Transcription
Di video kali ini, gua pengen bahas tujuh kebohongan uang yang bikin lu miskin. Karena uang itu adalah mindset. Jadi, apapun yang ada di pikiran lu, itu yang bikin uang lu berapa. Dan ini gua akan bahas virus-virus yang bisa disebarkan oleh orang-orang miskin.
Kebohongan pertama yang disebarkan oleh orang miskin adalah uang itu jahat dan orang kaya itu egois. Ini adalah ajaran sesat ya. Karena uang itu adalah netral. Ini banyak banget virus disebarkan oleh orang-orang miskin, keluarga orang miskin, orang tua orang miskin, dan teman-teman orang miskin. Mereka bilang bahwa uang itu jahat. Lihat, yang punya rumah bagus itu pasti adalah orang jahat. Dia pasti penjahat. Dia pasti melakukan sesuatu tidak kriminal untuk mendapatkan uangnya. Lihatlah artis itu. Dia bisa kaya ya, dia 30 tahun ngartis, dia pasti cuci uang. Uang itu netral. Uang adalah kaca pembesar. Apakah kalian enggak pernah melihat ketika truk jatuh ya, bawa makanan, bawa telur, bawa apapun itu, ujung-ujungnya apa? Dijarah oleh orang miskin. Apakah ada orang yang punya uang banyak lalu jadi jahat? Ada. Ada yang punya uang banyak lalu jadi berbagi seperti Warren Buffett dan membagikan 99,9% kekayaannya. Banyak juga orang yang bikin IKEA juga membagikan uangnya. Uang itu seperti api. Bisa dipakai untuk memasak makanan dan bisa dipakai juga untuk membakar rumah. Jadi, uang itu netral. Jangan berpikir bahwa uang itu jahat. Satu-satunya ya, ngasilin uang itu adalah hal jahat. Cuci uang, korupsi, dan lain-lain. Itu adalah virus yang disebarkan oleh orang miskin. Semua itu selalu tergantung ke siapa yang memegangnya. Karena gua percaya kalau kalian pengin uang datang ke hidup kalian, kalian harus paham ya, cara kerja uang dan kebenarannya tentang uang. Jadi, jangan punya mindset bahwa uang itu adalah jahat dan orang kaya itu semuanya egois. Jawabannya enggak. Orang miskin juga banyak yang egois, banyak yang suka jarah orang lain. Malah kebanyakan kriminalitas di dunia ini dilakukan oleh orang miskin, bukan orang kaya.
Yang kedua, kebohongan yang banyak gua dengar adalah kerja keras sama dengan kekayaan. Banyak sekali orang yang gua tahu kerja sangat keras tapi enggak pernah kaya-kaya. Kerja keras itu adalah sesuatu hal yang mulia dan itu adalah awal dari kekayaan. Ya, gua bilangnya awal dari kekayaan, tapi bukan sama dengan. Bukan lu kerja keras pasti lu menjadi kaya itu. Tidak. Dunia ini tidak bekerja dengan adil. Ada orang yang bekerja keras seumur hidup dia dari pagi sampai malam dan dia juga tidak kaya. Apalagi orang yang tidak bekerja keras sudah pasti tidak kaya. Yang bikin kaya itu bukan kerja keras, tapi kerja benar. Ya, kerja dengan hikmat di ladang yang tepat, di waktu yang tepat juga. Kadang dunia ini tuh bukan seberapa keras lu mendayung, tapi lu mendayung dengan kapal apa. Ada beberapa industri di dunia ini di bawah matahari ini yang bikin lebih banyak orang kaya dibanding industri yang lain. Itu adalah fakta yang terjadi. Kalian semua yang di sini itu harus belajar melihat peluang yang biasanya orang lain enggak bisa lihat. Apakah lu bisa jadi orang kaya dengan jualan nasi goreng bekerja keras dari pagi sampai malam? Jawabannya bisa. Mungkin lu nabung untuk bikin gerobak kedua, gerobak ke-10, gerobak ke-20, lalu bikin cabang rumah makan pertama, lalu rumah makan ke-20. Bisa enggak bikin ratusan juta per bulan? Bisa. Tapi apakah itu kaya raya? Tidak. Kerja keras bisa, ya, bawa lu sampai kaya. Tapi untuk kaya raya tidak bisa. Dibutuhkan industri dan pilihan industri yang tepat. Apakah bisa kaya dengan lu membuat suatu software yang membantu customer service semua perusahaan di dunia dengan artificial intelligence supaya mereka bisa pangkas nih 100 customer service-nya? Diganti AI yang buatan lu, AI agent yang buatan lu, lalu bisa balas, balas semua CS-nya. Contohnya perusahaan seperti Traveloka, CS-nya itu semua pakai perusahaan punya lu. Contohnya seperti perusahaan yang gua punya, semua CS-nya itu pakai software lu. Itu jauh akan lu lebih kaya dibanding lu jual nasi goreng sampai 20 cabang atau 30 cabang. Jadi jawabannya adalah pilihan industrinya. Ada industri seperti finance and investment yang bikin orang tuh banyak sekali yang kaya. Karena investasi itu adalah ujungnya. Banyak yang nanya, "Kenapa gua adalah seorang investor?" Awalnya memang gua pedagang dulu ya. Level 1 pedagang, level 2 itu pengusaha, level ketiga baru investor. Semua pengusaha paling kaya di dunia itu ujung-ujungnya jadi investor. Ya, semua orang seperti Bill Gates ujung-ujungnya bikin Cascade Investments. Orang-orang seperti Jeff Bezos ujung-ujungnya bikin Bezos Expeditions. Semua yang usahanya besar sekali, Amancio Ortega, Sergey Brin, semuanya punya yang namanya family office mereka sendiri, even Michael Dell. Jadi kalau orang ah jadi pengusaha level paling tinggi, mereka jadi seorang investor. Mereka bikin family office, mereka harus manage hartanya yang banyak sekali. Jadi jawabannya kerja keras itu tidak sama dengan kaya, tapi kerja tepat di waktu yang tepat, di industri yang tepat itu yang bisa bikin kaya.
Yang ketiga, yang penting bisa nabung nanti juga kaya. Menabung itu akan bikin lu jadi kehidupan yang stabil, bukan menjadi kaya. Gua kenal banyak teman yang quote on quote kita bilang cukup ya hidupnya, tapi hatinya justru penuh kecemasan. Yang dia lakukan hanya nabung, nabung, menabung, dan menabung. Tapi dia tidak pernah punya bantalan di hidupnya. Bantalan investasi. Cukup itu dibangun di atas ketakutan, bukan kebebasan. Jadi orang yang cuma nabung tuh akan dapatnya cuman ketakutan, bukan kebebasan. Orang yang berinvestasi itu akan mendapatkan kebebasan. Dia ya gua bilang di sini, siapa mereka yang bisa membuat uang di saat mereka tidur itu akan mendapatkan yang namanya kebebasan. Tapi menabung itu cuman akan sampai cukup. Lu mau pengusaha, lu punya restoran besar, lu cuma menabung, itu akan cuman ujungnya cukup. Karena restoran yang lu punya, lu enggak tahu dalam 5 sampai 10 tahun lagi akan bangkrut atau tidak. Sedangkan seorang investor yang bijak, dia akan pakai uangnya untuk digandakan di saat dia masih tidur. Kaya itu bukan sekedar hanya punya angka, tapi punya pilihan. Pilihan itu datang dari lu justru menggali dari cuman ibaratnya rasa aman lu cari resiko yang lebih karena berinvestasi di saat lu decide oke gua mau menginvestasikan 100 juta uang gua itu ada resiko yang lu ambil dengan lu berinvestasi let’s say di sebuah perusahaan di sebuah perusahaan yang terbuka itu ada resiko ya, resiko kerugian yang lu bisa ambil sedangkan orang cuma main aman aman dan aman dia cuma nabung di bank nabung deposito aman aman aman aman aman uangnya ini akan cuman dia seumur hidup akan jadi cemas uangnya cukup enggak uangnya cukup enggak sedangkan orang yang mengambil resiko lebih itu yang berinvestasi yang akan selamat. Karena jebakan dunia ini itu orang yang enggak berani mengambil resiko, orang yang selalu mainnya aman itu yang selalu berbahaya hidupnya. Justru
Keempat, mereka berpikir bahwa pendidikan formal adalah segalanya. Ketika mereka selesai kuliah, mereka selesai S1, mereka stop belajar tentang dunia. Banyak yang lu lihat S1 itu ujung-ujungnya tukang jualan gorengan. S1 ujung-ujungnya cuma jadi ojol. Kenapa? Karena mereka stop belajar ketika mereka sudah lulus. Mereka anggap dunia ini berhenti, pendidikan formal segalanya. Oke, gua udah lulus, gua berhenti belajar. Jalur itu dibuat sama orang tua kita. Ya, itu dunia lama yang sudah tidak ada lagi. Dengan perkembangan teknologi seperti ini, ya, gaji yang stagnan itu lu akan cepat untuk mati di hidup ini. Kalau lu cuman ikut arus, lu akan tenggelam. Lu harus upgrade skill lu. Lu harus up to date dengan semua teknologi terbaru yang terjadi di dunia ini. Belajarlah menanam skill baru sebelum lapar itu datang. Kebanyakan orang itu baru belajar ketika sudah harganya terlalu mahal untuk berubah. Jadi jangan jadi orang yang stagnan. Dan pendidikan formal bukan segalanya. Gua bukan orang yang punya pendidikan formal. Tapi sejak gua usia 15 tahun gua udah fokus untuk belajar apa itu investasi. Gua udah belajar terjun ke capital market. Gua melihat perusahaan itu secara detail. Arus kas itu gua lihat seperti darahnya. Neraca itu gua lihat sebagai detak jantung perusahaan. Gua udah habisin kurang lebih hampir 100 buku sebelum gua umur 18 tahun. Intelligent Investor, Security Analysis, buku yang tebal-tebal ribuan halamannya sudah gua habisin. Gua jadi terobsesi dengan pasar modal. Dan apakah akhirnya gua mengambil pendidikan formal? Jawabannya tidak. Gua bukan anak yang tidak kuliah, tapi gua punya pengetahuan extensive knowledge. Lu bisa sandingkan dengan orang-orang yang kuliah ekonomi, kuliah keuangan. Gua rasa ilmu gua enggak kalah jauh.
Kelima, ini yang bikin banyak anak muda jatuh. Kebohongan tentang uang yang parah di negara ini menurut gua adalah rumah adalah alat investasi. Ini keliru dan ini salah besar. Akhirnya ke ujung-ujungnya orang yang seperti ini mereka itu terjerat riba. Kenyataannya yang kita lihat rumah itu bukan perlombaan kok. Bukan berarti tetangga lu punya rumah lu cuman ngontrak dia lebih keren dari lu. Enggak. Neracanya dia mungkin minus. Kalau lu lihat manusia itu ada neracanya, ada aset, ada liabilitasnya. Aset cuma berapa? Liabilitasnya besar itu rumahnya bank. Lu ngontrak ke rumahnya orang, dia ngontrak ke rumahnya bank. Ketika dia enggak bisa bayar, rumahnya dia disita. Lu masih bisa pindah kontrakan ke tempat yang lain. Dia hilang. Semua income yang dia buang setiap bulan itu hilang ketika dia enggak bisa bayar. Ketika satu PHK dia gak punya dana darurat, dia selesai hidupnya lu enggak. Jadi jangan lihat karena dia itu nyicil dia punya rumah, rumahnya kira-kira punya dia, dia lebih keren. Enggak. Ingat, cicilan 25 tahun itu bukan kemajuan, tapi itu adalah rantai yang mengikat leher lu seumur hidup. Aset yang benar adalah aset yang menghasilkan. Bukan yang lu bayarin asetnya terus. Itu bukan aset, itu liabilitas. Orang bilang, "Tapi kan itu properti. Properti itu akan jadi aset ketika capital gainnya naik dan lu mendapatkan biaya sewa." Ini baru disebut lu digabungkan ini dua jadi IRR internal rate of return dari sebuah properti. Tapi kalau capital gainnya enggak pasti rumahnya biasa-biasa aja lu nyicil jadi liabilitas di neraca lu dan ya lu gimana cara sewain orang lu tinggal di sana. Ini bukanlah sebuah aset. Hutang adalah beban untuk satu orang dan aset untuk orang yang lain. Ya, ketika lu ambil KPR itu adalah aset ya. Itu adalah obligasi dari bank. Rumah itu hanyalah tempat pulang ya, bukan lambang untuk pamer.
Keenam, main aman adalah pilihan paling benar. Ini ada hubungannya dengan tadi gua bilang menabung. Dunia ini lucu. Makin lu main aman, makin lu miskin. Makin lu main aman, makin sulit hidup lu. Hoki itu datang ke mereka yang berani. Selalu. Saking takutnya kamu sama investasi, lu simpan semua uangnya ya di bawah bantal. Lu enggak berani berinvestasi di kripto, lu enggak berani berinvestasi di saham, lu enggak berani berinvestasi di bonds. Lu takut ya. Lu takut belajar hal baru, lu takut belajar teknologi baru. Lu cuman simpan semua uangnya di celengan ayam lu. Main aman itu bikin lu tua tanpa hasil. Gak ada orang besar yang hidup di dunia ini itu main aman. Alexander the Great itu gak pernah main aman. Warren Buffett itu gak pernah main aman. Julius Caesar tuh gak pernah main aman. Napoleon Bonaparte pun enggak pernah main aman. Tidak ada yang main aman dan di dunia ini jadi manusia yang diingat. Lu harus ingat ya di semua di dunia ini pertumbuhan itu selalu butuh resiko. Lu mau bisa naik skateboard lu harus berani untuk jatuh. Kalau lu enggak berani untuk jatuh, enggak berani untuk patah tulang, ya lu enggak akan jadi pemain skateboard yang handal. Lu enggak berani tabrak-tabrak orang pas main basket, lu enggak akan menjadi pemain basket yang handal. Di hidup ini mereka gak pernah nge-reward siapa yang main paling aman tuh. Enggak. Ketika lu punya ide untuk membikin sesuatu, lu deset oke good. Lu cuman akan terus jadi karyawan. Dunia ini enggak akan baik untuk orang yang selalu cuman mikir jalan yang paling aman. Dunia ini akan reward siapa yang berani, siapa yang berani masuk hutannya untuk mencari gitu. Oke, gua itu paling jago di dunia di mana? Dan eksplorasi hal itu seperti gua. Gua eksplorasi, oke, gua pengin jadi investor nomor satu di dunia ini. Apa yang harus gua lakukan? Gua telan semuanya. Gua lihat industrinya siapa aja. Gua pelajari dari orang-orang terbaik di industrinya. Semua ya yang Warren Buffett pernah tulis tentang perusahaannya bar 1977 gua masih ingat itu semuanya gua baca sampai habis. Gua ingat kesulitan apa yang dia lakukan di 2008. Apa yang harus dia korbankan untuk selamatin yang dia punya. Ketika COVID apa aja yang dia gagal? Oke, dia beli perusahaan-perusahaan airline yang akhirnya gagal. Kesalahan-kesalahan investasi yang dilakukan gua pelajari satu demi satu karena gua pengen jadi the next Warren Buffett. Gua pelajari semua seluk-beluk investasi yang ada di dunia ini. Distress bond investing. Gua pelajari gimana caranya perusahaan-perusahaan seperti Elliot Management itu ngambil bondnya perusahaan seperti Argentina. Bahkan ditukar sama kapalnya karena mereka default dan enggak bisa bayar. Semua aset kelas yang ada di dunia ini gua pelajari. Mau itu dari macro investing ngelihat oke apa yang terjadi di dunia dan apa yang kita bisa bet di dunia ini. Oh kenaikan emas ini korelasinya apa? Oh kalau suku bunga naik suku bunga turun nih korelasinya apa? Oh gimana caranya ngelihat perusahaan? Long short equity itu seperti apa? Kalau gua lihat misalnya Nvidia ini bagus dan next-nya ada perusahaan yang kira-kira menurut gua kurang bagus, gimana cara hedging-nya seperti apa? Ini semua gua pelajari dan ini semua ini butuh resiko. Ketika lu mau taruh uang, ya gua udah private equity play. Oke, ini perusahaan bikin segini uangnya. Kira-kira cash flow-nya sampai 15 tahun bisa segini. Gua diskon harus kas masa depannya ke discount rate-nya. Itu semua gua pelajari dari gua masih sangat kecil. Gua enggak tiba-tiba bisa jadi seperti sekarang. Semua itu butuh-butuh proses. Dan ini bukan dengan gua main aman. Enggak. Gua resiko-kan uang gua dan banyak sekali gua gagal dalam investasi. Investasi itu bukan game yang lu harus menang 100%. Lu menang 65% dari investasi lu udah sangat jago dan uang lu akan berganda sangat banyak. Ini banyak orang-orang miskin yang keliru. Mereka pikir, "Oke, dia salah di investasi nih." Oh, gua bangga kalau gua salah di investasi. Karena dengan kesalahan itu gua bisa belajar dan hanya butuh 65% kok, bahkan 55%. Karena lu harus selalu ambil bet yang asimetris, resiko sekecil mungkin untuk mendapatkan sebesar mungkin. Dan kalau gagal pun ya udah enggak masalah dicoba lagi. Banyak yang gua lakukan yang gua gagal. Baik, saham, kripto, banyak sekali yang gua gagal. Tapi gua sangat bangga dan gua pengen kalian juga lihat prosesnya semuanya.
Ketujuh, dan ini menurut gua yang paling bahaya, berhutanglah untuk mulai suatu bisnis. Ini jelek sekali, minta ampun, jelek sekali. Banyak orang-orang daerah mungkin menggadai mereka punya aset macam-macam untuk berbisnis yang tidak pasti. Bunga hutang itu adalah sebuah kepastian dan bisnis itu adalah ketidakpastian. Tidak ada yang pasti lu bisa lakukan untuk berhutang untuk bisnis. Kalian mungkin akan counter gua, tapi perusahaan Tbk banyak yang punya hutang. Itu yang mereka aja. Ada juga perusahaan Tbk yang enggak punya hutang. Perusahaan private besar yang kayak Tbk enggak punya hutang aja ada. Kalau hutang untuk jangka pendek, hutang vendor segala macam mah enggak masalah. Gua ngomong hutang jangka panjang, liabilitas jangka panjang. Ini ya perusahaan yang melakukan ini Tbk ketika krisis 98 terjadi. Gua tahu persis karena gua tahu orang-orangnya. Gua kenal dengan Bang Sandi, gua kenal dengan orang-orang pelaku industrinya. Ketika mereka berhutang banyak dan hutang dalam valuta asing ketika itu naik, mereka bukan orang bodoh. Mereka orang pintar. Tapi karena mereka berhutang dan hutangnya dalam USD. Apa yang terjadi ketika USD-nya naik dan krisis terjadi di dunia? Kebakaran. Ketika ombaknya kena tarik lagi, lu lumayan di pantai nih. Ketika ombaknya kena tarik, lu akan lihat siapa yang berenang telanjang. Lu investasi nih ya pakai hutang itu ujungnya pasti bencana. Long Term Capital Management, hedge management terbesar di dunia. 100 PhD yang kerja. Pakai hutang, pakai leverage. Lu bangkrut. Orangnya main-main spek segala macam pakai hutang bangkrut ujung-ujungnya. Jangan pernah berhutang untuk investasi, jangan pernah berhutang untuk berbisnis. Itu ajaran sesat. Buat investasi dan berbisnis saja ajaran sesat apalagi untuk gaya hidup untuk beli mobil, beli rumah, beli segala macam, udah stop gitu. Karena orang yang gak pernah berhutang kayak gua, gua lebih sulit untuk bangkrut. Gua bukan bilang enggak bisa untuk bangkrut, tapi gua lebih sulit untuk bangkrut karena gua tidak punya hutang. Hidup gua tuh tanpa hutang. Investasi gua semua ke nol, gua masih punya aset, gua enggak punya hutang. Jadi hindari tujuh kebohongan itu.