Transcription
Hai hai hai, assalamualaikum. [Musik] Hai, warahmatullahi wabarakatuh. Hai, innalhamdalillah, nahmaduhu. Hai, nahmaduhu wanasta'inuhu wanastaghfiruh. Wa na'udzubillahi min syururi anfusina wa syaiah. Hai, man yahdillah… Hai, vada mobil lah, woman yilufa lah hadiah-hadiah. Yo, what's H2? Lailahaillallah wahdahula syarikalah, lahul mulku walahul hamdu, wahuwa ‘ala kulli syai-in qodiir. Wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluhu. Wahabi Buchori, sholawatunnabi wassalamu ‘alaihi wabarakatuh, ajaib! Wah, ada nih Iwa ashabihi wa man tabi’ahum bi ihsanin ilaa yaumiddin. Ama bridge file-file ibadah loh. Hai, usikum wanafsi. Abis aku Allah Khoirun wahai…
Hai manusia, manusia yang beriman! Hai, segerakanlah persiapan kepada diri saya dan hai, dan kepada semua yang hadir di tempat ini, agar senantiasa bertakwa kepada Allah Azza wa Jalla. Hanya mereka yang diterima amalannya, hanya mereka yang akan hidup berbahagia, hanya mereka orang-orang yang sukses di dunia dan di akhirat. Ya Allah, Jalla jalaluh, mengulangi perintah-Nya dan para rasul menyampaikan berulang kali, dan para pewaris Nabi terus meneruskan perintah itu untuk mereka, gitu. Oh ya, ayyuhalladzina amanu taqullah. Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah. Kalimat yang sering kita dengar, hai, yang terus diulang-ulang karena kita memang sering lupa. Hai, hakikat ketaqwaan yang sebenarnya bukan sekedar tulisan yang dipampang, bukan sekedar ucapan yang diungkapkan, hai, tapi sesuatu yang diyakini oleh jiwa kita, hai, kemudian diucapkan dengan lisan kita dan dipraktekkan dengan raga kita. Dan Allah mengatakan, wala tamutunna illa wa antum muslimun: Kalian jangan mati kecuali dalam kondisi Islam. Yang menjadi standar orang baik bukan sekarang, hai, tapi tatkala ajal menjemput. Kijang… jamaah mau ke muah…
Hai, setiap hari kita keluar rumah, kita… orang-orang juga keluar dari rumahnya. Anak-anak juga berangkat ke sekolah, besok mereka akan melakukan itu lagi. Terus, rutinitas yang dikerjakan oleh manusia: ada yang ke pasar, ada yang ke kantor, ada yang ke pabrik, ada yang di jalanan. Hai, semuanya mencari apa? Cara mencari uang. Mencari harta, ya Allah. Hai, telah menanamkan di dalam jiwa kita kecintaan kepada harta. Kyle Nose… hoppus syahwat minannisaa walbanin wal-khawari ilmu komparatif minadzahabi. Bergek boh walhi ilmu salwa masih wal anbiya wal harus zalik amazon hayatiddunya wallahu… Ya Allah menjelaskan kepada kita perumpamaan, hai, bahwa telah ditanamkan kecintaan, syahwat kepada wanita, kepada anak-anak, kepada harta yang berlimpah, rumah yang bertumpuk-tumpuk. Dulu kuda-kuda yang mewah, sekarang mobil-mobil yang mewah. Pertanian, peternakan… itu sesuatu yang sudah diciptakan kepada kita, itu kesenangan kehidupan dunia. Tapi di sisi Allah ada tempat kembali yang baik. Lihatlah orang terkaya di dunia ini, ke mana dia bawa hartanya? Dia tinggal… dia tinggal selama-lamanya di muka bumi ini, di negeri ini. Kita sering membaca, 10 orang terkaya, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10… semua hartanya ditinggal. Hai, hati-hati dengan dunia nih! Hai, jangan sampai kita tertipu lagi. Hai, silahkan bekerja, silahkan cari harta, tapi ambisi kita bukan dunia, karena kita gak lama tinggal di dunia ini. Sungguh sangat bodoh manusia yang menimbun hartanya di sebuah tempat, dia tahu di brankas, tiap hari dia kumpulkan di sana, kemudian setelah itu dia tinggal selama-lamanya. Ke mana akalmu? Bukan kau capek menumpuk harta itu? Hai, bukan kangko sekolah tahunan, hai, untuk mendapatkan harta itu, betapa sudah dapat! Kenapa nggak bawa? Kenapa kau tinggalkan selama-lamanya? Kutinggalkan di muka bumi. Dan kebanyakan kita seperti itu. Tak hanya bekerja dan terus bekerja, kemudian pergi meninggalkan dunia. Hebat inilah…
Hai, sebagian kita sudah hidup menderita, tidak… jiwanya… maka disebutkan oleh WHO sudah ada satu miliar manusia sakit jiwa, sakit mental. Kata-kata Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam setelah terserang penyakit, ia mengingatkan para sahabatnya: Kaifa antum? Tidak mutiara alaikum faris forum. Hai, Ayu home agro… kira-kira bagaimana kondisi kalian? Nabi menyampaikan ini dalam kondisi sahabat susah, tidak tahu apa yang besok mereka makan, di dalam kondisi sebagian sahabat ketika berangkat perang sehari hanya makan satu butir kurma, sehari hanya satu putri. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyampaikan ini dan kondisi sahabat berangkat perang dalam kondisi tidak ada alas kaki buat mereka, sampai kuku mereka ngelupas. Lebih menanyakan kepada mereka yang hidup menderita secara harta pada waktu itu, kira-kira bagaimana kondisi kalian apabila Persia dan Romawi ditaklukkan, kemudian harta mereka dibagikan kepada kalian? Ayu kol mengandung… kira-kira kalian jadi orang yang seperti apa? Gas… Abdulrahman bin Auf… dakun karmafal loh… agama yang lupa, kita akan menjadi manusia seperti yang Allah inginkan, yang Allah perintah. Katanya bisa Sokawera balik, mungkin enggak seperti itu, katanya bisa Sharp, Yamaha. Kita pernah susah secara ekonomi. Ingat dulu, mungkin ketika motor kita motor bekas, ingat dulu ketika kita sebagian belum menikah, nggak punya apa-apa, kemudian terus bertingkat kondisi ekonomi kita semakin membaik, semakin membaik, dan terus solo kasih lagi kepada kita. Sekarang bagaimana kondisi kisah Abdurrahman bin Auf? Mengatakan kita akan menjadi orang seperti yang diinginkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Tapi kata Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, mungkin seperti itu kalian? Apa yang akan terjadi? Hai, tanafasu… yang pertama, kalian akan bersaing. Udah punya harta banyak, yang seharusnya hidup tenang, kecuali… terus dia bercerai, motornya kepingin lebih baik dari motor orang lain, handphonenya kepingin lebih baik dari orang lain, hartanya kepingin lebih banyak dari orang lain, rumahnya kepingin lebih bagus dari yang lainnya. Terus didorong oleh penyakit tanafasu, yang akan terjadi… oke. Bersaing boleh, selama kita tidak memperoleh milik orang lain. Tapi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan itu hanya awal. Yang akan terjadi kedua, lomba tatah asadun: kalian akan saling hasut setelah itu, karena dunia ini sempit, zaman kursi-kursi itu terbatas. Kalau sudah ada yang duduk di sana, yang lainnya mau duduk di situ, ia harus turun, penting yang harus menggantikan posisi. Kalian akan saling hasut, ketemu orang-orang yang dipasang… bagaimana kondisi jiwa mereka yang mungkin tampak sehat-sehat menurut kita, tapi sakit jiwanya? Nabi menyampaikan, kalian akan saling iri, kalian akan saling hasut, nggak suka orang lain lebih baik dari dia, daripada sisi nggak suka dia, padahal saudaranya muslim, yang seharusnya dia bergembira dengan kegembiraan saudaranya, yang seharusnya dia cinta kepada saudaranya seperti dia mencintai dirinya sendiri, tapi itu tidak terjadi. Kalian akan asu… akan kiri… selesai. Ketiga, tomat caca telur: kalian gak saling bertegur sapa, kepingin ketemu, kalau ketemu soalnya sakit tadi… selesai belum? Yang keempat, yang akan dibawa pulang, yang akan dibawa tidur, yang akan dibawa makan rumah teteh bahwa pun… kemudian kalian akan saling membenci, kalian akan bermusuhan dengan saudara kalian sendiri. Ah ah, beginilah… itu penyakit yang sudah menimpa kita. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam… 100 melati kencang bayi daging tahun Umam… Surya menyerang kalian penyakit-penyakit umat yang sebelumnya: iri dan dengki… mp3 lagu…
Tidak dilarang kita mengumpulkan harta, tapi tolong… niatnya yang diperbaiki. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika melihat ada seorang sahabat yang bekerja keras mengumpulkan harta, kata orang-orang di kalangan sahabat yang lainnya mengatakan: Leite wah ada fisabilillah. Aduhai, kalau kekuatan dia, energi dia itu disalurkan di jalan Allah, di jihad fisabilillah. Iya, Nabi mengatakan kepada para sahabatnya: Lokanah yes… kalian tahu kalau orang ini keluar bekerja dalam rangka memberikan nafkah kepada kedua orangtuanya yang sudah sepuh, fahuwa fisabilillah, dia di jalan Allah. Yang kedua, kau cannavaro jesa allahulladzi khusnul khotimah: bekerja dalam rangka niatnya memberikan nafkah kepada anak-anak yang masih kecil, fahuwa fisabilillah, iya, di jalan Allah. Jangan diremehkan dia bekerja. Yang ketiga, in cannavaro hyfa nafza: kalau dia keluar bekerja dalam rangka menjaga kehormatan dirinya, agar dia tidak menjadi benalu di masyarakat, ia tidak menyusahkan orang lain, sedang ini menjaga kehormatan dirinya, ingin minta-minta sama orang. Bahwa bisa bila, maka dia pun… bicara. Tapi yang keempat, NK nah Rajasa Riau Anwar mufakhom, tapi kau dia… kerja dalam rangka ria, pamer, dalam rangka berbangga-bangga dengan hartanya. Bahwa bisa Billy setan makan setia di jalan setan. Hai, jangan sampai tiap hari kita keluar rumah, kita… kita sedang berada di jalannya setan, bekerja hanya untuk berbangga-bangga dan hanya untuk pamer kepada orang lain. Bodoh kau deh… ada wastaghfirullah ilmu meninju albumin. Astagfirullah… ingat much of a… [Musik] Hai hai hai… Alhamdulillahi wakafaa. Was shalatu wassalamu ‘ala nabiyyina sayyidina wa maulana Muhammadin wa ‘ala alihi wa ashabihi wa man tabi’ahum bi ihsanin ilaa yaumiddin. Hebat TV live…
Berapa banyak dari orang-orang yang kita kenal yang telah pergi meninggalkan dunia ini, dan kita tahu hasil usaha dia: rumah yang dibangun, motor yang dimiliki, dan harta yang lainnya. Melalui bau… Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan: Yit salad… yang ikut jenazah kita kalau kita mati. Hai, maluhu… tua ahluhu wahana dhuhur… abang ikut mengantarkan ke kuburan, diantar pakai mobil-mobil, semua pada ikut ke sana, hartanya ikut berangkat. Kau dia orang kaya, punya banyak anak buah, anak buahnya ikut mengantarkan ke kuburan. Kau dia orang terkenal, yang banyak fansnya, akan banyak yang ikut mengantarkan ke kuburan. Oh ya, keluarga, harta ikut. Yang ketiga, amal. Itu yang 20 tuh kita lihat ribuan orang yang mungkin mengantarkan jenazah, ada satu yang mau tinggal di dalam… anaknya mungkin, orang tuanya mungkin, kawan dekatnya. Nggak ngajak anak buahnya yang dia banget sih, bayaran yang terus dibayar mau menemani majikannya di dalam gua bulat. Enggak ada siapa yang menemani, amadou base amalnya. Iya, segera beramal, bagi Robby Rahman ke tanah bisa Storm, segera kalian bernama, segera fitanan kaki Tail muslim sebelum datang fitnah-fitnah, ujian-ujian, kekacauan-kekacauan yang seperti potongan malam yang gelap gulita. Apa yang terjadi ketika datang fitnah itu? Cuma kalau kita menunda-nunda beramal, menunda-nunda hijrah, kita menunda-nunda untuk berubah jadi orang baik. Yusbi rojul mukmin dan muslim sikafir on paginya masih beriman, paginya masih beriman, sorenya sudah kafir. Kyuhyun si mukmin dan wahyu kafiron, sorenya masih beriman, datang kajian mungkin dia masih sholat ashar, subuhnya sudah kasih. Kenapa itu terjadi? Ia biru dinahu biar rajin minat dunia, dia cual agamanya dijual, lihat barter dengan sedikit kenikmatan bunyinya. Lagi mikir halal-haram yang ada dalam benaknya: harta, jabatan, kedudukan. Padahal semua itu akan ditinggalkan. Maka itu tephillah hari ini, hari Jumat, harinya bersalawat buat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, harinya dianjurkan kita membaca surat Al-Kahfi. Nah, jatuh surat Kahfi bahjah dengan artinya, baca pesan-pesan Allah kepada kita agar kita tidak diperbudak dengan harta. Biasanya Imam kalau salat Jumat itu membaca dua surat: Sabbihisma robbikal A’la dan hal attack hajiroboshi. Tolong pun Tri sini baca tafsir sehingga kita tahu pesan-pesan yang Allah sampaikan agar kita tidak lebih mementingkan kehidupan dunia. Gaga Allah… usir udahlah ayah tentunnya, tapi kalian udah dikasih nasehat tetap kalian lebih mementingkan kehidupan dunia. What? Akhirotu khoirul akhirat: akhirat itu lebih baik dan lebih kekal. Hebat hilang… Innallaha wa malaikatahu yusholluna ‘alannabi. Ya ayyuhalladzina amanu shollu ‘alaihi wasallimu taslima. Allahumma sholli wasallim wabarik ‘ala abdika warosulik habibina wa sayyidina Muhammad. Allahumma fir lil mukminina wal mukminat wal muslimiina wal muslimatil ahhya’ minhum wal amwat. Innaka sami’un qaribun mujibu da’awat. Allahumma munzilal kitab mujirah sahabat… gimana? Ahzab SMA aja keadaan Jin ya robbal alamin. Allahumma zip ada aqad jin ya robbal alamin. Rabbana wala tu’akhidzna anfusanaa wa illam taghfirlana watarhamna lanakunanna minal khosirin. Rabbana la tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaitana wa hablana milladunka rahmah innaka antal wahhab. Rabbana atina fiddunya hasanah wafil akhiroti hasanah waqina ‘adzabannar. Subhana robbika robbil ‘izzati ‘amma yasifun. Wassalamu ‘alal mursalin. Walhamdulillahi rabbil ‘alamin.