📱

Get Our Mobile App

Take your business learning on the go!

Download on the App StoreGet it on Google Play

[FULL] MOMEN PRABOWO KAGUM DENGAN PURBAYA hingga Ditunjuk Jadi Menteri Keuangan Gantikan Sri Mulyani

Tribunnews Bogor14:58

Transcription

Karena waktu tadi sudah banyak diambil ketua DN, Anda hanya punya 2,5 menit. Enggak, enggak, enggak. It's only a joke. Kan boleh, kan? 5 menit boleh, Pak. Ya, 5,5 lah. Oke, Pak. Oke, Pak. Izin, Bapak Presiden.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yang terhormat, yang terhormat enggak usah yang terhormat lagi. Langsung aja. Iya, Pak. Lanjut, Pak.

Jadi hadirin sekalian, kalau sudah banyak ekonomi presentasi, ekonomi yang terakhir pasti keadaannya konyol karena semua bahan sudah dipresentasikan. Tapi saya akan coba melihat dari angle yang berbeda. Saya di LPS, saya concern terhadap prospek ekonomi kita ke depan karena kalau ekonominya memburuk, maka saya ke depannya akan kerja lebih keras. Jadi saya monitor terus kondisi ekonomi dan triwulan keempat tahun lalu saya sempat terkejut karena kondisi sepertinya memburuk. Kalau kita lihat penjualan mobil, penjualan motor negatif, terus penjualan retail juga kontraksi, semen kontraksi, PM manufacturing turun ke level di bawah 50. Saya pikir 2025 kita akan susah. Laju pertumbuhan dana pihak ketiga juga turun ke 4,5%. Untuk saya mengkhawatirkan karena income LPS akan turun.

Tapi untungnya di bulan Januari tiba-tiba pertumbuhan DPK positif 5,5 menuju 6% menuju level normal lagi. Jadi ada pembalikan di sana. Saya jadi concern, eh, curious apakah ini terjadi di across the board? Saya lihat, coba saya lihat penjualan otomotif sudah mulai positif tuh di bulan Februari 4% untuk sepeda motor, mobil 2,2%. Jadi ada pembalikan arah ekonomi. Kita lihat lagi retail juga yang gambar yang tengah atas itu sudah mulai positif tumbuhnya. Kita lihat lagi penjualan semen juga di bulan Januari, Februari sudah positif pertumbuhannya. Semen ini ada hubungannya dengan investasi. Jadi, sepertinya dari sisi demand ada pembalikan arah ekonomi menunjukkan kayaknya baik-baik aja.

Saya lihat lagi kalau gimana kalau kita lihat dari sisi pedagang atau supplier, kita lihat index PMI manufacturing index itu di bulan awal tahun tuh tiba-tiba loncat ke positif. Februari tinggi, Maret agak turun sedikit tapi masih levelnya tinggi 52.4. Artinya mereka atau para pengusaha, para manufacturer, manufacturer melihat ke depan kayaknya mereka melihat demand-nya tinggi sehingga mereka meningkatkan belanjanya. Ini kan tanda-tanda suatu ekonomi yang berbalik. Tadinya di akhir triwulan lalu mungkin, eh, paruh triwulan paruh tahun lalu keadaan memburuk semua, sehingga timbullah image seolah-olah kita sedang menuju apa kegelapan dan lain-lain. Ternyata di awal tahun, akhir tahun, awal tahun sekarang sudah berbalik ke arah yang positif. Ini saya bilang ekonomi Indonesia bottoming out. Kalau orang di pasar modal suka itu pasti kalau bottoming out saatnya masuk.

Sebelumnya kita lihat juga sebelumnya masih dua, sebelumnya, eh, kita lihat juga indeks kepercayaan konsumen masih yang sebelumnya yang kiri atas itu Anda lihat di bulan Februari naik positif yang tengah tuh kiri atas sana naik ke 100 di atas 100 ini setelah bertahun-tahun ekonomi, eh, indeks konsumen itu naik ke atas 100 artinya konsumen kita amat atau optimistik tentang kondisi ekonomi mereka dan otomatis mereka akan belanja lebih ke depan. Di bulan Maret agak turun sedikit tapi masih di atas 100. Cukup baik sekali. Ini adalah gambaran masyarakat kita terhadap apa yang terjadi di ekonomi ini. Survei ini kita, eh, lakukan kepada 1700 kepala keluarga face to face interview di kota, di pinggir kota, di kampung-kampung, di 10 provinsi di Indonesia. Ini kita sudah lakukan berpuluh-puluh tahun sehingga kita yakin hasilnya menggambarkan apa yang digambarkan oleh masyarakat. Jadi supply demand masyarakat bilang semuanya membaik.

Next. Yang jadi pertanyaan adalah apakah perbaikan perbaikan ini akan sebentar atau langsung? Nah, kita di LPS mengembangkan satu indeks yang disebut leading economy index. Itulah indeks yang menggambarkan arah ekonomi 6 sampai 12 bulan ke depan. Jadi itu adalah bola kristalnya ekonomi Indonesia. Biasanya enggak pernah salah. Itu gambarnya yang merah tuh. Ini di 2020 turun ke bawah setelah itu naik ke atas. Sekarang juga trennya naik ke atas. Artinya dari sekarang bulan Maret ke depan sampai 6 sampai tahun depan ekonomi kita akan terus ekspansi. Ada yang bilang sekarang seperti 97-98. Anda lihat tuh 98 tuh merah turun dalam. 2008 juga turun dalam. 2020 turun dalam. Artinya ekonominya ada tekanan. Tapi sekarang merahnya naik terus ke atas artinya ekonomi kita akan ekspansi terus. Kalau Anda lihat jam, eh, turun-turunnya itu sekitar 10 tahun sekali. Kita mulai ekspansi, eh, mulai lagi tahun 2020 harusnya sampai 2030 kita masih aman. Kalau saya plot sor jadi ini ya 2000 98 jatuh yang merah, 2008 jatuh yang merah, 2020 jatuh yang merah. Inilah keadaan di mana kita lagi resesi. Sekarang masih naik kencang ya ini ya, masih naik ke atas. Jadi pandangan orang di luar bahwa kita menuju 98 lagi itu salah kaprah dan mereka enggak ngerti data seperti apa.

Dan kalau saya plot dengan IHSG yang hijau, ya, IHSG itu yang hijau gerakannya tuh searah. Ketika yang merah jatuh, ya SG juga jatuh. Ketika leading naik, ya SG juga naik. Dengan kondisi leading yang naik dan IHG turun, apa yang kita bisa simpulkan? Kita bisa simpulkan market over reacting dan IG sudah turun jauh di bawah fundamentalnya. Jadi kalau Bapak-bapak, Ibu suka main saham, jangan lupa sekarang good time to buy.

Next, ya. Berikutnya, berikutnya. Pasti Bapak-bapak, Ibu berpikir bahwa itu si Purbaya aja ekonom ngomongnya suka-suka dia pakai data-data dan enggak jelas. Oke, itu kan kata saya. Saya survei masyarakat kita. Apa kata mereka? tadi dari indeks ini survei yang sama ya, IKK naik cukup kencang ke atas. Artinya masyarakat puas terhadap ekonomi. Tapi gimana tentang program-program pemerintah? Apakah mereka merasakan? Dari survei yang sama kita buat indeks yang disebut indeks kepercayaan konsumen terhadap pemerintah ikkai ini. Ini sebenarnya ini kepercayaan kita bilangnya ke pemerintah tapi sebenarnya Pak Presiden itu kepercayaan kepada Pak Presiden. Kita sudah survei ini 25 tahun lebih kita sudah bisa kalibrasi. Kalau indeksnya di bawah 100, yang hijau, ya masyarakat enggak suka ke presidennya. Di bawah 90 akan banyak demo. Di bawah 85 demonya akan ramai dan mungkin terjadi pergantian kekuasaan. Tapi sekarang saya pikir tadi juga akan jatuh tuh karena saya terkontaminasi TikTok, Instagram, woh bitnya negatif terus. Saya pikir, oh rakyat enggak suka sama presiden. Tapi setelah saya baca surveinya, kelihatan sekali di akhir tahun, eh, 2024 dan sampai sekarang itu indeksnya naik ke level yang tertinggi. Di level yang tertinggi sepanjang survei ini dijalankan. Jadi artinya apa? Artinya masyarakat amat puas dengan kinerja Bapak Presiden Prabowo, Pak. [Tepuk tangan] Artinya apalagi? Artinya adalah stabilitas sosial politik akan terjaga. Karena apa? Kalau demo-demo pun masyarakat enggak akan ikut turun karena mereka puas dengan keadaan yang dialami mereka sekarang. Jadi itu secara pendek, eh, prospek ekonomi kita. Stabilitas seperti apa ke depan dan kita tahu semua stabilitas politik amat perlu untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.

Terus next saya bertanya-tanya dengan perang dagang ini, apa sih dampaknya kita? Apakah itu akan merubah arah ekonomi kita ke depan? Saya coba iseng cari deh data ke Amerika seperti apa sih. Ini cuman HS2 digit ya. Saya plot itu yang kolom A itu gambarkan, eh, peren share or produk komoditas kita ke Amerika Serikat dari yang tinggi ke yang rendah itu HS85 electrical machinery, 61 artikel footware, 64 dan 62 artikel itu 1, 2, 3, 4 itu saya lihat dulu sama semuanya terus saya cari kompetitornya siapa aja sih Cina, Mexico, Vietnam, Cina, Vietnam, Kamboja, Cina, Viet Vietnam, Itali, Cina, Vietnam, Bangladesh. Itu semua. Jadi daerah kita ini, di daerah Asia ini musuh kita Cina, Vietnam, Kamboja, Bangladesh. Kira-kira itu sampai ke bawah.

Nah, kalau keadaannya seperti itu, next kita lihat negara itu dikenakan tarif lebih tinggi dari Indonesia. Tadi Pak Erlangga sudah menyatakan hal itu. Bu Sri juga, Pak Luhud juga sedikit. Tapi mereka malu-malu enggak berani bilang apa sebenarnya yang yang terjadi ke kita. Apakah kita rugi apa untung? Kalau saya lihat ini saya untung. Trump membantu daya saing produk kita di Amerika. Itu first impactnya. Kalau itu diketahui pasar, investor-investor di pasar, mereka enggak akan panik. Malah untung kita akan lebih bagus lagi. Jadi mungkin ini hasil diplomasi Paluhud mungkin, Pak. Ini bantuan tersembunyi Trump untuk Indonesia sebetulnya kalau kita melihat dari sisi positifnya. Jadi itu kita enggak usah takut, kita malah untung. Kalau gitu strategi negosiasinya seperti apa? Diamin aja. Tapi kita harus waspada jangan sampai Vietnam dapat 0% itu. Itu utamanya. Situ paribus kita untung, enggak usah takut. Jadi itu.

Next. Terus seandainya global ekonomi kacau balau apa kita kita harus takut juga? Enggak juga. Kenapa? Saya saya orangnya optimis banget ya. Semuanya enggak apa-apalah. Tapi kalau kita lihat datanya, kita lihat di situ domestik demand kita itu adalah pengeluaran konsumsi 63,36% ditambah lagi dengan pembentukan modal tetap bruto atau investasi itu adalah sekitar 32%. Kira-kira hampir 90% lebih 95. Let's say kita hitungnya ekspor aja deh. Excluding eksport kita masih 75%. Kalau kita jaga domestic demand kita, global maret-marit biar aja. Jadi langkah kebijakan yang saya lihat dari Pak Prabowo tadi dan Bu Sri ini kelihatan sekali kita memang menjaga domestik demand itu saya pikir langkah yang tepat sekali. Jadi santai aja kalau gelbak orat marit enggak usah takut karena domestik dunia kita kuat dan selama kita menjaga itu kita akan tetap tumbuh dengan baik. Artinya pasar atau pemain di pasar enggak usah terlalu khawatir. Ini ada dari IPB, dari ISI, Pak Iskandar itu tolong disebarkan ke pasar bahwa itu yang terjadi sebetulnya. Kalau saya ngomong ke pasar kan orang susah ngertinya. Kalau Anda kan ekonomi-ekonom gampang menjelaskan ke pasar atau Anda menduga, saya juga ngibul enggak ya?

Terus bagaimana sebetulnya kondisi domestik di main kita sekarang? Apakah sedang jatuh apa enggak?

Next. Ini Pak Gubernur BI berperan besar OJK Menteri Keuangan untuk menjaga stabilitas sektor keuangan sehingga fungsi intermediasi kita bisa berjalan terus.

Next. Kita lihat pertumbuhan kredit tadi dibilang double digit. Tapi yang paling penting saya lihat itu yang merah itu kredit investasi naik ke level sekarang 14,62%. Itu level yang tertinggi di di level kira-kira tertinggi selama berapa tahun terakhir. Kalau investasi kan pasti ngelihatnya ke depan berapa bulan ke depan. Jadi ya para pelaku bisnis kita sebetulnya sedang ekspansi cuman mereka jarang ngomong di TikTok. Yang di TikTok kan yang enggak ada kerjaan, tapi yang kerja kan pasti yang ini. Jadi inilah gambaran sebetulnya ekonomi kita sedang ekspansi. Kira-kira global turbulensi masalah perang tarif juga mungkin kita malah diuntungkan. Jadi prospek ekonomi kita bagus. Kalau Anda tadi suka main saham, masuklah sekarang sebelum terlambat. Mungkin demikian, Pak, eh, update dari LPS. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Download Tribun X sekarang menghadirkan lokal menjadi Indonesia. Yeah.