Transcription
Allahuakbar. Allahuakbar. Allahuakbar. Allahuakbar.
[Muzik] Lailahaillallah [Muzik] Alhamdulillahil wahidil ahad lam yalid walam yulad walam Lam yakun lahu kufuwan ahada.
Asyhhadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluhul karim. Allahumma salli wasallim ala nabina wa sayyidina Muhammadin wa ala alihi wa ashabihi ajmain. Amma ba'd. Fay ibadallah usikum iyaya bitaqwallah faqad fazal muttaquun.
Auzubillahim minasyaitanirrajim. Bismillahirrahmanirrahim. Inna anzarnakum azab qariba yauma yanzurul maru ma qaddamat yadah. Wquulul kafiru ya laitani kuntu turaba. Sadaqallahulazim.
Segala puji bagi Allah. Kemudian selawat dan salam kepada Rasulullah k keluarga dan seluruh sahabat-sahabatnya. Jemaah Jumaat yang Allah muliakan insya-Allah di dunia dan di akhirat.
Allah Subhanahu Waala di dalam surah An-Naba mengatakan tentang salah satu peringatannya. illa anzarnakum azab qariba. Sesungguhnya kami telah memperingatkanmu di dunia tentang azab yang sangat dekat. Allah tuliskan ini di dunia kita dengarkan di akhirat kalimat itu akan menjadi kalimat yang akan membuat bergetarnya orang kafir dan ahli maksiat. Kata Allah, "Bukankah kami telah memperingatkan kamu di dunia tentang azab?" Dan Allah tambahkan kalimat qariba. Azab itu sangat dekat kata Allah. Perkataan sangat dekat adalah salah satu bentuk zaman, bentuk waktu yang Allah ingin mengatakan apa yang dikatakan Al-Quran hari ini tidak lama lagi akan dieksekusi oleh Allah Subhanahuwataala.
Di sisi Allah di akhirat satu hari sama dengan 1000 tahun lamanya di dunia. Kalau kita merujuk kepada sejarah perjalanan Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam, kita baru berada 1420 tahun yang lalu, maka di sisi Allah belum sampai pun 1,5 hari. Bisa jadi hari kedua Allah selesaikan kita. Bisa jadi hari kedua di sisi Allah, Allah telah tutup sejarah dunia. Maka bergantilah kita dengan hari yang berikutnya dari satu fasa ke fasa lainnya.
Jemaah mulakan Allah Subhanahu Waala. Tahukah kita ketika terjadi hari kiamat maka kita setelah melewati alam barzakh maka kita akan berkumpul di padang mahsyar. Dan ternyata bukan hanya manusia yang berkumpul di padang mahsyar, seluruh binatang pun dikumpulkan Allah. Allah sebutkan dalam surah Takwir, wazal wuhusu, waaizal wuhusyu husyirat. Ya, semua binatang liar Allah kumpulkan. Semua binatang Allah kumpulkan. Dan untuk apa Allah kumpulkan? Ada apa dengan binatang sehingga Allah kumpulkan? Ternyata pun mereka mengalami hari hisab.
Rasulullah sallallahualaihiwasallam menyebutkan dalam hadis dari Abu Hurairah radiallahuanhu hadis riwayat Muslim. Qala Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, laddunnal huquq ila ahliha yaumalqiamah. Nanti hari kiamat semua urusan akan diselesaikan oleh Allah. Semua hak dan kewajipan akan dibereskan oleh Allah. Hatta sampai-sampai kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yuqadusat jalha ilatil qarna. Sampai-sampai kambing yang tidak bertanduk akan diselesaikan urusannya ketika mereka di dunia pernah ditanduk oleh kambing yang bertanduk. Kambing diselesaikan urusannya di atas kezaliman sesama mereka. Nabi mengatakan kalau ada kambing yang bertanduk di dunia pernah menyakiti kambing yang tidak punya tanduk pernah menzalimi mereka. Maka di akhirat dibantu dengan hadis keterangan yang lain riwayat al-Hakim dan Imam Zahabi mengatakan sahih. Rasulullah mengatakan nanti tanduk yang dimiliki oleh kambing yang bertanduk dipindahkan ke kambing yang tidak bertanduk. Lalu disuruh tanduk balik oleh Allah. Berapa kali di dunia dia pernah ditanduk? Disuruh balas oleh Allah. Balaslah. Kata Allah. Kalau berdarah wajib berdarah. Kalau bengkak kepalanya, wajib bengkakkan kepalanya. Tergores kulitnya wajib gores kulitnya. Sampai selesai qisas sesama kambing.
Lalu Allah Subhanahu Waala mengatakan dalam hadis al-Hakim itu, summaqal kunu turaban. Selesai satu persatu binatang diselesaikan di hari kiamat segala kezaliman. Lalu Allah mengatakan, "Wahai para binatang, jadilah engkau tanah." Maka semuanya menjadi tanah.
Ketika kejadian itu terjadi, orang-orang kafir yang memperhatikan bagaimana cara Allah mengadili para binatang, di situlah orang kafir mengatakan, "Yaquulu ya laitani." Yaquulul kafir, "Ya laitani." Kuntu turaba. Ya Allah, seandainya kami pun bisa menjadi tanah. Kenapa mereka mengucapkan itu? Kenapa mereka berangan-angan menjadi binatang? Padahal dulu di dunia binatang lebih hina. Binatang yang jadi haiwan ternak mereka. Binatang yang kita tunggangi, binatang yang kita pukuli, binatang yang kita jadikan haiwan bajak. Tapi kenapa waktu di akhirat semua orang ahli maksiat dan orang-orang kafir bermohon kepada Allah seandainya kami bisa jadi binatang, bermohon untuk jadi binatang kerana takutnya dengan seksa neraka di padang mahsyar Allah nampakkan lebih dahulu neraka Allah. Waji yaumaiin bijahannam. Allah nampakkan neraka ketika kita berbaris. dalam keadaan berdiri sesuai dengan amalan masing-masing. Tapi semua kita berbaris dalam keadaan tidak bersandal, telanjang, tidak berkhitan. Kata Rasulullah. Lalu didatangkanlah neraka Allah. Dan neraka itu kata Rasulullah dalam hadis riwayat Bukhari Muslim ditarik oleh 70,000 rantai. Neraka ditarik oleh 70,000 rantai. Lalu kemudian di setiap rantai berdiri 70,000 malaikat. Satu rantai berdiri 70,000 malaikat. Kalau dihitung jumlah malaikat yang menarik neraka jahanam 4 miliar900 juta malaikat hanya untuk menarik neraka jahanam belum neraka yang lain jemaah makakan Allah di situlah Allah mengatakan wamin waraiihi jahanam di belakang mereka hadir jahanam padahal jahanam tidak hadir di belakang jahanam hadir di depan kenapa Allah mengatakan di belakang kerana Mereka memalingkan semua wajah mereka untuk tidak melihat jahanam. Saking dahsyatnya seksa jahanam, dilihat saja menakutkan.
Maka jemaah melakan, "Allah, berhati-hatilah kalau binatang diselesaikan urusannya, kalau binatang diselesaikan kezalimannya, kalau binatang diselesaikan kesalahan sesama mereka, maka manusia yang menerima taklif Allah lebih utama untuk diselesaikan." Kerana manusia dititipkan akal, manusia dititipkan syariat, manusia diberi pilihan oleh Allah. Mahu pilih syurga, mahu pilih neraka. Maka pilihan itu Allah berikan untuk ukuran 50 tahun, 60 tahun di dunia. Maka inilah nasib kita sekarang kita taruhkan di dunia 50 tahun, 60 tahun inilah kita perjuangkan nasib kita. Apakah kita akan bermohon jadi binatang atau kita termasuk golongan yang beruntung di akhirat nanti?
Jemaah belakan Allah, orang kalau memikirkan tentang hadis kehidupan binatang di akhirat yang mereka tidak ada syariat, mereka tidak punya akal hanya gara-gara menyakiti temannya, dibereskan urusannya oleh Allah, maka sungguh mereka akan takut kepada Allah Subhanahuwataala. Mereka akan takut melakukan kezaliman. Baik zalim pada agama mahupun zalim pada orang lain mahupun zalim pada diri sendiri. Maka oleh kerana itu Allah tadi mengatakan inna anzarnakum azaban qariba. Berhati-hatilah kami telah memperingatkanmu di dunia dengan azab dan itu waktunya sangat dekat kata Allah. Sangat dekat.
Ini kita tinggal di zaman yang hampir 90% tanda-tanda kiamat kencil semuanya muncul. Ketika Rasulullah Sallallahualaihiwasallam menyebutkan, "Tidak akan terjadi kiamat. La takumusah, tidak akan terjadi kiamat sampai muncul beberapa tanda." Itu dalam hadis-hadis yang berbeda. Di antaranya Rasulullah mengatakan yataqarabuz zaman. Waktu berputar begitu cepat. Cepat ini kita rasakan seakan-akan kita tidak sempat untuk beramal. Baru kita tinggalkan Jumaat. Hari ini kita telah menemui Jumaat. Baru kita tinggalkan Ramadan. Hitungan dua minggu yang akan datang kita akan bertemu kembali dengan Ramadan. Cukupkah amal kita? Kita tidur bangun di pagi hari sudah sampai waktu malam lagi jemaah makan Allah.
Lalu Rasulullah mengatakan banyaknya terjadi gempa, kasratuz zalazil dan tercatat gempa di mana-mana. Lalu banyaknya terjadi al-haraj pembunuhan. Pembunuhan di mana-mana. Dulu di masa Nabi pembunuhan pun ada. Tapi pembunuhan yang terjadi adalah membunuh di atas yang hak. Nabi membunuh orang-orang kafir harbi yang memerangi Rasulullah. Ratusan orang kafir terbantai tapi di atas kebenaran. Hari ini siapa yang dimaksud bunuh-membunuh saudara membunuh saudaranya? Kata Rasulullah, keponakan membunuh pamannya, paman membunuh keponakannya, suami membunuh isterinya, isteri membunuh suaminya. Lihatlah sekeliling kita. Semua tanda muncul.
Munculnya Ruwaibidha kata Rasulullah menjadi tanda akhir zaman. Iaitu orang-orang bodoh jadi pemimpin. Orang-orang bodoh bicara tentang urusan-urusan agama. Padahal dia sendiri dalam kesesatan. Lalu dia buatlah kebijaksanaan-kebijaksanaan yang sesat. Dan ini telah terjadi di semua negara. Jemaah melakan Allah, hati-hati qariba. Kita sudah dekat waktunya. Mungkin kita tidur malam tiba-tiba terjadilah kiamat. Kerana itu terjadi dengan tiba-tiba. Kalaupun harus menunggu, kita cuma menunggu kiamat besar. Tanda kiamat besar. Turunnya, munculnya Imam Mahdi, turunnya Dajjal, turunnya Isa Alaihissalam, munculnya Yakjuj Makjuj. Nah, kemudian binatang yang melata akan muncul. Setelah itu kita tidur atau kita sedang kerja, terjadilah kiamat. Mungkin masa kita, mungkin cucu kita, mungkin cicit kita.
Jemaah Allah, apa yang terjadi nantinya? Semua yang pernah melakukan maksiat, semua menyesali. Hari-hari yang pernah mereka lewati di dunia. Semua yang pernah menzalimi orang lain maka Allah akan luruskan semua urusan. Hari ini yang tidak membayar hutang saudaranya, melarikan diri dari hutang saudaranya, tunggulah keadilan Allah di akhirat nanti. Hari ini yang belum membagi warisan, yang sehingga saudaranya terzalimi kerana diambil hak warisnya, tunggulah di akhirat nanti. Yang hari ini pernah mengganggu perempuan-perempuan yang tidak berhak untuk diganggu, maka tunggulah pembalasan Allah. Yang hari ini pernah membunuh orang-orang yang dilarang bunuh oleh Allah, tunggulah pembalasan Allah. yang hari ini pernah melakukan korupsi, menyakiti rakyat, mempersulit urusan-urusan rakyat, maka tunggulah kezaliman itu dibalikkan kepadanya.
Jemaah makakan Allah, kita ini hari ini cuma bicara tentang akhirat. Hari ini akhirat cerita. Tapi nanti ketika dibalikkan dunia, maka dunialah yang menjadi cerita. Kita akan bercerita untung kita berada di masjid-masjid Allah. Untung kita mengikuti pengajian. Untung kita tahu halal haram. Untung kita tidak memakan riba. Untung kita tidak menjadi nasabahnya. Untung kita tidak menjadi rentenirnya. Untung kita tidak pernah melakukan kezaliman. Itu cerita nanti. Hari ini kita berharap kepada Allah semoga kita lebih mulia daripada binatang di akhirat nantinya.
Jemaah mulakan Allah banyak ayat berulang-ulang Allah katakan kullu nafsim bima kasabat rahinah. Semua orang nanti bertanggungjawab terhadap apa yang dia lakukan nanti. Makanya berhati-hatilah melakukan kezaliman terhadap orang lain. Kita akan mendapatkan kenyataan yang mungkin kita tidak pernah menyangka-nyangkanya. Mudah-mudahan renungan singkat dari ayat Allah bisa menyadarkan kita kembali untuk tidak jatuh ke dalam maksiat terlalu jauh. Yang sudah terjebak ke dalam maksiat keluarlah. yang berada di lembaga-lembaga riba keluarlah. Yang hari ini sudah terbiasa memakai celana pendek, jogging, main futsal, main bola, sadarlah yang hari ini kebiasaan berzina, segeralah taubat sebelum kematian menjemput kita. Dan mudah-mudahan Allah sampaikan kita ke Ramadan nantinya.
Innalhamdalillah nastainuhu wastaghfiruh w nauzubihi min syururi anfusina wamin sayiati amalina. May yahdihillah fala mudhillalah wama yudlil fala hadiyaalah. Ashhadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluhul karim. Allahumma salli wasallim ala nabiina wa sayyidina muhammadin waa alihi waashhabihi ajmain. Amma ba faya ibadallah usikum way iyaya bitaqwallah faqad fazal muttaqun.
Auzubillahim minasyaitanirrajim. Bismillahirrahmanirrahim. Inna anzarnakumaban qiba yaumurul mar ma qaddamat yadah wquul kafiru ya laitani kuntu turaba barakallahu li wakum fil quranilim wfani wakum bima fi minal ayatiril hakim watqabbalallah minni waminkum tilawatahu innahu hu samiul alim.
H alhamdulillahi rabbil alamin wabihi nastain ala umurid dunya wdin. Ashhadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluhul karim. Allahumma salli wasallim ala nabiina wa sayyidina Muhammadin wa ala alihi wa ashabihi ajmain. Amma ba faya ibadallah ittaqulah haqqa tuqatih wala tamutunna illa wa antum muslimun.
Auzubillahim minasyaitanirrajim. Bismillahirrahmanirrahim. Innallah wa malaikatahu yusalluna alan nabi. Ya ayyuhallazina amanu sallu alaihi wasallimu taslima. Allahumfir lil muslimin wal muslimat wal mukminina wal mukminat alahya minhum wal amwat watabi bainana wainahum bilhairat watqabbal ya samiun qaribun mujibu dawan allahumma ainna ala zikrika syukrika w husni ibadatik rabbana atina fid dunya hasanah wafil akhirati hasanah waqina azabanar walhamdulillahi rabbil alamin wala zikrullahi akbar wallahi yamu ma tasdaun wa.