📱

Get Our Mobile App

Take your business learning on the go!

Download on the App StoreGet it on Google Play

Wanita & Penyakit Hati - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.

Firanda Andirja1:17:51

Transcription

Bismillahirrahmanirrahim.

Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Waalaikumsalam warahmatullahi.

Alhamdulillahi Alani wukrahu ala taufii watinani.

Asadu Alla ilahaillallah wahdahu la syarikaahuiman.

Wa asadu Anna muhammadan abduhuasulidw.

Allahumma shalli Alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani ibu-ibu yang dirahmati.

Oh Allah subhanahu wa taala, demikian juga bapak-bapak yang ikut hadir dalam kajian kita kali ini.

Pada kesempatan bahagia ini, kita akan bahas tentang wanita dan penyakit-penyakit hati yang menjangkitinya.

Ya, kita tahu bahwasanya di antara amalan teragung adalah membersihkan hati dari segala macam penyakitnya.

Oleh karenanya, Nabi Ibrahim berdoa kepada Allah, yang diabadikan dalam Al-Qur'an.

Kata Nabi Ibrahim Alaihi Salam, "W tuzini Yaum yubatun yaumanfa Maun wa Banun illa Man atallaha biqolbin Salim."

Ya Allah, jangan kau hinakan aku pada hari kiamat kelak, di mana manusia dibangkitkan.

Yaitu itu hari di mana tidak bermanfaat lagi namanya harta dan juga anak-anak tidak bisa menolong, kecuali orang yang bertemu dengan Allah qbin Salim, dengan hati yang bersih, yaitu bersih dari segala penyakitnya.

Allah juga memuji Nabi Ibrahim dalam ayat yang lain, ketika dia bertemu dengan Allah dengan hati yang bersih.

Demikian juga dalam hadis ketika Rasulullah ditanya, "Manusia mana yang paling Afdal?"

Maka Rasulullah menjawab, "Kamu milbi lisan."

Setiap orang yang hatinya dimakmum, itu disapu, yaitu hati yang disapu dan yang lisannya sangat jujur.

Sahabat berkata, "Ya Rasulullah, lisan arnahu."

Ya Rasulullah, lisan yang sangat jujur kami memahami, yaitu soduk.

Maksudnya, dia berusaha jujur, dia tidak berusaha tidak berbohong, meskipun sepatah kata pun, dia berusaha jujur dalam segala hal.

Sukul lisan kami paham, tapi wmumulb, apa yang dimaksud dengan hati yang disapu?

Maka Rasulullah mengatakan, "Yaitu in naqi."

Yaitu hati yang bersih, yang bertakwa, la Fi W wala hasad.

Hati yang tidak ada dosa padanya, tidak ada hasad, tidak ada dengki.

Rasulullah menggunakan istilah makmumulb, yaitu hati yang disapu, isyarat bahwasanya hati itu sering didatangi kotoran.

Kotoran masuk di hati melalui apa yang kita pandang, apa yang kita dengar, apa yang kita renungkan.

Sehingga kotoran tersebut masuk dalam hati, sehingga butuh untuk dibersihkan.

Karena makmum itu artinya seperti rumah.

Ya, kita rumah, kalau kita biarkan, kan masuk debu, masuk kotoran, terkadang masuk hewan.

Maka butuh dimaintenance dengan dibersihkan setiap hari agar tidak menumpuk kotoran-kotoran tersebut.

Inah perumpamaan yang indah dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam, bahwasanya hati itu rawan untuk dimasuki oleh banyak kotoran.

Maka perlu dimaintenance dengan dibersihkan setiap hari.

Maka Nabi menjelaskan, manusia terbaik adalah orang yang sering membersihkan hatinya.

Dia perhatian terhadap hatinya.

Ini adalah manusia yang terbaik, sehingga dia bersihkan segala penyakit-penyakit dalam hatinya.

Kemudian juga dalam hadis, Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan, "Inallikum W ajsadikumubikumikum."

Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kalian, kepada paras kalian, tetapi Allah lihat kepada hati kalian dan amalan kalian.

Yang pertama Allah lihat adalah hati seseorang.

Makanya kita hidup di alam ini, jangan hanya memperhatikan penampilan luar, kebersihan fisik kita di luar.

Ya, kita bersihkan, kita rapikan, pakai skin care, ya pakai apa lagi, apa miniur pidur, apa kur-kuran.

Kemudian pakailah apalah.

Ya, saya sering dengar gitu-gituan.

Ya, benar, itu bagus, ya menyenangkan bapak-bapak.

Tetapi jangan lupa hati dibersihkan.

Betapa sedikit orang yang perhatian terhadap hati.

Betapa banyak orang yang di luarnya rapi, kinclong.

Apalagi istilahnya sekarang glowing, glowing, glowing, glowing, tapi hatinya comberan.

Hatinya comberan.

Kenapa? Dia tidak perhatian terhadap hatinya.

Tentunya seorang mukmin yang baik memperhatikan dua-duanya.

Bahkan kebersihan hati lebih utama daripada kebersihan fisik.

Oleh karenanya, di antara amal saleh yang terbaik adalah berusaha membersihkan hati.

Karena tadi Rasulullah ketika ditanya, "Ayunasi Afdal manusia yang terbaik?"

Itu manusia yang suka membersihkan hatinya, seperti rumah yang selalu dia sapu setiap hari.

Ya, maka Ibnu Rajab Alhambali pernah berkata, "Afdolul amal salamatusadr Min anwailahnaullii yaahna."

Kata dia, amal yang terbaik adalah hati yang bersih dari segala penyakitnya, dari segala carut-marut dalam hati.

Seorang berusaha membersihkan hatinya, dan usaha dia membersihkan hatinya itu adalah amal saleh.

Pembahasan tentang hati ini penting bagi semua, bagi mukmin maupun mukminah, bagi laki-laki maupun wanita.

Tetapi kepada wanita tentu lebih penting lagi.

Kenapa? Karena hati wanita tidak sekokoh hati lelaki ini secara umum.

Tapi tentu ada wanita lebih tegar daripada lelaki juga banyak.

Tetapi secara umum, wanita itu baper.

Secara umum, mudah tersinggung, ya bawa perasaan, ya suka manyun.

Kenapa? Karena hatinya lemah.

Dan ini datang dalam banyak dalil.

Saya sebutkan akan hal ini, di antaranya seperti Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan tentang wanita, "Irfiq atau rifqan Bil qawarir."

Ya, ketika ada dalam safar, ada seorang yang melakukan hada, yaitu membaca syair untuk membuat unta berjalan dengan cepat.

Syairnya terlalu indah sehingga untanya bergerak dengan cepat.

Maka Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan, "Rifqan Bil qawarir."

Lembutlah terhadap alqawarir.

Qawarir jamak dari qarurah.

Qarurah itu botol-botol yang tempat isi cairan yang bening.

Sehingga yastqir alma, sehingga air cairan tersebut menetap dalam botol tersebut.

Dan kita namanya botol cepat jatuh.

Kalau jatuh, kemudian mudah retak dan mudah pecah.

Rasulullah menyamakan wanita dengan botol-botol.

Sehingga kaca juga di antaranya disebut dengan qawarir.

Ya, karena botol terbuat dari kaca.

Ya, Rasulullah menyamakan wanita dengan botol atau menyamakan wanita dengan kaca.

Kenapa? Karena mudah pecah.

Kalau sudah pecah, untuk dikembalikan menjadi seperti semula sudah sangat sulit.

Kenapa sangat mudah pecah? Karena hati mereka sangat lemah.

Lembut hati mereka sangat mudah tergores.

Ya, tidak seperti laki-laki.

Disinggung sedikit, kadang-kadang tidak tersinggung.

Dibully juga cuek aja.

Ya, wanita disinggung sedikit, disentil sedikit, mudah perasa.

Ya, mudah itu sifatrat wanita.

Maka Rasulullah mengatakan, "Lembutlah kepada wanita."

Kenapa? Mereka lebih mendahulukan perasaan mereka daripada akal mereka.

Ya, mereka mendahulukan perasaan mereka daripada akal-akal mereka.

Tentunya ini dibutuhkan dalam banyak hal, seperti ngurus anak, merawat anak, ya dan banyak.

Tapi secara umum, ee kalau wanita, kenapa mereka kuat ngurusin anak?

Karena hati mereka yang begitu sayang, begitu lembut kepada anak-anak yang laki-laki tidak bisa melakukannya.

Tapi dalam hal yang lain, hati mereka mudah tergores.

Kalau sudah tergores, susah untuk diperbaiki.

Sudah disakiti, ingat melulu.

Ya, sampai mati enggak lupa-lupa.

Maka Rasulullah sifatkan dengan wanita itu mudah retak seperti kaca.

Demikian juga dalam ayat Allah ketika menyuruh kaum mukminin tidak boleh saling mengejek, saling menghina.

Kemudian Allah khususkan para wanita dalam surat Al-Hujurat.

Kata Allah subhanahu wa taala, "Ya an orang beriman, janganlah sebagian kalian mengek, sebagaimana yang bisa jadi yang diejek lebih baik daripada yang mengejek."

Sebagian ulama mengatakan, kenapa dikhususkan penyebutan wanita?

Padahal sudah cukup disebutkan lelaki sebelumnya.

Apakah itu Allah kembalikan lagi kepada um k?

Allah janganalian danusali.

Kenapa disebutkan wanita secara spesifik setelah disebutkan kaum beriman secara umum?

Karena saling mengejek itu sering terjadi di antara wanita.

Wanita itu hatinya baper, ya mudah sakit hati, mudah mengejek, mudah iri, mudah dengki.

Betapa banyak wanita saling mengejek cuma gara-gara misalnya masalah dompet, ya masalah tas, masalah sepatu.

"Wih, dompetnya dompet jadul."

"Masya Allah, ya itu tasnya tas jadul, tas model gitu masih dibawa-bawa."

Jadi sering ngejek di antara mereka.

"Bajunya itu-itu aja."

Kalau pakai baju bagus, sombong.

Bajunya bagus-bagus, yang dibawa baju jelek, kasihan.

Bajunya jelek, bajunya bagus dibilang apa? Sombong.

Bagusnya jelek, bajunya jelek dibilang apa? Kasihan.

Jadi banyak di antara wanita bahan untuk saling mengejek di antara mereka sangat banyak.

Bisa saling mengejek gara-gara anaknya, bisa saling mengejek gara-gara tasnya, bisa gara-gara suaminya.

Cantik-cantik, suaminya jelek, terus kamu jelek-jelek, suaminya ganteng.

Gitu jadi bahan saling mengejek di antara mereka sangat baik terjadi di kalangan para wanita.

Bukannya laki-laki tidak ada, ada juga.

Ini kenapa dikhususkan? Karena lebih banyak terjadi pada wanita.

Kenapa? Karena hati mereka mudah baper, perasaan mereka eh begitu sensitif itu para wanita.

Demikian juga, makanya wanita disebutkan dalam hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dilarang untuk banyak berziarah kubur.

Kata Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam, "Melanat wanita yang sering ziarah kubur."

Kenapa wanita dilarang sering ziarah kubur?

Ini khilaf dengan para ulama.

Apakah wanita secara mutlak tidak boleh ziarah kubur ataukah yang dilarang cuma terlalu sering ziarah kubur?

Saya lebih condong pada pendapat kalau terlalu sering dilarang.

Kenapa? Terlalu sering dilarang karena wanita kalau ziarah kubur, dia tidak bisa mengontrol hatinya.

Apalagi ziarah kuburan anaknya, misalnya