Transcription
Kematian dalam Islam digambarkan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam. Kalau orang beriman meninggal dunia, akan datang kepadanya tiga sosok malaikat. Dua malaikat, ee, ee, apa namanya, rahmat yang membawa kain kapan dari surga, berdiri di sebelah kiri kanan tubuhnya. Dan satu malaikat di ubun-ubun kepalanya sambil mengatakan, "Hai jiwa yang baik, keluarlah kepada rahmat Tuhanmu." Maka rohnya keluar lebih mudah daripada air dari mulut kendi dan dibungkus dengan kain kafan dari surga, lalu dibawa ke langit.
Dalam riwayat lain juga kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam, kalau orang beriman masuk ke kuburannya, maka akan diluaskan pandangan matanya seluas pandangan matanya. Dan akan datang mendampingi dia amal salehnya, ya, sampai dia pun kagum. Dia mengatakan, "Siapa kamu ini? Sungguh sempurna ciptaan Allah pada dirimu." Karena wajahnya putih, tampan, bajunya bersih. Dia mengatakan, "Aku amal baikmu yang akan menemani kau sampai hari kiamat."
Kalau dia orang fasik, banyak dosa, apalagi orang kafir, amal buruknya akan berbentuk wujud makhluk juga, tapi menakutkan. Sampai dia mengatakan, "Pergilah kamu dari aku! Siapa kamu? Sungguh buruk ciptaan Allah pada dirimu." Maka dia mengatakan, "Aku adalah dosa-dosamu yang akan menemani kau sampai hari kiamat." Maka di sini Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bilang, jadilah kuburannya si mukmin menjadi taman dari taman surga. Dan jadilah, ya, kuburannya si kafir atau fasik menjadi lubang dari lubang neraka.
Baik, sisi yang lain, hari kemudian ini kalau akan terjadi nanti, teman-teman sekalian, diikuti dengan tanda-tanda. Ada tanda-tandanya. Ada tanda-tanda kiamat kecil, ada tanda-tanda kiamat besar. Ya, tanda-tanda kiamat kecil ada yang sudah terjadi, ada yang sedang terjadi, ada yang belum terjadi.
Kalau tanda-tanda kiamat yang sudah terjadi, seperti misalnya sabda Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam, "Hitunglah kiamat itu dengan diutusnya aku dan meninggalnya aku." Sementara Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sudah nabi terakhir, dan sekarang kita sudah 1400 tahun, 1440 tahun kurang lebih dari masa hijrahnya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam. Kalau kita kurangi 10 tahun pas Madinah, 1430 tahun yang lalu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam sudah meninggal dunia. Maka ini berarti sudah jelas.
Kemudian kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam, "Tidak akan terjadi kiamat juga sampai kalian merebut Baitul Maqdis." Dan ini sudah direbut Baitul Maqdis atau Masjidil Aqsa di zaman Umar Bin Khattab radhiallahu anhu di tahun 15 Hijriah, pada saat beliau mengutus pasukan ke negeri Syam dipimpin oleh Abu Ubaidah Bin Jarrah dan juga Khalid Bin Walid radhiallahu anhu ajmain.
Kemudian juga, "Tidak akan terjadi kiamat sampai umatku direnggut oleh penyakit taun atau penyakit pes." Ini juga terjadi di zaman Umar Bin Khattab, hampir wilayah-wilayah, hampir mayoritas wilayah muslim kena itu. Dan ini memang ada hadis sendiri, siapa meninggal dengan penyakit taun, dia akan mati syahid. Yang jelas sudah terjadi. Jadi ada beberapa hal yang sudah terjadi di zaman Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan sudah terjadi bahkan setelah beliau.
Ada tanda-tanda kiamat yang sedang terjadi di fase kita sekarang. Ya, seperti misalnya hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam, "Tidak akan terjadi kiamat sampai khamar dan perzinahan diubah namanya sehingga terhalalkan." Kita kan sekarang mengistilahkan dengan hiburan, misalnya begitu. Akhirnya mabuk-mabukanlah, akhirnya berzina. Ini termasuk.
Kemudian, "Tidak akan terjadi kiamat sampai mayoritas umatku terkena riba." Riba ini hampir semuanya terkena riba di zaman sekarang. Saya pernah Subhanallah masuk dengan salah satu teman saya, kebetulan beliau tenaga dari luar dari Suriah, datang mengajar di Indonesia. Kami satu kampus, dua ngajar di salah satu almamater yang dibuat oleh Imarat Arab waktu itu, dan dia terima gaji dalam bentuk USD. Maka dia pernah minta tolong sama saya, "Khalid, tolong bantu saya." Saya sama-sama waktu itu masih di Makassar, pergi ke perbankan konvensional, kemudian mau tukar uang. Kita cari money changer karena uang dia cukup besar, mau cari money changer. Tapi dia lihat ternyata ada salah satu bank itu lebih tinggi ya penukaran kursnya, apalagi dia rutin tiap bulan. Maka saya temani ke sana sambil menunggu. Rupanya perbankan ini memberikan syarat, kalau mau tukar di sini, tidak bisa tukar begitu saja bawa duit langsung tukar. Ini bukan money changer, harus buka rekening segala macam, tunggu di situ. Sudah baiklah dia ikuti prosedur itu karena saya pikir dia lebih tahu dari saya ilmu agama karena masyaallah dia belajar dari banyak kalangan ulama di negaranya, dari cara bicara dia, ensiklopedinya banyak sekali terisi.
Sementara menunggu proses itu, dia sempat bilang sama saya, "Khalid, kamu ingat nggak hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang berbunyi, 'Tidak akan terjadi kiamat sampai mayoritas umatku terkena riba'?" Iya. Dia bilang, "Kamu sadar nggak sekarang kita sedang berada di sini? AC yang kita hirup ini dari uang riba, kursi yang kita duduki dari uang riba, pulpen yang dipakai uang riba, kertas yang dipakai uang riba." Terus saya bilang, "Iya, benar juga." Dia bilang, "Ini kita sekarang, Kak." Dia bilang, "Kalau kita, ayo kita keluar." Kan? Tapi Subhanallah, yang kita saksikan bahasan bukan masalah protes itunya, tapi bagaimana hadis ini terjadi gitu kan. Hadis ini terjadi, bahkan banyak orang sekarang tidak melepaskan diri dari riba, hidup dari situ. Bunga banknya diambil, bahkan odolnya, sikat giginya, celana dalamnya, semua dari uang riba. Gitu kan. Ini jadi masalah juga ya. Tapi jelas ini tanda-tanda kiamat.
Kemudian ada beberapa juga yang sedang terjadi. Kemudian yang belum terjadi itu juga ada tanda-tanda kiamat kecil. Di antaranya belum terjadi, seperti sabda Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam, "Tidak akan terjadi kiamat sampai seluruh Jazirah Arab kembali lagi subur, sungai dan kebun-kebun." Ya, kalau sekarang kan kayak di Saudi masih banyak padang pasir segala macam. Tapi kurang lebih 5 tahun terakhir itu di daerah Tabuk sering turun salju dan akhirnya membuat salju itu masuk ke dalam padang pasir sampai pernah mungkin teman-teman lihat cuplikan padang pasir, tanah pasir tapi jalan seperti air karena di bawahnya ada salju banyak. Dan itu akhirnya diadakan penelitian oleh sebagian ilmuwan dan disampaikan oleh menteri mereka di dinasionalkanlah kalau di Saudi itu diberitakan kalau ini cara yang secara ilmiah cara yang paling cepat untuk menyuburkan tanah kalau salju itu sendiri yang masuk ke tanah. Dan itu membuktikan nanti akan muncul kesuburan-kesuburan dan segala macam.
Kemudian juga ada hadis yang berbunyi, "Tidak akan terjadi kiamat sampai keluar gunung emas di Sungai Efrat atau Furat." Ini ada yang mengatakan sungai ada di Turki sekarang. Dan sebagian ilmuwan sudah mengatakan penelitian di sungai itu memang kemungkinan besar akan ada gunung emas yang kelihatan. Tapi Nabi Jadi pesan, kalau kalian melihat atau mendapatkan masa itu, jangan ikut-ikutan memperebutkan emas itu karena dari 100 orang nanti 99-nya mati, cuma satu yang lolos. Kata para sahabat, "Ya Rasulullah, tapi kenapa masih ada orang yang mau ikut?" Kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam, "Karena dia berharap menjadi satu orang itu." Karena banyaknya korban nanti di situ. Wallahu a'lam masanya kapan, tapi yang jelas karena banyaknya korban bertumpuk-tumpuk sampai orang di dunia ini semua membenci emas, sudah nggak suka lagi dengan emas. Sampai kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam, akan lewat seorang yang pernah dipotong tangannya karena mencuri emas, dia lihat emas tersebut lalu dia mengatakan, "Semoga Allah melaknatmu, justru karena kamu dulu tanganku dipotong." Lalu dia pergi, dia tidak mengambil sepotong pun dari emas itu. Contoh saja.
Kemudian juga ada istilah Malhamah Kubra atau peperangan besar yang terjadi antara muslimin dengan Bani Asfar atau orang-orang Rom. Juga ada hadis fase pas sebelum keluar Dajal yang kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam, "Nanti kalian akan bersekutu dengan Bani Asfar." Bani Asfar ini orang-orang kalau kita sekarang orang bule ya. Itu orang-orang Arab dulu mengatakan Bani Asfar dianggap karena rambut mereka berwarna berbeda dengan umumnya orang, maka dikatakan dengan Bani Asfar. Kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam, kan akan bersekutu nanti dengan Bani Asfar, kemudian akan memerangi satu kaum, entah siapa kaum ini, tapi akan terjadi peperangan. Setelah peperangan itu terjadi dan kalian memenangkan peperangan itu, kemudian bubarlah semua masing-masing ke wilayahnya sampai di negeri Syam. Negeri Syam tempatnya kayak Palestina, Suriah, Lebanon, dan Yordania, empat negara namanya negeri Syam. Sekarang dulu dinamakan Syam, sekarang dibagi empat negara. Sampai nanti pasukan-pasukan muslim dan pasukan Bani Asfar ada yang pulang ke negeri Syam. Lalu pasukan Bani Asfar mengangkat bendera salib sambil mengatakan, "Kamilah yang telah memenangkan peperangan." Maka pasukan muslim itu mengatakan, "Kita kan sekutu bersama-sama." Intinya mereka cekcok dan akhirnya terjadi peperangan kecil pada saat itu. Dan Allah Subhanahu Wa Ta'ala kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam memenangkan, apa mengaruniai, memuliakan sekelompok muslim itu, mereka mati syahid. Hari kedua, segelintir lagi mereka sepakat untuk melawan, dan Allah ikram, Allah muliakan lagi mereka dengan mati syahid. Hari ketiga juga begitu, sekelompok lagi, lagi musim bersatu, terbunuh lagi mereka. Sampai di hari keempat, maka seluruh muslim, seluruh dunia bersatu untuk berperang. Dan akhirnya terkumpullah juga dari Bani Asfar 80 bendera. 80 bendera bisa bisa 80 negara. Jadi kayak perang besar-besaran gitu ya. Seperti itulah wallahu a'lam kapan itu terjadi, tapi yang jelas seperti itu penyampaian Nabi Alaihi Wasallam.
Kemudian setelah itu terjadilah peperangan besar di antara kalian. Wallahu a'lam juga berapa lama, tapi Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan, "Kalian akan sampai ke jantung Rom, di Rom, dan kalian akan merobohkan benteng Rom itu dengan takbir dan tahlil kalian, dengan zikir." Karena banyaknya pasukan Islam sampai bukan lagi dihancurkan tembok itu dengan alat, tapi dengan suara saja sudah rubuh. Ini juga ada penelitian. Kami pernah mendatangi beberapa situs-situs bangunan-bangunan lama itu, kalau kita masuk tidak boleh terlalu keras suara, suara bisa berpengaruh menghancurkan sesuatu yang walaupun itu bangunan kokoh. Seperti itu.
Yang jelas, setelah itu, maka Dajal atau iblis akan, iblis akan menjelma jadi manusia, lalu dia teriak di tengah-tengah umat Islam sambil mengatakan, "Dajal keluar di tengah-tengah kalian! Dajal keluar di tengah-tengah kalian!" Artinya sudah mulai keluar tanda-tanda hari kiamat besar yang pertama. Maka waktu itu semua umat Islam paham kalau Dajal keluar berarti sudah harus selamatkan diri. Kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam, "Kalau Dajal keluar di tengah-tengah kalian, maka selamatkanlah diri kalian, walaupun kalian harus ke gunung." Janganlah seseorang di antara kalian berkata, "Imanku kuat, aku cuma melawannya," sehingga dia jadi pengikutnya, sehingga dia jadi pengikutnya. Jadi Dajal fitnahnya besar.
Sebagaimana kita paparkan nanti insyaallah. Yang jelas, teman-teman sekalian, pada saat itulah ya, semua umat Islam bubar pulang ke wilayah mereka masing-masing. Dan ternyata mereka mendapatkan berita bohong itu nggak benar. Tapi pada saat itu betul-betul Dajal keluar. Maka mulailah masuk ke fase tanda-tanda kiamat besar. Tanda-tanda kiamat besar. Baik, nanti akan kita paparkan masalah itu. Saya akan bacakan tulisannya berikut dalil-dalil yang ditulis oleh Syekh Abu Bakar rahimahullah.
Namun sebelum masuk ke bacaan tadi, di awal saya sempat janjikan kita akan jelaskan juga fase-fase daripada iman kepada hari kiamat itu dari prosesi kematian, dari alam barzakh, kemudian dari hari kebangkitan, lalu surga dan neraka. Saya simpulkan keempat poin ini tentang masalah kematian. Teman-teman, ini adalah fakta dan pasti akan terjadi. Sehebat apapun kita menjaga kesehatan kita, walaupun itu bagian daripada syariat Islam kita harus menjaga kesehatan, tapi pasti kalau tiba ajal akan meninggal. Allah mengatakan, kalau ajal mereka datang, la yastakdirun sa'atan wa la yastakdimun. Tidak akan bisa dimajukan sesaat, tidak akan bisa dimundurkan sesaat. Maka ini fakta yang akan terjadi.
Kematian dalam Islam digambarkan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam. Kalau orang beriman meninggal dunia, akan datang kepadanya tiga sosok malaikat. Dua malaikat, ee, ee, apa namanya, rahmat yang membawa kain kapan dari surga, berdiri di sebelah kiri kanan tubuhnya. Dan satu malaikat di ubun-ubun kepalanya sambil mengatakan, "Hai jiwa yang baik, keluarlah kepada rahmat Tuhanmu." Maka rohnya keluar lebih mudah daripada air dari mulut kendi dan dibungkus dengan kain kafan dari surga, lalu dibawa ke langit.
Begitu juga sebaliknya, kalau orang fasik, orang banyak dosa, tidak sempat taubat, ataupun orang kafir, maka kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam, akan datang kepadanya tiga sosok malaikat. Dua malaikat penyiksa di kiri kanannya bawa kain kapan dari neraka, dan satu di ubun-ubun kepalanya malaikat maut akan mengatakan, "Hai jiwa yang busuk, keluarlah pada kemurkaan Tuhanmu." Maka rohnya berserakan di tubuhnya, lalu malaikat maut menarik dengan kuat dengan paksa, sampai ibaratnya seperti bulu domba yang basah yang dililitkan di pohon berduri, lalu ditarik dengan keras sehingga berantakanlah bulu domba tersebut. Lalu kemudian dibungkus dari neraka, lalu dibawa ke langit. Riwayat ini panjang, tapi saya simpulkan karena bahasan kita tentang hari kiamatnya langsung. Ya, intinya ada itu.
Kemudian setelah itu pindah ke alam barzakh, alam kuburan. Kalau teman-teman pernah ikut salat jenazah, dia terdiri dari empat takbir. Takbir pertama baca Al-Fatihah tanpa tanpa iftitah, tanpa surah. Takbir kedua membaca selawat Ibrahim, selawat yang kita baca pada saat tahiyat, Allahumma shalli ala Muhammadin wa ala ali Muhammad Ibrahim wa ali Ibrahim innaka hamidum majid, dan seterusnya. Yang ketiga mendoakan mayit. Nah, di antara doa kita buat mayit di takbir ketiga ini dan takbir keempat mendoakan diri kita atau langsung salam juga bisa. Ini di antara doa kita adalah, "Allahumma a'thirhu fi man a'thir." Ya Allah, karuniakan dia tempat tinggal lebih daripada tempat tinggal di dunia. Wa ahlih, keluarganya lebih daripada keluarga dunia. Maksudnya yang tertera di di kuburan itu adalah amal salehnya. Jadi keluarganya, wa jiranahu khairan min jiranihi. Dan tetangga lebih baik daripada tetangganya. Maka ini menandakan memang di alam barzakh itu, di kuburan itu, walaupun kita melihatnya tanah dan batu nisan, itu ada kehidupan. Itu rangkaian paket iman kepada hari kemudian. Makanya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam pernah melewati dua kuburan, beliau mengatakan, "Sesungguhnya penghuni dua kuburan ini sedang disiksa." Kalau yang dan mereka mengira mereka disiksa bukan karena hal yang besar, bukan dosa besar, tapi itu adalah dosa besar yang yang satu tidak tidak bersuci pada saat kencing, tidak cebok, maaf. Yang kedua suka mengadu domba, ya, membuat orang-orang pada berantem atau bercerai suami istri atau rusak hubungan dan seterusnya. Maka ini menandakan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam jelaskan kalau itu ada kehidupan di sana juga.
Dalam riwayat lain juga kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam, kalau orang beriman masuk ke kuburannya, maka akan diluaskan pandangan matanya seluas pandangan matanya. Dan akan datang mendampingi dia amal salehnya, ya, sampai dia pun kagum. Dia mengatakan, "Siapa kamu ini? Sungguh sempurna ciptaan Allah pada dirimu." Karena wajahnya putih, tampan, bajunya bersih. Dia mengatakan, "Aku amal baikmu yang akan menemani kau sampai hari kiamat."
Kalau dia orang fasik, banyak dosa, apalagi orang kafir, amal buruknya akan berbentuk wujud makhluk juga, tapi menakutkan. Sampai dia mengatakan, "Pergilah kamu dari aku! Siapa kamu? Sungguh buruk ciptaan Allah pada dirimu." Maka dia mengatakan, "Aku adalah dosa-dosamu yang akan menemani kau sampai hari kiamat." Maka di sini Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bilang, jadilah kuburannya si mukmin menjadi taman dari taman surga. Dan jadilah, ya, kuburannya si kafir atau fasik menjadi lubang dari lubang neraka. Makanya di antara doa yang kita dianjurkan teman-teman membaca, "Ya Allah, karuniakanlah aku atau jadikanlah kuburanku taman dari taman surga, jangan lubang dari lubang neraka." Ya, karena itu memang ada kehidupan sendiri.