📱

Get Our Mobile App

Take your business learning on the go!

Download on the App StoreGet it on Google Play

Melindungi Anak dari Bahaya 'Ain - Tanya Jawab Bersama Ust. Dr. Salahuddin Guntung, Lc., M.A.

Dewan Syariah Wahdah Islamiyah1:01:11

Transcription

Alhamdulillahi rabbil alamin, wa bihi nastainu ala umurid dunya waddin. Ashadu alla ilaha illallahu wahdahu la syarikalah, wa ashadu anna Muhammadan abduhu wa rasuluh. Shallallahu alaihi wa ala alihi wasahbih, wa ala nahjihim wa faum yaumiddin, wasallama tasliman. Amma ba'd.

Eee hadirin dan hadirat, ee kaum muslimin dan muslimat, ikhwan dan akhwat, para peserta yang bergabung dalam ee link Zoom untuk kegiatan konsultasi syariah pada malam hari ini.

Pertama-tama ee saya mengajak kita semua untuk kembali bersyukur dan memuji pada Allah yang ee memberikan kesempatan kepada kita untuk ee bermajelis secara online dalam kegiatan konsultasi syariah ini. Ini tentu salah satu di antara karunia dan nikmat Allah yang diberikan pada kita, memudahkan pada kita jalan-jalan menambah ee keilmuan, wawasan, dan juga ee mudah-mudahan ee keimanan ee kepada Allah subhanahu wa taala.

Ee seperti yang disampaikan tadi oleh Paus kita Ustaz Amirullah bahwa ee materi pengantar kita pada malam hari ini seputar [Musik] ee upaya membentengi diri dari ain ee terutama untuk anak-anak kita dan keturunan kita yang ee rawan terkena ain. Dan ee syariat kita begitu lengkap dan sempurna memberikan bimbingan dan ee arahan dalam ee menyikapi dan ee mengobati berbagai macam ee penyakit, termasuk di antaranya adalah penyakit yang diakibatkan oleh al-ain.

Ee di ee materi malam hari ini dari kitab yang dijadikan sebagai referensi dan rujukan dalam kajian pengantar yaitu Fiqhu Tarbiyattil Abna. Ee ada satu topik yang ee terkait dengan tema ini ee ditulis oleh penulisnya Syekh Al-Adawi bahwa al-ainu haqqun kama qalan Nabi sallallahu alaihi wa alihi wasallam, bahwa ee ain itu adalah suatu hal yang benar adanya, nyata, dan ee benar ee eksistensinya sebagaimana disabdakan oleh Nabi sallallahu alaihi wa alihi wasallam.

Ee saya membaca dulu apa yang ditulis oleh penulis, lalu kita coba ee membenahnya dan mentaklik ee takliq beberapa hal yang ee dipandang perlu ditaklik. E kata penulis bahwa boleh jadi seorang anak itu tertimpa penyakit ain dari salah seorang yang hasad. Hingga akhirnya ee Anda berkeliling ke sana kemari, berpindah dari satu dokter ke dokter yang lain. Tetapi kenyataannya obat yang diberikan dan ee diagnosa yang diberikan oleh dokter tidak berpengaruh sama sekali. Hua maridun bim minin aktajin ak wah rukyah, karena dia sakit dengan ee penyakit lain yang membutuhkan pengobatan juga pengobatan lain dari yang ee diberikan oleh dokter, yaitu pengobatan secara rukiah.

Waqadhaban Nabi shallallahu alaihi wasallama ila baiti ja'far faraa ajsama bani ja'far dhoriatan fasaalika ummahum faqalat tasrau ilaihimul ainu ya rasulullah qala fastarqi lahum wariqi lahum. Adalah Nabi sallallahu alaihi wasallam pernah berkunjung ke rumah Jafar ee sepupu Nabi sallallahu alaihi wasallam. Lalu beliau melihat dan menyaksikan ee fisik dari anak-anak beliau rata-rata kurus. Lalu Nabi sallallahu alaihi wasallam bertanya kepada ibu mereka, kepada ee ee Asma binti Umais tentang sebab mereka kurus seperti itu. Lalu dijawab oleh ibu mereka Asma binti Umais bahwa mereka sering sering terkena ain ya Rasulullah. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam memberikan arahan kepadanya kepada ee Asma binti Umais untuk meminta di rukiah.

Nabi sallallahu alaihi wasallam sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim. Akhraja Muslimun fi sahihi min hadisi Jabir ibni Abdillah. Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari hadis Jabir ibn Abdillah. Beliau ee menuturkan bahwa rakhasan Nabi sallallahu alaihi wasallam liali hijab eh li hazmin fi ruqyatil hayah. Waqala li asma ibnu bintu Umais. Lalu beliau mengatakan kepada Asma bintu Umais, "Mali ara ajama bani akhi doriatan tusibuhumul hajah." Mengapa? Aku melihat fisik dari keturunan saudaraku, sepupuk maksudnya, yaitu Jafar Ibnu Abi Thalib. Ee rata-rata kurus. Apakah mereka ini kekurangan gizi? Tusibuhumul hajah. Apakah mereka kekurangan nutrisi? Qat la Asma binti Umais menjawab bahwa tidak. Sesungguhnya bukan karena itu. Akan tetapi ain seringki menimpa mereka, cepat mereka tertimpa ain. Faqal yakni Nabi sallallahu alaihi wasallam berkata kepadanya, "Arqihim rukiah mereka." Qat fau alaihi. Lalu Asma eh meminta kepada Nabi untuk merukiahnya. Waqala arqihim a arqihim. Eh apa cari tukang rukiah untuk mereka.

Lalu penulis mengatakan fubhanallah wataban nahimi ajam. Subhanallah. Bagaimana ain itu bisa berpengaruh sangat ee kuat kepada anak-anak. Bagaimana ain ini bisa menjadikan anak itu menjadi kurus dan lemah fisiknya? Ini ee takliq dari penulis berkenaan dengan hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam tadi.

Wafiahi an Nabi sallallahu alaihi wasallam raa fi wajhi jartin liummi salam safatan faqarquaha fain bihar. Nabi sallallahu alaihi dalam hadis sahihaini sahih Bukhari dan sahih Muslim, Nabi sallallahu alaihi wasallam pernah melihat ee seorang ee pembantu atau budak dari Ummu Salamah. Di wajahnya ada ee warna yang lain dari warna ee dasar wajahnya. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam meminta kepada Ummu Salamah atau keluarga Ummu Salamah untuk meminta ee pembantu atau budaknya di rukiah. Kata Nabi, "Fainna biha anadrah." Karena ee jariah ini atau budak ini atau anak ini ada tertimpa annadrah, pandangan mata ain.

Ee syahidnya bahwa ee dari pembahasan ini hal yang ee terpenting bahwa yang namanya ain itu adalah sesuatu yang benar adanya, nyata dalam kehidupan. ee tentang adanya penyakit ain atau ee musibah ain. Lalu di dalam ee hadis-hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam yang dinukil oleh penulis buku ini diberikan solusinya berupa rukiah.

Ee hadirin dan hadirat sekalian ee ikhwan dan akhwat yang dimuliakan Allah subhanahu wa taala. Istilah ain ini walaupun mungkin sebagian kita sudah seringki mendengarkan apa yang disebut dengan ain. Tetapi tidak mengapa sebagai bahagian daripada ee melengkapi wawasan kita, ain ini ee sebetulnya diambil dari kata ee apa? Ain. Dan makna alain dalam bahasa Arab itu memiliki beberapa makna. ee bisa bermakna mata air, bisa bermakna ee mata-mata, yaitu ee apa? intelijen. Bisa juga bermakna mata yang dipakai untuk melihat. Dan ini makna dasarnya asalnya seperti itu. Kenapa disebut sebagai ain? Karena ee penyebaran penyakit ini ee umumnya adalah tersebar lewat pandangan mata dari seorang Ain atau hasid. Jadi disebut penyakit ain karena tersebar lewat pandangan mata dari seorang yang hasad atau seorang yang ain. Ain isim fa'il daripada ain artinya yang memiliki pandangan mata ee jahat dalam tanda petik. Jadi ini ee sebab penamaan ee musibah ee penyakit ini karena media utamanya adalah lewat pandangan mata.

Ee dan yang dimaksudkan secara urf dan istilah terutama dalam hal ini adalah di kalangan para ee aktivis ee rukyah dan praktisi rukyah adalah bahwa ain ini adalah pandangan mata seseorang yang memiliki potensi ee ain. di saat dia melihat dan memandang kepada sesuatu yang dia takjub padanya. Lalu disengaja atau tidak disengaja keluar dari pandangannya sesuatu yang merusak dengan izin Allah Subhanahu wa taala kepada objek yang dilihatnya.

Ee karena itu ee disebutkan oleh para ahli bahwa ee penyakit ain tersebar tanpa ada unsur kesengajaan dari orang yang memiliki potensi ain kepada objek yang terkena. Bahkan boleh jadi ain itu yang keluar dari dirinya bisa menimpa dirinya sendiri. Ee ini tentu saja adalah hal yang kadang-kadang sulit untuk dideteksi karena dia bersifat halus. Tetapi penjelasan para ulama kita disebutkan bahwa hakikatul ain hua eh nadarun bihsanin masyubin biasadin min khabit thi yahsul minhuab. Bahwa esensi daripada ain itu adalah pandangan seseorang yang memiliki potensi ain yang ketika melihat sesuatu dia merasa takjub. sehingga muncul dari dirinya perasaan takjub itu ee dibaringi dengan perasaan hasad yang keluar dari ee potensi buruk dalam diri seseorang yang berpengaruh kepada objek yang dilihatnya.

Ee ini penjelasannya. Jadi dia adalah pandangan seseorang yang memiliki potensi buruk dalam jiwanya. Baik yang keluar karena ee disadari atau tidak disadari. Walaupun umumnya adalah disadari, tetapi ada kasus-kasus yang disebutkan para ulama bahwa boleh jadi tidak disengaja. Bahkan yang lebih berbahaya adalah bilamana ee ain ini keluar dari diri seseorang dan menimpa dirinya sendiri. Iya.

Disebutkan ee antara lain oleh Al Imam Ibnul Qayyim bahwa ee dia ibaratnya seperti busur panah yang keluar dari ee jiwa seseorang yang hasad atau yang ain yang ee tertuju kepada objek yang dilihatnya. Terutama objek yang dilihat secara hasad dan secara dengki. Akhirnya kemudian ee penyakit ini menimpa objek tersebut. Ee tentu saja semua itu terjadi asas atas izin Allah Subhanahu wa taala.

Ee dan penjelasan tentang ain disebutkan oleh beberapa di antara kalangan ahli tafsir bahwa ee di dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an antara lain misalkan dalam kisah ee Nabiullah Yaakub alaihialatu wasalam ketika ee mewasiatkan kepada putra-putranya dalam kisah ee di saat mereka datang mengadu nasib ke ee Mesir, lalu kemudian mereka berbondong-bondong ke sana dan dinasihati untuk masuk menemui wazir dalam hal ini Yusuf alaihi salatu wasalam yang belakangan diketahui bahwa itu adalah Yusuf. Mereka diminta untuk masuk dalam ee apa? menjemu menjumpai wazir tersebut dari ee pintu-pintu yang berbeda. Ya bani tadkulu min babi wahidin wadkhulu min abwab mutafarqah. ee disebutkan oleh Ibnu Katsir dari beberapa salaf antara lain dari Ibnu Abbas dan ee yang lainnya seperti Mujahid, Addahq dan Qatada. bahwa Nabi Allah Yaakub alaihialatu wasalam mewasiatkan mereka untuk masuk dari pintu-pintu yang berbeda agar kiranya mereka tidak tertimpa ain. Sebab mereka ini adalah orang-orang yang ganteng. Anak-anak Yakub ini rata-rata ganteng. Dan dikhawatirkan jika mereka masuk secara bersamaan bersamaan orang-orang melihatnya merasa takjub dengan mereka lalu terkena ain dari orang yang memandang dan melihatnya sehingga diwasiatkan seperti itu.

Begitu juga dengan firman Allah dalam surah Al-Qalam ketika Allah menceritakan tentang sikap orang-orang kafir kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam di saat mereka di saat beliau berada di Makkah. Waakadina kafaruquim lamikr. Kata Ibnu Abbas dan Mujahid, makna la yuzlitunaka bi absorihim. Bahwa mereka seandainya mampu mereka bisa saja atau hampir saja mereka menggunakan ain untuk kemudian ee mereka timpakan kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam dengan hasad dan dengki mereka kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. mereka sekiranya ee mampu untuk melakukan itu, maka mereka lakukan kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam.

Ee ini dasar daripada ee adanya ain yang di ee bahas di pembahasan ini. Lalu Nabi sallallahu alaihi wasallam seperti juga dinukil oleh penulis bahwa alinu haq namanya ain itu adalah sesuatu yang nyata benar adanya bukan dongeng bukan ee sesuatu yang fiktif walaupun memang ee sebabnya kadang-kadang sulit untuk terdeteksi. karena dia adalah penyakit yang ee menimpa seseorang secara halus dan ee secara qada. Ee kadang-kadang sulit untuk dibuktikan. Namun semua itu bisa terjadi karena izin Allah Subhanahu wa taala.

Karena itu Nabi sallallahu alaihi wasallam sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa ain itu benar adanya dan seandainya ada sesuatu yang bisa mengubah takdir atau mendahului takdir seseorang, maka ee ain itu bisa mengubahnya. ini menunjukkan dan ee untuk memastikan bahwa penyakit ain itu benar adanya sampai Nabi menggambarkan sekiranya ada sesuatu yang bisa mengubah takdir dan mendahului takdir maka ain itu bisa mendahuluinya. Tetapi ini namanya pengandaian yang dimaksudkan sebagai mubalagah. Karena itu Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan wunq bahwa ain itu benar dan seandainya ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, mengubah takdir, niscaya ain itu bisa mendahuluinya.

Lalu kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, wailtumilu. Jika kamu diminta untuk mandi, maka mandilah. Maksudnya bahwa jika seseorang yang dipandang atau dituduh sebagai sumber daripada ain diminta untuk mandi agar air mandinya itu bisa disiramkan kepada objek yang terkena ain sebagai ee upaya penyembuhan dan pengobatannya, maka hendaklah ee kalian mandi. ini ee penjelasan tentang hakikat ain dan dalil akan ee eksistensi dan adanya yang disebut dengan ain ee tersebut.

Ee kemudian selanjutnya ee sedikit nukilan penjelasan dari sebagian ulama antara lain oleh Al Imam Ibnu Hajar ee rahimahullahu taala berkenaan dengan bagaimana ain itu bisa berpengaruh kepada objek yang terkena. Padahal ini hanya pandangan mata semata. Kata beliau bahwa hendaknya ee dipahami bahwa tabiat manusia itu berbeda-beda ya. Jiwa manusia juga beragam. Ada orang yang jiwanya memang baik, ada jiwanya dipengaruhi oleh ee faktor-faktor kejahatan. tabiatnya adalah tabiat yang ee jahat sehingga ee pada jiwanya bisa terjadi bisa saja ada racun, ada sum yang ada di dalam jiwanya yang bisa keluar lewat mata lalu kemudian menimpa orang yang tertuju pandangannya.

Al Imam Ibnu Hajar mengatakan inil kata beliau bahwa boleh jadi itu adalah racun yang keluar dari mata seorang Ain, seorang orang hasid yang ee keluar dari matanya kemudian ee sampai kepada objek yang terkena atau kepada tubuh orang yang terkena ain. Orang yang terkena ain ee lewat media ee angin atau hawa ya. Kata beliau, "Faqad yakunuika min summin yasil min ainil hawa badanil maut." Lalu beliau mengatakan bahwa sebagian di antara orang-orang yang ee sadar bahwa dirinya ada potensi ain itu menceritakan pengalamannya bahwa jika saya melihat sesuatu yang menakjubkan, menakjubkan saya kata al Imam Ibnu Rajab, Ibnu ee Hajar menukil dari seseorang yang punya potensi aibuj. Jika saya menyaksikan sesuatu yang menajubkan saya, maka tiba-tiba terasa ada panas yang keluar dari mata saya. Nah, ini menjadi ee bukti yang disebutkan oleh Al Imam Ibnu Hajar tadi bahwa itu pengaruh ee dari jiwa yang ee buruk keluar dari mata sampai terasa bagi orang Ain itu ee apa namanya? Panasnya.

Lalu kata beliau sebagai taklik beliau atas apa yang beliau nukilahmunwun kata beliau, jadi yang keluar dari mata seorang ain itu ibaratnya seperti busur pan secara maknawi tentu saja bukan hisi yang keluar dari mata seseorang Ain. Ibaratnya seperti busur panah yang jika menimpa badan yang tidak memiliki perisai dan benteng, maka itu sangat berpengaruh, sangat berpotensi untuk menimpa objek yang terkena ain tadi. Karena ibaratnya busur panah keluar dari mata di saat pandangannya tertuju kepada objeknya. Ya, katakanlah anak-anak ya, bahkan jadi manusia bisa terkena bahkan kenderaan dan hewan pun bisa terkena ain seperti ini atau harta benda. Maka kata beliau ini seperti ee saham atau seperti busur panah yang ee keluar dari mata seorang Ain jika tertuju kepada objeknya. Lalu objeknya ini tidak berada dalam kondisi ee terlindungi dan ee apa memiliki perisai maka itu bisa terkena.

Wailla lam yamfad asahmu bal rubama alhibihi hisiwa. Kata beliau, ee kecuali bila objek ini, objek yang terlihat oleh mata Ain tadi itu adalah objek yang memiliki perisai dan pelindung. Kalau objek yang dilihat oleh mata Ain ini adalah objek yang terlindungi, maka ee ainnya itu tidak bisa menembus. Bahkan bisa jadi ainnya ini, penyakit ainnya itu bisa terpental kembali kepada dirinya sehingga dirinya yang terkena seperti ibaratnya busur panah yang di apa namanya? Yang dipanahkan, yang dilemparkan oleh seorang pemanah. Lalu kemudian objeknya sangat ee kuat sehingga panahnya bisa terpental kembali. Dan ketika terpental bisa kembali kepada tukang panahnya. Seperti itu gambaran al Imam Ibnu Hajar tentang esensi ain.

Jadi, esensi ain adalah ee penyakit yang ada dalam jiwa seorang Ain yang keluar dari matanya kepada objek yang dilihat ee bilamana objek yang dilihatnya itu tidak memiliki perisai dan pelindung. Ee jika objek yang dilihat itu memiliki perisai dan pelindung, maka ee tidak terkena dengan izin Allah. Bahkan boleh jadi ainnya itu terpental dan kembali kepada ain atau hasibnya itu sendiri. Nah, ini esensinya.

Ee hadirin dan hadirat sekalian ee ikhwan dan akhwat yang dimuliakan Allah Subhanahu wa taala tentang ee al-aid. Jadi dia adalah dari ee penyakit jiwa atau apa ee kondisi jiwa yang ee khabit yang keluar lewat mata seorang hasid untuk ee menimpa objek yang di ee hasad.

Lalu ee di sini disebutkan oleh penulis bahwa cara untuk ee mengobati ain ini ada adalah dengan merukiah. Ini salah satu di antara dua cara utama yang digunakan untuk orang yang sudah tertimpa ain. Jadi terkena penyakit ain. Ee maka salah satunya adalah dengan merukiah. Sebagaimana tuntunan Nabi sallallahu alaihi wasallam kepada Asma binti Umais untuk kemudian mencarikan tukang rukiah agar dia dirukiah. Ini cara yang ee disebutkan di dalam ee buku ini.

Kemudian cara yang kedua dan bila ini bisa dilakukan maka ini yang lebih efektif atau biasanya lebih manjur ketimbang ee yang pertama. Walaupun yang pertama mancur, tetapi biasanya butuh proses yang lebih lama dibandingkan dengan ee cara yang kedua. Cara yang kedua juga disyaratkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam di dalam hadis yang tadi dibacakan ketika beliau mengatakan alinu haqun wai waiun. Kata beliau, "Jika Anda diminta untuk mandi, maka mandilah." maksudnya bila seseorang jadi ee cara yang kedua, kalau cara yang pertama saya kira umum kita sudah paham dan mengerti tentang pengobatan kain lewat rukiah. Cara yang kedua adalah bila ee diketahui sumber dari ain ini orangnya di ee ketahui secara pasti atau kalau seandainya sulit untuk dipastikan paling tidak adalah galabatudan. diasumsikan atau dituduh, ada orang tertuduh bahwa dialah sebabnya terkena ain ee dialah sumber ain. Maka diminta kepadanya untuk mandi. Mandi. Lalu dari hasil mandinya, air mandinya itu ditadah lalu kemudian disiramkan kepada orang yang terkena ain dengan izin Allah Subhanahu wa taala. maka dia akan sembuh seketika. Ini ee cara yang lebih manjur atau ee sangat manjur bila ee apa subjeknya ketahuan. Namun ini tentu perlu juga ee ekstra hati-hati karena ini berkenaan dengan ee masalah ee privasi karena tidak mudah orang ee menerima apa yang dituduhkan oleh orang kepada orang tersebut. orang menganggapnya dia adalah sunin sementara dia sendiri mungkin tidak merasa atau bahkan mungkin dia merasa tetapi dia tidak mau dipermalukan sehingga tidak mudah untuk kemudian ee diminta untuk mandi apalagi kalau diminta secara ee atau didesak sehingga dia bisa menimbulkan hubungan yang tidak enak antara para ee objek yang terkena ain atau keluarganya dengan dia diri dirinya sendiri. Karena itu perlu perlu melakukan ee apa namanya pendekatan persuasif untuk hal tersebut. Tetapi poinnya di sini bahwa cara yang paling manjur untuk penyakit ain lewat cara tadi. Kalau ketahuan sumber ainnya, maka dimohon diminta untuk mandi. Lalu air mandinya ditadah untuk diseramkan atau dimandikan kepada objek yang terkena ain. Dengan itu insyaallah taala akan ee sembuh akan sembuh. Ini ee cara yang kedua yang ee berkenaan dengan aib. Cara yang pertama tadi adalah rukiah. Sebagaimana dianjurkan atau di ee nasihatkan oleh Nabi kepada Ummu Sulaim ee afan ee Asma binti Umais untuk kemudian dicarikan tukang rukiah untuk anak-anaknya. Dan yang kedua tadi adalah ee dengan cara ee meminta kepada orang yang diprediksi atau diasumsikan ee sumber ain untuk mandi. Lalu ar mandinya ditada dan dimandikan kepada orang yang terkena ain. Ini bila ee seseorang sudah terkena sebagai upaya pengobatan.

Ee adapun cara yang lainnya adalah cara preventif yaitu upaya membentengi diri dari penyakit ain yang bisa menimpa ee diri kita dan anak-anak kita, bahkan ee harta benda kita, kendaraan kita, dan barang-barang yang kita miliki itu bisa terkena dengan izin Allah Subhanahu wa taala. sehingga ee syariat kita memberikan ee tuntunan untuk ee membentengi diri sebelum terjadinya.

Ee di sini antara lain dari saya mengutip dari ee salah satu kitab eh kitab Fathul Haqil Mubin fi Ilaj Wihri wal ain karya Ad atau Al Ustaz Dr. Abdullah bin Muhammad bin Ahmad At Thayyar. Beliau ee menyebutkan beberapa upaya preventif untuk menghindari diri dan ee keluarga termasuk anak-anak dari Ain.

Ini yang pertama adalah ee beristiadah kepada Allah subhanahu wa taala. Jadi menjaga zikir ee rutinnya, zikir pagi, zikir petang, zikir sesudah salat lima waktu, zikir sebelum tidur dan ee zikir-zikir lainnya. terutama ee zikir atau wirid yang di dalamnya ada bacaan aluawwidat qul huallahu ahad, qul azubirabbil falaq dan qul azubirabbinas atau almuawwidatain qul azubirabbil falaq sampai akhir. Qul azubirabbinas juga sampai akhir.

Yang kedua adalah ee dianjurkan kepada ee diri kita dan ee orang lain untuk selalu ee memuji pada Allah subhanahu wa taala di saat kita menyaksikan sesuatu yang sangat ee menakjubkan diri kita atau kepada seseorang yang di saat dilihat oleh orang lain, orang lain ee menjadi takjub dengan orang tersebut untuk memuji pada Allah subhanahu wa taala dan mengatakan antara lain masyaallahu la quwwata illa billah. Jadi ini ee setiap kali kita melihat sesuatu yang ee sangat bagus dan menakjubkan kita, maka dianjurkan untuk ee membaca masyaallahu la quwwata illa billah atau berdoa ee keberkahan kepadanya. Allahumma barik fihi wala tadurruhu. Allahumma barik fihi wala tadurruhu. Ini juga yang di ee sarankan atau yang diisyaratkan oleh Allah subhanahu wa taala dalam kisah ashabul jannatain dalam surah Alkahfi di mana Allah subhanahu wa taala mengatakanyaallahu quata illa billah. Jadi ee ini pentingnya kita menjaga zikir termasuk di antaranya zikir ee la haula wala quwwata illa billah atau masyaallahu la haula wala quwwata illa billah allahumma barik ee fihi.

Ee ini yang kedua. Dan yang ketiga adalah berusaha untuk menghindar dari orang yang sudah ee dikenal sebagai ee sumber ain, menghindar dan tidak banyak berinteraksi. Karena penyakit ain keluar dari seorang yang berpotensi ain secara disengaja atau tidak disengaja. Ibaratnya seperti saham yang lepas atau busur panah yang lepas dari apa istilahnya ee dari tempatnya. Lalu bisa menimpa seseorang yang berada di sekelilingnya. terutama jika yang ada di sekeliling ini tidak terbentengi dengan atau tidak memiliki perisai yang melindunginya. sehingga ee ini upaya preventif yang bisa dilakukan untuk menghindar tidak berinteraksi banyak dengan orang yang diprediksi atau yang dianggap sebagai sumber ain.

Lalu yang lain ee juga disarankan kalau terpaksa harus berinteraksi maka ee berusaha untuk ber ee perilaku baik kepada orang yang menjadi sumber ain ini ee berbuat ihsan ee kepadanya. seperti ee misalnya seseorang yang punya harta yang banyak, lalu ada orang yang di sekelinnya mungkin orang yang ee miskin yang ee bisa terpancing ee hasad kepadanya dan kepada harta bendanya untuk ee kemudian ber ee buat ihsan kepada orang miskin yang bisa karena hasadnya muncul ee jiwa buruknya atau muncul ee apa potensi keburukan dalam dirinya sehingga kemudian menyebabkan tertimpanya ain.

Ee kemudian yang lain yang ke yang kelima adalah berusaha untuk menutupi objek yang dikhawatirkan bisa terkena aid. Misalkan anak-anak kita yang ee mungkin kelihatan cantik. atau ee anak-anak kita kelihatan ganteng dan lucu-lucu ya. Sehingga orang yang melihatnya bisa menjadi hasad dan dengki lalu kemudian ee secara sengaja atau tidak sengaja keluar dari dirinya ain tersebut akhirnya menimpa anak-anak kita.

Ee dan yang berikutnya adalah orang tua berusaha untuk selalu ee membentengi anak-anak itu dari ee penyakit ee ain tersebut dengan selalu berdoa kepada Allah Subhanahu wa taala dari apa yang ee bisa menimpa berupa penyakit ain. Sebagaimana dahulu Nabi sallallahu alaihi wasallam beristiadah kepada Allah untuk kedua cucunya agar kemudian terbentengi dari ee ain. ee ini yang ke ee enam ya, berusaha untuk ee bisa melindungi dan mendoakan anak-anak tersebut dari ee kemungkinan tertimpa ain.

Lalu kemudian yang berikutnya adalah beristianah kepada Allah subhanahu wa taala, bertawakal kepadanya dalam segala keadaan dan kondisi. Karena orang yang senantiasa bertawakal kepadanya, niscaya Allah akan melindungi dan mencukupinya.

Ee saya kira ini beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai upaya preventif dalam ee menghindari diri kita dan anak-anak kita beserta harta-harta yang kita miliki ee termasuk kendaraan-kendaraan yang kita punyai untuk terhindar dari ee alain. Semoga Allah Subhanahu wa taala menjaga ee diri-diri kita dan ee orang yang kita cintai baik anak-anak kita, orang tua kita, dan kerabat kita, ikhwah dan ee akhwat dahat kita dari ee Alain ini. Saya kira demikian, Ustaz ee Amrullah. Ini ternyata sudah ee kelewatan waktu ya dari waktu yang tersedut. Ee semoga bermanfaat. Wasallallahu ala nabina Muhammad wa ala alihi wasbihi wasallam. akir dakwanahamdulillahiabbil alaminad ustaz likeat kepada ustaz kita kami ucapkan atas materi pengantar yang masyaallah ee sangat sangat lengkap sebagai panduan juga untuk para orang tua untuk membentengi ee keluarga khususnya anaknya ee dari bahaya penyakit air. kita ucapkan jazakumullah khairan kepada ustaz kita atas materinya dan ee masyaallah ya mungkin ee ee kita masuk di sesi tanya jawab ee ada sedikit waktu yang tersisa insyaallah di malam hari ini untuk kita ee membacakan beberapa pertanyaan yang sudah masuk di malam hari ini, Ustaz.

Iya. ee pertanyaan TB, Ustaz. Pertanyaan yang pertama, Ustaz dari eh Muhammad Hadi Ningrat. Bismillah Afan, Ustaz, apakah penyakit ain itu bisa terjadi dari dampak iri hati saudara kandung kita sendiri atau hasadnya ee orang lain kepada kita? akibat saudara kita sendiri, Ustaz. Apakah ain itu bisa datang dari saudara sendiri, Ustaz?

Ee iya secara umum ee bisa saja terjadi dari saudara kandung kita atau ee saudara jauh, saudara yang tidak punya dalam tanda petik ya orang lain yang memiliki rasa hasad. Jadi karena ee ain ini adalah lahir dari keluar dari seorang ain atau hasid, kadang-kadang juga disebut hasid sehingga tidak membatasi tidak membatasi ee subjeknya pada orang yang tidak punya kekerabatan dengan kita. Bahkan ee boleh jadi orang terhat dari kita. Bahkan bisa jadi seperti disebutkan oleh Ibnu Qayyim dan ee Ibnu Hajar bahwa boleh jadi orang yang terkena ain itu juga sumbernya dari dirinya sendiri. Dari dirinya sendiri. Jadi potensinya bisa terjadi dari orang yang dekat dengan kita dari segi nasab berupa saudara kandung atau saudara sebapak atau seibu ataupun kerabat-kerabat yang lainnya. Ee iya saya kira itu kalau pertanyaannya adalah apa memungkinkan atau potensinya ada? Ya betul betul ada potensi yang terjadi seperti itu.

Nah, Ustaz, barakallah fikum, Ustaz, atas jawabannya. Selanjutnya pertanyaan masih terkait dengan Ain ini, Ustaz. Ee pertanyaannya ee apakah ee ain ini, Ustaz, hanya berlaku, ya? bagi mata yang dalam hal ini melihat secara langsung ataukah dia juga berpotensi terkena ain saat ee ee seperti melihat melalui media ya foto dan lain sebagainya secara online ya dalam hal ini

Iya betulnya pertanyaan yang warid dalam berkenaan dengan ini ee tadi tidak tersinggung tidak disinggung itu bahwa ee umumnya memang ee bisa tersebar penyakit ini dari penglihatan ee langsung dari ee subjeknya. Tetapi ulama kita juga menyebutkan bahwa boleh jadi itu bisa terjadi tanpa ee dilihat langsung oleh sumber ain itu. Baik karena yang punya potensi itu secara ee fisik cacat matanya, tetapi potensinya ada sehingga bisa menyebabkan objek itu terkena dari jiwanya, dari ee yang keluar ee dari dirinya walaupun tidak melalui ee penglihatannya. secara langsung ee bahkan disebutkan bahwa ee terkadang ain ini bisa menimpa objek yang hanya diampaikan kepadanya tentang data-data objek yang di ee apa namanya yang ee terkena. Jadi karena dalam jiwanya memang terdapat potensi buruk sehingga ee dari jauh pun itu bisa berpengaruh. gambaran yang disebutkan oleh al Imam Ibnu Hajar tadi bahwa dia adalah saham maknawi ya ee atau dalam ungkapan lainnya adalah seperti ee apa ee seperti racun maknawi yang keluar dari subjeknya yang dibawa oleh media angin kepada objeknya. Ini tentu ee apa namanya? ee relatif ya, bisa jadi lewat angin atau lewat media lainnya atau roh-roh jahat yang bisa sampai kepadanya. Ee jadi ee banyak faktor yang ee bisa mengantarkan. Tetapi kalau pertanyaan tadi apakah bisa keluar ain itu tanpa penglihatan langsung? Jawabannya iya. Menurut penjelasan sebagian ee ahli, saya pribadi bukan praktis, tapi dari hasil bacaan ee jelas dikemukakan bahwa ain ini bisa juga keluar dari seseorang yang tidak melihat secara langsung, baik karena adanya faktor ee apa cacat ee fisik dari sumbernya atau ee karena faktor jarak yang jauh. Nah, sekarang kalau pertanyaan tadi apakah bisa lewat media? Kalau saja tadi medianya ee secara halus hanya angin saja, maka media yang saat ini utamanya media ee apa namanya foto dan ee lain-lain video itu sangat memungkinkan sangat memungkinkan untuk ditunggangi dalam ee hal ini. Wallahuam.

Baik, Ustaz. Barakallahu fikum atas jawabannya. kita lanjutkan ee dari ee hamba Allah. Pertanyaannya, Ustaz ee misalnya ya seseorang yang mungkin ee apa ya istilahnya dia ada usaha Ustaz jualan dan sebagainya ya. Apakah mungkin terkena ain Ustaz? ee misalnya kita sering memposting ya walaupun bukan ee tidak menampakkan e wajah ya kadang dikasih stiker dan lain sebagainya Ustaz seperti makanan-makanan yang diposting untuk jualan misalnya Ustaz dan sebagainya. Apakah hal-hal seperti ini juga berpotensi terkena ain?

Ee semuanya berpotensi. Karena itu ee berpotensinya dari dua arah. Itu bisa memancing orang yang hasad. ee memancing dari orang yang hasad sehingga orang yang hasad ee bisa keluar dari jiwanya baik disengaja dan umumnya seperti itu ataupun disengaja. Lalu kemudian tertuju kepada objek yang di ee menjadi sebab dia hasad. Itu yang pertama. Yang kedua ee utamanya bila kemudian objek ini tidak terlindungi dengan zikir-zikir yang masyur. Oleh karena itu, kita dalam segala keadaan dan dalam segala kondisi kita perlu untuk kemudian membentengi diri kita. Tidak sebab penyakit-penyakit itu bisa ee tidak keluar dan tertimpa objek yang ee ada di sekeliling kita. baik diri kita, keluarga kita, anak-anak kita, termasuk harta milik kita itu bisa terkena. Jadi ee harus kemudian ee bila kita memang ingin memposting maka ee hindari hal-hal yang bisa memancing orang untuk ee menjadi hasad dan senantiasa bertawud kepada Allah Subhanahu wa taala untuk diri kita dan objek yang kita posting ee tadi. Wallahuam. ee kita mungkin bisa ber ee istinas dengan istiadah Nabi sallallahu alaihi wasallam untuk ee anak-anak yang ee di ee ter apa yang ingin dibentengi dari penyakit lain. Seperti dalam doa Nabi sallallahu alaihi wasallam, minulli waham winin lamah. Jadi ada dua ee apa namanya? Subjek yang kita beristiadah daripadanya yaitu minulli minulliin wahamma wamin kulli ainin lamah. Ya, termasuk dalam hal ini ee postingan-postingan kita. Wallahuam.

Tib ustaz. Barakallahu fikum ustaz atas jawabannya. Ya, mungkin yang ee ya mungkin yang terakhir, Ustaz. karena keterbatasan waktu kita. Ee ini penting juga pertanyaannya, Ustaz ee dari Saudari Emawati dan ee Saudara Adih. Ya, ini mirip pertanyaannya, Ustaz. Ee Afan, bagaimana cara kita mengetahui kalau seseorang itu berpotensi bisa menyebabkan ain? Ya, dan juga senada ustaz pertanyaannya bagaimana kita bisa mendeteksi bahwa fulanlah yang ee penyebab penyakit ain bagi anak kita, Ustaz. misalnya kita yang mencari, berupaya mencari orang yang ee bisa ee berpotensi itu dan mungkin itu wasilah untuk kesembuhan anak kita. Bagaimana kita mendeteksinya bahwa orang inilah yang menyebabkan penyakit ain itu Ustaz agar kita tidak sembarang menuduh ya siapapun itu ya karena terkait dengan mandi dan lain sebagainya Ustaz untuk pengobatannya.

Baik. Ee yang pertama kalau ee ada orang yang sudah terdeteksi sebelumnya atau ada pengalaman yang serupa dan ketahuan, maka itu jelas. Jadi lebih kepada pengalaman ee real di lapangan. Interaksi yang ee dari padanya diketahui bahwa pulan punya potensi. Kalau mungkin kita di Sulawesi Selatan ibaratnya seperti orang yang ee apa namanya? Tahu bahwa si fulan itu ada ada ya orang bilang sebagai parakam misalkan dikenal sebagai ee punya potensi sebagai parakam. Peru seperti itu. Jadi ee kalau sudah ketahuan seperti itu jelas. Yang kedua dari pengalaman misalkan ee dari interaksi yang ada. Tidak ada orang yang berinteraksi dengan ee kita atau dengan anak-anak kita yang terkenain kecuali orang tertentu. Sehingga dari situ bisa menjadi ee apa namanya? Iya. Menjadi ee cara awal untuk mendeteksi lebih jauh. Dan ini disebutkan juga ee di dalam buku ini bahwa boleh jadi ee dari hasil ee investigasi melalui pengalaman dan ee interaksi yang ee terakhir kepadanya. Dan ini di terjadi di zaman Nabi sallallahu alaihi wasallam. di ceritakan ee bahwa ee ada seorang sahabat yang terkena ain. Lalu kemudian ditanya ee apakah ada orang yang kamu tuduh atau kamu [Musik] ee persepsikan sebagai sumber daripada ain? Lalu kemudian dia menyebut nama seseorang. Ini kisahnya disebutkan antara ee siapa antara ee Rabiah Amir Ibnu Rabiah dengan Sahal Ibnu ee Hanif. Lalu kemudian Sahl Ibnu Hanif ini terkena ain dari Amir Ibnu Rabiah. Na Nabi sallallahu alaihi wasallam ee bertanya kepada Sahal, "Apakah ada seseorang yang kamu tuduh menjadi sumber daripada Ain?" Lalu ee keluarga daripada Sahl ini mengatakan Amir Ibnu Rabiah. Lalu Nabi sallallahu alaihi wasallam sampai ee marah dan nampak dari wajahnya ee kemarahannya. Lalu beliau mengatakan, "Al yaqtulu ahadukum akahu atas dasar apa salah seorang di antara kamu membunuh saudaranya?" Ee lalu kemudian dia ee Nabi sallallahu alaihi wasallam memerintahkan kepada Amir Ibnu Rabiah untuk mandi, mencuci ee wajahnya, mencuci tangannya sampai sikut, lalu kemudian kakinya sampai ee apa lututnya, lalu kemudian badannya dan dari hasil ee mandi tersebut atau cucian tersebut kemudian ia meminta untuk kemudian di ee siramkan atau dimandikan kepada ee Sahal Ibnu ee Hanif. Lalu kemudian dia menjadi sembuh dengan ee iznin Allah Subhanahu wa taala. Syahidnya di sini adalah berangkat dari orang yang berinteraksi dengan Sahal Ibnu Hanif, yaitu Amir Ibnu Rabiah yang ee menjadi ee orang yang tertuduh lalu kemudian Nabi memintanya untuk mandi dan dari hasil mandi itu kemudian diseramkan kepada Sahal ibn Hanif. Jadi ee berangkat dari interaksi mendeteksinya dari situ kalau memang belum diketahuan ee orang yang ee punya potensi besar ee mengeluarkan ain dari dirinya. Kalau ketahuan apalagi pernah berinteraksi dengannya maka akan lebih mudah. Namun seandainya tidak, maka cara tadi berusaha untuk mereview kira-kira terakhir berinteraksi dengan siapa dan ee tentu juga ee dengan indikasi-indikasi tertentu. Tidak semua juga orang yang berindikasi seperti itu. Namun itu tadi tetap ekstrak hati-hati kan sebab ini bisa menimbulkan ee hubungan yang tidak baik antara ee keluarga yang terkena ain dengan orang yang tertudu sebagai sumber ain. Karena tentu semua orang ee menganggap ini adalah persoalan ee privasi dan tuduhan tanpa bukti itu sesuatu yang berat untuk kemudian di ee apa namanya? dibuktikan atau di di ee apa namanya? menghindari hal-hal yang ee negatif tadi. Wallahualam. Saya kira demikian, Ustaz.

Baik, Ustaz. Masyaallah. Ee syukran wajakumullah khairan, Ustaz. Ee sudah lewat 10 menit ya ee perjumpaan kita di malam hari ini. Kami mohon maaf sekali kepada para pemirsa, masih banyak pertanyaan yang masuk namun qadarullah karena keterbatasan waktu kita tidak bisa membacakan semua pertanyaan yang masuk. Kami ucapkan terima kasih atas ee semua pertanyaan-pertanyaannya. Semoga bisa dijawab. Kami ucapkan jazakumullah khairan ustaz atas malam hari ini kebersamaannya. Ya, Ustaz, kita sedang menemani kita di malam hari ini memberikan materi yang ee lengkap tadi terkait dengan ain. Semoga kita sebagai para orang tua atau calon para orang tua bisa ee mengambil ilmu yang bermanfaat dan kita bisa amalkan apa yang telah kita dengarkan dari ustaz kita. Sekali lagi kami ucapkan jazakumullah khairan kepada ustaz kita. Semoga menjadi pemberat timbangan amal kebaikan beliau di akhirat kelak apa yang telah beliau sampaikan. Dan ee mari kita tutup e eh ee perjumpaan kita di malam hari ini pada program konsultasi syariah. Kita ee tutup dengan membaca doa kafaratul majelis. Subhanakallah wabihamdik ashadu alla ilahailla anta astagfiruka ilaik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Syukran warahmatullahi wabarakatuh. lakum jami live ya