Transcription
[Musik] Kenapa? Kak, kenapa, Kak? Kakak mau boneka enggak, Kak? [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] e [Musik] Hey [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] P [Musik] [Musik] Oh. [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] [Musik] No, [Musik] Oh. [Musik] Halo, sobat UNJ, gimana nih kabarnya mahasiswa baru yang kece? Semoga tetap semangat dan bisa jadi bagian dari mahasiswa yang keren di Universitas Negeri Jakarta.
Sebelum podcast kita mulai, mungkin kita bisa nih buat pantun terlebih dahulu. Nanti teman-teman bisa bantu jawab cakep ya. Cakep. He belum? Oke, nanti teman-teman juga bisa komen langsung aja di bawah kolom komentar ya, Teman-teman.
Kuliah pagi naik Trans Jakarta.
Cakep sambil baca novel.
di kampus tercinta.
Artinya, Bang. Membawajia bersuara bersama organisasi kerja nyata.
Selamat datang di PKKMB Universitas Negeri Jakarta Podcast 2025. Sebelumnya perkenalkan nama saya Ari Mustofa dari Duta Universitas Negeri Jakarta yang akan memandu podcast acara pada hari ini mengenai jalannya yang bertemakan bidang pemerintahan dan manajemen organisasi dengan tema mahasiswa hadir sebagai pelaku aktif dalam politik kampus dan pembentukan budaya kritis melalui organisasi mahasiswa.
Oke, sebelum kita ngobrol ngobrol bareng nih abang-abang yang sangat kece UNJ, dari MTM UNJ dan juga FKG, kita juga mau ngajak kenal bareng-bareng nih biar kita makin dekat juga. Boleh nih kenalan dari abang sebelah sini dulu.
Nama saya ee Muhammad Ramzi ee perwakilan dari e FKG dan saya ketua FKG tahun 2025. Oke, salam kenal, Bang.
Salam kenal. Arifin. Oke, eh perkenalkan nama saya Akbar dari Fish ya, selaku ketua umum MTM UNJ. Salam kenal semuanya.
Halo, salam kenal. Oke, eh teman-teman izin memperkenalkan diri, nama saya Andika Trajaya dari BM UNJ sebagai ketua umum BMUNJ dan sekarang diamanahkan sebagai ketua BMUNJ. Dari FIS juga kebetulan.
Ah, sama kita saya dari F juga. Wah, ternyata dari F semuanya ya ini. Wah, gimana nih, Bang, perasaannya? udah mau kita podcast hari ini ya.
Senang sih akhirnya bisa ketemu sama teman-teman mahasiswa baru ya. Iya. Dan juga kita bisa menyambut secara langsunglah lewat ya walaupun mungkin lewat video ya. Tapi semoga bisa menyambut dari teman-teman mahasiswa baru nih. Oke sambil menyapa kali ya sama mahasiswa baru di UNJ.
Oke mungkin boleh langsung aja ke sesi yang sangat ditunggu-tunggu oleh mahasiswa baru di UNJ. Kak boleh sedikit cerita nih mengenai sejarah terbentuknya organisasi kalian. secara singkat juga jelaskan mengenai fokusnya ee ke bidang apa aja di organisasi kalian. Boleh nih dari sebelah kakaknya dulu.
Oke. Ee izin menjawab teman-teman semua dari eh BNG ya. Jadi kalau secara umum BNG itu ee lembaga pemerintahan mahasiswa yang bergerak di bidang eksekutif ya. Sama seperti ada yang ada di negara ya ada lembaga eksekutifnya dari presiden dan menteri-menterinya. Dan di BMWJ itu pun ee sama seperti itu. Jadi, BMWJ ini memang bergerak di bidang pemerintahan mahasiswa yang mana kalau misalkan kita tahu katanya kampus itu merupakan miniatur negara gitu ya. Nah, maka dari itu BEM hadir sebagai ee representasi eksekutif mahasiswa seperti itu. Dan untuk sejarahnya sendiri ee dari BEM itu sendiri di BEM UNJ itu di waktu di UNJ ya lu di IKIP itu namanya masih senat mahasiswa. Kemudian lambat laun setelah masuk masa reformasi 98 itu baru masuk ke masa nama-namanya adalah BEM Badan Eksekutif Mahasiswa seperti itu. Jadi dulu sebelum reformasi itu senat mahasiswa kemudian ketika masuk ke dalam ee masa reformasi dan setelah masa reformasi berubah menjadi berubah namanya menjadi BEM Badan Eksekutif Mahasiswa. Secara sederhana seperti itu sejarahnya.
Oke. Wah, ternyata sangat menarik juga ya dari BEM. Boleh selanjutnya.
Oke, kalau untuk MTM sih eh kurang lebih sama ya kayak BEM ya, karena kan kita bersinggungan ya kutip saya legislatif. Jadi sebagai legislatif ya berdirinya itu masih sama akar akar mulanya gitu. Yang mana dulu ketika ee masa NK BKK ya dulu namanya itu Dewan Mahasiswa ini mungkin dilengkapi ya dari tadi ya. dulu namanya Dewan Mahasiswa kemudian ee diubah jadi senak mahasiswa kemudian berubah lagi jadi ee ada MPM namanya dulu MPM dan juga BPM dan BM UNJ. Kemudian setelah ee masa sidang umum tahun 2004 itu berubah jadi MTM ee Majelis Tinggi Mahasiswa. Jadi 2004 itulah awal mula berdirinya Majelis Tinggi Mahasiswa di UNJ yang mana ini merupakan lembaga tingkat tertinggi di OPMA UNJ gitu.
Oke, luar biasa juga. Boleh nih selanjutnya dari abangnya.
Iya. Eh, kalau FKG sendiri mungkin sejarahnya adalah eh di sini kita dari kawan-kawan gedung G itu eh kita bikin forum yang di mana isinya adalah ee ketua-ketua unit dari namanya itu di gedung G. Jadi, forum komunikasi gedung G. Nah, itu ee tujuannya adalah untuk menyatukan satu sama lain dari unit-unit yang ada di ee gedung G tersebut. Jadi ee kita bareng-bareng kalau misalkan ada ee kegiatan bikin kegiatan bareng-bareng semua unit itu ketua-ketuanya kita kumpulin baru nanti di apa koordinir lagi atau ee kita juga ngebantu kegiatan-kegiatan dari ee UNJ itu sendiri.
Oke, berarti ternyata ee sejarahnya juga ternyata banyak juga ya dari lika-likunya perjalanan bisa ee tercapai di organisasi ini. Oke, mungkin untuk pertanyaan selanjutnya nih sering banget jadi bahan galau mahasiswa baru. Ngapain sih harus aktif di organisasi kampus? Emang penting ya kan aku anaknya adem-adem aja gitu. Adem biar enggak salah paham nih, kita langsung aja tanya langsung ya ke ahlinya. Boleh nih kakak dari BMWJ dan juga MTM. Kenapa sih mahasiswa itu penting banget terlibat aktif dalam ee organisasi organisasi? Jadi tidak cuman sebagai penonton aja di dalam kampus.
Oke, mungkin izin menjawab nih dari perspektif aku ya. Jadi bagaimana eh Maswa itu punya peran aktif dalam kehidupan kampus ataupun mungkin dalam bagaimana dia bisa memberikan kebermanfaatan di di ranah kampus lah gitu. Jadi ee kalau di dari perspektif aku ini dari kenapa akhirnya aku gabung ke dalam organisasi gitu ya. aku sudah bayar UKT di sini, masa aku enggak dapetin semuanya gitu. Ketika kita belajar di kelas itu cuman belajar-belajar akademik aja, belajar hal-hal yang mungkin itu sudah bahasanya diaturlah sama ee pendidikan. Jadi memang harus mempelajari ini, ini, ini. Tapi ada hal-hal lain yang bisa kita pelajari di luar kampus, di luar kelas lah gitu. Nah, di mana sih kita belajar hal itu? Kita belajar di organisasi, kita belajar di unit-unit yang memang itu mungkin kayak UKM sudah kesenian itu bisa membantu mengembangkan potensi diri kita juga gitu. Jadi sekaligus bahan aktualisasi diri kita juga gitu. Maka peran mahasiswa ee ketika bergabung ke sebuah organisasi itu juga penting karena selain dia bisa memberikan kebermanfaatan, dia juga bisa mengembangkan potensi dirinya seperti itu. Maka ya sayang aja kalau misalkan kita kuliah 4 tahun mungkin ada yang lebih juga atau mungkin yang ee kuliahnya cuman kupu-kupu aja itu sayang banget gitu. karena banyak banget hal-hal yang bisa kita explore di dalam kampus, banyak banget hal-hal yang bisa kita dapatin di kampus dan rugi ataupun sayang banget kalau misalkan kita enggak terjun ke dalam sebuah organisasi ataupun berperan aktiflah dalam kehidupan kampus kita seperti itu.
Berarti enggak perlu galau lagi ya, Bang kalau gitu biar enggak kesepian juga kali ya kita organisasi. Betul. Betul. Bisa dapetin relasi juga, koneksi dan segala macam. Itu kan satu hal yang luar biasa. Karena satu hal yang mahal adalah kita mendapatkan relasi dan kita mendapatkan ilmu dari berbagai macam orang kayak gitu. Betul. dan kita juga harus bisa memanfaatkan dari apa yang kita lakukan itu ya, Bang. Betul. Oke.
Boleh. Ini dari MTM ee ada yang pernah bilang ke saya, kita kan kuliah dapat nilai itu maksimal berapa sih? Empat kan ya? Nah, tahu kenapa empat? Karena 96-nya itu diambil dari luar kegiatan kuliah atau kampus gitu ya. Jadi ee intinya adalah ya kalau kita cuman berkutat di akademik aja atau di baku kuliah aja itu masih kurang teman-teman. Nah, 96 ya kita cari di luar kampus atau di luar kuliah gitu ya. Jadi apa yang kita butuhin selama masa kuliah tuh dapat semuanya gitu. Enggak cuman akademik aja. Betul tadi kata Mas Andika ya eh relasi terus soft skillsoft skill yang mana itu enggak ada di bangku kuliah kayak public speaking, leadership itu kan enggak ada di bengku kuliah. Jadi makanya teman-teman harus pikir baik-baik kalau emang sekiranya mau milih jadi mas kupu-kupu gitu ya gitu.
Oke betul banget Bang. Berarti kita enggak cuman tentang akademik aja, tetapi kita di luar juga harus mempunyai pengalaman yang memang itu nanti sebagai bekal kita ya. Oke. Baik. Oke.
Sekarang lanjut ke hal yang sering sering terjadi tapi jarang dibahas. Oke. Kita tahu enggak semua mahasiswa itu kan aware sama dinamika kampus. Nah, kalau udah patis kira-kira dampaknya apa sih, Kak buat diri sendiri dan lingkungan kampus? Boleh nih dibantu jawab dari FKG terlebih dahulu.
Eh, mungkin kalau kita lebih apatis ya ee dampaknya ya enggak berasa gitu, enggak berasa bagi diri kita ataupun ke masyarakat sekitar, masyarakat terutama ee antar sesama mahasiswa lah. Ee kalau kita misalkan enggak enggak aktif dalam berkegiatan di kampus kayak ikut-ikutan organisasi ee kemahasiswaan atau dari yang paling terkecil adalah ee di prodi lah gitu. tingkat prodi ya sama aja hanya akan menjadi sebuah yang sia-sia gitu. Ee pengalaman yang sudah ee kita lakuin di kampus ya hanya cuma ee berpatokan pada hal-hal bangku perkulian doang akademik gitu. Tapi di sisi lain masih banyak yang bisa kita lebih explore gitu. Jadi kalau menurut saya apatis e itu ya sangat enggak enak bangetlah.
Oke. Jadi biar kita juga enggak terlalu ngejar-ngejar akademik doang ya, Bang. Iya. Bisa disimbangin. Oke. Boleh dari BMJ.
Oke. Mungkin kalau misalnya kita jadi masuk apatis itu rasanya kita enggak peduli sama sekitar kan kita enggak tahu apa yang orang lain rasain. Tapi ketika kita sudah punya rasa kepedulian itu, kita ketika kita menumbuhkan rasa empati kepada orang, kita jadinya mau bergerak. Karena bagaimanapun juga sejatinya mahasiswa eh sejatinya orang itu enggak bisa hidup sendiri, ya. manusia itu adalah makhluk sosial gitu. Karena ketika kita ee banyak membutuhkan sesuatu, kita pasti bersinggungan dengan orang. Maka dari itu kita harus meninggalkan tuh sisi-sisi apatis kita terhadap apa yang mungkin nanti kita temui ke depan. Nah, ketika kita sudah meninggalkan sisi apatis tersebut, pasti kita akan ada rasa ingin gua pengin sesuatu nih, gua pengin ee ngebantu orang, gua pengin bagaimana bisa akhirnya ee teman-teman gue ini mendapatkan hal yang layak gitu. akan ada tumbuh muncul rasa-rasa seperti itu. Nah, kita kalau kita sudah tumbuh seperti ee seperti itu, kita tinggal mencari wadahnya nih ke mana kita mau bergerak. Kalau misalkan ke BEM, kita mau mau masuk jadi orang yang bisa membantu UKT teman-teman kita, kita masuk ke advokasi. Kalau misalkan kita ingin bermusik, kita masuk ke UKM. Kita kita ingin masuk ke yang ee unit-unit lain yang mungkin bisa mengembangkan potensi diri kita, kita masuk ke unit yang memang sesuai dengan kita. Maka dari itu ketika kita sudah menghilangkan rasa apatis di dalam diri kita, kita akan ada kecenderungan untuk akhirnya bagaimana bisa bermanfaat atau memberikan kebaikan buat banyak orang. Menurut saya seperti itu.
Oke, berarti kita enggak cuman diam aja, tapi kita juga harus bergerak biar kita bisa mewujudkan impian kita juga ya. Jadi, biar kita enggak apatis. Oke, ini penting banget buat yang suka mikir, diskusi atau pengin berdaya bareng teman-teman. Gimana sih organisasi mahasiswa bisa jadi ruang yang mendorong kita buat berpikir kritis dan bertindak kolektif? Boleh nih diharing dari MTM terlebih dahulu.
Ya, tentunya di organisasi itu kan banyak dinamika yang ada ya, entah itu yang suka maupun duka dan di situ pasti sebagai orang yang aktif di organisasi pasti tergugah ya atau mungkin terstimulasi nala kritisnya gitu. gimana caranya kita bisa menyelesaikan masalah-masalah yang ada di organisasi tersebut. Dan itu kalau teman-teman sering lakuin di organisasi, maka ketika teman-teman lulus di kuliah nanti itu pasti akan terbiasa teman-teman lakukan di masyarakat. Jadi ee ya lagi-lagi organisasi ini membantu banget teman-teman untuk melatih daya kritis, daya nalar teman-teman dan sebagainya gitu untuk nanti kemudian teman-teman bisa bermanfaat di masyarakat seperti itu.
Oke, berarti tidak cuman bermanfaat bagi diri sendiri tapi juga bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Oke, boleh dibantu lagi di-sharing dari FKG ya.
ee kalau kita di organisasi itu diajarin ee berpikir kritis juga kan dan sering juga mengadakan diskusi-diskusi antar sesama ee anggota terutama kan kalau saya di UKM. Bagaimana? Contoh kecilnya adalah ee ketika baru pertama kali masuk saya enggak ngerti apa-apa tapi di situ kita berdiskusi, belajar dari dasarnya terus kita ee ngembangin lagi. Jadi lahirlah satu soft skill itu. Nah, soft skill ini mungkin enggak bisa di ee enggak bisa di apa namanya? didapat dari ee yang hanya cuma kuliah-kuliah doang, tapi saya dapat itu dari ee ikut organisasi. Jadi, apa yang saya dapat di organisasi bisa saya terapin langsung gitu ketika saya presentasi di bangku perkuliahan atau diskusi dengan teman-teman ee di kelas. Jadi, ee apa namanya ee daya daya kritis kita itu terlatih di organisasi juga.
Oke, berarti emang sangat bermanfaat ya, Bang, ketika kita mengikuti organisasi. Contohnya juga tadi sudah jelaskan sama abangnya ya ketika presentasi jadi jauh lebih baik lagi ya. Oke.
Nah, pertanyaan selanjutnya ini nih klasik tapi tetap relevan. Kadang ada yang bilang, "Aku fokus kuliah aja deh. Organisasi itu buang waktu." Ada yang bilang kayak gitu kan, "Bang." He. Padahal benar enggak sih kalau aktif organisasi itu bisa bantu pembentukan karakter kita juga? Boleh nih kita bahas bareng-bareng dari FKG terlebih dahulu.
Iya. Ee sebenarnya karakter kita itu udah ee terbentuk masing-masing ya ketika masuk bangkuan. Tapi ee karakter kita bisa berubah karena kita bisa ngikut ee apa namanya? Jadi di organisasi tersebut. Jadi ee setiap organisasi punya nilainya masing-masing. Jadi setiap organisasi di UNJ mereka ngebantung apa namanya ngebentuk karakternya, karakter ee anggotanya masing-masing. Jadi misalkan di UKM ee mereka ingin membentuk karakter anak-anak yang seperti apa namanya ee produktif, terus ee apa namanya? Disiplin itu ee di organisasi memang dibentuk gitu. Jadi misalkan kalau kita kekurangan ee apa namanya? Karakter kita kurang disiplin ketika kita masuk ee di organisasi itu karakter disiplin kita bisa dibentuk di dalam ee organisasi tersebut.
Iya, betul banget nih. Ketika kita juga ee dari masing-masing kalau emang kita mau merubah ee emang kita mau ikhlas, mau ingin merubah diri kita lebih baik lagi, terus juga kita join dengan organisasi yang emang itu terbukti seperti kakak-kakak yang sangat keceu kita jauh lebih baik lagi. Oke, boleh dari BMJ.
Oke. Eh, sebenarnya organisasi ini laboratorium pengembangan karakter juga kalau menurut saya pribadi. Karena bagaimanapun juga hal-hal yang kita dapatin di organisasi itu bisa membawa kita ee bermasyarakat nanti. Bagaimana penyikapan kita saat bermasyarakat, bagaimana penyikapan kita saat ada di akademik, itu akan sangat membantu sekali dan akan membentuk habit kita sebenarnya. Kayak gitu. Jadi, apa yang kita dapatkan di organisasi seharusnya itu tidak akan mengganggu ee kegiatan akademik kita. Malah seharusnya organisasi itu bisa membantu, itu juga bisa menjadi sarana untuk akhirnya kita bisa berkembang lebih baik lagi. Bahkan ketika kita berada di ranah-ranah akademik misalnya. Kayak tadi kalau misalkan ada contohnya dari presentasi di mana yang tadinya kita mungkin presentasi saat awal-awal itu masih terbata-bata ketika kita join ke organisasi, kita banyak diskusi, kita banyak ngobrol, kita banyak public speaking, itu akan membantu juga kita ketika di akademik gitu. Ini yang sebenarnya saya alami juga gitu ya. Ketika dulu pas lagi presentasi di kelas mungkin enggak PD gitu. Tapi ketika J ke organisasi, ada hal-hal yang bisa saya dapatkan di organisasi dan itu akan membantu banget di akademik. Daya nalar kritis kita juga akan terbangun ketika nanti di akademik ada hal-hal yang mungkin kita resan akademik juga kita bisa berani suarakan. Maka dari itu organisasi sebenarnya sebagai laboratori laboratorium pengembangan karakter juga seperti itu. Betul. bisa mengajarkan kita juga ya dari ee pengalaman-pengalaman kakak tingkat terus juga diterjunan ke kita biar kita juga bisa gitu, ya, Kak. Aduh. Oke.
Boleh nih kalau suatu saat nih ada kebijakan kampus yang dirasa enggak berpihak pada mahasiswa, kita harus gimana? Apakah diam aja atau ada langkah-langkah tertentu yang bisa dilakukan? Boleh dari MTM ya.
Eh, tentunya kalau kita sudah masuk ke level mahasiswa ya, kita udah bukan bukan levelnya lagi diam doang ya. Masa itu kan sering banget dikaitin sama ee jembatan ya, jembatan antara masyarakat dengan pemerintah gitu ya. Dan sebelum kita terjun langsung ke lapangan untuk membantu masyarakat menyampaikan kepada pemerintah ya, ada baiknya kita sebagai mahasiswa nih ya itu juga aktif terlibat dalam kampus. Jadi misalkan teman-teman menemukan ada satu kebijakan atau satu masalah di kampus kalian kayak misalkan teman teman teman saya nih ee UKT-nya kurang atau mungkin ee ususan UKT itu sebagian masuk yang menjad kritis yang tinggi harusnya membantu teman-teman seperti itu. Jadi ee dalam menangkapi kebijakan kampus ya kita harus aware dan juga kita harus peduli sama apa yang terjadi di kampus sebelum kita terju langsung ke masyarakat. Karena buat apa kita demo-demo di jalanan tapi kita enggak ada rasa ee peduli sama kampusnya gitu. Jadi ya lagi-lagi ya harus meningkatkan juga ee daya kritisnya dengan tadi join organisasi seperti itu. Benar. Berarti kita enggak perlu diam aja karena kita juga bisa saling membantu sama satu lain. Oke, mungkin boleh dari BMUNJ.
Oke. Ee terkait hal itu mungkin tentunya ya sebagai mahasiswa yang punya ee harusnya punya simpati, harus punya empati gitu. Ketika kita ada masalah, menemukan masalah dengan kebijakan-kebijakan kampus yang mungkin hari tidak mendukung dari keberpihakan mahasiswa harusnya kita bergerak dan kita punya ee satu hal yang kita kritislah terhadap hal itu. Mungkin salah satu contohnya adalah ketika kita menemukan ini enggak sesuai nih, misalkan kayak soal UKT yang tidak berpihak kepada mahasiswa yang kurang dalam dalam biayai. Apa yang sih bisa kita lakukan? Kita coba advokasikan dulu ke pihak-pihak yang terkait gitu. bagaimana akhirnya bisa kebijakan itu berpihak kepada mahasiswa, bagaimana akhirnya bisa peraturan-peraturan yang mungkin dibuat itu bahasanya mungkin dilonggarkan ataupun mungkin benar-benar dirubah dengan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Karena bagaimanapun juga ee mahasiswa ini sangat butuh gitu untuk kebijakan ini berpihak kepada mahasiswa. Maka dari itu ketika kita melihat hal tersebut peka dulu sih peka terhadap hal tersebut. Kita juga paham dengan hal tersebut dan coba-coba untuk ee dipahami halnya. jangan ee malah asal bergerak tapi enggak paham halnya kayak gitu. Itu akan menjadi sangat bahaya banget. Jadi, salah satu hal yang mungkin perlu ditekankan ataupun perlu digaris garis bawahi adalah paham dulu isunya apa dan kenapa kebijakan ini ada dan apa yang bisa kita lakukan ke depannya seperti itu.
Oke, berarti memang organisasi ini terbukti bahwa e peduli dengan lingkungan-lingkungan sekitar. Oke, buat teman-teman mahasiswa baru yang masih belum bisa gabung organisasi tapi punya semangat buat berkontribusi, apa yang bisa mereka lakukan untuk tetap ikut membangun budaya kritis di kampus? Kira-kira bagaimana, Bang? Boleh di-share dari FKG?
Boleh diulangi enggak? Oh, boleh. Buat teman-teman mahasiswa baru yang mungkin masih belum bisa bergabung di organisasi tetapi punya semangat untuk berkontribusi, apa yang bisa mereka lakukan untuk tetap ikut membangun budaya kritis di kampus?
Ya, buat teman-teman yang belum join organisasi di kampus, mungkin kalian bisa ee belajar apa namanya berdaya kritis itu dari hal-hal terkecil mungkin dari diskusi-diskusi ee di dalam kelas. atau di apa namanya ee di dalam perkuliahan antara ee dosen dan mahasiswa ataupun ee setelah setelah kalian ee dibangku perkuliahan gitu, setelah pulang kuliah kalian coba nongkrong sambil diskusi-diskusi kecillah dengan teman-teman ee teman-teman dekat kalian, teman-teman sekelas kalian, ataupun teman-teman fakultas gitu. Atau kalau mungkin kalian belum bisa apa namanya ee belum belum ikut organisasi ee kalian bisa kok apa namanya join ataupun datang ke unit-unit buat apa namanya sekedar sharing session ataupun ikut kegiatan-kegiatan di unit-unit yang ada di gedung G terutama itu mereka juga terbuka juga buat ee semuanya berdiskusi itu ee menambah wawasan kalian lah. Jadi ee bisa membentuk daya apa namanya pikiran-pikiran kalian dan ee daya kritis kalian. Terutama kalau kalian misalkan minatnya di jurnalistik, kalian bisa ke unit mana itu itu ada kok. Jadi ya tenang aja tenang di UNJ itu atau di gedung G itu terbuka buat ee semua mahasiswa UNJ.
Oke, berarti kita emang juga harus mencari ee cara-cara ya buat kita bisa berpikir kritis juga di UNJ. Boleh dari BMUNJ.
Oke. Ee sebenarnya banyak ya program-program yang dilahirkan sama organisasi-organisasi kemahasiswaan dari tingkat prodi, fakultas, universitas. Tinggal kalian milih aja mana yang sekiranya cocok dengan kalian, mana yang sekiranya memang kalian ingin kembangkan potensinya dan itu semua sudah ada di UNJ gitu kan. Bahkan dari tingkat terkecil tadi kayak dari prodi. Nah, gitu. Jadi teman-teman silakan ikuti program-program yang ee mungkin nanti ada gitu ya. Karena bakal banyak banget program-program menarik dari setiap unit kemahasiswaan yang ada di UNJ itu ya. Jadi, ada juga banyak pelatihan-pelatihan yang bisa menambah ilmu kalian, menambahkan ee menambah potensi ataupun menggalah potensi dari diri kalian juga gitu. Jadi ya kita sekalian promosi juga ya dari program-program dari unit kemahasiswaan gitu ya. Banyak kok dari Oke, menarik juga ya.
Terakhir nih, Bang, pasti kita yang paling ditunggu-tunggu sama mahasiswa baru di UNJ. Ee selanjutnya bagaimana nih, Kak caranya untuk mahasiswa baru UNJ ee ketika mereka ingin berterjun ke organisasi, kira-kira benefitnya apa aja nih, Bang? Boleh dari MTM terlebih dahulu ya.
Salah satu benefit yang bisa kita lihat secara nyata ya ketika kita gabung K itu adalah ya relasi sih. Karena jujur ee salah satu yang menunjang kita di masa depan ya ee entah itu berkarir di manapun pasti kita butuh yang namanya relasi, Teman-teman. Kalau kita cuman berkutat di prodi aja, di bangku kuliah aja yang mana ketemunya itu-itu aja teman-teman kita yang di kelas doang ya dan sebagainya ya kita enggak akan bisa berkembang teman-teman. Kita enggak akan bisa mengaplikasikan ilmu kita yang sudah dapat dari prodi kalian ke pada hal-hal yang ada di masyarakat. Jadi ya caranya gimana supaya bisa kita aplikasikan secara langsung di masyarakat ya bergaul berorganisasi gitu. Jadi ya secara enggak langsung ya itu kalian sudah mengaplikasikan tuh apa yang kalian dapatkan dari bangku kuliah. Jadi seperti itu. K saya nih k saya kan geografi nih ya geografi. Kalau saya cuma gaul sama orang geografi doang gimana cara kita bisa mengaplikasikan kepada orang lain gitu ya. Apalagi saya pendidikan kan yang harus bergaul sama orang-orang banyak gitu. Kalau saya cuma bergaul sama orang-orang geografi doang gimana caranya kita bisa apa sharing ilmu yang saya dapat untuk orang-orang paham geografi gitu. Jadi ya lagi-lagi harus bergaul organisasi itu. Itu eh medium yang paling gampang lah gitu buat kita bergaul seperti itu.
Oke, boleh nih dari FKG ya.
Tadi kan sempat dibilang tentang laboratorium kampus ya. Itu dia organisasi adalah laboratorium kampus. Tapi di sini kalian jangan takut untuk belajar. Ketika kalian ee melakukan kesalahan, organisasi adalah tempat ee apa namanya? kalian belajar. Jadi ee ketika kalian melakukan kesalahan itu adalah hal yang wajar. Tapi ketika kesalahan itu ee apa namanya dilakukan, jangan jangan sampai kesalahan itu diulangin lagi. Jadi ee pernah mengutip kata-kata dari ee seseorang sih. Izinkan kita untuk belajar, tapi hal itu diorganisasi adalah hal yang relate buat buat e kita semua. Mungkin ee itu dari saya.
Oke. Baik. Boleh dari Bu MJ.
Oke, tadi saya setuju dengan ee band adalah salah satunya relasi. Karena bagaimanapun juga ketika kita hidup di bermasyarakat itu perlu banget yang namanya relasi. Bahkan untuk jenjang karir kita ke depannya itu kan pasti perlu banget relasi dan ee cuma enggak semua itu aja sih sebenarnya. Banyak banget soft skill-soft skill yang bisa kita kembangkan dari ee diri kita ketika kita terjun ke organisasi. banyak hal-hal yang enggak bisa kita dapatkan di bangku perkuliahan dan kita harus cari lagi di organisasi itu juga jadi satu hal yang menarik kenapa kita harus tergabung ke dalam organisasi ataupun seenggaknya kita ada keinginanlah untuk terjun ke dalam organisasi karena ee organisasi tadi sebagai laboratorium ee pengembangan karakter sebagai laboratorium kita belajar dan di sini tempat kita belajar di sini kita memanfaatkan berbagai macam kesempatan yang ada di organisasi dari hal-hal yang kita enggak dapatkan dan kita bisa coba coba eksplor diri kita juga kita cari kita gali potensi diri kita juga di organisasi seperti itu. Jadi selain kita dapat relasi, kita juga dapat koneksi, kita dapat berbagai macam pengembangan soft skill yang ada dalam diri kita. Kita juga gali potensi diri kita. Siapa tahu mungkin ada yang bilang enggak sih kalau misalkan kita kadang kuliah ini enggak cocok gitu, tapi mungkin kita ee misalkan nih saya geografi, tapi saya ternyata cocoknya adalah ketika bekerja maunya di dunia media, mungkin saya bisa aja join ke organisasi yang dia itu bilang apa latar bilangnya itu media. Maka dari situ, dari situ juga kita akhirnya bisa punya pilihan nih, kita mau yang kuliah apa kita yang mau ngikut kita yang ee sudah kita tekuni di organisasi seperti itu. Jadi, kita punya pilihan juga sebenarnya karena organisasi juga memperbanyak pilihan kita juga untuk berkarir, memperbanyak juga ee apa ya relasi-relasi kita juga dan koneksi ke banyak orang seperti itu.
Wah, berarti tidak hanya kegiatan yang seru, tapi juga banyak manfaat dan juga pengalaman yang didapat ya, Bang. Betul. Oke. Jadi makin yakin nih mahasiswa baru buat ee join ke dalam organisasi di bidang pemerintahan dan manajemen organisasi. Nah, mungkin ini biar teman-teman semuanya lebih dekat lagi kali ya, kita bisa dikasih tahu nih buat username Instagram dari organisasi tersebut apa aja. Boleh dari sebelah sini dulu, Kak.
Ya, kita langsung aja datang ke gedung GA, kawan-kawan ya. kita bertemu langsung mungkin langsung dari MTM.
Iya, kalau MTM tuh bisa dibuka di @MTMJO official gitu ya. Silakan dicari entar langsung ketemu pasti.
Oke, kalau dari BMUNJ sendiri BMUNJ_official itu doang. Nah, buat teman-teman semuanya yang masih penasaran dan ingin nanya-nanya lebih lanjut bisa langsung aja buat DM ke IG-nya dan juga jangan lupa buat di-follow juga ya. Betul betul banget. Jangan lupa join join betul. Yang paling penting apa tadi? Join lupa kopinya ini. Lanjut.
Oke, terima kasih banyak kami ucapkan buat abang-abang organisasi dari BMUNJ, dari MTM, UNJ, dan juga FKG atas kesempatannya ee yang telah menginspirasi mahasiswa baru buat join ke organisasi kalian. Terima kasih juga buat waktu dan ilmunya dan energinya hari ini. Semoga ke depannya bisa menjadi lebih baik lagi dan juga bermanfaat bagi sekitarnya. Amin. Amin. Dan buat teman-teman semuanya mahasiswa baru, ingatlah setiap langkah kecil hari ini bisa jadi pijakan besar untuk masa depanmu. Jangan ragu untuk mencoba, bertanya dan menemukan dirimu di tengah riya dinamika kampus. Oke, mungkin sebelum ditutup ada jargon nih dari organisasi yang ada di ONG. Boleh banget nih. Apa nih kira-kira, Bang?
Oke, secara sederhana aja teman-teman ya. Karena kita mahasiswa maka kita hidup mahasiswa. Itu aja.
Oke, mungkin izin mulai ya. Sambut salam hangat saya. Salam penuh cinta. Salam penuh perjuangan. Karena cinta kita berjuang hidup mahasiswa. Hidup mahasiswa. Hidup rakyat Indonesia. Hidup rakyat Indonesia. Hidup perempuan Indonesia. Hidup perempuan Indonesia. Dan karena kita kampus pendidikan, maka hidup pendidikan Indonesia. Hidup pendidikan Indonesia.
Wah, ternyata keren banget nih organisasi yang ada di UNJ. Boleh beri tepuk tangan abang-abang. Oke, terima kasih buat mahasiswa baru. Jangan lupa buat semangat berkuliah dan juga e menjunjung tinggi pendidikan yang ada di Indonesia. Sampai jumpa di kegiatan selanjutnya. Dadah. C