📱

Get Our Mobile App

Take your business learning on the go!

Download on the App StoreGet it on Google Play

Konsultasi Syariah Akidah Tanya Jawab bersama Ust. Dr. Maulana La Eda

Dewan Syariah Wahdah Islamiyah1:24:36

Transcription

Makanya dalam sabda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, "Sebaik-baik manusia adalah pendosa yang bertobat."

Iya. Kullu bani Adam khun wir attawabun. Seluruh anak Adam pasti bersalah dan berdosa. Dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertobat. Ya, sebagaimana Adam dan Hawa ketika bersalah langsung bertobat kepada Allah Subhanahu wa taala.

Barakallah fikum.

Ya, ada lagi yang terakhir. Isti apa ini? Iya. Tiib. Dan memang ini fakta bahwasanya ee kadang kala rumah tangga itu bisa Imran, ada keluarga ya, ada keluarga Imran Alaih Salam, ada keluarga Maryam ya ee alaihissalam kemudian dan ya keluarga Nabi Yusuf Alaih Salam ya Nabi Yakub dengan Nabi Yusuf ya dan juga keluarga-keluarga yang lain ya.

Barakallahu fikum wajakumullahu khairan ya. Kalau ada pertanyaan dipersilakan mungkin satu ya atau dua.

Baik tib. Syukran atas kesempatan ee tadi di sampaikan bahwa ee kita ini atau keturunan Nabi Adam itu mengambil ya sifat-sifatnya ya. Tadi masalah Qabil dan Qabil itu kan terjadi perkelahian dan sampai terbunuh. Ya mungkin Kabil ini mengambil sifat dari ibunya karena dia tergoda tidak mau ikut dalam perintah Adam. Ya. Kemudian setelah itu apa? Karena kan terbunuh Habil. Siapa yang nikahi itu? Berarti ada yang kosong satu perempuan kan? Iya. Siapa yang menikahinya ya? Apa ada terjadi masna lagi atau gimana ya? Kemudian sifat-sifat itu kan akan turun terus sampai sekarang ini. Jadi mungkin sifat yang membangkang itu mungkin dari sifat ibu, dari sifat Hawa ya atau begitu ya, Pak Ustaz.

Ba syukran. Masyaallah. Barakallahu fik. Pertanyaannya, siapa yang menikahi saudari kembarnya Qabil? Iya. Yaitu wallahuam ya. Ya, tidak ada kisah yang spesifik terkait itu ya. Bahkan Qabil dengan Habil sendiri diperselisihkan apakah mereka anak Adam langsung atau cucu-cucunya ya. Tapi yang benar adalah anak Adam langsung ya. Karena Allah mengatakan alaiama bilhaq. Allah mengatakan putra Adam ya. Dua putra Adam alaih salam. Ya, jelas ya itu wallahuam. Tidak ada kisah ya yang mengisahkan itu ya.

Adapun terkait dengan sifat-sifat kita sebagai manusia memang turunan dari sifat Adam alaihi salam. Sifat Adam dan Hawa itu sudah menjadi turunan. Kata para ulama, kita ini berbuat salah dan lupa karena ayah kita lupa Adam alaihi salam. Ya, demikian pula Hawa. Laula Hawa lam takun unsa zaujaha. Ya, kalau seandainya Hawa tidak mengkhianati Adam dengan godaan tersebut, maka istri-istri kita akan ya tidak akan juga membangkang ya. Tapi ya itulah sifat wanita. Itulah sifat wanita. Ya. Jadi memang kita ini merupakan turunan dari turunan dari sifat Adam dan Hawa ya alaihialam. Tetapi sekali lagi bahwa walaupun kita memiliki sifat pembangkang, sifat dosa, maksiat, kesalahan, tapi kita harus mengikuti sikap mereka ketika berdosa dan bermaksiat langsung bertobat kepada Allah. Makanya dalam sabda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, "Sebaik-baik manusia adalah pendosa yang bertobat." Ya, bani Adamun. Seluruh anak Adam pasti bersalah dan berdosa. Dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertobat. Ya, sebagaimana Adam dan Hawa ketika bersalah langsung bertobat kepada Allah Subhanahu wa taala.

Barakallahu fikum. I ada lagi yang terakhir? Iya. Siapa ini? Iya. Tib.

Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Ada penjelasan tadi yang cukup menarik untuk bisa kita ee diskusikan. tadi sebutkan bahwa ee dan memang ini fakta bahwasanya ee kadang kala rumah tangga itu bisa timbul masalah kalau kemudian ee orang tua atau mertua sering ikut campur. Dan ini bukan satu dua armata, banyaklah seperti itu. Karena itu sebaiknya kalau kita ini sudah menikah itu jangan lama-lama tinggal sama mertua atau orang tua 1 minggu, 2 mingguah ya. Iya. Iya. Itu itu lama itu ustaz. Lamalah. Iya. Artinya itu akan tetap ada celah untuk orang tua atau mertua campur di situ. Nah, sebaiknya kalau kita ini sudah berumah tangga ya carilah rumah kontrakan. itu paling dekat. Kalau paling jauh pergilah merantau. Oh, itu tidak itu tidak gampang diintervensi orang tua karena kita kan jauh kan. Iya. Jadi ah itu satu. Yang kedua, sebaiknya kita selaku orang tua ketika kita sudah menikahkan anak kita ya katakan kepadanya, "Nak, Anda ini sudah dewasa. Anda sudah saya nikahkan." Bila ada persoalan Anda selesaikan sendiri, orang tua tidak ikut campur. Ini perlu ketegasan supaya ya dan kalau kita bilang begitu ya kita akan mengatakan, "Ya, saya gak boleh campur sama anak saya sama menantu saya." Karena saya sudah bilang dulu bahwa saya tidak ikut campur dengan urusan rumah tangga kalian. Ah, ini saya ini perlu untuk kita ee ini para orang tua atau ya para orang tua yang mau menikahkan dan saya pernah lakukan sama anak saya ya. Masyaallah. Masyaallah. Anda sudah dewasa, Anda sudah dinikahkan. Iya betul. Urus rumah tangganya sendiri. Saya tidak mau kami tidak akan campur dengan urusan itu. Ya, saya kira itu. Ustaz.

Masyaallah. Barakallah fik. Jazakallah khair. Memang perlu kedewasaan anak-anak kita. Mereka mereka memang mereka harus selesaikan problem sendiri ya. Kadang dalam pembinaan mahasiswa itu mahasiswa izinnya muar dulu ya itu ustaznya di depan tapi izinnya dulu mutar dulu ke orang tuanya ya orang tua. Orang tuanya yang izinkan sampai kapan bisa dewasa sudah umur 23 tahun 24 tahun izinnya harus lewat orang tua ya ya harus ada kedewasaan ya seperti itu. Seperti ya ya ustaz sampaikan memang harus ada kedewasaan. harus berani ya. Kalau sedikit-sedikit izinnya sama orang tua kapan bisa ya apa bisa menyelesaikan problem sendiri. Oleh sebab itu memang ya perlu apa namanya ee kedewasaan ya dalam berpikir ya. Dan anak-anak kita memang sejak kecil diajar untuk dewasa ya. Kita kan sering sebutkan para sahabat itu tidak dewasa, tidak berusia 15 tahun kecuali siap menikah, siap berjihad, dan siap berdakwah. Ya, itu sudah sikap mereka para sahabat ya. Kita sekarang tidak mungkin seperti itu. Mustahil ya. Tapi minimal umur 22 tahun lulus kuliahlah kita anggap lulus kuliah, siap menikah, siap berjihad, dan siap berdakwah. Ya, kita minimal seperti itu karena tidak mungkin 15 tahun ya tidak mungkin 15 tahun langsung ya untuk anak-anak zaman sekarang. Bab.

Barakallahu fikum. Jazakumullah khairan ustaz. Ya, itu memang ya dari apa namanya atas tambahannya dan memang ee anak-anak itu artinya anak-anak kita l ya sebelum ini kan mesti ada persiapan. Iya. Persiapan dari sisi kemampuan ekonomi kan dia gak bisa keluar dari orang atau mertua kalau gak ada itu dia gak bisa kontrak rumah. Iya betul betul itu harus itu. Iya. Apalagi kalau mau pergi merantau ah lebih susah lagi itu kalau gak ada persiapan dari sisi finansial. Jadi ini benar itu bahwa kita kalau menikah harus harus kayalah ya. Bukan juga kaya ya. Iya. I ya apa tapi mampulah mampu berpisah dari orang tua pada saat kita sudah berkeluarga. Karena ini banyak sekali kasus itu rumah tangga retak karena memang orang tua juga tidak mengerti ya. Akhirnya terlalu banyak ikut campur. Ya sekira begitu Ustaz.

Masyaallah. Barakallah fikum. Jazakum khair. Fad fadal. Silakan. Silakan. Gimana terakhir ya supaya ini sudah sudah menunggu oh satu ya. Baik. Ee bismillahirrahmanirrahim. Ee langsung sa Ustaz. Pertanyaan yang pertama ee terkait dengan surga ini, Ustaz. Jadi kan tadi disampaikan ee dan memang mungkin ee minta sedikit dipertegas apakah memang ada dalil secara eksplisit terkait dengan surga yang ditempati oleh Nabi Adam itu sama dengan surga yang pernah dilihat oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dan yang akan ditempati di akhirat nanti, Ustaz? Itu yang pertama. Yang kedua ada juga ee pernah mungkin ee apakah mungkin coach atau mungkin ustaz yang mencocologikan bahwa pada dasarnya kita ini adalah manusia, adalah penduduk asal surga, Ustaz. Akan tetapi dan bisa menikmati kenikmatan di dunia ini ee terkait dengan rezeki dengan mudah kita dapatkan insyaallah dan berbagai kenikmatan dunia. Tapi kenapa tidak bisa? Itu karena banyaknya dosa-dosa, Ustaz. Jadi ketika mungkin bersih dengan dari dosa, ini penjelasan Ustaz ee insyaallah akan mudah ya. Jadi menjadi istilahnya mungkin magnet rezeki seperti itu, Ustaz ya. ketika mungkin bersih dari dosa. Yang terakhir, Ustaz ee jadi ada juga statement yang mengatakan ee terkait dengan suami nih, Ustaz, bahwa ee bisa saja kita marah, akan tetapi tidak boleh suka marah-marah terutama terhadap keluarga. Karena memang disadari atau tidak pentrigger utama kita dalam ee sebagai suami ini yang mungkin memunculkan e amarah atau emosi itu memang tidak lain dan tak bukan ada istri atau anak ya. Bagaimana cara atau kiat-kiat supaya bisa lebih bersabar dan seterusnya, Ustaz? Itu mungkin. Syukran bab.

Barakallahu fik. Ini pertanya panjang ini ya. Tapi secara singkat insyaallah yang pertama surga yang ditempati Adam alaihi salam adalah ya tadi kita sudah sebutkan perselisihan para ulama tapi yang paling sahih adalah surga yang akan kita kembali kepadanya ya surga yang akan kita kembali kepadanya. Kenapa? Karena dalam Al-Qur'an Allah mengatakan all tajua fiha w ya kamu tidak akan ya kamu tidak akan apa namanya lapar. Tidak semua ada di dalamnya. makanlah dari apa saja di dalamnya. Ya. Dan itu juga menjadi tempat iblis, tempat para malaikat di dalamnya. Dan itulah surga. Itulah surga. Ya. Ya. Tapi memang walaupun sebagian ulama mengatakan itu bukan surga yang akan kita kembali kepadanya, tapi itulah surga. Dan ini merupakan pandangan mayoritas ulama ya. Karena Allah mengatakan aljannah ya. Allah mengatakan aljannah ya. Dan itu diulang-ulangi dalam kisah-kisah kisah Adam alaih salam ya. Diulangi kisah Adam alaih salam dalam Al-Qur'an sebanyak 25 kali Allah sebutkan. Ya. Ya. Dan ini mereka mengatakan pengulangan-pengulangan aljannah. Aljannah ini mengatakan bahwa ya ini merupakan surga yang hakiki. Ya, jelas ya.

Kemudian yang kedua terkait dengan ucapan bahwa ya apa tadi? Karena rezeki. I ee yang kedua Ustaz pada dasarnya kita ini adalah ee asal apa? kita dari surga maka kita asalnya dimudahkan oleh Allah dimudahkan asalnya tapi karena dosa-dosa karena dosa-dosa kita rezeki dan seterusnya iya karena dosa-dosa kita ya memang asalnya seperti itu. Hukum asalnya seperti itu. Iya ya kesulitan rezeki musibah itu karena dosa-dosa kita ya jelas ya. Tapi tidak ya. Tapi tidak semuanya seperti itu. Tidak semuanya. karena kita hidup di dunia ini adalah untuk sebuah ujian. Hidup di dunia untuk sebuah alladzi khalaqal mauta walata liyabluakumyukum ahsanu amala ya yang menciptakan kematian dan kehidupan agar dia menguji kita siapa yang paling bagus amalnya. Ya, jadi kadang ada orang yang rajin salat, rajin beribadah tapi miskin terus. Ya, ini tidak bisa dikatakan kamu itu banyak dosamu sehingga kamu miskin terus. Padahal dia ini rajin, saya ustaz, saya rajin ini salat dia tidak pernah tinggalkan. Kita katakan itu ujian itu, itu ujian. Jadi, ya memang itu benar kaidahnya, tapi ya tidak semuanya seperti itu ya. Tidak semuanya. Jadi kesulitan rezeki di dunia ini ada tiga atau musibah dan kesulitan di dunia ini hikmahnya ada tiga. Yang pertama hukuman bagi orang-orang yang berdosa. Kalau dia banyak ya suka bermaksiat datang musibah padanya kesulitan rezeki. Kita katakan itu karena maksiatnya. Ya. Kalau dia berdosa, tukang maksiat. Yang kedua, dia orang saleh. Ditimpa musibah kita katakan itu ujian ya. Dia ujian bagi orang-orang yang saleh. Yang ketiga, ancaman dan peringatan bagi orang-orang lain, bagi orang lain yang belum bertobat. Ya, jadi ada musibah kesengsaraan yang menimpa kita. Itu ancaman bagi orang-orang yang ya, yang orang lain yang belum ditimpa musibah supaya mereka bisa mengambil pelajaran ya bahwa oh di sana suka bermaksiat ditimbang musibah. Kalau begitu saya bertobat kepada Allah subhanahu wa taala. Ya. Jadi yang namanya kesulitan rezeki, musibah itu tiga cobaan. Apa hukuman bagi orang yang berdosa, ujian. Kalau itu bagi orang yang saleh dan peringatan bagi orang yang belum ditimpa musibah dan kesulitan itu.

Barakallahu. Kemudian Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu wasalamu ala rasulillah wa ala alihi wasohbihi ajmain. Amma ba'. Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahu wa taala atas nikmat yang telah diberikan pada malam hari ini. Kemudian tak lupa pula kita kirimkan selawat dan salam kita senantiasa curahkan kepada nabi kita, Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam beserta sahabat, keluarga, dan orang-orang yang mengikuti beliau hingga akhir zaman. Kami ucapkan ahlan wasahlan wa marhaban bikum kepada seluruh peserta yang telah menyempatkan dirinya untuk bergabung pada acara kita pada malam hari ini yaitu sesi konsultasi syariah. Sebagaimana kalau sebagaimana Rabu malam itu pembahasan kita adalah tema akidah dan pemikiran. Adapun materi pengantar kita pada malam hari ini yaitu mendalami makna asmaul husna nama Allah azza waal alhalim dengan pemateri kita yaitu Al Ustaz Dr. Maulana Laeda, Lc. MA. Sebelum kita beralih ke materi pengantar, kita mau sapa ustaznya dulu terlebih dahulu. Asalamualaikum, Ustaz. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Hayakullah, Ustaz Rofdi. Masyaallah, suara saya jelas, ya? Jelas, Ustaz. Jelas. Jelas. Masyaallah. Masyaallah. Barakallahu fikum. Ikum. Barakallah. Tiib. Karena Ustaznya sudah ada di Zoom. Oh, ya, sebelum itu kami ingatkan bahwasanya setelah materi pengantar ada sesi konsultasi. Jadi, bagi teman-teman yang memiliki pertanyaan silakan untuk disiapkan untuk kemudian nanti disampaikan di sesi konsultasi. Baik, untuk mengefisienkan waktu kami persilakan kepada Al Ustaz untuk menyampaikan materinya. Kepada Al Ustaz waktu dan tempat kami persilakan.

Masyaallah. Syukran Ustaz Rafli ya atas mukadimahnya ya. Barakallah fik. Jazakallah khairan ya. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahbilaminatu wasalamu nabina Muhammadin waa alihibihi wamanin yaumiddin. Amma ba. Para hadirin dan hadirat yang dimuliakan oleh Allah subhanahu wa taala. Alhamdulillah pada kesempatan yang berbahagia ini kita kembali berjumpa dalam ee kajian ya Rabu malam ya yang bertemakan akidah ya dan ini merupakan serial kajian yang terkait dengan penjelasan Asmaullahi Taala. Pada kesempatan malam ini, insyaallah kita akan sedikit mengkaji tentang nama Allah alhalim. Ya, nama Allah alhalim dalam Al-Qur'an. Iya. Kita banyak membaca kata alhalim baik sebagai sifat atau sebagai nama Allah Subhanahu wa taala ataupun sebagai sifat yang Allah sandangkan kepada makhluk. Ya, sifat Halim ini merupakan sifat Allah sekaligus juga bisa menjadi sifat makhluk. Tetapi sifat halim pada Allah itu tidak sama dengan sifat halim pada manusia. Ya, hanya kesamaan nama. Ya, hanya kesamaan nama tapi hakikat sifatnya tidak sama. Ya, sama dengan wajah Allah, tangan Allah ya. hanya kesamaan nama, tapi bentuk ya bentuk dan ee hakikatnya itu tidak sama ya. Termasuk juga makhluk memiliki sifat rahmah kasih sayang. Allah juga memiliki sifat rahmah kasih sayang. Hanya saja kasih sayangnya Allah itu sangat berbeda ya dengan kasih sayang makhluk ya. Ini mesti diketahui ya. Jadi dalam Al-Qur'an kita mendapatkan penyandangan sifat halim ini kepada Allah dan juga dalam hadis sekaligus kita juga mendapati penyandaran sifat halim ini kepada makhluk ya. Sebagaimana dalam surah at-Taubah Allah Subhanahu wa taala berfirman, "Inna Ibrahima lawwahun halim." Inna Ibrahima lawahun halim. Ya, sesungguhnya Ibrahim itu adalah orang yang ya cepat bertobat ya kepada Allah sekaligus sebagai orang yang halim ya. Sebagai orang yang halim. Halim di sini kita bisa terjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai orang yang ya santun ya untuk membedakan dengan sabar. Karena Halim ini ya memiliki sifat yang sangat identik dengan sabar ya. Tetapi demi untuk membedakannya kita menyebutkannya sebagai penyantung ya. Sebagai penyantung atau yang memiliki sifat santun. Itulah nama atau makna dari Halim. Inna Ibrahim awahun halim. Ya, sesungguhnya Ibrahim sungguh seorang hamba yang suka kembali kepada Allah ya sekaligus sebagai hamba yang penyantuk. Ya, tentunya ayat ini ayat Attaubah 114. Allah ya kata Allah di sini ya merupakan ya lafal ya yang ee diperselisihkan oleh para ulama. Apakah ia berasal dari bahasa Arab? atau tidak berasal dari bahasa Arab. Ya, ini diperselisihkan oleh para ulama makna Allah ya atau asal kata dari Allah. Adapun Halim yang merupakan kata basah. Juga dalam surah Assfat Allah Subhanahu wa taala menyifati eh Ismail fabasyarnahu bighulamin halim sebagai anak pemuda yang punyantung. Maka kami memberikan kabar gembira kepada Ibrahim sebagai pemuda yang memiliki sifat santun. Ya. Ya. Ini ya penyifatan Allah kepada ee Ibrahim dan kepada putranya Ismail ya dengan sifat yang sama yaitu Halim. Ya, ini menunjukkan ya masyaallah kesamaan sifat antara ayah dengan anak. Adapun halim atau ya yang terkait dengan penyandarannya kepada Allah, maka ini terdapat dalam beberapa ayat Al-Qur'an. Di antaranya adalah surah Albaqarah ayat 235. Allah Subhanahu wa taala berfirman, walamu analam fi anfusikum wamu anallaha gofurun halim. Ya, ketahuilah bahwa Allah subhanahu wa taala mengetahui segala yang ada dalam diri kalian. Maka waspadalah, ya, maka waspadalah kepadanya. Serta ketahuilah bahwa Allah maha pengampun dan maha santun. Ya, Allah maha pengampun lagi maha sant juga firman Allah dalam surah Albaqarah yang 2 ayat 63un marufun wafiratunirun minodqtin yatbaha wallahu ganiun halim ya ucapan yang baik dan pemaafan itu lebih baik daripada sedekah yang diikuti dengan ya kata-kata yang buruk atau sikap buruk ya kepada orang yang menerima sedekah ya. Sesungguhnya Allah maha kaya lagi maha santun atau lagi maha penyantun. Tib ya. Dan juga dalam surah al-ahzab, wallahu yamu maubikum wallahu aliman halima innahuana haliman gfur. Ya, ini menunjukkan bahwa ya sifat alhilm ini merupakan sifat Allah Subhanahu wa taala. Tapi kesantunan Allah itu tidak sama dengan kesantunan makhluk. Tidak sama dengan kesantunan makhluk. Dan di sini ya ayat ini juga menjadi dalil bahwa di antara nama Allah adalah alhalim. Ya, di antara nama Allah adalah alalim yaitu kesantunan. Tib. Lalu apa makna kesantunan atau makna al-hilm dalam bahasa Arab? Al Imam Ibnu Jarir At Thabari rahimahullahu taala dalam kitabnya At-Tafsir mengatakan bahwa Halim duu anatin ya orang yang penyantun itu atau makna alhalim ini adalah orang yang memiliki sifat kehati-hatian orang yang memiliki sifat kehati-hatian atau yang tidak tergesa-gesa, tidak terburu-buru ya. Tidak terburu-buru ya. Tidak terburu-buru pada apa? Di sini beliau mengatakan sifat halim atau ilm p Allah menunjukkan bahwa Allah itu ya tidak terburu-buru untuk menghukumi hambanya lantaran dosa-dosanya. Jadi misalnya tadi kita bacaun ya ketahuilah bahwa Allah maha pengampun lagi maha penyantun. Di sini kita terjemahkan ya atau kita jelaskan. Ketahuilah bahwa Allah maha pengampun. Artinya yang selalu mengampuni dosa-dosa hambanya. Hali kita terimakan juga yang selalu ya ee menunda penurunan azab kepada mereka yang berdosa. Jadi gfur itu pengampunan. Jadi kita berdosa lalu Allah ampuni. Itu gfur. Sedangkan halim ya itu menunjukkan bahwa Allah tidak mempercepat azab atau hukuman atas dosa-dosa yang kita kerjakan. Ya, itu makna dari alhalim. Bahkan dalam ya eh tafsiran yang lain, Ibnu Jarir Athabari mengatakan, "Haliman aman asi wafar bihi khqi." Kata beliau, "Bahkan, ya kesantunan Allah itu juga diberikan kepada orang-orang syirik dan orang-orang kafir." Ya, dalam artian Allah tidak menyegerakan azab untuk mereka. Dalam artian Allah tidak menyegerakan azab untuk untuk mereka. Ya, makanya para jemaah sekalian ya kita jangan kemudian berpikir kenapa orang-orang Barat itu jarang terkena musibah ya? Kenapa jarang ada bencana di Italia, di Inggris ya di Spanyol ya? Kenapa jarang ada bencana? Ya, padahal mereka itu orang-orang kafir. Seharusnya Allah mengazab mereka karena mereka itu banyak ya nonmuslim dan banyak ya menyebarkan kemaksiatan dan sebagainya. I. Maka alas, salah satu alasannya adalah bahwa Allah itu maha penyantu. Dia tidak menyegerakan azab dan hukuman kepada orang-orang yang berdosa. Ya, bahkan ya dalam beberapa hadis dalam Musnad Ahmad ya e bahwa jika Anda melihat ya orang yang suka bermaksiat Iya. tidak diberikan azab oleh Allah atau ditunda azabnya, maka ketahuilah bahwa itu adalah istidraj. Istidraj adalah bahwa Allah menunda penurunan azab dan hukuman dengan tujuan untuk dengan tujuan agar dosanya semakin banyak ya, agar maksiatnya semakin banyak lalu kemudian Allah mengazabnya dengan azab yang sangat besar. Ya, itu salah satu hikmah kenapa Allah Subhanahu wa taala ya tidak mengazab orang-orang kafir. Itu yang pertama. Yang kedua ya, kenapa orang-orang kafir Allah tidak segerakan azab? Yang kedua, orang-orang kafir itu walaupun kafir, mereka juga tetap memiliki kebaikan-kebaikan. Memiliki tetap mereka tetap memiliki kebaikan-kebaikan. Ya, kita ketahui bersama orang-orang kafir itu memberikan hibah ya, hibah ke sana sini ya ee ee ke bahkan Ronaldo misalnya mau menyumbangkan hartanya untuk Palestina ya. Bukan hanya Ronaldo dan lain-lain ya kita ketahui dan Allah Subhanahu wa taala memberikan ganjaran kepada orang-orang kafir itu di dunia bukan di akhirat. Ya. Jadi Allah memberikan ganjaran dan balasan kepada orang-orang kafir itu di kehidupan dunia dan bukan di akhirat. Sebab itu ya jangan heran kalau orang-orang kafir berbuat kebaikan lalu kemudian bertambah harta mereka semakin megah, semakin mewah itu merupakan balasan dari Allah untuk mereka ya karena kebaikan yang mereka lakukan. Tapi di akhirat ya di akhirat mereka tidak akan mendapatkan balasan karena Allah telah memberikan balasan mereka di dunia. Ya, dalam penafsiran Alkhattabi rahimahullahu taala ya beliau mengatakan hua dus shfhi wal anah. Ya, orang yang penyantun atau alhalim ini adalah yang memiliki sifat sabar ya. dan ya sifat sabar dan ee kehati-hatian ya. Tidak tergesa-gesa ya. Ya. Dan tidak ya tidak tergesa-gesa tidak dikuasai oleh amarah ya. Tidak dikuasai oleh amarah ya. Ya. Ini kata beliau merupakan makna dari alha ya. Tib. Dalam beberapa hadis Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menggabungkan antara sifat santun dan sifat kehati-hatian. Ya, menggabungkan antara alhilm dan sifat al-anah. Ya, ini Rasulullah menggabungkan keduanya sebagaimana dalam hadis ya eh al-asyaj ya Rasulullah mengatakan inallahu [Musik] almu wahai Asyad bin Abdul Qais sesungguhnya dalam dirimu terdapat dua sifat yang dicintai oleh Allah yaitu kesantunan dan sifat perlahan-lahan dan tidak atau tidak tergesa-gesa. Ya, jadi sifat ini kesantunan merupakan sifat yang sangat dipuji oleh Allah subhanahu wa taala yaitu ya bermakna alhm ini kesantunan ini bermakna iya ee tidak mudah memberikan hukuman ketika marah. Tidak mudah memberikan hukuman ketika marah atau amarah tidak bisa menguasai dirinya. Ya, ini namanya alhil. Walaupun tentunya ya dalam kehidupan kita yang namanya amarah itu merupakan fitrah manusia ya. Yang namanya amarah itu fitrah manusia. Makanya perintah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam la tagdab jangan marah ya itu bermakna bukan marah bukan atau tidak bermakna jangan marah sama sekali. Tidak ya. Karena sudah menjadi fitrah manusia pasti memiliki sifat marah siapapun itu. Iya. Tetapi makna la tagb jangan marah adalah janganlah ya melampiaskan sifat amarahmu. Janganlah melampiaskan sifat amarahmu. Itu maknanya. Ya, kalau yang namanya amarah itu pasti ada dalam diri setiap manusia. Makanya dalam ayat Al-Qur'an dalam surah Ali Imran di antara ciri orang yang bertakwa Allah mengatakan walinal ya walina ya orang-orang yang ya menahan amarahnya. Orang-orang yang menahan amarahnya ya. Jadi makna l artinya janganlah melampiaskan amarahmu. Ya. Dan ini sejalan dengan ayat walim minal gid yaitu orang-orang yang ya ee orang-orang yang menahan amarah mereka. Jadi amarah itu ada tapi ditahan dalam hati dan tidak dilampiaskan lewat ucapan ataupun lewat ya tindakan ya. Jadi ee amarah ini pasti ada dalam diri seorang manusia. Tapi yang Allah perintahkan bagi kita adalah tidak mudah melampiaskan amarah dengan memberikan hukuman kepada orang yang bersalah atau kepada orang yang ee berbuat ya salah atau menzalimi kita. Ya, itu nama alhilm atau alhalim ya. Adapun kehati-hatian ya kita katakan tadi bahwa di antara makna alhilm atau kesantunan adalah berhati-hati dan tidak tergesa-gesa. Ya. Adapun perbedaan ya antara keduanya ya. Jadi kehati-hatian ini merupakan bagian dari apa? ee orang yang santun ya, orang yang punya sifat helm itu pasti hati-hati, pasti memiliki kehati-hatian. Tetapi orang yang hati-hati dan waspada ya tidak mesti memiliki sifat alhilm atau kesantunan. Tidak mesti. Ya. Ya. Kita ada orang kadang perlahan-lahan, pelan-pelan ya. Tapi sebenarnya pelan-pelannya itu bukan karena dia memiliki sifat alhilm atau kesantunan ya. Pelan-pelannya itu karena sifat yang lain ya. Mungkin dia ingin ya dia takut mati misalnya ya takut mendapatkan bahaya ya bukan karena sifat kesantunan atau alhilm yang ada pada dirinya. Tapi orang yang memiliki sifat kesantunan, alhilm, maka dia pasti menjadi orang yang sangat hati-hati. Tib. Ya, terkait dengan makna al-halim ini juga ya disebutkan oleh ulama yang lain. Al-Asbahani, Arbib Al-Asbahani rahimahullah mengatakan, "Halimun amman asah." Allah itu maha penyantun terhadap orang yang bermaksiat kepadanya. Subhanallah ya. Kalau seandainya Allah menghukum kita saat bermaksiat, itu merupakan hak Allah. Tapi Allah maha penyantun ya tidak mengadap hambanya ketika bermaksiat. Liannahu kata beliau, lau ar akahu fi wakti ak. Ya, karena Allah kalau berkehendak ingin menghukum kita saat kita bermaksiat, maka itu merupakan hak Allah. Iya. Tapi Allah ya membiarkan kita ya. Allah membiarkan kita dengan tujuan agar kita ya mengevaluasi diri kemudian beristigfar, bertobat kepadanya ya dan ya ee menunda hukuman itu untuk ya kita ya memberikan kesempatan kepada kita agar ya ee kembali kepadanya. Ibnu Qayim rahimahullah juga dalam annuniah juga mengatakan yang sama. Wahimdahu liat. Ya, katanya kata Ibnu Qay, dia Allah adalah maha penyantun, yaitu dia tidak menyegerakan hukuman dan azab kepada hamb-Nya dengan tujuan agar hamb-Nya tersebut ya segera bertobat dari kemaksiatan. Ya, ini subhanallah. Jadi, Allah itu selalu memberikan kesempatan-kesempatan ya. Allah selalu memberikan kesempatan-kesempatan kepada kita semua ya. ya agar bertobat kepadanya ya dan dalam banyak hadis ya Allah Subhanahu wa taala itu ya yabsutu ya yadai ya membentangkan kedua tangannya ya fill liatubaan nahar ya pada malam hari membentangkan kedua tangannya untuk menerima tobatnya orang-orang yang bermaksiat di siang hari sebaliknya dia juga membentangkan tangannya pada siang hari agar menerima tobatnya orang-orang yang bermaksiat pada malam hari itu Allah Subhanahu wa taala. Ya, subhanallah. Jadi menunda azab kita demi memberikan kesempatan kepada kita untuk memperbaiki diri ya. Subhanallah. Ini ya benar-benar ya sifat yang sangat luar biasa dari Allah Subhanahu wa taala ya. Tidak bisa didapatkan dari makhluk ya. Ya. Tidak bisa didapatkan dari makhluk. Kalau kita ini makhluk subhanallah ya. Kalau ada orang yang bersalah sama kita ya kita sudah langsung ancang-ancang untuk ya memukulnya atau ya memarahinya ya kita sudah ancang-ancang ya walaupun mungkin kita maafkan tapi tetap ada rasa kesal dan amarah dalam hati ya. Tetapi Allah Subhanahu wa taala ya masyaallah ya dimaksiati, didurhakai tapi malah ya memberikan kesempatan kita untuk bertobat bahkan dimaksiati tapi malah membintangkan kedua tangannya untuk menerima tobat dan istigfar kita ya dimaksiati bahkan malah memberikan rezeki ya kalau seandainya Allah menahan rezeki kita saat bermaksiat itu merupakan hak Allah tapi kesantunan Allah Subhanahu wa taala sifat hilnya itu membuat kita masih terus mendapatkan rezeki meskipun kita ini ya banyak memiliki kelalaian ya, suka bermaksiat dan suka meninggalkan kewajiban-kewajiban ee yang diembankan kepada kita semua ya. Jadi ee ini merupakan sifat rahmat Allah Subhanahu wa taala. Itu makna alhilm atau alhalim ya atau kesantunan ya. Ya. Dan iya juga Alhulai rahimahullah salah satu ulama Syafi'iyah ya. Beliau mengatakan makna alhalim atau penyantun ini adalah yang tidak menahan rezeki. Bayangkan ya. Yang tidak menahan rezeki dan karunianya kepada hamba-hambanya. ketika mereka berbuat dosa ya dia Allah tidak menahan rezeki dan karunianya kepada hamba-hambanya ketika mereka berbuat dosa Allah tetap memberikan akan tetapi Allah memberikan rezeki kepada orang yang bermaksiat sebagaimana dia memberikan rezeki kepada orang yang taat kepadanya di antara hikmahnya juga ya agar Allah memberikan dia kesempatan untuk bertobat. Ya, selain ini juga Allah Subhanahu wa taala ya tidak menyegerakan azab itu agar dosanya semakin banyak. Alhulai mengatakan wahuaq. Ya Allah kemudian membiarkan dia dalam kemaksiatannya tidak diazab sebagaimana Allah membiarkan orang-orang yang ya saleh dalam ketakwaan dan ketaatan. Ya. Dan ini sesuai dengan firman Allah dalam surah Annahl ayat 61. Ya, kalau seandainya Allah mengazab manusia lantaran dosa-dosa mereka, ya kalau setiap kita berdosa Allah langsung mengadap kita, maka ya, maka tidak akan ada yang hidup di dunia ini walaupun ya satu hewan. Ya, tidak akan mungkin yang hidup ya lantaran banyak dosa-dosa kita. Setiap dosa langsung Allah azab itu tidak akan ada yang hidup di dunia. Tetapi Allah menunda ya azab itu sampai pada waktu yang ditentukan itu hari kiamat. Juga Allah berfirman warbukal gofurahmah lahidum bima kasabu laajalaumulzab. Ya, dan Tuhanmu atau Tuhanmu itu adalah maha penamp pemilik rahmah, kasih sayang. Kalau seandainya dia menghadap mereka manusia, ya kalau seandainya dia menghadap manusia lantaran dosa-dosa yang mereka kerjakan, maka dia akan menyegerakan azab itu. Iya. Tetapi mereka kata kata Allah, tetapi mereka memiliki waktu yang lain ya mereka memiliki waktu yang lain untuk diberikan hukuman dan al yaitu ya tentunya pada ya ee hari kiamat ya tentunya dan ee pada saat Allah menurunkan azab itu ya ee apa ketika Allah menurunkan azab itu ee di dunia ya setelah dirasa eh atau setelah dia melihat bahwa orang ini sudah pantas untuk diberikan hukum. Tapi pada hukum asar Allah tetap memberikan ya kesempatan ya dan menunda azab itu kepada ee manusia ya. Jadi penundaan azab ya. Jadi alhalim ini adalah penundaan adab. Subhanallah ya. Alhilm adalah menunda menunda adab. Ya, sebenarnya alalim ini juga memiliki kesamaan dengan sabar sebagaimana yang kita sebutkan ya. Dia memiliki sama-sama memiliki ya ee apa namanya apa mengandung sifat kesabaran tidak tergesa-gesa ya. Tetapi ya kalau kesabaran ini lebih pada ya ee apa namanya? Alhil lebih pada tidak menunda ya azab kalau kesabaran lebih luas cakupannya. Kalau kesabaran lebih luas cakupannya. Adapun alhalim lebih pada apa? Lebih spesifik pada penundaan hukum. Tiib. Kemudian di antara buah keimanan kita ya ketika kita meyakini bahwa Allah itu memiliki sifat alhalim dan memiliki nama alhalim ya. Buah positif yang mesti ada dalam diri kita ketika meyakini sifat Allah ini dan nama Allah ini adalah bahwa kita hendaknya segera bertobat kepada Allah ketika bermaksiat. Bahwa kita hendaknya segera bertobat kepada Allah ketika bermaksiat. Ya. Kenapa? Karena alhamdulillah Allah tidak menghadap kita saat bermaksiat ya. Ketika sadar cepat-cepat bertobat kepada Allah subhanahu wa taala ya. Agar Allah mengampuni dosa kita dan menghilangkan hukuman dan azab dari ya kepada kita ya. Dan kita mesti bersyukur alhamdulillah Allah belum menghadap kita saat kita bermaksiat. Karena kalau Allah mengadap kita saat bermaksiat dan kemudian kita meninggal itulah yang dinamakan suul khatimah. Ya. Jadi kalau suul khatimah itu adalah meninggal dalam keadaan bermaksiat atau dalam keadaan tidak taat kepada Allah Subhanahu wa taala. Itulah itulah suul khatimah. Kemudian di antara buah positif dari sifat ini adalah bahwa kita sebagai makhluk juga hendaknya memiliki sifat ini sebagaimana Ibrahim dan Ismail alaihialam. ya tidak cepat-cepat memberikan hukuman dan hukuman dan siksa kepada orang yang kita marahi, kepada orang yang kita ee kesani ya, tapi hendaknya ya waspada, hati-hati dan tidak tergesa-gesa ya. Kadang kala kita tergesa-gesa akhirnya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Iya. Baik. Kemudian sifat santun ini alhilm merupakan sifat yang sangat dicintai oleh Allah sebagaimana kita sebutkan tadi ya. Sifat yang sangat dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala ya. Bahkan Al-Qurtubi rahimahullah mengatakan, "Faminal wajib, ya k" kata beliau sudah merupakan kewajiban bagi seorang hamba yang mengetahui bahwa Tuhannya adalah Maha Penyantun. Ya, maha penyantun kepada para pendosa ya. Sudah menjadi kewajiban bagi seorang hamba yang mengetahui, meyakini bahwa Tuhannya maha maha pengampun ya, maha ya penyantun kepada para pendosa agar hamba tersebut berbuat santun kepada orang yang ee menyelisihi agar orang tersebut berbuat santun kepada orang yang menyelisihinya. Jadi kita ini kita kadang berbeda pendapat ya. Kita kadang berbeda pandangan, berbeda pendapat. Kita harus bersikap santun ya. Tidak boleh kemudian ya marah-marah dan kesal dan lain-lain ya. Harus bersikap santun kata Alqurtub. Karena kata beliau ya, sifat santun makhluk ini lebih pantas, lebih layak yaak agar dia menjadi orang yang penyantuk. Ya, jadi ya ini sekaligus sebagai ee nasihat bagi diri saya dan kita semua ya, bahwa kita harus membumikan ya sikap menyantun ini, sikap alhilm ini dalam diri kita semua. dalam ya ee dalam artian tidak tergesa-gesa ya dalam memberikan ya hukuman dalam memarahi dalam ee memberikan ee apa namanya ee statemen e statemen bahkan tidak terburu-buru ya harus memiliki sifat kehati-hatian dan kesantunan ya itu inti dari kajian kita ini pada ee kesempatan ini. Barakallahu fikum wajakumullah khair ya. Tafad Ustaz e Rofdi. Masyaallah. Bab Ustaz. Alhamdulillah jazakumullah khairan Ustaz atas materi pengantar yang disampaikan. Ee selanjutnya kita beralih ke agenda utama kita, yaitu sesi konsultasi. Jadi kami ingatkan kembali bagi para peserta yang memiliki pertanyaan silakan untuk disampaikan atau menuliskan pertanyaannya di kolom chat di Zoom atau bagi yang ingin bertanya langsung kepada Ustaz silakan rais hand kemudian kami persilakan untuk ee membuka mic-nya. Oke, mungkin kita beralih ke pertanyaan pertama dulu, Ustaz, dari Zoom dari Ummu Abdillah. Bismillah. Izin bertanya, "Ustaz, apakah hadis ini sahih, Ustaz?" Karena kami lihat disahihkan oleh Syekh Albanialbum. Anak-anak kaum muslimin itu berada di sebuah gunung di surga. Mereka diasuh Ibrahim dan Sarah sampai mereka dikembalikan kepada ayah-ayah mereka pada hari kiamat. Sahih Aljami. Apakah memang anak-anak yang wafat sebelum balig sudah berada di dalam surga di bawah asuhan Nabi Ibrahim ataukah ada penjelasan khusus terkait hadis ini? Mohon pencerahannya, Ustaz.

Tib. Barakallah fikum. mukmin fi jabali fi jabalin jan memang hadis ini ya di sahihkan ya oleh sebagian ulama termasuk juga Syekh Al Albani rahimahullahu taala apakah memang anak-anak yang wafat sebelum baligh sudah berada dalam surga di bawah as Nabi Ibrahim ataukah ada penjelasan khusus terkait Hadis ini ya saya baca ya. Tayib. Terkait dengan anak-anak kaum muslimin yang wafat dalam keadaan belum dewasa, maka mereka tentunya akan masuk surga insyaallah. Ya, mereka tentunya akan masuk surga ya. Tetapi pada masa sekarang mereka belum masuk surga. Pada masa sekarang mereka belum masuk surga. Kenapa? Karena surga itu tidak akan dimasuki oleh manusia sampai Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yang membuka surga. Ya, karena sekarang surga itu tidak akan dibuka kecuali Rasulullah yang terlebih dahulu mendatangi pintunya baru dibuka. Jadi sekarang itu belum ada yang masuk surga. Ya, sekarang itu belum ada yang masuk surga. Hanya saja ya kuburan ya sebagaimana dalam hadis ya kuburan ya itu bisa saja menjadi salah satu taman dari taman-taman surga atau juran dari salah satu juran neraka. Ya, itu bukan surga, tapi ya nikmat kubur itu ya hampir menyamai surga. Yait nikmat kubur itu bukan surga, tapi dia hampir ya menyamai surga. Adapun surga tidak akan dimasuki ya kecuali setelah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam mendatangi pintu surga pada hari kiamat kelak. Ya. Lalu apa maknaalbah? Ya, ya. Terkait dengan makna hadis ini ya. Ya, terkait dengan makna hadis ini. Allahuam ya. Eh, merasa kenapa sayang? Iya. Ee wallahuam. Saya juga tidak paham ya. Saya juga tidak tahu apa makna hadis ini ya. Tetapi memang hadis ini dipreselisikan oleh para ulama apakah sahih atau tidak ya. Apakah sahih atau tidak? Syekh Albani rahimahullah mengatakan hadis ini sahih ya. Ya, walaupun ya dalam hadis ini dikatakan bahwa ya mereka berada di surga bersama Nabi Ibrahim ya dan Sarah alaihima assalam ya. Adapun maknanya, wallahuam apakah di surga ya ini ya kalau seandainya hadisnya sahih, apakah di surga ya yang sekarang atau di surga dalam artian ee surga yang ada dalam kubur ya. Karena dia surga adalah salah satu taman dari taman-taman ya surga ya. Ya, tampaknya bukan surga yang akan kita masuki tapi bisa saja ialah ya bisa saja ia adalah ya surga yang ada dalam ee kuburan kita ya kuburan orang-orang mukmin. Karena surga itu tidak akan dimasuki kecuali oleh ya ee didahului oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Baik. Adapun orang-orang yang ee meninggal ketika masih kecil, maka memang para ulama berbeda pendapat. Apakah mereka ya ee masuk surga ya dalam keadaan dewasa atau dalam keadaan ya tetap kecil ya. Ya. Para ulama berbeda dalam tiga pandangan terkait dengan anak kecil yang meninggal sewaktu kecil. Pandangan pertama mengatakan bahwa mereka akan menjadi para pelayan surga. Ya, mereka akan menjadi para pelayan surga ya. Ya, pandangan kedua ya dikatakan bahwa mereka akan diberikan pilihan ya atau mereka akan ya ee diuji ya mereka akan afan mereka akan diuji oleh Allah ya terutama afwan terkait dengan anak-anak orang kafir ya kalau orang-orang mukmin insyaallah masuk surga ya. Tetapi sebagian ulama menyatakan mereka akan menjadi pelagang. Adapun anak-anak orang kafir maka sebagian ulama mengatakan mereka diuji oleh Allah pada hari kiamat kelak. Jika mereka beriman kepada Allah maka mereka dimasukkan ke dalam surga dan kalau mereka tidak beriman kepada Allah maka dimasukkan ke dalam neraka. Tetapi pendapat yang paling benar adalah bahwa anak-anak orang kafir ataupun anak-anak anak-anak yang meninggal ya anak-anak orang kafir yang meninggal saat belum dewasa atau anak-anak orang mukmin mereka masuk ke dalam surga dalam keadaan dewasa. Jadi mereka walaupun meninggal dalam usia 1 bulan ya dalam ya bahkan meninggal dalam keadaan keguguran misalnya ya dalam meninggal dalam ketika lahir 1 hari 2 hari pada hari kiamat kelak mereka akan masuk surga dalam rupa yang dewasa mereka akan masuk ke dalam surga dalam rupa yang yang dewasa ya sebagaimana ya ee jasad alaih salam ya beliau umur ya dengan usia 33 tahun ya yadkulu ahlul jannati ya eh wahum abnau eh bahwa penduduk surga itu masuk surga dengan rata usia mereka 33 tahun. Jadi yang meninggal dengan usia 1 hari, 2 hari, 1 minggu, 1 bulan itu mereka masuk surga dengan ya penampakan usia 33 tahun. Al khqi abihim Adam alaih salam. Ya, seperti ee besarnya jasad ayah mereka Adam Alaih Salam itu en ee tingginya 60 hasta dan lebarnya 7 hasta ya. Mungkin sekitar 20, tingginya 20 m dan lebarnya mungkin sekitar 3 sampai 4 m. Baik. Dan itu yang paling benar bahwa anak-anak kita yang meninggal mereka akan masuk surga dalam keadaan dewasa dan tidak menjadi pelayan dan tidak menjadi ya pelayan atau barakallahu fik.

Ustaz eh syukran atas jawabannya. Ee kembali kami ingatkan kepada para partisipan yang ada di Zoom. Bagi teman-teman yang memiliki pertanyaan bisa silakan untuk diketik di kolom chat di Zoom atau bagi yang ingin bertanya langsung kepada ustaz silakan raise hand kemudian kami persilakan untuk open mic atau video. Oke, kita beralih ke pertanyaan berikutnya. Ee Afan Ustaz, kenapa ada sebagian orang yang diberikan hukuman istidraj, yaitu di yaitu dibiarkan untuk tetap berkecimpung dalam dosa. Dan ada juga kaum yang yang langsung ditegur ketika berbuat dosa. Apa hikmahnya Allah membiarkan kaum yang lain dan mengingatkan kaum yang lainnya?

Baik. Ya memang memang apa sebuah musibah ya itu kan ada ya musibah itu ya ada tiga hikmahnya ya. Pertama sebagai hukuman bagi orang yang berdosa ya. Orang yang tidak pernah salat datang musibah itu hukuman untuknya. Ya. Kedua, ujian bagi orang yang saleh. Ujian bagi orang yang saleh. Kita rajin salat tapi malah kita diuji. Itu ujian. Ya, itu ujian dan merupakan tanda cinta Allah kepada orang tersebut. Ya. Jadi dalam hadis ya, dalam hadis sahih ya dalam sahih Bukhari ya, innallaha ahabba abdan ibtala. Kalau Allah mencintai seorang hamba, maka dia akan memberikan ujian kepadanya. Ya. Kalau Allah mencintai seorang hamba, maka dia akan memberikan ujian kepadanya. Ya. Kemudian yang ketiga itu sebagai bentuk peringatan bagi orang lain agar cepat-cepat bertobat. Ya, merupakan bentuk peringatan kepada orang lain agar cepat-cepat bertobat. Jadi semua yang Allah Subhanahu wa taala berikan berupa musibah hikmahnya terdapat dalam tiga hal ini. Hikmahnya terdapat dalam tiga hal. Ya. Tib. Kemudian mungkin kita menganggap bahwa ada orang yang bermaksiat tapi dia cepat-cepat diazab oleh Allah. Ada orang yang bermaksiat, orang lain yang juga bermaksiat tapi Allah tidak cepat-cepat mengazabnya. E ini suatu hikmah tertentu yang ya berasal dari Allah Subhanahu wa taala ya. Suatu hikmah ya. Mungkin Allah menginginkan misalnya orang ini cepat ya ditegur oleh Allah, cepat diberikan musibah ya atau ya mungkin karena kadang kala maksiatnya sudah sudah melampaui batas. Allah itu tidak memberikan azab kecuali kalau maksiatnya melampaui batas. ya yang sana walaupun juga melampaui batas ya, tetapi Allah menginginkan agar dia ya agar dia semakin banyak berbuat dosa sehingga azabnya pun semakin besar. Ya. Ya. Kadangkala Allah mengazab orang yang suka bermaksiat agar maksiatnya tidak semakin besar. Ya. Ya. Ketika ee dia datang di akhirat, Allah mengazabnya dengan azab yang ringan dan kemudian dikeluarkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga. Adapun orang kafir misalnya, adapun orang kafir yang Allah tidak berikan azab dengan cepat, Allah biarkan agar ketika di akhirat dosanya semakin besar, ya. Dosanya semakin besar dan tidak akan dikeluarkan dari neraka. Jadi banyak hikmah ya, baik yang kita tidak ketahui ataupun yang kita ketahui, baik yang kita perkirakan ataupun yang tidak kita perkirakan. Jadi hikmah itu ya ee apa? Semua perbuatan

Allah pasti ada hikmahnya, meskipun kita mungkin ya tidak mengetahuinya dan kebanyakannya tersembunyi dari kita. Hanya saja kita diperintahkan oleh Allah ya untuk tetap beribadah, taat, dan tidak perlu banyak memikirkan hal-hal yang menjadi hikmah dari, ee, ya, dari apa namanya? Kenapa ia diazab, saya tidak di, ya, kenapa saya diberikan musibah, dia tidak, ya, tidak perlu berpikir dengan hal itu, ya. Masing-masing punya ujian tersendiri. Masing-masing punya ujian tersendiri. Barakallah fikum.

Baik, Ustaz. Jazakullah khairan atas jawabannya. Sekarang kita beralih ke pertanyaan berikutnya dari Alif. Afan, Ustaz, apakah jika kita mengikhlaskan atau memaafkan sesuatu yang mana kita dizalimi oleh orang lain, sedangkan orang yang menzalimi itu tidak meminta maaf kepada yang dizalimi, apakah orang yang menzalimi itu tidak akan dihukum lagi sama Allah di akhirat?

Baik, saya belum paham ini. Apakah jika kita menghilaskan atau memaafkan sesuatu yang di mana kita dizalimi oleh orang lain? Ya, kita memaafkan orang lain yang menzalimi kita. Sedangkan orang yang menzalimi itu tidak meminta maaf kepada yang dizalim. Tib. Apakah orang yang mim itu tidak akan dihukum lagi sama Allah di akhirat? Ya. Iya. Ya. Kalau kita memberikan maaf kepada orang zalim, walaupun dia tidak meminta maaf, maka dia sudah terlepas. Dia sudah terlepas dari, ya, tuntutan dan azab Allah terkait dengan kezaliman. Ya. Jadi kalau kita berikan dia maaf walaupun dia tidak meminta maaf, maka, ya, ee, terkait dengan kezaliman itu sudah dihapus oleh Allah Subhanahu wa taala. Terkait dengan kezaliman itu sudah dihapus oleh Allah kalau hal itu berkaitan dengan diri kita atau berkaitan dengan hak kita. Tetapi ingat, tetapi, ya, ingat kalau seandainya kezalimannya berkaitan dengan hak Allah dan hak kita. Kezalim berkaitan dengan hak Allah dan hak kita. Ya. Iya. Misalnya dia mencuri, dia mencuri, kita maafkan tanpa sepengetahuannya dan dia belum bertobat dari pencurian, maka dia tetap akan diberikan azab oleh Allah Subhan. Kenapa? Karena pencurian itu merupakan hak Allah dan hak kita. Pencurai itu merupakan hak Allah dan hak kita. Dua. Adapun kalau khusus hak kita misalnya, ya, orang ini misalnya memukul diri kita, memukul kita, ya, memukul tubuh kita, kemudian kita maafkan tanpa seetahuannya, maka itu sudah terhapus. Itu sudah terhapus. Karena pemukulan itu hanyalah khusus untuk hak kita, ya, bukan hak Allah. Tapi berkaitan dengan pencurian. Nah, itu, ya, itu berkaitan dengan hak Allah dan hak kita. Sehingga walaupun kita maafkan, tetapi yang, yang dihapus cuma hak kita. Adapun hak Allah, maka itu tetap akan diperhitungkan olehnya pada hari kiamat kelak kalau seandainya ia tidak bertobat kepada Allah Subhanahu wa taala.

Barakallah. Ustaz jazakallah kir atas jawaban yang telah disampaikan. Selanjutnya kita beralih ke pertanyaan berikutnya dari Ummu Abdillah. Ofan, Ustaz mohon penjelasannya. Apakah ketika kita berziarah kubur orang yang wafat itu tahu bahwa dia sedang diziarahi walaupun dia sedang berada di alam barzakh? Apakah dia merasakan kuburan yang sedang diziarahi? Mohon pencerahannya, Ustaz.

Baik. Para ulama di sini berbeda berbeda dalam beberapa pandangan. Ada yang mengatakan bahwa, ya, penghuni kubur itu tidak mendengar, ya, tidak mendengar orang yang datang menziarahinya. Tapi ada juga yang mengatakan bahwa penghuni kubur itu ada mendengar orang yang datang menziarahi. Jadi kuburan itu meskipun, ya, seperti itu, meskipun tinggal, ya, tengkoraknya, tapi sebenarnya di situ, ya, Allah seakan-akan apa namanya, menjadikannya sebagai, ya, pintu untuk alam barzakh, ya. Menjadikannya sebagai pintu untuk alam barzakh, ya. Dan dalam beberapa hadis, ya, memang dikatakan bahwa orang yang meninggal itu mengetahui, ya, orang-orang, ya, atau mendengarkan, ya, suara orang yang datang menziarahinya, ya, mendengarkan orang yang menziarahinya. Dan ini disebutkan dalam hadis beberapa hadis Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, ya. Ya, seperti dalam hadis, ya, apabila, ya, ya, bahwa apa, ee, orang yang dikubur itu mendengar suara, ya, ee, syiraka naam, ya, mendengarkan suara, ya, sendal para peziarah ketika para pengubur ketika mereka pulang, ya. Dan juga dalam beberapa hadis Rasulullah kemudian pernah, ya, dalam perang Badar Rasulullah pernah berdiri di kuburannya Abu Jahal, ya. Ya, kuburannya Abu Jahal dan, ya, ee, memberikan mereka, ya, semacam, ya, kecaman, ya. Ya. Dan para ulama mengatakan bahwa berdasarkan hadis-hadis, terutama hadis Rasulullah yang mengatakan bahwa orang yang wafat bisa mendengar suara sendal orang yang menguburkannya ketika mereka meninggalkan kuburan. Ini menandakan bahwa mereka mendengarkan suara orang yang datang berziarah mereka. Hanya saja, ya, hanya saja mereka tidak, ya, ya, hanya saja mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka hanya bisa mendengar. Mereka hanya bisa mendengar, ya. Dan tidak bisa berbuat apa-apa. Iya. Dalam artian tidak bisa membalas, tidak bisa, ya. Ya, mereka tidak bisa apa-apa, hanya sekedar mendengar. Dan ini merupakan makna dari firman Allah Subhanahu wa taala. W anmin man filbur, ya. Ya. Dan kamu tidak tidak bisa memperdengarkan, ya, suaramu kepada orang-orang yang ada dalam kubur. Ya, maknanya adalah bukan dalam artian, ya, bukan dalam artian bahwa mereka tidak mendengar suara kita. Tidak. Tapi dalam artian kita tidak bisa memberikan mereka manfaat dengan suara kita, ya, ketika mereka dalam kubur. Tidak ada manfaatnya kita memanggil mereka, ya. Kenapa tidak ada manfaatnya? Karena mereka hanya bisa mendengar dan tidak bisa membalas. Mereka hanya bisa mendengar dan tidak bisa membalas. Ya, jadi, ya, itulah, ya, yang dikatakan oleh para ulama bahwa mereka mendengar tapi tidak bisa melakukan apa-apa. Ya, barakallah fikum ustaz. Jazakallah khairan atas jawabannya.

Kemudian kita beralih ke pertanyaan berikutnya dari Waode Yuliana. Pertanyaannya Ustaz, bagaimana jika kita berhutang kepada seseorang tapi orang tersebut sudah pindah dari daerah kita? Kami bisa membayar utang tersebut dan bagaimana di akhirat kelak tentang utang tersebut.

Eee, mic-nya belum terbuka, Ustaz. TB, tib, Tayb. Ee, ee, jika kita berhutang kepada seseorang tapi orang tersebut sudah pindah dari daerah kita dan dia tidak punya keluarga di sini, kami tidak bisa menghembungi orang itu. Tidak ada akses, iya, terhubung ke orang itu. Bagaimana caranya kami bisa membayar utang tersebut? Bagaimana di akhirat kelak tentang utang itu?

Ya, pertama, ya, tetap berusaha untuk mencari orang itu. Tetap berusaha untuk mencari orang itu. Iya, ya. Tetap berusaha, se sebisa kita karena itu merupakan utang kita, ya. Kalau seandainya kita tidak dapatkan orang tersebut, sudah mencari ke mana-mana, maka kita sedekahkan, ya, uang tersebut, ya, hutang kita tersebut kita sedekahkan atas nama orang tersebut, atas nama orang yang kita, ya, kita, ee, yang memberikan orang hutang tersebut, ya, kita bersedekah atas nama, ya, dengan tujuan apa? Dengan tujuan, ya, agar di hari kiamat kelak dia tidak menuntut kita, ya. Dia tidak menuntut kita kenapa belum bayar, ya, agar di hari kiamat kelak dia tidak menuntut kita, ya. Karena ketika di hari kiamat kelak dia mendapati misalnya, ya, uangnya telah berlipat ganda karena sedekah, ya, dia mendapati bahwa ternyata ada uangku dulu yang disedekahkan oleh orang ini, ya, maka mungkin dengan cara itu dia bisa memaafkan kita pada hari kiamat kelak, ya, mungkin dengan cara itu dia bisa memaafkan kita pada hari kiamat kelah. Oleh sebab itu, enggak ada problem, silakan disedekahkan dengan niat, ya, ee, orang tersebut. Ini merupakan, ya, penjelasan dari sebagian ulama.

Barakallah. Tib, ustaz. Jazakullah khairan atas jawabannya. Kita masih tersisa dua pertanyaan lagi. Semoga bisa dijawab di 5 menit terakhir. Tib, pertanyaan dari Irma Yanti. Bagaimana cara mengganti makanan yang tidak sengaja termakan tanpa seizin pemiliknya sedangkan pemiliknya sudah berada di luar kota? Apakah tetap butuh taubat kepada Allah? Ustaz syukran.

Iya. Ya, kalau hal yang seperti ini, ya, tinggal berikan minta izin kepada pemiliknya yang ada di luar kota. Ya, saya kira sekarang mudah, tinggal di WA, ditelepon, ya, bahwasanya tadi saya makan makananmu, ee, tadi saya ambil makananmu dan sebagainya, ya. Ya, tidak. Ini tidak butuh tobat kepada Allah. Cukup meminta maaf atau meminta kehalalan, meminta izin dari pemiliknya walaupun sudah dimakan. Enggak ada problem. Iya.

Barakallahu fik. Tapaz. Jazakullah khairan atas jawabannya. Kita punya pertanyaan terakhir dari Dian Ekawati. Afan, Ustaz, bagaimana hukumnya ketika kita salah satu staf dalam satu instansi dan di instansi tersebut kita dapat bantuan? Nah, kemudian dari bantuan itu kita pakai untuk belanja online. Kemudian saat kita ingin melaporkan belanjaan itu, kita tidak punya bukti notanya karena online. Jadi, kita memalsukkan toko tempat pembagian barang tersebut dengan nominal yang sama yang dibelanjakan. Apakah itu boleh? Karena pelaporannya harus pakai nota. Syukran.

Barakallahu fikum. Barakallahu fik. Jazakullah khairan. Ya, ini pertanyaan yang memang sering, ya, sering di ada dalam lapangan, ya, dalam pekerjaan kita sehari-hari, ya. Ya. Ee, apakah boleh melakukan ini, ya? Kalau seandainya, kalau seandainya tidak ada lagi, ya, tidak ada lagi cara untuk mendapatkan nota tersebut selain ini, maka tidak ada problem insyaallah, agar asal, ya, ya, asal pertama pemilik nota tersebut rida, rela, ya, tokoh pemilik nota tersebut rela, ya, untuk mengisi di situ, ya, itu yang pertama. Yang kedua, nominalnya sama dengan yang antum, yang antum membelanjakan, nominalnya sama dengan yang antum belanjakan, ya. Jangan kemudian belanja online-nya Rp100.000, ditulis di nota Rp50.000, ya. Ya, jangan, ya, memang sesuai dengan, ee, harga pembelian. Yang pertama tadi orangnya rida, tadi yang untung ambil bukti notanya, notanya tadi dia rida, pemilik nota dia rida. Kemudian kedua, nominalnya tidak, tidak boleh di, tidak ditambah-tambah diusap, ya. Ya. Ya. Itu dibolehkan insyaallah kalau tidak ada lagi, ya, cara untuk mendapatkan nota, ya. Karena ini banyak kasus terjadi seperti ini, ya. Banyak kasus, ya, terjadi, ya, seperti ini, ya. Dan, ya, memang, ee, lumayan ribet juga, ya. Oleh sebab itu, ya, silakan tapi dengan syarat-syarat yang kita sebutkan tadi, ya. Ya, jangan menambah nominal, ya, karena itu juga mungkin akan dihitung sebagai korupsi, ya, ee, atau juga penipuan dan sebagainya.

Barakallahu fikakallah khair. Tib, ustaz. Jazakullah khairan atas jawaban yang telah disampaikan. Ee, kami ucapkan syukran wajazakumullah khairan kepada pemateri kita Ustaz Dr. Maulana Laeda yang telah menyampaikan materinya dan menyempatkan juga waktunya untuk mengisi sesi konsultasi pada malam hari ini. Dan juga kami ucapkan syukran wajazakumullahu khairan kepada seluruh peserta yang telah menyempatkan dirinya untuk bergabung dan memberikan pertanyaan di acara kita pada malam hari ini. Ee, kita tutup acara kita dengan masing-masing membaca doa kafaratul majelis. Subhanakallahum wabihamdik, asadu ilahailla anta, astagfiruka wa atubu ilaik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Barakallah fikum Ustaz Rdi. Masyaallah. Barakallah.