📱

Get Our Mobile App

Take your business learning on the go!

Download on the App StoreGet it on Google Play

BALAS DENDAM SEORANG POLISI #shorts #alurceritafilm

Lensa Film1:53

Transcription

Dengan satu pukulan keras, pria itu memukulnya hingga jatuh pingsan. Kemudian salah satu dari mereka menendang perut wanita hamil itu dengan keras. Temannya sendiri memarahinya dan segera meninggalkan tempat itu. Mereka tidak tahu bahwa wanita itu adalah istri seorang polisi.

Ketika Emet mendengar apa yang telah terjadi, ia bergegas ke rumah sakit. Beruntung istrinya masih sadar dan sempat menggambarkan ciri-ciri para pelaku. Tak lama kemudian, ia dibawa masuk ke ruang gawat darurat. Setelah berjam-jam operasi, dokter keluar dan memberitahu bahwa istrinya hanya mengalami cidera kepala ringan, tetapi bayinya tidak bisa diselamatkan. Ia terkejut.

Pada saat itu, rekannya datang dan memberitahunya bahwa para pelaku sudah ditangkap. Dari luar ia tampak tenang, tapi dalam dirinya ia dipenuhi amarah. Malam itu ketika istrinya tidur, ia diam-diam keluar dari rumah sakit dan menemui para pelaku di penjara. Para preman itu berpikir hukum akan melindungi mereka, tapi mereka salah besar.

Ia mengambil barang bukti lalu memilih satu alat yang pas di tangannya. Salah satu dari mereka masih berani bertingkah. Pria itu menghinanya, bahkan berkata ia tidak menyesal atas apa yang telah dilakukan. Saat itu kesabarannya benar-benar habis. Ia kemudian mendekati dua orang lainnya yang sudah ketakutan. Ia membuka pintu sel dan memberikan mereka sebuah janji. Jika mereka bisa mengalahkannya, mereka bertiga akan dilepaskan. Dan setelah itu, ia melampiaskan seluruh amarahnya.

Ia memukuli dua orang itu tanpa ampun. Salah satunya jatuh tak bergerak. Tapi kemudian pria lain bertubuh besar mencoba menahannya dari belakang. Eet mendorongnya, melepaskan diri dan dengan satu tendangan brutal menghabisinya. Preman terakhir masih keras kepala dan menolak meminta maaf. Eet mengambil nakel dan membuka selnya. Pria itu menyerang lebih dulu, tapi emet lebih kuat dan jauh lebih berbahaya. Ia menangkis setiap serangan, membalas tiap pukulan, dan akhirnya menjatuhkannya lalu menghantamkan pukulan keras ke dadanya.

Malam itu tak ada belas kasihan untuk mereka. Pria itu telah membunuh anaknya yang belum lahir. Ia melampiaskan seluruh kemarahan, memukul wajahnya berulang kali hingga tak bisa dikenali. Namun, meskipun ia sudah membalas dendam jauh di dalam hatinya, satu-satunya yang benar-benar ia rasakan adalah kesedihan. Karena bagaimanapun, bayinya tidak akan pernah terlahir ke dunia. Yeah.