Transcription
Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta'ala, kita lanjutkan pembahasan tentang tarif Umar Bin Khattab radhiyallahu ta'ala Anhu.
Di antara kegiatan pertama kali yang dilakukan oleh Umar Bin Khattab radhiyallahu Anhu setelah beliau menjadi khalifah adalah beliau melengserkan sang jagoan, sang pahlawan yang punya jasa begitu banyak. Peperangan yang berturut-turut dimenangkan selalu di Persia, kemudian terakhir perang Yarmuk, perang negeri Syam yang dia ikuti. Pertama kali berhasil menang di tangan, namun di antara kebijakan Umar Bin Khattab radhiyallahu Anhu, beliau gantikan dengan Abu Ubaidah Bil Jarrah radhiyallahu ta'ala Anhu.
Tentunya, Abu Ubaidah dari sisi Islam lebih mulia daripada Khalid Bin Walid. Dia termasuk salah satu dari 10 orang yang dijamin masuk surga, di antaranya Abu Ubaidah Ibnu Jarrah radhiyallahu ta'ala Anhu. Namun, orang-orang sudah tahu tentang kehebatan Khalid bin Walid. Abu Bakar sebelumnya telah menggunakan Khalid bin Walid dalam berbagai peperangan. Bahkan, Abu Bakar pernah berkata, "Aku akan menakut-nakuti orang-orang Romawi."
Tapi, kalau tidak salah perkataan saya, "Aku akan memalingkan mereka dari takut kepada setan, takut kepada siapa?" Karena begitu hebatnya dia, yang berkata, "Wanita tidak mampu lagi melahirkan seorang jagoan seperti dia." Namun demikianlah kebijakan Umar Bin Khattab radhiyallahu ta'ala Anhu melengserkan Khalid, kemudian menjadikan Khalid riwayat hanyalah sebagai salah seorang pemimpin bawahan. Pemimpin utama seluruh pasukan, panglimanya adalah Abu Ubaidah Ibnu Jarrah radhiyallahu ta'ala Anhu.
Ini kejadian di zaman tersebut, dan ketika ada keputusan tersebut, tidak ada pembangkangan. Prajurit tidak membangkang kepada Abu Ubaidah. Khalid pun tidak membangkang kepada Abu Ubaidah. Khalid bin Walid patuh kepada Abu Ubaidah, menjadi anak buah Abu Ubaidah. Dan itulah ciri-ciri pejuang yang ikhlas karena Allah subhanahu wa ta'ala.
Sebagaimana dalam satu hadis, seorang Toba beruntung, seorang yang memegang tali kuda. Allah subhanahu wa ta'ala belakang bukan sebagai panglima, bukan sebagai komandan. Dia tidak ada masalah kalau dia ternyata ditugaskan sebagai tidak ikut perang, hanya menjaga saja. Tidak ada masalah bagi dia, tidak harus tenar, tidak harus terkenal. Bagi dia, yang penting dia bisa berjuang untuk Islam.
Dari panglima utama menjadi komandan biasa, maka tidak ada heboh, tidak ada kegaduhan. Kesedihan mungkin ada, tetapi tidak ada kegaduhan, tidak ada pembangkangan. Dan dia tahu siapa Umar Bin Khattab radhiyallahu Anhu. Tidak mungkin sembarang memberi keputusan.
Namun belakangan, banyak orang mulai memberi analisa tentang sikap Umar radhiyallahu Anhu. Di antara keputusan pertama yang beliau lakukan setelah menjadi khalifah Amirul Mukminin adalah melengserkan Khalid bin Walid. Ada yang mengatakan bahwasanya ini adalah persaingan antara orang yang semisal. Mereka mengatakan Umar hasad kepada Khalid bin Walid. Ada yang mengatakan Umar dan Khalid karena permusuhan dahulu, bahkan sebelum Islam sudah ada permusuhan, kemudian bergejolak kembali permusuhan tersebut.
Dan demikianlah orang menduga-duga. Namun yang benar tidak demikian. Ketika Umar Bin Khattab radhiyallahu Anhu, beliau tetap menjaga kemuliaan Khalid bin Walid agar orang tidak menyangka dengan persangkaan yang salah. Maka beliau menulis pengumuman ke seluruh kota-kota yang di bawah naungan Negara Islam. Bahwasanya Khalid dilengserkan, bukan karena pengkhianatan, bukan karena kemarahan, bukan karena kesalahan.
Tetapi dia jelaskan, "Saya khawatir orang-orang terfitnah dengan Khalid." Terfitnah dengan Khalid. Beliau berkata, "Vokasi itu fitnah. Aku khawatir orang-orang akan bertawakal kepada Khalid. Kalau ada perang, ada Khalid pasti menang. Ada Khalid pasti apa? Menang. Sehingga khawatir tauhid mereka terganggu."
Ya, ini yang aku khawatirkan. Dan agar orang-orang tahu bahwasanya kemenangan bukan dari Khalid, tapi kemenangan dari siapa? Itu meskipun Khalid tidak jadi pasukan tersebut, tapi tetap dimenangkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Agar orang tidak terfitnah dengan mereka, tidak terpaparkan dengan fitnah.
Di sini, bagaimana Umar Bin Khattab radhiyallahu ta'ala Anhu benar-benar menjaga sisi tauhid agar masyarakat tidak mudah terjerumus dalam salah tawakal. Meskipun ini bukan kesyirikan yang zahir, tapi khawatir. Ya, dan Umar lebih tahu tentang Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Bagaimana Nabi shallallahu alaihi wasallam melarang hal-hal yang bisa membuat tawakal seseorang bisa berubah.
Dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, kalau sudah masalah tauhid, Rasulullah apa? Serius. Bukan karena makanya masalah tawakal bukan masalah sepele. Khawatir orang-orang bersandar kepada Khalid, pasti menang. Ada Khalid, pasti menang. Maka Umar menjaga ini. Maka dia yang disiarkan Khalid dan tetap Khalid menjadi komandan, tapi bukan panglima utama.
Dan ketika Khalid bertanya kepada Umar, "Kenapa dia dilengserkan?" Maka Umar berkata menjawab, "Inna Nasa, orang-orang terfitnah." Tidak semua sahabat banyak yang baru masuk Islam. Masukkan puluhan ribu, banyak baru masuk Islam. Mereka mungkin tidak kuat, ya mudah terfitnah.
"Inna nasafuti nubika." Sesungguhnya orang-orang telah terfitnah. Dan kaum fitnah, orang-orang nomor jelas kan tidak ada yang disembunyikan bahwa ini perkara yang terkait dengan masalah tauhid. Ikhwan, begitu perhatian terhadap tauhid. Di antaranya, beliaulah yang ketika mencium Hajar Aswad, kemudian beliau berkata dengan lantang.
Beliau berkata, "Ini tidak pernah dilakukan oleh sahabat-sahabat yang lain." Umar berkata ini sebagai Amirul Mukminin. Semua perhatian tentang haji, beliau mencium Hajar Aswad, kemudian beliau berkata dengan suara yang lantang, "Ini tidak bisa beri mudharat dan tidak bisa beri apa manfaat. Kalau saya tidak melihat Nabi cium, kamu, saya tidak bakalan cium. Apa cium kamu untuk apa?"
Umar khawatir orang terfitnah. Banyak baru masuk Islam, banyak orang-orang baru meninggalkan peribadatan terhadap berhala. Khawatir punya keyakinan-keyakinan terhadap batu. Dan itu perhatian umat. Sehingga Umar melantangkan suaranya. Orang tahu Hajar Aswad ini tidak bisa apa-apa. Kita menciumnya karena sunnah, bukan ada aliran energi atau apa yang kemudian masuknya itu.
Hajar Aswad, batu terbaik di dunia ini. Ya, itu saja tidak bisa beri manfaat, tidak bisa beri mudharat, apalagi batu akik. Jadi ini perhatian Umar.
Di antara yang diriwayatkan tentang perhatian Umar terhadap tauhid adalah Umar Bin Khattab radhiyallahu Anhu pernah menyuruh untuk menebang pohon yang disangka adalah pohon Ridwan. Di mana dijelaskan dalam iktidal surat al-mustaqim. Beliau berkata, "Amara Umar, rahim Umar pernah memerintahkan untuk menebang pohon yang disangka oleh masyarakat bahwa situ pohon Ridwan yang para sahabat membayar Nabi di bawah pohon tersebut."
Yang Allah sebutkan dalam Alquran, yang membaiat engkau di bawah sebuah pohon. Bagaimana ketulusan hati mereka. Pohon ini hilang dari tempatnya, hilang entah kena banjir atau kena longsor. Tapi di zaman Umar ada sebuah pohon pisang. Orang-orang itu pohon apa? Pohon baik atau Ridwan.
Maka Umar khawatir manusia terfitnah dengan pohon tersebut. Mulai orang-orang salat di situ, mulai orang cari barokah di situ. Wong sahabat saja yang banyak di situ tidak gitu. Sahabat saja yang membaiat Nabi di bawah pohon tersebut tidak begitu. Ini muncul orang belakangan yang kemudian di tempat sejarah.
Bukan sekedar tempat sejarah, ternyata mulai cari berkah, mulai salat di situ, meyakini salat itu ibadah yang agung. Maka Umar untuk menjaga keutuhan tauhid, tebang saja pohon tersebut.
Ya, kata Syekh Islam, ketika Umar melihat orang-orang pada sengaja ke situ, kemudian salat di tempat tersebut seakan-akan mereka semangat seperti salat di Masjidil Haram atau di Masjid Nabawi. Itu pohon, kalau ada di Bekasi, lahan parkir penjualan. Siapa yang lebih paham tauhid, kita atau Umar Bin Khattab?
Umar, kisah ini diriwayatkan dalam beberapa literatur dan disahihkan oleh Syekh Albani rahimahullahu ta'ala dalam beberapa tabiin. Meskipun mursal, tetapi saling menguatkan. Ibnu Umar kemudian juga diriwayatkan dari tabiin yang lainnya. Sehingga ashar ini disahihkan oleh Syekh Albani rahimahullah. Tabiin atau tiga ulama ini kemudian riwayat mereka saling menguatkan.
Sehingga riwayat tentang Umar menyuruh untuk menebang pohon tersebut yang disangka sebagai pohon adalah akar yang shahih. Ini menunjukkan perhatian umat terhadap tauhid. Maka bagi kita wajar Umar melengserkan Khalid bin Walid karena fitnah terjadi.
Umar melihat Umar ingin menutup celah-celah kesyirikan. Di antara yang dilakukan oleh Umar Bin Khattab radhiyallahu Anhu adalah tentang ketika para sahabat menaklukkan kota Tustar. Itu daerah-daerah Persia dulu ditaklukan. Maka mereka mendapati seorang nabi atau seorang saleh yang kemudian sudah ratusan tahun tubuhnya masih dalam kondisi utuh.
Kemudian di sisinya ada lembaran-lembaran, bisa jadi itu kitab suci atau lembaran-lembaran berisi kata-kata bijak. Ya, maka Umar takut orang-orang terfitnah dengan orang ini. Orang-orang menyebutnya sebagai Nabi Daniel.
Maka ketika para sahabat mendapati orang ini, orang soleh ini, maka mereka melaporkan kepada Umar Bin Khattab di sekitar tahun 17 Hijriyah. 13 kuburan tempat yang terpisah-pisah. Kemudian malam hari, kuburkan, ratakan semua biar tidak ada yang tahu di mana kuburannya nabi.
Dan tujuannya apa? Agar orang tidak terfitnah. Nanti orang-orang kemudian di antara kisah Nabi Daniel. Saya bacakan di sini, diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunia dengan sanad yang Hasan, sebagai Ibnu Katsir dalam melihat di tangan Abu Burdah khataman.
Ada sebuah cincin, kemudian di cincin tersebut nafsu fase dalam apa namanya mata cincin tersebut ada pahatan seperti dua ekor singa yang sedang di antara dua ekor singa tersebut ada seorang yang sedang dijilati oleh dua ekor singa tersebut. Maka menjelaskan kabur dan menjelaskan saleh tersebut yang sudah meninggal.
Penduduk negeri Tustar menganggap dia adalah Nabi Daniel. Diambil oleh Abu Musa Al Asy'ari, bapaknya radhiyallahu Anhu, sahabat ketika menguburkan Daniel ini. Ketika mendapat cincin tersebut, "Engkau ada gambar seperti itu." Maka Abu Musa Al Asy'ari bertanya, "Kenapa ada cincin seperti ini? Apa cerita ada ceritanya gambar dua singa kemudian sedang menjilat seorang lelaki?"
Maka ulama di tempat tersebut atau orang-orang alim di tempat itu berkata oleh mereka, "Tentunya raja di zaman Nabi Daniel yang hidup dalam kekuasaannya didatangi oleh para dukun dan orang-orang yang aku punya ilmu. Mereka berkata bahwasanya malam ini akan lahir seorang anak yang akan menghancurkan kerajaanmu."
Seorang anak yang menghancurkan kerajaanmu. Maka raja tersebut berkata, "Wallahi akan buruh malam tersebut." Hanya saja orang-orang mengambil Daniel yang lahir, kemudian mereka lemparkan ke kumpulan singa. Dilemparkan mungkin supaya dimakan.
Orang-orang yang memiliki ilmu di negeri tersebut berkata, "Ya." Maka ternyata di situ ada singa, jantan maupun betina, yang kemudian ini tidak melukai Daniel sama sekali. Maka ibunya pun datang, kemudian mendapati kedua singa tersebut sedang menjilati Daniel.
Maka Allah pun menyelamatkan Daniel sampai kemudian dia menjadi seorang nabi. Maka akhirnya Daniel membuat cincin tersebut tentang dua surat, tentang gambar dua ekor singa yang sedang menjilatinya agar dia tidak lupa nikmat Allah yang telah menyelamatkannya. Bahwasanya saya dulu ceritanya begitu. Ibunya yang tahu mungkin cerita sama dia.
Maka dia untuk mengenang tersebut, dia taruh di cincinnya. Ini kisah Nabi Daniel. Intinya sekedar sebagian kita ada kisah-kisah yang lain. Tapi intinya lihat bagaimana usaha Umar untuk menjaga tauhid masyarakat.
Maka Umar pun memerintahkan untuk mengubur, menggali kuburan 13 kuburan di siang hari. Kemudian kata Umar Bin Khattab kepada Abu Musa, "Laporkan kepada Umar." Kata Umar, "Innahasa ini adalah nabi dari kalangan nabi."
Mengatakan sudah 300 tahun dalam kursinya. Demikian persangkaan mereka sudah 300 tahun. Sehingga Umar berkata, "Ini adalah nabi dari kalangan para nabi. Tidak akan memakan para nabi."
Maka kata Umar Bin Khattab radhiyallahu Anhu, "Ya, maka Anas yang cerita singkat." Kata Umar, "Maka tunggulah atau lihatlah teman-temanmu, wahai Abu Musa, dan kuburkanlah Nabi Daniel di suatu tempat yang tidak ada yang mengetahui tempatnya kecuali kalian berdua."
Yaitu Anas bin Malik radhiyallahu Anhu. Nabi atau orang-orang tersebut menyebutkan tentang perkataan Nabi Daniel alaihissalam, Muhammad Rasulullah. Dia berkata, "Setan, ya, sesungguhnya engkau akan menarik panahmu dengan tarikan yang kuat, wahai Muhammad, dan panahmu akan puas dengan sepuas-puasnya."
Artinya akan terjadi peperangan dimenangkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Itu kebiasaan Umar Bin Khattab radhiyallahu Anhu. Dan kita tidak heran bagaimana perhatian beliau terhadap tauhid ingin menjaga masyarakat agar tidak terjerumus dalam kesyirikan.
Baik, ketika orang mulai menganalisa tadi dengan analisa yang keliru, maka kita bilang tidak bisa analisa kecuali dengan yang dalil yang benar. Dan katanya, mudah di zaman tersebut ketika kejadian tersebut tidak ada masalah. Khalid tidak membangkang. Anak buah Khalid juga tidak membangkang. Tidak bikin grup sendiri. Enggak. Dia kemudian nurut dan kemudian menjadi anak buah Abu Ubaidah.
Dan yang paling disukai Khalid bin Walid adalah berjihad. Tidak peduli menjadi panglima atau anak buah, yang penting dia berjihad. D jadi yang pernah berkata kepada pasukannya agar tidak takut berziarah.
Berkata, "Malaikat, tidak ada satu malam yang di malam tersebut aku dihadiahkan dengan istri yang aku mencintainya. Istri cantiknya, aku mencintainya. Itu malam yang indah. Demikian juga hari di mana aku dikabarkan dilahirkan bagiku seorang anak. Itu hari yang paling indah. Tapi saya lebih suka daripada kedua itu. Saya lebih suka malam perang yang di mana malam tersebut jadidatul jilid, malam yang sulit.
Ya, mungkin sangat dingin. Aku bersama sekelompok pasukan dari kalangan Muhajirin. Kemudian pagi harinya kami menyerang musuh. Itu yang paling aku lebih suka daripada malam pengantin, daripada dikabarkan bahwasanya aku dilahirkan untuk seorang."
Apa artinya? Khalid mengatakan, "Saya senang sekali jihad lebih daripada perempuan, lebih daripada anak. Ini berjihad."
Al Imam Ahmad meriwayatkan dari Abdul Malik perkaranya. Abdul Malik, Umar menugaskan Abu Ubaidah radhiyallahu Anhu untuk menjadi panglima di negeri Syam. Dan Umar melengserkan Abu Ubaidah menjadi panglima. Maka dia berkata kepada pasukannya, "Dia panglima."
Tapi dia umumkan, dia mengatakan, "Umar telah mengutus kepada kalian amin, yaitu terpercayanya umat ini." Dia memuji Abu Ubaidah. Tapi itu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyebut Abu Ubaidah, amin, yaitu yang kepercayaan umat ini.
Kepercayaan umat ini di depan pasukannya. Vokal Abu Ubaidah menimpali. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, "Khalid, pedang di antara pedang-pedang, sebaik-baik pemuda di sukunya."
Jadi Khalid memuji Abu Ubaidah di hadapan pasukannya, menyerahkan kepemimpinan kepada Abu Ubaidah, memuji Khalid di hadapan pasukannya juga. Di antara yang menariknya ketika Abu Ubaidah dibawakan surat, kemudian dia menjadi pengganti Khalid sebagai pemimpin. Ternyata Abu Ubaidah tidak menyerahkan surat itu, surat keputusan Umar Bin Khattab kepada Khalid, kecuali sekitar setelah 20 hari baru dia kabarkan.
Jadi dia tidak langsung, sekitar 20 hari baru dia kabarkan kepada Khalid. Baru Khalid baca. Maka Khalid, "Mengapa ini?" Suatu kehebatan dari Abu Ubaidah. Fatballah menuju Abu Ubaidah. Dia baca surat tersebut. Dia berkata, "Yaghfirullahu laka. Semoga Allah ampuni engkau, hai Abu Ubaidah. Ataukah kita, semoga Allah mengampuni engkau. Telah datang perintah dari Amirul Mukminin, itu Umar Bin Khattab. Ya, bahwasanya engkau menjadi pemimpin penggantiku. Kau tidak kabarkan kepadaku. Dan selama ini kau tetap salat di belakangku sebagai makmum."
Karena turunnya, kalau panglima menjadi apa? Imam. Kau tetap salat di bilang ganggu. Padahal kekuasaan milikmu. Tidak ingin menyampaikan kepadamu. Aku ingin orang lain kau tahu dari orang yang tidak dariku. Allah, aku tidak ingin menambah kesedihanmu sampai hilang seluruhnya.
Seluruh kesedihan sampai itu semua selesai. Semua kemudian engkau tahu. Kemudian dia mengatakan kepada aku, "Tidak ingin kekuasaan oleh Khalid. Aku tidak cari dunia."
Apa yang kau lihat? Kekuasaan sekarang akan hilang dan akan sirna. Man kita dua orang bersaudara. Kita hanya menjalankan perintah apa? Allah subhanahu wa ta'ala. Seorang menyerahkan kepemimpinan dalam dunia atau akhirat kepada temannya, sama saudara.
Banyak dan tentunya seorang pemimpin tahu bahwasanya dia lebih dekat kepada fitnah daripada saudaranya yang tidak jadi pemimpin. Dan dia lebih mudah terjerumus dalam kesalahan. Karena dan dia sangat mudah terjerumus dalam kebinasaan. Kecuali yang diselamatkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.
Akan hilang. Saya cuma menjalankan tugas kita, saudara. Kamu jadi pemimpin, enggak ada masalah. Justru yang jadi pemimpin lebih susah. Susah lebih mudah terjerumus dalam fitnah, dalam cobaan, dalam ujian, dan seterusnya.
Itulah bagaimana pembicaraan di antara Khalid dan Abu Ubaidah. Dan setelah itu, Khalid tetap semangat menjadi bawahan Abu Ubaidah. Dan nanti kita akan bacakan sebentar lagi tentang perang Fathudi. Bagaimana penaklukan Damaskus, Suriah. Di situ yang jadi pemimpin panglima siapa? Abu Ubaidah.
Kemudian komandan pasukan tengah siapa? Malas. Aku bukan cari pengakuan. Ya, enggak cari itu. Dia tahu bahwasanya Umar Bin Khattab bukan orang sembarang. Dan tidak ada dendam-dendam Khalid kepada siapa? Umar Bin Khattab radhiyallahu Anhu. Maka dia menjalankan sebagaimana seorang pejuang yang sesungguhnya.
Baik, kita akan ceritakan sekarang tentang penaklukan kota Damaskus. Ketika Abu Ubaidah yang ingin meninggalkan Yarmuk, semua kemudian dia bertekad untuk menaklukkan Damaskus. Maka datang kabar bahwasanya musuh datang, pasukan dari Hems menambah pasukan musuh.
Dan juga ada kabar bahwasanya telah berkumpul jumlah yang besar di kota Vehihal, di daerah Palestina itu bagian bawah. Ya, jadi kalau mana Google Map itu melihat di situ yang warna merah adalah balon merah.
Kemudian tujuan Abu Ubaidah ingin ke atas menaklukkan apa? Di bagian dekat, di bagian bawah. Ya, ada di situ ada pasukan Romawi. Jadi pasukan Damaskus yang dibawa juga ada pasukan apa? Di bagian bawah, atau daerah Yarmuk di bawah ada pasukan dari Romawi berkumpul di film.
Ada yang mengatakan sekitar 80.000 pasukan dari situ. Maka di daerah lihat aman, aman kelihatan enggak di atas. Dan masuk surga ada pasukan mana yang mau diserang lebih dahulu. Maka ya, beliau pun mengirim surat kepada Umar Bin Khattab radhiyallahu anhu.
Pasukan Romawi sudah kabur ke Damaskus, kemudian sudah pergi ke Antokiyah, ke arah Turkiyah, ke atas lagi. Maka pasukan Romawi berkumpul sekitar 80.000 orang ke daerah Behel, yaitu daerah yang ada di Aman atau di daerah Yordania.
Maka Abu Ubaidah pun bingung mana yang harus dimulai, Damaskus ya di situlah markasnya Romawi sekarang. Atau dia turun ke file ke bawah untuk memerangi 80.000 orang yang sudah berkumpul di situ. Maka dia pun menulis surat kepada Umar Bin Khattab radhiyallahu Anhu meminta petunjuk.
Maka datanglah jawaban dari Umar Bin Khattab radhiyallahu Anhu. Ya, kata Umar Bin Khattab radhiyallahu Anhu, "Benteng pertahanan apa? Negeri kalau ini hancur, yang lain lebih mudah. Dan itulah rumah, apa? Pusat kerajaan mereka menuju ke Damaskus. Dan jangan lupa kirim pasukan berkuda ke arah video ke bawah."
Maksudnya, kok sebagian berangkat ke sana, sebagian kirim pasukan untuk menyembuhkan mereka. Sehingga mereka tidak ikut gabung ke Damaskus. Jadi memecah belah mereka. Ini taktiknya siapa? Umar. Kau pergi ke Damaskus, tapi tetap kirim pasukan ke mana? Ke file ke bawah.
Paham? Untuk menyembuhkan mereka sehingga mereka tidak bisa tidak menyerang kalian. Kalau ternyata pasukan yang kau kirim ke Fahil berhasil menaklukan file, mengalahkan 80.000 pasukan Romawi, itu yang kami itu yang kita sukai.
Kalau ternyata Damaskus lebih dahulu ditaklukan, maka berangkatlah engkau menuju ke Allah. Ternyata Allah membuat engkau bisa menawarkan ke atas, lebih tinggi lagi ke arah Palestina. Gimana caranya? Oke, benar bisa.
Baik, ini tadi apa mau kemana? Jauh banget itu sekitar sini ya, kira-kira. Maka Abu Ubaidah bingung mau ke atas atau mau ke bawah. Kata Umar, "Kau ke atas saja, terus kirim pasukan sebagian ke mana?"
Kalau ini yang dibawa berhasil kotak lokal terlebih dahulu, maka itu yang kita harapkan. Sudah, tetapi dalam rangka apa? Supaya mereka tidak gabung ke Damaskus. Supaya pasukan ini tidak lari ke sini. Ini yang dikhawatirkan oleh Umar. Jangan sampai mereka gabung ke Damaskus.
Jadi bukan mereka, sehingga mereka tersibukan dengan pasukan berkuda ruwet. Sehingga engkau bisa fokus menaklukkan apa? Dikuasai lebih dulu. Itu sudah aman. Tapi kalau sudah masuk, taklukkan terlebih dahulu, maka habis Damaskus.
Berangkatlah menuju apa? Belum hilang, sudah hilang. Susahnya ntar. Oke, kita lanjut. Damaskus ini Yarmuk, kemudian sini. Jadi kalau ini di luar selesai. Tapi kalau dia masuk duluan, setelah itu kau pergi ke mana?
Kalau ternyata dia masuk di luar, ternyata film akhirnya ditaklukan terlebih dahulu setelah kau di sini. Maka berangkatlah engkau menuju ke mana? Ke atas lagi, lebih atas lagi.
Jadi maksudnya Umar itu berbicara dengan taktik strategi peperangan. Dari sini ke sini, dari sini ke sini, semua sudah diatur. Tidak sembarangan. Kita maunya berusaha, bukan bismillah tawakal saja. Tawakal saja, enggak. Tawakal itu perlu dengan apa? Ikhtiar.
Maka perlu segala strategi dilakukan. Maka ini menunjukkan bahwasanya kaum muslimin ketika bergerak ada musyawarah, ada pembicaraan, ada aturan. Tidak asal-asalan. Dan Allah yang Nabi yang mengatakan suatu pekerjaan, maka dia melakukan dengan cara profesional.
Dan tinggalkan kau pergi berangkat dengan Khalid. Ini menunjukkan strategi yang detail dari Umar Bin Khattab. Maka akhirnya berangkatlah pasukan menuju ke Damaskus.
Kalau bahasa Arabnya, akhirnya mereka berhasil masuk dari daerah Timur, daerah Timur dari sebelah kanan. Maka akhirnya pasukan mulai mengepung kota Damaskus. Dan ternyata kota Damaskus luar biasa bentengnya.
Ya, disebutkan dalam buku sejarah, dia dibentengi dengan pagar yang tinggi. Pagarnya itu kalau tidak salah 6 meter, kemudian lebarnya pagar atau 3 meter. 6 meter, kemudian setelah pagar itu, luarnya ada Honda, ada lubang yang panjang, kemudian diisi air.
Untuk masuk itu tidak gampang. Itu bisa masuk juga gampang. Oleh karenanya, berat bagi kaum muslimin untuk menaklukkan Damaskus. Mereka berbulan-bulan bertahan di situ, mengepung kota Damaskus.
Sampai disebutkan ada yang mengatakan 4 bulan, ada yang mengatakan 6 bulan, bahkan ada riwayat mengatakan 14 bulan. Mereka sabar. Tapi di antara strategi Abu Ubaidah dan di atas, maka strategi Abu Ubaidah.
Abu Ubaidah mengirim Abu Darda di Bursa. Jadi kalau ini, kalau ini apa namanya tidak masuk di sini, apa ya ini di sini. Dan dia bisa sewaktu-waktu ngirim apa? Pasukan tambahan, pasukan tambahan bantuan ke Damaskus.
Dikelilingi oleh dinding. Nah, di antara strategi Abu Ubaidah, Abu Ubaidah pasang di sini ada namanya daerah Bursa. Di sini teroris, di sini, di sini ada pasukan dipimpin oleh sahabat Abu Darda.
Abu Darda tujuannya apa? Tujuannya pasukan, kalau mau kirim pasukan bantuan, tidak bisa datang untuk pengepungan supaya sempurna. Namun susah, sangat sulit. Kenapa? Dikelilingi oleh benteng.
Ini benteng ada pagar di sini, pagar tinggi 6 meter, 6 meter lebar 3 meter. Kemudian setelah ini ada di sini, ada Honda. Di sini ada Honda, itu parit diisi air. Nah, bagaimana cara kaum muslim menyerang? Kaum muslimin harus di sini masuk, harus pasang tangga-tangga supaya bisa apa? Naik.
Persediaan makanan mereka lengkap di dalam. Kaum muslimin juga nunggu lama. Saya 14 bulan, tapi pasukan bersabar semuanya. Tetapi mereka sudah kesulitan. Kenapa? Kalau kaum muslimin di luar mungkin cari makanan gampang, berburu. Apa? Mereka di dalam tidak bisa keluar.
Sementara pasokan bantuan tidak bisa datang. Dari apa? Lama-lama mereka kesulitan. Sampailah suatu hari Allah mentakdirkan, ya, kejadian. Jadi dikepung, dikepung sampai datang musim dingin. Dan penduduk Damaskus mulai kesulitan. Tidak ada bantuan makanan, semakin sulit.
Dan kaum muslimin bersabar. Dan Khalid bin Walid tidak pernah tidur. Beliau selalu selama berbulan-bulan tersebut selalu mengawasi. Dan dia punya mata-mata khusus yang beliau tugaskan. Lihat yang ada kabar. Ada apa? Entah gimana caranya. Pokoknya ada mata-mata untuk mengetahui kabar-kabar di dalam benteng tersebut.
Sampai akhirnya Allah mentakdirkan, kata Ibnu Maha Besar yang Maha Tinggi mentakdirkan. Sang pemilik kemudian tersebut ada salah seorang pembesar dari penduduk Damaskus. Pembesar lahir seorang anak. Maka mereka berpesta pora. Ketika itu malam, mereka pesta pora.
Mereka begadang, mereka minum khamr. Akhirnya mereka sampai petugas-petugas yang menjaga di pagar-pagar itu juga ikut pesta. Maka langsung mata-mata Khalid mengabarkan, "Ya Khalid, begini kondisinya."
Langsung Khalid bin Walid langsung bergerak. Dan dia bergerak langsung malam itu. Ya, kemudian bawa pasukannya, khususnya kopassusnya. Apa namanya? Tangga sudah ada dari dulu. Pokoknya kapan ada kesempatan tinggal pasang.
Jadi bukan cari bikin tangga dulu. Enggak, tangga sudah ada. Jadi semua sudah persiapan. Udah tunggu aja lah 4 bulan, 5 bulan tunggu aja kapan-kapan kita naik tangga ke situ.
Tapi maksudnya sahabat-sahabat sekali. Sampai datang waktu itu Allah takdirkan Islam 4 bulan atau setelah 6 bulan. Akhirnya ketika mereka sedang mabuk, maka Khalid pun lewat Khandaq tersebut pada tersebut dengan pasukannya.
Dengan membawa supaya dia bisa itu sangat dalam, sangat dalam. Sehingga disebut dia bawa kirab, yaitu semacam pelampung. Itu tempat isi air. Jadi lambung, karena kalau gini-gini bakalan mungkin bunyi kan. Sambil membawa apa? Membawa tangga. Tangga yang panjang.
Tangga tersebut harus dari luar Khandaq sampai ke mana? Sampai di dinding. Paham ya? Kalau ditaruh di air kan tidak bisa, karena terlalu dalam sekali. Jadi pasang tangga baru kemudian naiklah anak buahnya.
Setelah itu, kemudian takbir, "Allahu akbar." Maka kemudian turun, kemudian dia bunuh para penjaga-penjaga yang ada. Kemudian buka apa namanya? Patahkan rantai, apa namanya? Pintu. Kemudian dia buka. Sudah. Akhirnya pasukan ke mesin masuk.
Kemudian ini terjadi pada bulan Rajab tahun 14 Hijriyah, yaitu sekitar setahun setelah perang. Jadi inilah maksud saya bagaimana hebatnya Khalid bin Walid dan bagaimana ketulusannya, bagaimana keikhlasannya.
Meskipun dia berposisi bukan sebagai panglima, tapi anak buah, tetap tulus, tetap tulus. Dan juga tetap berjuang. Yang penting adalah kemenangan. Dan bagaimana strategi beliau yang luar biasa, karena beliau ahli dalam peperangan.
Semuanya bekerja sama. Abu Ubaidah punya cara untuk menghentikan bantuan. Khalid punya cara. Dia punya pasukan khusus. Dan akhirnya Damaskus berhasil ditaklukan.
Ya, tapi mungkin sampai di sini saja kajian kita. Insya Allah kita lanjutkan pertemuan berikutnya tentang penaklukan Baitul Maqdis. Lebih hebat lagi penakluk Baitul Maqdis. Insya Allah pada pertemuan berikutnya.
Tapi demikian saja kajian kita. Insya Allah kita lanjutkan pada pekan depan. Mana kelebihan. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.