Transcription
Pria itu menangkap seekor kodok beracun, lalu mencabut duri-duri tajam dan menempelkan ujungnya ke punggung kodok tersebut. Ia memanfaatkan racun itu sebagai senjata untuk menyingkirkan para pemburu yang mengejarnya.
Dengan kecerdikannya, ia juga membuat jejak palsu untuk mengecoh mereka. Benar saja, ketika para pemburu mengikuti sejejak itu, seekor ular berbisa tiba-tiba menyerang dan menggigit leher salah satu dari mereka hingga hampir meregang nyawa.
Belum juga mereka sempat bereaksi. Pria itu muncul sambil membawa sarang tawon raksasa. Tanpa peringatan, ia langsung melemparnya ke arah mereka. Situasi pun langsung berubah kacau. Para pemburu lari pontang-panting karena tak sanggup menahan sengatan ribuan tawon yang mematikan.
Karena panik, mereka kehilangan fokus dan tak menyadari bahwa target mereka sedang mengamati dari balik semak-semak. Dengan menggunakan duri beracun tadi, pria itu membuat sebuah sumpit lalu mengincar pemburu yang berada paling belakang hingga tumbang tak berdaya.
Namun saat ia hendak bergerak lagi, salah satu pemburu muncul dan menyerangnya secara tiba-tiba. Tak ingin mati sia-sia. Pria itu sigap menghindar dan mengambil senjata terdekat kemudian menghantam lawannya sampai tersungkur.
Melihat anak buahnya satu persatu tewas, sang ketua pemburu langsung marah besar dan mengejar pria itu tanpa henti. Pada akhirnya, pria tersebut mulai kehabisan tenaga dan terdesak. Kesempatan itu dimanfaatkan sang ketua untuk menembakkan panah yang tepat menancap di tubuhnya.
Namun meski terluka, pria itu kembali berdiri dan menantangnya secara langsung. Dengan pisau terhunus, ia berlari mendekat. Tetapi tanpa sengaja ia mengenai sebuah tali pemicu jebakan babi hutan. Seketika jebakan itu terlepas dan menghantam tubuh sang ketua dengan sangat brutal. Menembus dirinya hingga tewas dengan cara yang mengenaskan.
Yeah.