Transcription
[Musik] Jam ketiga 310.
Heb Pandi, asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita semua. Salam sejahtera untuk seluruh saudara saudaraku sebangsa dan setanah air dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Roti. Alhamdulillah, dalam kesempatan yang berbahagia ini, alhamdulillah kita masih diberi kesehatan oleh Allah Subhanahu wa taala sehingga kita bisa bersama-sama bersilaturahmi, bermuajahah, bertatap muka dalam kesempatan yang berbahagia ini. Semoga Allah Subhanahu wa taala selalu memberikan kita kebahagiaan, kesenangan, ketenangan, kemenangan, kekayaan zhiron wa batinan. Amin ya rabbal alamin. Alhamdulillah.
F Adik Tiara, Bib Mahzul ya, Bib Prasetia. Naam. Aduh, jadi batuk ini, Beb. Bibsa 1 2 3. Naam. PJ, salam dari Kalsel. Siap. Ini jangan lupa kopinya, jangan lupa rokoknya biar enak, B. Alhamdulillah teman-teman semuanya ya yang telah hadir dalam kesempatan kali ini B Fahmi Mubarok atau teman-teman yang di mana dalam kesempatan ini kita akan mengulas satu video dari ceramahnya Habib Umar bin Hafiz Bib hari Agus di Karena tadi pagi ya. Tadi pagi. Heeh. Jiput seberang. Abah Haji Jufri almarhum hadir. Subhanallah. Bib. Ohoi. Masyaallah. Dari Ciput ya. Kecamatan berarti. Kecamatan ya. Kecamatan Ciput. Kantor. Ee salam untuk teman-teman yang di sana. Habib Oh. Di mana tadi saya menyimak satu ceramah nya Habib Umar bin Hafiz panjang insyaallah ada mungkin sezaman ya. Dan live-nya pun juga lama itu di awalnya ada Heeh. Beb Gfur Alwan ya. Waalaikumsalam BB Andalas. Heeh. Tarakan. Masyaallah. itu penyebutan biografi dari Habib Ali Alhabsyi, Ali bin Muhammad bin Husein Al Habsyi. Kemudian ada kata sambutan dari Wakil Gubernur Jawa Tengah, Gus. Siapa namanya itu ya? Wakil Gubernur lah. He putranya Mbah Mun. Kemudian yang berikutnya itu ada perwakilan dari Pondok Pesantren Sidogiri. Heeh. Bibon Malaikat. Masyaallah. Waalaikumsalam. Tolong bacakan komen saya. Siap. Bib malaikat Kabib Balawi pendusta. Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Heeh. Habib. Mbah Habib. Ya. Kemudian setelah itu ada salah satu Habib yang enggak kenal saya. Tapi ketika dia Hadrut saya pernah melihatnya itu Bim Dedar. Heeh. Kemudian misis skinc Aziz kagak ada pembahasan lain apa? Oh banyak banyak. Ada pembahasan tafsir, ada pembahasan tasawuf, ada pembahasan hikam dan lain-lainnya. itu sesuai jadwal begitu. Kemudian BB John West ya. Heeh. Umar bin Hafiz melakukan pengakuan dosa terkait pemal Oh, enggak enggak. Jadi justru mengutip satu hadis nanti, Beb. Tenang. Kemudian di situ ada kata sambutan juga dari siapa namanya? Anis Baswedan ya. Anis Baswedan. Salah. Padahal Baswedan itu J1 ya yang membuat puisi dengan sedemikian rupa untuk memuji bahwa habaib itu tidak hanya memiliki kemuliaan nasab silsilah cenah ge tapi juga memiliki kemuliaan ilmu dan amal ya luar biasa pesan sanita naam. Kemudian berikutnya itu baru di situ ceramahnya Habib Umar bin Hafiz. banyak halah yang dibicarakan itu terkait tentang para ulama-ulama yang berguru kepada atau memiliki keterkaitan sanad dengan Habib Ali Al Habsyi atau misalnya seperti Syed Ahmad Zain Dahlan yang dulu berguru kepada atau memiliki keterkaitan sanad bahkan sempat surat-suratan dengan Habib Ali Alhab Heeh. Bib. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh untuk semuanya ya, Bib. Makin terdepan Bib Zainul Arif. Naam. Bib Prasetya ya. Bib Satya. Naam. Sanita, maaf. Heeh. Kemudian ada pembahasan juga mengenai Wali Songo. Cuman bagusnya begini sekarang itu. Heeh. Beb akhir ya. Bagusnya Mbak Rosi itu bagusnya sekarang itu tidak disebut bahwa Wali Songo itu adalah dari kalangan Habib. Nah, jadi menceritakan bahwa Wali Songo itu kedatangan mereka ke Nusantara semenjak abad ke-7 Hijriah, abad ke-8 Hijriah, abad ke-9 Hijriah dan seterusnya ya. Tetapi dan dan mereka disifati sebagai zuriah Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Tapi ini mungkin satu hal yang positif bahwa mungkin tidak ada atau sudah mengetahui atau sudah menilai bahwa para wali para wali songo itu adalah bukan habaib tetapi mereka adalah zuriah Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Sehingga tidak ada pernyataan bahwa Alisongo itu adalah habaib kemudian anak cucu dari Azzumad Khan atau Abdul Malik bin Alwi Amul Faqih itu enggak ada itu. Heeh. Siap. Andi Praseto. Naam. Subhanallah. Amin. Amin. Amin. Amin. Mohon doanya, B. Adik Prasetio itu nilai plus lah. Heeh. Itu nilai plus. Dan juga Habib Umar itu membicarakan tentang berbuat baik kepada tetangga. Bahkan menceritakan tentang Syekh Ma'ruf Alkarhi yang dia itu ketika meninggal itu mampu untuk me apa namanya? Memerdekakan 10.000 budak. ya 10.000 budak di sekelilingnya baik dari arah kanan, dari arah kiri, dari at arah depan, dari arah belakang semuanya dimerdekakan oleh Syekh Marruf Alkarhi lantaran beliau itu sangat-sangat apa namanya ee berbuat baik terhadap para tetangga-tetangganya. Ya, itu baguslah, bagus. Jadi tetap yang namanya bagus ya bagus atau materinya yang bagus ya kita katakan bagus. Kemudian materi yang kurang bagus ya kita luluskan begitu. Ah kedatangan mereka apakah ada di lembaran catatan keraton di Nusantara? Sepertinya ada Beb Kiwil tadi sedikit saya ulas. Heeh. Meskipun saya belum saya baru dapat informasinya ya dan saya ingin memastikan datanya itu seperti apa. Jadi mereka itu yang berhaplo grup G itu itu disebut sebagai orang-orang Tamil B. Heeh. Jadi kan tahu kan orang-orang Tamil itu orang mana ya. Heeh. Sehingga nanti saya saya minta datanyalah kepada teman-teman saya itu. Oke.
Nah, ada satu hal yang menarik. Ada satu hal yang menarik. Heeh. Selain dari apa yang disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah yang ya statusnya Kibin begitu ya. Selain yang disampaikan oleh Anis Baswedan, kemudian selain yang disampaikan oleh salah satu Gus dari Sidogiri itu yang begitu bangga ya menjadi seorang kibin itu luar biasa itu. Subhanallah. Selain itulah Heeh. Kita kita mengsampingkan itu semua. Habib Soddiq Marbawi. di mana Habib Umar itu menyitir atau mengutip sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim rahimahullahu taala dalam sahihnya yang menceritakan bahwa ketika Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam itu mikraj ya itu melewati guburan dari Nabi Musa alaihi shalatu wasalam di Mbah Joyo di mana ee Nabi Musa itu sedang dalam keadaan salat. Heeh. Nabi Musa dalam keadaan salat di kuburannya. Nah, hanya saja di situ ada penambahan, ada penambahan keterangan yang saya cari riwayat-riwayatnya dalam kitab-kitab hadis itu tidak saya temukan. Bib. Apa penambahan riwayatnya? Penambahan riwayatnya itu bahwa setelah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam memberikan atau mengucapkan ala gabri Musa alaihiatu alaihialatu wasalam wahua yusolli fi gabrihi. Nah, itu ada tambahannya. Kalau kalian mau, katanya beb Erlan ya, kalau kalian mau sungguh akan saya beritahukan kepada kalian mengenai posisi pasnya Nabi Musa alaihi shalatu wasalam. Karena memang makamnya Nabi Musa alaihialatu wasalam itu di rahasiakan oleh Allah Subhanahu wa taala. Heeh. Beb Zamzamir Rubi ya. Tolong, tolong, tolong slitku. Jazirah Indonesia. Ampun, ampun. Masyaallah. Lailahaillallah Muhammad Rasulullah. Ya, nanti akan kita simak bersama-sama. Kan enak sudah ada terjemahannya ya. Jadi kita enggak enggak apa namanya perlu untuk menterjemahkan. Nah, di mana saya cari itu tambahan bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wasallam mengatakan kepada para sahabat-sahabat Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam, "Kalau kalian mau sungguh nanti akan saya tentukan lokasi yang sebenarnya dari magam Nabi Musa alaihialatu wasalam." Sehingga apa? Penentuan magam itu sudah ada. Nah, ini katanya nih yang nanti akan kita simak bareng-bareng ya. Ini katanya nih, kalau kalian mau sungguh nanti saya akan menentukan magam guburan dari Nabi Musa alaihialatu wasalam. Artinya apa? Ulama-ulama terdahulu itu ya siap kandang bebek dibalawikan. Aduh samp ampun disaujar ya. Nah artinya apa? Artinya ini mengajarkan kepada kita semua bahwa menentukan magam seseorang itu apalagi magam seorang nabi itu adalah satu hal yang biasa. Kalau kita ini dianggap sebagai guburiah katanya ini saya ini lanjutannya ya. Lanjutannya kalau saya atau kaum-kaum saya itu dianggap sebagai guburiah, maka yang berhak pantas untuk disebut sebagai guburiah itu adalah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Adalah malaikat Jibril. alaihialatu wasalam adalah Allah subhanahu wa taala. Itu pun juga disebut sebagai gubiyah. Heeh. Kurang lebih seperti itu, Bting. Nanti kita akan simak bersama-sama ya untuk apa namanya me apa ya bahasanya ya mengkritisi atau meluruskanlah. Lebih pasnya itu meluruskan. Karena memang saya cari-cari itu dari riwayat-riwayat hadis yang ada itu, Beb. Elang Muhyiddin. Saya tidak menemukan tambahan tambahan dari riwayat yang hanya sekedar berbunyi, "Maru ala Musa alaihialatu wasalam wahua yusolli fi qobrihi." Hanya itu saja. Heeh. Mau itu yang dari kitab Sahihil Sahih Muslim ataupun di dalam syarah-syarahnya itu tidak ada penjelasan lanjutan. Begitu. Nabi Musa Nugrahan Nabi Musa alaihi salam yang ingin bertemu Allah di Gunung Sinai. Naam. Itu betul. Huzinza. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Nah, sehingga di sini apa namanya? Kalau bukan pemalsuan hadis begitu, apalagi dengan pengatasnamaan kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Itu namanya fitnah kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Dia ngomongnya pas haul tadi itu. Betul. E ya betul itu. Jadi maru ala Musa lailata usri bial katibil ahmar wahua qimun yusli fi qobrihi. Nah ini riwayat Muslim hadis nomor 2375 ya. bisa dicek itu. Eh, ada videonya itu, Bib. Ada videonya. Ada videonya. Mudah-mudahan belum dihapus ya. Naam. Amin. Amin. Amin. Amin, Bib. Elang Muhyidin. Makasih banyak, Bib. Jadi, enggak ada setelah ini apa namanya penambahan riwayat di mana Rasulullah mengatakan kepada para sahabat-sahabatnya, "Kalau kalian mau, maka sungguh aku akan tentukan secara detail magamnya atau guburannya Nabi Musa alaihialatu wasalam." Itu enggak ada. Nah, sehingga sehingga itu bisa masuk dalam kategori magzubun. Magzub ala rasulillah sallallahu alaihi wasallam. Download videonya, Guys. Buruan. Nah, ini di menit ke di jam deng di jam ketig menit 10 ya. Heeh. Coba-coba. Oh, belum saya nyalain ya.
[Musik] Nah, suci dan mulia. Dan Nabi Musa ingin meninggal dekat di situ. Karena di entar nih kita tarik rada awal ya. Ya. Coba minta satu permintaan kepada Allah. Ya Allah dekatkan aku ke tanah suci. Dia dikubur ee dikuburkan dekat pemakaman kami. Saat dia dikuburkan, itu jahanam membuka daripada sedikit pintunya. Dan ketika kita mendengar gejolak neraka tersebut yang disediakan untuk orang itu, kami ini awalnya maka orang saleh ini banyak kali memimpikan daripada putrinya yang dia kasih yang sudah meninggal dunia. Maka satu kali dia memimpikan putrinya yang sudah wafat meninggal dunia itu rambutnya sudah putih. Dia bertanya, "Kamu enggak pernah punya rambut putih? Kamu masih kecil, masih cilik. Kenapa kok tiba-tiba sekarang rambutmu berubah jadi putih?" Dia bilang, "Tidak ada kejadian apa-apa. Akan tetapi sungguh barusan kemarin itu ada fulan bin fulan orang yang jahat dan maksiat. Dia dikubur ee dikuburkan dekat pemakaman kami. Saat dia dikuburkan itu jahanam membuka daripada sedikit pintunya. Dan ketika kita mendengar gejolak neraka tersebut yang disediakan untuk orang itu, kami semua yang di pemakaman ini ketakutan hingga rambut kami semua berubah menjadi putih. Musa alaihamad. Karenanya itu juga disebutkan di dalam hadis bahwasanya Sayidina Musa, Nabi Musa tatkala ajalnya telah dekat, beliau meminta satu permintaan kepada Allah, "Ya Allah dekatkan aku ke tanah suci walaupun dengan jarak satu batu." Inginal dunia dalam posisi dekat dengan tanah suci. Jadi tanah suci ya ini tanah suci mana ini? Apakah tanah suci Baitul Maqdis? ataukah tanah suci Makkah ya dan kalau Madinah kan belum apalagi Tarim begitu ya. Naam Asia Habib Alang Muhyiddin. Oke lanjut. Heeh. Kenapa tanah itu menjadi Nabi Musa ingin meninggal dekat di situ? Karena di situ banyak dengan pijakan kaki para nabi-nabi dan orang-orang yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa taala yang dimakamkan. Imam was diwayat. Jadi riwayat Imam Muslim yang tadi yang kita bacakan itu. Maru ala Musa wahua yusli fi qobrihi. Dalam riwayat yang lain, maru lailata usri bi ala musa wahua yusolli fiqrihi. Saya melewati Nabi Musa alaihi shalatu wasalam di malam isra dan Nabi Musa alaihialatu wasalam itu salat di dalam kuburannya. Oke, betul ya. Itu redaksi hadisnya. Naam. Lanjut hadis bahwasanya Rasulullah bersabda, "Aku mampir melewati kuburannya Nabi Musa tatkala malam Isra wal Mikraj dan aku dapati Musa sedang salat di dalam kuburannya." Was dan Rasulullah mensifatkan tempat makamnya Nabi Musa lokasinya. Agat jadi enggak ada waofa shallallahu alaihi wasallam maudia gabrihi. Ah itu enggak ada itu dalam riwayat manaun ya. Mau itu Sahih Muslim, mau itu Musonnaf Ibnu Abi Syaibah, mau itu Sunan Annasai, Sunan At-Tirmidzi, Sunan Ibnu Majah, Sunan Abi Daud, Musnadil Bazzar, kemudian Sunanul Kubra Albaihaqi atau Musnad Abi Ya'la atau Ibnu Khuzaimah atau Mustakhraj Abi Awanah, enggak ada itu. atau syarah musykil enggak ada semuanya itu tambahan. Wawasofa Rasulullah sallallahu alaihi wasallam maudabrihi eweuh. Enggak ada. Enggak ada. Mau dicari di mana-mana ge enggak ada. He eh. Sehingga kemudian ini ketika enggak dicek itu berbahayanya apa nanti? Oh, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu telah menentukan guburan dari Nabi Musa alaihialatu wasalam yang berada di Alksibil Ahmar, satu bukit yang terdiri dari pasir yang berwarna merah dan di situlah letak magam dari Nabi Musa alaihialatu wasalam. Lalu kemudian diambillah bukti atau dalil bahwa oh Rasulullah saja ya itu menyifati guburannya Nabi Musa alaihialatu wasalam dan menentukannya di sini. Nah kemudian menjadikannya sebagai sebuah ajaran. Nah ini enggak ada. Enggak ada. Tidak ada dalam riwayat manaun itu. Karena yang disebutkan itu dalam apa namanya? Sahih Muslim. Dalam Sahih Muslim itu di mana di sana itu menyebutkan marartu ala Musa wahua yusolli firihi. Ini dalam satu riwayat. Kemudian dalam riwayat yang lain ataitu wafi riwayati had Musail usal ahmar. Cuman segitu-gitunya doang riwayatnya itu ya. Saya melewati Nabi Musa ketika saya dimikrajkan di sisi bukit bukit pas yang berwarna merah. Dia berdiri sementara seraya salat dalam buburannya. Hanya segitu-gitunya. Nah, jadi enggak ada wasofa Rasulullah sallallahu alaihi wasallam maudabri. Enggak ada, Beb. enggak ada mau dicari dalam riwayat apapun itu. Nah, sehingga di sini ya harus dijelaskan bahwa tambahan itu ya tambahan palsu. Heeh. Artinya apa? Kalau memang menjadikan redaksi wawas Rasulullah sallallahu alaihi wasallam maudi aqobrihi ya itu sudah alkadib ala arrasallahu alaihi wasallam itu sudah mendustakan kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Begitu ee David Willy. Subhanallah. Aku kibinc. Heeh. Ngeri kan? Lanjut. Heeh. Kan tempat makamnya Nabi Musa lokasinya. Dan Rasulullah bersabda, "Seandainya kalian ada di situ bersamaku, aku akan tunjukkan di mana lokasi tepatnya." Aritu maga brehe Allah. Enggak ada. Enggak ada riwayat ini, Beb. Mau dari mana? Enggak ada. Enggak ada. Heeh. Sehingga inilah contoh dari apa? Contoh dari artinya hadisnya ini benar. Maru lailata usri bi musaalil ahmar wahua yusrihi. Itu benar. Jadi ini nambah-nambahin hadis. Betul. Heeh. Bilang aja cenah. Habib Umar itu pendusta. Iya. Itu alkazib. Kedustaan mendust eh kedustaan. Kedustaan yang ditempelkan kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Mau gimana? Di kitab-kitab hadis enggak ada tambahan seperti itu. Nah, kemudian ini menempel-nempelkan suatu ucapan kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yang tidak pernah diucapkan oleh Rasulullah. Ini dari banyak-banyak redaksi tadi itu yang kitaingkan ya. Ada Sahih Muslim, Sunan Abi Daud, Sunan Nasai, Ibnu Majah, Sunan Albayhaqi, Musnad e Musannaf Ibnu Abi Syaibah, kemudian Musnad yang lainbada masalah enggak ada. Nah, terus dari mana? Dari mana tambahannya? Itu dari mana? Kalau bukan pemalsuan hadis Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Mendustakan atau dusta atas nama Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Apagi kata yang paling tepat untuk menyatakan seperti itu, Beb. Heeh. Enggak ada lagi, Beb. Enggak ada. Ya, kita ulangi, ya. Kita ulangi, ya. Kita ulangi, ya. Heeh. Berarti nambah hadis untuk menyelamatkan klan mereka. Betul. Adek Tiara. Betul. Heeh. Aneh pendusta kau dimuliakan. Nah, justru itu Irlandi was dan Rasulullah mensifatkan tempat makamnya Nabi Musa lokasinya. Dan Rasulullah bersabda, "Seandainya kalian ada di situ bersamaku, aku akan tunjukkan di mana lokasi tepatnya." Enggak ada, enggak ada. Enggak ada itu. Enggak ada. Enggak ada. Ya. Eh, kita ulangi lagi nih. Kita ulangi dan perlambatlah. Heeh. Entar ya. Perlambat nih. Isra wal Mikraj. Dan aku dapati Musa sedang salat di dalam kuburannya. was gak ada ini ya Rasulullah sallallahu alaihiallahu alaihi wasallam makabak ada terus mensifatkan tempat makamnya Nabi Musa lokasinya enggak ada itu ya Rasulullah bersabda, "Seandainya kalian ada di situ bersamaku, aku akan tunjukkan di mana lokasi tempatnya." Enggak ada ya? Enggak ada ya? Enggak ada itu juga enggak ada. Heeh. Jan malaikat astagfirullahaladzim aku berlindung kepada Allah dari godaan habib-kabib lawi pendusta semoga anak cucuku dilindungi dari kedustaan para kabib lawi. Amin. Heeh. Lanjut. Yakni Rasul mengatakan saya akan tunjukkan lokasi tepatnya kuburannya itu ada di mana. Akan saya tunjukkan ini penafsiran ya. Sudah ya. Sungguh saya kalau kalian mau maka sungguh akan saya tunjukkan lokasi tepatnya dari magam atau kuburan Nabi Musa alaihialatu wasalam secara detail. Enggak ada itu. Heeh. Enggak ada. Subhanallah. Lang Muhyiddin. Naam. Nah, ini berarti masuk dalam kategori walibul mukhtali masnu albi falikal maudu ee walib kedustaan. Almukhtaliq yang diciptakan, yang dibikin-bikin. Almaudu yang dibuat alan nabi kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam walikal maudu. Dan itu namanya adalah hadis maudu. Heeh. Meskipun di bagian awal itu ada maru ala Musa lail usal ahmar ada itu redaksinya. Tapi setelahnya waofa sallahu alaihi wasallam makana gabrihi eh itu enggak ada. Kemudian walukum arum anullakum ala makabriat. Nah, itu enggak ada juga. Nah, artinya ini sudah mendustakan, sudah kedustaan, sudah melakukan kedustaan yang kemudian ditempelkan kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Terus mau apa itu? Itu namanya modifikasi hadis. Heeh. channel-nya ini Ribat. Heeh. Ribat Nur itu. Heeh. Ribat Nur ya. Mungkin nanti kita inilah ya kita apa namanya? Ee judulnya itu Puncak Hall Solo 2025 rangkaian haib Ali bin Muhammad Al Habsyi menit ee jam ketig menit 10 detik 50 lah atau 40 lah. Heeh. sebelumnya ya. Siap. Ini enggak ada. Enggak ada. Ini mau dari mana coba? Ayo. Heeh. Mau gimana? Gimana? Gimana? Enggak ada itu. Oke, lanjut. Masih ada lanjutannya soalnya ini, Mabib. Lanjut. I. Apa makna perhatian besar dari Rasulullah ingin menunjukkan secara tepat kuburannya Nabi Musa? Tidak lain tidak bukan melainkan kalau bukan karena kita mendapatkan faedah untuk mengenal di mana kubur-kubur tersebut secara tepat dari kuburnya kaum saliihin. Terus apa makna Rasulullah sallallahu alaihi wasallam mengajarkan kepada para sahabat-sahabatnya untuk menentukan tempat guburan dari Nabi Musa alaihialatu wasalam. Satu faedahnya ya agar kita tahu bahwa yang diguburkan di sini adalah para tokoh-tokoh besar. Heeh. Para tokoh-tokoh besar, orang-orang yang saleh. Kemudian kita itu bisa mengenal kepada mereka. Dan dalam hadisnya saja enggak ada, Beb. Dalam hadisnya saja tidak ada. Rasulullah hanya menceritakan kepada para sahabat-sahabatnya di mana ketika saya itu mikraj, saya melewati ya satu bukit apa namanya? Satu bukit pasir yang berwarna merah dan di situ Nabi Musa alaihialatu wasalam salat di kuburannya. Hanya segitu-gitunya doang. Nah, terus tambahan bahwa Rasulullah menyifati guburan Nabi Musa alaihi salalatu wasalam begini dan begitu. Dan jika kalian mau maka saya akan tentukan itu tempat guburannya ya secara pasti dan secara detail guburannya itu enggak ada dalam hadis yang kemudian untuk melegitimasi bahwa membuat guburan-guburan palsu itu dibenarkan dalam agama. Enggak ada ceritanya B. Heeh. Enggak ada ceritanya itu. Nah, sehingga ini apa namanya? Kalau bukan membuat hadis palsu. Meskipun di bagian awalnya itu benar hadis ya, tapi di bagian akhirnya itu palsu. Enggak ada itu dalam riwayat manapun yang saya telaah. Nah, barangkali ada dari kalangan kibin-kibin yang mendapati redaksi seperti itu ya silakan. Begitu kan. Heeh. Untuk mencarinya, untuk menjelaskannya begitu. Kalau yang saya cari, yang saya dapatkan itu memang tidak ada. Heeh. Memang ya. Subhanallah, innillahi wa inna ilaihi rojiun. Astagfirullahaladzim. Itu masuk dalam kategori man kadiba alaiya mutaammidan falyatwa magadahu minanar. Barang siapa yang berdusta atas namaku, maka siap-siaplah tempatnya itu ke neraka. Jelas itu menipu kibin. Betul, Bib. Mbah Joyo. Masyaallah. Inillahiun ini ketemu aja sama saya ya. Heeh. Eh sudah sudah takdirnya itu terus tersebut secara tepat dari kubur kaum. Terus apa makna dan apa? Kenapa Rasulullah lewat dan mampir di kuburannya Nabi Musa saat menuju Baitul Maqdis kan bisa langsung pergi atau lewat jalan yang lain malah mampir melewati kuburannya Nabi Musa dan beliau menuju ke langit menerima perintah salat dari Allah. Dan malaikat Jibril menghentikan Buraq untuk Nabi Muhammad mampir di situ menziarahi dan melihat Nabi Musa yang sedang salat di kuburnya. itu apabila orang-orang jahil melihat kelakuan malaikat Jibril dan Nabi Muhammad bakal dibilang Jibril ini penyembahku Muhammad orang-orang yang penyembahku pun semacamnya daripada ucapan tidak jadi lalu apakah kita akan membenarkan ketika hadis tersebut adalah hadis palsu bagian yang keduanya ya bagian setelah redaksi marartu ala Musa ahmar lailata usrial ahmar wahua qimun yusli fi qobrih itu doang. Kemudian setelah itu kan ada redaksi palsunya tuh. Nah, sehingga di sini merupakan ajaran Heeh. Ah, siap, Mbak Siti Fatimah ya, Banyuwangi. Ada ajaran apa? Oh, terus fungsinya apa? Rasulullah menunjukkan magam atau guburan dari Nabi Musa alaihialatu wasalam. Padahal riwayat-riwayat tambahan palsu. Hadis maudu, hadis palsu. Yang kemudian oh faedahnya apa? Kalau bukan kita ini untuk mengenal para tokoh-tokoh yang terdahulu yang mereka memiliki jasa kepada umat Islam dan kita berziarah kepada mereka sehingga apakah layak orang-orang yang yang menentukan guburan-guburan tersebut lalu dianggap sebagai guburi atau guburi? Rasulullah gubiyah cenah. Allah Taala guburiah. Malaikat Jibril guburiah. Ya enggak seperti itu juga, Bos. Di situ Rasulullah hanya menceritakan saya melewati satu bukit yang terbuat dari pasir yang berwarna merah. Dan di situ Nabi Musa alaihialatu wasalam salat di kuburannya. Cuman segitu-gitunya. Nah, terus kenapa ini sampai ada apa namanya tambahan riwayat yang itu merupakan riwayat yang palsu lalu kemudian itu dianggap sebagai sebuah ajaran untuk menentukan guburan sehingga nanti muncul ronsen-ronsen itu sampai kuburannya Ahmad bin Isa almuhajir ilallah itu melalui ronsen. Sampai kuburannya siapa lagi itu? Lailahaillallah Muhammad Rasulullah. Sampai membuat ajaran kuburan palsu yang ada dalam kitab Tazkirun Nas. Di mana dalam kitab Tazkirun Nas menyebutkan ketika Habib Umar bin Abdurrahman Albar meninggal di mana? Di Jalajil merupakan satu tempat di pesisir yang dekat dengan Jeddah. Kemudian di mana di Alqarin itu dibuatkan magam baru. Nah, ini kan ada faktanya, ceritanya ada, kisahnya, ada, meninggalnya ada. Nah, sehingga ketika ada tradisi, Beb, Al-Arkan membuat guburan-guburan palsu yang kemudian oh ini dalam rangka untuk melestarikan dan kita supaya mengenal para tokoh-tokoh terdahulu ya, para tokoh-tokoh terdahulu sehingga agar kita mengenal mereka ya, sehingga dibikinlah kuburan. Ini kan ngeri. Di kitab Tazkirun Nas ada di dalam kitab Annahrul Maurud pun juga ada. Nah, terus bagaimana? Bagaimana ini? Bagaimana? Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Masyaallah, Bib. Eh, siapa ini? Sayijur Rahmat. Saya percaya kepada Oh, jangan percaya saya, Bib. Percaya kepada data yang saya tampilkan. Begitu. Jangan percaya kepada saya. Jangan. Kalau saya ya menyampaikan sesuatu tanpa menggunakan data, tanpa menggunakan dalil, jangan, jangan diterima. Begitu. Heeh. Subhanallah. Naam. Jangan, jangan, jangan percaya ke saya, Bib. Jadi, kan kalau data yang ada dalam kitab-kitab hadis itu, itu hanya ringkas tadi. Rasulullah melewati satu bukit yang berwarna merah, magamnya Rasulullah eh magamnya Rasulullah yang di situ Nabi Musa alaihialatu wasalam sedang salat. Nah, ketika Isam Mikraj ya melewatinya cuman segitu-gitunya. Dan enggak ada tambahan bahwa Rasulullah mengatakan kepada para sahabatnya, "Hai para sahabat, kalau mau maka sungguh saya akan tampilkan, akan tampakkan, akan tunjukkan lokasi yang sebenarnya dari magam, dari kuburan Nabi Musa alaihialatu wasalam. Ini kan beb, parah ini enggak ada dalam redaksi hadis itu. Enggak ada namanya hadis tambahan, hadis palsu. Begitu. Innal lillahi wa inna ilaihi rojiun." Nah, terus kita ini sebagai umat Islam, kita ini ziarah kubur loh. Kita ini ziarah kubur. Ziarah ke mana? Di Banten ya. Sultan Maulana Hasanuddin. Ziarah ke Sultan Maulana Yusuf, Sultan Abul Mafahir, Sultan Ageng Tritayasa. Ke mana itu? Cikaduan. Ee Syekh saya jadi lupa, Beb. Syekh Mansur Cikaduen ziarah ke Syekh Asnawi Cararingin, ziarah ke makamnya Syekh Daud. Heeh. Labuan, ziarah ke Syekh Husin Carita dan ziarah ke tempat-tempat yang lainnya yang biasa diziarahi oleh masyarakat dan juga para ulama-ulamanya. Ya, kita sekedar berziarah. Kita berziarah, membacakan selawat, membacakan ayat Al-Qur'an, membacakan istigfar, membaca lailahaillallah. Kemudian kita hadiahkan itu kepada para ashabul kubur. Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa taala itu mengampuni dosa-dosa beliau-beliau dan mengangkat derajat beliau yang tinggi di sisi Allah Subhanahu wa taala. Begitu ziarah kita mah. Cuman kalau ziarahnya itu seperti gi biluz waban ya dan seterusnya ya pohong. Heeh. Fahualizahul jari. Nah gitu kan. Kita mah enggak seperti itu, Beb. Ziarah ya biasa-biasa saja. Heeh. Ke Syekh Mansur ya tadi Cikaduan. Kita ziarah ke Syekh Ruyani, Syekh Sahib Kupina, kemudian Syekh Alif, kemudian eh Syekh Mandala, Syekh Cili Mandala, Syekh Cili Warehan dan seterusnya ya yang di Kadu Pinang itu ya. Itu ziarah-ziarah sekedar ziarah. Kita berzikir di situ, kita selawat kita kita baca lailahaillallah. Kita baca istigfar dan kita hadiahkan al-Fatihah. Heeh. Kita hadiahkan bacaan-bacaan kita itu kepada sahibil kubur. Kita doakan mudah-mudahan Allah Taala mengampuni dosa-dosa dari para sabul kubur. Heeh. Kemudian apa namanya kita kita doakan mudah-mudahan Allah Subhanahu wa taala mengangkat derajat-derajat beliau-beliau yang sudah mendahului kita itu. Nah, gitu. Kalau ziarah kita mah ya dari kalangan NU. Heeh. Cuman kan kalau yang sebelah kan enggak tahu. Heeh. Yang perlu diingat kalau orang pada ziarah itu mikirnya di situ ada jasadnya atuh. Iya. Kalau tahu itu bohongan, mana mungkin pada ziarah atau heeh beb. Heeh. Sambil ngopi. Subhanallah Bibah Google. Antum ini ingat saja B. Bismillah. Dan di magam-magam itu yang kita tahu mah di situ ada jasadnya bukan makam. Misalkan magam kucing kemudian dibikin magam wali atau magamnya orang pribumi seperti yang di Cirebon seperti yang di mana-mana itu. Kemudian dikatakan sebagai magamnya Habib. Enggak seperti itu. Apalagi magam kuda kemudian apa? Dibikin nisan, dibikin kuburan, makam wali, magam wali. Ah, kan enggak begitu juga, Beb. Masyaallah. Masyaallah. Naam. Naam. Insyaallah. Insyaallah. Naam. Subhanallah ya. Heeh. itu itu perlu data yang banyak, Beb. Heeh. Perlu data yang banyak. Nah, kalau kuburan palsu, gimana? Kuburan palsu. Apalagi dalam kitabnya itu disebutkan ya. Heeh. Ini masih draf ya, Teman-teman ya. Ini draf buku yang saya susun ini lumayan 622 halaman. Ini masih 622 halaman. Heeh. Ini membongkar ajaran khurafat habaib baklawi. Nah, subhanallah. Habib bin Bas ke mana? Yombuh B perzan. Nih karya saya sama K. H. KRT Nur Ihya ya. Heeh. Di sini kan ada ajaran membuat magam palsu. Sebentar kita buka nih. Ini mohon doanya nih. Mudah-mudahan apa? Segera naik cetak ini, Beb. Heeh. Salam. Salah. Nah, di sini ada khurafat asusila, [Tertawa] ada khurafat ee gultus, tokoh habib. Ada gultus, tempat dan kuburan. Kemudian ada ajaran membuat magam palsu. Sebentar nih. Ajaran dalam salat. Ada ajaran membuat magam palsu. Nih, ini di halaman berapa ini? Halaman ee 5 ya. Eh, halaman 603. Heeh. Seru nih. Salah. Ini sudah kekumpul, Bib. Alhamdulillah. ini. Oke. He eh. Sebentar saya pengin membaca yang di ini nih di apa namanya? Tazkirunas. Kan banyak sebenarnya untuk ditarim itu magam-magam palsu ya. Sebagai contoh ini [Tepuk tangan] ada guburan ee guburan-guburan palsu para nabi di Hazrum. Itu banyak nabi itu Nabi Hud, Nabi Saleh, Nabi Syuaib, Hanzalah bin Safwan, Hadun bin Hud, Nabi Danial bin Hadun bin Hud, kemudian Nabi Maula Rukhayim. Ya, itu di antaranya tuh. Kemudian ada palsu sahabat Nabi yang bernama Abbad bin Bisyir al-Anshari Cenage yang merupakan leluhur dari alkhatib. Padahal mereka ini memiliki hafal grup yang sangat yang sama dengan Habib. Kemudian ada magam palsu Ahmad bin Isa almuhajir. Nah, itu sama ya di abad 9 saja belum diketahui itu. Kemudian ada magam 17 eh bukan 17 70 sahabat Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang ada di Zambal di Terim. Masyaallah. Kemudian ajaran membuat magam palsu bahkan guburan Nabi. Nah. Nah, ini jad Habib Umar Albar Almazkur. Ini Umar Albar aljalajili ya Habib Idrus. Dan ketika Habib Umar Albar yang disebutkan Aljalajili maksudnya ya itu wafat, perpisahan dengannya terasa sangat berat bagi saudaranya yaitu Al Habib Idrus. Naquu jad Ali bin Abdullah Alattas. Kemudian Habib Ahmad bin Hasan Alattas mengatakan, "Kakek itu pernah mengatakan yang bernama Ali bin Abdullah Alattas inat." Sesungguhnya tradisi dari para leluhur, para datuk id ahadun minhum. Ketika salah satu dari mereka itu meninggal dunia fi makanin baid dan mereka itu magamnya itu di tempat yang sangat jauh yajalun lahu masadan yatakaruna bihi maka mereka membuat apa bahasanya ini masyhad atau guburan palsu agar mereka mengingatnya dengan guburan palsu itu. Watatabarquuna biziarotihi mereka bertabarruk untuk menziarahinya. Faas faansyaal mashadal marufa eh tijahal karin dan kau dapat menemukannya itu di alg. Nah, ini ada ini ada ya. Subhanallah. Dan sayiduna yafalika. Ini dalam majmu kalam Habib Idrus bin Umar al Habsyi. Di mana Habib Idrus bin Umar al Habsyi itu melakukan itu melakukan pembuatan guburan palsu. Dan beliau mengatakan inna rohal wali mumliatul wujud wana. Dan rohnya seorang wali itu dapat apa namanya memenuhi alam semesta. Wana inabir mutaakirin lamahuati bainyau ziaratan wahua fiihi waala. Dan sebagian dari tokoh-tokoh besar mutaakhirin ketika ada satu alasan untuk berziarah ke sebagian magamnya para shihin, maka dia bikin ziarah sendiri di rumahnya dan melakukan apa yang dilakukan ketika berada di sisi kuburannya. Heeh. Walahum arwahun yasul alaihimulanu waina dan seterusnya. Ini ada ajarannya beb. sehingga ketika ajarannya itu memang ada dalam kitabnya, kemudian juga ceramahnya pun seperti tadi yang yang sudah kita dengarkan semuanya ya, maka enggak usah aneh ketika ada upaya-upaya untuk pemalsuan kuburan, ziarah sendiri di rumahnya. Iya, karena di rumahnya bikin kuburan, Beb. Bebah Google, naam. Karena di rumahnya itu bikin guburan. Nah, sekali lagi ya saya minta kepada sahabat-sahabat dan teman-teman untuk ee apa namanya? mendoakan ya. Mudah-mudahan buku khurafat yang berisi 622 halaman. Nah, kalau jumlah halamannya itu eh bukan jumlah halaman, jumlah khurafatnya itu kurang lebih 415 halaman. Ya, itu mudah-mudahan saya minta kepada teman-teman untuk mendoakan buku ini mudah-mudahan segera selesai begitu ya. Segera dicetak, bisa dinikmati oleh teman-teman semuanya. Badini alfatihah. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahiabbil alamin arahmanirrahim. i na mustaqimina anamta alaihim ghairil magdubi alaihim wadin amin beli di mana nanti diinformasikan khairunas bahkan di sini pun saya ee sebutkan habib-habib siapa saja yang melakukan mikraj heeh yang melakukan mikraj di sini pun saya jelaskan juga jadi yang melakukan mikraj itu tidak hanya alfqihil muqaddam saja A. Nah, tetapi ee ada tujuh Habib ya, halaman 177. Hmm. 177 ya. 177. Di mana di situ ada daftar para habib-habib yang melakukan mikraj. Naam. Kibin kira-kira kapan sadar? Biarkan saja, Bib. Nah, kalau enggak ada gibin enggak seru, Bib. Salah. Nah, di sini saya tuliskan, Beb. Heeh. Gampang, Beb. Ya, daftar habaib yang melakukan mikraj satu alfqihil muqaddam Muhammad bin Ali Ba'lawi. Muhammad bin Ali. Oh, salah ini. Muhammad bin Ali Ba'lawi. Heeh. Siap. Nanti ditampilkan BB. Kirunnas kalau sudah siap ya. Yang kedua, Habib Muhammad Maulad Dawi lah. Mikraj naam. Dan yang ketiga, Habib Abdurrahman bin Muhammad Almasyhur, penyusut penyusun kitab Bugyatul Mustarsyidin. Pernah ya. Ini ketiga. Kemudian yang keempat dan kelima itu Habib Abu Bakar bin Abdullah Al-Attas. Namam. Ini mikraj juga ini. Kemudian yang kelima itu Habib Muhammad Almasyhur yaitu ayah dari Habib Abdurrahman Almasyhur. Naam. Salah. Yang keenam Habib Abdullah bin Alwi Alhaddad. Nam ini mikraj jugaah. Kemudian yang ketujuh itu Habib Ahmad bin Muhammad Al Habsyi. Sahibus Syaiib. Nah, ini mikraj juga ini ada data-datanya sudah kita tampilkan semuanya ya. Tujuh ini. Kemudian yang kedelapan itu adalah Habib Saleh bin Abdullah Al-Attas. Ini pun juga melakukan mikraj. Kemudian data-datanya lengkap Ib. Jadi ada dari Tajul A'ras, kemudian dari Arrisalah Annafiah fi Ilmi thriqah aljamiah, gayatul gasdi wal murad. Ada Syarhus Sudur, kemudian ada Aljauharus Syaf, kemudian ada Qunuzus Sa'adah al-Abadiyah. Heeh. Kemudian ada Almasyrraur Rrawi. Kemudian ada Minhatul Ilah. He lengkap. Tenang. Heeh. Apakah mikraj Habib Blawi semuanya mimpi? Tergantung. Ada yang mimpi, ada yang rohan wa jasadan, jasadan waruhan. Kalau yang siapa namanya? Fqihil Muqaddam Muhammad bin Ali Ba'lawi itu ya secara jasad waruhan. Kenapa? Ya karena kan makai kambing. Jadi yang punya kambing yang mengetahui jalanan-jalanan langit itu tidak hanya fagihil muqaddam saja, tapi Muhammad bin Ahmad Al Habsyi itu pun juga melakukan mikraj juga karena memiliki kambing yang mengetahui jalanan-jalanan langit sebagai contoh ya. Jadi yang punya kambing itu tidak hanya satu Habib saja itu. Heeh. Tidak hanya satu Habib saja. Tadi halaman berapa itu, Beb? Ketinggalan lah, Bib. 122 ya? Heeh. 122. Bentar. Loh, halaman berapa tadi, Beb? 177. Nah, sebagai contoh nih. Heeh. Ya, salam. Salah. yang alhabsyi ya. Habib Ahmad bin Muhammad Al Habsyi shahibu asi q habib Ahmad bin Muhammad alhabsyi shahibusib lib akdami turugama nih ada juga nih bahwa Habib Ahmad bin Muhammad Al Habsyi sahibus Syaib mengatakan kepada sebagian khadam-khadamnya bahwa kambingku itu mengenal jalanan-jalanan langit. Jadi yang punya kambing yang bisa mikraj itu tidak hanya fagihil muqaddam. [Tertawa] Tetapi Ahmad bin Muhammad Alhsi itu pun juga punya kambing juga yang mengetahui jalanan-jalanan langit. Naam. Ada enggak yang mikraj pakai herly? Belum ada, Bib. Heeh. Itu apanya? Ali Alhabsi ya? Leluhurnya lah, Bib. Leluhurnya itu. Heeh. Apollo Amerika kalah. Ya jelas, Beb. John W. Antum ini ada-ada aja, Bib. Ngeledek antum ini. Subhanallah, luar biasa, ya. Ah, jadi begitu, Teman-teman. Itu setidaknya adalah gambaran dari magam-magam palsu. Heeh. Yang sudah kita bacakan tadi ya. Masyaallah. Subhanallah. Naam. Naam. Luar biasa ini. Kita lanjut nih. Lanjut nih. Karena tadi belum selesai. Jadi, ternyata ada hikmah. Kenapa Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu ingin ingin masih ingin B? Heeh. Lau kalau kalian itu mau, kalau kalian itu ingin laitukum makana gabri Musa alaihiatu wasalam bizzabat gitu ya. Kalau kalian mau kata Rasulullah ini dan ini hadis palsu ya. Ini hadis palsu ini, dusta ini kepada Rasulullah. Kalau kalian mau sungguh akan saya perlihatkan kepada kalian lokasi di mana Nabi Musa alaihialatu wasalam itu sisi guburan pastinya itu di mana sungguh akan saya akan saya beritahukan kepada kalian secara detail. Bayangkan. Naam. Salah. Jadi penasaran ee numpang nanya lagi, apakah kambing yang ikut mikraj disembelih untuk dikonsumsi dagingnya atau ee mati digubur. Mana itu serotong sayang? Ini konon-konon ini katanya B. Heeh. Ini gonon katanya ini adalah tanduk dari kambingnya bagi Hilmugadam. Konon namanya juga konon ya. Konon ini konon. Heeh. Karena kan bentuknya seru gitu kan, Beb. Ya, ini konon ini. [Tertawa] Aduh, masyaallah. Insyaallah. Insyaallah, Beb. Heeh. Please mohon ditambahkan halaman khusus dan sebutkan kabib-kabib yang sekarang hidup seperti reject, bakar, topik. He eh. Tidak punya garamah dan mereka bukan siapa siapa sebagai catatan untuk anak cucu. Insyaallah, Bib. Insyaallah. Waalaikumsalam, BB. Bapak Z sehat walafiat. Amin. Amin. Yuswa panjang yuswa ageng rezekinya berkah selama dunia akhirat. Amin. Amin. Siap. Heeh. Bib. Papaz. Masyaallah. Ini jadi saya laporan BB. Papak ini masih draf BB. Ini draf dari buku yang saya susun bersama K. H. Nur Ihya. Teman-teman dan juga teman-teman yang lainnya ya, yang tidak mau disebutkan namanya. Itu jumlah halamannya 622. Ini masih draf, B, Papa Z. Ya, ini masih draf. Heeh. Dan sekali lagi, mohon maaf, mohon doanya mudah-mudahan ini segera cepat ee apa namanya? Pencetakannya atau proses cetaknya, Bib. Heeh. Ini lengkap, tenang. Ini Kabib yang mikraj ada. Bahkan kotorannya Habib yang dianggap suci pun ada. Hm. Iya, betul, Mbah Google. Masih drive ini. Kemudian ada Habib yang mikraj. Habib yang delapan Habib itu mikraj yang kemudian apa namanya? Yang memiliki kambing. Yang memiliki kambing yang mengetahui atau menghafal jalanan-jalanan langit itu pun juga ada di sini. Masyaallah. Kemudian ada ee apa namanya? Tariqah di Nusantara itu thaqah setaniah pun ada. Jadi lengkap di sini insyaallah BB. Dan kalau misalkan ditelusuri secara keseluruhan mungkin ada ribuan khurafat B. Heeh. ada ribuan khurafat. Masyaallah. Ee karena ini masih draf ya, jadi sekali lagi mohon doanya kepada teman-teman. Begitu. Nah, kita lanjut ya. Kita lanjut. Ini ini hadis mauzu. Naam. Ini live record. Iya iya iya ya. Subhanallah malaikat. Naam. Naam naam naam. Lanjut lanjut. Beliau menuju Baitul Maqdis kemudian menuju menembus tujuh lapis langit menerima perintah salat dari Allah Taala. Tetapi dimampirkan dulu di kuburan. Heeh. Cil. Tapi enggak mampir. Hadisnya mah enggak ada mampir-mampiran itu. Jadi kalau di hadisnya ini di hadisnya itu cuma gini. Marartu ala Musa. Coba coba marro itu artinya kan lewat. Saya melewati marortu ala Musa. Saya melewati Musa. Mana ada transit ini, Beb. Alder. Ada enggak transit? Maro itu artinya lewat loh. Saya melewat ibarat gini, saya ingin bepergian ke Cirebon misalkan. Nah, kemudian saya itu melewati Purwakarta. Yang namanya melewati itu sama enggak sih dengan transit? Sama enggak sih dengan mampir? Kan beda. Nah, ini penambahan ini ngeri nih. Penambahan kepada Rasulullah. Penambahan ee ucapan yang tidak pernah dikatakan diucapkan oleh Rasulullah. sallallahu alaihi wasallam. Ini palsu. Hadis palsu. Ini jelas mutlak. Hadis palsu. Ini mana ada mampir di situ. Di sini mah enggak ada riwayat mampir. Yang ada G riwayat maror tuh. Maror itu artinya apa? Ya lewat. Saya lagi naik burok nih. Misalkan eh Rasulullah lagi naik Burak nih dan melewati di situ kelihatan. Oh di situ magamnya Nabi Musa. Cuma segitu-gitunya. Jadi enggak ada riwayat mampir, uh mampir dululah. Karena saya sudah jauh-jauh dari Makkah menuju ke Baitul Maqdis. Kemudian saya ini mampir ke magamnya, ke kuburannya Nabi Musa alaihialatu wasalam. Eweh enggak ada, Beb. Mampir-mampiran itu. Sehingga itu riwayat dari mana coba? Coba coba riwayatnya itu riwayat dari mana? Nah, sehingga wajar ketika Imam Malik radhiallahu taala anhu ya Imam Malik radhiallahu taala anhu itu menggambarkan dan ini dikutip oleh al Imam Imaduddin Ibnu Katsir alquraisyi al Assyafi'i. Nah, Imam Malik di sini mengatakan, "Ma raain shihina." "Tidaklah kami melihat orang-orang yang saleh ajzaba minhum fil hadis yang lebih dusta daripada mereka itu dalam hadis." Artinya apa? Enggak tahu nih apakah ada unsur kesengajaan atau enggak ya. Cuman kalau redaksinya Imaduddin Ibnu Katsir itu a min ghairi qasdin minhum lil kadib. Tidak ada tujuan atau kesengajaan dari mereka untuk berdusta. Ini kan kita enggak tahu nih apakah itu ada unsur kesengajaan atau tidak. Nah, tetapi kan untuk apa namanya indikator-indikatornya itu ada di mana dalam riwayat hadisnya itu cuman dengan redaksi marar tuh al Musa lail usrial ahmar wimun yus fiqhi cuman di sini ada tambahan mampir. Heeh. W Mihzan ya ada tambahan mampir. Jangan asal menyalahkan jari Gus. Enggak karena sudah saya teliti be. Masyaallah. Redaksinya itu cuman maru al Musa bukan Musa. Bukan. Heeh. Tafsir Khazin dan Hadaiqrah Waraihan. Jangan asal menyalahkan. Coba coba coba teksnya aja ditampilkan lah. Heeh. Karena saya enggak keburu ini untuk melihatnya. Heeh. Coba-coba teksnya ditampilkan. Ditampilkan teksnya. Nah. Oke. Oke. Coba, coba, cobalah. Saya carilah. Saya carilah. Heeh. Meskipun rada menyita waktu ya. Sebentar. Mungkin rada menyita waktu, Be. Heeh. Saya carilah. Saya cari ya. Ada ikur al apa tadi? Tafsir Alkhazin. Oke, tafsir Alkhazin. Kita cari ya. Tafsir Alkhazin. Oke. Satu. Terus hadai ruuh raihan. Hadaiq. Ada ik tuh. Oke, Beb. Ini sambil ngerokok lah. Ini kan jangan sal menyalahkan dulu. Ini pembahasan apa ini? Coba coba ayat yang mana maksudnya ini? Ayat yang mana ini? Maksudnya mau membenarkan golongan mereka yang membuat guburian palsu sudah enggak masuk karena kita sudah dapat pencerahan dari Kiai Imat dan saya cenah. Kiai Imat Kiai Imat itu yang mencerahkan saya. Mangga ini ya. Mana ayat yang mana ini yang harus dibuka ini? Hada ikur waraihan dan juga alkhazin. Coba coba coba saya cek nih. Heeh. Karena ada permintaan untuk mengecek ya. Oke. Hadai roh war ya. Oke. Muhammad alamin alari. Oke. Ini ayat yang mana ini coba? Coba ayat yang mana coba? Coba coba coba. Heeh. Yang mana? Yang mana ini? Ayo. Ayat yang mana ini yang harus ditafsirkan ini biar jelas ini. Heeh. Teruskan Gus bikin bahasan lagi untuk tafsir Khazin. Siap nanti saya masih penasaran, Bib. Cek benar-benar boleh. Siap. Heeh. Ayat yang mana ini? Ayat yang mana? Isra kah? Isra atau redaksi yang sama dengan hadis itu atau yang mana ini? Oke. Saya penasaran juga gitu. Heeh. Kalau enggak ya sudah. Heeh. Mungkin isra coba atau redaksi yang ayat tadi ya. Oke, kita cek redaksi ayat tadi. Apakah ada tuh tafsir Alkhazin? Oke. Ini di tafsir Alkhazin ya, ada redaksi yang mirip. Wqad ata musal kitaba aurata fala takun fi miratim minq musalaba fala takimqil abitu musa adama saya melihat Nabi Musa rajulan, seorang laki-laki adama yang kulitnya itu rada gelap. Tiwalan panjang, tinggi-tinggi ja'dan. Kemudian rambutnya itu keriting. Nah, kaahu min rijali sanuah. Seolah-olah dia itu dari dari apa namanya? Laki-laki dari bani sanuah itu doang. Waritu ais rajulan marbuan marbu khqal waal bayat. Oke, itu menyifati Nabi Musa. Nah, kemudian dalam riwayat hadis yang persis dengan tadi, al Musa lailatal lail usrial ahmar wahi okei. Nah, di sini apa namanya? Nabi Musa itu berada pada langit yang keenam. Nah, terus di mana tadinya? Rasulullah melihat bahwa Nabi Musa itu berada di kuburannya. Nah, terus ketika naik di lait di langit keenam itu ketemu Nabi Musa. Ah, almugqaddasah romyatunjarin q Rasulullah falau kuntu laitukumil ahmar. Oke, kita cek ya. Ahmar alkasib. Al-Ahmar. Oke ya. Kalau memang saya salah kan saya akan revisi. Begitu. Iya kan? Enak kan sama saya, Mak? Jadi enggak harus ngotot-ngototan. Alksibil ahmar. Oke. Oke. Ini ada ya hadisnya. Fasaallaha yudnihi minal ardil muqaddasah ryatan bihajarin. Q Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Seandainya kalau saya itu di sanaumil ahmar. Oke, kita cari riwayatnya ya. Karena ini kan riwayat dalam tafsir nih. Oke, berarti ada gitu. Kalau memang memang ada ya. Kalau memang enggak ada ya berarti benar saya gitu. Siap. Aman ya? Heeh. Saya akan revisi nih. Saya akan revisi. Kalau memang yang saya sampaikan itu enggak ada. Oke. Ini riwayat siapa? Begitu. Kan simpel sama saya mah beb. Oke, slide. Wallahi ini ada Ahmad ya. Oke berarti berarti saya salah nih. He saya akui salah. Oke. Wallahi lahu. Seandainya saya itu ada di sisinyaummar. Sungguh saya ini akan memperlihatkan kepada kalian guburannya ke sisi jalanil ahmar. Oke, siap siap. Terima kasih ini Gibin yang sudah mengingatkan ya. Oke, saya penasaran dengan riwayatnya ini bagaimana. Siap. Oke, saya pengin tahu illahnya itu bagaimana. Jadi ada riwayatnya ya di Sahih eh di Musnad Ahmad Silsilah Al-Ais Oke. Bukhari ada ada Bukhari. Lau kuntu tsamma laitukum. Seandainya kalau saya di sana, seandainya kalau saya di sana. Laitukumil ahmar. Oke, ini ada di Bukhari ya. Seandainya kalau Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu di sana di kuburannya Nabi Musa alaihialatu wasalam, maka ya maka saya akan perlihatkan kepada kalian kuburannya di sisi jalan. Di sisi jalan. Di sisi bukit yang berwarna merah. Kan law ini law. Heeh. Law. Law itu apa?
Seandainya jikalau saya itu ada di sana, tapi Rasulullah faktanya di sana apa enggak gitu loh. Faktanya apakah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu ada di sana apa enggak? Heeh. Kan namanya juga seandainya. Kalau seandainya, nah berarti memang Rasulullah enggak di situ karena cuman melewati saja. Begitu ya. Berarti saya revisi ya, bahwa redaksi yang disampaikan oleh Habib Umar dengan tapi tadi redaksinya apakah la kuntu indahu tadi, Bib? Heeh. Itu ya di luar konteks ya. Aduh, masyaallah.
Coba coba coba kita kita akan berdalami ya. Kita berdalami lagi nih alaihamahiqalt maut. Jadi ceritanya Nabi Musa alaihiatu wasalam itu didatangi oleh malaikat kematian. Maka ketika malaikat kematian itu mendatangi Nabi Musa, maka ditempelenglah itu sret. Heeh. Tempeleng ya kan. Kemudian malaikat laporan ke Allah, "Ya Allah, engkau itu telah arsaltani ila abdin la yuridul maut." Heeh. Engkau telah mengutusku kepada seorang hamba yang tidak menginginkan kematian. Faradallahu taala alaihi ainahu. Kemudian matanya malaikat itu dikembalikan seperti semula karena kan sudah coplok matanya kan. faqala irji fagahu yadu yadahu al matnur maka katakanlah kepada musetakkan tangannya di atas kepala ee apa th itu banteng falahu bikulli bihi yadahu bikulli sya'rtin sanatan maka tangan yang mendapati atau yang yang yang berada di punggungnya atau kepalanya ee ee kambing itu eh banteng itu ya banteng itu. Nah, itu satu rambutnya itu 1 tahun. Nah, ini nih kita coba memahami konteks hadis ya. Qala ihrab tumma terus wahai Tuhanku maza. Terus apa? Qala tummal maut. Ya kemudian ya mati. Qala falan. Ya udah kalau memang saya itu harus mati ya mati sekarang. Faalallahudniahuahu minal ardil muqadati ryatanin. Maka Nabi Musa alaihiatu wasalam itu ingin mendekatkan dirinya dari tanah yang disucikan sejauh Romyata Hajar. Satu lemparan batu. Heeh.
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Maka Rasulullah sallallahu alaihi wasallam berkata, "Qala ini Abu Hurairah ya. Q Rasulullah Rasulullah berkata fala kuntuamma seandainya kalau aku itu di sanaukum thil ahmar seandainya aku itu di sana seandainya kalau aku itu berada di magamnya Nabi Musa alaihialatu wasalam sungguh aku perlihatkan kalian kepada kuburannya di sisi jalan, di sisi atau di pinggir bukit yang berwarna merah." Ini konteksnya bukan konteks Isra Mikraj. Ini penggabungan di antara dua riwayat. Satu, riwayat pertama ee riwayat Mikraj di mana Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam melewati apa namanya? Guburan dari ee Nabi Musa alaihialatu wasalam. Heeh. Yang melihat Nabi Musa sedang berdiri salat. di kuburannya. Nah, kemudian ini hadis ini hadis yang berbeda karena ceritanya tadi adalah menceritakan bahwa Nabi Musa alaihialatu wasalam ketika didatangi oleh malaikat maut, malaikat maut ya, malaikat kematian dia ini malah malaikat kematian ditempel yang oleh Nabi Musa alaihialatu wasalam. Nah, sehingga setelah menceritakan itu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Seandainya kalau saya di sana sungguh akan saya perlihatkan, ya sungguh akan saya perlihatkan guburannya di sisi jalan. Di sisi jalan yang berada di samping bukit yang berwarna merah." Ini kira-kira konteksnya beda enggak? Ini bahkan di situ menggunakan law. Aduh, ini ini enggak enggak enggak sinkron. Enggak sinkronnya apa? Kisah yang diceritakan itu tentang apa? Tentang mikraj kan Rasulullah mikraj dari ee Isra ya, Isra dari Makkah, Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Begitu jelasin pakai bahasa yang sederhana.
Intinya begini. Ini dua hadis yang berbeda. Satu hadis yang menceritakan tentang mikraj sehingga Rasulullah menceritakan saya melewati kuburan Nabi Musa dan dia sedang salat di kuburannya. Titik tuh. Titik ya. Titik. Heeh. Kan enggak nyambung kan. Nah, kemudian dalam hadis yang lain ya kalau hadis yang lain itu mengatakan apa? mengatakan, "Nabi Musa menceritakan Nabi Musa. Nabi ee Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menceritakan Nabi Musa." Rasulullah menceritakan Nabi Musa yang ketika ketika didatangi oleh malaikat maut kemudian akhirnya mati gitulah. Yang kemudian apa namanya? ee beliau mengatakan, "Seandainya kalau saya itu di sana, maka sungguh akan saya perlihatkan kepada kalian sisi atau lokasi guburannya di sisi jalan." Nah, terus menyambungkan dua riwayat tadi. Maru ala Musa lailata usri bialibil ahmar wahua qoimun yusli firihi. ada enggak kaitannya dengan ini? Ya beda. Nah, sehingga ini dua hadis yang berbeda kemudian disambungkan dengan satu. Ini pun juga salah satu gambaran dari pemalsuan hadis dan itu pun juga menggunakan redaksi law kalau seandainya begitu. Nah, begitu jadinya ya. Oke.
Nah, subhanallah. Coba coba coba di bisa dipahami enggak ini oleh teman-teman ini terima kasih bagi Gibin yang sudah me apa namanya sudah mengingatkan saya ya jadi salah saya salah saya akui salah tuh bahwa apa yang saya katakan tadi bahwa redaksi itu adalah redaksi yang maudu, palsu. Ya, saya tarik tuh bahwa itu redaksi yang ada dalam kitab Bukhari, Sahih Bukhari. Nah, tetapi ini konteksnya berbeda berbeda dengan hadis yang mikraj tadi itu ya. Sehingga ya enggak bisa tetap Heeh. malah memperjelas eh betul. Karena itu menggunakan redaksi law seandainya. Ah mana tadi tuh? Oke. Dan menggabungkan antara satu riwayat dengan riwayat yang lain apalagi dengan konteks yang berbeda itu termasuk gambaran dari maudu juga. Lau harfu syartin ee fi madu gfur alwan ya. Ah jadi begitu teman-teman hadisnya dijamak. Iya. Iya. Ibarat beginilah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menceritakan tentang perang Badar. Nah, tiba-tiba Rasulullah atau hadis tersebut disambungkan dengan hadis Fatu Makkah. Ini kan enggak nyambung, Beb. Enggak nyambung. Nah, ini adalah redaksi yang berbeda ini. Ah, seandainya aku di situ, kan seandainya jika aku di situ. Nah, berarti di sini Rasulullah tidak mengajarkan sebenarnya bahwa kita ini sebagai umat Islam itu harus menentukan lokasi dari magamnya para wali-wali. Enggak juga. Begitu. Subhanallah. Ini adalah pertolongan dari Allah kepada Gus Jazuli dengan memberikan ilham jawaban yang cerdas. Heeh. Cadas dan langsung. Alhamdulillah, Beb. Heeh. Iya. Tapi yang yang saya tarik itu redaksi ini bukan redaksi hadis palsu ya. Tetapi upaya untuk menggabungkan antara hadis Mikraj dengan hadis kisahnya Nabi Musa yang diceritakan oleh Rasulullah ini juga palsu, Beb. termasuk gambaran dari pemalsuan hadis karena beda konteks begitu. Tetap enggak ngerti gue. Udahlah semok gitu, Beb. Oke, oke, oke. Artinya secara nalar sebagai manusia saja tidak mungkin Nabi Muhammad menyuk kita untuk membuat magam palsu. Ee ngelak enggak? Enggak. Heeh. Enggak. Tetapi upaya pemalsuan atau pembelokan makna hadis tetap ada, Bib. Aduh. Aduh. Masyaallah. Masyaallah. Ya, ini saya saya jujur kan. Saya jujur karena untuk redaksi yang tadi itu enggak saya temukan. Tetapi upaya untuk pemalsuan konteks itu dilakukan. Heeh. Yang dua hadis itu beda konteks kemudian digabung jadi satu. Heeh. Sahih Bukhari. Tapi buat melegitimasi mbahnya di Winongan kali ya. Bisa jadi, Bib. Hadis adonan namanya. Naam. Enggak, Bos. Heeh. Enggak mengelak kok. Enggak. Enggak. Heeh. Enggak, enggak. Heeh. Bahaya enggak sih? Heeh. Argonasi masalah. Oh, begitu. Berarti Gus Aziz Jazuli tidak salah juga. He eh. Kalau dipakai dalam suatu permasalahan. Nah, justru itu. Heeh. Coba coba gimana? Gimana? Gimana? Kan kalau redaksinya begini. Oke, kita kembali ke redaksi Habib Umarnya ya. Oke, kita ambil redaksi Habib Umar itu. Lanjut disambung itu tadi. Tiga berapa tadi? 310 ya. 310. Oke, kita ulangi ya. Ulangi. Heeh. Karena ini kan ngaji bareng, Bib. Kalau saya salah ya wajarlah. Oh, dua hadis digabung jadi satu untuk melegitimasi menentukan magam secara ronsen. Gitu tah. Iya, betul gitu. sederhananya mah. Heeh. Ee dikuburkan dekat pemakaman kami. Saat dia dikuburkan itu jahanam membuka daripada sedikit pintunya. Dan ketika kita mendengar gejolak neraka tersebut yang disediakan untuk orang itu, kami semua yang di pemakaman ini ketakutan hingga rambut kami semua berubah menjadi putih. Musa ini riwayat Muslim ya, riwayat Bukhari ya. Ini riwayat Bukhari. Oke. Terus karenanya itu juga disebutkan di dalam hadis bahwasanya Sayidina Musa, Nabi Musa tatkala ajalnya telah dekat, beliau meminta satu permintaan kepada Allah, "Ya Allah, dekatkan aku ke tanah suci walaupun dengan jarak satu batu ingin meninggal dunia dalam posisi dekat dengan tanah suci." Kenapa tanah itu menjadi suci dan mulia dan Nabi Musa ingin meninggal dekat di situ? Karena di situ banyak dengan pijakan kaki para nabi-nabi dan orang-orang yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa taala yang dimakamkan. Imam Muslimah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Nah, ini hadis riwayat Muslim ya. Ini riwayat Muslim nih. Ingat nih riwayat Muslim. Oke, lanjut. Diriwayatkan, disebutkan di dalam hadis bahwasanya Rasulullah bersabda, "Aku mampir melewati kuburannya Nabi Musa tatkala malam Isra wal Mikraj dan aku dapati Musa sedang salat di dalam kuburannya." Dan Rasulullah mensifatkan tempat makamnya Nabi Musa, lokasinya. Nah, ini enggak ada. Ini enggak ada nih. Ini enggak ada dalam redaksi marortu ala Musa. Ini enggak ada nih. Heeh. Ini enggak ada ya. Enggak ada. Ini seperti tadi yang saya jelaskan tuh. Heeh. Wawasofa makana Musa. Ini enggak ada. Heeh. Ya. Enggak ada ini. Terus. Dan Rasulullah bersabda, "Seandainya kalian ada di situ bersamaku, aku akan tunjukkan di mana lokasi tepatnya." Nah, ini riwayat yang Muslim eh maaf riwayat Bukhari yang sambungan dari Nabi Musa yang didatangi oleh malaikat mati, malaikat kematian yang enggak ada kaitannya dengan tempat mikraj itu. Ah, yang berkaitan yang enggak ada kaitannya dengan maru Musailat. Nah, itu ya beda beda konteks ini beda konteks. Terus Rasul mengatakan, "Saya akan tunjukkan lokasi tepat." Nah, ini salah penerjemahannya. Seandainya saya di sana, sungguh akan saya perlihatkan ya tempat guburan dari Nabi Musa alaihialatu wasalam yang ada di pinggir alkatibil ahmar janibat thariq di sisi jalan tuh. Beda kan? Nah, beda beda nih, Bib. Heeh. Terus itu ada di mana? Akan saya tunjukkan secara tepat. Apa makna perhatian besar dari Rasulullah ingin menunjukkan secara tepat kuburannya Nabi Musa? Nah, terus kok bisa ini apa Rasulullah sallallah apa faedah dari Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu ingin akan seandainya Rasulullah berada pada posisinya Nabi atau di sisi Nabi Musa, di pinggirnya Nabi Musa, bersebelahan dengan Nabi Musa, maka kemudian akan saya tunjukkan tempat guguran Nabi Musa. Heeh. Ya kan seandainya seandainya kemudian diambil faedah oh kita harus menentukan dong. Heeh. Ngomong sama Aziz Jazul dia hadaiik tidak ada launnya. Ini saya langsung ke ke hadis Bukhari. Hadaiik itu ngutip dari Bukhari. Maka kita harus kembali dong ke Bukhari. Heeh. Masa Anda enggak tahu, Bin? Masyaallah. Masyaallah. Heeh. Saya akan seandainya saya berada pada sisinya Nabi Musa, di pinggirnya Nabi Musa itu, maka akan saya tampakkan, saya tunjukkan kepada kalian posisi kuburan Nabi Musa yang ada di pinggir jalan dan yang ada di pinggir bukit. Heeh. Begitu ya. Naam. Subhanallah. Jangan kencang-kencang. Jadi kemudian apakah ini adalah dalil? Sebagai bukti bahwasanya Nabi atau Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu mengajarkan kalian untuk mencari-cari lokasi persis dari magamnya Nabi Musa alaihialatu wasalam. Kan enggak gitu juga keles. Heeh. Kan enggak gitu juga keles. Kan law. Seandainya, seandainya aku nemu duit R miliar, maka akan saya bagikan kepada para netizen di sini. Aduh, ampun ini. Lanjut. He tidak lain tidak bukan melainkan kalau bukan karena kita mendapatkan faedah untuk mengenal di mana kubur-kubur tersebut secara tepat dari kuburnya kaum. Terus apa makna dan apa kenapa Rasulullah lewat dan mampir di kuburannya Nabi Musa saat menuju Baitul Maqdis kan bisa langsung long kisahnya beda kok. Kisahnya beda antara kisah siapa kematian Nabi Musa dengan kisah dari Isra Mikrajnya Rasulullah dari Masjidil Aqsa ke Baitul Maqdis kemudian ke Sidratul Muntaha. Kan beda. Siapa yang bilang bahwa Rasulullah itu mampir duluan ke kuburannya Nabi Isa, Nabi Musa. Maaf. Mana ada. Mana riwayatnya itu? Coba. Coba Kibin. Kibin gimana? Coba. Ah, gimana? Gimana? Gimana? Kan ini Rasulullah sedang menceritakan kepada para sahabatnya. Nabi Musa bertemu dengan malaikat kematian gitu kan. Kemudian seandainya kalau saya di sana akan saya tunjukkan tuh lokasi sebenarnya dari magamnya Nabi Musa ya, Bibson Bas ya. Nah, kemudian setelah itu ini ngomongnya ketika Rasulullah sallallahu alaihi wasallam mikraj itu mampir dulu ke makamnya Nabi Musa. Gimana tadinya beb? Coba coba Kibin Kibin. Gimana Kibin? Ayolah gimana? Gimana itu? Gimana? Masyaallah. Ini dua kisah yang berbeda. Ini kok dijadikan satu sih? Ya kan enggak nyambung. Apalagi kisah apa? Isra itu enggak mampir duluan ke magamnya Nabi Musa. Heeh. Malah mampir ke rumahnya Mbak Dewi malah tuh. Masyaallah. Lanjut. Kalau gini kemalsuan enggak itu? He eh. Ah di luar Nur ya kan? Di luar Nurul. Heeh. Gimana? Gimana? Gimana? Coba lanjut. Yang lain malah mampir melewati kuburannya Nabi Musa dan beliau menuju ke langit menerima perintah salat dari Allah. Dan malaikat Jibril menghentikan Burak untuk Nabi Muhammad mampir di situ menziarahi dan melihat Nabi Musa yang sedang salat diak. Enggak ada mampir-mampiran ini. Enggak ada mampir-mampiran. Mampir dari mana, Beb? Heeh. Iya. Jadi agak sulitlah. Oh, ya. Harusnya itu ya. Ini enggak ada mampir-mampiran lah. Ini kok mampir coba coba yang yang biasa membaca kisah mikrajnya Rasulullah. Apakah Rasulullah mampir terlebih dahulu di magamnya Nabi Musa alaihialatu wasalam? Eh enggak ada, Beb. Heeh. Masa ada transit-transitan itu ya? Enggak ada. Mana? Mana? Coba. Coba coba. Iya, pakai law. Cuman ini mampirnya ada loh. Mampirnya ada. Di hadis mana itu coba? Ketika Rasulullah itu isra, Rasulullah mampir. Katanya, "Ini ngapain?" Rasulullah mampir-mampir dulu. Sementara kan kalau ke Sidratul Muntaha kan langsung bisa tuh dari Makkah. Isra dulu ya. Dari Makkah ke Masjidil Haram kemudian dari masnya. Ah, berarti yang melakukan pembodohan siapa? Ya. Ya. Ini. Oh, enggak ada cerita mampir ya? Ini ceramahnya ini enggak ada cerita mampir. Emang ada pernah dengar begitu cerita Rasulullah sallallahu alaihi wasallam mampir terlebih dahulu sebelum nyampai ke Baitul Maqdis. Mampir di kuburannya Nabi Musa. Coba coba coba mampir dulu. Ini Rasulullah mampirnya ada enggak? Heeh. Kan ini mengaitkan dengan itu. Makanya saya kenapa bilang bilang dan saya masih apa namanya mengatakan ini adalah pencampuran riwayat. Mampir ini mampir mana ada riwayat mampir Rasulullah mampir dulu ke mana kuburannya Nabi Musa alaihialatu wasalam. Iya kan? kan bilang mampir itu. Padahal dua hadis berbeda konteksnya itu. Yang tadi yang satu itu konteksnya isra, yang satu Rasulullah sedang cerita dengan para sahabat-sahabatnya. Kan mampir ngopi dulu coba coba coba coba. Heeh. Lagi di luar jadi enggak bisa cek perpustakaan rumah untuk liihat kitab-kitab hadis sahih. Ah naam. Subhanallah. Heeh. Terus mampirnya gimana? Padahal Nabi Musa itu kan di langit keenam. Terus gimana mampirnya itu? Ah, diam dia. Cobalah komentar. Heeh. Mampir, mampir coba. Mampir, mampir. Mampir, mampir. Mampir kita lanjut aja ya. Siap. Jibril guburi w Nabi Muhammad guburi itu apabila orang-orang jahil melihat kelakuan malaikat Jibril dan Nabi Muhammad, bakal dibilang Jibril ini penyembah kubur. Muhammad adalah orang-orang yang penyembah kubur dan semacamnya daripada ucapan yang tidak betul. Terus apakah ada kisah malaikat Jibril Rasulullah itu mampir dulu ke kuburannya Nabi Musa alaihialatu wasalam? Enggak ada ceritanya mampir-mampir gundulmu. Enggak ada mampir-mampiran itu. Yaak ada mampir-mampiran. Allah jawab naam. Terus beliau menuju Baitul Maqdis kemudian menuju menembus tujuh lapis langit menerima perintah salat dari Allah Taala. Tetapi dimampirkan dulu di kuburan. Enggak ada mampir. La cenah ge mampir ngerokok cenah. La enggak ada mampir-mampiran. Mana mampirnya? Mana? Hadis riwayat Bukhari tadi yang sudah kita bacakan enggak ada mampirnya ya kan? Kemudian apa? Hadis yang isra tadi enggak ada mampirnya juga. Heeh. Nah, ini kok tiba-tiba ada mampir Rasulullah bersama Malaikat Jibril, bersama Burak sebelum nyampai ke ee Baitul Maqdis mampir dulu ke magamnya Nabi Musa. Nah, coba barangkali ada ada teks, ada dalil yang lain yang enggak saya tahu. Nah, barangkali begitu kan biar biar saya diluruskan begitu. Namanya juga belajar. Naam. Jadi malaikat Jibril katanya kan menziarahi magam kuburan dari Nabi Musa. Kemudian Nabi Muhammad itu pun juga mampir ziarah ke magamnya Nabi Musa. Ini enggak saya temukan begitu loh. Heeh. Ini enggak saya temukan ini, Beb. Gimana? Gimana coba mampirnya ini redaksi mampir gimana ya? Rasulullah mampir gitu kan. Terus tilka sunat sallallahu alaihi wasallam itu sunah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Ini tauhidnya Nabi Muhammad dan tauhidnya malaikat Jibril seperti ini. Jibril. Seandainya ada orang mau bikin tauhid yang baru selain dari tauhid yang diajarkan Nabi dan tauhidnya malaikat Jibril, makan tauhid buat dia sendiri. Muhammad bin Jadi kalau ziarah, kalau ziarah itu memang ajaran Rasulullah. Heeh. ziarah itu memang ajaran Rasulullah. Tapi kalau riwayat bahwa malaikat Jibril bersama Rasulullah sebelum datang ke Baitul Maqdis itu transit atau mampir dulu ke guburannya Nabi Musa, itu enggak saya temukan. Dan ini masuk juga dalam kategori hadis palsu. B Gibran. Ah, coba ada enggak dalilnya? Kalau memang ada ya oke gitu kan bagus. Kalau enggak ada ya nanti. Heeh. Jangan kemudian membuat guburan itu dijadikan sunah nabi. Begitu area. Nam terus mau iman, mau belajar menginginkan keimanan dan menginginkan tauhid sesuai dengan langkah dan ajaran dan petunjuknya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Itu adalah sesuatu yang hak selain daripada yang diajarkan Allah dan rasulnya. Batil dan sesat. Dan Allah Subhanahu wa taala menyebutkan kebiasaan dan sunahnya bahwasanya Allah Taala tidak akan menyiksa mereka selama engkau ada di tengah-tengah mereka. Allah Taala tidak akan menyiksa mereka selagi mereka beristigfar. Mampir itu tujuannya apa? Ya, mampir itu tujuannya agar umat Islam itu ikut berziarah juga ke magemnya Nabi Musa. Padahal Rasulullah mengatakan, "Lau kuntu tsamma laitukum makana gabrihial ahmar jibat thq mampir katanya." Padahal lau seandainya. Dan dalam kisah isra itu pun enggak ada mampir. Ah. Mana mampirnya? Mampirnya enggak ada. Begitu mampirnya tidak tidak ada. Dalil guburiyun. Masyaallah. Naam. Terus Allah wujudul mustfirin sababil. Selesai ya. Heeh. Jadi kesimpulannya teman-teman satu bahwa dengan menggabungkan dua riwayat hadis yang berbeda. Satu hadis tentang mikraj yang dengan redaksi marartu ala Musa konteksnya mikraj ya mikraj. Kemudian apa yang kedua? Yang kedua itu adalah hadis ee malaikat kematian yang mendatangi Nabi Is, Nabi Musa alaihiatu wasalam yang kemudian Rasulullah la kuntu tsamma laitukum makana gabrihiat thqalibil ahmar yang kemudian dikatakan bahwa Rasulullah mampir. Heeh. Rasulullah mampir di situ ya ke magamnya Nabi Musa alaihialatu wasalam. Padahal h padahal dalam kisah mikraj Rasulullah enggak ada riwayat mampir. Dalam kisah Rasulullah enggak ada riwayat Rasulullah mampir bersama dengan malaikat Jibril, bersama dengan Buraq untuk menziarahi kuburan Nabi Isa. Karena apa? lewat riwayatnya marortu riwayatnya saya lewat bukan saya mampir bukan nazaltu begitu. Nah itu itu kesimpulan ya. Nah, kemudian yang kedua, ketika ini kemudian dijadikan sebagai dalil pembenaran magam-magam palsu agar kita mengenal bahwa Rasulullah saja itu ingin mengetahui, ingin menginformasikan kepada para sahabat-sahabatnya. Ketika kalian itu ingin mengetahui guburan-guburan dari para tokoh-tokoh masa lalu, maka ya bikinlah gitu. Nah, ini kan sebenarnya berbahaya. Karena apa? Karena di sini ada ajaran membuat magam palsu. Dan tadi teksnya itu sudah kita bacakan dari kitab Tazkirun Nas dan juga kitab ee apa namanya? Annahrul Maurud. Nah, dan itu pun juga dengan redaksi seandainya dan seandainya itu ya bukan mampir BB, bukan nazala. Heeh. Nah, yang intinya adalah dengan menggabungkan dua riwayat hadis ini untuk melegitimasi pembuatan magab palsu dan itu disebut sebagai sunahnya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, tauhidnya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dan ajarannya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Ini ngeri sebenarnya kan ngeri. Kenapa hadis itu dikaitkan dengan membuat magam palsu? Logikanya gimana? Pusing gua. Gua juga pusing, Beb. Ini Rasulullah diriwayatkan melewati tapi dikatakan mampir. Kemudian mampirnya itu bersama malaikat Jibril bersama dengan Burog. Dan kemudian di di situ dianggap sebagai apa? Sebagai sebuah ee apa namanya? Sunah. Sunah dan ajarannya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Ini kan mengerikan ya. Ini kan mengerikan begitu. Masyaallah. Dajal adalah melatih arum ya. Dajjal adalah manusia jika bicara dengan marah-marah dan dua matanya seakan-akan menjadi satu. Inna lillah wa inna ilaihi rojiun. Ya, artinya di situ terdapat anjuran membuat magam palsu. Ya, sebenarnya enggak ada, Bib. Anjuran untuk membuat magam palsu itu enggak ada. Baik itu dalam apa namanya riwayat ee kisahnya malaikat kematian yang bertemu dengan Nabi Musa yang kemudian Rasulullah mengatakan, "Lau kuntu tsamma. ya la aritu dan seterusnya. Kemudian juga marartu ala Musa eh lailata usri dan seterusnya. Itu pun juga enggak ada juga. Artinya enggak ada kaitan dengan mampir-mampiran bahwa Rasulullah berziarah. Rasulullah mampir sebelum nyampai ke ee Baitul Maqdis. Padahal kan bisa langsung lewat. Enggak, enggak ada itu. Nah, mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan dalam kesempatan kali ini. Terima kasih untuk semuanya dan mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan dan terima kasih bagi teman-teman yang sudah mengingatkan saya dalam apa namanya ee riwayat hadis tersebut yang tadi sebenarnya riwayatnya bukan riwayat yang palsu, tapi itu adalah riwayat hadis dengan konteks yang berbeda kemudian menjadi satu. Dan ini tentu bahaya ya. Ini tentu berbahaya. sehingga apa namanya perlu kehati-hatian ee yang ee lebih. Mari kita doakan seluruh umat Islam di mana pun berada. Allahumfir umat sayyidina Muhammad. Allahum asli umat sayidina Muhammad. Allahumarham umate sayidina Muhammad. Allahumti sayidina Muhammad. Allah umat sayidina Muhammad. Allahumz umat Sayidina Muhammad. Allah umat Sayidina Muhammad. Allahumti sayidina Muhammad. Allahumti sayidina Muhammad. Allahumma ja'alna min umati sayyidina Muhammad shallallallahu ala sayyidina Muhammadin waa alihi wasbi wasallamhamdulillahiabbil alamin. Terima kasih untuk semuanya dan mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan. Wallahul mufialamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Mampirmir mampir Beb di S.