Transcription
Lah gitu. Karena paling tidak, kita bisa bertanya tentang hal-hal yang selama ini itu bikin kita bingung, gitu. Ee, kita sering dengar istilah-istilah, ada Dajjal, ada Yakjuj Makjuj, ada Imam Mahdi. Iya, enggak sih? Iya. Dan itu tuh kasus nyatanya seperti apa kira-kira, gitu? Iya. Kalau enggak ada orang tua yang bisa jelasin itu, kan kita konsepsi berkhayal akhirnya, gitu.
Pripun, Mbah? Ya, baik. Eh, asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Terima kasih, Mas Hendra, untuk kembali ke kediaman Abah, Mas Ozi, ya. Terima kasih dan juga buat sahabat-sahabat Ngaji Roso yang luar biasa, senantiasa adalah keberkahan buat panjenengan di mana pun berada. Amin. Amin. Kembali. Alhamdulillah wasyukrillah pada malam hari ini saya kedatangan Mas Hendra, semoga menjadikan pencerah buat negeri ini. Mas Hendra, ya. Amin. Amin. Makasih. Jadi tapak ibadah buat kita. Memang banyak hal-hal dalam keagamaan yang terkadang adalah perumpamaan-perumpamaan yang tidak dipahami, Mas Hendra. Sebetulnya Abah boleh katakan, lebih dari 90% ayat Al-Qur'an itu perumpamaan. Sampai Allah mengatakan, "Wa apa sesungguhnya Allah telah banyak membuat perumpamaan." Demikian pula sebetulnya di dalam hadis, ya, terkadang baginda Nabi juga menyembunyikan makna. Kenapa menyembunyikan makna? Karena saatnya belum tepat untuk dijelaskan. Barangkali kalau mutabah hari ini fenomena dengan ayat-ayat kauniah yang ada, seharusnya hari ini adalah lebih mudah, seperti istilah mursyid, istilah robitoh. Karena sekarang dengan dunia teknologi itu mudah, robitoh, Mas Hendra, dengan tedering aja teting itu robitoh sebetulnya. Bagaimana kita bisa connect Allah sedang menjelaskan kepada kita lewat teknologi. Demikian pula dengan Sherlock, misalnya. Hm. Sekarang itu kan mencari lokasi guru tuh susah. Tapi sekarang Allah mengajarkan, kalau berjalan mencari tempat saja sudah sulit, apalagi mencari Allah. Maka Allah ciptakan teknologi dengan handphone, sehingga bisa sharlck dan lain sebagainya, GPS dan lain sebagainya. Demikian pula waktu baginda Nabi bicara tanda-tanda kiamat itu adalah diawali dengan dikisahkan beberapa hadis adalah bagaimana ee cirinya tandanya adalah mau kiamat itu diawali dengan mengeringnya danau afrad, ya, dalam satu tahu sih satu kawal itu, tapi satu kawal Danau Tebrias, oh, apapun namanya itu, kan, maka ada makna syariat, ada makna ee hakikat, ya, sesemuanya. Tetapi kemudian kata Nabi, setelah mengeringnya dan Tebrias, kemudian datanglah Yakjuj wa Makjuj semua. Setelahnya datang Yakjuj wa Makjuj, maka datanglah Dajjal. Setelah datang Dajjal, datanglah Imam Mahdi. Setelah datang Imam Mahdi, datanglah Isa. Setelah itu terjadilah kiamat. Sebenarnya kalau dimaknai lebih dalam, manusia ini sebetulnya adalah kehilangan kesadaran, Mas Hendra. Maka yang diawali oleh dibangun pada saat manusia kehilangan kesadaran, seperti mengeringnya Danau Afrad tadi, adalah mengeringnya kesadaran pada manusia. Karena pada dasarnya, kata baginda Nabi, "Anasu niamun waamatu intabahu." Manusia itu pada saat lahir di alam dunia ini sebetulnya adalah kesadarannya cuma 12%. Sekarang oleh dunia hipnoterapi diketahui, manusia pada saat lahir itu, Mas Hendra, kesadarannya hanya 12%. Berarti 88% manusia itu tertidur. Maka penggambaran orang-orang yang tidur, malal amnesia massal. Maka kenapa dalam Al-Qur'an dikisahkan tentang bagaimana manusia itu harus zikir? Zikir itu kan lawannya dari sadar. Sadar itu kan eling, dan zikir itu eling sebetulnya. Berarti enggak zikir itu tidak eling. I maka kenapa Allah melarang salat pun dalam keadaan mabuk? He. Nah, mengeringnya Danau Tebrias ini, hilangnya kesadaran manusia, sehingga manusia tidak mampu membaca ayat-ayat Allah tadi. Bahkan firman-firman, sabda baginda Nabi tentang cirinya ada kiamat itu diawali dengan mengeringnya danau Tebrias itu atau dan afrat itu adalah mengeringnya kesadaran manusia sebetulnya, karena manusia dalam keadaan tidur. Jadi mungkin Abad sedikit proloh ke belakang dulu, Mas Sender, ya, sebelum menjawab itu, supaya orang tua paham apa itu Dajjal, apa itu Imam Mahdi, apa itu Isa turun. Jadi apakah Isa benar mau turun? Tidak. Tidak. Tetapi adalah kesadaran Isa yang akan turun. Jadi pada saat manusia diciptakan, Mas Hendra, sesungguhnya kita kan dibagi dua, ada zir, ada batin. Manusia itu bukan jasad. yang disebut fitrah manusia itu roh yang ditiupkan. Kita ini 100% sadar. Maka manusia itu pada saat dia mati nanti kesadarannya baru bangun. Itu baginda Nabi. "Anasu niamun waidatu intabahu." Manusia itu pada dasarnya adalah tidur. Tapi ketika mati dia bangun. Maka di sinilah sebetulnya Nabi sedang bercerita tentang bagaimana mengkiamatkan diri menjadi kebangkitan, kesuksesan, kebagusan, kemenangan ini. Karena pada saat manusia itu dalam alam alam arwah, Mas Razi, sesungguhnya kita itu sadar penuh dengan Allah, kenal dengan Allah. Maka ada orang yang bertanya ke Abah, "Kenapa sekarang Abah buka ilmu makrifat?" Kan orang itu pemahamannya adalah beda-beda. Sebenarnya kata apa? Semua manusia itu sudah kenal Allah dari alam arwahnya. Cuma karena tadi mengeringnya Danau Tebrias tadi, hilangnya kesadaran manusia. Karena kenapa? Berpindah. Yang tadinya kita adalah makhluk batin di alam arwah 100% sadar. Ditanya oleh Allah, "Alastu birabbikum?" Kita menjawab, "Quala syahidna." Jadi pada saat ditiupkan roh, kan kita dibagi dua. Ruh ditiupkan, kalau jasad diciptakan tadi. Makanya itu kan Allah berkisah tentang bagaimana dua tadi dicampurkan oleh Allah. WQ dicampurkan. Nah, itu untuk casing nutfah alaqah. Mudgah 120 hari. Ditiupkanlah tadi si ruh yang penuh sadar tadi yang nanti akan harus kiamat lagi. Tadi semua ditiupkan roh. "Fa'id sawituhu wafahu fi miruhi faquahu sajidin." Tuh tiupkanlah roh masuk ke dalam tubuh. Maka roh di hari pertama aja sudah ngingatkan si jasad, Mas Roji. Di hari pertama dimasukkan, ditiupkan itu. Karena dari awal pun roh itu sadar. Sadar 100% sadar siapa dirinya. Begitu masuk ke jasad roh selama dalam perjalanan si bayi lahir nanti selama 9 bulan itu dia dibangkitkan. Maka ruh itu hari pertama ditiupkan dia berzikir. Allah, Allah, Allah. Kalau Abah suka menyontohkan sim card itu mau dimasukkan ke HP, cep masuk. Telkomsel, Telkomsel. Nyadarkan bahwa sesungguhnya, hei kamu HP bukan milikmu. Itu sebenarnya. Kemudian 7 hari dia bilang apa? Hak. Hak. Hak. Allahlah yang hak. 40 hari dia bilang subhanallah. Subhanallah. 3 bulan Allahu Akbar Allahu Akbar. 7 bulan eh 3 bulan alhamdulillah alhamdulillah. Jadi ucapan Abi salat itu subhanallah walhamdulillah itu tuh proses datangnya kita sebetulnya. Maka pada saat tubuh ini sempurna di 7 bulan dia bilang Allahu Akbar Allahu Akbar. 8 bulan dia suruh lagi berzikir oleh Allah. Zikir yang terakhir Nabi isbat lailahaillallah. Begitu masuk ke 9 bulan maka dia terlahirlah. Dia masih berzikir hua hua oa oa kan itu oa oa oa sebenarnya hua hua hua aku Allah dia Allah dia Allah dia Allah dia Allah begitu. Tapi kemudian 7 bulan setelah dia mendapatkan susu ibu, maka dia mulailah berkontaminasi dengan alam dunia. Dia mulai ada hawa dari narun, hawaun, maun, turabun dari unsur api, unsur angin, unsur tanah, unsur air dari susu ibu tadi. Masuklah nafsu, terdidiklah dia nafsu. Pada saat naik nafsunya 5%, maka kesadarannya berkurang 5%. Naik nafsunya 10%, kesadarannya berkurang 10%. Sampailah manusia itu sekarang "annasu niamun." Manusia itu tertidur. Maka manusia itu sebetulnya banyak terhipnosis oleh keluarganya, oleh dirinya, oleh siapapun dengan perkataan yang diulang-ulang. Maka karena dia dalam keadaan balas sadar. Saya dulu pernah saya kata Abah juga diuji oleh seorang ee siapa yang paling hebat itu? Tommy Rafael. Nah, gitu. R Romi, ya. Dulu waktu di Jakarta saya bilang R miliar saya kasih. Bisa enggak hipnosis saya? Enggak bisa dia. [tertawa] Inilah pada saat kita ini sadar, enggak ada yang bisa mempengaruhi kita, Mas Hendra. Pada saat ikan itu di laut dan dia hidup, garam enggak masuk. Tapi pada saat dia mati, makanya jadilah dia Jamal asin. Heh, peda asin. Masuk tuh garam tuh barang tuh judi online masuk. [tertawa] Tadi apa namanya lagi yang apa, Gus? Yang suka dimain-main itu slot masuk tadi. Togel masuk. Heeh. Heeh. Heeh. Itulah yang terjadi hari ini. Nah, nabi itu bicara tentang kiamat tadi adalah manusia bicara kehilangan kesadaran karena berubahnya dari kesadaran ruh ke kesadaran jasad. Sebetulnya di situ itu juga nanti adalah konsep kepada kita bagaimana kita adalah STS, sadar, tenang, senang. Kalau enggak sadar dulu mau disuruh Ahab mah orang enggak sadar. H dikasih ilmu enggak sadar, salatnya juga enggak sadar, hajian enggak sadar, walaupun diperah habis-habisan enggak sadar. Jadi sapi perahan enggak sadar apapun enggak sadar. Inilah maka sampai Allah mengingatkan, "Wahum yasabuna annahum yusinun." Sia-sialah yang kamu lakukan itu. Maka itulah sebetulnya yang disebutkan dengan mengeringnya kata Nabi diawali dengan mengeringnya danau afrak, mengeringnya kesadaran. Ya, pada saat kesadaran sudah mengering, maka pikirannya sudah rubah. Maka kalau dalam bahasa dalam bahasa ini, Mas ee film Mahabarata, ya, tentang ganda ee tentang siapa? Drupadi. Iya. Yang punya suami lima. Poligandri. Iya. Poliandri sebetulnya itu juga orang suka salah nuduh kepada Mahabarata itu jelek. Padahal dimaksud adalah ee apa namanya? Siapa tadi? Drupadi. Drupadi. Kenapa dia diciptakan dari api? Pada dasarnya kita pun waktu lahir itu proses pembakaran tadi semua sama saja pada dasarnya. Oke. Dan tubuh ini punya istri lima. Nanti yang kehilangan kesadaran tadi. Maka sebetulnya kita punya Yudistira di situ. Siapa Yudistira itu? Jiwa kita. Siapa Bima itu? Energi hidup kita. Siapa Arjuna itu? Pikir. Nah, mengeringnya Arjuna ini. Maka kenapa panahnya melesat terus, gagal terus? Karena sudah hilang kesadaran. Itulah maksud Nabi adalah hilangnya kesadaran akan mendatangkan Yakjuj wa Makjuj. Maka di pikirannya dualitas. Nah, walaupun di dalam dualitas ada Nakula dan Sadewa. Artinya bagi bagi Nakula, bagi bagi Drupadi, bagi tubuh, ya terserah mau baik mau buruk, tetap dilakukan oleh tubuh itu. Nah, inilah mengeringnya. Itulah yang disebut Yakjuj. W Makjuj itu sama dengan perlambang Nakula sa Sadewa, dualitas kita hidup di alam dunia ini. Maka bagi orang yang tidak paham, tidak akan mengerti. Surga di sini, neraka di sini. Karena satu sebenarnya kalau dua disebutkan, Mas Sendra, sebetulnya itu satu. Surga di sini, neraka di sini, dunia di sini, akhirat di sini, hidup di sini, mati di sini, senang di sini, susah di sini, malam di sini, siang di sini. Artinya segala yang dua itu sebenarnya sa satu. Itulah hakikat nakulasa dewa pada tubuh kita. Maka itulah pada saat mengering Yakjuj wa Makjuj, manusia akhirnya memiliki menjadi mata satu. Hanya senang kepada apa yang menurut dia baik dan dia benci kepada yang menurut dia buruk. Padahal di sinilah manusia selama masih dualitas tidak akan bahagia. Manusia kalau dia hanya memilih untung, maka dia menderita pada saat rugi. Itulah surga dan neraka. Maka kalau kata Abah neraka well, neraka sakar, neraka jahim, neraka jahanam itu sebetulnya bukan siksaan di sono. Sebetulnya adalah terbakarnya rasa memiliki pada jantung ini. Tergantung pada jenis kehilangannya. Ada kehilangan pekerjaan, ada kehilangan nyawa pada anaknya, ada kehilangan usaha, ada kehilangan kesempatan. itu istilah-istilah panasnya dada kita, jantung kita. Karena tadi awalnya Yakjuj wa Makjuj dualitas tadi, pada saat dia menerima untung dia bahagia. Maka di dalam kaidah hikam ada qobad, ada basat, ada dimudahkan, ada disemitkan. Sebetulnya bagi kita seharusnya mengerti, Allah tidak menghendaki kamu kemudahan. Ya. Jadi, kamu tuh bukan milik kemudahan dan kamu juga bukan milik kesempitan. Kamu ingin malik kepada neutron, netralah. Bukan pada proton, bukan pada elektron. Itulah Yakjuj wa Makjuj. Jadi, Yakjuj wa Makjuj elektron dan pro proton. Maka orang pada proton sepositif apapun ada positron, ada positif yang negatif, ada negatif yang positif. Maka bukan menjadi Arjuna kah atau bukan menjadi Kurawa. Kalau Kurawa itu mainnya baik gitu. Kalau Rahwana itu mainnya baik dan kalau ditanya marbuka siapa Tuhanmu? Dalang. Man imamuka dalang. Siapa yang bicara dalang? Siapa yang membuatmu buruk? Dalang. Kata dalang. Di kisah wayang nanti aku akan jadikan kamu Arjuna. Tapi Arjuna kalau ditanya siapa yang buat kamu gagah? Saya. Siapa yang hebat memanah? Saya. Siapa yang jago? Saya. Dipastikan oleh si Arjuna akan berperan menjadi Rahwana. Inilah kehidupan yang diulang itu, Mas. Bisaq syaadah, syaqwaah. Bisa bahagia bisa celaka. Akibat tadi Yakjuj wa Makjuj. Berpikir selalu menolak. Itulah Allah mudahkan, Allah susahkan. Kamu bukan milik kemudahan. kata Allah. Tapi juga pada saat Mas Rji dimudahkan, mudah, mudah, mudah, mudah. Jalan turun, jalan turun, jalan turun, duit mudah, badan sehat, anak baik, keluarga baik, tapi enggak sadar ditutup masuk mulai kesempitan. Sempit, sempit, hutang banyak, masalah ada, anak sakit, begitu sudah mulai turun diangkat lagi. Karena kamu bukan milik kesempitan dan kamu juga bukan milik kelapangan, tapi kamu adalah milik aku, kata Allah itu. Maka sebetulnya Yakjuj wa Makjuj ini harus dipandang bukan sebagai musuh. Maka dualitas itu kalau kata Abah nanti adalah ada menyatukan dualitas tadi semua menyatukan diada di sini. Maka Abah amaliah di sini, amaliah di dada, amaliah di atas adalah untuk menghilangkan dualitas tadi supaya kita indah ke kiri dan ke kanan pun indah. Melampaui melampaui dualitas. Melampaui dualitas. Begitu kita. Nah, inilah yang Abah lakukan. Begitu Abah menerima dualitas itu, ternyata di situlah keindahan. Kalau tidak akan masuk pada dajal. Di situlah kita akan menjadi hakim, menjadi jaksa. Sedangkan di dalam rumah pun menghakimi istri sendiri, menghakimi anak sendiri, menghakimi tetangga sendiri, jadi jaksa pada siapapun. Salah, salah, salah. Karena yang kamu anggap benar adalah benar menurut kamu yang sifatnya subjektif. Akhirnya jadi dajal. Jadi indikator bahwa seseorang itu sudah bisa melampaui dualitas adalah ketika dia atau mereka sudah bisa menerima baik itu kejadian yang baik, yang buruk semuanya sudah bisa diterima gitu, ya, B. Bisa diterima dan itulah proses belajar. Kata sabar itu harus dilatih. Nah, itu melatihnya itu Mas Sendra. Baik, buruk, untung, rugi. Itulah surga dan neraka. Tuhan itu bicara begitu doang untuk kebaikan kita. Ini ngomongin neraka kayaknya Tuhan tuh dendam banget sama manusia. Aduh, kadang-kadang ini kadang abah gedek [tertawa] Tuhannya difitnah terus difitnah. Tuhannya begitu indah, begitu baik. Coba dengan satu kalimatnya mah. "Laha ma kasabat wa alaiha maabat." Kasabat. Kenapa ada kata kasabah? Ada ittasaba. Kasaba itu dari pajan fa'ala. Sebenarnya iktasaba majan ibta'ala. Ada di situ aja. Kalau diartikan lempeng artinya kan sama. "Laha ma kasabat wa alaiha maktasabat." Ada penambahan hamzah dan ta di situ. Berarti ada tambahan makna diartikan kamu dapat pahala, ya dapat. Kamu yang melakukan dosa, ya kamu dapat dosa kamu dapat pahala. Tapi di situ ada bahasa iktasaba Allah di situ ada. Kalau makna kasaba itu ada asoba. H. Jadi artinya kalau seandainya berbuat baik kita langsung mendapatkan baik. Bahkan baik itu dilipatkan sup kata apa? Mencari pahala itu lebih mudah daripada berbuat dosa. Sebetulnya kalau orang ingin berbuat dosa, maka iktasaba itu ada wajan apa? Ifta'ala. Iftala itu ada wajan ada ada di situ adalah ziadah perjuangan. Jadi orang itu sebenarnya kalau ngerti tadi istilah ini aneh kalau orang itu mencari pahala susah. Padahal yang paling mudah itu cari pahala. Di situ pun sebetulnya manusia harus tenang pada Tuhan yang maha baik. Ini Mas Pro itu susah loh cari dosa itu sebenarnya. Karena dosa itu kalau baru diniatkan tidak tadi iktasabah tidak dicatat. Kalaupun sudah dilakukan hanya satu. Tapi kalau kasabah ada asobah, maka di situ setiap kebaikan dikalikan bisa 10, bisa 70, bisa 700. Itulah makna asoba dari kata kasabah. Nah, artinya bahwa sebenarnya, ya, bagi Tuhan itu ya kebaikan itu adalah begitu. Artinya apa? Memang dari awal kita disuruh bahagia kok. Jadi aneh saya itu kalau orang ngomongin Allah itu penyiksa. penyiksa. Penyiksa karena dia tidak mengerti padahal dia sedang bercerita tadi antara apa? Untung dan ru rugi. Rugi itu bukan jelek gitu loh. Guru dari un dari untung. Neraka itu bukan jelek. Maka kata Allah dalam Al-Qur'an, "Semuanya akan ketemu orang yang mau ke surga wajib ketemu nera neraka." Tiap hari bersama neraka kok. Kita cuma orang aja enggak ngerti tadi semua. Ya, itu Mas kurang lebih.
Oke. Menarik sekali ya. Eh, apa enggak diteruskan tadi ke tadi apa dari setelah Yakjuj wa Makjuj? Imam Mahdi e adalah tadi apa namanya? Setelah Yaj karena ke kiri juj itu kan ada kul, ada juj tadi semua ada elektron, ada proton, ada neutron. Nah, hakikat Allah itu netron. Netral kita ini bukan kanan, bukan kiri. Oke. Kalau ke kanan jadi daj dajal. Setelah jadi dajal manusia akan terpuruk berbuat salah. Tapi itu pun enggak buruk, Mas Hendra. Maka di dalam Sunda itu ada terang-terang kolent terrang cilondok paeh nunutan, tikus rukana durukan, mesat gobangka buyutan. Tuh artinya kehidupan ini seperti perang Mahabarata. Terang wah terang neng tong. Enak enggak? Enak baik buruk tadi Yaj Majuj menang kalah akhirnya dia menjadi dajal tikus artinya artinya apa dagang jadi rugi he perjuangannya gagal heh tapi itulah modal untuk dia bang bangkit tikus ruk durukan itu terbakar ke dalam api akhirnya mesat gobang dia bangkit itulah maka setelah dia masuk dajal datang Imam Mahd Mahdi. perang itu akan mendapatkan kebenaran setelah berbuat salah masera. Maka saya menyaksikan kenapa wali seperti Rabiah Adawiyah, Syekh Sir Saqoti, Udoil bin Iyad, Umar bin Khattab dari sahabat justru mereka itu mendapatkan kemuliaan setelah dikusruk karena duruk durukan tadi. Setelah berbuat salah, dia akhirnya menemukan Imam Mahdi di mana? Di dirinya. Karena dia sudah bisa membunuh daj dajal. Dia bunuh tadi yang dualitas tadi. Saya terima ya Allah kanan atau kiri. Saya terima ya Allah untung dan rugi. Saya terima ya Allah menang dan kalah. Ke mana pun tak ada satuun fi'il kecuali perbuatanmu. "Wallahu khalaqukum w tamalun." Setelah kita sadar tidak ada perbuatan yang pada Arjuna kecuali dalang. Tidak ada perjuatan kepada Rahwana kecuali dalang. Satu ucap pun, satu gerak pun semuanya laharun illa bidni dalang. Tidak bergerak satu wayang pun kecuali jin. Sadar dia di situ. Itulah Imam Mahdi itu sadar. H setelah dia menemukan kesadaran muncullah Imam Mahdi pada dirinya. Setelah Imam Mahdi muncul apa? Datang is Isa. "Isa timal ruhamainahum." Wah, saya kemarin itu gagal karena saya itu zalim pada orang. Saya itu kemarin gagal karena saya pelit kepada anak buah saya. Datanglah Isa. Sifat Ramahama mulailah dia belajar memberi. Kalau sudah Isa datang, Imam Mahdi datang, Isa datang, akhirnya datang qiam. Bangkitlah dia sebetulnya. Setelah dikusruk dalam jatuhan ke dalam neraka, dia bangkit untuk naik ke dalam surga. Makanya di Jawa Barat saya bilang ada kisah Kabayan. Kabayan itu kalau ketemu tanjakan dia, nah itu Kabayan yang sudah sadar tuh. Kalau Kabayan ketemu tanjakan dia malah ketawa. Seharusnya Mas Hendra kita ini kalau menemu kesulitan harusnya tersenyum. H. Coba lihat surah Al-Insrah. Kenapa dalam surat Al-Insirah itu dari alam nasroh laka shod sodroh. Al'am itu dalam bahasa orang ngaji adalah istifham. Artinya Allah menggunakan kalimat bertanya untuk pernyataan. Kenapa Allah menggunakan kalimat bertanya untuk pernyataan? Karena Allah ingin menjelaskan "Fa inna maal usri yusron inna maal hadi." Di situ ada kata yusrun, ada kata usyrun. Ada kata mudah, ada kata susah. Allah menggunakan dua isim makrifat pada kata fa inna maal. Udah fa udah menggunakan kata inna udah menggunakan kata maa. Artinya itu kata Allah. Maka kata saya tuh kalau baca Quran ya Allah nangis masendra kan begitu sayangnya Allah. Kayak tadi "Laha mak kasabat waaha maktasabat." Hanya gara satu kasabah yang satu iktasaba. Kalau urusan dosa Allah, kalau belum dilakukan enggak di apa-apa. Tapi pada saat dilakukan dikasih satu. Inilah di sini sebetulnya kalau orang sudah mengerti, sadar, bangkit dari kesadaran betapa sayangnya Allah, maka hilanglah. Maka pantas "Ala inna auliya Allah la khufun alaihim w hum yahzanun." Lagi takut. Bahkan betapa rindunya pada Allah bukan semua, ya. Jadi itu kalau menurut Abah. Jadi sesungguhnya segala kisah Al-Qur'an itu yang kelihatannya seram enggak seram. H tadi semua hanya untuk menunjukkan kata Allah, lihat pada sifatku mana yang lebih banyak. Coba lihat dalam Asmaul Husna, apakah nama yang buruknya lebih, nama baiknya lebih banyak apa nama buruknya lebih banyak? Hm. Lebih yang nama baiknya lebih banyak. Nama banyaknya dari 99 hanya tiga saja. Itu pun kendaraan bagi orang-orang yang mau makai iblis, jin tadi apa? Almudilu, adoru, almuntaqimu. Membalas, memukul, adoru memberikan darurat. Hanya itu saja. Dan itu pun Allah adoraru darurat itu bukan untuk menyusahkan untuk menahan si makhluk tadi semua supaya tidak melampaui batas. Maka di situlah kenapa saya lihat Tesla menggunakan kunci dunia itu 6 369 99 song-song alias asmaul husna itu 99. Di situ pun kita sudah playing. Sungguh sayang Allah pada kita. Coba dengan setiap huruf Al-Qur'an itu dalam bab dosa tadi. "Fa inna maal usri yusron inna maal us." Dua isi makrifat ketemu dua isi satu isi makrifat itu satu masalah tapi solusinya dua. Setiap Masraji punya masalah di Allah sedang nyiapkan dua keuntungan sebetulnya. Cuma manusia enggak mengerti. Maka dalam hadis qudsi kata Allah, "Aku tunggu engkau dalam musibahmu. Aku tunggu engkau." Jadi Allah itu selalu hadir dalam setiap musi musibah. Aku menunggumu di penghujung musibah itu. Hm. Cuma terkadang manusia enggak malah menolak. Iya. I musibah. Cabutlah ya Allah masalahku. [tertawa]
Kalau misalnya ee teman-teman tuh dihadapkan pada situasi dan kondisi yang tidak ideal i atau tidak sesuai dengan harapan. Heeh. Atau dianggap itu sebagai sesuatu yang buruk terjadi dalam dirinya. Iya. Cara melampauinya, cara memeluknya supaya kemudian tetap neutron, tetap netral. Heeh. Itu bagaimana, Bah?
Ya, sebetulnya kalau Abah sudah punya amaliah semuanya tadi ASTS itu sadar dan ternyata bagaimana sih sadar? Kan tadi mengerinya danau afrat itu karena tidak sad sadar, maka kita bangkitkan kesadaran. Bagaimana bangitan bangun dari tidur? Maka Abah selalu menekuk lidah ke atas, merapatkan gigi, menahan nafas, menyatukan antara kaf ha ya ain dengan dada shad. Maka di situlah sebetulnya kita netralkan, netralkan, netralkan tadi semua bisa nanti kita isi kata-kata. Maka yang biasa Abah lakukan adalah biasanya kalau masalah itu muncul, yang pertama harus dilakukan adalah kita harus membebaskan kita dari penyakit kulit. Maka dalam hati, "Ya Allah, siapapun manusia di dunia ini yang punya dosa pada saya di kehidupan ini, kehidupan manaun, maka ya Allah di dada ini saya cabut catatan-catatan karma itu." Itu sebetulnya juga nanti cara melepaskan karma. Oke. Itu diucapkan dengan lidah menekuk. Kenapa lidah harus ditekuk? Nanti kita bisa bahas panjang sebetulnya. Ya, itu nanti dijelasin di ini ya, kemu bareng Abah sama Pak Kojim di Jakarta ya. I sekaligus praktiknya. Ada praktiknya ya. Ada praktiknya. Iya. I dan rasakan dan itu bisa dirasakan sebetulnya. Oke. Bagi orang yang ingin mencabut, yang punya dosa yang banyak, Mas Hendra itu juga sama. Karena segalanya tercatat di dada ini, Mas Hendra. He he. Makanya nanti pada saat kelahiran ulang "inuh mautaubu maqdamuum." Itu yang kemarin kita sudah bahas tentang merubah loh lauhul mahfud pada dada kita ini semua. Nah, itu.
Nah, istilah-istilah itu kan sebenarnya berasal dari ee seperti kayak Dajjal dan lain-lain itu kan sebenarnya berasal dari budayanya orang Arab. Heeh. Budaya spiritualnya orang Arab yang kita tahu pada saat kelahiran Muhammad itu di Nusantara sendiri sudah ada kerajaan yang sangat bisa dibanggakan. Betul. Sementara di sana kalau kita komparasikan ketika ada anak perempuan bagi lahir dibunuh. Oh iya, kita sudah sangat bermartabat loh. Itu yang jadi masalah sekarang justru kita menjelek-jelekkan budaya kita sendiri. Iya. Yang sana diagung-agungkan. Itu dia satu. Yang kedua, ada ee sebuah istilah katanya dan tidaklah diturunkan nabi itu berdasarkan bahasa kaumnya, kaumnya gitu. Pertanyaannya [tertawa] ini nabinya siapa? Nabinya kita atau nabinya yang pakai bahasa itu? He. Bagaimana? Pelan-pelan untuk kemudian mencerahkan teman-teman terkait dengan ini biar enggak bingung gitu, Pak. Iya. Iya.
Inilah sebetulnya yang kenapa jadi pelan ngomongnya bah? [tertawa] Masanya pelan saya [tertawa] ya sebenarnya ya kita Abah itu sering sering tafakur sendiri gedek juga mikirin itu sebenarnya [tertawa] kata Abah kurang ajar ini tadi semua pada saat Baginda Nabi Muhammad itu lahir sebenarnya sudah ada ratus sima yang sukses di Indonesia betul bahkan Kutai Kartanegara itu sudah ada Kutai itu 500 ee 50 50 ee berarti ee Masehi, ya. Nabi Muhammad itu 571, Kutai sudah 550 sudah ada. Kalingga ratus sudah sukses gagah di sini itu masyhur kita ini berbudi berakhlak tapi muncullah ya tadi [tertawa] tadi budaya yang dajal jahiliah yang membunuh yang pada saat itu Abu Jahalnya istrinya 200 Abu Sofyan 200 perempuan iya kan sebetulnya ada surat pankihumat masnawaulasya itu pengurangan itu Masra, ya, itu tadilah standar minimal standar [tertawa] minimal sebetulnya betul-betul bahwa kita ini diimpor. Oke. Kita ini diimpor. Jadi budaya kita diekspor tapi dajal diimpor. Sebetulnya sebetulnya ini penjajahan sebenarnya. Maka kisah mazhab dan lain sebagainya. Ya. Ya memang kalau dibicarakan masih sensitif. Tapi kalau seandainya kita paham Mas Hendra, sungguh aneh memang. Bayangkan saja bahwa tadi kata Abah juga kita yang negara yang sudah berbudi bahkan di Jawa Barat itu woh Sunda itu luar biasa, luar biasa. Tapi malah sekarang kita kebalik ngagung-ngagungkan mereka. Nah, maksudnya itu bah itu biar kita pada sadar ya. Harusnya mereka sadar sekarang sebenarnya. Maka itulah yang Abah sudah bongkar juga tentang sejarah bagaimana dulu Senokor Gronyo itu Heeh. Heeh. dididik ada 116 orang yang dididik oleh Zionis dan Senokor Gronyo itu adalah dikirim ke Arab Saudi saat itu. Memang saat itu Saud Maka termasuk atase perdagangan dibentuklah untuk bagaimana memanage haji ini kan tadi supaya nanti menjadikan lokomotif duit buat Arab Saudi. Itu kan dari situ rancangannya sebenarnya. Bahkan sebenarnya Sunan Kalijaga, Sunan Ampel semua ini kan dalam sejarahnya silakan aja cek di YouTube sendiri. I Sunan Kalijaga itu tiga kali untuk pergi haji ke sana kan dilarang. Pertama oleh Syekh Magribi, Maulana Magribi. Kedua oleh Syekh Ahmad Jumadil Kubra. Yang ketiga oleh Nabi Hidir sendiri. Nah, inilah sebenarnya yang sekarang orang Islam ini harus sadar sebenarnya bahwa budaya kita ini jauh lebih luhur. Budaya kita ini jauh lebih hebat. Dari Sabang sampai Merauke kita penuh dengan kerajaan-kerajaan yang luar biasa. Apalagi Sriwijaya, Majapahit tadi semua, ya. Dan dan akhirnya kita malah kembali. Bahkan Abah kan sudah bilang bahwa Pranch Swiss pun dibangun oleh Surawi sesa maka hari ini kenapa mereka makmur Finlandia tadi semua termasuk Swis, Denmark itu mereka mengamalkan sili asah, sili asih, sili asuh, sili wangi. Tapi kita sekarang malah mengundang budaya dajal ke sini bermusuhan, bermusuhan, saling membunuh, saling menghinakan. Karena memang Masandra bagi kenapa bagi Nabi Muhammad itu diutus itu memang paling segila-gilanya manusia di sana. Makanya dalam Quran itu "alarabu asyadu kufra." Orang Arab itu paling munafik dan paling kufur. Kata Allah sendiri. Makanya enggak diutus turun ke Bekasi. Enggak. Enggak cukup ada basetu. [tertawa] Loh, kan tadi setiap daerah itu "laqod jaakum rasulun min anfusikumusikum" dan menggunakan bahasa kaumnya sendiri sendiri. [tertawa] Kata Mas Hendra, Nabi siapa, ya? Kenapa pada dasarnya kata Abah juga bedakan antara Muhammad dan Nur Muhammad? Betul. Betul. Kalau Abah Nur Muhammad semua juga Nur Muhammad. Iya. I cuma orang di sinilah di sini missing linknya Masra. Heeh. Penjajahannya tuh di sini menempatkan pada sosok itu. Pada saat ditempatkan pada sosok itu, berantemlah agama itu. Betul. Betul. Maka Jalan Rubin Rubin berkatakan, lihat dalam kitab Fihi Mafihi, "Saya bukan Islam, saya bukan Kristen. Aku bukan Islam, aku bukan Kristen. Aku bukan Hindu, aku bukan Buddha. Aku bukan apapun. Karena aku adalah aku." Tuh maksud aku itu siapa? Allah itu bukan orang, bukan Islam. Allah itu bukan Kristen. Allah tuh bukan Hindu. Allah tuh bukan Buddha. Itulah maka sekarang kita harus kembali kepada kesadaran tauhid wahada ywahidu tauhidkan kembalikan pada agama. "Innamaukum ilahu wahid" yang dibawa oleh muham muhammad semua yang yang sangat miris itu ketika Abah tadi ngomong kita nih berantem terus gitu. Terlebih kalau misalnya mau pemilu Pak H perselingkuhan antara politisi dengan pesantren itu kental banget. Aduh. Seolah-olah pesantren itu hanya dijadikan sebagai perlombaan untuk ee membangun grassroot sebanyak-banyaknya. Dan ini kan makin makin terlihat, ya. Dan memang sebenarnya kan tiga agama ini digunakan oleh elit global hanya untuk itu. Politik politik politik. Makanya maaf ya absten siapa? Jeffre Esten kemarin i yang itu kan sebetulnya dia termasuk kelompok adalah kalau dirunut inilah yang saya bilang reinkarnasi itu nyata saya melihat abst itu adalah kalau zaman Nabi Musa itu si bukan zaman Nabi Musa itu si Samiri. Jadi intinya manusia itu iblis itu akan memiliki cangkang juga itu Mas Hendra reinkarnasi dan dia pada saat Mesir jadi farao terus dia dan itulah juga termasuk orang yang dia makanya kenapa dia lihat di dalam pile-nya itu ada Donald Trump semua pengusaha terkenal ada pemimpin-pemimpin dunia elit global elit global lah yang menguasai dunia menguasai agama supaya manusia dijajah raja Arab lah raja Arab pun ada. Jelaslah raja Arab memang Yahudi. [tertawa] Yangis lagi itu dijadikan dijadikan buat ini karpet. Karpet, ya memang tidak apa-apa sih sebenarnya karena memang itu juga [tertawa] kalau bagai apa gak ada itu tadi. Apalagi sekarang kaun kiswah dipotong-potong dijadikan jimat tadi semua. Benar juga si [tertawa] itu s manusia ni sekarang iniurafatnya sudah aneh-aneh saja memang tadi semua itulah yang dibangun itu kesyirikan sebetulnya semua oke jadi memang miris Mas Hendra maka ini mudah-mudahan kita istilah sabdo Palon menagih janji ini adalah merupakan kebangkitan kembali adalah budi tadi kasih sayang sebagaimana dulu yang dimiliki oleh Nusantara ini. H sehingga Sriwijaya Majapahit itu melanglang buana ke sini sebelum datangnya kubelaian jengiskan yang menyerang kita kali semua. Itu pun terjadi. Kenapa? Karena tadi siapa itu ee Raden Wijaya kan tadi pernah nipu mereka. [tertawa] Nah, inilah inilah manusia selalu apa? Ting tank. Iya iya B. Iya B. What you do what you get. Apapun yang kau lakukan akan mendapatkanul balasan berikutnya. Dan akhirnya terjadi penjajahan. Sopo sing nandur bakale ngunduh. Nah itu [tertawa] what you do what you get.
Itu ee apa kalau dulu tuh kan sejak tahun berapa ya? 4 tuh jilbab itu masih di Parang kali ya di Nusantara ini. Iya. waktu ee zamannya Prof. Dr. Nugroho Noto Susanto gitu, tapi setelah itu diganti orang Arab. He booming pakai jilbab semuanya. Pertanyaannya karena Abah termasuk ee paham tentang tafsir Quran gitu. Heeh. Emang yang diperintahkan di ee Quran tuh emang harus gimana pakai jilbab itu ada perintahnya di Al-Qur'an atau gimana sebenarnya esensinya gitu?
Sebenarnya kalau seandainya tadi Al-Qur'an itu Mas Hendra kata Abah juga kalau dilihat dengan mata zahir yang terlihat itu adalah dunia fikih gitu. Cangkang. Iya. Tapi kalau lihat dengan hati sebetulnya esensi jilbab itu sudah keluar. Bukan lagi adalah yang harus ditutupi itu kepala tadi semua. Maka tadi Al-Qur'an dilihat dengan mata fikih harus tutup gitu kan tadi. Tapi kan sekarang jilbab pakai ada lagu jilbab jilbab gitu kan. Tap itu. Jadi sekarang ini orang lebih kepada aksesoris jilbab itu. Tapi kadang-kadang maaf maaf sekarang ini bahkan buat bersembunyi wanita-wanita untuk semua kelihatan muslimah gitu kan tadi semua. Ini ini ini ini ditanyakan karena kita melihat ya Mbah ya ee anak-anak dari siapa tuh namanya? Quraisyhab. Quraisiahab terusur gitu ya. Bahkan aku ketika dulu masuk ke pesantren-pesantren Tot gitu, ini jilbabnya pada separuhan. Rambutnya masih kelihatan gitu. Enggak, itu bukan esensi. Sebetulnya pada saat Allah menutup aurat orang tuh enggak ngerti. Nih kalau kita bicara secara tadi, Al-Qur'an dilihat dengan mata adalah dun dunia. Al-Qur'an dilihat dengan hati adalah ilmu pengetahuan. Al-Qur'an dilihat dengan ruh adalah cin cinta. Al-Qur'an dilihat dengan sir, Allahlah semuanya. H. Maka pada saat Allah bicara menutup aurat, yang disebut aurat itu mana sih? Kalau dari empat lapis tadi kan melihat itu dengan roa, roa dengan mata zahir, nadar dengan hati, basirah dengan mata hati, absor dengan penglihatan sir. Maka tentu maknanya beda. Nah, kalau dari pandangan ke dalam menutup aurat itu pada saat Allah bicara itu, mereka yang cerdas menanam kapas, Mas Hendra. Setelah itu ketemukanlah sama Fright, mesin pemintal. Setelah itu menciptakanlah kain. Hah. Akhirnya tertutuplah urat manusia sedunia. Sebetulnya lebih dalam Al-Qur'an itu. Jadi selalu memiliki makna yang dalam tadi semua. Jadi kalau Abah bukan esensi menutup rambut di sini. H maka bagi Abah juga keluarga. Kek saya tuh ulama semua. Coba lihat sisilah saya di bawah. Kiai Haji. Kiai Haji. Kiai Haji. Kiai Haji. Ini aja bukan Kiai Haji. Karena saya tidak mau dipanggil Kiai. Karena kiai itu kebo. [tertawa] Gitu kan. Kiai Samet, ya, Pak, ya. Kiai Samet. Kiai langgeng. [tertawa] Mau saja di bedug. Iya, Pak. Kulit kia dalam kai alias bed bedug. [tertawa] Makanya sekarang banyak kiai hanya imannya pada bedug saja. Dugbedug masjid, bedugbedug masjid. Pulang dari masjid. Aduh. Oh, tapi sekarang memang eranya kiai tanpa sorban, raja tanpa makhot. Sekarang [tertawa] iya. Jadi menutup aurat itu sebetulnya Allah berkisah tentang itu adalah bagaimana kita bisa karena Allah itu super super cerdas itu kan tadi jadi maknanya itu begitu dalam. Oke. Oke.
Ini tentang konsep ini, Mbah sekarang. Karena nanti ee salah satunya kan kita ada mikraj kesadaran di Jakarta itu kan salah satunya membahas dasar-dasar i fanaun billah. Heeh. Fana itu maksudnya gimana sih?
Yang disebut fana itu kan sebenarnya diri kita kan tadi kita ini sekarang ini ada yang diadakan. Oke. Wujud karena yang diwujudkan. Hidup yang dihidupkan. Adapun pana atau boleh diartikan pana, ada bilang dekat kepada Allah, ada bilang jauh. Kan kalau bisa dekat, jauh itu biasanya berhubungan dengan jar jarak. Nah, dengan Allah itu panah itu adalah tadi dekat dengan Allah itu panah. H. Nah, yang disebut panah itu Allah panahnya diri, hilangnya pengakuan diri karena sadar aku ini ada yang diadakan. Maka kalau dalam bahasa Abas selalu aku Allah dalam wujud Muhammad dalam rupa Adam itu sudah panah. Kalau menyadari itu sadar sebetulnya aku ada yang diadakan karena adanya dia yang sudah ada sebelum ada istilah kata ada. Karena kata tidak ada itu tidak ada. Maka yang ada dialah yang sebenarnya yang ada. "Wal awal wal akhir whir wal batin." Awal dia akhir dia zir dia batin dia. Maka pada saat kesadaran itu ada pada diri maka kalau Abah biasanya menghilangkan fana menyaksikan nur af'al Allah pada tubuh apapun yang dilakukan tubuh ini. Apakah silat sesungguhnya aku melihat fi'il dia. Maka leburkan gerak tubuh ini. Datang dari gerak hati. Itu belajar fana itu. H menghilangkan dari nur af'al Allah ke nur asma Allah. Dari nur asma Allah leburkan lagi. Hati bisa memerintahkan tubuh ini karena datangnya dari ruh. Ruh lah yang menyuruh hati supaya tubuh ini bergerak kan. Maka kalau orang yang sadar itu tidak akan merasa salat. Maka orang suka nanya sama Abah, "Abah salat enggak?" "Saya mendingan ditempel ngaku salat." Coba tanya kamu si Cepot. "Cepot, kamu salat enggak?" Enggak, semua gerakan saya dalang kok [tertawa] tadi semua. Karena yang disebut fana itu pada saat tajallinya Allah karena hilangnya diri yang hidup Allah. "La hayyun la ilmun la samiun la basyirun la qodirun la muridun la mutakallimun la maujudun." Nah cara mempanahkannya adalah menekuk lidah, merapatkan gigi, menahan nafas. Katakan dalam hati, "Allahu haqqu, Allahu hayyun, Allahu qayyum, Allahu wadud atau la hayyun." Le dulu enggak si Abah bilang dari le menuju ji samsu, yi samsu menuju es, setelah es sempurna tuh panah tuh mengosongkan aku menghadirkan dia. Iya. Tapi ada konsep ya. Abah pernah bicara tentang aku satu, aku dua, aku tiga. Masih banyak teman-teman ngaji rasul yang belum paham. Iya. Iya. Aku empat itu cangkang ini. Maka Nabi dibelah tiga kali. Makanya le dulu la gitu. La aku empat itu jasad. Jasad. Oke. Aku paling luar. Heeh. Heeh. Paling luar kangkang ya. Fi'il. Fiil untuk melihat perbuatannya. Oke. Kalau di dalam di dalam kitab ini dikatakan "Lailahaillallah la ma'buda illallah." Jadi kerjaannya syariat tubuh ini. I ini adalah cangkang aku empat. Maka tidak bisa kita salat dengan Adam, Masra, dengan si Adam ini, si identitas ini. Maka kita harus lepaskan bajunya. Maka kenapa? Mau haji harus pakai ihram, mau salat harus takbiratul ihram. Itu tujuannya menutup, melepas diri yang palsu. Ini si sugus ingin salat karena di dalam sugus itu ada gula dan ma manis. Sebetulnya salat itu memuji sifat si gula kepada manis si zat. Maka si adamnya si su sungguh seharus tidak ada. Bagaimana mempanahkan diri? "La hayyun la ilmun la samiun la basyirun." Lepaskan kepada aku tiga asma di hati. Lepaskan lagi aku tiga masuk pada aku dua ruh. Siapa? Ruh Muhammad. Berarti kalau begitu yang salat siapa? Muhammad. Karena yang ada sebetulnya kata Abah juga di dunia ini yang bermain hanya dua saja Mas Hendra. Allah sebagai mubtada dan Muhammad yang khabar mubtada. Khabar mubtada. Tetapi sekarang Muhammadnya sudah disosokan. Heeh. Ini yang jadi berantem ditempatkan satu titik Islam gitu. Inilah yang jadi berantem. Padahal kalau Muhammadnya sebagaimana yang kata Allah, "Maana Muhammadun aba ahadin min rijalikum wakin rasulullah." Muhammad itu gula. Allah itu manis. Si Adam itu sugus. Sugus. [tertawa] Permen sugus. Iya iya iya tahu. Maka seharusnya tadi panah itu melepaskan pengakuan si sugus. Aku ingin enggak wujud. Aku ini hanya merupakan sebagai untuk penampakan. Maka si Adam itu disebutkan dalam berbagai kitab tasawuf, tajaliat, taayyunat, tanajulah. Hanya untuk penampakan tadi. Sebagaimana kata Abah, beras jadi nasi liwet, beras jadi lontong, beras jadi bubur, beras jadi apapun. Semuanya hanya beras. Makanya bagi Allah semuanya aku. Hm. Kamu adalah aku, tapi aku bukan kamu. Ngerti enggak? Bahwa lontong itu bukan ber tapi tiada lain perwujudan dari beras. Sebetulnya itu. Nah, yang disebut panah itu si Adam itu mengembalikan semuanya kepada si ber si beras. Sebetulnya di alam ini Mas Hendra Allah ngajarkan dengan segala hal. Tapi manusia karena tadi mengeringnya Danau Efrad tadi akhirnya yang datang Yajuj wa Makjuj tadi. Padahal lewat Sugus dan Kopiko gitu. Dengan [tertawa] kopiko aja sudah makrifat. Dengan kopiko aja sudah makrifat. Masra dengan HP saja bisa makrifat. Karena tadi kata Nabi, "Babunallah." Segala sesuatu pintu mengenal Allah. Dengan pohon saja kata saya abah itu bisa melihat. Kenapa? Pupuk itu N P. NPK. Iya. Kenapa manusia yang sudah makrifat itu disebut yasin? H. Kenapa syin itu geriginya tiga? Karena N, P, K. N tubuhnya, P hatinya, K ruhnya. Makanya Yasin syariat pada jasadnya, tarekat hakikat. Inilah Muhammad. Siapapun yang bisa mengerti Yasin berarti dia Muham Muhammad. Tadi semua Yasin, ya. Iya. Aku kalau ada orang bilang Yasin ketawa [tertawa] gara-gara dia pintar melafalkan Yasin orang Madura kan. Cara bacanya kalau He gimana? Gimana gimana Quran [tertawa] ya? Kurang ajarnya si aduh. Nah itu sebetulnya dengan semua itu selalu mengajarkan tiga-tiga, Mas Sandra. Iya. Iya. selalu mengajarkan tiga-tiga. Makanya kenapa Almaidah itu surat ayat yang ke nah orang yang sudah sampai Almaidah ayat 3. "Alyaum akmalakum waamtu alikum nikmatiumul Islam." Itu yang sudah jadi Muhammad jadi Yasin tadi semua berarti dia sudah pantas Yasin. Nah dia itu sudah wal Quranil hakim. Dia itu sudah jadi Al-Qur'an. yang bijaksana. Al-Qur'an itu mana sih, Mas? Ada sebenarnya nih Al-Qur'an nih. Al-Qur'an Al-Qur'an "iqra kitabaka kafa binafsika." tadi maka Mas sudah akan dipanggil oleh Allah Yasin. Siapapun kamu mau Adam kek Yasin, mau Musa kek Yasin. Itulah kenapa Musa sampai di Bukit Tur Syin. Oke. Oke. Bukit Tursin teh puncaknya syin tadi semua. Tubuhnya sudah syariat, hatinya sudah tarekiat, ruhnya sudah hakikat. diikat di bulan dengan makrifat. Jadi bukan asal ungkad-ungkedan, bukan asal haji dan umrah, tapi landasan Islam iman ihsannya di dalam makrif makrifatullah di situ. H
Mbah, ini aku pengin ee tanya, tapi ini aku berharap ini bisa membangkitkan nalar kritis kita semuanya ya, Mbah ya. I karena kita bicara soal fakta, ya. Heeh. Eh, jarang sekali loh, Bah. Iklan di YouTube itu gereja minta sumbangan. H biara minta sumbangan. [tertawa] Mas pintar apa ketawa duluan dengarnya. [tertawa] Nah, sekarang ini kan di masjidnya masjid Asyairin semuanya makai nyair di pinggir jalan semua. [tertawa] Anak-anak yatim itu diekplore di ee iklan YouTube mah. Betul. Iya kan? Ee ini Al-Qur'an saya sudah sobek-sobek. Mudah-mudahan kakak donator yang mendengarkan ini semua itu parah loh. Saya slip itu mental-mental dan itu kan kita ini ibaratnya ya manggil Tuhan salat lima waktu segala macam tapi ngemis-ngemis dan itu kan menghancurkan Islam dari dalam. Dan satu ustaz yang terkenal yang menggunakan istilah Al-Qur'an kasih contoh. Coba kita buat contoh dengan uang Rp50.000. Kalau Anda berikan ini, maka dia akan dibaca berapa pahala yang didapat. Opo maneh [tertawa] ngaji opo meneh? Opo, Cak? opo Cak? [tertawa] Itu cirinya itu kiai yang belum sadar itu. Coba sampai kapan manusia akan bangkit dari kehancuran kalau ngajinya seperti itu? Tadi saya tidak menemukan ayat Al-Qur'an satuun. Allah yang mengatakan suruh baca Quran itu. Tapi dia Allah suruh membaca ini terus-terusan. Dari awal pun "iqra bismialladzi khalaq khalaqal insana min alaq." "Iqbukalamaqamal" disuruh baca diri masendra "um Allah alhaq" pada dirimu. Coba sampai kata Allah "innakainas" kamu itu diliputi oleh aku loh. Tuhanmu meliputi dirimu. Ini bacanya Quran yang tadi sobek-sobek suruh ganti kata apa sampai jebleh baca Quran itu sampai habus 1000 suhuf eksemplar tapi enggak ngerti isinya hanya monyet gugulung kelapa yang lucu itu anekdotnya tadi yang tadi coba kalau kita belikan Quran ini dihafalkan tadi oh iya anekdot anekdot aduh dan itu dipakai orang-orang miskin iklannya ith itulah kemiskinan Inilah yang harus Islam berubah tadi. Maka betul kata Mas Sandra, "Saya menyaksikan kalau gereja itu mau dibangun asal ada tempat 2 bulan jadi dia." Hm. Iya sih, Pak. Betul. Iya. Tapi kalau kita bangun masjid, karena orang Islam sendiri enggak percaya kepada panitia masjid itu. [tertawa] Iya, benar. Coba lihat ke pantura itu. Setiap 100 m ada drum. Setiap 12 kilo ada drum. Sama serokan. Sama serokan. Mak makanya saya bilang tadi Masjid Asyairin nyair. Orang nyair ikan [tertawa] ini kan. Ya Allah. Di sinilah Mas Hendra mental. Mental tentang mental kesadaran. Sebetulnya inilah yang apa sedih tentang Nusantara ini. Kita kehilangan budi, kehilangan akhlak, kehilangan adab, kehilangan mental, kehilangan keyakinan, hidup dengan dogma yang tidak jelas. Inilah yang harus kita rubah. Walaupun Allah sendiri merubah, sekarang saya melihat Allah sekarang sedang merubah, Mas Hendra. Iya. Ya. Maka dimunculkan orang-orang yang bangun dari tidur menyadarkan dan Allah sudah sampaikan dalam Al-Qur'an. Apakah kalian tidak menyadari kata Allah, "Ada cahayaku di lingkungan kalian yang berjalan di antara orang-orang mati." Itu sindiran Allah kepada orang yang sudah sadar di antara orang-orang yang tidak sadar. Oke. Oke. Oke. Oke. Sebetulnya film zombie itu menyadarkan kita. Banyak manusia sekarang ini jadi zombie berjalan. Tapi enggak sadar salatnya, enggak sadar puasa, enggak sadar. Inilah yang terjadi hari ini. Oke. Iya.
Abah tadi sempat ee menyinggung tentang Nur Muhammad ya. Heeh. Kadang ee kalau kita mulai lebih terbuka gitu ya, kadang pengin tahu juga gitu pas Rasulullah dulu salat, Muhammad salat gitu, itu syahadatnya gimana, Pak?
Asyhadu alla ilahaillallah. Asyhadu. Apakah dia juga asam? Abah sudah ajar Nabi Adam syahadatnya "asyhadu alla ilahaillallah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah." Sama Nabi Nuh juga ada syahadatnya. "Asyhadu alla ilahaillallah." Bukan washadu anak Nuh. Tidak. "Asyhadu anna Muhammadur Rasulullah." Dulu pernah didebatkan Nabi Muhammad bagaimana syahadat. Ternyata Nabi Muhammad pun syahadatnya sama. "Ashadu alla ilahaillallah wa ashadu anna muhammadur rasul." Tidak. "Wasadu ani." "Wasadu ani." Ya, kalau
Bahasa Arab kan harusnya Ani. Ani. Iya. I wasadu ani Rasulullah. Harusnya kan begitu. Iya. Kalau kepada dirinya ternyata tidak. Karena yang dimaksud oleh dirinya pun bukan dirinya. Oh. Ya. Bukan. Musa juga sama lah. Sama. Bukan dua Musa kalamullah itu Isa Ruhulullah gitu. Tidak. Itu banyakan yang tetapi sebenarnya syahadat itu tetap aja dari awal pun asyhadu alla ilahaillallah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah. Walaupun ada asyhadu allahayu ana adam khalifatullah nah musa kalamullah isa ruhullah nuh habibullah tapi itu kan bukan syahadat itu adalah hanya penyaksian murid kepada beliaunya it tapi tetap syahadat sejatinya ashadu alla ilahaillallah anna muhammadur.
Makanya dikisahkan Nabi Adam waktu nikah itu dengan syaha syahadat kepada Rasulullah Muhammad. Tapi bukan Muhammad yang di Madinah. Oke. Oke. Oke. Bukan. Oh gitu ya. Karena kata saya juga yang namanya Muhammad itu presiden. Oke. Rasulullah itu presiden. Titel gitu ya. Jadi titel. Jadi presiden itu bukan orang. Maka Allah mengatakan nabiin. Nah, bagaimana khatam nabiin tadi? Alfatihah albaqarahnya sembelih dari le itu tuh jadi khatamun nabiyin masuk ke Ali Ali Imran. Tubuhnya harus jadi Maryam. Ruhnya adalah Abdul Isa, Abdullah kan di dalam surat itu masuklah kepada apa? Ani Anisa Jisam Jisamsu. Barulah esa, anta. Jadi acara tadi aku Allah, aku ahad, Ahmad. Eh, aku Ahmad. Ahad, Ahmad. Muham muhammad. Maka disingkat Adam kan itu itu aku di dalam Muhammad. Maka tadi yang disebut Muhammad itu tadi sudah jadi sempurna. Alyauma akmal. Nah, sudah lahirlahul maani yang disebut Nur Muhammad. Jadi janganlah kau mati kecuali jadi muham muhammad.
Maka dalam menyalatkan jenazah masa di sinilah yang Abah selalu kritari. Abah ngobrol dengan kiai-kiai di Sukabumi. Saya bilang, "Kamu tuh nyalatkan jenazah aja enggak ngerti kok." Coba tanya, "Kenapa kamu salat jenazah itu yang pertama bacaannya apa?" "Fatihah." "Kenapa Fatihah?" "Enggak tahu katanya apa." "Nah, itulah kamu." Allahu Akbar. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah. Kamu ngerti enggak bahwa tubuh si mayit ini wujudnya Fatihah? H. Kalau kamu enggak kembalikan dengan benar. Yang kedua, takbir kedua dalam salat jenazah. Apa kata dia? Selawat. Ngabung ngerti enggak kenapa selawat? Karena tubuh si mayit itu mim ha mim dal. Kalau kamu enggak kembalikan kepada Allahu mubtada, nurus samawat khabar mubtada antara manis dan gula si sugusnya dibuang kamu si mayit tidak akan pulang pada Allah. Itulah orang sekarang ini saya lihat enggak ngerti hakikat Mas. Iya. Iya. Iya. Iya. Hanya tahu cangkang itu. Makanya sekarang ini pada rusak bibirnya karena makan kulit duren terus. [tertawa] Aduh, hayo duren digesek-gesek di mulut. I tapi enggak ketemu rasanya duren karena hidup ini tentang rasa tadi semua ya. Tadi apa tadi pertanyaan sampai lupa saya? Oh, Nur Muhammad. Nur Muhammad. Iya. Kara Mas saya sudah pernah cerita belum ya tentang syahadat sejati? Nah, gimana tuh? Udah ya belum ya? Belum belum. Ah, iya kan kita ini mungkin martabat alam tuuh Mas Sendra sudah tahu kan ya martabat alam tujuh kan Tuhan itu dulu siapa sih nyebut nama Allah Mas Hendra kata saya syahadat pertama ada Muhammad itu kapan istilah Muhammad itu kapan muncul maka Allahu mubtada nurus samawat khabarah Muhammad itulah Mas Hendra sendiri aja di dunia ini enggak ada orang lain siapa ngaran gue kata Mas Sendra siapa ya gua ini enggak Ada makhluk cuma ada Masra sendiri. Bingung enggak? Bingung. Ya Allah sih enggak bingung tapi Allah ingin beri pengajaran kepada kita. Oke. Kata Allah kunzanir. Aku ini sendiri. Kata Roji. Siapa gua? Ya tahu Rji ada orang yang manggil eh Roji gitu gitu kan. Maka pertama kali Allah itu ingin kenal pada dirinya maka di situlah ada istilah Allahu nurus samawat. Itu Allah tajali kepada nur. Maka seolah-olah Mas Hendra tiba-tiba lagi sendiri ketemu cermin. Loh, loh ini siapa gitu kan. Ah, itu maka kehidupan ini sebetulnya bayangan Mas Hendra. Maka disebutkan dari semuanya yang batinnya Nur Muhammad, zahirnya juga Nur Muhammad. Maka pada saat Masendra lagi gini dicermin, "Kamu siapa?" "Saya tuan." Tiba-tiba Mas Sendra lagi sendiri bingung siapa diri saya? Kata Allah, "Aku ingin kenali." Sampai Allah berkata, "Halin minamak." Pada saat ada satu masa aku belum bisa disebut. Siapa nyebutku? Tadi semua. Aku butuh seseorang. Aku butuh hamba yang nanti itu jadilah Allah itu razluknya marzuk. Allahlah khaliq, kita makluk. Allah itu makbud, kita abid. Di situlah pertama kali muncul syahadat sejati. ketemu cermin kata Allah nih. Maka manusia ini adalah miratul akhirah. Semua dunia ini cermin bayangan Allah sebetulnya. Maka disebut tanajulat, taayyunat, tajal tajaliat. Ditanya tuh sama yang bercermin, masa nanya siapa kamu? Saya tuan loh. Kalau kamu tuan berarti saya hamba dong. Iya. Nah, gitu. Kira-kira lebih gitu tuh candaan tauhid. Kalau begitu supaya jelas nih mana Tuhan mana hamba kata Allah kalau engkau tuan coba hilangkan aku. Masda nanya dicermin itu. Hei yang dicermin kalau engkau Tuhan hilangkan aku. Ya enggak bisa, Mas Hendra tadi [tertawa] sekarang aku bisa menghilangkan kamu loh. Masenda geser dari cermin itu. Hilanglah dia itu nongol lagi dia. Malah dia goyang-goyang. Dia ngikut goyang-goyang. Nah, jag itu siapa tuan? Siapa hamba? Akhirnya dia berkata, "Ashadu alla." Nah, itulah pertama kali nama Allah disebut oleh Muhammad. Maka Allah menyebutkan cahaya itu cahaya terpuji. Maka nanti ashadu alla kata si cermin itu bayangan itu Mas Hendra. Asyhadu aku bersaksi bahwa sesungguhnya engkau adalah Tuhan. Kemudian dijawab oleh Basenda yang bercermin tadi. Nah, pertama kali menyebut Muhammad adalah Allah wa ashadu anna. Maka tadi syahadatnya Nabi Muhammad pun begitu. Sebagaimana syahadatnya dulu awal, mana syahadat bisa diganti-ganti. H kalau begitu syirik dong. tadi. Makanya Nabi Muhammad pun tidak berani wasu an Muhammad tadi semua inilah karena tadi karena karena perampokan tadi karena ingin penguasaan he untuk penjajahan ujungnya nanti digunakan oleh tadi oleh global yang mendirikan Yahudi, Nasrani itu semuanya. He. Jadi keberadaan agama itu enggak lepas dari mereka ya, Pak ya? Oh iya, Mas. Desain ya, Pak ya? desain. Oke. Inilah bahwa agama itu kata Abah juga kalau sejarahnya kan baru 3.000 tahun. Heeh. Heeh. Heeh. Dan di sinilah sejak manusia menguasai manusia menggunakan kan paling mudah menggunakan agama. Makanya lihat begitu pemilu kata Maskela tadi Pilkada, Pilpres. Waduh kiai-kiai pesta. Iya. Westa rebutan bait duit duit duit gitu kan tadi semua. Iya iya iya. Pulus pulus. [tertawa] Yang lucunya munafik lagi ke sini terima duit yang sono terima duit. Iya betul betul. NU tidak ke mana-mana tapi ada ada di mana-mana. Di mana-mana. Aduh. [tertawa] Aduh. Oke. Oke. Bah itu tuh memang bagaimanapun juga meskipun pahit itu sebuah kenyataan sih. Fakta sih. Kenyataan. Kenyataan. Ee okelah ya. Mudah-mudahan. [tertawa] Aku tuh dulu pernah ee apa pernah main ke rumahnya Pak Agus Mustofa. Oh, Pak Agus. Pak Agus. Pak Agus tuh ada dua hal sih yang paling aku ingat. Yang pertama beliau mengatakan ternyata akhirat tidak kekal. He. Yang kedua ee ternyata Adam bukan manusia pertama. Heeh. Nah. Heeh. Dua hal itu responnya Abah gimana? Nah, iya jelaslah. [tertawa] Akhirat itu enggak kekal karena balik lagi dunia. Hm. Dunia itu enggak kekal karena ujung dunia itu akhirat. He. Awalnya akhirat itu dun dunia. Dunia akhirat dunia akhirat dunia akhirat sama aja siang malam. Siang malam hidup. Kalau hari ini Mas Endra hidup siap-siap ketemu mati. Mati. Setelah Mas mati siap-siap ketemu hidup. Hidup. Kalau hari ini malam, besok siang. Siang. Kalau sudah siang ketemu malam. Ya, akhirat itu ya enggak ada. Ada untuk membedakan antara Allah baqo dan kita abqo. Kita ini yang diberikan kekal. Allah yang bako. Jadi pada saat kita tadi pana, maka kenapa kita harus pana? Supaya kita kekal. Baqo bersama abqo bersama baqonya Al semua. Makanya kalau sudah ngerti gitu, tenang hidup ini Mas Hendra asal hidup di dunia ini jangan nyusahin orang tadi semua. Jangan nyakitin orang insyaallah akan sugih kapanpun kita hidup. Apalagi kalau Abbas sekarang menyaksikan kalau kita sudah tembus rojiun tidak ada lagi kehidupan yang sulit. tadi sudah menyatukan melewati batas dua litas. Berarti kalau sudah melewati batas dualitas, kalau sudah Allah berarti sudah kembali pada Allah. Di mana itu kembali pada Allah itu? Ya di sini. Di sini mau di hidup penuh kesenangan. Kamus sudah merdeka enggak ada lagi kiri dan kanan. Berjalan-jalan di tengah manusia dan mendapatkan rezeki. Betul. Rezeki yang sangat luas. Allah menyebutnya mayyasah. sekehendak dia dan sekehendak kamu. Ilmu mayyasah sekehendak dia dan sekehendak kamu. H betul. Gimana bah itu dengan bukti-bukti siksa kubur katanya ini banyak yang tanya kayak gitu. [tertawa] Termasuk gini. Orang yang hafal Al-Qur'anuh Heeh. katanya kalau mati jasadnya utuh bah. [tertawa] Ya mungkin kalau seandainya dia sudah nyambung mah kalau hafal aja abah ngejamin karena Abah menyaksikan itu ya. Tidak ada dongeng kisakbu itu bohong semua. Maka kata Abah juga daripada bohong susah-susah. Kata Abah kalau kamu percaya di kuburan itu ada sisa kasih saya semua. Betul. Karena kuburan itu bukan di situ. Kalau orang mengerti ilmu Jawa sekalipun tentang mani wadi, madi, mani, manikam, narun, hawaun, maun, turabun atau pakai unsur kimia semuanya mineral. Fiha tuuna wha tamutuna waminha tuhjun. Boleh mau pakai ilmu apa? Fisika EMC kuadrat. Di mana pun enggak ketemu siksaan itu tidak ada ya. Karena orang masih menganggap Allahnya sosok. H Allahnya itu adalah beruang dan wak. Allahnya itu pendengki. Allahnya itu pendendam. Kan tadi kata Abah juga laha makasabat waaiha sulit mencari dosa Mas Sendra. Dosa itu harus diperjuangkan sementara pahala itu maka kenapa dari kata kasaba itu dari ada asobah sementara iktasaba ada ijtihada. Coba harus ngajilah. Ngaji gera ngaji tadi semua. Saya melihat huruf-huruf dari Al-Qur'an saja sudah indah. tadi semua ya. Kadang-kadang saya enggak ngerti tadi Allah aja dengan kata yusrun enggak mau pakai sahlun. Yusrun aja tadi. Yuridullah bikumul yusro widu bikumul. Udah cukup itu sebetulnya jaminan Allah. Masih ngomongin siksa kubur lagi. Bayangkan Allah misalnya begini kata Abah juga, kalau seandainya Mas Rozi ini ahli angkat besi 100 kilo bisa enggak? Kalau Mas Roji ini adalah lifter bisa enggak 100 kilo? Ya bisalah 100 kilo bisa itu namanya sahlun. Hm. Sahlun itu siapapun apa namanya? Apa namanya? Ee mudah yang bersyarat. Bagi dokter memeriksa nadi. Oh, ini sakit sahlun. Bagi seorang tukang urut membersih apa namanya? Meluruskan urat yang keseleo itu sahlun. Mudah tapi bersyarat hanya khusus pada orang tertentu. Tapi Allah menggunakan yusyrun. Artinya apa? Nenek-nenek, bayi, orang bodoh, orang ini cukup nol. Sebetulnya Allah itu menggunakan yusrun itu sudah jaminan masendra tadi. Kenapa kata kasabah dengan iktasaba aja sudah jelas? Betapa sulitnya untuk mencari dosa. Sulit mencari dosa. Dosa karena pahalanya dikalikan 10, dikalikan 70, dikalikan 700. Sementara dosa iktasaba. Kalau kasaba tadi wajahnya fa'ala. Sementara iktasaba wajahnya iftaala. Itu artinya apa? Sudah sulit. Dan untuk iftaala itu membutuhkan perjuangan untuk dosa. Makanya aneh kalau orang masih mikirin saking Allah itu tadi arrahman mendahului kasih sayangnya, mendahului marahnya. Jadi kalau orang pantes al in auli Allahun alaihim wum bagaimana kita akan takut pada Allah yang begitu penyayangnya. Setiap huruf dalam Al-Qur'an itu menggambarkan sayangnya Allah. Kata yusrun tidak menggunakan syahlun pun orang sudah mengerti kenapa dua isim makrifat digunakan disusul dengan dua isim nakirah. Itu sudah menggambarkan sebetulnya betapa Allah itu tinggal keyakinan yang harus ditumbuhkan pada Allah. semua ya. Kalau Abah enggak tahulah saya tuh enggak ngerti kalau dengan bismillahirrahmanirrahim beres tuh sudah pudar neraka-neraka jahim, neraka jahanam, neraka sakar, neraka well sudah punah tuh semua siksa kubur. [tertawa] Karena siksa kubur itu adalah pada kubur. Termasuk karena tab kata orang, sujudlah, doalah waktu sujud. Karena sujud itu paling dekat pada tanah. Tapi yang sebenarnya sujud itu adalah tubuh inilah tanah gitu kan tadi. Makanya Muhammadur Rasulullahina maahu asiddaal kuffar ruhama bainahum tarahum rukaan sujada. Nah, rukaan sujada di situ adalah masendra adalah bagaimana tunduk patuh samina waton aku ini wujud yang diwujudkan. Makanya Abbas sudah menyusun tujuh amaliah pada butun sirun iblisiah, pada dada sirun muhammadiyah pada kepala sirun ilahiyah untuk mikraj pada sidrah almuntaha. Enggak tahu kalau sudah di situ. Abah juga sampai hafal Quran. Enggak tahu. Enggak pernah menghafalkan Al-Qur'an. Tapi kayaknya setiap ayat yang mau dipikir muncul aja dia dari semua hadis muncul aja dia semuanya karena saya sudah tidak memiliki lagi tubuh ini. W naf'an la yamliku linafsihi. Aku tidak memiliki lagi tubuh ini. Aku hanya digunakan tubuh yang digunakan digunakan itu saja hanya digunakan. Iya. Iya. Biar enggak ngantuk kamu harus tanya deh. Iya. Iya. Ini ini kan belajar dari sekiling, Pak. Heeh. Jadi fenomena yang sudah lama di Nusantara ini kan banyak orang sampai mati-matian jual tanah hanya ingin pergi haji. H sampai dibela-belain seperti itu. Bahkan nekat setelah haji saya sudah enggak punya tanah sungsara. Heeh. Mau rumahnya ngontrak malah. Nah, itulah ya. Sebetulnya haji itu kalau menurut Abah adalah sebenarnya ee Mas Roji kan tahu rukun Islam itu ada berapa? Lima. Lima. Yang disebut rukun itu berpisah enggak? Enggak. Tidak. Sebetulnya bagi orang yang punya punya kesadaran Abah duduk di sini aja dari tadi. Sudah syahadat, sudah salat, sudah zakat, sudah saum, sudah haji. Maka Abah katakan tadi apa? tidak memiliki diri itu tandanya haji. Syahadat adalah menyaksikan tadi mempanakkan si sugus atau si siapa tadi? Kopiko. Kopiko tadi semua. Maka menyaksikan gula dan manis. Berarti syahadat itu gula dan manis pada kopi kopiko. Siapa yang menyaksikan? Si gula. Siapa yang disaksikan? Si manis. Siapa yang ikut menyaksikan? Si Kopiko, si Adam, si Sugus, si relaksa. Nah, itulah syahadat. Nah, menyadari menyaksikan itu disebut menyadari itu disebut salat. Maka tadi apa kata Abah? Abah bersyahadat di sini, salat juga di sini. Kalau bicara hakikat ya. Kemudian juga zakat di sini di apa? menzakatkan diri digunakan mata ini untuk basornya dia menggunakan kalam ini untuk dia mutakal mutakaliman menjakatkan telinga ini untuk dia sama menakatkan akal ini untuk dia menaruh ilmu. Menzakatkan tubuh ini untuk kudrat ir barulah saum karena kalau sudah zakat pasti sa imsak. Maka kata Allah, "Asumul li wa ana azibi." Saum itu untukku. Kalau untukku ya kamu ya mati. H. Kalau kamu yang ada, gua enggak ada. Makanya asumu li wa azibi. Imsaklah kamu, tahan pengakuan keberadaan wujudmu. Maka di situlah ada la hayyun, la ilmun, la samiun, la basyirun, la qodirun. Itu namanya sa saum. Saum itu mena menahan. Nah, kalau sudah begitu jadilah kita fa inni qorib haji. Jadi haji itu sebetulnya mengenal kenapa ada bahasa wukuf kan walaupun masih bolak-balik ke Makkah kalau enggak wukuf haji enggak? Enggak haji. Walaupun masjid sudah berada di situ 7 tahun sudah ngilu ikut umrah niat haji niat sudah niat haji niat umrah sudah ikut tawaf berkali-kali waktu hari Arafah enggak ada haji enggak? Ah. Nah, sebetulnya Arafah itu bisa di sini. Arafah bisa di sini. Nah, iya kan tadi mengenal diri. Iya, iya, iya. Haji itu. Maka kenapa perintah haji itu enggak ada? Ya ayyuhalladzina amanu, ya ayyuhalladzina aslamu, enggak ada. Wain finas. Artinya kalau manggilnya manusia berarti seluruh manusia harus haji. Enggak harus. Harus. Harus. Karena Allah manggilnya manu manusia. Heeh. Harus ke eh maksudnya haji itu harus semua manusia tapiak harus harus ke sana. Waadin finnas. Jadi kalau seandainya haji itu harus ke sana sementara Allah manggilnya manusia. Orang Cina boleh enggak ke sana? Boleh. Orang Kristen boleh enggak ke sana? Boleh. Kan enggak boleh sekarang kan? Iya. Iya. I lah. Iya. Enggak boleh. Sementara Allahnya nyuruh manu walillahi alan nas. Tiga ayat perintah haji itu pada seluruh manusia. Karena intinya mengenal diri itu wajib kepada setiap manu, karena setiap manusia adalah hanyalah batinnya nur Muhammad, zahirnya juga nur Muhammad. Tapi sebentar, H sekarang kan ada larangan bagi nonmuslim tidak boleh masuk ke Makkah dan Madinah. Iya. Tidak boleh haji ya. Nah, iya tapi faktanya sekarang Mas Roji sekarang sudah mulai yang nguasai hotel cek coba siapa pemilik hotel-hotel di Jedah itu. Austral, Inggris. Amerika ya. Tiga sahabat mereka itu. Sahabat si Saud. Iya. Siapa kontraktornya? Dari Israel sekarang itu. Sekarang itu enggak ada yang kayak begitu. Iya. Sekarang kalau misalnya dikomparasikan secara jujur ya, Bah ya. Heeh. Ee karena kita sudah paham hakikat haji secara substansi kita perlu e enggak ada lagi anak SD yang bunuh diri gara-gara enggak bisa beli ATK. Betul. Atau tadi kata Masjid tadi ngejual sawah, ngejual tanah, pulang dari haji bengong aja sawahnya enggak ada. Ada semua ituak fakta. Dan inilah penipuan besar-besaran. Itulah gara-gara enggak disembelih Albaqarah. Akhirnya sapinya diperah. Iya. I sapinya diperah ngeluarin real. Akhirnya kan surplus triliunan mereka. Nah, ya tadi ya mainnya sama aja yang ke sana surplus, yang menteri agamanya surplus, departemen agamanya surplus. Jadi inilah aduh kata Abah sampai Abah kemarin ada kiai-kiai ke sini. Abah satu siap ngejamin tanggung jawab di hadapan Allah. Biar kewajiban haji kamu kalau kamu memang sudah istitaah punya duit bagikan pada tetanggamu, saudaramu. Wah itu kamu niatkan untuk haji. Karena saya menemukan Mas kisah delapan orang haji mabrur. Enggak ada yang pergi ke sana loh. Iya iya iya iya iya. Kita harus mengerti. Bahkan Nabi menyindir, "Arihlah litijarah lis'ah." Sekarang ini jalan-jalan kok sampai selfie baru nyampai. Alhamdulillah. Hanya untuk apa? Cenderung gaya hidup lah. Kata saya ke HW sekali-kali atuh [tertawa] semua. Belum lagi ee perilaku behavior orang Arab ya. Ketika kemudian yang berangkat haji itu dia sendirian, wanita ya itu sering di apa tuh namanya? Dimanfaatkan oleh kayak-kayak gitu. Dan itu banyak teman-teman yang ngaku gitu. Wah, saya kenal dengan dulu Abah itu pembimbing haji dan saya kenal dengan orang-orang yang menyebutnya KBIH itu. Itu memeras jemaah itu. Ada uang kewajiban tambah R juta kalau enggak salah. Belum lagi harus beli ihram dari dia, beli ini, beli itu, oleh-oleh dari dia. Diperas habis-habisan itu. Bahkan sekarang karena saking enggak pahamnya orang kita pada haji, masuk pada haji puroda dikerjain lagi. Teman saya sampai stres ngeluarin 2 miliar untuk haji. Begitu datang ke tempat saya, saya jelaskan tentang haji. Waduh, kamu itu kalau itu 2 miliar dibagi bangun pondok disumbangkan kepada pantusan yayasan yatim piatu mengangkat harta derajat manusia 2 miliar untuk purodamu itu sampai sekarang agak stres lah nyesalnya dia. H tadi bayangkan satu orang 500 juta, dia berempat 2 miliar dan sudah 2 miliar hampir ketangkap lagi. Nah, tadi semua inilah sekarang ini. Bahkan saya melihat bahwa ini sekarang sudah dagangan dari dari Arab Saudi sendiri. Maka haji dibatasi supaya mereka ada bahasa umrah ajalah kuuluan. H ini udah sebetulnya tur religi yang dipaksa sehingga sehari ini masih nak sirang cek dengan 100.000 orang rata-rata umrah itu karena mereka batasi haji. Haji 20 tahun, 30 tahun duitnya ngendon tapi tetap aja kurang waktu nanti pelunasan masih kurang juga. Ah, inilah kata saya sih. Demi Allah, Abah saya tuh siap ngejamin kalau perlu siapapun kalian yang mau pergi haji dosanya kasih ke Abah semua. Kalau itu dosa kamu ninggalkan haji yang kamu pergi ke sana itu. Tapi coba kamu niatkan keluarkan uang itu membantu saudaramu. Tetangga. Tapi diniatkan haji untuk dirimu. Karena haji itu tentang wakaf. Wuku. Kenali dirimu. Maka Abah itu suka hukum QBI di sini. Abah suka bikin haji hakikat di sini, Mas Hendra. Oh iya. T saya bilang ke jemaah saya, "Saya jamin daripada 1000 kali kau ke sana ini lebih baik duduk di sini. Kau ngambil miqat di sini, duduk di sini, sai di sini, diam dalam pikiranmu. Itu dijelaskan dari kitab Sirul Asrar Syekh Abdul Qadir tentang haji haki hakikat. Karena kalau haji pakai syariat enggak ada istilah rukun itu ada bahasa oh sahadat itu wajib, salat itu wajib, begitu zakat, oh tidak. Oh, enggak bisa. Namanya juga rukun. Oh, puasa wajib. Dan orang miskin juga apalagi orang orang miskin ya jelas enggak punya makanan ya puasa aja bisa haji? Oh, enggak bisa saya kan. Oh, makanya akhirnya dipelintirlah mana istitaah manistataah ilahiabillah itu tadi semua ini yang tanya hakikat-hakikat mencium hajar aswad sama tahalul. [tertawa] Hajar aswad itu yang mana sebetulnya? Kenapa kita ini tawaf berputar ke ki? Setiap kita kelahiran kita itu mengenang melewati mulut rahim ibu kita sen sendiri. Ibu kita as. Makanya kenapa sebenarnya yang disebutkan makam Ibrahim itu di mana? Kan seolah-olah Ibrahim itu Baitullah itu dijad kita Mas Hendra. Makanya di di Ka'bah itu ada azam di mana ada. Maka Abah ajarkan kan bagaimana cara STS itu bicara lidah rapatkan gigi pada multajab hatimu di sini tadi semua kamu bisa tawaf kok di situ setiap hari enggak usah pakai duit lagi [tertawa] semua ya itulah kenapa rukun artinya kalau rukun apa rukun nikah hanya satu rukun enggak ada katanya kasar Sah. Iya. Iya, Pak. Rukun Jumat satu rukun enggak ini enggak sah rukun masa ada rukun bisa ditawar. Oh, enggak ada duit, enggak bisa zakat. Padahal selalu di sebalik yang syariat itu ada yang haki hakikat dan hakikat itu murah. H. Tapi kalau seandainya bisa ya syariatnya dong dari semua. Haji juga ya begitu ya. anggap aja napak tilas lah [tertawa] gitu kan tadi. Tapi yang sudah punya kela pangan semua enggak apa-apalah sebagai tur religi napak tilas semua ya tapi hakikat hajinya bisa kita raih di manaun sebetulnya karena wukuf itu dari kata wakaqfah apa waqofah itu maknanya masj kan santri santri itu santrinya Asrori itu wakaf itu apa sih? Wakaqfah bagus [tertawa] ya. Wakaqfah itu kan waqafah itu merenungkan haji itu. Makanya kenapa sebetulnya ini sekarangah kaprah di Arafah apa ada apa namanya kayak jumatan begitu. Diam wukuf itu diam tekuk lidah diam kan. Wukuf itu dari wakaqfah itu merenungkan siapa sejatinya diri ini. Maka setelah haji baru perintah Allah. manikakumullahaikum abakum. Ketika engkau telah selesai melaksanakan haji, ingatlah pada Allah sebagaimana kamu ingat pada bapakmu. [tertawa] Nah, begitulah. Ingat pada Allah seumpama kamu ingat pada bapak bapakmu semua. Maka haji itu adalah tentang mengenali diri. Sebetulnya siapapun yang kenal diri dia haji. Makanya perintahnya manusia tadi semua ya. Ini kan setiap tahun kan kita memperingati ya memperingati yang namanya Isra Mikraj. Hakikat dari Isra Mikraj itu apa? Heeh. Yang Rasul katanya naik burok itu barangkali ya. H naik burok kayak kayak awan kinton gitu ya. Nah, ini kan yang sebetulnya nanti akan kita bahas di alam kesadaran mikraj tadi. Oke. Mikraj kesadaran tuh ya nanti di Jakarta, Teman-teman. Di Jakarta kita akan bahas. Oke. Oke. Heeh. Karena istilah umumnya saja isra itu dan Mikraj. Isra itu karena kita punya tubuh karena ada Muhammad. Mikraj karena adanya Allah. Isra itu adalah syariat. Mikraj itu haki hakikat. Isra itu perjalanan zir, mikraj itu perjalanan batin. Itu saja sebetulnya. Dan itu bisa dilakukan hanya dengan menekuk lidah, rapatkan gigi, mematikan si isra. Kenapa isra bukan saro? Kan isra artinya walaupun tubuh bukan kita yang berjalan. Makanya subhanalladzi asro. Asro itu bukan berjalan sendiri, tapi dija dijalankan. Bagaimana cara dijalankan? Tekuk lidah. Matikan kamu biar dia yang ada. Kenapa sih kok selalu tekuk lidah, Pah? Karena semua ulama berkata dan Allah pun dalam hadis qudsi sudah berfirman, "Innakum lantarbakum hatta tamutu." Kamu tidak akan bisa melihat Tuhan kamu kecuali kamu ma mati. Kenapa selalu lailatul qadar? Qadar. Nah, itu tuh mau puasa soalnya tuh. Termasuk Nabi juga berkata, "Subhanalladzi asro bihabdihi lailan." Lailan. Karena selalu lailan. Lailatul qadar. Lailan. Lail itu tandanya apa? Ma mati. Dan orang mati itu makna sebetulnya berhentinya napas karena ditekuknya lidah ke atas. Saya sudah biasa menuntun orang sakaratul maut. Dia g sebetulnya napas terakhir itu ditutup oleh lidahnya sendiri. Maka kalau begitu kita cara almutu qobla antam mutu adalah dengan menekuk lidah. Sekarang ditemukan oleh ahli syarat. Ternyata ada syarat venom di sini. Pada saat lidah kita menekuk langit-langit mulut kita sambil menahan nafas. Kan kata Imam Ghazali, Lailatul Qadar itu terjadi pada saat angin berhenti berhembus, pada saat laut tidak berombak. Itu juga istilah Nabi kek, istilah Allah kek. Kita tu harus mengerti. Coba apa hubungannya coba lailatul qadar dengan enggak ada angin di luar. H karena Nabi sudah berikan patokan segala yang berkaitannya dengan hakikat harus selalu kepada di diri. Man thaba maula bigori nafsihiq dolam baid. Siapa yang mencari apapun keluar dari makanya pada saat ulama mengatakan bahkan Nabi juga menyampaikan bahwa sesungguhnya lailatul qadar itu cirinya tidak ada angin ombak diam. Bumi sunyi. Maksudnya bukan bumi yang di luar dirimu itu. Tekuk lidahmu, rapatkan gigimu. Berhentilah bernafas. Karena pada saat kita berhenti bernapas, darah juga berhenti mengalir. Artinya tubuh kita sedang mati. Pada saat kita mati, di situlah kita bangun. Sebetulnya itu. Dan kalau itu terus dilatih, Mas Sendra, kesadaran akan meningkat. pada saat kemudian kita menekuk lidah itu kan sebenarnya juga sangat membantu untuk kemudian kita benar-benar hadir di sini saat ini mindfulness gitu itu sangat membantu loh kalau saya saya sendiri gitu tapi paling enggak Abah bisa memberikan penjelasan yang sangat masuk akal dan itu menjadi pertanyaan banyak orang khususnya teman-teman thao iya karena selalu disuruh tekuk lidah ke atas tekuk lidah iya pada saat tekuk lidah itu pun saya enggak ngerti kenapa saya bisa hafal Quran jangan-jangan juga karena sering mematikan diri karena amali abah itu selalu di waktu pagi tadi adalah di perut, di dada, di kepala semuanya itu nampak. Bahkan jangan aneh nanti kalau kita biasa melakukan sekarang jemaah Abah sudah banyak menyaksikan itu dari berbagai daerah melaporkan. Pak, saya melihat tetangga kamu saya bilang usah ngomong. Dan saya percaya dia ustazah tua lagi, Mbah. Kemarin tetangga saya mati, saya lihat kayak wa babi wajahnya. Karena nampak nanti Mas Hendra itulah kan sering melatih kesadaran. Kan tadi sebetulnya takhalli, tahalli, tajal. Pada saat kita sering mematikan tadi kesadaran akan naik, sering mematikan jasad. Maka tadi sebetulnya sesederhana itu Mas Hendra. Maka kata saya merubah nasib itu semudah bernapas. Maka pantas karena di dalam hikam minasin ternyata setiap napas yang kau tarik ada takdir yang kau buat. Maka pada saat kau berdiri bernapas sebetulnya engkau sedang rojiun pada Allah. Yang ada hanya dia. Maka tadi bicara dengan dia la sautun la harfin dengan menekuk lidah, merapatkan gigi, enggak usah ngomong apa-apa. Maka kenapa kata saya enggak ada nabi? Jadi nabi di masjid enggak ada wali yang jadi wali di masjid kebanyakan di gua, di hutan, di gunung, di pinggir sungai. Apa semed semedih? Kenapa semedinya begini? Karena menyatukan 10 jari kita ini kan ini kita ini kan sedulur papat lima pancer papat lima pancer Jibril Mikail Israfil Izrail karima Allah di dada sama Ibrahim Nuh Musa, Isa, Muhammad H Abu Bakar Umar Utsman, Ali Muhammad sama saja. Maka di sinilah semuanya, maka seluruh agama di dunia ini selalu menghormati di sini. Karena di sinilah ada lima tadi semua. Karena alif Allah juga alif lam lam ha tasjidnya li lima. Mim ha mim dal muhammad tasjidnya lima. Tadi maka di sinilah lima jari kita lima. Jari kita lima ini juga adalah merah. Dalimah. Qul huwallahu ahad. Allahus somad. Lam yalid walam yulad walam yakun lahu kufuwan ahad. Di dada. Maka tadi tekuk lidah, rapatkan gigi pada titik yang sama. Setelah kita leburkan dari aku empat menuju aku tiga, aku tiga menuju aku dua. Matikan diri pada dada sini. Tarik nafas. Bacalah qulhu sekali nafas pada rumahnya di situ pada titik yang sama. Tak tak tak tak. Hul bray dari semuanya itulah luar biasa. H sebetulnya. Oke. Iya. Terakhir ya. Terakhir ya. Karena kita harus balik. Saya juga Abah juga capek. Iya. Iya. [tertawa] Teman-teman yang pengin yang pengin yang pengin detail nanti silakan datang tanggal 28 Maret di Jakarta terakhir. Bah. Eh 28 Maret itu ee udah Ramadan kan? Sudahud sudah selesai itu halal bihalal itu ee berapa lama setelah itu ee Ramadan minggu 1 minggu karena Abah ada rencana ke Brunei loh. Oke. Heeh. Aman kan? Tapi hah tanggal 28 ya? Iya 28. Coba nanti jangan jangan ke Brunei dulu lah bah. [tertawa] Bah siap tentang ars. Heeh. Terakhir. Heeh. Allah katanya berada di singa sana di atas ars. Itu maksudnya gimana? Ya, kalau aras bicara aras kan sebetulnya Allah bicara aras itu banyak makna kata Abah. Heeh. Nah, Abah harus pegang kitab kalau baca aras itu. Karena ada aras ee secara pengertian umum dari semua. Allah istawa di aras. Oke. Tapi Allah juga mengatakan arasku di atas air. Air. Nah, tadi makanya segala penciptaan di dunia ini melalui media air. Air. Dan air itu masendra H2O. H2O air. Maka aras juga tidak salah. Ozon O3. Karena H2O itu tiga un, dua hidrogen, satu oksigen. Sementara ozon juga O3. Tidak salah juga Allah mengatakan aras itu payung yang menjaga. Tapi dalam diri kita pun ada arasy. Maka di dalam diri kita ada hakikat yang disebut kiswah unsuriah Nur Muhammad. Di setiap lapisan itu juga aras. Ada ruh pada disebut ee ruh Alqudsi adalah untuk kiswah unsuriah aras kita untuk menjaga hancur berhadapan dengan Allah di alamul lahut. Ada kiswah unsuriah di alamul jabarut ada disebut ruh sultani. Itu hakikat Nur Muhammad di alam jabar jabarut itu pun arasy kan setiap tempat itu ada arasnya. Iya iya iya tadi semua. Maka kita pun aras di atas air. Karena semuanya itu dari air sperma dari wadi, madi, mani, manika semua aras itu juga. Jadi aras itu luas arrahmanu al arasistawa. Iya, aras. Oke. Oke. Iya. Jadi luas maknanya kalau bicara arasah kapan-kapan kita kupas lebih detail lagi. Lebih detail ya. Abah siapkan kitabnya. Yes. Dan teman-teman nanti ee Ngaji Roso akan fasilitasi ya kita pengin temu bareng halal bihalal gitu ya setelah ee hari Idul Fitri sama Pak Kojim juga kita akan bahas tentang Sidi Jenar makrifat kasunyatan. Kebetulan Abah itu cukup mengidolakan Pak Kojim juga senang dengan Pak Kojim ya. Jadi kita ketemu di Jakarta. Abah terima kasih banyak ya atas waktunya. Sama Mas sehat terus Mbah. Sehat terus Bah. Makasih. Sehat semua ya Masj ya. Sehat semua. Iya, ya. Oke, ada teman-teman. Eh, dipastikan loh itu loh. Hah? Jangan ditinggal di Brunei.