Transcription
Gua akan ajarin kalian untuk bisa dapat apapun dari siapapun. This is the art of influence. Koron katanya, kalau misalnya kita pakai sesuatu dalam hidup kita, harus minta dari orang. Tapi orang itu tricky. Berkomunikasi dan negosiasi sama orang itu tuh kayak art, kayak sebuah seni yang bisa dipelajarin. Dan orang yang sangat ahli tentang hal ini bisa ngegunain skill ini untuk hal-hal yang jahat. Jadi, sebelum gua kasih skill ilmunya yang again kalian cuma bakal dapat dari video ini, karena ini versi gua pribadi, gua mau kalian janji sama diri sendiri dulu: jangan sampai ngegunain skill ini untuk hal yang jahat. Kalau kalian dari awal niatnya untuk merugikan orang lain, mau nyolong duit orang lain, atau membuat orang lain ngelakuin sesuatu yang mereka enggak mau, kalian mendingan jauh-jauh dari video ini. Karena the art of influencing itu yang dibutuhkan untuk seorang leader, dan ini skill yang dipakai sama top negotiator untuk bisa negosiasi apapun yang mereka butuh dari siapapun. Yes, ini berlaku untuk orang yang kalian baru kenal, ini berlaku untuk teman lama, ini berlaku untuk circle yang kalian enggak pernah ketemu, bahkan atasan atau bawahan. Art of influencing adalah seni untuk gimana caranya kita membuat orang melakukan apa yang kita mau. Yes, makanya kalau misalnya dipakai untuk kejahatan, bakal kesannya manipulasi. Tapi mau gimana pun, ini tuh gabungan skill behavioral psychology, sociolinguistic, yang ujung-ujungnya kita mencari celah. Karena manusia itu manusia, ada hal-hal yang kita dari lahir sampai sekarang kita enggak sadar, kita tuh bisa terinfluence atau terpengaruh dari orang lain. Dan gua akan ajarin ada lima step. Again, disclaimer keras ya, jangan dipakai untuk kejahatan.
Step satu yang paling penting ya, again, kalian enggak bakal dapat ini di mana-mana, karena step satunya: subscribe. Bercanda. Step satunya itu KYC, atau yang namanya know your customer. Siapapun yang kalian mau influence, atau kan misalnya butuh sesuatu dari seseorang, mau misalnya project, dapatin deal, hal pertama yang paling penting lu harus lakuin adalah know your customer. Dan ini gua lakuin pribadi dulu dari zaman-zaman gua kalau meeting sama orang. Misalnya, gua mau closing project yang nilainya miliaran, yang gua pelajarin itu bukan projectnya, tapi yang gua pelajarin itu orangnya. Siapa orang yang bakal gua ketemuin, dan gua cari info sebanyak mungkin: apa yang dia suka, apa yang dia enggak suka, style komunikasinya gimana, dia punya anak atau enggak, hobinya apa. Pasti kalian mikir, ngapain gue riset banyak tentang orang? Nah, ini kesalahan banyak orang. Gimana caranya kalian atur strategi untuk mendapatkan apa yang kalian mau, kalau orangnya aja kalian enggak kenal? So, step satu yang kalian lakuin adalah: jangan cuma cari tahu bisnisnya, tapi harus tahu personalnya. Ini enggak terbatas dari apapun, apapun yang lu bisa cari tahu: umur, istri, anak, film favorit, siapa temannya, yang irisan teman kalian. Banjirkan informasi di kepala kalian dari apa yang kalian bisa tahu tentang orang itu. Ini penting.
Step dua: rapport. Sebenarnya repatah, gua lupa dari mana katanya. Cuma orang bodoh kalau misalnya dia pengin sesuatu dari orang, dia main ngucuk-ngucuk datang. Eh gua punya sesuatu ini, lu mau enggak? Orang dia enggak kenal lu, orang dia belum percaya sama lu, orang dia enggak pernah bisnis sama lu, kapan dia beli dari lu? So, untuk influence orang, setelah lu pelajari orangnya, hal pertama yang lu harus lakuin adalah nge-bangun rapport, atau bahasa Indonesianya bikin dia suka sama lu. Hal paling basic yang biasa gua lakuin, kalau misalnya gua ketemu seseorang, lagian kan gua udah KYC nih, adalah gua komplimen, dan make sure ini genuine ya. Karena orang tuh tahu kalau misalnya kalian komplimen enggak secara genuine. Misalnya gua datang dan gue emang tahu dia tuh baru kemarin menang award buat brandnya di sebuah penghargaan. Jadi pas ketemu, mungkin hal pertama yang gua bilang, “Eh, by the way, congrats ya kemarin lu baru menang brand ya.” Terus kalau misalnya orang yang lu enggak kenal gimana? Misalnya lu lagi di networking party nih, lu datang, “Eh, sepatu lu keren banget!” Tapi kalau emang lu suka sepatunya, atau sesimpel, “Eh, tadi speech lu keren banget di stage.” Sebenarnya building rapport itu bukan cuma komplimen, tapi ada banyak hal-hal. Kalau misalnya kalian ngerti behavioral psychology, yang kalian bisa lakuin untuk bikin orang suka sama kalian. Dan ini bonus tip ya, untuk bikin orang lebih suka sama kalian, kalian harus pend… kalian harus punya karakter yang karismatik, ramah, senyum, dan presentable. Hal-hal kecil misalnya badan kalian wangi, misalnya karena gua lagi colabs sama Scarlett. Ini akhirnya Scarlett kontact gua untuk collab. Sesimpel pakai parfum kayak Dreamy sama Sweet Memories, gua bisa bangga nih gua collab sama Scarlett, karena mereka salah satu brand lokal yang sebentar lagi di tanggal 10/10 itu OTW tahun ke-6. Tadi untuk dua parfum yang gua sebutin, mereka dapat rekor Muri loh, penjualan tercepat dalam 30 menit pertama. Gua tuh support banget e untuk semua brand lokal yang sebenarnya mau kerjasama atau brandapin di video-video gua. Tapi ya, di luar dari collaboration, it actually matters a lot di step nge-building rapport. Hal-hal kecil tuh yang kalian bisa perhatiin adalah gimana cara bikin orang suka sama kalian. Dan jujur, itu termasuk gimana cara kalian jaga diri, kalian jaga kulit, dari the way you dress, bahkan sampai gerak-gerik perilaku kalian. Dan gua salut Scarlett sebagai salah satu pioneer. Kalau gua sih bilangnya DNVB ya, Digital Native Vertical Brands, salah satu brand lokal yang menurut gua top of mind yang berhasil secara signifikan mendapatkan market share di verticalnya personal care ya, dari produk lotion, parfum, dan teman-temannya. And yes, gua bangga ada produk lokal yang bisa bersaing dan punya market share kayak mereka. Hopefully ceritanya Scarlett yang sampai udah menang segini banyak award bisa nginspirasi banyak brand lain, biar apa ya? Ini biar bisa bantu orang-orang yang nonton video ini lebih confident, lebih sehat, lebih stylish. Kalian cek aja parfum Dreamy sama Sweet Memories yang kemarin sempat rekor Muri, linknya semua taruh di bawah. Kalau gua dikasih dapat promo, gua juga taruh di bawah. Tapi yes, ini poin-poin kecil step two yang harus kalian lakuin untuk bisa dapatin apapun dari orang lain adalah building rapport. Somehow, kalian harus bikin orang suka sama kalian. Tapi itu enggak cukup kan? Ngugung-ujungnya dari influencing people adalah kalian pengin sesuatu dari orang itu, kalian harus offer sesuatu. Masih ada tiga step lagi.
Step ketiga adalah credibility. Suka doang itu enggak cukup, kalau suka itu sifatnya personal. Jadi di step tiga ini sama, kalian harus membawa diskusinya, bikin orang itu yang pertama suka sama kalian, yang kedua adalah percaya sama kalian. So, credibility itu gimana cara kalian bridge conversation, atau pembicaraan nya dibawa pelan-pelan tuh giliran nih. Kalau step satu bikin orang suka sama kalian itu kalian harus sering mendengarkan, kalian harus sering nanya pertanyaan ke dia. Nah, di fase building credibility, kebalikannya, kalian harus mulai ngomong. Misalnya tadi gua udah berhasil buka diskusi ya, “P, kemarin anaknya baru lahir kan ya? Congrats ya.” Oh iya, udah ngobrol-ngobrol basa-basi, udah cair, dan orangnya udah suka sama kalian, udah luwes selanjutnya kalian harus mulai cicil credibility. Nah ini seni juga, kalian enggak boleh try hard banget kayak, “Eh, by the way, kemarin gua baru menang award loh! Eh, by the way, gua tuh orangnya pinter banget loh, gua orangnya bisa ngelakuin A, B, C, K, G.” Wah, itu orang langsung skip lu. Lu harus lakuin ini dengan finess, yaitu cari celah-celah pembicaraannya di mana kalian bisa counter dengan cerita kalian. “Oh ya, kemarin gua baru selesai kerjaan ini gitu,” lu balas dengan, “Oh hebat juga ya lu ya, gua kalau minggu lalu soalnya ngeselesaiin project ini ya, bersyukurnya akhirnya gua bisa closing project ini, nilainya 10 miliar. Buat gua sih itu project paling gede yang gua closing.” Terus nanti dia bakal nanya, “Wih, gimana lu closing project 10 miliar?” Jadi salah satu strategi yang gua lakuin adalah gua bla bla bla bla bla bla. Wah, bikin mereka kayak yang pertama suka, percaya personal dengan kalian, sekarang percaya sama kalian secara profesional. Membangun kredibilitas itu bukan cuma ngomong doang, tapi kalian memang harus ada substansinya. Kalian memang sebelumnya harus punya pengalaman, harus punya sesuatu yang memang kalian bisa banggakan ke orang lain. Misalnya kalian punya award, punya achievement, sukses selesain project, dapetin sertifikasi. Dan itu step tiga. Di sini orang yang kalian mau influence udah suka sama kalian secara personal, kedua suka sama kalian secara profesional. Nah ini step empat yang penting banget, tapi gua rasa enggak banyak orang ngajarin, orang biasa langsung skip ke step 5. Step 5 itu over. Kalau udah percaya baru kalian ngomong, “Pak, saya punya project nih, kira-kira Bapak bersedia enggak?” Nah step empat adalah bridge. Karena hal yang paling orang benci itu kalau sadar, “Oh, ternyata gua dibaik-baikin karena lu pengin sesuatu dari gua. Mentang-mentang lu udah bisa bikin gua suka sama lu, lu udah berin gua makan, tiba-tiba lu over, ternyata lu mau minta gua 10 miliar.” Nah, itu artinya orang langsung skip ke over. Kenyataannya harus ada step empat, yaitu bridge, harus ada jembatannya. Nah, bridge itu adalah gimana cara kalian bikin offer itu bukan kelihatan kayak cuma lu yang pengin sesuatu dari orang lain, tapi kelihatan kayak ini awal dari sebuah relationship yang win-win. Karena di bridge ini kalian harus smooth, ini pinter enggak boleh kelihatan banget nih gerak-geriknya, kayak habis ini lu mau offer sesuatu. Jadi secara body language, secara postur, secara nada suara kalian harus kayak biasanya aja. Dan again, jangan lupa di saat mau influence orang, hal-hal kecil kayak penampilan matters a lot. And karena gua bangga sama brand lokal, kalian bisa lihat full sweet produknya Scarlett mulai dari parfum, body lotion, skin care, cosmetic, body serum, scrub, body cream, facial wash, essence, tonik… anjir banyak banget produknya. Intinya gua support brand lokal, kalian bisa cek linknya di bawah. And yes, penampilan matters a lot. Jadi kita lanjut di soal bridging. Gua kasih contoh, misalnya di seluruh pembicaraan ini itu kalian mau nawarin sebuah jasa, kalau mau nawarin jasa desain dan pengen closing nilai projectnya 1 miliar misalnya kayak gitu itu yang kalian mau, dan kalian pengin influence orang itu untuk ngasih projectnya ke kalian. Bridge adalah gimana caranya kalian cari jembatan yang sangat smooth untuk kalian bisa offer itu tanpa kelihatan kayak offer. Gua kasih contoh, dia udah suka sama kalian, udah percaya sama kalian, kalian lanjut ngobrol terus bilang, “Eh, ini teman gua kayaknya semuanya lagi sukses bisnis, kayaknya ekonomi lagi membagus lu kayak itu juga enggak.” Terus dibalas sama dia, “Oh iya, bisnis gua soalnya sekarang tuh startup, kemarin gua baru dapat duit 100-an miliar. Ya lumayanlah.” Nah, habis itu lu balas lagi nih, “Eh, congrats man! Ini startup lu yang yang marketplace designer itu ya? Sebenarnya gua ngerti sih problem itu ada banget di Indonesia. Cari designer tuh susah banget, gua selama 5 tahun terakhir aja ngerjain project desain di Singapore dan banyak yang udah gua bantu, tapi kadang gak terlalu diappreciate. Gua rasa orang-orang kayak lu yang bisa appreciate designer.” “Oh iya, wajib belum BR kan? Gua bikin marketplace designer, gua harus percaya desainer itu ada harganya.” Terus di situ baru buka. Apa yang kalian dengar barusan itu namanya bridge.
Kita lanjut ke step five ya, offer. Dan di sini kalian harus gabungin step 1, step 2, step 3, dan step 4. Step satu KYC, ingat semua yang kalian ingat dari orang itu. Step dua rapport, perkuat lagi. Kalau kasus ini gua bilang, “Gila, gua respect sama lo, enggak banyak orang Indonesia yang percaya yang menghargai jasa designer.” Step tiga credibility, diulang lagi. Lanjut ya, again gua 5 tahun ngedesain di Singapura aja gua gak ngerasa diappreciate. Step 4 bridge, “Eh, you know what? Step 5 offer. Gimana kalau gua bantuin lu kerjaan ini? Gua tuh cuma kerjasama orang yang gua ngerasa gua bisa sama-sama win-win, dan gua terima project yang pilih-pilih. Cuma selama 10 menit terakhir ngobrol sama lu, gua ngerasa kita punya satu prinsip yang sama. Lu mau gua bantuin enggak?” Nah, di situ kalau kalian ikutin step satu sampai step 5, kalian sangat punya kesempatan tinggi untuk dia bilang yes. And that my friend, step 1 sampai step 5 versi Rayan Chin is the art of influencing. Kalau kalian suka video kayak gini, gua sih pengen bikin video lanjutan, biar video ini enggak kepanjangan, lebih ke tips and trick lanjutan untuk berkomunikasi, negosiasi, influencing, atau bahkan leadership habis ini. Tapi yang mana dulu? Kalian nanti komen di bawah. Kalau kalian rasa tadi bermanfaat atau ada pertanyaan lanjutan, feel free! Gua… I'll see you guys next video. Bye! [Musik] [Musik] Bye! [Musik] foreign