📱

Get Our Mobile App

Take your business learning on the go!

Download on the App StoreGet it on Google Play

🍃Kaidah Merubah Kemungkaran

Dewan Syariah Wahdah Islamiyah1:03:10

Transcription

Sebagai pemateri pada malam hari ini, eh Fadilatul Ustaz Dr. Muhammad Isron Ansar, LC, MA hafidahullah, ketua Dewan Syariah Wahd Islamiah. Sebelum masuk ke materi, kami cek kehadiran Ustaz terlebih dahulu.

"Assalamualaikum, Ustaz."

"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh."

"Suara kami jelas, Ustaz?"

"Iya, suara jelas."

"Alhamdulillah."

"Alhamdulillah jelas, Ustaz."

"Oh, iya. Alhamdulillah."

Baik, ee hadirin sekalian, sekali lagi pembahasan kita pada malam hari ini adalah pembahasan seputar tema umum dan kontemporer. Akan tetapi, ee sebelum masuk ke sesi konsultasi syariah atau tanya jawab, terlebih dahulu mari sama-sama kita simak materi pengantar dari ustazuna narasumber kita pada malam hari ini tentang kaidah merubah kemungkaran.

Ya, kita sama-sama mengetahui bahwa umat kita dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa taala karena di antara sebabnya adalah kita melakukan amar makruf dan nahi mungkar. Pada pembahasan nahi mungkar atau merubah kemungkaran dan juga mencegahnya, tentu ada kaidah-kaidah ini yang kemudian menjadi pertanyaan bagaimana cara untuk kita merubah sebuah kemungkaran yang kita dapati. Ee yang itulah akan menjadi materi pengantar pada sesi konsultasi syariah kita di malam hari ini.

Tidak berlama-lama lagi, kita berikan kesempatan kepada Ustaz untuk menyampaikan materi pengantarnya dan setelah itu insyaallah kita akan masuk ke sesi konsultasi ataupun tanya jawab. Ee hadirin sekalian dapat menuliskan ee pertanyaan di kolom chat Zoom di Zoom kita ataupun memberikan reaksi angkat tangan untuk kami persilakan menyampaikan pertanyaannya secara langsung. Barakallahu fikum kepada Ustaz, kita persilakan.

Faai masuk. Eh, bismillah alhamdulillah wasalatu wasalam ala rasulillah waa alihi wasohabatihi wawalah. Amma ba'. Para hadirin peserta ee konsultasi syariah ee Dewan Syariah Wahd Islamiah via Zoom. Ikhwah dan akhwat, Bapak-bapak dan Ibu-ibu, kaum muslimin dan muslimat. Alhamdulillah pada malam hari ini ee kita akan ee berkonsultasi atau kita akan ee berdiskusi insyaallah. Dan seperti yang disampaikan, kita akan ee menyampaikan ee pembahasan sebagai pengantar yaitu persoalan ee amar makruf nahi mungkar atau lebih khusus persoalan nahi mungkar atau lebih khusus lagi persoalan tagiril munkar ya. Taghir almunkar atau merubah kemungkaran.

Ee kalau kita melihat dalil-dalil dalam Al-Qur'an, maka kita akan mendapati ee banyak ya dalil-dalil yang menjelaskan masalah amar makruf nahi mungkar. Ee di antaranya firman Allah Subhanahu wa taala dalam surah Ali Imran ayat 104, Allah mengatakan, "Walakum minkum ummah yaduna ilalhairimuruna bil marufi waanhaunail munkar wa ulaika humul muflihun." Ee Allah mengatakan hendaknya ada di antara kalian ini lam lamul amr ya perintah dan hukum asal perintah dia adalah kewajiban. Cuma ulama kita mengatakan dari ayat ini dipahami kewajibannya sifatnya kifai. Karena Allah mengatakan minkum sebagian kalian. Ee namun sebagian juga ulama mengatakan min sebenarnya sini bukan min yang menunjukkan sebagian bukan min tab'idiyah tapi min menunjukkan min bayaniah bahwa yang paling berhak menjadi umat amar makruf nahi mungkar adalah umat Islam. Hendaknya dari kalian maksudnya dari umat Islam melakukan tiga hal yaitu yaduna ilalir dakwah mengajak kepada kebaikan lalu wuruna bil maruf mengajak kepada memerintahkan kepada al makruf wanil munkar dan melarang dari kemungkaran dan mereka-mereka itulah yang beruntung ya. Kalau mau menjadi orang yang beruntung maka kita harus menjadi umat umat yang melakukan tiga hal ini, yaitu berdakwah, lalu amar makruf, dan nahi mungkar.

Ee dan ulama membedakan antara dakwah dan amar makruf dan nahi mungkar ee bahwa dakwah itu lebih ringan daripada amar makruf. Karena dakwah bisa berupa nasihat, bisa berupa ajakan, wejangan dan seakan-akan tidak ada unsur ee paksaan. Adapun amar makruf, amar makruf itu memerintahkan ya dan biasanya datang dari orang yang lebih tinggi. Kita mampu menyuruh orang bukan sekedar kita ajak dia, bukan sekedar kita nasihati, tapi memang kita berikan instruksi ya. Semacam kita memberikan ee perintah instruksi kepada dia untuk melakukan kebaikan tersebut. Lalu nahi mungkar ya nahi mungkar ee pembahasan kita adalah tagirul mungkar. Ee tagirul mungkar ini merubah kemungkaran ini. Ulama kita mengatakan dia di atasnya lagi lebih di atas daripada nahi mungkar. Karena nahi mungkar itu artinya kita melarang daripada perbuatan kemungkaran. Adapun tagirul mungkar, merubah kemungkaran. Artinya kemungkaran sudah terjadi, lalu kita ingin merubahnya, ingin menghentikannya, ingin ee melenyapkan, ya menghilangkan kemungkaran tersebut. Jadi kalau mau ee diurutkan, maka urutannya dari kecil sampai yang paling besar amar makruf ee afan pertama dakwah kemudian amar makruf kemudian nahi mungkar lalu tagirul mungkar. Dan tagirul mungkar atau merubah kemungkaran ini berdasarkan hadis terkenal ya, hadis Abu Said Alkudri radhiallahu anhu yang meriwayatkan Imam Muslim yang insyaallah nanti akan kita bahas ya setelah kita sebutkan dalil-dalil tentang ee masalah amar makruf nahi mungkar.

Jadi dalil pertama itu tadi, surah Ali Imran ayat 104. Kemudian ee di antara dalilnya juga dalam Al-Qur'an adalah masih dalam surah Ali Imran ayat 110 Allah mengatakan, "Kuntum khair ummatin ukhrijat linas tamuruna bil mar'rufi watanhaunail munkariminuna billah." Kalian adalah umat yang terbaik yang dikeluarkan untuk manusia. Ya. Maka ulama kita mengatakan kita umat Islam itu adalah hadiah bagi umat yang lainnya. Kita adalah umat yang terbaik yang Allah hadiahkan bagi umat yang lainnya. Khairun nasi linnas. Manusia yang terbaik yang Allah berikan kepada manusia-manusia yang lain. Bagaimana umat Islam ini bisa menjadi umat yang terbaik? Apa syaratnya? Jadi menjadi umat yang terbaik ini tidak kita dapatkan secara cuma-cuma, tapi ada persyaratannya. Artinya tidak semua kita umat Islam berhak menjadi umat yang terbaik. Allah katakan, "Kalian menjadi umat yang terbaik ketika kalian beramar makruf, bernahi mungkar dan beriman kepada Allah subhanahu wa taala." Maka khairiah hadil ummah, terbaiknya umat ini bisa kita capai, kita raih ketika kita kembali memposisikan diri kita sebagai umat yang rajin beramar makruf dan berani untuk bernahi mungkar. Dan tentu saja sesuai dengan syarat-syaratnya dan didasari dengan keimanan kepada Allah Subhanahu wa taala. Yaitu ee ditegaskan oleh Umar bin Khattab radhiallahu anhu ketika menjelaskan ayat ini. Beliau mengatakan bahwa siapa di antara kalian yang ingin menjadi apa yang Allah sebutkan sebagai umat yang terbaik, maka laksanakan syarat-syarat yang Allah sebutkan, yaitu tampil beramar makruf nahi mungkar didasari oleh keimanan kepada Allah Subhanahu wa taala.

Kemudian di antara dalil tentang masalah ini ee apa yang Allah firmankan dalam surah Ala'raf ayat 157 ketika Allah Subhanahu wa taala menyebutkan ee sifat-sifat Nabi kita sallallahu alaihi wasallam yang termaktub dalam kitab-kitab sebelum Al-Qur'an. Allah katakan e alladina yattabiun rasulan nabialladzi eh yajidunahu nabial umadzi yajidunahu maktubanahum f taurati wal injil. Mereka-mereka yang mengikuti Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam atau mengikuti Rasulullah seorang rasul yang umi tidak tahu baca dan tidak tahu menulis itu Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Alladzi yajidunahu maktubanahum f taurati wal injil. Yang mana ahlul kitab itu mendapatkan dalam kitab-kitab mereka, dalam kitab Taurat dan juga kitab Injil ee nama Muhammad atau Ahmad termaktub dalam kitab mereka. Lalu apa sifat dari nabi yang satu ini? Apa sifat dari nabi ini sebagaimana yang tercantum dalam Taurat dan Injil? Di antaranya adalah ymmuruhum bil marufi waanhahumil munkar. Bahwa nabi ini di antara sifatnya adalah beliau beramar makruf dan bernahi mungkar. Dan menghalalkan untuk umatnya yang baik-baik dan mengharamkan semua hal yang tidak baik dan seterusnya. Jadi yang patut direnungkan, catatan penting dari ayat ini adalah ketika Allah menyebutkan sifat-sifat Nabi kita sallallahu alaihi wasallam tercantum dalam Taurat dan tercantum dalam Injil, sifat yang paling pertama yang disebutkan adalah beliau seorang nabi yang selalu beramar makruf dan bernahi mungkar.

Kemudian sifat ini juga seharusnya menjadi sifat orang-orang beriman secara umum, baik laki maupun wanita. Allah katakan dalam surah at-Taubah ayat 71, wal mukminuna wal mukminatu ba'duhum auliya ba. Orang beriman itu entah laki-laki maupun wanita, mukmin maupun mukminah, mereka saling bantu-membantu, saling dukung-mendukung di antara mereka. Apa yang mereka lakukan? Yuruna bil marufiil munkar. Mereka itu senantiasa beramar makruf dan bernahi mungkar. Mereka menegakkan salat dan menunaikan zakat. Wutiunallaha waasulah dan mereka menaati Allah dan rasul-Nya. Jadi ini juga menjadi catatan khusus yang patut digaris bawahi. Bahwa ketika Allah menyebutkan sifat-sifat orang beriman laki dan wanita lagi-lagi didahulukan amar makruf nahi mungkar. Bahkan mendahului urusan salat dan mendahului urusan zakat. Sebagaimana tadi juga ketika Allah berbicara tentang umat yang terbaik, Allah bahkan mendahulukan amar makruf nahi mungkar sebelum iman kepada Allah. Ya, ini menekankan tentang begitu tingginya kedudukan amar makruf dalam syariat kita.

Dan juga Allah Subhanahu wa taala menyebutkan ya ini sebagian saja ya kalau tidak masih sangat banyak ayat-ayat dalam Al-Qur'an tentang masalah ini. Allah menyebutkan di antara tugas para pemimpin, tugas para penguasa, tugas orang yang diberikan amanah oleh Allah Subhanahu wa taala adalah mereka seharusnya beramar makruf nahi mungkar. Ketika diberikan posisi, maka posisi yang kita miliki, kedudukan yang baik yang Allah berikan kepada kita, manfaatkan untuk amar makruf nahi mungkar. Ya Allah katakan dalam surah Al-Haj di ayat 41, alladzina immahum fil ard. Mereka-mereka yang kami berikan tamkin, kami berikan posisi kedudukan dari fil ardhi di muka bumi ini. Maksudnya menjadi seorang pemimpin. Apa yang mereka lakukan? Aqusata mereka menegakkan salat. Waakata mereka menunaikan zakat. Waaru bilufiil munkarillahiqibatul umur. Mereka menegakkan salat, menunaikan zakat. Mereka beramar makruf dan bernahi mungkar dan kepada Allah kembali segala urusan. Jadi ini sebenarnya tugas mulia yang seharusnya diemban oleh para penguasa, para pemimpin. Karena seperti yang kita sebutkan masalah amar makruf nahi mungkar ini butuh kekuatan, butuh power ya, butuh kemampuan untuk mengendalikan orang lain. Maka memang yang paling layak melakukannya adalah para pemimpin dan penguasa. Dan pada hakikatnya kita ini semua pemimpin, cuma wilayah kekuasaan kita berbeda-beda ya. Mungkin kita bukan pemimpin untuk wilayah yang besar, tapi paling tidak kitaah pemimpin di rumah tangga kita. Kita sebagai seorang bapak, sebagai seorang suami umpamanya atau kita pemimpin untuk diri kita sendiri. Kulukum ro'in wa kullukum masulun an ryatihi.

Bahkan bahkan ternyata masalah amar maruf nahi mungkar ini perlu kita tanamkan kepada anak kita sejak dini. Ya, perlu memang telah kita kader anak-anak kita untuk bisa beramar makruf nahi mungkar. Dan Allah abadikan dalam Al-Qur'an kisah Luqman. Dalam surat Luqman Allah menyebutkan kepada kita untaian mutiara-mutiara nasihat yang disampaikan oleh seorang Luukman kepada anak beliau. Dan di antara nasihat yang sangat berharga yang dipesankan oleh seorang bapak yang sangat cinta dan sayang kepada anaknya adalah pernyataan Luqman kepada anaknya. Ya bunai aqimata wur bilufiil munkarbir mazmil umur. Wahai anakku, anak kecil ini yang diajak ya. Wahai anakku tegakkan salat. Dan beramar makruflah dan bernahi mungkarlah dan bersabarlah dalam menunaikan hal tersebut. Karena ini adalah termasuk urusan yang diwajibkan urusan yang sangat besar min azmil umur. Jadi perlu ada penanaman sejak dini kepada anak-anak kita untuk mau beramar makruf dan bernahi mungkar. Tentu skala mereka berbeda dengan kita ya. Anak kita seharusnya kita didik untuk bisa amar makruf nahi mungkar kepada teman-teman sebaya mereka. Karena hari ini kalau kita tidak kondisikan anak kita beramar makruf dan bernahi mungkar kepada teman-temannya, kepada lingkungan sekitarnya, maka anak kita mungkin menjadi korban-korban keganasan ya ee invasi pemikiran, gazlul fikr, dan rusaknya akhlak hari ini. Ya, kenapa kadang anak kita telah berusaha nasihati, namun kadang menjadi korban korban kemerosotan akhlak ya karena anak kita tidak proaktif beramar makruf nahi mungkar. Mungkin dia ingkari atau mungkin dia tidak setuju tapi dia tidak mengingkarinya ya, maka perlu yang namanya ee tampil bernahi mungkar atau seperti yang kita sebutkan merubah kemungkaran.

Bagaimana sebenarnya merubah kemungkaran? Ya, untuk singkatnya kaidah merubah kemungkaran ini kita melihat saja merujuk kepada hadis yang diriwayatkan Imam Muslim dari sahabat Abu Said al-Khudri radhiallahu anhu. Hadis yang sangat terkenal tentang masalah ini ya. Kalau dalam al-arbaain nawawiyah hadis ini urutan ke-34. Nabi kita sallallahu alaihi wasallam mengatakan sebagaimana yang di ee katakan oleh Abu Said, beliau mendengarkan sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan ini kronologinya ya. Ee kenapa Abu Said menyebarkan hadis ini ketika ee Malik bin Marwan ya ee waktu itu ingin merubah urutan salat Id. Dari urutannya seperti yang kita ketahui salat dulu baru khotbah. Beda dengan khotbah Jumat. Khutbah dulu baru salat. Kalau salat Id ee salat dulu baru khotbah. Ee beliau melihat waktu itu pemimpin Madinah waktu itu, Amirul Madinah melihat bahwa ee banyak orang-orang kalau sudah salat pada pulang ya karena tidak suka dengan khatibnya, gak suka sama pemimpinnya. Karena itu dia berijtihad agar ceramahnya didengarkan, agar instruksinya yang dia mau sampaikan pada saat khotbah diikuti, maka dia mau mengubah mendahulukan salat ee mendahulukan khotbah lalu salat. Abu Said alkhudri radhiallahu anhu ketika melihat gelagat seperti itu, beliau tidak diam. Beliau langsung memegang kain dari pemimpin itu. Ee walaupun sebagian riwayat Abu Said mengatakan ada seseorang ya. Jadi dalam sebagian riwayat Abu Said menyebutkan bahwa ada seseorang yang tampil langsung menghalangi niat yang tidak baik dari gubernur tersebut yang mau merubah urutan ibadah. Ee sehingga Abu Said mengatakan, "Amma h faqad ma alaihi." Adapun orang ini telah menunaikan kewajibannya untuk bernahi mungkar atau merubah kemungkaran. Karena saya pernah mendengarkan ah itu Abu Said mengatakan kenapa beliau setuju dengan sikap orang yang menahan dan mencegah ee Amir tadi untuk melakukan seperti itu? Karena beliau mengatakan kata Abu Said ya dan sekali lagi dalam sebagian riwayat Abu Said lah orangnya yang melakukan itu. Karena saya telah mendengarkan Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Man roum munkaryugiru biyadihi waamatiisanih waam yastati fabiqalbih iman."

Coba kita ee tadaburi sedikit ya ee hadis ini ya. Yang pertama Rasulullah mengatakan, "Man man itu artinya siapa? Berarti tugas ini berlaku bagi siapa saja. Lelaki maupun wanita, tua maupun muda. Jadi siapa saja di ee sapa atau di ee tujukan kepadanya hadis?" Man raa siapa yang melihat. Ulama kita mengatakan melihat di sini bisa saja rukyah bashariah melihat dengan mata kepala atau rukyah ilmiah yaitu mengetahuinya. Ya kadang-kadang kita tidak melihat langsung kemungkaran tapi info tentang kemungkaran itu sampai ke telinga kita. Itu berarti masuk dalam hadis hadis ini. Man raa siapa yang melihat. Maksudnya entah melihat secara langsung dengan pancainanya, dengan mata kepalanya atau roa dalam artian mengetahui terjadinya kemungkaran. Man raa minkum di antara kalian. Ya, di antara kalian di antara orang-orang beriman. Dan sekali lagi, siapa di antara kalian yang melihatnya ee tanpa kena ee tanpa membedakan antara tua maupun muda? Semua kita diajak ya hadis ini untuk tampil ya melakukan nahi mungkar atau dagirul munkar. Tagirul mungkar. Man roa minkum munkaran. Kata-kata mungkar di sini nakirah maksudnya kemungkaran apa saja ya. Kemungkaran apa saja, kecil ataupun besar, maka selama dia mungkar dia perlu untuk disikapi. Disikapi dalam artian diingkari, dilarang, dicegah. Namun kata ulama kita, hal yang penting juga diingatkan di sini dia adalah betul-betul kemungkaran. Jangan kemungkaran yang didasari dengan dugaan-dugaan ya. Karena ada juga orang dengan dalalih mau merubah kemungkaran. Lalu hal yang sudah bagus dia ubah, hal yang bukan mungkar dia anggap mungkar. Karena kedangkalan ilmunya atau kesalahpahaman terhadap sesuatu masalah. Sehingga kadang dia merubah sesuatu atau ingin merubah sesuatu yang sudah baik atau yang sebenarnya boleh-boleh saja hukumnya. Lalu dia sangka kemungkaran lalu dia sampai mencegahnya. Maka di antara kaidah yang penting bahwa kita yakin dialah kemungkaran. Dan kemungkaran itu adalah masalah yang disepakati sebagai kemungkaran atau memang dalilnya sangat kuat untuk itu dan kita yakini sebagai kemungkaran ya, maka bisa untuk kita merubahnya. Man minkum munkaran. Dan kata-kata raa minkum munkar juga di sini menjelaskan kepada kita bahwa memang kita mengetahuinya dan menyaksikannya tanpa kita ee menelusurinya lewat apa yang dinamakan dengan tajassus ya. Kita tidak memata-matai ya karena dilarang ya kita tajasus memata-matai seseorang ya sehingga kita akhirnya mengintip atau akhirnya mengetahui dia melakukan kemungkaran karena kita melakukan proses yang dinamakan tajassus. Mencari-cari tahu itu gak boleh. Ini jika memang kita mengetahui melihatnya tanpa kita mau mencari-cari aibnya tapi memang kita menyaksikan atau mengetahui secara langsung.

Lalu gimana caranya merubah kemungkaran di sini Nabi kita sallallahu alaihi wasallam menyebutkan tiga urutannya. Urutan yang paling pertama artinya selama memungkinkan ini hendaknya kita lakukan pertama kali. Jangan langsung kita berpindah kepada urutan berikutnya, kecuali kalau urutan yang pertama dan utama ini tidak mampu kita laksanakan. Apa itu? Ubahlah kemungkaran dengan tangan kalian. Dengan tangan maksudnya langsung cegah. Ya, umpamanya Anda melihat seseorang mau mencuri, mampu Anda mencegah tangannya untuk tidak mencuri. Ada seorang yang mau meminum minuman keras umpamanya Anda cegah. Ada seorang yang mau ee korupsi, Anda cegah umpamanya secara langsung dan seterusnya. Ini kita ee dengan tangan kita ya. Ada yang mengartikan dengan kekuasaan gak ada masalah. Bisa juga bermakna seperti itu. Tapi makna asalnya adalah dengan tangan. Memang dengan tangan kita. Dan seandainya kita mampu ee menahannya dan menghancurkan kemungkaran itu, maka itu dibolehkan. Selama ya nanti akan kita sebutkan ini selama tidak mendatangkan kemungkaran yang lebih besar ini ya. Jadi ini perlu diperhatikan ee dan mungkin mungkin kita dalam hal ini ee ya mungkin ada yang katakan ini cuma haknya para penguasa. Kita katakan iya betul tapi yang dimaksudkan penguasa sebatas wilayah kekuasaan kita. Anda mungkin tidak berhak, tidak mampu untuk ketika melihat orang-orang yang melakukan kemungkaran di tengah-tengah jalan, apalagi yang memang telah dilokalisir oleh pemerintah ya walaupun dialah suatu kemungkaran Anda tidak langsung bisa mencegahnya. Tapi jika itu terjadi di rumah Anda sendiri sebagai orang tua, sebagai bapak, sebagai suami, Anda berhak ya langsung dengan tangan Anda, ya. Jadi hukum asal merubah dengan tangan jika kita mampu.

Yang kedua adalah jika kita tidak mampu barulah kita berpindah kepada yang berikutnya dengan lisan. Fabilisanihi ya kita dengan lisan kita sampaikan ya kita cegah, kita larang, kita ingatkan dengan lisan kita. Dan ini di antara tugas yang paling utama dari para dai-daii, para khatib-khatib, para orang-orang yang berilmu.

Dan yang terakhir, jika kita tidak mampu dengan lisan juga karena ada rasa takut atau pertimbangan-pertimbangan khusus, maka dengan hati kita rubah kemungkaran dengan hati maksudnya kita mengingkarinya, tidak menyetujuinya. Dan sebagian ulama kita mengatakan konsekuensinya adalah kita meninggalkan tempat yang terjadi kemungkaran tersebut. Karena kapan kita diam-diam saja, walaupun kita mengatakan hati kita tidak cocok, hati kita tidak setuju, namun kita rela saja berada dalam kemungkaran tersebut, berada dan menyaksikannya tidak bisa berbuat apa-apa, maka dikhawatirkan hati kita nanti akan berubah. Hati kita dari tadinya mengingkari, akhirnya kita menganggap sebagai suatu hal yang biasa-biasa saja. Karena kepekaan kita bisa meluntur ketika seringnya kita melakukan ee seringnya kita menyaksikan kemungkaran. Dulu kita mungkin sensitif, peka terhadap kemungkaran, namun kalau kita anggap sudah biasa, maka hati pun akhirnya ee membenarkannya atau paling tidak lagi mengingkarinya. Dan kapan ini pun tidak dilakukan, maka ya dalam sebagian riwayat dikatakan tidak ada lagi keimanan pada hati seseorang jika merelakan yang seperti itu.

Ee sebagai penutup yang perlu untuk kami ingatkan bahwa ee seorang yang mau merubah kemungkaran harus memperhatikan apa akibat dari perbuatannya ketika dia ingin merubah kemungkaran. Tentu saja ada perhitungan-perhitungan yang patut untuk kita lakukan. Ee Ibnu Qayyim telah menyebutkan dan banyak ulama kita bahwa tidak boleh merubah kemungkaran jika mendatangkan kemungkaran yang lebih besar. Ya, kita merubah kemungkaran. Kemungkarannya mungkin hilang tapi menyebabkan kemungkaran yang lebih besar. Ya. Dan ini kadang dilakukan ya. Maka ini juga kita katakan kepada sebagian saudara-saudara kita ya, contoh mudah di negeri kita ya, ketika ada orang yang mengatakan tidak setuju dengan kebijakan pemerintah, tidak setuju dengan kebijakan sebagian penguasa, tidak setuju dengan ke apa arogansi dari sebagian penguasa, sebagian anggota dewan umpamanya. Dan memang kita tidak setuju, tapi bagaimana mengekspresikannya, sebagian langsung melakukan sesuatu yang lebih mungkar atau mendatangkan kemungkaran yang lebih besar. Membakar umpamanya gedung-gedung ya. Yang mana hal ini mendatangkan kemungkaran yang lebih besar. Sudah ada korban jiwa, korban nyawa dan mungkin korupsi yang dikritisi itu lebih kecil dibandingkan hancurnya bangunan yang menelan biaya juga miliaran dan mungkin triliunan. Ini tentu saja hal yang tidak tepat. Kita ingin merubah kemungkaran lalu mendatangkan kemungkaran yang lebih besar atau kemungkaran yang sama saja kadarnya. Dia kita mengubah kemungkaran ini lalu datang kemungkaran yang lain yang kadarnya hampir sama. Ini juga membuang-buang waktu. Dan yang dibolehkan adalah ketika kita tidak mampu merubah kemungkaran semuanya, tapi mampu meminimalisir kemungkaran tersebut. Ya, jadi ee kita mungkin tidak bisa menghilangkan secara keseluruhan kemungkaran yang terjadi, tapi kita bisa meminimalisirnya. Jadi ada orang mungkin kita melihat melakukan beberapa kemungkaran ya. Ada orang yang melakukan minum-minuman keras, lalu ada dia juga melakukan perbuatan yang hampir menjurus kepada zina dan seterusnya yang secam ini. Kita bisa menghilangkan sebagian dari kemungkaran tersebut walaupun tidak semuanya. Ini juga tetap dihancurkan. Taklil ya taklil almunkar. Dan yang paling utama tentu saja jika kita bisa menghilangkan sama sekali kemungkaran tersebut. Inilah yang dituntut ya. Dan jika kita melakukan yang seperti ini, insyaallah umat kita akan dirahmati oleh Allah Subhanahu wa taala. Dan sebaliknya, kapan kita meninggalkan hal yang seperti ini? Ya, jangan seperti kaum Bani Israil yang akhirnya dibinasakan oleh Allah Subhanahu wa taala ketika mereka membiarkan kemungkaran walaupun tidak melakukan kemungkaran tersebut. Dan Allah tidak menyelamatkan mereka kecuali mereka-mereka yang tampil beramar makruf nahi mungkar. Sangat banyak masalah-masalah yang kita alami di negeri kita. Mari kita selalu menjadi umat penyelamat. Ya, atas izin Allah Subhanahu wa taala kita ini harus tampil menjadi agen berubah, menjadi agen penyelamat terhadap umat ini dengan cara kita tampil beramar makruf dengan e nahi mungkar, beramar makruf dengan cara yang makruf dan bernahi mungkar tidak dengan cara yang mungkar. Wallahuam shallallahu ala Nabi Muhammad wa ali wasbihi wasallam. Alhamdulillahiabbil alamin.

Baik. Alhamdulillah. Demikianlah pemirsa sekalian materi pengantar dari Ustazah Ustaz Dr. Muhammad Ansar hafidahullah untuk materi pengantar pada sesi konsultasi syah kita di malam hari ini. Ee baik, kita akan masuk ke sesi konsultasi ataupun tanya jawab. Terlebih dahulu kami persilakan kepada pemirsa sekalian yang ingin menyampaikan pertanyaan secara langsung bisa memberikan reaksi angkat tangan untuk kami persilakan menyampaikan pertanyaan. Ee untuk pertanyaan sendiri cara yang kedua bisa pemirsa sekalian tulis di kolom chat Zoom pertanyaan yang insyaallah sebentar akan kami bacakan dan langsung dijawab oleh narasumber kita malam hari ini atau melalui kontak WhatsApp dengan nomor 08135440897. Insyaallah pertanyaannya akan ditampung dan kita bacakan sebentar. Ee lagi insyaallah.

Baik, kita masuk ke pertanyaan pertama berkaitan ee dengan judul kita pada malam hari ini dari akun dengan nama Madani. "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Semoga ustaz dan keluarga dalam keadaan sehat dan dimudahkan segala sesuatunya. Amin ya rabbal alamin. Izin Ustaz mau bertanya. Apakah salah kalau saya merasa senang dengan keberadaan orang seperti di sini menyebutkan nama Ustaz eh Habib Rizq Syihab dan Habib Bahar bin Suit. Syukran jazakumullah khairan." Ini mungkin ee tidak berkaitan langsung dengan judul tapi dikirimkan di kolom Zoom, Ustaz.

Ya ee seperti yang kita sebutkan ya, bahwa hukum asal tentunya kita ee harus tampil beramar makruf nahi mungkar dan tentunya kita senang dengan setiap orang yang tampil beramar maruf dan bernahi mungkar. Ee cuma seperti yang kita sebutkan tadi, ada saja kadang ee sebagian ya. Jadi nanti tinggal melihat ya, saya tidak maksudkan orang-orang tertentu yang yang ditanyakan tadi, tapi kita tinggal melihat bagaimana ee tolok ukurnya ya. Ada saja kadang kita ee beramar maruf dan bernahi mungkar tapi dengan cara yang mungkin ee menyebabkan orang ee tidak simpati atau orang lari ya dari hal tersebut. Ee mungkin gak semuanya ya, tapi kadang dalam sebagian orang yang melakukan seperti itu ya. Jadi ee ini tetap perlu diperhatikan ya. Makanya Allah mengatakan watu billati ahsan baahuah waliyun hamim. Ee tidak sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah kejahatan dengan cara yang terbaik. Jika kita lakukan hal itu, maka orang yang tadinya menjadi musuh besar kita berubah menjadi teman. Jadi amar makruf nahi mungkar ini perlu seperti yang kita katakan tadi dalam penutup penyampaian kita, mari kita beramar makruf dengan cara yang paling makruf, cara yang ee terbaik dan bernahi mungkar dengan cara yang tidak mungkar. Ya. Dan tentu saja ee kelompok hisbah, kelompok hisbah, kelompok amar makruf nahi mungkar ya. Jadi kalau dulu di ee representasikan oleh ee apa oleh FPI umpamanya, kita sangat ee mendukung ya semangat amar maruf nahi mungkar. Cuma mungkin sebagian oknum ada saja ya mungkin yang mungkin ada beapa hal-hal yang melakukan ee sekali sebagian yang belum terlalu tepat ya. Tapi secara umum semangat adanya kelompok yang beramar marf nahi mungkar memang ini sesuatu yang dihancurkan ya. Kalau dahulu ee di Saudi ada yang namanya kelompok eh haiah al amr bil mar'ruf w nahyi anil munkar. Itu bagus ya dulu ya di masa kami ya ee kalau sudah waktu salat lalu ada tokoh-tokoh yang masih belum tutup maka bisa dikenakan sanksi ya. Lalu ada kalau ada seseorang yang didapati melakukan kemungkaran langsung ditegur ya dan memang dia pihak yang berkompeten di situ. Jadi memang masalah amar makruf nahi mungkar ini sebaiknya diformalkan ya, mendapatkan tasrih, mendapatkan izin ya karena memang masalahnya cukup besar ya masalahnya cukup besar sehingga ee membutuhkan ee kekuatan dan ee izin ya sebaiknya ada izin ya agar memang ee bisa menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Wallahuam.

Barakallahu fikum ustaz. Kita beralih ke pertanyaan kedua. Ee amar makruf dan nahi mungkar ini, Ustaz ee sebagian sudah Allah berikan kepada ee hamba-hambanya semangat untuk melakukan itu. Akan tetapi yang di antara yang menjadi kendala adalah ketika ingin melakukan nahi mungkar itu kepada orang-orang yang terdekat. Ustaz ada perasaan tidak enakan ataupun tersinggung. Ee pertanyaan yang kedua ini bagaimana ee sikap kita yang semestinya ketika melihat orang tua kita melakukan kemungkaran dan ketika kita tegur kita khawatir orang tua kita tersinggung.

Iya. Dalam Islam kita dianjurkan memang dakwah dengan cara hikmah dan makna hikmah adalah meletakkan sesuatu sesuai dengan pada tempatnya. Beda cara kita merubah kemungkaran yang terjadi pada adik kita. Dan yang terjadi pada kakak kita. Beda sikap kita dalam merubah kemungkaran ketika kita menegur teman ee baik kita dengan teman yang mungkin kurang akrab dengan kita. Beda cara kita merubah kemungkaran antara orang yang kita sudah kenal dengan baik dengan orang yang memang belum pernah kita kenal. Beda cara kita merubah kemungkaran antara murid kita dengan guru kita ya. Karena boleh jadi kemungkaran itu kadang terjadi pada seorang yang statusnya pada hakikatnya adalah guru kita sendiri. Dan tentu saja beda cara kita merubah kemungkaran ee ee terhadap anak kita dan orang tua kita. Jadi adanya keseganan, adanya ee adab dan penghormatan itu memang sudah ee pada mestinya memang sudah demikian adanya. Harus tetap kita dengan cara yang terbaik. Namun namun kemungkaran selama dia mungkar harus tetap diubah siapapun pelakunya. Siapapun pelakunya. Cuma bagaimana tata caranya? Ini yang perlu untuk kita lihat ya. Makanya kata ulama kita dalam asalibul munkar umpamanya dalam sebagian riwayat ya walaupun ada yang mempersoalkan hadis ini ee sebagian riwayat ada seorang yang pernah ee tidur tengkurap lalu ada seseorang yang langsung menendangnya ya bukan menendang juga artinya menyentuh dengan kakinya dan membangunkannya. Lalu dikatakan eh lalu dikatakan bahwasanya ini cara tidur orang yang di neraka. Ya. Ketika dia diperlakukan seperti itu, dia marah. Dia mau marah tapi setelah dia melihat ternyata yang melakukannya adalah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka dia tidak jadi marah. Lalu minta maaf bahkan. Ya kata ulama kita, cara seperti ini tidak boleh dilakukan oleh setiap orang. Kalau kita kedudukan kita seperti Rasulullah, seorang yang disegani, seorang tokoh ya kita melakukan itu kepada murid-murid kita, maka kadang itu benar saja. Tapi kalau yang melakukan itu seorang yang mungkin dianggap lebih rendah daripadanya, ya bisa dibayangkan gimana sikap orang yang diperlakukan dengan cara yang ya secara ee kebiasaan itu cara yang agak kasar. Nah, maka perlu memang dilihat ya ada hikmah ya dalam dakwah termasuk dalam amar makruf nahi mungkar. Jadi, tapi intinya intinya kemungkaran tetap perlu dihilangkan, tidak boleh dibiarkan. Caranya saja yang perlu untuk kita lebih bijak dalam ee mengetahui metode yang paling tepat untuk merubahnya. Wallahuam.

Jazakumullah khair, Ustaz. Kita beralih ke pertanyaan ketiga. Ee izin dari akun atas nama Muhammad Makir. "Izin bertama bertanya, Ustaz. Bagaimana sikap kita terhadap ee teman yang kita dapati memposting kegiatan menghadiri acara ulang tahun setelah dinasehhati bahwa kegiatan tersebut tidak pantas untuk dilakukan seorang muslim. Ee beliau tetap orang temannya tetap berkilah bahwa hanya sebatas menghadiri acara undangan tersebut untuk ulang tahun dan tidak ikut makan-makan karena merasa tidak enak kalau ee sudah diajak dengan temannya."

Iya. Jadi memang ada masalah yang muttafaqun alaih disepakati dia sebagai satu kemungkaran yang kalau masih ada yang mengingkarinya maka itu jelas hanya dengan hawa nafsunya ya. Jadi minuman keras ya berzina umpamanya dan ee pelanggaran-pelanggaran yang memang tidak ada khilaf di kalangan ulama kita. Dan ada masalah yang sebenarnya hukumnya tidak boleh. Cuma kadang ada sebagian syubhat. Syubhatnya maksudnya karena mungkin terlalu banyaknya orang yang melakukannya dan dianggap sudah biasa-biasa saja, sudah kebiasaan dan dianggap lumrah. Ya, untuk yang seperti ini memang ee kadang butuh ee diskusi. Jadi ajak dia diskusi dan terima ee alasannya dan dalilnya dan Anda juga harus siap untuk berdiskusi. Karena itu memang ee sama dengan dakwah amar makruf nahi mungkar apalagi merubah kemungkaran ini butuh ee kekuatan ilmu juga ya. Butuh keberanian, butuh hikmah, dan butuh kekuatan ilmu. Ee artinya ketika masalah itu mungkin belum jelas baginya, masih kabur baginya, Anda siap untuk memberikan pencerahan kepada dia. Ya, Anda seharusnya menjelaskan bahwa masalah semacam ulang tahun itu apalagi dengan cara-cara yang sangat mirip dengan cara orang kafir itu tidak dikenal dalam Islam. Itu adalah sesuatu yang dahhil ya, sesuatu yang masuk ke dalam ee komunitas masyarakat kaum muslimin. Padahal tidak dikenal sama sekali dalam ee sejarah kaum muslimin sejak dahulu. Nah, perlu kita berikan pencerahan ya. Kita sebutkan mungkin berapa kemungkaran-kemungkaran beapa ee apa seperti umpama kalau ada tiup lilinnya lalu berbaur antara laki dan wanita dan masalah-masalah kemungkaran bisa kita ee apa kita bisa ee menyebutkan satu persatu kita inventaris dan kita sebutkan kepada mereka. Ee adapun masalah kadang dia tahu bahwa itu tidak baik, cuma masalah tidak enak. Ya. Ah, ini suatu hal yang patut untuk diluruskan ya. Sebagian orang selalu berdalih bahwa sebenarnya saya tahu, cuma gak enak kalau saya tidak memenuhi ajakannya, tidak enak kalau saya melarangnya. Ee kita perlu ingat sebuah hadis yang sahih ya meriwayatkan Imam Bukhari dan yang lainnya. Nabi kita sallallahu alaihi wasallam mengatakan innallaha yagaru. Allah itu cemburu. Wagiratullahi yatial maru bima haramallahu alaihi. Dan kecemburuan Allah ketika seseorang melakukan apa yang Allah haramkan. Allah cemburu ketika kita tahu dia adalah suatu hal yang haram. Kita mengatakan tidak enak sama teman, tidak enak sama orang itu. Lalu kita lupa bahwa Allah juga marah. Allah tidak suka jika kita melakukan itu hanya dengan pertimbangan manusia. Lalu kita tidak mempertimbangkan bagaimana ee keputusan Allah dan bagaimana pandangan Allah terhadap kita jika kita melakukan hal tersebut. Seharusnya kita lebih malu kepada Allah daripada malu kepada manusia. Lebih takut kepada Allah daripada takut kepada manusia. Jangan justru sebaliknya. Nah, ini ee harus menjadi ee pedoman bagi kita ya. Walaupun memang sekali lagi apatah lagi kalau yang jatuh dalam kemungkaran itu masih awam, masih butuh pendekatan-pendekatan ee secara persuasif ya. Dia orang yang ee masih butuh penguatan iman ya perlu dikomunikasikan dengan cara yang terbaik. Tapi sekali lagi intinya kemungkaran tetap kemungkaran tidak boleh dibiarkan dan perlu untuk kita melarangnya. Wallahuam.

Nah, ee tersisa beberapa menit, Ustaz, untuk terhitung sesi konsultasi ee konsultasi malam ini pukul 0.30 30 sampai dengan 9.30. Kita mengambil dua pertanyaan yang kita coba gabungkan karena pembahasannya mirip. Ustaz ee "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Semoga Ustaz sehat selalu bersama keluarga. Amin. Ee bagaimana hukumnya Ustaz dengan model dakwah yang pembahasannya ee selalu menyerukan ajakan untuk meninggalkan hal-hal bidah seperti tahlilan maulid? Apakah hal yang seperti ini termasuk ee amar makruf dan nahi mungkar? Ya, juga berkaitan dengan hal tersebut, Ustaz, pertahanannya ee di internal lembaga kita sebagai dai di Wahdah Islamiyah ee kita di dipahamkan bagaimana hukumnya Maulid Nabi dan cara menyikapinya. Kemudian ee sebagian teman-teman dakwah di daerah ee kadang aktif justru aktif menghadiri kegiatan hikmah Maulid dengan alasan bahwa UZR ee Ustaz Zaitun juga sering hadir dalam kegiatan-kegiatan Maulidan di Jakarta. Mohon arahannya, Ustaz. Karena kadang menjadi hal yang menyebabkan perpecahan di daerah."

Iya. Kak. Iya. Ee maaf masalah ee dakwah yang selalu melarang kepada hal-hal yang dikatakan sebagai bidah ini adalah ee bagian ya bagian dari dakwah nahi mungkar. Cuma memang dakwah ini ee seharusnya lengkap ya, karena ajaran Islam memang ajaran yang komprehensif bukan hanya mengurus masalah-masalah yang seperti itu. Dakwah kita dakwah yang kafah yang menyentuh seluruh elemen dan menyentuh seluruh persoalan-persoalan yang ada dalam syariat Islam. Kemungkaran-kemungkaran yang ada dalam masyarakat kita hari ini. Ada kemungkaran yang sifatnya ekonomi, kemungkaran yang sifatnya sosial, kemungkaran yang sifatnya ee dalam persoalan keamanan, persoalan politik, persoalan budaya dan seterusnya. Dan ada juga kemungkaran dalam pesan-pesan ibadah, penambahan-penambahan dalam masalah ibadah yang bukan bagian darinya seperti yang kita kenal dengan bidah. Itu semuanya memang perlu diubah ya. Perlu diubah. Dan jika ada dakwah yang mampu untuk melakukan semuanya, beramar makruf dari seluruh sisi-sisi yang ada dan bernahi mungkar juga dalam seluruh bagian-bagian yang ada, maka ini tentu saja yang patut diacungkan jempol dan ini yang seharusnya ada. Ee namun jika tidak memang sebagian kita ini ada yang fokusnya konsernya ke bagian-bagian tertentu saja. Karena tugas kita begitu banyak dan waktu kita kadang tidak cukup dan jumlah kita kadang juga tidak memadai. Maka kita perlu kadang berbagi-bagi tugas. Ee namun memang kita nasihatkan kepada kita-kita yang mungkin bagi sebagian orang di apa? Dianggap ya dicap sebagai orang yang cuma hanya mengurus dalam masalah-masalah bidah yang furuiah. Ya, kita memang perlu untuk tampil lebih bijak dan tampil bisa lebih diterima di tengah masyarakat untuk kita menghilangkan kesan bahwa kita hanya mau memvonis orang sebagai pelaku bidah dan yang semacamnya. Kita harus lebih memberikan pencerahan kepada mereka dan memberikan ee motivasi bagaimana melaksanakan sunah dan mencaihi hal yang namanya ee bidah. Tapi pada hakikatnya memang dakwah seperti ini dakwah yang memang perlu ya ajaran Islam ini harus terus kita murnikan dari sesuatu yang tidak menjadi bagian darinya. Cuma memang kadang ee orang-orang yang tampil dalam masalah ini ee kadang kurang bijak dalam penyampaiannya sehingga mungkin dianggap ekstrem, dianggap berlebihan. Ya. Maka ee mari kita ajak diri kita dan ee para dai-dai dan semua kita ini untuk selalu mengisi seluruh ee pos-pos e dakwah amar makruf nahi mungkar di mana saja kita berada dan kita semua tampil mengajak kepada kebaikan dan meluruskan segala kekeliruan. Tapi yang terpenting adalah caranya mari kita dengan cara yang terbaik. Bagaimanapun ee baiknya sesuatu yang kita baiknya yang kita sampaikan. Namun jika caranya tidak benar maka dia akan ee tidak disukai. Ya. Rasulullah mengatakan innifqa la yud fiin illa zanah wala yun minaiin illa sanahu. Kelembutan, kelemahlembutan ketika diletakkan pada sesuatu maka dia akan menjadi indah. Dan ketika dia dicabut dari sesuatu, dia akan menjadi rusak, jelek, dan tidak baik. Ya, termasuk dalam dakwah. Ketika dakwah kita sampaikan dengan cara yang terbaik, maka insyaallah lebih bisa diterima oleh masyarakat. Apapun dan sekeras apapun yang kita sampaikan tapi dengan cara yang terbaik, maka insyaallah bisa diterima. Wallahuam.

Ee terkait dengan masalah apa tadi? Masalah maulid ya. Iya. Ada sebagian ya perlu disampaikan bahwasanya ee ada sebagian hal-hal yang memang kadang kita sepakati, kadang kita sepakati bahwa itu tidak sunah. Namun kadang kita perlu tahu bahwasanya ada kadang keadaan-keadaan ee yang ee posisinya pertimbangannya adalah maslahat dan mudarat dan menolak mudarat yang lebih kecil ee atau irtikaf akidin terpaksa melakukan sesuatu yang juga mungkin mudarat atau ada kemungkarannya tapi demi menghindari kemungkaran yang lebih besar. Ya. Ee ini perlu kita lihat ya. Jadi ee kita ee tidak ee boleh langsung ee menghukumi dan kadang kita juga perlu ee tanya langsung ya kepada orang-orang yang kita mungkin duga melakukan seperti itu ya. Kalau tadi sampaikan tentang ustaz kita seb kami ya beliau tidak melakukan yang semacam itu. Ee mungkin ada kejadian-kejadian khusus yang kita sangka palya tidak ya. Dan sebaiknya kita tabayun ya dalam hal itu. Jadi ee ala kulihal ya kita ee harus selalu bijak dalam segala hal termasuk dalam ee kemungkaran-kemungkaran dan bidah yang kita anggap memang bidah mungkin tapi tidak bisa dipungkiri ada khilaf sedikit di kalangan ulama kita tentang masalah itu. Nah, di sini kita perlu selalu ee diskusi ya, perlu diskusi dan kadang-kadang kita perlu menyetop sedikit hal yang semacam itu ketika umat mengalami kemungkaran yang lebih besar atau masalah yang jauh lebih besar. Ya, seperti umpamanya umat kita saat sekarang, isu yang paling menggelisahkan kita adalah isu persoalan ee genosida ya, kebiadaban Zionis Israel untuk menghadapi mereka, untuk melawan mereka dan untuk menyelamatkan saudara kita yang sedang terbantai di Gaza dan sekitarnya. Kita perlu dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Kadang kita bersama dengan sebagian yang mungkin kita tidak terlalu persis dalam metode dakwah dan dalam barisan dakwah. Tapi untuk hal yang lebih besar ini kita siap bersama-sama dan itu tidak masalah. Itu kaidahnya jelas yang dijelas yang disebutkan oleh para ulama. Bahkan kadang, bahkan kadang dengan di luar umat Islam pun kita bersama-sama dengan mereka untuk urusan yang seperti ini, untuk menghindari kebiadaban dan kezaliman yang lebih besar yang dilakukan oleh sang ee Zionis Israel yang begitu biadab dan sekutu-sekutunya. Ini sah-sah saja dalam ee kaidah Islam ya. Dan itu pernah juga dicontohkan oleh Nabi kita sallallahu alaihi wasallam. Jadi ee ada memang masalah-masalah yang hukum asal, namun ada keadaan-keadaan tertentu yang bisa ee paling tidak dipahami ya. Kenapa kadang ada yang jatuh dalam hal yang mungkin dia anggap tidak boleh tapi karena pertimbangan tertentu dia ee melakukan itu ee untuk menghindari kemungkaran yang lebih besar. Namun tentu saja ee lebih baik ya jika kita mampu ee menghindarinya sama sekali. Wallahu alam. Yaudan bisa dipahami maksudnya ya.

Barakallahu fikum jamian. Baik, Ustaz. Bisa kami ambil satu pertanyaan terakhir Ustaz yang tersisa di kolom Zoom. I apa itu? Ee bagaimana cara menasehhati anak remaja yang tidak yang kurang memperhatikan auratnya, Ustaz? Kemudian sudah diberikan nasihat beberapa kali, tapi nampaknya kurang berpengaruh dan pada akhirnya yang memberi nasihat hanya bisa terdiam dan kadang-kadang hanya mendoakan. Apakah sikap diamnya orang yang menasihati melihat orang yang terus dengan auratnya itu ee sikap yang tidak baik, Ustaz?

Ya. Ee seharusnya seperti ini tanggung jawab yang paling besar tentu saja para wali-walinya. Walinya maksudnya adalah orang tuanya ee termasuk juga kakaknya dan keluarganya secara umum. Jadi ee ini termasuk kemungkaran yang besar ya, termasuk dosa besar bagi wanita termasuk dosa besar adalah menyingkap aurat apalagi begitu banyak kemungkaran hari ini disebabkan karena wanita yang tidak tahu bagaimana menjaga dirinya. Ya Allah. Setiap hari kita mendengarkan berita-berita tentang ee pelecehan seksual dan hal-hal yang ee begitu tidak pernah kita bayangkan semuanya terjadi dan terjadi ya. Dan biasanya yang seperti ini ee bukan sampai di situ saja berzina akhirnya sampai dalam pembunuhan sampai dalam cara membunuh yang sangat sadis bahkan ya kita kadang dengarkan salah satu pemicunya adalah persoalan aurat yang tidak ditutup. Dan orang yang suka mengumbar aurat ini fitnah yang sangat besar ya bagi ee umat ini dan yang telah membinasakan umat sebelum kita dan telah diwanti-wanti oleh Nabi kita sallallahu alaihi wasallam. Maka ini juga perlu untuk kita ingatkan. Kita ingatkan kepada siapa saja. Tapi sebaiknya kita menempuh cara kalau ada orang yang semacam itu ya tidak mau diingatkan, susah ee menerima, sampaikan kepada orang tuanya dan ingatkan kepada orang tuanya bahwa ini sangat berbahaya ya bagi keselamatan sang anak dan juga bagi ee keluarga itu ya. Karena kita memang kadang tidak bisa memaksakan kapasitas kita hanya sekedar menasihatkan dengan ucapan. Tapi yang bisa mengeksekusi dalam artian lebih tegas adalah orang tua. Orang tua sangat bertanggung jawab. Ya Allah mengatakan, "Ya ayyuhalladina amanu anfusakum." Jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka. Dan untuk masalah menutup aurat, Rasulullah telah mengatakan salah satu dari penduduk neraka yang belum pernah disaksikan oleh Rasulullah di saat itu dan hari ini telah kita saksikan adalah nisaun kasiatun ariatun mailatun mumilat rusuhunna asnimatil bukhti eh buk ke asnimatil bukht almailah ya ee wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang tidak menutup aurat secara sempurna dan berjalan mereka menyimpang lalu menggoda juga orang yang lain lalu kepalanya juga mirip punuk unta yang besar dan ya dalam hadis bahkan dikatakan mereka ini mereka ini ee tidak masuk surga bahkan tidak ee mencium bau surga ya waliyadubillah. Ini perlu kita ingatkan kepada orang tua, orang tua, kepada para keluarga untuk tidak membiarkan anaknya jatuh dalam hal-hal yang semacam ini. Apalagi masalah ini bukan masalahnya bukan kepada sang anak itu saja ya. Ada biasa orang wanita bilang, "Kenapa pusing dengan saya? Ini kemauan ini adalah hak saya. Saya berpakaian seperti ini hak saya. Seandainya dia lakukan itu kesendirian dalam keadaan bersendiri silakan. Tapi itu kan dia lakukan mengumbar aurat di tengah-tengah. Banyak orang yang bisa menggelincirkan orang lain dalam kemungkaran yang lain. Ya, jadi ini perlu diingatkan ini yang namanya ee kemaksiatan yang mutaadiah ya. Sebagaimana ee kebaikan itu yang paling tinggi pahalanya adalah kebaikan yang bisa memberikan dampak positif kepada orang lain. Orang lain bisa tertular dengan kebaikan yang kita lakukan. Beda dengan kebaikan yang cuma manfaatnya untuk diri sendiri. Dosa juga gitu. Dosa yang paling besar adalah dosa yang bukan hanya di ee lakukan oleh sang pelaku, tapi bisa juga berdampak untuk tertular bagi orang lain. Ya, di antaranya yang seperti tadi masalah mengumbar aurat ya bagi wanita. Jadi kalau Anda tidak bisa doakan dan terus ingatkan dan paling baik Anda ingatkan kepada orang tuanya untuk bisa lebih tegas kepada anak-anak mereka. Wallahuamah.

Alhamdulillahihat eh telah sampai kita di penghujung sesi konsultasi syariah dengan pembahasan umum dan kontemporer pada malam hari ini. Masih ada dua pertanyaan yang belum terbaca pada malam hari ini. Insyaallah akan tetap kami tampung dan disampaikan ke panitia untuk dibacakan di sesi konsultasi syariah di malam-malam berikutnya. Kepada pemirsa sekalian yang masih memiliki pertanyaan atau khawatir pertanyaannya belum sempat terbaca ee bisa mengirimkan pertanyaannya untuk ditampung dari panitia ke kontak WhatsApp dengan nomor 08135440897. Sekali lagi untuk pemirsa sekalian yang masih memiliki pertanyaan yang belum sempat terjawab atau ingin disampaikan di sesi konsultasi syariah pada malam-malam berikutnya silakan mengirimkan pertanyaannya ke kontak WhatsApp dengan nomor 0813 5440897.

Hadirin sekalian di mana pun Anda berada. Ee jazakumullahu khairan telah membersamai kita pada sesi konsultasi syariah malam hari ini. Semoga Allah subhanahu wa taala menjadikan ini di antara amal kebaikan untuk kita semua sebagai bekal untuk menghadap Allah subhanahu wa taala. Dan berkaitan dengan judul pembahasan kita malam hari ini. Semoga Allah subhanahu wa taala memberikan kita taufik dan kekuatan untuk melakukan amar makruf dan nahi mungkar. Dan itu juga semata-mata untuk menjadi bekal kita menghadap Allah Subhanahu wa taala. Kita menutup majelis konsultasi syariah pada malam hari ini dengan doa kafaratul majelis. Subhanakallahumma rabbana wabihamdik ashadu alla ilaha illa anta nastagfiruka wa atubu ilaik. Insyaallah kita berjumpa pada sesi konsultasi syariah di malam-malam berikutnya. Jazakumullah khairan kepada pemirsa sekalian yang membersamai kita sejak awal sampai di akhir sesi kali ini sekitar 83 akun. Masyaallah. Barakallahu fikum jamian. Wasallallahu ala nabina Muhammad. Alhamdulillahiabbil alamin. Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Jazak jazakumullah khair ustaz. Syukran Ustaz atas ilmunya. Izin pamit, Ustaz. Insyaallah. Silakan. Silakan.