Transcription
Rezeki sama pagi. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera buat kita semua.
Jadi, mulai pertemuan minggu kedua nanti sampai sebelum UTS, materi sampai proses itu akan saya sampaikan, kecuali kalau pas saya berhalangan tidak bisa mengisi, akan disampaikan oleh Bu. Mohon maaf ya, mungkin saya tidak terlalu menyimak yang disampaikan Bu karena nyambi dengan rapat lain. Tapi ini akan mengganggu kalian. Sudah diperkenalkan kuliah ini nanti akan diisi dengan materi apa saja dan mungkin sudah juga diperkenalkan sebetulnya contoh-contoh bahan terfermentasi itu apa saja.
Nah, dari penjelasan yang sudah kalian dapatkan minggu lalu, ketuk, ah, mungkin Anda sudah bisa menangkap ya. Jadi, kenapa proses fermentasi itu bisa terjadi pada suatu bahan? Kira-kira kenapa? Apa yang harus Anda, atau apa yang menyebabkan fermentasi itu terjadi pada suatu bahan?
Mikroba bekerja. Dicoba, betul. Jadi, sesuai judul hari ini ya. Jadi, kenapa fermentasi itu bisa terjadi pada suatu bahan? Karena adanya mikroba yang nantinya akan tumbuh, kemudian dia akan bermetabolisme, ya, dengan memanfaatkan bahan-bahan di. Kemudian nanti dia akan menghasilkan sesuatu produk atau hasil metabolisme dari si mikroba tadi ketika dia tumbuh, ya. Jadi, tidak hanya tumbuh kalau tumbuh kan jumlahnya tambah banyak atau tambah besar, tapi kalau mikroba secara umum dia tambah banyak. Nah, tambah banyak ia juga melakukan suatu perubahan di dalam bahan tadi. Antara bahannya dikonversi menjadi bahan lain atau sifat dari bahan tadi menjadi berubah. Teksturnya mungkin awalnya padat menjadi kadar airnya nambah atau menjadi setengah padat atau bahkan menjadi ah cair. Pada awalnya mungkin rasanya manis, kemudian karena selama si mikrobanya ini tumbuh dia menghasilkan asam, maka rasanya menjadi asam sih bahan-bahan di dan lain sebagainya.
Karena salah satu syarat agar proses fermentasi itu terjadi adalah adanya mikroba, maka kita perlu mempelajari atau kalian perlu mendapatkan informasi dasar, ya, terkait bagaimana mikroba itu tumbuh. Jadi, perkuliahan bagian dua ini kita akan bahas terkait pertumbuhan mikroba.
Nah, Anda juga tidak bisa sembarangan yang memfermentasi suatu bahan dengan mikroba asal-asalan. Jadi, kan harus ada atur kondisinya agar ia mikroba yang tumbuh atau bagaimana metabolisme dari segi mikroba itu perjalanan itu harus sesuai dengan yang Anda harapkan. Makanya Anda perlu mengendalikan pertumbuhan mikroba nya.
Sudah itu sebagai pengantar fermentasi sebetulnya. Jadi, kenapa istilahnya adalah fermentasi? Jadi, sebetulnya itu adalah muncul di istilah bahasa Latin yang artinya mendidih. Kenapa disebut mendidih? Karena ketika bahan itu tersenyum, pasti secara umum yang nampak, walaupun ini enggak semuanya jadi sekalian nampak secara umum, itu ada week, ada yang muncul ke permukaan bahan berbentuk seperti buih. Yang sebetulnya itu adalah gas yang terbentuk. Gas siapanya umumnya itu adalah gas CO2 atau karbon dioksida. Karbon dioksida ini biasanya terbentuk pada fermentasi yang sifatnya anaerobik. Dia berasal dari proses katabolisme gula. Katabolisme, ada yang tau maksudnya apa arti dari katabolisme?
Soal pemecahan. Betul, Pak. Agak keras suaranya. Pemecahan, ya, Pak. Dari yang besar menjadi kecil. Jadi, kalau Anda ingat, ya, metabolisme pada kebaya yang namanya katabolisme, kita tak boleh itu adalah pemecahan senyawa-senyawa menjadi senyawa yang lebih kecil. Tujuannya apa? Untuk mendapatkan energi. Tetapi semua itu melepas energi. Selanjutnya akan dilanjutkan dengan anabolisme. Anabolisme penyusunan senyawa-senyawa baru dari senyawa-senyawa yang kecil tadi dengan memanfaatkan ada pertukaran energi.
Di kalimat ini juga ada istilahnya adalah anaerobik. Anaerobik lawannya apa? Kinanti proses, proses fermentasi atau proses pertumbuhan mikroba itu ada yang sifatnya aerobik atau yang sifatnya anaerobik. Apa bedanya? Membutuhkan oksigen dengan tidak. Bisa. Bedanya adalah di kebutuhan oksigen. Ada yang pernah belajar atau mungkin di kuliah lain pernah disebutkan apa bedanya fermentasi anaerobik dan fermentasi aerobik? Apa bedanya kalau dalam fermentasi itu ada oksigen atau tidak ada oksigen atau fungsi oksigen? Ada yang coba bantu jawab? Apa fungsi oksigen?
Tolong hari ini minum dan nama itu bisa kelihatan huruf ini. Saya tanya ke kamu. Rivanno, ada Um 27. Apakah Anda ingat atau apakah Anda pernah? Apa fungsi oksigen? Mungkin ini, Pak, yang digunakan untuk mengubah glukosa menjadi ragi. Oh, iya, betul. Maksudnya, tapi di sini sebetulnya dalam proses metabolisme mikroba tadi untuk respirasi. Untuk hanya untuk respirasi. Respirasi planet Yupiter yang cuma ganti Jawa faktor elektronika gitu. Jadi, oksigen itu dipakai sebagai aseptor elektron. Reseptor elektron artinya dia penerima elektron terakhir. Terminal aseptor elektron. Elektron terakhir.
Nah, sebetulnya kenapa butuh penerima elektron? Karena sebetulnya reaksi metabolisme itu adalah reaksi oksidasi dan reduksi. Reaksi oksidasi itu akan melepaskan, reaksi reduksi itu akan menerima. Dengan jadi rangkaian metabolisme pendapat pernah atau sudah mendapatkan kuliah terkait metabolisme. Bisnis tempatnya sudah ada. Ada kuliah yang terkait dengan metabolisme. Ada. Udah tekan manfaat dia microbiology diambil kan ada kan kan sebetulnya Anda pahami bahwa rangkaian itu adalah reaksi oksidasi dan reduksi. Berarti ada elektron yang dihasilkan, ada elektron yang ditangkap bersamaan dengan proses oksidasi dan reduksi akan dihasilkan energi, ya. Jadi, butuh energi atau melepas energi. Di akhir yang menerima elektron terakhir itu nanti adalah oksigen. Kalau dia sinyal nanti karena dia menerima oksigen, maka dia akan tereduksi, ya. Karena dia tereduksi, nanti akan tereduksi bentuknya menjadi air.
Nah, kalau anaerobik, ada nggak aseptor elektron menurut terminal aseptor elektron?
Menyusui Minggu tanda. Ada atau tidak ada? My, satu Vanessa. Vanessa Heriyanto. Pada mulut Anda. Kalau fermentasinya anaerobik, apakah ada aseptor elektron terakhirnya?
Kernel ada. Lebih sedikit. Kali apa ada tapi sedikit. Maksudnya sedikit itu jumlahnya. Iya, nggak butuh. Lebih jumlahnya sedikit. Eh, kalau anaerobik itu kan nggak ada oksigennya. Nah, siapa yang bertugas menjadi aseptor elektron terakhir? NAD H. Bukan NAD H. Kan termasuk komponen yang dipertukarkan bersama dengan elektronnya. Dan dia menjadi sumber energi.
Ndak cerita hasil dari pelepasan energi apa kira-kira senyawa apa yang menjadi aseptor elektron untuk fermentasi anaerobik? Asam laktat, alkohol. Ya, sebetulnya a. Smk-t atau alkohol itu adalah bentuk tereduksi dari si aseptor elektron pada fermentasi anaerobik. Jadi, kalau aerobik aseptornya adalah aseptor terakhir, aseptor terakhirnya adalah oksigen, dia akan tereduksi menjadi H2O. Kalau anaerobik, sebetulnya mungkin Anda akan atau Anda bisa melihat ya, apa bedanya kalau aerobik dan anaerobik. Kalau anaerobik itu bisa terbentuk banyak komponen, ada asam laktat, bisa alkohol, bisa gas metan, gitu ya. Nah, ini sebetulnya adalah bentuk tereduksinya untuk ini apa? Bentuk-bentuk dari seri aseptor elektron terakhir dari fermentasi anaerobik. Ini bisa berbentuk asam karbonat, a, atau CO2. Atau sebetulnya nanti kalau udah mungkin pernah dengan proses nitrifikasi, nitrifikasi atau denitrifikasi itu aseptor elektron ia pakai NH3. Banyak kalau kalau proses anaerobik yang berfungsi sebagai aseptor elektron terakhir itu macam-macam tergantung mikrobanya. Makanya ada mikroba yang bisa FW atau ada mikroba yang membutuhkan ion logam, ia logam dalam bisa air, ada mikroba yang bisa mereduksi besi, gitu ya, atau mereduksi sulfur. Maka senyawa-senyawa besi dan support tadi itu yang digunakan sebagai aseptor elektron.
Ciri lain yang membedakan dari anaerobik dan aerobik tadi sudah disebutkan ya, karena yang satu tidak pakai oksigen atau kondisinya tanpa oksigen, banyak opsi aseptor elektron terakhirnya, maka banyak membentuk produk samping. HP Anda lihat beserta proses fermentasi khususnya untuk bahan pangannya itu dilakukan banyaknya secara anaerobik. Bikin yoghurt itu anaerobik. Bikin keju itu juga anaerobik. Kenapa? Karena perlu untuk menghasilkan produk samping. Kalau fermentasinya itu dijalankan secara aerobik, pakai oksigen, secara umum yang akan terbentuk banyak itu adalah selnya, ya, karena ia di dalam fermentasi aerobik aseptor elektronnya itu oksigen, dia akan berubah menjadi H2O. Jadi, relatif kalau aerobik itu tidak membentuk produk samping, walaupun ada, tergantung kembali lagi ke mikrofonnya. Tapi secara umum anaerobik itu membentuk produk samping yang jumlahnya lebih banyak. Jadi, selnya itu pertumbuhannya tidak secepat kalau aerobik, tapi dia untuk produk samping. Kecuali kalau memang selnya adalah sel yang benar-benar anaerobik, ya, yang anaerobik obligat istilahnya. Ini Anda tidak bisa tumbuhan dpake oksigen. Tapi kalau seperti Saccharomyces, ia akan fakultatif anaerobik. Kalau fakultatif anaerobik, tuh Anda kasih oksigen, mau Anda tidak kasih oksigen pun hidup. Itu ya bedanya. Kalau dikasih oksigen, dia akan tumbuh lebih banyak selnya, yang lebih banyak produk sampingnya konsentrasinya kecil sekali. Tapi kalau Anda kasih ragi itu dengan minim oksigen, selnya tidak tumbuh banyak, tapi akan terbentuk alkohol, kemudian akan terbentuk gas CO2.
Nah, balik lagi ya kesini. Kenapa kalau anaerobik itu lebih banyak terbentuk gas CO2? Karena secara umum proses anaerobik itu produk sampingnya akan bersifat asam. Banyak produk asam yang dihasilkan yang memang dari sistem metabolismenya, ya, yang aseptor elektron tadi dikonversi menjadi produk-produk lah. Produk ini banyak yang bentuknya asam. Kalau bentuknya asam, pH akan turun. Kalau pH turun, maka asam karbonat itu akan lebih banyak berbentuk gas CO2. Sehingga kenapa proses fermentasi anaerobik, ya, khususnya itu menghasilkan gas. Disebut mendidih zaman dulu, ya.
Nah, sekarang fermentasi ini tidak hanya yang energik saja, tapi intinya adalah kalau terjadi proses metabolisme mikroba, ya, proses di mana terjadi konversi katabolisme suatu senyawa organik menjadi sel atau menjadi produk tertentu dengan cara sisal tadi melakukan katabolisme terus menghasilkan energi. Kira-kira itu terkait fermentasi. Atau dengan perlu di tanyakan dulu? Bisa lanjutkan, ya.
Nah, fermentasi khususnya yang skala industrial, contohnya banyak, ya. Jadi, industri yang memanfaatkan proses fermentasi ini, contoh produknya banyak. Yang paling ngomongnya tadi menghasilkan biomassa. Jadi, memang produk dari fermentasinya itu adalah contoh-contoh produk pangan yang isinya sel. Apa? Yoghurt. Yoghurt, yoghurt, yoghurt itu sebetulnya lebih masuk ke sini. Jadi, yoghurt kita adalah bahan yang nantinya termodifikasi, eh, dia berubah strukturnya, berubah komposisinya. Produknya adalah sei susu yang berubah sifat bahannya. Tapi kalau produknya adalah sel-sel itu yang nantinya akan dipakai, bisa dipakai oleh manusia, bisa dipakai oleh industri lain, gitu ya. Anda pernah tahu tempe? Bahkan sekat-sekatnya itu jamur, Pak, ya? Oke. Kurang tepat. Cincalo tempe mungkin masuknya lebih ke bawah juga.
Pernah dengar tim? Kenapa isinya jadi? Ini adalah Haji roti. Ini merek sih Fermipan itu adalah ragi roti. Namanya ragi roti. Isinya apa? Lagi. Jadi, eh industri terakhir roti, ya, dia menumbuhkan ragi. Ragi nya diperbanyak sampai jumlah yang cukup, kemudian dilakukan proses pemisahan dan pemurnian, terus jadi eh ring, gitu ya, dikeringkan, dikemas, dijual. Nanti ragi roti ini dipakai ketika Anda mau bikin roti untuk mengembangkan roti. Paginya aktif tidak mati, maksudnya tapi dalam kondisi yang kering, sehingga nanti ketika Anda campur kan tadi adonan, dia aktif kembali. Atau mungkin pernah dengar SCP, single-cell protein. Ini dari mikroalga yang ditumbuhkan. Dia mikroalga nya. Ki, kalau enzim, ya, banyak ya, contoh jenis-jenis jenis enzim yang dihasilkan dari fermentasi mikroba. Kemudian ada produk metabolit. Sebetulnya enzim juga metabolit, ya, tapi ini yang seperti asam amino, kemudian ia asam-asam organik yang lainnya. Ini masuk ke produk metabolit. Atau produk rekombinan. Jadi, selnya itu di lakukan rekayasa genetika, kemudian diatur kondisinya, kemudian, ya, sel ini yang dijual ke industri lain untuk menjalankan fungsi fermentasi yang lain. Atau memang sisel ini akan menghasilkan produk dan kita bolisme nya yang bersifat berbeda, dibandingkan kalau dia tidak di rekayasa.
Nah, yang terakhir yang banyak sekali contohnya di industri pangan tadi ada yoghurt, ada tempe, ada keju, ada oncom, dan sekali macam. Ini adalah fungsi dari mikroba untuk bisa memodifikasi bahan. Jadi, selama proses fermentasi sisanya itu mengubah sifat bahan atau bisa mengubah komposisi bahan yang ada menjadi bentuk lain. Nanti bisa dimanfaatkan. Nah, makanya proses fermentasi yang sifatnya mengubah sifat bahan untuk produk-produk pangannya, contohnya ini banyak yang dilakukannya secara anaerobik. Karena ketika dalam kondisi anaerobik itu selnya akan melakukan globalisme untuk menghasilkan banyak produk samping.
Key, lanjutnya. Nah, ini contoh metabolisme mikroba. Ini ternyata sibutan oh ya. Jadi, rangkaiannya cukup kompleks. Ada bisa dihasilkan etanol, ada disaksikan butanol, gitu ya. Ada dihasilkan asetat, kemudian lari ke aseton, segala macam. Anda perlu pahami bahwa pakaian metabolisme di dalam sel kecil sekali, tidak bisa dilihat. Kalau buktinya dan makhluk halus ini, walaupun ukurannya sangat kecil, rangkaian metabolisme itu sangat kompleks, sangat panjang. Masing-masing tahapan itu membutuhkan enzim tertentu, ya, untuk mempercepat reaksi spesifik, gitu, menjadi rangkaian yang cukup kompleks.
Nah, kenapa tadi kan ada modifikasi sifat bahan? Jadi, di dalam tahapan tadi sisa itu akan mengubah senyawa menjadi senyawa yang lain. Jadi, kalau Anda bisa mengatur kondisi operasi fermentasinya, Anda jalankan sampai tahapan tertentu, nanti Anda akan dapatkan bahan tertentu atau sifat bahan tertentu. Ini yang perlu Anda informasi, ini yang perlu Anda pahami juga ketika nanti Anda mau bangun pabrik atau Anda mau mengembangkan suatu produk dengan proses fermentasi. Mikroba yang mikroba yang bisa memfermentasi apa? Dia bisa karena metabolisme seperti apa? Lalu dengan mempelajari atau Dengan memahami metabolismenya, bagaimana Anda mengatur kondisi fermentasinya? Di sini Anda bisa dapatkan bahan atau produk yang Anda inginkan.
Ki, ini kalau ada pertanyaan langsung, silakan.
Slayer. Nah, yang di layar ini Anda bisa lihat secara umum yang namanya produk yang dihasilkan oleh mikroba atau kita sebutnya closing Tabulet. Ini ada dua kelompok besar. Ada yang namanya produk metabolit primer dan ada yang namanya produk metabolit sekunder. Dari namanya mungkin Anda bisa menebak apa bedanya? Apa bedanya primer dan sekunder? Bukan primer yang pertama, tersendiri yang kedua. Kira-kira apa bedanya produk metabolit yang disebut primer dan yang disebut sekunder?
Meme, dua Tina, ada anak, Pak. Ya, kita hamil. Mungkin kalau yang primer ke hasil kan apa banyak itu. Kalau yang sekunder sedikit lebih sedikit. Itu kenapa bisa dihasilkan banyak?
Kya, karena akhir-akhir, Pak. Venue-venue hasilnya aku pokoknya dihasilkannya lebih banyak dan terus penggunaannya juga lebih banyak. Itu digunakan apabila bisa digunakan diaplikasikan lebih banyak.
Oke, waktunya. Jawaban kalimat pertama sudah mendekati betul. Dihasilkan memang umumnya lebih banyak. Tapi pertanyaannya adalah kenapa produk metabolit primer itu, walaupun ini tidak selalu, kadang konsentrasi dari produk metabolit sekunder hasil fermentasi itu bisa lebih banyak. Tapi apa sih sebetulnya membedakan secara utama metabolik primer dan metabolit sekunder?
Renhart, sempat kalau menurut Elza MRT harus. Metabolit primer itu, Pak, zat-zat yang langsung terlibat dalam pertumbuhan pagi. Di penting-penting partisipan penting bagi maksudnya si ini asyik mikroorganisme. Oke. Kalau sekunder, kalau sekunder nggak langsung. Jadi, nggak terlalu butuh gitu. Jadi, lebih sedikit juga. Oke. Ya, sudah mendekati lebih tepat. Jadi, bedanya primer dengan sekunder adalah produk metabolit primer itu dihasilkan bersamaan dengan sisanya itu tumbuh. Jadi, produk yang memang dihasilkan ketika selnya dalam kondisi tumbuh. Tumbuh itu maksudnya kondisinya optimum untuk pertumbuhan. Makanya terus jumlahnya jadi banyak. Kalau kondisinya optimum untuk. Jadi, bersamaan dengan dia nambah banyak, produknya juga akan menambah banyak. Kenapa bisa dihasilkan? Karena dia diperlukan untuk pertumbuhan, ya. Jadi, memang dia dihasilkan dalam rangkaian metabolisme pertumbuhannya. Makanya jumlahnya relatif lebih banyak. Betul. Dan diperlukan untuk pertumbuhan. Untuk sebaliknya, yang disebut metabolit sekunder itu adalah biasanya yang dihasilkan ketika sel tadi mengalami gangguan pertumbuhan atau kondisi pertumbuhannya tidak optimum. Tidak optimum seperti apa? Misalnya ada zat lainnya. Misalnya dia kondisi yang optimum adalah dia makannya glukosa, tapi ternyata di medium pertumbuhannya tidak ada glukosa, ada zat lain, sehingga dia harus kan produk tertentu untuk mengkonversi glukosa tadi. Walaupun akhirnya nanti, eh, sorry, sorry, yang itu masuknya masih kategori primer, karena ikan dia harus makan si zat lain tadi. Tapi misalnya nanti ada perubahan pH atau ada perubahan temperatur atau ada perubahan zat komposisi zat lain yang terjadi, sehingga selnya itu tidak tumbuh dengan baik. Dia harus mempertahankan diri. Ada gangguan dari mikroba lain, gitu ya, sehingga dia harus menghasilkan zat untuk membunuh mikroba lain tadi. Nah, itu namanya mic metabolit sekunder. Relatif jumlahnya tidak banyak, kecuali gangguannya cukup besar. Tapi yang kenapa jumlah juga jumlahnya tidak banyak? Karena dia dihasilkan dalam kondisi pertumbuhan dieselnya itu tidak baik, ya. Makanya Anda bisa lihat ya, contoh produk metabolit primer dan contoh produk metabolit sekunder. Yang umum dihasilkan sebagai metabolit sekunder itu umumnya yang kita kenal dengan zat-zat eh antibiotik, ya. Ini kan kalau Anda lihat ini adalah contoh-contoh antibiotik, karena antibiotik ini memang dihasilkan baru dihasilkan ketika sih sel itu mengalami gangguan dari luar. Yang tadi saya kasih contoh, saya koreksinya salah. Jadi, kalau mikrobanya itu mendapatkan sumber karbon yang lebih kompleks, dia harus menghasilkan SIM, dia katakanlah dia biasanya makan glukosa, Anda kasih selulosa, terus dia menghasilkan selulosa. Nah, ini maksudnya tetep kategori primer, karena untuk tubuh dia perlu menghasilkan selulosa. Nah, kalau contoh yang prime macam-macam bisa berupa produk tadi, kayaknya etanol, asam organik, asam amino, terus polisakarida, vitamin. Ini masuk golongan minta Breath metabolit primer. Sampai di sini apakah ada yang mau ditanyakan dulu? Gitu ya. Ya, sekarang, maaf, apa? Oh, metabolit sekunder atau letusan lebih sedikit menerima. Terus metabolik berlalu diusulkan habis sedikit atau tidak? Tidak, tidak selalu. Jadi, itu hanya relatif. Jadi, kalau yang metabolit sekunder karena dia dihasilkan ketika selnya sudah dalam kondisi tidak tumbuh, dia bisa saja Anda hasilkan dalam jumlah banyak selama konsentrasi soalnya banyak, selama jumlah selnya cukup. Jadi, biasanya kalau produknya adalah produk metabolit sekunder, karena dia baru dihasilkan dalam kondisi tidak tumbuh, ya, yang Anda lakukan adalah Anda menumbuhkan selnya dulu dalam kondisi yang optimum. Selnya Anda kondisikan dulu optimum sampai mencapai jumlah yang banyak, baru Anda kasih gangguan, ya, baru Anda ubah kondisi fermentasinya. Anda mungkin bisa tambahkan zat lain atau Anda atur kondisi operasi fermentasinya yang membuat bisa itu pertumbuhannya terhambat. Dia harus bertahan, Widya harus mempertahankan diri dengan cara menghasilkan tadi metabolit sekunder. Kalau misalnya sudah cukup banyak, ya, konsentrasi metabolit sekunder yang dihasilkan per volume traktornya bisa saja banyak, gitu ya. Ini biasanya itu yang dilakukan kalau mau menghasilkan antibiotik. Jadi, ada tahapan pertumbuhan sel dulu, baru nanti ada tahapan fermentasi antibiotiknya. Keep. Ada lagi? Terima kasih. Oke, selanjutnya.
Nah, ini bisa dilihat ya, walaupun ini tidak selalu, tapi komponen dari proses fermentasi, letupan dari proses fermentasi ini secara umum dapat digambarkan dengan skema yang Anda bisa lihat di layer. Yang paling gede apa yang kelihatan paling menonjol? Biarkan ya, ini adalah komentarnya. Fermentornya itu adalah reaktornya. Rektor adalah inti dari proses fermentasi. Di dalam reaktor itu akan terjadi proses fermentasi. Kira-kira apa saja yang ada di dalam reaktor?
Mikroba. Bapak. Gimana nih suaranya pelan-pelan. Sudah pada sarapan belum?
PM3. Ya, silakan kalau Adek mau jawab. Apa yang masuk ke dalam reaktor? Ada dua ya. Saya lupa subscribe dan substrat atau atau bahan atau medium. Jadi, dalam fermentasi di dalam reaktor itu harus ada substrat atau bahan atau medium dan harus ada sel. Untuk itu Anda perlu menyiapkan sel dan perlu menyiapkan medium. Nah, kalau kita bicara skala industri, tentunya baik jumlah medium maupun jumlah sel itu harus cukup. Jadi, untuk persiapan sel Anda perlu mengembangkan selnya. Mengembangkan itu maksudnya isikan sebelum masuk reaktor, jumlah selnya atau konsentrasi sel itu cukup. Ini yang disebut dengan tahapan pengembangan inokulum. Tahapan pengembangan inokulum ini dilakukan nanti di pertemuan-pertemuan berikutnya akan kita bahas sih bagaimana secara the inokulum development ini. Tapi pada dasarnya tahapan ini meliputi penumbuhan sel. Jadi, sel yang tadinya cuma seuprit gitu ya, Anda beli atau bisa dari hasil isolasi atau sering juga kita sebut dengan stok culture, itu Anda tumbuhkan dulu tuh kan nggak bisa langsung bisanya Katakanlah fermentor gedenya itu 1 M3 gitu ya atau lebih kecil lagi 10 M3 gitu ya. Nah, selnya akan perlu Anda tumbuhkan sehingga cukup untuk masuk ke bermanfaat. Soalnya kan penembakan.
Di tahapan pengembangan inokulum itu setirnya juga perlu makanan, perlu substrat, sehingga ada tahapan yang namanya pengembangan medium. Ya, jadi di bersamaan dengan pengembangan inokulum, ada tahap pengembangan medium. Kalau untuk inokulum Anda tujuannya kan pingin soalnya itu tumbuh dengan cepat, banyak, sehat gitu ya. Nah, ketika jumlahnya masih sedikit, Anda bisa kasih glukosa, merupakan murni, ya, tapi harganya mahal. Tapi kan bentuknya dikit. Semakin jumlah selnya banyak, kebutuhan substratnya akan semakin banyak. Kalau Anda tetap pakai glukosa, apa efeknya? Harganya akan semakin mahal. Biaya operasi untuk bahan baku akan semakin. Halo. Nah, makanya sumber karbonnya, contohnya tadi glukosa, Anda bisa ganti. Jadi, bersamaan dengan jumlah sel yang makin banyak, konsentrasi glukosa didalam medium itu bisa diturunkan, kemudian secara perlahan diganti dengan medium suci yang lain yang lebih murah. Bisanya pakai monase atau pakai pati atau pakai bahan-bahan lain. Nah, tapi Anda perlu sadari bahwa ketika Anda mengubah menjadi bahan yang lebih murah, biasanya bahan yang lebih murah itu Kompleks strukturnya, konsentrasinya juga lebih rendah. Akibatnya apa? Pertumbuhan mikroba tidak akan sebaik ketika dia makannya glukosa. Itu perlu dipahami, ya. Jadi, ketika makanannya itu lebih murah, ya, tubuhnya tidak dapat menjadi tidak Edi lebih turun gitu kecepatan pertumbuhannya. Tapi nggak papa kan yang penting hanya tetap tumbuh. Jadi, fungsi dari pengembangan medium itu adalah Anda memformulasikan video, sehingga nanti ketika masuk ke fermentor utama, ketika masuk ke fermentor produksi, sel yang jumlahnya tadi sudah bertambah itu tetap bisa memanfaatkan medium. Komposisinya, komposisi yang ada di dalam medium itu masih bisa dipakai untuk proses fermentasi. Tapi harga medium, biaya operasi yang dari medium itu lebih lebih murah. Kebayang, ya. Jadi, itu fungsi dari pengembangan medium. Ada dua fungsinya: satu adalah untuk menumbuhkan sel sampai jumlahnya cukup, yang kedua yang nanti jadi bahan baku ini bisa medium yang sama, kalau memang tujuannya adalah untuk menghasilkan sel difermentasi utama, atau medium yang berbeda. Ini terutama kalah soalnya nanti akan membentuk produk samping. Jadi, bisa jadi medium yang digunakan untuk pengembangan inokulum untuk menumbuhkan sel dengan medium untuk produksi itu beda. Nah, biasanya nanti akan ada proses yang namanya aklimatisasi. Aklimatisasi medium. Jadi, biasanya ini atau proses aklimatisasi ini adalah proses untuk membiasakan si mikroba secara perlahan terhadap medium yang barat.
Nah, kalau sudah fermentasinya jalan selesai, gitu ya, nantikan akan dipanen. Dipanen itu nanti di dalam fermentor itu akan ada sel, cancelnya makin banyaknya, kemudian ada sisa substrat dan ada produk. Itu semua nyampur. Nah, biang biasa dilakukan makanya Anda memisahkan selnya dulu karena padat. Nah, terus nanti kalau produknya adalah si sel yang sudah biomassanya dikeringkan dan dikemas. Tapi kalau produknya itu ada di dalam sel atau kita sebutnya closing transeluler, intraseluler, maka Anda perlu pecah biomassanya. Ini perlu dipecah, nanti baru di proses lebih lanjut. Kalau produknya adalah produk yang ekstraseluler, berarti dia ada di cairannya, kan ya. Dia ada di cairan, maka saya hanya perlu di murnikan. Bahan yang mau Anda ambil perlu dipisahkan lebih lanjut, kemudian dimurnikan, kemudian baru di bisa dikemas dan dijual. Tentunya akan ada limbah yang dihasilkan. Nah, ini secara umumnya, secara umum penggambaran proses fermentasi secara shakhrukh.
Fermentasi fasa cair atau staf match. It sudah pernah dengar ya? Sama mach3 menetesnya. Kalau tamatkan mentation ini persisnya seperti ini. Rata-rata proses fermentasi itu dijalankan secara saat mos. Dengan alasan apa kira-kira? Balikannya saat Mas adalah Solid state fermentation. Kalau Solid state fermentation itu mediumnya padat. Kalau yang di sini mediumnya cair. Jadi, semua komponen substrat itu dilarutkan ke air, kemudian setelahnya dimasukkan. Fermentasinya jalan. Kalau yang Solid state fermentation ini kayaknya ada kuliah khususnya terkait selesai fermentation di semester ini. Ini medium ini adalah padat, walaupun ada air, tapi kadar airnya rendah. Biasanya ini selnya adalah jamur. Karena jamur memang optimum tumbuh pada kadar air yang tertidur terlalu tinggi. Walaupun penisilin, penisilin itu kan antibiotik, dia dihasilkan oleh jamur dan sekarang proses fermentasinya adalah saat march. Kenapa orang lebih memilih shakhrukh?
Mym3. Pilih ada sudah ditinggal tidur. Halo, siapa bangun ya? Kira-kira.
Eh, kenapa proses fermentasi itu orang lebih memilih dalam kondisi fermentasi fasa cair pakai tangki yang diaduk gitu ya, dibandingkan fermentasi khas pada, kecuali memang tidak bisa dilakukan sama sekali harus pasangannya? Karena produk yang bisa lebih beragamnya. Produknya lebih beragam. Kurang tepat. Karena sebetulnya produk akan ditentukan oleh jenis hidrogennya. Alasannya apa yang paling utama menurut Anda?
Maria Evelyn, ada, tak. Menurut Anda, apa alasannya?
[Musik]
Mungkin lebih mudah untuk difermentasi gitu, kayak lebih cepat atau adalah faktor pada saat prosesnya. Gimana? Gimana? Kalimat terakhir kurang kedengeran.
Www.kayak.com. Sesuai fantasinya itu lebih mudah atau lebih gampang di laut. Oh, iya, maksudnya lebih jam atau lebih mudah dilakukan saya.
Lebih mudah dalam cair. Pengendalian, ya. Jadi, dalam kondisi terbatasi fasa cair itu mengendalikan fermentasinya itu lebih mudah, walaupun butuh mungkin peralatannya lebih banyak, ya. Jadi, ada butuh tauhid tangkinya harus ditutup, harus ada mengadukannya gitu ya, tapi dengan pengadukan sebetulnya akan Anda memastikan kondisi didalam medium. Jadi, memastikan mediumnya tercampur dengan baik, bisa bercampur dengan baik dengan selnya, sehingga nanti proses fermentasinya itu akan menjadi lebih baik. Ketemunya si substrat dengan sel itu akan lebih cepat. Semua komposisi subkhan isinya nggak hanya subjek. Nanti kita akan lihat bahwa sutradara sumber-sumber p, kemudian ada micro, makronutrien. Dengan system fermentasi fasa cair, dikasih pengaduk, semua komponen substrat itu bisa dipastikan teraduk, tercampur dengan baik. Kondisinya mungkin ketemu dengan asalnya cepat. Ketika ketemu dengan saya cepat, dia proses permentasi nya, laju reaksi fermentasinya akan lebih cepat. King dibandingkan kalau Anda melakukan fermentasi fasa padat. Mencampur medium dalam kondisi padat lebih menantangnya untuk memastikan homogenitas medium itu susah. Mikroba tidak akan bisa bercampur baik dengan video, paling hanya bisa nempel-nempel di permukaannya. Kalau ada perubahan temperatur atau tidak menghasilkan asam, gitu ya, kalau difermentasi fasa cair karena teraduk, ndak distribusi temperatur nya seragam, distribusi pH-nya seragam. Tapi kalau di fasa padat, distribusi temperatur, PH Itu akan hidrogen. Pengendaliannya susah. Makanya lebih dipilih yang asap cair kalau bisa dilakukan secara fasa cair. Belum lagi kalau Anda harus menggunakan satu jenis mikroba saja, tidak boleh terjadi kontaminasi gitu ya. Nah, pengendalian secara fasa padat itu lebih susah. Kalau yang fasa cair, ya tinggal ditutup, pastikan penutupnya itu rapat gitu ya, tidak ada udara yang bisa masuk. Anda masukkan udaranya steril dari suatu saluran, Widya, aerasi, kemudian ada aduk dengan baik, beres. Tapi kalau fasa padat susah. Bisanya pasang padat hanya dilakukan kalau memang si biokatalis eyasi selnya itu hanya bisa tumbuh dalam kondisi rasa padat, kemudian kontaminasi mungkin memang minimal, ya. Jadi, mau tidak mau harus wasapada. Plus satu lagi nanti proses pemisahannya. Kalau di sini kan cair dan padat. Kalau yang sangat mesir, kalau fermentasi sama si itu kan isinya cairan dan padatan. Cairan bisa dipisahkan dari padatan, disaring atau disentrifugasi, gitu ya. Nah, kalau di sini kan semua padat. Medium, sel, produknya terjebak di antara medium padat. Nah, ini pemisahnya akan lebih repot. Main, ya. Silakan kalau ada mau ditanyakan. Pak, saya izin bertanya. Kernel Allah tadi kan ada yang medium untuk proses fermentasinya digunakan medium yang lebih murah. Berarti konsentrasi itu harus lebih tinggi atau enggak juga? Yap, tergantung kebutuhan. Nah, masalahnya begini. Secara umum, iya, karena kandungan karbon saya. Kita bisa melihatnya kalau substrat yang lebih murah, kan kandungan karbonnya mungkin lebih rendah. Untuk geram yang sama, dia jadi harus ada tambahkan lebih banyak. Secara umum seperti itu. Tapi biasanya substrat yang sumber karbo, substrat sumber karbon yang lebih murah itu bentuk yang lebih kompleks. Kalau Anda tambahkan lebih banyak, Anda menurunkan viskositas, naik gitu ya, kelarutannya rendah, lebih rendah daripada glukosa, gitu ya. Nah, ini memang yang harus Anda perhatikan juga. Itu salah satu tantangan ketika Anda mengganti sumber karbon yang murah. Apa beli? Apalagi kalau Anda ganti dengan Katakanlah jerami padi ataupun untuk fermentasi tangan mungkin nggak ya, atau Anda diganti dengan bahan lignoselulosa, limbah pertanian, kan berarti kan harus dipotong-potong dulu gitu ya, harus ada pretreatment dulu, gitu ya. Nah, ini tergantung kebutuhan dan tergantung nanti secara fisik kondisi mediumnya seperti apa. Piknik. Selamat pagi, Pak. Saya mau nanya. Oleh tadi sinyalnya agak masak resep sedikit. Saya ingin mengirim Indonesian tadi. Berarti kalau untuk yang bioma itu tuh dia intraseluler. Tapi sementara untuk selfie supernatan Putu yang ekstraseluler, ya, Pak? Jadi, kalau yang biomassa, jadi ada dua, dua bentuk produk, ya. Memang Anda mau menggunakan biomassanya, kayak tadi ragi roti, ya, udah, berarti tinggal raginya dipisahkan secara secara umum, kemudian dia dikeringkan, dikemas, dijual. Tapi ada beberapa produk yang sifatnya adalah intraseluler. Jadi, bukan soalnya yang mau Anda pakai, tapi produk yang ada di dalam selnya. Mau tidak mau, ya, biomassanya harus dipecah. Nah, ini nggak tergambar ya di sini. Biomassanya dipecah, kemudian nanti, ya, dilarutkan lagi, nanti produknya akan diproses lebih lanjut. Kalau yang selfie supernatan dikembalikan cairan bebas sel, ya, ini jadi untuk produk yang ekstraseluler. Sebetulnya nanti produk intraseluler setelah dipecah, kemudian dilarutkan kembali, tahapan pemisahan dan pemurniannya itu mirip dengan yang ekstraseluler. Tergantung sifat bahan. Yang tahapan pemisahan dan pemurnian ditekan bergantung pada karakteristik fisik dan kimiawi dari gan. Maksudnya fisiknya apa? Kelarutan, kemudian, ya, kelarutan itu kan bisa apakah dia polar, nonpolar, gitu ya, kemudian ion-ionnya apa saja, jenazah akan bergantung pada sifat fisik dan kimianya. Baik, terima kasih, Pak. Jadi, kalau intraseluler, biomassa dipecah, itu belum selesai ya? Biomassa dipecahkan, isinya keluar semua, ya? Isinya keluar semua, kan harus terlarut didalam medium. Nanti tahapannya, ya, secara general mirip dengan ekstraseluler, ada pemisahan, ada pemurnian, dan ada polishing. Jadi, dia di konsentrasinya ditingkatkan. Sejalan dengan tahapannya. Ada lagi yang mau ditanyakan? Silakan. Baik, kalau tidak ada, kita lanjutkan.
Nah, ini contoh metabolisme mikroba. Ini ternyata sibutan oh ya. Jadi, rangkaiannya cukup kompleks. Ada bisa dihasilkan etanol, ada disaksikan butanol, gitu ya. Ada dihasilkan asetat, kemudian lari ke aseton, segala macam. Anda perlu pahami bahwa pakaian metabolisme di dalam sel kecil sekali, tidak bisa dilihat. Kalau buktinya dan makhluk halus ini, walaupun ukurannya sangat kecil, rangkaian metabolisme itu sangat kompleks, sangat panjang. Masing-masing tahapan itu membutuhkan enzim tertentu, ya, untuk mempercepat reaksi spesifik, gitu, menjadi rangkaian yang cukup kompleks.
Nah, kenapa tadi kan ada modifikasi sifat bahan? Jadi, di dalam tahapan tadi sisa itu akan mengubah senyawa menjadi senyawa yang lain. Jadi, kalau Anda bisa mengatur kondisi operasi fermentasinya, Anda jalankan sampai tahapan tertentu, nanti Anda akan dapatkan bahan tertentu atau sifat bahan tertentu. Ini yang perlu Anda informasi, ini yang perlu Anda pahami juga ketika nanti Anda mau bangun pabrik atau Anda mau mengembangkan suatu produk dengan proses fermentasi. Mikroba yang mikroba yang bisa memfermentasi apa? Dia bisa karena metabolisme seperti apa? Lalu dengan mempelajari atau Dengan memahami metabolismenya, bagaimana Anda mengatur kondisi fermentasinya? Di sini Anda bisa dapatkan bahan atau produk yang Anda inginkan.
Ki, ini kalau ada pertanyaan langsung, silakan.
Slayer. Nah, yang di layar ini Anda bisa lihat secara umum yang namanya produk yang dihasilkan oleh mikroba atau kita sebutnya closing Tabulet. Ini ada dua kelompok besar. Ada yang namanya produk metabolit primer dan ada yang namanya produk metabolit sekunder. Dari namanya mungkin Anda bisa menebak apa bedanya? Apa bedanya primer dan sekunder? Bukan primer yang pertama, tersendiri yang kedua. Kira-kira apa bedanya produk metabolit yang disebut primer dan yang disebut sekunder?
Meme, dua Tina, ada anak, Pak. Ya, kita hamil. Mungkin kalau yang primer ke hasil kan apa banyak itu. Kalau yang sekunder sedikit lebih sedikit. Itu kenapa bisa dihasilkan banyak?
Kya, karena akhir-akhir, Pak. Venue-venue hasilnya aku pokoknya dihasilkannya lebih banyak dan terus penggunaannya juga lebih banyak. Itu digunakan apabila bisa digunakan diaplikasikan lebih banyak.
Oke, waktunya. Jawaban kalimat pertama sudah mendekati betul. Dihasilkan memang umumnya lebih banyak. Tapi pertanyaannya adalah kenapa produk metabolit primer itu, walaupun ini tidak selalu, kadang konsentrasi dari produk metabolit sekunder hasil fermentasi itu bisa lebih banyak. Tapi apa sih sebetulnya membedakan secara utama metabolik primer dan metabolit sekunder?
Renhart, sempat kalau menurut Elza MRT harus. Metabolit primer itu, Pak, zat-zat yang langsung terlibat dalam pertumbuhan pagi. Di penting-penting partisipan penting bagi maksudnya si ini asyik mikroorganisme. Oke. Kalau sekunder, kalau sekunder nggak langsung. Jadi, nggak terlalu butuh gitu. Jadi, lebih sedikit juga. Oke. Ya, sudah mendekati lebih tepat. Jadi, bedanya primer dengan sekunder adalah produk metabolit primer itu dihasilkan bersamaan dengan sisanya itu tumbuh. Jadi, produk yang memang dihasilkan ketika selnya dalam kondisi tumbuh. Tumbuh itu maksudnya kondisinya optimum untuk pertumbuhan. Makanya terus jumlahnya jadi banyak. Kalau kondisinya optimum untuk. Jadi, bersamaan dengan dia nambah banyak, produknya juga akan menambah banyak. Kenapa bisa dihasilkan? Karena dia diperlukan untuk pertumbuhan, ya. Jadi, memang dia dihasilkan dalam rangkaian metabolisme pertumbuhannya. Makanya jumlahnya relatif lebih banyak. Betul. Dan diperlukan untuk pertumbuhan. Untuk sebaliknya, yang disebut metabolit sekunder itu adalah biasanya yang dihasilkan ketika sel tadi mengalami gangguan pertumbuhan atau kondisi pertumbuhannya tidak optimum. Tidak optimum seperti apa? Misalnya ada zat lainnya. Misalnya dia kondisi yang optimum adalah dia makannya glukosa, tapi ternyata di medium pertumbuhannya tidak ada glukosa, ada zat lain, sehingga dia harus kan produk tertentu untuk mengkonversi glukosa tadi. Walaupun akhirnya nanti, eh, sorry, sorry, yang itu masuknya masih kategori primer, karena ikan dia harus makan si zat lain tadi. Tapi misalnya nanti ada perubahan pH atau ada perubahan temperatur atau ada perubahan zat komposisi zat lain yang terjadi, sehingga selnya itu tidak tumbuh dengan baik. Dia harus mempertahankan diri. Ada gangguan dari mikroba lain, gitu ya, sehingga dia harus menghasilkan zat untuk membunuh mikroba lain tadi. Nah, itu namanya mic metabolit sekunder. Relatif jumlahnya tidak banyak, kecuali gangguannya cukup besar. Tapi yang kenapa jumlah juga jumlahnya tidak banyak? Karena dia dihasilkan dalam kondisi pertumbuhan dieselnya itu tidak baik, ya. Makanya Anda bisa lihat ya, contoh produk metabolit primer dan contoh produk metabolit sekunder. Yang umum dihasilkan sebagai metabolit sekunder itu umumnya yang kita kenal dengan zat-zat eh antibiotik, ya. Ini kan kalau Anda lihat ini adalah contoh-contoh antibiotik, karena antibiotik ini memang dihasilkan baru dihasilkan ketika sih sel itu mengalami gangguan dari luar. Yang tadi saya kasih contoh, saya koreksinya salah. Jadi, kalau mikrobanya itu mendapatkan sumber karbon yang lebih kompleks, dia harus menghasilkan SIM, dia katakanlah dia biasanya makan glukosa, Anda kasih selulosa, terus dia menghasilkan selulosa. Nah, ini maksudnya tetep kategori primer, karena untuk tubuh dia perlu menghasilkan selulosa. Nah, kalau contoh yang prime macam-macam bisa berupa produk tadi, kayaknya etanol, asam organik, asam amino, terus polisakarida, vitamin. Ini masuk golongan minta Breath metabolit primer. Sampai di sini apakah ada yang mau ditanyakan dulu? Gitu ya. Ya, sekarang, maaf, apa? Oh, metabolit sekunder atau letusan lebih sedikit menerima. Terus metabolik berlalu diusulkan habis sedikit atau tidak? Tidak, tidak selalu. Jadi, itu hanya relatif. Jadi, kalau yang metabolit sekunder karena dia dihasilkan ketika selnya sudah dalam kondisi tidak tumbuh, dia bisa saja Anda hasilkan dalam jumlah banyak selama konsentrasi soalnya banyak, selama jumlah selnya cukup. Jadi, biasanya kalau produknya adalah produk metabolit sekunder, karena dia baru dihasilkan dalam kondisi tidak tumbuh, ya, yang Anda lakukan adalah Anda menumbuhkan selnya dulu dalam kondisi yang optimum. Selnya Anda kondisikan dulu optimum sampai mencapai jumlah yang banyak, baru Anda kasih gangguan, ya, baru Anda ubah kondisi fermentasinya. Anda mungkin bisa tambahkan zat lain atau Anda atur kondisi operasi fermentasinya yang membuat bisa itu pertumbuhannya terhambat. Dia harus bertahan, Widya harus mempertahankan diri dengan cara menghasilkan tadi metabolit sekunder. Kalau misalnya sudah cukup banyak, ya, konsentrasi metabolit sekunder yang dihasilkan per volume traktornya bisa saja banyak, gitu ya. Ini biasanya itu yang dilakukan kalau mau menghasilkan antibiotik. Jadi, ada tahapan pertumbuhan sel dulu, baru nanti ada tahapan fermentasi antibiotiknya. Keep. Ada lagi? Terima kasih. Oke, selanjutnya.
Nah, ini bisa dilihat ya, walaupun ini tidak selalu, tapi komponen dari proses fermentasi, letupan dari proses fermentasi ini secara umum dapat digambarkan dengan skema yang Anda bisa lihat di layer. Yang paling gede apa yang kelihatan paling menonjol? Biarkan ya, ini adalah komentarnya. Fermentornya itu adalah reaktornya. Rektor adalah inti dari proses fermentasi. Di dalam reaktor itu akan terjadi proses fermentasi. Kira-kira apa saja yang ada di dalam reaktor?
Mikroba. Bapak. Gimana nih suaranya pelan-pelan. Sudah pada sarapan belum?
PM3. Ya, silakan kalau Adek mau jawab. Apa yang masuk ke dalam reaktor? Ada dua ya. Saya lupa subscribe dan substrat atau atau bahan atau medium. Jadi, dalam fermentasi di dalam reaktor itu harus ada substrat atau bahan atau medium dan harus ada sel. Untuk itu Anda perlu menyiapkan sel dan perlu menyiapkan medium. Nah, kalau kita bicara skala industri, tentunya baik jumlah medium maupun jumlah sel itu harus cukup. Jadi, untuk persiapan sel Anda perlu mengembangkan selnya. Mengembangkan itu maksudnya isikan sebelum masuk reaktor, jumlah selnya atau konsentrasi sel itu cukup. Ini yang disebut dengan tahapan pengembangan inokulum. Tahapan pengembangan inokulum ini dilakukan nanti di pertemuan-pertemuan berikutnya akan kita bahas sih bagaimana secara the inokulum development ini. Tapi pada dasarnya tahapan ini meliputi penumbuhan sel. Jadi, sel yang tadinya cuma seuprit gitu ya, Anda beli atau bisa dari hasil isolasi atau sering juga kita sebut dengan stok culture, itu Anda tumbuhkan dulu tuh kan nggak bisa langsung bisanya Katakanlah fermentor gedenya itu 1 M3 gitu ya atau lebih kecil lagi 10 M3 gitu ya. Nah, selnya akan perlu Anda tumbuhkan sehingga cukup untuk masuk ke bermanfaat. Soalnya kan penembakan.
Di tahapan pengembangan inokulum itu setirnya juga perlu makanan, perlu substrat, sehingga ada tahapan yang namanya pengembangan medium. Ya, jadi di bersamaan dengan pengembangan inokulum, ada tahap pengembangan medium. Kalau untuk inokulum Anda tujuannya kan pingin soalnya itu tumbuh dengan cepat, banyak, sehat gitu ya. Nah, ketika jumlahnya masih sedikit, Anda bisa kasih glukosa, merupakan murni, ya, tapi harganya mahal. Tapi kan bentuknya dikit. Semakin jumlah selnya banyak, kebutuhan substratnya akan semakin banyak. Kalau Anda tetap pakai glukosa, apa efeknya? Harganya akan semakin mahal. Biaya operasi untuk bahan baku akan semakin. Halo. Nah, makanya sumber karbonnya, contohnya tadi glukosa, Anda bisa ganti. Jadi, bersamaan dengan jumlah sel yang makin banyak, konsentrasi glukosa didalam medium itu bisa diturunkan, kemudian secara perlahan diganti dengan medium suci yang lain yang lebih murah. Bisanya pakai monase atau pakai pati atau pakai bahan-bahan lain. Nah, tapi Anda perlu sadari bahwa ketika Anda mengubah menjadi bahan yang lebih murah, biasanya bahan yang lebih murah itu Kompleks strukturnya, konsentrasinya juga lebih rendah. Akibatnya apa? Pertumbuhan mikroba tidak akan sebaik ketika dia makannya glukosa. Itu perlu dipahami, ya. Jadi, ketika makanannya itu lebih murah, ya, tubuhnya tidak dapat menjadi tidak Edi lebih turun gitu kecepatan pertumbuhannya. Tapi nggak papa kan yang penting hanya tetap tumbuh. Jadi, fungsi dari pengembangan medium itu adalah Anda memformulasikan video, sehingga nanti ketika masuk ke fermentor utama, ketika masuk ke fermentor produksi, sel yang jumlahnya tadi sudah bertambah itu tetap bisa memanfaatkan medium. Komposisinya, komposisi yang ada di dalam medium itu masih bisa dipakai untuk proses fermentasi. Tapi harga medium, biaya operasi yang dari medium itu lebih lebih murah. Kebayang, ya. Jadi, itu fungsi dari pengembangan medium. Ada dua fungsinya: satu adalah untuk menumbuhkan sel sampai jumlahnya cukup, yang kedua yang nanti jadi bahan baku ini bisa medium yang sama, kalau memang tujuannya adalah untuk menghasilkan sel difermentasi utama, atau medium yang berbeda. Ini terutama kalah soalnya nanti akan membentuk produk samping. Jadi, bisa jadi medium yang digunakan untuk pengembangan inokulum untuk menumbuhkan sel dengan medium untuk produksi itu beda. Nah, biasanya nanti akan ada proses yang namanya aklimatisasi. Aklimatisasi medium. Jadi, biasanya ini atau proses aklimatisasi ini adalah proses untuk membiasakan si mikroba secara perlahan terhadap medium yang barat.
Nah, kalau sudah fermentasinya jalan selesai, gitu ya, nantikan akan dipanen. Dipanen itu nanti di dalam fermentor itu akan ada sel, cancelnya makin banyaknya, kemudian ada sisa substrat dan ada produk. Itu semua nyampur. Nah, biang biasa dilakukan makanya Anda memisahkan selnya dulu karena padat. Nah, terus nanti kalau produknya adalah si sel yang sudah biomassanya dikeringkan dan dikemas. Tapi kalau produknya itu ada di dalam sel atau kita sebutnya closing transeluler, intraseluler, maka Anda perlu pecah biomassanya. Ini perlu dipecah, nanti baru di proses lebih lanjut. Kalau produknya adalah produk yang ekstraseluler, berarti dia ada di cairannya, kan ya. Dia ada di cairan, maka saya hanya perlu di murnikan. Bahan yang mau Anda ambil perlu dipisahkan lebih lanjut, kemudian dimurnikan, kemudian baru di bisa dikemas dan dijual. Tentunya akan ada limbah yang dihasilkan. Nah, ini secara umumnya, secara umum penggambaran proses fermentasi secara shakhrukh.
Fermentasi fasa cair atau staf match. It sudah pernah dengar ya? Sama mach3 menetesnya. Kalau tamatkan mentation ini persisnya seperti ini. Rata-rata proses fermentasi itu dijalankan secara saat mos. Dengan alasan apa kira-kira? Balikannya saat Mas adalah Solid state fermentation. Kalau Solid state fermentation itu mediumnya padat. Kalau yang di sini mediumnya cair. Jadi, semua komponen substrat itu dilarutkan ke air, kemudian setelahnya dimasukkan. Fermentasinya jalan. Kalau yang Solid state fermentation ini kayaknya ada kuliah khususnya terkait selesai fermentation di semester ini. Ini medium ini adalah padat, walaupun ada air, tapi kadar airnya rendah. Biasanya ini selnya adalah jamur. Karena jamur memang optimum tumbuh pada kadar air yang tertidur terlalu tinggi. Walaupun penisilin, penisilin itu kan antibiotik, dia dihasilkan oleh jamur dan sekarang proses fermentasinya adalah saat march. Kenapa orang lebih memilih shakhrukh?
Mym3. Pilih ada sudah ditinggal tidur. Halo, siapa bangun ya? Kira-kira.
Eh, kenapa proses fermentasi itu orang lebih memilih dalam kondisi fermentasi fasa cair pakai tangki yang diaduk gitu ya, dibandingkan fermentasi khas pada, kecuali memang tidak bisa dilakukan sama sekali harus pasangannya? Karena produk yang bisa lebih beragamnya. Produknya lebih beragam. Kurang tepat. Karena sebetulnya produk akan ditentukan oleh jenis hidrogennya. Alasannya apa yang paling utama menurut Anda?
Maria Evelyn, ada, tak. Menurut Anda, apa alasannya?
[Musik]
Mungkin lebih mudah untuk difermentasi gitu, kayak lebih cepat atau adalah faktor pada saat prosesnya. Gimana? Gimana? Kalimat terakhir kurang kedengeran.
Www.kayak.com. Sesuai fantasinya itu lebih mudah atau lebih gampang di laut. Oh, iya, maksudnya lebih jam atau lebih mudah dilakukan saya.
Lebih mudah dalam cair. Pengendalian, ya. Jadi, dalam kondisi terbatasi fasa cair itu mengendalikan fermentasinya itu lebih mudah, walaupun butuh mungkin peralatannya lebih banyak, ya. Jadi, ada butuh tauhid tangkinya harus ditutup, harus ada mengadukannya gitu ya, tapi dengan pengadukan sebetulnya akan Anda memastikan kondisi didalam medium. Jadi, memastikan mediumnya tercampur dengan baik, bisa bercampur dengan baik dengan selnya, sehingga nanti proses fermentasinya itu akan menjadi lebih baik. Ketemunya si substrat dengan sel itu akan lebih cepat. Semua komposisi subkhan isinya nggak hanya subjek. Nanti kita akan lihat bahwa sutradara sumber-sumber p, kemudian ada micro, makronutrien. Dengan system fermentasi fasa cair, dikasih pengaduk, semua komponen substrat itu bisa dipastikan teraduk, tercampur dengan baik. Kondisinya mungkin ketemu dengan asalnya cepat. Ketika ketemu dengan saya cepat, dia proses permentasi nya, laju reaksi fermentasinya akan lebih cepat. King dibandingkan kalau Anda melakukan fermentasi fasa padat. Mencampur medium dalam kondisi padat lebih menantangnya untuk memastikan homogenitas medium itu susah. Mikroba tidak akan bisa bercampur baik dengan video, paling hanya bisa nempel-nempel di permukaannya. Kalau ada perubahan temperatur atau tidak menghasilkan asam, gitu ya, kalau difermentasi fasa cair karena teraduk, ndak distribusi temperatur nya seragam, distribusi pH-nya seragam. Tapi kalau di fasa padat, distribusi temperatur, PH Itu akan hidrogen. Pengendaliannya susah. Makanya lebih dipilih yang asap cair kalau bisa dilakukan secara fasa cair. Belum lagi kalau Anda harus menggunakan satu jenis mikroba saja, tidak boleh terjadi kontaminasi gitu ya. Nah, pengendalian secara fasa padat itu lebih susah. Kalau yang fasa cair, ya tinggal ditutup, pastikan penutupnya itu rapat gitu ya, tidak ada udara yang bisa masuk. Anda masukkan udaranya steril dari suatu saluran, Widya, aerasi, kemudian ada aduk dengan baik, beres. Tapi kalau fasa padat susah. Bisanya pasang padat hanya dilakukan kalau memang si biokatalis eyasi selnya itu hanya bisa tumbuh dalam kondisi rasa padat, kemudian kontaminasi mungkin memang minimal, ya. Jadi, mau tidak mau harus wasapada. Plus satu lagi nanti proses pemisahannya. Kalau di sini kan cair dan padat. Kalau yang sangat mesir, kalau fermentasi sama si itu kan isinya cairan dan padatan. Cairan bisa dipisahkan dari padatan, disaring atau disentrifugasi, gitu ya. Nah, kalau di sini kan semua padat. Medium, sel, produknya terjebak di antara medium padat. Nah, ini pemisahnya akan lebih repot. Main, ya. Silakan kalau ada mau ditanyakan. Pak, saya izin bertanya. Kernel Allah tadi kan ada yang medium untuk proses fermentasinya digunakan medium yang lebih murah. Berarti konsentrasi itu harus lebih tinggi atau enggak juga? Yap, tergantung kebutuhan. Nah, masalahnya begini. Secara umum, iya, karena kandungan karbon saya. Kita bisa melihatnya kalau substrat yang lebih murah, kan kandungan karbonnya mungkin lebih rendah. Untuk geram yang sama, dia jadi harus ada tambahkan lebih banyak. Secara umum seperti itu. Tapi biasanya substrat yang sumber karbo, substrat sumber karbon yang lebih murah itu bentuk yang lebih kompleks. Kalau Anda tambahkan lebih banyak, Anda menurunkan viskositas, naik gitu ya, kelarutannya rendah, lebih rendah daripada glukosa, gitu ya. Nah, ini memang yang harus Anda perhatikan juga. Itu salah satu tantangan ketika Anda mengganti sumber karbon yang murah. Apa beli? Apalagi kalau Anda ganti dengan Katakanlah jerami padi ataupun untuk fermentasi tangan mungkin nggak ya, atau Anda diganti dengan bahan lignoselulosa, limbah pertanian, kan berarti kan harus dipotong-potong dulu gitu ya, harus ada pretreatment dulu, gitu ya. Nah, ini tergantung kebutuhan dan tergantung nanti secara fisik kondisi mediumnya seperti apa. Piknik. Selamat pagi, Pak. Saya mau nanya. Oleh tadi sinyalnya agak masak resep sedikit. Saya ingin mengirim Indonesian tadi. Berarti kalau untuk yang bioma itu tuh dia intraseluler. Tapi sementara untuk selfie supernatan Putu yang ekstraseluler, ya, Pak? Jadi, kalau yang biomassa, jadi ada dua, dua bentuk produk, ya. Memang Anda mau menggunakan biomassanya, kayak tadi ragi roti, ya, udah, berarti tinggal raginya dipisahkan secara secara umum, kemudian dia dikeringkan, dikemas, dijual. Tapi ada beberapa produk yang sifatnya adalah intraseluler. Jadi, bukan soalnya yang mau Anda pakai, tapi produk yang ada di dalam selnya. Mau tidak mau, ya, biomassanya harus dipecah. Nah, ini nggak tergambar ya di sini. Biomassanya dipecah, kemudian nanti, ya, dilarutkan lagi, nanti produknya akan diproses lebih lanjut. Kalau yang selfie supernatan dikembalikan cairan bebas sel, ya, ini jadi untuk produk yang ekstraseluler. Sebetulnya nanti produk intraseluler setelah dipecah, kemudian dilarutkan kembali, tahapan pemisahan dan pemurniannya itu mirip dengan yang ekstraseluler. Tergantung sifat bahan. Yang tahapan pemisahan dan pemurnian ditekan bergantung pada karakteristik fisik dan kimiawi dari gan. Maksudnya fisiknya apa? Kelarutan, kemudian, ya, kelarutan itu kan bisa apakah dia polar, nonpolar, gitu ya, kemudian ion-ionnya apa saja, jenazah akan bergantung pada sifat fisik dan kimianya. Baik, terima kasih, Pak. Jadi, kalau intraseluler, biomassa dipecah, itu belum selesai ya? Biomassa dipecahkan, isinya keluar semua, ya? Isinya keluar semua, kan harus terlarut didalam medium. Nanti tahapannya, ya, secara general mirip dengan ekstraseluler, ada pemisahan, ada pemurnian, dan ada polishing. Jadi, dia di konsentrasinya ditingkatkan. Sejalan dengan tahapannya. Ada lagi yang mau ditanyakan? Silakan. Baik, kalau tidak ada, kita lanjutkan.
Nah, ini bisa dilihat ya, walaupun ini tidak selalu, tapi komponen dari proses fermentasi, letupan dari proses fermentasi ini secara umum dapat digambarkan dengan skema yang Anda bisa lihat di layer. Yang paling gede apa yang kelihatan paling menonjol? Biarkan ya, ini adalah komentarnya. Fermentornya itu adalah reaktornya. Rektor adalah inti dari proses fermentasi. Di dalam reaktor itu akan terjadi proses fermentasi. Kira-kira apa saja yang ada di dalam reaktor?
Mikroba. Bapak. Gimana nih suaranya pelan-pelan. Sudah pada sarapan belum?
PM3. Ya, silakan kalau Adek mau jawab. Apa yang masuk ke dalam reaktor? Ada dua ya. Saya lupa subscribe dan substrat atau atau bahan atau medium. Jadi, dalam fermentasi di dalam reaktor itu harus ada substrat atau bahan atau medium dan harus ada sel. Untuk itu Anda perlu menyiapkan sel dan perlu menyiapkan medium. Nah, kalau kita bicara skala industri, tentunya baik jumlah medium maupun jumlah sel itu harus cukup. Jadi, untuk persiapan sel Anda perlu mengembangkan selnya. Mengembangkan itu maksudnya isikan sebelum masuk reaktor, jumlah selnya atau konsentrasi sel itu cukup. Ini yang disebut dengan tahapan pengembangan inokulum. Tahapan pengembangan inokulum ini dilakukan nanti di pertemuan-pertemuan berikutnya akan kita bahas sih bagaimana secara the inokulum development ini. Tapi pada dasarnya tahapan ini meliputi penumbuhan sel. Jadi, sel yang tadinya cuma seuprit gitu ya, Anda beli atau bisa dari hasil isolasi atau sering juga kita sebut dengan stok culture, itu Anda tumbuhkan dulu tuh kan nggak bisa langsung bisanya Katakanlah fermentor gedenya itu 1 M3 gitu ya atau lebih kecil lagi 10 M3 gitu ya. Nah, selnya akan perlu Anda tumbuhkan sehingga cukup untuk masuk ke bermanfaat. Soalnya kan penembakan.
Di tahapan pengembangan inokulum itu setirnya juga perlu makanan, perlu substrat, sehingga ada tahapan yang namanya pengembangan medium. Ya, jadi di bersamaan dengan pengembangan inokulum, ada tahap pengembangan medium. Kalau untuk inokulum Anda tujuannya kan pingin soalnya itu tumbuh dengan cepat, banyak, sehat gitu ya. Nah, ketika jumlahnya masih sedikit, Anda bisa kasih glukosa, merupakan murni, ya, tapi harganya mahal. Tapi kan bentuknya dikit. Semakin jumlah selnya banyak, kebutuhan substratnya akan semakin banyak. Kalau Anda tetap pakai glukosa, apa efeknya? Harganya akan semakin mahal. Biaya operasi untuk bahan baku akan semakin. Halo. Nah, makanya sumber karbonnya, contohnya tadi glukosa, Anda bisa ganti. Jadi, bersamaan dengan jumlah sel yang makin banyak, konsentrasi glukosa didalam medium itu bisa diturunkan, kemudian secara perlahan diganti dengan medium suci yang lain yang lebih murah. Bisanya pakai monase atau pakai pati atau pakai bahan-bahan lain. Nah, tapi Anda perlu sadari bahwa ketika Anda mengubah menjadi bahan yang lebih murah, biasanya bahan yang lebih murah itu Kompleks strukturnya, konsentrasinya juga lebih rendah. Akibatnya apa? Pertumbuhan mikroba tidak akan sebaik ketika dia makannya glukosa. Itu perlu dipahami, ya. Jadi, ketika makanannya itu lebih murah, ya, tubuhnya tidak dapat menjadi tidak Edi lebih turun gitu kecepatan pertumbuhannya. Tapi nggak papa kan yang penting hanya tetap tumbuh. Jadi, fungsi dari pengembangan medium itu adalah Anda memformulasikan video, sehingga nanti ketika masuk ke fermentor utama, ketika masuk ke fermentor produksi, sel yang jumlahnya tadi sudah bertambah itu tetap bisa memanfaatkan medium. Komposisinya, komposisi yang ada di dalam medium itu masih bisa dipakai untuk proses fermentasi. Tapi harga medium, biaya operasi yang dari medium itu lebih lebih murah. Kebayang, ya. Jadi, itu fungsi dari pengembangan medium. Ada dua fungsinya: satu adalah untuk menumbuhkan sel sampai jumlahnya cukup, yang kedua yang nanti jadi bahan baku ini bisa medium yang sama, kalau memang tujuannya adalah untuk menghasilkan sel difermentasi utama, atau medium yang berbeda. Ini terutama kalah soalnya nanti akan membentuk produk samping. Jadi, bisa jadi medium yang digunakan untuk pengembangan inokulum untuk menumbuhkan sel dengan medium untuk produksi itu beda. Nah, biasanya nanti akan ada proses yang namanya aklimatisasi. Aklimatisasi medium. Jadi, biasanya ini atau proses aklimatisasi ini adalah proses untuk membiasakan si mikroba secara perlahan terhadap medium yang barat.
Nah, kalau sudah fermentasinya jalan selesai, gitu ya, nantikan akan dipanen. Dipanen itu nanti di dalam fermentor itu akan ada sel, cancelnya makin banyaknya, kemudian ada sisa substrat dan ada produk. Itu semua nyampur. Nah, biang biasa dilakukan makanya Anda memisahkan selnya dulu karena padat. Nah, terus nanti kalau produknya adalah si sel yang sudah biomassanya dikeringkan dan dikemas. Tapi kalau produknya itu ada di dalam sel atau kita sebutnya closing transeluler, intraseluler, maka Anda perlu pecah biomassanya. Ini perlu dipecah, nanti baru di proses lebih lanjut. Kalau produknya adalah produk yang ekstraseluler, berarti dia ada di cairannya, kan ya. Dia ada di cairan, maka saya hanya perlu di murnikan. Bahan yang mau Anda ambil perlu dipisahkan lebih lanjut, kemudian dimurnikan, kemudian baru di bisa dikemas dan dijual. Tentunya akan ada limbah yang dihasilkan. Nah, ini secara umumnya, secara umum penggambaran proses fermentasi secara shakhrukh.
Fermentasi fasa cair atau staf match. It sudah pernah dengar ya? Sama mach3 menetesnya. Kalau tamatkan mentation ini persisnya seperti ini. Rata-rata proses fermentasi itu dijalankan secara saat mos. Dengan alasan apa kira-kira? Balikannya saat Mas adalah Solid state fermentation. Kalau Solid state fermentation itu mediumnya padat. Kalau yang di sini mediumnya cair. Jadi, semua komponen substrat itu dilarutkan ke air, kemudian setelahnya dimasukkan. Fermentasinya jalan. Kalau yang Solid state fermentation ini kayaknya ada kuliah khususnya terkait selesai fermentation di semester ini. Ini medium ini adalah padat, walaupun ada air, tapi kadar airnya rendah. Biasanya ini selnya adalah jamur. Karena jamur memang optimum tumbuh pada kadar air yang tertidur terlalu tinggi. Walaupun penisilin, penisilin itu kan antibiotik, dia dihasilkan oleh jamur dan sekarang proses fermentasinya adalah saat march. Kenapa orang lebih memilih shakhrukh?
Mym3. Pilih ada sudah ditinggal tidur. Halo, siapa bangun ya? Kira-kira.
Eh, kenapa proses fermentasi itu orang lebih memilih dalam kondisi fermentasi fasa cair pakai tangki yang diaduk gitu ya, dibandingkan fermentasi khas pada, kecuali memang tidak bisa dilakukan sama sekali harus pasangannya? Karena produk yang bisa lebih beragamnya. Produknya lebih beragam. Kurang tepat. Karena sebetulnya produk akan ditentukan oleh jenis hidrogennya. Alasannya apa yang paling utama menurut Anda?
Maria Evelyn, ada, tak. Menurut Anda, apa alasannya?
[Musik]
Mungkin lebih mudah untuk difermentasi gitu, kayak lebih cepat atau adalah faktor pada saat prosesnya. Gimana? Gimana? Kalimat terakhir kurang kedengeran.
Www.kayak.com. Sesuai fantasinya itu lebih mudah atau lebih gampang di laut. Oh, iya, maksudnya lebih jam atau lebih mudah dilakukan saya.
Lebih mudah dalam cair. Pengendalian, ya. Jadi, dalam kondisi terbatasi fasa cair itu mengendalikan fermentasinya itu lebih mudah, walaupun butuh mungkin peralatannya lebih banyak, ya. Jadi, ada butuh tauhid tangkinya harus ditutup, harus ada mengadukannya gitu ya, tapi dengan pengadukan sebetulnya akan Anda memastikan kondisi didalam medium. Jadi, memastikan mediumnya tercampur dengan baik, bisa bercampur dengan baik dengan selnya, sehingga nanti proses fermentasinya itu akan menjadi lebih baik. Ketemunya si substrat dengan sel itu akan lebih cepat. Semua komposisi subkhan isinya nggak hanya subjek. Nanti kita akan lihat bahwa sutradara sumber-sumber p, kemudian ada micro, makronutrien. Dengan system fermentasi fasa cair, dikasih pengaduk, semua komponen substrat itu bisa dipastikan teraduk, tercampur dengan baik. Kondisinya mungkin ketemu dengan asalnya cepat. Ketika ketemu dengan saya cepat, dia proses permentasi nya, laju reaksi fermentasinya akan lebih cepat. King dibandingkan kalau Anda melakukan fermentasi fasa padat. Mencampur medium dalam kondisi padat lebih menantangnya untuk memastikan homogenitas medium itu susah. Mikroba tidak akan bisa bercampur baik dengan video, paling hanya bisa nempel-nempel di permukaannya. Kalau ada perubahan temperatur atau tidak menghasilkan asam, gitu ya, kalau difermentasi fasa cair karena teraduk, ndak distribusi temperatur nya seragam, distribusi pH-nya seragam. Tapi kalau di fasa padat, distribusi temperatur, PH Itu akan hidrogen. Pengendaliannya susah. Makanya lebih dipilih yang asap cair kalau bisa dilakukan secara fasa cair. Belum lagi kalau Anda harus menggunakan satu jenis mikroba saja, tidak boleh terjadi kontaminasi gitu ya. Nah, pengendalian secara fasa padat itu lebih susah. Kalau yang fasa cair, ya tinggal ditutup, pastikan penutupnya itu rapat gitu ya, tidak ada udara yang bisa masuk. Anda masukkan udaranya steril dari suatu saluran, Widya, aerasi, kemudian ada aduk dengan baik, beres. Tapi kalau fasa padat susah. Bisanya pasang padat hanya dilakukan kalau memang si biokatalis eyasi selnya itu hanya bisa tumbuh dalam kondisi rasa padat, kemudian kontaminasi mungkin memang minimal, ya. Jadi, mau tidak mau harus wasapada. Plus satu lagi nanti proses pemisahannya. Kalau di sini kan cair dan padat. Kalau yang sangat mesir, kalau fermentasi sama si itu kan isinya cairan dan padatan. Cairan bisa dipisahkan dari padatan, disaring atau disentrifugasi, gitu ya. Nah, kalau di sini kan semua padat. Medium, sel, produknya terjebak di antara medium padat. Nah, ini pemisahnya akan lebih repot. Main, ya. Silakan kalau ada mau ditanyakan. Pak, saya izin bertanya. Kernel Allah tadi kan ada yang medium untuk proses fermentasinya digunakan medium yang lebih murah. Berarti konsentrasi itu harus lebih tinggi atau enggak juga? Yap, tergantung kebutuhan. Nah, masalahnya begini. Secara umum, iya, karena kandungan karbon saya. Kita bisa melihatnya kalau substrat yang lebih murah, kan kandungan karbonnya mungkin lebih rendah. Untuk geram yang sama, dia jadi harus ada tambahkan lebih banyak. Secara umum seperti itu. Tapi biasanya substrat yang sumber karbo, substrat sumber karbon yang lebih murah itu bentuk yang lebih kompleks. Kalau Anda tambahkan lebih banyak, Anda menurunkan viskositas, naik gitu ya, kelarutannya rendah, lebih rendah daripada glukosa, gitu ya. Nah, ini memang yang harus Anda perhatikan juga. Itu salah satu tantangan ketika Anda mengganti sumber karbon yang murah. Apa beli? Apalagi kalau Anda ganti dengan Katakanlah jerami padi ataupun untuk fermentasi tangan mungkin nggak ya, atau Anda diganti dengan bahan lignoselulosa, limbah pertanian, kan berarti kan harus dipotong-potong dulu gitu ya, harus ada pretreatment dulu, gitu ya. Nah, ini tergantung kebutuhan dan tergantung nanti secara fisik kondisi mediumnya seperti apa. Piknik. Selamat pagi, Pak. Saya mau nanya. Oleh tadi sinyalnya agak masak resep sedikit. Saya ingin mengirim Indonesian tadi. Berarti kalau untuk yang bioma itu tuh dia intraseluler. Tapi sementara untuk selfie supernatan Putu yang ekstraseluler, ya, Pak? Jadi, kalau yang biomassa, jadi ada dua, dua bentuk produk, ya. Memang Anda mau menggunakan biomassanya, kayak tadi ragi roti, ya, udah, berarti tinggal raginya dipisahkan secara secara umum, kemudian dia dikeringkan, dikemas, dijual. Tapi ada beberapa produk yang sifatnya adalah intraseluler. Jadi, bukan soalnya yang mau Anda pakai, tapi produk yang ada di dalam selnya. Mau tidak mau, ya, biomassanya harus dipecah. Nah, ini nggak tergambar ya di sini. Biomassanya dipecah, kemudian nanti, ya, dilarutkan lagi, nanti produknya akan diproses lebih lanjut. Kalau yang selfie supernatan dikembalikan cairan bebas sel, ya, ini jadi untuk produk yang ekstraseluler. Sebetulnya nanti produk intraseluler setelah dipecah, kemudian dilarutkan kembali, tahapan pemisahan dan pemurniannya itu mirip dengan yang ekstraseluler. Tergantung sifat bahan. Yang tahapan pemisahan dan pemurnian ditekan bergantung pada karakteristik fisik dan kimiawi dari gan. Maksudnya fisiknya apa? Kelarutan, kemudian, ya, kelarutan itu kan bisa apakah dia polar, nonpolar, gitu ya, kemudian ion-ionnya apa saja, jenazah akan bergantung pada sifat fisik dan kimianya. Baik, terima kasih, Pak. Jadi, kalau intraseluler, biomassa dipecah, itu belum selesai ya? Biomassa dipecahkan, isinya keluar semua, ya? Isinya keluar semua, kan harus terlarut didalam medium. Nanti tahapannya, ya, secara general mirip dengan ekstraseluler, ada pemisahan, ada pemurnian, dan ada polishing. Jadi, dia di konsentrasinya ditingkatkan. Sejalan dengan tahapannya. Ada lagi yang mau ditanyakan? Silakan. Baik, kalau tidak ada, kita lanjutkan.
Nah, ini bisa dilihat ya, walaupun ini tidak selalu, tapi komponen dari proses fermentasi, letupan dari proses fermentasi ini secara umum dapat digambarkan dengan skema yang Anda bisa lihat di layer. Yang paling gede apa yang kelihatan paling menonjol? Biarkan ya, ini adalah komentarnya. Fermentornya itu adalah reaktornya. Rektor adalah inti dari proses fermentasi. Di dalam reaktor itu akan terjadi proses fermentasi. Kira-kira apa saja yang ada di dalam reaktor?
Mikroba. Bapak. Gimana nih suaranya pelan-pelan. Sudah pada sarapan belum?
PM3. Ya, silakan kalau Adek mau jawab. Apa yang masuk ke dalam reaktor? Ada dua ya. Saya lupa subscribe dan substrat atau atau bahan atau medium. Jadi, dalam fermentasi di dalam reaktor itu harus ada substrat atau bahan atau medium dan harus ada sel. Untuk itu Anda perlu menyiapkan sel dan perlu menyiapkan medium. Nah, kalau kita bicara skala industri, tentunya baik jumlah medium maupun jumlah sel itu harus cukup. Jadi, untuk persiapan sel Anda perlu mengembangkan selnya. Mengembangkan itu maksudnya isikan sebelum masuk reaktor, jumlah selnya atau konsentrasi sel itu cukup. Ini yang disebut dengan tahapan pengembangan inokulum. Tahapan pengembangan inokulum ini dilakukan nanti di pertemuan-pertemuan berikutnya akan kita bahas sih bagaimana secara the inokulum development ini. Tapi pada dasarnya tahapan ini meliputi penumbuhan sel. Jadi, sel yang tadinya cuma seuprit gitu ya, Anda beli atau bisa dari hasil isolasi atau sering juga kita sebut dengan stok culture, itu Anda tumbuhkan dulu tuh kan nggak bisa langsung bisanya Katakanlah fermentor gedenya itu 1 M3 gitu ya atau lebih kecil lagi 10 M3 gitu ya. Nah, selnya akan perlu Anda tumbuhkan sehingga cukup untuk masuk ke bermanfaat. Soalnya kan penembakan.
Di tahapan pengembangan inokulum itu setirnya juga perlu makanan, perlu substrat, sehingga ada tahapan yang namanya pengembangan medium. Ya, jadi di bersamaan dengan pengembangan inokulum, ada tahap pengembangan medium. Kalau untuk inokulum Anda tujuannya kan pingin soalnya itu tumbuh dengan cepat, banyak, sehat gitu ya. Nah, ketika jumlahnya masih sedikit, Anda bisa kasih glukosa, merupakan murni, ya, tapi harganya mahal. Tapi kan bentuknya dikit. Semakin jumlah selnya banyak, kebutuhan substratnya akan semakin banyak. Kalau Anda tetap pakai glukosa, apa efeknya? Harganya akan semakin mahal. Biaya operasi untuk bahan baku akan semakin. Halo. Nah, makanya sumber karbonnya, contohnya tadi glukosa, Anda bisa ganti. Jadi, bersamaan dengan jumlah sel yang makin banyak, konsentrasi glukosa didalam medium itu bisa diturunkan, kemudian secara perlahan diganti dengan medium suci yang lain yang lebih murah. Bisanya pakai monase atau pakai pati atau pakai bahan-bahan lain. Nah, tapi Anda perlu sadari bahwa ketika Anda mengubah menjadi bahan yang lebih murah, biasanya bahan yang lebih murah itu Kompleks strukturnya, konsentrasinya juga lebih rendah. Akibatnya apa? Pertumbuhan mikroba tidak akan sebaik ketika dia makannya glukosa. Itu perlu dipahami, ya. Jadi, ketika makanannya itu lebih murah, ya, tubuhnya tidak dapat menjadi tidak Edi lebih turun gitu kecepatan pertumbuhannya. Tapi nggak papa kan yang penting hanya tetap tumbuh. Jadi, fungsi dari pengembangan medium itu adalah Anda memformulasikan video, sehingga nanti ketika masuk ke fermentor utama, ketika masuk ke fermentor produksi, sel yang jumlahnya tadi sudah bertambah itu tetap bisa memanfaatkan medium. Komposisinya, komposisi yang ada di dalam medium itu masih bisa dipakai untuk proses fermentasi. Tapi harga medium, biaya operasi yang dari medium itu lebih lebih murah. Kebayang, ya. Jadi, itu fungsi dari pengembangan medium. Ada dua fungsinya: satu adalah untuk menumbuhkan sel sampai jumlahnya cukup, yang kedua yang nanti jadi bahan baku ini bisa medium yang sama, kalau memang tujuannya adalah untuk menghasilkan sel difermentasi utama, atau medium yang berbeda. Ini terutama kalah soalnya nanti akan membentuk produk samping. Jadi, bisa jadi medium yang digunakan untuk pengembangan inokulum untuk menumbuhkan sel dengan medium untuk produksi itu beda. Nah, biasanya nanti akan ada proses yang namanya aklimatisasi. Aklimatisasi medium. Jadi, biasanya ini atau proses aklimatisasi ini adalah proses untuk membiasakan si mikroba secara perlahan terhadap medium yang barat.
Nah, kalau sudah fermentasinya jalan selesai, gitu ya, nantikan akan dipanen. Dipanen itu nanti di dalam fermentor itu akan ada sel, cancelnya makin banyaknya, kemudian ada sisa substrat dan ada produk. Itu semua nyampur. Nah, biang biasa dilakukan makanya Anda memisahkan selnya dulu karena padat. Nah, terus nanti kalau produknya adalah si sel yang sudah biomassanya dikeringkan dan dikemas. Tapi kalau produknya itu ada di dalam sel atau kita sebutnya closing transeluler, intraseluler, maka Anda perlu pecah biomassanya. Ini perlu dipecah, nanti baru di proses lebih lanjut. Kalau produknya adalah produk yang ekstraseluler, berarti dia ada di cairannya, kan ya. Dia ada di cairan, maka saya hanya perlu di murnikan. Bahan yang mau Anda ambil perlu dipisahkan lebih lanjut, kemudian dimurnikan, kemudian baru di bisa dikemas dan dijual. Tentunya akan ada limbah yang dihasilkan. Nah, ini secara umumnya, secara umum penggambaran proses fermentasi secara shakhrukh.
Fermentasi fasa cair atau staf match. It sudah pernah dengar ya? Sama mach3 menetesnya. Kalau tamatkan mentation ini persisnya seperti ini. Rata-rata proses fermentasi itu dijalankan secara saat mos. Dengan alasan apa kira-kira? Balikannya saat Mas adalah Solid state fermentation. Kalau Solid state fermentation itu mediumnya padat. Kalau yang di sini mediumnya cair. Jadi, semua komponen substrat itu dilarutkan ke air, kemudian setelahnya dimasukkan. Fermentasinya jalan. Kalau yang Solid state fermentation ini kayaknya ada kuliah khususnya terkait selesai fermentation di semester ini. Ini medium ini adalah padat, walaupun ada air, tapi kadar airnya rendah. Biasanya ini selnya adalah jamur. Karena jamur memang optimum tumbuh pada kadar air yang tertidur terlalu tinggi. Walaupun penisilin, penisilin itu kan antibiotik, dia dihasilkan oleh jamur dan sekarang proses fermentasinya adalah saat march. Kenapa orang lebih memilih shakhrukh?
Mym3. Pilih ada sudah ditinggal tidur. Halo, siapa bangun ya? Kira-kira.
Eh, kenapa proses fermentasi itu orang lebih memilih dalam kondisi fermentasi fasa cair pakai tangki yang diaduk gitu ya, dibandingkan fermentasi khas pada, kecuali memang tidak bisa dilakukan sama sekali harus pasangannya? Karena produk yang bisa lebih beragamnya. Produknya lebih beragam. Kurang tepat. Karena sebetulnya produk akan ditentukan oleh jenis hidrogennya. Alasannya apa yang paling utama menurut Anda?
Maria Evelyn, ada, tak. Menurut Anda, apa alasannya?
[Musik]
Mungkin lebih mudah untuk difermentasi gitu, kayak lebih cepat atau adalah faktor pada saat prosesnya. Gimana? Gimana? Kalimat terakhir kurang kedengeran.
Www.kayak.com. Sesuai fantasinya itu lebih mudah atau lebih gampang di laut. Oh, iya, maksudnya lebih jam atau lebih mudah dilakukan saya.
Lebih mudah dalam cair. Pengendalian, ya. Jadi, dalam kondisi terbatasi fasa cair itu mengendalikan fermentasinya itu lebih mudah, walaupun butuh mungkin peralatannya lebih banyak, ya. Jadi, ada butuh tauhid tangkinya harus ditutup, harus ada mengadukannya gitu ya, tapi dengan pengadukan sebetulnya akan Anda memastikan kondisi didalam medium. Jadi, memastikan mediumnya tercampur dengan baik, bisa bercampur dengan baik dengan selnya, sehingga nanti proses fermentasinya itu akan menjadi lebih baik. Ketemunya si substrat dengan sel itu akan lebih cepat. Semua komposisi subkhan isinya nggak hanya subjek. Nanti kita akan lihat bahwa sutradara sumber-sumber p, kemudian ada micro, makronutrien. Dengan system fermentasi fasa cair, dikasih pengaduk, semua komponen substrat itu bisa dipastikan teraduk, tercampur dengan baik. Kondisinya mungkin ketemu dengan asalnya cepat. Ketika ketemu dengan saya cepat, dia proses permentasi nya, laju reaksi fermentasinya akan lebih cepat. King dibandingkan kalau Anda melakukan fermentasi fasa padat. Mencampur medium dalam kondisi padat lebih menantangnya untuk memastikan homogenitas medium itu susah. Mikroba tidak akan bisa bercampur baik dengan video, paling hanya bisa nempel-nempel di permukaannya. Kalau ada perubahan temperatur atau tidak menghasilkan asam, gitu ya, kalau difermentasi fasa cair karena teraduk, ndak distribusi temperatur nya seragam, distribusi pH-nya seragam. Tapi kalau di fasa padat, distribusi temperatur, PH Itu akan hidrogen. Pengendaliannya susah. Makanya lebih dipilih yang asap cair kalau bisa dilakukan secara fasa cair. Belum lagi kalau Anda harus menggunakan satu jenis mikroba saja, tidak boleh terjadi kontaminasi gitu ya. Nah, pengendalian secara fasa padat itu lebih susah. Kalau yang fasa cair, ya tinggal ditutup, pastikan penutupnya itu rapat gitu ya, tidak ada udara yang bisa masuk. Anda masukkan udaranya steril dari suatu saluran, Widya, aerasi, kemudian ada aduk dengan baik, beres. Tapi kalau fasa padat susah. Bisanya pasang padat hanya dilakukan kalau memang si biokatalis eyasi selnya itu hanya bisa tumbuh dalam kondisi rasa padat, kemudian kontaminasi mungkin memang minimal, ya. Jadi, mau tidak mau harus wasapada. Plus satu lagi nanti proses pemisahannya. Kalau di sini kan cair dan padat. Kalau yang sangat mesir, kalau fermentasi sama si itu kan isinya cairan dan padatan. Cairan bisa dipisahkan dari padatan, disaring atau disentrifugasi, gitu ya. Nah, kalau di sini kan semua padat. Medium, sel, produknya terjebak di antara medium padat. Nah, ini pemisahnya akan lebih repot. Main, ya. Silakan kalau ada mau ditanyakan. Pak, saya izin bertanya. Kernel Allah tadi kan ada yang medium untuk proses fermentasinya digunakan medium yang lebih murah. Berarti konsentrasi itu harus lebih tinggi atau enggak juga? Yap, tergantung kebutuhan. Nah, masalahnya begini. Secara umum, iya, karena kandungan karbon saya. Kita bisa melihatnya kalau substrat yang lebih murah, kan kandungan karbonnya mungkin lebih rendah. Untuk geram yang sama, dia jadi harus ada tambahkan lebih banyak. Secara umum seperti itu. Tapi biasanya substrat yang sumber karbo, substrat sumber karbon yang lebih murah itu bentuk yang lebih kompleks. Kalau Anda tambahkan lebih banyak, Anda menurunkan viskositas, naik gitu ya, kelarutannya rendah, lebih rendah daripada glukosa, gitu ya. Nah, ini memang yang harus Anda perhatikan juga. Itu salah satu tantangan ketika Anda mengganti sumber karbon yang murah. Apa beli? Apalagi kalau Anda ganti dengan Katakanlah jerami padi ataupun untuk fermentasi tangan mungkin nggak ya, atau Anda diganti dengan bahan lignoselulosa, limbah pertanian, kan berarti kan harus dipotong-potong dulu gitu ya, harus ada pretreatment dulu, gitu ya. Nah, ini tergantung kebutuhan dan tergantung nanti secara fisik kondisi mediumnya seperti apa. Piknik. Selamat pagi, Pak. Saya mau nanya. Oleh tadi sinyalnya agak masak resep sedikit. Saya ingin mengirim Indonesian tadi. Berarti kalau untuk yang bioma itu tuh dia intraseluler. Tapi sementara untuk selfie supernatan Putu yang ekstraseluler, ya, Pak? Jadi, kalau yang biomassa, jadi ada dua, dua bentuk produk, ya. Memang Anda mau menggunakan biomassanya, kayak tadi ragi roti, ya, udah, berarti tinggal raginya dipisahkan secara secara umum, kemudian dia dikeringkan, dikemas, dijual. Tapi ada beberapa produk yang sifatnya adalah intraseluler. Jadi, bukan soalnya yang mau Anda pakai, tapi produk yang ada di dalam selnya. Mau tidak mau, ya, biomassanya harus dipecah. Nah, ini nggak tergambar ya di sini. Biomassanya dipecah, kemudian nanti, ya, dilarutkan lagi, nanti produknya akan diproses lebih lanjut. Kalau yang selfie supernatan dikembalikan cairan bebas sel, ya, ini jadi untuk produk yang ekstraseluler. Sebetulnya nanti produk intraseluler setelah dipecah, kemudian dilarutkan kembali, tahapan pemisahan dan pemurniannya itu mirip dengan yang ekstraseluler. Tergantung sifat bahan. Yang tahapan pemisahan dan pemurnian ditekan bergantung pada karakteristik fisik dan kimiawi dari gan. Maksudnya fisiknya apa? Kelarutan, kemudian, ya, kelarutan itu kan bisa apakah dia polar, nonpolar, gitu ya, kemudian ion-ionnya apa saja, jenazah akan bergantung pada sifat fisik dan kimianya. Baik, terima kasih, Pak. Jadi, kalau intraseluler, biomassa dipecah, itu belum selesai ya? Biomassa dipecahkan, isinya keluar semua, ya? Isinya keluar semua, kan harus terlarut didalam medium. Nanti tahapannya, ya, secara general mirip dengan ekstraseluler, ada pemisahan, ada pemurnian, dan ada polishing. Jadi, dia di konsentrasinya ditingkatkan. Sejalan dengan tahapannya. Ada lagi yang mau ditanyakan? Silakan. Baik, kalau tidak ada, kita lanjutkan.
Nah, ini bisa dilihat ya, walaupun ini tidak selalu, tapi komponen dari proses fermentasi, letupan dari proses fermentasi ini secara umum dapat digambarkan dengan skema yang Anda bisa lihat di layer. Yang paling gede apa yang kelihatan paling menonjol? Biarkan ya, ini adalah komentarnya. Fermentornya itu adalah reaktornya. Rektor adalah inti dari proses fermentasi. Di dalam reaktor itu akan terjadi proses fermentasi. Kira-kira apa saja yang ada di dalam reaktor?
Mikroba. Bapak. Gimana nih suaranya pelan-pelan. Sudah pada sarapan belum?
PM3. Ya, silakan kalau Adek mau jawab. Apa yang masuk ke dalam reaktor? Ada dua ya. Saya lupa subscribe dan substrat atau atau bahan atau medium. Jadi, dalam fermentasi di dalam reaktor itu harus ada substrat atau bahan atau medium dan harus ada sel. Untuk itu Anda perlu menyiapkan sel dan perlu menyiapkan medium. Nah, kalau kita bicara skala industri, tentunya baik jumlah medium maupun jumlah sel itu harus cukup. Jadi, untuk persiapan sel Anda perlu mengembangkan selnya. Mengembangkan itu maksudnya isikan sebelum masuk reaktor, jumlah selnya atau konsentrasi sel itu cukup. Ini yang disebut dengan tahapan pengembangan inokulum. Tahapan pengembangan inokulum ini dilakukan nanti di pertemuan-pertemuan berikutnya akan kita bahas sih bagaimana secara the inokulum development ini. Tapi pada dasarnya tahapan ini meliputi penumbuhan sel. Jadi, sel yang tadinya cuma seuprit gitu ya, Anda beli atau bisa dari hasil isolasi atau sering juga kita sebut dengan stok culture, itu Anda tumbuhkan dulu tuh kan nggak bisa langsung bisanya Katakanlah fermentor gedenya itu 1 M3 gitu ya atau lebih kecil lagi 10 M3 gitu ya. Nah, selnya akan perlu Anda tumbuhkan sehingga cukup untuk masuk ke bermanfaat. Soalnya kan penembakan.
Di tahapan pengembangan inokulum itu setirnya juga perlu makanan, perlu substrat, sehingga ada tahapan yang namanya pengembangan medium. Ya, jadi di bersamaan dengan pengembangan inokulum, ada tahap pengembangan medium. Kalau untuk inokulum Anda tujuannya kan pingin soalnya itu tumbuh dengan cepat, banyak, sehat gitu ya. Nah, ketika jumlahnya masih sedikit, Anda bisa kasih glukosa, merupakan murni, ya, tapi harganya mahal. Tapi kan bentuknya dikit. Semakin jumlah selnya banyak, kebutuhan substratnya akan semakin banyak. Kalau Anda tetap pakai glukosa, apa efeknya? Harganya akan semakin mahal. Biaya operasi untuk bahan baku akan semakin. Halo. Nah, makanya sumber karbonnya, contohnya tadi glukosa, Anda bisa ganti. Jadi, bersamaan dengan jumlah sel yang makin banyak, konsentrasi glukosa didalam medium itu bisa diturunkan, kemudian secara perlahan diganti dengan medium suci yang lain yang lebih murah. Bisanya pakai monase atau pakai pati atau pakai bahan-bahan lain. Nah, tapi Anda perlu sadari bahwa ketika Anda mengubah menjadi bahan yang lebih murah, biasanya bahan yang lebih murah itu Kompleks strukturnya, konsentrasinya juga lebih rendah. Akibatnya apa? Pertumbuhan mikroba tidak akan sebaik ketika dia makannya glukosa. Itu perlu dipahami, ya. Jadi, ketika makanannya itu lebih murah, ya, tubuhnya tidak dapat menjadi tidak Edi lebih turun gitu kecepatan pertumbuhannya. Tapi nggak papa kan yang penting hanya tetap tumbuh. Jadi, fungsi dari pengembangan medium itu adalah Anda memformulasikan video, sehingga nanti ketika masuk ke fermentor utama, ketika masuk ke fermentor produksi, sel yang jumlahnya tadi sudah bertambah itu tetap bisa memanfaatkan medium. Komposisinya, komposisi yang ada di dalam medium itu masih bisa dipakai untuk proses fermentasi. Tapi harga medium, biaya operasi yang dari medium itu lebih lebih murah. Kebayang, ya. Jadi, itu fungsi dari pengembangan medium. Ada dua fungsinya: satu adalah untuk menumbuhkan sel sampai jumlahnya cukup, yang kedua yang nanti jadi bahan baku ini bisa medium yang sama, kalau memang tujuannya adalah untuk menghasilkan sel difermentasi utama, atau medium yang berbeda. Ini terutama kalah soalnya nanti akan membentuk produk samping. Jadi, bisa jadi medium yang digunakan untuk pengembangan inokulum untuk menumbuhkan sel dengan medium untuk produksi itu beda. Nah, biasanya nanti akan ada proses yang namanya aklimatisasi. Aklimatisasi medium. Jadi, biasanya ini atau proses aklimatisasi ini adalah proses untuk membiasakan si mikroba secara perlahan terhadap medium yang barat.
Nah, kalau sudah fermentasinya jalan selesai, gitu ya, nantikan akan dipanen. Dipanen itu nanti di dalam fermentor itu akan ada sel, cancelnya makin banyaknya, kemudian ada sisa substrat dan ada produk. Itu semua nyampur. Nah, biang biasa dilakukan makanya Anda memisahkan selnya dulu karena padat. Nah, terus nanti kalau produknya adalah si sel yang sudah biomassanya dikeringkan dan dikemas. Tapi kalau produknya itu ada di dalam sel atau kita sebutnya closing transeluler, intraseluler, maka Anda perlu pecah biomassanya. Ini perlu dipecah, nanti baru di proses lebih lanjut. Kalau produknya adalah produk yang ekstraseluler, berarti dia ada di cairannya, kan ya. Dia ada di cairan, maka saya hanya perlu di murnikan. Bahan yang mau Anda ambil perlu dipisahkan lebih lanjut, kemudian dimurnikan, kemudian baru di bisa dikemas dan dijual. Tentunya akan ada limbah yang dihasilkan. Nah, ini secara umumnya, secara umum penggambaran proses fermentasi secara shakhrukh.
Fermentasi fasa cair atau staf match. It sudah pernah dengar ya? Sama mach3 menetesnya. Kalau tamatkan mentation ini persisnya seperti ini. Rata-rata proses fermentasi itu dijalankan secara saat mos. Dengan alasan apa kira-kira? Balikannya saat Mas adalah Solid state fermentation. Kalau Solid state fermentation itu mediumnya padat. Kalau yang di sini mediumnya cair. Jadi, semua komponen substrat itu dilarutkan ke air, kemudian setelahnya dimasukkan. Fermentasinya jalan. Kalau yang Solid state fermentation ini kayaknya ada kuliah khususnya terkait selesai fermentation di semester ini. Ini medium ini adalah padat, walaupun ada air, tapi kadar airnya rendah. Biasanya ini selnya adalah jamur. Karena jamur memang optimum tumbuh pada kadar air yang tertidur terlalu tinggi. Walaupun penisilin, penisilin itu kan antibiotik, dia dihasilkan oleh jamur dan sekarang proses fermentasinya adalah saat march. Kenapa orang lebih memilih shakhrukh?
Mym3. Pilih ada sudah ditinggal tidur. Halo, siapa bangun ya? Kira-kira.
Eh, kenapa proses fermentasi itu orang lebih memilih dalam kondisi fermentasi fasa cair pakai tangki yang diaduk gitu ya, dibandingkan fermentasi khas pada, kecuali memang tidak bisa dilakukan sama sekali harus pasangannya? Karena produk yang bisa lebih beragamnya. Produknya lebih beragam. Kurang tepat. Karena sebetulnya produk akan ditentukan oleh jenis hidrogennya. Alasannya apa yang paling utama menurut Anda?
Maria Evelyn, ada, tak. Menurut Anda, apa alasannya?
[Musik]
Mungkin lebih mudah untuk difermentasi gitu, kayak lebih cepat atau adalah faktor pada saat prosesnya. Gimana? Gimana? Kalimat terakhir kurang kedengeran.
Www.kayak.com. Sesuai fantasinya itu lebih mudah atau lebih gampang di laut. Oh, iya, maksudnya lebih jam atau lebih mudah dilakukan saya.
Lebih mudah dalam cair. Pengendalian, ya. Jadi, dalam kondisi terbatasi fasa cair itu mengendalikan fermentasinya itu lebih mudah, walaupun butuh mungkin peralatannya lebih banyak, ya. Jadi, ada butuh tauhid tangkinya harus ditutup, harus ada mengadukannya gitu ya, tapi dengan pengadukan sebetulnya akan Anda memastikan kondisi didalam medium. Jadi, memastikan mediumnya tercampur dengan baik, bisa bercampur dengan baik dengan selnya, sehingga nanti proses fermentasinya itu akan menjadi lebih baik. Ketemunya si substrat dengan sel itu akan lebih cepat. Semua komposisi subkhan isinya nggak hanya subjek. Nanti kita akan lihat bahwa sutradara sumber-sumber p, kemudian ada micro, makronutrien. Dengan system fermentasi fasa cair, dikasih pengaduk, semua komponen substrat itu bisa dipastikan teraduk, tercampur dengan baik. Kondisinya mungkin ketemu dengan asalnya cepat. Ketika ketemu dengan saya cepat, dia proses permentasi nya, laju reaksi fermentasinya akan lebih cepat. King dibandingkan kalau Anda melakukan fermentasi fasa padat. Mencampur medium dalam kondisi padat lebih menantangnya untuk memastikan homogenitas medium itu susah. Mikroba tidak akan bisa bercampur baik dengan video, paling hanya bisa nempel-nempel di permukaannya. Kalau ada perubahan temperatur atau tidak menghasilkan asam, gitu ya, kalau difermentasi fasa cair karena teraduk, ndak distribusi temperatur nya seragam, distribusi pH-nya seragam. Tapi kalau di fasa padat, distribusi temperatur, PH Itu akan hidrogen. Pengendaliannya susah. Makanya lebih dipilih yang asap cair kalau bisa dilakukan secara fasa cair. Belum lagi kalau Anda harus menggunakan satu jenis mikroba saja, tidak boleh terjadi kontaminasi gitu ya. Nah, pengendalian secara fasa padat itu lebih susah. Kalau yang fasa cair, ya tinggal ditutup, pastikan penutupnya itu rapat gitu ya, tidak ada udara yang bisa masuk. Anda masukkan udaranya steril dari suatu saluran, Widya, aerasi, kemudian ada aduk dengan baik, beres. Tapi kalau fasa padat susah. Bisanya pasang padat hanya dilakukan kalau memang si biokatalis eyasi selnya itu hanya bisa tumbuh dalam kondisi rasa padat, kemudian kontaminasi mungkin memang minimal, ya. Jadi, mau tidak mau harus wasapada. Plus satu lagi nanti proses pemisahannya. Kalau di sini kan cair dan padat. Kalau yang sangat mesir, kalau fermentasi sama si itu kan isinya cairan dan padatan. Cairan bisa dipisahkan dari padatan, disaring atau disentrifugasi, gitu ya. Nah, kalau di sini kan semua padat. Medium, sel, produknya terjebak di antara medium padat. Nah, ini pemisahnya akan lebih repot. Main, ya. Silakan kalau ada mau ditanyakan. Pak, saya izin bertanya. Kernel Allah tadi kan ada yang medium untuk proses fermentasinya digunakan medium yang lebih murah. Berarti konsentrasi itu harus lebih tinggi atau enggak juga? Yap, tergantung kebutuhan. Nah, masalahnya begini. Secara umum, iya, karena kandungan karbon saya. Kita bisa melihatnya kalau substrat yang lebih murah, kan kandungan karbonnya mungkin lebih rendah. Untuk geram yang sama, dia jadi harus ada tambahkan lebih banyak. Secara umum seperti itu. Tapi biasanya substrat yang sumber karbo, substrat sumber karbon yang lebih murah itu bentuk yang lebih kompleks. Kalau Anda tambahkan lebih banyak, Anda menurunkan viskositas, naik gitu ya, kelarutannya rendah, lebih rendah daripada glukosa, gitu ya. Nah, ini memang yang harus Anda perhatikan juga. Itu salah satu tantangan ketika Anda mengganti sumber karbon yang murah. Apa beli? Apalagi kalau Anda ganti dengan Katakanlah jerami padi ataupun untuk fermentasi tangan mungkin nggak ya, atau Anda diganti dengan bahan lignoselulosa, limbah pertanian, kan berarti kan harus dipotong-potong dulu gitu ya, harus ada pretreatment dulu, gitu ya. Nah, ini tergantung kebutuhan dan tergantung nanti secara fisik kondisi mediumnya seperti apa. Piknik. Selamat pagi, Pak. Saya mau nanya. Oleh tadi sinyalnya agak masak resep sedikit. Saya ingin mengirim Indonesian tadi. Berarti kalau untuk yang bioma itu tuh dia intraseluler. Tapi sementara untuk selfie supernatan Putu yang ekstraseluler, ya, Pak? Jadi, kalau yang biomassa, jadi ada dua, dua bentuk produk, ya. Memang Anda mau menggunakan biomassanya, kayak tadi ragi roti, ya, udah, berarti tinggal raginya dipisahkan secara secara umum, kemudian dia dikeringkan, dikemas, dijual. Tapi ada beberapa produk yang sifatnya adalah intraseluler. Jadi, bukan soalnya yang mau Anda pakai, tapi produk yang ada di dalam selnya. Mau tidak mau, ya, biomassanya harus dipecah. Nah, ini nggak tergambar ya di sini. Biomassanya dipecah, kemudian nanti, ya, dilarutkan lagi, nanti produknya akan diproses lebih lanjut. Kalau yang selfie supernatan dikembalikan cairan bebas sel, ya, ini jadi untuk produk yang ekstraseluler. Sebetulnya nanti produk intraseluler setelah dipecah, kemudian dilarutkan kembali, tahapan pemisahan dan pemurniannya itu mirip dengan yang ekstraseluler. Tergantung sifat bahan. Yang tahapan pemisahan dan pemurnian ditekan bergantung pada karakteristik fisik dan kimiawi dari gan. Maksudnya fisiknya apa? Kelarutan, kemudian, ya, kelarutan itu kan bisa apakah dia polar, nonpolar, gitu ya, kemudian ion-ionnya apa saja, jenazah akan bergantung pada sifat fisik dan kimianya. Baik, terima kasih, Pak. Jadi, kalau intraseluler, biomassa dipecah, itu belum selesai ya? Biomassa dipecahkan, isinya keluar semua, ya? Isinya keluar semua, kan harus terlarut didalam medium. Nanti tahapannya, ya, secara general mirip dengan ekstraseluler, ada pemisahan, ada pemurnian, dan ada polishing. Jadi, dia di konsentrasinya ditingkatkan. Sejalan dengan tahapannya. Ada lagi yang mau ditanyakan? Silakan. Baik, kalau tidak ada, kita lanjutkan.
Nah, ini bisa dilihat ya, walaupun ini tidak selalu, tapi komponen dari proses fermentasi, letupan dari proses fermentasi ini secara umum dapat digambarkan dengan skema yang Anda bisa lihat di layer. Yang paling gede apa yang kelihatan paling menonjol? Biarkan ya, ini adalah komentarnya. Fermentornya itu adalah reaktornya. Rektor adalah inti dari proses fermentasi. Di dalam reaktor itu akan terjadi proses fermentasi. Kira-kira apa saja yang ada di dalam reaktor?
Mikroba. Bapak. Gimana nih suaranya pelan-pelan. Sudah pada sarapan belum?
PM3. Ya, silakan kalau Adek mau jawab. Apa yang masuk ke dalam reaktor? Ada dua ya. Saya lupa subscribe dan substrat atau atau bahan atau medium. Jadi, dalam fermentasi di dalam reaktor itu harus ada substrat atau bahan atau medium dan harus ada sel. Untuk itu Anda perlu menyiapkan sel dan perlu menyiapkan medium. Nah, kalau kita bicara skala industri, tentunya baik jumlah medium maupun jumlah sel itu harus cukup. Jadi, untuk persiapan sel Anda perlu mengembangkan selnya. Mengembangkan itu maksudnya isikan sebelum masuk reaktor, jumlah selnya atau konsentrasi sel itu cukup. Ini yang disebut dengan tahapan pengembangan inokulum. Tahapan pengembangan inokulum ini dilakukan nanti di pertemuan-pertemuan berikutnya akan kita bahas sih bagaimana secara the inokulum development ini. Tapi pada dasarnya tahapan ini meliputi penumbuhan sel. Jadi, sel yang tadinya cuma seuprit gitu ya, Anda beli atau bisa dari hasil isolasi atau sering juga kita sebut dengan stok culture, itu Anda tumbuhkan dulu tuh kan nggak bisa langsung bisanya Katakanlah fermentor gedenya itu 1 M3 gitu ya atau lebih kecil lagi 10 M3 gitu ya. Nah, selnya akan perlu Anda tumbuhkan sehingga cukup untuk masuk ke bermanfaat. Soalnya kan penembakan.
Di tahapan pengembangan inokulum itu setirnya juga perlu makanan, perlu substrat, sehingga ada tahapan yang namanya pengembangan medium. Ya, jadi di bersamaan dengan pengembangan inokulum, ada tahap pengembangan medium. Kalau untuk inokulum Anda tujuannya kan pingin soalnya itu tumbuh dengan cepat, banyak, sehat gitu ya. Nah, ketika jumlahnya masih sedikit, Anda bisa kasih glukosa, merupakan murni, ya, tapi harganya mahal. Tapi kan bentuknya dikit. Semakin jumlah selnya banyak, kebutuhan substratnya akan semakin banyak. Kalau Anda tetap pakai glukosa, apa efeknya? Harganya akan semakin mahal. Biaya operasi untuk bahan baku akan semakin. Halo. Nah, makanya sumber karbonnya, contohnya tadi glukosa, Anda bisa ganti. Jadi, bersamaan dengan jumlah sel yang makin banyak, konsentrasi glukosa didalam medium itu bisa diturunkan, kemudian secara perlahan diganti dengan medium suci yang lain yang lebih murah. Bisanya pakai monase atau pakai pati atau pakai bahan-bahan lain. Nah, tapi Anda perlu sadari bahwa ketika Anda mengubah menjadi bahan yang lebih murah, biasanya bahan yang lebih murah itu Kompleks strukturnya, konsentrasinya juga lebih rendah. Akibatnya apa? Pertumbuhan mikroba tidak akan sebaik ketika dia makannya glukosa. Itu perlu dipahami, ya. Jadi, ketika makanannya itu lebih murah, ya, tubuhnya tidak dapat menjadi tidak Edi lebih turun gitu kecepatan pertumbuhannya. Tapi nggak papa kan yang penting hanya tetap tumbuh. Jadi, fungsi dari pengembangan medium itu adalah Anda memformulasikan video, sehingga nanti ketika masuk ke fermentor utama, ketika masuk ke fermentor produksi, sel yang jumlahnya tadi sudah bertambah itu tetap bisa memanfaatkan medium. Komposisinya, komposisi yang ada di dalam medium itu masih bisa dipakai untuk proses fermentasi. Tapi harga medium, biaya operasi yang dari medium itu lebih lebih murah. Kebayang, ya. Jadi, itu fungsi dari pengembangan medium. Ada dua fungsinya: satu adalah untuk menumbuhkan sel sampai jumlahnya cukup, yang kedua yang nanti jadi bahan baku ini bisa medium yang sama, kalau memang tujuannya adalah untuk menghasilkan sel difermentasi utama, atau medium yang berbeda. Ini terutama kalah soalnya nanti akan membentuk produk samping. Jadi, bisa jadi medium yang digunakan untuk pengembangan inokulum untuk menumbuhkan sel dengan medium untuk produksi itu beda. Nah, biasanya nanti akan ada proses yang namanya aklimatisasi. Aklimatisasi medium. Jadi, biasanya ini atau proses aklimatisasi ini adalah proses untuk membiasakan si mikroba secara perlahan terhadap medium yang barat.
Nah, kalau sudah fermentasinya jalan selesai, gitu ya, nantikan akan dipanen. Dipanen itu nanti di dalam fermentor itu akan ada sel, cancelnya makin banyaknya, kemudian ada sisa substrat dan ada produk. Itu semua nyampur. Nah, biang biasa dilakukan makanya Anda memisahkan selnya dulu karena padat. Nah, terus nanti kalau produknya adalah si sel yang sudah biomassanya dikeringkan dan dikemas. Tapi kalau produknya itu ada di dalam sel atau kita sebutnya closing transeluler, intraseluler, maka Anda perlu pecah biomassanya. Ini perlu dipecah, nanti baru di proses lebih lanjut. Kalau produknya adalah produk yang ekstraseluler, berarti dia ada di cairannya, kan ya. Dia ada di cairan, maka saya hanya perlu di murnikan. Bahan yang mau Anda ambil perlu dipisahkan lebih lanjut, kemudian dimurnikan, kemudian baru di bisa dikemas dan dijual. Tentunya akan ada limbah yang dihasilkan. Nah, ini secara umumnya, secara umum penggambaran proses fermentasi secara shakhrukh.
Fermentasi fasa cair atau staf match. It sudah pernah dengar ya? Sama mach3 menetesnya. Kalau tamatkan mentation ini persisnya seperti ini. Rata-rata proses fermentasi itu dijalankan secara saat mos. Dengan alasan apa kira-kira? Balikannya saat Mas adalah Solid state fermentation. Kalau Solid state fermentation itu mediumnya padat. Kalau yang di sini mediumnya cair. Jadi, semua komponen substrat itu dilarutkan ke air, kemudian setelahnya dimasukkan. Fermentasinya jalan. Kalau yang Solid state fermentation ini kayaknya ada kuliah khususnya terkait selesai fermentation di semester ini. Ini medium ini adalah padat, walaupun ada air, tapi kadar airnya rendah. Biasanya ini selnya adalah jamur. Karena jamur memang optimum tumbuh pada kadar air yang tertidur terlalu tinggi. Walaupun penisilin, penisilin itu kan antibiotik, dia dihasilkan oleh jamur dan sekarang proses fermentasinya adalah saat march. Kenapa orang lebih memilih shakhrukh?
Mym3. Pilih ada sudah ditinggal tidur. Halo, siapa bangun ya? Kira-kira.
Eh, kenapa proses fermentasi itu orang lebih memilih dalam kondisi fermentasi fasa cair pakai tangki yang diaduk gitu ya, dibandingkan fermentasi khas pada, kecuali memang tidak bisa dilakukan sama sekali harus pasangannya? Karena produk yang bisa lebih beragamnya. Produknya lebih beragam. Kurang tepat. Karena sebetulnya produk akan ditentukan oleh jenis hidrogennya. Alasannya apa yang paling utama menurut Anda?
Maria Evelyn, ada, tak. Menurut Anda, apa alasannya?
[Musik]
Mungkin lebih mudah untuk difermentasi gitu, kayak lebih cepat atau adalah faktor pada saat prosesnya. Gimana? Gimana? Kalimat terakhir kurang kedengeran.
Www.kayak.com. Sesuai fantasinya itu lebih mudah atau lebih gampang di laut. Oh, iya, maksudnya lebih jam atau lebih mudah dilakukan saya.
Lebih mudah dalam cair. Pengendalian, ya. Jadi, dalam kondisi terbatasi fasa cair itu mengendalikan fermentasinya itu lebih mudah, walaupun butuh mungkin peralatannya lebih banyak, ya. Jadi, ada butuh tauhid tangkinya harus ditutup, harus ada mengadukannya gitu ya, tapi dengan pengadukan sebetulnya akan Anda memastikan kondisi didalam medium. Jadi, memastikan mediumnya tercampur dengan baik, bisa bercampur dengan baik dengan selnya, sehingga nanti proses fermentasinya itu akan menjadi lebih baik. Ketemunya si substrat dengan sel itu akan lebih cepat. Semua komposisi subkhan isinya nggak hanya subjek. Nanti kita akan lihat bahwa sutradara sumber-sumber p, kemudian ada micro, makronutrien. Dengan system fermentasi fasa cair, dikasih pengaduk, semua komponen substrat itu bisa dipastikan teraduk, tercampur dengan baik. Kondisinya mungkin ketemu dengan asalnya cepat. Ketika ketemu dengan saya cepat, dia proses permentasi nya, laju reaksi fermentasinya akan lebih cepat. King dibandingkan kalau Anda melakukan fermentasi fasa padat. Mencampur medium dalam kondisi padat lebih menantangnya untuk memastikan homogenitas medium itu susah. Mikroba tidak akan bisa bercampur baik dengan video, paling hanya bisa nempel-nempel di permukaannya. Kalau ada perubahan temperatur atau tidak menghasilkan asam, gitu ya, kalau difermentasi fasa cair karena teraduk, ndak distribusi temperatur nya seragam, distribusi pH-nya seragam. Tapi kalau di fasa padat, distribusi temperatur, PH Itu akan hidrogen. Pengendaliannya susah. Makanya lebih dipilih yang asap cair kalau bisa dilakukan secara fasa cair. Belum lagi kalau Anda harus menggunakan satu jenis mikroba saja, tidak boleh terjadi kontaminasi gitu ya. Nah, pengendalian secara fasa padat itu lebih susah. Kalau yang fasa cair, ya tinggal ditutup, pastikan penutupnya itu rapat gitu ya, tidak ada udara yang bisa masuk. Anda masukkan udaranya steril dari suatu saluran, Widya, aerasi, kemudian ada aduk dengan baik, beres. Tapi kalau fasa padat susah. Bisanya pasang padat hanya dilakukan kalau memang si biokatalis eyasi selnya itu hanya bisa tumbuh dalam kondisi rasa padat, kemudian kontaminasi mungkin memang minimal, ya. Jadi, mau tidak mau harus wasapada. Plus satu lagi nanti proses pemisahannya. Kalau di sini kan cair dan padat. Kalau yang sangat mesir, kalau fermentasi sama si itu kan isinya cairan dan padatan. Cairan bisa dipisahkan dari padatan, disaring atau disentrifugasi, gitu ya. Nah, kalau di sini kan semua padat. Medium, sel, produknya terjebak di antara medium padat. Nah, ini pemisahnya akan lebih repot. Main, ya. Silakan kalau ada mau ditanyakan. Pak, saya izin bertanya. Kernel Allah tadi kan ada yang medium untuk proses fermentasinya digunakan medium yang lebih murah. Berarti konsentrasi itu harus lebih tinggi atau enggak juga? Yap, tergantung kebutuhan. Nah, masalahnya begini. Secara umum, iya, karena kandungan karbon saya. Kita bisa melihatnya kalau substrat yang lebih murah, kan kandungan karbonnya mungkin lebih rendah. Untuk geram yang sama, dia jadi harus ada tambahkan lebih banyak. Secara umum seperti itu. Tapi biasanya substrat yang sumber karbo, substrat sumber karbon yang lebih murah itu bentuk yang lebih kompleks. Kalau Anda tambahkan lebih banyak, Anda menurunkan viskositas, naik gitu ya, kelarutannya rendah, lebih rendah daripada glukosa, gitu ya. Nah, ini memang yang harus Anda perhatikan juga. Itu salah satu tantangan ketika Anda mengganti sumber karbon yang murah. Apa beli? Apalagi kalau Anda ganti dengan Katakanlah jerami padi ataupun untuk fermentasi tangan mungkin nggak ya, atau Anda diganti dengan bahan lignoselulosa, limbah pertanian, kan berarti kan harus dipotong-potong dulu gitu ya, harus ada pretreatment dulu, gitu ya. Nah, ini tergantung kebutuhan dan tergantung nanti secara fisik kondisi mediumnya seperti apa. Piknik. Selamat pagi, Pak. Saya mau nanya. Oleh tadi sinyalnya agak masak resep sedikit. Saya ingin mengirim Indonesian tadi. Berarti kalau untuk yang bioma itu tuh dia intraseluler. Tapi sementara untuk selfie supernatan Putu yang ekstraseluler, ya, Pak? Jadi, kalau yang biomassa, jadi ada dua, dua bentuk produk, ya. Memang Anda mau menggunakan biomassanya, kayak tadi ragi roti, ya, udah, berarti tinggal raginya dipisahkan secara secara umum, kemudian dia dikeringkan, dikemas, dijual. Tapi ada beberapa produk yang sifatnya adalah intraseluler. Jadi, bukan soalnya yang mau Anda pakai, tapi produk yang ada di dalam selnya. Mau tidak mau, ya, biomassanya harus dipecah. Nah, ini nggak tergambar ya di sini. Biomassanya dipecah, kemudian nanti, ya, dilarutkan lagi, nanti produknya akan diproses lebih lanjut. Kalau yang selfie supernatan dikembalikan cairan bebas sel, ya, ini jadi untuk produk yang ekstraseluler. Sebetulnya nanti produk intraseluler setelah dipecah, kemudian dilarutkan kembali, tahapan pemisahan dan pemurniannya itu mirip dengan yang ekstraseluler. Tergantung sifat bahan. Yang tahapan pemisahan dan pemurnian ditekan bergantung pada karakteristik fisik dan kimiawi dari gan. Maksudnya fisiknya apa? Kelarutan, kemudian, ya, kelarutan itu kan bisa apakah dia polar, nonpolar, gitu ya, kemudian ion-ionnya apa saja, jenazah akan bergantung pada sifat fisik dan kimianya. Baik, terima kasih, Pak. Jadi, kalau intraseluler, biomassa dipecah, itu belum selesai ya? Biomassa dipecahkan, isinya keluar semua, ya? Isinya keluar semua, kan harus terlarut didalam medium. Nanti tahapannya, ya, secara general mirip dengan ekstraseluler, ada pemisahan, ada pemurnian, dan ada polishing. Jadi, dia di konsentrasinya ditingkatkan. Sejalan dengan tahapannya. Ada lagi yang mau ditanyakan? Silakan. Baik, kalau tidak ada, kita lanjutkan.
Nah, ini bisa dilihat ya, walaupun ini tidak selalu, tapi komponen dari proses fermentasi, letupan dari proses fermentasi ini secara umum dapat digambarkan dengan skema yang Anda bisa lihat di layer. Yang paling gede apa yang kelihatan paling menonjol? Biarkan ya, ini adalah komentarnya. Fermentornya itu adalah reaktornya. Rektor adalah inti dari proses fermentasi. Di dalam reaktor itu akan terjadi proses fermentasi. Kira-kira apa saja yang ada di dalam reaktor?
Mikroba. Bapak. Gimana nih suaranya pelan-pelan. Sudah pada sarapan belum?
PM3. Ya, silakan kalau Adek mau jawab. Apa yang masuk ke dalam reaktor? Ada dua ya. Saya lupa subscribe dan substrat atau atau bahan atau medium. Jadi, dalam fermentasi di dalam reaktor itu harus ada substrat atau bahan atau medium dan harus ada sel. Untuk itu Anda perlu menyiapkan sel dan perlu menyiapkan medium. Nah, kalau kita bicara skala industri, tentunya baik jumlah medium maupun jumlah sel itu harus cukup. Jadi, untuk persiapan sel Anda perlu mengembangkan selnya. Mengembangkan itu maksudnya isikan sebelum masuk reaktor, jumlah selnya atau konsentrasi sel itu cukup. Ini yang disebut dengan tahapan pengembangan inokulum. Tahapan pengembangan inokulum ini dilakukan nanti di pertemuan-pertemuan berikutnya akan kita bahas sih bagaimana secara the inokulum development ini. Tapi pada dasarnya tahapan ini meliputi penumbuhan sel. Jadi, sel yang tadinya cuma seuprit gitu ya, Anda beli atau bisa dari hasil isolasi atau sering juga kita sebut dengan stok culture, itu Anda tumbuhkan dulu tuh kan nggak bisa langsung bisanya Katakanlah fermentor gedenya itu 1 M3 gitu ya atau lebih kecil lagi 10 M3 gitu ya. Nah, selnya akan perlu Anda tumbuhkan sehingga cukup untuk masuk ke bermanfaat. Soalnya kan penembakan.
Di tahapan pengembangan inokulum itu setirnya juga perlu makanan, perlu substrat, sehingga ada tahapan yang namanya pengembangan medium. Ya, jadi di bersamaan dengan pengembangan inokulum, ada tahap pengembangan medium. Kalau untuk inokulum Anda tujuannya kan pingin soalnya itu tumbuh dengan cepat, banyak, sehat gitu ya. Nah, ketika jumlahnya masih sedikit, Anda bisa kasih glukosa, merupakan murni, ya, tapi harganya mahal. Tapi kan bentuknya dikit. Semakin jumlah selnya banyak, kebutuhan substratnya akan semakin banyak. Kalau Anda tetap pakai glukosa, apa efeknya? Harganya akan semakin mahal. Biaya operasi untuk bahan baku akan semakin. Halo. Nah, makanya sumber karbonnya, contohnya tadi glukosa, Anda bisa ganti. Jadi, bersamaan dengan jumlah sel yang makin banyak, konsentrasi glukosa didalam medium itu bisa diturunkan, kemudian secara perlahan diganti dengan medium suci yang lain yang lebih murah. Bisanya pakai monase atau pakai pati atau pakai bahan-bahan lain. Nah, tapi Anda perlu sadari bahwa ketika Anda mengubah menjadi bahan yang lebih murah, biasanya bahan yang lebih murah itu Kompleks strukturnya, konsentrasinya juga lebih rendah. Akibatnya apa? Pertumbuhan mikroba tidak akan sebaik ketika dia makannya glukosa. Itu perlu dipahami, ya. Jadi, ketika makanannya itu lebih murah, ya, tubuhnya tidak dapat menjadi tidak Edi lebih turun gitu kecepatan pertumbuhannya. Tapi nggak papa kan yang penting hanya tetap tumbuh. Jadi, fungsi dari pengembangan medium itu adalah Anda memformulasikan video, sehingga nanti ketika masuk ke fermentor utama, ketika masuk ke fermentor produksi, sel yang jumlahnya tadi sudah bertambah itu tetap bisa memanfaatkan medium. Komposisinya, komposisi yang ada di dalam medium itu masih bisa dipakai untuk proses fermentasi. Tapi harga medium, biaya operasi yang dari medium itu lebih lebih murah. Kebayang, ya. Jadi, itu fungsi dari pengembangan medium. Ada dua fungsinya: satu adalah untuk menumbuhkan sel sampai jumlahnya cukup, yang kedua yang nanti jadi bahan baku ini bisa medium yang sama, kalau memang tujuannya adalah untuk menghasilkan sel difermentasi utama, atau medium yang berbeda. Ini terutama kalah soalnya nanti akan membentuk produk samping. Jadi, bisa jadi medium yang digunakan untuk pengembangan inokulum untuk menumbuhkan sel dengan medium untuk produksi itu beda. Nah, biasanya nanti akan ada proses yang namanya aklimatisasi. Aklimatisasi medium. Jadi, biasanya ini atau proses aklimatisasi ini adalah proses untuk membiasakan si mikroba secara perlahan terhadap medium yang barat.
Nah, kalau sudah fermentasinya jalan selesai, gitu ya, nantikan akan dipanen. Dipanen itu nanti di dalam fermentor itu akan ada sel, cancelnya makin banyaknya, kemudian ada sisa substrat dan ada produk. Itu semua nyampur. Nah, biang biasa dilakukan makanya Anda memisahkan selnya dulu karena padat. Nah, terus nanti kalau produknya adalah si sel yang sudah biomassanya dikeringkan dan dikemas. Tapi kalau produknya itu ada di dalam sel atau kita sebutnya closing transeluler, intraseluler, maka Anda perlu pecah biomassanya. Ini perlu dipecah, nanti baru di proses lebih lanjut. Kalau produknya adalah produk yang ekstraseluler, berarti dia ada di cairannya, kan ya. Dia ada di cairan, maka saya hanya perlu di murnikan. Bahan yang mau Anda ambil perlu dipisahkan lebih lanjut, kemudian dimurnikan, kemudian baru di bisa dikemas dan dijual. Tentunya akan ada limbah yang dihasilkan. Nah, ini secara umumnya, secara umum penggambaran proses fermentasi secara shakhrukh.
Fermentasi fasa cair atau staf match. It sudah pernah dengar ya? Sama mach3 menetesnya. Kalau tamatkan mentation ini persisnya seperti ini. Rata-rata proses fermentasi itu dijalankan secara saat mos. Dengan alasan apa kira-kira? Balikannya saat Mas adalah Solid state fermentation. Kalau Solid state fermentation itu mediumnya padat. Kalau yang di sini mediumnya cair. Jadi, semua komponen substrat itu dilarutkan ke air, kemudian setelahnya dimasukkan. Fermentasinya jalan. Kalau yang Solid state fermentation ini kayaknya ada kuliah khususnya terkait selesai fermentation di semester ini. Ini medium ini adalah padat, walaupun ada air, tapi kadar airnya rendah. Biasanya ini selnya adalah jamur. Karena jamur memang optimum tumbuh pada kadar air yang tertidur terlalu tinggi. Walaupun penisilin, penisilin itu kan antibiotik, dia dihasilkan oleh jamur dan sekarang proses fermentasinya adalah saat march. Kenapa orang lebih memilih shakhrukh?
Mym3. Pilih ada sudah ditinggal tidur. Halo, siapa bangun ya? Kira-kira.
Eh, kenapa proses fermentasi itu orang lebih memilih dalam kondisi fermentasi fasa cair pakai tangki yang diaduk gitu ya, dibandingkan fermentasi khas pada, kecuali memang tidak bisa dilakukan sama sekali harus pasangannya? Karena produk yang bisa lebih beragamnya. Produknya lebih beragam. Kurang tepat. Karena sebetulnya produk akan ditentukan oleh jenis hidrogennya. Alasannya apa yang paling utama menurut Anda?
Maria Evelyn, ada, tak. Menurut Anda, apa alasannya?
[Musik]
Mungkin lebih mudah untuk difermentasi gitu, kayak lebih cepat atau adalah faktor pada saat prosesnya. Gimana? Gimana? Kalimat terakhir kurang kedengeran.
Www.kayak.com. Sesuai fantasinya itu lebih mudah atau lebih gampang di laut. Oh, iya, maksudnya lebih jam atau lebih mudah dilakukan saya.
Lebih mudah dalam cair. Pengendalian, ya. Jadi, dalam kondisi terbatasi fasa cair itu mengendalikan fermentasinya itu lebih mudah, walaupun butuh mungkin peralatannya lebih banyak, ya. Jadi, ada butuh tauhid tangkinya harus ditutup, harus ada mengadukannya gitu ya, tapi dengan pengadukan sebetulnya akan Anda memastikan kondisi didalam medium. Jadi, memastikan mediumnya tercampur dengan baik, bisa bercampur dengan baik dengan selnya, sehingga nanti proses fermentasinya itu akan menjadi lebih baik. Ketemunya si substrat dengan sel itu akan lebih cepat. Semua komposisi subkhan isinya nggak hanya subjek. Nanti kita akan lihat bahwa sutradara sumber-sumber p, kemudian ada micro, makronutrien. Dengan system fermentasi fasa cair, dikasih pengaduk, semua komponen substrat itu bisa dipastikan teraduk, tercampur dengan baik. Kondisinya mungkin ketemu dengan asalnya cepat. Ketika ketemu dengan saya cepat, dia proses permentasi nya, laju reaksi fermentasinya akan lebih cepat. King dibandingkan kalau Anda melakukan fermentasi fasa padat. Mencampur medium dalam kondisi padat lebih menantangnya untuk memastikan homogenitas medium itu susah. Mikroba tidak akan bisa bercampur baik dengan video, paling hanya bisa nempel-nempel di permukaannya. Kalau ada perubahan temperatur atau tidak menghasilkan asam, gitu ya, kalau difermentasi fasa cair karena teraduk, ndak distribusi temperatur nya seragam, distribusi pH-nya seragam. Tapi kalau di fasa padat, distribusi temperatur, PH Itu akan hidrogen. Pengendaliannya susah. Makanya lebih dipilih yang asap cair kalau bisa dilakukan secara fasa cair. Belum lagi kalau Anda harus menggunakan satu jenis mikroba saja, tidak boleh terjadi kontaminasi gitu ya. Nah, pengendalian secara fasa padat itu lebih susah. Kalau yang fasa cair, ya tinggal ditutup, pastikan penutupnya itu rapat gitu ya, tidak ada udara yang bisa masuk. Anda masukkan udaranya steril dari suatu saluran, Widya, aerasi, kemudian ada aduk dengan baik, beres. Tapi kalau fasa padat susah. Bisanya pasang padat hanya dilakukan kalau memang si biokatalis eyasi selnya itu hanya bisa tumbuh dalam kondisi rasa padat, kemudian kontaminasi mungkin memang minimal, ya. Jadi, mau tidak mau harus wasapada. Plus satu lagi nanti proses pemisahannya. Kalau di sini kan cair dan padat. Kalau yang sangat mesir, kalau fermentasi sama si itu kan isinya cairan dan padatan. Cairan bisa dipisahkan dari padatan, disaring atau disentrifugasi, gitu ya. Nah, kalau di sini kan semua padat. Medium, sel, produknya terjebak di antara medium padat. Nah, ini pemisahnya akan lebih repot. Main, ya. Silakan kalau ada mau ditanyakan. Pak, saya izin bertanya. Kernel Allah tadi kan ada yang medium untuk proses fermentasinya digunakan medium yang lebih murah. Berarti konsentrasi itu harus lebih tinggi atau enggak juga? Yap, tergantung kebutuhan. Nah, masalahnya begini. Secara umum, iya, karena kandungan karbon saya. Kita bisa melihatnya kalau substrat yang lebih murah, kan kandungan karbonnya mungkin lebih rendah. Untuk geram yang sama, dia jadi harus ada tambahkan lebih banyak. Secara umum seperti itu. Tapi biasanya substrat yang sumber karbo, substrat sumber karbon yang lebih murah itu bentuk yang lebih kompleks. Kalau Anda tambahkan lebih banyak, Anda menurunkan viskositas, naik gitu ya, kelarutannya rendah, lebih rendah daripada glukosa, gitu ya. Nah, ini memang yang harus Anda perhatikan juga. Itu salah satu tantangan ketika Anda mengganti sumber karbon yang murah. Apa beli? Apalagi kalau Anda ganti dengan Katakanlah jerami padi ataupun untuk fermentasi tangan mungkin nggak ya, atau Anda diganti dengan bahan lignoselulosa, limbah pertanian, kan berarti kan harus dipotong-potong dulu gitu ya, harus ada pretreatment dulu, gitu ya. Nah, ini tergantung kebutuhan dan tergantung nanti secara fisik kondisi mediumnya seperti apa. Piknik. Selamat pagi, Pak. Saya mau nanya. Oleh tadi sinyalnya agak masak resep sedikit. Saya ingin mengirim Indonesian tadi. Berarti kalau untuk yang bioma itu tuh dia intraseluler. Tapi sementara untuk selfie supernatan Putu yang ekstraseluler, ya, Pak? Jadi, kalau yang biomassa, jadi ada dua, dua bentuk produk, ya. Memang Anda mau menggunakan biomassanya, kayak tadi ragi roti, ya, udah, berarti tinggal raginya dipisahkan secara secara umum, kemudian dia dikeringkan, dikemas, dijual. Tapi ada beberapa produk yang sifatnya adalah intraseluler. Jadi, bukan soalnya yang mau Anda pakai, tapi produk yang ada di dalam selnya. Mau tidak mau, ya, biomassanya harus dipecah. Nah, ini nggak tergambar ya di sini. Biomassanya dipecah, kemudian nanti, ya, dilarutkan lagi, nanti produknya akan diproses lebih lanjut. Kalau yang selfie supernatan dikembalikan cairan bebas sel, ya, ini jadi untuk produk yang ekstraseluler. Sebetulnya nanti produk intraseluler setelah dipecah, kemudian dilarutkan kembali, tahapan pemisahan dan pemurniannya itu mirip dengan yang ekstraseluler. Tergantung sifat bahan. Yang tahapan pemisahan dan pemurnian ditekan bergantung pada karakteristik fisik dan kimiawi dari gan. Maksudnya fisiknya apa? Kelarutan, kemudian, ya, kelarutan itu kan bisa apakah dia polar, nonpolar, gitu ya, kemudian ion-ionnya apa saja, jenazah akan bergantung pada sifat fisik dan kimianya. Baik, terima kasih, Pak. Jadi, kalau intraseluler, biomassa dipecah, itu belum selesai ya? Biomassa dipecahkan, isinya keluar semua, ya? Isinya keluar semua, kan harus terlarut didalam medium. Nanti tahapannya, ya, secara general mirip dengan ekstraseluler, ada pemisahan, ada pemurnian, dan ada polishing. Jadi, dia di konsentrasinya ditingkatkan. Sejalan dengan tahapannya. Ada lagi yang mau ditanyakan? Silakan. Baik, kalau tidak ada, kita lanjutkan.
Nah, ini bisa dilihat ya, walaupun ini tidak selalu, tapi komponen dari proses fermentasi, letupan dari proses fermentasi ini secara umum dapat digambarkan dengan skema yang Anda bisa lihat di layer. Yang paling gede apa yang kelihatan paling menonjol? Biarkan ya, ini adalah komentarnya. Fermentornya itu adalah reaktornya. Rektor adalah inti dari proses fermentasi. Di dalam reaktor itu akan terjadi proses fermentasi. Kira-kira apa saja yang ada di dalam reaktor?
Mikroba. Bapak. Gimana nih suaranya pelan-pelan. Sudah pada sarapan belum?
PM3. Ya, silakan kalau Adek mau jawab. Apa yang masuk ke dalam reaktor? Ada dua ya. Saya lupa subscribe dan substrat atau atau bahan atau medium. Jadi, dalam fermentasi di dalam reaktor itu harus ada substrat atau bahan atau medium dan harus ada sel. Untuk itu Anda perlu menyiapkan sel dan perlu menyiapkan medium. Nah, kalau kita bicara skala industri, tentunya baik jumlah medium maupun jumlah sel itu harus cukup. Jadi, untuk persiapan sel Anda perlu mengembangkan selnya. Mengembangkan itu maksudnya isikan sebelum masuk reaktor, jumlah selnya atau konsentrasi sel itu cukup. Ini yang disebut dengan tahapan pengembangan inokulum. Tahapan pengembangan inokulum ini dilakukan nanti di pertemuan-pertemuan berikutnya akan kita bahas sih bagaimana secara the inokulum development ini. Tapi pada dasarnya tahapan ini meliputi penumbuhan sel. Jadi, sel yang tadinya cuma seuprit gitu ya, Anda beli atau bisa dari hasil isolasi atau sering juga kita sebut dengan stok culture, itu Anda tumbuhkan dulu tuh kan nggak bisa langsung bisanya Katakanlah fermentor gedenya itu 1 M3 gitu ya atau lebih kecil lagi 10 M3 gitu ya. Nah, selnya akan perlu Anda tumbuhkan sehingga cukup untuk masuk ke bermanfaat. Soalnya kan penembakan.
Di tahapan pengembangan inokulum itu setirnya juga perlu makanan, perlu substrat, sehingga ada tahapan yang namanya pengembangan medium. Ya, jadi di bersamaan dengan pengembangan inokulum, ada tahap pengembangan medium. Kalau untuk inokulum Anda tujuannya kan pingin soalnya itu tumbuh dengan cepat, banyak, sehat gitu ya. Nah, ketika jumlahnya masih sedikit, Anda bisa kasih glukosa, merupakan murni, ya, tapi harganya mahal. Tapi kan bentuknya dikit. Semakin jumlah selnya banyak, kebutuhan substratnya akan semakin banyak. Kalau Anda tetap pakai glukosa, apa efeknya? Harganya akan semakin mahal. Biaya operasi untuk bahan baku akan semakin. Halo. Nah, makanya sumber karbonnya, contohnya tadi glukosa, Anda bisa ganti. Jadi, bersamaan dengan jumlah sel yang makin banyak, konsentrasi glukosa didalam medium itu bisa diturunkan, kemudian secara perlahan diganti dengan medium suci yang lain yang lebih murah. Bisanya pakai monase atau pakai pati atau pakai bahan-bahan lain. Nah, tapi Anda perlu sadari bahwa ketika Anda mengubah menjadi bahan yang lebih murah, biasanya bahan yang lebih murah itu Kompleks strukturnya, konsentrasinya juga lebih rendah. Akibatnya apa? Pertumbuhan mikroba tidak akan sebaik ketika dia makannya glukosa. Itu perlu dipahami, ya. Jadi, ketika makanannya itu lebih murah, ya, tubuhnya tidak dapat menjadi tidak Edi lebih turun gitu kecepatan pertumbuhannya. Tapi nggak papa kan yang penting hanya tetap tumbuh. Jadi, fungsi dari pengembangan medium itu adalah Anda memformulasikan video, sehingga nanti ketika masuk ke fermentor utama, ketika masuk ke fermentor produksi, sel yang jumlahnya tadi sudah bertambah itu tetap bisa memanfaatkan medium. Komposisinya, komposisi yang ada di dalam medium itu masih bisa dipakai untuk proses fermentasi. Tapi harga medium, biaya operasi yang dari medium itu lebih lebih murah. Kebayang, ya. Jadi, itu fungsi dari pengembangan medium. Ada dua fungsinya: satu adalah untuk menumbuhkan sel sampai jumlahnya cukup, yang kedua yang nanti jadi bahan baku ini bisa medium yang sama, kalau memang tujuannya adalah untuk menghasilkan sel difermentasi utama, atau medium yang berbeda. Ini terutama kalah soalnya nanti akan membentuk produk samping. Jadi, bisa jadi medium yang digunakan untuk pengembangan inokulum untuk menumbuhkan sel dengan medium untuk produksi itu beda. Nah, biasanya nanti akan ada proses yang namanya aklimatisasi. Aklimatisasi medium. Jadi, biasanya ini atau proses aklimatisasi ini adalah proses untuk membiasakan si mikroba secara perlahan terhadap medium yang barat.
Nah, kalau sudah fermentasinya jalan selesai, gitu ya, nantikan akan dipanen. Dipanen itu nanti di dalam fermentor itu akan ada sel, cancelnya makin banyaknya, kemudian ada sisa substrat dan ada produk. Itu semua nyampur. Nah, biang biasa dilakukan makanya Anda memisahkan selnya dulu karena padat. Nah, terus nanti kalau produknya adalah si sel yang sudah biomassanya dikeringkan dan dikemas. Tapi kalau produknya itu ada di dalam sel atau kita sebutnya closing transeluler, intraseluler, maka Anda perlu pecah biomassanya. Ini perlu dipecah, nanti baru di proses lebih lanjut. Kalau produknya adalah produk yang ekstraseluler, berarti dia ada di cairannya, kan ya. Dia ada di cairan, maka saya hanya perlu di murnikan. Bahan yang mau Anda ambil perlu dipisahkan lebih lanjut, kemudian dimurnikan, kemudian baru di bisa dikemas dan dijual. Tentunya akan ada limbah yang dihasilkan. Nah, ini secara umumnya, secara umum penggambaran proses fermentasi secara shakhrukh.
Fermentasi fasa cair atau staf match. It sudah pernah dengar ya? Sama mach3 menetesnya. Kalau tamatkan mentation ini persisnya seperti ini. Rata-rata proses fermentasi itu dijalankan secara saat mos. Dengan alasan apa kira-kira? Balikannya saat Mas adalah Solid state fermentation. Kalau Solid state fermentation itu mediumnya padat. Kalau yang di sini mediumnya cair. Jadi, semua komponen substrat itu dilarutkan ke air, kemudian setelahnya dimasukkan. Fermentasinya jalan. Kalau yang Solid state fermentation ini kayaknya ada kuliah khususnya terkait selesai fermentation di semester ini. Ini medium ini adalah padat, walaupun ada air, tapi kadar airnya rendah. Biasanya ini selnya adalah jamur. Karena jamur memang optimum tumbuh pada kadar air yang tertidur terlalu tinggi. Walaupun penisilin, penisilin itu kan antibiotik, dia dihasilkan oleh jamur dan sekarang proses fermentasinya adalah saat march. Kenapa orang lebih memilih shakhrukh?
Mym3. Pilih ada sudah ditinggal tidur. Halo, siapa bangun ya? Kira-kira.
Eh, kenapa proses fermentasi itu orang lebih memilih dalam kondisi fermentasi fasa cair pakai tangki yang diaduk gitu ya, dibandingkan fermentasi khas pada, kecuali memang tidak bisa dilakukan sama sekali harus pasangannya? Karena produk yang bisa lebih beragamnya. Produknya lebih beragam. Kurang tepat. Karena sebetulnya produk akan ditentukan oleh jenis hidrogennya. Alasannya apa yang paling utama menurut Anda?
Maria Evelyn, ada, tak. Menurut Anda, apa alasannya?
[Musik]
Mungkin lebih mudah untuk difermentasi gitu, kayak lebih cepat atau adalah faktor pada saat prosesnya. Gimana? Gimana? Kalimat terakhir kurang kedengeran.
Www.kayak.com. Sesuai fantasinya itu lebih mudah atau lebih gampang di laut. Oh, iya, maksudnya lebih jam atau lebih mudah dilakukan saya.
Lebih mudah dalam cair. Pengendalian, ya. Jadi, dalam kondisi terbatasi fasa cair itu mengendalikan fermentasinya itu lebih mudah, walaupun butuh mungkin peralatannya lebih banyak, ya. Jadi, ada butuh tauhid tangkinya harus ditutup, harus ada mengadukannya gitu ya, tapi dengan pengadukan sebetulnya akan Anda memastikan kondisi didalam medium. Jadi, memastikan mediumnya tercampur dengan baik, bisa bercampur dengan baik dengan selnya, sehingga nanti proses fermentasinya itu akan menjadi lebih baik. Ketemunya si substrat dengan sel itu akan lebih cepat. Semua komposisi subkhan isinya nggak hanya subjek. Nanti kita akan lihat bahwa sutradara sumber-sumber p, kemudian ada micro, makronutrien. Dengan system fermentasi fasa cair, dikasih pengaduk, semua komponen substrat itu bisa dipastikan teraduk, tercampur dengan baik. Kondisinya mungkin ketemu dengan asalnya cepat. Ketika ketemu dengan saya cepat, dia proses permentasi nya, laju reaksi fermentasinya akan lebih cepat. King dibandingkan kalau Anda melakukan fermentasi fasa padat. Mencampur medium dalam kondisi padat lebih menantangnya untuk memastikan homogenitas medium itu susah. Mikroba tidak akan bisa bercampur baik dengan video, paling hanya bisa nempel-nempel di permukaannya. Kalau ada perubahan temperatur atau tidak menghasilkan asam, gitu ya, kalau difermentasi fasa cair karena teraduk, ndak distribusi temperatur nya seragam, distribusi pH-nya seragam. Tapi kalau di fasa padat, distribusi temperatur, PH Itu akan hidrogen. Pengendaliannya susah. Makanya lebih dipilih yang asap cair kalau bisa dilakukan secara fasa cair. Belum lagi kalau Anda harus menggunakan satu jenis mikroba saja, tidak boleh terjadi kontaminasi gitu ya. Nah, pengendalian secara fasa padat itu lebih susah. Kalau yang fasa cair, ya tinggal ditutup, pastikan penutupnya itu rapat gitu ya, tidak ada udara yang bisa masuk. Anda masukkan udaranya steril dari suatu saluran, Widya, aerasi, kemudian ada aduk dengan baik, beres. Tapi kalau fasa padat susah. Bisanya pasang padat hanya dilakukan kalau memang si biokatalis eyasi selnya itu hanya bisa tumbuh dalam kondisi rasa padat, kemudian kontaminasi mungkin memang minimal, ya. Jadi, mau tidak mau harus wasapada. Plus satu lagi nanti proses pemisahannya. Kalau di sini kan cair dan padat. Kalau yang sangat mesir, kalau fermentasi sama si itu kan isinya cairan dan padatan. Cairan bisa dipisahkan dari padatan, disaring atau disentrifugasi, gitu ya. Nah, kalau di sini kan semua padat. Medium, sel, produknya terjebak di antara medium padat. Nah, ini pemisahnya akan lebih repot. Main, ya. Silakan kalau ada mau ditanyakan. Pak, saya izin bertanya. Kernel Allah tadi kan ada yang medium untuk proses fermentasinya digunakan medium yang lebih murah. Berarti konsentrasi itu harus lebih tinggi atau enggak juga? Yap, tergantung kebutuhan. Nah, masalahnya begini. Secara umum, iya, karena kandungan karbon saya. Kita bisa melihatnya kalau substrat yang lebih murah, kan kandungan karbonnya mungkin lebih rendah. Untuk geram yang sama, dia jadi harus ada tambahkan lebih banyak. Secara umum seperti itu. Tapi biasanya substrat yang sumber karbo, substrat sumber karbon yang lebih murah itu bentuk yang lebih kompleks. Kalau Anda tambahkan lebih banyak, Anda menurunkan viskositas, naik gitu ya, kelarutannya rendah, lebih rendah daripada glukosa, gitu ya. Nah, ini memang yang harus Anda perhatikan juga. Itu salah satu tantangan ketika Anda mengganti sumber karbon yang murah. Apa beli? Apalagi kalau Anda ganti dengan Katakanlah jerami padi ataupun untuk fermentasi tangan mungkin nggak ya, atau Anda diganti dengan bahan lignoselulosa, limbah pertanian, kan berarti kan harus dipotong-potong dulu gitu ya, harus ada pretreatment dulu, gitu ya. Nah, ini tergantung kebutuhan dan tergantung nanti secara fisik kondisi mediumnya seperti apa. Piknik. Selamat pagi, Pak. Saya mau nanya. Oleh tadi sinyalnya agak masak resep sedikit. Saya ingin mengirim Indonesian tadi. Berarti kalau untuk yang bioma itu tuh dia intraseluler. Tapi sementara untuk selfie supernatan Putu yang ekstraseluler, ya, Pak? Jadi, kalau yang biomassa, jadi ada dua, dua bentuk produk, ya. Memang Anda mau menggunakan biomassanya, kayak tadi ragi roti, ya, udah, berarti tinggal raginya dipisahkan secara secara umum, kemudian dia dikeringkan, dikemas, dijual. Tapi ada beberapa produk yang sifatnya adalah intraseluler. Jadi, bukan soalnya yang mau Anda pakai, tapi produk yang ada di dalam selnya. Mau tidak mau, ya, biomassanya harus dipecah. Nah, ini nggak tergambar ya di sini. Biomassanya dipecah, kemudian nanti, ya, dilarutkan lagi, nanti produknya akan diproses lebih lanjut. Kalau yang selfie supernatan dikembalikan cairan bebas sel, ya, ini jadi untuk produk yang ekstraseluler. Sebetulnya nanti produk intraseluler setelah dipecah, kemudian dilarutkan kembali, tahapan pemisahan dan pemurniannya itu mirip dengan yang ekstraseluler. Tergantung sifat bahan. Yang tahapan pemisahan dan pemurnian ditekan bergantung pada karakteristik fisik dan kimiawi dari gan. Maksudnya fisiknya apa? Kelarutan, kemudian, ya, kelarutan itu kan bisa apakah dia polar, nonpolar, gitu ya, kemudian ion-ionnya apa saja, jenazah akan bergantung pada sifat fisik dan kimianya. Baik, terima kasih, Pak. Jadi, kalau intraseluler, biomassa dipecah, itu belum selesai ya? Biomassa dipecahkan, isinya keluar semua, ya? Isinya keluar semua, kan harus terlarut didalam medium. Nanti tahapannya, ya, secara general mirip dengan ekstraseluler, ada pemisahan, ada pemurnian, dan ada polishing. Jadi, dia di konsentrasinya ditingkatkan. Sejalan dengan tahapannya. Ada lagi yang mau ditanyakan? Silakan. Baik, kalau tidak ada, kita lanjutkan.
Nah, ini bisa dilihat ya, walaupun ini tidak selalu, tapi komponen dari proses fermentasi, letupan dari proses fermentasi ini secara umum dapat digambarkan dengan skema yang Anda bisa lihat di layer. Yang paling gede apa yang kelihatan paling menonjol? Biarkan ya, ini adalah komentarnya. Fermentornya itu adalah reaktornya. Rektor adalah inti dari proses fermentasi. Di dalam reaktor itu akan terjadi proses fermentasi. Kira-kira apa saja yang ada di dalam reaktor?
Mikroba. Bapak. Gimana nih suaranya pelan-pelan. Sudah pada sarapan belum?
PM3. Ya, silakan kalau Adek mau jawab. Apa yang masuk ke dalam reaktor? Ada dua ya. Saya lupa subscribe dan substrat atau atau bahan atau medium. Jadi, dalam fermentasi di dalam reaktor itu harus ada substrat atau bahan atau medium dan harus ada sel. Untuk itu Anda perlu menyiapkan sel dan perlu menyiapkan medium. Nah, kalau kita bicara skala industri, tentunya baik jumlah medium maupun jumlah sel itu harus cukup. Jadi, untuk persiapan sel Anda perlu mengembangkan selnya. Mengembangkan itu maksudnya isikan sebelum masuk reaktor, jumlah selnya atau konsentrasi sel itu cukup. Ini yang disebut dengan tahapan pengembangan inokulum. Tahapan pengembangan inokulum ini dilakukan nanti di pertemuan-pertemuan berikutnya akan kita bahas sih bagaimana secara the inokulum development ini. Tapi pada dasarnya tahapan ini meliputi penumbuhan sel. Jadi, sel yang tadinya cuma seuprit gitu ya, Anda beli atau bisa dari hasil isolasi atau sering juga kita sebut dengan stok culture, itu Anda tumbuhkan dulu tuh kan nggak bisa langsung bisanya Katakanlah fermentor gedenya itu 1 M3 gitu ya atau lebih kecil lagi 10 M3 gitu ya. Nah, selnya akan perlu Anda tumbuhkan sehingga cukup untuk masuk ke bermanfaat. Soalnya kan penembakan.
Di tahapan pengembangan inokulum itu setirnya juga perlu makanan, perlu substrat, sehingga ada tahapan yang namanya pengembangan medium. Ya, jadi di bersamaan dengan pengembangan inokulum, ada tahap pengembangan medium. Kalau untuk inokulum Anda tujuannya kan pingin soalnya itu tumbuh dengan cepat, banyak, sehat gitu ya. Nah, ketika jumlahnya masih sedikit, Anda bisa kasih glukosa, merupakan murni, ya, tapi harganya mahal. Tapi kan bentuknya dikit. Semakin jumlah selnya banyak, kebutuhan substratnya akan semakin banyak. Kalau Anda tetap pakai glukosa, apa efeknya? Harganya akan semakin mahal. Biaya operasi untuk bahan baku akan semakin. Halo. Nah, makanya sumber karbonnya, contohnya tadi glukosa, Anda bisa ganti. Jadi, bersamaan dengan jumlah sel yang makin banyak, konsentrasi glukosa didalam medium itu bisa diturunkan, kemudian secara perlahan diganti dengan medium suci yang lain yang lebih murah. Bisanya pakai monase atau pakai pati atau pakai bahan-bahan lain. Nah, tapi Anda perlu sadari bahwa ketika Anda mengubah menjadi bahan yang lebih murah, biasanya bahan yang lebih murah itu Kompleks strukturnya, konsentrasinya juga lebih rendah. Akibatnya apa? Pertumbuhan mikroba tidak akan sebaik ketika dia makannya glukosa. Itu perlu dipahami, ya. Jadi, ketika makanannya itu lebih murah, ya, tubuhnya tidak dapat menjadi tidak Edi lebih turun gitu kecepatan pertumbuhannya. Tapi nggak papa kan yang penting hanya tetap tumbuh. Jadi, fungsi dari pengembangan medium itu adalah Anda memformulasikan video, sehingga nanti ketika masuk ke fermentor utama, ketika masuk ke fermentor produksi, sel yang jumlahnya tadi sudah bertambah itu tetap bisa memanfaatkan medium. Komposisinya, komposisi yang ada di dalam medium itu masih bisa dipakai untuk proses fermentasi. Tapi harga medium, biaya operasi yang dari medium itu lebih lebih murah. Kebayang, ya. Jadi, itu fungsi dari pengembangan medium. Ada dua fungsinya: satu adalah untuk menumbuhkan sel sampai jumlahnya cukup, yang kedua yang nanti jadi bahan baku ini bisa medium yang sama, kalau memang tujuannya adalah untuk menghasilkan sel difermentasi utama, atau medium yang berbeda. Ini terutama kalah soalnya nanti akan membentuk produk samping. Jadi, bisa jadi medium yang digunakan untuk pengembangan inokulum untuk menumbuhkan sel dengan medium untuk produksi itu beda. Nah, biasanya nanti akan ada proses yang namanya aklimatisasi. Aklimatisasi medium. Jadi, biasanya ini atau proses aklimatisasi ini adalah proses untuk membiasakan si mikroba secara perlahan terhadap medium yang barat.
Nah, kalau sudah fermentasinya jalan selesai, gitu ya, nantikan akan dipanen. Dipanen itu nanti di dalam fermentor itu akan ada sel, cancelnya makin banyaknya, kemudian ada sisa substrat dan ada produk. Itu semua nyampur. Nah, biang biasa dilakukan makanya Anda memisahkan selnya dulu karena padat. Nah, terus nanti kalau produknya adalah si sel yang sudah biomassanya dikeringkan dan dikemas. Tapi kalau produknya itu ada di dalam sel atau kita sebutnya closing transeluler, intraseluler, maka Anda perlu pecah biomassanya. Ini perlu dipecah, nanti baru di proses lebih lanjut. Kalau produknya adalah produk yang ekstraseluler, berarti dia ada di cairannya, kan ya. Dia ada di cairan, maka saya hanya perlu di murnikan. Bahan yang mau Anda ambil perlu dipisahkan lebih lanjut, kemudian dimurnikan, kemudian baru di bisa dikemas dan dijual. Tentunya akan ada limbah yang dihasilkan. Nah, ini secara umumnya, secara umum penggambaran proses fermentasi secara shakhrukh.
Fermentasi fasa cair atau staf match. It sudah pernah dengar ya? Sama mach3 menetesnya. Kalau tamatkan mentation ini persisnya seperti ini. Rata-rata proses fermentasi itu dijalankan secara saat mos. Dengan alasan apa kira-kira? Balikannya saat Mas adalah Solid state fermentation. Kalau Solid state fermentation itu mediumnya padat. Kalau yang di sini mediumnya cair. Jadi, semua komponen substrat itu dilarutkan ke air, kemudian setelahnya dimasukkan. Fermentasinya jalan. Kalau yang Solid state fermentation ini kayaknya ada kuliah khususnya terkait selesai fermentation di semester ini. Ini medium ini adalah padat, walaupun ada air, tapi kadar airnya rendah. Biasanya ini selnya adalah jamur. Karena jamur memang optimum tumbuh pada kadar air yang tertidur terlalu tinggi. Walaupun penisilin, penisilin itu kan antibiotik, dia dihasilkan oleh jamur dan sekarang proses fermentasinya adalah saat march. Kenapa orang lebih memilih shakhrukh?
Mym3. Pilih ada sudah ditinggal tidur. Halo, siapa bangun ya? Kira-kira.
Eh, kenapa proses fermentasi itu orang lebih memilih dalam kondisi fermentasi fasa cair pakai tangki yang diaduk gitu ya, dibandingkan fermentasi khas pada, kecuali memang tidak bisa dilakukan sama sekali harus pasangannya? Karena produk yang bisa lebih beragamnya. Produknya lebih beragam. Kurang tepat. Karena sebetulnya produk akan ditentukan oleh jenis hidrogennya. Alasannya apa yang paling utama menurut Anda?
Maria Evelyn, ada, tak. Menurut Anda, apa alasannya?
[Musik]
Mungkin lebih mudah untuk difermentasi gitu, kayak lebih cepat atau adalah faktor pada saat prosesnya. Gimana? Gimana? Kalimat terakhir kurang kedengeran.
Www.kayak.com. Sesuai fantasinya itu lebih mudah atau lebih gampang di laut. Oh, iya, maksudnya lebih jam atau lebih mudah dilakukan saya.
Lebih mudah dalam cair. Pengendalian, ya. Jadi, dalam kondisi terbatasi fasa cair itu mengendalikan fermentasinya itu lebih mudah, walaupun butuh mungkin peralatannya lebih banyak, ya. Jadi, ada butuh tauhid tangkinya harus ditutup, harus ada mengadukannya gitu ya, tapi dengan pengadukan sebetulnya akan Anda memastikan kondisi didalam medium. Jadi, memastikan mediumnya tercampur dengan baik, bisa bercampur dengan baik dengan selnya, sehingga nanti proses fermentasinya itu akan menjadi lebih baik. Ketemunya si substrat dengan sel itu akan lebih cepat. Semua komposisi subkhan isinya nggak hanya subjek. Nanti kita akan lihat bahwa sutradara sumber-sumber p, kemudian ada micro, makronutrien. Dengan system fermentasi fasa cair, dikasih pengaduk, semua komponen substrat itu bisa dipastikan teraduk, tercampur dengan baik. Kondisinya mungkin ketemu dengan asalnya cepat. Ketika ketemu dengan saya cepat, dia proses permentasi nya, laju reaksi fermentasinya akan lebih cepat. King dibandingkan kalau Anda melakukan fermentasi fasa padat. Mencampur medium dalam kondisi padat lebih menantangnya untuk memastikan homogenitas medium itu susah. Mikroba tidak akan bisa bercampur baik dengan video, paling hanya bisa nempel-nempel di permukaannya. Kalau ada perubahan temperatur atau tidak menghasilkan asam, gitu ya, kalau difermentasi fasa cair karena teraduk, ndak distribusi temperatur nya seragam, distribusi pH-nya seragam. Tapi kalau di fasa padat, distribusi temperatur, PH Itu akan hidrogen. Pengendaliannya susah. Makanya lebih dipilih yang asap cair kalau bisa dilakukan secara fasa cair. Belum lagi kalau Anda harus menggunakan satu jenis mikroba saja, tidak boleh terjadi kontaminasi gitu ya. Nah, pengendalian secara fasa padat itu lebih susah. Kalau yang fasa cair, ya tinggal ditutup, pastikan penutupnya itu rapat gitu ya, tidak ada udara yang bisa masuk. Anda masukkan udaranya steril dari suatu saluran, Widya, aerasi, kemudian ada aduk dengan baik, beres. Tapi kalau fasa padat susah. Bisanya pasang padat hanya dilakukan kalau memang si biokatalis eyasi selnya itu hanya bisa tumbuh dalam kondisi rasa padat, kemudian kontaminasi mungkin memang minimal, ya. Jadi, mau tidak mau harus wasapada. Plus satu lagi nanti proses pemisahannya. Kalau di sini kan cair dan padat. Kalau yang sangat mesir, kalau fermentasi sama si itu kan isinya cairan dan padatan. Cairan bisa dipisahkan dari padatan, disaring atau disentrifugasi, gitu ya. Nah, kalau di sini kan semua padat. Medium, sel, produknya terjebak di antara medium padat. Nah, ini pemisahnya akan lebih repot. Main, ya. Silakan kalau ada mau ditanyakan. Pak, saya izin bertanya. Kernel Allah tadi kan ada yang medium untuk proses fermentasinya digunakan medium yang lebih murah. Berarti konsentrasi itu harus lebih tinggi atau enggak juga? Yap, tergantung kebutuhan. Nah, masalahnya begini. Secara umum, iya, karena kandungan karbon saya. Kita bisa melihatnya kalau substrat yang lebih murah, kan kandungan karbonnya mungkin lebih rendah. Untuk geram yang sama, dia jadi harus ada tambahkan lebih banyak. Secara umum seperti itu. Tapi biasanya substrat yang sumber karbo, substrat sumber karbon yang lebih murah itu bentuk yang lebih kompleks. Kalau Anda tambahkan lebih banyak, Anda menurunkan viskositas, naik gitu ya, kelarutannya rendah, lebih rendah daripada glukosa, gitu ya. Nah, ini memang yang harus Anda perhatikan juga. Itu salah satu tantangan ketika Anda mengganti sumber karbon yang murah. Apa beli? Apalagi kalau Anda ganti dengan Katakanlah jerami padi ataupun untuk fermentasi tangan mungkin nggak ya, atau Anda diganti dengan bahan lignoselulosa, limbah pertanian, kan berarti kan harus dipotong-potong dulu gitu ya, harus ada pretreatment dulu, gitu ya. Nah, ini tergantung kebutuhan dan tergantung nanti secara fisik kondisi mediumnya seperti apa. Piknik. Selamat pagi, Pak. Saya mau nanya. Oleh tadi sinyalnya agak masak resep sedikit. Saya ingin mengirim Indonesian tadi. Berarti kalau untuk yang bioma itu tuh dia intraseluler. Tapi sementara untuk selfie supernatan Putu yang ekstraseluler, ya, Pak? Jadi, kalau yang biomassa, jadi ada dua, dua bentuk produk, ya. Memang Anda mau menggunakan biomassanya, kayak tadi ragi roti, ya, udah, berarti tinggal raginya dipisahkan secara secara umum, kemudian dia dikeringkan, dikemas, dijual. Tapi ada beberapa produk yang sifatnya adalah intraseluler. Jadi, bukan soalnya yang mau Anda pakai, tapi produk yang ada di dalam selnya. Mau tidak mau, ya, biomassanya harus dipecah. Nah, ini nggak tergambar ya di sini. Biomassanya dipecah, kemudian nanti, ya, dilarutkan lagi, nanti produknya akan diproses lebih lanjut. Kalau yang selfie supernatan dikembalikan cairan bebas sel, ya, ini jadi untuk produk yang ekstraseluler. Sebetulnya nanti produk intraseluler setelah dipecah, kemudian dilarutkan kembali, tahapan pemisahan dan pemurniannya itu mirip dengan yang ekstraseluler. Tergantung sifat bahan. Yang tahapan pemisahan dan pemurnian ditekan bergantung pada karakteristik fisik dan kimiawi dari gan. Maksudnya fisiknya apa? Kelarutan, kemudian, ya, kelarutan itu kan bisa apakah dia polar, nonpolar, gitu ya, kemudian ion-ionnya apa saja, jenazah akan bergantung pada sifat fisik dan kimianya. Baik, terima kasih, Pak. Jadi, kalau intraseluler, biomassa dipecah, itu belum selesai ya? Biomassa dipecahkan, isinya keluar semua, ya? Isinya keluar semua, kan harus terlarut didalam medium. Nanti tahapannya, ya, secara general mirip dengan ekstraseluler, ada pemisahan, ada pemurnian, dan ada polishing. Jadi, dia di konsentrasinya ditingkatkan. Sejalan dengan tahapannya. Ada lagi yang mau ditanyakan? Silakan. Baik, kalau tidak ada, kita lanjutkan.
Nah, ini bisa dilihat ya, walaupun ini tidak selalu, tapi komponen dari proses fermentasi, letupan dari proses fermentasi ini secara umum dapat digambarkan dengan skema yang Anda bisa lihat di layer. Yang paling gede apa yang kelihatan paling menonjol? Biarkan ya, ini adalah komentarnya. Fermentornya itu adalah reaktornya. Rektor adalah inti dari proses fermentasi. Di dalam reaktor itu akan terjadi proses fermentasi. Kira-kira apa saja yang ada di dalam reaktor?
Mikroba. Bapak. Gimana nih suaranya pelan-pelan. Sudah pada sarapan belum?
PM3. Ya, silakan kalau Adek mau jawab. Apa yang masuk ke dalam reaktor? Ada dua ya. Saya lupa subscribe dan substrat atau atau bahan atau medium. Jadi, dalam fermentasi di dalam reaktor itu harus ada substrat atau bahan atau medium dan harus ada sel. Untuk itu Anda perlu menyiapkan sel dan perlu menyiapkan medium. Nah, kalau kita bicara skala industri, tentunya baik jumlah medium maupun jumlah sel itu harus cukup. Jadi, untuk persiapan sel Anda perlu mengembangkan selnya. Mengembangkan itu maksudnya isikan sebelum masuk reaktor, jumlah selnya atau konsentrasi sel itu cukup. Ini yang disebut dengan tahapan pengembangan inokulum. Tahapan pengembangan inokulum ini dilakukan nanti di pertemuan-pertemuan berikutnya akan kita bahas sih bagaimana secara the inokulum development ini. Tapi pada dasarnya tahapan ini meliputi penumbuhan sel. Jadi, sel yang tadinya cuma seuprit gitu ya, Anda beli atau bisa dari hasil isolasi atau sering juga kita sebut dengan stok culture, itu Anda tumbuhkan dulu tuh kan nggak bisa langsung bisanya Katakanlah fermentor gedenya itu 1 M3 gitu ya atau lebih kecil lagi 10 M3 gitu ya. Nah, selnya akan perlu Anda tumbuhkan sehingga cukup untuk masuk ke bermanfaat. Soalnya kan penembakan.
Di tahapan pengembangan inokulum itu setirnya juga perlu makanan, perlu substrat, sehingga ada tahapan yang namanya pengembangan medium. Ya, jadi di bersamaan dengan pengembangan inokulum, ada tahap pengembangan medium. Kalau untuk inokulum Anda tujuannya kan pingin soalnya itu tumbuh dengan cepat, banyak, sehat gitu ya. Nah, ketika jumlahnya masih sedikit, Anda bisa kasih glukosa, merupakan murni, ya, tapi harganya mahal. Tapi kan bentuknya dikit. Semakin jumlah selnya banyak, kebutuhan substratnya akan semakin banyak. Kalau Anda tetap pakai glukosa, apa efeknya? Harganya akan semakin mahal. Biaya operasi untuk bahan baku akan semakin. Halo. Nah, makanya sumber karbonnya, contohnya tadi glukosa, Anda bisa ganti. Jadi, bersamaan dengan jumlah sel yang makin banyak, konsentrasi glukosa didalam medium itu bisa diturunkan, kemudian secara perlahan diganti dengan medium suci yang lain yang lebih murah. Bisanya pakai monase atau pakai pati atau pakai bahan-bahan lain. Nah, tapi Anda perlu sadari bahwa ketika Anda mengubah menjadi bahan yang lebih murah, biasanya bahan yang lebih murah itu Kompleks strukturnya, konsentrasinya juga lebih rendah. Akibatnya apa? Pertumbuhan mikroba tidak akan sebaik ketika dia makannya glukosa. Itu perlu dipahami, ya. Jadi, ketika makanannya itu lebih murah, ya, tubuhnya tidak dapat menjadi tidak Edi lebih turun gitu kecepatan pertumbuhannya. Tapi nggak papa kan yang penting hanya tetap tumbuh. Jadi, fungsi dari pengembangan medium itu adalah Anda memformulasikan video, sehingga nanti ketika masuk ke fermentor utama, ketika masuk ke fermentor produksi, sel yang jumlahnya tadi sudah bertambah itu tetap bisa memanfaatkan medium. Komposisinya, komposisi yang ada di dalam medium itu masih bisa dipakai untuk proses fermentasi. Tapi harga medium, biaya operasi yang dari medium itu lebih lebih murah. Kebayang, ya. Jadi, itu fungsi dari pengembangan medium. Ada dua fungsinya: satu adalah untuk menumbuhkan sel sampai jumlahnya cukup, yang kedua yang nanti jadi bahan baku ini bisa medium yang sama, kalau memang tujuannya adalah untuk menghasilkan sel difermentasi utama, atau medium yang berbeda. Ini terutama kalah soalnya nanti akan membentuk produk samping. Jadi, bisa jadi medium yang digunakan untuk pengembangan inokulum untuk menumbuhkan sel dengan medium untuk produksi itu beda. Nah, biasanya nanti akan ada proses yang namanya aklimatisasi. Aklimatisasi medium. Jadi, biasanya ini atau proses aklimatisasi ini adalah proses untuk membiasakan si mikroba secara perlahan terhadap medium yang barat.
Nah, kalau sudah fermentasinya jalan selesai, gitu ya, nantikan akan dipanen. Dipanen itu nanti di dalam fermentor itu akan ada sel, cancelnya makin banyaknya, kemudian ada sisa substrat dan ada produk. Itu semua nyampur. Nah, biang biasa dilakukan makanya Anda memisahkan selnya dulu karena padat. Nah, terus nanti kalau produknya adalah si sel yang sudah biomassanya dikeringkan dan dikemas. Tapi kalau produknya itu ada di dalam sel atau kita sebutnya closing transeluler, intraseluler, maka Anda perlu pecah biomassanya. Ini perlu dipecah, nanti baru di proses lebih lanjut. Kalau produknya adalah produk yang ekstraseluler, berarti dia ada di cairannya, kan ya. Dia ada di cairan, maka saya hanya perlu di murnikan. Bahan yang mau Anda ambil perlu dipisahkan lebih lanjut, kemudian dimurnikan, kemudian baru di bisa dikemas dan dijual. Tentunya akan ada limbah yang dihasilkan. Nah, ini secara umumnya, secara umum penggambaran proses fermentasi secara shakhrukh.
Fermentasi fasa cair atau staf match. It sudah pernah dengar ya? Sama mach3 menetesnya. Kalau tamatkan mentation ini persisnya seperti ini. Rata-rata proses fermentasi itu dijalankan secara saat mos. Dengan alasan apa kira-kira? Balikannya saat Mas adalah Solid state fermentation. Kalau Solid state fermentation itu mediumnya padat. Kalau yang di sini mediumnya cair. Jadi, semua komponen substrat itu dilarutkan ke air, kemudian setelahnya dimasukkan. Fermentasinya jalan. Kalau yang Solid state fermentation ini kayaknya ada kuliah khususnya terkait selesai fermentation di semester ini. Ini medium ini adalah padat, walaupun ada air, tapi kadar airnya rendah. Biasanya ini selnya adalah jamur. Karena jamur memang optimum tumbuh pada kadar air yang tertidur terlalu tinggi. Walaupun penisilin, penisilin itu kan antibiotik, dia dihasilkan oleh jamur dan sekarang proses fermentasinya adalah saat march. Kenapa orang lebih memilih shakhrukh?
Mym3. Pilih ada sudah ditinggal tidur. Halo, siapa bangun ya? Kira-kira.
Eh, kenapa proses fermentasi itu orang lebih memilih dalam kondisi fermentasi fasa cair pakai tangki yang diaduk gitu ya, dibandingkan fermentasi khas pada, kecuali memang tidak bisa dilakukan sama sekali harus pasangannya? Karena produk yang bisa lebih beragamnya. Produknya lebih beragam. Kurang tepat. Karena sebetulnya produk akan ditentukan oleh jenis hidrogennya. Alasannya apa yang paling utama menurut Anda?
Maria Evelyn, ada, tak. Menurut Anda, apa alasannya?
[Musik]
Mungkin lebih mudah untuk difermentasi gitu, kayak lebih cepat atau adalah faktor pada saat prosesnya. Gimana? Gimana? Kalimat terakhir kurang kedengeran.
Www.kayak.com. Sesuai fantasinya itu lebih mudah atau lebih gampang di laut. Oh, iya, maksudnya lebih jam atau lebih mudah dilakukan saya.
Lebih mudah dalam cair. Pengendalian, ya. Jadi, dalam kondisi terbatasi fasa cair itu mengendalikan fermentasinya itu lebih mudah, walaupun butuh mungkin peralatannya lebih banyak, ya. Jadi, ada butuh tauhid tangkinya harus ditutup, harus ada mengadukannya gitu ya, tapi dengan pengadukan sebetulnya akan Anda memastikan kondisi didalam medium. Jadi, memastikan mediumnya tercampur dengan baik, bisa bercampur dengan baik dengan selnya, sehingga nanti proses fermentasinya itu akan menjadi lebih baik. Ketemunya si substrat dengan sel itu akan lebih cepat. Semua komposisi subkhan isinya nggak hanya subjek. Nanti kita akan lihat bahwa sutradara sumber-sumber p, kemudian ada micro, makronutrien. Dengan system fermentasi fasa cair, dikasih pengaduk, semua komponen substrat itu bisa dipastikan teraduk, tercampur dengan baik. Kondisinya mungkin ketemu dengan asalnya cepat. Ketika ketemu dengan saya cepat, dia proses permentasi nya, laju reaksi fermentasinya akan lebih cepat. King dibandingkan kalau Anda melakukan fermentasi fasa padat. Mencampur medium dalam kondisi padat lebih menantangnya untuk memastikan homogenitas medium itu susah. Mikroba tidak akan bisa bercampur baik dengan video, paling hanya bisa nempel-nempel di permukaannya. Kalau ada perubahan temperatur atau tidak menghasilkan asam, gitu ya, kalau difermentasi fasa cair karena teraduk, ndak distribusi temperatur nya seragam, distribusi pH-nya seragam. Tapi kalau di fasa padat, distribusi temperatur, PH Itu akan hidrogen. Pengendaliannya susah. Makanya lebih dipilih yang asap cair kalau bisa dilakukan secara fasa cair. Belum lagi kalau Anda harus menggunakan satu jenis mikroba saja, tidak boleh terjadi kontaminasi gitu ya. Nah, pengendalian secara fasa padat itu lebih susah. Kalau yang fasa cair, ya tinggal ditutup, pastikan penutupnya itu rapat gitu ya, tidak ada udara yang bisa masuk. Anda masukkan udaranya steril dari suatu saluran, Widya, aerasi, kemudian ada aduk dengan baik, beres. Tapi kalau fasa padat susah. Bisanya pasang padat hanya dilakukan kalau memang si biokatalis eyasi selnya itu hanya bisa tumbuh dalam kondisi rasa padat, kemudian kontaminasi mungkin memang minimal, ya. Jadi, mau tidak mau harus wasapada. Plus satu lagi nanti proses pemisahannya. Kalau di sini kan cair dan padat. Kalau yang sangat mesir, kalau fermentasi sama si itu kan isinya cairan dan padatan. Cairan bisa dipisahkan dari padatan, disaring atau disentrifugasi, gitu ya. Nah, kalau di sini kan semua padat. Medium, sel, produknya terjebak di antara medium padat. Nah, ini pemisahnya akan lebih repot. Main, ya. Silakan kalau ada mau ditanyakan. Pak, saya izin bertanya. Kernel Allah tadi kan ada yang medium untuk proses fermentasinya digunakan medium yang lebih murah. Berarti konsentrasi itu harus lebih tinggi atau enggak juga? Yap, tergantung kebutuhan. Nah, masalahnya begini. Secara umum, iya, karena kandungan karbon saya. Kita bisa melihatnya kalau substrat yang lebih murah, kan kandungan karbonnya mungkin lebih rendah. Untuk geram yang sama, dia jadi harus ada tambahkan lebih banyak. Secara umum seperti itu. Tapi biasanya substrat yang sumber karbo, substrat sumber karbon yang lebih murah itu bentuk yang lebih kompleks. Kalau Anda tambahkan lebih banyak, Anda menurunkan viskositas, naik gitu ya, kelarutannya rendah, lebih rendah daripada glukosa, gitu ya. Nah, ini memang yang harus Anda perhatikan juga. Itu salah satu tantangan ketika Anda mengganti sumber karbon yang murah. Apa beli? Apalagi kalau Anda ganti dengan Katakanlah jerami padi ataupun untuk fermentasi tangan mungkin nggak ya, atau Anda diganti dengan bahan lignoselulosa, limbah pertanian, kan berarti kan harus dipotong-potong dulu gitu ya, harus ada pretreatment dulu, gitu ya. Nah, ini tergantung kebutuhan dan tergantung nanti secara fisik kondisi mediumnya seperti apa. Piknik. Selamat pagi, Pak. Saya mau nanya. Oleh tadi sinyalnya agak masak resep sedikit. Saya ingin mengirim Indonesian tadi. Berarti kalau untuk yang bioma itu tuh dia intraseluler. Tapi sementara untuk selfie supernatan Putu yang ekstraseluler, ya, Pak? Jadi, kalau yang biomassa, jadi ada dua, dua bentuk produk, ya. Memang Anda mau menggunakan biomassanya, kayak tadi ragi roti, ya, udah, berarti tinggal raginya dipisahkan secara secara umum, kemudian dia dikeringkan, dikemas, dijual. Tapi ada beberapa produk yang sifatnya adalah intraseluler. Jadi, bukan soalnya yang mau Anda pakai, tapi produk yang ada di dalam selnya. Mau tidak mau, ya, biomassanya harus dipecah. Nah, ini nggak tergambar ya di sini. Biomassanya dipecah, kemudian nanti, ya, dilarutkan lagi, nanti produknya akan diproses lebih lanjut. Kalau yang selfie supernatan dikembalikan cairan bebas sel, ya, ini jadi untuk produk yang ekstraseluler. Sebetulnya nanti produk intraseluler setelah dipecah, kemudian dilarutkan kembali, tahapan pemisahan dan pemurniannya itu mirip dengan yang ekstraseluler. Tergantung sifat bahan. Yang tahapan pemisahan dan pemurnian ditekan bergantung pada karakteristik fisik dan kimiawi dari gan. Maksudnya fisiknya apa? Kelarutan, kemudian, ya, kelarutan itu kan bisa apakah dia polar, nonpolar, gitu ya, kemudian ion-ionnya apa saja, jenazah akan bergantung pada sifat fisik dan kimianya. Baik, terima kasih, Pak. Jadi, kalau intraseluler, biomassa dipecah, itu belum selesai ya? Biomassa dipecahkan, isinya keluar semua, ya? Isinya keluar semua, kan harus terlarut didalam medium. Nanti tahapannya, ya, secara general mirip dengan ekstraseluler, ada pemisahan, ada pemurnian, dan ada polishing. Jadi, dia di konsentrasinya ditingkatkan. Sejalan dengan tahapannya. Ada lagi yang mau ditanyakan? Silakan. Baik, kalau tidak ada, kita lanjutkan.
Nah, ini bisa dilihat ya, walaupun ini tidak selalu, tapi komponen dari proses fermentasi, letupan dari proses fermentasi ini secara umum dapat digambarkan dengan skema yang Anda bisa lihat di layer. Yang paling gede apa yang kelihatan paling menonjol? Biarkan ya, ini adalah komentarnya. Fermentornya itu adalah reaktornya. Rektor adalah inti dari proses fermentasi. Di dalam reaktor itu akan terjadi proses fermentasi. Kira-kira apa saja yang ada di dalam reaktor?
Mikroba. Bapak. Gimana nih suaranya pelan-pelan. Sudah pada sarapan belum?
PM3. Ya, silakan kalau Adek mau jawab. Apa yang masuk ke dalam reaktor? Ada dua ya. Saya lupa subscribe dan substrat atau atau bahan atau medium. Jadi, dalam fermentasi di dalam reaktor itu harus ada substrat atau bahan atau medium dan harus ada sel. Untuk itu Anda perlu menyiapkan sel dan perlu menyiapkan medium. Nah, kalau kita bicara skala industri, tentunya baik jumlah medium maupun jumlah sel itu harus cukup. Jadi, untuk persiapan sel Anda perlu mengembangkan selnya. Mengembangkan itu maksudnya isikan sebelum masuk reaktor, jumlah selnya atau konsentrasi sel itu cukup. Ini yang disebut dengan tahapan pengembangan inokulum. Tahapan pengembangan inokulum ini dilakukan nanti di pertemuan-pertemuan berikutnya akan kita bahas sih bagaimana secara the inokulum development ini. Tapi pada dasarnya tahapan ini meliputi penumbuhan sel. Jadi, sel yang tadinya cuma seuprit gitu ya, Anda beli atau bisa dari hasil isolasi atau sering juga kita sebut dengan stok culture, itu Anda tumbuhkan dulu tuh kan nggak bisa langsung bisanya Katakanlah fermentor gedenya itu 1 M3 gitu ya atau lebih kecil lagi 10 M3 gitu ya. Nah, selnya akan perlu Anda tumbuhkan sehingga cukup untuk masuk ke bermanfaat. Soalnya kan penembakan.
Di tahapan pengembangan inokulum itu setirnya juga perlu makanan, perlu substrat, sehingga ada tahapan yang namanya pengembangan medium. Ya, jadi di bersamaan dengan pengembangan inokulum, ada tahap pengembangan medium. Kalau untuk inokulum Anda tujuannya kan pingin soalnya itu tumbuh dengan cepat, banyak, sehat gitu ya. Nah, ketika jumlahnya masih sedikit, Anda bisa kasih glukosa, merupakan murni, ya, tapi harganya mahal. Tapi kan bentuknya dikit. Semakin jumlah selnya banyak, kebutuhan substratnya akan semakin banyak. Kalau Anda tetap pakai glukosa, apa efeknya? Harganya akan semakin mahal. Biaya operasi untuk bahan baku akan semakin. Halo. Nah, makanya sumber karbonnya, contohnya tadi glukosa, Anda bisa ganti. Jadi, bersamaan dengan jumlah sel yang makin banyak, konsentrasi glukosa didalam medium itu bisa diturunkan, kemudian secara perlahan diganti dengan medium suci yang lain yang lebih murah. Bisanya pakai monase atau pakai pati atau pakai bahan-bahan lain. Nah, tapi Anda perlu sadari bahwa ketika Anda mengubah menjadi bahan yang lebih murah, biasanya bahan yang lebih murah itu Kompleks strukturnya, konsentrasinya juga lebih rendah. Akibatnya apa? Pertumbuhan mikroba tidak akan sebaik ketika dia makannya glukosa. Itu perlu dipahami, ya. Jadi, ketika makanannya itu lebih murah, ya, tubuhnya tidak dapat menjadi tidak Edi lebih turun gitu kecepatan pertumbuhannya. Tapi nggak papa kan yang penting hanya tetap tumbuh. Jadi, fungsi dari pengembangan medium itu adalah Anda memformulasikan video, sehingga nanti ketika masuk ke fermentor utama, ketika masuk ke fermentor produksi, sel yang jumlahnya tadi sudah bertambah itu tetap bisa memanfaatkan medium. Komposisinya, komposisi yang ada di dalam medium itu masih bisa dipakai untuk proses fermentasi. Tapi harga medium, biaya operasi yang dari medium itu lebih lebih murah. Kebayang, ya. Jadi, itu fungsi dari pengembangan medium. Ada dua fungsinya: satu adalah untuk menumbuhkan sel sampai jumlahnya cukup, yang kedua yang nanti jadi bahan baku ini bisa medium yang sama, kalau memang tujuannya adalah untuk menghasilkan sel difermentasi utama, atau medium yang berbeda. Ini terutama kalah soalnya nanti akan membentuk produk samping. Jadi, bisa jadi medium yang digunakan untuk pengembangan inokulum untuk menumbuhkan sel dengan medium untuk produksi itu beda. Nah, biasanya nanti akan ada proses yang namanya aklimatisasi. Aklimatisasi medium. Jadi, biasanya ini atau proses aklimatisasi ini adalah proses untuk membiasakan si mikroba secara perlahan terhadap medium yang barat.
Nah, kalau sudah fermentasinya jalan selesai, gitu ya, nantikan akan dipanen. Dipanen itu nanti di dalam fermentor itu akan ada sel, cancelnya makin banyaknya, kemudian ada sisa substrat dan ada produk. Itu semua nyampur. Nah, biang biasa dilakukan makanya Anda memisahkan selnya dulu karena padat. Nah, terus nanti kalau produknya adalah si sel yang sudah biomassanya dikeringkan dan dikemas. Tapi kalau produknya itu ada di dalam sel atau kita sebutnya closing transeluler, intraseluler, maka Anda perlu pecah biomassanya. Ini perlu dipecah, nanti baru di proses lebih lanjut. Kalau produknya adalah produk yang ekstraseluler, berarti dia ada di cairannya, kan ya. Dia ada di cairan, maka saya hanya perlu di murnikan. Bahan yang mau Anda ambil perlu dipisahkan lebih lanjut, kemudian dimurnikan, kemudian baru di bisa dikemas dan dijual. Tentunya akan ada limbah yang dihasilkan. Nah, ini secara umumnya, secara umum penggambaran proses fermentasi secara shakhrukh.
Fermentasi fasa cair atau staf match. It sudah pernah dengar ya? Sama mach3 menetesnya. Kalau tamatkan mentation ini persisnya seperti ini. Rata-rata proses fermentasi itu dijalankan secara saat mos. Dengan alasan apa kira-kira? Balikannya saat Mas adalah Solid state fermentation. Kalau Solid state fermentation itu mediumnya padat. Kalau yang di sini mediumnya cair. Jadi, semua komponen substrat itu dilarutkan ke air, kemudian setelahnya dimasukkan. Fermentasinya jalan. Kalau yang Solid state fermentation ini kayaknya ada kuliah khususnya terkait selesai fermentation di semester ini. Ini medium ini adalah padat, walaupun ada air, tapi kadar airnya rendah. Biasanya ini selnya adalah jamur. Karena jamur memang optimum tumbuh pada kadar air yang tertidur terlalu tinggi. Walaupun penisilin, penisilin itu kan antibiotik, dia dihasilkan oleh jamur dan sekarang proses fermentasinya adalah saat march. Kenapa orang lebih memilih shakhrukh?
Mym3. Pilih ada sudah ditinggal tidur. Halo, siapa bangun ya? Kira-kira.
Eh, kenapa proses fermentasi itu orang lebih memilih dalam kondisi fermentasi fasa cair pakai tangki yang diaduk gitu ya, dibandingkan fermentasi khas pada, kecuali memang tidak bisa dilakukan sama sekali harus pasangannya? Karena produk yang bisa lebih beragamnya. Produknya lebih beragam. Kurang tepat. Karena sebetulnya produk akan ditentukan oleh jenis hidrogennya. Alasannya apa yang paling utama menurut Anda?
Maria Evelyn, ada, tak. Menurut Anda, apa alasannya?
[Musik]
Mungkin lebih mudah untuk difermentasi gitu, kayak lebih cepat atau adalah faktor pada saat prosesnya. Gimana? Gimana? Kalimat terakhir kurang kedengeran.
Www.kayak.com. Sesuai fantasinya itu lebih mudah atau lebih gampang di laut. Oh, iya, maksudnya lebih jam atau lebih mudah dilakukan saya.
Lebih mudah dalam cair. Pengendalian, ya. Jadi, dalam kondisi terbatasi fasa cair itu mengendalikan fermentasinya itu lebih mudah, walaupun butuh mungkin peralatannya lebih banyak, ya. Jadi, ada butuh tauhid tangkinya harus ditutup, harus ada mengadukannya gitu ya, tapi dengan pengadukan sebetulnya akan Anda memastikan kondisi didalam medium. Jadi, memastikan mediumnya tercampur dengan baik, bisa bercampur dengan baik dengan selnya, sehingga nanti proses fermentasinya itu akan menjadi lebih baik. Ketemunya si substrat dengan sel itu akan lebih cepat. Semua komposisi subkhan isinya nggak hanya subjek. Nanti kita akan lihat bahwa sutradara sumber-sumber p, kemudian ada micro, makronutrien. Dengan system fermentasi fasa cair, dikasih pengaduk, semua komponen substrat itu bisa dipastikan teraduk, tercampur dengan baik. Kondisinya mungkin ketemu dengan asalnya cepat. Ketika ketemu dengan saya cepat, dia proses permentasi nya, laju reaksi fermentasinya akan lebih cepat. King dibandingkan kalau Anda melakukan fermentasi fasa padat. Mencampur medium dalam kondisi padat lebih menantangnya untuk memastikan homogenitas medium itu susah. Mikroba tidak akan bisa bercampur baik dengan video, paling hanya bisa nempel-nempel di permukaannya. Kalau ada perubahan temperatur atau tidak menghasilkan asam, gitu ya, kalau difermentasi fasa cair karena teraduk, ndak distribusi temperatur nya seragam, distribusi pH-nya seragam. Tapi kalau di fasa padat, distribusi temperatur, PH Itu akan hidrogen. Pengendaliannya susah. Makanya lebih dipilih yang asap cair kalau bisa dilakukan secara fasa cair. Belum lagi kalau Anda harus menggunakan satu jenis mikroba saja, tidak boleh terjadi kontaminasi gitu ya. Nah, pengendalian secara fasa padat itu lebih susah. Kalau yang fasa cair, ya tinggal ditutup, pastikan penutupnya itu rapat gitu ya, tidak ada udara yang bisa masuk. Anda masukkan udaranya steril dari suatu saluran, Widya, aerasi, kemudian ada aduk dengan baik, beres. Tapi kalau fasa padat susah. Bisanya pasang padat hanya dilakukan kalau memang si biokatalis eyasi selnya itu hanya bisa tumbuh dalam kondisi rasa padat, kemudian kontaminasi mungkin memang minimal, ya. Jadi, mau tidak mau harus wasapada. Plus satu lagi nanti proses pemisahannya. Kalau di sini kan cair dan padat. Kalau yang sangat mesir, kalau fermentasi sama si itu kan isinya cairan dan padatan. Cairan bisa dipisahkan dari padatan, disaring atau disentrifugasi, gitu ya. Nah, kalau di sini kan semua padat. Medium, sel, produknya terjebak di antara medium padat. Nah, ini pemisahnya akan lebih repot. Main, ya. Silakan kalau ada mau ditanyakan. Pak, saya izin bertanya. Kernel Allah tadi kan ada yang medium untuk proses fermentasinya digunakan medium yang lebih murah. Berarti konsentrasi itu harus lebih tinggi atau enggak juga? Yap, tergantung kebutuhan. Nah, masalahnya begini. Secara umum, iya, karena kandungan karbon saya. Kita bisa melihatnya kalau substrat yang lebih murah, kan kandungan karbonnya mungkin lebih rendah. Untuk geram yang sama, dia jadi harus ada tambahkan lebih banyak. Secara umum seperti itu. Tapi biasanya substrat yang sumber karbo, substrat sumber karbon yang lebih murah itu bentuk yang lebih kompleks. Kalau Anda tambahkan lebih banyak, Anda menurunkan viskositas, naik gitu ya, kelarutannya rendah, lebih rendah daripada glukosa, gitu ya. Nah, ini memang yang harus Anda perhatikan juga. Itu salah satu tantangan ketika Anda mengganti sumber karbon yang murah. Apa beli? Apalagi kalau Anda ganti dengan Katakanlah jerami padi ataupun untuk fermentasi tangan mungkin nggak ya, atau Anda diganti dengan bahan lignoselulosa, limbah pertanian, kan berarti kan harus dipotong-potong dulu gitu ya, harus ada pretreatment dulu, gitu ya. Nah, ini tergantung kebutuhan dan tergantung nanti secara fisik kondisi mediumnya seperti apa. Piknik. Selamat pagi, Pak. Saya mau nanya. Oleh tadi sinyalnya agak masak resep sedikit. Saya ingin mengirim Indonesian tadi. Berarti kalau untuk yang bioma itu tuh dia intraseluler. Tapi sementara untuk selfie supernatan Putu yang ekstraseluler, ya, Pak? Jadi, kalau yang biomassa, jadi ada dua, dua bentuk produk, ya. Memang Anda mau menggunakan biomassanya, kayak tadi ragi roti, ya, udah, berarti tinggal raginya dipisahkan secara secara umum, kemudian dia dikeringkan, dikemas, dijual. Tapi ada beberapa produk yang sifatnya adalah intraseluler. Jadi, bukan soalnya yang mau Anda pakai, tapi produk yang ada di dalam selnya. Mau tidak mau, ya, biomassanya harus dipecah. Nah, ini nggak tergambar ya di sini. Biomassanya dipecah, kemudian nanti, ya, dilarutkan lagi, nanti produknya akan diproses lebih lanjut. Kalau yang selfie supernatan dikembalikan cairan bebas sel, ya, ini jadi untuk produk yang ekstraseluler. Sebetulnya nanti produk intraseluler setelah dipecah, kemudian dilarutkan kembali, tahapan pemisahan dan pemurniannya itu mirip dengan yang ekstraseluler. Tergantung sifat bahan. Yang tahapan pemisahan dan pemurnian ditekan bergantung pada karakteristik fisik dan kimiawi dari gan. Maksudnya fisiknya apa? Kelarutan, kemudian, ya, kelarutan itu kan bisa apakah dia polar, nonpolar, gitu ya, kemudian ion-ionnya apa saja, jenazah akan bergantung pada sifat fisik dan kimianya. Baik, terima kasih, Pak. Jadi, kalau intraseluler, biomassa dipecah, itu belum selesai ya? Biomassa dipecahkan, isinya keluar semua, ya? Isinya keluar semua, kan harus terlarut didalam medium. Nanti tahapannya, ya, secara general mirip dengan ekstraseluler, ada pemisahan, ada pemurnian, dan ada polishing. Jadi, dia di konsentrasinya ditingkatkan. Sejalan dengan tahapannya. Ada lagi yang mau ditanyakan? Silakan. Baik, kalau tidak ada, kita lanjutkan.
Nah, ini bisa dilihat ya, walaupun ini tidak selalu, tapi komponen dari proses fermentasi, letupan dari proses fermentasi ini secara umum dapat digambarkan dengan skema yang Anda bisa lihat di layer. Yang paling gede apa yang kelihatan paling menonjol? Biarkan ya, ini adalah komentarnya. Fermentornya itu adalah reaktornya. Rektor adalah inti dari proses fermentasi. Di dalam reaktor itu akan terjadi proses fermentasi. Kira-kira apa saja yang ada di dalam reaktor?
Mikroba. Bapak. Gimana nih suaranya pelan-pelan. Sudah pada sarapan belum?
PM3. Ya, silakan kalau Adek mau jawab. Apa yang masuk ke dalam reaktor? Ada dua ya. Saya lupa subscribe dan substrat atau atau bahan atau medium. Jadi, dalam fermentasi di dalam reaktor itu harus ada substrat atau bahan atau medium dan harus ada sel. Untuk itu Anda perlu menyiapkan sel dan perlu menyiapkan medium. Nah, kalau kita bicara skala industri, tentunya baik jumlah medium maupun jumlah sel itu harus cukup. Jadi, untuk persiapan sel Anda perlu mengembangkan selnya. Mengembangkan itu maksudnya isikan sebelum masuk reaktor, jumlah selnya atau konsentrasi sel itu cukup. Ini yang disebut dengan tahapan pengembangan inokulum. Tahapan pengembangan inokulum ini dilakukan nanti di pertemuan-pertemuan berikutnya akan kita bahas sih bagaimana secara the inokulum development ini. Tapi pada dasarnya tahapan ini meliputi penumbuhan sel. Jadi, sel yang tadinya cuma seuprit gitu ya, Anda beli atau bisa dari hasil isolasi atau sering juga kita sebut dengan stok culture, itu Anda tumbuhkan dulu tuh kan nggak bisa langsung bisanya Katakanlah fermentor gedenya itu 1 M3 gitu ya atau lebih kecil lagi 10 M3 gitu ya. Nah, selnya akan perlu Anda tumbuhkan sehingga cukup untuk masuk ke bermanfaat. Soalnya kan penembakan.
Di tahapan pengembangan inokulum itu setirnya juga perlu makanan, perlu substrat, sehingga ada tahapan yang namanya pengembangan medium. Ya, jadi di bersamaan dengan pengembangan inokulum, ada tahap pengembangan medium. Kalau untuk inokulum Anda tujuannya kan pingin soalnya itu tumbuh dengan cepat, banyak, sehat gitu ya. Nah, ketika jumlahnya masih sedikit, Anda bisa kasih glukosa, merupakan murni, ya, tapi harganya mahal. Tapi kan bentuknya dikit. Semakin jumlah selnya banyak, kebutuhan substratnya akan semakin banyak. Kalau Anda tetap pakai glukosa, apa efeknya? Harganya akan semakin mahal. Biaya operasi untuk bahan baku akan semakin. Halo. Nah, makanya sumber karbonnya, contohnya tadi glukosa, Anda bisa ganti. Jadi, bersamaan dengan jumlah sel yang makin banyak, konsentrasi glukosa didalam medium itu bisa diturunkan, kemudian secara perlahan diganti dengan medium suci yang lain yang lebih murah. Bisanya pakai monase atau pakai pati atau pakai bahan-bahan lain. Nah, tapi Anda perlu sadari bahwa ketika Anda mengubah menjadi bahan yang lebih murah, biasanya bahan yang lebih murah itu Kompleks strukturnya, konsentrasinya juga lebih rendah. Akibatnya apa? Pertumbuhan mikroba tidak akan sebaik ketika dia makannya glukosa. Itu perlu dipahami, ya. Jadi, ketika makanannya itu lebih murah, ya, tubuhnya tidak dapat menjadi tidak Edi lebih turun gitu kecepatan pertumbuhannya. Tapi nggak papa kan yang penting hanya tetap tumbuh. Jadi, fungsi dari pengembangan medium itu adalah Anda memformulasikan video, sehingga nanti ketika masuk ke fermentor utama, ketika masuk ke fermentor produksi, sel yang jumlahnya tadi sudah bertambah itu tetap bisa memanfaatkan medium. Komposisinya, komposisi yang ada di dalam medium itu masih bisa dipakai untuk proses fermentasi. Tapi harga medium, biaya operasi yang dari medium itu lebih lebih murah. Kebayang, ya. Jadi, itu fungsi dari pengembangan medium. Ada dua fungsinya: satu adalah untuk menumbuhkan sel sampai jumlahnya cukup, yang kedua yang nanti jadi bahan baku ini bisa medium yang sama, kalau memang tujuannya adalah untuk menghasilkan sel difermentasi utama, atau medium yang berbeda. Ini terutama kalah soalnya nanti akan membentuk produk samping. Jadi, bisa jadi medium yang digunakan untuk pengembangan inokulum untuk menumbuhkan sel dengan medium untuk produksi itu beda. Nah, biasanya nanti akan ada proses yang namanya aklimatisasi. Aklimatisasi medium. Jadi, biasanya ini atau proses aklimatisasi ini adalah proses untuk membiasakan si mikroba secara perlahan terhadap medium yang barat.
Nah, kalau sudah fermentasinya jalan selesai, gitu ya, nantikan akan dipanen. Dipanen itu nanti di dalam fermentor itu akan ada sel, cancelnya makin banyaknya, kemudian ada sisa substrat dan ada produk. Itu semua nyampur. Nah, biang biasa dilakukan makanya Anda memisahkan selnya dulu karena padat. Nah, terus nanti kalau produknya adalah si sel yang sudah biomassanya dikeringkan dan dikemas. Tapi kalau produknya itu ada di dalam sel atau kita sebutnya closing transeluler, intraseluler, maka Anda perlu pecah biomassanya. Ini perlu dipecah, nanti baru di proses lebih lanjut. Kalau produknya adalah produk yang ekstraseluler, berarti dia ada di cairannya, kan ya. Dia ada di cairan, maka saya hanya perlu di murnikan. Bahan yang mau Anda ambil perlu dipisahkan lebih lanjut, kemudian dimurnikan, kemudian baru di bisa dikemas dan dijual. Tentunya akan ada limbah yang dihasilkan. Nah, ini secara umumnya, secara umum penggambaran proses fermentasi secara shakhrukh.
Fermentasi fasa cair atau staf match. It sudah pernah dengar ya? Sama mach3 menetesnya. Kalau tamatkan mentation ini persisnya seperti ini. Rata-rata proses fermentasi itu dijalankan secara saat mos. Dengan alasan apa kira-kira? Balikannya saat Mas adalah Solid state fermentation. Kalau Solid state fermentation itu mediumnya padat. Kalau yang di sini mediumnya cair. Jadi, semua komponen substrat itu dilarutkan ke air, kemudian setelahnya dimasukkan. Fermentasinya jalan. Kalau yang Solid state fermentation ini kayaknya ada kuliah khususnya terkait selesai fermentation di semester ini. Ini medium ini adalah padat, walaupun ada air, tapi kadar airnya rendah. Biasanya ini selnya adalah jamur. Karena jamur memang optimum tumbuh pada kadar air yang tertidur terlalu tinggi. Walaupun penisilin, penisilin itu kan antibiotik, dia dihasilkan oleh jamur dan sekarang proses fermentasinya adalah saat march. Kenapa orang lebih memilih shakhrukh?
Mym3. Pilih ada sudah ditinggal tidur. Halo, siapa bangun ya? Kira-kira.
Eh, kenapa proses fermentasi itu orang lebih memilih dalam kondisi fermentasi fasa cair pakai tangki yang diaduk gitu ya, dibandingkan fermentasi khas pada, kecuali memang tidak bisa dilakukan sama sekali harus pasangannya? Karena produk yang bisa lebih beragamnya. Produknya lebih beragam. Kurang tepat. Karena sebetulnya produk akan ditentukan oleh jenis hidrogennya. Alasannya apa yang paling utama menurut Anda?
Maria Evelyn, ada, tak. Menurut Anda, apa alasannya?
[Musik]
Mungkin lebih mudah untuk difermentasi gitu, kayak lebih cepat atau adalah faktor pada saat prosesnya. Gimana? Gimana? Kalimat terakhir kurang kedengeran.
Www.kayak.com. Sesuai fantasinya itu lebih mudah atau lebih gampang di laut. Oh, iya, maksudnya lebih jam atau lebih mudah dilakukan saya.
Lebih mudah dalam cair. Pengendalian, ya. Jadi, dalam kondisi terbatasi fasa cair itu mengendalikan fermentasinya itu lebih mudah, walaupun butuh mungkin peralatannya lebih banyak, ya. Jadi, ada butuh tauhid tangkinya harus ditutup, harus ada mengadukannya gitu ya, tapi dengan pengadukan sebetulnya akan Anda memastikan kondisi didalam medium. Jadi, memastikan mediumnya tercampur dengan baik, bisa bercampur dengan baik dengan selnya, sehingga nanti proses fermentasinya itu akan menjadi lebih baik. Ketemunya si substrat dengan sel itu akan lebih cepat. Semua komposisi subkhan isinya nggak hanya subjek. Nanti kita akan lihat bahwa sutradara sumber-sumber p, kemudian ada micro, makronutrien. Dengan system fermentasi fasa cair, dikasih pengaduk, semua komponen substrat itu bisa dipastikan teraduk, tercampur dengan baik. Kondisinya mungkin ketemu dengan asalnya cepat. Ketika ketemu dengan saya cepat, dia proses permentasi nya, laju reaksi fermentasinya akan lebih cepat. King dibandingkan kalau Anda melakukan fermentasi fasa padat. Mencampur medium dalam kondisi padat lebih menantangnya untuk memastikan homogenitas medium itu susah. Mikroba tidak akan bisa bercampur baik dengan video, paling hanya bisa nempel-nempel di permukaannya. Kalau ada perubahan temperatur atau tidak menghasilkan asam, gitu ya, kalau difermentasi fasa cair karena teraduk, ndak distribusi temperatur nya seragam, distribusi pH-nya seragam. Tapi kalau di fasa padat, distribusi temperatur, PH Itu akan hidrogen. Pengendaliannya susah. Makanya lebih dipilih yang asap cair kalau bisa dilakukan secara fasa cair. Belum lagi kalau Anda harus menggunakan satu jenis mikroba saja, tidak boleh terjadi kontaminasi gitu ya. Nah, pengendalian secara fasa padat itu lebih susah. Kalau yang fasa cair, ya tinggal ditutup, pastikan penutupnya itu rapat gitu ya, tidak ada udara yang bisa masuk. Anda masukkan udaranya steril dari suatu saluran, Widya, aerasi, kemudian ada aduk dengan baik, beres. Tapi kalau fasa padat susah. Bisanya pasang padat hanya dilakukan kalau memang si biokatalis eyasi selnya itu hanya bisa tumbuh dalam kondisi rasa padat, kemudian kontaminasi mungkin memang minimal, ya. Jadi, mau tidak mau harus wasapada. Plus satu lagi nanti proses pemisahannya. Kalau di sini kan cair dan padat. Kalau yang sangat mesir, kalau fermentasi sama si itu kan isinya cairan dan padatan. Cairan bisa dipisahkan dari padatan, disaring atau disentrifugasi, gitu ya. Nah, kalau di sini kan semua padat. Medium, sel, produknya terjebak di antara medium padat. Nah, ini pemisahnya akan lebih repot. Main, ya. Silakan kalau ada mau ditanyakan. Pak, saya izin bertanya. Kernel Allah tadi kan ada yang medium untuk proses fermentasinya digunakan medium yang lebih murah. Berarti konsentrasi itu harus lebih tinggi atau enggak juga? Yap, tergantung kebutuhan. Nah, masalahnya begini. Secara umum, iya, karena kandungan karbon saya. Kita bisa melihatnya kalau substrat yang lebih murah, kan kandungan karbonnya mungkin lebih rendah. Untuk geram yang sama, dia jadi harus ada tambahkan lebih banyak. Secara umum seperti itu. Tapi biasanya substrat yang sumber karbo, substrat sumber karbon yang lebih murah itu bentuk yang lebih kompleks. Kalau Anda tambahkan lebih banyak, Anda menurunkan viskositas, naik gitu ya, kelarutannya rendah, lebih rendah daripada glukosa, gitu ya. Nah, ini memang yang harus Anda perhatikan juga. Itu salah satu tantangan ketika Anda mengganti sumber karbon yang murah. Apa beli? Apalagi kalau Anda ganti dengan Katakanlah jerami padi ataupun untuk fermentasi tangan mungkin nggak ya, atau Anda diganti dengan bahan lignoselulosa, limbah pertanian, kan berarti kan harus dipotong-potong dulu gitu ya, harus ada pretreatment dulu, gitu ya. Nah, ini tergantung kebutuhan dan tergantung nanti secara fisik kondisi mediumnya seperti apa. Piknik. Selamat pagi, Pak. Saya mau nanya. Oleh tadi sinyalnya agak masak resep sedikit. Saya ingin mengirim Indonesian tadi. Berarti kalau untuk yang bioma itu tuh dia intraseluler. Tapi sementara untuk selfie supernatan Putu yang ekstraseluler, ya, Pak? Jadi, kalau yang biomassa, jadi ada dua, dua bentuk produk, ya. Memang Anda mau menggunakan biomassanya, kayak tadi ragi roti, ya, udah, berarti tinggal raginya dipisahkan secara secara umum, kemudian dia dikeringkan, dikemas, dijual. Tapi ada beberapa produk yang sifatnya adalah intraseluler. Jadi, bukan soalnya yang mau Anda pakai, tapi produk yang ada di dalam selnya. Mau tidak mau, ya, biomassanya harus dipecah. Nah, ini nggak tergambar ya di sini. Biomassanya dipecah, kemudian nanti, ya, dilarutkan lagi, nanti produknya akan diproses lebih lanjut. Kalau yang selfie supernatan dikembalikan cairan bebas sel, ya, ini jadi untuk produk yang ekstraseluler. Sebetulnya nanti produk intraseluler setelah dipecah, kemudian dilarutkan kembali, tahapan pemisahan dan pemurniannya itu mirip dengan yang ekstraseluler. Tergantung sifat bahan. Yang tahapan pemisahan dan pemurnian ditekan bergantung pada karakteristik fisik dan kimiawi dari gan. Maksudnya fisiknya apa? Kelarutan, kemudian, ya, kelarutan itu kan bisa apakah dia polar, nonpolar, gitu ya, kemudian ion-ionnya apa saja, jenazah akan bergantung pada sifat fisik dan kimianya. Baik, terima kasih, Pak. Jadi, kalau intraseluler, biomassa dipecah, itu belum selesai ya? Biomassa dipecahkan, isinya keluar semua, ya? Isinya keluar semua, kan harus terlarut didalam medium. Nanti tahapannya, ya, secara general mirip dengan ekstraseluler, ada pemisahan, ada pemurnian, dan ada polishing. Jadi, dia di konsentrasinya ditingkatkan. Sejalan dengan tahapannya. Ada lagi yang mau ditanyakan? Silakan. Baik, kalau tidak ada, kita lanjutkan.
Nah, ini bisa dilihat ya, walaupun ini tidak selalu, tapi komponen dari proses fermentasi, letupan dari proses fermentasi ini secara umum dapat digambarkan dengan skema yang Anda bisa lihat di layer. Yang paling gede apa yang kelihatan paling menonjol? Biarkan ya, ini adalah komentarnya. Fermentornya itu adalah reaktornya. Rektor adalah inti dari proses fermentasi. Di dalam reaktor itu akan terjadi proses fermentasi. Kira-kira apa saja yang ada di dalam reaktor?
Mikroba. Bapak. Gimana nih suaranya pelan-pelan. Sudah pada sarapan belum?
PM3. Ya, silakan kalau Adek mau jawab. Apa yang masuk ke dalam reaktor? Ada dua ya. Saya lupa subscribe dan substrat atau atau bahan atau medium. Jadi, dalam fermentasi di dalam reaktor itu harus ada substrat atau bahan atau medium dan harus ada sel. Untuk itu Anda perlu menyiapkan sel dan perlu menyiapkan medium. Nah, kalau kita bicara skala industri, tentunya baik jumlah medium maupun jumlah sel itu harus cukup. Jadi, untuk persiapan sel Anda perlu mengembangkan selnya. Mengembangkan itu maksudnya isikan sebelum masuk reaktor, jumlah selnya atau konsentrasi sel itu cukup. Ini yang disebut dengan tahapan pengembangan inokulum. Tahapan pengembangan inokulum ini dilakukan nanti di pertemuan-pertemuan berikutnya akan kita bahas sih bagaimana secara the inokulum development ini. Tapi pada dasarnya tahapan ini meliputi penumbuhan sel. Jadi, sel yang tadinya cuma seuprit gitu ya, Anda beli atau bisa dari hasil isolasi atau sering juga kita sebut dengan stok culture, itu Anda tumbuhkan dulu tuh kan nggak bisa langsung bisanya Katakanlah fermentor gedenya itu 1 M3 gitu ya atau lebih kecil lagi 10 M3 gitu ya. Nah, selnya akan perlu Anda tumbuhkan sehingga cukup untuk masuk ke bermanfaat. Soalnya kan penembakan.
Di tahapan pengembangan inokulum itu setirnya juga perlu makanan, perlu substrat, sehingga ada tahapan yang namanya pengembangan medium. Ya, jadi di bersamaan dengan pengembangan inokulum, ada tahap pengembangan medium. Kalau untuk inokulum Anda tujuannya kan pingin soalnya itu tumbuh dengan cepat, banyak, sehat gitu ya. Nah, ketika jumlahnya masih sedikit, Anda bisa kasih glukosa, merupakan murni, ya, tapi harganya mahal. Tapi kan bentuknya dikit. Semakin jumlah selnya banyak, kebutuhan substratnya akan semakin banyak. Kalau Anda tetap pakai glukosa, apa efeknya? Harganya akan semakin mahal. Biaya operasi untuk bahan baku akan semakin. Halo. Nah, makanya sumber karbonnya, contohnya tadi glukosa, Anda bisa ganti. Jadi, bersamaan dengan jumlah sel yang makin banyak, konsentrasi glukosa didalam medium itu bisa diturunkan, kemudian secara perlahan diganti dengan medium suci yang lain yang lebih murah. Bisanya pakai monase atau pakai pati atau pakai bahan-bahan lain. Nah, tapi Anda perlu sadari bahwa ketika Anda mengubah menjadi bahan yang lebih murah, biasanya bahan yang lebih murah itu Kompleks strukturnya, konsentrasinya juga lebih rendah. Akibatnya apa? Pertumbuhan mikroba tidak akan sebaik ketika dia makannya glukosa. Itu perlu dipahami, ya. Jadi, ketika makanannya itu lebih murah, ya, tubuhnya tidak dapat menjadi tidak Edi lebih turun gitu kecepatan pertumbuhannya. Tapi nggak papa kan yang penting hanya tetap tumbuh. Jadi, fungsi dari pengembangan medium itu adalah Anda memformulasikan video, sehingga nanti ketika masuk ke fermentor utama, ketika masuk ke fermentor produksi, sel yang jumlahnya tadi sudah bertambah itu tetap bisa memanfaatkan medium. Komposisinya, komposisi yang ada di dalam medium itu masih bisa dipakai untuk proses fermentasi. Tapi harga medium, biaya operasi yang dari medium itu lebih lebih murah. Kebayang, ya. Jadi, itu fungsi dari pengembangan medium. Ada dua fungsinya: satu adalah untuk menumbuhkan sel sampai jumlahnya cukup, yang kedua yang nanti jadi bahan baku ini bisa medium yang sama, kalau memang tujuannya adalah untuk menghasilkan sel difermentasi utama, atau medium yang berbeda. Ini terutama kalah soalnya nanti akan membentuk produk samping. Jadi, bisa jadi medium yang digunakan untuk pengembangan inokulum untuk menumbuhkan sel dengan medium untuk produksi itu beda. Nah, biasanya nanti akan ada proses yang namanya aklimatisasi. Aklimatisasi medium. Jadi, biasanya ini atau proses aklimatisasi ini adalah proses untuk membiasakan si mikroba secara perlahan terhadap medium yang barat.
Nah, kalau sudah fermentasinya jalan selesai, gitu ya, nantikan akan dipanen. Dipanen itu nanti di dalam fermentor itu akan ada sel, cancelnya makin banyaknya, kemudian ada sisa substrat dan ada produk. Itu semua nyampur. Nah, biang biasa dilakukan makanya Anda memisahkan selnya dulu karena padat. Nah, terus nanti kalau produknya adalah si sel yang sudah biomassanya dikeringkan dan dikemas. Tapi kalau produknya itu ada di dalam sel atau kita sebutnya closing transeluler, intraseluler, maka Anda perlu pecah biomassanya. Ini perlu dipecah, nanti baru di proses lebih lanjut. Kalau produknya adalah produk yang ekstraseluler, berarti dia ada di cairannya, kan ya. Dia ada di cairan, maka saya hanya perlu di murnikan. Bahan yang mau Anda ambil perlu dipisahkan lebih lanjut, kemudian dimurnikan, kemudian baru di bisa dikemas dan dijual. Tentunya akan ada limbah yang dihasilkan. Nah, ini secara umumnya, secara umum penggambaran proses fermentasi secara shakhrukh.
Fermentasi fasa cair atau staf match. It sudah pernah dengar ya? Sama mach3 menetesnya. Kalau tamatkan mentation ini persisnya seperti ini. Rata-rata proses fermentasi itu dijalankan secara saat mos. Dengan alasan apa kira-kira? Balikannya saat Mas adalah Solid state fermentation. Kalau Solid state fermentation itu mediumnya padat. Kalau yang di sini mediumnya cair. Jadi, semua komponen substrat itu dilarutkan ke air, kemudian setelahnya dimasukkan. Fermentasinya jalan. Kalau yang Solid state fermentation ini kayaknya ada kuliah khususnya terkait selesai fermentation di semester ini. Ini medium ini adalah padat, walaupun ada air, tapi kadar airnya rendah. Biasanya ini selnya adalah jamur. Karena jamur memang optimum tumbuh pada kadar air yang tertidur terlalu tinggi. Walaupun penisilin, penisilin itu kan antibiotik, dia dihasilkan oleh jamur dan sekarang proses fermentasinya adalah saat march. Kenapa orang lebih memilih shakhrukh?
Mym3. Pilih ada sudah ditinggal tidur. Halo, siapa bangun ya? Kira-kira.
Eh, kenapa proses fermentasi itu orang lebih memilih dalam kondisi fermentasi fasa cair pakai tangki yang diaduk gitu ya, dibandingkan fermentasi khas pada, kecuali memang tidak bisa dilakukan sama sekali harus pasangannya? Karena produk yang bisa lebih beragamnya. Produknya lebih beragam. Kurang tepat. Karena sebetulnya produk akan ditentukan oleh jenis hidrogennya. Alasannya apa yang paling utama menurut Anda?
Maria Evelyn, ada, tak. Menurut Anda, apa alasannya?
[Musik]
Mungkin lebih mudah untuk difermentasi gitu, kayak lebih cepat atau adalah faktor pada saat prosesnya. Gimana? Gimana? Kalimat terakhir kurang kedengeran.
Www.kayak.com. Sesuai fantasinya itu lebih mudah atau lebih gampang di laut. Oh, iya, maksudnya lebih jam atau lebih mudah dilakukan saya.
Lebih mudah dalam cair. Pengendalian, ya. Jadi, dalam kondisi terbatasi fasa cair itu mengendalikan fermentasinya itu lebih mudah, walaupun butuh mungkin peralatannya lebih banyak, ya. Jadi, ada butuh tauhid tangkinya harus ditutup, harus ada mengadukannya gitu ya, tapi dengan pengadukan sebetulnya akan Anda memastikan kondisi didalam medium. Jadi, memastikan mediumnya tercampur dengan baik, bisa bercampur dengan baik dengan selnya, sehingga nanti proses fermentasinya itu akan menjadi lebih baik. Ketemunya si substrat dengan sel itu akan lebih cepat. Semua komposisi subkhan isinya nggak hanya subjek. Nanti kita akan lihat bahwa sutradara sumber-sumber p, kemudian ada micro, makronutrien. Dengan system fermentasi fasa cair, dikasih pengaduk, semua komponen substrat itu bisa dipastikan teraduk, tercampur dengan baik. Kondisinya mungkin ketemu dengan asalnya cepat. Ketika ketemu dengan saya cepat, dia proses permentasi nya, laju reaksi fermentasinya akan lebih cepat. King dibandingkan kalau Anda melakukan fermentasi fasa padat. Mencampur medium dalam kondisi padat lebih menantangnya untuk memastikan homogenitas medium itu susah. Mikroba tidak akan bisa bercampur baik dengan video, paling hanya bisa nempel-nempel di permukaannya. Kalau ada perubahan temperatur atau tidak menghasilkan asam, gitu ya, kalau difermentasi fasa cair karena teraduk, ndak distribusi temperatur nya seragam, distribusi pH-nya seragam. Tapi kalau di fasa padat, distribusi temperatur, PH Itu akan hidrogen. Pengendaliannya susah. Makanya lebih dipilih yang asap cair kalau bisa dilakukan secara fasa cair. Belum lagi kalau Anda harus menggunakan satu jenis mikroba saja, tidak boleh terjadi kontaminasi gitu ya. Nah, pengendalian secara fasa padat itu lebih susah. Kalau yang fasa cair, ya tinggal ditutup, pastikan penutupnya itu rapat gitu ya, tidak ada udara yang bisa masuk. Anda masukkan udaranya steril dari suatu saluran, Widya, aerasi, kemudian ada aduk dengan baik, beres. Tapi kalau fasa padat susah. Bisanya pasang padat hanya dilakukan kalau memang si biokatalis eyasi selnya itu hanya bisa tumbuh dalam kondisi rasa padat, kemudian kontaminasi mungkin memang minimal, ya. Jadi, mau tidak mau harus wasapada. Plus satu lagi nanti proses pemisahannya. Kalau di sini kan cair dan padat. Kalau yang sangat mesir, kalau fermentasi sama si itu kan isinya cairan dan padatan. Cairan bisa dipisahkan dari padatan, disaring atau disentrifugasi, gitu ya. Nah, kalau di sini kan semua padat. Medium, sel, produknya terjebak di antara medium padat. Nah, ini pemisahnya akan lebih repot. Main, ya. Silakan kalau ada mau ditanyakan. Pak, saya izin bertanya. Kernel Allah tadi kan ada yang medium untuk proses fermentasinya digunakan medium yang lebih murah. Berarti konsentrasi itu harus lebih tinggi atau enggak juga? Yap, tergantung kebutuhan. Nah, masalahnya begini. Secara umum, iya, karena kandungan karbon saya. Kita bisa melihatnya kalau substrat yang lebih murah, kan kandungan karbonnya mungkin lebih rendah. Untuk geram yang sama, dia jadi harus ada tambahkan lebih banyak. Secara umum seperti itu. Tapi biasanya substrat yang sumber karbo, substrat sumber karbon yang lebih murah itu bentuk yang lebih kompleks. Kalau Anda tambahkan lebih banyak, Anda menurunkan viskositas, naik gitu ya, kelarutannya rendah, lebih rendah daripada glukosa, gitu ya. Nah, ini memang yang harus Anda perhatikan juga. Itu salah satu tantangan ketika Anda mengganti sumber karbon yang murah. Apa beli? Apalagi kalau Anda ganti dengan Katakanlah jerami padi ataupun untuk fermentasi tangan mungkin nggak ya, atau Anda diganti dengan bahan lignoselulosa, limbah pertanian, kan berarti kan harus dipotong-potong dulu gitu ya, harus ada pretreatment dulu, gitu ya. Nah, ini tergantung kebutuhan dan tergantung nanti secara fisik kondisi mediumnya seperti apa. Piknik. Selamat pagi, Pak. Saya mau nanya. Oleh tadi sinyalnya agak masak resep sedikit. Saya ingin mengirim Indonesian tadi. Berarti kalau untuk yang bioma itu tuh dia intraseluler. Tapi sementara untuk selfie supernatan Putu yang ekstraseluler, ya, Pak? Jadi, kalau yang biomassa, jadi ada dua, dua bentuk produk, ya. Memang Anda mau menggunakan biomassanya, kayak tadi ragi roti, ya, udah, berarti tinggal raginya dipisahkan secara secara umum, kemudian dia dikeringkan, dikemas, dijual. Tapi ada beberapa produk yang sifatnya adalah intraseluler. Jadi, bukan soalnya yang mau Anda pakai, tapi produk yang ada di dalam selnya. Mau tidak mau, ya, biomassanya harus dipecah. Nah, ini nggak tergambar ya di sini. Biomassanya dipecah, kemudian nanti, ya, dilarutkan lagi, nanti produknya akan diproses lebih lanjut. Kalau yang selfie supernatan dikembalikan cairan bebas sel, ya, ini jadi untuk produk yang ekstraseluler. Sebetulnya nanti produk intraseluler setelah dipecah, kemudian dilarutkan kembali, tahapan pemisahan dan pemurniannya itu mirip dengan yang ekstraseluler. Tergantung sifat bahan. Yang tahapan pemisahan dan pemurnian ditekan bergantung pada karakteristik fisik dan kimiawi dari gan. Maksudnya fisiknya apa? Kelarutan, kemudian, ya, kelarutan itu kan bisa apakah dia polar, nonpolar, gitu ya, kemudian ion-ionnya apa saja, jenazah akan bergantung pada sifat fisik dan kimianya. Baik, terima kasih, Pak. Jadi, kalau intraseluler, biomassa dipecah, itu belum selesai ya? Biomassa dipecahkan, isinya keluar semua, ya? Isinya keluar semua, kan harus terlarut didalam medium. Nanti tahapannya, ya, secara general mirip dengan ekstraseluler, ada pemisahan, ada pemurnian, dan ada polishing. Jadi, dia di konsentrasinya ditingkatkan. Sejalan dengan tahapannya. Ada lagi yang mau ditanyakan? Silakan. Baik, kalau tidak ada, kita lanjutkan.
Nah, ini bisa dilihat ya, walaupun ini tidak selalu, tapi komponen dari proses fermentasi, letupan dari proses fermentasi ini secara umum dapat digambarkan dengan skema yang Anda bisa lihat di layer. Yang paling gede apa yang kelihatan paling menonjol? Biarkan ya, ini adalah komentarnya. Fermentornya itu adalah reaktornya. Rektor adalah inti dari proses fermentasi. Di dalam reaktor itu akan terjadi proses fermentasi. Kira-kira apa saja yang ada di dalam reaktor?
Mikroba. Bapak. Gimana nih suaranya pelan-pelan. Sudah pada sarapan belum?
PM3. Ya, silakan kalau Adek mau jawab. Apa yang masuk ke dalam reaktor? Ada dua ya. Saya lupa subscribe dan substrat atau atau bahan atau medium. Jadi, dalam fermentasi di dalam reaktor itu harus ada substrat atau bahan atau medium dan harus ada sel. Untuk itu Anda perlu menyiapkan sel dan perlu menyiapkan medium. Nah, kalau kita bicara skala industri, tentunya baik jumlah medium maupun jumlah sel itu harus cukup. Jadi, untuk persiapan sel Anda perlu mengembangkan selnya. Mengembangkan itu maksudnya isikan sebelum masuk reaktor, jumlah selnya atau konsentrasi sel itu cukup. Ini yang disebut dengan tahapan pengembangan inokulum. Tahapan pengembangan inokulum ini dilakukan nanti di pertemuan-pertemuan berikutnya akan kita bahas sih bagaimana secara the inokulum development ini. Tapi pada dasarnya tahapan ini meliputi penumbuhan sel. Jadi, sel yang tadinya cuma seuprit gitu ya, Anda beli atau bisa dari hasil isolasi atau sering juga kita sebut dengan stok culture, itu Anda tumbuhkan dulu tuh kan nggak bisa langsung bisanya Katakanlah fermentor gedenya itu 1 M3 gitu ya atau lebih kecil lagi 10 M3 gitu ya. Nah, selnya akan perlu Anda tumbuhkan sehingga cukup untuk masuk ke bermanfaat. Soalnya kan penembakan.
Di tahapan pengembangan inokulum itu setirnya juga perlu makanan, perlu substrat, sehingga ada tahapan yang namanya pengembangan medium. Ya, jadi di bersamaan dengan pengembangan inokulum, ada tahap pengembangan medium. Kalau untuk inokulum Anda tujuannya kan pingin soalnya itu tumbuh dengan cepat, banyak, sehat gitu ya. Nah, ketika jumlahnya masih sedikit, Anda bisa kasih glukosa, merupakan murni, ya, tapi harganya mahal. Tapi kan bentuknya dikit. Semakin jumlah selnya banyak, kebutuhan substratnya akan semakin banyak. Kalau Anda tetap pakai glukosa, apa efeknya? Harganya akan semakin mahal. Biaya operasi untuk bahan baku akan semakin. Halo. Nah, makanya sumber karbonnya, contohnya tadi glukosa, Anda bisa ganti. Jadi, bersamaan dengan jumlah sel yang makin banyak, konsentrasi glukosa didalam medium itu bisa diturunkan, kemudian secara perlahan diganti dengan medium suci yang lain yang lebih murah. Bisanya pakai monase atau pakai pati atau pakai bahan-bahan lain. Nah, tapi Anda perlu sadari bahwa ketika Anda mengubah menjadi bahan yang lebih murah, biasanya bahan yang lebih murah itu Kompleks strukturnya, konsentrasinya juga lebih rendah. Akibatnya apa? Pertumbuhan mikroba tidak akan sebaik ketika dia makannya glukosa. Itu perlu dipahami, ya. Jadi, ketika makanannya itu lebih murah, ya, tubuhnya tidak dapat menjadi tidak Edi lebih turun gitu kecepatan pertumbuhannya. Tapi nggak papa kan yang penting hanya tetap tumbuh. Jadi, fungsi dari pengembangan medium itu adalah Anda memformulasikan video, sehingga nanti ketika masuk ke fermentor utama, ketika masuk ke fermentor produksi, sel yang jumlahnya tadi sudah bertambah itu tetap bisa memanfaatkan medium. Komposisinya, komposisi yang ada di dalam medium itu masih bisa dipakai untuk proses fermentasi. Tapi harga medium, biaya operasi yang dari medium itu lebih lebih murah. Kebayang, ya. Jadi, itu fungsi dari pengembangan medium. Ada dua fungsinya: satu adalah untuk menumbuhkan sel sampai jumlahnya cukup, yang kedua yang nanti jadi bahan baku ini bisa medium yang sama, kalau memang tujuannya adalah untuk menghasilkan sel difermentasi utama, atau medium yang berbeda. Ini terutama kalah soalnya nanti akan membentuk produk samping. Jadi, bisa jadi medium yang digunakan untuk pengembangan inokulum untuk menumbuhkan sel dengan medium untuk produksi itu beda. Nah, biasanya nanti akan ada proses yang namanya aklimatisasi. Aklimatisasi medium. Jadi, biasanya ini atau proses aklimatisasi ini adalah proses untuk membiasakan si mikroba secara perlahan terhadap medium yang barat.
Nah, kalau sudah fermentasinya jalan selesai, gitu ya, nantikan akan dipanen. Dipanen itu nanti di dalam fermentor itu akan ada sel, cancelnya makin banyaknya, kemudian ada sisa substrat dan ada produk. Itu semua nyampur. Nah, biang biasa dilakukan makanya Anda memisahkan selnya dulu karena padat. Nah, terus nanti kalau produknya adalah si sel yang sudah biomassanya dikeringkan dan dikemas. Tapi kalau produknya itu ada di dalam sel atau kita sebutnya closing transeluler, intraseluler, maka Anda perlu pecah biomassanya. Ini perlu dipecah, nanti baru di proses lebih lanjut. Kalau produknya adalah produk yang ekstraseluler, berarti dia ada di cairannya, kan ya. Dia ada di cairan, maka saya hanya perlu di murnikan. Bahan yang mau Anda ambil perlu dipisahkan lebih lanjut, kemudian dimurnikan, kemudian baru di bisa dikemas dan dijual. Tentunya akan ada limbah yang dihasilkan. Nah, ini secara umumnya, secara umum penggambaran proses fermentasi secara shakhrukh.
Fermentasi fasa cair atau staf match. It sudah pernah dengar ya? Sama mach3 menetesnya. Kalau tamatkan mentation ini persisnya seperti ini. Rata-rata proses fermentasi itu dijalankan secara saat mos. Dengan alasan apa kira-kira? Balikannya saat Mas adalah Solid state fermentation. Kalau Solid state fermentation itu mediumnya padat. Kalau yang di sini mediumnya cair. Jadi, semua komponen substrat itu dilarutkan ke air, kemudian setelahnya dimasukkan. Fermentasinya jalan. Kalau yang Solid state fermentation ini kayaknya ada kuliah khususnya terkait selesai fermentation di semester ini. Ini medium ini adalah padat, walaupun ada air, tapi kadar airnya rendah. Biasanya ini selnya adalah jamur. Karena jamur memang optimum tumbuh pada kadar air yang tertidur terlalu tinggi. Walaupun penisilin, penisilin itu kan antibiotik, dia dihasilkan oleh jamur dan sekarang proses fermentasinya adalah saat march. Kenapa orang lebih memilih shakhrukh?
Mym3. Pilih ada sudah ditinggal tidur. Halo, siapa bangun ya? Kira-kira.
Eh, kenapa proses fermentasi itu orang lebih memilih dalam kondisi fermentasi fasa cair pakai tangki yang diaduk gitu ya, dibandingkan fermentasi khas pada, kecuali memang tidak bisa dilakukan sama sekali harus pasangannya? Karena produk yang bisa lebih beragamnya. Produknya lebih beragam. Kurang tepat. Karena sebetulnya produk akan ditentukan oleh jenis hidrogennya. Alasannya apa yang paling utama menurut Anda?
Maria Evelyn, ada, tak. Menurut Anda, apa alasannya?
[Musik]
Mungkin lebih mudah untuk difermentasi gitu, kayak lebih cepat atau adalah faktor pada saat prosesnya. Gimana? Gimana? Kalimat terakhir kurang kedengeran.
Www.kayak.com. Sesuai fantasinya itu lebih mudah atau lebih gampang di laut. Oh, iya, maksudnya lebih jam atau lebih mudah dilakukan saya.
Lebih mudah dalam cair. Pengendalian, ya. Jadi, dalam kondisi terbatasi fasa cair itu mengendalikan fermentasinya itu lebih mudah, walaupun butuh mungkin peralatannya lebih banyak, ya. Jadi, ada butuh tauhid tangkinya harus ditutup, harus ada mengadukannya gitu ya, tapi dengan pengadukan sebetulnya akan Anda memastikan kondisi didalam medium. Jadi, memastikan mediumnya tercampur dengan baik, bisa bercampur dengan baik dengan selnya, sehingga nanti proses fermentasinya itu akan menjadi lebih baik. Ketemunya si substrat dengan sel itu akan lebih cepat. Semua komposisi subkhan isinya nggak hanya subjek. Nanti kita akan lihat bahwa sutradara sumber-sumber p, kemudian ada micro, makronutrien. Dengan system fermentasi fasa cair, dikasih pengaduk, semua komponen substrat itu bisa dipastikan teraduk, tercampur dengan baik. Kondisinya mungkin ketemu dengan asalnya cepat. Ketika ketemu dengan saya cepat, dia proses permentasi nya, laju reaksi fermentasinya akan lebih cepat. King dibandingkan kalau Anda melakukan fermentasi fasa padat. Mencampur medium dalam kondisi padat lebih menantangnya untuk memastikan homogenitas medium itu susah. Mikroba tidak akan bisa bercampur baik dengan video, paling hanya bisa nempel-nempel di permukaannya. Kalau ada perubahan temperatur atau tidak menghasilkan asam, gitu ya, kalau difermentasi fasa cair karena teraduk, ndak distribusi temperatur nya seragam, distribusi pH-nya seragam. Tapi kalau di fasa padat, distribusi temperatur, PH Itu akan hidrogen. Pengendaliannya susah. Makanya lebih dipilih yang asap cair kalau bisa dilakukan secara fasa cair. Belum lagi kalau Anda harus menggunakan satu jenis mikroba saja, tidak boleh terjadi kontaminasi gitu ya. Nah, pengendalian secara fasa padat itu lebih susah. Kalau yang fasa cair, ya tinggal ditutup, pastikan penutupnya itu rapat gitu ya, tidak ada udara yang bisa masuk. Anda masukkan udaranya steril dari suatu saluran, Widya, aerasi, kemudian ada aduk dengan baik, beres. Tapi kalau fasa padat susah. Bisanya pasang padat hanya dilakukan kalau memang si biokatalis eyasi selnya itu hanya bisa tumbuh dalam kondisi rasa padat, kemudian kontaminasi mungkin memang minimal, ya. Jadi, mau tidak mau harus wasapada. Plus satu lagi nanti proses pemisahannya. Kalau di sini kan cair dan padat. Kalau yang sangat mesir, kalau fermentasi sama si itu kan isinya cairan dan padatan. Cairan bisa dipisahkan dari padatan, disaring atau disentrifugasi, gitu ya. Nah, kalau di sini kan semua padat. Medium, sel, produknya terjebak di antara medium padat. Nah, ini pemisahnya akan lebih repot. Main, ya. Silakan kalau ada mau ditanyakan. Pak, saya izin bertanya. Kernel Allah tadi kan ada yang medium untuk proses fermentasinya digunakan medium yang lebih murah. Berarti konsentrasi itu harus lebih tinggi atau enggak juga? Yap, tergantung kebutuhan. Nah, masalahnya begini. Secara umum, iya, karena kandungan karbon saya. Kita bisa melihatnya kalau substrat yang lebih murah, kan kandungan karbonnya mungkin lebih rendah. Untuk geram yang sama, dia jadi harus ada tambahkan lebih banyak. Secara umum seperti itu. Tapi biasanya substrat yang sumber karbo, substrat sumber karbon yang lebih murah itu bentuk yang lebih kompleks. Kalau Anda tambahkan lebih banyak, Anda menurunkan viskositas, naik gitu ya, kelarutannya rendah, lebih rendah daripada glukosa, gitu ya. Nah, ini memang yang harus Anda perhatikan juga. Itu salah satu tantangan ketika Anda mengganti sumber karbon yang murah. Apa beli? Apalagi kalau Anda ganti dengan Katakanlah jerami padi ataupun untuk fermentasi tangan mungkin nggak ya, atau Anda diganti dengan bahan lignoselulosa, limbah pertanian, kan berarti kan harus dipotong-potong dulu gitu ya, harus ada pretreatment dulu, gitu ya. Nah, ini tergantung kebutuhan dan tergantung nanti secara fisik kondisi mediumnya seperti apa. Piknik. Selamat pagi, Pak. Saya mau nanya. Oleh tadi sinyalnya agak masak resep sedikit. Saya ingin mengirim Indonesian tadi. Berarti kalau untuk yang bioma itu tuh dia intraseluler. Tapi sementara untuk selfie supernatan Putu yang ekstraseluler, ya, Pak? Jadi, kalau yang biomassa, jadi ada dua, dua bentuk produk, ya. Memang Anda mau menggunakan biomassanya, kayak tadi ragi roti, ya, udah, berarti tinggal raginya dipisahkan secara secara umum, kemudian dia dikeringkan, dikemas, dijual. Tapi ada beberapa produk yang sifatnya adalah intraseluler. Jadi, bukan soalnya yang mau Anda pakai, tapi produk yang ada di dalam selnya. Mau tidak mau, ya, biomassanya harus dipecah. Nah, ini nggak tergambar ya di sini. Biomassanya dipecah, kemudian nanti, ya, dilarutkan lagi, nanti produknya akan diproses lebih lanjut. Kalau yang selfie supernatan dikembalikan cairan bebas sel, ya, ini jadi untuk produk yang ekstraseluler. Sebetulnya nanti produk intraseluler setelah dipecah, kemudian dilarutkan kembali, tahapan pemisahan dan pemurniannya itu mirip dengan yang ekstraseluler. Tergantung sifat bahan. Yang tahapan pemisahan dan pemurnian ditekan bergantung pada karakteristik fisik dan kimiawi dari gan. Maksudnya fisiknya apa? Kelarutan, kemudian, ya, kelarutan itu kan bisa apakah dia polar, nonpolar, gitu ya, kemudian ion-ionnya apa saja, jenazah akan bergantung pada sifat fisik dan kimianya. Baik, terima kasih, Pak. Jadi, kalau intraseluler, biomassa dipecah, itu belum selesai ya? Biomassa dipecahkan, isinya keluar semua, ya? Isinya keluar semua, kan harus terlarut didalam medium. Nanti tahapannya, ya, secara general mirip dengan ekstraseluler, ada pemisahan, ada pemurnian, dan ada polishing. Jadi, dia di konsentrasinya ditingkatkan. Sejalan dengan tahapannya. Ada lagi yang mau ditanyakan? Silakan. Baik, kalau tidak ada, kita lanjutkan.
Nah, ini bisa dilihat ya, walaupun ini tidak selalu, tapi komponen dari proses fermentasi, letupan dari proses fermentasi ini secara umum dapat digambarkan dengan skema yang Anda bisa lihat di layer. Yang paling gede apa yang kelihatan paling menonjol? Biarkan ya, ini adalah komentarnya. Fermentornya itu adalah reaktornya. Rektor adalah inti dari proses fermentasi. Di dalam reaktor itu akan terjadi proses fermentasi. Kira-kira apa saja yang ada di dalam reaktor?
Mikroba. Bapak. Gimana nih suaranya pelan-pelan. Sudah pada sarapan belum?
PM3. Ya, silakan kalau Adek mau jawab. Apa yang masuk ke dalam reaktor? Ada dua ya. Saya lupa subscribe dan substrat atau atau bahan atau medium. Jadi, dalam fermentasi di dalam reaktor itu harus ada substrat atau bahan atau medium dan harus ada sel. Untuk itu Anda perlu menyiapkan sel dan perlu menyiapkan medium. Nah, kalau kita bicara skala industri, tentunya baik jumlah medium maupun jumlah sel itu harus cukup. Jadi, untuk persiapan sel Anda perlu mengembangkan selnya. Mengembangkan itu maksudnya isikan sebelum masuk reaktor, jumlah selnya atau konsentrasi sel itu cukup. Ini yang disebut dengan tahapan pengembangan inokulum. Tahapan pengembangan inokulum ini dilakukan nanti di pertemuan-pertemuan berikutnya akan kita bahas sih bagaimana secara the inokulum development ini. Tapi pada dasarnya tahapan ini meliputi penumbuhan sel. Jadi, sel yang tadinya cuma seuprit gitu ya, Anda beli atau bisa dari hasil isolasi atau sering juga kita sebut dengan stok culture, itu Anda tumbuhkan dulu tuh kan nggak bisa langsung bisanya Katakanlah fermentor gedenya itu 1 M3 gitu ya atau lebih kecil lagi 10 M3 gitu ya. Nah, selnya akan perlu Anda tumbuhkan sehingga cukup untuk masuk ke bermanfaat. Soalnya kan penembakan.
Di tahapan pengembangan inokulum itu setirnya juga perlu makanan, perlu substrat, sehingga ada tahapan yang namanya pengembangan medium. Ya, jadi di bersamaan dengan pengembangan inokulum, ada tahap pengembangan medium. Kalau untuk inokulum Anda tujuannya kan pingin soalnya itu tumbuh dengan cepat, banyak, sehat gitu ya. Nah, ketika jumlahnya masih sedikit, Anda bisa kasih glukosa, merupakan murni, ya, tapi harganya mahal. Tapi kan bentuknya dikit. Semakin jumlah selnya banyak, kebutuhan substratnya akan semakin banyak. Kalau Anda tetap pakai glukosa, apa efeknya? Harganya akan semakin mahal. Biaya operasi untuk bahan baku akan semakin. Halo. Nah, makanya sumber karbonnya, contohnya tadi glukosa, Anda bisa ganti. Jadi, bersamaan dengan jumlah sel yang makin banyak, konsentrasi glukosa didalam medium itu bisa diturunkan, kemudian secara perlahan diganti dengan medium suci yang lain yang lebih murah. Bisanya pakai monase atau pakai pati atau pakai bahan-bahan lain. Nah, tapi Anda perlu sadari bahwa ketika Anda mengubah menjadi bahan yang lebih murah, biasanya bahan yang lebih murah itu Kompleks strukturnya, konsentrasinya juga lebih rendah. Akibatnya apa? Pertumbuhan mikroba tidak akan sebaik ketika dia makannya glukosa. Itu perlu dipahami, ya. Jadi, ketika makanannya itu lebih murah, ya, tubuhnya tidak dapat menjadi tidak Edi lebih turun gitu kecepatan pertumbuhannya. Tapi nggak papa kan yang penting hanya tetap tumbuh. Jadi, fungsi dari pengembangan medium itu adalah Anda memformulasikan video, sehingga nanti ketika masuk ke fermentor utama, ketika masuk ke fermentor produksi, sel yang jumlahnya tadi sudah bertambah itu tetap bisa memanfaatkan medium. Komposisinya, komposisi yang ada di dalam medium itu masih bisa dipakai untuk proses fermentasi. Tapi harga medium, biaya operasi yang dari medium itu lebih lebih murah. Kebayang, ya. Jadi, itu fungsi dari pengembangan medium. Ada dua fungsinya: satu adalah untuk menumbuhkan sel sampai jumlahnya cukup, yang kedua yang nanti jadi bahan baku ini bisa medium yang sama, kalau memang tujuannya adalah untuk menghasilkan sel difermentasi utama, atau medium yang berbeda. Ini terutama kalah soalnya nanti akan membentuk produk samping. Jadi, bisa jadi medium yang digunakan untuk pengembangan inokulum untuk menumbuhkan sel dengan medium untuk produksi itu beda. Nah, biasanya nanti akan ada proses yang namanya aklimatisasi. Aklimatisasi medium. Jadi, biasanya ini atau proses aklimatisasi ini adalah proses untuk membiasakan si mikroba secara perlahan terhadap medium yang barat.
Nah, kalau sudah fermentasinya jalan selesai, gitu ya, nantikan akan dipanen. Dipanen itu nanti di dalam fermentor itu akan ada sel, cancelnya makin banyaknya, kemudian ada sisa substrat dan ada produk. Itu semua nyampur. Nah, biang biasa dilakukan makanya Anda memisahkan selnya dulu karena padat. Nah, terus nanti kalau produknya adalah si sel yang sudah biomassanya dikeringkan dan dikemas. Tapi kalau produknya itu ada di dalam sel atau kita sebutnya closing transeluler, intraseluler, maka Anda perlu pecah biomassanya. Ini perlu dipecah, nanti baru di proses lebih lanjut. Kalau produknya adalah produk yang ekstraseluler, berarti dia ada di cairannya, kan ya. Dia ada di cairan, maka saya hanya perlu di murnikan. Bahan yang mau Anda ambil perlu dipisahkan lebih lanjut, kemudian dimurnikan, kemudian baru di bisa dikemas dan dijual. Tentunya akan ada limbah yang dihasilkan. Nah, ini secara umumnya, secara umum penggambaran proses fermentasi secara shakhrukh.
Fermentasi fasa cair atau staf match. It sudah pernah dengar ya? Sama mach3 menetesnya. Kalau tamatkan mentation ini persisnya seperti ini. Rata-rata proses fermentasi itu dijalankan secara saat mos. Dengan alasan apa kira-kira? Balikannya saat Mas adalah Solid state fermentation. Kalau Solid state fermentation itu mediumnya padat. Kalau yang di sini mediumnya cair. Jadi, semua komponen substrat itu dilarutkan ke air, kemudian setelahnya dimasukkan. Fermentasinya jalan. Kalau yang Solid state fermentation ini kayaknya ada kuliah khususnya terkait selesai fermentation di semester ini. Ini medium ini adalah padat, walaupun ada air, tapi kadar airnya rendah. Biasanya ini selnya adalah jamur. Karena jamur memang optimum tumbuh pada kadar air yang tertidur terlalu tinggi. Walaupun penisilin, penisilin itu kan antibiotik, dia dihasilkan oleh jamur dan sekarang proses fermentasinya adalah saat march. Kenapa orang lebih memilih shakhrukh?
Mym3. Pilih ada sudah ditinggal tidur. Halo, siapa bangun ya? Kira-kira.
Eh, kenapa proses fermentasi itu orang lebih memilih dalam kondisi fermentasi fasa cair pakai tangki yang diaduk gitu ya, dibandingkan fermentasi khas pada, kecuali memang tidak bisa dilakukan sama sekali harus pasangannya? Karena produk yang bisa lebih beragamnya. Produknya lebih beragam. Kurang tepat. Karena sebetulnya produk akan ditentukan oleh jenis hidrogennya. Alasannya apa yang paling utama menurut Anda?
Maria Evelyn, ada, tak. Menurut Anda, apa alasannya?
[Musik]
Mungkin lebih mudah untuk difermentasi gitu, kayak lebih cepat atau adalah faktor pada saat prosesnya. Gimana? Gimana? Kalimat terakhir kurang kedengeran.
Www.kayak.com. Sesuai fantasinya itu lebih mudah atau lebih gampang di laut. Oh, iya, maksudnya lebih jam atau lebih mudah dilakukan saya.
Lebih mudah dalam cair. Pengendalian, ya. Jadi, dalam kondisi terbatasi fasa cair itu mengendalikan fermentasinya itu lebih mudah, walaupun butuh mungkin peralatannya lebih banyak, ya. Jadi, ada butuh tauhid tangkinya harus ditutup, harus ada mengadukannya gitu ya, tapi dengan pengadukan sebetulnya akan Anda memastikan kondisi didalam medium. Jadi, memastikan mediumnya tercampur dengan baik, bisa bercampur dengan baik dengan selnya, sehingga nanti proses fermentasinya itu akan menjadi lebih baik. Ketemunya si substrat dengan sel itu akan lebih cepat. Semua komposisi subkhan isinya nggak hanya subjek. Nanti kita akan lihat bahwa sutradara sumber-sumber p, kemudian ada micro, makronutrien. Dengan system fermentasi fasa cair, dikasih pengaduk, semua komponen substrat itu bisa dipastikan teraduk, tercampur dengan baik. Kondisinya mungkin ketemu dengan asalnya cepat. Ketika ketemu dengan saya cepat, dia proses permentasi nya, laju reaksi fermentasinya akan lebih cepat. King dibandingkan kalau Anda melakukan fermentasi fasa padat. Mencampur medium dalam kondisi padat lebih menantangnya untuk memastikan homogenitas medium itu susah. Mikroba tidak akan bisa bercampur baik dengan video, paling hanya bisa nempel-nempel di permukaannya. Kalau ada perubahan temperatur atau tidak menghasilkan asam, gitu ya, kalau difermentasi fasa cair karena teraduk, ndak distribusi temperatur nya seragam, distribusi pH-nya seragam. Tapi kalau di fasa padat, distribusi temperatur, PH Itu akan hidrogen. Pengendaliannya susah. Makanya lebih dipilih yang asap cair kalau bisa dilakukan secara fasa cair. Belum lagi kalau Anda harus menggunakan satu jenis mikroba saja, tidak boleh terjadi kontaminasi gitu ya. Nah, pengendalian secara fasa padat itu lebih susah. Kalau yang fasa cair, ya tinggal ditutup, pastikan penutupnya itu rapat gitu ya, tidak ada udara yang bisa masuk. Anda masukkan udaranya steril dari suatu saluran, Widya, aerasi, kemudian ada aduk dengan baik, beres. Tapi kalau fasa padat susah. Bisanya pasang padat hanya dilakukan kalau memang si biokatalis eyasi selnya itu hanya bisa tumbuh dalam kondisi rasa padat, kemudian kontaminasi mungkin memang minimal, ya. Jadi, mau tidak mau harus wasapada. Plus satu lagi nanti proses pemisahannya. Kalau di sini kan cair dan padat. Kalau yang sangat mesir, kalau fermentasi sama si itu kan isinya cairan dan padatan. Cairan bisa dipisahkan dari padatan, disaring atau disentrifugasi, gitu ya. Nah, kalau di sini kan semua padat. Medium, sel, produknya terjebak di antara medium padat. Nah, ini pemisahnya akan lebih repot. Main, ya. Silakan kalau ada mau ditanyakan. Pak, saya izin bertanya. Kernel Allah tadi kan ada yang medium untuk proses fermentasinya digunakan medium yang lebih murah. Berarti konsentrasi itu harus lebih tinggi atau enggak juga? Yap, tergantung kebutuhan. Nah, masalahnya begini. Secara umum, iya, karena kandungan karbon saya. Kita bisa melihatnya kalau substrat yang lebih murah, kan kandungan karbonnya mungkin lebih rendah. Untuk geram yang sama, dia jadi harus ada tambahkan lebih banyak. Secara umum seperti itu. Tapi biasanya substrat yang sumber karbo, substrat sumber karbon yang lebih murah itu bentuk yang lebih kompleks. Kalau Anda tambahkan lebih banyak, Anda menurunkan viskositas, naik gitu ya, kelarutannya rendah, lebih rendah daripada glukosa, gitu ya. Nah, ini memang yang harus Anda perhatikan juga. Itu salah satu tantangan ketika Anda mengganti sumber karbon yang murah. Apa beli? Apalagi kalau Anda ganti dengan Katakanlah jerami padi ataupun untuk fermentasi tangan mungkin nggak ya, atau Anda diganti dengan bahan lignoselulosa, limbah pertanian, kan berarti kan harus dipotong-potong dulu gitu ya, harus ada pretreatment dulu, gitu ya. Nah, ini tergantung kebutuhan dan tergantung nanti secara fisik kondisi mediumnya seperti apa. Piknik. Selamat pagi, Pak. Saya mau nanya. Oleh tadi sinyalnya agak masak resep sedikit. Saya ingin mengirim Indonesian tadi. Berarti kalau untuk yang bioma itu tuh dia intraseluler. Tapi sementara untuk selfie supernatan Putu yang ekstraseluler, ya, Pak? Jadi, kalau yang biomassa, jadi ada dua, dua bentuk produk, ya. Memang Anda mau menggunakan biomassanya, kayak tadi ragi roti, ya, udah, berarti tinggal raginya dipisahkan secara secara umum, kemudian dia dikeringkan, dikemas, dijual. Tapi ada beberapa produk yang sifatnya adalah intraseluler. Jadi, bukan soalnya yang mau Anda pakai, tapi produk yang ada di dalam selnya. Mau tidak mau, ya, biomassanya harus dipecah. Nah, ini nggak tergambar ya di sini. Biomassanya dipecah, kemudian nanti, ya, dilarutkan lagi, nanti produknya akan diproses lebih lanjut. Kalau yang selfie supernatan dikembalikan cairan bebas sel, ya, ini jadi untuk produk yang ekstraseluler. Sebetulnya nanti produk intraseluler setelah dipecah, kemudian dilarutkan kembali, tahapan pemisahan dan pemurniannya itu mirip dengan yang ekstraseluler. Tergantung sifat bahan. Yang tahapan pemisahan dan pemurnian ditekan bergantung pada karakteristik fisik dan kimiawi dari gan. Maksudnya fisiknya apa? Kelarutan, kemudian, ya, kelarutan itu kan bisa apakah dia polar, nonpolar, gitu ya, kemudian ion-ionnya apa saja, jenazah akan bergantung pada sifat fisik dan kimianya. Baik, terima kasih, Pak. Jadi, kalau intraseluler, biomassa dipecah, itu belum selesai ya? Biomassa dipecahkan, isinya keluar semua, ya? Isinya keluar semua, kan harus terlarut didalam medium. Nanti tahapannya, ya, secara general mirip dengan ekstraseluler, ada pemisahan, ada pemurnian, dan ada polishing. Jadi, dia di konsentrasinya ditingkatkan. Sejalan dengan tahapannya. Ada lagi yang mau ditanyakan? Silakan. Baik, kalau tidak ada, kita lanjutkan.
Nah, ini bisa dilihat ya, walaupun ini tidak selalu, tapi komponen dari proses fermentasi, letupan dari proses fermentasi ini secara umum dapat digambarkan dengan skema yang Anda bisa lihat di layer. Yang paling gede apa yang kelihatan paling menonjol? Biarkan ya, ini adalah komentarnya. Fermentornya itu adalah reaktornya. Rektor adalah inti dari proses fermentasi. Di dalam reaktor itu akan terjadi proses fermentasi. Kira-kira apa saja yang ada di dalam reaktor?
Mikroba. Bapak. Gimana nih suaranya pelan-pelan. Sudah pada sarapan belum?
PM3. Ya, silakan kalau Adek mau jawab. Apa yang masuk ke dalam reaktor? Ada dua ya. Saya lupa subscribe dan substrat atau atau bahan atau medium. Jadi, dalam fermentasi di dalam reaktor itu harus ada substrat atau bahan atau medium dan harus ada sel. Untuk itu Anda perlu menyiapkan sel dan perlu menyiapkan medium. Nah, kalau kita bicara skala industri, tentunya baik jumlah medium maupun jumlah sel itu harus cukup. Jadi, untuk persiapan sel Anda perlu mengembangkan selnya. Mengembangkan itu maksudnya isikan sebelum masuk reaktor, jumlah selnya atau konsentrasi sel itu cukup. Ini yang disebut dengan tahapan pengembangan inokulum. Tahapan pengembangan inokulum ini dilakukan nanti di pertemuan-pertemuan berikutnya akan kita bahas sih bagaimana secara the inokulum development ini. Tapi pada dasarnya tahapan ini meliputi penumbuhan sel. Jadi, sel yang tadinya cuma seuprit gitu ya, Anda beli atau bisa dari hasil isolasi atau sering juga kita sebut dengan stok culture, itu Anda tumbuhkan dulu tuh kan nggak bisa langsung bisanya Katakanlah fermentor gedenya itu 1 M3 gitu ya atau lebih kecil lagi 10 M3 gitu ya. Nah, selnya akan perlu Anda tumbuhkan sehingga cukup untuk masuk ke bermanfaat. Soalnya kan penembakan.
Di tahapan pengembangan inokulum itu setirnya juga perlu makanan, perlu substrat, sehingga ada tahapan yang namanya pengembangan medium. Ya, jadi di bersamaan dengan pengembangan inokulum, ada tahap pengembangan medium. Kalau untuk inokulum Anda tujuannya kan pingin soalnya itu tumbuh dengan cepat, banyak, sehat gitu ya. Nah, ketika jumlahnya masih sedikit, Anda bisa kasih glukosa, merupakan murni, ya, tapi harganya mahal. Tapi kan bentuknya dikit. Semakin jumlah selnya banyak, kebutuhan substratnya akan semakin banyak. Kalau Anda tetap pakai glukosa, apa efeknya? Harganya akan semakin mahal. Biaya operasi untuk bahan baku akan semakin. Halo. Nah, makanya sumber karbonnya, contohnya tadi glukosa, Anda bisa ganti. Jadi, bersamaan dengan jumlah sel yang makin banyak, konsentrasi glukosa didalam medium itu bisa diturunkan, kemudian secara perlahan diganti dengan medium suci yang lain yang lebih murah. Bisanya pakai monase atau pakai pati atau pakai bahan-bahan lain. Nah, tapi Anda perlu sadari bahwa ketika Anda mengubah menjadi bahan yang lebih murah, biasanya bahan yang lebih murah itu Kompleks strukturnya, konsentrasinya juga lebih rendah. Akibatnya apa? Pertumbuhan mikroba tidak akan sebaik ketika dia makannya glukosa. Itu perlu dipahami, ya. Jadi, ketika makanannya itu lebih murah, ya, tubuhnya tidak dapat menjadi tidak Edi lebih turun gitu kecepatan pertumbuhannya. Tapi nggak papa kan yang penting hanya tetap tumbuh. Jadi, fungsi dari pengembangan medium itu adalah Anda memformulasikan video, sehingga nanti ketika masuk ke fermentor utama, ketika masuk ke fermentor produksi, sel yang jumlahnya tadi sudah bertambah itu tetap bisa memanfaatkan medium. Komposisinya, komposisi yang ada di dalam medium itu masih bisa dipakai untuk proses fermentasi. Tapi harga medium, biaya operasi yang dari medium itu lebih lebih murah. Kebayang, ya. Jadi, itu fungsi dari pengembangan medium. Ada dua fungsinya: satu adalah untuk menumbuhkan sel sampai jumlahnya cukup, yang kedua yang nanti jadi bahan baku ini bisa medium yang sama, kalau memang tujuannya adalah untuk menghasilkan sel difermentasi utama, atau medium yang berbeda. Ini terutama kalah soalnya nanti akan membentuk produk samping. Jadi, bisa jadi medium yang digunakan untuk pengembangan inokulum untuk menumbuhkan sel dengan medium untuk produksi itu beda. Nah, biasanya nanti akan ada proses yang namanya aklimatisasi. Aklimatisasi medium. Jadi, biasanya ini atau proses aklimatisasi ini adalah proses untuk membiasakan si mikroba secara perlahan terhadap medium yang barat.
Nah, kalau sudah fermentasinya jalan selesai, gitu ya, nantikan akan dipanen. Dipanen itu nanti di dalam fermentor itu akan ada sel, cancelnya makin banyaknya, kemudian ada sisa substrat dan ada produk. Itu semua nyampur. Nah, biang biasa dilakukan makanya Anda memisahkan selnya dulu karena padat. Nah, terus nanti kalau produknya adalah si sel yang sudah biomassanya dikeringkan dan dikemas. Tapi kalau produknya itu ada di dalam sel atau kita sebutnya closing transeluler, intraseluler, maka Anda perlu pecah biomassanya. Ini perlu dipecah, nanti baru di proses lebih lanjut. Kalau produknya adalah produk yang ekstraseluler, berarti dia ada di cairannya, kan ya. Dia ada di cairan, maka saya hanya perlu di murnikan. Bahan yang mau Anda ambil perlu dipisahkan lebih lanjut, kemudian dimurnikan, kemudian baru di bisa dikemas dan dijual. Tentunya akan ada limbah yang dihasilkan. Nah, ini secara umumnya, secara umum penggambaran proses fermentasi secara shakhrukh.
Fermentasi fasa cair atau staf match. It sudah pernah dengar ya? Sama mach3 menetesnya. Kalau tamatkan mentation ini persisnya seperti ini. Rata-rata proses fermentasi itu dijalankan secara saat mos. Dengan alasan apa kira-kira? Balikannya saat Mas adalah Solid state fermentation. Kalau Solid state fermentation itu mediumnya padat. Kalau yang di sini mediumnya cair. Jadi, semua komponen substrat itu dilarutkan ke air, kemudian setelahnya dimasukkan. Fermentasinya jalan. Kalau yang Solid state fermentation ini kayaknya ada kuliah khususnya terkait selesai fermentation di semester ini. Ini medium ini adalah padat, walaupun ada air, tapi kadar airnya rendah. Biasanya ini selnya adalah jamur. Karena jamur memang optimum tumbuh pada kadar air yang tertidur terlalu tinggi. Walaupun penisilin, penisilin itu kan antibiotik, dia dihasilkan oleh jamur dan sekarang proses fermentasinya adalah saat march. Kenapa orang lebih memilih shakhrukh?
Mym3. Pilih ada sudah ditinggal tidur. Halo, siapa bangun ya? Kira-kira.
Eh, kenapa proses fermentasi itu orang lebih memilih dalam kondisi fermentasi fasa cair pakai tangki yang diaduk gitu ya, dibandingkan fermentasi khas pada, kecuali memang tidak bisa dilakukan sama sekali harus pasangannya? Karena produk yang bisa lebih beragamnya. Produknya lebih beragam. Kurang tepat. Karena sebetulnya produk akan ditentukan oleh jenis hidrogennya. Alasannya apa yang paling utama menurut Anda?
Maria Evelyn, ada, tak. Menurut Anda, apa alasannya?
[Musik]
Mungkin lebih mudah untuk difermentasi gitu, kayak lebih cepat atau adalah faktor pada saat prosesnya. Gimana? Gimana? Kalimat terakhir kurang kedengeran.
Www.kayak.com. Sesuai fantasinya itu lebih mudah atau lebih gampang di laut. Oh, iya, maksudnya lebih jam atau lebih mudah dilakukan saya.
Lebih mudah dalam cair. Pengendalian, ya. Jadi, dalam kondisi terbatasi fasa cair itu mengendalikan fermentasinya itu lebih mudah, walaupun butuh mungkin peralatannya lebih banyak, ya. Jadi, ada butuh tauhid tangkinya harus ditutup, harus ada mengadukannya gitu ya, tapi dengan pengadukan sebetulnya akan Anda memastikan kondisi didalam medium. Jadi, memastikan mediumnya tercampur dengan baik, bisa bercampur dengan baik dengan selnya, sehingga nanti proses fermentasinya itu akan menjadi lebih baik. Ketemunya si substrat dengan sel itu akan lebih cepat. Semua komposisi subkhan isinya nggak hanya subjek. Nanti kita akan lihat bahwa sutradara sumber-sumber p, kemudian ada micro, makronutrien. Dengan system fermentasi fasa cair, dikasih pengaduk, semua komponen substrat itu bisa dipastikan teraduk, tercampur dengan baik. Kondisinya mungkin ketemu dengan asalnya cepat. Ketika ketemu dengan saya cepat, dia proses permentasi nya, laju reaksi fermentasinya akan lebih cepat. King dibandingkan kalau Anda melakukan fermentasi fasa padat. Mencampur medium dalam kondisi padat lebih menantangnya untuk memastikan homogenitas medium itu susah. Mikroba tidak akan bisa bercampur baik dengan video, paling hanya bisa nempel-nempel di permukaannya. Kalau ada perubahan temperatur atau tidak menghasilkan asam, gitu ya, kalau difermentasi fasa cair karena teraduk, ndak distribusi temperatur nya seragam, distribusi pH-nya seragam. Tapi kalau di fasa padat, distribusi temperatur, PH Itu akan hidrogen. Pengendaliannya susah. Makanya lebih dipilih yang asap cair kalau bisa dilakukan secara fasa cair. Belum lagi kalau Anda harus menggunakan satu jenis mikroba saja, tidak boleh terjadi kontaminasi gitu ya. Nah, pengendalian secara fasa padat itu lebih susah. Kalau yang fasa cair, ya tinggal ditutup, pastikan penutupnya itu rapat gitu ya, tidak ada udara yang bisa masuk. Anda masukkan udaranya steril dari suatu saluran, Widya, aerasi, kemudian ada aduk dengan baik, beres. Tapi kalau fasa padat susah. Bisanya pasang padat hanya dilakukan kalau memang si biokatalis eyasi selnya itu hanya bisa tumbuh dalam kondisi rasa padat, kemudian kontaminasi mungkin memang minimal, ya. Jadi, mau tidak mau harus wasapada. Plus satu lagi nanti proses pemisahannya. Kalau di sini kan cair dan padat. Kalau yang sangat mesir, kalau fermentasi sama si itu kan isinya cairan dan padatan. Cairan bisa dipisahkan dari padatan, disaring atau disentrifugasi, gitu ya. Nah, kalau di sini kan semua padat. Medium, sel, produknya terjebak di antara medium padat. Nah, ini pemisahnya akan lebih repot. Main, ya. Silakan kalau ada mau ditanyakan. Pak, saya izin bertanya. Kernel Allah tadi kan ada yang medium untuk proses fermentasinya digunakan medium yang lebih murah. Berarti konsentrasi itu harus lebih tinggi atau enggak juga? Yap, tergantung kebutuhan. Nah, masalahnya begini. Secara umum, iya, karena kandungan karbon saya. Kita bisa melihatnya kalau substrat yang lebih murah, kan kandungan karbonnya mungkin lebih rendah. Untuk geram yang sama, dia jadi harus ada tambahkan lebih banyak. Secara umum seperti itu. Tapi biasanya substrat yang sumber karbo, substrat sumber karbon yang lebih murah itu bentuk yang lebih kompleks. Kalau Anda tambahkan lebih banyak, Anda menurunkan viskositas, naik gitu ya, kelarutannya rendah, lebih rendah daripada glukosa, gitu ya. Nah, ini memang yang harus Anda perhatikan juga. Itu salah satu tantangan ketika Anda mengganti sumber karbon yang murah. Apa beli? Apalagi kalau Anda ganti dengan Katakanlah jerami padi ataupun untuk fermentasi tangan mungkin nggak ya, atau Anda diganti dengan bahan lignoselulosa, limbah pertanian, kan berarti kan harus dipotong-potong dulu gitu ya, harus ada pretreatment dulu, gitu ya. Nah, ini tergantung kebutuhan dan tergantung nanti secara fisik kondisi mediumnya seperti apa. Piknik. Selamat pagi, Pak. Saya mau nanya. Oleh tadi sinyalnya agak masak resep sedikit. Saya ingin mengirim Indonesian tadi. Berarti kalau untuk yang bioma itu tuh dia intraseluler. Tapi sementara untuk selfie supernatan Putu yang ekstraseluler, ya, Pak? Jadi, kalau yang biomassa, jadi ada dua, dua bentuk produk, ya. Memang Anda mau menggunakan biomassanya, kayak tadi ragi roti, ya, udah, berarti tinggal raginya dipisahkan secara secara umum, kemudian dia dikeringkan, dikemas, dijual. Tapi ada beberapa produk yang sifatnya adalah intraseluler. Jadi, bukan soalnya yang mau Anda pakai, tapi produk yang ada di dalam selnya. Mau tidak mau, ya, biomassanya harus dipecah. Nah, ini nggak tergambar ya di sini. Biomassanya dipecah, kemudian nanti, ya, dilarutkan lagi, nanti produknya akan diproses lebih lanjut. Kalau yang selfie supernatan dikembalikan cairan bebas sel, ya, ini jadi untuk produk yang ekstraseluler. Sebetulnya nanti produk intraseluler setelah dipecah, kemudian dilarutkan kembali, tahapan pemisahan dan pemurniannya itu mirip dengan yang ekstraseluler. Tergantung sifat bahan. Yang tahapan pemisahan dan pemurnian ditekan bergantung pada karakteristik fisik dan kimiawi dari gan. Maksudnya fisiknya apa? Kelarutan, kemudian, ya, kelarutan itu kan bisa apakah dia polar, nonpolar, gitu ya, kemudian ion-ionnya apa saja, jenazah akan bergantung pada sifat fisik dan kimianya. Baik, terima kasih, Pak. Jadi, kalau intraseluler, biomassa dipecah, itu belum selesai ya? Biomassa dipecahkan, isinya keluar semua, ya? Isinya keluar semua, kan harus terlarut didalam medium. Nanti tahapannya, ya, secara general mirip dengan ekstraseluler, ada pemisahan, ada pemurnian, dan ada polishing. Jadi, dia di konsentrasinya ditingkatkan. Sejalan dengan tahapannya. Ada lagi yang mau ditanyakan? Silakan. Baik, kalau tidak ada, kita lanjutkan.
Nah, ini bisa dilihat ya, walaupun ini tidak selalu, tapi komponen dari proses fermentasi, letupan dari proses fermentasi ini secara umum dapat digambarkan dengan skema yang Anda bisa lihat di layer. Yang paling gede apa yang kelihatan paling menonjol? Biarkan ya, ini adalah komentarnya. Fermentornya itu adalah reaktornya. Rektor adalah inti dari proses fermentasi. Di dalam reaktor itu akan terjadi proses fermentasi. Kira-kira apa saja yang ada di dalam reaktor?
Mikroba. Bapak. Gimana nih suaranya pelan-pelan. Sudah pada sarapan belum?
PM3. Ya, silakan kalau Adek mau jawab. Apa yang masuk ke dalam reaktor? Ada dua ya. Saya lupa subscribe dan substrat atau atau bahan atau medium. Jadi, dalam fermentasi di dalam reaktor itu harus ada substrat atau bahan atau medium dan harus ada sel. Untuk itu Anda perlu menyiapkan sel dan perlu menyiapkan medium. Nah, kalau kita bicara skala industri, tentunya baik jumlah medium maupun jumlah sel itu harus cukup. Jadi, untuk persiapan sel Anda perlu mengembangkan selnya. Mengembangkan itu maksudnya isikan sebelum masuk reaktor, jumlah selnya atau konsentrasi sel itu cukup. Ini yang disebut dengan tahapan pengembangan inokulum. Tahapan pengembangan inokulum ini dilakukan nanti di pertemuan-pertemuan berikutnya akan kita bahas sih bagaimana secara the inokulum development ini. Tapi pada dasarnya tahapan ini meliputi penumbuhan sel. Jadi, sel yang tadinya cuma seuprit gitu ya, Anda beli atau bisa dari hasil isolasi atau sering juga kita sebut dengan stok culture, itu Anda tumbuhkan dulu tuh kan nggak bisa langsung bisanya Katakanlah fermentor gedenya itu 1 M3 gitu ya atau lebih kecil lagi 10 M3 gitu ya. Nah, selnya akan perlu Anda tumbuhkan sehingga cukup untuk masuk ke bermanfaat. Soalnya kan penembakan.
Di tahapan pengembangan inokulum itu setirnya juga perlu makanan, perlu substrat, sehingga ada tahapan yang namanya pengembangan medium. Ya, jadi di bersamaan dengan pengembangan inokulum, ada tahap pengembangan medium. Kalau untuk inokulum Anda tujuannya kan pingin soalnya itu tumbuh dengan cepat, banyak, sehat gitu ya. Nah, ketika jumlahnya masih sedikit, Anda bisa kasih glukosa, merupakan murni, ya, tapi harganya mahal. Tapi kan bentuknya dikit. Semakin jumlah selnya banyak, kebutuhan substratnya akan semakin banyak. Kalau Anda tetap pakai glukosa, apa efeknya? Harganya akan semakin mahal. Biaya operasi untuk bahan baku akan semakin. Halo. Nah, makanya sumber karbonnya, contohnya tadi glukosa, Anda bisa ganti. Jadi, bersamaan dengan jumlah sel yang makin banyak, konsentrasi glukosa didalam medium itu bisa diturunkan, kemudian secara perlahan diganti dengan medium suci yang lain yang lebih murah. Bisanya pakai monase atau pakai pati atau pakai bahan-bahan lain. Nah, tapi Anda perlu sadari bahwa ketika Anda mengubah menjadi bahan yang lebih murah, biasanya bahan yang lebih murah itu Kompleks strukturnya, konsentrasinya juga lebih rendah. Akibatnya apa? Pertumbuhan mikroba tidak akan sebaik ketika dia makannya glukosa. Itu perlu dipahami, ya. Jadi, ketika makanannya itu lebih murah, ya, tubuhnya tidak dapat menjadi tidak Edi lebih turun gitu kecepatan pertumbuhannya. Tapi nggak papa kan yang penting hanya tetap tumbuh. Jadi, fungsi dari pengembangan medium itu adalah Anda memformulasikan video, sehingga nanti ketika masuk ke fermentor utama, ketika masuk ke fermentor produksi, sel yang jumlahnya tadi sudah bertambah itu tetap bisa memanfaatkan medium. Komposisinya, komposisi yang ada di dalam medium itu masih bisa dipakai untuk proses fermentasi. Tapi harga medium, biaya operasi yang dari medium itu lebih lebih murah. Kebayang, ya. Jadi, itu fungsi dari pengembangan medium. Ada dua fungsinya: satu adalah untuk menumbuhkan sel sampai jumlahnya cukup, yang kedua yang nanti jadi bahan baku ini bisa medium yang sama, kalau memang tujuannya adalah untuk menghasilkan sel difermentasi utama, atau medium yang berbeda. Ini terutama kalah soalnya nanti akan membentuk produk samping. Jadi, bisa jadi medium yang digunakan untuk pengembangan inokulum untuk menumbuhkan sel dengan medium untuk produksi itu beda. Nah, biasanya nanti akan ada proses yang namanya aklimatisasi. Aklimatisasi medium. Jadi, biasanya ini atau proses aklimatisasi ini adalah proses untuk membiasakan si mikroba secara perlahan terhadap medium yang barat.
Nah, kalau sudah fermentasinya jalan selesai, gitu ya, nantikan akan dipanen. Dipanen itu nanti di dalam fermentor itu akan ada sel, cancelnya makin banyaknya, kemudian ada sisa substrat dan ada produk. Itu semua nyampur. Nah, biang biasa dilakukan makanya Anda memisahkan selnya dulu karena padat. Nah, terus nanti kalau produknya adalah si sel yang sudah biomassanya dikeringkan dan dikemas. Tapi kalau produknya itu ada di dalam sel atau kita sebutnya closing transeluler, intraseluler, maka Anda perlu pecah biomassanya. Ini perlu dipecah, nanti baru di proses lebih lanjut. Kalau produknya adalah produk yang ekstraseluler, berarti dia ada di cairannya, kan ya. Dia ada di cairan, maka saya hanya perlu di murnikan. Bahan yang mau Anda ambil perlu dipisahkan lebih lanjut, kemudian dimurnikan, kemudian baru di bisa dikemas dan dijual. Tentunya akan ada limbah yang dihasilkan. Nah, ini secara umumnya, secara umum penggambaran proses fermentasi secara shakhrukh.
Fermentasi fasa cair atau staf match. It sudah pernah dengar ya? Sama mach3 menetesnya. Kalau tamatkan mentation ini persisnya seperti ini. Rata-rata proses fermentasi itu dijalankan secara saat mos. Dengan alasan apa kira-kira? Balikannya saat Mas adalah Solid state fermentation. Kalau Solid state fermentation itu mediumnya padat. Kalau yang di sini mediumnya cair. Jadi, semua komponen substrat itu dilarutkan ke air, kemudian setelahnya dimasukkan. Fermentasinya jalan. Kalau yang Solid state fermentation ini kayaknya ada kuliah khususnya terkait selesai fermentation di semester ini. Ini medium ini adalah padat, walaupun ada air, tapi kadar airnya rendah. Biasanya ini selnya adalah jamur. Karena jamur memang optimum tumbuh pada kadar air yang tertidur terlalu tinggi. Walaupun penisilin, penisilin itu kan antibiotik, dia dihasilkan oleh jamur dan sekarang proses fermentasinya adalah saat march. Kenapa orang lebih memilih shakhrukh?
Mym3. Pilih ada sudah ditinggal tidur. Halo, siapa bangun ya? Kira-kira.
Eh, kenapa proses fermentasi itu orang lebih memilih dalam kondisi fermentasi fasa cair pakai tangki yang diaduk gitu ya, dibandingkan fermentasi khas pada, kecuali memang tidak bisa dilakukan sama sekali harus pasangannya? Karena produk yang bisa lebih beragamnya. Produknya lebih beragam. Kurang tepat. Karena sebetulnya produk akan ditentukan oleh jenis hidrogennya. Alasannya apa yang paling utama menurut Anda?
Maria Evelyn, ada, tak. Menurut Anda, apa alasannya?
[Musik]
Mungkin lebih mudah untuk difermentasi gitu, kayak lebih cepat atau adalah faktor pada saat prosesnya. Gimana? Gimana? Kalimat terakhir kurang kedengeran.
Www.kayak.com. Sesuai fantasinya itu lebih mudah atau lebih gampang di laut. Oh, iya, maksudnya lebih jam atau lebih mudah dilakukan saya.
Lebih mudah dalam cair. Pengendalian, ya. Jadi, dalam kondisi terbatasi fasa cair itu mengendalikan fermentasinya itu lebih mudah, walaupun butuh mungkin peralatannya lebih banyak, ya. Jadi, ada butuh tauhid tangkinya harus ditutup, harus ada mengadukannya gitu ya, tapi dengan pengadukan sebetulnya akan Anda memastikan kondisi didalam medium. Jadi, memastikan mediumnya tercampur dengan baik, bisa bercampur dengan baik dengan selnya, sehingga nanti proses fermentasinya itu akan menjadi lebih baik. Ketemunya si substrat dengan sel itu akan lebih cepat. Semua komposisi subkhan isinya nggak hanya subjek. Nanti kita akan lihat bahwa sutradara sumber-sumber p, kemudian ada micro, makronutrien. Dengan system fermentasi fasa cair, dikasih pengaduk, semua komponen substrat itu bisa dipastikan teraduk, tercampur dengan baik. Kondisinya mungkin ketemu dengan asalnya cepat. Ketika ketemu dengan saya cepat, dia proses permentasi nya, laju reaksi fermentasinya akan lebih cepat. King dibandingkan kalau Anda melakukan fermentasi fasa padat. Mencampur medium dalam kondisi padat lebih menantangnya untuk memastikan homogenitas medium itu susah. Mikroba tidak akan bisa bercampur baik dengan video, paling hanya bisa nempel-nempel di permukaannya. Kalau ada perubahan temperatur atau tidak menghasilkan asam, gitu ya, kalau difermentasi fasa cair karena teraduk, ndak distribusi temperatur nya seragam, distribusi pH-nya seragam. Tapi kalau di fasa padat, distribusi temperatur, PH Itu akan hidrogen. Pengendaliannya susah. Makanya lebih dipilih yang asap cair kalau bisa dilakukan secara fasa cair. Belum lagi kalau Anda harus menggunakan satu jenis mikroba saja, tidak boleh terjadi kontaminasi gitu ya. Nah, pengendalian secara fasa padat itu lebih susah. Kalau yang fasa cair, ya tinggal ditutup, pastikan penutupnya itu rapat gitu ya, tidak ada udara yang bisa masuk. Anda masukkan udaranya steril dari suatu saluran, Widya, aerasi, kemudian ada aduk dengan baik, beres. Tapi kalau fasa padat susah. Bisanya pasang padat hanya dilakukan kalau memang si biokatalis eyasi selnya itu hanya bisa tumbuh dalam kondisi rasa padat, kemudian kontaminasi mungkin memang minimal, ya. Jadi, mau tidak mau harus wasapada. Plus satu lagi nanti proses pemisahannya. Kalau di sini kan cair dan padat. Kalau yang sangat mesir, kalau fermentasi sama si itu kan isinya cairan dan padatan. Cairan bisa dipisahkan dari padatan, disaring atau disentrifugasi, gitu ya. Nah, kalau di sini kan semua padat. Medium, sel, produknya terjebak di antara medium padat. Nah, ini pemisahnya akan lebih repot. Main, ya. Silakan kalau ada mau ditanyakan. Pak, saya izin bertanya. Kernel Allah tadi kan ada yang medium untuk proses fermentasinya digunakan medium yang lebih murah. Berarti konsentrasi itu harus lebih tinggi atau enggak juga? Yap, tergantung kebutuhan. Nah, masalahnya begini. Secara umum, iya, karena kandungan karbon saya. Kita bisa melihatnya kalau substrat yang lebih murah, kan kandungan karbonnya mungkin lebih rendah. Untuk geram yang sama, dia jadi harus ada tambahkan lebih banyak. Secara umum seperti itu. Tapi biasanya substrat yang sumber karbo, substrat sumber karbon yang lebih murah itu bentuk yang lebih kompleks. Kalau Anda tambahkan lebih banyak, Anda menurunkan viskositas, naik gitu ya, kelarutannya rendah, lebih rendah daripada glukosa, gitu ya. Nah, ini memang yang harus Anda perhatikan juga. Itu salah satu tantangan ketika Anda mengganti sumber karbon yang murah. Apa beli? Apalagi kalau Anda ganti dengan Katakanlah jerami padi ataupun untuk fermentasi tangan mungkin nggak ya, atau Anda diganti dengan bahan lignoselulosa, limbah pertanian, kan berarti kan harus dipotong-potong dulu gitu ya, harus ada pretreatment dulu, gitu ya. Nah, ini tergantung kebutuhan dan tergantung nanti secara fisik kondisi mediumnya seperti apa. Piknik. Selamat pagi, Pak. Saya mau nanya. Oleh tadi sinyalnya agak masak resep sedikit. Saya ingin mengirim Indonesian tadi. Berarti kalau untuk yang bioma itu tuh dia intraseluler. Tapi sementara untuk selfie supernatan Putu yang ekstraseluler, ya, Pak? Jadi, kalau yang biomassa, jadi ada dua, dua bentuk produk, ya. Memang Anda mau menggunakan biomassanya, kayak tadi ragi roti, ya, udah, berarti tinggal raginya dipisahkan secara secara umum, kemudian dia dikeringkan, dikemas, dijual. Tapi ada beberapa produk yang sifatnya adalah intraseluler. Jadi, bukan soalnya yang mau Anda pakai, tapi produk yang ada di dalam selnya. Mau tidak mau, ya, biomassanya harus dipecah. Nah, ini nggak tergambar ya di sini. Biomassanya dipecah, kemudian nanti, ya, dilarutkan lagi, nanti produknya akan diproses lebih lanjut. Kalau yang selfie supernatan dikembalikan cairan bebas sel, ya, ini jadi untuk produk yang ekstraseluler. Sebetulnya nanti produk intraseluler setelah dipecah, kemudian dilarutkan kembali, tahapan pemisahan dan pemurniannya itu mirip dengan yang ekstraseluler. Tergantung sifat bahan. Yang tahapan pemisahan dan pemurnian ditekan bergantung pada karakteristik fisik dan kimiawi dari gan. Maksudnya fisiknya apa? Kelarutan, kemudian, ya, kelarutan itu kan bisa apakah dia polar, nonpolar, gitu ya, kemudian ion-ionnya apa saja, jenazah akan bergantung pada sifat fisik dan kimianya. Baik, terima kasih, Pak. Jadi, kalau intraseluler, biomassa dipecah, itu belum selesai ya? Biomassa dipecahkan, isinya keluar semua, ya? Isinya keluar semua, kan harus terlarut didalam medium. Nanti tahapannya, ya, secara general mirip dengan ekstraseluler, ada pemisahan, ada pemurnian, dan ada polishing. Jadi, dia di konsentrasinya ditingkatkan. Sejalan dengan tahapannya. Ada lagi yang mau ditanyakan? Silakan. Baik, kalau tidak ada, kita lanjutkan.
Nah, ini bisa dilihat ya, walaupun ini tidak selalu, tapi komponen dari proses fermentasi, letupan dari proses fermentasi ini secara umum dapat digambarkan dengan skema yang Anda bisa lihat di layer. Yang paling gede apa yang kelihatan paling menonjol? Biarkan ya, ini adalah komentarnya. Fermentornya itu adalah reaktornya. Rektor adalah inti dari proses fermentasi. Di dalam reaktor itu akan terjadi proses fermentasi. Kira-kira apa saja yang ada di dalam reaktor?
Mikroba. Bapak. Gimana nih suaranya pelan-pelan. Sudah pada sarapan belum?
PM3. Ya, silakan kalau Adek mau jawab. Apa yang masuk ke dalam reaktor? Ada dua ya. Saya lupa subscribe dan substrat atau atau bahan atau medium. Jadi, dalam fermentasi di dalam reaktor itu harus ada substrat atau bahan atau medium dan harus ada sel. Untuk itu Anda perlu menyiapkan sel dan perlu menyiapkan medium. Nah, kalau kita bicara skala industri, tentunya baik jumlah medium maupun jumlah sel itu harus cukup. Jadi, untuk persiapan sel Anda perlu mengembangkan selnya. Mengembangkan itu maksudnya isikan sebelum masuk reaktor, jumlah selnya atau konsentrasi sel itu cukup. Ini yang disebut dengan tahapan pengembangan inokulum. Tahapan pengembangan inokulum ini dilakukan nanti di pertemuan-pertemuan berikutnya akan kita bahas sih bagaimana secara the inokulum development ini. Tapi pada dasarnya tahapan ini meliputi penumbuhan sel. Jadi, sel yang tadinya cuma seuprit gitu ya, Anda beli atau bisa dari hasil isolasi atau sering juga kita sebut dengan stok culture, itu Anda tumbuhkan dulu tuh kan nggak bisa langsung bisanya Katakanlah fermentor gedenya itu 1 M3 gitu ya atau lebih kecil lagi 10 M3 gitu ya. Nah, selnya akan perlu Anda tumbuhkan sehingga cukup untuk masuk ke bermanfaat. Soalnya kan penembakan.
Di tahapan pengembangan inokulum itu setirnya juga perlu makanan, perlu substrat, sehingga ada tahapan yang namanya pengembangan medium. Ya, jadi di bersamaan dengan pengembangan inokulum, ada tahap pengembangan medium. Kalau untuk inokulum Anda tujuannya kan pingin soalnya itu tumbuh dengan cepat, banyak, sehat gitu ya. Nah, ketika jumlahnya masih sedikit, Anda bisa kasih glukosa, merupakan murni, ya, tapi harganya mahal. Tapi kan bentuknya dikit. Semakin jumlah selnya banyak, kebutuhan substratnya akan semakin banyak. Kalau Anda tetap pakai glukosa, apa efeknya? Harganya akan semakin mahal. Biaya operasi untuk bahan baku akan semakin. Halo. Nah, makanya sumber karbonnya, contohnya tadi glukosa, Anda bisa ganti. Jadi, bersamaan dengan jumlah sel yang makin banyak, konsentrasi glukosa didalam medium itu bisa diturunkan, kemudian secara perlahan diganti dengan medium suci yang lain yang lebih murah. Bisanya pakai monase atau pakai pati atau pakai bahan-bahan lain. Nah, tapi Anda perlu sadari bahwa ketika Anda mengubah menjadi bahan yang lebih murah, biasanya bahan yang lebih murah itu Kompleks strukturnya, konsentrasinya juga lebih rendah. Akibatnya apa? Pertumbuhan mikroba tidak akan sebaik ketika dia makannya glukosa. Itu perlu dipahami, ya. Jadi, ketika makanannya itu lebih murah, ya, tubuhnya tidak dapat menjadi tidak Edi lebih turun gitu kecepatan pertumbuhannya. Tapi nggak papa kan yang penting hanya tetap tumbuh. Jadi, fungsi dari pengembangan medium itu adalah Anda memformulasikan video, sehingga nanti ketika masuk ke fermentor utama, ketika masuk ke fermentor produksi, sel yang jumlahnya tadi sudah bertambah itu tetap bisa memanfaatkan medium. Komposisinya, komposisi yang ada di dalam medium itu masih bisa dipakai untuk proses fermentasi. Tapi harga medium, biaya operasi yang dari medium itu lebih lebih murah. Kebayang, ya. Jadi, itu fungsi dari pengembangan medium. Ada dua fungsinya: satu adalah untuk menumbuhkan sel sampai jumlahnya cukup, yang kedua yang nanti jadi bahan baku ini bisa medium yang sama, kalau memang tujuannya adalah untuk menghasilkan sel difermentasi utama, atau medium yang berbeda. Ini terutama kalah soalnya nanti akan membentuk produk samping. Jadi, bisa jadi medium yang digunakan untuk pengembangan inokulum untuk menumbuhkan sel dengan medium untuk produksi itu beda. Nah, biasanya nanti akan ada proses yang namanya aklimatisasi. Aklimatisasi medium. Jadi, biasanya ini atau proses aklimatisasi ini adalah proses untuk membiasakan si mikroba secara perlahan terhadap medium yang barat.
Nah, kalau sudah fermentasinya jalan selesai, gitu ya, nantikan akan dipanen. Dipanen itu nanti di dalam fermentor itu akan ada sel, cancelnya makin banyaknya, kemudian ada sisa substrat dan ada produk. Itu semua nyampur. Nah, biang biasa dilakukan makanya Anda memisahkan selnya dulu karena padat. Nah, terus nanti kalau produknya adalah si sel yang sudah biomassanya dikeringkan dan dikemas. Tapi kalau produknya itu ada di dalam sel atau kita sebutnya closing transeluler, intraseluler, maka Anda perlu pecah biomassanya. Ini perlu dipecah, nanti baru di proses lebih lanjut. Kalau produknya adalah produk yang ekstraseluler, berarti dia ada di cairannya, kan ya. Dia ada di cairan, maka saya hanya perlu di murnikan. Bahan yang mau Anda ambil perlu dipisahkan lebih lanjut, kemudian dimurnikan, kemudian baru di bisa dikemas dan dijual. Tentunya akan ada limbah yang dihasilkan. Nah, ini secara umumnya, secara umum penggambaran proses fermentasi secara shakhrukh.
Fermentasi fasa cair atau staf match. It sudah pernah dengar ya? Sama mach3 menetesnya. Kalau tamatkan mentation ini persisnya seperti ini. Rata-rata proses fermentasi itu dijalankan secara saat mos. Dengan alasan apa kira-kira? Balikannya saat Mas adalah Solid state fermentation. Kalau Solid state fermentation itu mediumnya padat. Kalau yang di sini mediumnya cair. Jadi, semua komponen substrat itu dilarutkan ke air, kemudian setelahnya dimasukkan. Fermentasinya jalan. Kalau yang Solid state fermentation ini kayaknya ada kuliah khususnya terkait selesai fermentation di semester ini. Ini medium ini adalah padat, walaupun ada air, tapi kadar airnya rendah. Biasanya ini selnya adalah jamur. Karena jamur memang optimum tumbuh pada kadar air yang tertidur terlalu tinggi. Walaupun penisilin, penisilin itu kan antibiotik, dia dihasilkan oleh jamur dan sekarang proses fermentasinya adalah saat march. Kenapa orang lebih memilih shakhrukh?
Mym3. Pilih ada sudah ditinggal tidur. Halo, siapa bangun ya? Kira-kira.
Eh, kenapa proses fermentasi itu orang lebih memilih dalam kondisi fermentasi fasa cair pakai tangki yang diaduk gitu ya, dibandingkan fermentasi khas pada, kecuali memang tidak bisa dilakukan sama sekali harus pasangannya? Karena produk yang bisa lebih beragamnya. Produknya lebih beragam. Kurang tepat. Karena sebetulnya produk akan ditentukan oleh jenis hidrogennya. Alasannya apa yang paling utama menurut Anda?
Maria Evelyn, ada, tak. Menurut Anda, apa alasannya?
[Musik]
Mungkin lebih mudah untuk difermentasi gitu, kayak lebih cepat atau adalah faktor pada saat prosesnya. Gimana? Gimana? Kalimat terakhir kurang kedengeran.
Www.kayak.com. Sesuai fantasinya itu lebih mudah atau lebih gampang di laut. Oh, iya, maksudnya lebih jam atau lebih mudah dilakukan saya.
Lebih mudah dalam cair. Pengendalian, ya. Jadi, dalam kondisi terbatasi fasa cair itu mengendalikan fermentasinya itu lebih mudah, walaupun butuh mungkin peralatannya lebih banyak, ya. Jadi, ada butuh tauhid tangkinya harus ditutup, harus ada mengadukannya gitu ya, tapi dengan pengadukan sebetulnya akan Anda memastikan kondisi didalam medium. Jadi, memastikan mediumnya tercampur dengan baik, bisa bercampur dengan baik dengan selnya, sehingga nanti proses fermentasinya itu akan menjadi lebih baik. Ketemunya si substrat dengan sel itu akan lebih cepat. Semua komposisi subkhan isinya nggak hanya subjek. Nanti kita akan lihat bahwa sutradara sumber-sumber p, kemudian ada micro, makronutrien. Dengan system fermentasi fasa cair, dikasih pengaduk, semua komponen substrat itu bisa dipastikan teraduk, tercampur dengan baik. Kondisinya mungkin ketemu dengan asalnya cepat. Ketika ketemu dengan saya cepat, dia proses permentasi nya, laju reaksi fermentasinya akan lebih cepat. King dibandingkan kalau Anda melakukan fermentasi fasa padat. Mencampur medium dalam kondisi padat lebih menantangnya untuk memastikan homogenitas medium itu susah. Mikroba tidak akan bisa bercampur baik dengan video, paling hanya bisa nempel-nempel di permukaannya. Kalau ada perubahan temperatur atau tidak menghasilkan asam, gitu ya, kalau difermentasi fasa cair karena teraduk, ndak distribusi temperatur nya seragam, distribusi pH-nya seragam. Tapi kalau di fasa padat, distribusi temperatur, PH Itu akan hidrogen. Pengendaliannya susah. Makanya lebih dipilih yang asap cair kalau bisa dilakukan secara fasa cair. Belum lagi kalau Anda harus menggunakan satu jenis mikroba saja, tidak boleh terjadi kontaminasi gitu ya. Nah, pengendalian secara fasa padat itu lebih susah. Kalau yang fasa cair, ya tinggal ditutup, pastikan penutupnya itu rapat gitu ya, tidak ada udara yang bisa masuk. Anda masukkan udaranya steril dari suatu saluran, Widya, aerasi, kemudian ada aduk dengan baik, beres. Tapi kalau fasa padat susah. Bisanya pasang padat hanya dilakukan kalau memang si biokatalis eyasi selnya itu hanya bisa tumbuh dalam kondisi rasa padat, kemudian kontaminasi mungkin memang minimal, ya. Jadi, mau tidak mau harus wasapada. Plus satu lagi nanti proses pemisahannya. Kalau di sini kan cair dan padat. Kalau yang sangat mesir, kalau fermentasi sama si itu kan isinya cairan dan padatan. Cairan bisa dipisahkan dari padatan, disaring atau disentrifugasi, gitu ya. Nah, kalau di sini kan semua padat. Medium, sel, produknya terjebak di antara medium padat. Nah, ini pemisahnya akan lebih repot. Main, ya. Silakan kalau ada mau ditanyakan. Pak, saya izin bertanya. Kernel Allah tadi kan ada yang medium untuk proses fermentasinya digunakan medium yang lebih murah. Berarti konsentrasi itu harus lebih tinggi atau enggak juga? Yap, tergantung kebutuhan. Nah, masalahnya begini. Secara umum, iya, karena kandungan karbon saya. Kita bisa melihatnya kalau substrat yang lebih murah, kan kandungan karbonnya mungkin lebih rendah. Untuk geram yang sama, dia jadi harus ada tambahkan lebih banyak. Secara umum seperti itu. Tapi biasanya substrat yang sumber karbo, substrat sumber karbon yang lebih murah itu bentuk yang lebih kompleks. Kalau Anda tambahkan lebih banyak, Anda menurunkan viskositas, naik gitu ya, kelarutannya rendah, lebih rendah daripada glukosa, gitu ya. Nah, ini memang yang harus Anda perhatikan juga. Itu salah satu tantangan ketika Anda mengganti sumber karbon yang murah. Apa beli? Apalagi kalau Anda ganti dengan Katakanlah jerami padi ataupun untuk fermentasi tangan mungkin nggak ya, atau Anda diganti dengan bahan lignoselulosa, limbah pertanian, kan berarti kan harus dipotong-potong dulu gitu ya, harus ada pretreatment dulu, gitu ya. Nah, ini tergantung kebutuhan dan tergantung nanti secara fisik kondisi mediumnya seperti apa. Piknik. Selamat pagi, Pak. Saya mau nanya. Oleh tadi sinyalnya agak masak resep sedikit. Saya ingin mengirim Indonesian tadi. Berarti kalau untuk yang bioma itu tuh dia intraseluler. Tapi sementara untuk selfie supernatan Putu yang ekstraseluler, ya, Pak? Jadi, kalau yang biomassa, jadi ada dua, dua bentuk produk, ya. Memang Anda mau menggunakan biomassanya, kayak tadi ragi roti, ya, udah, berarti tinggal raginya dipisahkan secara secara umum, kemudian dia dikeringkan, dikemas, dijual. Tapi ada beberapa produk yang sifatnya adalah intraseluler. Jadi, bukan soalnya yang mau Anda pakai, tapi produk yang ada di dalam selnya. Mau tidak mau, ya, biomassanya harus dipecah. Nah, ini nggak tergambar ya di sini. Biomassanya dipecah, kemudian nanti, ya, dilarutkan lagi, nanti produknya akan diproses lebih lanjut. Kalau yang selfie supernatan dikembalikan cairan bebas sel, ya, ini jadi untuk produk yang ekstraseluler. Sebetulnya nanti produk intraseluler setelah dipecah, kemudian dilarutkan kembali, tahapan pemisahan dan pemurniannya itu mirip dengan yang ekstraseluler. Tergantung sifat bahan. Yang tahapan pemisahan dan pemurnian ditekan bergantung pada karakteristik fisik dan kimiawi dari gan. Maksudnya fisiknya apa? Kelarutan, kemudian, ya, kelarutan itu kan bisa apakah dia polar, nonpolar, gitu ya, kemudian ion-ionnya apa saja, jenazah akan bergantung pada sifat fisik dan kimianya. Baik, terima kasih, Pak. Jadi, kalau intraseluler, biomassa dipecah, itu belum selesai ya? Biomassa dipecahkan, isinya keluar semua, ya? Isinya keluar semua, kan harus terlarut didalam medium. Nanti tahapannya, ya, secara general mirip dengan ekstraseluler, ada pemisahan, ada pemurnian, dan ada polishing. Jadi, dia di konsentrasinya ditingkatkan. Sejalan dengan tahapannya. Ada lagi yang mau ditanyakan? Silakan. Baik, kalau tidak ada, kita lanjutkan.
Nah, ini bisa dilihat ya, walaupun ini tidak selalu, tapi komponen dari proses fermentasi, letupan dari proses fermentasi ini secara umum dapat digambarkan dengan skema yang Anda bisa lihat di layer. Yang paling gede apa yang kelihatan paling menonjol? Biarkan ya, ini adalah komentarnya. Fermentornya itu adalah reaktornya. Rektor adalah inti dari proses fermentasi. Di dalam reaktor itu akan terjadi proses fermentasi. Kira-kira apa saja yang ada di dalam reaktor?
Mikroba. Bapak. Gimana nih suaranya pelan-pelan. Sudah pada sarapan belum?
PM3. Ya, silakan kalau Adek mau jawab. Apa yang masuk ke dalam reaktor? Ada dua ya. Saya lupa subscribe dan substrat atau atau bahan atau medium. Jadi, dalam fermentasi di dalam reaktor itu harus ada substrat atau bahan atau medium dan harus ada sel. Untuk itu Anda perlu menyiapkan sel dan perlu menyiapkan medium. Nah, kalau kita bicara skala industri, tentunya baik jumlah medium maupun jumlah sel itu harus cukup. Jadi, untuk persiapan sel Anda perlu mengembangkan selnya. Mengembangkan itu maksudnya isikan sebelum masuk reaktor, jumlah selnya atau konsentrasi sel itu cukup. Ini yang disebut dengan tahapan pengembangan inokulum. Tahapan pengembangan inokulum ini dilakukan nanti di pertemuan-pertemuan berikutnya akan kita bahas sih bagaimana secara the inokulum development ini. Tapi pada dasarnya tahapan ini meliputi penumbuhan sel. Jadi, sel yang tadinya cuma seuprit gitu ya, Anda beli atau bisa dari hasil isolasi atau sering juga kita sebut dengan stok culture, itu Anda tumbuhkan dulu tuh kan nggak bisa langsung bisanya Katakanlah fermentor gedenya itu 1 M3 gitu ya atau lebih kecil lagi 10 M3 gitu ya. Nah, selnya akan perlu Anda tumbuhkan sehingga cukup untuk masuk ke bermanfaat. Soalnya kan penembakan.
Di tahapan pengembangan inokulum itu setirnya juga perlu makanan, perlu substrat, sehingga ada tahapan yang namanya pengembangan medium. Ya, jadi di bersamaan dengan pengembangan inokulum, ada tahap pengembangan medium. Kalau untuk inokulum Anda tujuannya kan pingin soalnya itu tumbuh dengan cepat, banyak, sehat gitu ya. Nah, ketika jumlahnya masih sedikit, Anda bisa kasih glukosa, merupakan murni, ya, tapi harganya mahal. Tapi kan bentuknya dikit. Semakin jumlah selnya banyak, kebutuhan substratnya akan semakin banyak. Kalau Anda tetap pakai glukosa, apa efeknya? Harganya akan semakin mahal. Biaya operasi untuk bahan baku akan semakin. Halo. Nah, makanya sumber karbonnya, contohnya tadi glukosa, Anda bisa ganti. Jadi, bersamaan dengan jumlah sel yang makin banyak, konsentrasi glukosa didalam medium itu bisa diturunkan, kemudian secara perlahan diganti dengan medium suci yang lain yang lebih murah. Bisanya pakai monase atau pakai pati atau pakai bahan-bahan lain. Nah, tapi Anda perlu sadari bahwa ketika Anda mengubah menjadi bahan yang lebih murah, biasanya bahan yang lebih murah itu Kompleks strukturnya, konsentrasinya juga lebih rendah. Akibatnya apa? Pertumbuhan mikroba tidak akan sebaik ketika dia makannya glukosa. Itu perlu dipahami, ya. Jadi, ketika makanannya itu lebih murah, ya, tubuhnya tidak dapat menjadi tidak Edi lebih turun gitu kecepatan pertumbuhannya. Tapi nggak papa kan yang penting hanya tetap tumbuh. Jadi, fungsi dari pengembangan medium itu adalah Anda memformulasikan video, sehingga nanti ketika masuk ke fermentor utama, ketika masuk ke fermentor produksi, sel yang jumlahnya tadi sudah bertambah itu tetap bisa memanfaatkan medium. Komposisinya, komposisi yang ada di dalam medium itu masih bisa dipakai untuk proses fermentasi. Tapi harga medium, biaya operasi yang dari medium itu lebih lebih murah. Kebayang, ya. Jadi, itu fungsi dari pengembangan medium. Ada dua fungsinya: satu adalah untuk menumbuhkan sel sampai jumlahnya cukup, yang kedua yang nanti jadi bahan baku ini bisa medium yang sama, kalau memang tujuannya adalah untuk menghasilkan sel difermentasi utama, atau medium yang berbeda. Ini terutama kalah soalnya nanti akan membentuk produk samping. Jadi, bisa jadi medium yang digunakan untuk pengembangan inokulum untuk menumbuhkan sel dengan medium untuk produksi itu beda. Nah, biasanya nanti akan ada proses yang namanya aklimatisasi. Aklimatisasi medium. Jadi, biasanya ini atau proses aklimatisasi ini adalah proses untuk membiasakan si mikroba secara perlahan terhadap medium yang barat.
Nah, kalau sudah fermentasinya jalan selesai, gitu ya, nantikan akan dipanen. Dipanen itu nanti di dalam fermentor itu akan ada sel, cancelnya makin banyaknya, kemudian ada sisa substrat dan ada produk. Itu semua nyampur. Nah, biang biasa dilakukan makanya Anda memisahkan selnya dulu karena padat. Nah, terus nanti kalau produknya adalah si sel yang sudah biomassanya dikeringkan dan dikemas. Tapi kalau produknya itu ada di dalam sel atau kita sebutnya closing transeluler, intraseluler, maka Anda perlu pecah biomassanya. Ini perlu dipecah, nanti baru di proses lebih lanjut. Kalau produknya adalah produk yang ekstraseluler, berarti dia ada di cairannya, kan ya. Dia ada di cairan, maka saya hanya perlu di murnikan. Bahan yang mau Anda ambil perlu dipisahkan lebih lanjut, kemudian dimurnikan, kemudian baru di bisa dikemas dan dijual. Tentunya akan ada limbah yang dihasilkan. Nah, ini secara umumnya, secara umum penggambaran proses fermentasi secara shakhrukh.
Fermentasi fasa cair atau staf match. It sudah pernah dengar ya? Sama mach3 menetesnya. Kalau tamatkan mentation ini persisnya seperti ini. Rata-rata proses fermentasi itu dijalankan secara saat mos. Dengan alasan apa kira-kira? Balikannya saat Mas adalah Solid state fermentation. Kalau Solid state fermentation itu mediumnya padat. Kalau yang di sini mediumnya cair. Jadi, semua komponen substrat itu dilarutkan ke air, kemudian setelahnya dimasukkan. Fermentasinya jalan. Kalau yang Solid state fermentation ini kayaknya ada kuliah khususnya terkait selesai fermentation di semester ini. Ini medium ini adalah padat, walaupun ada air, tapi kadar airnya rendah. Biasanya ini selnya adalah jamur. Karena jamur memang optimum tumbuh pada kadar air yang tertidur terlalu tinggi. Walaupun penisilin, penisilin itu kan antibiotik, dia dihasilkan oleh jamur dan sekarang proses fermentasinya adalah saat march. Kenapa orang lebih memilih shakhrukh?
Mym3. Pilih ada sudah ditinggal tidur. Halo, siapa bangun ya? Kira-kira.
Eh, kenapa proses fermentasi itu orang lebih memilih dalam kondisi fermentasi fasa cair pakai tangki yang diaduk gitu ya, dibandingkan fermentasi khas pada, kecuali memang tidak bisa dilakukan sama sekali harus pasangannya? Karena produk yang bisa lebih beragamnya. Produknya lebih beragam. Kurang tepat. Karena sebetulnya produk akan ditentukan oleh jenis hidrogennya. Alasannya apa yang paling utama menurut Anda?
Maria Evelyn, ada, tak. Menurut Anda, apa alasannya?
[Musik]
Mungkin lebih mudah untuk difermentasi gitu, kayak lebih cepat atau adalah faktor pada saat prosesnya. Gimana? Gimana? Kalimat terakhir kurang kedengeran.
Www.kayak.com. Sesuai fantasinya itu lebih mudah atau lebih gampang di laut. Oh, iya, maksudnya lebih jam atau lebih mudah dilakukan saya.
Lebih mudah dalam cair. Pengendalian, ya. Jadi, dalam kondisi terbatasi fasa cair itu mengendalikan fermentasinya itu lebih mudah, walaupun butuh mungkin peralatannya lebih banyak, ya. Jadi, ada butuh tauhid tangkinya harus ditutup, harus ada mengadukannya gitu ya, tapi dengan pengadukan sebetulnya akan Anda memastikan kondisi didalam medium. Jadi, memastikan mediumnya tercampur dengan baik, bisa bercampur dengan baik dengan selnya, sehingga nanti proses fermentasinya itu akan menjadi lebih baik. Ketemunya si substrat dengan sel itu akan lebih cepat. Semua komposisi subkhan isinya nggak hanya subjek. Nanti kita akan lihat bahwa sutradara sumber-sumber p, kemudian ada micro, makronutrien. Dengan system fermentasi fasa cair, dikasih pengaduk, semua komponen substrat itu bisa dipastikan teraduk, tercampur dengan baik. Kondisinya mungkin ketemu dengan asalnya cepat. Ketika ketemu dengan saya cepat, dia proses permentasi nya, laju reaksi fermentasinya akan lebih cepat. King dibandingkan kalau Anda melakukan fermentasi fasa padat. Mencampur medium dalam kondisi padat lebih menantangnya untuk memastikan homogenitas medium itu susah. Mikroba tidak akan bisa bercampur baik dengan video, paling hanya bisa nempel-nempel di permukaannya. Kalau ada perubahan temperatur atau tidak menghasilkan asam, gitu ya, kalau difermentasi fasa cair karena teraduk, ndak distribusi temperatur nya seragam, distribusi pH-nya seragam. Tapi kalau di fasa padat, distribusi temperatur, PH Itu akan hidrogen. Pengendaliannya susah. Makanya lebih dipilih yang asap cair kalau bisa dilakukan secara fasa cair. Belum lagi kalau Anda harus menggunakan satu jenis mikroba saja, tidak boleh terjadi kontaminasi gitu ya. Nah, pengendalian secara fasa padat itu lebih susah. Kalau yang fasa cair, ya tinggal ditutup, pastikan penutupnya itu rapat gitu ya, tidak ada udara yang bisa masuk. Anda masukkan udaranya steril dari suatu saluran, Widya, aerasi, kemudian ada aduk dengan baik, beres. Tapi kalau fasa padat susah. Bisanya pasang padat hanya dilakukan kalau memang si biokatalis eyasi selnya itu hanya bisa tumbuh dalam kondisi rasa padat, kemudian kontaminasi mungkin memang minimal, ya. Jadi, mau tidak mau harus wasapada. Plus satu lagi nanti proses pemisahannya. Kalau di sini kan cair dan padat. Kalau yang sangat mesir, kalau fermentasi sama si itu kan isinya cairan dan padatan. Cairan bisa dipisahkan dari padatan, disaring atau disentrifugasi, gitu ya. Nah, kalau di sini kan semua padat. Medium, sel, produknya terjebak di antara medium padat. Nah, ini pemisahnya akan lebih repot. Main, ya. Silakan kalau ada mau ditanyakan. Pak, saya izin bertanya. Kernel Allah tadi kan ada yang medium untuk proses fermentasinya digunakan medium yang lebih murah. Berarti konsentrasi itu harus lebih tinggi atau enggak juga? Yap, tergantung kebutuhan. Nah, masalahnya begini. Secara umum, iya, karena kandungan karbon saya. Kita bisa melihatnya kalau substrat yang lebih murah, kan kandungan karbonnya mungkin lebih rendah. Untuk geram yang sama, dia jadi harus ada tambahkan lebih banyak. Secara umum seperti itu. Tapi biasanya substrat yang sumber karbo, substrat sumber karbon yang lebih murah itu bentuk yang lebih kompleks. Kalau Anda tambahkan lebih banyak, Anda menurunkan viskositas, naik gitu ya, kelarutannya rendah, lebih rendah daripada glukosa, gitu ya. Nah, ini memang yang harus Anda perhatikan juga. Itu salah satu tantangan ketika Anda mengganti sumber karbon yang murah. Apa beli? Apalagi kalau Anda ganti dengan Katakanlah jerami padi ataupun untuk fermentasi tangan mungkin nggak ya, atau Anda diganti dengan bahan lignoselulosa, limbah pertanian, kan berarti kan harus dipotong-potong dulu gitu ya, harus ada pretreatment dulu, gitu ya. Nah, ini tergantung kebutuhan dan tergantung nanti secara fisik kondisi mediumnya seperti apa. Piknik. Selamat pagi, Pak. Saya mau nanya. Oleh tadi sinyalnya agak masak resep sedikit. Saya ingin mengirim Indonesian tadi. Berarti kalau untuk yang bioma itu tuh dia intraseluler. Tapi sementara untuk selfie supernatan Putu yang ekstraseluler, ya, Pak? Jadi, kalau yang biomassa, jadi ada dua, dua bentuk produk, ya. Memang Anda mau menggunakan biomassanya, kayak tadi ragi roti, ya, udah, berarti tinggal raginya dipisahkan secara secara umum, kemudian dia dikeringkan, dikemas, dijual. Tapi ada beberapa produk yang sifatnya adalah intraseluler. Jadi, bukan soalnya yang mau Anda pakai, tapi produk yang ada di dalam selnya. Mau tidak mau, ya, biomassanya harus dipecah. Nah, ini nggak tergambar ya di sini. Biomassanya dipecah, kemudian nanti, ya, dilarutkan lagi, nanti produknya akan diproses lebih lanjut. Kalau yang selfie supernatan dikembalikan cairan bebas sel, ya, ini jadi untuk produk yang ekstraseluler. Sebetulnya nanti produk intraseluler setelah dipecah, kemudian dilarutkan kembali, tahapan pemisahan dan pemurniannya itu mirip dengan yang ekstraseluler. Tergantung sifat bahan. Yang tahapan pemisahan dan pemurnian ditekan bergantung pada karakteristik fisik dan kimiawi dari gan. Maksudnya fisiknya apa? Kelarutan, kemudian, ya, kelarutan itu kan bisa apakah dia polar, nonpolar, gitu ya, kemudian ion-ionnya apa saja, jenazah akan bergantung pada sifat fisik dan kimianya. Baik, terima kasih, Pak. Jadi, kalau intraseluler, biomassa dipecah, itu belum selesai ya? Biomassa dipecahkan, isinya keluar semua, ya? Isinya keluar semua, kan harus terlarut didalam medium. Nanti tahapannya, ya, secara general mirip dengan ekstraseluler, ada pemisahan, ada pemurnian, dan ada polishing. Jadi, dia di konsentrasinya ditingkatkan. Sejalan dengan tahapannya. Ada lagi yang mau ditanyakan? Silakan. Baik, kalau tidak ada, kita lanjutkan.
Nah, ini bisa dilihat ya, walaupun ini tidak selalu, tapi komponen dari proses fermentasi, letupan dari proses fermentasi ini secara umum dapat digambarkan dengan skema yang Anda bisa lihat di layer. Yang paling gede apa yang kelihatan paling menonjol? Biarkan ya, ini adalah komentarnya. Fermentornya itu adalah reaktornya. Rektor adalah inti dari proses fermentasi. Di dalam reaktor itu akan terjadi proses fermentasi. Kira-kira apa saja yang ada di dalam reaktor?
Mikroba. Bapak. Gimana nih suaranya pelan-pelan. Sudah pada sarapan belum?
PM3. Ya, silakan kalau Adek mau jawab. Apa yang masuk ke dalam reaktor? Ada dua ya. Saya lupa subscribe dan substrat atau atau bahan atau medium. Jadi, dalam fermentasi di dalam reaktor itu harus ada substrat atau bahan atau medium dan harus ada sel. Untuk itu Anda perlu menyiapkan sel dan perlu menyiapkan medium. Nah, kalau kita bicara skala industri, tentunya baik jumlah medium maupun jumlah sel itu harus cukup. Jadi, untuk persiapan sel Anda perlu mengembangkan selnya. Mengembangkan itu maksudnya isikan sebelum masuk reaktor, jumlah selnya atau konsentrasi sel itu cukup. Ini yang disebut dengan tahapan pengembangan inokulum. Tahapan pengembangan inokulum ini dilakukan nanti di pertemuan-pertemuan berikutnya akan kita bahas sih bagaimana secara the inokulum development ini. Tapi pada dasarnya tahapan ini meliputi penumbuhan sel. Jadi, sel yang tadinya cuma seuprit gitu ya, Anda beli atau bisa dari hasil isolasi atau sering juga kita sebut dengan stok culture, itu Anda tumbuhkan dulu tuh kan nggak bisa langsung bisanya Katakanlah fermentor gedenya itu 1 M3 gitu ya atau lebih kecil lagi 10 M3 gitu ya. Nah, selnya akan perlu Anda tumbuhkan sehingga cukup untuk masuk ke bermanfaat. Soalnya kan penembakan.
Di tahapan pengembangan inokulum itu setirnya juga perlu makanan, perlu substrat, sehingga ada tahapan yang namanya pengembangan medium. Ya, jadi di bersamaan dengan pengembangan inokulum, ada tahap pengembangan medium. Kalau untuk inokulum Anda tujuannya kan pingin soalnya itu tumbuh dengan cepat, banyak, sehat gitu ya. Nah, ketika jumlahnya masih sedikit, Anda bisa kasih glukosa, merupakan murni, ya, tapi harganya mahal. Tapi kan bentuknya dikit. Semakin jumlah selnya banyak, kebutuhan substratnya akan semakin banyak. Kalau Anda tetap pakai glukosa, apa efeknya? Harganya akan semakin mahal. Biaya operasi untuk bahan baku akan semakin. Halo. Nah, makanya sumber karbonnya, contohnya tadi glukosa, Anda bisa ganti. Jadi, bersamaan dengan jumlah sel yang makin banyak, konsentrasi glukosa didalam medium itu bisa diturunkan, kemudian secara perlahan diganti dengan medium suci yang lain yang lebih murah. Bisanya pakai monase atau pakai pati atau pakai bahan-bahan lain. Nah, tapi Anda perlu sadari bahwa ketika Anda mengubah menjadi bahan yang lebih murah, biasanya bahan yang lebih murah itu Kompleks strukturnya, konsentrasinya juga lebih rendah. Akibatnya apa? Pertumbuhan mikroba tidak akan sebaik ketika dia makannya glukosa. Itu perlu dipahami, ya. Jadi, ketika makanannya itu lebih murah, ya, tubuhnya tidak dapat menjadi tidak Edi lebih turun gitu kecepatan pertumbuhannya. Tapi nggak papa kan yang penting hanya tetap tumbuh. Jadi, fungsi dari pengembangan medium itu adalah Anda memformulasikan video, sehingga nanti ketika masuk ke fermentor utama, ketika masuk ke fermentor produksi, sel yang jumlahnya tadi sudah bertambah itu tetap bisa memanfaatkan medium. Komposisinya, komposisi yang ada di dalam medium itu masih bisa dipakai untuk proses fermentasi. Tapi harga medium, biaya operasi yang dari medium itu lebih lebih murah. Kebayang, ya. Jadi, itu fungsi dari pengembangan medium. Ada dua fungsinya: satu adalah untuk menumbuhkan sel sampai jumlahnya cukup, yang kedua yang nanti jadi bahan baku ini bisa medium yang sama, kalau memang tujuannya adalah untuk menghasilkan sel difermentasi utama, atau medium yang berbeda. Ini terutama kalah soalnya nanti akan membentuk produk samping. Jadi, bisa jadi medium yang digunakan untuk pengembangan inokulum untuk menumbuhkan sel dengan medium untuk produksi itu beda. Nah, biasanya nanti akan ada proses yang namanya aklimatisasi. Aklimatisasi medium. Jadi, biasanya ini atau proses aklimatisasi ini adalah proses untuk membiasakan si mikroba secara perlahan terhadap medium yang barat.
Nah, kalau sudah fermentasinya jalan selesai, gitu ya, nantikan akan dipanen. Dipanen itu nanti di dalam fermentor itu akan ada sel, cancelnya makin banyaknya, kemudian ada sisa substrat dan ada produk. Itu semua nyampur. Nah, biang biasa dilakukan makanya Anda memisahkan selnya dulu karena padat. Nah, terus nanti kalau produknya adalah si sel yang sudah biomassanya dikeringkan dan dikemas. Tapi kalau produknya itu ada di dalam sel atau kita sebutnya closing transeluler, intraseluler, maka Anda perlu pecah biomassanya. Ini perlu dipecah, nanti baru di proses lebih lanjut. Kalau produknya adalah produk yang ekstraseluler, berarti dia ada di cairannya, kan ya. Dia ada di cairan, maka saya hanya perlu di murnikan. Bahan yang mau Anda ambil perlu dipisahkan lebih lanjut, kemudian dimurnikan, kemudian baru di bisa dikemas dan dijual. Tentunya akan ada limbah yang dihasilkan. Nah, ini secara umumnya, secara umum penggambaran proses fermentasi secara shakhrukh.
Fermentasi fasa cair atau staf match. It sudah pernah dengar ya? Sama mach3 menetesnya. Kalau tamatkan mentation ini persisnya seperti ini. Rata-rata proses fermentasi itu dijalankan secara saat mos. Dengan alasan apa kira-kira? Balikannya saat Mas adalah Solid state fermentation. Kalau Solid state fermentation itu mediumnya padat. Kalau yang di sini mediumnya cair. Jadi, semua komponen substrat itu dilarutkan ke air, kemudian setelahnya dimasukkan. Fermentasinya jalan. Kalau yang Solid state fermentation ini kayaknya ada kuliah khususnya terkait selesai fermentation di semester ini. Ini medium ini adalah padat, walaupun ada air, tapi kadar airnya rendah. Biasanya ini selnya adalah jamur. Karena jamur memang optimum tumbuh pada kadar air yang tertidur terlalu tinggi. Walaupun penisilin, penisilin itu kan antibiotik, dia dihasilkan oleh jamur dan sekarang proses fermentasinya adalah saat march. Kenapa orang lebih memilih shakhrukh?
Mym3. Pilih ada sudah ditinggal tidur. Halo, siapa bangun ya? Kira-kira.
Eh, kenapa proses fermentasi itu orang lebih memilih dalam kondisi fermentasi fasa cair pakai tangki yang diaduk gitu ya, dibandingkan fermentasi khas pada, kecuali memang tidak bisa dilakukan sama sekali harus pasangannya? Karena produk yang bisa lebih beragamnya. Produknya lebih beragam. Kurang tepat. Karena sebetulnya produk akan ditentukan oleh jenis hidrogennya. Alasannya apa yang paling utama menurut Anda?
Maria Evelyn, ada, tak. Menurut Anda, apa alasannya?
[Musik]
Mungkin lebih mudah untuk difermentasi gitu, kayak lebih cepat atau adalah faktor pada saat prosesnya. Gimana? Gimana? Kalimat terakhir kurang kedengeran.
Www.kayak.com. Sesuai fantasinya itu lebih mudah atau lebih gampang di laut. Oh, iya, maksudnya lebih jam atau lebih mudah dilakukan saya.
Lebih mudah dalam cair. Pengendalian, ya. Jadi, dalam kondisi terbatasi fasa cair itu mengendalikan fermentasinya itu lebih mudah, walaupun butuh mungkin peralatannya lebih banyak, ya. Jadi, ada butuh tauhid tangkinya harus ditutup, harus ada mengadukannya gitu ya, tapi dengan pengadukan sebetulnya akan Anda memastikan kondisi didalam medium. Jadi, memastikan mediumnya tercampur dengan baik, bisa bercampur dengan baik dengan selnya, sehingga nanti proses fermentasinya itu akan menjadi lebih baik. Ketemunya si substrat dengan sel itu akan lebih cepat. Semua komposisi subkhan isinya nggak hanya subjek. Nanti kita akan lihat bahwa sutradara sumber-sumber p, kemudian ada micro, makronutrien. Dengan system fermentasi fasa cair, dikasih pengaduk, semua komponen substrat itu bisa dipastikan teraduk, tercampur dengan baik. Kondisinya mungkin ketemu dengan asalnya cepat. Ketika ketemu dengan saya cepat, dia proses permentasi nya, laju reaksi fermentasinya akan lebih cepat. King dibandingkan kalau Anda melakukan fermentasi fasa padat. Mencampur medium dalam kondisi padat lebih menantangnya untuk memastikan homogenitas medium itu susah. Mikroba tidak akan bisa bercampur baik dengan video, paling hanya bisa nempel-nempel di permukaannya. Kalau ada perubahan temperatur atau tidak menghasilkan asam, gitu ya, kalau difermentasi fasa cair karena teraduk, ndak distribusi temperatur nya seragam, distribusi pH-nya seragam. Tapi kalau di fasa padat, distribusi temperatur, PH Itu akan hidrogen. Pengendaliannya susah. Makanya lebih dipilih yang asap cair kalau bisa dilakukan secara fasa cair. Belum lagi kalau Anda harus menggunakan satu jenis mikroba saja, tidak boleh terjadi kontaminasi gitu ya. Nah, pengendalian secara fasa padat itu lebih susah. Kalau yang fasa cair, ya tinggal ditutup, pastikan penutupnya itu rapat gitu ya, tidak ada udara yang bisa masuk. Anda masukkan udaranya steril dari suatu saluran, Widya, aerasi, kemudian ada aduk dengan baik, beres. Tapi kalau fasa padat susah. Bisanya pasang padat hanya dilakukan kalau memang si biokatalis eyasi selnya itu hanya bisa tumbuh dalam kondisi rasa padat, kemudian kontaminasi mungkin memang minimal, ya. Jadi, mau tidak mau harus wasapada. Plus satu lagi nanti proses pemisahannya. Kalau di sini kan cair dan padat. Kalau yang sangat mesir, kalau fermentasi sama si itu kan isinya cairan dan padatan. Cairan bisa dipisahkan dari padatan, disaring atau disentrifugasi, gitu ya. Nah, kalau di sini kan semua padat. Medium, sel, produknya terjebak di antara medium padat. Nah, ini pemisahnya akan lebih repot. Main, ya. Silakan kalau ada mau ditanyakan. Pak, saya izin bertanya. Kernel Allah tadi kan ada yang medium untuk proses fermentasinya digunakan medium yang lebih murah. Berarti konsentrasi itu harus lebih tinggi atau enggak juga? Yap, tergantung kebutuhan. Nah, masalahnya begini. Secara umum, iya, karena kandungan karbon saya. Kita bisa melihatnya kalau substrat yang lebih murah, kan kandungan karbonnya mungkin lebih rendah. Untuk geram yang sama, dia jadi harus ada tambahkan lebih banyak. Secara umum seperti itu. Tapi biasanya substrat yang sumber karbo, substrat sumber karbon yang lebih murah itu bentuk yang lebih kompleks. Kalau Anda tambahkan lebih banyak, Anda menurunkan viskositas, naik gitu ya, kelarutannya rendah, lebih rendah daripada glukosa, gitu ya. Nah, ini memang yang harus Anda perhatikan juga. Itu salah satu tantangan ketika Anda mengganti sumber karbon yang murah. Apa beli? Apalagi kalau Anda ganti dengan Katakanlah jerami padi ataupun untuk fermentasi tangan mungkin nggak ya, atau Anda diganti dengan bahan lignoselulosa, limbah pertanian, kan berarti kan harus dipotong-potong dulu gitu ya, harus ada pretreatment dulu, gitu ya. Nah, ini tergantung kebutuhan dan tergantung nanti secara fisik kondisi mediumnya seperti apa. Piknik. Selamat pagi, Pak. Saya mau nanya. Oleh tadi sinyalnya agak masak resep sedikit. Saya ingin mengirim Indonesian tadi. Berarti kalau untuk yang bioma itu tuh dia intraseluler. Tapi sementara untuk selfie supernatan Putu yang ekstraseluler, ya, Pak? Jadi, kalau yang biomassa, jadi ada dua, dua bentuk produk, ya. Memang Anda mau menggunakan biomassanya, kayak tadi ragi roti, ya, udah, berarti tinggal raginya dipisahkan secara secara umum, kemudian dia dikeringkan, dikemas, dijual. Tapi ada beberapa produk yang sifatnya adalah intraseluler. Jadi, bukan soalnya yang mau Anda pakai, tapi produk yang ada di dalam selnya. Mau tidak mau, ya, biomassanya harus dipecah. Nah, ini nggak tergambar ya di sini. Biomassanya dipecah, kemudian nanti, ya, dilarutkan lagi, nanti produknya akan diproses lebih lanjut. Kalau yang selfie supernatan dikembalikan cairan bebas sel, ya, ini jadi untuk produk yang ekstraseluler. Sebetulnya nanti produk intraseluler setelah dipecah, kemudian dilarutkan kembali, tahapan pemisahan dan pemurniannya itu mirip dengan yang ekstraseluler. Tergantung sifat bahan. Yang tahapan pemisahan dan pemurnian ditekan bergantung pada karakteristik fisik dan kimiawi dari gan. Maksudnya fisiknya apa? Kelarutan, kemudian, ya, kelarutan itu kan bisa apakah dia polar, nonpolar, gitu ya, kemudian ion-ionnya apa saja, jenazah akan bergantung pada sifat fisik dan kimianya. Baik, terima kasih, Pak. Jadi, kalau intraseluler, biomassa dipecah, itu belum selesai ya? Biomassa dipecahkan, isinya keluar semua, ya? Isinya keluar semua, kan harus terlarut didalam medium. Nanti tahapannya, ya, secara general mirip dengan ekstraseluler, ada pemisahan, ada pemurnian, dan ada polishing. Jadi, dia di konsentrasinya ditingkatkan. Sejalan dengan tahapannya. Ada lagi yang mau ditanyakan? Silakan. Baik, kalau tidak ada, kita lanjutkan.
Nah, ini bisa dilihat ya, walaupun ini tidak selalu, tapi komponen dari proses fermentasi, letupan dari proses fermentasi ini secara umum dapat digambarkan dengan skema yang Anda bisa lihat di layer. Yang paling gede apa yang kelihatan paling menonjol? Biarkan ya, ini adalah komentarnya. Fermentornya itu adalah reaktornya. Rektor adalah inti dari proses fermentasi. Di dalam reaktor itu akan terjadi proses fermentasi. Kira-kira apa saja yang ada di dalam reaktor?
Mikroba. Bapak. Gimana nih suaranya pelan-pelan. Sudah pada sarapan belum?
PM3. Ya, silakan kalau Adek mau jawab. Apa yang masuk ke dalam reaktor? Ada dua ya. Saya lupa subscribe dan substrat atau atau bahan atau medium. Jadi, dalam fermentasi di dalam reaktor itu harus ada substrat atau bahan atau medium dan harus ada sel. Untuk itu Anda perlu menyiapkan sel dan perlu menyiapkan medium. Nah, kalau kita bicara skala industri, tentunya baik jumlah medium maupun jumlah sel itu harus cukup. Jadi, untuk persiapan sel Anda perlu mengembangkan selnya. Mengembangkan itu maksudnya isikan sebelum masuk reaktor, jumlah selnya atau konsentrasi sel itu cukup. Ini yang disebut dengan tahapan pengembangan inokulum. Tahapan pengembangan inokulum ini dilakukan nanti di pertemuan-pertemuan berikutnya akan kita bahas sih bagaimana secara the inokulum development ini. Tapi pada dasarnya tahapan ini meliputi penumbuhan sel. Jadi, sel yang tadinya cuma seuprit gitu ya, Anda beli atau bisa dari hasil isolasi atau sering juga kita sebut dengan stok culture, itu Anda tumbuhkan dulu tuh kan nggak bisa langsung bisanya Katakanlah fermentor gedenya itu 1 M3 gitu ya atau lebih kecil lagi 10 M3 gitu ya. Nah, selnya akan perlu Anda tumbuhkan sehingga cukup untuk masuk ke bermanfaat. Soalnya kan penembakan.
Di tahapan pengembangan inokulum itu setirnya juga perlu makanan, perlu substrat, sehingga ada tahapan yang namanya pengembangan medium. Ya, jadi di bersamaan dengan pengembangan inokulum, ada tahap pengembangan medium. Kalau untuk inokulum Anda tujuannya kan pingin soalnya itu tumbuh dengan cepat, banyak, sehat gitu ya. Nah, ketika jumlahnya masih sedikit, Anda bisa kasih glukosa, merupakan murni, ya, tapi harganya mahal. Tapi kan bentuknya dikit. Semakin jumlah selnya banyak, kebutuhan substratnya akan semakin banyak. Kalau Anda tetap pakai glukosa, apa efeknya? Harganya akan semakin mahal. Biaya operasi untuk bahan baku akan semakin. Halo. Nah, makanya sumber karbonnya, contohnya tadi glukosa, Anda bisa ganti. Jadi, bersamaan dengan jumlah sel yang makin banyak, konsentrasi glukosa didalam medium itu bisa diturunkan, kemudian secara perlahan diganti dengan medium suci yang lain yang lebih murah. Bisanya pakai monase atau pakai pati atau pakai bahan-bahan lain. Nah, tapi Anda perlu sadari bahwa ketika Anda mengubah menjadi bahan yang lebih murah, biasanya bahan yang lebih murah itu Kompleks strukturnya, konsentrasinya juga lebih rendah. Akibatnya apa? Pertumbuhan mikroba tidak akan sebaik ketika dia makannya glukosa. Itu perlu dipahami, ya. Jadi, ketika makanannya itu lebih murah, ya, tubuhnya tidak dapat menjadi tidak Edi lebih turun gitu kecepatan pertumbuhannya. Tapi nggak papa kan yang penting hanya tetap tumbuh. Jadi, fungsi dari pengembangan medium itu adalah Anda memformulasikan video, sehingga nanti ketika masuk ke fermentor utama, ketika masuk ke fermentor produksi, sel yang jumlahnya tadi sudah bertambah itu tetap bisa memanfaatkan medium. Komposisinya, komposisi yang ada di dalam medium itu masih bisa dipakai untuk proses fermentasi. Tapi harga medium, biaya operasi yang dari medium itu lebih lebih murah. Kebayang, ya. Jadi, itu fungsi dari pengembangan medium. Ada dua fungsinya: satu adalah untuk menumbuhkan sel sampai jumlahnya cukup, yang kedua yang nanti jadi bahan baku ini bisa medium yang sama, kalau memang tujuannya adalah untuk menghasilkan sel difermentasi utama, atau medium yang berbeda. Ini terutama kalah soalnya nanti akan membentuk produk samping. Jadi, bisa jadi medium yang digunakan untuk pengembangan inokulum untuk menumbuhkan sel dengan medium untuk produksi itu beda. Nah, biasanya nanti akan ada proses yang namanya aklimatisasi. Aklimatisasi medium. Jadi, biasanya ini atau proses aklimatisasi ini adalah proses untuk membiasakan si mikroba secara perlahan terhadap medium yang barat.
Nah, kalau sudah fermentasinya jalan selesai, gitu ya, nantikan akan dipanen. Dipanen itu nanti di dalam fermentor itu akan ada sel, cancelnya makin banyaknya, kemudian ada sisa substrat dan ada produk. Itu semua nyampur. Nah, biang biasa dilakukan makanya Anda memisahkan selnya dulu karena padat. Nah, terus nanti kalau produknya adalah si sel yang sudah biomassanya dikeringkan dan dikemas. Tapi kalau produknya itu ada di dalam sel atau kita sebutnya closing transeluler, intraseluler, maka Anda perlu pecah biomassanya. Ini perlu dipecah, nanti baru di proses lebih lanjut. Kalau produknya adalah produk yang ekstraseluler, berarti dia ada di cairannya, kan ya. Dia ada di cairan, maka saya hanya perlu di murnikan. Bahan yang mau Anda ambil perlu dipisahkan lebih lanjut, kemudian dimurnikan, kemudian baru di bisa dikemas dan dijual. Tentunya akan ada limbah yang dihasilkan. Nah, ini secara umumnya, secara umum penggambaran proses fermentasi secara shakhrukh.
Fermentasi fasa cair atau staf match. It sudah pernah dengar ya? Sama mach3 menetesnya. Kalau tamatkan mentation ini persisnya seperti ini. Rata-rata proses fermentasi itu dijalankan secara saat mos. Dengan alasan apa kira-kira? Balikannya saat Mas adalah Solid state fermentation. Kalau Solid state fermentation itu mediumnya padat. Kalau yang di sini mediumnya cair. Jadi, semua komponen substrat itu dilarutkan ke air, kemudian setelahnya dimasukkan. Fermentasinya jalan. Kalau yang Solid state fermentation ini kayaknya ada kuliah khususnya terkait selesai fermentation di semester ini. Ini medium ini adalah padat, walaupun ada air, tapi kadar airnya rendah. Biasanya ini selnya adalah jamur. Karena jamur memang optimum tumbuh pada kadar air yang tertidur terlalu tinggi. Walaupun penisilin, penisilin itu kan antibiotik, dia dihasilkan oleh jamur dan sekarang proses fermentasinya adalah saat march. Kenapa orang lebih memilih shakhrukh?
Mym3. Pilih ada sudah ditinggal tidur. Halo, siapa bangun ya? Kira-kira.
Eh, kenapa proses fermentasi itu orang lebih memilih dalam kondisi fermentasi fasa cair pakai tangki yang diaduk gitu ya, dibandingkan fermentasi khas pada, kecuali memang tidak bisa dilakukan sama sekali harus pasangannya? Karena produk yang bisa lebih beragamnya. Produknya lebih beragam. Kurang tepat. Karena sebetulnya produk akan ditentukan oleh jenis hidrogennya. Alasannya apa yang paling utama menurut Anda?
Maria Evelyn, ada, tak. Menurut Anda, apa alasannya?
[Musik]
Mungkin lebih mudah untuk difermentasi gitu, kayak lebih cepat atau adalah faktor pada saat prosesnya. Gimana? Gimana? Kalimat terakhir kurang kedengeran.
Www.kayak.com. Sesuai fantasinya itu lebih mudah atau lebih gampang di laut. Oh, iya, maksudnya lebih jam atau lebih mudah dilakukan saya.
Lebih mudah dalam cair. Pengendalian, ya. Jadi, dalam kondisi terbatasi fasa cair itu mengendalikan fermentasinya itu lebih mudah, walaupun butuh mungkin peralatannya lebih banyak, ya. Jadi, ada butuh tauhid tangkinya harus ditutup, harus ada mengadukannya gitu ya, tapi dengan pengadukan sebetulnya akan Anda memastikan kondisi didalam medium. Jadi, memastikan mediumnya tercampur dengan baik, bisa
Di sini ada yang kalau untuk konsentris dirinya pernah jadi ada beberapa metode yang bisa Anda gunakan untuk menentukan konsentrasi maupun jumlah. Karena untuk menentukan parameter Miu tadi, laju spesifik pertumbuhan ini Anda perlu bisa menentukan perubahan jumlah atau ya.
Nah, metode yang macam-macam mungkin sebagian saudari ada sudah tahu ya, metode yang bisa dilakukan secara langsung maupun tidak langsung bisa menghitung jumlah. Jumlah ini ya, ada memodifikasi seri ada berapa satu, dua, tiga dan seterusnya. Kemudian kalau tidak bisa mengukur jumlah, Anda mengukur parameter yang lain, misalnya dari beratnya atau rasio volume atau keperluannya. Kita akan lihat-lihat metode yang paling umum untuk mengkodifikasi jumlah itu adalah dengan alat yang namanya counting chamber atau hemositometer. Ada yang sudah pernah melihat atau melakukan atau menggunakan alat ini?
Hah, kenapa namanya hemositometer? Karena banyak digunakan untuk menghitung sel. Dan nah, alatnya bentuknya kotak seperti ini, ukurannya seukuran kaca preparat kau ya, preparat mikroskop tapi lebih tebal. Jadi dari atas seperti ini atau yang dari seperti ini, dari Pak, dari bawah, dari samping ini kelihatan ada chamber-nya. Jadi di tengah ini ada area. Nah, di area ini Anda bisa teteskan suspensi dari sel. Anda teteskan suspensi dari sel. Suspensi terus ditutup pakai penutup kaca preparat. Dibacanya di mana? Tentunya tidak dengan mata langsung, Anda butuh bantuan mikroskop.
Nah, sebetulnya di dalam kotak ini nanti ada yang namanya grid-grid, itu kotak-kotak kecil sehingga nanti Anda bisa menghitung jumlah selnya di dalam grid tadi. Jadi suspensinya ditetesin, ditutup pakai kaca preparat, taruh di mikroskop atau perbesarannya. Jadi memang hemositometer atau counting chamber ini digunakan untuk sel yang ukurannya relatif besar ataupun untuk lagi karena ukurannya lebih besar. Bakteri bisa tapi perbesaran mikroskop harus cukup. Kalau mikroskop sederhana, terus nanti di dalam kotak ini akan ada garis-garis, terus Anda bisa hitung. Ada kotak kecil, ada kotak besar, nanti ada perhitungannya. Volume di dalam Jeffrey ini sudah tertentu. Jadi satu kotak itu ada 25 kotak besar. Jadi ini satu kotak kecil, terus ada lima kali lima kotak besar gitu ya. Total areanya adalah 1 mm persegi. Total volumenya adalah 0,02. Tiada bisa hitung jumlahnya, Anda rata-rata bisa dapat berapa jumlah sel per mm kubik atau ML. Jadi Anda rata-rata bisanya dapat per kotak itu adalah 12 sel. Makanya 12 kali 25 nanti dikalikan volume seri dikalikan jumlah totalnya, kemudian nanti diperkirakan volumenya. Kira-kira ngitungnya gitu ya.
Jadi langsung hitung jumlah. Untuk membantu pembacaan, Anda bisa melakukan proses pewarnaan sehingga nanti pas dilihat itu lebih kontras. Terus ada bisa hitung. Ini umum dilakukan. Nah, metode yang bisa dilakukan lagi untuk perhitungan jumlah tapi ini bukan jumlah sel ya, tapi jumlah koloni. Caranya bagaimana? Anda punya suspensi sel. Kalau tadi yang tadi kalau diencerkan dia berarti perlu dikalikan faktor pengenceran ya. Ini juga sama diencerkan. Kemudian setelah diencerkan, kalau tadi langsung dibaca, ini Anda oleskan dulu di atas permukaan agar. Jadi suspensinya Anda teteskan, Anda bikin agar dulu ya, jangan cawan petri mengeras. Anda suspensikan di dalam perut di atas permukaan agar, terus dioles. Nanti ditunggu diinkubasi selama beberapa waktu. Tidak langsung. Kalau yang tadi langsung ditunggu. Tergantung kecepatan pertumbuhan mikroba, mungkin sehari. Mungkin nanti akan muncul titik-titik ini namanya koloni. Kasat mata bisa dilihat dengan mata. Maka itu tidak mungkin satu sel itu ada. Hitung saja berapa.
Ini cukup straightforward metodenya. Hanya cukup raport satu, Anda perlu mengencerkan. Yang kedua, Anda perlu oles-oles. Setelah mengoles, Anda perlu menginkubasi dalam kondisi tertentu. Tidak boleh terkontaminasi udara luar. Itu pun tidak cerita begini. Ini ada yang cuma muncul dua, ada yang munculnya banyak. Like representative. Sedang perhitungan yang representative itu yang kira-kira menghasilkan jumlah koloni ini biasanya roh kami antara 20-200 koloni. Ini dianggap setelah dapat koloni, ada kembalikan ke faktor pengenceran. Jadi nanti berapa koloni atau CFU per Kalau dapatnya yang begini, berarti Anda harus coba lagi menggunakan pengenceran yang lebih rendah. Kalau dapatnya yang begini, berarti Anda harus ejakan lebih. Bukan ini yang diajarkan, tapi seba awalnya perlu diajarkan. Jadi sampel awal itu tidak boleh dibuang langsung. Anda harus simpan. Disimpannya Lucas karena Pak? Biasanya tidak tumbuh. Kalau tumbuh, nanti perhitungan kolonial tidak representative. Begitu Anda dapatkan sel yang banyak, berarti harus Anda tidak bisa Anda pakai. Anda harus pilih pengenceran yang lebih tinggi, baru dioles lagi, ditunggu lagi, dikupas lagi. Repot, tapi metodenya cukup mudah untuk dilakukan.
Penggambaran kemudian kemudian dioleskan dan hitung fitnah koloninya. Ada dua metode yang saya jelaskan tadi namanya spread plate karena memang dioleskan di atas agar yang sudah keras. Tapi beberapa juga bisa melakukan menggunakan pour plate. Kalau pour plate ini memang agak pergi ke sampelnya masih perlu suspensinya masuk dulu, terus ditambahin agar yang belum mengeras, tidak terlalu panas karena kalau terlalu panas tapi harus coba-coba pada temperatur berapa akhirnya masih bisa dituang, kemudian dicampurkan ke suspensi, kemudian hati dia mengeras dan selnya akan tumbuh di dalam agar. Kalau yang kalian ini, kalau yang ini soalnya kan tumbuh di permukaan agar. Ada pertanyaan dulu sampai di sini?
Oke, alam lain untuk menghitung jumlah itu adalah namanya particle counters. Ya, kalau particle counters, ya di alat-alatnya otomatis gitu ya. Ndak. Jadi kalau particle counters ini ada yang berbasis elektrokimia. Jadi ada dua pelat elektroda gitu ya, kemudian dialiri arus, kemudian akan terjadi sel ini akan bergerak karena ada muatan positif dan negatifnya dari elektroda. Saatnya akan bergerak, dia akan bergerak melewati suatu golongan. Dia ketika dia melewati suatu golongan akan muncul hambatan. Akan muncul hambatan. Jadi ada-ada detektornya ya, oh 1, 2, 3 bisa dihitung. Atau menggunakan basis cahaya, pakai laser. Dieselnya artikelnya itu dialirkan, kemudian nanti di dibaca ya, dibaca oleh ditembak sama laser dengan pernyataan dari cahayanya nanti ditangkap sama detektor. High. Yang umum itu yang partikel. Jadi ngitung sel secara langsung. Kalau tidak bisa gitu langsung, yang bisa dilakukan dengan metode. Oke, suspensi sel. Kalau Anda tumbuhkan itu kan makin lama makin banyak. Anda ambil sekian mili itu ya, terus Anda Anda keringkan, terus Anda me ini namanya metode gravimetri. Yang diukur adalah benar sel kering. Ke sudah pernah metode yang berdasarkan pengembangan suatu sampel dipanaskan pada atau dikirimkan pada temperatur tertentu bergantung sampingnya itu namanya gravimetri. Nanti Anda dapatkan sel-sel kering. Bisa membuat profil berhasil kering terhadap waktu. T bisa Anda bisa memodelkan kurva pertumbuhan berdasarkan sel berasal ke. Itu yang umum yang ya ini dilakukan. Tapi mungkin kalau adik kita tidak perlu dilakukan. Itu sebetulnya kuantifikasi dari kuantifikasi dari senonoh itu bisa dilakukan dengan cara sentrifugasi. Ya, melihat rasio antara sel dengan komponen yang lain. Kalau makin banyak seratnya, yang tidak hasilnya akan semakin besar.
Metode yang tidak langsung itu Vaseline. Metode langsung tapi bukan menghitung jumlah sel itu adalah dengan mengkorelasikan kekeruhan. Karena kalau Anda turunkan sel, jumlahnya makin sehat banyak sampel, tentunya akan makin. Konsentrasi sel itu Anda bisa korelasikan dengan kekeruhan dari sih save atau turbiditas. Pakaian yang namanya apa ini? Mungkin sudah tahu. Hangat ini namanya turbidimeter. Apa turbidimeter ya? Okelah, tapi secara umum alat ini spektrofotometer. Muka betul. Ini namanya adalah spektrofotometer. Itu bekerja dengan prinsip them penangkapan cahaya. Jadi ada cahaya, ada sumber cahaya dari alat ini pakai lampu. Jadi saya tertentu, kemudian ditabrakkan ke sampel. Nanti sampel makin keruh, tentunya dia akan menyerap cahaya lebih banyak dan akan meneruskan cahaya lebih sedikit. Itu nanti yang akan diukur oleh spektrum. Sampelnya harus dimasukkan dalam kuvet ya, yang memang khusus untuk pengukuran sampel. Dan nanti Anda akan bisa membuat korelasi antara absorbansi atau transmitans terhadap waktu. Ya, berapa banyak yang waktu, berapa banyak yang diteruskan pada waktu Anda bisa ukur. Nah, seperti ini ketika density ya, istilahnya atau optical density ini absorbansi maksudnya terhadap waktu. Anda bisa buat kurvanya berkala.
Baik, kita lanjutkan ya. Sekarang untuk menentukan parameter kinetika yang tadi dinyatakan sebagai laju pertumbuhan spesifik untuk sel kita memerlukan sepatunya sistem rasanya. Jadi untuk pun reaksi kimia, itupun reaksi kelingkingnya. Jadi Anda butuh yang namanya rocker tuh. Akan Anda bisa mengukur kinetika atau mengukur laju reaksi tersebut. Reaksi mikrobia pun pertumbuhan itu pun itu juga secara umum. Yang satu ini kalau yang namanya itu semua yang dibutuhkan untuk reaksi itu sampai waktu, kemudian nanti dia setelah mengatasinya. Iya, nggak usah di-SMS. Ini adalah bentuk ayam mudah untuk dikenali psikopat dan 50 dan minum itu. Kemudian selama itu tidak sama dengan Islam ini kau tidak masuk masuk tidak konsentrasi begitu substrat nutriad, kemudian konsentrasi sel dan konsep ngasih produk itu akan lebih tajam waktu. Jadi akan ada profil konsentrasi terhadap waktu. Diberhentikan semakin lama substratnya itu makin berkurang, selnya sudah tidak mendapatkan cukup nutrisi ya, atau malah nutrisinya habis, seperti habis. Makasih ya kan mati, produknya tidak dan terima kasih akan berhenti. Itu yang akan terjadi di reaktor batch. Karena tidak yang masuk dan keluar. Sebaliknya, kalau director kontinu, daftar kontinu itu modelnya ada dua ya, yang terpaut ideal ada yang bentuknya tangki terhadap sempurna. Mungkin mengingatkan saja istilah-istilah ya. Reaktor tangki ideal kontinu atau continuous tank Wah ini adalah yang tangki nama lainnya atau yang kedua adalah untuk tangki air putih hiu yang kedua adalah reaktor pipa. Kalau reaktor pipa itu adalah reaktor aliran sumbat atau plastik Club flow kantornya di dunia bioproses ini ya, ada dipakai tapi tidak banyak. Nah, kalau reaktor kontinu, terutama yang bentuknya adalah terutama yang bentuknya adalah cstr atau rtk atau seperti ini, dua-duanya sama-sama tangki artikel. Dua ini ada penambahan susah, ada penambahan dicium sama proses pertumbuhan, kemudian itu yang maksudnya. Nah, yang keluarnya juga ya, aku bilang baik itu produk maupun sel sepanjang waktu. Nah, dalam waktu tertentu, setelah selang waktu tertentu akan tercapai yang mempunyai kondisi steady state. Kita ada yang masih ingat apa sih Kondisi steady state itu? Tidak lupa Hadi Vuclip Pak ya, tidak ada perubahan konsentrasi terhadap waktu atau bisa juga tidak ada sebutannya adalah tidak ada akumulasi. Ya, tidak ada kalau Anda tidak bisa melihat perubahan terhadap waktu. Beda dengan yang beach. Beach itu pasti parameternya akan berubah terhadap waktu karena tidak ada penambahan umpan, tidak ada pengambilan produk maupun seks. Nah, sehingga secara umum kalau Anda ingin menentukan yang namanya parameter kinetika, kan biasanya Anda pingin melihat bagaimana profil laju-laju itu kan perubahan konsentrasi terhadap waktu atau hadiah perubahan jumlah sel terhadap waktu. Ini umumnya penentuan parameter kinetika itu dilakukan dalam reaktor Max ya, karena memang tidak torbet kondisinya tidak akan steady-state atau disini istilahnya kondisinya transien. Ya, transient ini bukan kondisi steady state. Ini umum digunakan untuk menentukan parameter kinetika. Kayak tadi, new. Sedikit mengulang fenomena ini harusnya kan kalian sudah pernah ya. Jadi kalau di dalam reaktor batch itu, best itu tangki berpengaduk tapi enggak ada yang masuk keluar ya. Jadi kalau restore base ini komposisi disemua bagian itu sama, mungkin uniform pada waktu tertentu. Pada waktu tertentu atau pada waktu yang sama komposisi konsentrasi disemua bagian reaktor itu omongin sama. Tapi kalau waktunya berubah, ya beda lagi. Tapi selalu sama disemua bagian aktor karena dia terlalu dengan sempurna.
Oke, nah bagaimana dengan yang reaktor tangki ideal kontinu? Kalau reaktor tangki ideal kontinu karena dia terhadap dengan baik, maka komposisi disemua bagian juga sama dan komposisi yang ada didalam reaktor akan sama dengan komposisi yang tetapi dalam suara Netter. Karena dia teraduk dengan baik, maka komposisi atau konsentrasi ya ini sama antara yang di dalam dengan yang di luar. Nah, yang berbeda adalah reaktor pipa atau flaxseed. Kalau reaktor pipa kenapa disebut reaktor tipe ideal? Kenapa disebut dengan respon aliran sumbat? Ini karena seperti sumbat yang mengalir, sungai yang mengalir ya, bukan reaktor yang tersumbat dan itu artinya. Nah, kalau reaktor sumbat seperti sumbat yang mengalir, pencampuran sempurna itu hanya ke arah karir apa-apa. Kalau pencampuran sempurna pada atau aliran sumbat itu adalah ke arah Radial. Rahmadyah itu arah yang searah dengan arah jari-jari pipa. Sementara tidak akan, sementara tidak akan terjadi pencampuran ke arah yang kesini, yang kesini itu tidak ada ya, tidak ada pencampuran ke arah aksial. Ini adalah yang searah pipa atau searah aliran. Jadi tidak mungkin karena kita tidak mungkin bagian ini akan bercampur dengan yang di depannya, tidak mungkin bagian ini bercampur di belakangnya. Ini asumsi dari reaktor aliran sumbat. Jadi pencampuran itu hanya terjadi pada arah Radial. Jadi dia muter-muter di dalam segmen sobat. Hadiah terjadi pencampuran yang sempurna, baru dia pindah dia. Tapi makin ke kanan atau makin mendekati keluaran pepaya konsentrasinya berubah karena ada konversi. Tapi konsentrasi disemua bagian sumbat ini seragam. Itu beda dari tiap jenis red on ya. Ini perlu Anda pahami jenis.
Sekarang kalau mikroba Anda tumbuhkan dalam sistemnya prophets. Dengan pemahaman tadi, itu tidak akan ada tambahan substrat selama proses fermentasinya. Jahat Anda bisa mengamati atau Anda bisa mendapatkan yang namanya fasa pertumbuhan. Singa nanti dari setiap fase pertumbuhan Anda bisa mengevaluasi bagaimana genetika pertumbuhannya. Rasanya ada berapa secara umum ada lima, dimulai dari fasa redfish atau kita pelukan ada fase adaptasi, kemudian dilanjutkan dengan fase eksponensial atau pasal logaritmik, kemudian fase pertumbuhan diperlambat, Pasa stasioner dan rasa kematian. Ini ya umum bisa didapatkan pada reactor physics. Jadi kalau Anda menumbuhkan sel pada reaktor Benz, netrofil pertumbuhan selnya itu masuk ada lima Fasakh. Tentunya dalam rentang waktu yang cukup. Nah, kalau digambarkan seperti ini, revisi itu yang ini, pas adaptasi, kemudian eksponensial itu yang ini, ini adalah yang pertemuan diperlambat, ini adalah stasioner, ini adalah yang kematian atau diklaim. Oke.
Nah, Anda tadi kan sudah mendapatkan informasi terkait cara-cara pengukuran konsentrasi maupun jumlah sel yang beda-beda metodenya. Nah, yang mungkin Anda dapatkan berbeda tergantung metodenya ini adalah ketika di sini ya, Franda menggunakan Katakanlah Anda menggunakan spektrum turbiditas, kemudian menggunakan berat sel kering, kemudian satu lagi menggunakan CPU. Kemudian Anda plot terhadap waktu. Walaupun dengan satuan-satuan satuannya kan beda ya, tapi di fase adaptasi, di fase eksponensial sama. Pengukurannya benar ya, Anda melakukan penyampaiannya dengan benar, metodenya benar, gitu ya. Anda akan dapatkan profil yang mirip, hanya berbeda di sini. Kenapa bisa beda? Karena kalau Anda menghitung berat sel kering dengan metode yang tadi sudah dijelaskan ya, sampel diambil, disaring, dikeringkan, ditimbang. Sebetulnya yang Anda timbang itu adalah total dari sel hidup dan sel mati. Terlihat jadi yang Anda dapatkan juga bonus. Yang Anda dapatkan dengan eh seldri w itu kan berasa. Jadi ketika soalnya sudah masuk fasa kematian, Anda timbang dengan sel yang hidup, Anda timbang itu kan ada bedanya ya. Jadi kalau Anda menggunakan berat sel kering ini, fasa kematian kemungkinan besar tidak bisa Anda amati.
Kalau pakai spektro bagaimana? Kalau spektrum itu yang dia matikan turbiditas. Turbiditas Mei kan turbiditas itu muncul dari jumlah sel yang bertambah. Ketika selnya tumbuh, biasanya akan nambah to be tasnya. Kenaikan akan dapatkan profil. Ketika nanti selnya sudah tidak tumbuh, turbiditas nya konstan gitu ya, karena jumlah selnya tidak nambah. Tapi ketika soalnya itu mati, sel itu mati, ada dua oksigennya. Dia tetap tersuspensi atau dia mengendap? Mengendap. Kalau tersuspensi, 5 ada perlu paham ya prinsip alat kerja alat gerak terhadap datang. Kalau dia tersuspensi, ya nggak masalah. Kalau da-1600, ketika dia tersuspensi, berarti turbiditas nya akan tetap konstan. Sel hidup dan sel mati sama-sama tersuspensi. Terbaca profilnya stasioner. Gitu ya. Tapi kalau dia mengendap, sel yang mati mengendap, yang berarti sel yang tersuspensi akan turun. Anda bisa dapatkan profil diklaim. Lebih kalau misalnya menggunakan CPU dengan metode CPU yang tadinya diancurin, diolesin di permukaan agar ini hanya sayang bisa hidupkan ya, yang bisa muncul sebagai koloni. Nasinya Anda akan lebih jelas lagi mengamati profil kematiannya.
Oke, ada yang mau ditanyakan dulu ya. Jadi secara umum akan ada lima phase, walaupun yang ini sangat pendek ya, tapi utama adalah ada fase adaptasi, ada fase eksponensial, stasioner, kematian. Nah, di tadi disebutkan produk metabolit ya. Jadi produk metabolit primer. Kalau Anda pingin menumbuh, Anda ingin menghasilkan produk yang sifatnya adalah metabolit primer, di mana dia dihasilkan saat selnya itu tumbuh. Anda kejar di sini, karena di sini pertumbuhan selnya itu paling baik, artinya produksi produk metabolit paling baik. Jadi Anda optimalkan di fase eksponensial. Tapi kalau produknya adalah produk metabolit sekunder, nah biasanya dia akan baru dihasilkan di sini. Artinya apa? Anda perlu tumbuhkan dulu soalnya, perlu ditumbuhkan dulu, sudah cukup, baru buat kondisinya menjadi stasioner. Berhenti di sini akan dihasilkan yang metabolit sekunder.
Oke, sekarang kita lihat pernah rasanya. Nah, fase adaptasi itu adalah fase pertama ya, yang dialami oleh mikroba. Kenapa dia melakukan adaptasi ya? Karena pada dasarnya ini akan terjadi saat si sel itu masuk ke dalam reaktor, kemudian pertama kali masuk ke dalam reaktor, kemudian nanti si selnya melakukan adaptasi terhadap kondisi lingkungan yang baru. Oh ya, ini masuk ke dalam kondisi lingkungan yang baru. Selnya tidak mengalami peningkatan jumlah, walaupun dia mungkin mengalami peningkatan massa dan volume ya, tapi relatif rendah. Karena kan dia tetap tumbuh, tapi karena baru adaptasi, dia tidak akan menambah jumlah save. Hadiah myonep kan tadi biogros dikurangi katanya. Di sini karena dia masih adaptasi, maka nilai N Roses maupun ganti itu rendah. Artinya yang menganutnya rendah, tidak tampak ada pertumbuhan. Nah, Levis ini nanti akan di pernah. Ketika Anda menjalankan proses fermentasi dan ada ini tiap edisi selalu itu perlu ditenangkan. Ada proses pengembangan inokulum, kemudian dia masuk ke dalam reaktor yang besar. Kemudian dari sisi mediumnya kan Anda juga bisa melakukan optimasi medium menggunakan medium yang mungkin lebih ekonomis. Ketiga ini akan menyebabkan adaptasi dan Anda juga perlu mempertimbangkan fase adaptasi ini. Jangan sampai terlalu dominan, jangan sampai terlalu lama. Makanya tadi ada proses yang namanya aklimatisasi untuk membiasakan, sehingga proses adaptasinya tidak terlalu lama. Durasi atau lamanya si fase adaptasi ini akan dipengaruhi oleh ya kita dia, seberapa bagus, seberapa cocok si nutrien itu sudah di dalam medium. Makin cocok selnya dengan komposisi video, makin cepat adaptasinya. Cara ya, yang kedua adalah bergantung pada tadi Anda ada tahap pengembangan inokulum kan. Soalnya itu jumlahnya nambah, jumlahnya nambah, jumlahnya nambah. Biasanya sel itu dipindahkan karakter yang lebih besar pada kondisi eksponensial. Anda masih hati-hati, ada inokulum development itu ada menambah jumlah sel. Caranya bagaimana? Dipindahkan karakter yang lebih besar. Pemindahan itu dilakukan di fase eksponensial karena di sini pertumbuhannya paling bagus, dia sehat. Tadi adaptasi di director yang lebih besar itu lebih cepat. Oke.
Nah, kemudian adaptasi ini juga bisa berlangsung kalau micro ah, kalau si medium itu punya lebih dari satu jenis ya, superkarbon. Bisanya mencampurkan glukosa dengan pati atau komposisi medium kan dicampur ya, di dalam medium yang Anda pakai sumber karbon yang Anda pakai, dia mengandung glukosa dan pati. Carbonia ada dalam dua struktur, dalam dua jadi sumber. Tentunya si mikroba akan memanfaatkan glukosanya terlebih dahulu. Adaptasinya pendek karena cocok. Ketika glukosanya habis, e yang tadi tentunya bikin baca, terus makannya dia tetap harus tubuh dong. Jadi akan mencerna, tapi karena bentuknya lebih kompleks, mikroba perlu adaptasi dulu. Mungkin dia harus mengubah metabolismenya, menghasilkan enzim tertentu. Gitu ya, ini akan muncul di dalam membuat obyek kurva pertumbuhan. Terlewati sampaikan kurva pertumbuhan sel ini bisa juga bisa konsentrasi, bisa optical density. Ini bisa muncul tidak ada pertambahan pecah atau pertambahan konsentrasi sel karena yang membunuh itu sangat sedikit sekali yang jumlahnya belum sampai mereplikasi. Kemudian ketika soalnya sudah beradaptasi dengan kondisi lingkungannya, sudah cocok dengan nutriennya, maka seakan mulai memperbanyak diri secara cepat. Cara cepat, saya akan berkembang biak. Kemudian penambahan massa dan konsentrasi sel atau densitas sel itu akan naik secara eksponen. Sebab karenanya dia sudah saatnya sudah beradaptasi, jumlah neutron substratnya masih banyak. Komposisi substratnya masih seimbang, maka sel akan mengalami yang namanya badan scrub. Pertumbuhan seimbang, semua komponen sel itu akan tumbuh dalam laju yang sama. Jadi ada bayangkan Disneyland saya akan bertambah jumlahnya dari 1, 2 jadi 4, 4 jadi 8 dan seterusnya. Sel tunggal ya, jadi di dalamnya ada komponen-komponen sel, ada itu, ada organel yang lain. Komposisi di dalam sampun itu ketika dia dari satu ke-2, 2 ke-4, komposisi masing-masing soalnya sama. Jadi laju penambahan jumlahnya sama, komponen ditiap-tiap soalnya itu sama. Itulah kenapa disebut dengan banants terus. Jadi komposisi rata-rata dari setiap sel itu pada masa eksponensial. Kalau di [Musik] rumuskan tadi, ketik dari persamaan yang tadi, di sini karena selnya itu sehat, dia belum perlu melakukan maintenance, belum ada sel yang mati, maka kadinya akan sama dengan Nuh. Sehingga di fase eksponensial ini, laju pertumbuhan akan sama dengan laju pertumbuhan maksimum atau Anda akan dapatkan baju pertumbuhan spesifik maksimum di fase eksponensial. Di sini laju pertumbuhan tidak akan bergantung pada konsentrasi nutrien karena konsentrasi negaranya masih sangat tinggi. Masih sangat cukup atau lebih keren lagi bisa mengatakan terhadap konsentrasi substrat ordernya berapa? Kalau tidak bergantung pada konsentrasi nutrien atau pasta substrat pada fase ini, laju reaksi itu orde berapa dengan konsentrasi substrat? Ada yang ingat tadi sampai mana ya laju udah berapa? Azmi 675 Va. Coba yuk. Bukan tuh. Aduh berapa kalau tidak bergantung konsentrasi substrat? Satu. Bukan orde nol. Jangan lupa. Kalau orde-1 ya, berarti masih bergantung. Hanya jadi pada kondisi ini terhadap konsentrasi sebenarnya itu adalah reaksi orde nol. Dia tubuh dengan cepat. Memilih adalah Miu maksimum. Di sini adalah daerah eksponen siap. Oke.
Nah, kalau terhadap saat orde nol. Kalau tersedap sel, maka lajunya menjadi reaksi orde satu karena rumusnya menjadi seperti ini. Jadi jangan tercampur ya konsepnya. Jadi reaksi pada laju pada fase eksponensial itu adalah reaksi orde satu terhadap konsentrasi sel. Oke, dengan syarat batas ketika waktunya nol, konsentrasi sel sama dengan konsentrasi exnow. Maka ia tinggal diintegrasikan saja, dapatkan persamaan ini. Di sini tadi sudah disebutkan bahwa mimpinya itu akan sama dengan New Maxim. Jadi bagaimana cara menentukan Mio maksimum itu dihitung pada fase eksponensial menggunakan bersamaan ini ya. Anda tinggal al-qur'an ini dengan ini, non ekspres nol dengan tea, dapat new. Ini nanti dapatnya Miu Maxim atau mau M. Baju pertumbuhan spesifik Maxim. Nah, kemudian nah ini juga bisa menghitung waktu ganda atau dubbing time. Jadi waktu yang diperlukan untuk mencapai dua kali jumlah semula atau dua kali masa semua. Q bagaimana caranya ya? Tinggal dihitung. Kalau ini kan X yang sama dengan dua kali eksternal ya. Jadi Anda bisa definisikan menggunakan persamaan ini ketika experts maunya sama dengan dua, berapa waktunya. Deh, itunya pakai bima-x. Oke, sampai di sini dulu. Dia mau ditanyakan lebih lanjut.
Nah, setelah melalui fase eksponensial, ia tumbuh dengan cepat ya di fase eksponensial karena dia tunggu dengan cepat saja jumlahnya makin banyak, kebutuhan nutrisinya juga makin banyak. Lama-lama nutriennya akan berkurang ya, pasti lama-lama sebagian akan habis. Jadi di sini tahap pertumbuhan diperlambat. Ini adalah akhir dari fase logaritmik. Ini terjadi secara umum adalah karena komponen nutrisinya mulai habis. Jadi komposisi substratnya sudah tidak lagi seimbang untuk pertumbuhan. Plus ada kemungkinan sisanya menghasilkan produk metabolit yang menghambat pertumbuhan. Nah, karena nutrien sudah habis, kemudian ada gurita bulik yang mungkin menghambat atau meracuni pertumbuhan. Apa yang terjadi? Sisanya harus style harus bertahan gitu ya. Nah, karena harus bertahan, kalau tadi pada fase eksponensial pertumbuhannya itu setimbangnya kecepatannya sama, komposisi yang konstan, maka di sini laju pertumbuhannya persela akan berubah. Komposisi halnya juga akan berubah. Selnya akan mungkin mengalami yang namanya restrukturisasi internal. Jadi dia menyesuaikan diri terhadap kondisi medium yang berubah. Sehingga kalau tadi ya, Mi unit X = New Cross dikurangi kali ya. Kalau di fase eksponensial, eh, adiknya tadi Enno. Kalau di sini kadinya mulai muncul ya, mulai signifikan, mulai diperhitungkan. Artinya apa? Neneknya menjadi turun. Laju pertumbuhan bersihnya turun. Makanya kurvanya mulai melandai. Oke. Semakin lama nutriennya semakin habis, soalnya makin perlu pertahanan. Dihimbau akhirnya masuk ke fase stasioner. Di mana di fase stasioner, laju pertumbuhan akan sama dengan laju kematian. Sama Gigi sama dengan akibatnya miliknya ini secara neto Anda tidak mendapatkan keadaan mati sayangnya itu tidak nambah jumlahnya, tidak terjadi pertumbuhan, tidak terjadi penambahan sel hidup. Key. Fenomena yang terjadi di fase stasioner ini ada beberapa. Pertama, jumlah konsentrasi sel itu tetap. Jadi kalau aneh itu sebagai berat per volume itu akan konstan. Tapi sebetulnya jumlah sel hidupnya turun. Makin lama bisa terjadi sel yang mati itu pecah. Sel yang mati pecah. Anda ingat bahwa sebetulnya komponen penyusun sel itu dapatnya dari makronutrien dan mikronutrien ya. Jadi di dalam sel yang pecah, nanti nanti pecahan sel ini akan dimanfaatkan oleh sel yang masih hidup untuk bertahan hidup. Ini yang lebih dengan kritik. Terus ini terjadi pada fase stasioner, di mana sel itu mulai bukan mulai, kondisinya sudah tidak baik. Misalnya perlu pertahanan diri. Sebagian yang tidak bisa bertahan itu mati, kemudian pecah. Lisis. Produk hasil bisnisnya itu dimanfaatkan untuk pertumbuhan sel yang masih hidup. Ini terjadi di fase stasioner. Selain itu, terbentuk yang namanya metabolit sekunder ya, untuk pertahanan diri atau karena metabolisme selnya itu harus menyesuaikan, maka terbentuk metabolit sekunder. Sehingga tadi dijelaskan kalau Anda mau atau target Anda adalah memproduksi metabolit sekunder, ya Anda harus buat kondisinya masuk ke fase stasioner. Di sini ini cukup panjang, tergantung tergantung kondisi pertumbuhan, tergantung kondisi selnya, tergantung kondisi hidupnya. Kalau ada tunggu sampai lama, yang nanti akan masuk ke fase kematian.
Oke, tadi new = biogros Purnami. Ini nilainya sama si Deni = noh. Sebetulnya kalau Anda lihat dari sisi kadernya sendiri, persamaannya mirip ya dengan tapi tandanya minus. Jadi sebetulnya terjadi Anda jenis metabolism. Soalnya itu perlu tambahan energi, sehingga dia akan memecah komponen-komponen untuk menghasilkan energi. Kemudian energi ini dipakai untuk apa? Dipakai untuk misalnya menjaga fungsi membran, menjaga fungsi transformator yen, menjalankan fungsi metabolisme esensial atau memperbaiki sel yang rusak. Kinetika India kinetika dari metabolisme ini justru meander jenis metabolisme itu sebetulnya juga sama dengan yang pertemuan. Kalau diperpanjang lagi, ih salah. Kalau diperpanjang lagi, biogros ini akan semakin turun, kadonya akan semakin naik, sehingga neneknya akan menjadi minus. Tadi artinya apa? Ya Anda dapatkan kurvanya turun. Kinetika kematian sel ya. Saya ini juga pedes satu terhadap konsentrasi. Sudah ada bisa hitung dari sisi konsentrasi atau ada bisa hitung dari sisi jumlah. Tapi kuantifikasi kinetika kematian nanti kita pelajari pada saat kita belajar terkait sterilisasi. Tujuannya untuk mematikan sel. Kalau kita tinggal kematian biasanya jumlah kematian ini jelas ya, sudah bisa terjadi pada saat fase stasioner. Walaupun di sini Anda belum bisa membedakan dan di sini juga akan terjadi yang namanya tadi cryptrust. Sel mati itu lisis, kemudian nutrien hasil siswi kakbah itu dimanfaatkan oleh saya. Baik.
Dari fasa-fasa ini, apakah ada modifnya Anda bisa memahami apa yang terjadi di dan secara yuk yuk, walaupun pesawat tipe-x kan itu kan jadinya kalau tadi di tengah-tengah gitu. Helm Saya sedikit jadi awal Duadji gitu bisa. Ini yang ditanyakan oleh.
Tips Yap. Oh ya, kalau multiplek fiz-r kasih terjadinya diawal-awal. [Musik] Ini dia akan salah. Itu pasti akan memilih untuk menggunakan sumber karbon biasa. Penentunya adalah di super karbonnya. Akan menggunakan sumber karbon yang lebih mudah di posisi atau lebih gampang di YouTube disasi tingkat tegangannya ya relatif juga ya. Mungkin dia perlu adaptasi dulu, tapi dia akan pilih untuk beradaptasi dengan yang paling gampang dulu, sehingga mungkin adaptasinya tidak terlalu panjang. Nah, ketika dia sudah adaptasi, dia akan memanfaatkan sumber karbon ini kan lama-lama habis. Kalau habis, ya berarti kan opsinya tinggal pakai sumber karbon yang lain. Kalau dia tidak bisa mengutilisasi sumber karbon yang lain, tadi tidak akan muncul ini, tapi ya dia akan langsung ke stasioner terus mati, walaupun masih ada sumber karbon. Ini kalau soalnya sama sekali tidak bisa mengutilisasi sumber karbon kedua. Tapi kalau soalnya masih mampu, ya tentunya dia akan adaptasi lagi, baru nanti dia akan eksponensial terhadap sumber karbon yang kedua, stasioner dan tumpeng. Lamanya berapa ya? Tergantung jumlah konsentrasi sumber karbon masing-masing. Tapi saat pertama ini ya, sudah kan di sini sumber karunia sudah habiskan. Kalau sudah BCA, dia akan melanjutkan dengan profil pertumbuhan dengan sumber karbon yang kedua. Apakah dijawab pertanyaan? Kalau with, ada kemungkinan gak sifat misalnya sumber karbon jatuh sebut2 edu bukan saos punya komposisi yang mirip, tapi itu dipakainya kayak barengan bisa nggak sih Pak atau pasti 11? Bisa.
Ya, kembali lagi ke tergantung bagaimana sumber karbon itu terhadap mikroba. Kalau jenisnya beda, kalau kalau ini contohnya apa bisanya Anda mencampurkan glukosa dengan fruktosa gitu. Yang mirip. Kalau itu tergantung mikroba Tyas Mirasih apapun Java nitrogennya ya. Jadi respon dia terhadap campurkan III Seperti apa? Kalau memang dia punya enzim atau metabolismenya itu bisa mencerna dua-duanya sekaligus, jadi akan pakai dua-duanya. Tapi kalau enggak, dia akan memilih yang gampang dulu, karena. Jadi mungkin kalau yang kasus yang pertama, secara umum Anda tidak akan dapatkan profil seperti ini, kalau memang dua-duanya bisa dicerna berbarengan atau mungkin hampir paralel gitu ya, jadi belum menunggu glukosanya habis, dia sudah bisa mencerna fruktosa, sudah beradaptasi, lanjut kita. Tapi kalau memang bener-bener tidak bisa, dia butuh untuk adaptasinya lama terhadap sumber yang kedua, jadi akan muncul perkara nanti barengan atau nggak bener-bener barengan dari awal atau nggak, kita tidak akan tahu kan dia yang kita mati ya. Kalau bisa bareng-bareng, kalau tidak ada muncul profil mendaftar lagi ya, berarti kita asumsikan dua-duanya bisa dipakai berbarengan. Ya, Mbak Vita. Oke.
Ada lagi silakan. Kalau tidak ada yang bikin mau nanya skin sebelum diakhiri, sedikit lagi. Jadi kalau tadi Mio adalah parameter kinetika pertumbuhan sel ya. Jadi yang biasanya dikuantifikasi dalam pertumbuhan sel parameter kinetika nya itu adalah Miu, ada Nugros dan Adakan di. Ada karakter lain termodinamika umum untuk diamati atau bagaimana? Iyo ataupun lihat itu ada bukti awal dan akhir. Yuk, atau perolehan itu dihitung berdasarkan jumlah konsumsi substrat atau menentukan. Jadi bisa menghitung yups l XL ya, yourself. You biomassa atau heel produk terhadap substrat. Cara ngitungnya berapa? Selisih kan saja antara akhir-akhir produk-produk. Kalau reaktornya ayat reaksinya aerobik, itu juga bisa dihitung berdasarkan konsumsi oksigen. Walaupun hati perhitungannya agak lebih kompleks karena butuh pengukuran terhadap waktu juga. Akan Anda bisa parengan antara juga sel yang terbentuk dengan konsumsi oksigen. Ini tentangnya. Jadi jshell terhadap substrat untuk bakteri dan ragi itu secara umum ada dikisaran 4-0. Satuan YouTube sebetulnya tidak ada satuannya karena jumlah sel atau konsentrasi berkonsentrasi jumlah berjumlah rakyat. Tapi sebetulnya maksudnya kalau kau ini Um dihitung pada proses fermentasi untuk menilai kelayakan dari proses fermentasi. Oke. Selain itu, ada juga parameter mental di Spanyol pada dunia pada fase stasioner itu dilakukan maintenance. Kalau menghitung laju minta nomor spesifik atau minta koefisien. Jadi ini menyatakan laju pemanfaatan substrat. Untuk Anda perlu bisa menghitung. Jadi sedikit tambahan itu ada yang namanya overall, ada yang namanya teoretis. Yang kita bahas tadi hanya ngitung awal dan akhir itu adalah overall. Di awal Anda punya substrat sekian, di akhir di awal Anda punya substrat sekian, konsentrasi sel sekian. Nanti di akhir Anda punya substratnya sisa berapa, hasilnya beberapa, mungkin terbentuk berapa, diselisihkan dibagi itu adalah offroad. Ia perlu paham bahwa ketika substrat itu dikonsumsi oleh chef, ketika substrat tadi dikonsumsi oleh sel, itu kan akan jadi produk dan akan menambah sel. Jadi substrat ini akan terpakai untuk jadi sel dan akan jadi produk. Tapi kita tidak tahu dari sekian jumlah substrat berapa yang jadi sel, berapa ya jadi produk. Kita hanya hitung awal dan akhir ini adalah Hill offroad. Kalau Anda bisa mengkorelasikan persamaan struktur matriks, menentukan koefisien stoikiometri nya, Anda bisa menghitung hiu teoretis. Jadi nanti berapa yang jadi sel, berapa yang jadi produk. Nah, untuk menghitung maintenance koefisien, Anda perlu bisa menghitung berapa sub yang dipakai memang untuk maintenance. Leni sulit ya sebetulnya ditentukan secara eksperimen. Jadi biasanya perhitungan maintenance koefisien itu ditentukan dari data yang lain, baru nanti setelah diselisihkan modelnya disusun, dihitung dari perhitungan baru ketemu megannesons koefisien. Ini menyatakan laju spesifik pemanfaatan substrat untuk menonton. Ada latihan. Silahkan dicoba ya. Kita kalau ada pertanyaan kita bisa bahas sih.
Apa Maaf ingin izin bertanya. Yuk, yang tadi tuh kan fase kematian itu kenapa ordernya oleh Pak suyatno eh terhadap nutrisi itu atau belum dijelaskan gitu pakaiannya fase-fase kematian terhadap nutrisi. Kalau faster kematian sudah tidak ada efek nutrisi karena nutrisinya kan sudah tidak berpengaruh ya. Nutrisinya akan sudah habis. Dia ordernya gimana Pak? Kalau yang eksponensial kan orde nol itu ya terhadap substrat. Kalau atau kematian gimana? Sebetulnya tidak ada pengaruh tapi bukan terus gimana ya kita tidak mempertimbangkan efek konsentrasi substrat di pasar kematian karena substratnya itu sudah dianggap sudah tidak ada, sudah tidak mencukupi. Beda dengan di fase eksponensial, substratnya ada tapi jumlahnya banyak sehingga tidak mempengaruhi laju pertumbuhan. Bisa dibayangkan ya. Nah, kalau di sini substrat itu sudah tidak ada. Jadi perubahan konsep penurunan konsentrasi sel ya. Jadi kan kalau kematian kan yang Anda matikan penurunan jumlah atau pelepasan reaksi penurunan jumlah sel ini diakibatkan karena sisanya memang sudah tidak bisa tumbuh. Kondisinya sudah tidak baik, nutriennya sudah habis, komposisi nutrien yang sudah tidak seimbang. Hanya mati ohid. Oke, makasih Kak. Kalau terhadap Oke sebetulnya kalau-kalau terhadap konsentrasi substrat, tetapi kita juga bisa bahas pas kita membahas model pertumbuhan dari monot. Ini masih orde-1 sebetulnya ya. Jadi ketika masuk ke kalau stasiunnya sampai pasca kematian, the hidup substrat it karena sisa substrat itu sangat kecil, maka terhadap substrat pada nyaman satu kasih sudah diingatkan bukan tergolong eksponensial ketika masih banyak. Tapi ketika sudah sangat sedikit, kalau pertumbuhan mau dimanapun terhadap sel. Oke, hati coba ditanyakan.
Permisi Pak, saya izin bertanya. Ah sebetulnya untuk ya Abang pembelajran yang pesifik itu berarti kita boleh menggunakan Joomla dan boleh menggunakan konsentrasi. Apa boleh tergantung alasnya mendapatkan? Kalau tadi menggunakan hemositometer itu jumlah. Anda menggunakan CPU berarti jumlah koloni. Kalau Anda menggunakan spektrum perhatikan nilai absorbansi. Kalau Anda menggunakan metode beraksara kering berarti konsentrasi berpelukan. Oh, baik. Fabricate tergantung metode dan alat ukurnya. Hanya di sini kalau untuk problem ya, untuk soal-soal secara umum kita nyatanya dalam konsentrasi karena pengukurannya lebih umum dilakukan dalam konsentrasi.
Baik, kalau tidak ada pertanyaan kuliah hari ini saya cukup sekian. Kita ketemu lagi minggu depan pada jam yang sama. Kita lanjutkan materi terkait pertumbuhan. Terima kasih. Selamat siang. Assalamualaikum.