📱

Get Our Mobile App

Take your business learning on the go!

Download on the App StoreGet it on Google Play

PONDASI BOR: part2a_Metode Pelaksanaan - Hinawan T. Santoso, ST, MT

masdosen36:02

Transcription

Oke teman-teman, akan kita lanjutkan pembahasan kita terkait dengan materi rekayasa pondasi. Kali ini masih kita membahas terkait dengan pondasi bor atau bor pile bagian yang kedua, ya. Nah, sebelumnya di bagian pertama kita kemarin sudah membahas terkait dengan definisi, kemudian jenis-jenis pondasi bor, dan juga kelebihan serta kekurangan pondasi bor kalau kita bandingkan sama-sama pondasi dalamnya adalah pondasi tiang pancang. Nah, di kesempatan kali ini di bagian kedua, kita akan membahas terkait dengan metode pelaksanaan pondasi bor di lapangan, ya, termasuk juga nanti metode pengawasan atau kontrol mutu dari pondasi bor pile. Nah, karena pondasi bor pile ini kan sifatnya adalah cor di tempat atau in situ, sehingga nanti kira-kira cara-cara apa atau atau metode apa yang bisa kita lakukan dalam memastikan dan mengontrol hasil dari pengecoran kita yang notabene ini di bawah permukaan tanah dan kadang di bawah permukaan air. Nah, metode pelaksanaannya seperti apa, kemudian metode kontrolnya juga seperti apa. Nah, ini kita akan bahas di bagian kedua ini. Silakan nanti kalau ada pertanyaan bisa langsung ditanyakan atau memang nanti di akhir presentasi akan saya berikan kesempatan untuk tanya jawab. Oke, saya lanjutkan ya.

Oke, jadi tujuan pembelajaran kita ee untuk hari ini atau pertemuan ini adalah nanti mahasiswa mampu menjelaskan metode pelaksanaan dan pengawasan atau kontrol mutu dari pondasi bor. Kemudian subcapaiannya nanti kita detailkan: yang pertama untuk ee bisa menjelaskan metode pelaksanaan dari pondasi bor, kemudian yang kedua adalah menjelaskan metode pengawasan atau kontrol mutu dari pondasi bor. Oke, kita lanjutkan. Nah, ini untuk metode pelaksanaan pondasi bor ini sebenarnya kemarin sudah kita singgung sedikit ya sewaktu di bagian pertama. Akan saya ulang kembali karena ini sebenarnya masuk ke metode pelaksanaan dari pembuatan lubang bor. Nah, di sini dalam melakukan atau membuat lubang bor itu ada beberapa metode. Di sini kita rangkum menjadi tiga metode, ya. Yang pertama adalah metode kering atau dry method. Itu adalah metode yang sering digunakan apabila kita melakukan pengeboran di mana muka air tanahnya itu berada jauh atau tidak terpengaruh terhadap rencana kedalaman pondasi kita. Jadi, kalau misalkan muka air tanahnya jauh di dalam, sedangkan kedalaman pondasi kita di atas permukaan air tanah, nah ini biasanya tidak dipengaruhi oleh nantinya air tanah, sehingga metode pengeboran bisa gunakan adalah metode dry method. Oke, saya lanjutkan.

Yang kedua nantinya adalah dengan metode casing atau casing method. Nah, metode ini itu digunakan apabila kondisi tanah di lubang bekas kita ngebor gitu ya, dinding lubang kita itu mudah longsor. Nah, ini misalkan tanahnya memang dari tanah pasir yang bersih di bawah permukaan air tanah, gitu ya. Kalau tanah pasirnya itu tanah pasir yang bercampur dengan clay, itu biasanya lebih aman karena nanti diikat oleh kohesivitas si tanah clay-nya. Tapi kalau tanah pasirnya adalah tanah pasir yang cenderungnya bersih, nah antara tanah pasir ini kan sebenarnya ikatan kekuatannya adalah gesekan antar butiran, tidak ada lekatan. Nah, ketika kita ganggu dengan kita bor, nah nantinya dikhawatirkan gesekan itu ee karena ada air tanah juga nanti akan melemahkan si pasirnya sehingga rawan longsor. Oleh karena itu, perlu digunakan pipa selubung baja biasanya, yaitu berupa casing. Nah, casing ini nantinya bisa metodenya kita lakukan dengan memasukkan casing terlebih dahulu dengan vibro hammer, gitu ya, seperti kita memasang atau memancang sheet pile, kemudian nanti baru dibor. Nah, nanti pada saat eh setelah dimasukkan baja tulangan dan kita cor, nanti sembari casing ini kita angkat perlahan-lahan, atau nanti di akhirnya juga bisa kita angkat setelah kita melakukan pengecoran. Oke, ya.

Yang ketiga adalah metode basah atau slurry method, gitu ya. Ini apa? Ini adalah metode yang dilakukan bila pengeboran melewati muka air tanah, sehingga lubang bor selalu longsor bila dindingnya tidak ditahan. Ini sebenarnya hampir sama kasusnya dengan si casing method tadi, tapi kalau ini cenderungnya kalau casing tadi adalah untuk tanah pasir, nah kalau ini bisa untuk tanah yang ee kohesif, tapi memang karena ada dilewati muka air, dia dindingnya menjadi ee rawan longsor sehingga harus ditahan. Nah, untuk menahannya, kalau yang metode dua dengan casing baja, kalau di sini ditahannya adalah dengan suatu larutan yang dinamakan bentonite, gitu ya, atau larutan polimer. Nah, bedanya di sini larutan ini mempunyai tingkat viskositas atau kekentalan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kekentalan si air, sehingga nanti dia akan mengisi celah-celah atau menekan. Kalau kita masukkan ke lubang bor kita, dia akan menekan secara merata dinding-dinding lubang bor kita, gitu ya, sehingga tanahnya itu diharapkan tidak longsor ke dalam karena sudah diisi dengan si bentonite atau si larutan polimer ini. Nah, nanti juga sama, ketika kita sudah selesai mengebor, memasukkan baja tulangan, nah ketika kita ingin mengecor, nanti kita gunakan pipa tremi sampai sisi dasar, kemudian kita lakukan pengecoran, sehingga nanti beton itu akan mendesak si larutan bentonite atau polimer ini naik ke atas. Nah, sehingga diharapkan di bawah yang terisi adalah beton yang kita lakukan pengecoran, seperti itu. Oke, akan saya lanjutkan.

Nah, itu yang pertama tadi adalah terkait metodenya. Nah, sekarang kita bahas lebih detail terkait jenis peralatan pengeborannya. Nah, ini kira-kira jenis peralatannya ada apa saja? Coba kita perhatikan bersama-sama. Jenis-jenisnya yaitu yang pertama adalah drilling auger dengan open helix atau flight. Nah, ini seperti apa barangnya, gitu ya, teman-teman? Nah, ini kita bisa lihat di sini di sebelah kanan ini. Nah, dia sebenarnya adalah open helix, dia l, apa mata bor yang terbuka, gitu ya, yang nantinya ketika kita masukkan dia bisa ngebor dan kemudian ketika kita kita angkat, nanti si tanahnya ini ee tertampung di dalam lubang bor ini, kemudian nanti bisa kita ee buang, gitu ya. Nah, ini yang pertama adalah open helix.

Kemudian yang kedua adalah drilling auger dengan ada drilling bucket-nya. Nah, ini sistemnya seperti yang di sisi sebelah kiri. Ini dia hampir sama tadi, tapi yang membedakan adalah mata bornya di ujung, kemudian dia punya semacam bucket atau tampungan di atasnya, sehingga tanah nanti ditampung di atas dari bucket ini. Jadi, ketika nanti kita sudah selesai ngebor, diangkat, ketika kita ingin membuang tanah, nah nanti si bucket ini digoyangkan, nanti sehingga ee tanahnya keluar, gitu ya. Oke.

Yang ketiga adalah ada jenisnya juga clam shell. Nah, clam shell ini sebenarnya dia bukan ngebor sistemnya, tapi dia menjapit, gitu ya. Ini ilustrasinya ada yang di sebelah bawah ini. Nah, ini digunakan biasanya dia untuk cutting memotong tanah dan juga nanti mengambil si tanahnya, gitu ya. Dia biasanya digunakan untuk ee dinding-dinding penahan tanah, G ya. Jadi, sebelum digali, kita buat dulu dinding penahannya dengan metode clam shell ini: kita ambil tanahnya, nanti diisi beton bertulang, kemudian baru kita bisa nantinya menggali di sisi yang memang kita akan gali, sehingga nanti karena sudah ada si dinding penahan tanahnya, diharapkan sudah aman, gitu ya. Oke.

Yang terakhir adalah airlift drilling atau reverse circulation drilling atau RCD. Nah, ini eh peralatan pengeboran yang sudah cukup advance yang keempat ini. Nah, ini apa? Coba kita bahas di slide berikutnya.

Nah, tadi disebutkan reverse circulation drilling atau RCD system. Nah, RCD ini disebut juga adalah airlift drilling, yaitu metode pengeboran yang menggunakan alat bor dengan dinding ganda, terdiri dari batang bor di bagian luar dan ban di bagian dalamnya. Tabung dalam yang berlubang ini memungkinkan tanah atau batuan yang sudah kita bor di sisi bawah itu diangkut kembali ke permukaan dan menggunakan aliran yang terus-menerus dan stabil. Jadi, kayak di pompa, ya, dikompresi, ditarik. Jadi, kita ngebor ini, ya, alatnya kan ini. Jadi, di sini kita melakukan pengeboran, gitu ya, ada dua mata bor tadi yang bagian satu dan bagian dalamnya luar dan dalam. Jadi, rock bit ini yang di bagian depannya dia ngebor, kemudian di sini ada ee aliran fluida yang bertekanan tadi ya, sehingga nanti ketika kita sudah ngebor, karena ada kompresi udara tadi yang menarik si hasil kita ngebor tadi, ditarik ke permukaan, sehingga nanti di sini bisa dikumpulkan menjadi di area discharge areanya di sini, gitu ya. Nah, ini bisa digunakan juga sistem seperti ini. Berbeda kalau yang sistem bucket atau helix tadi, kan dibor kemudian nanti mungkin e kedalaman tertentu kita tarik naik ke atas, kita buang ee si hasil pengeboran kita, gitu ya, lumpurnya atau tanah-tanahnya, kemudian kita ulangi terus seperti itu sistemnya sehingga jauh lebih lama. Nah, dengan sistem RCD ini diharapkan dia memberikan efektivitas yang lebih baik, tapi memang peralatannya jauh lebih kompleks, lebih banyak, dan kemungkinan juga biayanya cukup lebih mahal, gitu ya. Harus kita perhatikan juga efektivitas penggunaannya jumlahnya terhadap biaya kita menggunakan alat ini. Nah, ini alat drillingnya seperti ini di sebelah atas, gitu ya, di sini kita lihat. Tadi, nah ini mata bornya seperti ini, jadi dia mata bornya luar, kemudian ada yang dalam ini untuk nyedot hasil kita pengeboran, gitu ya. Terus kemudian ini adalah di pipa penghisap dan kompresornya untuk eh narik si kotoran yang sudah kita drill atau kita bor tadi. Nah, ini alat yang keempat yaitu RCD sistem. Oke, kita lanjutkan.

Nah, kalau metode ya seperti apa, teman-teman, kalau kita ingin melakukan pelaksanaan dari pondasi bor, gitu ya? Ini kita sajikan dalam bentuk flowchart, gitu ya, dan juga ada keterangan gambar yang bisa kita jadikan referensi. Ini yang pertama, misalkan kita mulai. Yang harus dilakukan pertama kali adalah seperti biasa kita melakukan surveying. Nah, surveying ini untuk menentukan titik-titik persisnya lokasi kita ngebor di mana, gitu ya. Selanjutnya ditindak lanjuti dengan soil investigasi. Nah, meskipun di perencanaan sudah di soil investigasi oleh konsultan perencana, tapi sebagai pelaksana itu juga kadang diberikan kewajiban ataupun kalau memang atas kehendak sendiri melakukan soil investigasi, karena nanti terkait dengan eh material ataupun biaya. Nah, ketika kita sudah melakukan soil inv. ulang, diharapkan di persis lokasi titik yang akan kita bor, sehingga nanti lebih presisi kedalamannya dan juga nanti terkait dimensi dan perhitungan lainnya. Kalau memang sudah confirm, berarti kita bisa pakai desain yang sudah ada, tapi kalau memang ditemukan hal yang menyimpang, bisa kita ajukan banding ataupun kita revisi desainnya, kemudian kita ajukan ke perencana dan ke pemilik pekerjaan, seperti itu. Oke.

Nah, ini nanti setelah dilakukan soil investigasi, koordinasi. Nah, ini terkait dengan tadi ya, desain dari bor pile, apabila memang ditemukan ketidaksesuaian. Nah, kemudian selanjutnya adalah cek situasi dan lokasi pekerjaan. Nah, ini maksudnya kita konfirmasi antara soil investigasi terhadap kondisi di lapangannya, gitu ya. Ini berulang kalau memang perlu adanya penyesuaian, ya ini prosesnya adalah berulang koordinasi ini. Nah, kemudian kan selanjutnya kalau memang sudah acc atau oke semua, bisa dilanjutkan ke tahap berikutnya. Nah, dalam hal ini di sini kita ada beberapa tipe, ini dengan casing. Nah, dalam hal ini untuk memasukkan casing tadi, biasanya kalau tanahnya memang keras biasanya pakai namanya preboring, jadi tanahnya dibor terlebih dahulu baru untuk memasukkan si casing. Tapi kalau tanahnya cenderung lunak, casing ini bisa dimasukkan dengan alat vibro hammer, gitu ya. J, ini adalah preboring kalau memang tanahnya keras. Casingnya ini kan sebenarnya hanya tipis, dia tidak untuk struktural, gitu ya, hanya untuk melindungi supaya tidak longsor. Sehingga karena ketebalannya cukup tipis, sehingga kalau kita masukkan dipaksa untuk tanah keras biasanya tidak bisa, sehingga kita gunakan namanya preboring. Tapi kalau tanahnya lunak dan kita yakin mampu, tidak usah dilakukan namanya preboring. Nah, nanti ini setelah masuk, baru kita lakukan adalah drilling, gitu ya. Drilling bisa kalau sudah dengan casing adalah tidak perlu pakai polimer, gitu ya. Tapi kalau memang tidak pakai casing untuk melindungi, bisa pakai polimer atau bentonite tadi. Oke, nanti kita cek kedalaman, gitu ya, cek kedalaman apakah sudah memenuhi sesuai desain yang kita bahas tadi di depan atau belum. Nah, kalau belum, ya diulangi dengan drilling kembali; kalau sudah, ya berarti kita lanjutkan ke tahap berikutnya.

Nah, drilling tadi ya itu tahapannya adalah kita memasukkan si drilling auger mata bornya tadi, kalau ini sistemnya bucket, gitu ya, kita masukkan ke titik rencana tadi, kemudian kita bor pengeboran, nanti kita sampai kedalaman tertentu bucketnya penuh, kita tarik ke atas, kemudian didisposal atau dibuang hasil pengeboran kita. Nah, ini berulang ya sampai nanti kedalaman rencana adalah terpenuhi. Nah, selanjutnya baru kita pasangkan adalah reinforcing bar, besi tulangan, ya, ini untuk si pondasi bor. Nah, ini biasanya sudah dirakit dulu di luar, kemudian nanti tinggal kita masukkan, ni ya, jadi instal rebarnya, kemudian kita masukkan ke dalam si lubang tadi. Pastikan si lubang tadi sudah memenuhi kedalaman dan kebersihan. Maksud kebersihan di sini jangan sampai ada semacam guguran atau lumpur yang masih tersisa di dalam lubang bor. Nah, karena nanti kalau ada guguran tanah ataupun lumpur, ini akan mengurangi dari kekuatan si beton kita, nanti ada keropos, kemudian ada laminasi, sehingga beton satu dengan lain tidak menyatu, gitu ya. Nah, di atas ini kalau metodenya adalah pakai polimer tadi ya atau pakai bentonite.

Selanjutnya, setelah tulangan kita instal, namanya pipa tremi, gu ya, bat tremi. Nanti kita jelaskan lebih detail seperti apa bentuknya. Ini untuk mengantisipasi kita mengecor yang cukup dalam, sehingga nanti tidak terjadi segregasi atau pemisahan antara agregat kasar dan agregat halus, dan juga untuk mengakomodir dari pengecoran di bawah air. Nah, ini caranya adalah dengan pipa tremi. Nah, nanti setelah itu, setelah terpasang, baru dituangkan beton atau konkritnya. Nah, setelah itu, setelah sampai pada posisi rencana di atas terisi penuh semua, baru nanti casingnya adalah diangkat. Nah, ini diangkat ini bisa dilakukan lagi dengan vibro hammer tadi, gitu ya, getarkan kemudian dicabut atau diangkat, kemudian adalah selesai, seperti itu ya teman-teman. Metode pelaksanaan dari pondasi bor.

Nah, ini coba kita lihat secara lebih mendetail, gitu ya, kira-kira seperti apa. Oke, yang pertama tadi adalah set up the location of bore pile, gitu ya. Nah, jadi kita tadi surveying ya dengan alat survei. Teman-teman sudah belajar ilmu ukur tanah, bisa dengan total station atau dengan peralatan lain, pastikan lokasinya adalah tepat di lokasi rencana, gitu ya. Nah, kemudian nanti kita tandai biasanya dengan patok dan lain sebagainya, sesuai dengan diameter yang akan kita bor, sehingga nanti ini memudahkan si operator dari ee alat bornya, alat drillingnya. Oke.

Yang kedua adalah kalau ini misalkan menggunakan casing, gitu ya teman-teman, dan tanahnya kebetulan tidak terlalu keras sehingga tidak perlu preboring, sehingga langkah kedua adalah insert casing atau memasukkan casing. Nah, ini casing ini harus dipastikan pada saat masuk ini adalah ee vertikal, ya, jadi sudut vertikalnya harus benar-benar dicek. Nah, ini bisa teman-teman lakukan dengan alat canggih theodolite, gitu ya, atau memang dengan alat sederhana ini bisa dengan unting-unting namanya, ya, semacam benang yang diberikan pemberat di bawah, kemudian kita bidik, gitu ya, kira-kira dia sudah lurus atau belum. Nah, ini bisa juga di lapangan lebih praktis seperti ini. Nah, ini juga nanti casing ini digetarkan atau dimasukkan sampai pada posisi yang dikehendaki atau yang direncanakan, gu ya.

Oke, kita lanjutkan tahap berikutnya. Setelah casing, ya, kita sekarang melakukan drilling atau pengeboran. Pengeboran dilaksanakan secara bertahap, kalau sistemnya dengan open helix ataupun dengan bucket drilling. Jadi, kita bor sampai bucketnya ini penuh, kemudian kita angkat, kita disposal, kemudian kita masuk ngebor lagi, pengeboran lagi, sampai nanti itu dilakukan berulang sampai kedalaman yang direncanakan, ya. Nah, setelah ini selesai, nah kita harus pastikan. Kadang tanah yang sudah kita angkat atau ada batuan atau kerikil itu biasanya bisa terangkat dengan bucket tadi, tapi ada beberapa yang misalkan di sini adalah lumpur. Nah, lumpur ini biasanya tertinggal masih di dalam lubang bor, sehingga perlu kita bersihkan. Nah, cara pembersihannya bisa dilakukan dengan metode mechanical pump. Jadi, ini semacam selubung ke dalam, tapi ini ada bisa kita sedot gitu ya seperti pompa, sehingga kita nanti bisa menarik atau menyedot dari lumpur-lumpur yang tersisa di dasar. Nah, harapan kita kalau lumpur-lumpur ini sudah bersih bisa terangkat, nanti beton kita tidak bercampur dengan lumpur yang akan merugikan eh sisi kekuatan dari daya dukung ujung struktur kita, gu ya teman-teman.

Oke, langkah selanjutnya, kalau prosedur pembersihan lumpur sudah selesai, nah saatnya merangkai si besi tulangan. Nah, besi tulangan ini biasanya dirangkai di luar dari area, sehingga nanti ketika masuk ke area ini bisa kita langsung tinggal masukkan, gitu ya. Nah, ini karena bentuknya bor ini adalah lingkaran, sehingga kebanyakan tulangan-tulangannya adalah seperti ini. Ini tulangan utama yang merah ini, kemudian ini adalah sengkang, gitu ya. Nah, ini kadang yang harus kita berikan treatment adalah pengaku. Nah, ini di dalam sengkangnya ini, ini supaya tidak bergeser bentuknya tetap lingkaran, kita harus berikan pengaku, ya, sehingga nanti ketika kita angkat dan kita masukkan, tulangan ini tidak bergeser posisinya atau bentuknya menjadi tidak lagi lingkaran. Juga yang harus diperhatikan oleh teman-teman adalah kita perlu memasang kalau memang diperlukan adalah semacam alat. Nah, kalau di pengecoran beton biasa biasanya namanya tahu beton, gitu ya, untuk memberikan selimut antara bekisting kita dengan tulangan. Nah, di bor juga ada ini, tapi dia bentuknya adalah seperti roda ini, sehingga nanti ketika ini dimasukkan ke dalam lubang bor tadi, ya, kebetulan ini pakai casing, sehingga roda ini akan mempertahankan posisi dari si tulangan ini tetap berada di center line-nya, sehingga nanti ketika cor, kita cor kita mempunyai selimut di sekeliling dari tiang ini, gitu ya teman-teman. Nah, ini bisa kita perhatikan diameternya mungkin ini sekitar 1,5 sampai 2 m. Nah, orangnya aja kecil dibandingkan dengan pondasi bor. Jadi, pondasi bor ini sangat memungkinkan kita bisa membuat pondasi dengan diameter yang lebih besar dari 1,2 m, ya. Kalau pancang kemarin kan keterbatasan 1,2 m karena alat angkut dan alat angkat serta alat pancangnya. Nah, kalau di bor pile ini itu sebenarnya tidak terbatas, yang membatasi adalah si apa mata bor atau drilling augernya, keterbatasannya yang tersedia berapa, gitu seperti itu.

Oke, yang berikutnya setelah tulangan kita adalah memasukkan yang namanya pipa tremi. Nah, bagi teman-teman yang belum pernah lihat pipa tremi, pipa tremi ini bentuknya adalah seperti ini, teman-teman, ya. Ini sebenarnya pipa biasa, gitu ya, biasanya bisa diameternya 250 mili atau 25 cm gitu ya, atau 10 in, kemudian di atasnya ada corong seperti ini. Kalau kita lihat dari atas, ada corong. Nah, nanti corong ini untuk memasukkan beton. Nah, pipa tremi ini harus dimasukkan sampai ke dasar dari rencana kita dari bor pile-nya. Maksud dan tujuannya adalah kalau ini misalkan kita punya di sini apa namanya muka air tanah, gitu ya teman-teman. Kalau kita langsung mengecor beton dari atas dengan cara kita masukkan, kita tidak pakai pipa tremi ini, dikhawatirkan beton nanti adalah kalau jatuhnya sangat ekstrem, yang pertama adalah terjadi segregasi, pemisahan antara agregat halus dan kasar karena proses jatuhnya sendiri gravitasi, gitu ya, yang berat akan jatuh terlebih dahulu, kemudian yang ee ringan nanti terakhir. Yang kedua adalah karena ada muka air di sini, misalkan. Nah, nanti beton ketika mengenai muka air, nanti pada saat jatuh ke bawah dia akan bubar, ambyar, gitu ya, tidak lagi menyatu menjadi satu satuan beton, sehingga dikhawatirkan bercampur air dan nantinya tidak bisa memadat atau mengeras. Nah, dengan metode tremi ini, ini pipa kita masukkan. Nantinya di atasnya kita tuang beton, nah sampai di permukaan paling bawah. Nah, nanti seiring kita melakukan pengecoran, ini diangkat pelan-pelan. Jadi, ini sambil ada crane ya di sini untuk ngangkat si tremi-nya. Nanti sambil dimasukkan beton ke sini, sambil kita angkat pelan-pelan, nah sehingga diharapkan si beton ini akan mengisi sela-sela yang ada di bawah ini. Harapannya lumpur dan air juga akan terdesak naik jadinya. Nah, iring dengan itu, nanti pipa tremi ini perlahan-lahan kita tarik sedikit demi sedikit sampai ke posisi atas. Nah, tapi di sini ada persyaratan tinggi tremi ini tetap harus tertimbun di dalam beton kita. Nah, dalam ini saya sampaikan, misalkan diameter bor pile-nya adalah 1 m atau 1000 mili, gitu ya, tremi ini harus tertimbun sekitar 3 sampai 3,5 m di dalam beton, gu ya teman-teman, supaya kalau timbunnya adalah di sisi bawah, nah ketika beton keluar dia mendesak si lumpur dan air. Tapi kalau tremi-nya sendiri di atas beton, nah nanti dia bercampur dengan air dan lumpur sehingga tidak padat, gitu ya. Nah, kalau diameternya 1,8, ini bisa 2 sampai 2,15 m, gitu ya. Jadi, si tremi ini harus tetap terendam di dalam si beton, sambil kita angkat atau kita cor naik pelan-pelan, seperti itu teman-teman.

Oke, kita lanjutkan. Nah, ini tahap penuangannya, ya. Jadi, dari corongnya si pipa tremi, nanti kita bisa masukkan eh beton, gitu ya. Nah, ini ilustrasinya juga seperti ini, sambil nanti ini, ini kan ada ikatan, nih. Nah, ini kita ikat ke crane. Nah, nanti crane-nya ini akan sedikit kita naikkan, sehingga kita konfirmasi juga terhadap volume yang masuk. Nah, kita kan bisa hitung, tuh, kalau diameter 1 m, kira-kira untuk naik 1 m dia butuh berapa kubik. Nah, ini nanti bisa kita hitung, sehingga nanti sembari kita naikkan pelan-pelan si tremi-nya. Nah, ini pelaksanaannya, ya teman-teman.

Nah, dari materialnya sendiri, ya, untuk beton di tiang bor ini itu ada dua jenis. Ada yang pakai namanya beton biasa atau beton normal yang teman-teman sering atau pernah desain, bahkan pernah melakukan pencampuran normal atau beton biasa, ya, mutunya pun nanti bisa disesuaikan sesuai kebutuhan desain, gitu ya, ada fc30 bahkan sampai yang fc40, misalkan. Nah, tapi ada juga satu beton yang namanya di sini yang sering digunakan untuk pondasi bor adalah beton SCC. Beton SCC apa? Beton SCC adalah self compacting concrete. Jadi, beton memadat sendiri. Nah, biasanya kalau teman-teman melakukan pengecoran untuk memadatkan, kan pakai alat vibrator ya, atau dirojok kadang kalau kalau memungkinkan. Nah, karena posisi kita betonnya di sisi bawah, mungkin di kedalaman 50 m misalkan, itu tidak mungkin kita menggunakan alat vibrator ataupun kita rojok. Nah, salah satu yang bisa kita lakukan adalah kita menggunakan yang namanya beton SCC, self compacting concrete. Nah, ini seperti apa? Mudah-mudahan kalau kita masih punya waktu, nanti akan saya singgung sedikit, ya teman-teman, terkait beton SCC ini supaya kalian dapat gambaran. Kok dinamakan beton SCC ini? Kenapa? Kelebihannya apa? Gitu ya. Nanti coba saya jelaskan di akhir kalau memang nanti masih ada waktu. Nah, kalau biasanya beton normal itu diukurnya dengan nilai slump, gitu ya, nilai slump-nya apakah 8, 10, atau 12, gitu ya teman-teman. Kalau SCC ini diukurnya adalah dengan namanya flow, jadi tidak lagi dia slump-nya turunnya berapa, tapi alirannya adalah seperti apa flow-nya, dan juga maksimum agregatnya kadang hanya 2,5 cm, tapi ini bisa mencapai kuat tekan yang cukup tinggi, memang dengan nanti adalah campuran-campuran yang spesial dengan admixure, admixure atau bahan tambah yang juga spesial. Nanti coba kita bahas di belakang.

Oke, kalau kalau pengecoran sudah selesai, langkah berikutnya yang terakhir tadi adalah kita remove casing atau casing ini kita cabut kembali dengan alat vibro hammer. Oke, ya. Jadi, ini langkah-langkah untuk melakukan metode pelaksanaan dari pondasi bor pile.

Oke, kita lanjutkan. Jadi, pondasi bor ini apabila kita sudah selesaikan proses pengecoran hingga dia sudah mencapai umur dari si betonnya, gitu ya. Nah, langkah berikutnya adalah kita nanti melakukan pelaksanaan pile cap atau poer di atas dari pondasi tadi. Nah, yang harus kita lakukan apa sebelum kita memasang poer atau pile cap? Nah, ini ada flowchart di sini bisa kita ikuti. Nah, untuk memastikan si tiang ini diterima oleh kita, baik kualitasnya, gitu ya. Apakah ini kira-kira OK atau tidak? Bahannya yang tertanam benar-benar betonnya bagus atau tidak? Integritasnya seperti apa? Apakah ada penggelembungan ataupun ada pengurangan dimensi? Nah, ini bisa kita lakukan pengujian sebelum kita lakukan pekerjaan pile cap atau poer. Nah, pengujian di sini ada, kemarin kita jelaskan ada PDA test, ya, yang untuk mengetahui daya dukung pondasi tiang, baik tiang pancang atau tiang bor dengan metode dinamik. Nah, ini juga bisa dilakukan juga di bor pile, dan juga nanti ada istilahnya PIT, tiang ini nanti kita jelaskan pile integrity test, itu untuk mengetes integritas atau keutuhan si tiang bor. Juga nanti ada metode misalkan CSL, cross hole sonic logging. Nah, itu juga untuk mengetahui integritas si tiang, dan metode-metode lain nanti kita coba jelaskan di belakang.

Nah, nanti selanjutnya, apabila memang Mang pekerjaan dari kontrol mutu tadi sudah di-acc dan diterima, kita bisa lakukan galian terhadap rencana poer atau pile cap. Nah, galian ini kita lihat galiannya kira-kira berapa dalam, dan harus kita siapkan apabila kiri kanannya adalah ada gedung existing ataupun untuk jalan dan lain sebagainya. Untuk melindungi supaya tidak longsor, biasanya kita pakai proteksi berupa sheet pile, gitu ya, atau cofferdam sebelum kita melakukan galian. Nah, nanti galian ini misalkan di sini contohnya 1 m itu tergantung ya, nanti Apakah memang kebutuhannya 1 m atau 2 m atau 3 m? Nah, nanti disesuaikan. Nah, nanti selanjutnya kita melakukan yang namanya pemasangan strutting dan waling. Ini sebenarnya adalah kalau galiannya lebih dari 1 m, itu harus kita perkuat si sheet pile-nya tadi. Kita harus pasang pengaku atau strutting atau waling adalah penguat dari dinding si sheet pile itu. Kalau galiannya lebih dari 1 m, kalau tidak ya, kalau memang kuat tidak perlu kita perkuat sheet pile-nya, bisa kita lanjutkan. Setelah galian selesai pada posisi final, nah nanti kita lakukan yang namanya LC. LC di sini adalah lean concrete atau beton ben0 ya, beton alas, nantinya untuk kita bisa gunakan pada saat pembobokan tiang sebagai landasan kita ataupun nanti pemasangan baja tulangan, gu ya. Langkah berikutnya itu kita bobok si tiang bornya, gu ya teman-teman. Nah, kalau di tiang pancang kemarin, kan kita bobok kemudian kita isi dengan yang namanya beton ee di kepala tiang pancangnya dengan tambahan tulangan kemarin ya, sepanjang 1 sampai 2D, dan ada sisa di atasnya juga kita perlu kasih tambahan 1D, gitu ya. Nah, kalau di bor pile ini, karena sudah ada tulangan dindingnya tadi yang kita masukkan, kita tidak perlu lagi nantinya menambahkan overstack, istilahnya overstack di kepala tiang, gitu ya. Kita cukup membobok saja, sehingga nanti kelihatan si tulangan ini. Oke, setelah itu nanti baru pemasangan rebar atau besi untuk pekerjaan si pile cap-nya, gitu ya. Kita bisa lakukan pemasangan besinya, setelah itu pemasangan formwork atau acuan atau bekisting, dilakukan berikutnya adalah pengecoran. Nah, nanti setelah pengecoran adalah curing, gitu ya teman-teman. Nah, sehingga setelah curing ini berarti sudah selesai tahap pondasi bored pile sampai ke pile cap atau poernya, itu ya untuk metode pelaksanaannya seperti itu.

Nah, ini beberapa contoh gambar. Kita lakukan penggalian tadi ya, kalau memang tanahnya stabil tidak perlu sheet pile, ya tidak usah. Tapi kalau memang tanahnya tidak stabil dan kedalaman galian cukup dalam, harus diproteksi supaya tidak terjadi kelongsoran. Nah, ini nanti di bobok. Ini kan tanahnya cukup bagus nih, tidak longsor, nah dia makanya tidak pakai sheet pile, ini sehingga kita gali sampai kedalaman rencana. Nah, ini kalau tanahnya stabil bisa kita langsung bobok. Kalau tidak, biasanya kita cor LC dulu, karena LC itu untuk pijakan kita nanti ketika membobok si tiang bornya. Ini nah ini hasil membobokan, gitu ya, si tiang bor kelihatan dari tulangan-tulangan yang kita masukkan pada saat pengeboran. Ini sudah dilakukan LC atau lean concrete, gitu ya teman-teman, dan kemudian selanjutnya adalah kita pasang dari rebar atau tulangan si poer atau pile cap-nya. Nah, itu skemanya seperti itu, ya.

Oke, kita lanjutkan. Setelah kita tadi mengetahui metode atau cara-cara pelaksanaan dari pondasi bor pile, nah kita akan lanjutkan di sini. Kita ingin mengetahui: bagaimanakah metode pengawasan atau kontrol mutu dari pondasi bor pile?