Transcription
Tapi life itu ditemukan karena yang menciptakan tujuan dari sebuah ciptaan itu bukan si ciptaan, tapi si pencipta yang menciptakan tujuannya. Ali bukan Ali, tapi yang menciptakan Ali gitu. Nah, tugasnya Ali adalah untuk menemukannya dan kemudian menjalaninya.
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Bertemu saya lagi di podcast ruang suara dan di episode kali ini kita kedatangan kawan lama. Bro Ali Zainal Abidin atau kita bisa panggil Mas Ali atau Bang Ali nih nanti tergantung mood-nya seperti apa. Iya, tergantung M. Eh, beliau adalah CEO dari Mizan Content and Publishing Group. Ini e perusahaan legendaris di bidang ekonomi kreatif juga seorang penulis. Topiknya ini menarik. Tujuan hidup, purpose of life, mental health, ini banget dan manifestasi. How are you? Alhamdulillah. Apa kabar, Mas Andi? kita salaman lah. Terima kasih. Terima kasih sudah. Thank you for inviting me.
Dan saya ini eh tag team sama he Bro Ali ini di program eh Rocket Accelerations atau Rocket Nations dengan konsep From Ideas to Impact. Sekarang ini Mas Ali selain jadi CEO Misan kesibukannya apa aja? Kesibukannya gini datang ke podcast-podcast enggak denak. Hot ini schedule penuh enggak sih? menulis menulis ee metanya tentunya di Mizan kemudian menulis kemudian saya juga em ya dengan podcast juga ada apa channel Ali Zainal Abidin ee terus lagi jadi kita enggak pernah diundang ya pernah kan di yang di rumah waktu itu. Oh iya yang di rumah. Benar benar benar. Nah, ini artinya nanti next kita undang balik maksudnya sudah lama enggak ngundang gitu ya. ya. Eh, so, ya di situlah jadi fokus eh banyak memang ke personal development ya, wellbe eh dan manifestation itu. Tapi yang saat ini yang mainnya tetap di Mizan gitu.
Tujuan hidup, purpose of life itu manifestasinya sederhananya seperti apa? Tujuan hidup. Emm, kalau pertama saya sendiri kalau ditanya tujuan hidup saya apa? Tujuan hidup saya adalah mempermudah orang untuk menemukan dan menjalani tujuan hidup mereka. That is my life purpose. Itu yang sudah saya jalani sekarang jalan 17 tahun I think. Dan insyaallah itu yang terus saya jalani sampai saya meninggal ya. Emm dan esensinya adalah eh menjalankan sesuatu yang menjadi ee uniquely purpose kita. Artinya gini, saya saya tuh meyakini bahwa Tuhan menciptakan kita dengan keunikan kita masing-masing ini bukan enggak ada tujuannya gitu. Ee saya diciptakan sedemikian rupa dengan keikan dan kelebihan kekurangan saya, Mas juga semua yang ada di sini juga gitu kan. Nah, itu bukan enggak ada tujuannya. So, eh yang saya maksud dengan life purpose itu adalah yang uniely dari orang ke orang tadi itu gitu. Jadi yang saya lakukan mempermudah orang untuk menemukan si unique purpose-nya dari orang koreng itu apa gitu. So, itu tujuan hidupnya Mas Ali. Yes.
Dan dalam proses menemukan unique purpose, keluarlah buku ini. Ini Uncover Your Unique Purpose. Ini menariknya ditulis dalam bahasa Inggris ya. Dan diterbitkan bukan di Indonesia tapi di luar negeri. Pertimbangannya apa? Ee karena sebelum nulis buku ini memang saya juga awalnya kan lebih banyak one on ee coaching one on one gitu ya. dan banyak klien-k klien saya juga masih di di luar negeri waktu itu. Dan saya memfasilitasi proses ini buat yang di Indonesia, buat yang di Amerika, buat yang di Afrika, buat yang di Eropa. Alhamdulillah it works dalam bentuk on maupun dalam bentuk grup. And I think kalau misalnya ini dibuat hanya untuk eh bahasa Indonesia saja kok sayang gitu. Em akhirnya saya tulis dalam bahasa Inggris dan berproses untuk menerbitkannya memang panjang untuk nyari penerbit di sana. Em, tetapi insyaallah tahun ini mau diterjemahin juga dalam bahasa Indonesia. Insyaallah.
Ini bukunya nih, Uncover Your Unique Purpose yang akan saya baca setelah ini karena ini adalah a comprehensive and practical guide to discovering your life purpose. Saya tuh masih mencari-cari juga. Nah, ini kan uncover your unique purpose dan purpose of life itu itu mesti cari pelan-pelan going through the process and the journey. H atau itu harus ada goal-nya mesti tahu dalam kira-kira 6 bulan what is your purpose of life. Jadi ini ini menarik banget Mbah Sandi. Jadi ee saya pun juga ada perjalanan saya sendiri dalam menemukan purpose saya. So tahap pertama buat saya sendiri adalah menemukan my own purpose gitu kan. Kemudian menjalaninya dan karena purpose-nya berhubungan dengan life purpose akhirnya ya saya melakukan apa yang saya lakukan. Nah, em dan kalau bicara purpose itu tahap pertamanya itu adalah memahami dulu mengenai life purpose karena em masih banyak kesalahpahaman ee dalam memahami apa itu live purpose sehingga proses orang untuk menemukannya jadi kurang efisien. Ibaratnya kayak misalnya saya ingin menemukan kacamata, tapi seandainya di pemahaman saya kacamata itu ee seperti ini nih gitu. misalnya jam itu kan akhirnya saya salah paham kan akhirnya saya meluangkan waktu, tenaga, biaya semua untuk menemukan apa yang saya pikir kacamata terus pas ketemu mana ya katanya bisa melihat penglihatan lebih jelas ke mana jadi karena salah paham sama apa yang mau ditemukan dan ada ee di sini saya di buku itu saya memang jelaskan cukup banyak beberapa kesalahpahaman mengenai life purpose. Salah satu yang cukup em eh common itu adalah orang memahami tujuan hidup sebagai goals, life goals. Oh, beda ya? Beda. Ee kan kita memang sering mendengar tuh untuk mencapai tujuan hidupmu to achieve your life purpose gitu. seakan-akan tujuan hidup itu dicapai, tapi tujuan hidup itu bukan dicapai, tapi dijalani. Dan ini sekilas sekedar perbedaan kata, tapi ini dampaknya bumi dan langit terhadap bagaimana kita nanti menjalaninya. Misalnya saya tadi bilang tujuan hidup saya mempermudah orang untuk menemukan dan menjalani tujuan hidup mereka. Itu sesuatu yang saya jalani bukan sesuatu yang saya capai. Termasuk saat ini insyaallah sedang menjalani itu juga tapi dalam menjalaninya saya perlu dong membuat goals gitu. Nah, jadi goals dalam kaitannya dengan life purpose itu fungsinya untuk mengukur seberapa baik kita menjalani tujuan kita. Misalnya saya membuat target tahun 2026 ini ada 1 juta orang yang bisa kita permudah untuk menemukan dan menjalani live purpose mereka misalnya. Nah, di akhir tahun kan saya evaluasi tercapai atau tidak sih 1 juta itu kan. Nah, tercapai atau tidaknya 1 juta itu kan itu mengukur seberapa baik tahun ini saya menjalani tujuan saya. Tapi R juta itu bukan my life purpose. It's just a goal. It's a very important goal, tapi it's not my life purpose. Kayak orang dalam bisnis lah gitu. Ada target profit, ada target apa customer em eh satisfaction, loyalty, dan seterusnya. Tercapai atau tidak target itu kan mengukur seberapa baik operasional e organisasi itu. Tapi prepasnya organisasi kan bukan itu gitu. Nah, ini jadi mungkin salah satu kesalahan paling umum ya, common mistake yaitu antara life purpose dan goals. Life goals.
Ada lagi enggak common mistake dalam pursuing to find your life purpose atau menjalani purpose? Happiness. Happiness. Oke. Emm eh banyak orang yang ya tujuan hidup tujuan hidup gue ya gue ingin bahagia. Saya pun juga gitu, pursu to happiness gitu. Pursu ya, pursu to happiness gitu kan. Nah, which is true gitu dan ini bukan mau bilang itu enggak penting, justru itu amat sangat penting gitu ya, happiness. Tapi saya hanya ingin menyampaikan bahwa itu bukan life purpose. Kenapa? Karena dasarnya eh salah satu prinsip mengenai life purpose atau the main purpose diciptakan sesuatu apapun itu tidak pernah untuk memberikan manfaat kepada si ciptaan itu sendiri. Kacamata tujuan utamanya kan bukan bukan untuk memberikan manfaat kepada si kacamata, tapi p penggunanya. Ini kursi, mic, everything. Tidak ada ciptaan apapun yang diciptakan dengan tujuan utama untuk memberikan manfaat kepada si ciptaan itu sendiri. Jadi, happiness itu kan untuk diri kita sendiri. Iya. Our own happiness ketika kita bilang happiness bukan menjadi life purpose. Em tetapi em uniknya menariknya sebetulnya justru dengan menjalani purpose kita itu juga dapat berdampak positif terhadap happiness kita. Itu ada ada ee penjelasannya juga tuh secara apa? psikologis secara biologisnya bahkan gitu. Tapi purpose itu selalu konteksnya serving others gitu. Oke, clear.
Banyak teman-teman saya terutama dari yang muda-muda Jens bilang, "Hidup gua kok gini-gini aja sih?" Nah, terus sibuk tapi kosong gitu. Nah, untuk practical matter yang bisa dijalanin karena ini kan practical guide misalnya. Ya. I. Tapi untuk orang-orang seperti ini Oh, salah satunya Almer practical guide-nya itu apa? Shout out. Tiga hal yang paling praktis yang mereka bisa lakukan. Yang pertama emm gini. Jadi salah satu ini ya jualan jualan deh. Tapi ini penting soalnya. Jadi saya sampaikan nih harus baca buku ini dulu. Enggak. Bukan, bukan saya menyampaikan bahwa em salah satu yang membuat buku ini unik karena saya tuh lama mikir nulis buku ini apa enggak. Terus terang karena ee kalau nulisnya sekitar 5 tahun karena ada riset gitu. Nah, tapi untuk memutuskan nulis aja itu saya mikir terus mikir setahunan ada kali untuk nulis kontemplasi karena saya ngerasa masa iya sih enggak ada yang belum ada buku yang menjelaskan seperti itu gitu. Jadi saya tuh mempelajari luar biasa banyak. Jadi ada sempat insecure juga gitu menulis gitu. Tapi akhirnya e setelah mempelajari begitu banyak eh akhirnya saya putuskan dan ini based on research dan ini adalah buku pertama eh di dunia mengenai menemukan dan menjalani life purpose yang based on research mengenai dua-duanya. Kalau mengenai life purpose yang based on research ada, tapi mengenai menemukan dan menjalani life purpose yang based on research ini yang pertama. Jadi ini ada novelty-nya ya, ada kebaruannya ya dari buku ini. Ini yang pertama jinya. Yes.
Nah, kenapa saya menjelaskan ini? sekarang ini mau nyambung sama pertanyaan tadi em yang masih merasa kayak kosong atau gitu ya. Nah, tahap pertama. Jadi, dari riset kita, kita tuh menemukan ee kita mewawancarai begitu banyak orang yang sudah menemukan menjalani live purpose mereka sudah lewat naik turunnya cukup panjang juga. Bahkan kita juga mempelajari dari biografi juga ya. Dan kita menemukan ada pola yang sama terkait fase-fase yang dilalui seseorang dalam proses mereka menemukan menjalani purpose dan fase ini goes back sampai zaman Nabi. Wih, sama facesnya. Ngeri ngeri ngeri ngeri. Dan tahap pertamanya adalah kalau saya nyebutnya di situ internal discomfort. Tapi bahasa gampangnya galau. Galau. Galau. Oh, internal discomfort itu bahasanya galau. G iya kalau kita pakai bahasa sekarang lah ya. punya kegalauan baik terkait ee diri sendiri, terkait sebaiknya gua berkarir bidang apa ya, passion-passion gua apa ya, atau bakat-bakat gua apa ya atau life purpose gua apa ya atau ee kegalauan terkait ee kondisi lingkungan sekitar atau dua-duanya bisa juga. Nah, banyak em ya kalau Genzi sekarang banyak nyebutnya ada quarter life crisis gitu kan. Iya. 25 tahun. Nah, itu kan dilihatnya sebagai sesuatu yang negatif. Tapi kalau kita lihat dari perspektif ini sebetulnya ketika orang ada di fase itu justru artinya sudah on the right track. Ah karena mereka yang berhasil menemukan dan kemudian menjalani life purpose mereka semuanya juga pernah ada di fase itu. Krisis. Iya. Fase si galau ini gitu kan. Si internal discomfort ini gitu. Interal berarti dia tuh student of life ya. I. Nah, tinggal jadi makanya pertama yang perlu dilakukan adalah be aware bahwa situasi ini nih is not a bad thing gitu. Saya memang enggak suka sama istilah quarter life crisis karena kata terakhirnya crisis sehingga orang hanya melihat sisi negatifnya aja. Saya prefer nyebutnya quarter life reminder. Oke. Karena kegalauan itu sebetulnya jiwa kita, nurani kita mengingatkan ada sesuatu yang penting nih yang perlu lu follow up nih. Gitu. Selama itu kita abaikan terus, tunggu waktu nanti dia akan muncul lagi tuh gitu dalam bentuk berbeda-beda. Mau umur 20-an bahkan saya ada klien saya umur 73 juga ada gitu. Jadi eh doesn't matter gitu. Nah em nah jadi pertama be aware ketika kita mengalami rasa seperti itu. Saya justru mau bilang congratulations arti you on the right track. Nah kemudian terus gimana meresponnya? Yang kedua adalah yang praktikal nih, memahami dulu apa itu life purpose dan apa yang bukan. Tadi termasuk beberapa kesalahpahaman tadi. Dan ketiga ini tips kecilnya gitu yang yang even more practical. Life purpose kita itu selalu ada kaitannya dengan at least salah satu topik yang kita punya kepedulian. bukan hanya tertarik, tapi peduli. Bedanya tuh kayak kayak misalnya saya amat sangat luar biasa tertarik sama ee topik atau isu atau bidang ee film perfilman gitu ya. Sejak kecil saya suka nonton film, ngikutin e sutradara berbeda-beda, penulis naskah berbeda-beda, awards lah you name it gitu. Tapi sampai hari ini kalau ditanya li, lu eh peduli enggak sama perfilman, jujur jawabnya enggak. I know it's very important, tapi sampai detik ini dari hati nih belum ada dorongan keinginan untuk berkontribusi untuk menjadikan dunia perfilman menjadi lebih baik. Saya hanya mengikutnya karena saya tertarik because how it makes me feel gitu. Sedangkan kalau peduli itu ketika kita punya keinginan untuk berkontribusi sama topik tersebut atau dunia tersebut kayak Mas Sandi misalnya sama UMKM. Iya sama UMKM gitu kan sama apa lapangan kerja gitu. That that is one of the topic that you really care about gitu. kewirausahaan. Iya, gitu kan. So, you really care about that, gitu. Dan jadi dan itu kelihatan gitu. So, itu contohnya. Jadi, bukan sekedar tertarik semua topik penting, enggak ada yang enggak penting gitu. Tapi boleh dong kita punya kepedulian lebih sama topik A ketimbang topik B. Sedangkan orang lain punya kepedulian lebih pada topik B ketimbang topik A. Kalau semua peduli pada topik yang sama, ya repot kita. Akhirnya bidang-bidang enggak ada yang maju gitu kan. Keren, keren, keren.
Nah, berarti the next step itu finding the little things, hal-hal kecil yang secara rutin bisa dilakukan setiap hari. Iya. Tapi memiliki dampak besar buat mengudah mengubah hidup kita lebih bermakna. Apa tuh hal-hal kecilnya? Membuat hidup kita lebih bermakna. Emm, kalau saya mengambil dua dua pendekatan ya. pertama pendekatan dari ilmu apa? Psikologi positif dari applied positive psychology itu kan ee cabang psikologi yang relatif baru ya baru tuh kayak 20 30 tahun lah gitu ya. Emm yang membahas bagaimana orang bisa meningkat average level of happiness-nya gitu. H. Nah, emm dan itu mereka ee membagi hidup yang bahagia gitu ya menjadi tiga level. eh yang disebut a pleasant life yang paling bawah yang ini fokusnya hanya kepada kesenangan lebih tepatnya bukan pada kebahagiaan. Jadi hal-hal yang sifatnya pleasure gitu. ee dan ya main makan makanan yang kita suka, kita punya barang kita suka gitu. Ee maaf misalnya hubungan intim apapun itu seben hal-hal sifatnya pleasure gitu dan ternyata em hal-hal yang sifatnya pleasure atau kesenangan itu tidak berbanding lurus sama kepuasan batin atau kebahagiaan. Betul. Karena itu ada pleasure pleasurable things itu tubuh kita memproduksi dopamin dan dopamin itu meskipun penting tapi efeknya dalam tubuh hanya ee singkat dan dia menimbulkan efek ketagihan termasuk gadget itu juga dopamin tuh gitu. Oke. Nah, jadi ee saya sih pribadi enggak melihat ee itu sebagai hidup yang bahagia ya, tapi dari perspektif artinya iya gitu kesenangan gitu ya. Sekali lagi bukan enggak penting loh ya itu penting. Cuman kalau hidupnya hanya fokus untuk leure aja itu yang enggak sehat lapisan terbawah. Nah, yang atasnya disebutnya a good life atau an engaged life. Oke, ini tingkat kebahagiaannya rata-rata lebih tinggi nih. Ini ketika kita menjalani hidup kita ee sejalan sama apa yang menjadi bakat-bakat kita, se fashion-pion kita, kita merasa bertumbuh, merasa hidup, merasa berkembang gitu. Itu biasanya ee tingkat kebahagiaannya lebih tinggi. Itu tapi ada satu level lagi yang lebih tinggi yang bahkan eh average level of happiness, rata-rata kebahagiaannya itu lebih tinggi gitu ya. itu yang disebutnya a meaningful life atau hidup yang bermakna tadi. Dan bedanya sebetulnya tipis antara a good life engage life sama a meaningful life. Itu bedanya kalau a good life atau engage life tadi kita merasa bertumbuh, merasa berkembang, merasa hidup tapi fokusnya kepada how it makes me feel. Masih ke gue tadi tuh. Sedangkan a meaningful life ketika kita punya tujuan lebih besar beyond hanya untuk diri kita saja. Dan itu ee subhanallah tubuh kita itu ee memproduksi mungkin ee saya yakin Mas A dan teman-teman juga ada yang pernah dengar juga ee zat yang namanya serotonin. Iya. Ee serotonin ini kan ee hampir ada semua obat-obat antidepresan tuh biasanya ada serotoninnya. Betul. Dan tubuh kita itu bisa secara natural bisa memproduksi serotonin salah satunya, bukan satu-satunya, tapi salah satunya lewat dengan cara berbuat kebaikan. Iya. Dan ini sekali lagi konteksnya serving others, gitu kan. Others ini enggak harus manusia, bisa manusia, bisa hewan, bisa lingkungan gitu ya. Nah, em jadi hidup yang bermakna itu kalau dari perspektif tadi itu dari eh applied positive psychology di buknya Martin Profesor Martin Sikman, judul Authentic Happiness. itu tadi ketika kita punya tujuan lebih besar. Dan saya saya pribadi ngelihatnya juga gini, emm maaf nih kalau misalnya saya tanya sama Mas Andi, apa sih makna kacamata gitu menurut Pak Sandi? Makna kacamata adalah membuat hidup kita apa penglihatan kita he ee menjadi terang ya lebih terang, lebih jelas gitu ya. Kalau misalnya apa makna apa pulpen misalnya kalau gua tanya yang ada di sini misalnya gitu kan membut kita bisa apa bisa menulis atau ee apa ee menyimpan ilmu apa dan seterusnya gitu kan. Tapi perhatikan jawaban-jawaban itu adalah jawaban based on tadi eh apa kebermanfaatan engage life a good life kita menjawab makna dari sesuatu berdasarkan kebermanfaatan ya kan bagi kita. I ini kan kayak tadi membuat penglihatan lebih jelas. Itu kan manfaat. Iya. Pulpen atau apa sih maknanya apa baju gitu misalnya. Oh melindungi tubuh kita gitu kan. Itu kan kebermanfaatan. Iya gitu. Nah jadi buat saya hidup yang bermakna tuh kembali kepada kebermanfaatan tadi itu juga. Makanya salah satu hadis yang paling sering dikutip itu adalah khairunas anfahum linas kebermanfaatan.
Oke, revisi hidup 4 hari yang mengubah hidupmu selamanya. Ini amin alih-alih program singkat. Tapi ini justru bro merancang proses yang sangat intens saya dengar dan bahkan memberikan insentif kepada peserta. Iya. Em, alhamdulillah kita jalan sudah empat eh lima batch. Alhamdulillah malah. Em jadi kita menseleksi orang-orang yang ee serius ingin menemukan live rose mereka dan juga belajar bagaimana mengubah ee belief yang menghambat di bawah sadar dan mengelola energi lebih baik selama 4 hari pagi sampai malam gitu ya. Em kita seleksi ee apa makan minum semua cover. Setelah itu setiap orang kita kasih R00.000. Nah, em ins eh iya em karena based on tadi bahwa tujuan hidup itu soal kebermanfaatan gitu ya menurut saya pribadi gitu. Masyarakat kita akan jauh lebih baik jika semakin banyak orang yang menemukan live mereka dan kemudian menjalaninya enggak cuma menemukan gitu ya. Jadi ee buat saya ketika ee kita bisa berkontribusi membuat orang lain juga bisa menemukan live perse mereka dan kemudian menjalaninya ya itu kenikmatan yang luar biasa gitu. Em dan buat orang-orang yang serius kita justru mau mengapresiasi ya itu sebetulnya insentif finansial tuh ya tambahan lah gitu ya. Tapi it's not about the money sebetulnya sih. E tapi memang membuat program jadi lebih lebih agak aneh dalam tanda kutip gitu ya. Em jadi ya itu kalau ditanya kenapa ya because I want to aja jawaban tapi jawaban lain selain itu gampang tapi ada masalah mendasar enggak sih setelah ee apa namanya ngejalanin revisi hidup ini he ee apa pendekatannya dengan sekomit itu gitu loh? Iya, karena kita di situ tuh 4 hari pagi sampai malam tuh berproses benar-benar jadi ee berproses untuk menemukan live itu. Jadi ee alhamdulillah kita punya metode yang sangat sistematis yang tadi saya sempat sampaikan di awal. Em it works setelah sekian belas tahun gitu ya kita menjalani ini ee baik dalam konteks one onone maupun dalam konteks grup besar. Saya pernah juga dalam 800 orang pernah gitu ee dulu tahun 2017 di Kembangan tuh e kita buat namanya kebelet hidup. Kebelet hidup. Iya. Kita bikin namanya kebelet hidup dulu. Karena kebelet itu kan kalau di kamus adalah keinginan yang sudah tidak tertahankan. Oh kebelet itu bahasa Indonesia itu KBBI keinginan sudah kebelet nih. Itu salah ya itu ya artinya kan I gitu kan. ketika sudah kebelet artinya itu you will take action. That's the point. Mau ada siapa kek kalau udah kebelet sudah artinya kalau udah kebelet beneran you will take action. Nah kebelet nikah itu iya kan itu sama kalau di kalau searching di Google tuh gitu kebelet biasanya yang pertama muncul muncul nikah. Oh gitu ya. Eh, nah ee ya tapi jadi kenapa kita buat seintensif itu? Ee karena ini bukan program bukan program motivasi gitu loh. Ini adalah workshop yang very intensif yang 75% isinya praktik gitu. Jadi, makanya 4 hari itu ee ada pengkondisian yang insyaallah setelah selesai 4 harinya pun insyaallah masih tetap terjaga dan itu ada komunitasnya yang kita terus terus apa ada support sistemnya lah gitu yang terus kita jaga along the way juga even setelah apa setelah ee setelah selesai programnya.
Saya pernah ikut ee tapi ini tahun 9 kali ya. Iya. ada satu program yang mirip 4 hari juga dan itu benar mengubah hidup saya dan Mbak Nur tuh waktu itu. He. Ee mindset kita berubah dan akhirnya waktu itu kan lagi krisis keuangan Asia tuh. Heh. Itu akhirnya memberikan motivasi sehingga akhirnya kita bisa melewati banyak turbulensi dan memulai usaha pada waktu itu. Jadi program apa tuh? Dulu namanya seingat saya Asia Works. Enggak tahu masih ada. Oh Asia Works ya. Masih ada, masih ada, masih ada. Masih. Masih ada. Saya kira mirip-mirip juga nih sama karena waktu itu kita juga what's your intention itu selalu ditanyain apa intensi kita, apa tujuan kita, apa yang menjadi ee purpose of life sebetulnya. Dan itu saya sama Mbak Nur akhirnya menemukan ee suatu formula bukan hanya kita terus akhirnya punya roadmap ee tapi kita juga menemukan kedekatan baru. Oh. Ee dan pada saat itu kita lagi jatuh betul-betul kehilangan pekerjaan di PHK. Nah, dengan 4 hari tersebut kita akhirnya menemukan semangat baru dan akhirnya ya dapat formula juga gitu dalam merevisi hidup kita ke depan.
Terakhir nih, yes, yes. Eh, buat AD, buat Almer, buat semua yang ada di sini nih, pesan apa nih? Karena mereka sudah bekerja keras, mereka kelihatannya baik-baik aja semuanya happy-happy gitu loh. Tapi pasti mereka juga mungkin mempertanyakan hidup gua ke mana sih nih? Arah hidup gua tuh ke mana sih? kok. Nah, apa nih pesan buat mereka, buat juga teman-teman yang di luar sana yang pasti akan benefit, akan merasa kebermanfaatannya ee mendengar pesan dari Bro Ali. Beban juga kayak harus ada kata-kata bijak gitu. Oh, enggak, enggak bercanda, bercanda. Eeem ee mungkin gini ya. Em ini jadi di bukan bukan nash atau apa, cuman ee sharing dari pengalaman aja gitu ya. Sharing dari pengalaman. Pengalaman itu bukan hanya keberhasilan, tapi justru lebih banyak dari ketidakberhasilan gitu ya. Lebih banyak learning-nya dari situ sebetulnya. Emm kalau ee dalam konteks tadi masih apa eh bingung dan seterusnya atau gue sih finef aja tapi ee kok sepertinya I want something more gitu. Yang pertama gitu ketika kita merasa kita tuh bisa lebih dari ini loh gitu. Artinya kan ada kita ingin ada sesuatu yang berubah dalam hidup kita gitu ya. Ada perubahan tertentu gitu. Dan change itu, perubahan itu apapun bentuknya ee akan membawa kita kalau untuk betul-betul terjadi perubahan yang kita harapkan maka kita perlu menjalani sesuatu yang sifatnya ada unsur ketidakpastiannya. Karena sesuatu yang perubahan itu berarti sesuatu yang baru, suatu yang belum ada sebelumnya gitu kan ya. Nah, maka artinya kita harus apa ee mau untuk menjalani melalui ketidakpastian-ketidakpastian gitu. Kalau kita mau semuanya serba pasti gitu ya udah kayak gini aja. Sekarang kan serba pasti kan pasti enggak akan ada yang berubah kurang lebih gitu sama gitu kan. So kalau mau begitu fine gitu enggak apa-apa juga. Tapi jika kita ingin ada perubahan ee dalam hidup kita dalam aspek apapun bisa beda-beda dari orang ke orang ya ee bertemanlah dengan ketidakpastian gitu. Eh bertemanlah dengan ketidakpastian meaning be ok with it gitu. be ok with it. Em dan yang kedua mungkin ini saya eh sering sampaikan juga di eh apa konteks berbeda-beda. It's more important to live a life that you understand. Meskipun orang lain enggak paham, lebih menjalani hidup yang kita paham kenapa kita menjalani ini. Meskipun orang lain belum tentu paham daripada menjalani hidup yang orang lain paham tapi kita enggak paham. Wah gila powerful banget tuh itu. Iya itu tuh em karena kita kadang apa pressure dari society atau lingkungan apapun itu harusnya habis habis kuliah kerja habis ini gini kerja tuh yang gini gitu kan seakan-akan ada pressure gitu. Karena saya menjalani ini ee buat banyak orang terutama di awal-awal eh bisnisnya adalah soal life purpose. Apa life purpose? Buat orang tua saya pun juga khawatir gitu. Nah, and and make sense ya karena kekhawatiran mereka karena kepedulian mereka gitu kan. Tetapi em mereka enggak belum memahami waktu itu. Eh, tetapi saya memahami gitu want to do this gitu. Dan berbisnis soal life purpose itu kan bisnis yang ngapain sih gitu lu untuk em membuat orang beli produknya gitu kan, membeli jasanya gitu kan, itu kita harus mengeducate marketnya dulu capek amat gitu. Kenapa kalau mau bisnis benar-benar hanya urusan duitnya doang? Cari aja bisnis yang mungkin lebih menggiurkan atau lebih e yang jadi orang oportunities apa oportunis gitu ya secara finansial bisa aja kalau mau gitu. Opportunity juga enggak bukan enggak ada banyak gitu tetapi em kalau saya jalan itu orang lain mungkin paham tapi I will not understand that gitu. So eh I understand this meskipun orang lain enggak paham it's ok. Nah, tapi untuk ke sana ya kita mau perlu membuka diri untuk berproses menemukan si life proposes itu sehingga kita memahami. Karena yang menciptakan tujuan dari sebuah ciptaan itu bukan si ciptaan, tapi si pencipta gitu kan. Jadi em yang menciptakan tujuannya meja ini kan bukan meja, tapi yang menciptakan meja. Yang menciptakan tujuannya Ali bukan Ali, tapi yang menciptakan Ali gitu. Nah, tugasnya Ali adalah untuk menemukannya dan kemudian menjalaninya gitu. Kalau goals kita bisa ciptakan dan kita perlu ciptakan. Tapi kalau purpose kita temukan dan kemudian kita jalani. To find and to endure. Tadi yang pertama berteman dengan ketidakpastian. Ya, it's okay to feel uncertain. Yang kedua, nah ini yang menarik banget bahwa jalani hidup yang membahagiakan kita bukan membahagiakan orang lain. Karena belum tentu kita paham. I terima kasih bukunya. uncover your unique purpose. Eh, ini saya akan mulai baca. Terima kasih. Thank you juga. Terima kasih. Luar biasa e pembicaraannya super deep dan sukses untuk sama-sama semakin sukses dan semakin berkah juga Mas Andi always inspiring dalam menemukan dan menjalankan. Amin. Thank you. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatikum. Yeah.