Transcription
Hari ini saya khotbah tiga kali. Tadi pagi di tempat teman saya jam 9 dan kemudian sore di tempat saudara. Sekalipun tadi malam saya baru sampai sekitar jam 00.30 dini hari saya baru sampai mendarat dari Tokyo selama 5 hari di sana bersama dengan partner saya.
Dan buat saya melayani adalah sebuah kehormatan dan bagi saya gereja harus menjadi tempat saudara berjumpa dan mengalami hadirat Tuhan. Ada banyak orang yang masuk di rumah Tuhan tapi belum tentu mereka ada di dalam Tuhan. Saudara, apa sih tandanya orang-orang yang benar-benar mereka mengalami Tuhan dengan yang tidak?
Saudara, tanda orang yang benar-benar mengalami Tuhan itu bukan cuma diberkati. Banyak orang yang mentalnya salah datang ke gereja minta diberkati. Saudara datang hari ini bukan untuk diberkati, karena saudara sudah diberkati. Makanya setting dari rumah datang ke gereja bukan meminta, Pak, tapi setting dari rumah datang ke gereja untuk memberi. Nah, pemberian apa yang terbaik? Bukan cuma uang, tapi berikan hidup saudara, penyembahan saudara sebagai penyembahan yang hidup dan menyukakan hati Tuhan.
Nah, Saudara, ada banyak orang yang di dalam proses hidupnya mereka selalu minta supaya mereka diberkati. Saya pendeta yang tidak anti dengan kata berkat karena saya percaya Tuhan saya dan Tuhan saudara adalah Tuhan yang sanggup memberkati. Anak saya Bradley usia 3 tahun hari ini. Kemarin saya dari Tokyo saya bawa oleh-oleh satu koper khusus anak saya. Untuk urusan kebutuhan dia, saya rela kerja keras. Yang penting anak saya Bradley dapat susu yang terbaik. Bapak model saya saja tahu yang terbaik buat anak, apalagi Bapak, Saudara di surga. Ya, makanya jangan pernah takut dalam hidup. Saya punya prinsip dalam hidup. Senangkan Tuhan. Maka Tuhan tahu bagaimana menyenangkan hidup kita.
Baik, saya beri judul khotbah saya sederhana. Judulnya adalah setia dengan proses. Karena banyak orang zaman sekarang suka pada berkatnya tapi tidak suka dengan prosesnya. Satu kali Tuhan janji kepada orang Israel lewat Musa. Musa, bawa umatku keluar dari tanah Mesir menuju satu tempat namanya tanah perjanjian yang ada di kepala orang Israel keluar dari tanah Mesir langsung ke tanah perjanjian. Oh iya, Tuhan memang menjanjikan tanah perjanjian yang penuh susu dan madu. Tapi sebelum masuk tanah perjanjian, orang Israel dibawa satu tempat namanya apa? Padang gurun.
Nah, banyak orang percaya persis seperti orang Israel suka pada berkatnya tapi tidak suka dengan prosesnya. Banyak kan kita yang begitu kan? Kita suka di tanah perjanjiannya tapi kita tidak suka di tanah padang gurunnya. Mohon maaf, Saudara. Tidak akan pernah ada tanah perjanjian tanpa proses padang gurun yang saudara harus lewati. But for me, tidak peduli tempatnya. Karena pada faktanya sekalipun orang Israel di padang gurun, mereka tidak kelaparan. Sekalipun orang Israel di padang gurun, mereka tidak kehausan. Jadi buat saya bukan pada tempatnya, tapi bersama siapa kita ada di sana. Makanya happiness is not about the place. Kebahagiaan itu bukan pada tempatnya. But happiness about the person. Kebahagiaan itu pada orangnya. Mungkin saudara saat ini sedang tinggal di rumah yang sederhana, tapi ketika tinggal bersama istri dan suami yang mengasihi Tuhan, saudara adalah orang yang paling bahagia. Amin. Makanya, terutama yang jomblo, carilah pasangan bukan berdasarkan isi dompetnya, tapi berdasarkan isi hatinya. Wanya wajahnya susah nih kelihatannya. Haleluya.
Baik. Saudara, mari kita akan belajar dari satu orang. Orang ini orang yang luar biasa. Siapa namanya? Namanya Yusuf. Saudara, orang ini ada di pemerintahan tanah Mesir, bukan di pemerintahan tanah nenek moyangnya sendiri. Tapi ini orang ini hebat di tanah asing. Ya, kalau jadi raja di rumah sendiri banyak, tetapi jadi raja di tempat asing itu yang luar biasa. Nah, kita akan belajar dari kehidupan Yusuf. Tolong ditampilkan.
Kita akan belajar sedikit arti nama Yusuf. Arti nama Yusuf dalam bahasa Ibrani. Nama Yusuf diambil dari satu kata dalam bahasa Ibrani yaitu Yehosef. Jadi arti nama Yusuf dari kata Yehosef. Yehosef ini terdiri dari dua kata. Yang pertama Yehova dan yang kedua Yasef. Selama ini kalau kita baca di Alkitab arti nama Yusuf adalah Tuhan akan menambahkan. Ternyata kata Yusuf di dalam bahasa Ibrani dari kata Yehosef, dari kata Yehoo artinya Yehova dan Sef dari kata Yasef ternyata artinya bukan hanya Tuhan akan menambahkan. Ternyata kata Yasef di dalam bahasa Ibrani itu ada dua kata. Yang pertama kata at artinya bertambah. Yang kedua kata increase artinya meningkat. Apa sih, Pak, perbedaan antara bertambah dengan meningkat? Jadi arti nama Yusuf yang paling benar bukan Tuhan akan menambahkan, tapi Tuhan akan meningkatkan.
Apa perbedaan antara bertambah dengan meningkat? Tolong bisa ditampilkan. Kalau saudara lihat di depan, 1 + 1 = 2. Ini bertambah. Bertambah 1 + 1 sama seperti yang saudara lihat di depan, 1 + 1 = 2. Apa perbedaan antara bertambah dengan meningkat? Kalau meningkat begini. 1 + 1 = Halo. Oke, ulangi. Ulangi bertambah 1 + 1 = meningkat 1 + 1 = Saya mau tanya sama saudara hasilnya sama? Yes. 1 + 1 = 2 itu bertambah. Kalau meningkat 1 + 1 juga 2. Hasilnya sama tapi ada satu yang berbeda. Apa itu? Posisinya yang berbeda. Bertambah cuma ke samping, tapi meningkat itu ke atas. Makanya jangan jadi orang Kristen yang cuma cari ke samping, tapi rohani tidak pernah meningkat ke atas.
Ada banyak orang yang diberkati persis seperti orang Israel. Di tanah perjanjian bertambah berkatnya. Di tanah perjanjian bertambah susu dan madunya. Tapi di tanah perjanjian bertambah untuk mereka menyembah dewa-dewa Baal. Sor itu saya, Saudara. Manusia itu paling berbahaya ketika diberkati. Kasih tahu sama saya dosanya Daud apa? Waktu Daud masih miskin. Waktu Daud masih miskin, dia setia banget sama Tuhan. Waktu Daud masih miskin, dia tulis kitab Mazmur. Tapi waktu Daud dia sudah jadi raja, dia jadi otak pembunuhan atas kematian Uria, dia jatuh dalam dosa perzinahan. Orang kalau sudah diberkati, Pak, uang banyak, jabatan ada, melakukan dosa apapun gampang, Pak. Tapi orang, Pak, kalau lagi susah, lagi miskin-miskinnya, mau ngelakuin dosa susah, Pak. K. Apalagi kalau enggak punya apa-apa. Paling ujung-ujungnya dosa maling. Tapi kalau orang punya jabatan, dia bisa lakukan apapun. Makanya buat saya, Saudara, berkat tidak salah. Tapi tanamkan satu hal dalam diri saudara, jangan sampai apa yang di tanganmu merubah apa yang di hatimu. Biasa aja kalau diberkati. Zaman sekarang, hm. Orang kalau isi dompetnya Rp10 juta sama Rp10.000 jalan beda. Apalagi kalau lahirnya di Tomohon tuh. Ah, kalau ada orang tua mohon jangan marah nih sama saya nih. Oh, beda. Kalau isi dompetnya Rp10.000 jalan lemas. Ditanya apa kabar, Pak? Iya, Pak. Tapi coba kalau dompetnya Rp10 juta, Pak, mau makan apa? Kita kasih, kita bayar, kita bayar, kita bayar.
Saudara, saya belajar dalam hidup hal yang paling berbahaya bukan ketika diproses, tapi hal yang paling berbahaya ketika justru diberkati. Makanya tanamkan di dalam hidup kita rumah boleh tiga, mobil boleh dua, tapi tanamkan satu prinsip kita cuma hamba Tuhan. Gitu. Kayaknya ada yang enggak senang nih sama saya nih kelihatannya. Oh iya, Pak. Kita cari yang menambah bukan cari kita cari yang meningkat bukannya bertambah. Kalau cuma kita cari yang berkat bertambah, rohani tidak meningkat. Makanya jangan heran bertambah rekeningnya bertambah juga selingkuhannya. Hello, am I wrong? Ada orang yang begitu, Pak.
Nah, kita akan belajar siapa sih Yusuf? Yusuf di rumah dia kesayangan Papa. Dan hari itu Tuhan punya tujuan yang besar atas hidup hidup Yusuf. Tidak jadi kesayangan Papa, tapi kesayangan Bapa. Nah, hati-hati saudara. Kalau saudara sudah dicintai oleh Tuhan, maka saudara pasti akan dididik oleh Tuhan. Caranya apa? Satu kali Yusuf dapat mimpi. Mimpinya apa? Dia ceritakan. Dia panggil saudara-saudaranya, "Eh, kalian tahu enggak gua dapat mimpi?" Apa mimpinya? Semua berkas-berkas gandum tunduk di depanku. Padahal dia cuma cerita mimpi. Makanya mohon maaf ya, kalau saudara punya mimpi, jangan gampang ceritakan ke orang karena belum tentu orang suka. Kalau saudara punya mimpi, lebih baik diam, imani dan buktikan jadi kenyataan. Dan lagian begini, mimpi cuma sebatas mimpi. Kalau mimpi tidak jadi kenyataan, makanya boleh bermimpi silakan. Tapi untuk mewujudkannya harus ada harga yang harus dibayar. Kita kadang suka bermimpi, tapi kita tidak suka mewujudkannya. Silakan bermimpi. Dan Tuhan tidak melarang semua orang bermimpi dan beriman. Tapi Tuhan selalu melihat orang-orang yang mau masuk dalam proses mempersiapkan mimpi dan berubah menjadi kenyataan. Dia cerita sama saudara-saudaranya, "Kalian tahu enggak itu berkas-berkas gandum semua tunduk di depanku." Waduh. Begitu dia cerita sama saudara-saudaranya, marah sama saudara-saudaranya, "Eh, maksudnya apaan nih? Berarti kita tunduk sama dia nih." "Oh, enggak bisa. Enggak bisa." Maka akhirnya Yusuf diproses sama Tuhan. di rumah dia pakai jubah pemberian papanya. Dia disayang banget. Boleh enggak disayang? Boleh. Tapi jangan sampai cuma disayang Papa tapi tidak disayang Bapa. Nah, Tuhan mau mendidik Yusuf sampai disayang Bapa. Maka tolong bukakan ayatnya yang bersukacita dan siap terima firman Tuhan lebih sungguh lagi katakan haleluya. Amin.
Mari kita buka Kejadian pasal 37 ayat ke-23. Kita baca sama-sama. 1 2 3. Baru saja Yusuf sampai kepada saudara-saudaranya, mereka pun menanggalkan jubah Yusuf. Jubah Maha Indah yang dipakainya itu. Sebentar. Di rumah dia disayang. Tapi tujuan Tuhan untuk membuat Yusuf bukan kesayangan Papa, tapi kesayangan Bapa di tanah Mesir. Bagaimana caranya supaya Yusuf bisa sampai di Mesir? Harus ada jubah kebesaran manusia yang ditinggal. ditanggalkan. Hari itu Yusuf diproses tiba-tiba saudara-saudaranya menanggalkan jubah Yusuf. Padahal jubah ini, Pak, pemberian Papa. Jadi kalau dia ke mana pun dia pergi, dia akan bilang begini. Kalau orang tanya, "Suf, jubahnya bagus pemberian papa suf. Jubahnya bagus, pemberian papa." Sori itu tuse, Saudara. Tujuan kekristenan kita tidak memegahkan pemberian keluarga, tapi memegahkan pemberian Tuhan. Ke mana pun dia pergi, dia selalu cerita ke orang, "Bagus kan pemberian Papa? Bagus kan pemberian Papa?" Makanya yang paling menyakitkan, Pak, dari didikan Tuhan adalah Tuhan melepaskan kebesaran manusia kita. Itu yang paling susah. Dan Yesus memberikan contoh itu. Makanya Yesus ketika dia datang ditanggalkan, Pak sisi ketuhanannya mati di atas kayu salib. Because he loves us. Nah, susah untuk kita menanggalkan ini punya tapi seolah-olah tidak punya. Apalagi kalau kita sudah punya jabatan, susah, Pak. Sedikit-sedikit maunya dihargai. Sedikit-sedikit maunya yang diutamakan. Makanya prinsip kerendahan hati itu hanya bisa dimiliki oleh orang-orang yang hidupnya pernah memikul pahitnya salib di puncak Bukit Golgota. Semua kita akan merasakan itu. Dan Yusuf di rumah dia disayang, tiba-tiba jubahnya ditanggalkan. Orang kalau jubahnya ditanggalkan, Pak, telanjang. Pertanyaan saya, orang kalau telanjang ketawa enggak malu. Pertanyaan saya, pernah saudara ditelanjangi oleh orang lain? Wah, itu enggak enak, Pak.
Ini saya kebetulan setiap saya khotbah selalu saya didampingi sama istri saya. Istri saya ini yang pertama cantik, yang kedua orang Manado, yang ketiga diberkati Tuhan. Nah, siapa lagi kalau bukan saya ngomong gitu, Saudara. Saya bersama dengan istri ini, istri saya itu lahir udah lahir oek enggak pernah susah. Nah, kalau saudara lihat saya ini kan wajah-wajah penuh kesusahan ya. Kira-kira gitu. Kebetulan mertua saya di Manado itu bisnisnya banyak. mertua saya. Jadi, mertua saya itu keluarga akungnya istri saya itu mereka itu buka toko kelontong, buka bengkel ganti oli, terus kemudian keluarga juga ada yang buka restoran, terus buka toko grosir, terus buka ee apa ekspedisi. Jadi istri saya itu kalau waktu dia masih kecil, Pak, kalau dia lapar dia tinggal teriak, "Mbak, lapar?" Mbaknya datang bawa makanan. Nah, gua di kampung, Bos. Kalau saya lapar, saya teriak. Mbak lapar. Mama saya datang dia tabok kurang ajar kamu panggil mbak. Nah kami ini berasal dari keluarga yang status sosialnya berbeda. Makanya ketika saya naksir ke istri saya mau diajak nikah puji Tuhan ditolak. Tolak Pak. Bayangin kenapa ditolak. Nah waktu itu saya cuma hamba Tuhan yang enggak punya apa-apa. Pak sebelum nikah tanya sama istri jangankan mobil, motor aja saya enggak punya. Coba zaman sekarang nyari perempuan yang mau menerima apa adanya. H susah, Pak. Ya, benar enggak? Berapa banyak orang zaman sekarang melihat pasangan dia punya apa? No, no, no, no, no. Carilah pasangan bukan karena isi dompetnya, tapi isi hatinya. Cinta Tuhan atau enggak? Eh, ini yang jomblo mulai marah nih sama saya nih.
Sampai akhirnya kami memutuskan untuk kami menikah. Waduh, Pak. Suaranya itu, Pak. Begini, Pak. Apalagi di Manado. Waduh, di Manado itu ada masakan yang terkenal namanya rica-rica ya, raya ya. Rica-rica itu rasanya apa? Sepedas itu. Mulut ibu-ibu Manado yang enggak bertobat. Waduh, ngomongnya, Pak, itu enggak benar ya, pendeta David itu enggak benar ya. Hati-hati dengan pendeta David itu. Apa-apaan bukan pendeta yang sebenarnya itu. Waduh, saya ngalamin. Saya ditelanjangin. Bahkan saya ditelanjangin dengan masa lalu saya, Saudara. Saya punya masa lalu yang sangat buruk. Oh, iya. Geleng-geleng kepala pakai narkoba. Saya punya masa lalu itu. Makanya ngomongin tentang Tamrin. Dulu saya punya banyak teman-teman di area Tamrin. Udah kalau malam minggu geleng-geleng kepala gitu kan. Terus minggunya udah habis itu masuk lagi geleng-geleng kepala. Dulu saya datang di Arya Tamrin sebagai anak muda bermasalah. Tapi hari ini saya datang sebagai pendeta dan hamba Tuhan. That's what I believe. Semua orang punya masa lalu, tapi semua orang juga punya masa depan. Enggak ada alasan, Pak, untuk kita menghakimi seseorang. Tapi saya ditelanjangi, Pak, masa lalu saya. Orang kalau telanjang malu, Pak. Dan Yusuf dia ditelanjangi terus dia ambil handphone, dia tulis di Instagram. No. Zaman sekarang orang kalau begitu ditelanjangi langsung apa yang dia lakukan? Klarifikasi. Enggak perlu, Pak. Enggak perlu. Kalau saudara benih unggul, saudara perlu pupuk dan tidak ada pupuk yang terbaik selain sampah dan kotoran. Aduh, makanya kalau orang lempar sampah dan kotoran, berarti sampah dan kotoran akan jadi pupuk yang menyuburkan buat pertumbuhan benih iman, saudara. Aduh, enggak ada yang tepuk tangan nih. K. Jangan marah ketika orang telanjangin. Jangan marah ketika orang ngegosip. Biarin aja. Ngapain harus marah?
Oke, yang pertama dia telanjingi. Ayat berikutnya. Wah, ada orang kalau telanjang malu, Pak. Waduh. Yang kedua, Kejadian 37 ayat 24. Dan mereka membawa dia dan melemparkan dia ke dalam sumur. Sumur itu apa? Kosong. tidak berair. Kosong itu artinya kering. Pernah saudara dilempar di sumur yang kosong ya kalau enggak pernah dalam keadaan rekening kosong, kantong kosong. Masih setia sama Tuhan? Kalau saudara angkat Tuhan, Tuhan kau baik. Karena rumah tanggamu diberkati, karena bisnismu diberkati, semua orang bisa. Makanya ada satu hal, Pak, yang keren dalam penyembahan. Apa itu? ketika didasarkan pada pengorbanan itu luar biasa, Pak. Karena banyak orang yang menyembah tapi tidak berkorban. Banyak orang yang beribadah tapi tidak tidak berkorban. Nah, Tuhan itu suka dengan satu kata ini. Apa? Pengorbanan. Di rumah dia disayang, tiba-tiba dia ditelanjangi. Malu, Pak. Sudah ditelanjangi, dia dibuang di sumur. Sumur itu kosong. Seringki dalam hidup Tuhan menempatkan kita dalam keadaan yang kosong. Sudah berdoa, "Tuhan mana? Kok belum Tuhan angkat? Tuhan mana? Kok Tuhan belum di kok saya belum diberkati? Saya pernah, Pak, dalam keadaan kosong. Sudah berdoa belum dapat apa-apa, Pak? Belum dijawab. Justru itu kelihatan kesetiaan kita." Makanya ketika Tuhan belum menjawab doamu, sebenarnya Tuhan sedang menguji kesetiaanmu.
Jauh sebelum saya jadi hamba Tuhan yang pelayanan ke mana-mana, sekitar 12 tahun yang lalu saya di Surabaya, saya menempuh pendidikan sebagai ee siswa di Sekolah Tinggi Teologia Betani Surabaya. Ya, sekolah betani itu, Pak, Surabaya itu sudah enggak ada 5 tahun yang lalu sudah tutup. Makanya kemarin ketika CV saya dilampirkan sebagai komisaris BUMN dan juga ekspert staff di tenaga e tenaga ahli di kantor komunikasi kepresidenan ini, teman-teman yang sama-sama saya pasti tahu, saya tidak punya sarjana ijazah yang lain, Pak, selain ijazah teologia. That's all what I have. Cuma itu aja, Pak, yang saya punya. Karena kami ini cuma orang kampung, pengin sekolah tinggi tapi enggak punya duit. Ya, datang ke Jakarta akhirnya apain? Akhirnya cuci piring, cuci piring di rumah makan Padang. Itu aja, Pak. Supaya menyambung hidup. Karena saya itu lahir di kampung, nama kampung saya itu Desa Tolisu, Kecamatan Toili, Kabupaten Lu Banggai. Nah, itu itu kampung saya, Pak. Kampung itu, Pak, saya usia 7 tahun baru listrik masuk desa. Kampung itu, kalau enggak percaya tanya sama staf saya. Kampung itu setelah kampung hutan belantara. Makanya waktu kecil mama saya enggak tidak bisa bedakan mana anaknya, mana anak monyet. Hampir mirip. Eh, benar-benar kampung, Pak. Nah, Saudara, waktu saya di Surabaya waktu itu saya mendedikasikan diri saya untuk saya jadi seorang hamba Tuhan. Waduh, berat badan saya, Pak, cuma 61 kg. Eh, berat badan itu sesuai dengan isi kantong biasanya. Jadi, kalau Saudara berat badan semakin bertambah, biasanya karena tanda saudara diberkati. Kira-kira gitu. Buat orang Kristen enggak ada kata gemuk. Adanya adalah diberkati atau sangat diberkati. Haleluya.
Nah, waktu itu saya di Surabaya, saya menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Teologia Betani Surabaya. Satu kali saya diundang pelayanan, Pak. Tiba-tiba saya ditelepon, ada ibu-ibu yang telepon saya. Shalom, Pak David. Shalom, Bu. Pak David, kami mau undang Pak David pelayanan. Oke, siap, Bu. Nanti sampai ketemu, ya. Siap, Bu. Nah, hari itu pagi-pagi saya sudah mandi, sudah pakai celana kain rapi, pakai kemeja rapi, Pak. pakai minyak rambut kelimis laler nempel kepleset saking gantengnya lah kira-kira gitu naiknya angkot bayangin nah saya diundang pelayanan di daerah JMP Jembatan Merah Pelasa sedangkan saya tinggal di Manyarjo. Saya enggak punya mobil, saya enggak punya sepeda motor. Saya cek uang di dompet saya sisa Rp5.000, Pak. Pagi-pagi udah bawa gitar, bawa Alkitab. nahanya angkot. Begitu masuk angkot sampai di jembatan Merah Plaza di JMP bayar angkot Rp3.000. Sisa berapa? Rp2.000. Sisa Rp2.000 saya telepon yang mengundang saya. Shalom, Bu. Bu, saya sudah ada di JMP, Bu. Waduh, Pak David. Pak David jalan kaki aja. Deket kok, Pak. Nanti Pak David langsung saya kasih tahu rumah saya di mana. Nah, dekatnya orang Surabaya sama Jakarta beda ya. Kalau Jakarta dekat, sudah dekat. Kalau Surabaya bilang dekat itu bukan dekat, Pak. Duet itu jalan kaki, kaki pengkor mau putus baru dekat tuh. Ah, Pak. Sisa duit Rp2.000. Sisa duit cuma Rp2.000. Saya lihat ada tukang becak di situ. Sebenarnya bisa. Saya naik becak sampai di rumah ibu itu baru saya bayar becaknya. Cuma, Pak. Itu uang terakhir yang saya punya cuma Rp2.000. Kalau saya naik becak berarti nanti saya akan memberi saya tidak bisa memberikan persembahan uang persembahan di persekutuan itu. Nah, saya enggak mau. Lebih baik saya jalan kaki yang penting masih ada uang untuk saya memberi persembahan. Jalan kaki, Pak. Sampailah di rumah ibu itu. Sampai di rumah ibu itu, saya yang doa pembukaan, saya yang main gitar, saya yang worship leader, saya yang khotbah, saya yang doa penutup. Paket lengkap. Lu mau cari di mana pendeta paket lengkap? Semua saya, Pak. Nah, begitu selesai khotbah, tiba-tiba waktunya makan-makan. Mari, Pak David, makan-makan. Mari makan-makan. Begitu selesai makan-makan, masing-masing mereka pamitan, Pak, satu persatu. Pak David khotbahnya luar biasa. Begitu jabat tangan dalam nama Yesus kok enggak kerasa apa-apa ya? Oh, mungkin mungkin yang punya rumah, Pak, yang tuan rumah yang akan memberikan persembahan begini, Saudara. Saudara jangan seolah-olah menganggap saya begitu jelek-jelek begini. Komisaris loh, Pak. Ya, kira-kira gitu loh. Kira-kira itu. Cuma waktu itu gua masih pulang naik apa gitu loh. Nah, begitu selesai makan-makan yang ada di pikiran saya, Pak, mungkin yang punya rumah nanti akan memberikan persembahan. Begitu saya sudah ambil gitar, saya ambil Alkitab, saya pamitan, "Bu, izin, Bu, ya. Mau pamitan pulang duluan." Buat seorang hamba Tuhan ada dua jenis persembahan setelah melayani. Yang pertama namanya PK, persembahan kasih. Biasa amplop yang ada isinya. Yang kedua namanya PT, persembahan Thank you, Pak. Terima kasih, Pak. Begitu saya ambil gitar, saya ambil Alkitab, saya pamitan. Bu pamit pulang ya, Pak David. Khotbahnya luar biasa. Jangan lupa nanti datang lagi untuk pelayanan di tempat ini ya, Pak David ya. Begitu saya jabat tangan dalam nama Yesus kok kosong. Ya udah, Pak. Berarti enggak ada persembahan. Apa yang saya lakukan? Saya ambil gitar, Pak. Saya ambil Alkitab. Saya jalan kaki. Berapa kilo? Silakan cek sendiri. 21 km. Hm. Mampus enggak tuh kaki tuh? Oh, kilometer pertama, Pak. Masih rohani. Lagunya apa? Indah rencana-Mu Tuhan di dalam hidupku. Begitu masuk kilometer ke-10, Pak, kaki kok sakit. Lagunya ganti. Yesus perhatikan tiap tetesan air mata. Begitu sudah sampai kilom 14 dekat Tunjungan Pelasa, lagunya lain. Di puncak Golgota ada penyalipan. Nah, saya pakai sepatu pentofel, Pak. Tiba-tiba kaki saya kok sakit. Saya duduk di trotoar dekat Tunjungan Plaza Surabaya. Begitu duduk, Pak, saya buka sepatu saya, kaki saya lecet, Pak. ujung ke ujung, Pak. Lecet, perihnya ampun, Pak. Waduh, itu pakai sepatu pentaffel panasnya minta ampun. Udah lecet kaki. Itu pengin, Pak, rasanya. Saya berdoa Tuhan ke Tuhan, Tuhan terima kasih buat berkatmu. Tapi kutuk aja ibu-ibu itu Tuhan gitu pengin rasanya itu. Tapi kan kita kan orang rohani Pak. Eh, sor tidak akan pernah ada kemuliaan tanpa proses dan pengorbanan. Am I wrong? Iya kan? Nah, saya duduk di trotoar, saya lihat mobil lalu lalang. Habis itu saya pakai lagi sepatu, Pak. Saya bawa gitar, saya bawa Alkitab, jalan kaki karena masih ada berkilo-kilo lagi ke tempat saya ngekos di Marejo. Jalan, Pak. Udah sakit, Pak. Uh, panas. Enggak ada satuun kata mengeluh. Sampai di tempat saya ngekos di Manyarejo, saya buka sepatu saya, Pak, yang hancur bukan lagi di samping ujung kaki saya juga hancur, Pak. Dua-duanya, Pak. Besok paginya saya ke kampus, jalan sudah pincang, Pak. Jalan sudah begini. Waduh, sakit banget. Sakit banget. Tiba-tiba teman saya nyeletuk, "Bro, kakimu kenapa? Pengin rasanya saya jawab gara-gara diundang ibu-ibu yang tidak bertanggung jawab." Itu pengin, Pak, rasanya. Tapi enggak, saya cuma ngomong begini. Saya dapat berkat dari Tuhan. Teman saya nyeletu, "Bro, berkatnya pincang, kenapa enggak putus saja sekalian kakinya?" Kurang ajar juga tuh, Saudara. Mohon maaf ya. Saya ngalamin, Pak Proses itu. Tempat yang kosong, sumur yang kosong dengan kaki jalan kaki 21 km. Tapi atas anugerah Tuhan, hari ini kaki saya sudah jalan ke 32 negara untuk mengabarkan Injil Tuhan. [Tepuk tangan] Believe. Setiap proses akan mengantarkan saudara pada berkat Tuhan. Jangan protes dengan proses. Diam saja. Diam. Ada saatnya saudara benih kurma ditanam dia tidak langsung ke atas. Enggak kelihatan. Hati-hati dengan yang gampang kelihatan. Begitu muncul hari ini ditanam besok muncul. Itu namanya pohon toge. Kalau pohon kurma enggak, Pak. Benih kurma. Begitu dia ditanam dia tidak langsung muncul. Sampai orang bilang begini, "Kapan dia muncul?" Tetapi begitu waktunya dia muncul, dia punya akar yang kuat yang tidak tergoyahkan dengan angin dan badai. Makanya terkadang Tuhan menyimpan saudara di dalam proses supaya menguatkan akar iman saudara dan tidak goyah dengan kencangnya badai gurun pasir.
Terus yang ketiga, dia sudah ditelanjangin, terus dia sudah dibuang di sumur yang kosong. Kosong. Yang ketiga, Pak, yang lebih sakit. Ayat berikutnya yang bersukacita katakan haleluya. Ayat berikutnya ngomong begini, Pak. Kejadian 37 ayat yang ke-24. Marilah kita jual dia kepada orang Ismail ini. Tetapi janganlah kita apa-apakan dia karena Ia saudara kita, darah daging kita dan saudara-saudaranya mendengarkan perkataannya itu. Yang pertama dia ditelanjangi, yang kedua dia dibuang. Yang ketiga dia dijual. Ini prosesnya tolong tampilkan proses yang sangat menyakitkan. di rumah Yakub, di rumah papanya ini dia dapat promosi papa. Tapi buat apa cuma promosi papa? Kita tidak butuh promosi papa. Tapi kita butuh promosi papa. Makanya waktu dia dapat mimpi, dia dapat mimpi, dia akan jadi orang besar di tanah asing yang Tuhan kerjakan untuk menghidupi, mewujudkan mimpi Yusuf. Dia mesti diproses ini prosesnya ditelanjangi, dibuang, dijual supaya dia sampai di tanah Mesir, supaya dia sampai di tata Mesir. Nah, di tata Mesir itu namanya promosi Bapa. Kalau di rumah dia pakai jubah bagus, promosi papa. Makanya jangan bangga ketika papamu kaya, orang tuamu kaya. Saudara harus bangga ketika saudara berdiri karena proses didikan, promosi, dan perkenanan Tuhan. Nah, Tuhan lakukan itu buat Yusuf sampai terus kemudian dia difitnah. Wah, ini orang ini kasihan nih orang ini. Orang ini kalau bahasanya itu sudah jatuh ketimpa tangga digigit anjing. Ini orang ini plus diinjak-injak gajah. Tuh, bayangin tuh orang ini kasihan. Tapi yang luar biasa orang ini baik. Dia enggak pernah ngeluh. Sampai kemudian dia difitnah sama istri Potifar. Dia enggak ngapa-ngapain dia difitnah. Padahal waktu dia difitnah, dia bisa melakukan pembelaan, dia bisa melakukan klarifikasi, tapi dia enggak. Saudara, mohon maaf ya, Saudara jangan tersinggung dengan saya. Orang percaya tidak butuh klarifikasi. Orang percaya tidak butuh pembenaran. Karena orang percaya pembenarannya datang dari Tuhan. Kalau saudara disakiti [Tepuk tangan] dan saudara balas orang itu, orang itu aman, Pak. Tapi kalau saudara disakiti, tiba-tiba saudara masuk ke kamar, saudara bilang begini, "Tuhan, berkati orang itu. Tuhan ampuni orang itu. Tuhan, saudara sedang mendatangkan berkat atas hidupmu sendiri." Sampai kemudian dia masuk di penjara bawah tanah, dia tolong orang. Hari itu ada juru minuman dan juru makanan. Dia tolong salah satunya dia diangkat Tuhan. Tiba-tiba Firaun dapat mimpi. Dan semua orang di Mesir tidak ada satuun yang bisa menerjemahkan mimpi Firaun. Tiba-tiba salah satu juru minuman dan roti ini dia bilang begini, "Ada satu orang di dalam penjara." That's what I believe. Haduh. Orang kalau sudah dipromosikan Tuhan dari dalam penjara pun Tuhan bisa munculkan. Coba bayangkan emang enggak ada orang yang qualified yang pintar di tanah Mesir ngapain harus Yusuf? Halo. Mesir itu tempatnya orang pintar. Tapi waktu Firaun dapat mimpi, tidak ada satuun yang bisa mengartikan mimpi Firaun. Tiba-tiba orang itu bilang begini, "Ada loh satu orang di mana dia?" "Dipenjara." Semalam dia di penjara, tiba-tiba besok sudah di istana. Ini yang saya percaya, Pak. Kalau Tuhan memberkati seseorang, ada lagu yang bilang begini, "Ketika Tuhan memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang yang ber mimpi. Kalau Tuhan berkati seseorang seperti mimpi, Pak." Dulu dia di penjara kok tiba-tiba dia di istana raja. Dan itu yang saya alami dengan istri saya. Tolong bisa ditampilkan foto saya dan istri. Kalau enggak istri saya aja sendiri. Waduh. Ini istri saya ini istri saya ini dokter. Yang kedua lahir dari keluarga Tionghoa yang sangat diberkati. Tapi gara-gara nikah sama Davidson jadi jualan kopi di pinggir jalan. Pantesan saya dihujat banyak orang, orang-orang di Manado begini, Saudara. Saya bersyukur dengan istri saya. Mana istriku yang cantik? Berdiri dong, berdiri. Berdiri. Nah, istri saya itu lahir di Manado. Manado itu dekat dengan surga, Pak. Iya. Makanya kalau Saudara dekat sama orang Manado pasti merasakan surga. Kira-kira gitu ya. Terutama buat yang jomblo. Kalau sudah punya istri atau suami jangan ya. Karena itu adalah neraka. Kira-kira gitu, Saudara. Waktu itu banyak orang yang komplain sama saya sampai mereka marah. Saya bersyukur istri saya lahir dari keluarga yang tidak pernah berkekurangan. Tapi hari itu saya tidak menikahi princess. Saya menikahi seorang istri yang akan jadi mama dari anak-anak saya. Saya bilang begini sama istri, "Oke, kita sekarang kita kerja keras, kita biayai pernikahan kita berdua." Wuh, semua orang, Pak, ngomong, "Jangan nikah sama gembel itu." Semua orang ngomong sama dia, "Pak, Davidson itu tidak benar." Puji Tuhan, Pak. Ee hari ini selain saya komisaris, istri saya juga jadi komisaris, Pak, di perusahaan pemerintah daerah ini. Siapa lagi kalau bukan Tuhan? Sudahlah cerita hidup kami berdua itu kami saksikan ke mana-mana. Semua orang ngomongin. Nah, saya bersyukur waktu itu dia mau, Pak, saya ajak nikah sama hamba Tuhan plus gembel. Itu, Pak. Kita tidak bisa menolak kenyataan. Tapi ingat, hidup kita bukan karena kenyataan, tapi hidup kita karena iman. Terserah kenyataan apapun yang orang ngomong sama kita. Mungkin orang bilang begini, "Ah, kamu dari kampung kecil. Kamu susah, kamu enggak mungkin diberkati." terserah omongan orang. Tapi yang saya percaya adalah saya punya Tuhan yang besar dan saya hidup dari perkataan Tuhan yang saya sembah.
Nah, sampai akhirnya diberkati dan cerita yang sama tiba-tiba Yusuf ketemu dengan Firaun. Yang luar biasanya adalah ketika Yusuf mampu mengartikan mimpi itu, Firaun bilang begini, tolong tampilkan ayat berikutnya. Yang bersukacita katakan haleluya. Kejadian 41 ayat 38. Setelah Yusuf ketemu sama Firaun, Firaun kaget. Ini yang saya percaya, Saudara. Orang kalau dipromosikan Tuhan enggak perlu menjilat orang. sekalipun di balik penjara kalau sudah dipromosikan Tuhan, enggak ada satuun, Pak, yang bisa menghalangi. Tiba-tiba waktu Yusuf ketemu sama Firaun, Firaun bilang begini, coba kita baca sama-sama. 1 2 3. Lalu berkatalah Firaun kepada para pegawainya, "Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini? Seorang yang penuh dengan roh roh siapa? Saudara bingung enggak kalau baca ayat ini? Kalau saya mau tanya sama saudara, Firaun orang Kristen bukan, Pak? Firaun orang percaya Tuhan? Bukan. Kalau Firaun ngomong begini, "Mungkinkah kita mendapati orang ini orang yang penuh dengan roh dewa?" Wajar, karena Firaun menyembah dewa. Tapi Firaun dia ngomong begini, "Mungkinkah kita dapatin orang ini orang yang penuh dengan Roh Allah?" Jelas-jelas ditulis Roh Allah. Dari mana Firaun tahu Roh Allah? Of course, dari Yusuf. Begitu Firaun dia lihat Yusuf, dia lihat Roh Allah. Dan Alkitab mencatat Firaun yang mendapati Yusuf. Bukan Yusuf yang mendapati Firaun. Promosi enggak perlu menjilat orang. Kalau saudara diperkenan oleh Tuhan, promosi akan datang dalam hidup saudara. Enggak perlu, Pak. Tiba-tiba Firaun kaget. Dia bilang begini, "Orang ini penuh dengan Roh Allah." Dari mana Firaun tahu Yusuf penuh dengan Roh Allah? Makanya Kristen yang paling benar bukan apa kita kepada orang lain, tapi apa kata orang lain terhadap hidup kita. Benar enggak kita Kristen? Kalau saudara bilang begini nih, aku melihat hidupmu. Ya kita kan bergereja sama-sama kan hari ini kan. Tiba-tiba sebelah kanan kiri saudara bilang begini, "Aku melihat hidupmu di gereja GBI Glow Thumrin ini. Aku melihat hidupmu, wajahmu dipenuhi Roh Kudus." Wajar, Pak, sesama pemakan daging babi. Halo, am I wrong? Iya kan? Kayak misalkan begini, ini kan saudara duduk semua nih, tiba-tiba sebelah kanan lihat saudara, aku merasakan hidupmu dipenuhi Roh Kudus. Wajar tadi kita makan bakmi, babi sama-sama. Tapi ketika orang enggak kenal Tuhan, orang yang tidak kenal Yesus, tiba-tiba lihat hidup kita, mereka ngomong begini, "Hidupmu dipenuhi Roh Kudus." Itu yang keren, Pak. Dan saya percaya itu ada di dalam hidup saudara. Sampai Firaun bingung. Jadi Yusuf ini didapatin bukan dia dapati, tapi Yusuf dia didapati. Yang saya percaya, Pak, kalau hidup kita seperti taman yang indah, subur, ada airnya hijau, enggak perlu sibuk cari burung dan kupu-kupu, maka burung dan kupu-kupu akan datang dengan sendirinya. Tapi kalau hidup kita seperti padang gurun, jangankan burung dan kupu-kupu, adanya cuma ular dan kalajengking, Pak. Makanya kita perlu ciptakan hidup kita seperti taman yang indah. Are you agree with me? Hidup saudara akan jadi taman yang idah menyukakan hati Tuhan. Tenang, Pak. Kalau hidup menyukakan Tuhan, Tuhan tahu bagaimana menyukakan hidup kita. Tepuk tangan buat Tuhan. Saya undang saudara bangkit berdiri. Saya undang pemain musik untuk bisa maju ke depan.
Yang luar biasanya ketika Yusuf dia sudah jadi raja ini orang memang luar biasa. Tolong bukakan Kejadian pasal 50 ayat yang ke-20. Memang orang baik ini. Makanya orang itu kalau diurapi dia tetap baik sekalipun disakiti. Waktu itu Yusuf sudah jadi raja, sudah jadi orang kedua seperti raja di tanah Mesir. Tiba-tiba saudara-saudaranya datang. Saudara-saudaranya itu yang jual dia, yang lempar dia, yang telanjangi dia. Tiba-tiba Yusuf ngomong begini sama saudara-saudaranya. Kejadian 50 ayat 20. Kita baca sama-sama. 1 2 3. Memang kamu telah merek-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah merek-rekakannya untuk kebaikan dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar. Dia bilang begini, "Memang ini ini 11 saudaranya nih. Memang kamu mereka-rekakan yang jahat terhadap aku?" Waduh, kalau saya jadi Yusuf, saya sudah jadi raja, Pak. sudah pegang tongkat, bintang bersinar pakai mahkota. Saya lihat 11 orang yang menyakiti saya, saya akan begini, "Memang ya kamu sudah sakiti saya, sini kepalamu saya getok satu-satu, Pak. Kurang ajar kamu, ya." Tapi Yusuf enggak. Dia tidak mau membalas setiap orang yang jahat atas hidupnya dia, tapi dia tetap memberkati sekalipun dia dijahati. Akhirnya dari cerita itu, Yusuf diberkati Tuhan. Dia menyelamatkan saudara-saudaranya di dalam hidup saudara, dari 12 orang ini, Yusuf yang paling bersinar. Ketika dia bersinar, dia selamatkan saudara-saudaranya. Berdoalah dalam keluargaMu, saudara yang paling bersinar supaya menyelamatkan dan menerangi keluarga-keluarga yang lain.
Saya suka dengan satu lagu ini dan kita akan nyanyikan lagu ini. Tapi tolong tampilkan pesan saya terakhir tentang apapun yang terjadi dalam hidup ini. Tolong bisa ditampilkan. Ini pesan saya terjadi. Eh, pesan saya yang saya bagikan kepada saudara. Rema dari apa yang saya renungkan sepanjang tadi malam saya terbang pulang ke Indonesia. Mari kita baca bersama-sama. Semoga memberkati. Apapun yang terjadi, tetaplah berbuat baik. Karena anak yang baik pasti mendapatkan berkat yang terbaik. Beri tepuk tangan buat Tuhan. Ah.