Transcription
Hai, tetapi yang jadi saksi bahasan kita adalah menuduh wanita baik-baik. Kata-kata baik-baik di sini adalah kata baik-baik maksudnya mukmin, mukminah melakukan zina.
Contoh kasus yang paling besar dalam masalah ini adalah tuduhan Abdullah bin Abi, seluruh pimpinan orang munafiqin terhadap ibunda kita Aisyah radhiyallahu anha. Kisahnya adalah pada saat Nabi Muhammad Shallallahu salam membentuk pasukan-pasukan ini atau peperangan lain dikenal dengan peperangan paling unik di dalam peperangan Nabi SAW selam dikenal dengan perang Bani Musthaliq.
Bani Musthaliq sebuah suku yang besar dan memang mereka niat ingin menyerang Madinah untuk mencari nama. Karena pada saat itu kaum muslimin lagi gencar-gencarnya menyerang semua yang pernah terlibat dalam perang Ahzab. Jadi waktu perang Ahzab, pelangko, kelompok suku-suku Arab dan suku-suku Yahudi mengepung Madinah. Jumlah mereka 10.000 pasukan, semuanya berkuda dan semuanya adalah ingin merebut Madinah. Pada saat mereka kalah, Nabi Shallallahu salam menghukum satu persatu suku itu. Ada suku-suku yang diserang oleh Nabi SAW serem dan berhasil dikalahkan oleh Nabi SAW salam. Ada suku-suku Arab lain tidak terlibat, tetapi mereka tamak. Mereka menganggap sekarang umat Islam yang paling kuat, maka mereka ingin menyerang Madinah. Kalau mereka menang, berarti mereka justru yang mendapatkan prediket paling kuat. Selalunya adalah suku Musthaliq.
Di tahun 6 Hijriyah, keluarlah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dengan 1000 pasukan. Pada saat itu ada di wajah mau menyebutkan 710. Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam lalu kemudian mengepung Bani Musthaliq. Diberikan peringatan masuk Islam, mereka tidak mau. Diberikan zia, mereka tidak mau. Ditantang perang, akhirnya mereka mengolok-olok dari belakang benteng mereka sampai akhirnya Nabi Shallallahu salam mengumandangkan untuk menyerang. Setelah dikepung sekian belas hari, kalau saya tidak salah. Ringkas cerita, menanglah kaum muslimin dalam peperangan tersebut.
Nah, karena mereka kalah perang, maka satu suku Musthaliq itu menjadi tawanan perang. Kalau jadi tawanan perang, berarti menjadi budak. Berarti menjadi budak karena kalah perang, semua laki-lakinya dan semua perempuannya.
Pada satu teman-teman sekalian, dibagilah tawanan-tawanan perang ini kepada seluruh Mujahidin. Dan bagian Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam adalah Juwairiyah binti Harits. Juwairiyah radhiyallahu anha ini adalah anak kepala suku. Kepala sukunya Musthaliq namanya Harits. Juwairiyah ini menjadi bagian dari Nabi SAW selama artinya harta rampasan perang. Nabi SAW Shalawat Nabi SAW wasallam tawarkan Islam kepadanya. "Woi, dia masuk Islamlah. Kalau masuk Islam, saya akan bebaskan kamu dari keterbukaan dan saya akan nikahi kamu." Tanpa berpikir, Juwairiyah syahadat pada 17 wid. Tiba-tiba syahadat.
Waktu syahadat, kebetulan di Kaimana bisa lolos lem ada Aisyah radhiyallahu anha. Jadi yang ikut perang pada saat itu adalah Aisyah ramuan H. Maka Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersama di depannya Aisyah mengatakan kalimat tersebut kepada Juwairiyah. Maka Juwairiyah tiba-tiba syahadat karena dia syahadat, maka Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menikahi Juwairiyah. Pada saat dinikahi Juwairiyah, maka Aisyah berkata, "Juwairiyah dan ini pelajaran yang sangat luar biasa bagaimana dikalangan para istri Nabi SAW sedang tidak ada permasalahan dalam masalah poligami. Bahkan itu terjadi di hadapan Nabi Shallallahu salam di hadapan Aisyah." Ini sekaligus memberikan gambaran bagaimana para ummahatul mukminin menjadi contoh bagi setiap mukminah. Aisyah lo anha menyaksikan pernikahan tersebut dan tahu kalau Juwairiyah kalau Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam, maka Aisyah menyebutkan hadits yang masyhur. Sebuah riwayat, maaf, sebuah riwayat yang masyhur. Beliau mengatakan, "Tidak ada wanita yang lebih mulia daripada dipuji Juwairiyah." Pas selesai jika dengan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam karena setelah menikah dengan Nabi Shallallahu alaihi wasallam dan sahabat-sahabat mengetahui kalau Nabi SAW salam menikahi Juwairiyah bukan dibiarkan dalam keterbukaan, maka para sahabat pun membebaskan semua tawanan mereka penghormatan terhadap Juwairiyah. Jadi satu suku yang tadinya jadi budak bisa diperjualbelikan semuanya bebas kembali karena menghormati Nabi Shalallahu slime menikahi Juwairiyah. Maka Aisyah roller ada warna mengatakan, "Tidak ada wanita lebih mulia daripada Juwairiyah karena seluruh sukunya terselamatkan dari keterbukaan karena dia." Maka bebaslah semuanya dan gara-gara itu suku Musthaliq masuk Islam. Gara-gara itu suku Musthaliq masuk Islam.
Berjalanlah pasukan ini pulang menuju ke Madinah. Dalam perjalanan, Nabi Shallallahu salam jalan dengan pasukan dengan sahabat-sahabat. Aisyah dan Juwairiyah jalan bersama dan juga Aisyah menceritakan tentang kebiasaan Nabi SAW salam kepada Juwairiyah. Nabi SAW selalu suka begini, suka makanan ini, suka pakaian ini. Di atas karena sebagaimana istri ya menjelaskan pada madunya, maka dijelaskan nah seperti itu keterangannya sampai mereka tiba di sebuah tempat untuk beristirahat. Waktu itu kebetulan ada granda dibuat untuk Aisyah, granda dibuat juga untuk Juwairiyah. Kalau mereka letih, tutupan kakinya diturunkan sehingga mereka bisa istirahat. Aisyah Rona sangat kurus pada saat itu, masih kecil badannya, disebutkan dalam riwayat memang begitu kecil, ringan. Pasukan istirahat, Aisyah Rona punya hajat. Keluar dari berandanya kemudian pergi ke padang pasir, pergi ke padang pasir jauh kesana. Biasanya sebagian ulama hadis mengatakan ini kalau orang punya hajat buang air besar atau buang air kecil.
Pada saat Aisyah kembali, kalau kasih pasukan ternyata pasukan sudah jalan. Nabi SAW telah memerintahkan untuk jalan. Pasukan ini granda Aisyah akan adzab. Telah ditutup dengan gorden dengan kain dengan sahabat-sahabat juga taunya Aisyah ringan badannya diangkat saja, dipikir ada di dalam kemudian jalanlah pasukan. Aisyah ra ono mengatakan, "Saya pun melihat pasukan sudah jalan, maka saya naik di atas sebuah batu lalu saya tidur terbaring dan Aisyah Rona membuka cadarnya." Pada saat itu tidak memakai cadar pada saat tidur. Ada satu sahabat bernama Safwan bin Al-Anu. Orang ini sangat mulia, terhormat. Sangking dipercayanya sampai Nabi Shallallahu salam Letakkan dia di belakang pasukan khusus untuk mengintai melihat kalau pasukan sudah jalan, nanti diajak beberapa kilometer di belakang. Dia jalan pelan-pelan, nanti kalau pedang yang jatuh diambil atau ada prize diambil. Dia tugasnya itu karena dipercaya. Safwan bisa semangka itu tugasnya.
Waktu dia pasukan sudah jalan, Safwan memang sengaja menyisir lokasi sekitar itu sampai tiba di lokasi pasukan dilihatlah Rona dana. Safwan mengetahui wajah Aisha dari sebelum turunnya ayat hijab. Maka Aisyah mengatakan, "Dia mengetahui wajahku." Lalu dia mengatakan, "Innalillahi wa inna ilaihi roji'un." Sebentar, Sundari jauh sepintas jadi jauh. Oh ini Aisyah. Maka kata Aisyah, sangking mulianya Safwan, maka dia cuma mengucapkan kalimat istirja, "Innalillahi wa inna ilaihi roji'un." Lalu mendekatkan untanya kepadaku, kemudian dia pergi jauh. Dia membiarkan saya naik karena biasanya orang connect di atas unta bisa tersingkap betisnya bisa terlihat singkat auratnya, auratnya. Maka Safwan menunggu pergi jauh sampai Aisyah selesai lagi atas unta. Baliklah Safwan lalu kemudian usapkan memegang tali kekang unta lalu menyuruh berdiri lalu kemudian jalan menyusul pasukan. Kata Aisyah roller anha, "Demi Allah tidak ada satu kalimat pun keluar dari mulutku dan juga dari mulut Safwan." Nggak nanya-nanya, "Kamu kenapa telat?" "Loh Aisyah, ada apa?" Dan tak ada nanya-nanya. Ini Allahualam kalau antum diposisinya. Jadilah sejarah pertanyaan orang benar-benar murni telat. Dada pertanyaan Safwan, nggak nanya Aisyah. Nanyanya Safwan mulia betul. Mereka jalan terus sampai menuju ke pasukan.
Ada satu kejadian kecil di sini tapi besar efeknya. Waktu itu pasukan istirahat lagi di satu titik sebelum masuk ke Madinah, sebelum tiba di Madinah. Waktu istirahat, ternyata ada kejadian dua orang budak. Ini dua budak, yang satu budaknya Umar Bin Khattab dari Mekah, yang satu budaknya orang Anshar dengan kaum. Budak ini dua-dua lagi ngambil air di sungai ternyata tidak sengaja, tidak tahu kenapa jadi cekcok ribut nih. Si budak Umar Bin Khattab dengan mengatakan, "Wahai orang-orang Muhajirin, ke sinilah!" Mengangkat pedang biar. Kemudian tiba-tiba beberapa sahabat dari Muhajirin ngumpul di belakangnya budak ini. Si budak dari Anshar melihat itu, dia juga bilang, "Wahai orang-orang Anshar, ke sinilah!" Sambil juga menghembuskan pedangnya. Sebagian orang sore hadir di situ. Ih, hampir bunuh-bunuhan nih. Ini dakwah jahiliyah mereka sering fanatisme gan. Waktu Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mendengar, beliau mendekat lalu mengatakan, "Apakah dakwah jahiliyah? Apakah cara-cara jahiliyah adat masih ada di diri kalian sementara saya ada di antara di tengah-tengah kalian? Tinggalkan ini membinasakan kalian. Berhentilah." Pada saat itu.
Waktu itu teman-teman sekalian, di pasukan ada kepala munafikin dengan beberapa orang munafik kurang lebih 30 orang jumlah mereka ikut pada saat itu. Pimpinannya namanya Abdullah bin Abi Sufyan. Selalu Abdullah bin Abi Sufyan ini disampaikan oleh beberapa orang suhunya dari Hasrat dari Madinah itu tadi terjadi begini nih, ada budak Muhajirin mau menyerang budak Anshar lalu mereka hampir perang gitu kan terus nggak jadi karena Rasulullah SAW salam tahan. Ini kepala munafik memang dia bukan Islam, dia pura-pura Islam dingin cari masalah nih. Sebenarnya dia ingin cari masalah apa saja yang bisa membuat umat Islam jadi kacau dibuat sama dia. Ditunggangi sampai kesempatan lalu dia mengatakan, "Apakah mereka sudah mengerjakan itu? Udah berani menantang kita untuk perang?" Jadi dia sengaja memicu lagi nih. Proses selesai tadi kan udah ada lagi nih disengaja. "Apakah mereka orang-orang Muhajirin tuh berani mengganggu kita seperti itu? Imo angkat pedang. Sungguh ya, mereka tidak lain kecuali seperti pepatah bahasa Arab yang berbunyi, 'Gemukkan anjingmu, maka dia akan memakanmu.' Ini kami berzina aneh." Artinya mereka itu Muhajirin sudah kita datangkan ke tempat kita, berikan makan, sudah sampai gemuk, sekarang mau prangin kita lagi. Sengaja dia pemicu lagi.
Lalu dia bilang, "Kalian nih semua ditunjuk orang-orang Anshar jhy tapi dari kalangan munafikin 30 orang ini, 29-30 sama dia. Kalian nih Dewa kalian ini semua membuat kekacauan nih. Kalian sungai membuat kekacauan. Kalian yang telah menerima mereka di kampung kalian. Kalian lihat telah memberikan mereka makanan, kalian telah memberikan mereka minuman, kalian telah menikahkan mereka dengan wanita kalian, kalian memberikan harta kalian." Jadi semua yang lebih seram sudah bangun selama ini korek sama dia. Nabi SAW Santa sudah bangun ukhuwah orang Anshar sudah. Allah mengatakan, "Wahyu siruna Allahu simpulkan akhsa." Mereka sampai memaksakan diri mereka walaupun mereka sulit untuk saudara-saudaranya Muhajirin dipuji oleh Allah. Ini mau kepada munafik itu mau ngajuin semua tuh mau dikoreksi mosfet tuh jadi batal semuanya. Lalu dia bilang, "Nanti kalau kita sudah balik ke Madinah, maka orang-orang yang kuat masuknya orang-orang Anshar Madinah, orang-orang Hasrat suhunya Dian akan mengeluarkan mereka. Orang-orang yang lemah itu, meski orang-orang Muhajirin." Dengan sengaja dia Juve terjadi peperangan ini supaya juga peranannya. Subhanallah. Berita ini terdengar oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam karena apa? Karena dalam majelis itu ada satu anak muda umurnya di bawah 18 tahun, 18 tahun kalau tidak salah namanya Abdullah. Lain anak ini angkatan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Allah telah mengilhamkan di kupingnya kebenaran. Di antara semua orang munafiqin yang 29-30 sama dia, ada orang Indria Khazraj tanpa sengaja dihadiri situ. Dia dengar perkataan Abdullah bin Abi Sufyan ini dan dia tahu ini pemicu peperangan nih, bahaya ini. Dia lapor karena besok salam, "Ya Rasulullah, kepala munafikin ubaidil Abdullah bin Abi Sufyan untuk mengatakan begini dan begitu." Nabi salam mengatakan, "Dia sudah menghidupkan Vietnam." Lalu katanya bisa 6, "Baiklah. 28 kan kepada beberapa sahabat yang bisa dipercaya." Kejadiannya katanya bisa sedang menggerakkan pasukan. Gerakan pasukan pergi dengan jalan nih. Lagi istirahat tadi jalan. Lalu Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menyuruh jalan pasukan. 3 hari 3 malam nggak berhenti-berhenti. Cuman salat, makan pun di atas kendaraan mereka tidak berhenti. Tidak pernah tidak seperti biasa gitu. Jalan dari malam itu kan pas malam. Jalan dari malam itu sampai besok sampai tiga hari tiga malam tidak berhenti. Tujuannya Nabi SAW salam supaya fitnahnya Abdullah bin Abi Sufyan tidak menyebar di pasukan ini. Bahaya nih bisa perang di tengah jalan. Nabi SAW demi menyelesaikan masalah di Madinah. Sementara Aisyah sama Safwan juga jalan gitu. Berarti istilahnya menginap jalan juga gitu sesuai dengan waktu itu.
Pasti base belum Madinah istirahat pasukan. Nabi salam yisra di hari ketiga karena capeknya sahabat semua pada tidur. Pada saat itu tidur semua. Tapi sebelum istirahat usai dibunuh Utara dialog anu sahabat nabi yang mulai dari suku Hazret juga ini kepala suku Hazretnya. Kalau by Abdillah bin Abi Sufyan bukan kepala suku, cuman dia orang yang dihormati. Karena usai ia Rasulullah mendekati kudanya Rasulullah, "Ya Rasulullah, tidak seperti biasanya Anda menggerakkan pasukan seperti ini malam-malam jalan malam pun nggak boleh tidur tidur di atas kendaraan mereka di unta mereka di kuda mereka pokoknya jalan terus tampil ramen-sushi kabari 123 hari baru istirahat." Kata Nabi SAW salam, "Wahyusite, apa kau tidak tahu apa yang dikatakan oleh Abdullah?" Kata Usai, "Tidak." "Ya Rasulullah," kata habis Australia mengatakan, "Begini dan begitu." Maka kata Usai, "Dia Rasulullah ini munafik. Biarkan saya tebas lehernya." Karena bisa sedang jangan wahyusite. Nanti orang-orang akan berkata, "Muhammad membunuh sahabat-sahabatnya yang biayanya." Baiklah akhirnya istirahat pasukan.
Setelah malam ketiga teman-teman sekalian, besok pagi pas terbit matahari di waktu Dhuha, pasukan ini sudah dekat Madinah. Juga 33 malam berjalan sudah dekat Madinah. Waktu mau bergerak, waktu mau bergerak dengan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sempat menanyakan, "Mana Aisyah?" Biasanya Aisyah turun dari granda Hnya kemudian membantu Nabi Shallallahu alaihi sallam dengan Syahrini granda. Nggak ada tersebar di pasukan Aisyah tidak ada. Jangan sampai ada musuh yang ambil terbunuh tengah jalan ini Ummul Mu'minin nggak ada nih. Dan memang selama tiga hari kena tidak berhenti pasukan jadi tidak ketahuan gitu. Jadi kejadian dengan hikmah Allah terjadi begitu. Subhanallah. Sebentar lagi sibuk cari Aisyah. Maka lewat Aisha dari kejauhan di padang pasir lagi terang benderang di atas untanya Safwan dan Safwan pegang tadinya. Sementara pasukan tiga hari tidak berhenti-berhenti. Sudah tiga hari dan perjalanan ini. Oke siap dulu ini nggak berhenti-berhenti.
Ingin buat masalah nih dengan ingin buat masalah. Namun sebelum Aisyah datang ada kejadian juga disini. Saya lupa tadi sampaikan. Anaknya Abdullah bin Abi Sufyan ini bernama Abdullah juga. Ayahnya Abdullah tapi munafik. Jadi saya istilahkan kalau dalam tulisan si Rosa yaitu Abdullah munafik. Si Ayah Abdullah mukmin si anak. Karena anaknya mukmin luar biasa sahabat nabi yang mulia. Ayahnya munafik, anaknya mukmin. Pula luar biasa Abdullah ini si anak datang kepada Nabi SAW dan mengatakannya, "Ya Rasulullah, telah sampai ke kuping saya berikan tentang ayah saya. Makanya Rasulullah izinkan saya membunuhnya. Jangan suruh orang lain. Karena Anda yang mulia, dia yang terhina." Karena kan dia sempat bilang kan, "Siapa lomell habis oleh bilang, kalau kami tiba di Madinah yang mulia kita ini akan mengeluarkan Muhajirin." Tahu nggak Muhajirin siapa? Termasuk dalamnya Nabi Muhammad SAW seneng kan. Nabi Muhammad dari Mekah kan berarti semuanya. Ya Nabi Muhammadnya sahabat cuma kita usir gitu. Anaknya dengar. Anaknya munafik kenal. Dia mengatakannya, "Ya Rasulullah, izinkan saya membunuh ayah saya karena Anda yang mulia, dia yang terhina." Lalu dia mengatakan, "Dan ya Rasulullah, kalau Anda izinkan orang lain membunuh ayah saya, maka saya anak orang-orang Hazret suku kami di Madinah tahu betul bagaimana bakti saya sama ayah saya. Saya tahu dia munafik tapi saya menjalankan bakti saya sebagai petak sebagaimana perintah Anda. Tidak ada orang hasilnya memang yang lebih bakti pada orang tuanya dibandingkan saya. Kalau saya tahu ada orang lain yang membunuhnya lalu saya terbawa dengan emosi sebagai anak saya lalu membunuhnya lalu saya mereka gara-gara membunuh seorang mukmin, maka biar saya membunuhnya." Kata Nabi SAW salam, "Sudahlah Abdullah, biarin aja. Kita tidak membunuh ayah kamu. Biarkan saja nanti ya nanti kita akan berbuat baik, kita akan nasehatin." Coba pilihan seperti itu katanya. Besok.
Rupanya Abdullah ini tidak tentang. Pasukan mulai bergerak. Ayo kita lupakan dulu tadi Aisyah datangnya. Pasukan mulai bergerak dulu. Waktu pasukan bergerak mulai Nabi SAW salam suruh bergerak. Tiba-tiba Abdullah ini si anaknya munafik ini yang mukmin pergi ke depan pasukan. Haluskan pedangnya di atas kudanya lalu dihaluskan seperti orang lagi tunggu musuh lewat. Nabi Shallallahu salam dibiarkan lewat. Sahabat-sahabat dibiarkan terus dilakukan dibiarkan sampai tiba ayahnya. Waktu tiba Aisyah, Abdullah munafik ini Abdullah anaknya langsung taruh pedang di lehernya. Lalu ayahnya tahu anaknya bakti sekali. Kata ayahnya, "Ada apa wahai anakku?" Kata dia, "Saya demi Allah akan membunuhmu karena kau yang terhina, Rasulullah SAW yang mulia. Perkataanmu terbalik. Kamu kan mengatakan Rasulullah terhina akan dikeluarkan dari Madinah. Kamu yang terhina dan di yang mulia." Kata ayahnya. Ayahnya pikirannya bercanda. Sudahlah ya, Ayah mengucapkan untuk kemuliaan. Lalu dia mau pindahkan pedangnya. Abdullah anaknya sengaja malah digo-digo racing di lehernya. Dengan dia tahu anaknya serius. Demi Allah, ka tabulasi anak. Kalau kau bergerak selangkah, saya akan tebas lehermu. Saya tidak peduli. Dan ini si Abdullah munafik tahu anak nyanyi Abdullah rupanya yang mukmin ini ini ahli pedang memang ahli perang gitu memang dilatih untuk militer memang luar biasa dia. Makasih ayah. Waktu lihat anaknya serius, dia tidak berani bergerak. Kata anaknya, "Demi Allah saya tidak akan lepaskan pedang ini dan mengizinkan kau masuk Madinah sampai Rasulullah SAW mengizinkan kau." Pasukan jadi berhenti gara-gara itu. Sampai berita kemana Beat Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dengan, "Ya Rasulullah SAW Abdul about begini pada ayahnya." Katanya bisa 6, "Sampaikan kepada Abdullah agar dia mengizinkan ayahnya masuk Madinah." Baik.
Sementara pasukan berhenti dan Nabi Shallallahu salam lagi sampaikan supaya Abdullah tadi menuju membunuh ayahnya. Siap dulu anak. Begitu menarik pedangnya rupanya Abdul munafik sakit hati dengan Nabi SAW seneng. Kok bisa anaknya lebih pilih Muhammad daripada saya kan dia orang munafiqin. Diamkan membuat slime mangga benci dengan Islam. Maka dia heran kok bisa sampai dirinya pun dikalahkan oleh Nabi SAW salam tanpa sakit hati dia. Maka yang terjadi pada saat itu bertepatan waktu itu lewatlah untanya Safwan bersama Aisyah. Si Abdul munafik buat berita baru nih. Oh begitu dari dan tersebut dia mengatakan Aisyah dan Safwan berdua di unta ini tidak seperti biasanya. Tidak mungkin demi Allah dia ditunjuk Aisyah selamat dari itu ditunjuk Safwan dan si itu si Safwan tidak mungkin selama dari dia Mesir sudah berzina nih. Nah mungkin bagaimana cara dua orang jalan terus tidak ada tidak ada masalah tidak terjadi apa-apa. Subhanallah. Perkataan ini menyebar di seluruh pasukan tiba-tiba kayak virus. Dengan jangankan istri Nabi, istri kyai berzina saja sudah luar biasa hebohnya luar biasa apalagi istri Nabi wanita yang paling Nabi SAW salam cintai.
Baiklah, ringkas cerita Aisyah mengatakan, "Warna saya pun masuk ke pasukan turun dari unta Safwan lalu masuk ke granda. Tidak ada niat apa-apa karena memang tidak ada komunikasi, tidak ada pembicaraan satu kalimat pun tidak berhenti pada saat tidak disebutkan godwit bagaimana mereka mengerjakan salatnya apakah di atas kendaraan a Safwan pamit keluar. Allahualam tapi yang jelas tidak terjadi kata Aisyah satu kalimat pun tidak keluar dari mulut Safwan dan juga dari saya." Ringkas cerita teman-teman sekalian, masuklah pasukan ke Madinah. Tetapi rupanya berita ini menyebar kemana-mana. Ini menyebar kemana-mana.
Selama sebulan, selama sebulan tidak ada berita wahyu dari langit. Putus dari Nabi SAW seneng. Biasanya bisa sedang dua hari, sehari datang wahyu. Ini sebulan nggak wahyuni. Waktu yang panjang sekali. Biasanya bisa engkau ada masalah pasti datang Jibril sampaikan, "Ilo kasusnya begini, ini lokasinya begini, ini hukumnya ini jalan keluarnya." Eh hukuman Allah Fulan dan seterusnya. Si Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sebagai manusia biasa nabi tapi manusia mendengar juga berita itu. Aisyah belum tahu nih Indrana. Lalu beliau melihat kata Aisyah melihat ada perilaku yang berubah dari Nabi SAW salam. Tidak biasanya biasanya mungkin kalau suami lebih mesra, ini kok ada perubahan. Ada apa nih? Tapi Aisyah ada penyedih nggak tanya suaminya karena suaminya nggak ngomong dia juga nggak nanya. Cuma dia mengatakan, "Dan ini pelajaran-pelajaran besar kita bisa ambil dalam rumah tangga." Kata Aisyah, "Saya pun cuma melihat perubahan dari Nabi SAW dan saya mengatakannya, 'Ya Rasulullah, kalau Anda tidak hajat dengan saya, maka izinkan saya pulang ke rumah orang tua saya, piringan.'" Maka Nabi SAW mengatakan, "Baik." Diantar lah rumah bakar tinggal di rumah banget.
Dia berjalan waktu teman-teman sekalian, tiga minggu di rumah Abu Bakar di rumah ayahnya piringan. Jadi sudah kurang lebih hampir sebulan dari kejadian itu. Ya waktu Aisyah dirumah ayahnya dia makan, dia minum dicuri ya biasa saja. Nabi SAW sedang datang disambut. Nabi SAW tidak datang. Tidak ada masalah bolt.id hidup biasa. Tidak sesuatu jadi beban buat. Ada seorang wanita dari Anshar datang kepada Man kepada Aisyah dirumah ayahnya setelah tiga minggu kejadian nih. Dia mengatakan melihat Aisha menyambutnya dengan gembira ditawarin makan ditawarin minum tidak kayak tidak ada apa-apa. Kata Aisyah berkata perempuan tersebut, "Wahyu-wahyu anaknya sedikit, apa kau tidak tahu apa yang sedang terjadi?" Kata Aisyah, "Apa itu?" Dia bilang, "Orang-orang telah berbicara tentang perjalananmu dengan Safwan kalau kau berduaan saja selama beberapa di beberapa hari." "Apa kau tidak tahu itu?" kata Aisyah. "Apakah mereka sudah membicarakannya?" kata perempuan tersebut, "Ia." Maka Aisyah mengatakan, "Tadinya saya ceria, tiba-tiba saya sedih dan tiba-tiba tulang-tulang saya seperti remuk semuanya jatuh dulu ke bawah jadinya berdiri." Kemudian saya mengatakan, "Apakah benar mereka sudah membicarakan kalau saya di berzina?" Maka kata perempuan tersebut, "Ia wahai anaknya." "Sediakan keluarga perempuan ini." Lalu Aisyah mengatakan, "Saya cuma atau menangis nggak bisa ngomong apa-apa dan saya tahu inilah yang menyebabkan Nabi SAW selalu berubah."
Ringkas cerita berjalan waktu seminggu kata Aisyah, "Seminggu tuh nggak niat makan, nggak niat minum, nggak ada kemauan apa-apa." Jadi sudah sebulan dari masa masalah ini teman-teman sekalian. Nabi Shallallahu salam menunggu wahyu tiap hari nggak ada turun sampai sudah sebulan nih. Sudah sebulan dari kejadian tersebut dan makin memanas gosip nih kemana-mana. Maka Nabi SAW selam kumpulkan semua sahabat naik di atas mimbar setelah Tahmid dan shalawat. Beliau mengatakan, "Kenapa ya ada orang yang menyakiti aku di keluargaku? Kenapa orang yang fitnah keluargaku itu mengatakan istriku berzina dan juga menuduh seorang temanku sahabatku yang aku tidak tahu kecuali kebaikan darinya bahwa sehingga juga berbuat salah?" Mendengar kejadian tersebut, ada satu sahabat dari suku Aus ya suku Aus ini suku yang dulu bersaudara dengan Khazraj sukunya si munafik tadi. Ingat berdiri dan Rasulullah, "Kami tahu siapa yang Anda maksud. Izinkan kami menebas lehernya. Anda tinggal perintah kami bunuh dia." Aku mau dengar perkataan tersebut. Rupanya fanatisme kesukuan masih ada nih. Ada satu sahabat dari Khazraj berdiri, "Laudya mengatakan ditunjuk orang Aus. Demi Allah kau tidak mau mengikuti kecuali karena dia dari suku kau dari suku Moko tidak akan ngomong seperti itu." Berdiri lagi satu dari Aus mengatakan, "Ditunjuk situ tunjuk si Azza di. Demi Allah kau yang munafik, kau sama dengan dia. Kenapa kau bilang kalau Kak Rasulullah suruh kami tebas lehernya begini lagi?" Satu dari orang Khazraj, "Kami akan tebas leher kamu." Tuduhannya ini mau berantem di masjid. Maka Nabi SAW sedang lihat tidak ada manfaatnya nih. Sudah nabi suruh bubar. Bubar semua.
Sekarang tiba saatnya ya akhir daripada cerita ini. Nabi SAW telah mengatakan jalan terbaik adalah tanyakan langsung kepada Aisha. Pergilah Nabi SAW salam dirumahnya Abu Bakar selama masuk salaman sama mertuanya kemudian menemui Faisal lagi di atas ranjang. Blue sudah menangis luar biasa karena bisa salam dengan santun duduk disebelahnya. Aisyah mengatakan, "Wahai Aisyah, kalau seandainya kalau seandainya kau melakukannya benar-benar kau berzina tapi bahasanya kalau seandainya benar kau melakukannya tapi tidak mengatakan kalau kau berzina dengan santun. Kalau seandainya kau melakukannya, bertobatlah kepada Allah. Allah itu maha pengampun." Karena bisa tidak tahu ini yang tidur tapi kalau kau tidak melakukan, pastikan Allah akan membelamu dari langit tujuh sana. Dengan Aisyah mengatakan, "Waktu saya mendengar Nabi SAW telah mengatakan kalimat itu, tadinya saya lemas beberapa hari nggak makan. Tiba-tiba jadi kuat saya duduk lalu saya menghadap ke wajah Nabi SAW mengatakan, 'Ya Rasulullah, Anda pun percaya dengan berita itu?'" Sebagai suami juga percaya. Habis wasallam diam. Aisyah balik ke ayahnya Abu Bakar. "Sekarang suaminya juga sudah mulai bertanya, mungkin ini benar atau nggak nih. Kita balik ke ayahnya." "Wahai Ayahku Abu Bakar, jawablah Rasulullah SAW sampaikan sesuatu." Ayahnya menjawab, "Abubakar, wahai anakku, saya tidak tahu harus jawab Rasulullah SAW sebelum saya tidak tahu kau buat atau tidak. Kita juga tidak ada bukti." Putus lagi harapan dari seorang ayah. Balik lagi akhirnya kepada ibunya, "Wahai Ibuku, jawablah Rasulullah SAW seneng." Maka ibunya menjawab sama, "Apa yang seharusnya hop Rasulullah SAW teman aku. Saya tidak tokobot atau tidak. Yang Rasulullah ucapkan tadi sudah sangat bijaksana." Kata Aisyah, "Pada saat itu saya tidak memiliki lagi kecuali Allah Subhanahu Wa Ta'ala." Maka saya pun tiba-tiba merasa lebih hancur lagi luar biasa ya penderitaan yang dirasakan dan saya mengatakan, "Demi Allah Rasulullah SAW tidak akan taubat dari itu karena saya tidak melakukannya dan saya hanya mengucapkan saja apa yang diucapkan Yaqub Alaihissalam pada saat anaknya Yusuf hilang." Indah makhsyar. "Allah, saya hanya keluhkan kesedihanku dan masalah kepada Allah."
Maka akhirnya nah pada saat itu Nabi Shallallahu kata Aisyah, Nabi Shallallahu salam tiba-tiba keringatan lalu Beliau menuju ke pojok rumah dan ini biasanya tanda-tanda wahyu sedang turun. Maka Nabi Shallallahu salam pun duduk dan itu tanda wahyu sedang belum terima dan keluarlah butiran-butiran ya seperti biji kurma dari keringat beliau. Slow seneng. Setelah selesai, barulah Nabi Shallallahu salam kembali kemudian dan mengatakan, "Berita gembira wahai Aisyah, karena Allah telah menurunkan pembebasanmu dari langit ketujuh."
Minum dari kisah ini teman-teman sekarang kita ambil banyak sekali pelajaran. Yang pertama, orang mukmin itu dicoba. Dan cobaan yang datang kepada orang beriman sebenarnya tanda sayangnya Allah pada kita. Saya sudah pernah jelaskan, kalau kita sedang dicoba sama Allah Subhana teman-teman sekalian, sudahlah jalan pintas dari Allah untuk memberhentikan antum dari kesalahan dan memaksa antum ya menuju kepada ketaatan. Mau nggak mau lagi sakit semisalnya lagi bangkrut usaha dengan lagi ada masalah-masalah berat. Saya yakin biar diajak mau ditraktir sama teman kemanapun kita malas pergi memikirkan jalan keluar. Maka itu jalan pintas kita jadi tidak berani lagi membuang-buang waktu dan akhirnya kita menghabiskan waktu kita dalam ketaatan kepada Allah SWT. Dan ini juga memangkas umur kita sehingga bisa terisi dengan ketaatan kepada Allah subhanahuwata'ala. Teman-teman sekalian, ini pelajaran pertama. Dengan dan Aisyah dicoba sama Allah tanpa ada program dari dia, tanpa disengaja. Jadi kalau ada cobaan datang sama antum tanpa sebab, tiba-tiba saja jantung dihina orang, tiba-tiba saja om difitnah, tiba-tiba memang itulah cobaan dan tidak ada sebabnya pun bisa terjadi.
Yang kedua, yang diambil pelajaran dari kisah ini adalah bagaimana kalau orang bersabar dan mengembalikan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan ada fainnama'al Usri Yusro. Di setiap kesulitan ada kemudahan, ada titik finishnya. Dengan nyalakan ada akhirnya. Ternyata dengan kesabaran dilakukan oleh air oleh Allah subhanahuwata'ala abadikan ayat dalam Alquran yang akan kita bacakan nanti penyelamatan diri dari tuduhan tersebut dan sampai sekarang termasuk dimensi ini sekarang yang antum dengarkan semua dan teman-teman di YouTube mungkin pemirsa mengikuti acara kita akhirnya jadi tahu dan kita membahas tentang pembebasan Aisyah radhiyallahu anha dari zina itu dari tuduhan itu dan ini mungkin akan berlaku sampai hari kiamat karena Alquran akan selalu kekal dengan sampai Allah Subhana Allah mengangkatnya nanti sebelum hari kiamat itu sendiri. Jadi gila sekali ya kalau orang diuji akan datang akhirnya dan Allah akan angkat derajatnya.
Kemudian juga pelajaran yang lain teman-teman sekalian, adanya orang munafik di tengah-tengah kaum muslimin dan harus hati-hati dengan mereka. Cirinya sederhana, namanya Islam, mengaku Islam, KTP-nya Islam tapi bencinya dengan Islam luar biasa. Selalu mengorek-ngorek kesalahan kaum muslimin seperti kasus tadi Abdullah bin Abi Sufyan. Jadi jangan heran dengan orang-orang senada dengan penyakit ayam. Keempat, akan ada hukum. Siapapun yang menuduh seorang mukminah berzina, dia dosa besar dan kalau tidak benar akan dicambuk 80 jera perorangnya. Maka semuanya akan dicambuk. Dan pada saat itu semuanya yang menuduh Aisyah dan terlibat dicambuk. Saya minta waktu sedikit, saya akan bacakan dalilnya dalam surah An-Nur ayat 23. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
[Musik]
"Audzubillahiminasyaitonirojim. Innalladziina yarmaunal muhshanaatil ghaafilaatil mu'minaati lul'inuu fiddunyaa wal aakhirati, wa lahum 'adzaabun 'adziim." Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman berbuat zina (maksudnya Aisyah radhiyallahu anha), mereka dilaknat didunia dan diakhirat. Diangkat berkah hidupnya dan bagi mereka azab yang besar. Mereka akan disiksa di akhirat nanti. Yang dimaksud lah Abdullah bin Abdul Lalu. Allah juga menurunkan surah An-Nur ayat 4 yang bunyinya:
"Audzubillahiminasyaitonirojim. Walladziina yarmaunal muhshanaati tsumma lam ya'tuu bi-arba'ati syuhadaa'a fadribuu hum tsamaaniina jaladatan walaa taqbaluu lahum syahaadatan abadan wa ulaa'ika humul faasiquun." Dan orang-orang menuduh wanita yang baik-baik berzina dan mereka tidak memiliki empat orang saksi. Abdullah bin Abi Sufyan tidak punya saksi. Pilihannya cuma lihat. Kemudian dia duduk pada tidak kelihatan. Maka cambuklah mereka karena tuduhan tersebut 80 dicambukkan. Jadi ini hukuman bagi orang-orang yang berbuat tadi.
Kemudian dikatakan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dalam hadits yang shohih: "Ijtaniibus sab'al mubiqoot." Jauhilah tujuh dosa yang membinasakan. Contoh karmina dan disebutkan diantaranya qathful muhshanat. Innova fil adil muhshanaat. Menuduh orang-orang ya mukminah yang sedang lalai berzina. Puncaknya adalah Aisyah. Jadi kalau sampai sekarang ada orang yang tetap menuduh seperti orang-orang Syiah kalau Aisyah dikatakan berzina, bahkan mereka membenarkan berita persidangan tersebut dengan yang terbantahkan jelas dalam dalil-dalil yang jelas dalam ayat Alquran ini dan semua disepakati oleh para sahabat sebab turunnya ayat tadi karena Aisyah radhiyallahu anha. Maka dia tetap memikul sama pemerintah Islam harus menangkap mereka dan mencambuk mereka 80 jeruk. Dan hukum ini berlaku juga bagi semua mukminah yang dituduh berzina. Semua mukminah yang dituduh berzina, siapapun mukminah yang sedang baik-baik lalu dituduh, maka hukumannya adalah yang mendukungnya akan dicambuk 80 jeruk.
Kemudian menutup teman-teman sekarang Imam madzab mengangkat tentang bahayanya menjaga atau menyalahgunakan lisan hingga akhirnya menuduh kaum muslimin. Di antaranya hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam diriwayatkan Imam Bukhari Muslim: "Al-muslimu man salimal muslimuuna min lisaanihi wa yadihi." Orang muslim yang sejati adalah orang muslim yang mana kaum mukminin atau kaum muslimin selamat dari gangguan lidahnya dan tangannya. Maksudnya memfitnahnya. Kemudian pernah Nabi Shallallahu salam di dalam hadits riwayat Tirmidzi menyebutkan kepada Muadz bin Jabal waktu Beliau mengatakan, "Banyak orang yang masuk dalam neraka karena lisan." Lalu katamu, "Ya Rasulullah, apakah ya kita dilemparkan ke dalam neraka karena lidah kita?" Kata Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, "Wali-aku bun nasa 'ala wajhihim fi jahannama illa hatazaa'a alsinatihim." Bukankah paling banyak orang masuk neraka pada hari kiamat justru karena lisel desain mereka?
Lalu kemudian sebagai penutup teman-teman sekalian, diambil ayat Alquran Surah Al-Ahzab ayat 58.
"Wa alladziina yu'dhuunal mu'miniina wal mu'minaati bighairi maa-ktasabuu faqad ihtamaloo buhtaanan wa itsman mubiinaa." Ayat ini juga menekankan tentang dosa-dosanya orang-orang ikut-ikutan menuduh Aisyah pada saat itu radhiyallahu anha. Dan orang-orang menyakiti orang-orang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata. Ayat ini dirincikan oleh sebagian ulama hadits dan mengatakan masuk di dalamnya sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, "Siapa yang menuduh hamba sahayanya berzina, maka hukuman had akan ditegakkan atasnya pada hari kiamat kecuali memang benar seperti apa yang dia tuduhkan."
Kesimpulan dari semuanya, kita tidak boleh menuduh sembarangan orang-orang yang berbuat dosa. Dan di sini disebutkan wanita mukminah baik-baik karena kalau wanita lebih mudah kelihatan tanda perzinahannya seperti kasus misalnya hamil. Kalau laki-laki tidak kelihatan, maka tuduhan itu berbeda keadaannya dengan kalau kaum wanita. Allahualam. Semoga bermanfaat.
Subhanakallahumma wabihamdika, asyhadualla ilahaillallah, astaghfiruka wa atubu ilaik. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.