Transcription
Dubur shawatil mafrudah atau maktubah di setiap penghujung salat fardu. Di setiap penghujung salat fardu. Akhir salat fardu. Ingat bukan salat sunah ya, bukan salat sunah. Akhir salat fardu letaknya sebelum salam. Idza tasyahhada ahadukum an Abi Hurairah radhiallahu taala anhu qal. Hadis riwayat sahabat Abu Hurairah menyampaikan dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Tasyahda ahadukum jika Anda menunaikan tasyahud akhir dalam salat. Fokus. Jika Anda menunaikan tasyahud akhir dalam salat. Fas'alu biar arbain. Maka mintalah empat hal. Kalau kita kerjakannya dengan baik. Bukan sekedar doa yang dikabulkan, tapi Allah akan bimbing kita selamat dari mulai hidup dunia sampai kembali kepada Allah ke akhirat.
[Musik]
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Saudara-saudariku, alhamdulillah hari ini Allah kembali memberikan banyak kenikmatan kepada kita. Semoga kita termasuk di antara hamba yang pandai mensyukuri semua nikmat Allah itu. Allah berjanji di Quran surah ke-14 ayat yang ke-7. Lain syakarotum laazidannakum. Kalau kalian mampu mensyukuri nikmat yang aku berikan, maka aku akan terus tambahkan. Dan itu menggunakan lam taukid untuk penguat. Kata Allah, "Pasti aku janjikan aku terus tambahkan nikmat itu." Di antara makna syukur itu bukan sekedar mengucapkan alhamdulillah, tapi pernah saya terangkan juga di sini saat kita bahas Al-Fatihah. Syukur lebih kepada ungkapan kebahagiaan dan terima kasih atas nikmat yang Allah berikan dengan cara menggunakan nikmat itu sesuai dengan peruntukan yang telah Allah tetapkan. Allah meminta mata digunakan untuk melihat yang baik. Maka bentuk syukurnya gunakan mata untuk menatap yang baik-baik. Allah tidak ciptakan lisan dan mulut kecuali untuk bertutur yang baik-baik. Maka gunakan lisan ini untuk berkata yang baik-baik sebagai syukur kepada Allah. Demikian Allah tidak ciptakan sampai ke kaki kita kecuali berjalan dengan penuh kelembutan dan tawadu. Maka hindari segala sikap-sifat kufur seperti sombong, ria, angkuh dan sebagainya. Kalau kita bisa menjaga diri kita baik, tampak saleh di hadapan Allah, maka Allah akan mengondisikan semua lingkungan kita menjadi baik kepada kita. Mustahil ada orang yang kata-katanya lembut kemudian dikasari oleh orang. Itu mustahil. Mustahil ada orang yang berjalan dengan tawadu, tiba-tiba disombongi oleh orang. Itu mustahil. Mustahil ada orang-orang yang jujur kemudian tiba-tiba dizalimi dengan tidak menentu oleh banyak orang. Itu mustahil. Karena itu setiap nikmat kita gunakan pada yang benar maka Allah akan menggunakan semua fungsi sekitaran hidup kita untuk membantu kehidupan kita lebih mudah. Mohon maaf, mungkin kesulitan yang dialami saat ini bukan karena kurang hebat kita mengatasinya, tapi mungkin ada persoalan-persoalan syukur nikmat yang belum tuntas. Mungkin karena kata-kata yang kurang bijak kepada kedua orang tua sehingga ada perasaan yang belum tuntas untuk mendoakan kita. Ada kalimat-kalimat yang kurang pantas kepada pasangan. sehingga ketenangan tidak terbawa dalam pekerjaan. Demikian seterusnya. Nikmat harta juga begitu. Coba dicek, jangan-jangan selama ini lebih banyak nafsunya dibandingkan berkahnya. Banyak dibeli, tak banyak fungsi, itu nafsu namanya. Banyak ingin tapi tak butuh, itu nafsu namanya. Maka semakin orang mencukupkan nafsunya, semakin banyak beban dia bawa dalam hidupnya. Bukan sekedar akhirat yang dipertanggungjawabkan, tapi beban yang dipikul dalam kehidupan pun tidak mudah. Anda banyak mengoleksi pakaian yang tak butuh, bukankah Anda harus punya beban untuk merawatnya? Minimal punya tempat untuk bisa menaunginya, punya waktu untuk merawat, punya waktu untuk memperhatikan. Kalau kita tak pandai gunakan kalimat syukur, maka beban hidup semakin meningkat. Karena itu gaya fashion yang dipenuhi tapi tidak butuh yang didapatkan itu persamaan fisikanya berbanding lurus dengan tekanan. F berbanding lurus dengan P gaya berbanding lurus dengan tekanan. hukum Paskalnya semakin banyak gaya semakin tertekan hidupnya ya. Makanya kita harus menyesuaikan dalam beberapa hal untuk kembali pada nilai-nilai kehidupan.
Oke, waktu kita terbatas. Sekarang kita ada bagian titik-titik akhir di pembahasan bab salat. Nanti kalau sudah beres semua saya review dari awal sampai akhir dengan menggunakan ee satu perangkat ya. Nanti mungkin saya minta teman-teman siapkan infokus. Saya sudah buat PowerPoint sudah ada sudah lama. Mungkin nanti setelah selesai saya urutkan dari awal dalam bentuk gambar untuk mengingatkan kita semua dan boleh dicopy. Saya tidak punya hak cipta ya. Anda boleh kopi sebarkan lagi. Mudah-mudahan jadi amal saleh untuk semuanya. Oke, sekarang kita masuk ke dalam titik bahasan terakhir dalam bab salat sebelum amalan pasca salam. Yaitu amalan di penghujung salat sebelum salam. Kita buka dengan hadis riwayat at-Tirmidzi nomor hadis 340. Eh 3.499 hadis riwayat at-Tirmidzi. Ini referensi pertama. Jadi kalau nanti ada yang tanya kita bisa jawab. Riwayat At-Tirmidzi. Nah. Oke. Nomor hadis 3499. Dibiasakan pakai ini ya. At ini asalnya begini, At-Tirmidzi asalnya begini. Ah. Heeh. Oke. Oke. Nah, dari kata Tirmid ada yang menyebut Turmud. Ini nama daerah ya, daerah yang sekarang ini dulu masuk pecahan Soviet. Sekarang di wilayah Tan, Tan ya, Uzbekistan, Kirghistan, Tikistan dan sekitaran. Itu nama aslinya Muhammad. Nama aslinya Muhammad. Cuma beliau ini tumbuh dan berkembang di daerah Tirmidz. Sehingga disebut at-Tirmidzi, orang yang tumbuh besar sampai wafat di daerah Tirmidzi. Biasanya begini, kalau ada al atau at ujungnya i itu sudah rumus menunjuk kepada daerah asal tidak kepada nama atau identitas. Jadi kalau kita ingin katakan begini, "Saya berasal dari tempat A dan Islam sudah datang ke tempat saya. Ini buktinya saya masuk Islam atau ingin menunjuk daerah saja tanpa membawa identitas agama, maka tambahkan al di depannya ujungnya tutup dengan i." Pernah dengar Al-Bukhari? Kan ya? Pengarang Sahih Albukhari itu kan nama aslinya Muhammad. punya bapak namanya Ismail, punya kakek namanya Ibrahim, kakek buyutnya Almughirah, eyang buyutnya Albardizbah. Tinggal di Kecamatan Jufah, Kabupaten Bukhara, Provinsi Kharsan, negaranya Uzbekistan sekarang. Nah, karena daerahnya dari Bukhara, beliau ingin katakan begini, "Saya dari Bukhara bukan dari Arab ya." Maka beliau katakan, "Bukhara tambah al di depannya Albukha ujungnya I." Albukhari. Ada ahli hadis terbaik di bumi di abad ini yang telah wafat ya sebelumnya. Gelarnya musnid. Musnid itu gelaran cukup tinggi. Musnid itu ahli sanad. Musnid addunya ahli sanad sedunia. Sanad itu silsilah orang yang meriwayatkan sampai Nabi. Misal pernah dengar hadis ini, orang yang paling baik di antara kita adalah orang yang belajar Quran. Khairukum man ta'alamal Quran waamah dan mengajarkannya. Pernah dengar hadis itu? Hadis itu kan diriwayatkan oleh Al Imam Albukhari di kitabnya nomor hadis 4719. Tapi kan Imam albukhari enggak pernah ketemu Nabi karena lahir jauh setelah Nabi wafat. Dari mana Albukhari mendapatkan hadis itu? Terus kita runtut ya. Misalnya, "Oh, Albukhari ini menerima hadis dari sebelum orang-orang sebelumnya sampai ke Nabi." Maka Al Imam Albukhari menerima hadis dari Al-Hajjaj. Hajjaj menerima hadis dari Sy'bah. Sy'bah menerima dari Alqamah bin Martad. Alqamah bin Martad menerima dari Saad bin Ubaidah. Sa'ad bin Ubaidah menerima dari Abu Abdurrahman As-Sulami. Abu Abdurrahman Assulami menerima dari Ali bin Abi Thalib dan Utsman bin Affan. Utsman bin Affan dan Ali radhiallahu taala anhuma menerima dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Nah, urutan dari tadi sampai ke Nabi itu dari Hajad bin Minhal sampai dengan ke Nabi itu disebut sanad namanya. Ada orang ahli sanad semuka bumi. Ternyata bukan dari Arab, dari Padang. Hm. Dari Padang namanya Syekh Yasin. Karena dari Padang beliau perkenalkan diri pakai Al dan I di ujungnya. Syekh Yasin Alpadangi. Kenal K. Haj Ahmad Dahlan ya. Kenal di mana? Oke. Mendiri Muhammadiyah ya 18 November 1912. K. H. Hasyim Asy'ari pendirian Nahdatul Ulama 31 Januari 1926. Itu punya gur guru yang sama di Makkah. Jadi keduanya belajar di K. Haji Saleh Darat di Semarang. Kemudian berangkat ke Makkah namanya masih Muhammad Darwis KJ Ahmad Dahlan. Nanti pulang dari guru ini ke tanah air ganti nama jadi Ahmad Dahlan. Bin K. Haji Abu Bakar bin Kiai Ilyas bin Kiai Sulaiman bin Demang Jurang Juru Kapindo bin Demang Jurang Juru Sapisan bin Kiai Gerebek bin Maulana Ishaq. Anak dari Ahmad Jumadil Alkubra. Ahmad Jumadil Alkubra ini anak dari keturunan Ali Zainal Alkabir. Ali Zainal Abidin Al-Husin adiknya Al-Han Ali bin Abi Thalib suami Fatimah Azzahra putri Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ya, itu belajarnya di Syekh Ahmad Khatib orang Minangkabau. Maka dikenal Syekh Ahmad Khatib alminangkabawi. Ada Syekh Nawawi dari Banten. Syekh Nawawi albantani. Ya, Anda kalau mau bikin itu boleh Mas Tengku Wisnu umrah kenalan sama orang Arab. Ana Tengku Wisnu Albintaroi. Oke. Tangerangi Jakarta. Biasanya kalauftna kurang enak pakai Betawi gitu ya. Oke. Ini yang mau saya katakan begini. Syekh Muhammad ini ini punya kebiasaan sangat menarik. Rajin tahajud, rajin puasa sunah, Quran hafal, hadis sudah pasti. Dan beliau mengarang kitab hadis dikenal dengan Sunan at-Tirmidzi atau Jami at-Tirmidzi. Ini di akhir hidupnya teman-teman tumbuh berkembang. Wafat di Tirmidzi di akhir hidupnya buta matanya. Saking rajinnya baca dan menangis dalam doanya, dalam salatnya. Ketika ditanya, "Syekh, kenapa Anda mesti seperti ini?" Ya, itu jawabannya. Maksudnya gini, Anda salat tuh sampai menangis, sampai buta matanya, kenapa masih seperti ini? Gitu. Apa jawabannya? Kata beliau, "Aku takut kalau aku pulang kepada Allah, amalanku itu masih belum dianggap cukup. Aku takut saat pulang kepada Allah amalku masih belum dianggap cukup. Saya katakan pada teman-teman kalau ada orang sangat saleh bangun tiap malam hafal Quran, hafal banyak hadis, menulis kitab hadis, rajin puasa, dan masih mengatakan menangis sampai buta mata masih mengatakan aku takut kalau pulang bekalku masih belum dianggap cukup. Maka bagaimana dengan kita yang barangkali sampai hari ini Quran masih belum konsisten baru sekedar dibaca hadis belum banyak kita kemudian pelajari tiap malam belum tentu kita bangun dan kita masih menambahkan surga firdaus tapi seberapa banyak amalan kita yang bahkan-bahkan di ujung-ujung hidup kita pun masih jauh dari Allah subhanahu wa taala saya tidak mengatakan sepuh karena setiap kita selalu berada di hujung kehidupan kita tidak tahu kapan kita wafat wafat kematian tidak mengenal sakit karena banyak orang sehat pun wafat wafat tidak mengenal usia karena mungkin cucu wafat duluan dibandingkan dengan kakek neneknya. Karena itu bertakwalah kepada Allah. Setiap kita belajar hadisnya maka mengalir pahala untuk Al Imam at-Tirmidzi. Baik. Beliau menceritakan satu kali qila rasulillahi sallallahu alaihi wasallam. Satu kali Nabi sedang kumpul-kumpul dengan sahabat. Hadisnya sahih. Sedang kumpul-kumpul dengan sahabat. Tiba-tiba Nabi ditanya begini. Ya Rasulullahi ayyud duai asba? Ya Rasulullah, kalau kita pengin berdoa di waktu apa yang paling didengar? Asma yang paling cepat didengar oleh Allah yang langsung dijawab seketika. Perhatikan jawaban nabinya. Hadisnya sahih. Qala jauful lail akhir wubur shawatil maktubah. Kata Nabi, ada dua waktu yang istimewa. Jauful lail akhir di penghujung setiap malam saat akan berjumpa bertemu dengan subuh. Oke, saya berikan rahasia ya di antara kita saja. Eh, saya bagi waktu dulu. Ini ini waktu malam. Waktu malam itu disebut lail, Teman-teman. Lail. Allail sedikit. Ada lail, ada lailah. Itu beda ya. Oke. Kalau lail itu menunjuk waktunya malam. Waktunya saja terbentang dari bakda isya sampai menjelang subuh. Kalau sekarang misalnya bakda isya jam 0.30, jam 08.00 lah. Jam 200 pm misalnya. Jam 08.00 pm malam sampai jam .00 misalnya 04.00 menjelang subuh. Ini lail waktu malam. Jadi kalau Anda menemukan kalimat lail, lay malam dalam bahasa Arab. Ibu leli, ibu malam-malam ya. Bail. Tapi kalau ada ta di ujungnya, Lailah ini lailah, maka ta ini menunjuk sifat sifat istimewa yang ada di malam itu. Bukan pada waktu tapi menunjuk keistimewaan yang ada di malam itu. Misal Al-Qur'an turun di satu malam. Malamnya istimewa. Malam al-Qadar namanya. Maka malamnya disebut lailah bukan lail. Maka turun surah al-Qadar. Inna anzalnahu fi lailatil qadar. Tanya ada. Ini menunjuk di malam itu istimewa. Beda dengan malam biasa. Tapi kalau lail saja itu malam. Nah, lail itu setidaknya dibagi dua bagian. Awalnya ini b'da isya, ujungnya fajar. Dari sini terbentang sampai ke fajar. Di sini kurang lebih 15 sampai dengan 25 menitan lah. Ada yang disebut dengan sahahr. Sin ha ra saharun. Jamaknya disebut ashar. Waktu singkat menjelang fajar sekitar 15 sampai 25 menitan. Nah, ini sudah meninggalkan lail. Masuk ke fajar, masuk waktunya disebut dengan sahar. Jamaknya disebut dengan ashar. Pekerjaan yang dilakukan di waktu sahar itu disebut dengan sahur namanya. Oh, enggak pakai. Oh, sahur. Sahur. Oke. Pernah dengar makan sahur? Makan sahur ya. Maksudnya makannya dikerjakan di waktu sahar. J kalau kita ingin sahur di bulan puasa atau puasa sunah, maka rumus dari nabinya tasaharu. Makannya di waktu sahar. Jangan terlalu awal. Sebab kalau kita makannya dari jam . Kan subuhnya masih .30, nanti nahan laparnya terlampau lama. Makanya rumus nabinya dekatkan ke fajar ya 20 menit sebelum fajar sehingga energinya terkumpul. Nanti dipakai ibadahnya masih kuat. Kan ketika bergerak metabolisme dalam tubuh kita jadi energi dipakai untuk ibadah. Semakin waktunya menipis di sini ke fajar semakin banyak kita bisa menggunakan untuk ibadah. Makanya bawaannya enggak tidur terus. Banyak hadis palsu berkeliaran di bulan Ramadan. Di antaranya tidurnya orang puasa itu ibadah. Hadis palsu. Sekadakan dari sekarang. Ah, ini teman-teman ini kata Nabi potensial diijabah doa pada saat itu. Makanya kalau sedang Ramadan saat sahur itu saya sering sampaikan kepada teman-teman itu yang kalau ngaji, kalau apa jangan berhenti dimakan. Kalau bisa kalau sudah makan duduk sebentar. Ada amalan dalam Al-Qur'an yang kalau kita kerjakan itu diisyaratkan langsung dalam Al-Qur'an. Orang-orang yang mampu mengerjakan amalan ini, itu hakikatnya seperti ahli surga yang sedang jalan-jalan di bumi. Ahli surga yang sedang beraktivitas di bumi. Apa amalannya? Itu ada di Quran surah ke-51 ayat ke-18 paling kanan pertengahan di musf surah 51 ayat 18 surah azzariyat. Wabil ashari hum yastagfirun. Ada orang-orang yang ketiga masuk waktu sahar. Kenapa dijamakkan? Karena dia kerjakan setiap hari. Sering maksudnya. Jadi bukan cuman sekali, tidak. Sering dia bangun. Bangunnya awal. Bahkan tahajud dulu, istirahat sebentar, menjelang subuh dia bangun. Itu sengaja istigfar. amalan di waktu sahar. Salah satu yang disebutkan Quran adalah banyak beristigfar di waktu sahar. Itu amalan orang disebut oleh Quran sebagai bagian dari ahli surga yang sedang beraktivitas di bumi. Ini rajin dia bangun. Nah, cara mengamalkannya begini. Ini saya pernah ajarkan ke beberapa kawan-kawan dan kita praktikkan juga dan itu insyaallah kalau dibawa ke rumah tangga tenang, Pak. Damai gitu enak suasananya kan. Kalimatnya jamak di situ. Hum. Jam bukan satu dua orang semua itu Allah mendorong. Ayo bangun bangun malam biasa misalnya aja suami bangunkan istri bangunkan anak-anak itu akan terasa keindahannya. Kalau enggak enggak percaya silakan. Nabi Ismail itu saking pentingnya salat terutama salat-salat di waktu itu sampai minta keluarganya bangun Nabi Ismail. Nabi Ismail itu kakek Nabi yang ke-29. Muhammad sallallahu alaihi wasallam bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdul Manaf bin Qusay bin Murrah bin Kilab bin Ka'ab bin Ghalib bin Fihir bin Malik bin Nadar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Nizar bin Mudhar bin Ma'ad bin Adnan bin Addi bin Adri bin Muqawam bin Nahur bin Tari bin Ya'rub bin Yasub bin Nabit bin Ismail alaih salam 29. Coba ulangi. Oke. Itu beliau masih minta keluarganya bangun salat. Buka Quran surah 19 ayat 55. Surah Maryam ayat 55. Wana yauru ahlahu bisah. Dan beliau terakam kata Allah disampaikan pada Nabi Muhammad terakam pernah meminta memerintahkan keluarganya bangun salat. Salat minta. Makanya Nabi kemudian membiasakan itu. Nabi bangunkan bahkan menantunya Ali. Ali bangun keruh Allah wajah salat. Fatimah bangun bangun. Ah, apa yang terjadi setelah itu? Di waktu sehari istigfar. Istigfar. Dan tidak ada yang paling indah, Pak, ketika Anda duduk dengan pasangan suami, istri, ayah, ibu, anak, suami mulai membuka, ma, mohon maaf ya, selama ini mungkin aku banyak salah. Aku belum jadi suami yang baik. Anak-anak, maafkan ayah, ayah belum jadi ayah yang baik. Ya Allah, ampuni saya kalau dosa yang hadir di keluarga adalah karena kesalahan saya. Lalu dia istigfar. Astagfirullah. Astagfirullah. Astagfirullah. Istrinya mengatakan, "Pak, maafkan. Mama juga belum jadi istri yang baik. Anak-anak maafkan. Belum jadi mama yang baik. Mungkin mama wafat di hari ini, belum jadi sempurna. Ya Allah, ampuni saya yang mungkin dosa di keluarga karena kesalahan saya." Astagfirullah, ya Allah. Astagfirullah. Lalu anak-anak mulai berkata, "Yang paling hebat ketika si kecil berkata, Maaf, Pak. Maafkan Anda juga sampai hari ini belum bisa ngasih mahkota, belum jadi anak yang baik." Lalu semuanya istigfar. Astagfirullah, astagfirullah. Minta ampun sama Allah. Maka apa yang terjadi? Seketika diturunkan ampunan Allah subhanahu wa taala untuk semua anggota keluarga itu. Wamanistagfar hadis qudsi tabaqah pertama tingkat pertama yang menerima hadis ini dari Nabi 30 orang sahabat senior. Kata Nabi ketika ada seorang hamba hadis qudsi wamantagfaro liya yang istigfar di waktu itu gfartulah aku ampuni semua dosa-dosanya. Kalau dosa sudah diampuni. Rumus istigfarnya mengatakan semua doa walaupun belum diminta seketika akan dikabulkan oleh Allah subhanahu wa taala. Kalau enggak enggak percaya silakan. Itu kalau tiap hari dibiasakan tidak ada kesalahan yang tertanam di rumah tangga. Semua tenang hilang aja gitu dan tenang di hari itu. Kalau setiap hari enak semua mengoreksi, semua mendekati Allah dan nanti Anda akan rasakan dampaknya ada kemudahan dalam kehidupan itu.
Satu. Yang kedua, dubur shawatil mafrudah atau maktubah di setiap penghujung salat fardu. Di setiap penghujung salat fardu. Akhir salat fardu. Ingat bukan salat sunah ya, bukan salat sunah. Akhir salat fardu. Letaknya sebelum salam. Hmm. Oke. Sebelum salam dalilnya dari mana tahunya? Ini hadis riwayat Muslim nomor hadis 588 yang meriwayatkannya sahabat Abu Hurairah radhiallahu taala anhu. Nama aslinya Abdurrahman bin Sakhr. Sebelum masuk Islam ini mualaf sebelum masuk Islam namanya Abdus Syams. Majusi pindah Kristen. Kemudian masih mencari-cari sampai bertemu Nabi di Madinah masuk Islam. Dan masuk Islamnya itu 3 tahun sebelum Nabi wafat. Kurang lebih usia Nabi 60 tahun. Jadi Nabi sudah agak lemah kalau salat kakinya bermasalah. Makanya turunnya beliau menggunakan telapak tangan saat turun. pernah saya bahas di pertemuan yang lalu ya. Kalau teman-teman review Anda temukan kalimat itu. Kemudian yang paling hebat begini, karena sadar beliau itu baru belakangan masuk Islam keduluan Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, dan yang lainnya. Maka perhatikan prinsip para sahabat. Ketika mereka merasa terlambat dibandingkan yang lain. Maka apa yang dikatakan Abu Hurairah? Saya akan gunakan sisa hidup saya untuk menyusul kawan-kawan saya. Dia susul. Jadi yang teman-teman sahabat Abu Bakar, Umar mungkin belajar dengan Nabi sehari enggak setiap hari, Pak, Bu. Dengan Nabi enggak setiap hari. Mungkin dengan Nabi 2 jam, 3 jam ya. Ada yang ikut taklim saja kan mereka juga berbisnis. Abu Bakar bisnis, Utsman bisnis, enggak setiap waktu ketemu Nabi. Ya, Abbas paman Nabi bisnis. Makanya beliau taklim itu enggak setiap waktu. Nabi punya majelis taklim hari Kamis khusus untuk ibu-ibu, akhwat. Selebihnya nanti ikhwan. Enggak setiap waktu Abbas bisa ikut taklim, tapi setiap akhir pekan liburnya mampir ke majelis Nabi sampai hafal 200 hadis. Tapi yang hebat begini, kalau saya masih ada kesibukan begini untuk bisa berinfak, jadi mereka itu bisnis itu untuk bisa zakat, bisa infak, yang dikejar akhirat juga. Itu prinsipnya. Kalau saya enggak hafal hadisnya, anak saya yang mesti hafal. Kalau saya enggak dapat Qurannya, anak saya yang dapat. Maka kalau beliau sedang pergi dan tidak bisa ke majelis ilmu, maka anaknya Abdullah kecil yang disimpan di majelis ilmu. Karena itulah nanti ketika Nabi wafat, anak ini usia masih 13 tahun, bapaknya hafal 200 hadis, anaknya hafal 2.000 hadis. Itu waktu dititipkan itu, Teman-teman, itu masih ada yang merangkak, ya. Masih merangkak. Bahkan kadang dibelai oleh Nabi, karena anak sering dibawa ke majelis ilmu, majelis taklim, maka kesenangan dia pun ke majelis ilmu. Akhirnya senang dengan ulama, senang dengan ustaz, senang dengan nabi. Jadi anak itu gimana dibiasakan orang tuanya? Anda ajarkan dari kecil kalimat baik, subhanallah, alhamdulillah, allahu akbar. Itu yang keluar di lisannya. Saya pernah lihat tahun lalu kurang lebih ada anak tuh mau disuntik anak kecil. Begitu mau disuntik yang keluar kalimat thayyibah. Astagfirullah ya Allah ampuni dosaku ya Allah. Anak kecil ya. Tapi kalau dikasih mainan ya itu yang keluar yo tayo yo tayo. Salah sih tidak ini ya. Cuma mungkin ada beban ekstra kita untuk bisa mendidik mereka. Nah saya mau kembalikan ke sini teman-teman sekalian. Jadi Abu Hurairah kemudian masuk Islam prinsipnya saya mesti nyusul. Disusul. Disusul sampai beliau jadikan semua waktunya untuk mendampingi Nabi karena merasa Nabi di penghujung waktunya. Akhirnya ke mana pun dikejar. Nabi ke rumah nunggu dekat rumahnya. Kemudian keluar rumah diikutin. Maksudnya gini, kalau sahabat nunggu di majelis ilmu Nabi, beliau pengin tahu dari sejak Nabi keluar rumah bagaimana jalannya, kalau dipanggil bagaimana nengoknya, kalau salat bagaimana caranya. Jadi saking inginnya nyusul dan mengikuti semua ajaran Nabi karena melihat ni manusia terbaik yang pernah hadir di zamannya, maka diikuti setiap langkahnya. Sampai-sampai kata Nabi, "Buka sorbanmu." Dibukalah surbannya, hamparkan. Dihamparkan, didoakan oleh Nabi. Pakai lagi. Ketika dipakai kembali, kata Nabi, "Engkau diizinkan oleh Allah setelah dibacakan apapun seketika akan hafal." Gitu. Didoakan oleh Nabi. Jadi tahu ini ahli ilmu. Karena itu ketika didoakan dipakai kembali apapun yang dibacakan kepada beliau seketika hafal. Yang mewarisi ini nanti Al Imam albukhari. Nanti ibu saya sarankan ibu cari buku tentang biografi al Imam albukhari. Ibu perhatikan amalan ibunya karena single parent. Jadi nanti sudah meninggal bapaknya kemudian anaknya matanya buta. Ibunya melakukan amalan itu berdampak kepada anak. Dari mulai anaknya sembuh dari kebutaannya sampai punya kepintaran luar biasa. Imam albukhari itu sekali baca seketika hafal. Saya tadi cerita di Tanah Kesir. Jadi, Albukhari saat muda dikenal ahli hadis. Diundang ke Irak, pusat ilmu oleh 10 ulama. Undangannya silaturahim. Begitu masuk ruangan kosong, enggak ada apa-apa. Cuman ada kursi satu di tengah begini dikelilingi ulangan 10. Letter U. Apa yang terjadi? Ternyata diuji. Satu orang ulama menguji beliau dengan 10 hadis yang diacak semua sana dan matannya. Jadi enggak tersusun rapi diacak. Satu orang mengatakan ada hadis bunyinya begini begini begini sampai 10. Menurut kamu apakah hadisnya benar atau tidak? Kata Albukhari sebentar selesaikan dulu 10-sepnya baru saya jawab. Ini 10 orang selesaiin dulu 100 hadis. Begitu sudah selesai dijawab oleh beliau dari urutan pertama sampai yang terakhir tanpa salah sedikitp. Sejak saat itu mendapatkan gelar imamul muhaddisin. Kita sebut Imam albukhari. Dari situ peristiwanya. Nah, kembali ke hadis tadi. Abu Hurairah meriwayatkan hadis sampai hafal 7.000 hadis. Ya, jadi kalau ada yang bertanya begini, "Kenapa Ali saja yang menantu Nabi hafal tidak lebih daripada 2.000 hadis, kok Abu Hurairah dapat 7.000?" Jawabannya gampang. Karena sisa hidup Abu Hurairah itu digunakan untuk ngikutin Nabi terus. Sama dengan begini, ada anak 5 tahun hafal Quran, 50 tahun belum hafal. Kenapa? Karena anak itu memang fokus digunakan usia untuk menghafal saja. Jelas ya. Apa bunyi hadisnya? Tasyahda ahadukum. An Abi Hurairah radhiallahu taala anhu q. Hadis riwayat sahabat Abu Hurairah menyampaikan dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Tasyahda ahadukum. Jika Anda menunaikan tasyahud akhir dalam salat. Fokus. Jika Anda menunaikan tasyahud akhir dalam salat. Fasalu biarbain. Maka mintalah empat hal. Ya, fokus teman-teman lihat sini ada dua waktu dikabulkan doa dengan cepat. Satu ini saat waktu sahar. Yang kedua, sesaat sebelum salat berakhir. Jika dalam posisi ini tasyahud akhir sebelum salam, kita punya kesempatan untuk meminta apa yang kita mintakan. Saya yakin kalau Anda diberikan waktu, misalnya ada waktu 1 menit minta apa aja dikasih. Mau minta apa? Wah, masa banyak tuh minta kaya, minta karir, minta surga ya kan? Minta suami saleh, minta istri salehah, minta anak-anak salh. Banyak semua minta. Kata Nabi, "Kalau mau minta minta empat ini. Yang lain akan ikut semua." Empat. Kita hafal doanya. Apa yang empat ini? Ini hadisnya hadis Muslim nomor hadis 588. Allahumma inni Oke. Auzubika satu min adzabi jahanam jahanam dua wamin adzabil qabriq tiga. Wamin fitnatil mahya wal mamat. Oke. Empat. Waminyar fitnatil fitnatil masih dajal. Oke, ada empat ya. Yuk, kita turunkan satu-satu terus kita bahas. Kalau kita kerjakan ini dengan baik bukan sekedar doa yang dikabulkan tapi Allah akan bimbing kita selamat dari mulai hidup dunia sampai kembali kepada Allah ke akhirat. Ya, tidak cukup dengan amin. Kita bahas dulu ya. Saya hapus sebentar. Bismillah. Ya Allah, sabar ya Allah. Alhamdulillah pahala sabar cepat. Oke, satu. Bismillah. Izin ya sambil nulis. Allahumma inni saya yakin sebagian besar kita sudah ee mengetahuinya dan mungkin sudah mempraktikkan itu. Tapi nanti turunannya yang belum kita bahas. Allahumma inni azubika minzabi jahannam. Satu, berlindung dari siksa jahanam. Satu. berlindung dari siksa neraka jahanam. Nanti saya bahas neraka jahanam itu apa. Supaya tahu betul ya. Dua waminzabil qabri dari siksa kubur. Siksa kubur. Nanti saya juga sedikit banyak kalau waktunya masih ada kita bahas di alam kubur itu seperti apa ya dari keterangan yang Allah sampaikan karena Allah yang maha tahu. Kita kan belum tahu. Kalau pengin tahu ya cepat aja ke kuburan. Ketiga. Wamin fitnatil mahya wal mamat. Ini yang kita butuhkan sekarang. J kalau kita berlindung menyebut ini, wah hoa, bulian, caci makian enggak akan ngaruh ke kita. Hilang lewat semua. Ya. Fitnatil mahya. Fitnatil mahya. W mamat. Fitnah semasa hidup juga saat wafat. Duh, kasihan banget nih. Hidup di fitnah, wafat di fitnah juga. Oke, terakhir empat. Waminyar fitnatil masih dajal. Ini yang paling buruk dan ini ujian keimanan yang paling dahsyat ya. Dan sebagian tanda-tanda kecilnya itu sudah mulai nampak nih. Bukan bukan tanda besarnya. Tanda besarnya kita enggak tahu yang tanda-tanda kecil tuh menuju itu sudah nampak buruknya fitnah dajal di fitnah yang paling buruk Dajjal. Syari fitnatil masihhi dajal. Addajjal ini seketika bisa merubah orang yang tadinya beriman tiba-tiba langsung jadi kufur. Seketika. Nanti kita cerita ya kalau sudah sampai ke nomor empat kita cerita. Tadi ada empat ini. Kata Nabi minta setiap di penghujung kita selesai salat sebelum salam. Kalau belum hafal redaksinya minta di hati dengan bahasa kita. Empat ini sebutkan. Ya Allah aku berlindung kepadamu ya Allah dari neraka jahanam dari siksa kubur ya Allah dari buruknya fitnah saat hidup ataupun nanti aku kalau wafat dan dari Ya Allah buruknya fitnah Dajjal di hati. Tapi usahakan sambil kita menghafal, membaca, membaca sampai nanti kita bisa tahu cara bacanya sesuai dengan petunjuk Nabi. Kita lafazkan itu. Nah, saking pentingnya ini pernah ada seorang ulama, ulama besar bahkan Imam an-Nawawi itu mengambil riwayat dari ulama ini namanya Imam Thawus. Imam Tawus ini punya anak, anaknya salat. Setelah selesai salat tanya bapaknya, "Kamu baca doa ini enggak?" tadi yang bapaknya sampaikan hadis dari Nabi. Kata anaknya la aqra fatik kamu baca ini enggak la tidak kata bapaknya aid shatak kamu salat lagi. Saking pentingnya doa ini disuruh salat lagi oleh bapaknya ya diminta salat lagi. Saking pentingnya jadi ada perhatian orang tua yang sangat dalam. Orang tua pengin anaknya selamat dari fitnah. Orang tua pengin anaknya jadi saleh. Orang tua mana yang tidak ingin anaknya hidup bahagia? Orang tua mana yang tidak ingin anaknya tidak saleh? Karena itu ketika tidak membaca ini kata bapaknya, "Ulangi lagi salatnya sampai kamu selesaikan doa ini." Oke. Satu, kenapa penting kita membaca ini? Ya Allah bebaskan saya dari neraka jahanam di kemudian hari saat pulang kita orang beriman. Iman itu artinya yakin tanpa ragu. J kalau setiap yang Allah berikan yakin dulu walaupun belum paham yakini dulu. Nanti dengan keyakinan itu hikmah akan datang. Awas, jangan selalu mengandalkan logika ya. Karena kita ini manusia punya keterbatasan. Jadi semua hal yang Allah tanamkan dalam manusia itu punya batas. Contoh, mata punya batasan. Yang kita lihat besar sekarang menjauh jadi kecil bahkan hilang. Artinya mata terbatas. Telinga punya keterbatasan. Sekian herz dari bunyi belum tentu bisa kita dengar. Semakin menjauh semakin hilang bunyinya. Baik. Pikiran punya keterbatasan yang tak masuk ke pikiran kita enggak bisa kita cerna. Jadi kalau mata punya keterbatasan, maaf, telinga punya keterbatasan, kenapa akal tidak ingin punya batas? Pasti terbatas. Karena itu Allah berikan jalan iman dulu. Nanti kalau sudah iman, hati dilembutkan, hikmah datang. Kalau hikmah sudah datang, akal akan mengikuti dan langsung paham seketika. Jelas? Karena itu kalau berbicara tentang yang gaib, gaib itu enggak tampak di depan kita. Karena enggak tampak, akal enggak masuk. Karena akal itu hanya bisa kemudian memformulasikan yang tertangkap oleh indra. Yang kelihatan dicerna akal, yang terdengar dicerna akal, ya kan? Yang terasakan dicerna akal. Ini sekarang enggak nampak, enggak terasa sekarang. Bagaimana bisa dicerna akal? Karena itu yang dituntut iman. Di antara perkara iman itu ada kehidupan setelah kematian. Kita yakin itu. Karena kita yakin maka mesti siap-siap. Gini logikanya, Teman-teman. Ke sini kan mesti ada persiapan. Enggak semua orang tinggal di Bintaro. Ada yang di Jakarta, saya dari Bekasi. Mustahil ke sini kalau enggak ada bekal. Mesti ada kendaraan, ada bekalnya, ada macam-macam. Ini baru ke Bintaro. Sekarang kalau Anda ingin keluar kota lebih jauh lagi antar provinsi, Anda ke luar negeri butuh visa, butuh paspor, ongkosnya tidak sedikit. Itu masih di dunia level dunia. Sekarang Anda ingin keluar dunia, orang mau ke bulan aja bayarnya sudah berapa sekarang? Itu baru nyampai bulan. Anda pengin ke surga. Firdaus lagi bersama Nabi. Ongkosnya mana? Bekalnya apa? Maka Allah turunkan amalan-amalan sama persis ketika itu tidak ada, maka jangan berharap Anda bisa datang ke sini. Jangan berharap Anda bisa ke bulan. Jangan berharap Anda bisa jalan, bisa haji, bisa umrah dan sebagainya. Maka kata Allah, jika orang pun pulang tak punya persiapan, dia enggak bisa ke surga, ya tempatnya ke mana? Hanya ada dua tempat. Satu ya, neraka. Yang kedua A'raf. Araf. Makanya ada surah A'raf surah ke-7 intisarinya di ayat ke-45 sampai 47 ya. A'raf itu yang belum ke surga, yang tidak ke neraka. Jadi bekal ke surga belum cukup, ke neraka pun amalan enggak banyak-banyak amat dosanya gitu. Di fifty-fy ini 50, ini 50 tempatnya di sini. Dia bisa melihat semua yang di surga tapi tak sanggup mendengar yang di neraka. Itu bahasa Qurannya tak sanggup mendengar apalagi nengok. Logikanya begini, Teman-teman. Malam nih .30 keluar dari hotel ini tiba-tiba di atas pohon ada suara nengok enggak? Hah? Apa? Enggak. Pasti Anda lari. Anda dengar suara itu sudah lari apalagi neraka. Orang teriak semua. Makanya kata Quran enggak sanggup mendengar yang di neraka, tapi banyak mengamati yang di surga. Dan dengan rahmat Allah maka dipindahkanlah dari sini ke surga. Setelah hisab selesai, satu harinya 1000 tahun. Satu harinya nunggu di sini. Kalau enggak cukup ke sini, enggak cukup di sini, ya mampirnya ke sini. Tapi ada satu tempat di sini yang enggak bisa keluar lagi. Namanya neraka jahanam. Jadi neraka itu dibagi dua, neraka yang jahanam dan bukan jahanam. Ya, bukan jahanam ya, neraka juga seneraka-nerakanya gitu kan. Ini paling ringan nih. Yang paling ringan ini ee neraka paling ringan tapi jangan diringan-ringankan ya. Neraka juga gitu. Itu di Quran surah ke-4 ayat 56. Quran surah 4 ayat 56. Nanti Anda akan tahu di ujung apa yang saya maksudkan. Innalladzina kafaru biayatina sauflihimar. Orang-orang yang susah mengikuti petunjuk kami. Sulit. Kafar itu, Teman-teman, ada tiga jenis. Ada kafir, ada kafar, ada kuffar. Itu beda. Kalau kafarah itu perbuatan menyimpang. Jadi keluar dari petunjuk Allah ya rahullah. Dikerjakan bisa oleh nonmuslim disuruh salat enggak salat karena enggak ada iman kan. Bisa juga oleh orang yang mengaku muslim. Orang Islam tapi enggak mau salat. Orang Islam enggak mau zakat itu disebutnya kafar. Dia tidak keluar dari Islam, tapi mengerjakan perbuatan yang dikerjakan sama dengan orang yang tidak beriman. Dia mengatakan beriman tapi enggak mau salat. Orang enggak beriman kan enggak salat. Enggak beriman enggak zakat. Dia pun ikut-ikutan begitu. Maka disamakan kalimatnya dengan kafar bukan kafir. Jadi dia tidak keluar dari Islam tapi mengerjakan perbuatan maksiat yang selevel dengan pelanggaran yang belum beriman. Karena itu ketika Allah mengatakan, "Lain syakartum laazidannakum wain kafartum." Kalau kamu zakat, kamu infak, kamu bersyukur. Tapi kalau kamu kufur bukan keluar dari Islam cuma dia enggak mau zakat. Jelas? Nah, orang-orang ini kalau di dunia mengaku muslim tapi anti salat, anti zakat, anti puasa, dia mengatakan dirinya muslim tapi sulit beribadah, maka akan ditimbang. Kalau timbangannya banyak buruknya dan baiknya itu hanya sedikit, maka dia akan dicuci dulu di neraka untuk membebaskan yang kotor-kotornya. Nah, mana masuknya? Masuknya di nomor 4 tadi, Quran surah ke-4 ayat ke-56 tadi istilahnya kafar. Innalladzina kafaru. Sungguh orang-orang yang ingkar sulit mendengar apa yang aku sampaikan aku arahkan saufuslihimar. Nanti yang paling ringan itu akan ditarik oleh malaikat penjaga neraka langsung ubun-ubunnya. Dan maaf ya, malaikat penjaga neraka itu udah enggak punya selera humor, enggak ada candanya. Quran surah 66 ayat ke-6. Ya, saya mohon maaf saya lepas kacamata supaya saya enggak jelas. Ini saya enggak jelas lihatnya. Enggak jelas. Jadi saya bisa enak aja ngelihat ke mana-mana ya. Itu enggak ada humor. Gilun syid bengis keras. Enggak ada ngajak bercanda ke neraka. Y enggak tarik aja sama dia ya. Yang ditarik apa ya? Ini ubun-ubunnya. Bagaimana cara nariknya? Nusli itu kalau dalam bahasa Arab standar tuh dicelupkan. Ee pernah bikin teh celup gitu kan? Pasukan angkat. Pasukan angkat ya. Nanti ada malaikat yang tugasnya angkat celup angkat celup angkat. itu sekali celupat juluhum badahum julha sekali dicelupkan itu hancur semua tubuhnya plus kulit-kulitnya diangkat sembuh lagi supaya merasakan azab yang baru setiap dimasukkan sehari sehari sama dengan 1000 tahun rasanya jadi kalau ada yang masuk 1 detik saja itu sama dengan 48 hari rasanya 1 detik sama dengan 48 hari itu neraka biasa sekarang neraka jahanam jahanam itu maaf ya Saya kembali ke yang biasa dulu. Tapi kalau dia ada di sini dan ada iman dalam jiwanya, itu dihapuskan dulu semua kotorannya, dicuci di hadis Albukhari disebutkan baru kalau sudah selesai dipindahkan ke surga. Tapi jangan coba-coba karena dahsyatnya luar biasa. Tapi kalau neraka jahanam dia enggak bisa keluar dan tempatnya di paling dasar neraka. Yang tadi saya sebutkan Quran surah 4 ayat 56 itu paling atas neraka. Yang ini paling dasar. Tadi saya barusan baca hadis di perjalanan. Ada Nabi sedang ngobrol dengan sahabat, tiba-tiba datang bunyi bus jatuh. Kalau kita meteor lah sekarang jatuh. Kata Nabi, "Tahu enggak kalian bunyi apa itu?" Sahabat jawab, "Allah wa rasulu aam." Kata Nabi, "Itu, ini Nabi ngasih ungkapan ya, ngasih ungkapan itu semisal batu yang dijatuhkan ke neraka jahanam ke dasarnya untuk melempari ahli neraka jahanam." Perhatikan batu itu dijatuhkan 70 tahun lalu baru nyampai sekarang. Artinya jarak dari atas neraka sampai ke neraka jahanam itu 70 tahun saking dangkalnya di atas di bawah ini keraknya paling bawah itu. Itu ketika dilemparkan itu uh saking jauhnya udah enggak bisa keluar. Bagaimana siksa yang paling dahsyat di neraka jahanam, Teman-teman sekalian? Wah sudah kalau ini dia belum masuk ke neraka saja digambarkan dalam hadis sahih, masuk alam kubur sudah ditampakkan nerakanya dari pagi sampai petang. Itu yang terjadi pada Firaun di Quran surah ke-40 ayat 45 sampai 46. Quran surah 40 ayat 45 sampai 46. Saya ingatkan dari sekarang supaya kita punya persiapan. Jangan semua dunia disiapkan. Alam kubur yang kita akan lalui kita enggak siap-siap. Itu niscaya kita pulang loh hari ini. Mungkin kita wafat. Apa persiapan kita? Antum masih mau main-main? Silakan saja. Saya sudah pernah sampaikan, saya sudah sampaikan. Saya mungkin bisa berkata, "Ya Allah, dia kawan saya. Ya Allah, dia saudari saya." Saya bisa katakan demikian, tapi saya enggak bisa berbuat banyak ketika Anda sendiri tidak menolong diri Anda. Saya bisa katakan dia sahabat saya, ya Allah. Tapi kalau Andaanya enggak pernah usaha, bagaimana saya bisa memohon? Malu gitu kan. Ya. Jadi kita mesti berusaha. Ada kehidupan setelah ini, ada kematian setelah kita hidup ada sesuatu yang harus kita siapkan. Mau sampai kapan kita hidup dengan dunia yang bergelamuran? Ya kata Allah, "Nikmati, sayangi, silakan. Nikmat kata Nabi, nikmati dunia senikmat-nikmatnya, senyamannya hidup yang enak, rumah yang nyaman, keturunan yang baik, tapi salat, baca Quran karena kita pulang dan amal kita yang kita bawa bukan rumah kita. Tunjukkan pada saya mana orang wafat yang bawa rumahnya. Tunjukkan mana orang wafat yang bawa handphone-nya? Mana orang wafat bawa kerudungnya? Mana orang wafat bawa koleksi pakaiannya? Enggak ada. Kita pulang bawa amal kita nih. Saya tuh kadang-kadang sampai sekarang masih bingung. Orang tuh tahu mau wafat tapi enggak siap-siap. Tak tahu mau meninggal tapi masih main-main. Silakan kita nikmati semua pekerjaan kita tapi beramal. Harta ayo sekaya-kayanya jangan nanggung. Jadi orang paling kaya supaya bisa berzakat, supaya bisa infak, bisa sedekah, bisa berikan pendidikan pada anak-anak supaya pintar, saleh jadi dokter yang hafal Quran, insinyur yang hafal Quran, jadi produser bikin film-film islami. Ayo cepat, jangan tanggung. Belajar yang tinggi, yang pintar supaya bisa bikin yang baik-baik. Jadi politisi supaya bikin kebijakan yang baik-baik. Silakan. Tapi kita pulang. Kita pulang. Itu yang paling penting. Karena itu mesti siap-siap saat pulang ke sini nih, ini di alam kubur kata Allah kalau ahli neraka jahanam anaru y'una alaihiudu waah. Allah kasih contoh kisah Firaun. Kata Allah, "Kalau kalian belum sadar aku tunjukkan." Firaun tu sepakat semuanya. Mau yang Kristen, mau yang Yahudi, ada kisah Firaun di dalamnya. Farawah. Artinya itu terjadi dan semua sepakat bahwa Firaun tenggelam di lautan artinya terjadi. Bahkan muminya masih ada sekarang artinya nyata. Dan kisahnya detail disebutkan dalam Al-Qur'an. Artinya Al-Qur'an kitab yang paling benar. Kalau bukan bersumber dari Allah maka dari siapa lagi bisa mengisahkan tentang Firaun yang jarak Nabi Muhammad ke Nabi Musa 2000 tahun. Maka sisi mana lagi yang kita ragukan dalam Al-Qur'an dan bagaimana lagi cara Allah meyakinkan kita bahwa Allah Tuhan yang benar. Nah, sekarang kata Allah dengan kisah yang sama. Jadi kalau gini kalau kita ingin menguji kalau di sini benar benar benar benar kan kecil kemungkinan salah kan. Sekarang Allah sampaikan Firaun kisahnya benar. Tenggelam di lautan kisahnya benar. Jadi mumi kisahnya benar dan disebutkan oleh Allah dalam keadaan mumi itu pun itu disiksa di alam kubur. Kubur itu maksudnya awas yang dimaksud kubur itu alam setelah wafat. Bisa jadi di dalam tanah di kubur standar ada yang mungkin dibakar, ada yang mungkin di laut tenggelam. Jadi kubur itu artinya alam yang setelah wafat. Jelas ya? Baik. Tempatnya disebut barzakh. Barzakh itu pemisah. barzak. Jadi ada dunia ada akhirat pemisahnya disebut barzakh. Itulah alam kubur. Alam setelah kematian. J kalau Firaun kan enggak dikubur jangan pahami di dalam tanah. Maksudnya pindah dia dari alam hidup ke alam mati. Nah, saat matinya ini itu ditampakkan oleh Allah neraka pagi dan petang. Neraka jahanam. Saya pernah didebat oleh orang liberal begini berkata, "Ustadz, enggak ada siksa kubur yang ada itu tidur." Saya bilang, "Mas, sini. Kalau orang mimpi buruk dalam tidur, Anda mimpi ketemu kuntilanak." Saya bilang, "Mimpi buruk bukan buruk. Bangun tidak?" "Bangun saya." "Nah sekarang Anda mimpi ketemu pocong enggak bisa bangun-bangun. Tersiksa enggak?" Sekarang ada orang mimpi ketemu neraka enggak bangun-bangun sampai kiamat. Bukankah itu siksaan? Nah, Firaun itu salah satunya ditampakkan jadi ahli neraka jahanam itu saat akan wafat dibukakan sampai dia ketakutan luar biasa saat di alam kuburnya ditampakkan neraka jahanam pagi sampai petang terus jadi enggak ada mimpi yang lain. Ahli surga beda. Kalau ahli surga nanti ada di Quran surah ke-3 ayat 169 sampai 172 ya. Jadi nanti saking indahnya ahli surga ini itu sampai-sampai begini Pak. Mungkin nanti di antara kita ada yang pernah merasakan bagian dari itu. Sampai-sampai dia berkata kepada Allah, "Ya Allah, aku pengin ngasih tahu saudaraku. Aku pengin ngasih tahu teman-temanku." Waastabsyiruna billadina lam yalhaqu bihim min khalfihim all khaufun alaihim walahum yahzanun. Kalau mereka mampu, mereka akan berkata kepada saudaranya, "Kamu jangan takut. Jangan tangisi aku. Kalau bisa cepat nyusul ke sini. Di sini lebih enak dari apa yang kamu kerjakan sekarang." Enggak ada tugas lagi, enggak ada beban lagi, enggak ada salat lagi, enggak ada halal haram lagi. Semuanya enak di sini. Kalau bisa cepat ke sini. Makanya di Palestina itu diajarkan. Jadi kalau ada seorang wafat itu yang masih hidup tuh bagi-bagi manisan. Kenapa? Ini alhamdulillah sudah wafat duluan. Mudah-mudahan saya nyusul besok. Mudah-mudahan saya nyusul. Makanya syahid itu ditanamkan dari sejak kecil. Syahid itu banyak nanti ya. Kalau enggak ada konteksnya pembelaan diri sedang diserang, kalau tidak ada konteks itu nanti semua pekerjaan kita yang baik-baik diniatkan karena Allah itu fisabilillah. Seperti sekarang belajar itu kalau wafat orang sedang mengajar atau Anda belajar itu syahid. Seorang ibu mengandung misal, misal saja wafat saat melahirkan misalnya baik bayinya atau ibunya syahid. Sedang menyusui wafat diniatkan ikhlas syahid. Anda sedang bekerja diniatkan ibadah untuk beribadah pada Allah syahid. Pertanyaan saya, setiap Anda bekerja niat ibadah enggak? Jangan-jangan niatnya harta melulu. Makanya capek kerjanya, capek gitu. Itu ada nilai-nilai itu ya. Di Palestina dulu tuh ada seorang pendongeng Indonesia itu diminta untuk menghibur anak-anak untuk cerita dongeng islami. Jadi begitu sampai ke sana dia dapatkan anak tekas sejumlah 150 orang. Saya pernah sampaikan ini beberapa kesempatan itu mau dongeng kurang lebih mungkin, kalau kita konversi ke kita dongeng jam .00 jam . sudah rapi duduk semua pambil saf depan. Pertanyaan pertama sebelum cerita, siapa yang mau jadi presiden? Enggak ada yang angkat tangan. Ini aja. Siapa yang mau jadi dokter? Yang perempuan sedikit-dikit ada yang angkat. Siapa yang jadi pemain bola laki-laki sebagian sedikit angkat. Yang keempat, siapa yang mau jadi syahid fisabilillah? Enggak ada yang ngangkat, tapi semua berdiri dan mengepalkan tangannya. Nahnu syuhada. Nahnu syuhada. Kami yang syahid. Kami yang syahid. Terdengar sayfs mengatakan, "Saya akan nyusul paman saya. Saya akan nyusul kakak saya. Saya akan nyusul ayah saya. Saya akan nyusul mama saya." Semua mengangkat tangannya. Karena memang diajarkan untuk persiapan pulang. Makanya amalan itu dikejar. kejar amalan itu karena dia sadar akan pulang. Nah, ini yang sekarang berkurang di kita semua mengejar hidup dan tidak menyiapkan wafat. Nah, neraka jahanam dahsyatnya di alam kubur begini dan kalau sudah masuk enggak akan pernah bisa keluar. Enggak akan bisa keluar sudah selesai. Walaupun dia beriman. Ada orang beriman yang masuk neraka jahanam. Siapa orang itu? Orang yang beriman di lisannya tapi ingkar di hatinya disebut munafik namanya. Orang munafik ini tempatnya di neraka jahanam. Dalilnya Quran surah ke4 ayat 140. Quran surah 4 ayat 140 paling kiri sebelah bawah di mushaf. nazalaikum kitabiumillahi bihazahata hadiri. Jika Anda mendengar ada orang-orang yang bahkan kata Quran gelarnya cukup tinggi, bagus, tapi dia memalingkan isi ayat-ayat Allah, kadang-kadang memotong ayat-ayat, kadang mohon maaf ayatnya dialihkan kepada pengertian lain. Maka kata Allah, "Jangan sertai mereka. Jangan cela juga. Sudah diamkan aja, tinggalkan." Kalau Anda ikuti yang seperti itu, semua agama sama menuju pada Tuhan yang sama cuman caranya beda-beda. Anda ikuti seperti itu, ujung-ujungnya Anda nanti enggak salat juga, ujung-ujungnya enggak ibadah juga. Tinggalkan dulu mereka sampai
Mereka tobat, baru datangi lagi. Kata Allah, lihat ujung ayatnya. "Innallaha jamiul munafiqina wal kafirina fi jahannama jamiah." Allah akan himpun orang munafik dan orang-orang yang tidak mau beriman di akhirat nanti di neraka jahanam semuanya.
Ingat, ada dua perbuatan yang bisa memasukkan seorang ke neraka jahanam. Kalau Anda berlindung menyebutkan ini, maka Anda akan dijaga dari dua perbuatan itu. Ya.
Pertama, tadi orang yang munafik perbuatannya disebut nifaq. Cirinya tiga. Hati-hati kalau ada ciri ini melekat pada diri kita, segera tobat karena resikonya bahaya. Pertama nifak. Allahu Akbar. Orang yang disebut munafik. Cirinya tiga.
Satu, "idza haddasa kadaba." Kalau dia bicara di mana pun hobinya berdusta. Ingat hadisnya bukan "hadasa" tapi "haddasa." Beda antara "hadasa" dengan "haddasa." Kalau "hadasa" sekali bicara mungkin ada orang yang terpaksa berdusta karena satu hal, bukan jadi kebiasaan. Kalau ini setiap bicara hobinya dusta. Jadi banyak dustanya dibanding biasanya. Ya, hati-hati nih rumah tangga tanya ke mana ya? Sini dulu. Padahal enggak. Kebiasaan anak dari kecil ditanya misalnya ke mana. Awas hati-hati di kantor jadi biasa. Terbiasa bermuamalah dusta. Hati-hati teman-teman. Hati-hati kalau pilih-pilih pekerjaan yang baik-baik. Diplomasi dunia politik sekarang ekonomi di perdagangan. Berapa banyak orang dusta dengan barang jualan dan sebagainya? Promosi. Promosi kan bagian dari pembicaraan. Bikin status hoax, buzer itu hati-hati tuh. Heh. Yang suka bikin yang buruk-buruk itu. Itu kan kebiasaan jadi profesi. Sekarang jadi profesi. Nabi mengancam eh dijadikan profesi. Nabi mengancam. Jangan hati-hati ini kamu bisa jadi munafik. Eh dijadikan profesi. Itu bahaya. Ah, itu kalau enggak tobat. Makanya kita doakan kalau malam bangun tuh doakan. Ya Allah jadikan yang orang belum baik jadi baik ya Allah. Bukakan pintu tobat untuknya. Berikan dia hidayah. Ya Allah, aku tahu rahmat-Mu lebih luas daripada hukuman. Berikan mereka rahmat. Berikan kami rahmat. Minta. Jadi, jangan jangan diperjelek juga. Doakanlah. Mungkin ada yang statusnya buruk, ahli maksiat, doakan. Mungkin dia jadi orang paling saleh dibanding kita di kemudian hari. Ya, minta. Minta sama Allah. Mungkin Anda punya teman-teman, doakan dia. Minta berikan, berikan kebaikan untuknya.
Nah, itu satu. Kemudian yang kedua ciri orang munafik ini hobi dusta. Satu hobi dusta. Nah, kemudian yang kedua, "wa idza wa'ada akhlafa." Sering ingkar janji. Sering inkar janji. Ini ini luas sekali aspeknya ya. Bisa di bab bisnis, bisa ya bisa di bab apa saja termasuk standar kehidupan. Jadi bukan bukan sekali dua kali bukan karena kondisi terpaksa. Tidak. Tapi memang hobinya begitu. Jadi janji itu dianggap enteng untuk diingkari. Besok ketemu ya. Terus enggak datang dia. Kamu ke mana? Aku sudah nunggu. Ah, maaf ya. Aku ada pekerjaan misalnya atau apa. Tapi dianggap biasa aja. Enggak ada apa, enggak ada apa. Bahkan kadang-kadang enggak ada maaf. Sudah biasa itu hati-hati.
Tiga. "Wa idzaa'tumanah khaanat." Itu yang paling bahaya. Kalau diamanahi dia berkhianat. Banyak berkhianat. Khianat. Istri amanah untuk para suami. Suami amanah untuk istri. Amanah dari siapa? Allah. Allah mudah memasangkan Anda dengan perempuan lain. Tapi kenapa istri Anda yang sekarang dipasangkan dengan Anda? Allah mudah memasangkan suami dengan yang lain. Tapi kenapa suami Anda dipasangkan dengan Anda sekarang? Karena Allah yang punya keyakinan dengan itu. Anda menjadi baik. Itu amanah Allah. Makanya kalau suami menginginkan istri salihah, suami support. Wah, tahajud y saya pakai kerudung yang baik ya. Saya yang kita ngaji besok ya. Istri begitu sayang. Besok kita tahajud bareng ya. Kamu jadi imam doa ya. Aku aminkan di belakang. Subhanallah itu amanah. Dan satu kali akan ditanya oleh Allah. Akan ditanya anak-anak amanah. Sudah berapa banyak anak Allah amanahkan kepada Anda? Sudah sejauh apa Allah mendekatkan dia dengan Anda? Mendekatkan dia dengan Allah itu orang mana? Satu kali akan ditanya. Dan nanti ada riwayat ketika anak akan ke neraka, orang tua ke surga, ada riwayat anaknya mengajukan protes kepada Allah. Perhatikan. Dengar kalimatnya. Ya Allah, aku begini nih karena orang tuaku tak pernah peduli kepadaku. Mereka salat sendiri saja, ya Allah, aku enggak pernah dilihat. Mereka puasa sendiri, aku enggak pernah diajak. Kalimat itu muncul. Lalu apa yang terjadi? Diadili oleh Allah keduanya, dikonfirmasi ternyata benar kejadiannya. Maka ditukarkan semua beban itu dipindahkan kepada orang tuanya, anaknya kemudian dibersihkan. Anak yang ke surga, orang tua ke neraka. Hati-hati. Ahah. Itu amanah. Pekerjaan amanah apapun itu dan semua akan dipertanggungjawabkan. Makanya kalau kita niatkan ikhlas, dunia otomatis datang akhirat itu akan mulia. Yuk, Anda yang kerja apa saja itu jaga dengan baik. Niatkan ibadah.
Nah, ini ya tiga ini. Maka nanti kalau kita sering berdoa begini, "Allahumma inni a'udzubika min asbab jahanam." Artinya, "Ya Allah, lindungi aku dari sebab-sebab neraka jahanam." Maka Anda akan didorong oleh Allah untuk berbuat jujur, pekerjaan jujur, di kehidupan rumah tangga jujur, terus cerita bareng-bareng, ya nikmat hidupnya ya. Mengajar jujur. Saya juga sama, Ustaz. Jangan karena saya senang satu amalan saya sembunyikan yang lain. Itu dosa besar. Anda tahu orang yang masuk neraka duluan itu tiga golongan. Salah satunya ustaz, kiai, para pengajar. Makanya saya sering katakan, tolong doakan itu. Jangan dikira mudah. Itu tidak mudah. Tidak mudah. J ada seorang yang berkata ketika ditanya, "Ma fa'alta bi 'ilmik?" Apa yang kamu kerjakan dengan ilmumu? Dia berkata, "Saya mengajar karenamu, ya Allah." Kata Allah, "Kadzab." Kalau kadzib sekali dusta, kadzab berdusta sering berkali-kali. Apa jawaban Allah saat itu? Dibukakan file-nya semua. Kamu itu mengajar hanya untuk cari popularitas. Kamu hanya mengajar untuk cari materi, cari amplop, cari macam-macam. Lemparkan dia ke neraka. Dibawa, ditarik malaikat, dilemparkan. Makanya tolong jangan bebani saya dengan hal-hal semacam itu. Ya, saya sering katakan di setiap tempat saya tidak pernah memasang apapun urusan dunia. Saya transaksi saya dengan akhirat bukan dengan dunia. Dapat yang saya bisa, saya akan usahakan sendiri. Kalau saya belum punya kemampuan kita berbagi. Itu yang saya pegang sampai saat ini. Alhamdulillah Allah cukupkan. Saya dari kepala sampai ujung kaki enggak pernah beli sampai hari ini. Demi Allah saya katakan ini peci kacamata belum satu rusak sudah datang yang lain. Ini baju dikasih hampir saya copot tadi buat Mas Dudi nanti habis selesai saya copot. Ya, ini celana sama jam sama hampir semua hampir sampai saat ini siapa yang kasih? Allah. Dan saya enggak pernah minta apapun. Tunjukkan pada saya di mana saya ceramah, saya minta tarif, minta amplop. Semua saya datang dan berusaha karena kita enggak tahu di titik mana kita bisa gagal. Popularitas dan sebagainya. Itu yang paling berbahaya.
Yang kedua, orang kaya yang mengaku sering dermawan, sering nyumbang. Dia mengaku karena Allah, tapi kata Allah, "Bohong. Ternyata kamu pengin dipuji aja. Disebut orang kaya yang suka ngasih, pemberi dan sebagainya."
Ketiga, mujahid fisabilillah. Dia mengatakan karena Allah. Kata Allah, "Bohong kamu disebut tuh karena ingin disebut sebagai orang hebat aja." perang dan sebagainya.
Nah, maka hati-hati nanti setiap kita berdoa ini, "Ya Allah, lindungi aku dari neraka jahanam." Maka artinya Anda akan dijaga oleh Allah supaya jujur dalam kehidupan. Kemudian kalau berjanji bisa menepati dan tidak khianat dalam kehidupan. Ini poinnya dua, dosa besar ini banyak sekarang. J kalau kita berdoa, kita akan dijauhkan dari dosa besar. Orang yang mengerjakan dosa besar sengaja dan tidak bertobat, maka nerakanya jahanam.
Contoh syirik dosa besar sekarang. Syirik jadi acara, jadi program. Awas, saya enggak mau ada teman saya di sini menyulitkan beban saya di hari kiamat untuk kita bisa saling menolong. Jangan terlibat dalam program-program syirik. Mau di media, di TV, di radio, di mana pun jauhi. Belajar apa jenis-jenis syirik-syirik itu yang bisa kemudian menjauhkan atau menyekutukan Allah. Program dukunisasi paranormal macam-macam. Jauhi itu syirik. Dan kita doakan, kita doakan ya jauhi yang seperti itu. Kita doakan kawan-kawan kita supaya Allah melembutkan dulu hatinya. Kalau sudah lembut dia mau datang sendiri baru kita dakwahi dengan lembut dengan hikmah. Jangan langsung cela juga begini begini. Tidak pelan-pelan karena ada orang belum tahu. Yang belum tahu itu diberitahu bukan dimarahi. Woi tobat lu syirik. Marah dia. Doakan dulu, lembutkan, pelan-pelan ajak diskusi. Gitu caranya. Firaun sekejam-kejamnya masih disuruh Nabi Musa untuk bisa berdakwah dengan lembut. Quran surah 20 ayat 43 sampai 44. Kata Allah, "Musa Harun pergilah kepada Firaun." "Idhaba Firaun innahu tagha." Dia sudah mulai menyimpang. "Fa qula lahu qawlan layyina." Dan dakwahi dengan lembut. "La'allahu yatadakkaru yakhsya." Mungkin dengan kelembutan itu dia sadar. Maaf ya. Kita dengan Nabi Musa masih saleh Nabi Musa. Dengan Harun masih saleh Nabi Harun. Teman kita dengan Firaun masih buruk Firaun. Teman kita itu bukan Firaun dan kita tidak lebih baik dibandingkan Musa dan Harun. Kalau Musa dan Harun diminta berbuat lembut, kenapa kita mesti mencela? Ya, makanya saya sering katakan kalau Anda ngaji jadi menjadikan Anda pandai mencela, Anda ngaji apa? Apa yang Anda bahas?
Oke. Ini dosa besar. Dari mana tahunya, Ustaz, dosa besar itu? Saya ambil contoh gini, maaf ya. Kalau syirik itu sudah selesai, tuntas babnya. Annisa 48 sudah ada. Diulang lagi nanti di Annisa 116 ke bawahnya. Sekarang pembunuhan berapa banyak sekarang jadi hiasan di berita kita? Kayaknya kok jadi berita yang ringan gitu. Tewas ketika dibunuh ini ada yang kok jadi konsumsi harian. Apa orang enggak baca Quran? Quran surah ke-4 ayat 92 sampai 93. "Wa man yaqtul mu'min muta'ammidan." Orang yang sengaja merencanakan pembunuhan satu orang saja apalagi korbannya orang beriman. "Fajazaa'uhu jahannam." Kata Allah balasannya aku langsung siapkan neraka jahanam kalau tidak tobat. Sengaja merencanakan pembunuhan buuhan. Berencana "khalidan fiha." Aku jamin kekal di dalamnya enggak akan keluar. "Wa ghadhiballahu 'alaihi wa la'anahu wa a'adda lahu 'adzaaban 'azhiima." Allah murka kepadanya, dilaknat dia dan dijanjikan mendapatkan siksa yang berlipat dari neraka biasa. Sekarang tunjukkan pada saya orang beriman mana yang cita-citanya masuk neraka jahanam. Makanya kalau ngajinya benar itu enggak akan ada kekerasan seperti ini. Kok tiba-tiba muncul bom panci, bom kulkas, bom teplon. Hah? Saya waktu kejadian bom jalan Thamrin tuh buar malah kaget saya sedih saya sedih sekali. Terus di Lampung ngajar polos lagi. Ditanya sama jemaah, "Ustaz, apakah bom di Jalan Thamrin itu termasuk jihad fisabilillah?" Pak, sependek pengetahuan saya, jihad fisabilillah itu jihad di jalan Allah, Pak. Bukan jalan Thamrin. Jati-hati ya kalau ngaji ngaji, ada orang ngajak tiba-tiba mencela saja sudah buruk. Nih gini ya. Kalau Anda ada yang ngajak ngaji terus pandai mencela orang, itu di hadis Muslim, hadisnya sahih riwayat sahabat Abu Hurairah. Hadisnya disebut orang muflis. Kata Nabi begini, "Ya yaumal qiyamah." Kalau Nabi katakan pasti benar. "Bisatin." Akan ada orang di hari kiamat membawa pahala yang banyak amalnya. Jadi rajin salatnya. Jadi saat di dunia itu dia belajar terus dia rajin salat berubah. "Wazakatin" pandai berzakat. "Wasiamin" rajin puasa. Cuman sayang "wa'tiqama" cuman suka mencela si fulan menuduh si fulan wa'ak mengambil hak si fulan senang berselisih berkelahi bahkan ada yang menumpahkan darah dan menyebut nama Allah di dalamnya sekarang kejadian kalau terjadi seperti itu kata Nabi "min hasanatihi wa min hasanatihi" kalau ada orang mencela dan dia salat maka pahala salatnya diambil diberikan pada yang dicela itu. Makanya kalau ada yang nyela, ada yang bully, jangan marah. Itu sedang transfer pahala. Kita doakan supaya baik dan enggak usah bikin status, alhamdulillah sedang ditransfer pahala sama si dia. Habis terusin aja. Ya, itu rumus. Jadi ketika dicela pindah, difitnah pindah pahalanya pindah. Nanti ketika habis "fainafidat hasanatu" habis kebaikannya tersisa keburukan. Maka diambillah keburukan orang itu ditimpakan kepada dia "fin nar" dirempalkan ke neraka. Itu poinnya. Maka hati-hati ya teman-teman.
Zina dosa besar. Awas hati-hati. Makanya kalau penyebab kepada zina kita tutupi sekarang. Yang perempuan hati-hati ya. Berdandan yang baik tapi jaga hati-hati. Jangan sampai salah berniat dalam berdandan. Ingin dilihat siapa yang lihat? Kalau yang lihat orang-orang yang tidak berhak melihat, hati-hati mungkin pengantar kepada maksiat. Ya, teman-teman yang laki-laki jaga pandangan karena kelemahan laki-laki di pandangan. Apa yang dibuka di handphone Anda? Anda sudah punya istri, ngapain lihat status istri orang lain? Share yang baik-baik enggak ada masalah. Tapi lihat gambar-gambar yang tak baik. Awas hati-hati acara-acara TV yang tidak bagus. Jangan jadi pelakunya juga. Hati-hati kalau Anda jadi pelakunya dan ditonton orang dan diikuti gaya Anda itu, maka dosa dia ditampung oleh Anda. Ditampung oleh Anda. Awas hati-hati. Itu yang disebut dosa jariyah. Bukan cuman pahala jariyah, dosa pun ada. J ketika Anda memberikan contoh buruk diikuti oleh orang, maka setiap perbuatan buruk dia, Anda dapat bagian saham keburukannya. Masuk. Kalau kita tobat diberhentikan oleh Allah, selesai.
Nah, maka orang yang sering berdoa begini, "Allahumma inni a'udzubika min 'adzabi jahannam." Ketika dia bacakan itu, maka dia akan dijauhkan dari semua pengaruh zina, semua pengaruh keburukan, pembunuhan, zina, syirik akan dijauhkan oleh Allah dari hidupnya dan dijaga dia berbuat jujur, amanah, dan tenang hidupnya. Itu baru satu doa. Bayangkan kalau kejujuran ada di rumah tangga, ketenangan ada di pekerjaan, kenikmatan ada, amanah dalam kehidupan, apa yang kurang bahagia yang bisa kita rasakan? Baru satu kalimat. Kita berhenti dulu di kalimat ini. Azab kubur kita simpan dulu. Alhamdukillah. Sebagian sudah saya sampaikan. Jadi saya anggap ini masuk amalannya. Sudah saya terangkan tadi. Fitnah kehidupan ee saya tutup sampai sini dulu. Setelah itu kita diskusi sebentar. Yang ini saya simpan karena ini pembahasannya cukup ee luas. Saya bagi fitnah dulu kepada dua bagian. Fitnah pakai F ya. Bukan P. Katanya orang Sunda susah bilang fitnah ya. Padahal itu fitnah ya. Oke.
Apa itu fitnah? Fitnah itu dia punya beberapa arti. Satu, bisa berarti sesuatu yang menarik. Menarik. Makanya harta disebut fitnah karena berhak menarik orang untuk bisa mendapatinya. Anak-anak disebut fitnah karena banyak orang mengharapkan punya keturunan anak dan seterusnya. Ujian itu fitnah. Tuduhan itu fitnah. Nah, yang dimaksud di sini adalah hal-hal negatif yang terkait dengan aktivitas kehidupan kita. Misal tuduhan yang kerjakan orang kok yang kena kita atau maaf fitnah di keluarga anak-anak orang tuanya saleh, anak-anaknya buruk. Fitnah di harta benda hati-hati tidak bisa menggunakan harta sesuai ketentuan Allah. Orang menggunakan untuk sedekah dia pakai buat nyogok, dia pakai buat korupsi dan sebagainya. Itu fitnah. Ada fitnah yang terjadi selama kita hidup. Dan itu sudah nampak sekarang banyak yang kerjakan orang dituduh orang lain. Ada rekayasa, ada macam-macam dan itu banyak hal dalam aspek kehidupan kita. Nah, ternyata sebagian umumnya manusia tidak bisa lepas dari ini fitnah kehidupan. Tapi kita bisa memproteksi ini dengan memohon kepada Allah sang pemilik segalanya untuk menutup semua pintu-pintu itu. Bukan enggak dapat fitnah, sebelum fitnahnya kita alami langsung Allah tutup sehingga kita tidak masuk ke dalamnya. Maka anak-anak kita, Teman-teman, kan merawat di rumah tuh, mohon izin ya. Anda kan rawat di rumah bisa Anda kontrol apa yang dia lihat, apa yang dia baca. Sekarang anak kita sekolah siapa yang jaga dia? Apa yang dia makan? Bagaimana bisa Anda tahu? Anda sudah capek mengandung 9 bulan 10 hari, melahirkan, memberikan ASI, teman-teman merawat peluh kesahnya. Tiba-tiba ketemu teman yang menjauhkan dia dari kebaikan pada Anda, bukan karena akan kecewa. Saya pernah menanggapi kasus ini, Pak. Orang tua saleh, anak disekolahkan di sekolah Islam SD, SMP, SMA, tapi kurang kontrol. Begitu mau masuk kampus dianggap cukup bekalnya, maka dia boleh bebas pilih kampus. Maka masuklah dia ke kampus umum yang aturan di kampus itu mesti ikut atau bergaul dengan teman-teman yang bahkan tidak seagama. Dia tidak pulang dua pekan setelah ospek itu. Begitu pulang dia minta izin pindah agama tuh. Jadi ada fitnah kehidupan bisa terkait harta, keluarga, pekerjaan. Ada hal-hal yang tidak kita kerjakan tiba-tiba kita yakin. Ada aspek harta benda yang salah penggunaan. Ada di keluarga yang terlibat tindakan yang buruk itu masuk disebut dengan "fitnatul mahya." Segala ujian kehidupan hidup yang menjadi beban rasanya. Jadi beban untuk kita ya. Sudah.
Yang kedua, ada konotasi yang positif tapi kalau enggak dikerjakan jadi negatif. Yang kedua ini artinya ujian yang diberikan pada orang lain, tapi kita diminta belajar dari hikmah itu. Yang mengalami ujiannya disebut dengan bala. Namanya bala. Cukup sekali ya. Kalau dua kali jadi bala-bala balaun. Oke. Atau ibtala. Misal hujan nih. Banjir kan? Banjir banjir banjir banjir misalnya ada tempat tuh. Kalau banjirnya mengenai saya misalnya langsung seketika. Nah, maka itu bala buat saya. Ibtala saya diuji. Nah, sekarang bagi Anda yang tidak kedapatan banjir diminta belajar dari situ. Kenapa di sana banjir? Misal karena saluran kurang bagus ya kan? Karena enggak sampai ya. Kenapa di Aceh misalnya kena tsunami begini? Oh, karena mungkin ada kejadian-kejadian di pantai begini air laut enggak stabil. Berarti mesti siap-siap kalau tinggal di pantai lagi misalnya rumahnya ditarik agak sedikit ke darat dan sebagainya. Bikin persiapan ujian yang terjadi di tempat lain, tapi kita yang diminta belajar dari situ disebut fitnah untuk kita. Ada orang jalan di tengah jalan harusnya di pinggir di jalan kena dia salah mobil maka fitnah buat kita. Maksudnya jangan sampai kita melakukan hal yang sama di kemudian hari. Karena itu boleh jadi sekarang yang banyak ditampilkan di media ada pembunuhan, ada penipuan, ada korupsi, ada macam-macam. Sebetulnya salah satunya fitnah untuk kita. Maksudnya yang mengalami orang lain tapi kita diminta belajar jangan melakukan hal yang sama. Jelas itu konteksnya positif tapi bisa jadi kemudian negatif kalau dia tidak dikerjakan.
Nah, terakhir ada orang meninggal masih difitnah juga. Itu paling enggak enak. Sudah meninggal masih dituduh juga kasusnya, masih dibuka juga kadang-kadang jasadnya dikeluarin lagi. Di ini lagi cek lagi itu lagi. Hidup aja sudah susah. Meninggal makin susah lagi. Maka dari itu diajarkan oleh Allah kalau kita bacakan bagian ketiga ini maka semua pintu-pintu itu itu Allah akan padatkan. Minimal sekalipun ada, enggak ada beban buat kita. Jadi kalau bukan ditutup oleh Allah atau dibuka untuk pelajaran tapi hati kita dilapangkan misal celaan itu kan tuduhan bagian kecil dari fitnah. Kalau orang sudah dilapangkan hatinya ya walaupun kerannya dibuka tapi ke hati itu enggak akan berpengaruh ya cela aja enggak ada masalah. Hatinya tuh masih lapang. Ya, saya pernah ilustrasikan begini. Ada seseorang datang pada seorang kakek ngadu masalah. Kakek itu cuma mengambil garam dua genggam. Satu dia taburkan, simpan di gelas seperti ini. Minum katanya. Ambil airnya dari danau. Begitu diminum dia muntahkan. Kenapa? Asin. Sekarang dia lemparkan genggam satunya lagi ke danau air tawar. Lu diambillah airnya sekarang minum. Begitu diminum segar ya kata kakek itu. Ini hikmah yang bisa kita ambil. Demikianlah kehidupan kita. Kalau hati kita sekecil gelas ini, maka persoalan kecil pun akan jadi besar dalam hidup. Tapi kalau hati kita bisa lapang seluas danau ini, yang besar pun akan terasa kecil dan tidak berpengaruh dalam kehidupan. Itulah meluaskan sesuatu disebut dengan insyirah. Yang luas disebut syarah. Maka turunlah surah Al-Insyirah yang menyatu dengan surah Addhuha itu. Perhatikan kalimatnya. "Alam nasyrah laka sadrak." Kalau hatinya sudah luas, beban yang datang di dalam tubuh kita pun yang menjadikan berat dari kepala sampai kaki akan dilapangkan oleh Allah. Maka ditutup dengan kalimat indah. "Inna ma'al 'usri yusra." Setiap kesulitan paling sulit pun kadang-kadang bisa selesai oleh orang ini dengan senyuman saja. Yusra kemudahan yang paling mudah. Maka orang yang baca doa ini itu akan dilapangkan oleh Allah sehingga kesulitan-kesulitan di hadapan diri dia ringan semuanya. Kadang-kadang cuma senyum aja. Ada yang begini ada masalah selesai nih sudah macet orang aduh tantin-tantin kelakson. Alhamdulillah bisa baca Quran ya. Terlambat bagaimana ya bilangannya terlambat macet. Emang kenapa diberhentikan pekerjaannya? Cari pekerjaan lain. Rezeki sudah diatur lapang sekali gitu artinya tuh. Ya, kalau begini bagaimana? Akan belum kejadian. Tenang gitu. Ah, cukup ya. Saya kira sementara itu. Itu manfaat doanya. Terakhir fitnah dajal. Nanti siapa itu dajal? Bagaimana ciri-ciri Dajjal? Seperti apa bentukan Dajjal? Nanti kita bahas di pertemuan berikutnya dengan melengkapi salam dan amalan setelah salam. Ya, tapi tanda-tanda kecil dari Dajjal itu sekarang sudah muncul. Dajjal itu dahsyatnya nanti gini, dia nunjuk ke langit hujan-hujan. Makanya ada orang menganggap dia Tuhan ya, tiba-tiba langsung hilang imannya. Dia bisa menunjuk, memukul kuburan, bangun bangun. Ujiannya begitu. Nanti yang dibunuh ee yang bunuh dia nanti Imam Mahdi atas petunjuk Nabi Isa Alaih Salam. Ya, nanti turun ke bumi menyelesaikan itu. Tapi sekarang tanda-tanda kecil tuh ada. Ada yang minta bantuan-bantuan jin tertentu melakukan amalan-amalan Dajjal. Ya, apa di antara amalannya? Nanti kita lihat di pertemuan berikutnya insyaallah. Oke.
Baik, kita punya waktu menjelang ke zuhur ada 30 menit. Jadi, kita maksimalkan untuk hari ini. Silakan.
Baik, Ustaz. Dari Mas Primus. Mas Primus. Bismillah. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Ini terkait tentang salat ustaz di pertemuan 2 bulan yang lalu duduk istirahat dan tawaruk. Apakah duduk terakhir itu sebelum salam terakhir kita boleh istirahat? Apakah boleh seperti itu? Ini masalah kenyamanan saja. Baik. Terus yang kedua, Ustaz, di pertemuan lalu Ustaz mengatakan bahwa di dalam salat sunah itu sebaiknya ayatnya ditambah, sedangkan stok hafalannya cuma segitu-gitu aja. Apakah kita bisa menggunakan mushaf dan bagaimana? Apakah pahalanya lebih baik menggunakan mushaf atau tidak? Itu saja, Ustaz. Terima kasih. Assalamualaikum warahmatullah.
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terkait dengan iftirasy dan tawaruk. Iftirasy melipat di bagian kaki yang kiri diduduki kemudian sementara yang kanan tetap tegak seperti ini. Sudah pernah dicontohkan ee ini ada kamera kan ya masuk situ ya. J kalau kita contohkan sekali lagi yang ini iftirasy yang kanannya dilipat seperti ini diduduki yang kiri maaf dilipat begini yang kanannya tetap terbuka jari kakinya kemudian dilipat seperti ini. Ini iftirasy. Oke. Tawarruk lebih santai. Ininya dimasukkan ke sini. Kemudian duduknya di alas bawahnya. Kemudian yang kiri tembus ke bagian betis yang kanan. Kanan tetap dilipat dalam suasana tegak. Kemudian jarinya dilipat begini. Ini tawaruk. Jelas ya? Iftirasy tawaruk. Oke.
Dalam riwayat-riwayat awal terutama hadis-hadis yang diriwayatkan oleh Imam Malik rahimahullah Malik bin Anas, Nabi posisi semua tahiyatnya itu iftirasy. Baik di salat yang dua rakaat atau lebih dua rakaat. Lebih dua rakaat itu bisa tiga, bisa empat. Tiga seperti magrib. Empat seperti zuhur, asar, dan isya. Oke. J di awal-awal masa Nabi menunjukkan salat itu iftirasy. Sehingga sampai sekarang Malikiyah juga Hanafiyah itu menggunakan hadis yang ini. Duduknya iftirasy dan hadisnya sahih. Nabi di akhir-akhir masa hidupnya terutama saat beliau sudah semakin menurun ya ee karena kondisi yang sakit tadi maka di akhir tahiyatnya rakaat terakhirnya tahiyat akhirnya itu menggunakan tawaruk. Sehingga sangat familiar hadis ini termasuk Imam Ahmad meriwayatkannya "qada al iftirasa wa fil akhir al tawarrka." Jika Nabi salat tasyahud yang pertama di dua rakaat itu, maka beliau tasyahudnya menggunakan iftirasy. Tapi kalau di rakaat yang terakhir menggunakan tawaruk. Makanya di salat-salat yang lebih 22 rakaat tidak ada perdebatan di sini. Yang tasyahud pertama pakai iftirasy. Tahiyat pertama, tahiyat ula, magrib 3 rakaat, dua rakaat pertama pasti tahiyat kan. Maka duduknya iftirasy begini. Oke. Tahiyat terakhirnya tawaruk. Jadi begini ya. Ini bagian terakhir beliau tawaruk. Isya empat rakaat duanya pasti duduk seperti ini. Terakhirnya kemudian tawaruk. Ini tidak ada perbedaan pendapat. Nah, jadi kalau sekarang ada teman kita misalnya yang ingin iftirasy baik di rakaat ee kedua tasyahud pertama ataupun yang terakhir semuanya iftiras enggak ada masalah. Sah dia menggunakan hadis yang pertama tadi. Kalau ada yang menggunakan hadis yang kedua, jangan ada persoalan juga. Di tahiyat pertama dia iftirasy, tahiyat terakhir dia kemudian tawaruk. Pernah al Imam Asyafi'i ini berdiskusi ketika disoal. Beliau disoal begini. Ya. Al Imam Asyafi'i. Kenapa Anda memilih menggunakan pertama iftiras, kedua tawaruk? Padahal kan ada hadis yang awal-awal yang menggunakan iftiras semua. Nabi kan tawaruk itu karena Nabi terakhir kondisinya agak mulai melemah. Kenapa tidak menggunakan hadis pertama? Apa kata al Imam Syafi'i? Bagus sekali jawabannya. Kata beliau, "Saya kan salat mencontoh Nabi. Kalau Nabi pertama iftiras, kedua tawaruk, ya saya ikutin sama dengan Anda. Cuman logika Anda juga perlu diperbaiki. Kalau Nabi penyebabnya karena kurang sehat menjadi tawaruk keduanya, kenapa yang pertamanya tetap iftirasy?" Kenapa enggak tawaruk juga? Kata Imam Syafi'i. Ah, tapi intinya dua-duanya benar. Mau iftirasy, mau yang keduanya tawaruk, tidak ada masalah. Yang salah, yang tidak salat. Oke, sepakat itu ya.
Nah, kasus kedua. Kasus kedua salat yang dua rakaat. Subuh dua rakaat salat sunah dua rakaat. Saya tanya duduknya iftiras atau tawaruk? Eh, ya. Iftirasy yang pertama gini. Oke. Atau tawaruk yang kedua begini. Kalau cuman dua rakaat. Ah, dua-duanya boleh. Kenapa? Lihat nih cerdasnya Nabi di sini. Kata Nabi, "Jika di akhir." Nabi tidak katakan jika dua rakaat, jika di akhir. Jadi yang memahami subuh dua rakaat tahiyatnya kan cuma satu. Itu disebut tahiyat pertama maka dia iftiras. Tapi yang mengatakan subuh kan memang cuman dua rakaat. Satu itu ya tahiyat terakhir maka dia tawaruk. Jadi mau tawaruk, mau iftiras dalam dua rakaat sah salatnya. Dan uniknya menggunakan hadis yang sama. Jadi hadis yang sama dipahami dengan kemudahan dan tidak perlu ada perdebatan di situ. Jadi ini bukan persoalan mana yang paling sunah. Dua-duanya sunah. Tinggal bagaimana cara kita memahaminya. Ternyata apa yang Nabi lakukan untuk kemudahan kita? Kalau ada kesulitan saat iftiras, maka tawaruklah. Kalau ada kesulitan saat tawaruk maka silakan di iftirasy. Jelas sampai sini? Oke, ini bagian yang pertama tentang tawaruk dan duduk iftirasy.
Yang kedua, ah cukup tadi membaca mushaf. Apakah boleh kemudian dalam salat sunah ada keringanan kita untuk bisa membaca mushaf kalau kita ingin memperbanyak bacaan? Boleh. Di sini ada pendapat kesepakatan ulama. Boleh dengan catatan. Apa catatannya? Satu, bukan dilakukan sebagai imam dalam salat sunah, ya. Ya kan ada imam dalam salat sunah seperti Idul Fitri sunah tapi ada imam ada makmum. Idul Adha tarawih ya salat sunah tapi ada imam ada makmum. Syarat jadi imam itu hafal yang dibaca. Jadi tidak membaca yang tidak hafal jangan sampai membuat kepanikan pada makmum. Imamnya nyontek ya. Iya. Jadi biarkan aja ya. Jadi kalau mau jadi imam hafalkan dulu baca. Kemudian kalau kita salat sendirian sah, boleh atau menjadi makmum untuk menyimak bacaan imam? Boleh. Jadi misalnya Ramadan nih ya, ada imam baca kan, terus kita di belakang enggak tahu yang dibaca apa. Atau kita di Makkah atau masjid tertentu yang sehari satu juz itu boleh kita pegang begini ya. Kemudian fikih salat sunah itu lebih luas dibanding salat fardu. Contoh salat fardu bisa berdiri. Kalau mampu berdiri enggak boleh duduk. Kalau Anda duduk padahal mampu berdiri, maka salatnya batal. Tidak sah. Mesti diulang. Tapi salat sunah walaupun mampu berdiri, Anda masih bisa duduk kalau pengin duduk. Cuman pahalanya setengah. Ya, kalau kita salat di Makkah sekali salat kan Rp100.000 kan. Masjidil Haram Rp100.000. Jadi kalaupun dapat setengah salat tarawih misalnya kan capek ada bangku kan di belakang duduk masih dapat Rp50.000. Tapi kalau di Masjid Raya Bintaro benar-benar setengah [Tepuk tangan] ya. Makanya nanti fikihnya disesuaikan di situ. Oke. Kalau sendirian salat sunah itu boleh silakan. Walaupun sebetulnya kata Al-Qur'an yang paling mudah yang kita hafalkan itu yang kita dahulukan. Tapi kalau kita mau target sambil menghafal enggak ada masalah. Karena sunah lebih fleksibel dibandingkan salat fardu. Jelas ya? Baik. Wallahu a'lam bawab. Saya jawab dulu yang ini.
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz boleh minta tolong nasab Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam di atas lima yang tadi Ustaz sebutin karena mau buat hafalan saya dan anak saya. Boleh. Bismillahirrahmanirrahim. Muhammad sallallahu alaihi wasallam bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdul Manaf bin Qusay bin Murrah bin Kilab bin Ka'ab bin Ghalib bin Fihir bin Malik bin Nadar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Nizar bin Mudhar bin Ma'ad bin Adnan bin Addi bin Adri bin Muqawam bin Nahur bin Tarikh bin Ya'rub bin Yasjub bin Nabit bin Ismail Alaih Salam bin Ibrahim Alaih Salam bin Azar bin Nahur bin Abir bin Kinan bin Arfaksyad bin Sam bin Nuh alaihissalam bin Mihlail bin Matusyalah bin Kinan bin Anwas bin Tit bin Adam Alaih Salam. Sudah. Oke, silakan hafalkan. Ee pertemuan berikutnya saya tes yang bertanya ini ya. Kalau belum hafal ee sayita kitaita libur dulu ya. Oke.
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Ustaz, bagaimana jika kita mengikhlaskan ee hutang kita ke seseorang? Kalau ini saya sepakat kita enggak apa-apa. Apakah kita perlu memberitahukan ke orang tersebut? Baik. Ikhlas itu hubungannya dengan Allah ya. Tapi takbir dalam muamalah ada yang harus diungkapkan. Anda ingin menikah dengan ikhlas, tapi bukan berarti saat akad diam aja. Aku nikahkan kau dengan putri kandungku ini, dibayar tunai. Ikhlas enggak bisa. Harus dikeluarkan. Seikhlas-ikhlasnya mesti keluar. Sama hutang pun begitu kita ikhlaskan karena Allah tapi ada kalimat yang disampaikan. Cuman kata Al Imam Al Ghazali, kata ikhlasnya enggak usah dibawa-bawa. Cukup aja, Akhi. Ee mohon izin memang ada catatan antara di keuangan antum ke saya. Insyaallah Allah sudah berikan rezeki juga ke saya. Kita anggap lunas saja. Mudah-mudahan jadi pahala untuk kita semua. Sampai situ aja. Kalimat ikhlasnya jangan dibawa. Aneh ikhlasnya pokoknya karena Allah enggak usah. Kata para ulama, ciri orang ikhlas adalah tidak menyebutkan ikhlas ketika dia beramal. Jelas, ya? Baik. Oke.
Baik, bismillah. Ustaz, saya mau bertanya. bagaimana menjawab ya ee kata-kata dari Bunda saya lahir Kristen sampai 19 ee sampai ya bulan ee tertentu, tahun tertentu dan semua yang saya capai berkat doa ibu baik ke ee Tuhan beliau. Lalu mengapa setelah semua berhasil dan selesai saya memutuskan mualaf? Ee kata mama saya apa yang harus saya jawab? Dari mana pertama tahunya apa yang kita capai? Dari doa yang disampaikan pada Tuhan yang tidak kita yakini. Satu itu. Yang kedua, indah sekali apa yang Allah sampaikan. Buka Quran surah ke-25 ayat 23. Quran surah 25 ayat 23. Quran surah ke-2 ayat 168. Oke, nanti bedakan dengan Quran surah ke-2 ayat 172. Yuk, kita uji dulu pernyataannya. Ada pernyataan dari kawan kita bahwa ini saya sukses sekarang. Berkat doa ibu saya yang memohon kepada Tuhannya karena berbeda keyakinan dengan saya. Lalu ketika memutuskan untuk masuk Islam, ibunya menyoal, "Kamu kenapa pindah agama? Kamu sukses sekarang? Kan doa mama. Lu, kenapa engkau putuskan pindah?" Sekarang perhatikan baik-baik. Teman-teman sekalian, kita sekarang hidup di mana? Di dunia. Baik. Dan kita sekarang ada di mana? Di Hotel Santika ya. Oke. Nah, sekarang karena kita hidup di dunia, maka ada hukum dunia yang Allah berlakukan. Ingat, ada hukum dunia yang Allah berlakukan. Hukumnya ada dua. Ada yang dimaksud hukum universal. Berlaku baik bagi yang beriman ataupun yang belum beriman. Jadi, saya kasih teori dulu ya. Saya belum jawab untuk doanya. untuk yang beriman atau yang belum beriman semua sama hukumnya. Apa contohnya? Pintar, kaya, populer dan seterusnya. Masalah dunia. Allah memberikan hukum umum. Contoh, kalau Anda ingin pintar, Anda belajar. Maka semua yang belajar bisa kemungkinan pintar. Tidak cukup dengan salat, tapi enggak mau belajar, enggak akan pintar. Itu poinnya. Kerja pun sekarang Anda meraih pekerjaan. Anda bekerja sampai sukses, sampai bagus, sampai macam-macam. Poin terbesarnya adalah apa yang menjadikan Anda meraih itu semua? Salah satunya ada usaha, ikhtiar. Ini yang disebutkan di Quran surah ke-2 ayat 168. Jadi, kekayaan, kesuksesan itu tidak terkait erat dengan keislaman atau ketidakislaman seseorang. Sepanjang Anda mau bekerja keras, sepanjang Anda mau berusaha, Anda bisa sukses. Karena itulah ketika kalimat kerja dibuka dalam Al-Qur'an, kalimatnya universal menggunakan nas. Quran surah ke-2 ayat 168. "Ya ayyuhannasu, hai semua manusia, kulu mimma fil ardhi halalan thyibah." Silakan engkau bekerja cari kebutuhan sesuap nasimu. Itu menggunakan termekdok pas prototo. Disebutkan sebagian yang dimaksud keseluruhan. Lawannya totem proparte. Ayah mau ke mana? Mencari sesuap nasi. Kan bukan cuma sesuap yang diambil kan? Pakaian banyak semua didapatkan. Kata Allah, "Hai semua manusia, silakan kerja. Silakan beraktivitas. Minta petunjuk, minta arahan, bangun koneksi." Silakan. Kalau Anda bisa melakukan itu, Anda bisa kaya. Anda bisa sukses. Dan hukumnya ketika dikerjakan maka kasih Allah menjadikan setiap pekerja itu diberi jalan karena hukumnya umum. Walaupun dia seorang yang belum beriman, non muslim, non iman misalnya, tapi dia menempuh ikhtiar universal ini. Dia mau bekerja, dia mau minta petunjuk misalnya pada orang tuanya. Sekalipun orang tuanya salah doa bukan minta kepada Allah misalnya, minta kepada yang lain, bukan Tuhan itu yang mengabulkan. Tapi hukum Allah yang menjadikan dia mengantar pada kesuksesannya. Karena dia mau bekerja itu. Kalau dia gak kerja, sekarang buktikan begini. Anda misalnya tidak bekerja, tidak ada ikhtiar. Walaupun ibu Anda berdoa sehebat apapun, tapi andaanya tidak mengeksekusi, enggak akan mungkin dapat itu. Jelas sampai sini?
Sekarang apa hubungan dengan iman? Iman itu memberikan keberkahan pada kesuksesan kita. Karena syarat sukses itu bukan beriman. Syarat sukses itu berusaha, ikhtiar. Kalau ingin keberkahan pada kesuksesannya, maka berimanlah. Iman itu yang memberikan keberkahan pada kesuksesan. Ketenangan itu berkah. Manfaat itu berkah. Sekarang tunjukkan kepada saya. Sebelum Anda masuk Islam dengan setelah masuk Islam, perasaan tenang mana? Sebelum atau setelah? Silakan cek. Ada kenikmatan enggak? Lebih terarah enggak menggunakan hartanya? Pasti ada perbedaan di dalamnya. Karena ketika Allah memanggil orang beriman, kalimat halalnya dibuang, kalimat thayibnya dijamakkan. Buka Quran surah ke-2 ayat 172. Ini yang saya maksudkan paling kiri agak ke atas sedikit. "Ya ayyuhalladzina amanu, hai semua orang beriman, kulu silakan kau bekerja min thyibati roqnakum." Kalau engkau bekerja pada iman, maka imanmu akan membimbing pada yang halal. Maksudnya orang beriman tuh enggak mikir yang haram lagi. Dia tinggalkan. Dia enggak mikir. Dulu mungkin semua ana kerjakan karena enggak ada batasan. Tampilan dibuka semua, makanan semua mungkin dimakan, enggak ada batas. Sekarang setelah beriman ada semua batasan. Kata Allah, "Kalau engkau kerjakan begini, aku yang dekatkan keberkahannya dan aku yang mudahkan kenikmatannya." Halalnya dibuang, thayibnya dijamakkan. Di antara makna thayib itu berkah, bertambahnya jumlah kebaikan. J bagaimana secara singkat menjawab jawaban tadi? Terima kasih mamah banyak mendoakan saya jawab dulu dengan kalimat yang baik. Itu ada di Quran surah 16 ayat 125. Mama, terima kasih telah banyak mendoakan saya. Cuma yang saya pelajari memang rezeki itu kaya itu sukses itu peran terpenting dari kebesarannya adalah saat kita berusaha serius untuk berikhtiar bekerja mendapatkan itu yang diberikan Tuhan itu berkahnya. Berkah itu yang mengalir lewat doa. Nah, saya rasakan selama ini ketika saya masuk Islam berkah itu yang banyak saya dapatkan. Itu pemberian Tuhan yang saya rasakan. Sedangkan pekerjaan banyak orang bisa mendapatkan dengan cara apapun, termasuk kalau dia rajin bekerja. Jadi jawaban paling singkat Anda sampaikan, ucapkan terima kasih dulu pada orang tua. Itu yang dimaksud Quran surah ke-31 ayat ke-15. Kata Allah, "Kalau ada orang tua beda keyakinan mengajak Anda untuk larik lagi ke agamanya, maka silakan menolak dengan cara yang lembut." "Wa jahid huma fi dunya." Tapi jangan sampai perdebatan Anda dengan orang tua memutus hubungan Anda saat di dunia. Jangan tinggalkan. Tetap sayangi. Kalau Anda punya sesuatu bagi berikan hadiah. Terus tambahkan ketaatan Anda. Maksudnya apa? Sakit Anda yang merawatnya, jenguk beliau. Sampai kemudian ada pertanyaan dalam dirinya, "Kamu kok bisa begini?" Inilah yang saya maksudkan keberkahan dalam keislaman saya. Kalau itu bisa dijawab dengan baik, maka insyaallah akan lebih memahamkan pada diri beliau. Allahu a'lam bawab.
1 menit lagi. Oh, 11 menit lagi. Waktu zuhur saya batasi 2 menit ya sampai jam 12.00 ya atau 5 menit sebentar. Saya jawab yang pakai ketikan dulu ya. Ah, ini niat banget bertanya. Tak bayang sampai nge-print dulu. Motong kertasnya dulu gitu ya. Oke.
Assalamualaikum, Ustaz Adi. Salam wabarakatuh. Saya mau nanya. Baik, saya mau jawab. Ee saya pernah dengar ceramah ada salah satu pintu surga yang diperuntukkan buat orang yang sering melaksanakan salat sunah empat rakaat sebelum dan empat rakaat setelah zuhur. Nah, yang terbaik itu kita salat empat rakaat dengan dua kali salam atau empat rakaat dengan satu kali salam. Ya, Ustazah tiib. Ee an ummi eh Habibah ya. Ada yang mengatakan di Ummu Maimunah radhiallahu taala anha. Qala qala Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Rahi wasallam pernah bersabda "man shalat sittata 'ashrata rak'atan." Siapa yang salat 12 rakaat fi yaumin wa lailatin yang mengiringi salat fardunya di siang dan malam. "Buni lahu bihin baitun fil jannah." Bukan cuma masuk surga akan dibangunkan satu rumah spesial untuknya di surga yang membiasakan salat sunah 12 rakaat dalam sehari. Akan dibangunkan oleh Allah satu rumah untuknya spesial di surga. Mereknya rumah rawatib ya. Terbiasa. Masyaallah. Kalau kita mau bangun rumah harus ada bahannya enggak? Nah, sekarang Allah sudah kasih bahannya saat di dunia tinggal kita mau bangun enggak? Kalau bahannya kita kumpulkan datang ke sana kan surga beda dengan akhirat eh dengan dunia. Kalau surga itu kun fayakun yang ada jadi kepikiran langsung ada di bahan yang kita siapkan sekarang begitu masuk surga langsung seketika jadi. Apa itu jumlah salatnya? Perhatikan kalimatnya. "Arba'an qabla zhuhri." Itu kalimat pertama yang dibuka. Arba'an qabla zhuhri. Empat rakaat sebelum zuhur. "Rakataini ba'daha" dua rakaat setelahnya enam. Kemudian "rakataini ba'dal maghrib" dua rakaat setelah magrib. Delapan. "Rakataini ba'dal isya" dua rakaat setelah isya sepuluh. "Rakataini qabl subhi" dua rakaat sebelum subuh dua belas. Oke saya ulang. "Arba'an qabla zhuhri" empat rakaat sebelum zuhur. "Rakataini ba'daha" dua rakaat setelah zuhur enam. "Rakataini ba'dal maghrib" dua rakaat setelah magrib delapan. "Rakataini ba'dal isya" dua rakaat setelah isya sepuluh. "Rakataini qabl subhi" dua rakaat sebelum subuh berapa dua belas. Orang yang konsisten mengerjakan itu sampai wafat. J kita sekarang setelah mendengar hadis ini ya, ini setelah didengar oleh istri Nabi, Nabi mengatakan ini apa jawab istri Nabi seketika? Kata beliau, "Bim makna laqad amantu linafsi allaha ilal jannah." Kata beliau, "Setelah saya mendengar keterangan itu, saya berjanji pada diri saya enggak akan pernah meninggalkannya selama hidup." Istri Nabi di surga dengan Nabi, mendengar kalimat Nabi, beliau katakan, "Saya berjanji enggak akan tinggalkan selama hidup. saya bertekad sekarang kita teman Nabi bukan, sahabat Nabi bukan, istri Nabi bukan ada jaminan itu. Ayo kita pakai. Nah, bagaimana caranya? Kita biasakan dulu. Mungkin Anda kerjakan sekarang, besok wafat misalnya, pas saat ngerjakan itu dapat satu. Ah, itu hadis tentang empat rakaat sebelum zuhur. Kalau misalnya sulit, Anda sedang di kantor nih, enggak bisa empat, batasan waktunya ada, maka rumus Ibnu Umar dipakai dua rakaat. Jadi kalau enggak bisa empat jadikan dua. Jelas. Kalau sedang jamak qasar safar maka memang itu ringan dihilangkan rukhsah. Jadi enggak digunakan pun enggak dipakai enggak dilakukan, enggak apa-apa. Tetap pahalanya dituliskan. Jadi kebiasaan orang yang mengerjakan ibadah sunah ketika muncul amalan yang lain yang tak bisa mengerjakan yang sunah pahala sunah dituliskan. Ya, itu keindahannya. Anda biasa puasa salat sunah, datang Ramadan, maka puasa sunah Anda semuanya dituliskan selama bulan itu. Walaupun tidak dikerjakan sama sekali. Baik.
Sekarang ada tambahan hadisnya empat. Yang empat ini ba'da zuhur ada. Cara membacanya begini. 12 saja dapat satu rumah, apalagi kita tambah. Tapi nambahnya harus sesuai dengan waktunya. Misal zuhur, setelah zuhur boleh dua, boleh empat. Sebelum asar mutlak bisa empat. Sebelum isya ma bainalanain rakatain bisa dua rakaat. Kasus yang ditanyakan tentang yang empat rakaat apakah bisa empat sekaligus satu kali salam atau dibagi dua-dua? Keduanya bisa dilakukan, bergantung kadar kondisinya. Kalau orang memahami bahwa Anda mengerjakan salat sunah, silakan empat sekaligus dikerjakan. Tapi kalau orang belum paham, Anda bisa pisah dua-dua. Kerjakan dua rakaat, setelah itu bangkit lagi dua rakaat, dua kali salam. Jangan sampai nanti orang belum paham begini, "Tu siapa sih?" "Iya, kok zuhurnya duluan ya?" "Iya, bidah kayaknya." Oke. Ah, jadi silakan bisa dikerjakan sekaligus sekali salam atau dibagi dua dengan dua kali salam. Khusus untuk ba'diah zuhur yang empat rakaat biasanya sementara sahabat Nabi termasuk Muawiyah ya bin Abi Sufyan itu biasanya mengerjakan dua-dua di masjid dua, di rumah dua. Jadi kalau dia salat berjamaah di masjid rata-rata sahabat ke masjid. Jadi dua rakaat di masjid, dua rakaatnya lagi di rumah. Ya, jadi dia memperbanyak tempat sujud supaya bersaksi di hadapan Allah di akhirat. Saya tuh berharap nanti pas pulang tuh ada saut-sautan gitu. Wah, di karpet ini nanti bicara, "Ya Allah, saya pernah dipijak dia salat. Ya Allah, saya pernah dipakai sujud." Pernah. Itu indah itu. Nanti kita lihat satu saat. Dan nanti kata Nabi begini, Nabi itu sedang ee duduk dengan teman-teman sahabat beliau. Tiba-tiba begini kata Nabi, "Nanti ada yang dipanggil di surga sama pintu puasa namanya Ar Rayyan." Ya, jadi kalau sudah manggil-manggil "Aina shaimun, aina shaimun, mana orang ahli puasa?" "Fa'dkhulu." Begitu masuk ahli puasa itu, "Ughliqa" ditutup langsung. Kalimatnya "ughliqa" bukan "gulliqo." Kalau di "gulliqo" ditutup pelan-pelan masih bisa ngintip. Tapi ini "ughliqa." Cepat. Jadi orang penasaran kenapa sih sudah masuk duluan. Ada yang dipanggil oleh pintu tahajud. Mana ahli tahajud? Ahli tahajud masuk. Ada yang dipanggil pintu sedekah masuk. Terus saat semua hening gini, seorang sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, ada enggak yang dipanggil bersaut-sautan lewat semua pintu itu?" "Panggil, 'Mana si fulan? Mana si fulan? Mana?'" Langsung disebut namanya si fulan. "Mana si fulan?" Kata Nabi, "Ada. Dan aku bermohon pada Allah semoga engkau termasuk dari bagiannya." Dari sejak itu walaupun ada doa Nabi, sahabat itu tetap mengeksekusi dengan ikhtiar dia. Maka sejak saat itu dia keluarkan semua jenis pintu surga, pintu sedekah, tahajud, puasa, dan yang lainnya. Maka dia bikin program setiap hari mengerjakan amalan di delapan pintu itu. Jadi beliau punya anggaran setiap hari mesti sedekah, setiap hari mesti bangun tahajud, setiap hari nengok orang sakit, cari sesibuk apapun dikerjakan. Sehingga satu kali Nabi bertemu dengan kawan-kawannya. Perhatikan kalimatnya. Siapa hari ini yang salat berjamaah? Semua angkat tangan. Siapa yang hari ini sudah infak, sebagian turun. Satu masih angkat tangan. Yang lain angkat tangan sebagian. Siapa yang nengok orang sakit? Sebagian turun. Beberapa angkat tangan. Siapa yang hari ini sudah menyalatkan yang sakit? Yang meninggal menyalatkan yang meninggal cuman beliau yang angkat tangan. Siapa yang sudah mengantarkan ke kubur di hari ini cuman beliau yang angkat tangan? Semua yang disebut Nabi cuman beliau yang angkat tangannya. Maka diambillah tangannya oleh Nabi. Dikatakan, "Ini adalah saudaraku. Siapa yang menyakitinya telah menyakitiku." Dialah sahabat Abu Bakar Assiddiq, ayahanda dari Sayidah Aisyah radhiallahu taala anha yang hidupnya mendampingi Nabi, di kuburnya pun bersanding dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam dan sesurga bersama Nabi sallallahu alaihi wasallam. Saya ingin katakan jika sahabat Abu Bakar saja yang hidupnya bersama Nabi, hijrah menemani Nabi, dikubur bersama Nabi, di surga dengan Nabi, dan termasuk mertua dan sahabat Nabi masih serius untuk menempuh amalan, maka siapa kita yang tidak satu kuku pun setara dengan amalan Abu Bakar Assiddiq? Maka bertobatlah kepada Allah subhanahu wa taala. Mintalah kepada Allah supaya dibimbing, dikuatkan untuk istiqamah, beramal saleh. Kalau belum mampu memperbanyak amal saleh, berlomba dengan orang baik, maka setidaknya berlombalah dengan para pendosa untuk bertobat di hadapan Allah Subhanahu wa taala. Allahumma taqabbal minna innaka antus sami'ul 'alim.