Transcription
Suatu hari perut gadis ini membesar dan ia buru-buru ke kamar mandi untuk muntah. Ia mengira dirinya hamil. Namun, ibunya berkata itu hanya masalah pencernaan biasa dan akan sembuh setelah minum obat.
Namun malam itu perutnya terasa sangat sakit. Orang tuanya segera membawanya ke rumah sakit. Setelah serangkaian pemeriksaan, dokter mengatakan kondisinya baik-baik saja. Mereka pun membawanya pulang.
Namun sejak hari itu, perut sang gadis terus membesar. Suatu hari rasa sakitnya makin parah. Ia kembali dilarikan ke rumah sakit. Namun, kali ini pun dokter tidak menemukan apa-apa yang aneh dalam perutnya.
Ibunya mulai kehilangan kepercayaan pada dokter. Ia lalu membawanya ke rumah sakit anak terbaik di kota. Di sana seorang dokter mengatakan bahwa gadis itu mengidap kondisi langka yang membuat perutnya sulit mencerna makanan. Dan yang paling menyedihkan adalah tidak ada obat yang bisa menyembuhkannya.
Setiap malam gadis itu merasakan sakit yang menusuk. Ia tidak bisa tidur dan pelan-pelan kehilangan harapan. Suatu hari sambil menangis karena tak kuat menahan sakit, ia menceritakan semua perasaannya pada sang ibu. Ia mulai merasa bahwa pengobatan yang dijalaninya pun sia-sia.
Saat sang ibu masih memikirkan semuanya, ayah gadis itu datang ke rumah sakit bersama saudara-saudaranya. Mereka datang untuk menjemputnya pulang. Dokter juga mengatakan bahwa obat-obatan sudah tidak membantu lagi. Jadi, ia dipulangkan.
Sesampainya di rumah, sang gadis menjadi sangat pendiam dan murung. Sang ibu mulai marah kepada Tuhan. Ia berkata, "Tidak akan pergi ke kuil atau gereja sampai putrinya sembuh."
Untuk menghiburnya, kakaknya berkata, "Ayo panjat pohon dan bermain." Saat mereka bermain, salah satu dahan pohon bergoyang dan gadis itu terjatuh ke dalam lubang yang dalam. Petugas pemadam kebakaran dipanggil, namun lubangnya terlalu dalam.
Sang ibu kembali berdoa dengan sepenuh hati memohon agar Tuhan menyelamatkan anaknya. Lalu keajaiban pun terjadi. Setelah 9 jam, gadis itu berhasil diselamatkan. Ia langsung dibawa ke rumah sakit. Untungnya hanya ada luka-luka kecil di tubuhnya. Tapi yang paling ajaib adalah tidak ada lagi rasa sakit di perutnya dan perutnya kini kembali normal.
Ibunya membawanya kembali ke dokter. Dokter sangat terkejut melihat bahwa gadis itu telah benar-benar sembuh. Sang ibu pun dipenuhi rasa syukur. Kemudian mereka mengetahui bahwa saat jatuh ke dalam lubang, jiwa sang gadis telah naik ke surga dan di sana ia bertemu dengan Tuhan. Di akhir kisah, ia adalah seorang gadis yang mendapat mukjizat langsung dari Tuhan.