📱

Get Our Mobile App

Take your business learning on the go!

Download on the App StoreGet it on Google Play

Konsultasi Syariah - Seputar Pembahasan Umum | Ust. Aswanto Muhammad Takwi, Lc., M.A.

WahdahTV49:06

Transcription

[Musik] Bismillahirohmanirohim [Musik] Nas [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Musik] dan positif ion juga antioksidan. PH 8 plus itu gimana Ustaz? 8 plus jadi itu ada di angka antara 8,1 sampai 8,5. Permenkes Peraturan Menteri Kesehatan itu menyatakan bahwa air yang layak dikonsumsi itu adalah air yang eh ph-nya maksimal 8,5, antara 6,5 sampai 8,5.

Paling penting rasa juga nih. Karena bagaimanapun juga sebagus apapun pelayanan kita, kemudian packaging kita juga menarik apa, tentu semuanya pada rasa ya. Dan memang rasa itu relatif, rasa itu proses, butuh waktu, butuh kemudian eksperimen dan lain sebagainya. Beberapa kali kita promosikan, alhamdulillah kemarin dan cukup besar karena memang pengambilannya berkomentar kontainer gitu. Iya, berarti ini bukan lagi bisnis ecek-ecek. Kita jual itu, Masya Allah, belum cukup sebulan habis. Masya Allah, dua kontainer masuk itu sebulan tidak cukup habis.

Memang kalau penjual kurma beda ya rasa dari setiap kurma, meskipun suka tapi sumbernya dari negara-negara tertentu itu beda-beda. Kalau dari mesin kan dia agak lebih besar. Hmm, tapi orang Makassar ndak begitu suka karena berpasir dia. Kalau kurma khalas dia lebih kecil tapi lebih manis.

[Musik] Alhamdulillah washolatu wassalamu ala rasulillah wa ala alihi wa ashabihi. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat sore kepada para pemirsa Wahda TV dalam konsultasi syariah bersama Wahdah Islamiyah. Semoga para pemirsa yang turut mengikuti program kita pada sore hari ini diberikan perlindungan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.

Alhamdulillah bersama kita Ustad aswanto Muhammad aku LC Ma selaku sekretaris dewan syariah Islamiyah. Semoga Ustadz diberikan kesehatan. Terus kepada para pemirsa, pemirsa Wahda TV yang dimuliakan oleh Allah. Sembari menunggu pertanyaan-pertanyaan dari para pemirsa, baik yang melalui YouTube, melalui Facebook, ataupun melalui WA. Insya Allah sebelum itu kita akan mendengarkan materi pengantar yang akan dibawakan oleh Ustadz kita pada sore hari ini. Tanpa memperpanjang waktu, saat kami persilahkan.

TV yang semoga dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Di sore hari ini alhamdulillah kembali kita dipertemukan melalui channel kesayangan kita. Semoga menjadi media dan sarana kita untuk semakin [Musik] memperbanyak atau mengisi daripada wawasan-wawasan ilmu kita yang insya Allah dengannya kita bisa beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, menjalankan syariatnya ala bashiroh di atas kejelasan.

Pemirsa yang dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Hari ini tanggal 3 Sya'ban 1443 Hijriyah menjadi gerbang masuknya bulan suci Ramadan. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda ketika beliau ditanya oleh sahabatnya Usamah, mengapa beliau memperbanyak puasa di bulan Sya'ban ini tidak sama dengan bulan-bulan yang lainnya? Maka beliau oleh suatu saham menyebutkan alasannya bahwasanya dzalika syahrun, dia adalah merupakan bulan di mana manusia banyak yang lalai di dalamnya. Bulan di mana amalan-amalan diangkat diperhadapkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, sementara aku senang amalanku ini diangkat diperhadapkan pada Allah Subhanahu Wa Ta'ala sementara aku dalam keadaan berpuasa. Itulah sebabnya beliau Shallallahu Alaihi Wasallam memperbanyak puasa di bulan Sya'ban ini sampai-sampai Aisyah radhiyallahu ta'ala anha mengatakan bahwasanya berpuasa Syaban seluruhnya, bahkan ya beliau berpuasa di bulan Sya'ban kecuali hanya beberapa hari saja yang beliau tinggalkan. Sebab Rasulullah SAW sebagaimana juga pernyataan Aisyah radhiyallahu ta'ala, tidak pernah berpuasa satu bulan penuh kecuali bulan suci Ramadan. Adapun di bulan-bulan lain, maka beliau terkadang berpuasa sampai-sampai orang menyangka Rasulullah tidak pernah berbuka atau tidak pernah tidak berpuasa. Dan terkadang Rasulullah SAW tidak berpuasa seakan-akan orang menyangka bahwasanya Rasulullah tidak pernah berpuasa. Dan khusus di bulan Sya'ban ini, beliau memperbanyak ibadah puasa di dalamnya. Alasannya beliau telah sebutkan tadi ya, ketika Usamah menanyakannya, beliau ingin agar supaya amalan-amalan beliau itu diangkat oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala, diangkat menuju Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam keadaan berpuasa, dalam keadaan beribadah.

Pemirsa yang dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Inilah merupakan bulan yang berada sebagaimana kata Rasulullah antara Rajab dan Ramadhan. Rajab yang sudah lewat yang merupakan bulan haram, bulan yang dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala, sehingga manusia mungkin pada saat itu memberikan perhatian yang cukup karena dengan memanfaatkan bulan-bulan haram yang dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala, di mana aman-aman di dalamnya di eh lipat gandakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Kemudian setelah itu ada bulan Ramadan, sehingga mungkin orang-orang atau manusia teralihkan perhatiannya untuk bulan suci Ramadan, sehingga bulan Sya'ban ini banyak terlalaikan. Nah, di sinilah Rasulullah SAW memperbanyak ibadah di dalamnya. Dan ada eee satu kaidah yang disebutkan oleh ulama kita bahwasanya amalan yang dilakukan di saat manusia lalai di waktu tersebut, maka itu menjadi waktu yang sangat mulia, waktu di mana amalan sangat tinggi derajatnya dan nilainya di sisi Allah subhanahu wa ta'ala. Sebagaimana misalnya di waktu malam adalah merupakan waktu di mana manusia kebanyakannya istirahat dalam keadaan bukan juga lalai, tetapi memang tidak dalam keadaan terjaga dan melakukan suatu aktivitas, maka di saat-saat itulah ibadah menjadi tinggi nilainya di sisi Allah subhanahu wa ta'ala. Demikian juga misalnya salat duha di waktu di mana matahari sudah mulai sangat tinggi, yang digambarkan oleh Rasulullah SAW di mana di waktu itu anak-anak unta sudah berdiri ya eee karena kepanasan. Sebab di waktu tersebut manusia rata-rata sibuk aktivitas duniawinya mencari nafkah, maka siapa yang beribadah di waktu tersebut, maka dia menjadi eee ibadah yang sangat-sangat tinggi nilainya. Allah subhanahu wa ta'ala sehingga disebutkan oleh Rasulullah bahwasanya itulah sholatul awwabin, salatnya orang-orang Yang Soleh.

Komersial yang dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Oleh karena itu, mari kita memanfaatkan bulan suci bulan eh Sya'ban ini sebagai gerbang pada bulan secara Ramadan untuk kita mempersiapkan diri kita. Yang terpenting adalah mempersiapkan eee rohani kita, mempersiapkan apa yang akan kita jalankan nantinya di bulan suci Ramadan. Bulan inilah waktu untuk kita melakukan pemanasan, yang melakukan latihan-latihan yang dengannya disaat masuk bulan suci Ramadhan kita sudah merasa ringan karena sudah terbiasa menjalankan ibadah-ibadah tersebut. Membaca Alquran dan bulan Sya'ban merupakan bulan bulannya para koro sebagaimana kata salam bin khuhail bahwasanya itulah dikatakan sebagai bulannya para koro, buat bulannya orang-orang yang membaca Alquran. Sehingga bulan ini mari kita manfaatkan perbanyak membaca Alquran. Kalau bisa kita mengkhatamkan, itulah yang terbaik sehingga kita terbiasa untuk membaca Alquran. Demikian juga ibadah yang lainnya yang nantinya kita akan eee perbanyak di bulan suci Ramadan. Demikian semoga bermanfaat untuk materi pengantarnya.

Luar biasa kita diingatkan untuk bulan Sya'ban ini ya, bulan yang kemuliaan di mana Sya'ban merupakan gerbang ya untuk bertemu dengan bulan Ramadan. Kami sampaikan kepada para pemirsa Wahda TV untuk ya pertanyaan-pertanyaannya, silahkan dituliskan melalui kolom komentar YouTube ataupun Facebook ataupun langsung ya melalui chat ya melalui chat WA dapat melalui nomor 0823 4444 ya 51 17. Dan ulangi bagian belum pernah bertanya lewat WhatsApp ya 082 0823 444 51 17.

Kita langsung masuk di datanya jawab pusat. Beberapa alhamdulillah sudah ada pertanyaan yang masuk. Kami bacakan Ustaz dari ya pertanyaan yang dari WA. Ustaz, setelah pulang dari pengembaraan saudara saya mulai berbicara yang aneh-aneh. Dia mulai dengan berbicara tentang beberapa ramalan dan tidak berbicara dengan seorang pun. Dia telah tinggal di luar kota selama 2 tahun hingga suatu saat dia bahkan berani meludahi ibunya sendiri. Kemudian kami meyakini salahku keluarga bahwa dia sakit jiwa. Lalu kami membawanya ke dokter tapi ternyata tidak ada perubahan sedikitpun Ustadz. Kami menduga bahwa dia telah diganggu oleh jin atau terkena sihir. Bagaimana cara kita mengetahui hal itu dan bagaimana solusinya Ustadz? Apakah karena ibunya itu bahkan sampai stres memikirkan anaknya Ustadz yang seperti ini? Apakah ada tanda-tanda khusus Ustadz orang terkena sihir atau bagaimana?

Kalau ciri-ciri yang disebutkan tadi dalam pertanyaannya ya, memang dua kemungkinan. Kalau bukan gangguan jiwa, mungkin pernah stres dan depresi sehingga membuat dia kurang waras atau hilang kewarasannya. Atau kemungkinan yang kedua adalah terkena sihir. Terkena sihir dan sihir ini adalah suatu hal yang ada hakikatnya. Berarti ada dua kemungkinan. Ada dua kemungkinan. Bisa dibawa ke dokter dulu diperiksa, kemungkinan ada gangguan jiwa. Dan kalau misalnya dari hasil diagnosa dokter menunjukkan bahwasanya dia orangnya waras-waras saja, tidak tidak ada gangguan jiwanya, maka bisa jadi itu adalah gangguan jin. Gangguan jin disebabkan karena sihir. Dan sihir ini ada hakikatnya, artinya dia nyata dan bukan [Musik] khayalan atau sesuatu yang diadakan. Karena hal ini telah disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala dalam Alquran, sebagaimana ketika Allah Subhanahu Wa Ta'ala menguji suatu kaum tersebut dengan dua malaikat yang mengajarkan sihir sebagai bentuk ujian, apakah mereka tetap komitmen dengan tauhid pada Allah Subhanahu Wa Ta'ala atau mengikuti jalan yang sesat tersebut. Kemudian Allah Subhanahu Wa Ta'ala menyebutkan bahwasanya wamahum Billahi sihir tersebut tidak akan bisa mencelakakan mempengaruhi ya kepada siapapun kecuali atas izin Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Jadi walaupun dia adalah perbuatan dari setan, bekerja sama mungkin dengan manusia yang ada memiliki niatnya jahat, namun semuanya itu tidak akan bisa bekerja, tidak bisa bekerja secara tersebut kecuali atas izin Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Dan nabi kita Muhammad SAW pun juga pernah ya sebagaimana kisah yang masyhur ketika beliau juga sempat terkena sihir, sempat terkena sihir, kemudian Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjaga beliau, kemudian ditunjukkan oleh tempat di mana buhul yang yang menjadi alat atau media tukang sihir tersebut menyihir Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Nah, pada saat itu disebutkan bahwasanya terkadang Rasulullah seakan-akan hilang ingatannya, seakan-akan tidak sadar. Walaupun Allah Subhanahu Wa Ta'ala tetap menjaga Rasulullah SAW dalam hal wahyu, artinya Rasulullah pada saat itu tidak ya mengucapkan kata-kata yang mungkin disangka itu adalah merupakan wahyu dari Allah subhanahu wa ta'ala. Intinya bahwasanya itu ada dan kemungkinan bisa jadi itu adalah merupakan sihir. Dan ini perlu untuk di mungkin di diagnosa dulu terlebih dahulu. Bisa misalnya minta kepada seseorang yang memiliki pengalaman dalam meruqyah untuk melihat dan mungkin mendeteksi apakah memang ini adalah merupakan gangguan ee jin atau mungkin eee adalah gangguan jiwa. Ini seperti solusinya bergantung diagnosanya Ustaz ya? Betul ya. Jadi pertama bisa tadi ya sudah disebutkan, sudah ke dokter tapi tidak ada perkembangan. Mungkin bisa mencari alternatif lainnya, dokter yang lain yang membandingkan. Kalau misalnya kesimpulannya bahwasanya dia tidak ada gangguan jiwa, maka diruqyah. Bisa keluarganya yang meruqyah sendiri kalau misalnya tidak memiliki pengalaman dalam hal itu. Bisa saja meminta bantuan kepada seorang yang terpercaya dan memang berpengalaman dalam meruqyah. Jadi terpercaya maksudnya memiliki aqidah yang baik, ibadah yang baik, dan memang dikenal sebagai orang yang E meruki atau memiliki memiliki pengalaman dalam meruqyah, sehingga mudah-mudahan dari situ bisa didapatkan solusinya. Bisa jadi misalnya kalau memang tersihir, bisa jadi ada eee alat-alat atau media yang digunakan untuk menyihirnya, mungkin bisa dicari kemudian dimusnahkan. Allah ta'ala jazakumullah untuk jawabannya Ustaz.

Kita berpindah ke Pertanyaan selanjutnya, masih pertanyaan yang berasal dari WA Ustaz. Pertanyaannya, kami selalu mendapatkan bisikan setan tentang Allah Azza wa Jalla dan kami merasa sangat takut sekali. Apa yang harus dilakukan?

Mungkin was-was tentang Allah, tentang ketaatannya kepada Allah yang dimaksud. Bisa jadi itu adalah was-was dan was-was ini memang itulah kerjanya setan. Jadi mereka ini memang membisikkan pada seseorang sehingga dia memiliki rasa was-was. Nah, was-was ini bisa dalam hal pelaksanaan ibadah, bisa juga was-was dalam masalah keyakinan. Nah, kalau dalam masalah ibadah, misalnya was-was dia selalu merasa ada najis misalnya di pakaiannya, dia selalu merasa wudhunya belum sempurna, dia merasa salatnya tadi itu seakan-akan tidak tidak sah atau dilupa. Nah, ini was-was yang seperti ini terkadang ada pada saat melakukan ibadah. Dan yang parah itu adalah kalau was-was itu tentang eee masalah akidah, masalah keyakinan. Misalnya dia was-was dia ini muslim atau bukan muslim, dia was-was apakah dia ini musyrik sudah melakukan kesyirikan atau tidak. Dan yang parah lagi adalah kalau was-was tentang eksistensi Allah SWT, meragukan Allah itu ada, meragukan Allah Subhanahu Wa Ta'ala adalah Maha Kuasa dan seterusnya. Ini semua merupakan was-was dari setan. Maka ketika ada datang pikiran-pikiran seperti itu, maka harus dilakukan, harus dilawan. Pertama, kita membentengi diri kita dulu dengan banyak berzikir. Alquran adalah merupakan sebaik-baik benteng kita. Makanya Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk misalnya membaca surat al-baqarah di rumah sehingga setan tidak akan mendekat ya rumah kita sampai tiga hari. Kita membaca ayat kursi sehingga menjadi benteng untuk kita dari gangguan setan. Dan kalau kita baca di sore hari sampai pagi ya, kalau kita baca di pagi hari, maka akan menjadi benteng sampai sore hari. Dan secara umum dzikir-dzikir sebagaimana yang disebutkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, ee zikir-zikir ini menjadi benteng bagi seseorang, khususnya ketika setan berusaha untuk mengejar dia dan ingin menangkap dia atau ingin mencelakakan dia, ya mau memberatkan dia ya melalui ee was-was tadi. Kemudian juga adalah berusaha untuk menolak was-was tersebut dengan melawannya. Misalnya kalau datang was-was, apakah tadi wudhu saya sempat tidak sempurna? Maka tinggalkan was-was tersebut. Apakah saya ini najis? Ada yang keluar atau tidak ada yang keluar? Maka ditinggalkan saja, abaikan, tinggalkan. Sebab kapan diikuti, kapan diladeni, maka akan semakin menjadi-jadi eee setan tersebut. Oleh karena itu kita diperintahkan oleh Rasulullah Wasallam untuk membaca surat-surat muawidah yang misalnya di mana zikir-zikir ini akan menjadi benteng bagi kita dari eee bisikan-bisikan tersebut. Nah, jadi saran kami, was-was tersebut abaikan, tinggalkan, jangan diikuti. Setiap kali datang, buat aktivitas yang lain yang bisa melupakan kita dari bisikan-bisikan tersebut. Dan ketika bisikan-bisikan yang berkaitan dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, langsung ucapkan Lailahaillallah. Langsung ucapkan kalimat tauhid untuk meyakinkan bahwasanya kita bertauhid dan beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Dan kita menangkal atau mengkantar bisikan-bisikan setan tersebut yang ingin menyesatkan kita. Wallahu taala.

Syukron Ustaz untuk jawabannya. Kita menyambung pertanyaan yang tadi Ustaz, bahkan sampai-sampai was-was biasa kadang ada yang muncul berupa mimpi Ustaz, katanya nabi suruh kita enggak usah salat Ustaz.

Nah, ini adalah mimpi dari setan. Mimpi dari setan. Karena mimpi ini ada, ada tiga. Ada yang disebutkan sebagai ruqyah sholehah, mimpi yang baik yang kemudian memberikan berita-berita baik dan menyenangkan. Kemudian ada mimpi yang sifatnya bawaan pikiran, ketika kita terlalu banyak berpikir memikirkan sesuatu, maka biasanya terbawa ke mimpi dan kita melihatnya. Dan yang ketiga, nah ini yang harus kita eee berlindung kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, yaitu mimpi dari setan yang ingin menakut-nakuti manusia, merupakan syaiton yang ingin menakut-nakuti para pengikut-pengikutnya. Oleh karena itu, kita kuatkan jiwa kita, hati kita dengan banyak berzikir kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan berusaha untuk menolak dan melawan bisikan-bisikan setan tersebut.

Kita lanjut lagi Ustaz, pertanyaan dari Facebook Ustaz. Nanti setelah itu kita lanjut di pertanyaan dari YouTube. Ada juga Ustaz dari Adinda. Apakah saat ini surga dan neraka tidak ada orang Ustaz di dalamnya dan apa-apa saja isinya?

Saat ini surga dan neraka telah disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala bahwasanya Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah menciptakannya. Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah menciptakannya. Dan surga itu Allah Subhanahu Wa Ta'ala menciptakan di dalamnya berbagai macam kenikmatan-kenikmatan yang setiap hari setiap saat bertambah. Makanya kan disebutkan bahwasanya siapa yang membangun masjid ya di dunia ini bahan-bahan adalah masjid dan subhanallah, maka Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan bangunkan rumahnya. Setiap Dia membangun masjid, langsung dibangunkan rumah dan istana di surga. Demikian juga ketika Rasulullah menyebutkan bahwasanya Subhanallah adalah merupakan tanaman surga. Setiap kita berdzikir, bertasbih, maka tanaman-tanaman itu muncul dan ditanam ya di surga tersebut. Ya, dia setiap saat bertambah, semakin bertambah, bertambah sempurna. Apakah sudah ada manusia di dalamnya? Kalau dikatakan manusia, jasad dan rohnya ini tidak ada karena mereka manusia ini nanti akan masuk surga dengan jasad dan rohnya di hari kiamat. Ya, makanya ketika Rasulullah SAW telah sampai di depan pintu surga bersama dengan orang-orang beriman, lalu pintu surga yang tidak dibuka kecuali atas permintaan izin dari Rasulullah, syafaat dari Rasulullah, maka di sinilah disebutkan bahwasanya Rasulullah SAW pintu surga yang tidak akan dibukakan, dibukakan kecuali ketika yang meminta izin itu adalah Rasulullah SAW. Menunjukkan bahwasanya belum ada manusia yang tinggal di surga. Jadi kalau dikatakan ditanyakan apakah ada manusia sekarang di dalam ini, maka kita katakan kalau manusia jasad dan rohnya, maka itu tidak ada, belum. Mereka nanti akan masuk dengan jasad dan ruhnya ke surga di hari kiamat kelak. Tapi kalau rohnya, kalau rohnya, maka disebutkan dalam beberapa riwayat hadits, misalnya Rasulullah SAW menyebutkan bahwasanya jiwa seorang beriman itu maksudnya rohnya itu dia berada di surga atau di dalam burung di surga yang mana dia menikmati eee kenikmatan-kenikmatan yang ada di dalamnya. Menunjukkan bahwasanya kalau roh ya, makanya disebutkan dalam beberapa keterangan hadits Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bahwasanya para syuhada, orang-orang beriman, ruhnya ini berada di surga menikmati kenikmatan-kenikmatan yang ada di dalamnya. Wallahu taala.

Masya Allah, syukron untuk jawabannya.

Kita lanjut ke pertanyaan yang lain Ustaz. Ini ada dari saudara Abdullah. Ustaz, Avanza, bagaimana cara mengetahui lamaran itu diterima atau ditolak Ustaz, padahal akhwatnya hanya diam saat ditanyakan?

Jawabannya, ya tidak ada cara untuk mengetahuinya kecuali secara langsung disebutkan oleh walinya, kami terima atau kami tolak. Kalau tidak ada pernyataan langsung, kita tidak bisa menerka, tidak bisa kita katakan diterima. Kenapa? Karena diam itu belum belum sebagai tanda diterima atau tidak. Nanti diucapkan oleh sang walinya. Mesti sang walinya mengatakan, lamaran Anda kami terima, misalnya. Atau mohon maaf, mungkin ditolak dengan kata-kata yang halus, mungkin belum saatnya misalnya. Nah, ini penolakan secara halus. Jadi kita tidak bisa mengetahui dari menerka-nerka. Harus ada pernyataan langsung dari eh walinya. Nah, berkaitan dengan bagaimana apakah eee boleh lelaki lain maju untuk melamarnya? Maka di sini tidak boleh seseorang maju sebelum ya artinya kalau kalau dia masih digantung, sebelum ada pernyataan jelas bahwasanya lamarannya itu sudah sudah di apa namanya dibatalkan atau ditolak. Allah ta'ala. Jadi langsung tanyakan ke orang tuanya Ustaz. Jadi sulit berkata-kata artinya perlu ada kejelasan dari sang walinya, dari orang tuanya atau siapa saja yang menjadi walinya, sehingga ini konsekuensinya adalah dia misalnya mencari pilihan yang lain dan juga laki-laki lain ini sudah bisa maju untuk melamarnya.

Ini ada pertanyaan dari YouTube lagi dari Muhammad Eko Anang. Assalamualaikum Ustaz, saya mengajar agama di SD umum. Saya mencoba mengajarkan ke anak-anak untuk tidak bersalaman kepada lawan jenis, terutama yang sudah kelas 4 ke atas. Sehingga saya tidak menerima salam oleh siswa perempuan. Tapi ternyata perbuatan saya tersebut dikritik oleh guru lainnya dan kepala sekolah. Mereka mengatakan bahwa ini adalah sekolah umum. Akhirnya dengan terpaksa saya sekarang menerima salam semua siswa, baik laki-laki perempuan. Bagaimana pencerahannya Ustadz?

Masalah syariat ini tidak dibedakan ya, apakah dia berada di sekolah umum atau sekolah pesantren. Hukum Allah Subhanahu itu berlaku di mana saja. Nah, berkaitan dengan bersalaman dengan lain jenis, ulama kita telah menyebutkan bahwa tidak boleh antara lawan jenis yang bukan mahram dan sudah ada apa namanya yang bisa menggerakkan syahwat pada salah satu di antara keduanya ya, untuk saling bersentuhan yang termasuk dalamnya saling bersalaman. Nah, di sini ulama kita menyebutkan bahwa laki-laki atau wanita tersebut itu sudah bisa menyebabkan eh syahwat seseorang bergerak, sehingga tidak di tidak dipersyaratkan tidak mesti harus sudah balik. Walaupun belum balik, tetapi umurnya dan juga postur tubuhnya yang jika lawan jenisnya yang bukan mahramnya melihatnya, menyentuhnya, bisa saja menggerakkan syahwatnya. Makanya sudah tidak boleh. Jadi tidak mesti sudah harus balik. Bisa jadi dia berumur 9 tahun dan hal ini sudah tidak bisa menggerakkan syahwat tersebut. Oleh karena itu, di sini dia tetap harus komitmen saudara kita Muhammad Eko untuk senantiasa komitmen. Berusaha menjelaskan kondisinya kayak kepada misalnya guru lain atau kepala sekolah, sehingga bisa dimaklumi oleh mereka. Misalnya dikatakan bahwasanya saya tidak bersalaman langsung, tapi saya misalnya ya bersalaman jarak jauh ya, misalnya tanpa harus saling bersentuhan. Dan hal ini memang patut untuk diajari anak-anak kita mulai dari kecil. Sebab ketika dia terbiasa dengan hal-hal yang yang bertentangan atau tidak sejalan dengan syariat, maka hal ini akan dibawa sampai-sampai besar sampai dewasa ya, ketika tidak dibiasakan dari kecil. Nah, tugas kita alhamdulillah sudah selesai. Warna Alena tugas kalian adalah menyampaikan dengan sejelas-jelasnya. Adapun orang mau menerima, orang mau menolak, maka ini adalah urusan Allah subhanahu wa ta'ala yang memberikan hidayah atau tidak memberikan hidayah. Mereka tugas kita sudah selesai. Kita menyampaikan bahwasanya beginilah Yang menjadi aturan dalam syariat. Dan saya sebagai seorang muslim berusaha untuk komitmen menjalankan hal tersebut. Dan berusaha untuk memaklumkan ya, menjelaskan kepada mereka dengan sebaiknya. Mudah-mudahan mereka bisa memaklumi dan menerima hal itu. Semoga bisa dipahami oleh saudara kita Muhammad Eko.

Ada pertanyaan dari Facebook Ustaz dari saudara Muhammad Nasir Jaelani. Assalamualaikum Ustaz, bagaimana hukumnya tentang musik kontemporer yang sekarang lagi digemari para generasi muda? Mungkin yang dimaksud Ustaz musik-musik apa yang Islami dan lain sebagainya.

Musik telah disebutkan dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala, misalnya ada di antara manusia yang memperjualbelikan di antara sahabat Rasulullah SAW ada yang menafsirkan seperti Ibnu Mas'ud menafsirkan bahwa yang dimaksud adalah adalah musik-musik al-ma'azif, musik yang melalaikan manusia, yang melahirkan manusia. Kemudian juga dalam hadis yang shahih diriwayatkan Imam Bukhari telah menyebutkan bahwasanya akan ada di antara umatku di akhir zaman ini yang yang akan ada di akhir zaman nanti di kalangan umatku yang menghalalkan perzinahan, kemudian kain sutra, dan khamr minuman keras, serta almaatif, yaitu alat-alat musik. Dan ini alat merupakan perkara yang sudah dijamak oleh ulama kita, merupakan konsensus ulama kita sejak zaman sahabat, tabiin, para aimah, ijma sepanjang zaman. Terdapat kesepakatan dan ijma' ulama kita tentang haramnya musik tersebut apapun bentuknya. Terdapat ruh soal keringanan untuk menggunakan rebana. Rebana itu adalah mirip gendang yang satu sisinya terbuka, terbuka dan satu sisinya tertutup. Dan ini pun juga digunakan di saat-saat tertentu ya, pada acara-acara eh pernikahan atau Idul Fitri, Idul Adha. Nah, adapun musik-musik ini, maka sepakat tentang kita imam yang empat, mulai dari Abu Hanifah, kemudian Imam Malik, Imam Syafi'i, dan Imam Ahmad bin Hambal, semuanya rahimahullah alaihim sepakat bahwasanya hal tersebut adalah perkara yang dilarang dan diharamkan karena itu yang banyak melalaikan manusia. Dan bahkan disebutkan itu yang bisa menumbuhkan sifat nifaqnya dalam dalam hati seseorang. Oleh karena itu, kita berusaha untuk menghindarinya. Kalau misalnya suara-suara tersebut terdengar tanpa kita niatkan dan sengaja, maka ini dimaafkan. Yang tidak boleh itu adalah ketika kita bersengaja untuk mendengarkannya. Dan ini juga kita ingatkan kepada kaum muslimin ketika misalnya membuat konten-kontennya ataukah misalnya video atau apa saja, biasanya di status-status yang dibuat ada musik-musik sebagai pengantarnya. Nah, ini patut untuk dihindari. Jangan sampai kita mencampurkan kita ingin berdakwah melalui pesan-pesan tersebut dan konten-konten itu, tapi kita selipkan di dalamnya kemungkaran ya. Nah, ini eh tidak boleh kita mencampur adukkan antara yang hak dan yang batil. Allah ta'ala.

Sama yang kasusnya ini Ustaz, update status nasehat tapi abaikan musiknya. Kalau mau sebelum diupload hapus musiknya. Saya abaikan maksudnya kalau mampu hapus musiknya kita lakukan, tapi kalau tidak mampu, maka kita hindari. Kita mencari hal-hal yang lebih bersih ya dalam sarana dakwah ini. Jangan sampai dicampur adukan sehingga nantinya akan disangka itu adalah suatu hal yang boleh-boleh saja, akhirnya menjadi konsumsi umum dan dianggap sesuatu yang tidak mengapa. Apalagi kalau kita sebagai qudwah, sebagai orang yang dicontoh, didengari, dilihat, maka ini eee segala perbuatan kita kita harus ee pertimbangkan. Jangan sampai kita melakukan sesuatu lalu dicontoh oleh orang lain, padahal sesuatu itu adalah sesuatu yang tidak tidak boleh dan tidak benar.

Kalau sistem kami lanjut Pertanyaan selanjutnya dari saudari YouTube Ustaz, Amat Hasria Affan. Ustadz, izin bertanya, apakah boleh Ustadz mengurus beasiswa kuliah dengan dibantu oleh teman yang memiliki jabatan dalam seleksi beasiswa tersebut, utamanya dalam tahap wawancara Ustadz?

Selama itu sesuai dengan prosedur dan memang dari sisi misalnya syarat-syaratnya dan dia memang memiliki salah satu tersebut dan memenuhi syarat-syarat itu, maka tidak mengapa. Misalnya ada kawan atau kerabat atau saudara yang membantu dia untuk mendapatkan beasiswa tersebut. Jadi dengan catatan memang dari segi syarat-syaratnya dia berhak, dia berhak dan dia memang memenuhi kriteria tersebut ya, kemudian dimudahkan sehingga mendapatkan, maka hal ini tidak mengapa. Bahkan Rasulullah SAW telah menyebutkan bahwasanya man syahada ala syarri illa syarri, siapa yang mampu untuk memberikan manfaat, membantu memberikan syafaat kepada saudaranya, maka hendaklah dia lakukan. Tapi kalau dia tidak memenuhi kriteria, dia tidak berhak, sehingga menyebabkan hak orang lain terabaikan dan terambil kepada dia, maka yang tidak boleh. Ini tidak boleh. Tidak boleh kita bertahun dalam kezaliman dan keburukan. Jadi ya kita lihat apakah memang kita sesuai dengan kriteria yang disebutkan tersebut. Tinggal dimudahkan sehingga misalnya dimudahkan agar supaya berkas-berkasnya cepat diangkat, cepat proses dan seterusnya, sehingga bisa turun dengan cepat di saat dia butuhkan, maka tidak mengapa. Dan ini bentuk tahun daripada dalam hal kebaikan. Tapi kalau menyebabkan hak orang lain terambil dan dia sebenarnya tidak berhak, ini yang tidak boleh. Allah ta'ala.

Ini mungkin eee ada pertanyaan dan sekaligus pertanyaan terakhir Ustaz pada ee pertemuan kita sore hari ini. Avanza, izin bertanya, bagaimana hukum menerima imbalan bekam? Kemarin di tempat pelatihan kami disarankan hanya 150.000. Apakah perlu keridhoan dari pasien yang di bekam? Dan demikian juga dengan biaya banyak khitanan. Ketika ada yang bertanya, saya sebut misalnya 150.000. Itu bagaimana Ustadz?

Karena pada biasanya atau lumrahnya memang seperti itu. Jadi apakah harus minta keridhaan dengan harga seperti itu atau langsung saja sebutkan harganya? Mungkin sebelum ya, sebelum melakukan tindakan, apakah itu bekam atau sunat atau yang sejenisnya yang sifatnya jasa, dijelaskan dulu sebelumnya bahwasanya jasa untuk pekerjaan ini adalah sekian. Misalnya ya, termasuk juga bekam. Ya, Rasulullah Wasallam sebagaimana yang diriwayatkan misalnya Imam Ahmad, bahwasanya Rasulullah Wasallam berbekam dan membayar sekian dinar. Nah, menunjukkan bahwasanya bekam ini merupakan jasa. Dia jasa sama dengan jasa kesehatan kedokteran yang lainnya, di mana pemberi jasa ini berhak untuk mengambil upah imbalan dari jasa tersebut. Jadi sebaiknya ditentukan di awal bahwasanya jasa untuk bekam misalnya menggunakan seperti ini sekian. Kalau pelayanannya tambahan misalnya pelayanan seperti ini, maka sekian. Nah, ketika dia datang dan sudah mengetahui biaya tersebut, lalu dia bayar, ini sebenarnya sudah tanda keridaan. Sudah artinya sepakat. Seandainya dia tidak rela dari awal, dia tidak akan pergi ke situ atau dia tidak mungkin dia biasanya dia menawar misalnya kalau dia ingin menawar dan seterusnya. Jadi ini tidak perlu setiap selesai minta bayarannya ini Ridho atau enggak ya, enggak perlu karena secara otomatis tidak langsung ini memanfaatkan bentuk keridhoan dia ketika dia eee menerima untuk di bekam dengan misalnya eee biaya yang telah kita tetapkan di awal. Ya, sama juga kegiatan gitu juga sama juga kita. Namun ya, selama kita bisa membantu saudara kita dan tidak memberatkan, maka tentunya yang terbaik ya, di samping kita mencari nafkah, kita pun juga membantu orang lain. Misalnya memberikan standar harga yang ya mungkin lebih di bawah dari yang lainnya. Ini boleh saja dengan niat misalnya membantu. Nah, di sini dia di samping mencari rezeki, secara tidak langsung sebenarnya di sini dia bersedekah. Secara tidak langsung dia telah bersedekah. Misalnya dia melihat orang yang tidak yang kurang mampu tapi dia membutuhkan pengobatan tersebut, lalu dia obati walaupun misalnya tarifnya sudah ditetapkan, dia mengatakan terserah berapa saja yang mampu dibayar. Dia niatkan selisihnya itu adalah sedekah untuk dia misalnya untuk [Musik]

Pertanyaan-pertanyaan Ustaz ini sebenarnya masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan oleh para peserta, tapi karena waktu yang juga terbatas Ustaz. Insya Allah untuk pertanyaan-pertanyaan yang belum sempat terjawab pada sore hari ini, semoga di pertemuan selanjutnya akan dijawab oleh Ustadz kita. Sekali lagi kami ucapkan jazakumullah untuk kesempatannya pada sore yang penuh bahagia ini. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala membalas ya waktu-waktu Ustadz dengan sebaik-baiknya balasan. Dan kepada para pemirsa Wahda TV, semoga senantiasa di istiqomahkan untuk terus ya berada dalam ketaatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Kita tutup acara ya dewan apa dewan syariah kita konsultasi syariah dengan doa majelis. Subhanallah. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] bio healthy dan positif ion juga antioksidan. Rusak PH 8 plus itu gimana Ustaz? Maksudnya air kita ini memang memiliki PH 8 plus. Jadi itu ada di angka antara 8,1 sampai 8,5. Permenkes Peraturan Menteri Kesehatan untuk menyatakan bahwa air yang layak dikonsumsi itu adalah air yang ph-nya maksimal 8,5, antara 6,5 sampai 8,5.

Paling penting rasa juga nih. Karena bagaimanapun juga sebagus apapun pelayanan kita, kemudian packaging kita juga semenarik apa, tentu semuanya pada rasa. Dan memang rasa itu relatif, rasa itu proses, butuh waktu, butuh kemudian eksperimen dan lain sebagainya. Beberapa kali kita promosikan, kemarin dan cukup besar karena memang pengambilannya berkomentar kontainer gitu, Ustaz. Ecek-ecek kita jual itu, Insya Allah belum cukup sebulan habis. Masya Allah, dua kontainer masuk itu sebulan tidak cukup habis.

Memang kalau ini karena saat penjual kurma beda ya rasa dari setiap kurma, meskipun suka tapi sumbernya dari negara-negara tertentu itu beda-beda. Kalau dari mesin kan dia agak lebih besar. Tapi orang Makassar tidak begitu suka karena berpasir dia. Kalau kurma khalas dia lebih kecil tapi lebih manis.