Transcription
Shalom, damai di hati. Puji Tuhan, kita boleh berjumpa lagi di channel YouTube saya, Pendeta Heni Momongan. Salam kasih, sukacita, dan damai sejahtera untuk kita semua.
Saat ini saya rindu lagi berbagi kebenaran firman Tuhan berdasarkan MTPJ Gemim dalam kitab Roma pasal 8 ayat 1 sampai 17. Kiranya kita boleh membaca bagian firman Tuhan ini dan kita dituntun dengan tema: semua orang yang dipimpin Roh Allah adalah Anak Allah.
Saudaraku yang diberkati Tuhan, dalam kehidupan sehari-hari kita kerap terjebak dalam arus dunia yang begitu kuat. Kita mudah tergoda untuk berpikir seperti dunia, bersikap seperti dunia, dan mengejar hal-hal yang dianggap penting oleh dunia. Baik itu kekayaan, kenyamanan, pujian manusia, dan segala bentuk kesenangan duniawi. Tanpa disadari, kita bisa hidup secara duniawi meskipun secara lahiriah kita aktif dalam kegiatan-kegiatan rohani. Firman Tuhan saat ini mengajak kita untuk memeriksa hati kita. Apa yang menjadi pusat hidup kita? Apa yang paling kita pikirkan dan kita kejar setiap hari?
Roma pasal 8 ayat 1 sampai 17 ini dengan jelas menunjukkan bahwa hidup menurut daging membawa kepada kebinasaan. Sedangkan hidup menurut roh membawa kepada kehidupan yang kekal. Tema renungan kita saat ini adalah: semua orang yang dipimpin Roh Allah adalah anak Allah.
Nah, Paulus menulis surat ini untuk meneguhkan iman umat Kristen yang hidup di tengah dunia yang penuh dengan tekanan. Ia ingin mereka tetap berdiri teguh dalam ajaran yang benar dan tidak tersesat oleh pikiran dan ajaran-ajaran yang keliru atau menyimpang. Pada ayat 1 sampai ayat 4, Paulus menyampaikan kabar baik bahwa tidak ada lagi penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Hukum Taurat tidak bisa menyelamatkan manusia, tetapi melalui Yesus Kristus kita menerima pengampunan dan keselamatan.
Selanjutnya, pada ayat 5 sampai ayat 11, di sana Paulus membandingkan dua cara hidup, yaitu hidup menurut daging dan hidup menurut roh. Hidup menurut daging adalah hidup yang dikendalikan oleh dosa dengan berbagai keinginan hawa nafsu duniawi. Dan semua itu membawa pada kematian. Sebaliknya, hidup menurut roh adalah hidup yang berkenan kepada Allah dan membawa pada damai sejahtera serta kehidupan kekal. Walau tubuh kita akan mati, tapi Roh Kudus memberi kita hidup dan kebangkitan, bahkan kehidupan kekal.
Ayat 12 sampai 17, Paulus menegaskan bahwa semua yang dipimpin oleh Roh Allah adalah anak-anak Allah. Kita tidak lagi menjadi hamba dosa, melainkan telah diangkat menjadi anak-anak Allah. Dan sebagai anak, kita juga adalah ahli waris. Artinya, kita akan menerima janji dan kemuliaan yang telah Tuhan sediakan bagi umat yang dikasihinya. Semua ini adalah anugerah, bukan karena usaha kita, tetapi semata-mata karena kasih Tuhan yang besar.
Firman Tuhan ini memberi penghiburan dan kekuatan bagi kita semua dengan menyadari bahwa kita semua pernah melakukan kesalahan di masa lalu ataupun sekarang ini. Ingatlah bahwa dalam Kristus kita telah diampuni. Tidak ada lagi penghukuman. Asalkan kita mau betul-betul dan sungguh-sungguh hidup dalam pertobatan. Kita mau betul-betul meninggalkan cara hidup yang lama yang tidak berkenan kepada Tuhan.
Selagi masih diberi kesempatan, mari kita benahi perilaku dan sikap hidup kita yang tidak berkenan, kita ubah untuk semakin berkenan kepada Tuhan. Agar anugerah pengampunan sejati dari Tuhan benar-benar menjadi bagian kehidupan kita semua. Sekalipun kita masih hidup di dunia, tapi bukan berarti kita hidup secara duniawi. Bukan berarti kita hidup sesuka hati, melainkan berilah hidup kita dipimpin oleh Roh. Dan jangan lagi menganggap biasa cara hidup duniawi, cara hidup menurut daging.
Artinya jangan lagi kita mengikuti keinginan-keinginan dosa, keegoisan, kesombongan, keserakahan, atau kepentingan diri kita sendiri. Mungkin kita masih menyimpan amarah, iri hati, kebencian. Kita sering suka berdusta, mencuri, hidup dalam perselingkuhan, dalam percabulan, seks bebas, kemabukan, perjudian, atau tindakan-tindakan kekerasan dan lain sebagainya. Sesungguhnya semua itu adalah cara hidup dunia yang tidak berkenan kepada Tuhan. Tetapi hiduplah menurut Roh. Berilah hidup kita dipimpin oleh Roh Kudus. Hidup yang mencerminkan buah-buah Roh Kudus, yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri. Dalam Galatia 5 ayat 22 sampai 23a.
Hidup mengasihi berarti tang baku-baku bae. Hidup rukun satu dengan yang lain dalam keluarga, dalam hidup bertetangga, berjemaat, dengan rekan kerja, rekan sepelayanan. Mari kita bangun hubungan yang saling menghargai dan saling menghormati, mengampuni orang yang sekalipun menyakiti hati kita, walau memang tidak mudah, tapi orang yang hidup melakukan buah-buah roh akan tercermin dalam kesabaran, ada kerendahan hati, ada kelemahlembutan, dan lebih mencintai damai. Berdamai dengan semua orang dan hidup dalam kebenaran, hidup dalam kejujuran. Begitu juga setia dan tekun dalam bekerja, setia terhadap pasangan hidup kita, terlebih lagi setia kepada Tuhan dan beribadahlah kepada Tuhan. Ini membawa kita kepada hidup dan damai sejahtera.
Bahwa menjadi anak-anak Allah bukan hanya status, tapi gaya hidup yang harus mencerminkan karakter Kristus. Hidup sebagai anak-anak Allah berarti kita menyerahkan hidup kita sepenuhnya dalam pimpinan Roh Kudus. Karena itu kita harus selalu berjuang melawan dosa dan mematikan keinginan-keinginan daging agar perilaku hidup kita benar-benar fokus tertuju untuk menyenangkan hati Tuhan. Paulus mengatakan bahwa semua orang yang dipimpin oleh Roh Allah adalah anak Allah. Bahkan bukan hanya disebut anak, tetapi juga sebagai ahli waris. Artinya kita akan mewarisi semua janji dan berkat dari Allah, termasuk hidup kekal bersama Yesus Kristus di surga.
Hidup dalam roh tidak berarti hidup tanpa tantangan. Kita dipanggil untuk tetap setia memikul salib Kristus dalam semua aspek kehidupan kita. Dalam pelayanan tidaklah mudah. Dalam pekerjaan terkadang ada begitu banyak hal yang diperhadapkan dengan berbagai kesulitan dalam keluarga dan dalam hidup dengan sesama. Kesetiaan itu membawa kita kepada kemuliaan bersama Kristus. Karena itu, betapa pentingnya kita selalu membangun hubungan yang dekat dengan Tuhan. Berdoa, selalu membaca dan merenungkan firman Tuhan, beribadah kepada Tuhan supaya hidup kita akan selalu dibimbing, akan selalu dituntun oleh Roh Kudus ke jalan yang benar.
Menjadi pertanyaan yang patut kita renungkan saat ini, apakah kita sudah dan sedang bertumbuh sebagai anak-anak Allah? Apakah kita sudah membuka hati dan membiarkan hidup kita dipimpin oleh Roh Kudus? Ataukah kita masih tetap hidup merasa nyaman dengan cara hidup dunia?
Saudaraku, firman Tuhan saat ini mengajak kita, mari kita membuka diri, mari kita menyerahkan kehidupan kita sepenuhnya di bawah kendali dan kuasa Roh Kudus. Hiduplah sebagai anak-anak Allah agar hidup kita semakin hari semakin berbuah, semakin hari semakin bermakna dan mencerminkan kemuliaan Allah. Ingatlah ini: bahwa hidup menurut Roh adalah hidup yang berkenan kepada Allah dan membawa kepada damai sejahtera serta kehidupan kekal. Terpujilah Kristus. Amin.