat ini bisa dievaluasi dulu. He. Terus juga Kopdes merah putih butuh anggaran besar, MBG butuh anggaran besar. Pertanyaannya yang ngalir ke pemda berapa? Iya, itu pertanyaan gua, kan dulu waktu pertama kali gua mendengar program pemerintah kayak koperasi merah putih and makan bergizi gratis gitu, ya. Terus dibilang ada efisiensi. Waktu itu di kepala gua adalah oh ini kantong kiri kantong kanan aja. Spending government di sini ditahan dikit tapi spending jor-jorannya di MBG. Harapannya itu akan punya multiplayer effect ke daerah. Kenyataannya enggak kayak gitu, ya, Mas. Kenyataan enggak gitu. Kenyataannya analoginya diambil dulu nih uang. Iya. Ya, kan enggak boleh cair. Begitu dicairkan, dicairkan bukan ke tempat orang yang diambil tadi. Hmm. Kira-kira sederhananya gini deh, efisiensi nih, efisiensi anggaran, kan maksudnya mau dibalikin lagi ke MBG. Betul. Nah, ini kalau dalam ekonomi ada namanya lag effect. Lag. Lag. Lagging. Lagging. Laging. He. Jadi direm dulu belanjanya. Begitu mau direalisasikan belanja ke tempat lain itu butuh waktu, kan persiapan. Terus juga yang diambil belanjanya tadi sama penerima alokasi belanja tadi itu dua hal yang beda. Dua pihak yang berbeda. Dua pihak yang berbeda. Nah, akibatnya apa? Yang ini jerit-jerit. Iya. Nah, sementara yang ini tadi ee butuh proses. Jadi kalau dilihat tuh ada yang aneh juga dia efisiensi untuk MBG tapi realisasi dari MBG itu baru 7% dari 71 triliun. Jadi sebenarnya enggak langsung digelontorin sebanyak 71 triliun untuk MBG juga nih, gitu. Nah, itulah jeda itu artinya udah efisiensi nih. He. Dan MBG sebenarnya jalan juga belum terlalu banyak butuh duit sekarang ini. He. Nah, ini pertanyaannya efisiensinya ke mana? Hm. Ini yang kita jadi lagi pertanyaan nih. Efisiensinya benar buat itu, kan gitu pertanyaan buat MBG. Heeh. Ternyata efisiensinya itu prioritas untuk bayar utang. Hm. Plus bunga. Hm. Dari profile jatuh tempo surat utang pemerintah emang ada yang akan segera jatuh tempo, ya? Oh, iya. Juni 178 triliun sepanjang tahun 2025 itu ada 800 triliun lebih utang jatuh tempo. Bunganya R50 triliun. Jadi R350 triliun. Iya. Bunganya aja R50 triliun. tahun ini tahun depan bisa lebih banyak karena utang yang jangka pendek diterbitin 2025 numpuk juga harus dibayar 2026 bunga dan pokoknya, ya kalau yang jangka pendek bon lagi. Nah, itu buat itu efisiensinya. Ah, pusing gue. Jadi enggak benar buat MBG semua. Enggak. Enggak juga. Makanya itu yang juga kita sempat pertanyakan, ya di akhir tahun lalu udah banyak ekonom bilang bahwa 2025 nih global bakal kontraksi. ada ada kecenderungan seperti itu. He. Dan kita justru menyikapinya instead of kita kayak ngegelontorin uang supaya ekonominya jalan justru anggarannya diefisiensikan, gitu. Nah, itu kan counterintuitif banget gitu, kan dari awal tuh kita kayak merasa kenapa begitu, ya, gitu. Tapi bisa enggak sih sebenarnya kayak dalam kondisi kita mau driving economic growth tapi anggarannya kita ketatin itu posibel enggak sih sebenarnya? Ya, akhirnya yang terjadi kayak sekarang kayak pati, ya, kan kayak Pati, Jombang dan lain-lain. Karena ini ada ada resepnya nih. Jadi resepnya ini kalau dilihat ke belakang ini kelihatannya banyak terinspirasi pada waktu krisis utang Eropa 2013. Yunani, Yunani, Spanyol, Irlandia bahkan itu disebut sebagai program austerity. Jadi kalau ekonomi lagi susah nih, yang pertama kali pemerintah harus lakukan diketatin lagi. Subsidinya dipangkas, dana pensiun dipangkas, kemudian pajak dinaikin, gitu, ya, belanja diefisiensikan. Itu namanya austerity. Jadi 2013 ini lagi diuji coba di Indonesia 2025. Makanya kalau headline eh koran-koran internasional macam-macam itu judulnya adalah Indonesian Government Do the Austerity Plan. Tapi itu mechanics-nya gimana, Mas? dirive sama apa kalau enggak pakai anggaran. Nah, itu justru itu. Jadi, perdebatannya kalau ekonomi lagi turun harusnya kan counter silical nih. Iya. Ya, biasanya Bu MenQ sering ngomong nih, "I kita counter silical enggak. Yang terjadi sekarang nih prosilical. Prosilical ini artinya siklus ekonominya lagi melambat tambah lagi pemerintah ketatin anggaran." Yang terjadi apa? Yang terjadi ya makin turun. Makanya austerity itu ditolak di mana-mana. Jadi, jadi program yang enggak laku. He. Karena makin orang butuh likuiditas, sekarang pemerintah juga ikut ikat pinggang. Jadi, pengusaha ikat pinggang, konsumen ikat pinggang, pemerintah ikat pinggang, terjadilah pati. Enggak boleh. Harusnya kalau dalam kondisi ekonomi lagi melemah, suntik likuiditas dong. Kain kenapa enggak kenapa government enggak ngelakuin itu? Duitnya enggak ada, Pak. Iya, maksudnya kayak ya udah apa ori lagi, gitu atau Hah? Nah, itu jadi ada dua pertanyaan. Iya. Iya. Ee duitnya ada apa enggak? Oke. Kalau enggak ada nyarinya gimana? Iya. Nah, duitnya ada apa enggak sebenarnya kalau mau dilakukan efisiensi belanja mulai dulu dari atas. Itu yang dilakukan Vietnam. Iya. Jadi Vietnam itu tajam ke atas, tumpul ke bawah. Maksudnya gimana? Vietnam itu efisiensi pemerintah daerahnya, ya, kementerian pemerintah daerahnya dikecilin jumlahnya. Heeh. Tapi dia tumpul ke bawah. Maksudnya tumpul ke bawah PPN itu diturunin dari 10 jadi 8%. Itu ingat banget tuh Vietnam. Jadi itu yang harus dilakukan tuh. Nah, kita enggak, ya sebaliknya. Betul. Sebaliknya itu Vietnam. Kemudian yang kedua ee Jepang itu pernah punya program helicopter money, kan. Jadi kalau ekonomi lagi deflasi terus glontorin aja terus uang. Tapi bukan hanya ke kelas miskin. He. Apalagi kalau miskinnya versi BPS, kan. 000 per bulan per gitu, kan. Jadi kalau R00.000 per bulan per orang sudahudah dianggap kelas menengah. Iya. Kalau Jepang enggak. Rumah tangga, ibu-ibu semuanya itu dapat uang. Itu tujuannya apa? Biar ekonominya muter. Jadi sampai ee kebijakannya adalah bagi-bagi uang dari helikopter lah disebutnya helikopter monei. Oh. Nah, itu kita enggak melakukan kayak gitu. Oke. Ini udah glomy banget. Gloomy banget ini. Ini mendung banget. Apa? berikan kami sedikit secercah cahaya ee atau harapan terhadap penonton podcast ini. Kalau itu terjadi, skenario itu terburu terjadi, berapa lama dan bagaimana kita bisa recover? Iya, saya pikir gini, saya pikir masih banyak di luar sana, ya, opsi-opsi untuk bisa bertahan. Heeh. tanpa mengharapkan dari pemerintah. Iya. ya karena tadi pemerintahnya sambil ikat pinggang dan kita pernah mengalami hal yang paling buruk waktu pandemi. Salah satunya mau disebut dia cuman survival, cuman dia bisa bertahan hidup, tapi Indonesia masih punya UMKM. Iya, itu satu. Yang kedua, kita masih punya solidaritas antar masyarakat tuh dalam kondisi yang terburuk pun recover itu memungkinkan. Ya, pandemi itu dulu memunculkan banyak inisiatif gitu, kan. Udah orang enggak enggak mikir monetisasinya tuh, enggak mikir soal value money, kan. He. Tetangga enggak punya obat, dia kasih. He. Tanpa mikir suatu saat mau narik apa nih dari si tetangga yang tadi balas budi dan lain-lain. Jadi kita itu kita masih punya e giving index kita. Makanya turun naik tapi masih cukup bagus. I. Terus satu lagi kita harus ngambil kesempatan nih sekarang ini industri-industri yang sedang layu sebenarnya bisa dikembangin dengan industri hijau. Itu yang lagi dikerjain orang-orang yang ada di Vietnam dan lain-lain. Dia tahu ee Vietnam juga tahu dia gulumi. Tapi yang terjadi di Vietnam itu semua hotel sebagian besar sekarang sudah pakai panel surya yang diproduksi sama Vietnam sendiri. Terus Vietnam tahu gimana cara ngembangin industri otomotif yang lagi sunset. dia masuk ke Indonesia. Indonesia taksi include kendaraan listriknya, include charging station-nya. Jadi satu paket itu made in Vietnam. He. Ya, kan sistemnya juga ibaratnya gitu, engineering-engineering-nya dari Vietnam juga. Nah, kita harus menemukan tuh. Jadi kalau hope tadi kalau mau nyari apa nih? Ini yang yang saya lihat ee harus dicari Indonesia secepatnya. Jepang tahu dia aging population, udah mulai banyak orang tua. Jawabannya adalah robotik, kan? Iya, gitu. Kemudian e Tiongkok atau China dia ngebolehin lagi punya anak lebih banyak untuk reverse populasi tadi. India yang didorong. He. Nah, jadi kita harus punya ee leverage ini ke depan apa. Kalau menurut saya sih yang paling yang paling memungkinkan, ya, itu masuk pada narasi-narasi hijau tadi karena di situ akan ada imagining untuk job baru, skill baru, dan juga semua pemerintah mengarahkan ke sana gitu. Jadi pemerintah kalau enggak punya duit enggak apa-apa, tapi fasilitasin aja. Oh. Dan itu jadi penyerapan tenaga kerja juga, ya. Iya. Karena kan kuncinya kan itu, ya. Ya, kita hitung tuh ada 19 juta. Oh, ya. Kok mirip, ya, angkanya. Tapi benar, kok. Tapi benar. 19 juta lapangan pekerja. 19 lapangan kerja itu juta. 19 juta lapangan kerja dalam 25 tahun ke depan kalau kita move ke transisi energi sih. Bapakes itu visioner. Siapa yang bilang dia salah? Enggak ada. Harus. Enggak ada. Ada. salah view tentang the future. Eh, instead of doing yang tadi Mas Bima bilang, pemerintah sekarang itu bigat-nya ke mana sih dan kenapa so far ini belum kelihatan? Kemungkinan ada diskoneksi antara mimpinya Pak Prabowo itu dengan second layer, second layer sampai birokrasi paling bawah. Jadi contohnya gini deh, masalah daya saing itu selalu disebut-sebut. Nomor satu itu adalah korupsi. Berikutnya inefisiensi birokrasi. Hm. Jadi kan analoginya gini. Pemerintah melakukan efisiensi anggaran menyingkirkan lemak-lemak buruk. Ya. Oke. Lemak buruk itu ada di inefisiensi birokrasi. Berbelit-belit birokrasinya sama korupsi. He. Nah, ini lemak buruk yang enggak pernah beres sampai sekarang. H itu, ya. Jadi kalau mau mulai dari mana, beresin duluah internal birokrasinya. He. Nah, jadi enggak apa yang disampaikan Pak Prabowo mau ngomong soal pertanian, mau ngomong soal ketahanan energi itu kelihatannya macet di birokrasi. Hm. Bawahnya enggak kerja. Jadi, gitu. Iya. Kedua, ekonomi tapi ada hubungan dengan politik. Apa? Terlalu banyak second line-nya Pak Prabowo sehingga di antara mereka sendiri ego sektoral dan koordinasinya jadi susah. H. He. Jadi kalau dulu misalkan investor mau datang gitu, kan, mau nanam uang di PKPM misalnya e, ya otomotif gitu, ya di PKPM Kementerian Perindustrian. Oh, sekarang kan ada Kementerian Perindustrian, ada BKPM, ada Danantara, ada macam-macam. Jadi ada Kemenko-kemenkonya, ya. Kemenko-kemenko jadi lebih panjang. Nah, jadi kemarin pada waktu Dirut Agrinas itu mundur, ya, mundur itu statementnya adalah mengembalikan lagi. Pak Prabowo maunya ketahanan pangan tapi kok birokrasi enggak mendukung. Sebenarnya itu birokrasi dan pendanaan enggak mendukung. Oke. Kalau dana kan tadi, ya, lagi ada efisiensi dan lain-lain. Birokrasi deh paling enggak mendukung. Nah, jadi lemak jahat yang harus disingkirkan sebenarnya belum tentu dengan cara efisiensi anggaran. H tapi melakukan yang dilakukan seperti Vietnam. Kalau mau slim gitu, ya, obat-obat slimming-nya gitu, ya, dan fitness-nya itu harus tepat. Nah, itu yang menurut saya tuh masih belum clear di sana. Nah, terus Pak Prabowo di luar negeri selalu ngomong, Indonesia bisa mencapai 100% energi terbarukan dalam 10 tahun ke depan. Begitu nyampai di dalam negeri itu beda semua. Jadi, bagi pihak luar, ya, yang penting kan konsistensi. Iya. Nah, ini yang kelihatannya agak langka nih. Jadi, apa yang diucapkan oleh Presiden di berbagai forum internasional dengan yang dilakukan di dalam negeri itu bertolak belakang. He. Nah, jadi menurut saya sih masalahnya Pak Prabowo ini orangnya punya konsep besar. Oke. Kita hargai dalam artian dia punya konsep, ya. Meskipun cara-caranya itu banyaklah mendapatkan kritik tapi konsep-konsep besar tadi jangankan, kan gini, kan, oh ini ngritik terus gini gini. Enggak, enggak. Kita diam aja itu enggak akan enggak akan berjalan juga. H karena pembantu-pembantunya tadi. Nah, gitu. Jadi biasanya kan ee yang inisial mana, Mas? Pembantunya inisialnya B. W takut, ya, itu. Jadi itu kayaknya inherent R resiko bawaan dari sebuah kabinet yang gemuk, ya. Iya. Iya. kan karena itu, kan kontor intuitif kok lu pengin birokrasinya lebih h seamless gitu, ya, tapi punya kabinet yang sangat gemuk, ya, enggak semakin banyak pintu yang harus diketok kalau pengin melakukan apapun gitu. Tapi itu kan harusnya gini, okelah menyenangkan dengan banyak orang gabung, ya. Iya. Bukan cuman kabinet, kan komisaris juga gitu, ya. Iya. He. Tapi ada waktunya. Jadi, Pak Prabowo nih sekarang harus set the time. Kapan waktunya sudah bilang cukup soal masalah bagi-bagi jabatan politis. Heeh. Waktunya pilih orang yang benar buat kerja. Kerja. Heeh. Nah, ini yang kelihatannya belum ketemu nih. Karena dari awal kan kita bilang, "Pak, ee coba kocok ulang kabinet," kan selalu desakannya begitu, kan. Karena ada beberapa yang enggak perform. Betul. Betul. maksudnya secara objektif enggak perform ngisi di sana yang bisa lebih perform dan tapi kelihatannya itu bukan prioritas. Prioritasnya lebih ke arah stabilitas politik. Saya enggak ngerti kenapa, ya. Padahal kan hampir enggak ada oposisi kita di Indonesia. Ini ini agak jauh, ya. Ini ekonomi politik, ya, tapi harus disebut ke sana gitu. Jadi artinya dia kebingungan sendiri dengan gemuknya birokrasi yang diciptakan untuk memuaskan simpatisan politiknya yang bantuin politik pada waktu pemilu. Tapi itu makanya kalau semua survei soal bisnis ditanyain he apa yang jadi hambatan utama? Jawabannya adalah birokrasi. Iya. sebelum ngomong tenaga kerja, sebelum ngomong suku bunga, logistik dan lain-lain, iya, akan jawabnya adalah birokrasi di situ. Oke, Bu Sri Mulyani eh selama ini kan dia didemonize gitu, ya, didemonisasi sama orang-orang jadi sanssak. Jadi king hitam, ya. Jadi sansak. Does she deserve the hate? Hm. Kalau saya sih bedain cuman dua nih, ya. ini memang penilaian subjektif lah anggapnya subjektif gitu, ya. Tapi ada Bu Sri Mulyani yang mewakili Teknokratik. Iya. Itu mungkin era-era SBY, ya. Iya. Nah, kemudian dalam beberapa tahun terakhirlah tanpa menyebut presidennya siapa, siapa, ya. Nah, itu kelihatannya sudah mewadahi kepentingan politik. Ee kepentingan politik. Dan dari beberapa kebijakan terutama statement-statement-nya, ya, ini APBN untuk Pak Prabowo. Belakangan juga statement yang terakhir yang pajak sama dengan zakat, ya. Iya. Heeh. Maksudnya, ya bolehlah ee sebagai menteri memang harus tunduk dan juga membela presiden, ya, dalam berbagai kebijakan yang namanya juga menterinya gitu, ya, pembantu presiden. Tapi ada beberapa hal yang dia latar belakangnya teknokratis, kan. He. Dia latar belakangnya teknokratis sebagai ekonom. Kenapa enggak memunculkan nuansa teknokratiknya juga? Jadi lebih heavy kepada, ya udahlah, yang penting politik mulai pudar, ya, aura-aura teknokratnya mulai pudar gitu. Betul. Terus beberapa juga ee bukan hanya anggaran tapi juga dari sisi orang-orang terdekat Bu Sri Mulyani juga kita waktu itu juga kebingungan ini saya sebut ajaalah BA Cukai, ya, dan lain-lain itu, ya, buat apa ada orang luar dari KemenQ misalnya, gitu, ya. Itu sebenarnya udah udah mulai ada ada tanda-tanda ee kok ada beda, ya, Bu Sri Mulyan yang sekarang dengan dia ee sebagai seorang teknokratik gitu. Kita rindukan sebenarnya Bu Sri Mulyani teknokratik. Jadi pada waktu ee Bu Sri Mulyani terpilih menjadi Menteri Keuangan di era Prabowo itu yang diharapkan itu adalah Bu Sri Mulani bilang tidak. H untuk apa? Misalkan Pak Prabowo minta MBG dan lain-lain, ya, itu Bu Sri Mulyani akan menjadi gateker akan mengevaluasi untuk bilang, "Pak, ini kondisi utang, kondisi defisit lagi kurang oke, masa mau dilanjutin dengan program-program yang begitu besar." Nah, itu jadi ini loose, gitu, lost aja. Nah, ini yang membuat kita akhirnya melihat, wah, kita kayaknya dulu pernah punya Menteri Keuangan yang bisa mempertahankan idealismenya secara teknokratik untuk bilang, "Nanti dulu deh, Pak." He. ya, pakai aja cara-cara Jawa enggak ada masalah untuk menolak halus. Nah, kalau sekarang yang terjadi berkebalikan lah.
Dengan ideal seorang menteri keuangan. He. Ya, Mas. Ini kan masa pemerintahan Pak Parbowo 10 bulan ya. He. 10 bulan ya, hampir ya. Ada enggak 10 bulannya ya? 10 bulan, sebulan, 10 bulan. Tadi sempat nyinggung beberapa kabinet, pos-pos yang sudah saatnya di-reshuffle. Siapa yang menurut Mas Bima yang layak di-reshuffle dari kabinet kali ini ya? Boleh dong inisial? Enggak, enggak usahlah. Soalnya benar kata Mas Bima, ada filter ya. Gini, gini, karena benar ada beberapa menteri yang sudah sangat terbuka bilang dia kinerjanya nol. Fahri Hamzah hari ini mengakui minta maaf kepada Kemenkeu-nya, kepada Pak Hasto, minta maaf. Achievement dia 10 bulan masih nol gitu. Iya kan? Fair dong kita pertanyakan. Jadi 10 bulan lu ngapain aja gitu kalau kalau masih 0% gitu. Nah, siapa yang menurut Mas Bima layak untuk saatnya Pak Prabowo cari orang lain deh gitu? He.
Saya sih satu tim aja. Jadi satu tim ekonomi itu diganti semua. Berarti dari Menkeu-nya? Iya, Menkeu. Heeh. Menteri SDM masuk di situ. Menteri Perindustrian kemudian. Heeh. SDM masuk di situ. SD masuk. Kemudian Menteri Investasinya. Kalau Menteri Investasi itu menurut saya fokus aja di Danantara. Pak Rosan ya. Pak Rosan ya. Jadi Pak Rosan fokus aja di Danantara karena Danantara ini kerjaannya berat banget gitu. Dan ini harus dipisahkan dengan investasi. Ada enggak persamaan? Ada, tapi sebaiknya dipisah gitu ya. Jadi ini bukan bukan karena kinerja tapi lebih ke arah biar fokus.
Terus, ee Pak Bahlil kan menteri SDM tadi ya. Apa yang disebutkan oleh Prabowo dengan yang dilakukan itu beda sekali tuh. Jadi Prabowo komitmen energi terbarukan dan lain-lain. Sementara di dalam negeri kita masih pakai energi-energi fosil, batubara jalan terus. Terus, ee Menteri Perindustrian ini juga. Nah, ini yang menarik dari data BPS itu. Kalau pertumbuhan industri kita tinggi berarti enggak ada masalah sama industri. Porsi industri manufakturnya tetap terjadi deindustrialisasi prematur. Jadi di terhadap PDB dia semakin turun. Hm. Kontribusinya ya. Kontribusinya berarti kan enggak connect nih tadi nih data industri yang dibanggakan tadi. Nah, ini harus ada evaluasi besar-besaran. Kenapa kita enggak bisa me-reverse itu? Kalau mau serius ya, hilirisasi ini kan sebenarnya industrialisasi. Betul. Iya. Jangan dipisah ya kan. Kalau enggak nanti akhirnya jadi barang mentah aja, setengah jadi aja.
Nah, terus, ee menteri lainnya terutama yang di bidang lingkungan hidup ya, kemudian kehutanan. Raja Juli ee menteri pernah kedengaran ya. Benar. Iya. Itu jadi ee bahkan ini juga jadi menarik nih. Apa Pak Prasteyo Hadi itu jadi Menkeu aja ya sekarang? Menkeu? Ah, Menkeu. Heeh. Karena dia kelihatannya yang paham betul soal efisiensi anggaran. Wow. Dan beberapa kali yang yang berkomentar ke media. Ke media. Betul. Betul. Bukan Pak Hasan kan, tapi lebih ke arah Prasteyo Hadi. Iya. Jadi kelihatannya dia lebih pintar nih soal keuangan nih. Jangan taruh di Menkeu dong. Sial. Sial. Sial. Anggaran. Iya. Bahaya ini fokusnya. Bahaya ya. Tayang enggak sih ini banyak blunder-nya? Enggak, kos unfiltered lah.
Terus, terus berarti dengan dengan menyebutkan itu kayaknya udah sepertiga kabinet deh. Kayaknya wamen-wamen enggak ada yang perlu. Belum, belum. Budiman Sudarmono kan? Iya. Badan Penanggulangan Kemiskinan kan enggak ada. Enggak pernah kelihatan, enggak ada gaungnya sama sekali. Hilang. Betul. Perumahan tuh diharapkan juga. Iya, Bang Arief ya salah satunya kan penginnya jadi pengungkit ekonomi juga kan. Wamen-wamen sih. Iya, wamennya ya. Jadi gini, ini menarik ya. Beberapa wamen itu kayak enggak ngobrol sama menterinya dan kelihatannya punya agenda lain dengan menterinya. Ini banyak nih kejadian nih. Iya. Iya. Menteri Tenaga Kerja. Wamennya sembarangan sih ngomongnya di media. Betul. Wamennya juga beda. Nah, perumahan tadi ya itu juga beda. Terus ada lagi apa? Kemenko PMK ya dengan dengan Menteri Teknis Bidang Sosial dan lain-lain. Iya. Sampai sekarang masih ngobrolin soal data terpadu kemiskinan tuh. Nah, jadi ini kenapa waktu itu Pak Prabowo gampang banget ya nempatin banyak orang jadi wamen yang ternyata saya enggak tahu apakah fungsinya adalah mengontrol menteri gitu ya. Tapi kalau itu yang diinginkan Pak Prabowo berhasil. Hm. Karena beberapa menteri itu dengan wamen seperti enggak kompak. Hm. Iya, betul. Apa memang sengaja untuk mengontrol itu kan beberapa kali kan misalkan soal masalah perumahan juga sama gitu ya. Jadi apa yang itu dilakukan ee model seperti itu gitu, enggak kompak.
Terus Menteri Keuangan dengan beberapa wamennya, ini menarik juga tiga wamennya. Nah, itu juga ada satu wamen yang mungkin bersemangat banget gitu ya. Heh, baru jadi wamen. Heeh. Tapi statement-statementnya dicounter oleh Kemenkeu sendiri. Oh, ya. Yang suka nempel Pak Rosan bukan? Ee pokoknya wamen dari partai kan ada satu wamen dari partai. Ee pokoknya clue-nya ee clue-nya adalah setiap kali dia berkomentar gitu ya, selalu diklarifikasi oleh Kemenkeu. Humas Kemenkeu itu clue-nya. Jadi jadi enggak akrab ya. Jadi enggak akur. Enggak ngobrol dulu lah sebelum. Enggak ada grup WhatsApp ya. Enggak ada grup WhatsApp. Iya. Iya kan? Iya. Jadi kelihatan kayak ada agenda masing-masing. Apakah agenda politik atau yang satu merasa dekat misalnya dengan Prabowo gitu ya. Tapi pusing tapi secara ekonomi ya. Balik lagi secara ekonomi ya. Kenapa ini penting? Heeh. Ya, satu tadi biar ada kepastian nih arah pemerintahan ini mau ke mana, sektor apa yang dituju. Nah, jangan yang terjadi investor sudah ketemu menteri ini terus tadi bilang lagi, menteri ini bilang ini. Iya. Iya. Bilangnya ini itu berapa kejadian yang akhirnya ah udahlah capek lah investasi kalau gini cari yang lain aja. Kalau kalau kalau masalah koordinasi itu kan fundamental banget. Betul, betul, betul, betul. Yang Mas barusan bilang itu kayak kita semakin jauh dari something yang solutif gitu loh. Jadi ya kan is there any is there any indicators of gua mau bilang ya is there any indicator of crisis on the horizon, Mas, kalau kayak gini caranya karena saya langsung kayak pengin menyimpulkan gitu ini kalau kayak gini terus mah akan krisis gitu enggak?
Menurut saya krisisnya akan dimulai dari daerah yang tadi yang dilakukan dari pusat. Heeh. Oke. Seolah ya di di pusat everything oke dengan dinamika-dinamika tadi kan gitu ya. Tapi riaknya itu yang akan terasa duluan adalah di daerah. Nah, itu yang yang kelihatan sekarang nih terjadi begitu. Gua takutnya terjadi perfect storm sih. Ngerti enggak? H h. Di luar, eh di dalam kita belum stabil yang tadinya dengan ada riak-riak di daerah-daerah ini. Di luar juga Trump kan dengan big beautiful bills-nya defisitnya semakin besar. Tarif kan akan hit ya. Ya kan berlaku di Agustus ini nih tarif dia ke berbagai negara itu dan dia memecat kepala biro statistiknya karena angkanya tidak sesuai yes dengan kemauan dia kan. Berarti kan kalau dia menggantinya dengan orang kepercayaannya dia otomatis angkanya pasti akan di-sulap abrakadabra sesuai kemauannya Trump kan. I. Nah, gimana ini kalau semuanya dari faktor dari luar masuk ke Indo dan faktor dari Indo sendiri kita belum stabil kayaknya bisa menciptakan sebuah perfect storm ya. Iya, sebenarnya perfect stormnya sudah terjadi kan. Heeh. Tapi ya inilah ee anugerah Tuhan ya. Wow. Jadi tadi Indonesia ini kenapa saya enggak percaya Indonesia akan kemudian destroy gitu ya atau terjadi apa yang ditakutkan disintegrasi dan lain-lain enggak karena kita tadi masih punya solidaritas di tingkat sosial itu kita guyub. Orang iya makan enggak makan yang penting kumpul. Tapi kalau di dicerna lagi, ee ada basis underground ekonomi. Heeh. Jadi underground ekonomi itu itu kan ekonomi yang tidak dipajaki. Heeh. Tapi sebenarnya maksud dari underground ekonomi Indonesia yang cukup besar yang penting bukan kriminal ya. Iya. Tapi itu yang mempertahankan orang bisa hidup sampai hari ini tanpa terikat dengan data-data formal ekonomi yang diciptakan oleh pemerintah. Jadi di satu sisi itu bagus juga ya buat ekonomi kita ya. Nah, kenapa kita bisa begitu? Kan ada yang bilang ee ak ada perfect storm dari global lagi ada threatw dan lain-lain. Tapi kan ekspor kita enggak sebesar itu. Iya. H betul. Iya kan? Sebagian besar kita domestik. Nah, jadi kalau dikaitkan dengan informal sektor. Jadi informal itu sebenarnya harusnya ya itu menjadi pilihan bukan survival. Orang itu banyak yang memilih informal karena pengin fleksibilitas kerja. Tapi gajinya, nah ini kan yang penting kan gajinya lebih tinggi daripada yang kerja kantoran. Itu juga banyak informal-informal yang begitu. He. Jadi artinya underground informal, kemudian ee pelaku-pelaku usaha yang ada di desa-desa itu itu selama mereka ya asalkan ya satu yang membuat jadi perfect storm apa? Keributan-keributan soal anggaran yang terjadi di pusat itu berpengaruh langsung pada energi. Ini yang fatal. Jadi efisiensinya sampai kepada subsidi BBM dipangkas, LPG diperketat, listrik tarifnya naik, itu baru akan kena ke underground-underground tadi nih. Tapi sejauh ini belum ada ya ini. Nah, ini harapannya jangan sampai ya itu. Tapi kalau misalkan efisiensinya berubah menjadi bupati yang main naikin pajak bumi dan bangunan, kemarahannya struktural, tapi dia tidak langsung menggoyang underground ekonomi tadi. Belum belum separah itu. He. Nah, ini yang kita lihat lagi kita tunggu adalah ee seberapa besar subsidi-subsidi yang diberikan 2026 dan gua juga gua rasa menarik sih untuk menunggu gimana arahan-arahan ya dari Pak Prabowo kan untuk meredam keributan-keributan kecil. Karena Bupati Pati ini kan orang Gerindra. Menurut menurut lu dia akan kayak aware enggak atau even questioning eh itu benar enggak sih yang dibilang Cielios 5,12 enggak benar? dia akan aware enggak kayak gitu? Enggak tahu. Tapi yang pasti yang kayak gini kayak gini kayak gini akan ditertibkan lah maksud gua. Apalagi kan kan bupati Pati itu dia orang kader Gerindra gitu ya pasti akan ditertibkan. Dan gua enggak tahu yang lain tuh harus kita cek apakah dari partai-partai mana aja. Tapi karena ya partai terbesar apa, PDIP juga udah sedikit akur kan sama Gerindra pasti kan secara nasional pasti akan disuruh eh diam dulu doang gitu ya kan gua ada program-program besar nih gini untuk dijalanin gitu. Iya kan ya bisa aja kita berharap kayak gitu gitu. Tap. Ah, oke. Mungkin kalau ter dari gue ee di modelnya Cielios, kita punya berapa banyak waktu sampai titik terendahnya? 2026 kuartal kedua. Wih, 2026 kedua lagi dong. Iya, baru mau nyicil mobil gue. Baru mau nyicil. Heeh. Oke, sudah. Udah.
Terakhir, Mas. Apa yang harus kita lakukan orang awam untuk mempersiapkan kan gitu ya karena yang nonton kita kan big alpha kan awam ya apa yang kita bisa lakukan di level individual yang pertama ee enggak boleh FOMO ya dari sekarang jadi belanja memang fokus dulu belanja-belanja yang memang kebutuhan primer. Utang boleh enggak? Kalau utangnya buat alat produksi untuk yang produktif enggak ada masalah. He. Terus ya kan jam itu bukan konsumtif dia ya. Iya ya kan buat produktif juga kan. Gua enggak punya jam langsung tutup. Enggak apa-apa itu produktif produk produktif buat kerja buat kita keeper dari tadi. Betul. Nah, ee tapi kemudian kalau misalnya kelihatan sekarang nih ya beberapa yang kayak udahlah yang penting ngutang dulu, yang penting ee tersohor, ya kan? Ee maksudnya biar tekor asal tersohor pakai utang. Nah, itu yang harus dihindari. Dana darurat penting tuh. Iya. Dana darurat itu asal ee rekeningnya jangan sampai diblokir. I. Banyak banyak teman-teman yang dana daruratnya dia diblokir dianggap rekening dormant kan. Iya. Padahal dana darurat ya benar juga dana darurat itu kan dipakai. Iya kan? Ee dipakai kalau kondisi emergency. Kalau enggak ada apa-apa ya diendapin aja kan. Ini PPATK yang menentukan emergency atau belum? Kayaknya PPATK yang bikin emergency. Iya. I mau ngomong gitu enggak enak nih. Nah, tapi akhirnya keluar juga. Nah, itu terus, ee selain dana darurat juga oh ya cari pekerjaan sampingan sebanyak-banyaknya. Oke. Sekreatif mungkin. Itu praktikal ya, saran-saran yang sangat praktikal.
Kalau dari gua adalah sebagai yang punya acara B di Unfiltered ya, ini bukan buat fear mongering ya. Maksudnya kan kita harus disclaimer juga. Jangan soalnya kita enggak jualan apa-apa juga. Iya, kita enggak ada jualan apa-apa gitu. Jadi kita ini bukan fear mongering ini hanya kecuali kita jualan kripto ya kan baru jualan member. Kita hanya menampilkan salah satu sisi argumentasi dari kondisi ekonomi saat ini gitu ya. Dan kalau gua pribadi gua tuh suka kata-katanya Pak Karti Basri ya. Dia bilang, "H Indonesia itu sering sekali mengecewakan, tapi dia berlaku dua arah. Mengecewakan para optimis dan mengecewakan para pesimis," kata dia. Jadi itu kata-katanya Pak Dede. Terima kasih Mas Bima. Siap. Boleh enggak satu lagi? Iya. Kira-kira kalau Q2 nyungsep balik lagi, iya mulai pengin mulai nabung nih. Heeh. Kira-kira kalau Q2 nyungsep berapa waktu lama yang waktu berapa waktu? Lama berapa lama waktunya? Lama waktu yang dibutuhkan untuk kita bisa recover lagi. Tergantung jenisnya nih. Kalau ngelihat perfect storm yang ada sekarang. He. Nah, ini banyak yang bilang tipikalnya adalah ee hurufnya adalah Nike Sus. Oh, Nike Sus. Iya, Sus itu yang moderat skenario. Jadi kalau Sus begitu dia artinya butuh recovery tapi waktunya agak lebih panjang. Iya. Karena kita juga ngerasa kayak iya sih daya beli tapi kalau disebut krisis kayaknya belum ya. Tapi makin lama makin lama kok dengar orang nyari kerja susah. Nah, itu kita makin lama jadi recover-nya juga lebih lama. Yang terburuk skenarionya adalah L. Jadi once L artinya kita turun drop itu almost kita enggak akan pernah recover. Dan itu terjadi sebenarnya hari ini ekonomi kita tuh model L sejak tahun '98 krisis. Sebelum itu Pak Harto pertumbuhan ekonominya 7-8% ya kan. Setelah itu kan L dua dekade kita sudah 5%. Iya, betul. Nah, itu itu worst scenario kalau terjadi lagi. Jadi, ada new normalnya setelah lima ya gitu ya, lebih kecil. Iya, semoga jangan itu tapi worst scenario. Oke, thank you for the nightmare, Mas B. Thank you ya. Kayaknya enggak enggak nakut-nakutin bikin kita enggak bisa tidur ya. Thank you ya. Mana baru nyicil. Terima kasih, Mas Bima atas kesempatannya. Jadi, gitu aja unfiltered kali ini. Ee kalau mau follow Mas Bima, follow-nya akun pribadi apa akun Cielios. Cielios aja. Cielios ada di @cielios_id di Instagram ya. Oke, ya udah gitu aja. Jangan lupa like, comment, dan subscribe dan share ee untuk kita bisa ngundang tamu-tamu yang punya nama besarlah di episode-episode berikutnya. Bye bye.