Transcription
Pada hari pernikahan sang gadis, anjingnya tiba-tiba menyentuhkan kepala ke kepalanya. Gadis itu langsung terdiam karena gerakan itu adalah isyarat khusus yang dulu hanya ia lakukan bersama ayahnya. Saat itulah ia menyadari bahwa mungkin anjing ini adalah ayahnya yang terlahir [musik] kembali.
Ayahnya telah meninggal dunia karena sakit. Dalam duka yang mendalam, gadis itu tiba-tiba bertemu dengan seekor anak anjing. Tatapan anjing itu terasa sangat familiar. Tepat saat itu, pemilik tokoh hewan datang dan mengangkat anak anjing itu. Tapi si anjing berhasil kabur dari toko. Dipandu oleh penciumannya, ia menemukan rumah sang gadis. Ia langsung melompat ke kursi yang paling disayangi ayahnya semasa hidup.
Melihat anjing itu, gadis tersebut sangat gembira. Tapi ibunya membenci anjing dan mereka pun bertengkar hebat. Ketika sang ibu mencoba mengangkat anjing itu, [musik] ia tiba-tiba menggonggong keras hingga ibunya terkejut dan mundur. Tiba-tiba kipas angin di langit-langit jatuh tepat di tempat ibunya berdiri tadi. Ternyata anjing itu telah menyelamatkan nyawa ibunya.
Kemudian gadis tersebut secara resmi mengadopsi anjing itu. Tapi ada hal aneh yang di mana anjing itu selalu tidur di kursi [musik] ayahnya. Ia juga sangat suka menonton pertandingan sepak bola persis seperti kebiasaan ayahnya sebelum meninggal. Dengan kehadiran anjing itu, gadis itu perlahan mulai pulih dari kesedihannya.
Suatu hari hujan deras membanjiri rumah mereka. Gadis itu dan ibunya bergegas membersihkan air. Tiba-tiba anjing itu menggonggong dengan panik. Mengikuti arah tatapannya, gadis itu melihat percikan api dari kabel listrik. Ia segera menarik ibunya menjauh. Tapi sudah terlambat. Kabel itu jatuh ke dalam genangan air dan gadis itu memeluk ibunya erat-erat. Anehnya tak terjadi apa-apa.
Saat itu juga terdengar suara pecahan piring dari dapur. Gadis itu marah mengira anjingnya membuat kekacauan. Tapi ketika ibunya pergi mengambil mangkuk, ia menemukan bahwa anjing itu telah mematikan saklar listrik. Padahal hanya ayahnya yang tahu letak saklar rahasia itu. Mengingat semua kejadian itu, gadis itu menangis sejadinya. Ternyata ayahnya selalu ada di sisinya.
Saat upacara pernikahan dimulai, anjing itu bertingkah persis seperti ayahnya. Ia menuntun sang gadis ke sisi mempelai pria. Lalu ia berjalan dan duduk di kursi yang disediakan khusus [musik] untuk ayah sang pengantin wanita. Ayahnya benar-benar mencintainya bahkan dalam wujud anjing.