Transcription
Pria ini selalu meninju dengan tangan kirinya karena jika dia menggunakan tangan kanannya, lawannya akan langsung pindah alam. Tetapi suatu hari dia bertemu dengan seorang pria berambut keriting. Pria itu mengaku sebagai mantan anggota Corps marinir dan juga cukup arogan. Dia tidak menganggap Jack lawan yang serius. Keduanya dengan cepat mengalahkan lawan mereka dan sekarang pertarungan di antara mereka tidak bisa dihindari.
Sebelum kejuaraan, pelatih berkata kepada pria berambut keriting itu, "Hati-hati, dia belum pernah dikalahkan." Sebagai tanggapan, dia menunjukkan kepada pelatih sebuah tato di punggungnya. Pertarungan pun dimulai. Serangan pertama datang dari pria berambut keriting. Dia melepaskan serangkaian pukulan ringan. Jack hanya fokus pada pertahanan di awal. Kemudian dengan pukulan tangan kiri yang kuat, Jack membuat pria berambut keriting itu berlutut.
Setelah sedikit pulih, pria berambut keriting itu memprovokasi Jack. Dia dengan sengaja menunjukkan kelemahan palsu berharap Jack akan menyerang lagi dengan tangan kirinya. Begitu Jack memukul dengan tangan kirinya, dia langsung memanfaatkan momen itu. Ia melancarkan serangan balik yang kuat. Jack jatuh dan pria berambut keriting itu memenangkan pertandingan. Tetapi semua ini hanyalah imajinasinya. Kisah sebenarnya sama sekali berbeda. Pria berambut keriting itu lah yang kalah dan Jack yang menjadi pemenang.
Setelah pertandingan, pelatih hanya memberinya cukup uang untuk ongkos taksi. Setelah bertanding, Jack menemuinya dan mengajaknya untuk makan bersama. Ia menganggap lawan hanya sebatas di arena tinju saja. Pria berambut keriting pun setuju karena dia juga lapar dan tak memiliki banyak uang. Selama percakapan terungkap bahwa Sohan juga seorang mantan prajurit pasukan khusus. Faktanya dia pernah bertugas di unit yang sama dengan Jack dan bahkan merupakan seniornya.
Pria berambut keriting itu bertanya, "Mengapa kau selalu bertarung dengan tangan kiri? Apakah kau tidak pernah belajar menggunakan tangan kanan?" Jack hanya tersenyum dan berkata, "Itu rahasia yang tidak pernah aku ungkapkan." Setelah itu, keduanya menjadi teman baik. Malam itu juga ibunya menelepon untuk mengatakan bahwa tokonya telah diserang. Dia langsung berlari ke sana. Preman itu masih belum tahu bahwa lawannya baru saja menjadi juara tinju. Yeah.