Transcription
Taala. Atas karunianya kepada kita semua. Di kesempatan siang hari ini, Allah memberikan kemudahan kepada kita dengan tujuan menjadi hamba-hamb-Nya yang melakukan amal saleh dengan mempelajari daripada ilmu Al-Qur'an. Terkhusus di sini di pertemuan perdana kita mempelajari daripada matan jazariyahumatu eh almqadimama atau yang kita singkat dengan matan jazari insyaallahu taala ada di Allah. Mari kita niatkan sebelum daripada pembelajaran kita. Kemudian di pertemuan-temuan selanjutnya sampai nanti diit akhir juga pengukuhan dengan Ustaz Rnawan hafidahullahu taala. Kita niatkan pembelajaran ini adalah karena bentuk ketaatan kita kepada Allah yaitu mematuhi atas perintah Allah dan juga Rasul-Nya. Ya, karena Allah Subhanahu wa taala dan Rasulullah atau Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam memerintahkan setiap daripada orang muslim atau kepada kita semua yang hadir khususnya di kegiatan sertifikasi angkatan yang ke-12 ini wajib hukumnya untuk mempelajari ilmu syari terkhusus di sini adalah ilmu Al-Qur'an dan kita berharap kepada Allah Subhanahu wa taala agar kita senantiasa jadikan hamba-hambnya Ya, yang selalu bersyukur dalam salah satu bentuk syukurnya adalah mempelajari kitab ini insyaallahu taala.
Kitab ini adalah salah satu kitab yang begitu masyhur ya di kalangan para penuntut ilmu Al-Qur'an khususnya ya yang kita kenal dengan matan jazariyah atau mukadimah Jazariyah yang di mana karangan ini adalah atau kitab ini adalah karangan daripada Al Imam Ibnu Jazari rahimahullahu taala. ini adalah salah satu daripada kitab-kitabnya dari sekian daripada kitab-kitab yang beliau karang ya. Semoga Allah Subhanahu wa taala memberikan kemudahan kepada kita semua ya. Menata daripada niat kita kemudahan dalam belajar kita agar kita diberikan kemampuan untuk mengikutinya ya dari setiap ee pertemuan-pertemuan. Dan tentunya kita berharap tidak hanya belajar saja atau tidak hanya menyimak saja, tapi kita berharap kepada Allah agar kita diberikan pemahaman dari materi atau pembelajaran yang kita lakukan setiap hari Ahad siang insyaallah taala waktu angkatan yang ke-12. Dan tentunya setelah kita memahami, kita juga berusaha, kita berharap kepada Allah dan juga berikhtiar dari diri kita agar kita dapat menghafal daripada matan ini. Matan ini berjumlah 107 bait ya. 107 bait. Kemudian ada dua tambahan bait matan hingga ada 109 bait ya yang akan kita hafal insyaallahu taala.
Nah, menghafal di sini tidak diwajibkan ya, artinya tidak wajib bagi kita untuk menghafal keseluruhan ya. Namun bagi kita yang ada keinginan misal untuk ee menyetorkan sekali duduk dengan Allahu Taala nanti maka wajib hukumnya menghafal. Menghafalnya di sini kita tidak menentukan berapapun yang mau dihafal boleh. Mau satu bait, dua bait, atau bahkan sekali setoran e melalui voice note kepada anak pribadi insyaallahu taala ya boleh 10 ya jelaskan tergantung kemampuan daripada setiap peserta. kami tidak menekankan harus sekian, harus sekian, tidak. Namun harapan kami di sini ya kita karena ini adalah pembelajaran daripada ilmu Al-Qur'an maka sebisa mungkin kita harus menghafal semampu kita ya. Tidak harus dalam 6 bulan ini harus hafal, tidak ya boleh lebih cepat daripada itu, boleh juga lebih lama daripada itu. Tergantung daripada keinginan keinginan kita. Kemudian setelah kita mengharap ya kepada Allah Subhanahu wa taala dengan kemudahan dalam mempelajarinya kemudian pemahaman berkenaan dengan materi-materi ini atau juga menghafal maka harapannya bisa mempraktikkan. Karena daripada ilmu itu memang harus kita mengamalkan. Mengamalkan dari apa yang sudah kita ketahui. Berusaha daripada lisan kita mengucapkan setiap hurufnya itu baik dan benar. ya. Karena di sini ya kurang lebih daripada matan ini nanti akan mempelajari daripada magriul huruf kemudian sifat huruf dan ada beberapa pembahasan-pembahasan yang mirip sebagaimana di pembahasan di matanul atal sebagaimana adanya hukum nun sukun dan tanwin. Kemudian ada mim sakinah. Kemudian ada mad ya pembagian mad. Jenis-jenis mad itu sama nanti dengan matan tafatul akal. Namun kita tidak berfokus di situ. Kita lebih menekankan pada pembahasan-pembahasan yang tidak ada di matan rufatul awal. Karena mengingat daripada waktu kita untuk 6 bulan. Dan insyaallah taala sebagaimana kami sampaikan di kegiatan sertifikasi itu ada 17 pertemuan insyaallahu taala. Ya, semoga Allah memudahkan dan meluruskan daripada niat-niat kita untuk memahami pembelajaran ini dan bisa menghafal. Dan tentunya setelah kita memahami dan mengamalkan maka kewajiban ya kewajiban di sini adalah sifatnya murajaah bagi kita yang sudah belajar yaitu dapat mengajarkan kembali ya agar menjadi amal jariah bagi kita. Jadi mengajarkan kembali kepada santri-santri kita ya, baik itu di TPQ, di pondok pesantren atau di rumah Quran lainnya ya. Jadi tidak harus di pondok pesantren, boleh kepada ee misal majelis taklim atau kepada keluarga, minimal kepada keluarga karena itu adalah kewajiban yang sangat amat kepada diri kita setiap masing-masing individu ya. Jadi tidak tidak harus keluar dulu dari diri kita. Misal bagi yang sudah memiliki keluarga, bapak-bapak, maka ajarkan kepada istri, kepada anak. Ya, bagi ibu-ibu yang ajarkan kepada anak kita atau kepada orang-orang tua kita yang belum memahami atau belum pernah belajar berkenaan dengan matan matan jazariah. Jadi, dapat mengajarkan kembali agar kita mendapatkan ee amal jariah.
Kemudian ustaz dan ustazah yang dirahmati Allah subhanahu wa taala, dari pembelajaran ini ee besar harapannya jadi tidak hanya dipelajari tapi juga bisa mempraktikkan khususnya bagi karena kita sedang melakukan terapi ya biasanya di Sabtu malam seperti hanya tadi malam ya kita taati bagi angkatan yang ke-12 maka itu bisa diterapkan nantinya ya di dalam bacaan kita. Jadi, bacalah dengan ee tajwid ya. Bacalah dengan dengan ilmu tajwid yang baik dan benar agar bacaan kita itu nanti fasih. Katanya al Imam Ibnu Zari nanti di di bait-bait awal ya mempelajari mafulul huruf, sifat huruf agar nanti lahj kita bacaan kita itu sebagaimana dahulu daripada ayat perayat atau huruf-hurufnya itu diajarkan oleh ee Allah melalui perantara malaikat malaikat Jibril kepada Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam. itu adalah harapan-harapan ya. Jadi kita di sini sifatnya belajar bersama ya, sifatnya belajar bersama agar kita bisa paham dan bisa mempraktikkan nantinya di bacaan kita yang paling butuh itu adalah kita sendiri ya. Jadi bukan orang lain, diri kita sendiri dulu dipahamkan, dimatangkan di situ baru nanti diajarkan kepada orang lain. Kecuali misal mendesak ya ada apa lembaga kita memang membutuhkan materi ini. Meskipun kita tidak terlalu memahami secara keseluruhan tapi poin-poin intinya artinya ee pada bahasan-bahasan yang kita kuasai maka itu disampaikan. Artinya sampaikanlah sebagaimana kita memahaminya. Bab, ustaz dan ustazah yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Kemudian setelah kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa taala dengan tujuan di sini meniatkan daripada pembelajaran ini karena Allah dan ingin menghilangkan daripada kita tidak tahuan, maka berikutnya adalah kita berselawat kepada Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Allahumma shalli ala Muhammad. ya karena melalui perantara beliaulah daripada Al-Qur'an itu bisa tersampaikan kepada kita setelah setelah beliau ya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam bertalaqiya ditalin oleh ee malaikat Jibril. Kemudian dari itu diajarkan kepada para sahabatnya lanjut dari para sahabat diajarkan kepada tabiin. Terus begitu secara mutawatir sampailah kepada kepada kita dahulu daripada pembelajaran tajwid itu tidak ada. Ya, dahulu pembelajaran daripada tajwid itu gak ada. Namun cara praktik membacanya itu sudah ada ya sedari awal daripada Al-Qur'an itu diturunkan. Bab ustaz dan Ustazah yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala. Kita lanjut materi ya materi inti nanti bagi yang sudah menghafal dari alhamdulillah Allah karuniakan kemudahan untuk menghafal terlebih dahulu. Dan ee bagi kita yang sudah mempelajarinya, maka alhamdulillah artinya tidak perlu nanti kita ee antum-antum semua menyetorkan kembali kepada anak. Tinggal nanti langsung setorkan kepada Ustaz Nawan sekali duduk bagi yang ingin ya mengambil daripada jazakirah wal iqra dengan beliau di akhir sesi nanti. Namun bagi yang baru menghafal maka silakan nanti setorkan ya berapapun ya satu bait boleh ya dua bait juga boleh. Jadinya kita di sini tidak ada tidak ada batasan. Nah, sebelum menyetorkan sebagaimana juga mungkin disampaikan ya di matanatul Atbal, maka sebelum menyetorkan bait-baitnya maka ada awalan ya di matan almukadimah jazariah yaatul muqadimah Muhammad Muhammad ibus alazariyafii rahimahullahuala Kemudian lanjut pada bismillahirrahmanirrahim. Bismillahirrahmanirrahim di sini ya sebagaimana kita ketahui ya bagi yang sudah mempelajari bismillah ini adalah mengambil daripada khutbah kepada Al-Qur'an ya. Karena Al-Qur'an itu diawali dengan lafaz bismillahirrahmanirrahim kecuali di dalam surah Thaubah. Mengambil daripada keteladan tersebut. Maka di sini diawali dengan bismillahirrahmanirrahim. Di awal daripada syair ini diawali dengan syair ee diawali dengan lafaz bismillah ya untuk menunjukkan daripada al Imam Ibnu Jazari itu menyusun daripada syair-syair ini dengan mengharapkan keberkahan. Maka di dalam sebuah hadis itu dikatakan ya bahwasanya setiap urusan yang tidak dimulai atau tidak memiliki tidak dimulai dengan lafaz basmalah maka di situ akan terputus ya meskipun di situ adalah kemuliaan. Maka mulailah setiap daripada kegiatan kita dengan lafaz bismillahirrahmanirrahim. Minimalnya adalah bismillah ya. Minimalnya adalah bismillah. Kita langsung masuk pada bait yang pertama. Masuk pada bait yang pertama di matan aljazariyah ini dikatakan oleh beliau rahimahullahu taala yaakulu Rji Abdin Sami'i Muhammad Ibnu Jazari Asyafi'i. Ini adalah perkataan daripada beliau rahimahullahu taala. Semoga Allah Subhanahu wa taala senantiasa memberkahi daripada beliau Al Imam Ibnu Jazari dengan adanya matan ini. Dan terbukti ya dengan adanya matan ini maka kita bisa mendapatkan daripada ilmu-ilmunya. Kita bisa mengetahui hal-hal yang ee belum ada sebelumnya. di bait awal beliau berkata ya akan ada akan berkata atau ada seorang yang akan ee mengucapkan sesuatu atau menyampaikan yang di mana di situ beliau rahimahullahu taala mengharapkan daripada ampunan Allah subhanahu wa taala ya yang maha mendengar assami ya abdinami siapa dia yaitu Muhammad Ibnu Jazari Asyafi'i itu Abul Qair ya. Ada yang menyebut dengan Abul Qhair Asyamsuddin Muhammad bin Muhammad. Ini adalah nama panjangnya ya. Abul Khair Syamsuddin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ali bin Yusuf Aljazari Assyafi'i rahimahullahu taala. Ada yang menyebutkan Aljazari As-Syafi'i as-Salafi ya. Jadi ee beliau adalah Al Imam Ibnu Jazari di mana di sini di awal akan berkata tujuannya adalah agar tidak menimbulkan kesombongan. Nah, kalau menggunakan ee ini menunjukkan kerendahan hati beliau ya, bahwasanya ini tidak langsung ditunjukkan kepada kepada dirinya Al Imam Ibnu Zadi itu sendiri, tetapi mengatakan beliau akan berkata seseorang ya artinya menisbatkan kepada ee orang yang ketiga ya, kan ada orang yang berkata seperti itu. Ini adalah tujuannya adalah ketawaduan ya. ini adalah pembelajaran pertama bagi kita sebagai seorang ee penuntut ilmu Al-Qur'an khususnya ya. Maka di sini hal ini juga harus kita ikuti. Jadi kalau kita melakukan atau mendapatkan karya ilmiah, menulis suatu buku, maka kita tunjukkan bahwasanya ini adalah bentuk pertolongan daripada Allah Subhanahu wa taala. Allah di sini disebutkan assami ya yang maha pengampun pula ya samiin yang mana di situ maha pengampun ya dan juga maha mendengar maka jangan sampai kita menyombongkan diri dengan apa yang sudah kita lakukan ya kita bisa mengajarkan ini itu ya kepada orang banyak maka kembalikanah ini adalah bentuk kasih sayang Allah kepada kita semua agar ee menjadi wasilah Y ya artinya tidak ada kesombongan. Kalau Allah berkehendak kita tidak bisa berbicara maka mudah saja bagi Allah Subhanahu wa taala untuk melakukan itu. Maka syukurilah apa yang Allah berikan kepada kita ya. Kemampuan untuk menulis, kemampuan untuk berbicara, maka gunakan sebaik mungkin. Jangan sampai menjadikan karya-karya kita itu sebagai bentuk kesombongan ya. Karena tidak ada sesuatu karya kita itu kalau bukan karena pertolongan daripada Allah Subhanahu wa taala.
Ya, kita masuk pada biografi beliau ya. Tadi nama beliau sudah disebutkan. Nama pendek Nabi ee Al Imam Ibnu Jazari adalah Muhammad Ibnu Jazari Assyafi'i. Muhammad Ibnu Jazari As-Yaf'i. Ya, yang pertama nama panjangnya tadi juga disebutkan ya, yaitu Abul Qair Asyamsuddin Muhammad ibni Muhammad ibni Muhammad ibni Muhammad ibni Ali ibn Yusuf Aljauzari Asyafi'i. Jadi beliau rahimahullahu taala ini adalah orang yang begitu masyhur ya di kalangan para penuntut ilmu Al-Qur'an. Nah, beliau rahimahullahu taala dengan menyebutkan identitasnya sendiri ya ketika ee menulis daripada bait ini. Nah, Al Imam Ibnu Gazari beliau menisbatkan di sini dari beberapa ee nama beliau ya seperti karena halnya Jazirah ya atau juga memiliki julukan-julukan di situ laqabnya kepada Asyamsuddin Aljazari ya. Kemudian dinbatkan di sini Jazirah atau Ibnu Umar ya yang di mana di situ ini merupakan tempat beliau ee dilahirkan nantinya ya. Nah, tempat ini ya yang kita kenal dengan nama Jazirah di dalam bahasa Arabnya Ibnu Umar itu merupakan ee Abdul Aziz bin Umar ya Attaglabi yang telah berjasa membangun dan memaksimalkan aliran sungai Tigris dan Iolfat di daerah lingkungan beliau ya sehingga menjadi daerah yang baik, yang subur. Ya, sedangkan Asyafi'i ini dinisbatkan kepada al Imam ee Asyafi'i yaitu imam fikih ya yang begitu masyhur sampai saat ini khususnya di Jawa Timur ini banyak yang menganut daripada mazhab al Imam Assyafi'i yang kita kenal juga dengan sebutan imamul aimmah ya sultanul ummah almujtahid nasirus sunah ya Muhammad bin Idris bin Abbas bin Utsman bin Syafi'i bin As' eh S'bid bin Abdul Yazid bin Hisyam bin Abdul Muthalib bin Manaf, kakek daripada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Nah, ini adalah tanggal lahir beliau Imam Jazari 25 Ramadan 751 Hijriah kurang lebih bertepatan dengan 30 November 1350 Mas di Damaskus Syam.
Kemudian pelajaran yang kedua. Al Imam Ibnul Jazzari ini bagi kita khususnya para orang tua ya. Jadi sejak kecil beliau rahimahullahu taala ini berada di lingkungan orang-orang yang saleh. Ini adalah pelajaran yang kedua. Jadi hendaknya bagi kita sebagai orang tua itu memperkenalkan lingkungan yang baik. Minimal dari lingkungan keluarga terlebih dahulu. kita menjadi orang tua yang saleh. Jadi, sejak kecil beliau sudah dititipkan oleh ayahandanya kepada para ulama besar ya untuk mempelajari ilmu Al-Qur'an khususnya dan juga menghafal daripada Al-Qur'an dan memperdengarkan atau membacakan juga ilmu-ilmu hadis ya. di antaranya kepada As Syekh Hasan Assuruji ya, murid-murid Alfaqr Ibnul Bukhari dan para ulama besar lainnya di Damaskus. Ia juga mengambil ijazah kepada para ulama sepuh ya seperti Muhammad bin Ismail Al-Khabbas. Banyak sekali daripada ee guru-guru beliau. Banyak sekali daripada guru-guru beliau. Nah, dari sini ya kita sebagai orang tua hendaknya memberikan lingkungan yang baik kepada anak-anak kita. Khususnya daripada kita sebagai orang tua bagi ayah, maka berikanlah teladan yang baik. Ya, karena ayah beliau juga melakukan hal tersebut. Ayah daripada Al Imam Ibnu Jazari ini ee merupakan penuntut ilmu yang fuluh ya. Artinya dari kecil beliau sudah ditunjukkan ya bagaimana menjadi seseorang ya yang artinya memberikan khutbah ya, contoh ya ada uswah di situ kepada anaknya agar bisa dilihat oleh mata anaknya bahwasanya menuntut daripada ilmu itu adalah kewajiban bagi setiap setiap muslim. Dan sejak kecil beliau juga berada di lingkungan orang-orang yang saleh. Terbukti di sini dititipkan kepada para ulama ya untuk mempelajari Al-Qur'an. Maka kita bisa mengambil pelajaran di sini. Anak-anak kita hendaknya ya diberikan fasilitas hal tersebut ya. Minimal dari kita sebagai seorang orang tua ya. Bagi seorang bapak maka berikanlah contoh-contoh yang baik kepada orang ibu. Seorang ibu juga harus memberikan teladan yang baik. ya, sering mendoakan karena dari situ akan timbul atau nanti akan menjadikan anak-anak itu orang yang memiliki keinginan ya untuk menjadi orang yang saleh. Meskipun hal tersebut adalah salah satu ee jalan ya, salah satu jalan karena semua ketentuan daripada kehidupan kita ini adalah ketentuan daripada Allah Subhanahu wa taala. Tapi setidaknya dengan hal tersebut dan dicontohkan di sini oleh para ulama-ulama terdahulu salah satunya di sini adalah orang tuanya Al Imam Ibnul Jazari maka beliau diberikan lingkungan yang baik. Nah di sini ya di usia 13 tahun Al Imam Ibnu Jazar sudah menghafal daripada Al-Qur'an. hafal Al-Qur'an kemudian menjadi imam salat setahun setelahnya atau pada usia 14 tahun. Masyaallah ya. Artinya beliau itu memang difokuskan di ilmu agama. Dan dari sini pula kita bisa mengambil faedah ya bahwasanya orang tua itu juga harus jeni daripada anak-anak kita itu memiliki kemampuan pada bidang apa sehingga nanti tidak sampai salah ya. Tapi terkhusus di sini Al-Qur'an memang wajib bagi setiap orang tua itu untuk memfasilitasinya. Karena ini adalah kalamullah. Setiap orang muslim itu harus bisa ya membaca daripada Al-Qur'an. Kalau yang dicontohkan di sini pada usia 13 tahun sudah menghafal daripada Al-Qur'an. Kemudian beliau juga menjamak daripada qiraat pada muklik besar ya di Damaskus seperti Abu Muhammad Abdul Wahab bin Assalar. Kemudian ada Ahmad bin Ibrahim Atholhan at Thahhan ya dan juga ada Ahmad bin Rajab di kurun waktu 766 sampai dengan 767 Hij Hijriah. Kemudian beliau menjamak daripada qiraah sabaah secara jamak kepada Ibrahim Alhamawi dan Abdul Ma'ali bin Alabban pada tahun 768 Hijriah. Jadi beliau sudah menjamak daripada ee qiraat sabaah. Jamak qiraah Sabaah. Nah, di usia kurang lebih 17 atau 18 tahun, Al Imam Ibnu Jazari ini menyusun daripada kitab pertamanya yaitu At-Tamhid Ilmi Tajwid. Salah satu ilmu ee tajwid di dalamnya. Nah, baik. Kita lanjati beberapa penjelasan di sini. Kemudian beliau wafat ya di hari Jumat di 5 Rabiul Aal 83 Hijriah. Beliau diam dimakamkan di Darul Quran. Ini adalah salah satu madrasah yang beliau bangun ya. Ini semoga Allah Subhanahu wa taala memberikan rahmat, meluaskan daripada kuburnya dan kelak dimasukkan ke dalam surganya oleh Allah Subhanahu wa taala. Ya, kalau kita dilihat lihat daripada ee matan ini maka begitu bermanfaat ya untuk ee manusia seperti halnya kita ini ya. Kalau semuanya tidak ada atau tidak ada perantara daripada al Imam Ibnu Gilzari mengkarang daripada kitab ini, maka wallahuam ya kita tidak akan mengetahui daripada ilmu-ilmu ini ya meskipun bukan ee ini adalah bukan salah satu kitab ya yang ee kitab tajwid ya artinya. Maka di sini kita patut ya sebagai seorang murid itu untuk mendoakan semoga Allah meridai daripada beliau ya dengan adanya kitab-kitab ini dan menjadikan kita juga seperti beliau ya minimal kita mengamalkan daripada apa yang beliau ajarkan insyaallahu taala bab kita lanjutkan kan saya loncat-loncat ya nanti silaskan bisa dibaca berkenaan dengan ee guru beliau kemudian murid-murid beliau. Kalau kita melihat daripada kedudukan ya almukadimah Jazari ini, ini adalah kitab yang begitu masyhur kita kenal dengan almukadimah fajibu quran. Ya, sebuah pendahuluan mengenai apa-apa yang wajib dipelajari oleh para pembaca Al-Qur'an. Kalau di matan tufatul Atfal itu untuk pemula ya, untuk pemula. Maka tingkat selanjutnya adalah ini ya. Ana beranggapan ya semua di sini adalah para guru Al-Qur'an. Semua di sini yang hadir di kegiatan sertifikasi ini adalah guru Al-Qur'an. Jadi sudah tidak asing lagi berkenaan dengan kitab ini dan bahkan mungkin sudah ada yang mengajarkan di tempatnya masing-masing. Ya, jadi ini adalah pendahuluan mengenai dengan apa-apa yang harus dipelajari oleh para pembaca Al-Qur'an. agar bacaan kita nanti bisa baik ya. Ya. Di matan almuqadimah aljazariyah ini atau mazumah almuqadimah dan matan jazari. Kemudian jumlah baidnya ada 107. Tadi sudah kami sebutkan ada tambahan dua di situ bait. Wallahu taala alam mana yang tambahannya. Namun tentunya ini adalah sebuah kemudahan bagi kita ya. Artinya daripada kitab ini tidak ada perubahan dari awal hanya ada tambahan. yang mana tujuannya di sini tentu baik ya. Dan jangan dilihat daripada jumlah tambahannya meskipun dua ya bait tersebut akan tetap kita pelajari ya dan akan mendapatkan pahala bagi yang menambahkan yaitu Annadim ya dari putra dan beliau rahimahullahu taala. Kemudian matan ini merupakan matan yang sangat fenomenal ya dan dapat dikatakan menjadi rujukan ulama dalam bidang ilmu tajwid. Selain itu, keutamaan matan ini bisa dilihat dari beberapa sisi. Yang pertama kedudukan daripada penyusun yaitu Al Imam Ibnu Jazariya. Bagi para penuntut ilmu tajwid dan qiraat itu bukan sesuatu yang asing lagi. Bukan sesuatu yang asing. Dan beliau adalah salah satu penyempurna daripada qira sabiah ya menjadi qiraah syarah ya. Jadi 10 qiraah tiga tambahannya adalah dari dari beliau. Kemudian matan yang ringkas dan mudah dihafal bagi yang Allah mudahkan dan dikaruniakan kemudahan. Tentu di sini kita berharap ya dan anak khususnya pribadi mengharapkan kita di sini bisa menghafal semua ya sehingga nanti menjadi dalil ketika kita mengajarkan kembali ya. Kemudian setiap lafaz dalam baid bisa menjadi dalil atau landasan teori bagi para pengajar Al-Qur'an. Kemudian dipelajari, dikaji dan disusun penjelasan oleh para ulama. Banyak sekali daripada syarah-syarah ee matan jazariyah ini. Ada yang ringkas, ada yang tebal sekali ya. adanya bukan membandingkan menggabung antara matan jazari dan juga matan tuatulab itu digabung ya banyak sekali kitab-kitab ee yang merupakan syarah daripada kitab ini, kitab ee Aljazari. Kemudian kaidah-kaidah di dalamnya bersifat umum dan bisa diarahkan untuk qiraat manapun yang mutawatir. Jadi qiraat-qiraat yang yang diakui ya maka di sini bisa menggunakan daripada kaidah-kaidah tajwid yang diajarkan oleh Al Imam Ibnu Jazari.
Kemudian di baat kedua ya beliau mengatakan ya rasa syukur alhamdulillahi washallallallahu ala nabihi wa mustofahu sini. Beliau mengucap syukur kepada Allah memuji ya bahwasanya Allah subhanahu wa taala itu adalah zat yang ee maha tinggi. Ya, semoga Allah subhanahu wa taala di sini disebutkan senantiasa mencurahkan ya daripada nabinya ya atas nabinya dan hamba-hamba pilihannya. Hamba-hamba pilihannya itu adalah orang-orang yang mengikuti daripada jalannya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Orang yang mempelajari Al-Qur'an itu adalah hamba-hamba pilihan yang diinginkan atau yang disebutkan oleh Al Imam Imam Ibnu Jazari. Kemudian di bait yang ketiga ya disebutkan nabinya adalah Nabi Muhammad ya Muhammadin wa alihi wasahbihi wqriil qurani mauhi. Ada yang menyebut dengan wqriil quron yai ya yakni Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam kepada keluarganya yang beriman ya ada keluarga yang tidak beriman keluarga yang tidak beriman dan juga kepada para sahabatnya para sahabat yang beriman pula yang melihat beliau yaitu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam samna wa apa yang dikatakan Allah dan juga rasulnya. Ini adalah sahabat ya. Ini adalah sahabat karena banyak orang yang bertemu dengan beliau tapi tidak beriman maka tidak disebut dengan sahabat ya. Dan para pengajar Al-Qur'an ya wqriil quranihi serta orang-orang yang mencintai daripada Al-Qur'an. Ya, orang-orang yang mencintai Al-Qur'an itu luas ya bahasanya luas. Ada orang yang mungkin tidak mahir dalam baca Al-Qur'an, tapi menunjang daripada pembelajaran Al-Qur'an. Misal di situ ee menyediakan tempat untuk para penghafal Al-Qur'an, memberi makan, kemudian membiayai daripada kegiatan belajar, belajar mengajar Al-Qur'an. Ini adalah orang-orang yang mencintai Al-Qur'an ya. Jadi tidak hanya orang yang membaca saja, tapi orang yang terlibat di dalam kegiatan-kegiatan Al-Qur'an, maka ini adalah orang-orang yang mencintai daripada Al-Qur'an. Tapi ya secara umum orang yang mencintai Al-Qur'an adalah orang yang pelajari kemudian mengajarkannya kembali dan mengamalkan daripada isi isi kandungannya. Ya, jadi di sini di bait yang ketiga ini ee Alim Jizari berselawat kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ya, Allahumma shi ala Muhammad. tentunya dengan ee selawat yang dianjurkan, selawat-selawat yang dianjurkan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Ya, disebutkan di sini ya dari Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam ya. Barang siapa di antara umatku yang berselawat kepada ya kepada Nabi Muhammad itu satu kali, maka Allah menuliskan baginya itu 10 kebaikan ya, menghapuskan darinya 10 keburukan dan meninggikan sebanyak 10 derajat dan mengembalikan atau ee mengembalikan kepadanya 10 derajat. Tab ini sahih ya, hadis ee riwayat Ahmad. Maka tidak ada ruginya ya. Apalagi di hari Jumat ya kita dianjurkan untuk senantiasa terus berselawat kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam ya agar kita kelak mendapatkan daripada syafaatnya. Adapun beberapa makna ya berkenaan dengan ee disebutkan di sini ya di bait yang ketiga tadi adalah ahlul bait. Yang pertama adalah makna secara umum yaitu umat yang ijabah yang mencakup seluruh daripada pengikut Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Kemudian yang kedua adalah makna khusus yaitu ahlul bait yang tidak berhak menerima zakat dan sedekah ni ya. Jadi ahlul bait itu tidak berhak menerimatkan zakat dan sedekah. J kalau ada yang masih menerima atau mengaku-ngaku daripada ahlul bait atau keturunan daripada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam, maka harus benar-benar di dipertanyakan. Artinya kita harus selektif ya. Jadi tidak serta-merta ada orang yang mengaku keturunan Nabi Muhammad apalagi dilihat dari perawakan ya parasnya itu sebagaimana kita orang Indonesia ya wajahnya tidak ada wajah-wajah Arab sama sekali tiba-tiba menjadi Ahlul Bait. Maka ini harus kita berhati-hati ya bukan berarti menuduh tapi hendaknya kita berhati-hati ya. Nah, ee banyak sekali yang mensalahgunakan ya Ahlul Bait ya ini keturunan Nabi ya. Tujuannya satu ya, yaitu untuk dunia saja. Maka hal ini harus kita benar-benar berhati-hati. Banyak sekali orang yang mengaku berkenaan dengan keturunan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Kemudian yang ketiga, sahabat Nabi ya. Sahabat Nabi. Siapa saja yang bertemu dengan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam ya dalam keadaan ia beriman dan juga meninggalnya juga beriman kepada Allah dan juga Rasul-Nya. Maka ini adalah para sahabat Nabi ya. Ini adalah para sahabat Nabi. Sebagaimana kita ketahui banyak di situ orang-orang yang bertemu dengan Rasulullah. Di situ ada paman Nabi Muhammad ya seperti Abu Lahab ya. Karena tidak beriman maka tidak disebut sebagaimana para para sahabat dia tidak mendapatkan rahmat dari Allah Subhanahu wa taalaatadina anamta alaihim ghairil magdubi alaihim wadin itu disebutkan orang-orang terdahulu yang Allah berikan rahmat ya kepada mereka yaitu artinya pada para sahabat yang Allah ridai dan mereka pun rida ya dengan Allah dan juga Rasul-Nya. Jadi ada orang-orang yang tidak rida meskipun sudah bertemu. Dan semoga kita bisa menjadi daripada orang-orang ya yang pertama yang secara umum ya yaitu umat ijabah yang mencakup seluruh daripada pengikut beliau. Maka ikutilah daripada Nabi Muhammad dengan menjadi hamba-hambnya yang mengamalkan apa yang diperintahkan dan menjauhi segala bentuk larangannya semampu kita, semampu kita. Dan juga ketika kita beramal tidak mungkin ya hampir dikatakan ya mustahil ya kita sebagai orang manusia ya mengamalkan seluruh daripada sunah Nabi Muhammad hampir mustahil ya mengamalkan seluruh daripada sunah Nabi Muhammad maka amalkanlah amalan-amalan yang mampu kita lakukan dan itu istiqamah minimal kita baca Quran ya baca Quran membaca dengan baik dengan Ya. Tayib. Kemudian di situ juga ada Al-Muqri. Ya, almuqri ini ee disebut sebagai ee guru Quran ya. Mudahnya sekarang itu adalah guru Al-Qur'an. Maknanya ya secara lghah di sini membacakan atau mengajarkan. Sedangkan menurut daripada istilah muqri adalah orang yang menguasai semua periwayatan bacaan Al-Qur'an baik secara teori maupun praktiknya. Adapun secara khusus maknanya adalah orang yang memahami beberapa cara variasi qiraat ya. Variasi qiraat ya bukan maqamat ya tapi variasi qiraat. Jadi bedakan dengan ee maqamat atau qiraah yang dianggap oleh orang-orang Indonesia khususnya atau orang-orang Asia. Sebagaimana kita ketahui bersama ya secara umum ya yang dimaksud dengan qiraah adalah bacaan-bacaan yang berlaku atau bernada. Ini kesalahan yang ee sudah mendunia ya istilahnya. Jadi kalau qiraat itu adalah variasi bacaan dari antara satu periwayat ya dengan riwayat yang lain itu itu tidak sama bacaannya. Ah ini yang disebut dengan ee muqri ya. Di sini kami juga mencantumkan ya dari 10 Imam Qura atau imam qiraat dengan perawinya. Ada Imam Nafi di sini yang pertama Almadani ini ada perawinya adalah Qolun dan Warsy. Kemudian yang kedua adalah Ibnu Katsir al Imam Ibnu Katsir ya al-Makki. Ini bukan guru al Imam Ibnu Jazari ya tapi ini adalah memang Imam Ibnu Katsir ya. Ada dua perawinya yaitu Albazi dan Qunbul. albazzi danbul ciri-cirinya itu tidak membaca ee atau ketika membaca daripada mad ee jaiz ya jaiz munfasil ya itu dengan dua dua harakat saja. Kemudian ada ada Abu Amr albashri ini dari Basra ada adduli dan Asusi. Kemudian ada Ibnu Amir As-Syami. Perawinya adalah Ibnu Dwan dan Hisyam. Kemudian ada Imam Asim Alkufi. Ini adalah ee bacaan kita ya, imam kita sini itu dengan perawi syubaah dan hafaz. Nah, kita menggunakan yang hafaz ketika berteraki. Kita menggunakan riwayat hafaz. Dan ini adalah ee qiraah yang masyhur ya di seluruh dunia. Artinya kebanyakan ya kalau kita dibandingkan dengan bacaan-bacaan yang lain maka qiraahnya Imam Asyim ini adalah bacaan yang paling banyak digemari atau banyak yang diterima di kalangan umat Islam. Kemudian yang keenam adalah Imam Hamzah Alkufi murid daripada Imam Asim. Ada Khalaf dan Khalad. Kemudian ada Imam Bisa. Alqufi ada Alhid dan Aduri dan kita kenal dengan tujuh qiraah ya atau qira sabiah. Kemudian yang disempurnakan oleh Al Imam Ibnu Jazari adalah 8, 9, dan 10. Ya, Abu Jafar Almadani gurunya daripada Imam Nafi itu ada dua perawi yaitu Ibnu Wardan dan Ibnu Jammas. Kemudian ada Imam Yaakub Alhadrami Albasri. yaitu ada Ruais dan Rau. Kemudian ada Khulaful Asyr ya Alkufi itu ada Idris dan Ishaq. Maka dengan ketambahan tiga ini maka di sini disebut dengan qiraah sabaah. Kalau seorang kalau menguasai daripada tujuh qiraah ini ya tujuh qiraah ini berarti mencakup ini ya. Jadi tujuh variasi bacaannya berarti ada 14. Kalau semuanya menguasai daripada 10, maka di situ ada ee 20 ya variasi bacaan yang sudah kita kuasai. Maka dinyatakan kalau yang memahami atau menguasai daripada yang tujuh maka disebut dengan qiraah saba. Kalau 10 maka qiraah as biasanya para ee ulama-ulama itu dicantumkan nih ya sudah menguasai daripada qirah bersanad ya. dan menguasai qira asyarah seperti itu. Ini adalah ee imam-imam qura. Imam-imam qura. Semoga kita semua di sini dapat mempelajari seluruh daripada perawi ini atau variasi bacaan. Tujuannya adalah kita beriman kepada Allah dan juga Rasul-Nya. Karena ini adalah firman Allah. Ya meskipun tidak banyak ya perbedaan-perbedaan bacaannya hanya beberapa kata saja. Namun ini adalah bentuk daripada ketaatan kita kepada Allah Subhanahu wa taala. Minimal kita menguasai hafz dan sybah ya. Atau minimalnya lagi adalah kita menguasai Imam Hafz ya. Imam Asim Alkufi riway Hafz Asim sebagai biasanya. Maka ya hafalkan ya. hafalkan. Tidak hanya sekedar dihafal ya, tapi kita berupaya untuk mempelajarinya seakan-akan kita pernah mempelajari atau pernah bertemu dengan para ulama qura ini. Nah, berkenaan dengan al-qari ya. Kalau tadi kan muqri ya, kemudian di sini al-qori ya itu adalah ee makna berkenaan dengan al-qari adalah pembaca Al-Qur'an atau pembelajar Al-Qur'an. Nah, qari di sini pada zaman dahulu ya, pada zaman tabiin ya, tabiin, tabi tabiin ini yang dimaksudkan tadi itu ya, yaitu imam 10 qiraah itu tadi ya. Ini secara mutawatir ya. Jadi pada zaman tabiin, tabi tabiin yang dimaksud dengan ee qari ya adalah para imam qiraah yang berjumlah 10 yang bermakna itu diriwayatkan oleh banyak orang. Jadi terus-menerus seperti itu. Jadi kalau di sini disebutkan adalah mustahil ya mereka bersepakat untuk berdusta daripada bacaan tersebut. Kemudian yang kedua makna daripada qari ya di zaman sekarang ini itu ada beberapa ya. Jadi seorang yang menghafal Al-Qur'an dengan beberapa tingkatan. Satu disebut dengan mubt'adi itu minimalnya adalah menghafal Al-Qur'an dan menguasai. Sedikitnya itu ada tiga saja ya. Sedikitnya menguasai ya menguasai daripada tiga riwayat bacaan. Kemudian yang ketiga, mutawasit, yaitu seorang yang menghafal Al-Qur'an dan menguasai empat sampai dengan lima riwayat bacaan. Kemudian yang muntahi ini menghafal Quran dan juga menguasai lebih daripada lima riwayat bacaan. Semoga kita bisa menjadi salah satu ya yang menjadi muntahi ya. Jadi ee tentu dengan ikhtiar yang harus kita kebut ya. Artinya kita berupaya menjadi orang yang paham minimal-minimalnya adalah kita paham berkenaan dengan ilmu tajwid. Ini merupakan amal ya. Jadi ketika kita menguasai daripada banyak daripada periwayatan, namun kita jarang baca Al-Qur'an itu sama saja. Karena sejatinya ilmu itu harusnya kita amalkan. Membaca kemudian kita mentadaburi kemudian kita amalkan pada kehidupan sehari-hari ya. Jadi tidak tidak ee jangan sampai kita terburu-buru, Pak. Kita ingin menjadi orang yang bersanad misal kemudian kita mengambil jalan pintas agar nama kita di belakangnya ada sebutan-sebutan atau memiliki tambahan nama ya. Sudah menguasai ee tujuh qiraah ya, kemudian 10 qiraah. Jangan seperti itu ya. Maka tuj tuju tunjukkan bahwasanya niat kita itu karena Allah Subhanahu wa taala. Kalau kita sudah mahir dalam membaca, maka silakan. Tidak ada larangan di situ. Tapi sekali lagi berhati-hati ya. Karena fitnah apalagi di zaman sekarang ini banyak sekali orang-orang yang mengejar daripada gelar tersebut. Tujuannya bukan karena ee beribadah kepada Allah Subhanahu wa taala, tapi justru di situ disalahgunakan. Tujuannya hanya dunia saja. Sangat murah sekali. Sangat murah sekali diu. Maka kita memohon kepada Allah agar kita dijauhkan dari niat-niat yang buruk. Ya, niat-niat yang buruk agar kita menjadi orang-orang yang saleh dan shah yang semakin hari semakin taat kepada Allah subhanahu wa taala. Kita memohon ampun kepadanya. Bab kita lanjutkan di bait yang keempat ya. Beliau rahimahullahu taala alimam jazari berkata, "Dan setelahnya ya sungguh ini merupakan mukadimah mukadimah sesungguhnya ini adalah mukadimah sebuah pendahuluan quran yang berisi mengenai apa-apa yang harus dipelajari oleh para pembaca Al-Qur'an. Jadi apa saja yang harus dipelajar oleh para Al-Qur'an wajib di sini ya wajib wajib ya atas mereka para pembaca Alquran sebelum mereka membaca Al-Qur'an hendaklah terlebih dahulu memahami ya pada bait yang keenam ya. Jadi wajib di sini ya wajib wajib di sini khususnya adalah perorangan ya. Karena kita di sini sebagai seorang muslim. Adakah di sini yang enggak baca Quran? Tentu hati kita pasti akan gesang ya. Jangankan ee yang belum mahir, yang sudah mahir pun kalau kita ee sehari tidak baca Quran atau beberapa hari tidak baca Quran, biasanya kita akan menjadi gelisah atau bahkan bacaan Quran kita itu menurun kualitasnya, ya. Maka bacalah ya. Kita memiliki jadwal sendiri ya, minimal sehari satu halaman atau satu makrah dan di situ diniatkan ya untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa taala. Jadi tujuannya tidak hanya untuk memperbaiki bacaan saja atau untuk memperbagus bacaan, tapi niatkan untuk beribadah. bentuk pengamalan kita sudah mempelajari daripada ilmu-ilmu tajwid dan Al-Qur'an ya itu adalah penyembuh bagi kita ya. Bagi hati-hati kita yang gersang, yang suka gelisah ee tiba-tiba ee tidak tenang, maka bacalah Al-Qur'an. Jangan jauh-jauh ya jangan jauh-jauh daripada Al-Qur'an. Allah akan memuliakan. Kita sudah mengetahui bersama ya, orang-orang yang memuliakan Al-Qur'an itu Allah akan mengangkat derajatnya. Ya, ada malaikat Jibril ya menjadi perantara menyampaikan Al-Qur'an dari Allah kepada Nabi Muhammad maka menjadi malaikat yang paling mulia. Ada Nabi Muhammad yang menerima daripada wahyu ini, maka menjadi nabi yang paling mulia. Kemudian bulan diturunkan daripada Al-Qur'an itu menjadi bulan mulia yang sebentar lagi kita akan bertemu insyaallah taala di bulan Ramadan. Ya, kita saling mendoakan di sini semoga kita bertemu dengan bulan Ramadan dan menikmati daripada bacaan Al-Qur'an kita. Kita memperbanyak amal khususnya di situ ada dari sisi bacaan Al-Qur'an kita. Itu adalah kesempatan kita anggap ini adalah Ramadan terakhir. Semoga kita di sini semua dipertemukan dengan bulan Ramadan dan bisa bertemu dengan dengannya dan kita bisa beramal di dalamnya. Tib. Jadi wajib di sini adalah untuk perorangan ya, khususnya adalah para pengajar Al-Qur'an. bagi para pengajar Al-Qur'an, maka di situ kita harus paham berkenaan dengan ilmu ilmu tajwid. Nah, ini yang disebutkan oleh Al Imamzarifatih ya, tempat-tempat keluarnya huruf ya, huruf-huruf hijaiyah. Jadi, huruf-huruf hijaiyah ini adalah salah satu pondasi pondasi bagi kita ketika membaca Al-Qur'an. diibaratkan seperti ini. Makhrijul huruf itu adalah rumah ya, rumah bagi setiap huruf-huruf. Kalau kita manusia ya, rumah kita ada di alamat sesuai dengan karet kita. Nah, rumah itu akan menjadi tujuan seseorang ketika orang tersebut mau bertamu. Misin, ya. Kalau semuanya di alamat kita itu tidak jelas, maka akan sulit diketahuinya. Ya, meskipun nanti ada beberapa huruf yang itu keluarnya dari aljauh yang tidak memiliki tempat secara spesifik ya, yang muqaddar ya, Maka di sini makarijul huruf itu harus kita ketahui agar jelas di mana maklnya huruf ha, di mana makluknya huruf ha, huruf ain ya dengan huruf hamzah tidak sampai tertukar di antara keduanya. Dan ini wajib ya apalagi lagi para pengajar pengajar Al-Qur'an. Kemudian yang kedua adalah sifat huruf ya. Sifat itu adalah ee sebagaimana kita manusia itu juga memiliki ee ini ya sifat bawaan. Jadi ini identitas daripada makhraj itu sendiri. Nah, kalau sebenarnya sifat ini tidak ada padanya yang seharusnya ada, kemudian kita membaca dengan tidak memberikan sifatnya, maka tidak bisa kita mengklaim bahwasanya huruf ini adalah huruf misal huruf dal daidu ad id ud. Ternyata kita membacanya dengan at id ud ud dengan memberikan hamas kemudian syiddahnya tidak kuat kemudian tidak ee apa namanya ee dibaca tebal apalagi ya artinya di situ tidak ada karakteristik ini pada huruf dal. Huruf dal itu harusnya jahar tidak ada nafasnya ya. Kemudian ada syiddah, tidak ada suara yang keluar. Kemudian istifal, tipis, infitah pula ya, tidak dikumpulkan daripada suaranya dan juga menjadi ismat. Ya, meskipun ada sebagian daripada ee para ulama ini tidak memasukkan berkenaan dengan ismat dan idlak pada sifat sifat huruf. Maka hal ini adalah menjadi identitas ya bagi setiap huruf-huruf hijaiyah yang hendaknya bagi para pembaca atau pembelajar Al-Qur'an ini harus mengetahui karena penting sekali ya. Karena penting sekali kalau semuanya pondasi rumah ya, kalau pondasinya tidak kuat maka ini akan terus-menerus seperti itu. Pondasinya mudah roboh, maka tidak akan baik dalam membangun ke atasnya. Demikian pula pada makil dan sifat ini. Ini adalah salah satu dua pondasi yang harus kita kuasaikan. Selain itu pondasinya juga ada itamul harakat nantinya ya. Itul harakat ini bagaimana kita menyempurnakan harakat kita ya. Ada fathah, kasrah dan damah. Karena dari ketiganya ini harus sempurna dan kalau tidak sempurna biasanya menjadi imalah ya. Baik itu pada fathah, kasrah ataupun damah a menjadi e itu tetap imalah karena tidak sempurna daripada ee itul harakatnya maka akan menjadi tebal ya. Dari makijul huruf ini ya agar tujuannya adalah mereka mampu melafazkan Al-Qur'an dengan bahasa yang paling fasif yaitu bahasa Arab. Nah, ini ber berkenaan dengan lahjah ya. Karena di sini ya di sertifikasi yang sering kami jumpai mulai dari angkatan pertama sampai dengan angkatan yang ke-11 di tahun lalu ya ini menjadi PR ya berkenaan dengan lahjah ini. Jadi membaca dengan dialek daerah masing-masing desainnya meskipun tidak 100% ya. Artinya beberapa huruf itu ketika diucapkannya dengan dialeknya mereka sehingga kedengarannya itu kedengaran aneh ya. Sedangkan Al-Qur'an itu dengan bahasa Arab. Misal huruf dal tadi itu afwan bagi orang-orang Jawa khususnya itu banyak yang membaca dengan da da tu du ya maliki yaumiddin ada hames di situ. Harusnya hamesnya dibuang tuh enggak ada hames. Jadi nafasnya dihilangkan, suaranya ditahan. Maliki yaumiddin dan termasuk di situ makhrajnya harus tepat bagi saudara-saudara kita atau ustaz dan ustazah yang dari daerah timur ya ada beberapa biasanya yang membaca khususnya pada huruf dal itu terlalu ke belakang ee apa ya makhrajnya terlalu ke belakang sehingga menjadi diniki yaumiddin seperti halnya d-nya Indonesia itu itu salah Ya, harusnya ada di pangkal gigi sari atas. Maliki yaumiddin bukan middin. Jadi kalau semuanya kita kalau anak-anak ya kalau disuruh mengucapkan dada itu d tuh dadaan pada huruf dal itu tidak dada tapi dada dada dada seperti itu ya. Ini penting. Ini adalah ee hal-hal yang akan kita pelajari meskipun ada di pembahasan di ini ya. di fashatul lisan itu ada ya. Makanya kesempatan bagi ustaz dan ustazah khususnya di praktik nanti di fashatul lisan itu benar-benar dimanfaatkan. Artinya jangan sampai kita malas-malasan meskipun kita sudah bisa setorkan saja ya. Jangan malu-malu ya karena ini adalah tempat kita belajar. Kalau malu nanti kita ketinggalan ya. Kalau malu kita nanti akan ketinggalan. Kalau posisinya tahsin ah ini khusus tahsin ya. itu biasanya banyak yang minder ya ketika tahsin itu karena dikoreksinya mati-matian biasanya. Makanya banyak pembelajaran tahsin ya di masjid-masjid atau di lembaga-lembaga itu banyak yang merotol santrinya. Kenapa banyak yang enggak kuat? dikoreksi terus seperti itu. Hari ini dal, besok dal lagi, besoknya dal lagi. Ya. Nah, ini adalah ee menunjukkan bahwasanya penting ya berkenaan dengan ee maqarul huruf itu agar nantinya tidak sampai ee menjadi lahan ya. Kalau merubah makhraj nanti akan menjadi lahan jali ya. Kalau lahan khafinya itu masih mending ya. Kalau lahan khfi itu masih mending karena berkenaan dengan makul huruf sifat ini ya. Ini masuk nanti pada lahan ya. Ada lahan jali dan lahan khafi. Kalau lahan jali ini merubah huruf. Jadi dal tadi maliki yaumiddin. Nah, itu lahan jal itu din. D din din makrudnya sudah berbeda makudnya Maliki yaumiddin. Ya. Kemudian kalau dari sisi sifat misal Hammas itu masih masuk pada ee lahan yang khafi ya. lahan yang yang tidak sampai menimbulkan dosa. Di penjelasan nanti di bab tajwid itu ada berkenaan dengan lahan yang di mana di keterangannya ya tidak semua nanti masuk pada lahan jali. Artinya meskipun kita masuk pada jal yang menimbulkan dosa itu bisa kita minimalisir yaitu dengan cara belajar yang para ulama menyebutkan bagi yang masuk pada lahan jali yang sampai berdosa adalah orang-orang yang enggan belajar. Misal ada ee takmir masjid atau imam masjid sudah tahu bacaannya kurang bagus atau tidak tepat atau bahkan menimbulkan kegaduhan bagi makmumnya ketika membaca kurang tepat makhrajnya. Ya, seperti tadi kasusnya Maliki yaumiddin menjadi din. Nah, ini hendaknya harus belajar. Jangan menutup diri dan jangan merasa yang paling. Nah, ini keangkuhan ini adalah karakteristik orang-orang yang sudah diberi jabatan biasanya kita berlindung kepada Allah agar kita tidak jadian seperti itu. Kalau memang bacaan kita enggak baik atau tidak bagus dalam makhraj dan sifat, maka belajar ya agar kita nanti terhindar. Karena resikonya adalah kalau bacaan kita sampai jatuh pada lahan jali, maaf ini bagi imam ya, maka tanggung jawabnya adalah seluruh jemaah. Seluruh jemaah yang kita imami. Adzina anamta alaihim misal pakai shad di situ harusnya. Ternyata dibaca dengan syin ya. Nah, ini menjadi ini. Maka belajar ya, belajar niatkan karena Allah subhanahu wa taala dan jangan malu ya. Jangan malu bagi ustaz dan ustazah meskipun di sini sudah mengajar tapi kalau ada koreksi diterima saja ya. Tujuannya di sini adalah untuk meningkatkan kualitas kita. Bukan tujuan yang buruk-buruk dan guru itu tidak mungkin mencari kesalahan-kesalahan ya. Kalau sudah benar ya benar ya artinya tidak tidak mungkin ya ee kalau mendapatkan daripada sanadnya seperti itu maka biasanya kami juga seperti itu ya. Jadi tidak mungkin yang benar disalahkan kemudian bermudah-mudahan tidak ya. Makanya di sini berkenaan dengan makhrij huruf dan sifat tujuannya adalah agar kita bisa membaca sebagaimana dialeknya orang-orang Arab. Ini adalah bait yang keempat. Bait yang keempat berkembang dengan ee apa? Bait yang keenam ya berkenaan dengan makhrijul huruf dan sifatul huruf berkenaan dengan bait yang ketujuh dan kedelapan ya. Di bait yang ketujuh mu tajwidi wal mawifi ya. Setelah kita mempelajari huruf dan sifat maka berpindah lagi yaitu pada hukum-hukum tajwid di dalamnya ya. hukum-hukum tajwid ada hukum sukun dan tanwin, mim sakinah, mad lainnya ya yang ada di matan ini insyaallah taala. Hahifi. Kemudian berkenaan dengan rasem pula ya ya mushaf ya utmani. Kemudian juga di situ berkenaan dengan waqaf dan ibtida insyaallahu taala ya min kulli maqtuin wa maulin bihaam. Dan setiap perkataan yang di mana di situ ditulis secara terpisah maktu dan kata-kata dua kata yang di mana di situ ditulis ters sambung atau mausun yang mana di situ terdapat di dalam Al-Qur'an dan ini sudah ee apa namanya memang sudah ada dari dahulu sampai sekarang ini sebagaimana ee Al-Qur'an itu diturunkan berkenaan dengan ta ya ada ta marbutoah dan
Tak waktu itu juga ada, ya. Insyaallah taala, nanti kita akan, ee, mempelajarinya. Ini adalah hal-hal yang akan kita bahas atau kita pelajari secara bersama-sama, ee, di matan Jazariyah ini, ya.
Kemudian ada di antara juga ada huruf bad, ya. Huruf bad, bagaimana kita, ee, mengerjakan huruf bad dari dalam Al-Qur'an dan juga D. Nih, di dalam merasem itu, ya, itu ada maqtu wal mausul, kemudian ada taftuhah dan ta marbutah, kemudian ada huruf d. Ini Alimzari membahas secara khusus, ya. Ada yang sebagian ditulis dengan dad, ada yang ditulis dengan huruf d. Kemudian, ee, di antara kaidah menuju ilmu yang wajib dikuasai, yaitu tentang ilmu makhrajul huruf, sifat huruf, kemudian ada lughah di situ, artinya bahasa Arab, ya. Kemudian ahkamut tajwid, hukum-hukum tajwid, wukuf dan ibtida. Kemudian ada rasem dan bab Al-Qur'an, insyaallahu taala, kemudian ilmu tentang qiraat. Tapi nanti kita akan memfokuskan, ee, khususnya di wakaf dan ibtida, insyaallahu taala. Semoga Allah Subhanahu wa taala memudahkan kita di dalam mempelajarinya, kemudian memberikan kita kemudahan dalam mempraktikkannya di dalam bacaan kita. Wallahu taala alam bawaban. Ya, ini lebih 4 menitullah bab ini adalah pertemuan yang perdana, ya.
Tib, ya. Ini ada yang Ustaz Zuli um Far, ada yang tanya ini, Ustaz, mohon berkenaan menjelaskan berkenaan dengan, ee, kalimat terakhir mengenai qari, ya, di zaman tabiin, ya, menurut adat mustahil untuk bersepakat atau berdusta. Ini berkenaan dengan tersambungnya bacaan, ya, berkenaan dengan tersambungnya bacaan dari Rasulullah sampai dengan tabiin, tabiut tabiin, nah, dan sampai juga kepada para qari tadi, ya, ada 10 qari di situ. Karena mengambilnya memang secara mutawatir, ya. Artinya, dahulu ketika Al-Qur'an itu diturunkan melalui perantara malaikat Jibril dan seiring berjalannya waktu, ya, Rasulullah wafat dan di situ para sahabat mulai, ini, mulai gaduh, ya, berkenaan dengan bacaan Al-Qur'an di zaman daripada Utsman itu mulai, apa namanya, meskipun di zamannya Abu Bakar atau bahkan di zamannya Rasulullah itu sudah ditulis daripada Al-Qur'an, tapi masih terpisah-pisah. Baru nanti di zamannya Utsman, ya, itu di dikumpul-kumpulkan, ya, ditulis oleh Zaid bin Tsabit, ya, dituliskan di situ menjadi satu mushaf, ya, yang kita kenal dengan, ee, mushaf imam, ya. Dikenal dengan mushaf imam. Jadi, seluruh daripada bacaan, ya, dari tujuh bacaan itu dikumpulkan, ya, sampai dengan, ee, orang-orang yang satu bait atau satu ayat pun itu tetap di para sahabat-sahabat yang lain atau tabiin dan tabiut tabiin, ya, yang mendapatkan karena ini di zamannya para sahabat ketika pembukuan atau penulisan daripada Al-Qur'an, ya. Maka ketika daripada Al-Qur'an itu jatuh, artinya diilanjutkan pada masa selanjutnya, yaitu di masa, ee, tabiin, ya, dan tabi tabiin di situ. Maka itu sudah ada panduannya, ya. Al-Qur'an itu sudah ada panduannya sehingga bacaan di sini mustahil, ya, karena itu sudah dilakukan koreksi secara ketat, ya. Mustahil melakukan atau adanya, ee, penipuan, ya, berkenaan dengan ayat-ayat karena di situ nanti dijadikan satu, ya, dan bagi ayat-ayat yang tidak didengarkan atau tidak para sahabat tidak mendengarkan berkenaan dengan misal ada salah satu sahabat yang membacakan kemudian bacaannya tidak sesuai dengan apa yang didapatkan, maka di situ tidak diterima, ya, tidak diterima bacaannya itu ada di qiraah syat, ya, ada di qiraah.
Insyaallah taala. Afan, Ustaz, ee, apa ini? Mohon diulang bait sebelum mukadimah yang ada ibnun-ibnun. Oke. Ini, ya, apa namanya? Itu, ya, muqadimah Muhammad ibn Muhammad ibn Muhammad ibn Muhammad ibn Ali Yusuf Alghazari Asyafi'i, kemudian di situ rahimahullahu taala. Ada yang sebagian, ee, di kami sempat menemukan berkenaan dengan Muhammadnya itu ada sampai empat, ya. Muhammad ibn Muhammad ibn Muhammad ibn Muhammad, ya, tapi di sini kita menggunakan yang tiga, ya. Muhammad ibn Muhammad, ibni Muhammad ibn Muhammad, kemudian dilanjutkan dengan Ibni Alib Yusuf Aljazari Asyafi'i. Ada yang mengun Alma'ruf, ya, Alma'rufi itu juga ada rahimahullahu taala. Kemudian lanjut di bismillahirrahmanirrahim. Wallahu taala alam. Kemudian apa ini? Wallahualam, ya.
Ya, mungkin karena ini, ya. Afan, afan jidan untuk Ustazah LK, ya. Mengapa di suara maksimalnya tidak besar, ya? Mungkin ada sebagian yang seperti itu, ya. Fullah, ee, memang gak tahu, ya, ini laptop ana ada kendala di ini, ya, di mikrofon itu sudah, ee, tapi ada sebagian yang tidak apa-apa, ya. Ya, wallahualam apanya yang salah, ya? Artinya di sini sudah kami kondisikan berkenaan dengan kami, ya. Mungkin, ee, nanti bisa di ini dulu, ee, dilihat lagi berkenaan ininya atau mungkin ini minta ganti laptop kayaknya. Nah, ini, ya. Semoga Allah mudahkan aja, ya, ke depannya kita, ee, mungkin nanti juga ana sambungkan dengan HP, ya. Kalau di HP insyaallah lebih jernih karena ini ana langsung mencolokkan headset ke ini, ke laptop, ya. T insyaallah ke depannya kami kondisikan.
Ustazah, afan, Ustaz, apabila sudah belajar mukhil huruf tapi tidak bisa-bisa, apakah tetap berdosa? Ah, ini nanti ini ada di pembahasan tajwid, ya, ilmu tajwid insyaallah taala. Ana jawab sekarang gak apa-apa, ya, berkenaan dengan yang tidak bisa-bisa, gak apa-apa. Ya, artinya kita tetap mau belajar. Kami memiliki, ee, salah satu santri kami di sini isinya sudah lama, ya, belajarnya hampir 4 tahun, eh, 3 tahun. 3 tahun insyaallah itu mulai dari awal sampai saat ini itu masih belajar dengan ana, ya. Karena alhamdulillah ana diberikan amanah untuk mengajarkan orang yang sepuh-sepuh di sini dan, ee, lumayan banyak, ya, daripada santri yang sepuh, atau program privat keluarga. Nah, ini biasanya yang Bapak-bapak, Ibu-ibu yang sudah mulai tua, afan, ya, giginya sudah mulai tanggal, maka di situ memang banyak kesulitan, ya. Jadi, bagi yang Allah belum mampukan, ya, belum dikaruniai kemudahan di dalam membaca huruf-hurufnya, maka bersabar saja. Toh kita tetap mendapatkan pahala, ya. Dua pahala lagi, pahala belajar dan terbadanya, ya, artinya di situ tidak sampai jatuh pada dosa. Keterangan, e, para ulama menyebutkan tidak sampai jatuh pada dosa asalkan tetap belajar. Pujinya itu asalkan tetap mau belajar. Kalau yang tidak belajar tadi sudah disebutkan, sudah tahu bacaannya gak baik, gak gak pas kemudian di situ akan belajar, maka ini yang yang jatuh pada besar. Misal, alhamdulillah dibaca dengan alhamdulillah. Alhamdulillahiabbil alamin. Ini ada, ya, beberapa yang seperti itu di lingkungan kami, ya. Ya, kita berhusnudan saja, ya. Mungkin beliau karena memang sudah sepuh, ya, dan tidak, ee, fasih lagi di dalam mengucapkan mengucapan huruf menjadi k alhamdulillah, maka ini tidak sampai jatuh dosa asalkan dia belajar. Kuncinya itu ustazah, e, eh, ustaz, apaan, ya, ini ustaz arham, ya. Wallahu taala alam bawab. Semoga kita semua dimudahkan, ya, dan bersabar, bersabar. Intinya itu bersabar, belajar, bersabar, dan terus ikhtiar. Allah Taala Allah mudahkan.
Kemudian, apa? Apakah matan ini perlu disetorkan juga seperti matan? Ya, sama, bagi yang mau ngambil, ya. Bagi yang mau mengambil saja, kalau enggak menghafal pun gak masalah, ya. Kalau enggak menghafal pun enggak enggak masalah. Tapi coba saja dulu, siapa tahu nanti di akhir sesi biillah Allah mudahkan hafal kan, lumayan tuh, ya, artinya kita jangan bermudah-mudahan, ya, karena di sini, ee, ilmu, ya, ilmu yang akan menjadi milik kita. Yang penting kita niatkan karena Allah subhanahu wa taala dan memang niat belajar, ya, jadi bukan hanya sekedar ikut-ikutan, ah, biar nanti dapat sanad, jangan, ya, tapi kita niatkan karena Allah subhanahu wa taala Taala. Dan ini adalah ilmu Al-Qur'an yang mulia, ya. Maka kita hendaknya belajar, ya, menghafal daripada bait mata. Karena itu akan, ee, menjadi hujah bagi kita ketika kita mengajarkan kembali, insyaallah taala. Kalau baitnya di sini ada 107 aslinya, kemudian tambahannya ada dua, ya, jadi 109. 109 itu nanti yang dihafal saat setoran, boleh satu bait, ya, satu bait atau dua bait atau bahkan lebih dari itu. Tadi kan kita, ee, ana sudah membacakan ada delapan bait, maka bagi yang ba, insyaallah mudah, ya. Hanya, ee, saja diulang-ulang, diulang-ulang setiap pagi baca seperti itu saja. Muhammad pulang terus, insyaallah taala.
Nanti, mungkin, ya, sepertinya kurang dekat. Tib, oh, ya, tadi malam itu ana pakai HP, ya. Tadi malam ana pakai HP, kebetulan ana pakai laptop karena kalau menjelaskan itu ana biasanya pakai laptop. Pustal, nanti untuk mic-nya ana colokkan di HP, kemudian untuk PPT-nya atau PDF-nya nanti ana pakai yang di ini, pakai yang di laptop, insyaallah taala. Semoga pekan depan sudah ana laksanakan, ya. Ustaz TK Prasikasari. Baik.
Ringkasnya seperti ini, ya. Berkenaan dengan riwayat Hafz an-Asim, ya. Riway Hafim min thaibiyah itu adalah salah satu jalan, ya, atau salah satu riwayat. Kalau hafaz itu tariqnya banyak, ya, thaqnya banyak sekali, tapi yang masyhur itu hanya dua saja, ada syba dan hafaz, ada syba dan hafaz, ya, min thari sibiyah, ya, tarif shatibiyah, seperti itu, ya, kurang lebih berkenaan dengan, ee, berkenaan dengan riwayat Hafiz An-Asim, dan ini adalah, ee, bacaan yang kita gunakan di Indonesia atau umumnya di Indonesia, seperti itu. Meskipun ada beberapa yang mempraktikkan menggunakan riwayat-riwayat yang lain. Ini adalah riwayah, ya, bacaan yang kita gunakan Hafs Alasim, ya. Imam Asim. Asim ini adalah, ee, kalau hafaz ini adalah perawinya, asim ini adalah qiraah, qiraah asim, ya, thariq menggunakan jalur satibiyah, menggunakan jalur sabiah. Wallahu taala alamab, ya, ini, ya, an yang masih mema rawi dan penjelasannya ada di matanibi, ya, benar dengan hafaz dan sybah ini juga ada yang menyebutkan jelas di saya jelas, ya. Wallahuam, ya, berkenaan dengan mik, ya, makanya ana sampaikan, makanya di awal tadi apakah suara ada jelas, karena dikhawatirkan ada beberapa itu yang tidak jelas, biasanya.
Tib, ya, bab insyaallah cukup, ya, untuk halak kita pada perdana ini. Insyaallah pekan depan kita akan, ee, pekan depan ana jadwal gak, ya? Semoga nanti ana lihat dulu, ya. Allah mudahkan dan kita bisa memahami sebagaimana tadi Anda sudah menyampaikan, kita bisa dipahamkan berkenaan pesan materi kita ini. Kemudian kita bisa mengamalkannya, kemudian kita bisa bertadabur di dalam membacanya. Kemudian bisa mengamalkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Tentu kita bisa mengajarkan kembali kepada orang lain, ya. Dan kita mengharapkan daripada kegiatan ini mengharap daripada rida Allah subhanahu wa taala. Mari kita akhiriah kita dengan bersyukur kepada Allah dengan mengucap hamdalah dan doaul majelis. Alhamdulillahiabbil alamin. Subhanakallahum wabihamdika asadu ilahailla anta asadu allaha anta atubu ilaih. Jazakumullah khairan kepada seluruh peserta sertifikasi angkatan jam 12. Barakallahu fikum. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.