Transcription
Oleh sebab itu, pertama-tama saya sebutkan di sana, dari mana sebenarnya orang tua biasanya, masyarakat Batak biasanya selalu mengatakan tua mereka menganggap bahwa ada Batak itu adalah ciptaan dari si julu-julu tubuh. Padahal mereka lupa, dikatakan dan harus kita ingat, sebenarnya mengenai adat itu yang terutama adalah.
Oleh sebab itu, orang Batak itu sendiri memahami bahwa ada Batak itu ugari. Mata itu disihatkan, diilhamkan oleh Mula Jadi yang begitu mereka kenal dulu. Sekarang ini kita kenal mudah, jadi itu adalah Allah Bapa Tuhan kita Yesus Kristus. Maka sebenarnya menurut orang Batak, terutama dalam Kristen, itu harus kita ingat, ada yang diciptakan dan diilhamkan oleh Allah Bapa, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus. Di sini yang sering terjadi kekurangan di dalam menjalankan adat itu, karena nampaknya masyarakat Batak menjalankan itu dalam ketakutan kepada popula. Jangan sampai ada yang menyimpang dari apa yang mereka pesankan. Padahal mereka hanya membuka. Sebenarnya orang Batak itu harus lebih takut kepada yang menyeramkan itu, kepada yang mewariskan itu, yaitu Allah Bapa Tuhan kita Yesus Kristus. Harus itu yang ditakutkan.
Untuk melaksanakan ingat komputasi itu menurut orang Batak itu sendiri adalah Tuhan kita sendiri. Bisa ada berubah ini yang selalu alasan daripada tidak mau merubah ada Batak itu karena apa yang bisa dirubah. Saya kasih contoh, empat anak saya semua sudah menikah, saya tidak pernah melakukan itu. Sekarang ini, nanti kita akan bicarakan lagi. Nggak ada artinya itu dulu ada kalau dikatakan ada Batak itu nggak bisa berubah. Itu pemahaman seperti yang dikatakan begitu. Dapat kita buktikan pertama yang dilakukan di sana kalau pergi ke Samosir. Bukannya yang itu salah satu yang harus kita mengerti.
Yang kedua, dalam masa masyarakat Batak itu dalam adat itu sebenarnya yang terutama adalah. Umpamanya orang Batak sendiri mengatakan kalau apa perjudit di dalam satu pesta adalah promosi. Makai itu tapi sudah sangat besar itu bisa dilaksanakan karena semua mereka. Jadi nggak ada alasan untuk mengatakan. Makanya kita harus menyadari dalam filosofi Batak itu tujuan adat adalah [Musik]. Keras kalau rohnya itu lembek-lembek lunak dia punya menghadapi kecelakaan atau persoalan yang baru, dia tidak akan bisa sakit. Apapun yang terjadi dalam hidupnya. Dan bagi kita itu bisa horas apabila Tuhan bekerja di dalamnya. Asasi lain itu harus selalu kita mengerti seperti yang dikatakan Tuhan kepada Yosua.
Oleh sebab itu, kalau ada itu sudah menjadi ada yang mengandung umpamanya. Kalau ada yang yang meninggal, yang sudah saya meninggal, saya lihat bagian tulangnya banyak banget. Saya lihat ulosnya [Musik]. Kalau bisa selalu keturunan orang meninggal [Musik]. Orang-orang muda perlu tahu hadap itu supaya kehidupan kita tertib. Nanti akan saya jelaskan juga dalam kehidupan masyarakat yang horizontal. Ada beberapa hal yang tidak bisa dipisahkan dari adat Batak, ya. Yang pertama, struktur kekeluargaan masyarakat Batak. Struktur kekeluargaan masyarakat [Musik]. Kenapa dikatakan meluas? Kalau dalam bahasa Inggris demikian juga dalam bahasa Indonesia. Tapi dalam masyarakat Batak tidak, karena kita selalu berpikir ini tersangkar baju buruan kita dengan dia. Maka sebenarnya keluarga Batak itu adalah satu keluarga. Semua masyarakat pasti ada pertuturannya di sana. Dalam hal ini perlu saya jelaskan, nggak saya catat di sini, udah ya. Itu sebabnya ada istilah di dalam apa sesuai dengan kehidupan masyarakat Batak. Bukan masyarakat Batak yang menciptakan istilah itu. Dikatakan nuklir family, keluarga inti, keluarga babi. Itulah keluarga dalam bahasa Inggris. Dan masyarakat sebenarnya dalam masyarakat Batak tidak ada sanak saudara, tidak ada relatif yang dekat. Dan kekeluargaan masyarakat Batak itu berdasarkan dalil itu tidak bisa dilaksanakan lepas dari struktur kekeluargaan itu. Jangan serampangan karena bisa karena masalah sedikit. Jadi ada masalah dia. Kak, selalu sopan, harus selalu pantun, harus selalu hormat. Pernah ada orang mengatakan [Musik]. Dalam pengertian orang Batak, dia tahu untuk patung. Kalau dia tidak melakukan itu, itu berarti dia bukan Boru Ni Raja. Itu tidak. Makanya saya katakan di sini, sering saya dengar, maka raja datang [Musik]. Dan saya singgung di sini mengenai pemberian Marga. Ada teman saya para mengukur [Musik]. Apa itu memberi Margahayu? Bukan itu orang salah. Tapi kalau ada dimasukkan dia ke dalam bagi masyarakat [Musik]. Tiga pun marganya kalau nggak masuk kejadian itu, kita nggak tahu juga bagaimana pertumbuhan kita ke sana. Ini ada saya katakan di sana dalam dalihan. Tapi jangan salah mengerti, raja bagi masyarakat semua raja. Apa artinya raja Sisingamangaraja? Bukan dalam kuasa. Dalam itu harus mati diakui dia karena di mana dia hadir di sana kan ada perdamaian. Jadi tidak dia punya istana, tidak punya tentara. Hanya waktu melawan Belanda nggak bisa ganti. Kalau anak ini raja, dia anak tangganya pasti ganjil itu dulu asalnya. Jadi perilaku dan kehidupan hatoban itu dengan yang bukan hatopan yang berbeda. Hanya kita lihat jalan aja udah terus tahu. Jadi kalau dikatakan raja itu merupakan kata sifat orang Batak itu semua benar-benar dalam kedudukan yang horizontal, sama-sama raja. Baik di dalam perilakunya, di dalam perkataannya, di dalam caranya bergaul. Kalau umpamanya ada orang makannya juga seperti rakus atau apa, karena semua di dalam masyarakat Batak itu adalah raja.
Yang tidak bisa dipisahkan dari dari mata itu, yaitu bahasa Batak. Saya mulai dari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Di dalam kerapatan Pemuda Sumpah Pemuda itu jelas, kami putra dan putri Indonesia mengaku bertam tanah tumpah darah yang satu, tanah air Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa satu, yaitu bangsa Indonesia. Tapi yang ketiga berbeda, kami putra-putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia. Tidak pernah dikatakan di sana, kami putra-putri Indonesia mengaku berbahasa satu. Bahasa yang nggak ada. Kami putra putri Indonesia menjunjung mengaku menjunjung bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia. Dan jelas dalam keputusannya dalam kerapatan pemuda yang pertama jelas ditekankan. Dan yang kedua juga 28 Oktober itu tanpa menghapus bahasa ibu yang asli. Makanya kalau saya mengajar anak Sidi, kalau ada yang tahu bahasa Inggris, saya gembira. Saya gembira kalau kalian tahu bahasa Inggris, tapi saya bangga kalau kalian tahu bahasa Batak karena itu nggak bertentangan dengan Sumpah Pemuda kita. Dan itu memang selalu saya renungkan. Ini kok begitu hebat pemuda-pemuda waktu itu. Benar-benar pemuda mereka, bukan seperti zaman Orde Baru pemuda pimpinan KNPI Indonesia [Musik]. Tapi coba bayangkan bedanya dengan pemuda-pemuda sekarang ini. Pemuda pada waktu itu bisa menjangkau sampai seperti itu, bisa melahirkan proklamasi lahirnya bangsa Indonesia. Karena itu selalu saya katakan, Indonesia sebenarnya mengalami dua proklamasi. Tahun '28 proklamasi lahirnya bangsa Indonesia, sepakat menjadi bangsa Indonesia. 1945 proklamasi lahirnya negara Indonesia. Coba pemuda-pemuda bisa melahirkan suatu bangsa dan pemikirannya begitu luas sampai ke depan. Menjunjung bahasa persatuan, bukan berbahasa satu. Karena bahasa ibu asli itu seperti bagaimana masyarakat Batak harus. Itu yang kita gunakan dalam bertutur dalam dalihan. Bagaimana kita umpamanya kalau dikatakan berbahasa itu nggak bisa lagi berbahasa Batak Indonesia di bahasa Indonesia. Bagaimana kita mencerahkan itu dalam bahasa Indonesia? Harus dalam bahasa Batak Indonesia [Musik]. Kalau kamu orang Batak, harus tertib kehidupanmu. Walaupun harus kita terjemahkan itu dalam kehidupan yang baru. Ada sebenarnya tiga bahasa Batak. Makanya menurut Islam katanya bahasa yang terkaya Tagalog, yang kedua Jauhi, dan ketiga Batak. Bukan masalah vocabulary-nya. Hata bata itu sebenarnya ada tiga bahasa. Biasa, bahasa kesopanan, bahasa kesopanan, bahasa apa? Bahasa sehari-hari, bahasa kesopanan, bahasa Ratapan [Tepuk tangan]. Tapi kalau kita katakan, walaupun pernah saya pernah sakit hati lihat baru setelah kami menikah, dia tahu bahasa Batak adalah yang dikatakan kepada karena [Musik]. Mau makan nih sayang sama Papa. Dan memang bukan semua vocabulary ada, tapi tidak bahasa Bataknya, tapi bahasa kesopanan itu paling tidak sebenarnya harus kita tahu. Paling tidak hanya mengenai tubuh kita ini. Mata, jangan sampai kau katakan kepada bapak Indonesia [Musik]. Dan termasuk saya sebenarnya dalam masa-masa masyarakat sekarang sudah makin banyak yang mengatakan. Pernah terjadi dulu itu disebut ditempatkanlah di sana pendeta Jerman. Jadi mengajari dia ke rumahnya pendeta sekarang [Musik]. Yang terakhir itu ada kalau di Tambunan umpamanya itu masih dibicara. Kalau ada orang tua yang meninggal, bisa sampai digaji orang untuk meratapi mengadu karena nggak ada lagi yang tahu. Dan kalau dia mengandung, kita nggak akan mengerti. Kita nggak akan mengerti. Kalau umpamanya anak saya meninggal [Musik]. Artinya sesuai dengan tekanannya. Gudang, apa artinya gudang? Gudang sebenarnya Agung. Makanya kalau di Simalung Sopok, gudang-gudang artinya banyak. Jadi kalau ada sering saya tertawa kalau dalam Matius [Musik]. Masih jalanan malam [Musik]. Indonesia pengucapan tidak selalu sama dengan yang penulisan [Musik]. MBB baru umumnya di depan. Saya udah pernah baca di apa di Immanuel Songon [Musik]. Marni [Musik] [Musik] alamat [Musik].
Yang pertama perlu saya tekankan, umpama itu bukan pantun. Asal sama di belakang bukan akan kita anggota, bukan pantun. Umpama itu sama dengan pantun. Kalau dibilang itu kan ada sampiran, ada isi. Dalam umpama, isi yang sebenarnya bukan di sampirannya, eh bukan di isinya, tapi di sampirannya. Saya kasih contoh ya [Musik]. Bukan di anak adalah berapapun anaknya yang diminta seperti bintang dari kota [Musik]. Dia memberi kehidupan kepada tanam-tanaman. Begitulah kalau Adong [Musik]. Di Tanah Datar kalau apanya itu kolang-kalingnya itu jatuh, dia akan menjadi tunas baru. Tapi dekat kayak pohon asalnya, dia akan mati sendiri. Apa pohon aslinya? Tapi kalau dia tumbuh di Ruben, kalau hartanya itu jatuh, dia pasti menggelinding jauh sehingga dia kalau tumbuh di sana pasti akan tumbuh besar. Nggak ada yang menekan, bertambah, bertambah, makin banyak hal itu. Masyarakat aslinya itu kan tempat mengikat sampan. Itu kalau dia sudah kembali dari apa dari dia diikatkan di sana. Makanya dikatakan Labuan. Sebenarnya itu apa itu tonggak? Itu biasanya untuk mengikatkan sampan itu supaya kalau ada pasang naik jangan terbawa sampan itu. Jadi berapa lama pun apa itu sampan itu berlayar, adapun numpak besar atau angin topan, tapi permintaannya akan selalu sampai. Jangan tenggelam di sana, jangan mau di sana. Berapa lama pun kita hidup, banyak pun penderitaannya, banyak pulpen penyakit yang dia derita, tapi tetap sehat tuh cacat disuruh satu bagian-bagian. Apa itu? Kalau dia masih muda, ya takut itu enak itu masih muda. Dia madungdung karena beratnya kolang-kalingnya itunya dan segalanya. Dia akhirnya dia masih akan tumbuh dari dari pokoknya itu sendiri akan tumbuh tunas. Itu yang disebut filo-pilo. Dan kalau itu supaya bagus tumbuhnya gimana? Itu dipakai itu hanya dipakai masyarakat apabila ada seorang perempuan masih muda tapi sudah menikah meninggal. Artinya permintaannya [Musik]. Jadi itu harus benar-benar. Jadi apalagi yang kamu [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] membuat laporan [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik].
Kita harus memahami ulos dulu. Bagian masyarakat itu termasuk kebutuhan primer itu pakaian sehari-hari. Dibuat di sini. Makanya kalau orang Batak dulu maulah di hauma mencangkul kan diikat yang di bawah itu supaya bisa dia bebas bergerak. Diikat begini jadi kayak celana hidup penasaran [Musik]. Sebenarnya bagi masyarakat Batak dulu dijamin paling tidak satu tahun mereka sudah sudah tersedia pakaian mereka sehari-hari. Makanya itu sangat perlu. Itu merupakan kebutuhan yang sangat primer dan sangat dibutuhkan. Dan pada masa dulu banyaknya urus itu menjadi lambang harga diri. Berarti bukan hanya setahun sampai dua tahun sampai lima tahun, nggak usah mereka belanja pakaian sudah bersiap. Ya, sekarang nggak dibutuhkan lagi harus kita akui. Makanya kalau dikatakan Manggolo, kita nggak pernah lagi kita pakai. Berarti kita butuhkan lagi. Dan sekarang ini saya pikir tidak ada lagi kebanggaan kalau banyak. Saya kasih contoh waktu buruk, saya pesankan kepada semua pendeta, jangan ada yang mau. Hanya pimpinan dan proses. Makanya di banyak marga sekarang kan hanya keluarga di kaki yang. Dan memang dulu nggak bisa sembarang orang. Harus ada hubungannya orang tuanya pulangnya. Kalau nggak ada hubungannya, terutama dia tidak masuk dalihan. Saya ingat dulu ada teman saya setelah harus ada yang apa. Makanya sekarang ini sudah lebih banyak karena nggak ada itupun. Waktu guru saya masih 300 dan dalam waktu tertentu. Tapi yang penting bagi saya jangan terlalu banyak lagi ya. Termasuk dipertahankan sekarang [Musik]. Tapi harus ada. Kalau saya katakan harus ada dan hanya yang mempunyai peranan penting lah di pesta itu yang apa. Makanya selalu saya sarankan dan itu juga menjadi saran kita dari seminar ini kepada Pemda di sekitar Tapanuli untuk memberdayakan penuh ulos kita. Mereka harus memberdayakan penenun ulos. Mampu menenun bahan baju jas dan batik Batak supaya tetap hidup. Bahkan harus makin banyak itu. Sekarang udah banyak kerja dari bahan ulos. Coba diusahakan diperhalus itu supaya bisa menjadi kemeja, supaya bisa menjadi bahan batik batik. Tapi harus kita perluas dulu. Jangan hanya gambarnya. Tapi bahannya juga harus hasil tenunan. Sekarang masih hanya menggambarkan semua simbol-simbol yang ada dalam masyarakat kota itu supaya mereka juga hidup. Tapi harus tetap ada ulos yang ditonun. Tapi jangan terlalu banyak dulu ya. Ini yang penting kita mengerti dulu. Ulos itu bagi masyarakat Batak adalah merupakan alat mentransfer. Makanya seperti yang saya bilang, itu ulos itu harus dari yang lebih tinggi tingkatnya kepada yang lebih rendah. Nggak bisa dari yang lebih rendah kepada yang lebih tinggi. Lebih rendah masalah keberadaan bukan. Tapi dalam dalil. Makanya saya sarankan sekarang, saya sarankan supaya ada lagi yang menganggap sekarang apa meninggal, apa adik saya udah udah Sarma tua raja kami dikatakan perharta kami udah kami putuskan di Nabi Nuh. Kalau Sarima tua tidak ada ular Sorong [Musik]. Makanya saya sarankan di sana ya di sini. Supaya dan ini yang selalu saya katakan, supaya ulos itu merupakan lambang kasih. Saya ini menandakan bahwa kami mengasihi engkau. Lambang kasih kami. Tapi ini sekaligus untuk menyatakan kepada kalian bahwa kami mengasihi kalian. Tapi ada kasih yang lebih besar, yaitu kasih dari Tuhan kita. Oleh sebab itu hendaknya apa membawa kalian supaya rindu diurusi oleh Tuhan karena Tuhanlah yang mengurusi badan dan kondisi kita. Asas itu. Jadi ulos itu menjadi lambang kasih dari pemberi dan juga supaya mengajak mereka untuk merindukan panggul dari Tuhan. Setiap mereka ingat, ah ngajak Tuhan yang selalu mengganggu pikiran saya sekarang ini. Kalau umpamanya itu bagi masyarakat Batak yang pertama sekali [Musik]. Jadi mulai dulu Siapakah itu? Kenapa harus selalu kita lakukan? Gak pernah mengenal itu. Sekarang yang menjadi pertanyaan, dan ini yang paling perlu saya pikir, masihkah perlu adat itu kalau kepada pemuda ditanya ini? Tapi jangan lupa ya, anak-anak muda, jangan lupa di negara kita ini tidak ada budaya nasional diputuskan oleh negara kita ini. Budaya nasional adalah perpaduan budaya daerah. Itu akan tetap dilaksanakan. Kalau kalian katakan tidak perlu lagi ada, mau apa yang kalian lakukan? Karena budaya itu harus ada. Itu harus ada. Kalau dikatakan resepsi aja, kalau itu yang terus dilakukan, itu kan menjadi adat. Karena adat itu kan yang selalu dilakukan berulang-ulang. Jadi masih perlu? Karena adat itu adalah bagian budaya kita, bagian dan kita. Oleh sebab itu selalu saya katakan, masih perlu, tapi bukan masih perlu, tapi sangat perlu. Tapi harus kita lihat dari segi sistem nilai masyarakat bangsa itu sebenarnya diikat oleh tiga nilai. Nilai adat, nilai agama, nilai hukum. Kan itu yang mengikat kita semua. Kita harus melakukan adat kita, kita harus hidup dalam agama kita, kita harus melakukan hukum. Yang tiga itu yang mengikat kehidupan masyarakat Batak. Hanya kesalahan kita masyarakat Batak selalu menempatkan nilai adat itu di atas nilai agama dan nilai hukum. Kenapa saya katakan di atas nilai agama? Karena banyak masyarakat kita yang menganggap kalau tidak dilakukan dengan perkawinan. Dulu saya masih umur 28 tahun, kemudian saya yang sangat saya kagumi udah meninggal. Anak datang ke rumah saya bersama seorang pemuda dan seorang pemudi. Ini Marga Sigalingging, ini Boru Siregar. Orang tua mereka di kampung dan tidak ada kemampuan untuk datang ke Jakarta ini karena mereka berencana mau menikah. Sebenarnya sudah sempat ada yang mau mangamai dan Marga Siregar. Tapi waktu mereka bertemu semacam margori dinding, berapa ada uang 35.000 tahun '78. 35.000 dan itu juga belum cukup. Mengundurkan diri. Nggak mungkin mereka mengarungi. Orang tuanya pun bahkan mereka bantu nggak ada jalan keluar. Pergilah mereka ke guru Muria datang. Itu makanya mereka datang kepada saya. Jadi [Musik]. Kemudian bagaimana kita mereka pergi? Itu dia mau mulai di rapat pendeta berikut. Ada yang mengadukan saya, teman pendeta dikenalnya saya. Terus [Musik] [Musik]. Masyarakat Batak ini mereka menganggap kalau tidak dilakukan secara adat itu tidak sah. Itu nggak ada itu. Itu sebabnya dikatakan dalam Matius [Musik]. Puasa di laosi akasiani adat nasiyan aka na22 [Musik] [Musik] [Musik]. Diberikan dari situ persembahan kepada gereja. Sehingga dia mengatakan kepada orang tuanya, "Nggak ada lagi uang saya membantu kaum Pak Mah, udah saya kasih persembahan ke gereja." Itu nggak benar itu kata Tuhan. Nggak bisa kau telantarkan orang tuamu dengan persembahan kepada isi gayamu [Musik]. Han ke gereja maka kamu tidak membantu orang tuamu. Tidak pasangan naturalisme. Dan jangan sampai adat itu di atas nilai agama. Terhadap hukum, masyarakat Batak menganggap lebih tinggi dari hukum negara. Ini pemikiran yang tidak benar. Nggak bisa itu. Itupun karena ada. Selama masih bisa diputuskan dengan hukum adat, ya pemerintah masih menghargainya. Tapi akhirnya harus menjadi hukum negara yang paling menentukan. Oleh sebab itu, yang perlu kita lakukan harus nilai agama itu yang pertama dan yang terutama. Harusnya agama itu dari bagaimana agama kita harus. Itu yang menjadi tolok. Apa yang perlu kita lakukan? Jangan jangan kita hapus, jangan kita tiadakan. Tapi yang terutama harus nilai agama. Bahkan harus agama menjadi sumber perumusan dan pelaksanaan hajat dan hukum. Saya catat di sini. Memang kita harus akui bahwa hukum itu bukan masalah salah dan benar. Hukum itu adalah kesepakatan. Bukan salah dan benar. Saya selalu kasih contoh, hukuman mati sampai sekarang ini masih diperdebatkan di seluruh dunia ini. Apakah benar atau salah hukuman mati itu? Nggak ada keputusan. Tetapi berbagai negara, termasuk Indonesia, mengatakan hukuman mati itu masih harus dijalankan terhadap kejahatan-kejahatan yang sudah menjadi kemanusiaan, mencelakakan ke manusia. Tapi banyak negara yang menyatakan hukuman mati itu tidak perlu. Itu bertentangan dengan kemanusiaan. Jadi kesepakatan rumusan hukum itu adalah kesepakatan. Oleh sebab itu, agama dan di sini terutama kita Protestan, kita lihat hukum di negara kita ini sudah banyak dimasuki oleh hukum Islam. Ada yang berhasil gereja Roma Katolik memasukkan. Tapi gereja Protestan tadi sangat ketinggalan dalam hal ini. Makanya saya himbau semua Kristen Protestan yang menjadi anggota parlemen ini menjadi tugas sebenarnya bagi mereka supaya juga nilai agama kita itu menggarami juga hukum di tengah-tengah negara. Bahwa adat itu perlu, tapi harus kita tekan di bawah agama. Karena nggak mungkin kita katakan, "Saya sudah orang Kristen, saya murid Yesus. Kalau saya kasih contoh umpamanya, saya adalah orang Kristen, murid Yesus. Nggak perlu hukum sama saya. Lihat lampu merah, nggak saya nggak perlu sama saya orang Kristen. Tidak perlu, tidak perlu hukum." Nggak bisa. Tapi bagaimana supaya adat itu dasar berpijak kita untuk melakukan agama kita, melakukan apa ada yang apa di sini. Oleh sebab itu, saran kita, pahami dan lakukan ada tidur dengan benar. Pahami dan lakukan. Dan kemudian tinggalkan hal-hal yang tidak berguna lagi. Saya kasih beberapa contoh seperti yang saya katakan itu tadi, nggak ada artinya itu sekarang. Apalagi dilakukan yang tidak benar, nggak ada sama sekali. Potong aja. Kenapa takut? Di dalam keyakinan kepada Tuhan kita itu nggak berguna lagi dan nggak bermakna lagi. Dulu itu sangat bermakna seperti yang saya terangkan tadi. Apa artinya mengelilingi apa itu mayat itu 7 kali kemudian lari mereka ke rumah kemudian itu sama sekali kekafiran yang baru. Anak saya meninggal di Medan umur 82 tahun [Musik]. Paling tidak supaya besarnya mengerti bagaimana susunan kekeluargaan mereka. Dan saya sudah pernah lakukan itu karena ada alasan saya. Karena dalam hal biasa saya nggak ada waktu. Anak menikah. Saya ingat pengalaman saya waktu saya berpesta anak saya yang pertama menikah, hanya untuk menyelam 3 jam karena begitu banyaknya orang yang tidak tapi tertib. Kalau sampai begitu nanti gimana? Akhirnya saya katakan kepada saya, semua terpotong satu jam. Allah mengenai Jakarta berguna lagi. Apalagi yang tidak bermakna. Kenapa nggak berani kita potong [Musik]. Dari kita bagaimana benar-benar agama itu asam. Tapi yang mau saya tekankan, harus agama itu yang terutama melaksanakan. Tapi perlu masih perlu ya. Dan saya yakin kalau kita sudah menghidupi agama kita, ada sangat bermanfaat dan kita pasti taat hukum. Yakin Indonesia di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Yang perlu saya tegangkan, bumi dan langit yang kita tempati sekarang bukan lagi bumi dan langit pada waktu zaman. Kalau kita tidak bisa melakukan adat itu sesuai dengan iman kita, orang-orang muda juga akan meninggalkan itu karena nggak masuk akal lagi zaman sekarang ini. Di bumi yang kita bijak sekarang ini, kita mulai ada jam 8 pagi sampai jam 09.00 malam. Tapi harus kita lakukan. Harus dicas lagi minta 3 juta, 1 juta. Dan jangan lupa waktu masa COVID, jangan patuh kopi. Kenapa setelah kopi hitam ayam bukan di karang-karang begitu saja. Tapi Tuhan memberi hikmat kepada leluhur kita dulu sehingga kita benar-benar memiliki suatu budaya yang cukup tinggi. Jala di adat Batak di tengah-tengah nih hadapi bermaknai Alana pantun do molo asal nagawe pakai sampira dot isi nalaho bahwa di pasar Ratu hitada kita itulah kita betul-betul diikat menjadi satu dalam satu kesatuan yang utuh [Tepuk tangan]. Jadi anggota sudi jadi Alani Dodi Bagas wanita [Musik]. Agama bukan hukum adat yang lebih tinggi. Adaton tapi kita melakukan itu bagaimana supaya sesimpel mungkin alay bermakna menikmati kopi snack Sinurat Cijantung [Musik]. Masih perlukah adat Pulau pribadi dengan Omah Batak patuduhon nomor 28 [Musik] [Musik] 00 dalam hal mengerjakan matematika atau mata pelajaran. Tapi moloroha tidak demikian. Terima kasih ya mang atas kesempatan yang diberikan kepada kami para peserta dari seminar saat ini. Yang saya mau tanyakan emang memang bertolak belakang emang sama yang Amang sampaikan tapi kebiasaan kita ini orang Batak di hal kedukaan apa minta ampun minta apa minta apa. Saya minta petunjuk emang bagaimana emang kedepannya supaya kebiasaan seperti itu tidak dilakukan oleh saya nggak tahu kalau kebiasaan kegiatan itu baik atau nggak. Tapi menurut saya sepertinya kurang ini ya Bang ya seperti mengatakan di Tiki ngulung Bapak ini sepertinya salah Mang menurut saya. Tapi menurut Amang gimana petunjuk ke depan supaya hal seperti itu tidak dilakukan lagi ya mang. Terima kasih ya bang. Dari mau lihatnya mah di Amang moderator aku juga sangat setuju kalau memang hukum negara itu di atas hukum segalanya. Terus yang kedua hukum -hukum adat, hukum jadi hukum agama juga ya hukum agama mana paling tubuh. Terus hukum negara, terus hukum adat ya kan ini tentukan dia punya hukum adat, hukum negara di atas hukum adat [Musik]. Hukum negara bahkan di Jakarta [Musik]. Bukan karena saya bilang tadi anak-anak bungsu ya. Bukan cuman mulut kita miring sangat tolak belakang dihukum negara di bagaskan termina parajulun situasi urat nilai mengikat masyarakat. Kenapa tidak lebih tinggi dari hati? Dari hati itu yang diinginkan nilainya yang lebih tinggi yang mengikatnya dunia dari sistem nilai. Saya hanya mau menekankan supaya nilai agama yang menjadi terutama dan sumber perumusan daripada hukum dan adat terutama dalam pelaksanaannya. Walaupun Nilai hukum itu sangat sulit kita lakukan karena itu ditentukan oleh negara. Dan kenapa bukan hati? Hati saya untuk menekankan bagaimana kedudukan agama, adat dan hukum itu yang mengikat masyarakat [Musik]. Kita tidak tahu. Tapi lab itu dimengerti sebagai pusat kehidupan kita yang membuat kita menjadi sumber kekuatan yang membuat kita berpikir, bergerak dan berbuat. Kalau dalam perjanjian baru nggak begitu pas dikatakan di sana kardia artinya jantung. Jadi menurut bahasa Yunani bahwa rohai itu ada di jantung atau bagian dari jantung. Demikian juga dalam bahasa Inggris. Dalam bahasa Batak itu sama dengan lab yang dalam perjanjian lama. Itu dalam diri kita ini. Nggak tahu itu bukan organ tubuh, bukan bagian dari organ tubuh. Itu bukan dia bagian dari jantung, bukan dari yang dari hati. Tapi Roha itu adalah merupakan pusat hidup kita yang membuat kita berpikir, bergerak dan berbuat. Sama dengan yang di Perjanjian Lama. Jadi Roha ima naik kok diingani nilai agama supaya nilai agama itu yang pertama mengendap dalam hati kita supaya kita melaksanakan adat dan hukum sesuai dengan takaran dari agama itu. Jangan berarti dia besok keluarga keluarga dan nggak perlu ditayangkan itu. Kalau kita lakukan itu, silakan aja. Allah jangan ada yang bicara kepada orang meninggal. Kita hanya memberi pesan dan kesan mengenai yang meninggal supaya ada menjadi pegangan dan dorongan bagi kita dari kehidupannya dan perbuatan-perbuatannya. Dan kalau ada yang mencoba terus, kalau memang tidak ada yang menjamin itu nggak usah dilakukan itu. Dan memang sangat bertentangan itu dengan agama kalau kita berbicara dengan orang mati. Apalagi memang aku di Halak Batak Mulo karena orang Batak tidak mengenal wasiat mengenai apa yang kau tinggalkan dan dekat ke rumah kami bahagia mereka lihat. Tapi jangan serahkan dulu, jangan takut menjualnya. Namanya hukum adat itu banyak sinar mata karena [Musik] sebelah kanan. Terus yang depannya Mang di Hutapea, Amang Simanjuntak, ada lagi olahraga. Sangat bahagia puji syukur kesempatan ini. Kehadiranmu [Musik] [Musik] [Musik] Barat [Musik] [Musik] bergeser total 128 [Musik] lain [Musik] Kisaran [Musik] [Musik] [Musik] sarapan pagi [Musik] [Musik] [Musik] [Musik]. Memang luar biasa pesta berarti kan harus dari pagi sampai siang malam sore. HP di zaman sonareo kan apalagi di kota besar Jakarta, Malang, Medan, Malang di Surabaya mungkin dipilih pada saat hari libur Sabtu malam Minggu alebu hari-hari biasa ternak malu itu. Jadi memilih gedung tertentu yang bisa dimanfaatkan untuk pesta adat. Menang uloni Halak kita. Jadi Alana terbatas tuh dibatasi waktu mengulah honadaton HP Mbak gedung sekian hanya 3x tahun berikutnya gedung tertentu. Padahal saya butuh labulu tahulah untuk misalnya sore hari atau malam hari tersongon eee apa nasing mungkin bisa saja eee harga gedung tidak setinggi yang seperti sekarang. Jadi lain jadi lebih gedung-gedung tertentu Mulia Raja menang di 5 Farhan menang laim atau rusta paket Tong Hah. Padahal sebenarnya kalau kita gunakan gedung-gedung yang ini bisa saja nah suku-suku nabi. Apakah pernah kok ini matanya Run merupakan suatu suatu nilai atau suatu yang harus dilakukan buruh sosongoni ke bidang apakah itu suatu menjadi keharusan bagi orang Batak ikut acara sebagai materi Tiki sukun Anggo hamilan akan asing ah Hola nih. Apakah ini harus atau bagaimana [Musik] [Musik]. Nama gudang masukannya menambah ilmu maupun ulusi lambang kasih untuk mengingatkan kasih Tuhan dan pengusion ini Tuhan. Jadi kalau marhamulyono pendapat mungkin dinamakan dengan rumah tangga guru namanya [Musik] [Musik]. HKBP Sutoyo Jalan didampingi anggotanya Ibu Boru Panggabean dot Ibu Nyonya Sihombing Boru tinja oleh tema kesempatan dan nilai horny panitia Tuhan agama terhadap anak Batak Ima karismatik mengabaikan ada Batak [Musik]. Karisma pendapat masing-masing hukum sebagai firman Tuhan Yesus [Musik]. 2 minggu yang lalu Mahkamah Agung telah memutuskan dalam surat edarannya yang menyatakan bahwa perkawinan agama beda agama tidak diperbolehkan lagi. Kristen nama kaholongi jemaat agama mana Alkitab waduh perkawinan antara beda agama [Musik]. Bagus [Musik]. Dinamis mana yang tidak perlu harus kita di dalam kebiasaan dan bahkan mungkin senioritas di dalam pengkaderannya sendiri pun tidak mau dirubah. Jadi suku-suku itu bagaimanalah peran HKBP Bima pangular secara pribadi saya mengatakan mendorong siswa Mengapa halado dia mah menurut Alkitab terhadap adat atau tidak. Jadi merpati bagaimana peranan HKBP Luma Bima pengulangan dalam artina sopan hanya karena referensi sedangkan untuk belajar bahasa Batak perasaan nggak ada lagi jurusan sastra Jawa tapi sastra Batak tidak ada. Amang bagaimana kita mau sastra Mau lihatin halus misalnya dari selatan Tapanuli Selatan itu hanya karena kebiasaan dalam persawaran atau membaca buku. Jadi kelulusan tahun yang baru gitu memberikan dorongan untuk belajar bahasa-bahasa Batak yang sopan. Jadi setuju dong nah dibentuknya pemula lagu biasa-biasa saja bukan halus ah tersonil masuk-masuk 5 juta jadi suku-suku 5 HKBP Kristen Singapura [Musik]. Christina Ima iman Kristen Batakna 1. Terangkan sedikit apakah saya salah apa tidak. Nanti apa sopo apa rumah sepengetahuan saya sopo untuk yang paling besar rumah untuk wajah rumah ya rumah [Musik] [Musik]. Rumah adat kenapa? Eh rumah bungsu anak bungsu atau orang semampuku karena yang bungsu biasanya belakangan di pajai gitu ya. Itu ku terangkan secara hukum untuk anak-anak muda termasuk si Kalvin termasuk orang si Jordan. Ku terangkan kucoba yang kedua yang bangsanya kalau bukan begitu pengertiannya begini. Rohmah mereka perkawinannya. Kalau itu beberapa kali saya ikuti saya kecil lalu ini yang menjadi pertanyaan saya. Apakah ada peraturan yang baru untuk HKBP secara tertulis dan dulu kenapa tidak ada sekarang sudah ada supaya tidak terjadi perbedaan-perbedaan pendapat untuk HKBP tentang peraturan-peraturan mengenai perkawinan ini. Ini maksud saya supaya jelas mumpung 10 tahun jadi porus lalu tahun artinya harus mampu menerangkan itu tuntutan itunya ini. Kenapa bisa begitu dulu kenapa bisa sekarang di Balige ada dua gereja gereja ini ada ya gede kan itu gereja Balige nggak Okelah kenapa tidak di gereja Balige nya gereja Ina itu yang suka dibawa untuk sekolah minggu kenapa bukan di situ diberkati ya dia manga luar kawin lari kenapa tidak bisa di gereja boloon Tapi kenapa di gereja gereja hina itu gereja juga bentuknya segalanya sama di gereja tua. Kenapa pertanyaan saya kenapa dulu dilarang di gereja peraturan apa itu dari HKBP Adakah perubahan secara tertulis dibuat oleh karena rapat rapat sinode ya rapat sinode Amerika [Tertawa]. Kalau aku justru mengatakan prinsip orang Batak yang mengatakan bahwa adat itu tidak bisa berubah. Saya justru mengatakan harus bisa berubah. Hal-hal yang tidak perlu lagi dan tidak berguna dan tidak punya arti lagi harus kita berani memotong. Bukan hanya masalah bergeser. Saya katakan tadi kalau dikatakan naik kuda menganggap bahwa adat itu berasal dari tidak. Itu berasal dari Tuhan. Mereka yang membuka ekonomi yang kita pijak sekarang lagi bukan bumi yang dipijak oleh opo kita dulu. Kita harus bisa efisien, efektif dan efisien efektif [Musik]. Padahal bukan hormo yang dipotong. Jadi saya pikir itu nggak ada yang salah di sana. Dan kita harus mampu mengurangi hal-hal yang tidak berguna dan yang tidak punya makna lagi. Pernah kok ngimatani hari sebenarnya bahwa matahari itu naik begitu jalan ke atas. Apalagi di hutan kalau pagi-pagi muncul dia dari balik Dolok tolong itu. Itu nampaknya kemudian makin naik ke atas, semakin naik ke atas, kemudian dia turun lagi ke bawah. Itu yang dilihat orang tua kita dulu. Kemudian dia tidur lagi, kemudian pergi lagi ke sana. Itu makanya selalu itu secara apanya secara aslinya. Tapi sebenarnya masyarakat Batak kita itu mengapa di dokter itu sebenarnya adalah poda-poda yang sangat berguna. Karena Orang Batak itu kan bekerja di sawah semua dulu bekerja di sawah, bekerja di ladang. Dan kalau dia sempat bekerja di sawah, nggak akan mungkin lagi balik untuk melakukan adat. Makanya matahari karena dulu kan lampu teplok. Kalau kita pangkas pada waktu malam dulu kita lihat itu sudah sangat baik karena lampunya lampu teplok. Sekarang ini lampu sudah lebih seperti siang. Makanya orang sekarang pangkas pada waktu malam, waktu siang dan waktu itu. Tapi kalau tidak begitu dikatakan orang tidak takut. Kalau orang menyapu rumah malam, kalau ada di situ jarum atau ringgit diangkat diangkat malam. Itu yang benar-benar sesuai dengan kondisi pada waktu itu supaya jangan ada yang kurang, supaya jangan ada yang hilang, supaya bisa dilaksanakan. Perlu makan [Musik]. Yang saya maksud dalam masyarakat Batak sebenarnya itu yang ditambah-tambah sekarang ini terdiri dari denah. Jadi sekarang ini paru-paru yang tidak punya makna. Kenapa harus dilakukan? Kalau umpamanya dalam ada Batak bukan dalam kan nggak bisa kita bentuk apapun dalam peristiwa yang lain. Karena kalau kepada apa suku lain nggak bisa, nggak mau. Jadi masuk Kristen nya itu nggak tahu melakukan Cina. Jadi Roma Dang memang di Bereng di resepsial itu benar-benar ada nggak ada ulos. Kalau nggak dalam menjalankan adat. Jadi memang kalau memang nggak diadakan gimana kita kasih? Bagaimana kita kasih yang lain? Iya, tapi kita kan mau mengatakan supaya agama yang di atas ada itu. Kalau kita melakukan adat itu harus tetap berdasarkan agama. Jadi kan kita nggak mau melakukan gitu. Jadi kalau nggak menghadapi kalau sudah disahkan secara gereja apalagi [Musik]. Moro terdiri itu ditambah-tambah. Nggak ada bata itu lagi pula waktu ada anak Batak itu memang belum ada yang terdiri awalnya aja semua kita sangat berbeda dengan harus mati namanya. Kita nggak bisa [Musik]. Sebenarnya dalam pandangan gereja kelompok Kristen itu ada dua bagian gereja dan bidan karismatik. Itu kita nggak mengaku itu supaya gereja tangkap itu sebagai bidan. Makanya kita tidak pernah secara gereja berhubungan dengan mereka. Jadi dibakar memberi ceramah kepada seluruh pendeta di kota Medan. Semua yang menamakan dirinya. Kenapa dibakar? Kenapa bukan rumah orang tuamu yang di kampung sana? Semua bakar itu dibangun itu. Di dalam harus kita lakukan dalam hal yang benar karena Allah itu. Tapi bagaimana kita menggunakan itu? Hanya itu secara singkat ya. Sangat-sangat dalam sederhana yang mau saya katakan. Meridian diary tapi diary hari pertama itu hari apa itu nggak ada orang yang tahu. Hari kedua itu hari apa itu bahkan berapa jam itu. Kenapa nggak tahu? Karena matahari diciptakan baru hari keempat. Karena matahari. Makanya satu hari 24 jam bumi berputar mengelilingi matahari satu putaran. Jadi hari pertama itu berapa jam orang nggak ada tahu. Hanya Tuhan mengatakan [Musik]. Bisa saja itu kalau ukuran sekarang entah puluhan tahun entah ribuan tahun kita nggak tahu. Hari kedua itu berapa jam dan hari ketiga itu. Dan kemudian dikatakan pada hari ketujuh Tuhan itu beristirahat. Hari pertama selalu dikatakan buat mari maka jadilah petang jadilah pagi itulah hari pertama. Hari kedua Tuhan menciptakan Cakrawala jadilah petang jadilah pagi itulah hari yang pertama. Hari ketiga jadilah petang jadilah itulah hari yang ketiga. Hari ketujuh Tuhan beristirahat. Tidak pernah lagi dikatakan jadilah petang jadilah pagi. Itulah hari ketujuh. Itu adalah menggemparkan hari istirahat yang disebut dalam Ibrani 4 ayat 9 sampai 10. Aiman nangisan maka perhentian sabati itu. Itu yang menggambarkan dalam penciptaan itu hari Sabat, hari peristirahatan Tuhan. Hari ketujuh yang tidak ada lagi petang yang tidak ada lagi pagi. Itu hari ketujuh. Nggak pernah dikatakan itu hari menggambarkan hari Tuhan yang selama-lamanya. Jadi nggak ada itu yang mengatakan bahwa kalau kita lihat konveksi kita hari Minggu itu kita melakukan tiga hal. Pertama kita merayakan Paskah setiap hari Minggu. Kita merayakan Paskah. Puasa puasa minggu pertama mereka ketemu tanpa Thomas. Yesus datang pada hari kedua pada minggu kedua hari Minggu mereka juga bertemu dengan Thomas. Yesus datang akhirnya mereka jadi biasa bertemu hari Minggu ibadah pada hari Minggu. Mereka tetap melakukan ibadah pada hari Sabtu dan juga pada hari Minggu sesuai dengan adab apa Yahudi dan sesuai dengan penampakan Yesus setiap hari Minggu mereka merayakan Paskah. Tapi setelah terjadi pengejaran terhadap mereka orang Kristen Yerusalem semua dikejar-kejar. Mereka tidak lagi melakukan ibadah pada hari Sabat pada hari Sabtu. Tapi mereka melakukan Sabat pada hari Minggu. Itu sampai sekarang. Itu sebabnya dikatakan pada hari Minggu itu kita merayakan Paskah sekaligus merayakan Pentakosta karena hari Minggu juga terjadi itu. Dan mensyukuri penciptaan Allah akan semua yang diciptakannya. Dan keempat menguduskan hari perhentian Allah. Hari itu tuh yang dalam penciptaan itu bukan menguduskan hari Sabtu ya. Itu konveksi kita [Musik]. Sebenarnya kan itu aturan tapi dibikin juga kekhususan selain dari di perkebunan karena perkebunan orang nggak mau pada hari apapun harus hari Minggu karena mereka terus bekerja dari pagi sampai malam. Tapi di Jakarta karena sudah begitu hebat ya dilakukan aja walaupun mengatakan hari Kamis sebelum Minggu info sampai hari Sabtu sebelum kebangkitan Yesus jelas dikatakan keputusan mulai minggu info Cafe Kamis sampai hari Sabtu. Begitu juga kalau ada orang yang mengatakan Natal. Kalau saya katakan emangnya tanggal 25 Tuhan Yesus lahir? Nggak ada lagi ahli perjanjian baru yang tahu hari apa Yesus tanggal berapa. Tapi semua ahli perjanjian baru Perjanjian Baru kita bukan merayakan hari kelahiran Yesus tapi kita merayakan kelahirannya. Hari ini telah lahir bagimu Kristus itu tetap Lukas 2 11. Itu harus tetap begitu kita baca hari ini. Dan memang itulah Natal. Bukan merayakan kelahirannya tapi hari ini telah lahir bagimu gembala itu kayak perata malaikat itu datang. Tapi malaikat mengatakan hari ini telah lahir bagimu. Bagimu yang lahir. Makam Agung apa [Musik]. Memberkati yang dua agama dari dulu itu jelas di HKIP sebenarnya keputusan manusia dan segala macam tugas pemerintah. Tapi kita kan punya hak punya mengatur diri kita sendiri karena kita ajalah badan umumnya di gereja-gereja. Kalau dulu mereka belum menjadi Kristen tapi itupun juga nggak ada waktu saya melayani apa di Pondok Bambu. Saya mendirikan Perumnas 2 Bekasi. Datang dua orang ibu-ibu kepada saya Islam tapi suami kami orang Batak dulu Kristen tapi setelah menikah dengan kami jadi agama Islam. Kami sudah punya anak tapi setelah lima tahun kami menikah suami kami berdua tentara makin kurus makin kurus. Kami tanya mereka dikejar-kejar hati nurani mereka. Maka kami minta apa supaya suami kami diterima menjadi. Mereka mau menjalani apapun persyaratan tapi kami belum bisa karena keluarga kami. Tapi yakin Papa anak-anak kami akan ke sekolah minggu. Begini saja saya akan melayani anggap aja telah menjadi anggota jemaat ini. Tapi saya harus bicara dulu. Kemudian saya tahun 1979 saya juga Jakarta. Akhirnya saya pulang saya katakan Yakinlah saya menganggap mereka. Tapi saya minta kalau sudah bisa nanti ibu-ibu juga masuk menjadi agama Kristen ya sekolah anak-anaknya sekolah minggu. Saya layani saya datang ke rumah itu kalau perlu. Tapi secara formal yang seperti itu. Kemudian saya dipindahkan saya nggak tahu lagi bagaimana ceritanya. Tapi selama saya di situ saya pesankan kepada pendeta juga dilayani walaupun tidak bisa jadi dua agama itu dari dulu tidak mau menerima itu. Harus dinamis apa harus selalu menjelaskan itu di setiap kesempatan khotbah. Pertanyaan dan kemudian harus pendeta yang lebih dulu melakukan itu. Jangan dia khotbahkan tapi dia lakukan. Saya katakan umpamanya dulu Dondon tua itu sudah dilarang. Tapi maaf kalau saya katakan Saya nggak perlu mengatakan pendeta apa itu udah meninggal. Justru pendeta yang pertama melakukan dibeli setelah larangan itu. Makanya peran penggunaan dan lakukan umpamanya kalau pendeta [Musik]. Itu juga banyak apa orang Batak harus kita mengerti sebenarnya. Dan sudah sempat ujungnya ke bawah untuk mengembalikan itu dari sulit. Makanya jangan lagi udahlah tari aja lah begitu suara karena itu hanya karena itu bisa jadi bukan maksudnya kalau sudah sempat begitu nggak bisa mungkin kita kembalikan lagi. Jadi Songon terjemahan sudah zaman edan kalau tidak ikut edan mana masyarakat ya kerjakan dulu 5 juta [Musik] [Musik] Kristen Protestan tidak bergerak hijau [Musik]. Ceramah mengenai warisan masa saya membangun perjuangan alay di tahun kalau nggak salah tahun. Tahu live streaming doang acara tahun Adong 2 suku-sukun maritihi YouTube makin nah Parjolo bagaimana menyikapi adat Batak dan nilai kekristenan untuk zaman sekarang terkait pernikahan yang satu rumpun satu rumpun maksudnya marga-marga masih 5 juta kekristenan menanggapion kenapa 2. Apakah agama Kristen sudah cukup untuk menjadi pedoman hidup jika memang sudah cukup apa gunanya melaksanakan adat. Nah jadi warung apalagi betapatasi kurang lebih 40 tahun anggota Allah dimulai Opi mana agama [Musik]. Itu menyinari para datum menyinari para datum HP di komplain anak-anak ulos [Tertawa]. Terima kasih sebelumnya perkenalkan saya Nicholas dari sektor Efesus. Saya pakai bahasa Indonesia aja soalnya lahir dan besar di sini jadi takut kalau pakai bahasa Batak malah cari artinya gitu. Baik sebenarnya konser dari terima kasih juga untuk emang pendeta Silalahi. Sebenarnya konser dari saya pribadi adalah lebih ke arah bukan mempertentangkan antara adat dengan Kristen dalam arti terima kasih untuk tadi Oppo yang sudah menjelaskan artinya sebagai lahir dan besar di Batak juga dan juga memahami dokter gereja juga sehingga terjadi saya menangkap berusaha untuk memasukkan nilai-nilai Kristen di situ gitu sehingga akhirnya bisa dalam hal ini saya bisa pahami. Hanya saja dalam situasi sekarang ini dimana gencar banget dan seluruh hal-hal yang memang membuat seluruh nilai-nilai kita pelan-pelan tergerus. Pertanyaannya bukan lebih ke arah adat perlu atau enggak gitu tapi lebih ke arah sebenarnya bagaimana kita bisa mempertahankan kebanyakan kita adat kita di tengah situasi yang seperti ini. Beberapa waktu tahun lalu ada tulang saya menikah saya jadi kebetulan Oma umur udah tua jadi saya jadi parlopis di situ. Itu adatnya beda banget dengan yang di Jakarta. Masih pakai sistem paket juga di sana Oppo di sini nggak ada sistem paket. Semua serbaringkas gitu artinya ketika masa kemarin pandemi jam 03.00 selesai bisa selesai. Nah persoalannya adalah itu semua bisa kita persingkat bisa kita eee katakan kita kurangi satu per satu. Ada dua kemungkinan. Pertama lama-lama adat kita hilang. Dua adalah lebih susah memberitahu kepada anak-anak kita dalam hal Kami keluarga artinya belum mencapai umur 50-an. Bagaimana kita bisa mempertahankan justru adat Batak itu ke tengah generasi muda sekarang yang artinya mungkin aku nggak tahu mungkin 10 tahun lagi 20 tahun lagi nggak ada adat Batak. Mungkin HKBP juga b-nya lama-lama memang jangan-jangan semakin kecil. Itu aja kira-kira. Makasih bagaimana kita mempertahankan nilai-nilai agak Batak itu sampai saat ini yang pertama tadi adat itu mempertentangkan dengan Kristen ya bagaimana ya selalu dipertentangkan dengan kekristenan. Oke baiklah angka pernikahan yang satu rumpun satu marga sebenarnya mengenai yang satu rumpun itu kalau di dalam Alkitab hanya dikatakan Unang semua itu. Tapi yang satu rumpun satu marga itu umumnya peraturan dari marga itu sendiri. Itu pun sebenarnya bisa di perbaharui. Ada dalam masyarakat Batak istilah umpamanya satu marga mereka memutuskan seperti saya katakan semua warna itu langsung diikat dibenamkan di Danau Toba dan orang tuanya juga dihukum. Jadi itu peraturan dari marga itu sendiri. Tapi kalau umpamanya mereka mau merubah itu. Kalau di Inggris umpamanya mereka bikin peraturan sebelum tapi sebelum 3 generasi nggak bisa dianggap itu masih dalam arti family. Jadi dan banyak sebenarnya tanpa melakukan umpamanya 5 juta tuh 5 juta udah ada beberapa [Musik] perjanjian Silalahi dan Tambunan itu masih dalam satu rumpun dalam. Tapi Silalahi sekarang yang masih bertahan terus dalam satu marga umpamaan dalam salat hanya beberapa. Hanya karena saya pikir yang masih bisa dalam apa yang seperti itu sampai sekarang. Makanya ada istilah bisa terjadi di situ karena dari Tomo ini sampai-sampai ke Bali itu semua itu karena yang lain terserah pilih yang mana. Dan kalau sudah dipilih nggak bisa. Jadi Itu semua terserah kepada apa. Nggak ada dalam Alkitab itu dalam berapa generasi baru bisa. Tapi kurang dua dipotong nama agama kita jangan memperhadapkan agama dan kekristenan. Jangan mempertentangkan agama dengan karena kita dulu menerima Injil kita menerima itu supaya orang Batak dan jangan lupa dengan Israel kuno tatalaksana hidup bangsa Israel dan mereka bisa melakukan itu. Tetapi yang terutama.
Bagi mereka, mereka adalah bangsa-bangsa Allah. Jadi jangan kita pertentangkan. Seperti yang saya bilang, ada itu masih perlu, tapi yang terutama harus agama itu yang mendiami diri supaya iman kepada Tuhan, firman Allah itu, itu yang dulu yang harus mendiami roh kita. Menjalankan hati itu supaya kita bisa melakukan adat yang perlu, yang berguna, dan masih berarti. Jadi tidak bisa kita katakan apa, tidak cukup agama itu.
Jadi agama itu kita adakan, jangan ada juga, jangan kita gak makan, jangan. Tapi kita hidup dulu di dalam firman dengan Tuhan. Saya kasih contoh ya. Panggilan kepada Farhan, panggilannya jelas, tinggalkan apa apa, akhirnya tinggalkan rumah bapakmu, tinggalkan semua. Ikuti aku. Harus dia tinggalkan semua. Tapi setelah dia mengikuti Tuhan, hidup di dalam Tuhan, dia juga melakukan adat. Kalau kita lihat bagaimana Dia menyuruh apa, harus ke rumah bapak saya, dan mereka melakukan, mereka melakukan adat. Tapi lebih dulu dia harus hidup secara total di dalam Tuhan.
Kita belum pernah tercabut dari kebatakan kita itu, kemudian kita mengikut Tuhan, baru kembali sebagai kebutuhan kita melakukan panggilanmu. Hidup di dalam Tuhan, hidup di dalam firman Tuhan, baru lakukan adat. Jadi seperti yang saya bilang, itu bukan jadi tidak melaksanakan ibadah, tapi lebih dulu dia benar-benar hidup di dalam Tuhan. Dunia memang. Farhan. [Musik] Terinspirasi dengan apa yang dikatakan Tuhan Yesus kepada yang tersalib yang di sebelah kanannya. Hari ini engkau bersama aku di Paradise. Yang pasti dan surga itu, itu bukan masalah lokasi. Kerajaan Allah itu bukan masalah lokasi. Kalau lokasinya nanti. [Musik] Semesta alam ini terdiri dari beberapa galaksi, tata surya yang kita kenal sekarang, matahari hanya satu galaksi. Jarak antara setiap galaksi. [Musik]
Di seluruh dunia, di Medan, kebutuhan ibadah ini sebenarnya pertama harus kita usahakan anak-anak kita harus tahu bahasa Batak. Kalau tidak tahu bahasa Batak, dia tidak akan bisa mengerti. Makanya itu yang pertama. Menghilangkan semua kalau dia tidak tahu lagi bahasa Batak. [Tertawa] Karena itu dimulai dari struktur kekeluargaan, dia pasti akan berkembang. Sederhana. [Musik] [Musik]