Transcription
Di tengah pertarungan dua pria di belakangnya, pria tua ini tiba-tiba menyadari sesuatu yang tidak biasa. Di kejauhan terlihat gerombolan semut raksasa sedang bergerak mendekat. Menyadari bahaya itu, pria tua ini segera mengeluarkan sebuah tengkorak kristal. Aneh, tapi nyata, semut-semut tersebut langsung menghindar. Seolah benda itu adalah sesuatu yang mereka takuti.
Namun, dua pria yang sedang bertarung sama sekali tidak menyadarinya. Mereka terus saling memukul. Emosi menguasai segalanya tanpa peduli bahaya yang semakin dekat.
Di sisi lain, seorang wanita berjuang menyelamatkan dirinya. Ia bergelantungan pada sebuah tali yang terikat di pohon. Tubuhnya berayun di udara, berusaha menjauh dari kawanan semut yang merayap di bawahnya.
Sementara itu, pertarungan dua pria akhirnya mencapai akhir. Salah satu dari mereka tumbang. Tubuhnya terjatuh tepat di tengah gerombolan semut raksasa. Dalam hitungan detik, semut-semut itu langsung menyerang. Mereka menggigit, merayap masuk ke tubuhnya tanpa memberi kesempatan untuk berteriak atau melawan. Tak butuh waktu lama, tubuh pria itu perlahan ditelan sepenuhnya lalu diseret bersama-sama menuju sarang semut hingga lenyap tanpa jejak.
Di sisi lain, wanita yang tadi bergelantungan akhirnya berhasil diselamatkan. Orang-orang yang selamat datang dengan sebuah mobil. Mereka menariknya masuk dan segera pergi dari tempat itu tanpa menoleh ke belakang, tanpa mencoba kembali, mereka meninggalkan hutan itu dan juga sarang semut yang baru saja menelan satu nyawa manusia.