Transcription
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Bismillahirrahmanirrahim. Innalhamdalillah nahmaduhu wa nastainuhu wafiruhu wa naud nauzubillahi min sururi anfusina waminati umina may yahdillahu fala mudillah wam yudlil fala hadiyaalah. Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa ashadu anna sayyidana wa nabiyana Muhammadan abduhu wa rasuluhu la nabiya ba'da. Subhanaka la ilma lana illa ma alamtana innaka antal alimul hakim. La haula wala quwwata illa billahil aliil adzim. rod billahi wabil islami wabi muhammadin nabi wa rasula ilahi anta maksudi mahabbataka wafataka.
Selamat sore sahabat Abah Setu MDNH di mana pun berada. Pertama yang utama Abah mengucapkan selamat melaksanakan saum di bulan Ramadan ya. Semoga betul-betul kita bisa melaksanakan saum yang sebenar-benarnya saum dari Sumayah. Karena kata Allah, "Asumul li wa ana azzibi." Saum itu adalah untukku dari sumah. Maka oleh karena itu adalah maka para ulama sudah menyusun adalah saum am, saum khas. Ada saum khasul khas ya. Saum yang umum adalah bagaimana menahan adalah dari tubuh kita, hati kita. Maka ada tiga lapis sahabat. Maka itulah karena hakikat manusia adalah jasad, hati adalah dan jiwa atau ruh. Maka itulah perjalanan penghujung manusia itu adalah sampai pada puncak Bukit Tursin tadi semua. Ya, maka menjadi hakikat Muhammad. Maka marilah setiap diri, setiap individu kita menjadikan adalah kita melahirkan dari sifat daripada Muhammad dari semuanya. Maka hidup adalah sebuah proses perjalanan, proses memahami, adalah proses tauhid, sahabat. Ya.
Dan demikian, maka pada sore hari ini adalah kita akan coba adalah kita ee kita sama-sama ya marilah kita belajar mengosongkan diri bahwa kita bukan siapa-siapa. Nah, salah satu tujuan saum adalah mengosongkan diri tadi. Maka Abah sering ajarkan bahwa nah apalagi yang kita bahas adalah hikam. Maka kitab hikam tidak mungkin kalian bahas selama yang ada diri kalian. Nah, inilah maka banyak orang ngaji hikam yang ngaji dirinya, yang mengamalkan dirinya itu enggak masuk pada kriteria hikam tadi semua ya. Maka mustahil orang bisa ngaji hikam kecuali dia sudah men sudah membedah dirinya. Wafi anfusikum apala tubsirun. Tidak mungkin bisa ngaji hikam kecuali dia sudah telanjang dari Sumayang. tidak mungkin bisa ngaji hikam kecuali dia sudah kenali setiap lapisan yang ada pada tubuhnya. Termasuk di mana tempat roh pada dirinya. Ada tempat ruh jasmani pada dadamu. Ya, ada tempat ruh rohani pada hatimu, ya. Ada tempat ruh sultani pada fuadmu. Ada tempat ruh al-qudsi adalah pada sirmu. Tadi semua setiap lapisan maka orang salah tadi semua. Kalau Allah itu adalah ee apa namanya? Manusia ini sudah hancur kalau seandainya Allah itu adalah bisa dilihat gitu. Karena dia belum paham bahwa sesungguhnya adalah kita ini adalah empat lapis. Ya, ada qiswah, ada Muhammad pada setiap lapisan ya. Maka sesungguhnya lapisan terluar disebut ruh jismani itu adalah Muhammad. Nur Muhammad yang disebut dengan adalah ruh jismani. Hiswah unsuriah di alam mulki adalah nur Muhammad pada jasad letaknya pada dada tembulah disambungkannya dengan nafas tadi semua. Nah kemudian yang kedua adalah qiswah unsuriah supaya kita tidak hancur mewajaha dengan Allah. Karena di situlah sesungguhnya adalah ee maka ini juga orang yang masih bingung bahwa tidak mungkin memandang wajah Allah di bumi ini karena dia masih yang memandang dirinya yang ada dirinya tadi ya enggak mungkin kita memandang Allah dengan wajah kita maka di sinilah adalah memahami konsep-konsep yang harus kita tahu adalah antara makna syariat dan makna hakikat sahabat ya kita harus mengerti sesungguhnya maka Ada juga tadi yang ngirimkan seorang profesor yang datang dari mana? Dari UIN ee Kal Sunan Kalijaga. Dia ngirimkan kepada Abah sebuah video. Apakah dunia ini Tuhan? Sumatnya. Nah, ini adalah ee yang harus kita pahami tadi semua. Apakah dunia ini Tuhan? Apakah dunia ini apakah semuanya ini Allah? K semua ya. Nah, inilah yang harus kita ee apa namanya? Nah, ee pahami antara antara Tuhan dan juga antara Allah, antara Rabb dan Allah dari semua ya. Maka ee pada sore hari ini sebelum Abah mengkaji kitab hikam, kalimat yang pertama sahabat ya, karena kita harus paham dulu secara hakikatnya. Maka itulah kenapa Syekh Athailah kata Abah adalah luar biasa karena beliau sudah mengkaji kitab-kitab Tuan Sy Abdul Qadir, kitab-kitab Imam Ghazali ya. karena beliau adalah merupakan adalah supi dari tarikat Sjiliah ya yang luar biasa masur ya dan beliau adalah ee meninggal tahun 709 Hijriah. Jadi kalau bicara tentang apa namanya tauhid kata Abah, maka sesungguhnya orang ini adalah syata adalah berada pada kesempurnaan tauhid ya sahabat. Jadi kalau kita ingin kaji tauhid bukan Syekh Junaidi Albaghdadi, bukan juga Imam Ghazali tadi semua karena mereka adalah sudah dilewati oleh Syatillah. Karena di penghujung ya orang yang di penghujung adalah sahabat maka dia sudah mendapatkan informasi yang jauh lebih banyak daripada bahkan sudah melewati aturan Syekh Abdul Qadir tadi semua ya. Nah, ini juga harus dipahami secara proses keilmuan. Maka jangan aneh kalau seandainya kitab hikam itu kalau menurut Abah adalah hampir Abah tidak menemukan diri Satillah. Beliau sudah almutu qobla antamutu. Beliau sudah sempurna mematikan dirinya dalam kitab dalam hikam ini tadi semua ya. Maka tidak mungkin Anda bisa mengkajinya kecuali Anda adalah juga bisa ee makata apa? Banyak orang kaji hikam, tapi karena dia belum mengaji hakikat, belum mengenari dirinya, belum mempanakkan dirinya, mustahil dari semua. Akhirnya adalah kaji hikam adalah diaji sebagai adalah ajian tetap saja adalah ee syirik tadi semua ya. Seolah ini di sini sahabat ya. Maka tadi hikam ini ee kalau mutab adalah unik sahabat ya. Luar biasa tadi semua. Syilah itu lahir adalah 658 Hijriah atau 1250 Masehi. Ya, maka dibandingkan dengan kurun sebelumnya Imam Ghazali misalnya Ihya tadi semua masih bisa menemukan Imam Ghazalinya pada Ihya. Kemudian juga di dalam Sirul Asrar sekalipun Tuan Syekh Abdul Qadir ya kita masih menemukan Tuan Syekh Abdul Qadirnya masih ada aku kecilnya gitu loh. Tetapi dalam hikam ini aku kecilnya itu sudah lebur pada aku besar sahabat. Maka hikmah dalam hikam ini adalah kata Abah adalah luar biasa ya. Tapi maka oleh karena itulah sebelum kita memahami, mengkaji kitab hikam, marilah kita belajar memahami dan bagaimana kita memahami sebenar-benarnya diri kita ini adalah Adam tadi semua. Supaya yang beramal itu bukan si Adam tadi semua ya. Supaya yang beramal itu bukan kamu. Supaya yang beramal itu tadi kita harus memahami dulu tentang secara hakikat tadi semua ya adalah mempanakkan diri, mematikan diri tadi semua ya. dan kemudian meleburkan pada Asmaul Husna tadi semua ya ee apa namanya ee maka dikatakan dalam kitab Sirah Asra kita gabung saja ee bagaimana Allah mengatakan dalam Al-Qur'an tadi waman yarju liqbihi falyamal amalan sh yusrik biibadatihi ahada dan ada syarat di situ adalah berarti orang-orang yang betul-betul sudah wahada yahidu tauhidan berarti orang yang mengaji hikam itu sudah bebas dari penyakit kulit semua mustahil kalau kamu masih mengkafirkan ada agama yang kamu kafirkan itu mustahil kamu bisa mengkaji hikam dengan benar sebetulnya kalau masih mau mengkafirkan satu makhluk masih yang ada yang bukan Allah tadi wala yusrik biibadati betul-betul bahwa kita kembali pada kosong. Kenapa kita harus kosong? Kamu minum tidak mungkin bisa minum kecuali gelasnya kosong. Tidak ada. Maka jangan berarti kosong itu tidak ada. Hanya yang kosonglah yang bisa diisi. Lukisan Picasso yang luar biasa. Karena dari adalah kanvas yang kosong terlahirlah dari kanvas yang kosong terlahirlah lukisan yang hebat. Tuh. Maka konsep dalam perjalanan pada Allah itu adalah bukan ilmu, bukan amal, tapi kosong semua. Ya. Maka di sinilah sesungguhnya sahabat, maka konsep almutu qoblan tamamutu adalah mengkosongkan diri kita. Jadi tidak ada lagi pengakuan, tidak ada lagi. Nah, di sinilah apa namanya? Bahwa sesungguhnya Syekh Athaillah ingin mengajak kepada kita adalah mempanakkan diri. Dan itu bukan pekerjaan yang sulit, sahabat sebetulnya. Maka di Ramadan ini sebetulnya kita bisa melatihnya dengan menahan napas, menangkuk lidah tadi semua ya. Maka dikatakan adalah sesungguhnya adalah innallaha adalah witrun yuhibbul witr. Sesungguhnya Allah itu maha ganjil dan mencintai ganjil gitu ya. Apa itu maksudnya ganjil? Dijelaskan di sini adalah innallaha witrun yuhibbul witril amali riyain w sumatin. Jadi tidak ada ri tadi bagaimana mengaji hikam kalau masih ada dirimu karena ri adanya diri kita. Dan di sinilah yang Abah selalu ajarkan adalah bagaimana belajar mempanakkan diri, mematikan diri, mengkosongkan diri, adalah menyembelih keberadaan diri, ego diri tadi semua. Selama kamu ngaku ulama, mustahil kamu bisa ngaji hikam. Selama kamu masih ada yang kau kafirkan di dunia ini, mustahil kau bisa kaji hikam. Artinya sebelum tauhid yang sempurna, wahada yuahidu tauhidan. Kau sudah ke mana pun kau hadapkan sebetulnya adalah hanya melihat Nur Muhammad. Nah, barulah kau bisa tadi semua. Maka itulah kenapa sahabat hanya botol kosong yang bisa kau isi, hanya gelas kosong yang bisa kau isi, hanya piring kosong yang bisa kau isi, hanya kanvas kosong yang bisa kau isi. Karena membutuhkan kosong. Karena di sinilah dari semua siapa yang mengisi. Maka nanti dalam hikmah yang pertama, siapa yang beramal tadi semua? Ya, maka di sinilah sesungguhnya kita harus mengerti. Maka di situlah bagaimana apakah keberadaan kita makhluk ini. Makanya adunya miratul akhirah. Bahkan dikatakan adalah sesungguhnya adalah ee bahwa dunia ini adalah cerminan adunya mirat apa namanya? Ee ee tajalliat, tanajulat, taayunat. Nah, ini pun harus dipahami bagaimana Allah itu tanajulat. Bagaimana dunia ini adalah tajalliat? Bagaimana dunia ini adalah taayyunat tadi semua? Apakah dunia ini Allah ada pada dunia ini atau dunia ini ada pada Allah? Apakah dunia ini ee Muhammad ada pada dunia ini atau e dunia ini ada pada Muhammad? Hakikat Muhammad adalah roh sebetulnya. Maka sesungguhnya bukan bukan apa namanya ee Muhammad ada pada dunia ini, tetapi dunia ini ada pada Muhammad. Bahkan wujudnya dunia ini karena wujudnya Muhammad ini pahami dulu ya. Wujudnya dunia ini ada pada Muhammad sementara Muhammad ada pada Allah. Begitu makanya di sinilah tanajulat tajat. Maka Allah berfirman dalam Al-Qur'an, kullu apa namamaaiin adalah haliquun illa wajhahu. Segala sesuatu itu hancur kecuali wajah Allah. Siapa wajah Allah itu? Itulah Nur Muhammad semua. Ya, berarti kalau begitu seluruh kehidupan ini ada pada hidupnya Muhammad. Seluruh gerak pada makhluk ini ada pada geraknya Muhammad. Dan segala apa yang ada ini adalah karena tidak mungkin tanpa adanya Muhammad tadi semua. Nah, di sinilah sahabat maka marilah kita cerdas memahami tentang maka kata Abah tadi di mukadimah, jadikan dirimu Muhammad tadi semuanya jangan mati kecuali engkau sudah jadi Muhammad jangan mati kecuali engkau sebagai adalah hakikat Muhammad itu sendiri ya. Nah, tidak mungkin kita berada pada hakikat Muhammad kalau tidak memiliki kesamaan sifat. Maka oleh karena itulah Muhammad dikatakan adalah apa nam wa inna alaika. Apa katakan eh, ya Muhammad apa namanya? Eh dikatakan eh wa innaka la khuluqin adim. Sesungguhnya engkau adalah berakhlak Allah yang adzim. Maka tadi Muhammad itu berakhlak akhlakl adimah. Maka kalau kita ingin pulang pada Allah berakhlaqul karimah itu semua dari semua sahabat ya maka marilah wala tamutunna illa wa antum muslimun itu jangan kamu mati kecuali bertubuhkan Muhammad semua ya. Maka itulah kenapa sudah diajarkan tidak ada doa kecuali diawali dengan selawat. Tiada lagi doa, ya kecuali diakhiri dengan selawat semua ya. Karena tidak ada segala apa ini kecuali pada kenyataannya Muhammad itu sendiri sahabat. Maka inilah tajalliat tanazulat taayunat. Maka Abah sudah sampaikan bahwa sesungguhnya jangan tertipu dengan istilah-istilah Adam adalah hanya identitas pada seluruh penampakan ini. Semua tajalliat, tanazulat, taayunat ini. Adapun Muhammad adalah wujudnya. Adapun adalah hidupnya adalah Allah. Sahabat ini cocok dengan hadis qudsi kata Allah. Maka awalu ma khalaqallahu nuri itu awal adalah adalah yang kuciptakan adalah nurku t semua ya. Awalu ma khalaqallahu ruhi awal yang ku adalah ruhku. Jadi ruh seluruh makhluk ini ada pada ruh Muhammad. Maka tadi ya ruh tidak di dalam tubuhmu, ingat itu gitu. Ruh tidak ada dalam tubuhmu. Hakikat ruh sama saja dengan Allah pada dasarnya. Itulah bahwa sesungguhnya Nur Muhammad itu adalah qadim. Ya, karena tadi Allah sendiri mengatakan kullu saiin haliun illa wajahu. Segala sesuatu adalah rusak kecuali adalah nur Muhammad. Ini semuanya karena nur Muhammad adalah nurullah. Maka marilah kita pahami sahabat siapa yang akan mengkaji hikam ini, siapa yang beribadah ini, siapa yang salat ini. Maka itulah kenapa Muhammad adalah ditegur dari semua sahabat. Nah, adapun tempat roh AB katakan bahwa pada Adam itu adalah walaupun roh itu adalah satu tapi martabatnya adalah berbeda dari semua. Maka ada jasad, ada hati, ada jiwa atau ada ruh, ada syir dari semua tempat ruh jismani adalah sebut kiswah unsuriah untuk kita menatap wajah Allah di muka bumi supaya kamu enggak hancur. Tadi semua ada kiswah unsuriah yang bernama Nur Muhammad pada dadamu itu. Maka tadi konsepnya adalah did, adalah selalu di dada sahabat ya yang apa namanya ee yang nanti kamu akan pahami di sini ada kata apa namanya yang dijelaskan di dalam Al-Qur'an adalah apa namanya yusabbatullah amanu bilqul asabiti fil hayatid dunya wafil akhirah dari semuanya, ya kemudian meneguhkan kan hati orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh di dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Ya, tetapi yang penting harus dipahami di sini adalah maka dikatakan adalah apa namanya? Ada surat Ibrahim ya, yang dikatakan adalah surat Ibrahim ini adalah ee Allah berfirman tentang bahwa sesungguhnya ada pohon ya seperti pohon yang baik akarnya teguh dan cabangnya menjulang ke langit. Ya, di sini Tuan Syekh Abdul Qadir bicara tentang zahir dan batin. Zahir dan batin sebetulnya bicara langit dan bumi tadi semua ya. alaiatul unsi tauhidi aslaitun mak dikatakan seperti pohon yang baik akarnya teguh dan cabangnya menjulang ke langit keuntungan dari pengolahan ruh rohani adalah hidupnya hati di alam malakut sahabat Ya, karena nanti kamu akan menemukan surga, Jannatul Ma'wa pada tubuhmu, Jannatun naim pada hatimu, Jannatul Firdaus pada fuadmu, Jannatul qurbah syir adalah pada sirmu. Itulah setiap lapisan tadi ada kiswah unsuriah yang bernama Nur Muhammad. Yang di alam mulki disebut roh jismani. Di alam malakut disebut roh rohani. Di alam apa? Jabarut disebut ruh sultani. Di alam rahud disebut ruh alqudsi. T semua semuanya disatukan dengan menakuk lidah, menahan nafas. Tadi semua lailatul qadar ya 21. Nah, itulah 21. Bagaimana kau satukan zahir dan batin. Kawinkan. Bagaimana cara menyatukan? Dengan menekuk lidah, merapatkan gigi. Sahabat, amaliah yang Abah ajarkan begitu banyak sebetulnya praktiknya hanya sederhana. menekuk lidah, merapatkan gigi, menahan nafas dan diam. Sebetulnya dari tadi kosong, kosong pengakuan karena hanya yang kosong bisa diisi. Ingat itu. Selama kau merasa jadi kiai, selama kau merasa jadi ini, jadi itu, punya status, ah itulah sesungguhnya enggak usah cari status, enggak usah butuh penghargaan orang, enggak usah butuh apapun. sahabat kalau mau ya kalau mau maka di situlah ruang kosonglah yang bisa diisi tadi semua ya hanya kolam kosong yang bisa diisi ikan ya tadi hanya gelas kosong yang bisa diisi air hanya piring kosong yang bisa diisi nasi kanvas kosong yang bisa diisi di lukisan hanya hatimu yang kosong bisa diisi. Nah, itulah maka takoli adalah bagaimana engkau adalah mengkosongkan dirimu semu. Karena selama kau yang berilmu, selama kau yang bisa, selama kau yang beramal, ujungnya adalah kehancuran. Ujungnya adalah kehancuran. Karena kata Abah juga, iblis ini luar biasa yang ada pada diri kita. Mengambil alih ya. Makanya dikatakan tadi adalah dikatakan ee apa namanya? ee adalah fahanut ruhil jismaniyun adalah minal badani adalah asodru ada di dada sahabat. Itulah kenapa kata apa? Semuanya ada di dada. Karena di sinilah awalnya dari dada di dadamulah tempat roh jismani masuk ke dalam. Karena di dalam dadamu itu ada hati. Itulah tempat roh rohani. Di dalam rohanimu ada mata hati. Disebut fuad. Itulah tempat roh sultani. Di dalam mata hatimu sesungguhnya ada lagi yang disebut roh alqudsi. Maka engkau bisa melihat empat lapis tadi. Roa pada mata zahirmu. Kemudian adalah nadar pada mata hatimu. Basyirah pada fuadmu. Nad absar pada penglihatan Tuhan. Maka tadi orang-orang yang belum paham tadi tadi yang katakan mustahil melihat Allah di sini. Kalau enggak mustahil melihat Allah, berarti kalau begitu kau syahadatnya palsu. Ini saya kadang-kadang suka aneh Abah melihat seorang Gus mengatakan, "Tidak mungkin melihat Allah di bahkan di akhirat loh. Terus kalau gitu kapan kamu syahadatnya?" Karena inilah karena tadi semua karena kayak sama kayak orang ngaji hikam. Enggak mungkin kamu ngaji hikam kecuali kamu sudah mati. Karena bicara hikam itu bicara orang. Maka kitab hakikat, kitab hikam itu hanya bisa diaji oleh orang-orang yang sudah mengerti apa jasadnya, apa hatinya, apa rohnya. Sudah mengerti kalimat tadi. Penyap aku ke dalam kosong. Ahmad nama batinku. Muhammad nama zahirku. Hilanglah aku Allahu Muhammad. Kalau enggak gitu kamu enggak ngerti hikam. Hanya orang yang mendongeng hikam tadi semua dan tidak akan merasakan hikam dan tidak akan bisa membuktikan hikam tadi semua. Akhirnya hikamahnya jadi ajian-ajian biasa tadi tanpa rasa tadi semua ya. Kecuali engkau sudah mengerti tadi perjalanan 12 mata air yang terpancar. Sahabat ya yang dijelaskan di dalam apa namanya ee ee apa ee ee di dalam kitab ini adalah 12 mata air yang terpancar yang apa namanya dipukul oleh Nabi Musa dari semua ya. Dan dikatakanlah di sini adalah ketika dan ingatlah ketika Musa memohon air untuk kaumnya lalu berfirman, "Pukullah batu itu dengan tongkat sahabat." Lalu memancarlah daripadanya 12 mata air. Kenapa 12? Apa yang 12 itu? Lailahaillallah. Allahu Allahu hayyun Allahu haqun Allahu qayyum Allahu wadud Allahu wahid Allahu wahab Allahu muhaiminu basit 12 mata air maka pada saat engkau berjalan ke dalam maka engkau sudah jadi haji dari lailahaillallah Allah hu hayyun haqqun qayyum wadud wahid wahab muhaimid basyir t semua ya inilah yang dimaksud Allah adalah 12 mata air tadi semua ya untuk membawa 12 adalah apa secara syariat adalah pada tubuhmu hakikat Muhammadur Rasulullah Muhammad Rasul Allah itu 12 huruf tapi kepada langit badanmu adalah lailahaillallah juga 12 adalah juga huruf dari semua ya sahabat Maka ee kita nih belum ngaji hikamnya ya. Biar kita ngerti dulu siapa yang mengkaji hikam tadi semua. Kenapa hikmah yang pertama min alamatilt itimadi alal amal? Nah di situ pun sudah gerbang awal kamu harus mati tadi semua. Siapa yang beramal, siapa yang ada? Siapa yang hidup? Kenapa kita disebut dengan tanajulat taayyunat? Apakah kita ini wujudnya Allah? Nah, kita juga harus paham bagaimana kaitannya dengan khulul ittihad. Bagaimana wihdatul wujud, wahdatus syuhud? Maka di sinilah orang-orang banyak salah sangka dalam perjalanannya karena tidak mengerti tauhid dengan sebenarnya tauhid. Apakah semuanya ini Allah? Apa nur Allah? Apakah semua yang gerak makhluk ini perbuatan tadi semua Allah atau hanya nur af'al Allah? Nur asma Allah. Ya, tapi di sinilah memang membutuhkan kajian yang hanya dengan pemahaman. yang harus dipahami dengan rasa dari semua ya Allah nur afal Allah dari semua ya tetapi di sinilah juga harus memahami tentang Muhammad tadi semua sifat al insanu sirri wa sirohu al insanu sirri sifati wasifati la giri nah nah di sinilah juga di sini diajarkan kepada kita nih sebelum kita ngaji hikam ya kita juga diajarkan oleh Tuan Syekh Abdul Qadir adalah bagaimana kita mengamalkan Asmaul Husna semua ya. Karena ee dijelaskan di sini almafatu adalah natijatul asma tauhidi q inlaha taala tisatunas man ah jannah. Allah memiliki 99 nama. Orang yang menguasainya akan masuk surga. Apa maksudnya? Orang yang menguasainya pasti bahagia. Nah, gitu. Menerima surga di mana? Di sini sekarang. Minimal dari sini. Dari semua ya. Makanya ada bahasa ahsaoha, ya. Bagaimana disebut assoha? Itu manusia berakhlak-akakhlak asmaul husna. Tadi Allah arrahman tuh. Jadi jangan yang disebut surga di sini bukan surga. Pada saat kamu penyayang, kamu itu sudah berakhlak Asmaul Husna. Kamu sudah langsung dapat surga. Apa? Ketenangan. Itu ini orang kita ini kan tadi karena belum mati, belum mati konsepnya. Begitu ngomong surga langsung lari pikirannya ke sono. Begitu ngomong bidadari lari pikirannya ke sono dari semua itu. Padahal begitu jelas baik ee apa namanya? Kaul baik firman Allah maupun apa namanya hadis baginda Nabi maupun kaul ulama. Jelas dikatakan bahwa surga yang bisa kamu terima pada saat kamu sudah kenal Allah itu ketenangan, kedamaian. Maka tadi fa'ala bidikrillah tatmainul qulub itu surga. Ketenangan itu. Ngapain cari surga-surga yang aneh-aneh tadi semua? Ya. Nah, akibat kamu sudah sadar maka akan timbul tenang. Pada saat kamu sudah tenang, nah itulah muncul kesenangan. Semua alam ini seolah-olah datang meresponmu. Kamu betul-betul sebagai rahmatan lil alamin. Kami adalah kasih sayang kepada alam ini. Alam ini pun akan membalasmu tadi semua. Maka muncullah nanti teori hukum tarikmenarik. Cinta yang kau tumbuhkan di sini, maka akan datang cinta padamu. Tuh, rasa kaya yang ada di hatimu, maka akan tang tadi. Maka dikatakan adalah ee dikatakan oleh Tuan Syekh Abdul Qadir adalah bagaimana kita mengamalkan Asmaul Husna tadi adalah dikatakan, "Nah, tetapi sebelumnya pahami dulu tempat ruh tadi ya." Jadi tempat ruh jismani ada di dada, tempat ruh rohani ada di hati, tempat ruh sultani ada di fuad, tempat ruh ada qudsi ada di sir tadi semua ya. Ee maka di dalam di dalam Al-Qur'an kulidullaha aidurahmana ayyamun apa? Ayyamun adalahahul asmaul husna. Katakanlah seruha Allah, seruha arrahman semua. dengan nama mana saja kamu seru tadi semua. yang mempunyai nama-nama yang terbaik. Maka bis Allah arrahman arrahim. Nah, dari arrahman arrahim inilah muncul asma-asma yang lain termasuk masa kaya, alghani, almugni, arraza dan lain sebagainya. Maka itulah dari awal pun kita adalah makhluk. Allah itu khaliq. Hubungan kedua makhluk dan khali itu khuluk. Khuluk itu adalah akhlak, sahabat. Ya, maka hari ini manusia ramai di tempat-tempat ibadah, tapi enggak ramai akhlak manusia dalam kehidupan. Maka seharusnya ibadah itu adalah bukan ramai di masjid saja, bukan ramai-ramai umrah saja, bukan ramai-ramai pada saat puasa tadarus saja, tapi bagaimana kita ini berakhlak Allah dan Rasulullah dalam ruang kehidupan ini. Menyayangi, memaafkan. tadi kan tadi asmaul husna kata Abah juga sesungguhnya dari awal pun Allah itu ingin menggelarkan mengenalkan dirinya dalam wujud asmaul husna tadi dalam tadi ya sahabat bagaimana Allah itu arrahman Allah itu arrahim Allah itu al-afu algfar attawwab Allah almuhaimin Allah nama-nama yang indah itu adalah tadi. Maka itulah sesungguhnya ada Adam, ada Muhammad, ada Allah. Si Adam akhlakl karimah, Muhammad akhlak adimah. Tuh, kalau kamu ingin kembali pada Allah, kamu harus berakhlak Rasulullah. Karena Rasulullah sudah berakhlak Allah. Maka dikatakan, wa innaka la khuluqin adim. Hai Muhammad, engkau berhak Allah yang adim. Mana Muhammad pada dirimu? Nah, ini juga kita harus ngerti syariat hakikat. Jangan begitu Muhammad lari aja ke Madinah kamu itu. Padahal ada Muhammad pada dirimu tadi semua. Nah, tadi tadi semua. Maka sesungguhnya Adam maka sebagai makhluk tadi semua ya dan dan Allah sebagai khali semua tadi. Maka ada hubungan antara makhluk dan khali disebut dengan khuluk tadi semua maki. Kata apa? Ada hubungan antara razziq dan marzuk. Ada hubungan antara abid wal ma'bud anau ada hubungan antara khaliq wal makhluk abid wal ma'bud zikir wal mazkur tuh. Maka itulah dikatakan dikisahkan pada baginda nabi yang syariat dikatakan ya Muhammad tadi semua la yadkurullah pada saat mau zikir la yadkurullah illallah pada saat mu salat ya Muhammad anna rbaka usolli akulah tuhanmu yang salat nah it maka pada saat nanti membaca kitab hikam hikmah yang pertama mengertilah tadi semua sesungguhnya siapa yang beribadah siapa yang ada, siapa yang hidup kita ini hanyalah kata Abah juga wujud yang diwujudkan. Maka disebut wujud arad, wujud waham, wujud sangkaan, wujud yang tidak wujud tadi semua ya. Maka inilah yang harus dipahami. Din itu bukan di sisi kita, bukan di sisi wayang, tapi di sisi dalang. Din itu di sisi dalang. Maka melihatnya jangan salah tadi. Kalau seandainya melihatnya salah, maaf ya, ulama sampai 500 itu masih salah memandangnya. Karena dia ada di tadi kata Abah juga selama saya katakan maka kata Abah dalam Abah kaji beberapa belas lembar kitab Ihya kata saya kalau Imam Ghazali itu ada saya akan kasih tahu tidak usah kau bahas itu gitu enggak mungkin itu bisa kita didik sebelum kamu takli sebelum matik sebelum kosongkan dibahas kayak apapun yang namanya Ria yang namanya ujub, yang namanya sumah itu memang karakter sifat dasar sifat zhir. Tadi tidak ada pendidikannya kecuali mati tadi semua. Nah, inilah tadi semua. Maka Abah melihat Syekh Atilah sudah jelas clear pandangannya. Karena Syatilah tentu saja adalah 200 tahun setelah Imam Ghazali tadi semua ya. Tentu saja beliau. Maka kata apa? ulama ya. Kalau kita runut ulama-ulama tauhid dari awal, maka syatahaillah punya pandangan tauhid yang lebih bulat. Setelah itu barulah Imam namanya Syarani dan Ali Alhawas adalah pada kurun 800 Hijriah. Karena Syatilah 700 Hijriah wafatnya. Artinya secara tauhid beliau itu sudah lebih jelas daripada sebelumnya. Kalian itu harus paham itu. Jadi jangan selalu menganggap bahwa yang dulu awal itu lebih cerdas. Enggak. Ini harus dipahami justru dari mereka. Maka tadi kata apa? Tidak ada guru di dunia ini yang ada hanya murid. Setiap guru pasti murid gitu. H semua siapapun sama di dunia ini enggak ada orang tua. Semua anak semua ya. Kamu anak, ibumu pun anak, nenekmu juga anak, buyutmu juga anak. semua inilah sesungguhnya harus dipahami. Nah, maka mari kita konsep yang Allah bawa kepada kita ini adalah wahada yuwahidu tauhidan. Konsep yang dibawa oleh baginda nabi pun sama. Wahada yuwahidu tauhidan. Maka kalau konsepnya tauhid berarti kita harus pegang tiga kaidah dalam tauhid. Syuhudul kasrah bil wahdah. Kita harus jelas memandang bahwa segalanya suhudul kasrah. Memandang segala yang banyak itu adalah hanyalah satu. Nah, tadi kalau selama kau memandang yang banyak itu kepada yang banyak maka pada saat Allah pun sudah nyampaikan bahwa sesungguhnya kullu saiin apa halikun. Buat apa kau pandang sesuatu yang halikun yang rusak dari semua? illa wajahu. Berarti sesungguhnya hanya satu yang tidak rusak adalah Nur Muhammad. Tuh sahabat. Maka wal awal itu Muhammad. Wal akhir pun Muhammad. Wadzahir Muhammad wal batin pun Muhammad. Maka tadi seluruh isi alam ini ada pada Muhammad itu loh bukan Muhammad pada ada isi pada alam ini. Seluruh isi alam ini ada pada Allah tembah. Karena tadi karena seluruh awalu ma khalaqallahu nuri awalu ma khalaqallahu ruhi. Berarti ruh seluruh Muhammad itu ada pada nurnya Allah tapi ruhnya seluruh makhluk itu ada pada ruhnya Muhammad. Paham itu? Ya. Maka di sinilah cara memandang semua ya. Jadi jangan suka libut fulul itu tadi karena kamu menganggapnya tadi Allah ada pada Maka tadilah yang harus kita ee harus jelas sesungguhnya seluruh makhluk ini ada pada Allah tapi setiap makhluk itu punya irisan dengan Allah tapi yang nyata Allah itu cermin Allah itu wujud Allah itu pada Adam itulah kenapa rahasia al insanu siri wa an sirohu al insanri wasirri sifati Ya, sahabat. Karena ini kalau enggak ngerti begini, konsepnya juga berpengaruh pada surgamu, pada kebahagiaanmu, pada duniamu, pada akhiratmu. Kenapa? Kenapa baginda Nabi dari awal pun awalu dini makrifatullah? Karena berpengaruh. Karena kalau enggak kamu tuh semuanya mengharapkan senang. Enggak mungkin senang kalau enggak ada tenang. Enggak mungkin tenang kalau kecuali sadar. Sadar kekosongan diri kita. Sebenarnya diri kita ini adalah tidak ada. Nah, inilah yang harus kita aji sekarang tadi semua. Baru kita ngerti nanti hikam siapa nanti yang beramal tuh tadi semua. Nah, barulah nanti kamu ngerti ya nanti setelah hikmah yang pertama nanti kamu akan mengerti hikmah yang kedua. Bagaimana sesungguhnya di hikmah yang kedua itu adalah ada dua kelompok manusia asbab dan tajrid. Nah, tapi juga orang juga kalau enggak ngerti enggak ngerti siapa yang asbab. Yang asbab juga Allah, yang tajrid juga Allah. dari semua ya. Maka sesungguhnya setiap orang itu maka maka di sinilah perbedaan pandangan antara Imam Syafi'i dan Imam Maliki dalam urusan rezeki, dalam urusan ilmu, dalam urusan salat sunah. Maka Imam Maliki tidak memasukkan niat salat itu pada rukun. Imam Syafi'i memasukkannya pada rukun. Imam Maliki memandang segalanya secara tajrid. Tapi Imam Syafi'i memandang segalanya adalah asbab dari semuanya ya. Nah, di sinilah kita harus memahami tadi semua, tetapi yang harus benar bagaimanapun tadi lumampah ulah ngalengkah mau dibuat oleh Allah pada makam tajrid maupun di makam asbab harus mampu melihat Allah pada tajrid, harus mampu melihat Allah pada asbab dari semua ya pada saat asbab ngap oh saya mah bukan tajrid sama asbab saya harus kerjaah yang kerja kamu itu salah semuanya ya maka kata apa semua makam itu tajrid tergantung pada geraknya tadi semua Ya, yang intinya adalah mampu melihat Allah pada segala perkara, pada yang diam, pada yang bergerak, pada yang baik, pada yang buruk. Itu saja sebetulnya ujung-ujungnya dari awal pun kan untuk mengenali semua ya. Dan sahabat Abah sampaikan enggak usah takut dengan Allah gitu ya. Tidak usah takut murtad, kufur Allah itu baik tadi semua ya. Pegang prinsip Yunan almisri. Inilah orang-orang yang akhirnya tidak mengenal Allah. Takut. Takut. Nah, ini ya ingat sahabat kata Junun Almisri, "Aku lebih baik murtad, aku lebih baik kufur daripada aku tidak pernah mengenali Tuhanku." Maka di sinilah yang akhirnya sahabat hari ini kehancuran Islam itu karena manusia sibuk di ruang ibadah tapi tidak adalah saleh di ruangan ibadah tapi tidak saleh di ruang kehidupan hari ini tadi semua ya akhirnya manusia itu terjebak pada ritual tetapi tidak pernah merasakan kehadiran Tuhan pada wujud orang lain pada dasarnya di sinilah sesungguhnya pelajaran kepada kita semua maka Ya, kenapa di dalam kisah kita dalam Al-Qur'an itu dikisahkan tentang Ayub yang bebas dari penyakit kulit? Kata Abah juga kalau orang yang mau tadi wala yusyrik biibadati rbihi ahada kalau ingin menempatkan Allah tu laisa kamislihi jangan ada yang kau pandang yang bukan Allah itu saja semuanya sahami semua. Apakah semuanya Allah? Allah selama kamu enggak tunjuk lah. Itulah makanya fungsi menunjuk ini penting. Begitu kau tunjuk pasti bukan Allah. Maka di sini adalah tentang bagaimana kamu memahami dengan rasa apapun yang kau lihat. Walillahil masriq wal maghrib. Pada Hindu, pada Buddha, pada anjing, pada kambing, pada apapun, pada batu, pada apapun semuanya hanya utusan Allah itu wujud. Bagaimana wujudnya Allah? tergantung yang diutus gitu. Ada wujud pada kerikil, ada wujud pada pasir, ada wujud pada manusia, ada wujud pada malaikat, ada wujud pada genderowo, ada wujud pada batu, pada apapun. Walillahil masriq wal magrib fainama tuwalluama wajhullah. Adapun permukaan luarnya hanyalah walat dunya illaul tadi semua tadi. Adapun luarnya alwan semuanya adalah hanyalah tipuan, hanyalah pat morgana hanyalah buat uji kamu tentang tadi. Maka siapapun diri kamu yang ingin belajar menujunya tentu pada saat kamu salah memandang maka gagallah perjalananmu itu. Maka tadi perjalanan Allah dari lailahaillallah dulu. Itulah yang 12 mata air yang terpancar yang dipukul tadi adalah yang dipukul oleh Musa tadi semua ya adalah 12 mata air yang dipukul oleh Musa itu adalah berkaitan dengan tadi adalah berjalanlah kamu dari laahaillallah sebenarnya kita ini kanallah Lailahailla, laahailla anta lahailla anna. Itu empat. Kalau mulki, malakut, jabarut, lahut. Tadi tempat ruh jismani ada pada pada dadamu. Tempat ruh rohani ada pada hatimu. Tempat ruh sultani pada puadmu. Tempat ruh qudsi ada pada sirmu. Maka di empat itu pada syariat, pada tarekat, pada hakikat, pada makrifat, pada jasad, pada hati, pada itulah istilah-istilah saja sebetulnya. hanyalah rest area, rest area, rest area semuanya. Tetapi hakikatnya satu, sahabat ya. Seperti kelapa ada sabutnya, ada batoknya, ada dagingnya, ada minyak keletik yang tersembunyi di dalamnya yang membutuhkan kamu untuk mengolahnya menjadi minyak keletik dari semua. Ya. Nah, ini ya juga sama. Jadi, Abah berikan peroloh dulu supaya ngaju hikam itu supaya kamu ngerti. Jangan sampai kamu se kayak tadi kata Allah, sehebat-hebatnya kamu. Tidak mungkin sahabat sampai Allah mengatakan, "Fawailu lil musallin." Nanti kamu harus salat, nanti kamu harus zikir, nanti kamu harus puasa, nanti kamu harus haji. Selama di gerbang awalnya gagal. Maka syatailah nanti menjarkan, bagus bidayahnya akan bagus nihayahnya. bercahaya di awalnya akan bercahaya di akhirnya dari semua. Nah, inilah maka kenapa hikmah yang pertama itu adalah min alamat alal amal nuqson wudualal. Nah, bagi orang yang sudah berpegang pada hikmah yang pertama tadi sudah tidak ada lagi keraguan pada hatinya. Mau ke kanan silakan, ke kiri silakan. Ya, mau dalam keadaan amal dia tidak akan menuntut Tuhan. maupun dalam keadaan dosa tidak akan berhenti berharap pada Tuhan. Tuh kalau dia ngerti Arjuna itu yang menggerakkan adalah dalang, maka dia juga mengerti yang menggerakkan Rahwana juga dalam tuh. Itu di hikmah pertama dulu harus dibangun tadi. Tapi itu hanya akan bisa kamu pahami kalau kamu sudah bebas dari penyakit kulit. Karena selama kamu tidak bebas dari penyakit kulit, kemudian penyakit kebutaannya Yakub, dan selama kamu belum keluar dari perut ikannya Yunus, tubuhmu itu selama kamu belum keluar dari guhanya Ashabul Kahfi, inilah gua Ashabul Kahfi, kita kitmirnya itu. Ini si Kitmir nih. Nah, gitu. Maka kisah Ashabul Kahfi itulah kitmir. Seolah-olah begitu tubuh kitalah kitmir itu gitu. Nanti sahabat yang setelah imsak saum di Ramadan tadi semua barulah Kitmir itu masuk surga. Bahasanya begitu ya. Setelah 300 dan 9 tahun semuanya. Nah, walaupun kita empat lapis sahabat maka di situlah kenapa kata Abah adalah bahwa sesungguhnya ee adalah tentang lailahaillallah itu 12. Muhammadur rasulullah itu 12 huruf. Maka kita harus pahami tentang 12. Islam pada tubuhmu lima, iman pada hatimu enam. Tadi kan masuk ke dalam ihsan pada sirmu adalah satu 12 tadi semua. Karena kamu hidup pada zahirmu 12. Muhammad Rasul Allah pada zir sebagai badrun yang harus dikawinkan dengan samsun adalah lailahaillallah tadi semua. Maka untuk bisa mengkaji hikam harus tadi semua tujuh amaliah yang Abah sudah ajarkan di perut, di dada, di kepala. Sirun iblisiah, sirun Muhammadiyah, sirun ilahiyah. Barulah kamu itu sampai kepada tadi dari mulai lailahaillallah masuk kepada Allah masuk kepada hu masuk kepada hayyun masuk kepada qayyum masuk kepada wadun masuk kepada wahin masuk kepada jabbar qohar apa namanya masuk pada wahab masuk pada muhaim masuk pada basit itulah 12 mata air yang terpancar tadi kepada kaumnya Nabi Musa itu, sahabat ya, 12 mata air yang ada pada dirimu itu dari semua. Ya, kalau enggak begitu berarti apapun yang kita lakukan maka wahum yasabuna annahum yusinuna sunah sahabat. Ya. Nah, itu saja barangkali sebagai peroloh dari Abah untuk sebagai karena hikamnya mudah sebetulnya kalau sudah ngerti hakikat mah. Kalau sudah ngerti hakikat ngegrolong saja baca hikam ini. Karena ini tentang dirimu tadi semua ya. Maka mari kita adalah kita ngalap berkah kepada Syatillah. Marilah kita baca adalah kepada Syekhilah Askandari Fatihah suratul fatihah kepada musonif pada mualif yang menurut Abah adalah beliau adalah orang Mesir dan dikuburkan adalah di Bukit Mokattam adalah di Mesir sahabat. Dan kalau Abah adalah luar biasa. Sampai ada ulama berkata, "Seandainya kalau seandainya boleh saya itu salat dengan hikam, maka saya sangat suka dengan membaca hikam." Memang jujur Abah akui ini hikam ini adalah beliau sudah almutu qobla anta mutu. Walaupun tarekat beliau sajaliah, sajiliah tidak masalah tembap tarekiatnya. Tapi jelaslah di sini betapa dalamnya adalah ee apa namanya? Betapa jernihnya hati Syekh Atailah Askandari. Kenapa? Karena dia sudah mati, sahabat. Itu saja. Maka mari kita lihat sahabat sebagai untuk e ngebuburit buat kita adalah bismillahirrahmanirrahim. Kita baca dulu suratul fatihah. Alfatihah. Auzubillahirrajim. Bismillahirrahmanirdinatal mustaqimathalladzina anamta alaihim giril magdubi alaihim waladin. Ayo setelah kamu lepaskan bajumu tadi semua, aku empat, aku tiga, aku dua, tidak berjalan tumatamadial jalal diada. Tanda bergantung pada amal adalah berkurangnya harap. Nah, inilah berarti yang beramal masih ada pada sisi dirimu itu tadi semua ya. Jadi kita ini harus mengerti bahwa innadina indallah agama itu di sisi Allah bukan di sisi agama itu di sisi dalang bukan di sisi wayang. Itulah din dari semuanya indallah di sisi Allah berarti. Maka di dalam salat di dalam apa itulah kenapa harus ada tubadil tadi semua ya berubah dari isim fa'il ke isim maf'ul tadi tadi. Nah tapi tidak mungkin kamu berubah kepada isim fa'il ke isim maf'ul sebelum kamu mentauhidkan Allah. Wahada yuahidu tauhidan. Mustahil kamu bisa mentauhidkan Allah kecuali kau bebas dari penyakit kulit. Semua tadi sudah tiada lagi Kristen, Hindu, Buddha semuanya. Kamu harus siap di situ ya. Hari sem tidak ada lagi adalah semuanya semuanya. Ke mana pun kau hadapan, kulaiin halikun illa wajahu. Berarti yang kau pandang sekarang hanyalah Muhammad. Ke mana pun kau hadapkan hanyalah Allah pada wujud Muhammad pada rupa Adam. Nah, ini harus dipahami dulu ya. Akhirnya nanti dalam dalam tadi kalau sudah begitu nanti kamu akan berguna dalam dalam apa namanya akan saleh secara sosial hari ini. Karena adanya di sisimu surganya masih di sono maka tidak ada saleh sosial semua. Walaupun kamu bicara takut neraka, ingin surga tetap aja kamu bahil dan pelit t semua ya. Karena agama di sisimu kaulah pelakunya tadi semua. Ya, inilah yang harus dirubah. Bicara hikam berarti bicara hakikat. Maka sudah pindah dari isim fa'il ke isim maf'ul. Dari wayang, dari dalang kepada wayang semuanya ya. Ke mana si wayang sudah lebur dari sem karena si wayang sadar dia hanya tajaliat tadi, taayyunat dan tajalliat tanajulat tadi semua ya. Tajaliat tanajulat taayyunat daripada si dalang. Apa yang ingin diperlihatkan si dalang pada dirimu? sifatnya apalagi asmanya tadi semua. Maka kalau ingin lebur pada dalang kita di dunia ini memerankan tadi semua ya. Maka tadi Tuan Syekh Abdul Qadir sudah bahas dalam Sirul Asrar maka berlakulah berakhlaklah kita berakhlak asmaul husna ini semua ya. Begitulah sahabat ya. Maka maka kalau seandainya dijelaskan bergantung kepada Allah adalah sifat orang-orang yang mengenal dan mengesakannya. Makat ada tawajuh, tafakur, tazakur, tawakul. Inilah yang hikmah yang pertama ini diajak kepada kita empat lapis tadi. Tawajuh, tafakur, tazakur, tawakul. Berarti kita sudah kalau begitu sekarang yang kita lakukan adalah apa yang akan dilakukan dia, bukan apa yang akan kau lakukan semua. Ya, sahabat ini bicara tentu saja konteksnya beda dengan syariat sahabat ya. Karena hikam itu adalah konsep hakikat semuanya. Berpindah dari isim fa'il ke isim maf'ul. Berpindah dari yang salat tadi wayang, sekarang yang salat dalang. Berpindah yang tadinya yang kerja itu wayang, sekarang yang kerja itu dalang. Berpindah yang tadinya yang berbuat itu wayang, sekarang yang berbuat itu dalang. Sok hasilnya akan beda tuh ya. Hasilnya akan beda sahabat semua, ya. Maka inilah hikmah yang pertama adalah sebagai ciri tandanya orang yang apa namanya apa tidak bersandar pada amal adalah bagi dia sama saja. Bagi dia sama saja kata Abah juga bagi dia sama saja antara baik dan buruk. Bagi dia sama saja antara kiri dan kanan bagi dia sama saja ke mana pun di tubuhnya digerakkan, dia hanya melihat perbuatan dalam. Sahabat inilah hikmah yang pertama. Kalau kamu ingin menerapkan hikmah yang pertama ini, marilah kita leburkan dirimu tadi semuanya. Ya. Maka yang kedua adalah bagaimana kita meleburkan sesungguhnya adalah dikatakan adalah ejhaduka apa namanya keinginanmu untuk meninggalkan semua urusan dunia. beribadah. Inilah kebodohan tadi. Makanya padahal Allah menempatkanmu pada makam asbab tadi semua. Inilah selama ini konsepnya salah. Maka ada mengatakan jadi supi harus miskin dari mana tadi? Karena kamu itu berada pada sisimu. Enggak ada jadi supi itu harus miskin. Semua bukan harus miskin, harus kaya sesungguhnya. Karena kamu tidak mengerti bahwa sesungguhnya yang ini semua adalah yang dunia ini sebenarnya adalah akhirat. yang sebetulnya makhluk ini khalik tadi nanti dalam hikmah yang selanjutnya abah wis menangkan Allah laka kepadamu anuro untuk melihat ma yang berkaitan pada dirimu dan di luar dirimu fil mukawanat sebenar-benarnya mukawan itu kawan ternyata sebenar-benarnya marzuk itu adalah raz mencari rezeki itu adalah sebetulnya adalah tadi yang memberi rezeki sebenar-benarnya adalah makhluk itu khali nanti itu kamu akan mengerti tadi semua ya di situ jangan kamu tidak akan hanya bagi orang yang enggak paham yang mengistilahkan ittihad hulul dan lain sebagainya ya makanya di dalam di hikmah ini ada irodatuk tajrida maqtillah iakail asbabi itu minyahwatiliah iya tadi semua karena kamu menganggap tadi semua bahwa meninggalkan semua urusan dunia melulu ibadah salah kamu itu rahmatan lil alamin yang dimaksud asbab di sini Ah, lumampah ulah ngalengkah init bari cicing enggak ngejar-ngejar cari apa namama bawa obor cari api. Nah, ini tadi semua artinya bahwa apapun mau diammu tadi maupun gerakmu kamu menyaksikan Allah. Rukyatullah pada diam dan gerakmu itu. Jadi menyaksikan dalang pada Arjuna menyaksikan dalang pada Rahwana semua ya. Rahwana yang bisa menyaksikan dalang dia akan surga. Tapi Arjuna yang tidak mampu menyaksikan dalang pada amalnya neraka. Sahabat ya tadi semua. Maka yang disebut dengan tajrid adalah pada saat Rahwana melihat rah dalang pada perbuatan yang tidak baiknya itu. Tapi inilah sahabat yang harus dipahami juga tentang ini juga kata Abah juga ini hanya tentang dongeng Allah semuanya tadi semua. Maka dia dengan jalalnya, qoharnya, jamalnya, kamalnya ingin sempurnalah di alam kehidupan ini semua. Ya, marilah kita memandang dengan benar melihat Allah pada segala af'alnya, pada apapun itu semua. Itulah dalam kitab Tijan, dalam kitab Dasul Baroahin, dalam kitab apa namanya? Ee Kifayatul Awwam adalah wahdaniat fil af'al. Wahdaniat fil af'al. Suhudul kasrah fil wahdah pada af'alnya. Syuhudul kasrah fil wahdah pada asman. Syuhudul kasrah fil wahdah pada apa namanya? Sirnya tadi semua ya tadi itu yang harus dipahami. Jadi jangan sampai bahwa orang asbab itu bukan inilah ini juga apaah. Keinginanmu untuk taj meninggalkan semua urusan dunia dan mel ibadah. Inilah kesalahan itu semua. Bahkan akhirnya kamu memilih-milih bahwa tahajud itu ibadah, tapi kantor itu enggak ibadah. Akhirnya malam tahajud siang di kantor mencuri semua ya. Karena kamu tidak memandang dengan benar kepada segala persoalan dari semua ya. Coba kalau metodologi Abah ini diterapkan, orang pasti akan sugih, akan bahagia, akan tenang bagaimanapun kondisinya dan pasti akan makmur negeri ini. Daripada terus ngajak berbuat baik gitu, tapi tidak.
Tidak melakukan kebaikan itu sendiri tadi semua ya. Maka barang siapa menginginkan nihilnya kesibukan dengan sebab-sebab duniawi, padahal Allah menempatkannya di makam itu adalah dengan artinya tidak mampu melihat Allah pada perbuatannya ya, tidak mampu melihat Allah pada af'alnya maka dia rugi sahabat ini semua ya.
Kan pada dasarnya tadi kata Abah juga orang maksiat melihat Allah taat tadi semua itu orang taat enggak melihat Allah maksiat ini harus harus memahaminya supaya kita mengerti sebenarnya yang ditunjukkan di dunia ini adalah tentang af'alnya. Wallahu khalaqokum w tamalun. Dan Allah mencintai dan Allah ada menciptakan semua dan apa-apa yang kamu lakukan.
Nah, walaupun nanti kamu sepedakan ada ada peranmu di dalam ada jasad, maka pada saat ada hati dari semuanya ada jiwa dari semua ya, pada saat jasad berarti sepenuhnya kita ini yang berbuat salah itu si jasad itu sendiri sahabat ya. Maka, makanya sebaliknya dikatakan ya kacamatanya dipakai enggak jelas, enggak dipakai juga enggak jelas ya. Dan ada bagian ee sedangkan keinginan kepada sebab-sebab padahal Allah menempatkanmu di makam tajrid ada penurunan cita-cita yang luhur tadi.
Tidak mampu melihat Allah pada salatmu, tidak mampu melihat Allah pada maksiatmu, tidak mampu melihat Allah dalam tahajudmu, tidak mampu melihat Allah pada duhamu, kau yang lihat dirimu saja saya saleh. Inilah yang Abah katakan tadi semuanya itu bisa dihancurkan oleh iblis selama yang berada diri kita. Itulah sahabat.
Kenapa Syekh Atilah mengajak dari awal? Jangan bersandar pada amal, bersandarlah pada yang nyuruh amal. Jangan bersandar hanya kepada Quran, tapi lupa pada pemilik firman. Bersandarlah pada pemilik firman sebelum kau bersandar pada firmannya. Jangan kau mentuhankan agama, tapi tuhankanlah Allah. Jangan tuhankan Al-Qur'an, tapi tuhankanlah Allah. Semua ini yang diajak oleh syatuillah.
Maka janganlah kita, maka Tuhan Syekh Abdul Qadir adalah menjelaskan begitu rinci kepada kita adalah adalah pahanut ruhul jismaniun minal. Dikatakan di sini adalah dikatakan adalah eh dikatakan adalah inallah witrun yuhibbul witali ri tanpa ri tanpa sumah tanpa sombong. Karena selama kita yang ada pasti ria. Selama kita yang ada pasti sombong. Selama kita merasa berilmu, kita sombong dengan ilmu. Selama kita apa? Beramal pasti sombong dengan amal. Selama kita yang ada semuanya itu mudah dihapuskan oleh iblis sahabat. Maka di sinilah dari awal sayaah mengajak kita pada jalan yang lurus tadi semua ya. Jangan salah memandang kalau mau tadi semua ya tadi semua.
Maka yang Abah sampaikan kata Abah juga, silakan kalau yang mau masuk pada makam hakikat maka untuk berpindah tu badil tadi semua ya. Maka dalam salatnya ada ada rukun takdir, ada qasad, taarud, taid, ihram. Nah, ihram itulah tutup dirimu. Sebenarnya kita ini disuruh oleh Allah pun hakikat, oleh Nabi Muhammad pun hakikat. Maka salatnya takbiratul ihram. Ihramlah, tutup dirimu supaya akbar Allah itu setelah hilang dirimu. Allahu Akbar. Tidak ada Allahu Akbar selama yang salat kamu gitu loh dalam segala hal sahabat dalam salat.
Maka akhirnya tadi bagi orang yang sudah hakikat semuanya menjadi salat. Duduk pun salat di apapun salat ke kantor pun salat melihat salat mendengar salat karena asalat itu liikri. Berarti duduk pun adalah zikir, ke kantor pun zikir, ke sawah zikir, ke kebon zikir. Itulah yang Abah katakan pada saat sudah mengerti hakikat tawajuh, tafakur, tadakur, tawakul, maka ke mana pun kamu yang kamu lakukan adalah hanyalah salat dan zikir dan sekaligus doa. Karena asalat, adua azzikir juga adalah assalat asalat adua berarti doa salat zikir sudah nyatu pada dirimu. Sahabat maka di sinilah sesungguhnya mari kita mari kita apa namanya di bulan Ramadan ini belajar mengosongkan diri dari semua hanya yang kosong bisa diisi.
Khali apa itu yang harus ditakhalli? Bukan membuang sifat madmumah diseman orang takhali buang sifat mahmud e madmumahli masukkan sifat mahmudah tapi yang ada kamu ya enggak bisa. Inilah yang dibahas oleh Imam Ghazali tadi semua ya. Seharusnya matikan dirimu. Takoli itu almutu qblutu takoli buang tadi aku tidak ada. itu takoli kosongkan karena hanya gelas kosong yang bisa diisi, hanya piring kosong yang bisa diisi, hanya botol kosong yang bisa diisi, hanya ruang kosong yang bisa diisi. Tadi semua maka kosongkan dari pengakuan. Tapi ini masalahnya manusia ini kan ingin viral, ingin ini, ingin itu. Nah, itulah persoalannya. Maka kamu terjebak ingin jadi ketua anu, jadi pemimpin anu, itu ingin jadi mursyid, ingin jadi guru. Ha, itulah tidak mungkin kau bisa sampai kepada selama kau enggak kosong dari semua. Ya, kalaupun diisi ilmu, jadilah barsiso. Kalaupun dicari harta ah jadilah Qarun dan Salabah. Kalaupun dikasih jabatan, jadilah Firaun. itu istilah Allah kepada orang yang tidak kosong semua ya sahabat itu saja sebenarnya.
Makanya hikmah yang pertama dan kedua ini insyaallah kita besok akan lanjutkan karena tadi abah hanya perolohnya dulu tadi bagaimana kita adalah harus kosong takli takli karena dia akan tajali tajali itu maka tadi tajallat tanajula taayunan semua enggak usah cari ilmu sebetulnya bahkan tadi kenapa nazala dan apa namanya anjala agak tadi ya tadi kenapa orang yang kemarin Abah sampaikan bahwa sesungguhnya mereka teman-teman kita ini ada yang hafal Al-Qur'an sahabat ya. Hafal Al-Qur'an. Tadi saya ada WA dari siapa ini tadi semua ya? Bahwa lagi tadi satu orang yang dia bah tiba-tiba kok saya tadi anak saya menguji kok saya jadi hafal Al-Qur'an. Nah, inilah sahabat yang harus kalian pahami. Karena hanya dengan kosonglah Quran itu ada semua ya. Maka ee tadi siapa ya yang bilang ke Abah itu? Cuma tadi cuma syaratnya tadi adalah makanya ada ada mati thabi'i, ada mati maknawiyah, ada mati syiri, ada mati hisi. Itu yang harus dilakukan selama Ramadan. Mengosongkan tadi semua. Kalau enggak gitu ya tadi ya semua ya belajar kayak apapun kamu tidak mungkin. Apalagi mengenal Allah mustahil mengenal Allah kecuali kamu dengan konsep almutu qobla anam mutu tadi semua. sama mustahil kamu memahami hikam menerapkannya pada tubuhmu kecuali kamu sudah mati tadi semua ya. Nah, ini yang harus di dipahami ya sahabat tadi semua nanti tempo hari coba silakan dicek abad tentang mati thabii itu gimana, mati maknawi itu gimana tapi semuanya sama tadi semua karena tadi Abah sudah membahas tadi semua adalah ee apa namanya tentang tempat-tempat ruh pada diri, tempat-tempat kiswah unsuriah empat lapis pada diri semuanya ya. Ada amaliahnya tadi dengan 12 mata air yang terpancar pada saat Musa memukul batu itu. Bagaimana cara mendatangkannya? Dengan menekuk lidah, merapatkan gigi. Selalu amaliahnya itu mematikan dirimu dari semah ya. Menjadikan dirimu adalah objek. Karena Nabi Muhammad yang agung sekalipun dijalankan oleh Allah selama dia menjadi objek semua. Kenapa dia harus menjadi objek? Karena Nabi isbat. Kalau kamu yang ada, Allah enggak ada. Siapa yang menjalankan kamu? Akhirnya kamu berjalan sendiri menuju Tuhan. Mustahil. Itulah mustahil kamu bisa melihat Allah. Betul. Jangan. Betul. Tapi sebenarnya kamu bisa melihat Allah di sini dan di mana pun semua. Kalau kamu yang bukan kamu, maka innakum lantarakum hatta tamutu itu di situ sahabat. Maka hikmah-hikam yang kesatu dan kedua adalah masih beriringan. Termasuk nanti hikmah yang ketiga adalah bagaimana adalah sawabi himamul himam sekuat apapun keinginanmu merubah enggak mungkin selama yang ada itu kamu adalah kamu enggak mungkin semua ya pahami itu karena konsep dari awal pun daripada Allah itu nafi isbat makanya tadi konsep 12 mata air itu lailahaillallah masuk kepada Allah masuk kepada hu masuk kepada hayyun Allahu hayyun Allahu Qayyum Allahu wadud Allahu wahid Allahu jabbar Allahu qohar Allahu wahab Allahu muhaimin allahu basit 12 mata air semuanya ada pada dirimu. Lailahaillallah melepaskan tubuhmu. Maka tadi mandi yang sudah AB ajarkan. Lepaskan keakuan dirimu pada aku empatmu. Itulah kunci gerbang pertama. Maka jangan ingin dikenal t semua kosongkan dirimu. Lepaskan. Sembelih egomu itu tadi semua ya. Kalau masih ingin diakui, saya kiai, saya ulama, saya ketua anu, ketua makin jauh semua ya dari semua. Silakan jadi apapun termasuk jadi presiden selama kamu sudah almutu qobla anutu. Ya silakan kamu jadi orang kaya selama kamu sudah almutubu qblutu. Kamu akan bebas dari Salamah dan Qarun. Silakan kamu isi dengan ilmu selama kamu sudah bebas daripada pengakuan keberadaan sudah ya. Maka sekarang kamu akan bebas dari panggilan barsiso tadi semua. Ya itu ya sahabat konsepnya dari awal pun tadi. Maka pergerakan kita ini adalah dari sirun iblisiah di perut, sirun Muhammadiyah di dada sampailah kepada kepala sirun ilahiyah. Inilah sidrah almuntaha. Kesadaran tertinggi pada pada jidat kita semua, pada kepala kita semua. Maka di hikmah yang kita ketiga sekalipun menggebunya tekad tidak akan tidak akan bisa karena tadi walaupun sebetulnya ma nafasin nanti di hikmah berikutnya min nafasin qodarunika setiap napas yang kau lakukan ada takdir yang kau buat inilah bahayanya kalau kita enggak belajar dari dari awal mempanakkan diri semua ya. Jadi di hikmah yang ketiga sama masih spiritnya sama tauhid semuanya yang spirit yang keempat adalah sama lagi. Maka spirit yang keempat kepada kita ari nafsaka minadbir bihirirsika. Istirahatkan dirimu dari mengatur apa yang telah dilaksanakan oleh selainmu. Untuk dirimu tidaklah perlu kau laksanakan lagi. Nah, di sinilah jangan pacorok dalang gawe kamu kerja wayang tadi pada saat kerja dalang kamu sudah percaya pada dalang kamu enggak usah kerja sebetulnya bukan enggak usah kerja lihatlah itu sebagai perbuatan dalang pada dirimu. Itu yang disebut tubadil itu. Itu yang disebut dengan ihram itu. Maka ada takbiratul ihram. Enggak mungkin kamu bisa salat sebelum kamu ihram. Kalau enggak salatmu itulah mengajak berantem sama Allah. Itulah kata dia fawail musin dari semua baiti illaanab. Salat tapi diadab oleh Allah. Salat tapi celaka kalau tidak ngerti konsepnya. Itulah Nabi Muhammad dikedah ya Muhammad anbaka usoli. Itulah Nabi Muhammad dijelaskan oleh Allah tentang menangnya perang Badar. Wita idita wakinlahah. Siapa yang melempar Muhammad? Nah, itulah sahabat. Betapa pentingnya adalah tubadil ini. Betapa pentingnya berganti peran dari isim fa'il ke isim maful ini. Itulah kenapa Allah menggunakan laka tadi alam nasroh laka shodr tuh. Kenapa shodrq itu mudof ilaih diah ya? Kenapa a itu istifham laka? Dada siapa? Nah sudahkah dibelah dadanya? Karena ruh jismani ada pada dadamu, pada tubuhmu itu pada dadamu. Ini semua ruh sultani ada pada hatimu. Ee ruh ee apa namanya? Ee rohani ada pada hatimu. Ruh sultani ada fuadmu. Ruh qudsi ada pada syirmu. Tuh ada empat lapis tadi ya. Dan semuanya bisa disatukan dengan menengkuk lidah, merapatkan gigi dari semua. Maka bukan masalah pergerakan tubuhmu, bukan berapa-berapa banyak rakaatmu, bukan berapa ribu kali khatam Quran sebenarnya kalau ngerti konsepnya siapa. Siapa yang melakukannya tadi tadi semua si wayangkah apa si dalangkah tuh hadis itu masalahnya t semua. Maka inilah konsep yang sudah dibelokkan oleh Zionis pada kitab-kitab Islam sehingga seolah-olah Islam didorong melakukan amal tapi oleh dirinya. Akhirnya hari ini amaliahnya banyak, masjidnya ramai tapi dampaknya enggak ada sama sekali. tadi semua ya kadang-kadang bahkan tidak ada seolah-olah hilanglah Tuhan tadi semua bertuhankan amal bertuhankan Quran, bertuhankan hadis tapi tidak bertuhankan Allah. Inilah persoalan hari ini. Itulah baginda Nabi sudah mengajarkan dari awal kenapa kita ini harus adalah awal dini makrifatullah. Kata ulama, awalu wajibin alal insaniq. Awal yang wajib kepada setiap orang mengenali siapa makbud, siapa abid, siapa roziq, siapa marzuk, siapa abid, siapa ma'bud, siapa tadi apa namanya ee khaliq dan siapa makhluk tadi semua ya. Supaya pada saat ini siapa zikir, siapa madkur. Nah, ini sekarang orang zikir ngerasa zikir lagi. Nah, di sinilah persoalan sahabat ya. Mari itu saja barangkali untuk tiga hikmah yang Abah bahas tadi semua. apa karena sudah sering dibahas. Enggak usah terlalu detail lah tadi, tapi intisarinya pahami siapa yang berbuat kita ini. Ya, maka istilah-istilah bahasa Tuhan, bahasa Rasul harus dipahami. Tentang bumi, tentang dunia, tentang akhirat, tentang bumi, tentang langit dan lain sebagainya. Karena jangan sampai salah memandangnya. Sampai lagi ada oh orang kafir itu lagi adunya si orang Islam itu kan sekarang memang lagi dipenjara nah itulah ketololan lagi. Akhirnya belangsak lu di dunia belangsak di akhirat lebih belangsak karena kau menganggapnya begitu padahal maksudnya adunya sidul mukminin itu bukan itu. Bukan dunia di luar dirimu itu. Badanmu itulah dunia inilah yang harus dipahami selama ini. Bahkan ulama dulu pun salah pandang kalau menurut apa karena dia sibuk mengatur bab ibadah tapi lupa pada yang menyeruh ibadah. Dia sibuk bikin rangkaian resep masak tadi semua, tapi dia tidak mengerti untuk siapa dia masak, siapa yang memasak. Nah, inilah ini. Sahabat sehat semua? Mohon maaf. Marilah kata apa? Di Ramadan ini kita belajar mengosongkan diri. Di Ramadan ini kita belajar insan. Itulah kata Allah asumul wazim saum itu untuk marilah kita belajar adalah kenapa sih kita harus mengotot yang ada itu kita kenapa sih kita harus ngotot kita ini harus terkenal kenapa sih ngotot gitu loh marilah kita ritu billahi rabba ridalah pada Allah kita ada yang diadakan kita pada tujuan Allah bukan pada tujuan kita tapi kalau kita berjalan pada tujuan Allah pasti kita bahagia. Karena kita menjadi abid yang kenal dengan makbud. Kita marzuk yang kenal dengan razik dari semua. Itulah sahabat. Ya itu saja. Mohon maaf terus kekurangan sekali lagi adalah Abah bukan mengajari siapapun semua. Maka kata Abah juga, "Ja orang suka salah t apa yang Abah ajarkan itu adalah sesungguhnya adalah mari syariatmu itu kawinkan dengan hakikat semua ya kalau enggak begitu sia-sia dan itu kata Allah tadi semua ya dan apa menyaksikan sia-sia itu kan tadi dari apa dari kematiannya yang ternyata tidak berhakikat manusia itu tadi yang kedua sia-sia dari apa? Coba kamu saksikan nanti, ya. Ternyata yang ramai baca tadarus itu bukan dia. Ternyata yang ramai tarawih itu tadi semua inilah semua ya enggak sadar semua ya pada saat kamu menempatkan pada tubuhmu justru iblis dari awal penciptaan Adam sudah berikrar semuanya aku sesatkan. ibadhum alin kecuali yang sudah hakikat kecuali yang sudah ikhlas ukhlas siapa mukhlas yang sudah almutu qoblautu siapa yang mukhlas yang sudah kosong dia sudah takli keberadaan dirinya semua hanya dengan takhali hanya dengan kosonglah segalanya akan masuk sahabat ya itu saja mohon maaf kururan wallah muwafi Amalaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ya, Mas Andri ya. Abah hanya untuk mengisi waktu saja tapi tidak tiap sore ya. Kapan pun ada waktu Abah akan isi. Kalau enggak ada ya sudah semua ya. Karena Abah ingin selama Ramadan ini lebih belajar imsak tadi semuanya. Ayo latih kita imsak tadi semua ya. kita ini bukan hanya makan menahan makan minum saja tadi. Jangan sampai kata Nabi, banyak orang yang saum tapi iftar. Tapi ada yang iftar tapi saum. Nah, paham itu ya? Ada yang iftar berarti ada yang makan minum tapi dia mampu menahan keberadaan wujudnya. Pahami ya? Jangan salah paham. Nanti kamu baru aja belajar syariat sudah meninggalkan puasa lagi semuanya. Ya, mohon maaf kurangan. Terima kasih sekali lagi ya. Insyaallah barangkali tadinya Abah membahas tafsir l thaif wal isyarah, tapi kadang-kadang kalau subuh sudah keasyikan duduk lupa. Sahabatnya Abah mendoakan semuanya sehat semua, bahagia semua. Eh terus berjalan tuh. Hidup hanya proses belajar tidak ada yang harus disesali semuanya karena sama saja kayak sekolah hanya akan di-rewind, hanya akan diulang. Yang enggak lulus akan diulang. Allah itu maha baik. Sekali lagi ya tadi semua tadi maka harus ngerti konsepnya bahwa kita ini akan rotasi. Terima kasih.